Menjelang pemilu presiden, warga di kawasan Jakarta Pusat diresahkan oleh pendataan siapa calon presiden dan calon wakil presiden yang akan dipilih. Pendataan itu dilakukan oleh orang yang mengaku bintara pembina desa (babinsa).
Masalahnya, dalam pendataan itu, warga diarahkan untuk memilih pasangan yang diusung Partai Gerindra, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Kamis, 05 Juni 2014
Prabowo-Hatta 44,9 Persen, Jokowi-JK 40,1 Persen
Elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Hatta Rajasa, terus meningkat pasca-Deklarasi Damai 3 Juni 2014 lalu yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Hal itu diketahui dari hasil survei kubu Prabowo melalui Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) yang dipublikasikan, Kamis (5/6/2014).
"Berdasarkan hasil Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) yang melakukan jejak pendapat via telepon pada 1 – 4 Juni 2014, Prabowo-Hatta mendapat perolehan suara 44,9 persen," kata Direktur Eksekutif SPIN, Igor Dirgantara dalam Public Expose di Jakarta, Kamis (5/6/2014).
Hal itu diketahui dari hasil survei kubu Prabowo melalui Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) yang dipublikasikan, Kamis (5/6/2014).
"Berdasarkan hasil Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) yang melakukan jejak pendapat via telepon pada 1 – 4 Juni 2014, Prabowo-Hatta mendapat perolehan suara 44,9 persen," kata Direktur Eksekutif SPIN, Igor Dirgantara dalam Public Expose di Jakarta, Kamis (5/6/2014).
Kampung Yoka, Jokowi yang Punya
Warga Kampung Yoka, Jayapura tak bisa menyembunyikan kegembiraan atas
kunjungan calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo. Mereka menyambut
pria yang akrab disapa Jokowi dengan meriah melalui lagu dan tarian khas
Yoka.
Bahkan, dalam lagu yang mereka dendangkan, terselip nama Jokowi.
"Kampungku, kampungku yoka. Kampung yang indah. Indah letaknya di timur, Danau Sentani. Kali-kali manuai airnya jernih lagi pohon nyiur melambai-lambai. Ini bukan kau punya? Ini bukan kau punya? Ini Jokowi yang punya, Jokowi yang punya. Baru, baru kau bilang kau punya," itulah sepotong lirik lagu yang didendangkan ibu-ibu setempat, Kamis (5/6/2014).
Bahkan, dalam lagu yang mereka dendangkan, terselip nama Jokowi.
"Kampungku, kampungku yoka. Kampung yang indah. Indah letaknya di timur, Danau Sentani. Kali-kali manuai airnya jernih lagi pohon nyiur melambai-lambai. Ini bukan kau punya? Ini bukan kau punya? Ini Jokowi yang punya, Jokowi yang punya. Baru, baru kau bilang kau punya," itulah sepotong lirik lagu yang didendangkan ibu-ibu setempat, Kamis (5/6/2014).
Tak Mau Pakai Koteka, Jokowi Dipasangkan Rok Rumbai

Calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo mendapat sambutan luar biasa warga Kampung Habeabulu Yoko, jayapura, Kamis (5/6/2014). Pria kelahiran Solo ini tiba di Kampung Yoka sekitar pukul 11.00 WIT.
Turun dari Kijang Innova hitam, pria yang akrab disapa Jokowi ini langsung dipasangkan topi Cendrawasih sebagai lambang pemimpin atau raja. Sayangnya, kondisi tak memungkinkan bagi Jokowi untuk dipasangkan koteka. Sebagai gantinya, Jokowi dipasangkan rok rumbai yang terbuat dari tali plastik.
Jokowi Beli Ubi dan Mangga di Pasar Papua
Calon presiden dari poros koalisi PDI Perjuangan, Joko Widodo, menerima
topi Cenderawasih khas Papua atau Hiare saat mengunjungi Kalkote atau
Kampung Harapan yang terletak di Jalan Kalkote, Jayapura, Papua, Kamis, 5
Juni 2014. Ini merupakan kampanye pertama Jokowi, setelah pada hari
pertama kampanye, Rabu, ia hanya mendatangi acara slametan yang digelar
di Jakarta.
Saat turun dari mobil, Jokowi disambut oleh tarian penjemputan, tari tradisional khas Papua.
Saat turun dari mobil, Jokowi disambut oleh tarian penjemputan, tari tradisional khas Papua.
Jokowi Dipesan Tanam Biji Matoa di Istana
Warga adat di Kampung Yoka, Jayapura, Papua, menghadiahi calon presiden
Joko Widodo setangkai penuh buah matoa. Buah tersebut diberikan oleh
perwakilan ketua adat Yoka usai Jokowi menyampaikan sambutannya di rumah
adat Kampung Yoka, Papua.
"Sebelum Pak Jokowi beranjak dari Kampung Yoka, kami hadiahkan buah matoa untuk Pak Jokowi," ujarnya, Kamis (5/6/2014) siang.
"Bapak makan buahnya, tapi tanam bijinya di pelataran Istana Negara, nanti," sambungnya.
"Sebelum Pak Jokowi beranjak dari Kampung Yoka, kami hadiahkan buah matoa untuk Pak Jokowi," ujarnya, Kamis (5/6/2014) siang.
"Bapak makan buahnya, tapi tanam bijinya di pelataran Istana Negara, nanti," sambungnya.
Rieke Targetkan Raup Suara Buruh dan TKI untuk Jokowi-JK
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Rieke Diah Pitaloka
menargetkan mayoritas suara buruh dan tenaga kerja Indonesia (TKI) di
luar negeri, untuk pemenangan pasangan Capres-Cawapres Jokowi-JK.
"Di pemenangan nasional itu saya sebagai koordinator penggalangan buruh dalam dan luar negeri, dan kita tidak mau buruh hanya sekadar mendukung Jokowi-JK, tapi dukung juga program Jokowi-JK terutama soal perburuhan," ujar Rieke saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Kamis (5/6/2014).
"Di pemenangan nasional itu saya sebagai koordinator penggalangan buruh dalam dan luar negeri, dan kita tidak mau buruh hanya sekadar mendukung Jokowi-JK, tapi dukung juga program Jokowi-JK terutama soal perburuhan," ujar Rieke saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Kamis (5/6/2014).
Jokowi Diarak di Kampung Yoka
Kedatangan calon presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kampung Yoka,
Jayapura disambut meriah oleh warga. Saat Jokowi tiba di kampung yang
terletak di pinggir danau Sentani tersebut, capres yang mendapat nomor
urut dua itu langsung disambut puluhan ibu-ibu yang bernyanyi.
Para ibu menyanyikan lagu yang mereka buat sendiri demi menyambut
Jokowi. Sambil bernyanyi, mereka juga melambai-lambaikan dedaunan
sebagai aksesoris pelengkap bernyanyi.
Jokowi, yang mengenakan mahkota ala raja Papua, kemudian diarak dari jalan utama kampung menuju balai pertemuan adat. Sambil mengarak Jokowi, ibu-ibu dan anak-anak terus bernyanyi riang sambil berjoget bersama.
Jokowi, yang mengenakan mahkota ala raja Papua, kemudian diarak dari jalan utama kampung menuju balai pertemuan adat. Sambil mengarak Jokowi, ibu-ibu dan anak-anak terus bernyanyi riang sambil berjoget bersama.
Ini Alasan Jokowi Pilih Papua Jadi Lokasi Kampanye
Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini kampanye di Pasar Baru
Prahara, Sentani, Jayapura. Namun, Jokowi beralasan kampanyenya di bumi
cenderawasih bukan semata-mata untuk meraih dukungan di Pilpres
mendatang.
"Kenapa kita kampanye pertama kali di Jayapura karena betapa sangat pentingnya Indonesia. Ini bukan masalah suara. Ini adalah masalah perhatian. Simbol bahwa Papua sangat penting bagi Indonesia," katanya di Pasar Baru Prahara, Sentani, Jayapura, Kamis (5/6/2014).
"Kenapa kita kampanye pertama kali di Jayapura karena betapa sangat pentingnya Indonesia. Ini bukan masalah suara. Ini adalah masalah perhatian. Simbol bahwa Papua sangat penting bagi Indonesia," katanya di Pasar Baru Prahara, Sentani, Jayapura, Kamis (5/6/2014).
Sponsor Kakap Tak Lagi Sponsori HUT DKI, Jokowi Akan Bantu Urus
Sponsor kakap yang biasa memberikan bantuan untuk acara di DKI Jakarta
'kabur' menyusul Jokowi yang non aktif. Alhasil, perayaan HUT DKI pun
terancam kurang meriah. Namun, Jokowi memastikan dirinya akan mencoba
membantu soal urusan sponsor itu.
"Nanti saya urus, saya urus. Tapi itu Pak Ahok lah ya, karena saya kan non aktif. Tapi itu nanti saya urus," jelas Jokowi di sela-sela kampanye Capres di Papua, Kamis (5/6/2014).
"Saya akan bantu urus. Nanti saya akan bantu," tambah Jokowi.
"Nanti saya urus, saya urus. Tapi itu Pak Ahok lah ya, karena saya kan non aktif. Tapi itu nanti saya urus," jelas Jokowi di sela-sela kampanye Capres di Papua, Kamis (5/6/2014).
"Saya akan bantu urus. Nanti saya akan bantu," tambah Jokowi.
Di Papua, Jokowi Ungkap Asal Mula Nama Sang Istri
Kampanye awal calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo benar-benar
memiliki makna khusus. Banyak cerita menarik yang ia akhirnya ia
sampaikan sebagai alasan mengapa Papua menjadi wilayah pertama dirinya
memulai kampanye.
Di Balai Pertemuan Adat Meblobe, Kampung Hebeabulu Yoka, Jayapura, Kamis (5/6/2014), pria yang akrab disapa Jokowi ini memperkenalkan istrinya Iriana. Tak hanya itu, Jokowi juga mengungkap asal mula nama sang istri.
"Istri saya namanya Iriana, Irian. Karena kakeknya dulu adalah guru di sini. Berapa puluh tahun di sini, pulang-pulang cucunya diberi nama Iriana. Masa istri saya saja Iriana, orang Irian tidak pilih saya. Kalau ibu-ibunya tidak 100 persen pilih saya, hati-hati," kelakar mantan Wali Kota Solo yang langsung disambut tawa warga yang hadir di lokasi.
Di Balai Pertemuan Adat Meblobe, Kampung Hebeabulu Yoka, Jayapura, Kamis (5/6/2014), pria yang akrab disapa Jokowi ini memperkenalkan istrinya Iriana. Tak hanya itu, Jokowi juga mengungkap asal mula nama sang istri.
"Istri saya namanya Iriana, Irian. Karena kakeknya dulu adalah guru di sini. Berapa puluh tahun di sini, pulang-pulang cucunya diberi nama Iriana. Masa istri saya saja Iriana, orang Irian tidak pilih saya. Kalau ibu-ibunya tidak 100 persen pilih saya, hati-hati," kelakar mantan Wali Kota Solo yang langsung disambut tawa warga yang hadir di lokasi.
Jokowi: Prajurit Perbatasan Harus Diberi Insentif Khusus
Calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo mengunjungi taman makan
pahlawan (TMP) Waena, Jayapura, Kamis (5/6/2014). Pada saat berziarah
inilah pria yang akrab disapa Jokowi ini berjanji akan mensejahterakan
kehidupan prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia
seandainya ia terpilih sebagai Presiden Indonesia mendatang.
"Untuk prajurit yang ada di wilayah perbatasan Papua , Kalimantan, NTT seharusnya diberikan insentif khusus, kesejahteraan khusus, jangan bandingkan dengan kota," ujar Jokowi usai menabur bunga di sejumlah makam.
"Untuk prajurit yang ada di wilayah perbatasan Papua , Kalimantan, NTT seharusnya diberikan insentif khusus, kesejahteraan khusus, jangan bandingkan dengan kota," ujar Jokowi usai menabur bunga di sejumlah makam.
Jokowi ingin Kembangkan Ekonomi Rakyat Papua
Mengunjungi Pasar Sentani di Jayapura membuat calon presiden nomor
urut 2 Joko Widodo semakin bertekad memajukan ekonomi rakyatan wilayah
ini. Pasar harus dijadikan pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Ekonomi rakyat akan berkembang kalau pasar menyediakan semua kebutuhan mulai dari sayuran, ikan, bahan pokok rumah tangga dan lain-lain. "Semua dijual di sini (pasar). Harus diberi tempat paling baik, jangan kalah (sama) mall," ujar Gubernur DKI Jakarta non-aktif itu di Pasar Sentani, Jayapura, Kamis (5/6/2014).
Apa yang akan dilakukan Jokowi di masa depan, menurutnya sudah tercermin melalui tindakannya saat ini.
Ekonomi rakyat akan berkembang kalau pasar menyediakan semua kebutuhan mulai dari sayuran, ikan, bahan pokok rumah tangga dan lain-lain. "Semua dijual di sini (pasar). Harus diberi tempat paling baik, jangan kalah (sama) mall," ujar Gubernur DKI Jakarta non-aktif itu di Pasar Sentani, Jayapura, Kamis (5/6/2014).
Apa yang akan dilakukan Jokowi di masa depan, menurutnya sudah tercermin melalui tindakannya saat ini.
Jokowi: Papua Harus jadi Prioritas
Kunjungan calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo ke
Papua memiliki tujuan besar. Melalui kampanye awal, pria yang akrab
disapa Jokowi ini ingin menunjukkan betapa pentingnya Papua bagi
Indonesia.
Jokowi Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan
Calon presiden dari poros koalisi PDI Perjuangan, Joko Widodo, hari ini,
Kamis, 5 Juni 2014, mengadakan prosesi tabur bunga di Taman Makam
Pahlawan Waena, Jayapura. Jokowi tiba sekitar 08:30 Waktu Indonesia
Timur, disambut oleh ratusan relawan yang sudah menunggu di TMP Waena.
Warga Jayapura : Jokowi-JK Harga Mati
Blusukan bagi seorang Joko Widodo menjadi ujung tombak dalam kampanye
terbuka pilpres 2014. Bisa dipastikan, capres lima partai ini selalu
menyematkan kunjungan ke pasar tradisional dalam jadwal kampanyenya.
Pagi ini Jokowi beraksi ke Pasar Sentani, Jayapura. Tepat pukul 8.40 WIT, tanpa didampingi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Jokowi disambut heboh oleh warga Papua. Wajah mereka tampak berbinar saat melihat capres nomor urut 2 tersebut.
Kepada Metrotvnews.com, mereka memastikan Jokowi akan menjadi presiden periode 2014-2019.
Pagi ini Jokowi beraksi ke Pasar Sentani, Jayapura. Tepat pukul 8.40 WIT, tanpa didampingi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Jokowi disambut heboh oleh warga Papua. Wajah mereka tampak berbinar saat melihat capres nomor urut 2 tersebut.
Kepada Metrotvnews.com, mereka memastikan Jokowi akan menjadi presiden periode 2014-2019.
Jokowi Dikalungi Noken oleh Mama Penjual Sayuran
Calon presiden yang diusung oleh poros PDI Perjuangan Joko Widodo pagi
ini, Kamis (5/6/2014) mengunjungi Pasar Baru, Jayapura sebagai langkah
awal kampanyenya di Papua.
Pantauan Tribunnews.com, pria yang akrab disapa Jokowi ini tiba di Pasar Baru Prahara, Sentani, Jayapura pada pukul 08.45 WIT. Jokowi yang mengenakan kemeja kotak-kotak ini langsung disambut warga yang sudah menunggu sejak pagi.
Pantauan Tribunnews.com, pria yang akrab disapa Jokowi ini tiba di Pasar Baru Prahara, Sentani, Jayapura pada pukul 08.45 WIT. Jokowi yang mengenakan kemeja kotak-kotak ini langsung disambut warga yang sudah menunggu sejak pagi.
Kunjungi Pasar Prahara, Jokowi disambut Tari Koteka
Dalam kampanye terbuka di Papua, calon presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menyempatkan blusukan ke Pasar Baru Prahara, Sentani, Jayapura. Pada kesempatan ini, Jokowi bersama rombongan disambut tarian koteka oleh empat pria asal Wamena.
Pantauan merdeka.com, Kamis (5/6/2014), rombongan penari membawa baju lengkap dengan anak panahnya. Wajah mereka merah oleh pewarna, menggunakan celana pendek dan telanjang dada.
Empat penari koteka, yakni Igong, Lucky, Cuki dan Miko sengaja diundang untuk menyambut kehadiran Jokowi di Jayapura. Tarian Koteka ini mengawal rombongan mobil dari pintu masuk pasar menuju area parkir.
Pantauan merdeka.com, Kamis (5/6/2014), rombongan penari membawa baju lengkap dengan anak panahnya. Wajah mereka merah oleh pewarna, menggunakan celana pendek dan telanjang dada.
Empat penari koteka, yakni Igong, Lucky, Cuki dan Miko sengaja diundang untuk menyambut kehadiran Jokowi di Jayapura. Tarian Koteka ini mengawal rombongan mobil dari pintu masuk pasar menuju area parkir.
Jokowi Janjikan "Kartu Indonesia Pintar" untuk Papua
Kampanye Hitam terhadap Jokowi Membodohi
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Syamsudin
Haris, mengkritik maraknya penggunaan sentimen suku, agama, ras, dan
antargolongan (SARA) untuk kampanye hitam guna menjatuhkan lawan
politik. Menurut dia, tindakan itu hanya membuat bangsa ini jalan di
tempat.
“Sangat disayangkan bahwa kompetisi pilpres bukannya mengadu gagasan tapi mengadu asal usul,” katanya kepada Tempo pada Kamis (5/6/2014).
“Sangat disayangkan bahwa kompetisi pilpres bukannya mengadu gagasan tapi mengadu asal usul,” katanya kepada Tempo pada Kamis (5/6/2014).
Tiba di Tanah Papua
Calon Presiden Joko Widodo akan mengawali kampanye terbuka di Jayapura, Papua, Kamis (5/6/2014). Jokowi pun sudah tiba di Bandara Sentani sekitar pukul 07.40 WIT, dengan menumpangi pesawat komersil.
Rabu, 04 Juni 2014
Kesaksian Atasan: Prabowo Sering Marah Tanpa Alasan
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Luhut Pandjaitan kembali membeber alasannya bersedia membantu Joko Widodo alias Jokowi maju sebagai calon presiden. Luhut mengatakan, Jokowi memiliki berbagai keunggulan dibanding Prabowo Subianto.
Luhut mengatakan, Jokowi punya keunggulan soal ketegasan dan cara memimpin.
Luhut mengatakan, Jokowi punya keunggulan soal ketegasan dan cara memimpin.
Menteri ESDM tak Becus Urus Listrik, Jokowi: Maaf Saya Ganti
Calon presiden dari PDIP Joko Widodo akan bersikap tegas terhadap para menterinya jika ia terpilih menjadi Presiden RI. Salah satu cara yang akan dilakukan, jika Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak bisa memenuhi kebutuhan listrik, maka akan segera dicopot.
"Menteri nggak sampai target, maaf saya ganti," ujar Jokowi di Ritz Carlton Pacific Place, Rabu malam (4/6/2014).
"Menteri nggak sampai target, maaf saya ganti," ujar Jokowi di Ritz Carlton Pacific Place, Rabu malam (4/6/2014).
Jokowi: Pak Harto Layak Jadi Pahlawan Tunggu Setelah Saya Jadi Presiden
Calon Presiden nomor urut dua, Joko Widodo atau akrab dipanggil
Jokowi, belum ada rencana untuk menobatkan Presiden RI kedua, Soeharto,
menjadi pahlawan.
Jokowi menegaskan ia akan menjawab keputusan Soeharto layak menjadi pahlawan atau setelah ia terpilih menjadi Presiden RI ke 7.
"Mengenai Pak Harto saya jawab setelah jadi Presiden saja," ujar Jokowi di Ritz Calrton Pacific Place, Rabu malam (4/6/2014).
Jokowi menegaskan ia akan menjawab keputusan Soeharto layak menjadi pahlawan atau setelah ia terpilih menjadi Presiden RI ke 7.
"Mengenai Pak Harto saya jawab setelah jadi Presiden saja," ujar Jokowi di Ritz Calrton Pacific Place, Rabu malam (4/6/2014).
Ganjar: Kelemahan Jokowi Adalah Kekuatan
Dari semua Individu yang menjadi calon presiden (Capres) dan calon
wakil presiden (Cawapres), masing-masing mempunyai karakter berbeda.
Termasuk karakter yang dimiliki oleh bakal Capres yang diusung oleh empat partai, Joko Widodo (Jokowi).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan karakter Jokowi yang berbeda dengan Probowo tidak perlu diresahkan, justru itu dapat dijadikan kunci kemenangan.
Termasuk karakter yang dimiliki oleh bakal Capres yang diusung oleh empat partai, Joko Widodo (Jokowi).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan karakter Jokowi yang berbeda dengan Probowo tidak perlu diresahkan, justru itu dapat dijadikan kunci kemenangan.
Jokowi: Saya kan Bukan Jenderal
Calon Presiden nomor urut dua akan memesan pesawat Drones (pesawat tanpa
awak) untuk mengamankan negara. Namun secara teknis Jokowi tak perlu
menjelaskan lebih detail, karena ia mengaku bukan Jenderal atau panglima
besar.
Jokowi: Utang Kita Gede Banget, Jangan Jadikan Negara Konsumsi
Calon presiden Joko Widodo mengatakan, utang Indonesia saat ini sangat
besar. Untuk mencegah defisit anggaran karena utang itu, Jokowi
menginginkan Indonesia tak hanya menjadi negara konsumtif, tetapi juga
harus menjadi negara yang produktif.
"Jangan jadikan Indonesia menjadi negara konsumen, jadikan negara ini negara produsen. Jadikan desa tempat produksi," ujar Jokowi dalam konferensi pers setelah acara pemaparan platform ekonomi Jokowi-JK di Jakarta, Rabu (4/6/2014).
"Jangan jadikan Indonesia menjadi negara konsumen, jadikan negara ini negara produsen. Jadikan desa tempat produksi," ujar Jokowi dalam konferensi pers setelah acara pemaparan platform ekonomi Jokowi-JK di Jakarta, Rabu (4/6/2014).
Langganan:
Postingan (Atom)




















