Pengamat politik dari Universitas Mercu Buana, Heri Budianto melihat ada hal menarik dari hasil survei terakhir Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dipaparkan di Jakarta Minggu (4/5) lalu. Hal yang menarik itu adalah turunnya elektabilitas calon presiden (capres) Partai Gerindra, Prabowo Subianto ketika dipasangkan dengan sejumlah nama dalam simulasi survei.
Sementara di sisi lain, elektabilitas capres PDIP, Joko Widodo justru melonjak saat dipasangkan dengan figur lain sebagai cawapres seperti Mahfud MD, Jusuf Kalla maupun Dahlan Iskan. “Ini perlu menjadi catatan juga khususnya untuk Prabowo, kalau dia tak dipasangkan dengan siapapun, elektabilitasnya bagus,” kata Heri di Jakarta, Selasa (6/5/2014).
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Selasa, 06 Mei 2014
Dukungan Abraham Samad Bukti Komitmen Antikorupsi Jokowi
Pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad
bahwa Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pantas menjadi presiden,
dinilai merepresentasikan harapan masyarakat Indonesia, terkait dengan
kepemimpinan nasional yang antikorupsi.
Menurut Direktur Ekskutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti, pernyataan Abraham tentu mengacu pada track record kepemimpinan Jokowi. Baik saat memimpin Kota Solo, maupun dalam kepemimpinannya di DKI Jakarta yang mengedepankan transparansi dan membuat banyak gebrakan.
Menurut Direktur Ekskutif Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti, pernyataan Abraham tentu mengacu pada track record kepemimpinan Jokowi. Baik saat memimpin Kota Solo, maupun dalam kepemimpinannya di DKI Jakarta yang mengedepankan transparansi dan membuat banyak gebrakan.
Untuk 'Nyapres', Jokowi Hanya Perlu 'Kulonowun' ke SBY
Pengamat politik Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma)
Said Salahuddin menilai kewajiban Joko Widodo (Jokowi) meminta izin
dari presiden terkait pencapresan bukan merupakan syarat administratif.
Melainkan hanya sebagai upaya menegakkan etika pemerintahan belaka.
"Kalau kita baca baik-baik bunyi undang-undangnya, permintaan izin dari Jokowi kepada presiden terkait dengan pencapresan dirinya itu sebetulnya bukan bagian dari syarat administratif. Permintaan izin tersebut lebih dimaksudkan dalam rangka menegakkan etika penyelenggaraan pemerintahan saja," kata Said Salahuddin, Selasa (6/5/2014).
"Kalau kita baca baik-baik bunyi undang-undangnya, permintaan izin dari Jokowi kepada presiden terkait dengan pencapresan dirinya itu sebetulnya bukan bagian dari syarat administratif. Permintaan izin tersebut lebih dimaksudkan dalam rangka menegakkan etika penyelenggaraan pemerintahan saja," kata Said Salahuddin, Selasa (6/5/2014).
Ahok Yakin Presiden SBY Akan Izinkan Jokowi Cuti untuk Nyapres
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama optimistis
jalan Gubernur Joko Widodo (Jokowi) untuk mendapatkan cuti akan mulus.
Ahok berujar Jokowi tak akan sulit dapat cuti dari Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono.
“Pasti diizininlah (sama SBY),” kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (6/5).
Ahok yakin pasangannya yang ikut dalam bursa pencapresan dari partai PDIP itu akan lebih memilih mengajukan izin cuti kepada SBY daripada meminta izin mundur ke DPRD DKI.
“Pasti diizininlah (sama SBY),” kata Ahok kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (6/5).
Ahok yakin pasangannya yang ikut dalam bursa pencapresan dari partai PDIP itu akan lebih memilih mengajukan izin cuti kepada SBY daripada meminta izin mundur ke DPRD DKI.
Samad Bisa Perkuat Revolusi Mental Jokowi
Bakal capres PDI Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (Jokowi) dianggap
mampu menciptakan pemerintahan yang bersih bila disandingkan dengan
Ketua KPK Abraham Samad. Karena, keduanya dapat saling melengkapi dalam
mengisi pembangunan nasional.
"Pasangan ini (Jokowi-Samad) sangat bagus," kata Rektor Universitas Negeri Semarang Fathur Rokhman.
Selama ini, katanya, Jokowi dikenal sebagai figur yang dekat dengan rakyat dengan blusukan-nya. Sedangkan Samad merupakan figur pemberantasan korupsi yang berhasil mengungkap sejumlah kasus.
"Pasangan ini (Jokowi-Samad) sangat bagus," kata Rektor Universitas Negeri Semarang Fathur Rokhman.
Selama ini, katanya, Jokowi dikenal sebagai figur yang dekat dengan rakyat dengan blusukan-nya. Sedangkan Samad merupakan figur pemberantasan korupsi yang berhasil mengungkap sejumlah kasus.
Jokowi ke Rumah Renggo
Kasus kematian siswa kelas V SDN 09 Pagi Makasar, Jakarta Timur, Renggo Kadapi (11), mendapat perhatian khusus dari Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Sebagai bentuk simpati, siang ini Jokowi, sapaan Joko Widodo berangkat dari Balai Kota menuju rumah Renggo di Jl Skuadron, Gg Raba, Rt 5/ Rw 5, Halim, Jakarta Timur.
Jokowi Akan Kunjungi Keluarga Renggo
Tindak kekerasan yang dialami Renggo Kadapi, siswa kelas V SDN Makasar 09 Pagi, Jakarta Timur, yang diduga dilakukan oleh kakak kelasnya menarik simpati dan perhatian banyak orang. Salah satunya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
Pria yang akrab disapa Jokowi itu rencananya akan melakukan kunjungan ke sekolah tempat Renggo menuntut ilmu.
"Nanti Jokowi mau dateng. Tapi belum tahu mau langsung ke rumah duka atau ke sekolah dulu," kata salah seorang satpam sekolah SDN Makasar 09 Pagi, Budi, Selasa (6/5/2014).
Pria yang akrab disapa Jokowi itu rencananya akan melakukan kunjungan ke sekolah tempat Renggo menuntut ilmu.
"Nanti Jokowi mau dateng. Tapi belum tahu mau langsung ke rumah duka atau ke sekolah dulu," kata salah seorang satpam sekolah SDN Makasar 09 Pagi, Budi, Selasa (6/5/2014).
Ini Dia Modifikasi Ninja 250 Bertema Jokowi
Tukijan yang asli Solo memodifikasi Kawasaki Ninja 250R miliknya
khusus untuk mendukung Joko Widodo atau Jokowi, dalam memimpin Jakarta.
“Sebagai sesama asli Solo, saya berikan dukungan dalam bentuk modifikasi
motor,” ujar bos bengkel modifikasi ARM Motor.
“Ini bikin sebelum Jokowi maju sebagai calon presiden, kalau setelah itu pasti beda temanya,” lanjut modifikator yang bengkelnya beralamat di Jl. Dr. KRT Radjiman Widyodiningrat, Jatinegara, Jaktim.
Sebagai bentuk dukungan pada pak Gubernur, Tukijan mempresentasikannya dalam airbrush yang membalut motor 250 cc ini. Lihat saja di windshield ada karikatur Jokowi yang sedang naik motor modifikasi garapan ARM.
“Ini bikin sebelum Jokowi maju sebagai calon presiden, kalau setelah itu pasti beda temanya,” lanjut modifikator yang bengkelnya beralamat di Jl. Dr. KRT Radjiman Widyodiningrat, Jatinegara, Jaktim.
Sebagai bentuk dukungan pada pak Gubernur, Tukijan mempresentasikannya dalam airbrush yang membalut motor 250 cc ini. Lihat saja di windshield ada karikatur Jokowi yang sedang naik motor modifikasi garapan ARM.
Dipasangkan dengan Superman Sekalipun Prabowo Tetap Kalah
Hasil riset yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting
(SMRC) yang dipublikasikan pada Minggu (4/5)/2014) lalu, membuktikan Prabowo Subianto
harus mati-matian mencari bakal cawapres yang pas. Sebab, siapapun
pasangan cawapresnya, kecenderungannya adalah Prabowo selalu kalah.
Hal sebaliknya, survey SMRC juga menemukan siapapun pendamping Jokowi sebagai cawapres, Jokowi akan menang dan mengalahkan Prabowo dan pasangannya.
"Kesimpulannya ini para calon presiden, kalau salah memilih pasangan bisa berakibat pada penurunan suara," tegas Direktur Pollcomm Institute, Heri Budianto, saat dimintai tanggapannya di Jakarta, Selasa (6/5/2014).
Hal sebaliknya, survey SMRC juga menemukan siapapun pendamping Jokowi sebagai cawapres, Jokowi akan menang dan mengalahkan Prabowo dan pasangannya.
"Kesimpulannya ini para calon presiden, kalau salah memilih pasangan bisa berakibat pada penurunan suara," tegas Direktur Pollcomm Institute, Heri Budianto, saat dimintai tanggapannya di Jakarta, Selasa (6/5/2014).
Sudah Dimarahi Jokowi, Serapan Anggaran DKI Baru 9 Persen
Sudah memasuki awal Mei atau kuartal kedua, serapan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) DKI baru sekitar 9 persen dari total APBD 2014 sebesar Rp 72 triliun.
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Endang Widjajanti mengatakan, jumlah itu mengalami peningkatan sedikit dibanding bulan sebelumnya.
"Ada peningkatan satu persen dari April lalu. Makanya, akan ada dorongan SKPD untuk mempercepat pelaksanaan program," kata Endang, di Balaikota Jakarta, Selasa (6/5/2014).
Kendati demikian, Endang enggan menjelaskan program-program mana saja yang akan didorong lebih cepat pelaksanaannya. Ia hanya memberikan salah satu contohnya, yakni pembebasan lahan.
Menurut Endang, pihaknya mendorong SKPD terkait, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertamanan dan Pemakaman, serta Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI untuk segera mengusulkan program kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa DKI.
Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Endang Widjajanti mengatakan, jumlah itu mengalami peningkatan sedikit dibanding bulan sebelumnya.
"Ada peningkatan satu persen dari April lalu. Makanya, akan ada dorongan SKPD untuk mempercepat pelaksanaan program," kata Endang, di Balaikota Jakarta, Selasa (6/5/2014).
Kendati demikian, Endang enggan menjelaskan program-program mana saja yang akan didorong lebih cepat pelaksanaannya. Ia hanya memberikan salah satu contohnya, yakni pembebasan lahan.
Menurut Endang, pihaknya mendorong SKPD terkait, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertamanan dan Pemakaman, serta Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI untuk segera mengusulkan program kepada Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa DKI.
Akhirnya Ahok Pilih Prabowo
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menerima kunjungan dari Menteri Transportasi Inovasi Teknologi dan delegasi bisnis Austria.
Selain dari Austria, hadir delegasi negara sahabat seperti, Norwegia dan Swedia. Pertemuan digelar di Balai Kota Jakarta, Selasa (6/5/2014).
Pada pertemuan itu, Menteri dari Austria memaparkan tentang teknologi-teknologi yang digunakan di Eropa untuk mengatasi masalah kemacetan, limbah, banjir dan masalah perkotaan lainnya. Rencananya teknologi di Eropa itu akan diterapkan di Jakarta.
Di akhir pemaparan, Ahok dipersilakan memberikan sambutan dan menjelaskan tentang apa saja yang menjadi permasalahan di Jakarta.
Selain dari Austria, hadir delegasi negara sahabat seperti, Norwegia dan Swedia. Pertemuan digelar di Balai Kota Jakarta, Selasa (6/5/2014).
Pada pertemuan itu, Menteri dari Austria memaparkan tentang teknologi-teknologi yang digunakan di Eropa untuk mengatasi masalah kemacetan, limbah, banjir dan masalah perkotaan lainnya. Rencananya teknologi di Eropa itu akan diterapkan di Jakarta.
Di akhir pemaparan, Ahok dipersilakan memberikan sambutan dan menjelaskan tentang apa saja yang menjadi permasalahan di Jakarta.
Menunggu Kabar Baik dari SBY
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) telah mengajukan cuti kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dengan cutinya Jokowi, otomatis tugas-tugas gubernur sementara akan dilimpahkan kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Ahok mengatakan dirinya siap menjalankan tugas gubernur. Untuk keputusan strategis tetap dikonsultasikan kepada Jokowi. Jokowi akan mulai cuti pada 18 Mei 2014.
"Kalau PLT bisa mutasi, ada mutasilah. Kalau di PP (peraturan pemerintah) ada strategis dan non strategis bisa," kata Ahok usai melakukan pertemuan dengan Menteri Transportasi Inovasi Teknologi dan Delegasi Bisnis Austria Doris Bures di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (6/5/2014).
Ahok mengatakan dirinya siap menjalankan tugas gubernur. Untuk keputusan strategis tetap dikonsultasikan kepada Jokowi. Jokowi akan mulai cuti pada 18 Mei 2014.
"Kalau PLT bisa mutasi, ada mutasilah. Kalau di PP (peraturan pemerintah) ada strategis dan non strategis bisa," kata Ahok usai melakukan pertemuan dengan Menteri Transportasi Inovasi Teknologi dan Delegasi Bisnis Austria Doris Bures di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (6/5/2014).
Jokowi Cuti, Ahok: Nanti Bakal Ada Mutasi
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan akan mengambil alih tugas Gubernur jika permohonan cuti Joko Widodo disetujui. Jokowi, sapaan Gubernur, rencananya akan mengajukan cuti untuk persiapan pemilihan presiden.
"Semua tugas baik yang strategis maupun tidak akan dialihkan ke saya," kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota Jakarta, Selasa (6/5/2014). Salah satunya, Ahok meneruskan, adalah kewenangan untuk memutasi kepala dinas.
"Semua tugas baik yang strategis maupun tidak akan dialihkan ke saya," kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota Jakarta, Selasa (6/5/2014). Salah satunya, Ahok meneruskan, adalah kewenangan untuk memutasi kepala dinas.
Duet Prabowo-Ical Wujud Reinkarnasi Orde Baru
Isu duet Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie di Pilpres 2014 semakin menguat usai keduanya bersilaturahmi dengan hangat di kediaman Prabowo, Senin (5/5) kemarin. Bahkan Ical, panggilan Aburizal, sempat berbicara soal kesiapannya menjadi cawapres Prabowo. Jika duet ini terwujud dan memenangi Pilpres 2014, Orde Baru diprediksi bisa bangkit lagi.
"Orde Baru bisa bangkit lagi jika Prabowo dan Ical benar-benar berpasangan. Koalisi keluarga cendana dengan Golkar, ini reinkarnasi Orde Baru," nilai pakar sosiologi politik UGM, Arie Sudjito, kepada detikcom, Selasa (6/5/2014).
"Orde Baru bisa bangkit lagi jika Prabowo dan Ical benar-benar berpasangan. Koalisi keluarga cendana dengan Golkar, ini reinkarnasi Orde Baru," nilai pakar sosiologi politik UGM, Arie Sudjito, kepada detikcom, Selasa (6/5/2014).
Jokowi Cuti, Tugas Ahok Pelaksana Harian
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dikabarkan berencana mengajukan cuti agar fokus pada pencalonannya sebagai calon Presiden. Kepala Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri Zudan Arif Fakhrulloh mengatakan selama masa cuti tersebut, tugas strategis Jokowi tak akan dialihkan ke wakilnya, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.
Tentu saja, wewenang Jokowi tidak bisa serta merta diambil alih Ahok. Wakil Gubernur Ahok hanya menjalankan tugas apa yang sudah diputuskan Gubernur Jokowi. "Kalau Jokowi cuti, Ahok hanya melaksanakan tugas harian," kata Zudan saat dihubungi, Selasa (6/5/2014).
Tentu saja, wewenang Jokowi tidak bisa serta merta diambil alih Ahok. Wakil Gubernur Ahok hanya menjalankan tugas apa yang sudah diputuskan Gubernur Jokowi. "Kalau Jokowi cuti, Ahok hanya melaksanakan tugas harian," kata Zudan saat dihubungi, Selasa (6/5/2014).
Jokowi Ingin Koalisi yang Hanya Bicarakan Rakyat
Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo mengungkapkan
pihaknya tidak ingin sembarangan membentuk koalisi atau kerjasama
antarpartai politik.
Joko Widodo mengatakan pihaknya tidak pernah mencantumkan syarat-syarat, misalnya masalah pembagian kursi menteri dan sebagainya ketika melakukan komunikasi politik dengan partai politik lain.
"Untuk itu kita bicara di depan enggak pernah ada syarat. Karena yang dibicarakan rakyat," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di galeri Kunstkring, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/5/2014) malam.
Joko Widodo mengatakan pihaknya tidak pernah mencantumkan syarat-syarat, misalnya masalah pembagian kursi menteri dan sebagainya ketika melakukan komunikasi politik dengan partai politik lain.
"Untuk itu kita bicara di depan enggak pernah ada syarat. Karena yang dibicarakan rakyat," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di galeri Kunstkring, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (5/5/2014) malam.
Malam Ini Jokowi Jamu Dubes Amerika
Gubernur DKI Jakarta yang juga calon presiden dari Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (Jokowi) diagendakan akan
melakukan pertemuan dengan Duta Besar Amerika Serikat Robert O' Blacke
malam ini, Selasa (6/5/2014). Pertemuan akan berlangsung di Oasis Restoran,
Jalan Raden Saleh Raya, Cikini, Jakarta Pusat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDH KLN) DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, pertemuan tersebut adalah bagian dari Diplomatic Corps Gathering yang tiap tahun diadakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tujuannya untuk menjembatani komunikasi dan koordinasi antara Pemprov dengan perwakilan negara asing dan organisasi internasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri (KDH KLN) DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, pertemuan tersebut adalah bagian dari Diplomatic Corps Gathering yang tiap tahun diadakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tujuannya untuk menjembatani komunikasi dan koordinasi antara Pemprov dengan perwakilan negara asing dan organisasi internasional.
Capres Berharap Tuah Para Kiai, Mungkinkah?
Dua calon presiden, yakni Prabowo Subianto dan Joko Widodo (Jokowi)
'berebut' restu dari para kiai dan tokoh agama. Menjelang pemilihan
presiden 9 Juli mendatang mereka rajin mengunjungi sejumlah kiai
ternama.
Minggu (4/5/2014) lalu misalnya Jokowi yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengunjungi KH Maimun Zubair di Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah. Sehari sebelumnya dia juga menemui mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif.
Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, safari politik Jokowi ke sejumlah kiai dan tokoh agama penting untuk menggaet calon pemilih di luar kader partai berlambang banteng moncong putih.
Minggu (4/5/2014) lalu misalnya Jokowi yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan mengunjungi KH Maimun Zubair di Pondok Pesantren Al-Anwar, Rembang, Jawa Tengah. Sehari sebelumnya dia juga menemui mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif.
Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan, safari politik Jokowi ke sejumlah kiai dan tokoh agama penting untuk menggaet calon pemilih di luar kader partai berlambang banteng moncong putih.
Sabam Mau Mahfud, Jokowi Mau Pengimbang
Cawapres untuk capres PDIP Joko Widodo masih misterius hingga kini.
Meski sempat dikabarkan Jusuf Kalla adalah sosok misterius itu, namun
belakangan Joko Widodo mengisyaratkan ingin tokoh yang bisa mengimbangi
karakter dirinya sebagai pemimpin yang suka blusukan.
Seperti diketahui, Jusuf Kalla dikenal sebagai tokoh yang cukup enerjik dan dinamis. JK, begitu ia biasa disebut, sering menjelajah dari satu tempat ke tempat lain, tak ubahnya Jokowi yang sering blusukan dari satu kampung ke kampung lain.
Seperti diketahui, Jusuf Kalla dikenal sebagai tokoh yang cukup enerjik dan dinamis. JK, begitu ia biasa disebut, sering menjelajah dari satu tempat ke tempat lain, tak ubahnya Jokowi yang sering blusukan dari satu kampung ke kampung lain.
Menanti Jumat Suci Atau Jumat Ngapusi?
Nama cawapres untuk capres PDIP Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi
misteri. Momentum Jumat Suci disebut Wasekjen PDIP Ahmad Basarah bakal
menjawab siapa sebenarnya pendamping Jokowi di Pilpres 2014.
Meski masih diselubungi ketidakpastian, hanya tersisa dua pekan ke depan yang menyisakan dua hari Jumat sebelum KPU membuka pendaftaran capres-cawapres pada 18 hingga 20 Mei 2014. Dua 'calon Jumat Suci' itu adalah Jumat tanggal 9 dan Jumat tanggal 16 Mei 2014.
Isu cawapres Jokowi sendiri sebenarnya sudah mulai mengerucut. Bahkan Juru Bicara PDIP Eva Kusuma Sundari sempat menyatakan Jusuf Kalla adalah nama hasil pengerucutan PDIP untuk menjadi cawapres Jokowi.
Meski masih diselubungi ketidakpastian, hanya tersisa dua pekan ke depan yang menyisakan dua hari Jumat sebelum KPU membuka pendaftaran capres-cawapres pada 18 hingga 20 Mei 2014. Dua 'calon Jumat Suci' itu adalah Jumat tanggal 9 dan Jumat tanggal 16 Mei 2014.
Isu cawapres Jokowi sendiri sebenarnya sudah mulai mengerucut. Bahkan Juru Bicara PDIP Eva Kusuma Sundari sempat menyatakan Jusuf Kalla adalah nama hasil pengerucutan PDIP untuk menjadi cawapres Jokowi.
Samego: Tebar Isu Rasial, Pelaku Hilang Akal Sehat
Berbagai serangan politik diarahkan kepada calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo. Semenjak deklarasi 14 Maret lalu, berbagai propaganda anti-Jokowi bermunculan secara masif di berbagai media. Terakhir, beredar propaganda berbau rasial mengenai asal usul keluarga Jokowi.
Peneliti dan Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Samego menilai bentuk propaganda berbau rasial yang dialamatkan kepada Jokowi termasuk bentuk black campaign atau kampanye hitam.
"Itu kampanye hitam. Memang publik Indonesia kan majemuk, jadi kalau seperti itu lantas kenapa? dilarang? di undang-undang tidak ada aturan orang dari etnis tertentu dilarang jadi presiden, sudah diamandemen," papar Indira Samego seperti yang dikutip metrotvnews, Senin malam (5/5/20114).
Peneliti dan Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Samego menilai bentuk propaganda berbau rasial yang dialamatkan kepada Jokowi termasuk bentuk black campaign atau kampanye hitam.
"Itu kampanye hitam. Memang publik Indonesia kan majemuk, jadi kalau seperti itu lantas kenapa? dilarang? di undang-undang tidak ada aturan orang dari etnis tertentu dilarang jadi presiden, sudah diamandemen," papar Indira Samego seperti yang dikutip metrotvnews, Senin malam (5/5/20114).
Sarankan Demokrat Bentuk Poros Baru, Capresnya Dahlan
Pengamat komunikasi politik dari Polcomm Institute Heri Budianto meyakini, Menteri BUMN Dahlan Iskan bakal keluar sebagai pemenang Konvensi Calon Presiden (Capres) Partai Demokrat. Pasalnya, pemenang konvensi ditentukan berdasarkan hasil survei publik.
Dikatakannya, selama ini Dahlan merajai berbagai survei elektabilitas peserta konvensi. Karenanya, wajar jika dalam survei yang digelar Partai Demokrat untuk menentukan pemenang konvensi, Dahlan kembali jadi pemuncak.
"Saya meyakini bahwa DI akan memenangi konvensi jika penilaiannya adalah survey publik," ujar Heri saat dihubungi di Jakarta, Senin (5/5/2014).
Dikatakannya, selama ini Dahlan merajai berbagai survei elektabilitas peserta konvensi. Karenanya, wajar jika dalam survei yang digelar Partai Demokrat untuk menentukan pemenang konvensi, Dahlan kembali jadi pemuncak.
"Saya meyakini bahwa DI akan memenangi konvensi jika penilaiannya adalah survey publik," ujar Heri saat dihubungi di Jakarta, Senin (5/5/2014).
'Koalisi Helikopter' vs 'Koalisi Nasi Bungkus'
Dua capres terkuat saat ini Prabowo Subianto dan Joko Widodo terus
menggalang koalisi. Sejumlah guyonan muncul, dari koalisi helikopter
sampai koalisi nasi bungkus. Sebenarnya siapa yang lebih kuat?
Istilah 'koalisi helikopter' merujuk pada gaya silaturahmi politik yang ditunjukkan Prabowo dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Prabowo memang dikenal sering menggunakan helikopternya untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain.
Ical juga mengunjungi kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (5/5/2014), dengan menaiki helikopternya dan didaratkan di helipad yang memang tersedia di lingkungan rumah mantan Danjen Kopassus itu.
Istilah 'koalisi helikopter' merujuk pada gaya silaturahmi politik yang ditunjukkan Prabowo dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical). Prabowo memang dikenal sering menggunakan helikopternya untuk bergerak dari satu tempat ke tempat lain.
Ical juga mengunjungi kediaman Prabowo di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (5/5/2014), dengan menaiki helikopternya dan didaratkan di helipad yang memang tersedia di lingkungan rumah mantan Danjen Kopassus itu.
Ongkos Sewa Pesawat Jokowi Rp 58-81 Juta per Jam, Tapi Dapat Diskon
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Hasto Kristyanto, menyatakan tarif sewa pesawat untuk safari politik Joko Widodo atau biasa disapa Jokowi akhir pekan lalu dibayar dengan cara patungan dari sejumlah pihak. “Gotong royong. Misalnya kami memerlukan Rp 100 juta, mungkin ada yang patungan Rp 20 juta, Rp 25 juta, dan sebagainya,” ujarnya ketika dihubungi, Selasa (6/5/2014).
Namun ketika ditanya lebih jauh berapa tarif sewa pesawat Batik Air jenis Boeing 737-900 tersebut, Hasto mengaku tak tahu menahu. “Rak ngerti aku regone (tak tahu saya harganya)," katanya. Ia juga mengaku tak tahu soal alokasi dana yang disiapkan oleh partai bergambar banteng bermoncong putih untuk sewa pesawat Jokowi tersebut.
Namun ketika ditanya lebih jauh berapa tarif sewa pesawat Batik Air jenis Boeing 737-900 tersebut, Hasto mengaku tak tahu menahu. “Rak ngerti aku regone (tak tahu saya harganya)," katanya. Ia juga mengaku tak tahu soal alokasi dana yang disiapkan oleh partai bergambar banteng bermoncong putih untuk sewa pesawat Jokowi tersebut.
Prediksi Zuhro: Pilpres 2014 Jokowi vs Prabowo Saja
Jelang Pilpres 2014, peta koalisi akan mengerucut menjadi dua poros. Adalah, poros calon presiden (capres) PDI Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (Jokowi) dan poros capres Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Penilaian itu disampaikan pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, Senin (5/5/2014).
Menurutnya, kekuatan peta koalisi partai di Pilpres nanti mulai tertuju kepada PDIP dan Partai Gerindra. Sebab, pertarungan kekuatan capres kedua partai itu cukup ketat.
Penilaian itu disampaikan pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, Senin (5/5/2014).
Menurutnya, kekuatan peta koalisi partai di Pilpres nanti mulai tertuju kepada PDIP dan Partai Gerindra. Sebab, pertarungan kekuatan capres kedua partai itu cukup ketat.
Prabowo Ical Yang Dipastikan Akan Membuat Jokowi Pening
Gelagat koalisi antara Partai Golkar dan Partai Gerindra semakin menguat pasca pertemuan kedua capresnya, Aburizal Bakrie (Ical) dan Prabowo Subianto. Jelang pilpres, keduanya sudah dua kali saling bertemu dan direncanakan masih akan kembali bertemu untuk membahas koalisi yang lebih intens lagi.
Setelah Prabowo berkunjung ke kediaman pribadi Ical di kawasan Menteng minggu lalu, giliran Ical bersama elit Golkar menyambangi rumah Prabowo di Hambalang, Bogor kemarin (5/5/2014). Dalam pertemuan kedua ini, Ical pun akhirnya mengaku teelah pasrah jika pada akhirnya dia dicalonkan sebagai cawapres, yang penting Pilpres tidak jatuh jauh dari tangan Golkar. Pernyataan ini semakin menguatkan bahwa akan ada duet Prabowo-Ical dalam perhelatan pemilu presiden 9 Juli nanti. Pasangan ini pun dipastikan akan mampu menyaingi elektabilitas Capres PDIP Joko Widodo (Jokowi).
Setelah Prabowo berkunjung ke kediaman pribadi Ical di kawasan Menteng minggu lalu, giliran Ical bersama elit Golkar menyambangi rumah Prabowo di Hambalang, Bogor kemarin (5/5/2014). Dalam pertemuan kedua ini, Ical pun akhirnya mengaku teelah pasrah jika pada akhirnya dia dicalonkan sebagai cawapres, yang penting Pilpres tidak jatuh jauh dari tangan Golkar. Pernyataan ini semakin menguatkan bahwa akan ada duet Prabowo-Ical dalam perhelatan pemilu presiden 9 Juli nanti. Pasangan ini pun dipastikan akan mampu menyaingi elektabilitas Capres PDIP Joko Widodo (Jokowi).
Jokowi dan Nubuat Politik Satrio Piningit
Nubuat soal Satrio Piningit memang telah dikenal oleh masyarakat Jawa
selama berabad yang lalu. Di era serba canggih ini, ternyata ramalan itu
masih juga menjadi rujukan dalam memprediksi masa depan, setidaknya
begitulah yang terlihat dalam realitas politik 64 hari jelang Pilpres
2014 ini.
Politisi senior Partai Golkar Suhardiman menyebut ciri-ciri satrio piningit ada pada sosok capres PDIP, Joko Widodo. Entah ada maksud praktis atau tidak, politisi sepuh berusia 89 tahun ini berucap bahwa Jokowi, panggilan Joko Widodo, adalah sosok pemimpin yang akan meneruskan estafet para 'satrio' pendahulu Jokowi.
"Yang pertama Satrio Kinunjoro, Satria yang keluar masuk penjara itu Pak Karno (Soekarno). Kedua Satrio Muktiwibowo itu Pak Harto (Soeharto), yang ketiga Satrio Piningit.
Politisi senior Partai Golkar Suhardiman menyebut ciri-ciri satrio piningit ada pada sosok capres PDIP, Joko Widodo. Entah ada maksud praktis atau tidak, politisi sepuh berusia 89 tahun ini berucap bahwa Jokowi, panggilan Joko Widodo, adalah sosok pemimpin yang akan meneruskan estafet para 'satrio' pendahulu Jokowi.
"Yang pertama Satrio Kinunjoro, Satria yang keluar masuk penjara itu Pak Karno (Soekarno). Kedua Satrio Muktiwibowo itu Pak Harto (Soeharto), yang ketiga Satrio Piningit.
Langganan:
Postingan (Atom)










.jpg)













