Kamis, 05 Juni 2014

"Babinsa" Datangi Rumah ke Rumah Arahkan Pilih Prabowo-Hatta

Menjelang pemilu presiden, warga di kawasan Jakarta Pusat diresahkan oleh pendataan siapa calon presiden dan calon wakil presiden yang akan dipilih. Pendataan itu dilakukan oleh orang yang mengaku bintara pembina desa (babinsa).
Masalahnya, dalam pendataan itu, warga diarahkan untuk memilih pasangan yang diusung Partai Gerindra, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Prabowo-Hatta 44,9 Persen, Jokowi-JK 40,1 Persen

Elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Hatta Rajasa, terus meningkat pasca-Deklarasi Damai 3 Juni 2014 lalu yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Hal itu diketahui dari hasil survei kubu Prabowo melalui Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) yang dipublikasikan, Kamis (5/6/2014).
"Berdasarkan hasil Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) yang melakukan jejak pendapat via telepon pada 1 – 4  Juni 2014,  Prabowo-Hatta mendapat perolehan suara 44,9 persen,"  kata Direktur Eksekutif SPIN, Igor Dirgantara dalam Public Expose di Jakarta, Kamis (5/6/2014).

Kampung Yoka, Jokowi yang Punya

Warga Kampung Yoka, Jayapura tak bisa menyembunyikan kegembiraan atas kunjungan calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo. Mereka menyambut pria yang akrab disapa Jokowi dengan meriah melalui lagu dan tarian khas Yoka.
Bahkan, dalam lagu yang mereka dendangkan, terselip nama Jokowi.
"Kampungku, kampungku yoka. Kampung yang indah. Indah letaknya di timur, Danau Sentani. Kali-kali manuai airnya jernih lagi pohon nyiur melambai-lambai. Ini bukan kau punya? Ini bukan kau punya? Ini Jokowi yang punya, Jokowi yang punya. Baru, baru kau bilang kau punya," itulah sepotong lirik lagu yang didendangkan ibu-ibu setempat, Kamis (5/6/2014).

Tak Mau Pakai Koteka, Jokowi Dipasangkan Rok Rumbai


Calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo mendapat sambutan luar biasa warga Kampung Habeabulu Yoko, jayapura, Kamis (5/6/2014). Pria kelahiran Solo ini tiba di Kampung Yoka sekitar pukul 11.00 WIT.
Turun dari Kijang Innova hitam, pria yang akrab disapa Jokowi ini langsung dipasangkan topi Cendrawasih sebagai lambang pemimpin atau raja. Sayangnya, kondisi tak memungkinkan bagi Jokowi untuk dipasangkan koteka. Sebagai gantinya, Jokowi dipasangkan rok rumbai yang terbuat dari tali plastik.

Jokowi Beli Ubi dan Mangga di Pasar Papua

Calon presiden dari poros koalisi PDI Perjuangan, Joko Widodo, menerima topi Cenderawasih khas Papua atau Hiare saat mengunjungi Kalkote atau Kampung Harapan yang terletak di Jalan Kalkote, Jayapura, Papua, Kamis, 5 Juni 2014. Ini merupakan kampanye pertama Jokowi, setelah pada hari pertama kampanye, Rabu, ia hanya mendatangi acara slametan yang digelar di Jakarta.
Saat turun dari mobil, Jokowi disambut oleh tarian penjemputan, tari tradisional khas Papua.

Jokowi Dipesan Tanam Biji Matoa di Istana

Warga adat di Kampung Yoka, Jayapura, Papua, menghadiahi calon presiden Joko Widodo setangkai penuh buah matoa. Buah tersebut diberikan oleh perwakilan ketua adat Yoka usai Jokowi menyampaikan sambutannya di rumah adat Kampung Yoka, Papua.
"Sebelum Pak Jokowi beranjak dari Kampung Yoka, kami hadiahkan buah matoa untuk Pak Jokowi," ujarnya, Kamis (5/6/2014) siang.
"Bapak makan buahnya, tapi tanam bijinya di pelataran Istana Negara, nanti," sambungnya.

Rieke Targetkan Raup Suara Buruh dan TKI untuk Jokowi-JK

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Rieke Diah Pitaloka menargetkan mayoritas suara buruh dan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri, untuk pemenangan pasangan Capres-Cawapres Jokowi-JK.
"Di pemenangan nasional itu saya sebagai koordinator penggalangan buruh dalam dan luar negeri, dan kita tidak mau buruh hanya sekadar mendukung Jokowi-JK, tapi dukung juga program Jokowi-JK terutama soal perburuhan," ujar Rieke saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Kamis (5/6/2014).

Jokowi Diarak di Kampung Yoka

Kedatangan calon presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kampung Yoka, Jayapura disambut meriah oleh warga. Saat Jokowi tiba di kampung yang terletak di pinggir danau Sentani tersebut, capres yang mendapat nomor urut dua itu langsung disambut puluhan ibu-ibu yang bernyanyi. Para ibu menyanyikan lagu yang mereka buat sendiri demi menyambut Jokowi. Sambil bernyanyi, mereka juga melambai-lambaikan dedaunan sebagai aksesoris pelengkap bernyanyi.
Jokowi, yang mengenakan mahkota ala raja Papua, kemudian diarak dari jalan utama kampung menuju balai pertemuan adat. Sambil mengarak Jokowi, ibu-ibu dan anak-anak terus bernyanyi riang sambil berjoget bersama.

Ini Alasan Jokowi Pilih Papua Jadi Lokasi Kampanye

Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini kampanye di Pasar Baru Prahara, Sentani, Jayapura. Namun, Jokowi beralasan kampanyenya di bumi cenderawasih bukan semata-mata untuk meraih dukungan di Pilpres mendatang.
"Kenapa kita kampanye pertama kali di Jayapura karena betapa sangat pentingnya Indonesia. Ini bukan masalah suara. Ini adalah masalah perhatian. Simbol bahwa Papua sangat penting bagi Indonesia," katanya di Pasar Baru Prahara, Sentani, Jayapura, Kamis (5/6/2014).

Sponsor Kakap Tak Lagi Sponsori HUT DKI, Jokowi Akan Bantu Urus

Sponsor kakap yang biasa memberikan bantuan untuk acara di DKI Jakarta 'kabur' menyusul Jokowi yang non aktif. Alhasil, perayaan HUT DKI pun terancam kurang meriah. Namun, Jokowi memastikan dirinya akan mencoba membantu soal urusan sponsor itu.
"Nanti saya urus, saya urus. Tapi itu Pak Ahok lah ya, karena saya kan non aktif. Tapi itu nanti saya urus," jelas Jokowi di sela-sela kampanye Capres di Papua, Kamis (5/6/2014).
"Saya akan bantu urus. Nanti saya akan bantu," tambah Jokowi.

Di Papua, Jokowi Ungkap Asal Mula Nama Sang Istri

Kampanye awal calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo benar-benar memiliki makna khusus. Banyak cerita menarik yang ia akhirnya ia sampaikan sebagai alasan mengapa Papua menjadi wilayah pertama dirinya memulai kampanye.
Di Balai Pertemuan Adat Meblobe, Kampung Hebeabulu Yoka, Jayapura, Kamis (5/6/2014), pria yang akrab disapa Jokowi ini memperkenalkan istrinya Iriana. Tak hanya itu, Jokowi juga mengungkap asal mula nama sang istri.
"Istri saya namanya Iriana, Irian. Karena kakeknya dulu adalah guru di sini. Berapa puluh tahun di sini, pulang-pulang cucunya diberi nama Iriana. Masa istri saya saja Iriana, orang Irian tidak pilih saya. Kalau ibu-ibunya tidak 100 persen pilih saya, hati-hati," kelakar mantan Wali Kota Solo yang langsung disambut tawa warga yang hadir di lokasi.

Jokowi: Prajurit Perbatasan Harus Diberi Insentif Khusus

Calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo mengunjungi taman makan pahlawan (TMP) Waena, Jayapura, Kamis (5/6/2014). Pada saat berziarah inilah pria yang akrab disapa Jokowi ini berjanji akan mensejahterakan kehidupan prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia seandainya ia terpilih sebagai Presiden Indonesia mendatang.
"Untuk prajurit yang ada di wilayah perbatasan Papua , Kalimantan, NTT seharusnya diberikan insentif khusus, kesejahteraan khusus, jangan bandingkan dengan kota," ujar Jokowi usai menabur bunga di sejumlah makam.

Jokowi ingin Kembangkan Ekonomi Rakyat Papua

Mengunjungi Pasar Sentani di Jayapura membuat calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo semakin bertekad memajukan ekonomi rakyatan wilayah ini. Pasar harus dijadikan pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Ekonomi rakyat akan berkembang kalau pasar menyediakan semua kebutuhan mulai dari sayuran, ikan, bahan pokok rumah tangga dan lain-lain. "Semua dijual di sini (pasar). Harus diberi tempat paling baik, jangan kalah (sama) mall," ujar Gubernur DKI Jakarta non-aktif itu di Pasar Sentani, Jayapura, Kamis (5/6/2014).
Apa yang akan dilakukan Jokowi di masa depan, menurutnya sudah tercermin melalui tindakannya saat ini.

Jokowi: Papua Harus jadi Prioritas

Kunjungan calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo ke Papua memiliki tujuan besar. Melalui kampanye awal, pria yang akrab disapa Jokowi ini ingin menunjukkan betapa pentingnya Papua bagi Indonesia.

Jokowi Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan

Calon presiden dari poros koalisi PDI Perjuangan, Joko Widodo, hari ini, Kamis, 5 Juni 2014, mengadakan prosesi tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Waena, Jayapura. Jokowi tiba sekitar 08:30 Waktu Indonesia Timur, disambut oleh ratusan relawan yang sudah menunggu di TMP Waena.

Warga Jayapura : Jokowi-JK Harga Mati

Blusukan bagi seorang Joko Widodo menjadi ujung tombak dalam kampanye terbuka pilpres 2014. Bisa dipastikan, capres lima partai ini selalu menyematkan kunjungan ke pasar tradisional dalam jadwal kampanyenya.
Pagi ini Jokowi beraksi ke Pasar Sentani, Jayapura. Tepat pukul 8.40 WIT, tanpa didampingi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Jokowi disambut heboh oleh warga Papua. Wajah mereka tampak berbinar saat melihat capres nomor urut 2 tersebut.
Kepada Metrotvnews.com, mereka memastikan Jokowi akan menjadi presiden periode 2014-2019.

Jokowi Dikalungi Noken oleh Mama Penjual Sayuran

Calon presiden yang diusung oleh poros PDI Perjuangan Joko Widodo pagi ini, Kamis (5/6/2014) mengunjungi Pasar Baru, Jayapura sebagai langkah awal kampanyenya di Papua.
Pantauan Tribunnews.com, pria yang akrab disapa Jokowi ini tiba di Pasar Baru Prahara, Sentani, Jayapura pada pukul 08.45 WIT. Jokowi yang mengenakan kemeja kotak-kotak ini langsung disambut warga yang sudah menunggu sejak pagi.

Kunjungi Pasar Prahara, Jokowi disambut Tari Koteka

Dalam kampanye terbuka di Papua, calon presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menyempatkan blusukan ke Pasar Baru Prahara, Sentani, Jayapura. Pada kesempatan ini, Jokowi bersama rombongan disambut tarian koteka oleh empat pria asal Wamena.
Pantauan merdeka.com, Kamis (5/6/2014), rombongan penari membawa baju lengkap dengan anak panahnya. Wajah mereka merah oleh pewarna, menggunakan celana pendek dan telanjang dada.
Empat penari koteka, yakni Igong, Lucky, Cuki dan Miko sengaja diundang untuk menyambut kehadiran Jokowi di Jayapura. Tarian Koteka ini mengawal rombongan mobil dari pintu masuk pasar menuju area parkir.

Jokowi Janjikan "Kartu Indonesia Pintar" untuk Papua

Calon presiden dari poros koalisi PDI Perjuangan, Joko Widodo (Jokowi), mengatakan ketimpangan pembangunan yang paling besar terjadi di Papua.

Kampanye Hitam terhadap Jokowi Membodohi

Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Syamsudin Haris, mengkritik maraknya penggunaan sentimen suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) untuk kampanye hitam guna menjatuhkan lawan politik. Menurut dia, tindakan itu hanya membuat bangsa ini jalan di tempat.
“Sangat disayangkan bahwa kompetisi pilpres bukannya mengadu gagasan tapi mengadu asal usul,” katanya kepada Tempo pada Kamis (5/6/2014).

Tiba di Tanah Papua


Calon Presiden Joko Widodo akan mengawali kampanye terbuka di Jayapura, Papua, Kamis (5/6/2014). Jokowi pun sudah tiba di Bandara Sentani sekitar pukul 07.40 WIT, dengan menumpangi pesawat komersil.

Rabu, 04 Juni 2014

Kesaksian Atasan: Prabowo Sering Marah Tanpa Alasan

Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Luhut Pandjaitan kembali membeber alasannya bersedia membantu Joko Widodo alias Jokowi maju sebagai calon presiden. Luhut mengatakan, Jokowi memiliki berbagai keunggulan dibanding Prabowo Subianto.
Luhut mengatakan, Jokowi punya keunggulan soal ketegasan dan cara memimpin.

Menteri ESDM tak Becus Urus Listrik, Jokowi: Maaf Saya Ganti

Calon presiden dari PDIP Joko Widodo akan bersikap tegas terhadap para menterinya jika ia terpilih menjadi Presiden RI. Salah satu cara yang akan dilakukan, jika Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tidak bisa memenuhi kebutuhan listrik, maka akan segera dicopot.
"Menteri nggak sampai target, maaf saya ganti," ujar Jokowi di Ritz Carlton Pacific Place, Rabu malam (4/6/2014).

Jokowi: Pak Harto Layak Jadi Pahlawan Tunggu Setelah Saya Jadi Presiden

Calon Presiden nomor urut dua, Joko Widodo atau akrab dipanggil Jokowi, belum ada rencana untuk menobatkan Presiden RI kedua, Soeharto, menjadi pahlawan.
Jokowi menegaskan ia akan menjawab keputusan Soeharto layak menjadi pahlawan atau setelah ia terpilih menjadi Presiden RI ke 7.
"Mengenai Pak Harto saya jawab setelah jadi Presiden saja," ujar Jokowi di Ritz Calrton Pacific Place, Rabu malam (4/6/2014).

Ganjar: Kelemahan Jokowi Adalah Kekuatan

Dari semua Individu yang menjadi  calon presiden (Capres) dan calon wakil presiden (Cawapres), masing-masing mempunyai karakter berbeda.
Termasuk karakter yang dimiliki oleh bakal Capres yang diusung oleh empat partai,  Joko Widodo (Jokowi).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan karakter Jokowi yang berbeda dengan Probowo tidak perlu diresahkan, justru itu dapat dijadikan kunci kemenangan.

Jokowi: Saya kan Bukan Jenderal

Calon Presiden nomor urut dua akan memesan pesawat Drones (pesawat tanpa awak) untuk mengamankan negara. Namun secara teknis Jokowi tak perlu menjelaskan lebih detail, karena ia mengaku bukan Jenderal atau panglima besar.

Jokowi: Utang Kita Gede Banget, Jangan Jadikan Negara Konsumsi

Calon presiden Joko Widodo mengatakan, utang Indonesia saat ini sangat besar. Untuk mencegah defisit anggaran karena utang itu, Jokowi menginginkan Indonesia tak hanya menjadi negara konsumtif, tetapi juga harus menjadi negara yang produktif.
"Jangan jadikan Indonesia menjadi negara konsumen, jadikan negara ini negara produsen. Jadikan desa tempat produksi," ujar Jokowi dalam konferensi pers setelah acara pemaparan platform ekonomi Jokowi-JK di Jakarta, Rabu (4/6/2014).