Debat calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres), Senin (9/6/2014) malam, merupakan debat bersejarah karena saat debat terjadi, juga perdebatan di sosial-media (Sosmed) antara dua kubu pendukung Capres dan Cawapres.
Satu jam sebelum debat mulai, sudah bermunculan hashtag-hashtag dukungan.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Senin, 09 Juni 2014
Komentar Poempida: Jokowi-JK Berhasil Menjawab secara Substantif dan Implementatif
Anggota tim sukses pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla
(JK), Poempida Hidayatulloh, mengatakan debat para calon presiden
(capres) dan calon wakil presiden (cawapres), Senin (9/6) malam, telah
menunjukkan kepada publik karakter masing-masing pasangan
capres-cawapres.
Masyarakat sekarang tidak akan ragu lagi dalam menentukan pilihannya.
Masyarakat sekarang tidak akan ragu lagi dalam menentukan pilihannya.
Jendral yang Pecat Prabowo ada di Kubu Jokowi-JK
Di antara hadirin debat kandidat tampak Jend. (Purn) Subagyo Hadi
Siswoyo duduk di kubu Jokowi-JK. Dia adalah mantan Ketua Dewan
Kehormatan Perwira (DKP) yang merekomendasikan pemberhentian Letjen
Prabowo Subianto kepada Panglima ABRI Wiranto pada 1998 silam.
Subagyo HS duduk di deretan kursi tamu VVIP, tepat di samping panggung debat Balai Sarbini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (9/6/2014).
Subagyo HS duduk di deretan kursi tamu VVIP, tepat di samping panggung debat Balai Sarbini, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Senin (9/6/2014).
Usai Debat Capres, Jokowi Temui Megawati di Medan
Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) langsung bertolak menuju ke luar kota usai acara debat terbuka calon presiden dan calon wakil presiden di Balai Sarbini, Jakarta, tadi malam.
Keduanya dijadwalkan akan melakukan kampanye terbuka di beberapa daerah pada Selasa (10/6/2014).
Keduanya dijadwalkan akan melakukan kampanye terbuka di beberapa daerah pada Selasa (10/6/2014).
Dalam Sekejab, Jokowi Ubah Citra Petugas Partai dari Beban ke Aset
Semua orang menunggu bagaimana calon presiden Joko Widodo (Jokowi)
bisa menangkis serangan tak terelakkan bahwa dia sekedar boneka, yang
hanya bisa di posisinya sekarang karena restu Megawati Soekarnoputri --
yang juga sudah terlanjur menegaskan di depan umum bahwa pria Solo itu
adalah “petugas partai.”
Sejak serangan itu bergulir, Jokowi tak pernah memberi jawaban tegas sampai dimulainya debat capres Senin (9/6/2014) malam.
Sejak serangan itu bergulir, Jokowi tak pernah memberi jawaban tegas sampai dimulainya debat capres Senin (9/6/2014) malam.
Jokowi Merasa Tak Didominasi JK Saat Debat
Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) membantah jika Jusuf Kalla (JK) mendominasinya saat acara debat terbuka. Sebab, Jokowi dan JK memiliki porsi yang sama dalam menjawab pertanyaan.
"Tidak lah, saya selalu memberikan kesempatan kepada Pak JK. Saya tidak mau mendominasi, bahwa ruang itu bisa disampaikan Pak JK ya saya berikan," ujar Jokowi usai debat terbuka di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6/2014).
"Tidak lah, saya selalu memberikan kesempatan kepada Pak JK. Saya tidak mau mendominasi, bahwa ruang itu bisa disampaikan Pak JK ya saya berikan," ujar Jokowi usai debat terbuka di Balai Sarbini, Jakarta, Senin (9/6/2014).
Komentar Khofifah: Jokowi Tampil Tenang karena Punya Pengalaman
Penampilan calon presiden yang diusung koalisi PDIP, PKB, NasDem dan Hanura, Joko Widodo alias Jokowi dalam debat capres cawapres Senin (9/6/2014) malam semakin menumbuhkan kepercayaan diri para pendukungnya. Juru bicara Jokowi, Khofifah Indar Parawansa menilai capres yang didukungnya itu sangat tenang saat menyampaikan gagasan, visi dan misi dalam debat.
Kertas yang Dibawa Jokowi Berisi Doa
Debat dua pasang capres-cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko
Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), sempat menarik perhatian ketika
terlihat secarik kertas nongol dari balik jas Joko Widodo.
Lantas, apakah kertas yang nongol tersebut sama dengan kertas pada foto yang sempat beredar di dunia maya?
Lantas, apakah kertas yang nongol tersebut sama dengan kertas pada foto yang sempat beredar di dunia maya?
Komentar Relawan Jokowi: Jokowi-JK Saling Melengkapi
Pendukung capres dan cawapres Jokowi-JK merasa gembira setelah menyaksikan jagoannya secara langsung mampu menyelesaikan debat edisi perdana. Karena pada debat kali ini, Jokowi-JK dinilai sebagai pasangan capres dan cawapres yang mampu saling melengkapi.
"Dua jempol untuk Jokowi dan JK. Malam ini Jokowi-JK tandemnya pas, klop. EQ dan IQ keduanya sangat terlihat tinggi. Emosi sangat baik, tegas dan tektoknya luar biasa," demikian pandangan Banyu Biru, relawan yang tergabung dalam Kawan Jokowi usai menyaksikan debat capres-cawapres di Gedung Balai Sarbini, Jakarta, Senin, (9/6/2014) malam.
"Dua jempol untuk Jokowi dan JK. Malam ini Jokowi-JK tandemnya pas, klop. EQ dan IQ keduanya sangat terlihat tinggi. Emosi sangat baik, tegas dan tektoknya luar biasa," demikian pandangan Banyu Biru, relawan yang tergabung dalam Kawan Jokowi usai menyaksikan debat capres-cawapres di Gedung Balai Sarbini, Jakarta, Senin, (9/6/2014) malam.
Debat Pilpres 2014: Jokowi-JK vs Prabowo-Hatta
Kemenangan Telak untuk Jokowi-JK
Wakil Ketua DPD RI, Laode Ida dengan jujur mengakui bahwa debat pertama calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) hampir mutlak milik Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
Meski Jadi Presiden, Jokowi Tak Akan Ubah Gaya Komunikasinya
Pengarah tim kampanye nasional pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, Pramono Anung menilai, gaya komunikasi Jokowi, tak akan berubah jika dirinya terpilih menjadi presiden.
"Yang dilakukan itu genuine (apa adanya). Saya kenal Jokowi ketika akan dicalonkan menjadi Walikota Surakarta, kala itu saya Wasekjen PDIP. Pertama kali, orang itu sangat sederhana tidak menonjolkan diri. Bahkan saya pikir dia (Jokowi) yang jadi pendamping Pak Rudi, atau stafnya," kata Pramono di Media Center Jokowi-JK Jalan Cemara, Menteng, Senin (9/6/2014).
"Yang dilakukan itu genuine (apa adanya). Saya kenal Jokowi ketika akan dicalonkan menjadi Walikota Surakarta, kala itu saya Wasekjen PDIP. Pertama kali, orang itu sangat sederhana tidak menonjolkan diri. Bahkan saya pikir dia (Jokowi) yang jadi pendamping Pak Rudi, atau stafnya," kata Pramono di Media Center Jokowi-JK Jalan Cemara, Menteng, Senin (9/6/2014).
Jokowi: Namanya Relawan, Ada Yang Ngerti dan Ada Yang Nggak Ngerti Soal Kampanye
Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku memiliki banyak
relawan yang mendukungnya. Karenanya, Jokowi mengaku tak ingat
siapa-siapa saja yang menjadi relawannya.
Hal itu diungkapkan Jokowi terkait Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang sebelumnya mewacanakan agar relawan dari pasangan capres dan calon wakil presiden didaftarkan.
Hal itu diungkapkan Jokowi terkait Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang sebelumnya mewacanakan agar relawan dari pasangan capres dan calon wakil presiden didaftarkan.
Jokowi Ogah Tebar Janji untuk Relawan Kecuali Program Kerja
Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, dukungan
kepada dirinya semakin banyak. Bahkan, dirinya tidak tahu berapa jumlah
relawan yang mendukungnya dari seluruh Indonesia.
"Ya kita memang pergerakannya rakyat, relawan, partai-partai pendukung. Tapi pergerakan kita memang semakin hari semakin, kecil tapi banyak sekali," jelasnya di media center yang berada di Jalan Sukabumi No 23, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2014).
"Ya kita memang pergerakannya rakyat, relawan, partai-partai pendukung. Tapi pergerakan kita memang semakin hari semakin, kecil tapi banyak sekali," jelasnya di media center yang berada di Jalan Sukabumi No 23, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2014).
Demi Sumbang Jokowi-JK, Rakyat Rela Antri di Bank
Pembukaan rekening dana kampanye pasangan nomer urut 2
Jokowi-JK, ternyata disambut antusias oleh rakyat Indonesia. Tidak semua
penyumbang adalah orang mampu. Namun juga orang-orang kecil dan
tersebar sejak Solo sampai Medan.
Di Solo misalnya. Sebagai bentuk dukungan kepada Jokowi-JK, warga Kota Solo, Senin 2 Juni 2014, berbondong-bondong ke Kantor Cabang Utama BRI Solo, di Jalan Slamet Riyadi. Jumlah mereka tak kurang dari 100 orang. Mereka rela antri demi menyetor uang sumbangan ke rekening kampanye yang dibuka Jokowi-JK.
Di Solo misalnya. Sebagai bentuk dukungan kepada Jokowi-JK, warga Kota Solo, Senin 2 Juni 2014, berbondong-bondong ke Kantor Cabang Utama BRI Solo, di Jalan Slamet Riyadi. Jumlah mereka tak kurang dari 100 orang. Mereka rela antri demi menyetor uang sumbangan ke rekening kampanye yang dibuka Jokowi-JK.
Jokowi Tekankan Netralitas TNI-Polri
Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan TNI dan Polri harus bisa menjaga netralitas.
Hal
itu dikatakan Jokowi terkait dengan beredarnya kabar pertemuan petinggi
Polri dengan tim sukses pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) melalui
pesan singkat (SMS).
"Saya tidak mengerti dan tidak tahu menahu soal itu, tapi harus diselediki dulu pertemuan itu untuk apa dulu. Tapi yang perlu saya tekankan netralitas TNI dan Polri harus dijaga," kata Jokowi saat menyambangi Media Center di Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 99/6/2014).
"Saya tidak mengerti dan tidak tahu menahu soal itu, tapi harus diselediki dulu pertemuan itu untuk apa dulu. Tapi yang perlu saya tekankan netralitas TNI dan Polri harus dijaga," kata Jokowi saat menyambangi Media Center di Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin 99/6/2014).
Pilpres Kali Ini Tarung Antara Pemimpin dan Pengabdi
Pemilihan Presiden 2014 menjadi ajang pertarungan antara calon yang
mempresentasikan sosok pemimpin dan sosok pekerja. Sosok pemimpin
tampil tegas, pandai bicara, sedangkan pengabdi lebih terlihat kerja
keras tanpa banyak bicara.
“Sekarang ini pertarungan dua arus besar itu, yakni massa yang mencari pemimpin dan yang mencari pengabdi kepada rakyat. Bagi sebagian masyarakat menginginkan pemimpin yang tegas, berwibawa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggrisnya bagus. Tapi, bagai pencari pemimpin pengabdi, pinter bahasa Inggris itu tidak penting, yang diperlukan adalah sosok yang kerja keras mengurusi rakyat,” kata Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari, di MPR, Senin (9/6/2014).
“Sekarang ini pertarungan dua arus besar itu, yakni massa yang mencari pemimpin dan yang mencari pengabdi kepada rakyat. Bagi sebagian masyarakat menginginkan pemimpin yang tegas, berwibawa, bahasa Indonesia dan bahasa Inggrisnya bagus. Tapi, bagai pencari pemimpin pengabdi, pinter bahasa Inggris itu tidak penting, yang diperlukan adalah sosok yang kerja keras mengurusi rakyat,” kata Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Thohari, di MPR, Senin (9/6/2014).
Jokowi Yakin Pertumbuhan Ekonomi Meningkat Apabila Korupsi Menurun
Calon presiden yang diusung oleh poros PDI Perjuangan Joko Widodo mengatakan ekonomi Indonesia akan bertumbuh jika masalah korupsi mampu ditekan.
"(Anggaran) Tidak dikorupsi tentu saja kesejahteraan rakyat akan menjadi lebih baik," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di posko relawan, Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2014).
"(Anggaran) Tidak dikorupsi tentu saja kesejahteraan rakyat akan menjadi lebih baik," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di posko relawan, Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2014).
Ini prestasi Jokowi di Jakarta
Baru 1,5 tahun menjabat Gubernur DKI, Jokowi lagi-lagi masuk nominasi penghargaan walikota terbaik dunia: World Major 2014. Sesuai rilis lembaga itu pada tanggal 21 Mei 2014, Jokowi masuk nominasi itu sebagai Gubernur DKI. Selain dia ada nama Ridwan Kamil (Walikota Bandung), Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), dan Ilham Arief Sirajuddin (Walikota Makassar).
Belum Puas, Prijanto Masih Obok-obok Jokowi Tentang Taman BMW
Mantan wakil gubernur DKI Prijanto heran Pemprov DKI yang dipimpin Joko
Widodo meresmikan pembangunan stadion di Taman BMW, Tanjungpriok,
Jakarta Utara. Prijanto menilai masalah di Taman BMW bukan sekadar
sengketa lahan.
"Saya kaget. Saya tahu persis kasus tersebut, karena yang salah adalah Pemprov DKI bukan Kemenpora. Andai kata Pemprov DKI tidak melindungi kasus korupsi di lingkungannya, maka masalahnya tidak selarut ini," kata Prijanto di kantor Kemenpora, Jl Gerbang Pemuda III, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (9/6/2014).
"Saya kaget. Saya tahu persis kasus tersebut, karena yang salah adalah Pemprov DKI bukan Kemenpora. Andai kata Pemprov DKI tidak melindungi kasus korupsi di lingkungannya, maka masalahnya tidak selarut ini," kata Prijanto di kantor Kemenpora, Jl Gerbang Pemuda III, Senayan, Jakarta Selatan, Senin (9/6/2014).
Jokowi Tidak Tahu Pertemuan Petinggi Polri dengan Relawannya
Calon presiden yang diusung oleh poros PDI Perjuangan Joko Widodo
mengaku tidak mengetahui adanya pemberitaan mengenai pertemuan petinggi
Polri dengan relawannya di restoran Kuningan, Jakarta Selatan.
"Itu saya enggak tahu," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi saat mengunjungi posko relawan di Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2014).
"Itu saya enggak tahu," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi saat mengunjungi posko relawan di Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2014).
Krisis Energi, Jokowi Wajibkan Perusahaan Batu Bara Buat Listrik
Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan dirinya akan melakukan
pembangunan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia.
Tentu, rencana ini akan direalisasikan jika Jokowi menjadi Presiden
Republik Indonesia ke tujuh.
Dia menambahkan, perbaikan listrik ini sudah bermasalah sejak beberapa tahun belakang namun tidak selesai.
Dia menambahkan, perbaikan listrik ini sudah bermasalah sejak beberapa tahun belakang namun tidak selesai.
Prabowo Siap Habisi Jokowi
Debat perdana capres-cawapres akan dilakukan nanti malam. Kedua
pasang calon akan memaparkan visi misinya mengenai demokrasi,
pemerintahan bersih, dan kepastian hukum, pada debat yang
diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu.
Wakil Ketua Umum Partai Grindra, Fadli Zon mengatakan, Prabowo dan Hatta Rajasa santai dalam mempersiapkan materi debat malam ini.
Wakil Ketua Umum Partai Grindra, Fadli Zon mengatakan, Prabowo dan Hatta Rajasa santai dalam mempersiapkan materi debat malam ini.
Jokowi Ingin Koruptor Dihukum Setinggi-tingginya
Penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadi salah satu visi dan misi kedua pasangan capres cawapres, Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Calon presiden Jokowi mengatakan, harus ada sinergi antara penegak hukum.
Dia menambahkan, KPK memerlukan penambahan penyidik dan anggaran. Namun bagian terpenting adalah adanya kerjasama pihak Kepolisian, Kejaksaan Agung dan KPK. Sehingga kerja pemberantasan korupsi dapat dilakukan dengan cepat.
Dia menambahkan, KPK memerlukan penambahan penyidik dan anggaran. Namun bagian terpenting adalah adanya kerjasama pihak Kepolisian, Kejaksaan Agung dan KPK. Sehingga kerja pemberantasan korupsi dapat dilakukan dengan cepat.
Jokowi: Wiji Thukul Harus Ditemukan
Calon presiden dari poros koalisi PDI Perjuangan Joko Widodo mengatakan bahwa penyair Wiji Thukul yang
hilang, mutlak harus ditemukan. Menurut dia, terlepas apakah Wiji
Thukul masih hidup atau sudah meninggal, kejelasan mengenai nasibnya
harus menjadi perhatian pemerintah.
"Harus ditemukan dong. Bisa ketemu hidup atau sudah meninggal, tapi harus jelas. Tentang nanti ada sebuah rekonsiliasi dari fakta-fakta yang sudah ada tidak menjadi soal. Yang penting harus jelas," katanya di Jalan Sukabumi, Menteng, Senin (9/6/2014).
"Harus ditemukan dong. Bisa ketemu hidup atau sudah meninggal, tapi harus jelas. Tentang nanti ada sebuah rekonsiliasi dari fakta-fakta yang sudah ada tidak menjadi soal. Yang penting harus jelas," katanya di Jalan Sukabumi, Menteng, Senin (9/6/2014).
Jokowi: Saya Memang Tidak Suka Banyak Omong
Calon presiden Joko Widodo menjawab pandangan banyak pihak bahwa dirinya tidak pandai berbicara. Pria yang akrab disapa Jokowi itu mengungkapkan, dirinya bukan tidak pandai berbicara. Dia mengaku tidak suka berbicara panjang lebar.
"Saya memang enggak suka basa-basi, banyak omong, saya mendingan kerja saja," ujarnya di rumah salah satu kelompok relawan, Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2014).
"Saya memang enggak suka basa-basi, banyak omong, saya mendingan kerja saja," ujarnya di rumah salah satu kelompok relawan, Jalan Sukabumi, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/6/2014).
Pengusaha Butuh Capres-Cawapres yang Bisa Ubah Negara Jadi Produktif
Untuk mewujudkan Indonesia yang maju, saat ini masih banyak
permasalahan yang harus diselesaikan oleh bangsa Indonesia. Perkembangan
sumberdaya manusia dan alam kita masih jauh dari maksimal.
Karena hal tersebut Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Raja Sapta Oktohari menilai semua sektor butuh peningkatan yang signifikan untuk berdiri tegak diantara negara-negara Asia Tenggara dan global.
Karena hal tersebut Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Raja Sapta Oktohari menilai semua sektor butuh peningkatan yang signifikan untuk berdiri tegak diantara negara-negara Asia Tenggara dan global.
Jokowi Latihan Debat 30 Menit
Calon
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah mempersiapkan diri dengan
latihan selama 30 menit untuk mengikuti Debat Calon Presiden malam ini.
"Fisik sudah prima. Saya tidak suka terlau banyak ngomong,
masa ngomong saja harus pakai latihan, tadi latihannya 30 menit thok,"
kata Jokowi di Media Center Jalan Sukabumi-Menteng, Jakarta Pusat,
Senin (9/6/2014).
Langganan:
Postingan (Atom)

























