Calon wakil presiden (cawapres) RI Jusuf Kalla (JK) tak menolak bila
pasangannya calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) tipikal orang
yang tak pintar bicara dan beretorika.
Karakter mantan Wali Kota Solo itu sebagai tipe pekerja.
Hal itu ditegaskan Jusuf Kalla (JK) di hadapan ratusan kyai dan ulama
dalam acara 'Silaturahmi Ulama Pesantren bersama pasangan Joko
Widodo-Jusuf Kalla', di Jakarta, Rabu (4/6/2015).
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Rabu, 04 Juni 2014
Jokowi Diyakini Mampu Bawa Perubahan Ketimbang Prabowo
Survei nasional Populi Center melakukan survei tentang keyakinan
masyarakat tentang para capres dan cawapres yang mampu membawa perubahan
bagi bangsa Indonesia. Hasilnya, Jokowi-JK lebih dipercaya responden
membawa perubahan ketimbang pasangan Prabowo-Hatta.
Chairman Populi Center Nico Harjanto mengatakan pihaknya mengajukan kepada responden tentang keyakinan para capres dan cawapres mampu membawa perubahan. Pilihan yang diberikan, yakin, kurang yakin, tidak yakin dan tidak mau menjawab.
Chairman Populi Center Nico Harjanto mengatakan pihaknya mengajukan kepada responden tentang keyakinan para capres dan cawapres mampu membawa perubahan. Pilihan yang diberikan, yakin, kurang yakin, tidak yakin dan tidak mau menjawab.
Hasyim Muzadi Tantang PB NU untuk Bergerak Menangkan Jokowi-JK
Mantan Ketua Umum PB Nahdatul Ulama (PB NU), Hasyim Muzadi, menantang
para kyai dan ulama NU untuk mendukung pasangan Jokowi-JK secara riil
dengan bergerak secara langsung ke masyarakat.
"Saya akan memilih Jokowi-JK, bapak-bapak bebas menentukan. Tapi kalau mendukung, jangan tepuk tangan saja, tapi bergerak," kata Hasyim di acara 'Silaturahmi Ulama Pesantren bersama pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla', di Jakarta, Rabu (4/6/2014).
"Saya akan memilih Jokowi-JK, bapak-bapak bebas menentukan. Tapi kalau mendukung, jangan tepuk tangan saja, tapi bergerak," kata Hasyim di acara 'Silaturahmi Ulama Pesantren bersama pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla', di Jakarta, Rabu (4/6/2014).
Jokowi Tak Mau Takabur Perolehan Suara di Pilpres Mendatang
Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) tak mau takabur terkait perolehan
jumlah suara dalam pilpres 9 Juli mendatang. Baginya yang paling
penting adalah bagaimana bisa menjangkau seluruh wilayah Nusantara.
"Simbol Indonesia jangan hanya mencari suara. Kalau cuma mencari suara di Jakarta dan Jabar sudah gede bangat itu," ujar Jokowi usai rapat internal fungsionaris PDIP dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri di markas PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2014).
"Simbol Indonesia jangan hanya mencari suara. Kalau cuma mencari suara di Jakarta dan Jabar sudah gede bangat itu," ujar Jokowi usai rapat internal fungsionaris PDIP dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri di markas PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2014).
Jokowi Sebut Amunisinya Stiker dan Kaos
Calon presiden dari poros PDI Perjuangan Joko Widodo mengungkapkan amunisi yang akan diberikan kepada seluruh partai pendukung dan relawan untuk memenangkan Pilpres yaitu spanduk dan stiker.
"Amunisi sudah diberikan. Amunisi itu spanduk, stiker dan kaos. Jangan pikir amunisi itu macam-macam," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi usai menghadiri rapat internal partai di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2014).
"Amunisi sudah diberikan. Amunisi itu spanduk, stiker dan kaos. Jangan pikir amunisi itu macam-macam," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi usai menghadiri rapat internal partai di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2014).
Jokowi Instruksikan Timnya Berkampanye Secara Damai
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengumpulkan kadernya yang menjadi kepala daerah di kantor pusat mereka di kawasan Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (4/6/2014). Sekitar 90 kepala daerah dari partai berlambang kepala banteng hadir dalam rapat internal ini.
Usai pertemuan itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan mereka berkumpul untuk berkonsolidisasi secara internal untuk bersama-sama bergerak dalam satu gerakan memenangkan calon presiden Joko Widodo.
Usai pertemuan itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan mereka berkumpul untuk berkonsolidisasi secara internal untuk bersama-sama bergerak dalam satu gerakan memenangkan calon presiden Joko Widodo.
Jokowi Jadi Cover 'Komik Tintin'
Sejumlah cover komik ala Tintin dengan tokoh utama Joko Widodo beredar
di media sosial. Latar belakang cover komik ini sangat mirip dengan
sejumlah edisi serial Tintin. Hanya saja sang tokoh dan judul ceritanya
diganti.
Salah satu cover komik itu berjudul "Kisah Blusukan: Jokowi di Makassar". Pada bagian atas terdapat strip merah-putih bertuliskan "JOKOWIMANIA".
Salah satu cover komik itu berjudul "Kisah Blusukan: Jokowi di Makassar". Pada bagian atas terdapat strip merah-putih bertuliskan "JOKOWIMANIA".
Risma Siap Grak Jadi Jurkam Jokowi
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan kesiapan dirinya bila
ditunjuk sebagai juru kampanye bagi capres-cawapres usungan PDIP,
Jokowi-JK.
Kesediaan Risma yang dikenal dengan kepemimpinannya yang tegas di Surabaya ia ucapkan kala menghadiri prosesi potong tumpeng untuk menandai hari pertama kampanye Pilpres 2014 di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2014). "Kalau ditunjuk, saya jalan," ujarnya.
Kesediaan Risma yang dikenal dengan kepemimpinannya yang tegas di Surabaya ia ucapkan kala menghadiri prosesi potong tumpeng untuk menandai hari pertama kampanye Pilpres 2014 di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (4/6/2014). "Kalau ditunjuk, saya jalan," ujarnya.
Jokowi Pemimpin Lugu, Bukan Orator
Pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk
menilai, memperdebatkan pidato singkat dalam deklarasi damai pasangan
capres-cawapres, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko Widodo-Jusuf
Kalla sudah berlebihan dan menghabiskan energi.
"Terlalu genit membahas pidato berjam-jam. Kalau soal kepintaran berpidato yang sekarang juga jago, tetapi minim aplikasi," kata Hamdi Muluk, di Jakarta, Rabu (4/6/2014).
"Terlalu genit membahas pidato berjam-jam. Kalau soal kepintaran berpidato yang sekarang juga jago, tetapi minim aplikasi," kata Hamdi Muluk, di Jakarta, Rabu (4/6/2014).
Bawaslu: Jokowi Dipastikan Curi Start Kampanye
Ketua Badan Pengawas
Pemilu (Bawaslu), Muhammad, menyatakan calon presiden Joko Widodo
memenuhi dua unsur pelanggaran curi start kampanye.
Dalam Undang-Undang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, kata Muhammad, ada tiga unsur curi start kampanye yakni ada orang yang mengkampanyekan, ada penyampaian visi misi program, dan ada ajakan.
Dalam Undang-Undang Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden, kata Muhammad, ada tiga unsur curi start kampanye yakni ada orang yang mengkampanyekan, ada penyampaian visi misi program, dan ada ajakan.
Yakin Menang, Walikota Solo: Jokowi Tak Perlu Kampanye di Solo
Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo
siap memenangkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla di wilayahnya. Rudi
mengaku setiap hari melakukan konsolidasi pemenangan dengan para
relawan.
"Engga perlu (Jokowi) ke Solo. Wong Solo pilih Jokowi," kata Rudi di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (4/6/2014).
"Engga perlu (Jokowi) ke Solo. Wong Solo pilih Jokowi," kata Rudi di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (4/6/2014).
Ahok: Keluarga Prabowo Justru Yang Kristen
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
(Ahok) bertemu dengan tim pemenangan Prabowo-Hatta DKI Jakarta yaitu
Abraham Lunggana (PPP), Triwisaksana (PKS) dan Muhammad Taufik
(Gerindra). Dalam pertemuan tersebut, Ahok memberikan nasihat kepada tim
tersebut untuk tidak melakukan kampanye hitam.
"Mereka kan menganggap saya penasihat tim sukses. Jadi harus ada masukan nasihat dong," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (4/6/2014).
"Mereka kan menganggap saya penasihat tim sukses. Jadi harus ada masukan nasihat dong," ujar Ahok di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (4/6/2014).
Bupati Sumenep Pastikan 100% Suara untuk Jokowi JK
Sejumlah partai koalisi bersama partai pengusung
Joko Widodo-Jusuf Kalla di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur mendeklarasikan
dukungan berikut keyakinan meraup 100 persen suara pada Pemilu Presiden
2014 di wilayah itu. Strategi gerakan pemenangan pun sudah disusun.
Timses Jokowi-JK di Sumumenep akan memaksimalkan gerakan baik secara
struktural maupun kultural hingga ke tingkat bawah.
Jokowi Janji Perbaikan Masif Pabrik Gula Nasional
Calon Presiden Joko Widodo berjanji akan fokus untuk memperbaiki masalah
pergulaan di Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan melakukan
perbaikan masif sejumlah pabrik gula milik negara untuk menggenjot
produktivitas gula nasional.
"Ini merupakan angin segar bagi masalah pergulaan nasional," kata Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia, Soemitro Samadikoen, mengulang kisah pertemuannya dengan Jokowi April lalu kepada Tempo, Rabu (4/6/2014).
"Ini merupakan angin segar bagi masalah pergulaan nasional," kata Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia, Soemitro Samadikoen, mengulang kisah pertemuannya dengan Jokowi April lalu kepada Tempo, Rabu (4/6/2014).
Kasus Jokowi vs Kiai NU Harus Jadi Pelajaran Kubu Jokowi Agar Tak Mudah Klaim Dapat Dukungan
Calon presiden yang diusung PDIP, Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI, Joko Widodo disebut-sebut hanya mengklaim didukung Nadhlatul Ulama.
"Nyatanya, kiai-kiai besar NU belum tentu mendukungnya," kata pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Djaka Badranaya, saat dihubungi wartawan, Rabu (4/6/2014).
Menurutnya, hal ini dilakukan kubu Jokowi untuk mendapatkan dukungan.
"Nyatanya, kiai-kiai besar NU belum tentu mendukungnya," kata pengamat politik Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Djaka Badranaya, saat dihubungi wartawan, Rabu (4/6/2014).
Menurutnya, hal ini dilakukan kubu Jokowi untuk mendapatkan dukungan.
Jokowi Hanya Menang Tipis Saja
Lembaga riset Populi Center menemukan bahwa elektabilitas calon presiden
Joko Widodo-Jusuf Kalla lebih unggul ketimbang pasangan Prabowo-Hatta
Rajasa. Angka keterpilihan Jokowi tercatat sebesar 47,5 persen,
sedangkan Prabowo sebesar 36,9 persen.
"Sehingga selisihnya amat tipis," kata Ketua Populi Center Nico Harjanto di Kebayoran Baru, Rabu, 4 Juni 2014. Maka, kata dia, peluang kedua kandidat relatif seimbang lantaran masih banyak orang yang belum menentukan pilihan sekitar 15,6 persen. Padahal, selisih keduanya 10,6 persen. "Pilpres akan begitu kompetitif," dia memprediksikan.
"Sehingga selisihnya amat tipis," kata Ketua Populi Center Nico Harjanto di Kebayoran Baru, Rabu, 4 Juni 2014. Maka, kata dia, peluang kedua kandidat relatif seimbang lantaran masih banyak orang yang belum menentukan pilihan sekitar 15,6 persen. Padahal, selisih keduanya 10,6 persen. "Pilpres akan begitu kompetitif," dia memprediksikan.
KontraS: Masa Lalu Prabowo Hitam Pekat
Sosok Jokowi-JK relatif bebas dari beban kasus pelanggaran HAM di masa
lalu. Maka kepada pasangan capres-cawapres ini penyelesaian kasus-kasus
pelanggaran HAM dapat diselesaikan bila kelak memenangkan Pilpres 2014.
JK Tidak Akan ke Kantor Bawaslu Hari Ini
Calon Wakil Presiden (Cawapres), Jusuf Kalla
mengatakan dirinya tidak akan menyambangi kantor Badan Pengawas Pemilu
(Bawaslu) di Jakarta Pusat hari ini, Rabu (4/6/2014).
LSI: Jokowi-JK Kuasai Hampir Semua Provinsi yang disurvei
Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei pertarungan dua
pasang capres-cawapres. Menurut LSI ada tujuh provinsi strategis yang
akan menjadi lokasi pertarungan sesungguhnya bagi Prabowo-Hatta dan
Jokowi-Jusuf Kalla (JK).
Salah satunya adalah provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Berdasarkan survei LSI, jika Pilpres dilaksanakan hari ini maka pasangan Jokowi-JK dapat mengungguli Prabowo-Hatta di provinsi tersebut dengan 43,75 persen.
Salah satunya adalah provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Berdasarkan survei LSI, jika Pilpres dilaksanakan hari ini maka pasangan Jokowi-JK dapat mengungguli Prabowo-Hatta di provinsi tersebut dengan 43,75 persen.
Ormas Sayap PKB DUkung Jokowi
Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) sebagai organisasi sayap
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menangani mahasiswa bertekad untuk
mendukung seluruh kebijakan partai untuk agenda pemenangan Jokowi-JK
pada Pilpres 9 Juli mendatang.
Tekad itu ditegaskan Ketua Umum DPN Gemasaba, Ghozali Munir, di Jakarta, Rabu (4/6/2014), terkait adanya berbagai isu yang mengarah pada upaya delegitimasi terhadap PKB oleh pihak-pihak tertentu.
Tekad itu ditegaskan Ketua Umum DPN Gemasaba, Ghozali Munir, di Jakarta, Rabu (4/6/2014), terkait adanya berbagai isu yang mengarah pada upaya delegitimasi terhadap PKB oleh pihak-pihak tertentu.
Bawaslu Minta Jokowi Datang Sekarang Juga
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dijadwalkan melakukan pemanggilan
terhadap Capres Joko Widodo (Jokowi) hari ini. Pemanggilan ini terkait
pidato yang disampaikan Jokowi pada saat pengundian nomor urut di KPU
beberapa waktu lalu yang dinilai mencuri start kampanye.
"Ya hari ini sedang berlangsung," ujar Ketua Bawaslu Muhammad di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/6/2014).
"Ya hari ini sedang berlangsung," ujar Ketua Bawaslu Muhammad di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/6/2014).
Capres-capres Galau Minta Bantuan Ki Kusomo
Produser yang juga dikenal sebagai penasihat spiritual, Ki Kusumo,
mengatakan sedang "dirayu" oleh kedua tim calon presiden dan calon wakil
presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.Meski
tengah didekati, Ki Kusumo mengaku belum memutuskan dukungannya
terhadap capres tertentu.
Mahfud: Jokowi Itu Bersih, Jujur, Sederhana, dan Merakyat
Ketua Nasional Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD memuji sosok capres PDIP, Joko Widodo (Jokowi).
"Saya nggak pernah bilang Pak Jokowi itu jelek. Hal-hal tertentu, Jokowi itu bersih, jujur, sederhana dan merakyat. Ia muncul dari kekuatan rakyat, hal ini tidak dapat dipungkiri," ujar Mahfud di Jakarta, Rabu (3/6/2014).
"Saya nggak pernah bilang Pak Jokowi itu jelek. Hal-hal tertentu, Jokowi itu bersih, jujur, sederhana dan merakyat. Ia muncul dari kekuatan rakyat, hal ini tidak dapat dipungkiri," ujar Mahfud di Jakarta, Rabu (3/6/2014).
Jokowi Awali Kampanye dengan Tumpengan
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melakukan prosesi pemotongan tumpeng di kantor pusat PDIP di Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (4/6/2014) siang.
Mengenakan kemeja kotak-kotak khas calon presiden Joko Widodo, Mega menyerahkan potongan tumpeng kepada Jokowi, Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua DPP PDIP Bidang Energi dan Pertambangan Bambang Wuryanto, Bupati Kudus Musthofa, Wakil Ketua DPR dari PDIP Pramono Anung dan Ketua MPR Sidarto Danusubroto.
Mengenakan kemeja kotak-kotak khas calon presiden Joko Widodo, Mega menyerahkan potongan tumpeng kepada Jokowi, Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua DPP PDIP Bidang Energi dan Pertambangan Bambang Wuryanto, Bupati Kudus Musthofa, Wakil Ketua DPR dari PDIP Pramono Anung dan Ketua MPR Sidarto Danusubroto.
Masyarakat Maluku Dukung Duet Jokowi-JK
Forum Masyarakat Maluku (FORMAMA) mendeklarasikan dukungannya
terhadap pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam pemilihan presiden
tahun ini.
Acara deklarasi dukungan ini dihadiri oleh mahasiswa, mantan aktivis 98 dan penggemar politik di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/6/2014).
Boni Hargens dan Karyono Wibowo membuka pandangan politiknya tentang calon presiden Joko Widodo. Acara ini juga mengikutsertakan beberapa mahasiswa Maluku untuk menyuarakan aspirasinya mendukung Jokowi-JK.
Acara deklarasi dukungan ini dihadiri oleh mahasiswa, mantan aktivis 98 dan penggemar politik di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/6/2014).
Boni Hargens dan Karyono Wibowo membuka pandangan politiknya tentang calon presiden Joko Widodo. Acara ini juga mengikutsertakan beberapa mahasiswa Maluku untuk menyuarakan aspirasinya mendukung Jokowi-JK.
Jokowi Rayu Twitter untuk Investasi di Indonesia
Capres Indonesia periode 2014-2019 nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi),
bertemu dengan Direktur Strategi Politik Global Twitter, Peter
Greenberger, di Jakarta, Senin (3/6/2014). Pada pertemuan itu, Jokowi
membuka wacana agar raksasa di bidang sosial media itu mau berinvestasi
di Indonesia.
“Kita sudah menyediakan pasar yang besar untuk Twiitter dengan 20 juta pengguna. Sudah seharusnya Twitter juga berinvestasi secara riil di Indonesia”, tegas Jokowi tertulis dalam rilis pers yang diterima Metrotvnews.com.
“Kita sudah menyediakan pasar yang besar untuk Twiitter dengan 20 juta pengguna. Sudah seharusnya Twitter juga berinvestasi secara riil di Indonesia”, tegas Jokowi tertulis dalam rilis pers yang diterima Metrotvnews.com.
Donasi ke Rekening Pemenangan Jokowi-JK Hari Ini Nyaris Rp 4 M
Tim Pemenangan Jokowi-JK rutin melaporkan donasi
yang masuk ke rekening sumbangan rakyat untuk pemenangan keduanya. Hari
ini, Rabu (4/6/2014), hingga pukul 10.00 WIB total donasi yang masuk ke
tiga rekening atas nama Joko Widodo/Jusuf Kalla nyaris Rp 4 miliar.
Langganan:
Postingan (Atom)























