Sabtu, 17 Januari 2015

DPR Bukan Kompak Soal Budi Gunawan, Tapi Punya Misi Makzulkan Jokowi

Pengamat Politik Populi Center, Nico Harjanto melihat, kompaknya Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dalam meloloskan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri memiliki alasan dan latar belakang kepentingan masing-masing.
"Saya kira begini, satu suaranya itu karena ada motivasi yang berbeda. Motifnya yang berbeda, bukan karena mereka kompak," kata Nico di Jakarta, Sabtu (17/1/2015).
Bagi partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH), menurut Nico, kepentingannya adalah mendukung keputusan atau keinginan PDI Perjuangan, dalam hal ini keinginan dari Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri untuk mencalonkan mantan ajudannya, yakni Komjen Budi Gunawan.
"Bagi KMP tentu keinginannya, motifnya tentu berbeda. Mereka menyetujui itu karena mereka justru melihat ini dapat menjadi pintu masuk untuk menjerat presiden ke dalam misalnya proses-proses yang mengarah pada impeachment, mengarah pada pemakzulan," tutur Nico.
Dengan keputusan Presiden Jokowi, yang menunda pelantikan Kapolri, Nico melihat, KMP kecewa lantaran manuver politiknya tidak berjalan dengan semestinya.
"Saya kira tentu (KMP) kecewa karena skenario mereka untuk memasang jerat politik itu bisa dihindari sejauh ini," ucap Nico.  [merdeka]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar