Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memantau taman yang
tengah dibangun di sisi barat bibir waduk Pluit, Jakarta Utara, Senin (12/8/2013).
Selama 20 menit Joko Widodo memantau perkembangan pembangunan taman dan ia langsung masuk ke dalam mobil dinasnya.
Namun tiba-tiba seorang warga menghadangnya lalu bertanya mengenai
kesiapan Joko Widodo maju sebagai calon presiden tahun 2014.
"Pak, kira-kira siap maju sebagai capres? Kalau iya, saya dukung pak,"
ujar pria yang mengenakan kemeja batik berwarna dasar cokelat tersebut.
Mendengar itu, pria yang sapaan akrabnya Jokowi ini terkejut. Namun tetap jawabannya sama seperti saat ditanyai kesiapan dirinya maju sebagai capres.
"Wah, saya hanya mau ngurusin Waduk Pluit, Pasar Tanah Abang saja lah," ujar Jokowi.
Sumber :
tribunnews.com
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Senin, 12 Agustus 2013
Jokowi Seperti Belut
Jalanan sekitar Pasar Tanah Abang yang lengang dan kondusif
pascapenertiban sudah bisa dirasakan manfaatnya, baik oleh pedagang
maupun masyarakat umum. Mereka pun mengapresiasi upaya Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta (Pemprov DKI Jakarta) itu.
"Dia (Jokowi) kalau ngilangin macet, cap jempol banget," kata pedagang kolang-kaling, Wati, kepada, Senin (12/8/2013).
"Gubernur-gubernur yang kemarin enggak bisa. Sampai perang-perang sama pedagang," lanjut dia.
Bukan berlebihan, Wati yang berdagang di Pasar Tanah Abang sejak 30 tahun silam itu menjadi saksi tragedi pembakaran kantor kecamatan pada 1997. Kala itu, yang namanya relokasi identik dengan ambil paksa hak pedagang, lapak, barang dagangan, dan sebagainya.
"Sekarang masih ada basa-basinye, kalau dulu maen angkut aja," ungkap Wati.
Wati mengakui, Jokowi adalah sosok pemimpin yang pelan, tetapi tegas. Meski begitu, ia pun kadang heran dengan aktivitas blusukan Jokowi. Ia mengibaratkan Jokowi seperti belut. Susah dipegang, susah ditebak ke mana larinya. Tanpa pengumuman, mendadak ada di tengah-tengah warga. Wati berharap pemimpin DKI yang lain juga bisa mencontoh aksi-aksi Jokowi.
Dia juga menyinggung soal rumah jagal. Wanita paruh baya itu tinggal di Jalan Sabeni. Rencananya, di situlah Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah akan merelokasi rumah jagal Blok G Pasar Tanah Abang.
Mendengar rencana itu, ia kurang setuju. Sebab, sejauh ini belum pernah ada pemimpin yang menengok bagaimana kondisi riil permukiman yang di tengah-tengahnya terdapat rumah jagal.
"Kalau ujan, air got meluap, tai kambing pada ngrendem," ungkap Wati.
"Coba ada camat ke sini (nengok) ya. Ini giliran orang kecamatan ditelepon, (got) kering, (limbah) disedot. Kalau enggak ada (orang kecamatan), (limbah) keluar. Harusnya mendadak kayak Jokowi," pungkasnya.
Sumber :
kompas.com
"Dia (Jokowi) kalau ngilangin macet, cap jempol banget," kata pedagang kolang-kaling, Wati, kepada, Senin (12/8/2013).
"Gubernur-gubernur yang kemarin enggak bisa. Sampai perang-perang sama pedagang," lanjut dia.
Bukan berlebihan, Wati yang berdagang di Pasar Tanah Abang sejak 30 tahun silam itu menjadi saksi tragedi pembakaran kantor kecamatan pada 1997. Kala itu, yang namanya relokasi identik dengan ambil paksa hak pedagang, lapak, barang dagangan, dan sebagainya.
"Sekarang masih ada basa-basinye, kalau dulu maen angkut aja," ungkap Wati.
Wati mengakui, Jokowi adalah sosok pemimpin yang pelan, tetapi tegas. Meski begitu, ia pun kadang heran dengan aktivitas blusukan Jokowi. Ia mengibaratkan Jokowi seperti belut. Susah dipegang, susah ditebak ke mana larinya. Tanpa pengumuman, mendadak ada di tengah-tengah warga. Wati berharap pemimpin DKI yang lain juga bisa mencontoh aksi-aksi Jokowi.
Dia juga menyinggung soal rumah jagal. Wanita paruh baya itu tinggal di Jalan Sabeni. Rencananya, di situlah Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah akan merelokasi rumah jagal Blok G Pasar Tanah Abang.
Mendengar rencana itu, ia kurang setuju. Sebab, sejauh ini belum pernah ada pemimpin yang menengok bagaimana kondisi riil permukiman yang di tengah-tengahnya terdapat rumah jagal.
"Kalau ujan, air got meluap, tai kambing pada ngrendem," ungkap Wati.
"Coba ada camat ke sini (nengok) ya. Ini giliran orang kecamatan ditelepon, (got) kering, (limbah) disedot. Kalau enggak ada (orang kecamatan), (limbah) keluar. Harusnya mendadak kayak Jokowi," pungkasnya.
Sumber :
kompas.com
Jokowi: PKL Solo dan Jakarta Sama Saja
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pendekatan Pedagang
Kaki Lima (PKL) di Jakarta dan di Solo sama saja. Hanya perlu diajak
bicara.
"Sama. Asal kita ajak bicara. Tahapan pendekatan yang betul. Jadi masyarakat sadar untuk lalu lntas bukan untuk berjualan," ujar Jokowi saat meninjau Waduk Pluit, Jakarta Utara, Senin (12/8/2013).
"Penjelasan sederhana, runtut dan benar. Masyarakat ngerti," kata Jokowi.
Terkait Waduk Pluit, Jokowi mengatakan pengerukan yang dilakukan baru sekitar 20%. Nantinya waduk itu akan dikeruk sedalam 10 meter.
Kini sisi barat Waduk Pluit sudah tampak rapi. Nantinya, kawasan sekitar waduk akan dijadikan percontohan ruang publik. Sementara untuk permukiman akan dipindahkan ke rumah-rumah susun.
"Nunggu rusun. Begitu rampung, masuk, rampung, masuk. Ditata, tahun depan lah rampung rusunnya dulu," jelas Jokowi.
Sumber :
detik.com
"Sama. Asal kita ajak bicara. Tahapan pendekatan yang betul. Jadi masyarakat sadar untuk lalu lntas bukan untuk berjualan," ujar Jokowi saat meninjau Waduk Pluit, Jakarta Utara, Senin (12/8/2013).
"Penjelasan sederhana, runtut dan benar. Masyarakat ngerti," kata Jokowi.
Terkait Waduk Pluit, Jokowi mengatakan pengerukan yang dilakukan baru sekitar 20%. Nantinya waduk itu akan dikeruk sedalam 10 meter.
Kini sisi barat Waduk Pluit sudah tampak rapi. Nantinya, kawasan sekitar waduk akan dijadikan percontohan ruang publik. Sementara untuk permukiman akan dipindahkan ke rumah-rumah susun.
"Nunggu rusun. Begitu rampung, masuk, rampung, masuk. Ditata, tahun depan lah rampung rusunnya dulu," jelas Jokowi.
Sumber :
detik.com
Jokowi Berjanji Akan Habisi Metromini Tua
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki program peremajaan angkutan
kota, khususnya bagi Metromini. Beberapa skema peremajaan disiapkan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk mewujudkan moda transportasi yang
aman dan nyaman bagi warga Ibu Kota.
"Pokoknya (Metromini tua) kayak Bajaj kemarin, kita pek (hancurkan)," ujar Jokowi sambil memperagakan memotong telapak tangannya kepada wartawan pada Senin (12/8/2013) kemarin.
Terdapat dua skema peremajaan angkutan kota. Pertama, pembelian bus baru dilakukan oleh Pemprov DKI dan seluruh operator dilebur menjadi satu wadah. Kedua, pembelian bus baru dilakukan oleh operator dan menginvestasikan kepada wadah yang dibentuk oleh Pemprov DKI.
Adapun, Pemprov DKI telah menempuh skema pertama, yakni pembelian sebanyak 1.000 bus Metromini. Saat ini masih dalam proses lelang dan diperkirakan datang akhir tahun 2013.
Sementara skema kedua, belum ada operator yang bersedia membeli bus Metromini baru. Nantinya, badan yang akan menjadi rumah manajeemen angkutan kota tersebut adalah PPD.
PPD tengah menjalani proses hibah dari Pemerintah Pusat kepada Pemprov DKI. Tapi keputusan masih menunggu kementerian BUMN. "Kepemilikan bus itu perorangan, tapi menginduk ke PPD manajemennya. Tidak seperti sekarang ini semua jadi pemilik, ngaturnya gimana, ngontrolnya gimana, susah pasti. Begitu juga sopirnya tinggal pindah ke yang baru, " ujarnya.
"Artinya, terakomodasi semua. Sopirnya terakomodasi, pemiliknya juga ndak merasa ditinggal. Ini win-win solution yang paling bagus," yakinnya.
Jika angkutan kota, termasuk Metromini, masuk ke dalam satu manajemen, diharapkan pelayanan terhadap pengguna transportasi bisa meningkat dan kenyamanan, keamanan dan keselamatan pengguna angkutan kota, dapat segera tercapai.
Sumber :
kompas.com
"Pokoknya (Metromini tua) kayak Bajaj kemarin, kita pek (hancurkan)," ujar Jokowi sambil memperagakan memotong telapak tangannya kepada wartawan pada Senin (12/8/2013) kemarin.
Terdapat dua skema peremajaan angkutan kota. Pertama, pembelian bus baru dilakukan oleh Pemprov DKI dan seluruh operator dilebur menjadi satu wadah. Kedua, pembelian bus baru dilakukan oleh operator dan menginvestasikan kepada wadah yang dibentuk oleh Pemprov DKI.
Adapun, Pemprov DKI telah menempuh skema pertama, yakni pembelian sebanyak 1.000 bus Metromini. Saat ini masih dalam proses lelang dan diperkirakan datang akhir tahun 2013.
Sementara skema kedua, belum ada operator yang bersedia membeli bus Metromini baru. Nantinya, badan yang akan menjadi rumah manajeemen angkutan kota tersebut adalah PPD.
PPD tengah menjalani proses hibah dari Pemerintah Pusat kepada Pemprov DKI. Tapi keputusan masih menunggu kementerian BUMN. "Kepemilikan bus itu perorangan, tapi menginduk ke PPD manajemennya. Tidak seperti sekarang ini semua jadi pemilik, ngaturnya gimana, ngontrolnya gimana, susah pasti. Begitu juga sopirnya tinggal pindah ke yang baru, " ujarnya.
"Artinya, terakomodasi semua. Sopirnya terakomodasi, pemiliknya juga ndak merasa ditinggal. Ini win-win solution yang paling bagus," yakinnya.
Jika angkutan kota, termasuk Metromini, masuk ke dalam satu manajemen, diharapkan pelayanan terhadap pengguna transportasi bisa meningkat dan kenyamanan, keamanan dan keselamatan pengguna angkutan kota, dapat segera tercapai.
Sumber :
kompas.com
Jokowi Live Di Metro TV Bersama Cheryl Tanzil
Malam ini mulai pukul 19:18 sampai dengan pukul 19:49, Senin (12/8/2013), Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) muncul pada acara Prime Time News di Metro TV dengan pewawancara Cheryl Tanzil. Wawancara ditayangkan langsung dari terminal Kampung Rambutan. Masalah utama yang dibahas dalam wawancara tersebut adalah masalah penanganan pendatang baru di DKI Jakarta. Dalam wawancara tersebut Jokowi menyatakan tidak akan mengadakan operasi yustisi tetapi akan mengadakan Bina Kependudukan yang melibatkan RT/RW setempat.
Jokowi menilai upaya menekan arus urbanisasi tidak hanya berupa penindakan hukum semata. Harus ada pembangunan ekonomi daerah yang komprehensif agar masyarakat tak berbondong-bondong ke kota-kota besar.
"Hanya itu jurusnya, mendorong investasi di daerah sebanyak-banyaknya supaya orang tidak tertarik untuk datang ke sini saja. Jadi baiknya di sini (Jakarta) ada 'gula', tapi di daerah juga ada 'gula-gula' yang banyak," kata Jokowi.
Jokowi mengaku tidak bermaksud menjadikan kota Jakarta sebagai kota tertutup bagi warga pendatang. Namun, karena jumlah kaum urban di Jakarta tergolong banyak, ia hanya bisa melakukan sosialisasi lewat program Bina Kependudukan agar mereka yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan keterampilan khusus untuk tak mengadu nasib di Jakarta. Oleh sebab itu, Jokowi berharap agar pemerintah provinsi yang warganya biasa melakukan urbanisasi untuk menumbuhkan iklim ekonomi yang baik. Dengan demikian, warga dari luar Jakarta tak perlu berjudi nasib di kota lain.
Di akhir cara juga disinggung tentang PKL Tanah Abang yang bukan warga Jakarta (mempunyai KTP Jakarta). Menurut Jokowi, mereka yang bukan warga Jakarta juga tetap diperbolehkan menempati Blok G, asal tempatnya masih memungkinkan.
Sumber :
Metro TV
Jokowi menilai upaya menekan arus urbanisasi tidak hanya berupa penindakan hukum semata. Harus ada pembangunan ekonomi daerah yang komprehensif agar masyarakat tak berbondong-bondong ke kota-kota besar.
"Hanya itu jurusnya, mendorong investasi di daerah sebanyak-banyaknya supaya orang tidak tertarik untuk datang ke sini saja. Jadi baiknya di sini (Jakarta) ada 'gula', tapi di daerah juga ada 'gula-gula' yang banyak," kata Jokowi.
Jokowi mengaku tidak bermaksud menjadikan kota Jakarta sebagai kota tertutup bagi warga pendatang. Namun, karena jumlah kaum urban di Jakarta tergolong banyak, ia hanya bisa melakukan sosialisasi lewat program Bina Kependudukan agar mereka yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan keterampilan khusus untuk tak mengadu nasib di Jakarta. Oleh sebab itu, Jokowi berharap agar pemerintah provinsi yang warganya biasa melakukan urbanisasi untuk menumbuhkan iklim ekonomi yang baik. Dengan demikian, warga dari luar Jakarta tak perlu berjudi nasib di kota lain.
Di akhir cara juga disinggung tentang PKL Tanah Abang yang bukan warga Jakarta (mempunyai KTP Jakarta). Menurut Jokowi, mereka yang bukan warga Jakarta juga tetap diperbolehkan menempati Blok G, asal tempatnya masih memungkinkan.
Sumber :
Metro TV
Ahok: Ali Sadikin Keras, Jokowi Tegas
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memiliki karakter berbeda dibanding mantan Gubernur DKI Ali Sadikin.
"Pak Ali Sadikin itu orangnya keras, dulu dia sampai buka kasino di sini. Kalau Pak Gubernur (Jokowi) itu tidak keras, tapi lebih cocoknya tegas," kata Ahok di Balaikota Jakarta, Senin (12/8/2013).
Dengan ketegasan dan penegakan hukum itu, Ahok mengatakan bahwa Pemprov DKI tidak membutuhkan strategi khusus untuk menertibkan pedagang kaki lima, misalnya dengan melakukan pendekatan terhadap tokoh masyarakat Tanah Abang. Menurut Ahok, Jokowi memiliki prinsip sederhana, yaitu hanya taat dengan peraturan sebagaimana sumpah jabatan yang diucapkan.
"Kami tidak bicara keras atau apa. Kami hanya akan menegakkan aturan yang ada karena selama ini perda tidak pernah ditegakkan," kata Ahok.
Setelah penertiban PKL Tanah Abang ini, Ahok enggan menempatkan ribuan petugas keamanan untuk mengawasi kawasan Tanah Abang agar tidak diserbu PKL kembali. Sistem pengawasan sederhana diterapkan, yaitu hanya menempatkan satu atau dua orang petugas keamanan. Apabila masih ada PKL yang kembali berdagang di pinggir jalan, PKL tersebut langsung dikenakan sanksi pidana. Sanksi itu berupa kurungan hingga 60 hari dan denda maksimal Rp 20 juta berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 atau dengan yang lebih tinggi lagi mencapai Rp 50 juta berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Sumber :
kompas.com
"Pak Ali Sadikin itu orangnya keras, dulu dia sampai buka kasino di sini. Kalau Pak Gubernur (Jokowi) itu tidak keras, tapi lebih cocoknya tegas," kata Ahok di Balaikota Jakarta, Senin (12/8/2013).
Dengan ketegasan dan penegakan hukum itu, Ahok mengatakan bahwa Pemprov DKI tidak membutuhkan strategi khusus untuk menertibkan pedagang kaki lima, misalnya dengan melakukan pendekatan terhadap tokoh masyarakat Tanah Abang. Menurut Ahok, Jokowi memiliki prinsip sederhana, yaitu hanya taat dengan peraturan sebagaimana sumpah jabatan yang diucapkan.
"Kami tidak bicara keras atau apa. Kami hanya akan menegakkan aturan yang ada karena selama ini perda tidak pernah ditegakkan," kata Ahok.
Setelah penertiban PKL Tanah Abang ini, Ahok enggan menempatkan ribuan petugas keamanan untuk mengawasi kawasan Tanah Abang agar tidak diserbu PKL kembali. Sistem pengawasan sederhana diterapkan, yaitu hanya menempatkan satu atau dua orang petugas keamanan. Apabila masih ada PKL yang kembali berdagang di pinggir jalan, PKL tersebut langsung dikenakan sanksi pidana. Sanksi itu berupa kurungan hingga 60 hari dan denda maksimal Rp 20 juta berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2007 atau dengan yang lebih tinggi lagi mencapai Rp 50 juta berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Sumber :
kompas.com
Satu Lagi Prestasi Jokowi: Kedisiplinan PNS DKI Meningkat
Libur hari raya Idul Fitri
1434 Hijriah telah berakhir, dihari pertama masuk kerja, hanya satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI yang tidak masuk
kerja tanpa keterangan atau alpa. Kepala Bidang Pengendalian
Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta Slamet menilai
hal itu menunjukkan kedisiplinan PNS DKI meningkat tiap tahunnya.
"Tahun ini, hanya satu orang yang alpa, dan tahun lalu sekitar 10 orang yang alpa. Jadi, disiplin PNS DKI semakin meningkat," kata Slamet di Balaikota Jakarta, Senin (12/8/2013).
Berdasarkan data dari BKD DKI Jakarta, dari total pegawai 73.289, yang tercatat sakit sebanyak 98 pegawai, 57 pegawai izin, 688 pegawai cuti, dan satu orang alpa. Sementara sebanyak 36.802 PNS lainnya masih libur, seperti guru, serta PNS yang shift malam, seperti petugas pemadam kebakaran, Satpol PP, dan petugas rumah sakit.
Sementara pada tahun 2012, di hari pertama kerja pascacuti bersama libur hari raya Idul Fitri, sebanyak 80 pegawai tidak masuk karena sakit, 165 pegawai izin, 938 pegawai cuti, dan 10 orang tidak masuk tanpa keterangan atau alpa.
Slamet melanjutkan, para PNS yang mengambil cuti merupakan staf. Sebab untuk para PNS DKI yang berpangkat eselon II dan eselon III dilarang menambah cuti Lebaran.
"Yang tidak boleh cuti itu PNS eselon II dan eselon III. Mereka tidak boleh ambil cuti yang menyambung, kalau setelah seminggu atau sebulan berikutnya boleh cuti," ujarnya.
Bagi PNS yang terbukti tidak masuk kerja tanpa keterangan, akan dikenakan sanksi mulai dari teguran hingga pemecatan sesuai dengan Peraturan Pemerintahan (PP) No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Selain itu juga pemotongan TKD sesuai dengan Peraturan Gubernur nomor 12 tahun 2012 tentang pemberian TKD.
Untuk pegawai yang membandel juga akan diberikan teguran berupa peringatan tertulis. Surat teguran tersebut, kata dia, akan berdampak pada pengembangan kariernya. Misalnya promosi jabatannya yang tertunda.
Sumber :
kompas.com
"Tahun ini, hanya satu orang yang alpa, dan tahun lalu sekitar 10 orang yang alpa. Jadi, disiplin PNS DKI semakin meningkat," kata Slamet di Balaikota Jakarta, Senin (12/8/2013).
Berdasarkan data dari BKD DKI Jakarta, dari total pegawai 73.289, yang tercatat sakit sebanyak 98 pegawai, 57 pegawai izin, 688 pegawai cuti, dan satu orang alpa. Sementara sebanyak 36.802 PNS lainnya masih libur, seperti guru, serta PNS yang shift malam, seperti petugas pemadam kebakaran, Satpol PP, dan petugas rumah sakit.
Sementara pada tahun 2012, di hari pertama kerja pascacuti bersama libur hari raya Idul Fitri, sebanyak 80 pegawai tidak masuk karena sakit, 165 pegawai izin, 938 pegawai cuti, dan 10 orang tidak masuk tanpa keterangan atau alpa.
Slamet melanjutkan, para PNS yang mengambil cuti merupakan staf. Sebab untuk para PNS DKI yang berpangkat eselon II dan eselon III dilarang menambah cuti Lebaran.
"Yang tidak boleh cuti itu PNS eselon II dan eselon III. Mereka tidak boleh ambil cuti yang menyambung, kalau setelah seminggu atau sebulan berikutnya boleh cuti," ujarnya.
Bagi PNS yang terbukti tidak masuk kerja tanpa keterangan, akan dikenakan sanksi mulai dari teguran hingga pemecatan sesuai dengan Peraturan Pemerintahan (PP) No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Selain itu juga pemotongan TKD sesuai dengan Peraturan Gubernur nomor 12 tahun 2012 tentang pemberian TKD.
Untuk pegawai yang membandel juga akan diberikan teguran berupa peringatan tertulis. Surat teguran tersebut, kata dia, akan berdampak pada pengembangan kariernya. Misalnya promosi jabatannya yang tertunda.
Sumber :
kompas.com
Jokowi Akan Kembalikan Waduk Pluit Menjadi Markas Burung
Usai aksi tutup selokan di Blok G Tanah Abang, Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meluncur ke Waduk Pluit, Jakarta Utara untuk meninjau
pembangunan taman di lokasi itu. Jokowi berharap agar burung-burung mau datang lagi ke Waduk Pluit dan bermarkas kembali disana seperti pada jaman tempo dulu.
"Dulunya, di sini adalah pusatnya burung. Sebetulnya area wilayah Penjaringan, Pluit, dan Muara Baru itu area burung dulunya. Terus, jadi sarang manusia," kata Jokowi di taman sisi barat Waduk Pluit, Senin (12/8/2013).
Jokowi bertekad Waduk Pluit yang kini sedang diperbaiki bisa kembali menjadi 'sarang burung'. Pembangunan haruslah ramah lingkungan dan memperhatikan ekosistem yang ada.
"Nanti kita kembalikan (kembali menjadi 'sarang burung')," ujarnya.
Sisi barat Waduk Pluit memiliki luas sekitar 2 hektar. Beberapa waktu lalu, kawasan itu masih berupa permukiman. Kini sejumlah fasilitas publik sudah ditempatkan di sana, yakni taman dengan rumput dan pohon anggur laut, bangku taman, dan lainnya.
Lokasi yang ditinjau Jokowi hari ini tampak kontras dibanding sisi
lain yang masih dipenuhi permukiman kumuh dan berada beberapa meter dari
bibir waduk. "Lingkungan waduk akan seperti ini. Ini kerja seminggu,
lho," ujar Jokowi sambil berjalan serta menunjuk sekeliling sisi barat
waduk.
Fasilitas yang belum dibangun, kata Jokowi, tinggal panggung teater terbuka (amphiteater), trek pejalan kaki, dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Jokowi mengatakan, pembangunan sejumlah fasilitas itu dilakukan bertahap. Dia memperkirakan, dari total penataan kawasan waduk, pembangunan ruang terbuka hijau itu baru mencapai 10 persen. Sisanya akan dilakukan setelah pembangunan rumah susun di Marunda dan Muara Baru selesai. Jika kedua rusun itu rampung, warga sekitar waduk akan direlokasi dan penataan baru dapat dilakukan.
"Begitu rampung, langsung masuk, baru kita tata. Itu saja prosesnya. Tahun depan rampung, percaya saya," katanya.
Jokowi mengakui bahwa kunjungan tersebut dilakukan karena ia ingin memberikan contoh kinerja nyata kepada masyarakat. Jika pembangunan awalnya sudah terlihat bagus, warga diharapkan memberikan dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Di sini (taman Waduk Pluit) untuk menggelar acara budaya juga bisa. Nanti di situ juga dibangun dek kayu agak menjorok supaya bisa buat mancing," tuturnya.
Jokowi mengatakan bahwa taman ini sebagai bukti Pemprov DKI melakukan relokasi demi kepentingan bersama.
"Tapi sekarang kami tunjukkan bahwa taman ini untuk umum. Jadi ada trust (kepercayaan) masyarakat kepada Pemprov DKI," ujar Jokowi.
Jokowi mengakui bahwa beberapa tahun yang lalu kepercayaan publik kepada pemerintah daerah cukup memperihatinkan. Sebab, setiap ada penggusuran berujung pada berdirinya mall di tanah gusuran.
"Dulu-dulunya kan sering dipindah, digusur, tapi malah jadi mall. Masyarakat itu jadi enggak percaya," ucap Jokowi.
Sementara itu, pengerukan waduk masih terus dikerjakan. "Pengerukan sudah 20 persen," ucap Jokowi.
Saat ini pemerintahan Jokowi tengah menormalisasi Waduk Pluit yang memiliki luas 80 hektar. Normalisasi dilakukan dengan mengeruk waduk yang kini sedalam 2-3 meter menjadi 10 meter dan merelokasi warga yang menetap di bantaran waduk. Normalisasi bertujuan untuk menanggulangi banjir yang biasa mengancam kawasan Pluit dan sekitarnya.
Sumber :
- detik.com
- kompas.com
- tribunnews.com
"Dulunya, di sini adalah pusatnya burung. Sebetulnya area wilayah Penjaringan, Pluit, dan Muara Baru itu area burung dulunya. Terus, jadi sarang manusia," kata Jokowi di taman sisi barat Waduk Pluit, Senin (12/8/2013).
Jokowi bertekad Waduk Pluit yang kini sedang diperbaiki bisa kembali menjadi 'sarang burung'. Pembangunan haruslah ramah lingkungan dan memperhatikan ekosistem yang ada.
"Nanti kita kembalikan (kembali menjadi 'sarang burung')," ujarnya.
Sisi barat Waduk Pluit memiliki luas sekitar 2 hektar. Beberapa waktu lalu, kawasan itu masih berupa permukiman. Kini sejumlah fasilitas publik sudah ditempatkan di sana, yakni taman dengan rumput dan pohon anggur laut, bangku taman, dan lainnya.
Lokasi yang ditinjau Jokowi hari ini tampak kontras dibanding sisi
lain yang masih dipenuhi permukiman kumuh dan berada beberapa meter dari
bibir waduk. "Lingkungan waduk akan seperti ini. Ini kerja seminggu,
lho," ujar Jokowi sambil berjalan serta menunjuk sekeliling sisi barat
waduk.Fasilitas yang belum dibangun, kata Jokowi, tinggal panggung teater terbuka (amphiteater), trek pejalan kaki, dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Jokowi mengatakan, pembangunan sejumlah fasilitas itu dilakukan bertahap. Dia memperkirakan, dari total penataan kawasan waduk, pembangunan ruang terbuka hijau itu baru mencapai 10 persen. Sisanya akan dilakukan setelah pembangunan rumah susun di Marunda dan Muara Baru selesai. Jika kedua rusun itu rampung, warga sekitar waduk akan direlokasi dan penataan baru dapat dilakukan.
"Begitu rampung, langsung masuk, baru kita tata. Itu saja prosesnya. Tahun depan rampung, percaya saya," katanya.
Jokowi mengakui bahwa kunjungan tersebut dilakukan karena ia ingin memberikan contoh kinerja nyata kepada masyarakat. Jika pembangunan awalnya sudah terlihat bagus, warga diharapkan memberikan dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Di sini (taman Waduk Pluit) untuk menggelar acara budaya juga bisa. Nanti di situ juga dibangun dek kayu agak menjorok supaya bisa buat mancing," tuturnya.
Jokowi mengatakan bahwa taman ini sebagai bukti Pemprov DKI melakukan relokasi demi kepentingan bersama.
"Tapi sekarang kami tunjukkan bahwa taman ini untuk umum. Jadi ada trust (kepercayaan) masyarakat kepada Pemprov DKI," ujar Jokowi.
Jokowi mengakui bahwa beberapa tahun yang lalu kepercayaan publik kepada pemerintah daerah cukup memperihatinkan. Sebab, setiap ada penggusuran berujung pada berdirinya mall di tanah gusuran.
"Dulu-dulunya kan sering dipindah, digusur, tapi malah jadi mall. Masyarakat itu jadi enggak percaya," ucap Jokowi.
Sementara itu, pengerukan waduk masih terus dikerjakan. "Pengerukan sudah 20 persen," ucap Jokowi.
Saat ini pemerintahan Jokowi tengah menormalisasi Waduk Pluit yang memiliki luas 80 hektar. Normalisasi dilakukan dengan mengeruk waduk yang kini sedalam 2-3 meter menjadi 10 meter dan merelokasi warga yang menetap di bantaran waduk. Normalisasi bertujuan untuk menanggulangi banjir yang biasa mengancam kawasan Pluit dan sekitarnya.
Sumber :
- detik.com
- kompas.com
- tribunnews.com
Aksi Jokowi Tutup Selokan di Tanah Abang
Pascalibur lebaran, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) langsung memulai agendanya dengan melakukan blusukan memantau sejumlah persoalan di Jakarta.
Siang ini, Joko Widodo atau sapaan akrabnya Jokowi memantau pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ia turun dari mobil dinasya, Kijang Innova Hitam B 1124 BH pada pukul 13.00 WIB.
Berkemeja putih, Jokowi langsung menuju ke blok G Pasar Tanah Abang. Ia memulai pemantauannya dengan melihat selokan yang awalnya dipenuhi air kotor.
Tanpa malu-malu, Jokowi langsung mengangkat tumpukan kayu yang menutupi lubang selokan untuk melihat perkembangan pembersihan selokan.
"Ini nanti dibersihkan lagi ya," kata Jokowi kepada seorang petugas pemprov DKI yang mendampinginya.
Setelah melakukan pengecekan, Jokowi langsung dikerubuti warga. Jokowi pun bercakap-cakap dengan warga terkait sejumlah persoalan yang ada.
Saat ingin menghampiri warga di seberang blok G Pasar Tanah Abang, Jokowi terhalang oleh beton pembatas jalan. Tanpa ragu, dirinya melompati beton pembatas tersebut untuk menemui warga.
Seorang pedagang Tanah Abang menghampiri Jokowi dan mengucapkan terima kasih kepada Jokowi.
"Terima kasih Pak Jokowi, Tanah Abang jadi wangi," ujar salah seorang pedagang. Jokowi menyempatkan berkomunikasi dengan warga di kawasan perdagangan tersebut. Ada warga yang menyalaminya sambil mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri kepadanya.
Sumber :
tribunnews.com
Siang ini, Joko Widodo atau sapaan akrabnya Jokowi memantau pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ia turun dari mobil dinasya, Kijang Innova Hitam B 1124 BH pada pukul 13.00 WIB.
Berkemeja putih, Jokowi langsung menuju ke blok G Pasar Tanah Abang. Ia memulai pemantauannya dengan melihat selokan yang awalnya dipenuhi air kotor.
Tanpa malu-malu, Jokowi langsung mengangkat tumpukan kayu yang menutupi lubang selokan untuk melihat perkembangan pembersihan selokan.
"Ini nanti dibersihkan lagi ya," kata Jokowi kepada seorang petugas pemprov DKI yang mendampinginya.
Setelah melakukan pengecekan, Jokowi langsung dikerubuti warga. Jokowi pun bercakap-cakap dengan warga terkait sejumlah persoalan yang ada.
Saat ingin menghampiri warga di seberang blok G Pasar Tanah Abang, Jokowi terhalang oleh beton pembatas jalan. Tanpa ragu, dirinya melompati beton pembatas tersebut untuk menemui warga.
Seorang pedagang Tanah Abang menghampiri Jokowi dan mengucapkan terima kasih kepada Jokowi.
"Terima kasih Pak Jokowi, Tanah Abang jadi wangi," ujar salah seorang pedagang. Jokowi menyempatkan berkomunikasi dengan warga di kawasan perdagangan tersebut. Ada warga yang menyalaminya sambil mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri kepadanya.
Sumber :
tribunnews.com
Ulasan Warta Kota: Uji Kompetensi Jokowi Ada Di Tanah Abang
Pembersihan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Tanah Abang,
Minggu (11/8/2013), secara besar-besaran menurut saya momen yang tepat.
Hari pertama warga Jakarta beraktivitas kembali pada Senin (12/8/2013)
setelah libur panjang Lebaran akan membuktikan seberapa efektif
pembenahan pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara ini.
Seperti sudah saya katakan sebelumnya, mulai Lebaran hingga H+5 merupakan waktu emas untuk menata total kawasan Tanag Abang. Karena pada saat ini, aktivitas warga belum normal. Saat itu, PKL sebagian besar masih mudik dan konsumen belum ada yang belanja ke pasar.
Pembersihan PKL harus diikuti dengan penataan trotoar dan penjagaan oleh petugas Satpol PP yang berpatroli 24 jam.
Konsistensinya juga tidak bisa setengah-setengah. Tidak bisa hanya sebulan-dua bulan atau setahun-dua tahun saja mengawasinya. PKL harus dijaga dengan tegas. Konsistensinya harus selamanya.
Jika penataan kawasan Pasar Tanah Abang berhasil, maka akan menjadi percontohan dan mempermudah penataan pasar seluruh Jakarta dan bisa menjadi contoh di seluruh Indonesia.
Revitalisasi pasar, renovasi bangunan, pengembangan kawasan Tanah Abang menjadi kawasan belanja kelas dunia adalah sesuatu yang harus dibangun Jokowi-Ahok. Seharusnya, Pemprov DKI Jakarta sudah keluar dari kelas manajemen pasar dan lingkungan yang primitif.
Keberadaan PKL memang menganggu semua orang. Budaya dagang seperti itu harus diubah sehingga pembinaan pedagang juga perlu dilakukan terus-menerus.
PKL merupakan salah satu penopang perekonomian, terutama untuk kalangan menengah ke bawah. Mereka sering tidak sadar bahwa selama ini mereka membayar uang yang masuk kantong pribadi oknum dan preman. Mereka sadar melanggar aturan dan mengeluarkan uang untuk tetap melanggar. Oleh karenanya, Pemprov DKI harus bisa memberi jaminan bahwa di Blok G ramai pengunjung. Konsumen harus dipaksa masuk ke Blok G.
Jadi jangan tanggung-tanggung, sudah kepalang basah. Blok G harus dilengkapi jembatan penghubung dengan gedung-gedung di sekitarnya. Konsumen juga harus dididik untuk belanja ke dalam pasar. Jangan hanya PKL yang direlokasi.
Penataan kawasan Tanah Abang juga menjadi pembuktian kompetensi, political will dan kemauan politik Jokowi-Ahok. Ini ujian buat mereka karena banyaknya kepentingan di Tanah Abang, mulai dari preman kelas teri sampai para aktor intelektualis.
Sumber :
kompas.com
Seperti sudah saya katakan sebelumnya, mulai Lebaran hingga H+5 merupakan waktu emas untuk menata total kawasan Tanag Abang. Karena pada saat ini, aktivitas warga belum normal. Saat itu, PKL sebagian besar masih mudik dan konsumen belum ada yang belanja ke pasar.
Pembersihan PKL harus diikuti dengan penataan trotoar dan penjagaan oleh petugas Satpol PP yang berpatroli 24 jam.
Konsistensinya juga tidak bisa setengah-setengah. Tidak bisa hanya sebulan-dua bulan atau setahun-dua tahun saja mengawasinya. PKL harus dijaga dengan tegas. Konsistensinya harus selamanya.
Jika penataan kawasan Pasar Tanah Abang berhasil, maka akan menjadi percontohan dan mempermudah penataan pasar seluruh Jakarta dan bisa menjadi contoh di seluruh Indonesia.
Revitalisasi pasar, renovasi bangunan, pengembangan kawasan Tanah Abang menjadi kawasan belanja kelas dunia adalah sesuatu yang harus dibangun Jokowi-Ahok. Seharusnya, Pemprov DKI Jakarta sudah keluar dari kelas manajemen pasar dan lingkungan yang primitif.
Keberadaan PKL memang menganggu semua orang. Budaya dagang seperti itu harus diubah sehingga pembinaan pedagang juga perlu dilakukan terus-menerus.
PKL merupakan salah satu penopang perekonomian, terutama untuk kalangan menengah ke bawah. Mereka sering tidak sadar bahwa selama ini mereka membayar uang yang masuk kantong pribadi oknum dan preman. Mereka sadar melanggar aturan dan mengeluarkan uang untuk tetap melanggar. Oleh karenanya, Pemprov DKI harus bisa memberi jaminan bahwa di Blok G ramai pengunjung. Konsumen harus dipaksa masuk ke Blok G.
Jadi jangan tanggung-tanggung, sudah kepalang basah. Blok G harus dilengkapi jembatan penghubung dengan gedung-gedung di sekitarnya. Konsumen juga harus dididik untuk belanja ke dalam pasar. Jangan hanya PKL yang direlokasi.
Penataan kawasan Tanah Abang juga menjadi pembuktian kompetensi, political will dan kemauan politik Jokowi-Ahok. Ini ujian buat mereka karena banyaknya kepentingan di Tanah Abang, mulai dari preman kelas teri sampai para aktor intelektualis.
Sumber :
kompas.com
Hari Pertama Masuk Kerja, Jokowi Ahok Gelar Halal Bihalal
Seperti lazimnya di daerah lain, Gubernur DKI Jokowi dan Wagub Ahok di
hari pertama kerja usai libur lebaran menggelar halal bi halal. Jokowi
dan Ahok bersalam-salaman saling memaafkan dengan segenap PNS di
lingkungan Pemprov DKI.
Berdasarkan pantauan di balai kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (12/8/2013) acara digelar mulai pukul 08.00 WIB. Jokowi yang mengenakan jas hitam, kemeja putih dan dasi merah berdiri di depan dengan Ahok yang mengenakan seragam Linmas berwarna hijau.
"Minal aidzin, maaf lahir batin," kata Jokowi kepada PNS yang menyalaminya.
Acara halal bi halal itu digelar di balai agung. Selain PNS Pemprov DKI, hadir juga beberapa wali kota. Mereka ikut antre untuk bersalaman dengan Jokowi-Ahok.
Hari ini memang sudah masuk hari pertama kerja. Para PNS nantinya juga akan dicek absensinya.
Masalah PNS Bolos
Tidak seperti pejabat lain di negeri ini, Jokowi tak akan menggelar sidak di lingkungan Pemprov DKI. Jokowi menegaskan, urusan pegawai masuk atau tidak sepenuhnya diserahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Ketika ditanyakan masalah sidak, Jokowi hanya menjawab,
"Ndak ada, ndak ada," jelas Jokowi
Jokowi menjelaskan, soal sanksi bagi mereka yang bolos atau juga telat datang masuk ke kantor dia mempersilakan menanyakannya ke BKD.
"Itu urusan BKD, tanya Badan Kepegawaian," tutupnya.
Sumber :
- kompas.com
- detik.com
Berdasarkan pantauan di balai kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Senin (12/8/2013) acara digelar mulai pukul 08.00 WIB. Jokowi yang mengenakan jas hitam, kemeja putih dan dasi merah berdiri di depan dengan Ahok yang mengenakan seragam Linmas berwarna hijau.
"Minal aidzin, maaf lahir batin," kata Jokowi kepada PNS yang menyalaminya.
Acara halal bi halal itu digelar di balai agung. Selain PNS Pemprov DKI, hadir juga beberapa wali kota. Mereka ikut antre untuk bersalaman dengan Jokowi-Ahok.
Hari ini memang sudah masuk hari pertama kerja. Para PNS nantinya juga akan dicek absensinya.
Masalah PNS Bolos
Tidak seperti pejabat lain di negeri ini, Jokowi tak akan menggelar sidak di lingkungan Pemprov DKI. Jokowi menegaskan, urusan pegawai masuk atau tidak sepenuhnya diserahkan ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Ketika ditanyakan masalah sidak, Jokowi hanya menjawab,
"Ndak ada, ndak ada," jelas Jokowi
Jokowi menjelaskan, soal sanksi bagi mereka yang bolos atau juga telat datang masuk ke kantor dia mempersilakan menanyakannya ke BKD.
"Itu urusan BKD, tanya Badan Kepegawaian," tutupnya.
Sumber :
- kompas.com
- detik.com
Pilih Jokowi Malah Tambah Repot
Yati terlihat sedang membereskan lapaknya di area parkir Lokasi
Binaan PKL Pasar Minggu. Dia mengaku terpaksa memindahkan lapaknya dari
pinggir jalan ke lokbin karena merasa capek.
Sejak ada penertiban, PKL di Pasar Minggu merasa tidak nyaman. Berkali-kali, PKL terkena gusuran oleh petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan.
"Saya capek, diuber-uber mulu. Katanya kalau coblos Jokowi enak kok malah tambah repot," sesal Yati saat ditemui Kompas, Minggu (11/8/2013).
Berbeda dengan Yati, Santi masih enggan masuk ke Lokbin. Dia pun tidak takut jika harus dipidanakan karena masih berjualan di jalan.
"Katanya, kalau hari Senin (12/8/2013) para PKL masih bandel jualan di jalan, katanya mau dipenjara. Masa jualan di pinggir jalan dijeblosin ke penjara, emang saya nyuri? Tapi saya rela kok dipenjara, asal sekolahin empat anak saya di kampung," ujar Santi.
Menurut Santi, dia menjadi tulang punggung utama keluarganya. Suaminya, yang tinggal di kampung bersama empat anaknya, hanya bertani. Hasilnya, kata dia, tidak cukup untuk membiayai hidup mereka.
Santi mengaku akan pindah jika memang pemindahan PKL sudah jelas. Ia mengganggap lokasi lokbin tidak akan cukup menampung para PKL yang biasanya berdagang dengan sistem dua shift ini, yakni pukul 03.00-16.00 untuk tukang sayur dan buah, jam 16.00-21.00 untuk pedagang baju dan sepatu.
Sumber :
kompas.com
Sejak ada penertiban, PKL di Pasar Minggu merasa tidak nyaman. Berkali-kali, PKL terkena gusuran oleh petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan.
"Saya capek, diuber-uber mulu. Katanya kalau coblos Jokowi enak kok malah tambah repot," sesal Yati saat ditemui Kompas, Minggu (11/8/2013).
Berbeda dengan Yati, Santi masih enggan masuk ke Lokbin. Dia pun tidak takut jika harus dipidanakan karena masih berjualan di jalan.
"Katanya, kalau hari Senin (12/8/2013) para PKL masih bandel jualan di jalan, katanya mau dipenjara. Masa jualan di pinggir jalan dijeblosin ke penjara, emang saya nyuri? Tapi saya rela kok dipenjara, asal sekolahin empat anak saya di kampung," ujar Santi.
Menurut Santi, dia menjadi tulang punggung utama keluarganya. Suaminya, yang tinggal di kampung bersama empat anaknya, hanya bertani. Hasilnya, kata dia, tidak cukup untuk membiayai hidup mereka.
Santi mengaku akan pindah jika memang pemindahan PKL sudah jelas. Ia mengganggap lokasi lokbin tidak akan cukup menampung para PKL yang biasanya berdagang dengan sistem dua shift ini, yakni pukul 03.00-16.00 untuk tukang sayur dan buah, jam 16.00-21.00 untuk pedagang baju dan sepatu.
Sumber :
kompas.com
Minggu, 11 Agustus 2013
Jokowi Perintahkan Gotong-Royong Menata Tanah Abang
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan dinas-dinas terkait
untuk menata Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2013).
Ratusan petugas gabungan yang dikerahkan di sana tidak hanya menertibkan
pedagang kaki lima, tetapi juga membersihkan lingkungan dan memperbaiki
jalan.
Sejak pagi tadi, ratusan petugas dari Satpol PP DKI Jakarta, Kepolisian, dan TNI dikerahkan untuk penataan Pasar Tanah Abang. Aparat Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kebersihan, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) juga terlibat di dalamnya.
"Tim ini dibentuk oleh Pak Gubernur. Tim ini di bawah kendali Wali Kota Jakarta Pusat," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso kepada wartawan di Jalan Kebon Jati, Tanah Abang, Minggu pagi.
Kukuh mengatakan, penataan serentak itu dilakukan secara gotong-royong. Setiap dinas memiliki tugas masing-masing. Satpol PP melakukan pembenahan terhadap lapak-lapak pedagang kaki lima, sementara Dinas Pekerjaan Umum memperbaiki saluran air dan menambal jalan yang berlubang. Adapun Dinas Kebersihan akan membersihkan sampah, sementara Dinas Damkar dan PB membersihkan jalan.
Ia mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menginginkan agar semua pihak merasa menang. Untuk itu, dia merasa yakin bahwa apabila kondisi jalan tersebut sudah bersih dan lancar, maka dipastikan masyarakat akan berbondong-bondong datang ke Pasar Tanah Abang.
"Jadi Pak Gubernur ingin memberdayakan saudara-saudara kita pedagang kaki lima ini. Ini kami diperintahkan bahwa silakan penataan, tapi dengan solusi," kata Kukuh.
Kukuh menyebutkan, solusi penataan kawasan itu dilakukan dengan merelokasi PKL ke Pasar Blok G. Blok ini pun dibuatkan jalan penghubung dengan blok lain supaya ramai pengunjung.
Pelaksanaan penertiban PKL dipimpin langsung oleh Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah. Penataan juga dilakukan di rumah potong hewan (RPH) di Pasar Blok G Tanah Abang.
Sumber :
kompas.com
Sejak pagi tadi, ratusan petugas dari Satpol PP DKI Jakarta, Kepolisian, dan TNI dikerahkan untuk penataan Pasar Tanah Abang. Aparat Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kebersihan, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) juga terlibat di dalamnya.
"Tim ini dibentuk oleh Pak Gubernur. Tim ini di bawah kendali Wali Kota Jakarta Pusat," kata Kepala Satpol PP DKI Jakarta Kukuh Hadi Santoso kepada wartawan di Jalan Kebon Jati, Tanah Abang, Minggu pagi.
Kukuh mengatakan, penataan serentak itu dilakukan secara gotong-royong. Setiap dinas memiliki tugas masing-masing. Satpol PP melakukan pembenahan terhadap lapak-lapak pedagang kaki lima, sementara Dinas Pekerjaan Umum memperbaiki saluran air dan menambal jalan yang berlubang. Adapun Dinas Kebersihan akan membersihkan sampah, sementara Dinas Damkar dan PB membersihkan jalan.
Ia mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menginginkan agar semua pihak merasa menang. Untuk itu, dia merasa yakin bahwa apabila kondisi jalan tersebut sudah bersih dan lancar, maka dipastikan masyarakat akan berbondong-bondong datang ke Pasar Tanah Abang.
"Jadi Pak Gubernur ingin memberdayakan saudara-saudara kita pedagang kaki lima ini. Ini kami diperintahkan bahwa silakan penataan, tapi dengan solusi," kata Kukuh.
Kukuh menyebutkan, solusi penataan kawasan itu dilakukan dengan merelokasi PKL ke Pasar Blok G. Blok ini pun dibuatkan jalan penghubung dengan blok lain supaya ramai pengunjung.
Pelaksanaan penertiban PKL dipimpin langsung oleh Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah. Penataan juga dilakukan di rumah potong hewan (RPH) di Pasar Blok G Tanah Abang.
Sumber :
kompas.com
Lulung Juga Dukung Jokowi Pindahkan Rumah Jagal Tanah Abang
Selain mendukung relokasi pedagang kaki lima Tanah Abang, Jakarta
Pusat, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana juga mendukung
pemindahan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Pasar Blok G Tanah Abang.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu meminta Pemerintah
Provinsi DKI dan tukang potong hewan berdiskusi menentukan tempat
relokasi.
"Kemarin saya dengar, teman-teman pemotong daging hewan pada ke DPRD, tapi saya tidak berada di tempat karena umrah. Tapi, kita mendukung untuk relokasi," kata pria yang kerap disapa Lulung itu, Minggu (11/8/2013) siang.
Mengenai lokasi pemindahan RPH itu, Lulung menyerahkannya kepada para tukang jagal dan Pemerintah Provinsi DKI untuk menentukan lokasi yang tepat. Ia menyarankan agar Pemprov DKI berkomunikasi dengan para pedagang menentukan tempat relokasi. Apabila para pedagang menginginkan tempat relokasi di dekat Tanah Abang, ia menyarankan kepada pemerintah untuk menuruti permintaan mereka dengan mencarikan lahan di dekat Tanah Abang. "Tapi intinya, saya serahkan ke pedagang saja, mereka mau pindah ke mana," kata Ketua DPW PPP DKI Jakarta itu.
Secara terpisah, Koordinator RPH Pasar Blok G Tanah Abang Ali Djawas menyesalkan pembongkaran rumah jagal hari ini. Menurutnya, Pasar Kambing Tanah Abang sudah identik dengan kawasan tersebut. Ia tidak rela jika tempat pemotongan kambing dipindahkan ke luar Pasar Tanah Abang. Selain itu, Ali juga menyesalkan pembongkaran yang belum disertai dengan kesiapan tempat relokasi.
"Relokasi kita belum ada. Pak Wali (Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah) janjiin dua bulan pembangunan. Selama dua bulan kalau kami enggak motong, dia mau kasih dispensasi?" ujar Ali, Minggu.
Dinas Kebersihan DKI Jakarta menggunakan satu traktor untuk meratakan bangunan rumah jagal tersebut. Proses pembongkaran berlangsung sekitar pukul 11.15 hingga 11.45 WIB. Rumah Jagal Tanah Abang memiliki luas sekitar 600 meter persegi. Rumah jagal ini menjagal rata-rata 50 ekor kambing setiap hari.
Sumber :
detik.com
"Kemarin saya dengar, teman-teman pemotong daging hewan pada ke DPRD, tapi saya tidak berada di tempat karena umrah. Tapi, kita mendukung untuk relokasi," kata pria yang kerap disapa Lulung itu, Minggu (11/8/2013) siang.
Mengenai lokasi pemindahan RPH itu, Lulung menyerahkannya kepada para tukang jagal dan Pemerintah Provinsi DKI untuk menentukan lokasi yang tepat. Ia menyarankan agar Pemprov DKI berkomunikasi dengan para pedagang menentukan tempat relokasi. Apabila para pedagang menginginkan tempat relokasi di dekat Tanah Abang, ia menyarankan kepada pemerintah untuk menuruti permintaan mereka dengan mencarikan lahan di dekat Tanah Abang. "Tapi intinya, saya serahkan ke pedagang saja, mereka mau pindah ke mana," kata Ketua DPW PPP DKI Jakarta itu.
Secara terpisah, Koordinator RPH Pasar Blok G Tanah Abang Ali Djawas menyesalkan pembongkaran rumah jagal hari ini. Menurutnya, Pasar Kambing Tanah Abang sudah identik dengan kawasan tersebut. Ia tidak rela jika tempat pemotongan kambing dipindahkan ke luar Pasar Tanah Abang. Selain itu, Ali juga menyesalkan pembongkaran yang belum disertai dengan kesiapan tempat relokasi.
"Relokasi kita belum ada. Pak Wali (Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah) janjiin dua bulan pembangunan. Selama dua bulan kalau kami enggak motong, dia mau kasih dispensasi?" ujar Ali, Minggu.
Dinas Kebersihan DKI Jakarta menggunakan satu traktor untuk meratakan bangunan rumah jagal tersebut. Proses pembongkaran berlangsung sekitar pukul 11.15 hingga 11.45 WIB. Rumah Jagal Tanah Abang memiliki luas sekitar 600 meter persegi. Rumah jagal ini menjagal rata-rata 50 ekor kambing setiap hari.
Sumber :
detik.com
Kalangan IT Nyatakan Bergabung ke Barisan Relawan Jokowi
“Kami akan mengerahkan mahasiswa IT di seluruh Indonesia untuk memastikan kejujuran dalam semua hal, mulai dari data pemilih, partisipasi pemilih, proses di tempat pemungutan suara (TPS) dan penghitungan suara. Rakyat tidak bisa dibohongi lagi, maka kami harus mengawal,” kata Ketua FAIT, Hotland Sitorus di Jakarta, Minggu (11/8/2013).
Hotland, mahasiswa Program Doktor (S3) Jurusan IT sebuah universitas negeri, mengatakan, hal yang paling perlu diwaspadai adalah penggunaan data berulang, nama berbeda namun orang itu-itunya juga. Data berulang bisa dimanfaatkan dengan jumlah tidak terbatas, sehingga bisa mengelabui hasil pemungutan suara. Maka Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) harus waspada, dan kami siap membantu DKPP.
Bersama Relawan Jokowi, dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang, FAIT akan mengumpulkan hasil penghitungan di tingkat TPS di seluruh Indonesia. Hasilnya akan langsung dilaporkan ke web, dan menjadi real count. “Manakala hasil perhitungan kami berbeda dengan pengumuman KPU, maka kami akan meminta kepada DKPP agar FAIT diberi ijin memvalidasi data KPU. Demokrasi harus ditegakkan, kebenaran harus diutamakan. Pokoknya rakyat tidak bisa dibohongi lagi,” tegasnya.
Menjawab pertanyaan, apakah FAIT sedang berpolitik dengan mendukung Jokowi Presiden, Hotland dengan tegas membantah pihaknya berpolitik. “Pemahaman kami sederhana saja. Berpolitik berarti masuk partai politik, sedangkan kami hanya menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian. Jadi ini pengabdian, bukan berpolitik,” jelasnya.
Hotland mengutip gagasan mantan Menteri Pendikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof Dr Fuad Hasan tentang kejujuran akademis (academic honesty). FAIT menjauhi academic ignorance (kesombongan akademis), namun membina academic conscience (kesadaran akademis).
“Kesadaran akademis melahirkan kejujuran akademis. Kami di garis ini,” kata Hotland yang kerap menjadi saksi ahli di pengadilan.
Selain FAIT, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) yang dipimpin Muchtar Pakpahan juga bergabung dalam Relawan Jokowi, di mana Muchtar juga Ketua Bidang Perburuhan dalam Dewan Pengurus Pusat (DPP) Relawan Jokowi. Forum Penikmat Filsafat (FPF) bergabung pula, Ketua FPF Ferdi Semaun, menjadi Sekjen Relawan Jokowi.
Ketua Bidang Organisasi DPP Relawan Jokowi, Utje Gustaaf Patty dalam kesempatan yang sama mengatakan, dalam struktur DPP, perwakilan dari FAIT akan menjadi Ketua Bidang IT. “Dukungan kepada Jokowi berarti dukungan kepada perubahan. Ide dasar kami adalah perubahan, dan jawabannya ada di Jokowi. Jadi bukan bermula dari fanatik Jokowi,” ujar Utje, aktivis mahasiswa di Bandung 1978.
Jalintar Simbolon, Ketua Bidang Hukum DPP Relawan Jokowi, memastikan FAIT tidak melanggar hukum dan peraturan Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Berpolitik sebagai kata kerja, berarti masuk partai politik. Kartu anggota menjadi legitimasi berpolitik secara resmi. Kalau hanya melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi, unsur politiknya di mana? Apa pun, Relawan Jokowi yang didukung ribuan lawyer, siap mengawal FAIT,” tandas Jalintar.
Sumber :
tribunnews.com
Haji Lulung: Saya Siap Back Up Pak Jokowi
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Haji Lulung ikut
menyaksikan penertiban PKL liar di Pasar Tanah Abang. Lulung menyatakan
siap mendukung Jokowi menata PKL dengan merelokasinya ke Blok G.
"Hari ini saya memberikan apresiasi kepada pemerintah, terutama agar tidak terjadi beda persepsi. Saya siap back up, saya buktikan kalau kami dukung Pak Jokowi," kata Haji Lulung di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2013).
Ketua DPD PPP DKI Jakarta itu mengaku selalu datang ke Pasar Tanah Abang untuk berkomunikasi dengan para pedagang sejak 19 Juli 2013.
"Saya imbau kepada pedagang agar mau direlokasi ke Blok G. Tapi memang Blok G harus ada perbaikan-perbaikan," jelasnya.
Dia mengaku sangat memahami masalah peraturan daerah (Perda) ketertiban umum soal PKL. Perda ketertiban umum merupakan wilayah tugasnya di DPRD.
"Dulu itu Perda 11 tahun 1988 sekarang Perda 8 tahun 2007 itu bidang saya," sebut Ketum Ormas Pemuda Panca Marga ini.
Haji Lulung sempat berseteru dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait penertiban PKL Tanah Abang. Saat itu Ahok menyebut ada pejabat DPRD yang membekingi PKL Tanah Abang.
Sumber :
detik.com
"Hari ini saya memberikan apresiasi kepada pemerintah, terutama agar tidak terjadi beda persepsi. Saya siap back up, saya buktikan kalau kami dukung Pak Jokowi," kata Haji Lulung di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (11/8/2013).
Ketua DPD PPP DKI Jakarta itu mengaku selalu datang ke Pasar Tanah Abang untuk berkomunikasi dengan para pedagang sejak 19 Juli 2013.
"Saya imbau kepada pedagang agar mau direlokasi ke Blok G. Tapi memang Blok G harus ada perbaikan-perbaikan," jelasnya.
Dia mengaku sangat memahami masalah peraturan daerah (Perda) ketertiban umum soal PKL. Perda ketertiban umum merupakan wilayah tugasnya di DPRD.
"Dulu itu Perda 11 tahun 1988 sekarang Perda 8 tahun 2007 itu bidang saya," sebut Ketum Ormas Pemuda Panca Marga ini.
Haji Lulung sempat berseteru dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait penertiban PKL Tanah Abang. Saat itu Ahok menyebut ada pejabat DPRD yang membekingi PKL Tanah Abang.
Sumber :
detik.com
SBY vs Jokowi Dalam Acara Sungkeman
Sungkeman
adalah sebuah tradisi menjadi ciri khas bagi masyarakat Jawa, dimana acara
sungkeman biasanya diadakan untuk melengkapi acara tertentu misalnya acara
pernikahan dan lebaran. Arti sungkeman sendiri berasal dari kata sungkem yang bermakna
bersimpuh atau duduk berjongkok sambil mencium tangan.
Tradisi ini dilakukan di hampir semua lapisan masyarakat Jawa, dari yang miskin sampai yang kaya, dari kelas yang paling bawah sampai pucuk pimpinan di negeri ini.Meskipun berasal dari kultur Jawa, tetapi tradisi ini saat ini terus berkembang dan telah menjadi tradisi masyarakat Indonesia pada umumnya.
Hampir semua tokoh di negeri ini melakukan tradisi sungkeman pada hari raya Idul Fitri, tidak terkecuali bagi presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan gubernur DKI Jakarta, yang sedang berada di puncak popularitas dan digadang gadang menjadi presiden Republik Indonesia di masa yang akan datang, Joko Widodo (Jokowi).
Meskipun sama-sama mengadakan ritual sungkeman, tetapi terdapat perbedaan prosesi ritual kedua tokoh tersebut, perbedaannya sebagai berikut,
- SBY, sungkeman dulu, tugas negara kemudian. Jokowi, tugas dulu sungkeman kemudian. Oleh karena itu, SBY mengadakan sungkeman pada hari pertama Lebaran, sedang Jokowi hari pertama Lebaran justru untuk blusukan ke warga.
- SBY melaksanakan sungkeman dalam nuansa "kerajaan", Jokowi melaksanakan sungkeman dalam nuansa "rakyat jelata".
- Pada sungkeman, SBY menggunakan pakaian khusus lebaran, Jokowi sungkeman dengan pakaian blusukan.
Sabtu, 10 Agustus 2013
Agar Tak Nyapres, Jokowi Dituntut Penuhi Janjinya Benahi Jakarta
Elektabilitas Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto, cukup diperhitungkan sebagai calon presiden pada Pemilu 2014.
Elektabilitas Prabowo tidak kalah dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Sejumlah survei pun menilai pasangan Prabowo-Jokowi ideal sebagai presiden dan calon wakil presiden RI. Namun, Wakil Ketua Umum Gerinda Fadli Zon menilai, Jokowi harus fokus menyelesaikan persoalan ibu kota, yang kita sama-sama tahu sampai kapanpunpun Jakarta tak bisa dibenahi.
"Sekarang, Pak Jokowi kan seperti beliau bilang sendiri, akan konsentrasi benahi Jakarta," kata Fadli Zon di sela open house di kediaman Jimly Asshiddiqie di Jakarta, Sabtu (10/8/2013).
Fadli menuturkan, Gerindra tidak akan mengganggu kinerja Jokowi untuk membenahi Jakarta.
"Jadi saya kira, biarkan beliau bekerja dengan konsentrasi penuh membenahi Jakarta. Karena memang warga Jakarta berharap kita punya Jakarta Baru," tuturnya.
Mengenai pendamping Prabowo pada Pemilu 2014, Fadli Zon mengatakan pihaknya menunggu hasil pemilu legislatif.
"Pokoknya semua itu baru akan jelas setelah pileg. Sekarang masih wacana," ucapnya.
Sumber :
tribunnews.com
Elektabilitas Prabowo tidak kalah dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Sejumlah survei pun menilai pasangan Prabowo-Jokowi ideal sebagai presiden dan calon wakil presiden RI. Namun, Wakil Ketua Umum Gerinda Fadli Zon menilai, Jokowi harus fokus menyelesaikan persoalan ibu kota, yang kita sama-sama tahu sampai kapanpunpun Jakarta tak bisa dibenahi.
"Sekarang, Pak Jokowi kan seperti beliau bilang sendiri, akan konsentrasi benahi Jakarta," kata Fadli Zon di sela open house di kediaman Jimly Asshiddiqie di Jakarta, Sabtu (10/8/2013).
Fadli menuturkan, Gerindra tidak akan mengganggu kinerja Jokowi untuk membenahi Jakarta.
"Jadi saya kira, biarkan beliau bekerja dengan konsentrasi penuh membenahi Jakarta. Karena memang warga Jakarta berharap kita punya Jakarta Baru," tuturnya.
Mengenai pendamping Prabowo pada Pemilu 2014, Fadli Zon mengatakan pihaknya menunggu hasil pemilu legislatif.
"Pokoknya semua itu baru akan jelas setelah pileg. Sekarang masih wacana," ucapnya.
Sumber :
tribunnews.com
Lagi, Ruhut Serang Jokowi
Tindakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang kerap membagi-bagikan duit kepada warga saat blusukan Lebaran dikritik oleh politikus Demokrat, Ruhut Sitompul. Menurut Ruhut, pembagian duit itu dilakukan Jokowi agar tetap populer sebagai capres.
"Megawati aja ga dukung dia sebagai capres, apalagi rakyat. PDIP ragu sama dia, jadi mesti pakai cara-cara itu (bagi-bagi duit)," tuding Ruhut, Sabtu (10/8/2013).
Ruhut menilai, hampir semua yang dilakukan Jokowi, termasuk bagi-bagi duit ini adalah demi pencitraan. "Kalau uang pribadi sih ga apa-apa, kalau uang APBD?" ujar Ruhut.
Ruhut menuding Jokowi sebenarnya sekarang bingung dengan cara apa dia dapat mempertanggungjawabkan janjinya saat kampanye Pilgub DKI dulu.
"Dia kira dia dulu ga jadi (gubernur), sekarang udah jadi gubernur bingung dia nepati janjinya. Pusing-pusing dia," ujarnya.
"Dulu dia janji tidak ada penggusuran, sekarang gusur terus. Dulu ga mau pakai voorijder, sekarang ngeong-ngeong terus. Dulu ga terlalu macet, sekarang makin macet. Monorel juga belum jalan-jalan," papar politikus yang selalu mengaku anak kesayangan Presiden SBY ini.
Seperti diberitakan, dalam blusukan Lebaran Kamis (8/8), Jokowi kerap membagi-bagikan duit kepada warga. Kepada anak-anak, Jokowi memberikan pecahan Rp 5.000,- dan Rp 10.000,- Sementara untuk ibu-ibu, Jokowi memberikan Rp 50.000,- yang dimasukkan ke dalam amplop.
Sumber :
merdeka.com
"Megawati aja ga dukung dia sebagai capres, apalagi rakyat. PDIP ragu sama dia, jadi mesti pakai cara-cara itu (bagi-bagi duit)," tuding Ruhut, Sabtu (10/8/2013).
Ruhut menilai, hampir semua yang dilakukan Jokowi, termasuk bagi-bagi duit ini adalah demi pencitraan. "Kalau uang pribadi sih ga apa-apa, kalau uang APBD?" ujar Ruhut.
Ruhut menuding Jokowi sebenarnya sekarang bingung dengan cara apa dia dapat mempertanggungjawabkan janjinya saat kampanye Pilgub DKI dulu.
"Dia kira dia dulu ga jadi (gubernur), sekarang udah jadi gubernur bingung dia nepati janjinya. Pusing-pusing dia," ujarnya.
"Dulu dia janji tidak ada penggusuran, sekarang gusur terus. Dulu ga mau pakai voorijder, sekarang ngeong-ngeong terus. Dulu ga terlalu macet, sekarang makin macet. Monorel juga belum jalan-jalan," papar politikus yang selalu mengaku anak kesayangan Presiden SBY ini.
Seperti diberitakan, dalam blusukan Lebaran Kamis (8/8), Jokowi kerap membagi-bagikan duit kepada warga. Kepada anak-anak, Jokowi memberikan pecahan Rp 5.000,- dan Rp 10.000,- Sementara untuk ibu-ibu, Jokowi memberikan Rp 50.000,- yang dimasukkan ke dalam amplop.
Sumber :
merdeka.com
Sejak SMP, Jokowi Sudah Dikenal Pendiam Tapi Pintar
Ada yang istimewa saat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)
mudik ke kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah. Saat berkunjung ke
rumah mertuanya di Turisari, Mangkubumen, mantan Wali Kota Solo tersebut
disambut gurunya semasa masih duduk di bangku SMP.
Martinah, pensiunan guru SMP Negeri 1 Solo, yang saat ini sudah berusia 83 tahun tersebut tiba-tiba menghampiri Jokowi. Kegembiraan tidak bisa disembunyikan dari raut wajah orang nomor satu di DKI Jakarta itu. Jokowi pun segera menyambut uluran tangan sang guru untuk bersalaman.
Kepada wartawan, Martinah mengungkapkan rasa bahagia dan kebanggaannya terhadap anak didiknya tersebut. Martinah sudah lama ingin bertemu dengan Jokowi. Dari pengakuan Martinah, saat Jokowi masih menjadi muridnya sudah dikenal sebagai pribadi yang pendiam, namun pintar.
Jokowi itu siswa yang terkenal pendiam, tapi pintar. Kecerdasannya luar biasa. Kami para guru waktu itu sangat memperhatikan potensinya. Kami sangat bangga Jokowi menjadi pemimpin yang dicintai rakyat, ujarnya.
Selain bertemu keluarga besar istrinya, Jokowi juga disambut meriah oleh sejumlah warga yang kebetulan mengetahui kedatangan mantan Wali Kota Solo tersebut. Momen langka itu langsung dimanfaatkan beberapa warga untuk foto bersama dan bersalaman.
Sumber :
merdeka.com
Martinah, pensiunan guru SMP Negeri 1 Solo, yang saat ini sudah berusia 83 tahun tersebut tiba-tiba menghampiri Jokowi. Kegembiraan tidak bisa disembunyikan dari raut wajah orang nomor satu di DKI Jakarta itu. Jokowi pun segera menyambut uluran tangan sang guru untuk bersalaman.
Kepada wartawan, Martinah mengungkapkan rasa bahagia dan kebanggaannya terhadap anak didiknya tersebut. Martinah sudah lama ingin bertemu dengan Jokowi. Dari pengakuan Martinah, saat Jokowi masih menjadi muridnya sudah dikenal sebagai pribadi yang pendiam, namun pintar.
Jokowi itu siswa yang terkenal pendiam, tapi pintar. Kecerdasannya luar biasa. Kami para guru waktu itu sangat memperhatikan potensinya. Kami sangat bangga Jokowi menjadi pemimpin yang dicintai rakyat, ujarnya.
Selain bertemu keluarga besar istrinya, Jokowi juga disambut meriah oleh sejumlah warga yang kebetulan mengetahui kedatangan mantan Wali Kota Solo tersebut. Momen langka itu langsung dimanfaatkan beberapa warga untuk foto bersama dan bersalaman.
Sumber :
merdeka.com
Jokowi Besuk Sekda Solo, Suasana Sepi Jadi Ramai
Pulang mudik ke kampung halamannya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
(Jokowi) memenuhi janjinya untuk mengunjungi sejumlah tokoh. Kunjungan
pertama dilakukan kepada mantan anak buahnya semasa menjabat sebagai
Wali Kota Solo, yakni Sekretaris Daerah (Sekda) Budi Suharto. Budi yang
saat ini masih menjabat sebagai sekda, sedang mendapat perawatan di
Rumah Sakit Panti Waluyo Solo. Budi masuk rumah sakit sejak Rabu (7/8/2013)
lalu karena kelelahan.
Jokowi didampingi istri tercinta Iriani dan anak perempuannya Kahiyang Ayu, beserta beberapa kerabat, tiba di rumah sakit pukul 10.55 WIB. Setiba di rumah sakit, Jokowi langsung menuju Ruang intensive Care Unit (ICU) untuk membesuk sekda.
Kedatangan Jokowi ke rumah sakit seperti biasa mengundang kerumunan warga. Baik masyarakat umum, maupun keluarga pasien berebut untuk bersalaman dan berfoto. Kejadian tersebut membuat suasana rumah sakit yang semula lengang menjadi ramai.
"Senang mas bisa bertemu Pak Jokowi, biasanya kan cuma lihat lewat televisi. Ini bisa bersalaman dan foto bersama. Bangga rasanya," ungkap Abdul Rois (30), warga Kampung Sambeng Solo.
Sebelumnya, usai melakukan sungkem ke ibundanya, Sujiatmi Notomiharjo Jumat (9/8) malam, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo berencana sowan (mendatangi) ke sesepuh dan beberapa saudaranya di kota bengawan. Kegiatan tersebut akan dilakukan pada H+3 Lebaran sebelum kembali ke Jakarta pada hari Minggu.
Sumber :
Jokowi didampingi istri tercinta Iriani dan anak perempuannya Kahiyang Ayu, beserta beberapa kerabat, tiba di rumah sakit pukul 10.55 WIB. Setiba di rumah sakit, Jokowi langsung menuju Ruang intensive Care Unit (ICU) untuk membesuk sekda.
Kedatangan Jokowi ke rumah sakit seperti biasa mengundang kerumunan warga. Baik masyarakat umum, maupun keluarga pasien berebut untuk bersalaman dan berfoto. Kejadian tersebut membuat suasana rumah sakit yang semula lengang menjadi ramai.
"Senang mas bisa bertemu Pak Jokowi, biasanya kan cuma lihat lewat televisi. Ini bisa bersalaman dan foto bersama. Bangga rasanya," ungkap Abdul Rois (30), warga Kampung Sambeng Solo.
Sebelumnya, usai melakukan sungkem ke ibundanya, Sujiatmi Notomiharjo Jumat (9/8) malam, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo berencana sowan (mendatangi) ke sesepuh dan beberapa saudaranya di kota bengawan. Kegiatan tersebut akan dilakukan pada H+3 Lebaran sebelum kembali ke Jakarta pada hari Minggu.
Sumber :
Kegiatan Lebaran Jokowi Di Solo
Pada hari ketiga Lebaran, Sabtu (10/8/2013), Jokowi masih sibuk menerima kunjungan keluarga dan kerabat di rumah ibundanya.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Jokowi berangkat untuk bersilaturahim ke keluarga mertuanya di daerah Turisari, Solo. Puluhan wartawan dari berbagai media pun mengikuti mobil Grand Livina yang membawa Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi mengatakan hari ini dia akan menjenguk Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Solo, Budi Suharto. Mantan anak buahnya saat menjadi Wali Kota Solo itu kini tengah sakit. "Ya nanti kita sowan dulu di beberapa sesepuh lalu juga mau jenguk Pak Sekda," katanya.
Seperti diberitakan, Jokowi baru pulang ke Solo pada Jumat (9/8/2013) atau hari kedua Lebaran. Dia tiba di rumah ibundanya sekitar pukul 21.15 WIB.
Jokowi sempat mengutarakan alasan baru sempat pulang kampung pada hari kedua Lebaran.
"Setelah shalat Id di Jakarta lalu ada agenda yang mendesak dan harus dilaksanakan, jadi mudiknya ditunda dulu. Agenda muter-muter kampung dulu lah, lalu baru pulang ke Solo," kata Jokowi.
Setiba di rumah Solo, Jokowi melakukan sungkem kepada ibundanya, Sudjiatmi, di hadapan kerabat dan saudaranya. "Sebagai bukti hormat kepada orangtua adalah dengan sungkeman," katanya.
Sumber :
tribunnews.com
Jumat, 09 Agustus 2013
Farhat Abbas Tantang Jokowi Sumpah Pocong
Pengacara sensasional Farhat Abbas, 37, mempertanyakan motivasi Gubernur
DKI Jakarta, Joko Widodo tidak mau menerima gaji dan menantangnya untuk
sumpah pocong.
Melalui akun twitternya, @farhatabbaslaw, ia mengungkapkannya demikian, "Apa motivasi jokowi gak mau menerima gajinya? Makan darimana? Gak logis, sekedar pencitraan, berani sumpah pocong gak KKN gak?"
Suami penyanyi senior Nia Daniati ini kemudian menambahkan pernyataan demikian, "Pemimpin yg gak terima gaji itu gak logis, terkesan kemasan biar rakyat tertarik, kecuali berani sumpah pocong itu baru menarik bagi rakyat !"
Yang terakhir ketika kabar ini diturunkan, Farhat Abbas, 11 menit yang lalu menyatakan demikian, "Saya gak ngerti alasan jokowi gak menerima gaji? Apakah semua pns hrs meniru jokowi untuk gak menerima gaji? Krn itu dianggap baik & sensasi."
Sumber :
metrotvnews.com
Melalui akun twitternya, @farhatabbaslaw, ia mengungkapkannya demikian, "Apa motivasi jokowi gak mau menerima gajinya? Makan darimana? Gak logis, sekedar pencitraan, berani sumpah pocong gak KKN gak?"
Suami penyanyi senior Nia Daniati ini kemudian menambahkan pernyataan demikian, "Pemimpin yg gak terima gaji itu gak logis, terkesan kemasan biar rakyat tertarik, kecuali berani sumpah pocong itu baru menarik bagi rakyat !"
Yang terakhir ketika kabar ini diturunkan, Farhat Abbas, 11 menit yang lalu menyatakan demikian, "Saya gak ngerti alasan jokowi gak menerima gaji? Apakah semua pns hrs meniru jokowi untuk gak menerima gaji? Krn itu dianggap baik & sensasi."
Sumber :
metrotvnews.com
Rumah Dinas Jokowi Dikepung
Warga yang berasal dari luar DKI Jakarta mengepung rumah dinas
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk meminta tunjangan hari raya (THR)
Lebaran.
Mereka diketahui merupakan pemulung, gelandangan dan pengemis yang berasal dari Bogor, Depok, Tangerang. Wakapolsek Menteng Kompol M Nababan mengatakan, sebelumnya tidak ada pemberitahuan pada kepolisian setempat terkait open house yang diadakan oleh Jokowi.
Ratusan warga mengepung rumah dinas Jokowi untuk memaksa masuk. "Kami telah menjelaskan pada warga bahwa Jokowi tidak mengadakan open house," ujarnya di Jl Taman Suropati no 7, Jumat (9/8). Nababan mengatakan mereka yang datang bukan warga Jakarta.
Warga dari luar Jakarta yang selalu datang setiap tahun. Menurutnya, ada oknum yang menggerakkan mereka.Warga telah berkumpul sejak tadi pagi pukul 08.00 WIB. Namun usai Shalat Jumat warga semakin banyak berdatangan dan langsung meminta kejelasan sambil berteriak.
Nababan mengatakan setelah informasi banyaknya gelandangan pengemis yang semakin banyak berdatangan pihaknya langsung turun langsung membubarkan mereka. Satu per satu mereka membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.
Sebelum Wakapolsek datang, petugas keamanan sempat keluar dan menjelaskan pada mereka tidak ada open house. Namun mereka masih bertahan selama setengah jam.
Salah seorang warga Citayem, Depok, Asih (40 tahun) mengaku datang karena diajak temannya. "Saya pemulung di Jalan Juanda, Gambir kesini dateng ke rumah gubernur,"ujarnya.
Sumber :
republika.co.id
Mereka diketahui merupakan pemulung, gelandangan dan pengemis yang berasal dari Bogor, Depok, Tangerang. Wakapolsek Menteng Kompol M Nababan mengatakan, sebelumnya tidak ada pemberitahuan pada kepolisian setempat terkait open house yang diadakan oleh Jokowi.
Ratusan warga mengepung rumah dinas Jokowi untuk memaksa masuk. "Kami telah menjelaskan pada warga bahwa Jokowi tidak mengadakan open house," ujarnya di Jl Taman Suropati no 7, Jumat (9/8). Nababan mengatakan mereka yang datang bukan warga Jakarta.
Warga dari luar Jakarta yang selalu datang setiap tahun. Menurutnya, ada oknum yang menggerakkan mereka.Warga telah berkumpul sejak tadi pagi pukul 08.00 WIB. Namun usai Shalat Jumat warga semakin banyak berdatangan dan langsung meminta kejelasan sambil berteriak.
Nababan mengatakan setelah informasi banyaknya gelandangan pengemis yang semakin banyak berdatangan pihaknya langsung turun langsung membubarkan mereka. Satu per satu mereka membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing.
Sebelum Wakapolsek datang, petugas keamanan sempat keluar dan menjelaskan pada mereka tidak ada open house. Namun mereka masih bertahan selama setengah jam.
Salah seorang warga Citayem, Depok, Asih (40 tahun) mengaku datang karena diajak temannya. "Saya pemulung di Jalan Juanda, Gambir kesini dateng ke rumah gubernur,"ujarnya.
Sumber :
republika.co.id
Jokowi Tiba di Solo
Suasana meriah hadir saat kerabat Jokowi saling mengucapkan selamat Idul Fitri dan saling bermaaf-maafan.
Jokowi sempat mengutarakan alasan mengapa baru sempat pulang kampung pada hari kedua Lebaran.
"Setelah shalat Id di Jakarta lalu ada agenda yang mendesak dan harus dilaksanakan, jadi mudiknya ditunda dulu. Agenda muter-muter kampung dulu lah, lalu baru pulang ke Solo," kata Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Jokowi melakukan sungkem kepada ibundanya, Sudjiatmi, di hadapan kerabat dan saudaranya.
"Sebagai bukti hormat kepada orangtua adalah dengan sungkeman,"katanya.
Setelah sungkeman, Jokowi langsung disibukkan dengan para tamu yang datang untuk bersilahturahim.
Jokowi juga sempat mengatakan kangen dengan kuliner khas Solo.
"Pokoknya saya kangen semua, solo, pecel, hik, thengkleng, bakmi" kataya sambil tertawa.
Saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, Jokowi memang dikenal menyukai beberapa makanan tersebut. Bersama kerabat, Jokowi suka menyantap tengkleng di warung sate Hajah Bejo, di Loji Wetan, Pasar Kliwon.
Jokowi juga gemar menyantap hidangan nasi kucing, sate kikil dan wedang jahe di Hik (angkringan) Basuki di Laweyan. Bahkan di tempat ini, Jokowi pernah mengajak Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk menikmati hidangan khas Solo tersebut.
Pada kesempatan ini, Jokowi pun sempat menjelaskan dengan singkat ketidakhadiran isterinya, Iriana, di acara silahturahim tersebut.
"Dia baru ke rumah orangtuanya dulu, nanti habis ini saya akan ajak ke sini" katanya singkat.
Sumber :
tribunnews.com
Jokowi: Tak Mungkin Jakarta Dipagari Lalu Diberi Pintu
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan tidak akan menggunakan
cara-cara yang dilakukan oleh Gubernur sebelumnya, seperti pada era
kepemimpinan Fauzi Bowo yang sering melakukan operasi yustisi
pascalebaran untuk mendata penduduk tak ber-KTP DKI ini.
Menurut Joko Widodo atau sapaan akrabnya Jokowi ini, cara menghadang pendatang baru dari daerah yang dilakukan selama ini dinilainya tidak membuahkan hasil.
"Di operasi pun, sudah puluhan tahun tidak ada hasil," ujar Jokowi di Jakarta, Jumat (9/8/2013).
Mantan Wali Kota Solo ini pun mengaku belum memiliki cara yang jitu untuk menghindari Jakarta dari pendatang baru yang berdampak pada peningkatan jumlah gelandangan dan pengemis.
"Mau apa? Tidak mungkin juga Jakarta dipagari, kemudian diberi pintu, kan tidak mungkin. Belum ada sampai sekarang cara yang jitu," kata Jokowi.
Karena itu, Jokowi hanya bisa memberikan imbauan kepada pemudik yang pulang ke kampung halaman untuk tidak membawa keluarga atau kerabat saat kembali mencari nafkah di Jakarta.
Sumber :
tribunnews.com
Menurut Joko Widodo atau sapaan akrabnya Jokowi ini, cara menghadang pendatang baru dari daerah yang dilakukan selama ini dinilainya tidak membuahkan hasil.
"Di operasi pun, sudah puluhan tahun tidak ada hasil," ujar Jokowi di Jakarta, Jumat (9/8/2013).
Mantan Wali Kota Solo ini pun mengaku belum memiliki cara yang jitu untuk menghindari Jakarta dari pendatang baru yang berdampak pada peningkatan jumlah gelandangan dan pengemis.
"Mau apa? Tidak mungkin juga Jakarta dipagari, kemudian diberi pintu, kan tidak mungkin. Belum ada sampai sekarang cara yang jitu," kata Jokowi.
Karena itu, Jokowi hanya bisa memberikan imbauan kepada pemudik yang pulang ke kampung halaman untuk tidak membawa keluarga atau kerabat saat kembali mencari nafkah di Jakarta.
Sumber :
tribunnews.com
Jokowi akan Sempurnakan Tanggul Kali Pesanggarahan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan pihaknya akan meninggikan
tanggul Kali Pesanggarahan yang berada di Ulujami, Jakarta Selatan. Hal
itu dilakukan untuk mencegah banjir yang terjadi di Ulujami.
"Fisiknya sudah mulai dikerjakan sebelah sana 1,2,3 titik yang belum rampung," kata Jokowi saat meninjau banjir di Ulujami, Jumat (9/8/2013).
Menurut Jokowi, tanggul kali di Pesanggarahan sudah ada yang lebih tinggi. Tetapi masih ada sedikit yang belum rampung.
"Kita sudah lebih tinggi, kalau di situ sudah enggak ada masalah," ujarnya.
Di lokasi banjir, Jokowi juga memberikan salam tempel kepada anak-anak di lokasi banjir. Tak lupa, Jokowi memberikan bantuan seperti beras dan seragam sekolah.
Sumber :
detik.com
"Fisiknya sudah mulai dikerjakan sebelah sana 1,2,3 titik yang belum rampung," kata Jokowi saat meninjau banjir di Ulujami, Jumat (9/8/2013).
Menurut Jokowi, tanggul kali di Pesanggarahan sudah ada yang lebih tinggi. Tetapi masih ada sedikit yang belum rampung.
"Kita sudah lebih tinggi, kalau di situ sudah enggak ada masalah," ujarnya.
Di lokasi banjir, Jokowi juga memberikan salam tempel kepada anak-anak di lokasi banjir. Tak lupa, Jokowi memberikan bantuan seperti beras dan seragam sekolah.
Sumber :
detik.com
Langganan:
Postingan (Atom)
























