Anggota Dewan Pertimbangan Pusat Partai Demokrat Sinyo Harry Sarundajang
yang juga Gubernur Sulawesi Utara mematok target menang minimal 70
persen bagi Capres Joko Widodo-Jusuf Kalla, di Sulawesi Utara.
Penyampaian Sarundajang ini menyusul pernyataan sikapnya memilih
mendukung pasangan Jokowi-JK.
Harry yakin target pemenangan Jokowi-JK di wilayah Indonesia Timur akan
meraih suara telak 60 persen dan 70 persen khusus di Sulawesi Utara.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Selasa, 03 Juni 2014
Pedagang Barang Bekas di Solo Dukung Jokowi
Puluhan pedagang klithikan (barang-barang bekas) di Pasar Notoharjo,
Solo, mendeklarasikan dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil
presiden, Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla, Selasa (3/6/2014).
Puluhan pedagang yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Klithikan Notoharjo ini memasang poster bertuliskan dukungan terhadap JKWJK. Selain itu, pedagang juga menggelar aksi orasi berisikan harapan dan dukungan terhadap mantan walikota Solo, Joko Widodo.
Puluhan pedagang yang tergabung dalam Himpunan Pedagang Pasar Klithikan Notoharjo ini memasang poster bertuliskan dukungan terhadap JKWJK. Selain itu, pedagang juga menggelar aksi orasi berisikan harapan dan dukungan terhadap mantan walikota Solo, Joko Widodo.
Jokowi-JK Pastikan Koruptor Akan Menjerit
Jika terpilih menjadi presiden periode 2014-2019, Pemerintahan Jokowi-JK berjanji akan membuat koruptor jera.
Jokowi-JK berjanji akan bekerja cepat, melayani rakyat, membangun sistem yang transparan, membersihkan aparat, serta menegakkan hukum tanpa diskriminatif.
"Itulah gambaran rekam jejak Jokowi-JK yan selanjutnya dituangkan dalam visi misinya," kata Anggota Tim Hukum pemenangan Jokowi-JK, Taufik Basari, di media center Jokowi-JK, Cemara, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2014).
Jokowi-JK berjanji akan bekerja cepat, melayani rakyat, membangun sistem yang transparan, membersihkan aparat, serta menegakkan hukum tanpa diskriminatif.
"Itulah gambaran rekam jejak Jokowi-JK yan selanjutnya dituangkan dalam visi misinya," kata Anggota Tim Hukum pemenangan Jokowi-JK, Taufik Basari, di media center Jokowi-JK, Cemara, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2014).
Jokowi Janji Modernisasi Alutsista TNI dan Polri bila Ekonomi Tumbuh 7%
Joko Widodo mengatakan jika dirinya terpilih menjadi Presiden 2014-2019,
ia berjanji akan memoderinasi seluruh alat utama sistem persenjataan
(alutsista) baik Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, bahkan
kepolisian dengan catatan ekonomi tumbuh hingga 7%.
"Peningkatan alokasi anggaran TNI dan Polri demi pertahanan negara dan kesejahteraan. Itu sangat penting, tapi harus diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi hingga 7%," katanya dalam Silaturahmi Keluarga Besar Purnawirawan TNI dan Polri di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014).
"Peningkatan alokasi anggaran TNI dan Polri demi pertahanan negara dan kesejahteraan. Itu sangat penting, tapi harus diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi hingga 7%," katanya dalam Silaturahmi Keluarga Besar Purnawirawan TNI dan Polri di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014).
Jokowi Diminta Yakinkan Publik Soal Korupsi TransJakarta
Calon Presiden PDI Perjuangan Joko Widodo diminta untuk dapat segera
meyakinkan publik perihal dugaan keterlibatan dirinya dalam kasus
korupsi pengadaan bus Transjakarta. Saat ini, publik Jakarta menduga
Jokowi mengetahui latar belakang proyek tersebut, karena masih berada di
bawah tanggungjawabnya.
Beberapa hari lalu Gerakan kader HMI se-Jakarta melakukan aksi di depan KPK, sekelompok massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pengguna Transjakarta (Amanat) menggelar aksi di depan gedung Kejaksaan Agung, Jakarta.
Beberapa hari lalu Gerakan kader HMI se-Jakarta melakukan aksi di depan KPK, sekelompok massa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Pengguna Transjakarta (Amanat) menggelar aksi di depan gedung Kejaksaan Agung, Jakarta.
Mahfud Kubu Jokowi Sama-sama Korup dan Melanggar HAM
Ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD tidak mempermasalahkan para kader Demokrat bergabung dan masuk dalam jajaran tim pemenangan Prabowo-Hatta.
Mahfud menilai isu korupsi yang selama ini menerpa sejumlah kader Demokrat juga tidak akan berpengaruh pada elektabilitas Prabowo-Hatta.
"Kampanye dan dukungan itu satu soal. Sedangkan korupsi itu soal lain lagi. Dikedua pihak kan sama-sama ada koruptornya," kata Mahfud di rumah Polonia, Jakarta, Selasa (3/6/2014).
Mahfud menilai isu korupsi yang selama ini menerpa sejumlah kader Demokrat juga tidak akan berpengaruh pada elektabilitas Prabowo-Hatta.
"Kampanye dan dukungan itu satu soal. Sedangkan korupsi itu soal lain lagi. Dikedua pihak kan sama-sama ada koruptornya," kata Mahfud di rumah Polonia, Jakarta, Selasa (3/6/2014).
Hari Ini, Donasi Jokowi-JK Tembus 2.9 M
Tim Pemenangan calon presiden dan
calon wakil presiden, Joko Widodo-Jusuf Kalla, meyakini penggalangan
dana untuk pasangan nomor urut dua itu tidak termasuk gratifikasi.
Menurut Anggota Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Eva Kusuma
Sundari, mereka sudah berkonsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi
terkait penggalangan dana itu.
Tak Mau Kemali ke Orba, Aktivis 98 Diukung Jokowi
Sejumlah aktivitas 98 yang mengatasnamakan 'Front Indonesia Muda' ogah kembali ke masa orde baru di mana kala itu gaya militerisme ditegakkan dalam kedaulatan negara. Aktivis inilah yang menggulingkan kepemimpinan Presiden Soeharto dengan orde barunya. Mereka khawatir jika negara dipimpin dengan gaya militer pengekangan, pemerintahan represif pasti kembali terjadi.
Purnawirawan Jenderal Ngumpul di Tebet, Ngrumpi Bareng Jokowi
Purnawirawan TNI dan Polri menggelar acara silaturahmi dukungan bagi calon Presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla. Dalam acara yang digagas oleh Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan dihadiri oleh 216 purnawirawan TNI-Polri.
"Kita yakin terhadap kapasitas, kualitas dan integritas pasangan Jokowi - JK, karenanya kita datang kali ini," kata panitia pelaksana Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy dalam sambutannya di Balai Kartini, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014).
"Kita yakin terhadap kapasitas, kualitas dan integritas pasangan Jokowi - JK, karenanya kita datang kali ini," kata panitia pelaksana Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy dalam sambutannya di Balai Kartini, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014).
Jokowi Siap Klarifikasi Bawaslu
Ketua tim pemenangan pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko
Widodo-Jusuf Kalla, Tjahjo Kumolo, mengatakan timnya siap memenuhi
undangan bila dipanggil Badan Pengawas Pemilu. Bahkan, kata Tjahjo,
Jokowi juga siap hadir. "Kalau memang Bawaslu minta keterangan, kami gak ada masalah dan siap memberikan klarifikasi," kata Tjahjo di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (3/5/2014).
Jokowi Dituding Hashim, PDIP Minta Ahok Jadi Wasit
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan kesal dengan tudingan Hashim
Djojohadikusumo ihwal dana kampanye sebesar Rp 53 miliar untuk Joko
Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama pada pemilukada DKI Jakarta. Hashim
mengklaim berinvestasi agar bisa memenangkan Jokowi-Ahok.
“Saya yakin Ahok bisa menjadi wasit yang baik atas kebenaran dana kampanye tersebut,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah, Selasa, 3 Juni 2014.
“Saya yakin Ahok bisa menjadi wasit yang baik atas kebenaran dana kampanye tersebut,” kata Wakil Sekretaris Jenderal PDIP Ahmad Basarah, Selasa, 3 Juni 2014.
Jokowi Dihalangi Bertemu Keluarga KH Ahmad Dahlan
Saat berkunjung ke Yogyakarta, Senin 2 Juni 2014, Joko Widodo
sedianya diagendakan bertemu keluarga KH Ahmad Dahlan, pendiri
Muhammadiyah. Namun rencana tersebut batal.
Pembatalan tersebut ditengarai karena ada pihak-pihak tertentu yang berusaha menghalangi pertemuan Jokowi dengan keluarga besar KH Ahmad Dahlan. Selain itu ada beberapa coretan di dinding di sekitar Langgar Kidul, Kauman, Yogyakarta, yang menjelekkan Jokowi.
Pembatalan tersebut ditengarai karena ada pihak-pihak tertentu yang berusaha menghalangi pertemuan Jokowi dengan keluarga besar KH Ahmad Dahlan. Selain itu ada beberapa coretan di dinding di sekitar Langgar Kidul, Kauman, Yogyakarta, yang menjelekkan Jokowi.
Rieke Jadi Penasehat Tim Kampanye Jokowi-JK di Saudi
PPLN (Panitia Pemilu Luar Negeri) Perwakilan RI Riyadh dan Jeddah telah menetapkan, pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wakil Presiden di Saudi Arabia jatuh pada hari Jumat, 4 – 5 Juli 2014. Kebijakan tersebut sebagai wujud memberikan kesempatan kepada WNI di luar negeri khususnya para TKI dalam menggunakan haknya.
PPLN sendiri akan menggunakan dua metode dalam pemungutan suara, diantaranya melalui TPSLN dan DROP BOX.
PPLN sendiri akan menggunakan dua metode dalam pemungutan suara, diantaranya melalui TPSLN dan DROP BOX.
Curi Start Kampanye, Bawaslu Panggil Jokowi
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memutuskan akan memanggil calon presiden
nomor urut dua, Joko Widodo. Pemanggilan untuk mengklarifikasi dugaan
curi start kampanye itu dijadwalkan paling lambat Rabu (4/6) besok.
"Kami akan panggil calon yang bersangkutan sebab dia yang kampanye, bukan timnya. Kami berupaya menghadirkan hari ini atau paling tidak dalam satu atau dua hari ini," kata Komisioner Bawaslu Nasrullah, Selasa (3/6/2014).
"Kami akan panggil calon yang bersangkutan sebab dia yang kampanye, bukan timnya. Kami berupaya menghadirkan hari ini atau paling tidak dalam satu atau dua hari ini," kata Komisioner Bawaslu Nasrullah, Selasa (3/6/2014).
Tantang Hashim Beber Penggunaan Dana Kampanye Jokowi-Ahok
Pernyataan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo yang merasa dibohongi karena telah mengeluarkan dana Rp 52,3 miliar untuk memenangkan Joko Widodo alias Jokowi pada Pemilu DKI Jakarta 2012 lalu membuat PDI Perjuangan meradang. Pasalnya, partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu menganggap Hashim seolah merasa paling berjasa untuk menjadikan Jokowi sebagai Gubernur DKI.
Jokowi-JK akan Tempatkan Perguruan Tinggi di Bawah Kemenristek
Pasangan Calon Presiden (Capres) dan Wakil Presiden (Cawapres), Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) tidak ingin Indonesia hanya menjadi pasar dari produk-produk negara-negara lain.
Jokowi-JK, tegas Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Tim Sukses Jokowi-JK, tidak sudi, 250 juta penduduk Indonesia hanya menjadi pasar bagi negara-negara luar.
Jokowi-JK, tegas Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Tim Sukses Jokowi-JK, tidak sudi, 250 juta penduduk Indonesia hanya menjadi pasar bagi negara-negara luar.
Senin, 02 Juni 2014
Sri Sultan Minta Jokowi Lindungi Kelompok Minoritas
Pascapertemuannya dengan pasangan Capres-Cawapres Jokowi-JK, Sri
Sultan Hamengku Buwono X minta Jokowi melindungi kelompok minoritas dan
mempertahankan NKRI.
"Jangan sampai menafikan yang minoritas. Karena itu komitmen Republik ini dibangun," kata Sri Sultan.
Menurut Sultan, tetap menjaga kebersamaan dalam berbangsa adalah modal sosial untuk membangun Indonesia masa depan. Dengan demikian, NKRI tetap terjaga utuh dari Sabang sampai Merauke.
"Jangan sampai menafikan yang minoritas. Karena itu komitmen Republik ini dibangun," kata Sri Sultan.
Menurut Sultan, tetap menjaga kebersamaan dalam berbangsa adalah modal sosial untuk membangun Indonesia masa depan. Dengan demikian, NKRI tetap terjaga utuh dari Sabang sampai Merauke.
Jokowi Minta Polisi Tegas Ungkap Kasus Kejahatan Seksual Anak
Beberapa bulan ini, kejahatan seksual terhadap anak mencuat ke publik.
Kasus tersebut mendulang keprihatinan dari calon presiden Joko Widodo.
Jokowi: Tak Ada TNI Aktif Dukung Saya
Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan tidak ada anggota TNI-Polri aktif yang saat ini mendukung atau bahkan diarahkan untuk memilihnya pada pilpres nanti.
Saat dikonfirmasi di sela-sela kunjungannya ke Yogyakarta kemarin malam, Jokowi justru kaget mendengar berita yang mengatakan ada TNI-Polri aktif yang mendukung capres tertentu.
"Tidak ada itu, saya tidak mendengar adanya itu," kata Jokowi usai makan malam di kawasan Kotagede, Yogyakarta, Senin (2/6/2014).
Saat dikonfirmasi di sela-sela kunjungannya ke Yogyakarta kemarin malam, Jokowi justru kaget mendengar berita yang mengatakan ada TNI-Polri aktif yang mendukung capres tertentu.
"Tidak ada itu, saya tidak mendengar adanya itu," kata Jokowi usai makan malam di kawasan Kotagede, Yogyakarta, Senin (2/6/2014).
Luhut Tahu Banyak Rahasia Prabowo
Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Tim Sukses Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) mengungkap alasan dirinya memilih untuk mendukung Calon Presiden (Capres) Jokowi di Pemilu Presiden (Pilpres) 2014. Bukan mendukung juniornya kala di TNI AD, Prabowo Subianto.
Mantan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar ini mengaku mengenal kedua sosok Capres yang akan berlaga pada 9 Juli mendatang.
Mantan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar ini mengaku mengenal kedua sosok Capres yang akan berlaga pada 9 Juli mendatang.
Luhut: Jokowi Bakal Tingkatkan Penerimaan Pajak Indonesia Seperti di DKI dan Solo
Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) memiliki strategi untuk meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak secara optimall, jika dirinya menerima amanah dari masyarakat.
Pengalaman Jokowi kala memimpin Kota Solo dan menjadi Gubernur DKI Jakarta, jelas Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Tim Sukses Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), menjadi bukti peningkatan signifikan penerimaan pajak.
Pengalaman Jokowi kala memimpin Kota Solo dan menjadi Gubernur DKI Jakarta, jelas Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Tim Sukses Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), menjadi bukti peningkatan signifikan penerimaan pajak.
Pesan Ibunda Jokowi : Yang Ikhlas dan Jujur Kalau Bekerja
Di sela-sela kunjungannya ke Yogyakarta, Senin (2/6/2014), Joko
Widodo ternyata didampingi ibunya, Sujiatmi Notomihardjo. Sebelum itu,
dia sempat sungkem meminta izin mencalonkan diri menjadi presiden
Indonesia.
"Saya dipesenin sama ibu saya, 'le, sing ikhlas ya, sing jujur ya, kalau kerja itu yang bener', itu saja paling pesan ibu saya," ujar Jokowi di sela aktivitasnya di kota gudeg tersebut.
"Saya dipesenin sama ibu saya, 'le, sing ikhlas ya, sing jujur ya, kalau kerja itu yang bener', itu saja paling pesan ibu saya," ujar Jokowi di sela aktivitasnya di kota gudeg tersebut.
Luhut Panjaitan Ungkap Kelemahan Diri Jokowi
Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, Tim Sukses Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), tidak memungkiri bahwa Jokowi memiliki satu kekurangan.
Dalam acara "Diskusi Publik Gereda Mendengarkan Visi-Misi Capres," di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STTJ), Jakarta Pusat, Senin (2/6/2014), Dewan Pengarah Tim Sukses Jokowi-JK ini mengungkap kepada publik mengenai kelemahan diri Jokowi.
Dalam acara "Diskusi Publik Gereda Mendengarkan Visi-Misi Capres," di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STTJ), Jakarta Pusat, Senin (2/6/2014), Dewan Pengarah Tim Sukses Jokowi-JK ini mengungkap kepada publik mengenai kelemahan diri Jokowi.
Berangus Kejahatan Seksual Anak ala Jokowi
Kejahatan seksual terhadap anak-anak semakin meningkat. Nah, capres
Joko Widodo punya tips nih untuk memberangus kejahatan seksual di tanah
air.
Menurut dia, penerapan pendidikan budi pekerti sejak dini merupakan kunci dalam mengatasi permasalahan ini. Hal ini dia percaya mampu membentuk mental manusia beradab dan berkepribadian baik.
Menurut dia, penerapan pendidikan budi pekerti sejak dini merupakan kunci dalam mengatasi permasalahan ini. Hal ini dia percaya mampu membentuk mental manusia beradab dan berkepribadian baik.
KPK Endus Kekayaan Prabowo dan Jokowi
Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi, Johan Budi Sapto Prabowo,
mengatakan lembaganya sedang menelaah harta kekayaan dua pasang calon
presiden dan wakil presiden, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dan Joko
Widodo-Jusuf Kalla. Hasil penelaahan itu bakal dilaporkan KPK ke Komisi
Pemilihan Umum pada 1 Juli 2014.
Namun, menurut Johan, penelaahan KPK tak bakal sampai pada soal kewajaran kepemilikan harta.
Namun, menurut Johan, penelaahan KPK tak bakal sampai pada soal kewajaran kepemilikan harta.
Didukung Pengrajin Mebel, Jokowi: Ini akan Jadi Kekuatan Besar
Capres Joko Widodo dan pasangannya, Jusuf Kalla, mendapat dukungan
dari para pengrajin yang menamakan diri Konco Pengrajin Mebel dan
Kerajinan. Jokowi menganggap ini merupakan modal kekuatan yang masif.
Capres yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Hanura dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia itu meminta para pengusaha itu membantu mengorganisasi pemilih pada Pilpres 9 Juli mendatang.
Capres yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Hanura dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia itu meminta para pengusaha itu membantu mengorganisasi pemilih pada Pilpres 9 Juli mendatang.
Jokowi: Payung Hukum Dulu, Baru Programnya
Calon Presiden Joko Widodo bakal mengeluarkan
kebijakan berbagai program pembangunan dalam 100 hari umur
pemerintahannya jika berhasil menjadi Presiden.
"Harus ada Pepres tentang usaha dan perdagangan serta pepres pemberantasan korupsi. Harus ada payung hukumnya dulu, baru programnya," ujar Jokowi menjawab pertanyaan dari seroang ibu rumah tangga bernama Hesti dalam acara Suara Anda Metro TV bertemakan 'Tanya Kandidat' yang direkam di Pasar Baru, Jakarta, Senin (2/6/2014) malam.
"Harus ada Pepres tentang usaha dan perdagangan serta pepres pemberantasan korupsi. Harus ada payung hukumnya dulu, baru programnya," ujar Jokowi menjawab pertanyaan dari seroang ibu rumah tangga bernama Hesti dalam acara Suara Anda Metro TV bertemakan 'Tanya Kandidat' yang direkam di Pasar Baru, Jakarta, Senin (2/6/2014) malam.
Langganan:
Postingan (Atom)
























