Ekonom Indonesia Faisal Basri menyatakan optimis bakal calon presiden (capres) dari PDIP, Joko Widodo (Jokowi) jika terpilih jadi presiden Indonesia, tidak mau tergoda untuk pragmatis atau bagi-bagi kue kekuasaan.
Faisal Basri mengemuakan hal itu dalam sebuah diskusi "Sarasehan Menilai Jokowi, Jokowi di Mata Intelektual", yang diadakan Komunitas Bulaksumur untuk Kemenangan (Blusukan) Jokowi, di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2014).
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Senin, 21 April 2014
Minggu, 20 April 2014
Senior Golkar Nilai JK, Akbar dan Luhut Cocok Dampingi Jokowi
Perolehan hasil suara di Pemilu Legislatif yang tidak memenuhi target membuat Partai Golkar menyiapkan cawapres untuk capres Partai lain. Salah satu kandidat cawapresnya ialah JK, Akbar Tandjung dan Luhut Panjaitan.
Menyikapi terkait cawapres, Politisi Senior Partai Golkar Zainal Bintang mengatakan antara JK dan Akbar Tandjung berpeluang besar dapat menjadi cawapres dadi capres PDIP Joko Widodo. Faktor cap Islam menjadi faktor utama keyakinan tersebut.
Menyikapi terkait cawapres, Politisi Senior Partai Golkar Zainal Bintang mengatakan antara JK dan Akbar Tandjung berpeluang besar dapat menjadi cawapres dadi capres PDIP Joko Widodo. Faktor cap Islam menjadi faktor utama keyakinan tersebut.
Politik 2 Kaki
Perolehan Suara Golkar di hasil hitung cepat Pemilihan Legislatif
(Pileg) sekitar 15 persen. Hal tersebut membuat posisi Golkar di
Pemerintahan masih belum aman.
Politisi Senior Partai Golkar Zainal Bintang menilai untuk menyiasati tidak hilangnya kursi pemerintahan bisa menggunakan sistem politik dua kaki. Di mana Aburizal Bakrie tetap jadi capres dari Partai Golkar dan Jusuf Kalla sebagai kader Partai Golkar menjadi cawapres lewat partai lain.
"Ini kan kelihatannya bisa politik dua kaki.
Politisi Senior Partai Golkar Zainal Bintang menilai untuk menyiasati tidak hilangnya kursi pemerintahan bisa menggunakan sistem politik dua kaki. Di mana Aburizal Bakrie tetap jadi capres dari Partai Golkar dan Jusuf Kalla sebagai kader Partai Golkar menjadi cawapres lewat partai lain.
"Ini kan kelihatannya bisa politik dua kaki.
Rapopo Raisopopo
Kelompok pendukung Joko Widodo untuk berduet dengan Jusuf Kalla semakin
panjang dengan munculnya Jokojek. Kelompok ini mengusung "tagline" Rapopo Raiso Opopo (Tidak apa-apa tidak bisa apa-apa).
Deklarasi kelompok simpatisan Jokowi-JK ini dilakukan dengan sederhana dalam jumpa pers di di Padzzi Pondok Ulam Resto, Cilandak, Jaksel, Minggu (20/4/2014).
Koordinator Jokojek Radius Anwar menyebut Jokowi dan JK adalah pasangan yang sesuai untuk memimpin Indonesia.
Deklarasi kelompok simpatisan Jokowi-JK ini dilakukan dengan sederhana dalam jumpa pers di di Padzzi Pondok Ulam Resto, Cilandak, Jaksel, Minggu (20/4/2014).
Koordinator Jokojek Radius Anwar menyebut Jokowi dan JK adalah pasangan yang sesuai untuk memimpin Indonesia.
Golkar Sebar Kader Jadi Cawapres
Calon presiden (capres) dari Partai Golkar, Aburizal Bakrie disebut telah merestui tiga nama kader di partai berlambang beringin itu untuk dipinang partai politik sebagai calon wakil presiden di pemilu presiden (pilpres) Juli nanti. Tujuannya, agar Golkar selain mengusung Aburizal sebagai calon presiden, juga memiliki kader yang menjadi calon wakil presiden oleh partai lain.
Kalau Jokowi Jadi Presiden, Jokojek Yakin Tak Ada Mobil Murah
Relawan Jokowi-JK yang menamakan diri 'Jokojek' yakin jika Jokowi terpilih jadi Presiden, program mobil murah akan diberhentikan. Karena program tersebut dinilai Jokowi membuat kemacetan.
"Kalau Jokowi jadi presiden, tak akan ada mobil murah," ujar Koordinator Jokojek Radius Anwar, Minggu (20/4/2014).
Radius menilai Jokowi tak punya kekuatan untuk melawan kebijakan pemerintah pusat saat mobil Low Cost Green Car (LCGC/mobil murah) dikeluarkan.
"Kalau Jokowi jadi presiden, tak akan ada mobil murah," ujar Koordinator Jokojek Radius Anwar, Minggu (20/4/2014).
Radius menilai Jokowi tak punya kekuatan untuk melawan kebijakan pemerintah pusat saat mobil Low Cost Green Car (LCGC/mobil murah) dikeluarkan.
Pertarungan Pilpres 2014 Adu Kuat Ahli Marketing
Pertarungan pemilu Presiden (pilpres) 2014 disebut tak ubahnya pertarungan antar ahli marketing atau pemasaran. Pasalnya, orientasi yang dipakai bukan lagi ideologi namun bagaimana agar calon tersebut terlihat 'mengkilap' di mata masyarakat.
Pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, mengatakan orang yang bekerja secara politik saat ini kalah oleh mereka yang bekerja secara marketing. Jika sudah berbicara marketing, maka orientasinya adalah kapitalis dan pasar.
Pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, mengatakan orang yang bekerja secara politik saat ini kalah oleh mereka yang bekerja secara marketing. Jika sudah berbicara marketing, maka orientasinya adalah kapitalis dan pasar.
Sistem Ketokohan Bisa Menggantikan Ideologi Partai Politik
Sistem ketokohan terhadap suatu pemimpin kelak menggantikan ideologi yang dimiliki partai politik. Perlahan ada ketidakpercayaan masyarakat terhadap ideologi yang dimilikinya karena tidak berpengaruh banyak terhadap perubahan.
"Perlahan ada pergeseran dimana ideologi tidak mempengaruhi seseorang, saya melihat rakyat sudah jenuh dengan pemilu legislatif dan buru-buru ke pemilu presiden," kata Sosiolog UI Thamrin Amal Tomagola di Jakarta, Minggu (20/4/2014).
"Perlahan ada pergeseran dimana ideologi tidak mempengaruhi seseorang, saya melihat rakyat sudah jenuh dengan pemilu legislatif dan buru-buru ke pemilu presiden," kata Sosiolog UI Thamrin Amal Tomagola di Jakarta, Minggu (20/4/2014).
PDIP Pastikan Sudah Pegang Tiga Nama Cawapres Jokowi
Politisi senior PDIP Sidarto Danusubroto masih enggan buka mulut terkait siapa calon yang nantinya akan diduetkan dengan bakal calon presiden Joko Widodo. Dengan santai dia hanya mengatakan saat ini kandidat pendamping Gubernur DKI Jakarta itu sudah dikecilkan menjadi tiga orang.
"Saat ini sudah mengerucut ke beberapa nama," kata Sidarto usai diskusi politik di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2014).
"Saat ini sudah mengerucut ke beberapa nama," kata Sidarto usai diskusi politik di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2014).
Relawan 'Jokojek': Jokowi Tak Membohongi Warga Jakarta
Relawan duet Jokowi-JK yang bernama 'Jokojek', menilai Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tak pernah membohongi masyarakat ibukota. Meski mencalonkan jadi Presiden, 'Jokojek' percaya Jokowi masih cinta ibukota.
PDIP Klaim tak Ada Perpecahan Pencapresan Jokowi
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengklaim tidak ada lagi perpecahan pencalonan Joko Widodo atau Jokowi sebagai presiden.
"Nggak ada lagi faksi-faksi yang lain, suara-suara yang tidak based on political condition (berdasarkan kondisi politik) di PDIP," kata Ketua Dewan Kehormatan PDIP Sidarto Danusubrata, di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2014).
Ketua MPR itu menambahkan, hal tersebut sudah bulat diputuskan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Nggak ada lagi faksi-faksi yang lain, suara-suara yang tidak based on political condition (berdasarkan kondisi politik) di PDIP," kata Ketua Dewan Kehormatan PDIP Sidarto Danusubrata, di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2014).
Ketua MPR itu menambahkan, hal tersebut sudah bulat diputuskan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Di Pilpres, Jokowi Akan Pakai Konsultan Politik Sendiri
PDI Perjuangan (PDIP) akan mempertimbangkan untuk mengontrak Konsultan Politik Fastcomm yang dikomandani Ipang Wahid, yang selama Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 lalu menjadi konsultan politiknya Badan Pemenangan Pemilu partai itu.
Ke depan, Jokowi tidak hanya ditampilkan sekedar tokoh yang layak jual semata, melainkan turut menawarkan visi misi yang jelas, sejalan dengan ideologi partai.
"Setahu saya, Fastcomm itu dipakai untuk Pileg, belum pasti dipakai untuk Pilpres, karena Jokowi punya konsultan sendiri, karena ini juga masih dibentuk," kata politisi senior PDIP yang juga Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto, di Jakarta, Minggu (20/4/2014).
Jokowi Berpotensi Jadi Sekjen PBB, Relawan Jokojek: Ini Soal Nasib Orang
Relawan duet Jokowi-JK yang menamakan diri 'Jokojek' menilai Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
(Jokowi) bebas menjadi apa saja yang diinginkan. Dalam hal ini jika
Jokowi berhasil jadi presiden, ia bebas mencalonkan diri sebagai Sekjen
PBB.
Koordinator Jokojek Radius Anwar menilai hal itu sah-sah saja terjadi. Karena hal itu tertuang dalam UU konstitusi.
"Mau jadi Sekjen PBB, ini kan nasib orang karir orang," ujar Radius, Minggu (20/4/2014).
Koordinator Jokojek Radius Anwar menilai hal itu sah-sah saja terjadi. Karena hal itu tertuang dalam UU konstitusi.
"Mau jadi Sekjen PBB, ini kan nasib orang karir orang," ujar Radius, Minggu (20/4/2014).
'Jokojek' Relawan Jokowi-JK Dideklarasikan
Meskipun dibantah oleh Jokowi Widodo (Jokowi) bahwa cawapres yang dipilih adalah Jusuf Kalla (JK), tetapi relawan yang menamai Jokojek mengusung Jokowi -JK
sebagai Presiden dan Wakil Presiden tetap melakukan deklarasi. Menurut kelompok masyarakat
Jokojek, kedua tokoh itu adalah pasangan yang cocok memimpin negara di
kabinet selanjutnya.
"Jokowi-JK adalah sebuah pasangan ideal," ujar Anggota Jokojek Ipul saat deklarasi Jokojek di Jakarta, Minggu (20/4/2014).
"Jokowi-JK adalah sebuah pasangan ideal," ujar Anggota Jokojek Ipul saat deklarasi Jokojek di Jakarta, Minggu (20/4/2014).
Jokowi Bantah JK adalah Pasangannya
Joko Widodo, calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, membantah telah memilih Jusuf Kalla sebagai calon wakil presiden pendamping dirinya. Jokowi, demikian Gubernur DKI Jakarta itu akrab disapa Jokowi, mengaku masih "sendiri".
Kalau bukan Jusuf Kalla lantas siapa? Jokowi tak mau menggubris pertanyaan itu. Ia sama sekali tak mau buka mulut soal nama-nama yang tengah digodok untuk mendampingi dirinya pada pemilihan presiden, 9 Juli mendatang.
Kalau bukan Jusuf Kalla lantas siapa? Jokowi tak mau menggubris pertanyaan itu. Ia sama sekali tak mau buka mulut soal nama-nama yang tengah digodok untuk mendampingi dirinya pada pemilihan presiden, 9 Juli mendatang.
Pengamat: Masyarakat Atas Minta Aman, Masyarakat Bawah Minta Sejahtera
Sejumlah partai politik (Parpol) mulai menggadang-gadang sosok yang
dijagokannya maju sebagai Presiden dan Wakil Presiden dalam Pilpres
tahun 2014 ini.
Di sisi lain, masyarakat Indonesia pun dinilai sudah tidak sabar mengikuti Pilpres secara langsung tersebut.
Menurut Sosiolog Universitas Indonesia (UI), Thamrin Amal Tomagola, ada tiga kelompok atau kelas masyarakat di Indonesia yang akan menyalurkan hak pilihnya di Pilpres.
Di sisi lain, masyarakat Indonesia pun dinilai sudah tidak sabar mengikuti Pilpres secara langsung tersebut.
Menurut Sosiolog Universitas Indonesia (UI), Thamrin Amal Tomagola, ada tiga kelompok atau kelas masyarakat di Indonesia yang akan menyalurkan hak pilihnya di Pilpres.
Jokowi: Duet Jokowi-JK Bukan Matahari Kembar
Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo mengatakan tidak akan ada dua matahari apabila nantinya Jusuf Kalla benar-benar didapuk sebagai calon wakil presiden mendampinginya.
"Enggak ada. Bumi itu mataharinya satu. Beliau sangat baik dan bisa saja (bekerjasama)," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2014).
"Enggak ada. Bumi itu mataharinya satu. Beliau sangat baik dan bisa saja (bekerjasama)," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2014).
Jokowi Senang Beredar Nama dan Fotonya Disandingkan dengan JK
Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo mengaku senang nama dan fotonya disandingkan dengan mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla.
"Saya senang-senang terus he-he-he," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2014).
"Saya senang-senang terus he-he-he," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2014).
Ini kata Sidarto soal isu pertemuan Jokowi, Mega & Ical di Bali
Saat menghadiri resepsi pernikahan keluarga mantan Bupati Gianyar Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati di Bali, Jumat (18/4/2014) malam. Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri serta Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) yang tak lain bakal calon presiden dari PDIP dikabarkan melakukan pertemuan guna membahas koalisi kedua partai politik.
Spekulasi yang beredar pertemuan mereka guna membahas calon pendamping Jokowi pada Pilpres 9 Juli nanti.
Spekulasi yang beredar pertemuan mereka guna membahas calon pendamping Jokowi pada Pilpres 9 Juli nanti.
Perpindahan Konsultan Politik Foke ke Jokowi Dikritisi
Pakar psikologi politik dari Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, mengkritisi sikap konsultan politik yang hanya mementingkan order ketimbang ideologi.
Hamdi mencontohkan Ipang Wahid yang pada pilkada DKI 2012 dikenal sebagai konsultan mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo (Foke), kini sudah menjadi konsultan PDIP dan Jokowi dalam pemilu 2014.
"Sebut saja misalnya yang terkenal, Ipang Wahid. Dari konsultan Foke ke konsultan PDIP dan Jokowi. Ini kan pertanyaan.
Hamdi mencontohkan Ipang Wahid yang pada pilkada DKI 2012 dikenal sebagai konsultan mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo (Foke), kini sudah menjadi konsultan PDIP dan Jokowi dalam pemilu 2014.
"Sebut saja misalnya yang terkenal, Ipang Wahid. Dari konsultan Foke ke konsultan PDIP dan Jokowi. Ini kan pertanyaan.
Jokowi Pemimpin Berbeda, Bekerja dengan Hati
Sosiolog Thamrin Amal
Tomagola terisak ketika berbicara soal sosok Joko Widodo (Jokowi), calon
presiden yang diusung PDI Perjuangan, dan belakangan diikuti Partai
Nasdem.
Di Jakarta, Minggu (20/4), Thamrin ikut dalam acara "Sarasehan Menilai Jokowi, Jokowi di Mata Intelektual", yang dilaksanakan Komunitas Bulaksumur untuk Kemenangan (Blusukan) Jokowi.
Di Jakarta, Minggu (20/4), Thamrin ikut dalam acara "Sarasehan Menilai Jokowi, Jokowi di Mata Intelektual", yang dilaksanakan Komunitas Bulaksumur untuk Kemenangan (Blusukan) Jokowi.
Jokowi Yakin MRT Tidak Tumpang Tindih dengan TransJakarta
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meyakini Mass Rapid Transit (MRT) tidak akan tumpang tindih dengan bus TransJakarta yang beroperasi di jalur yang sama.
"Nanti kalau memang MRT dibutuhkan, bus (TransJakarta) nya dibutuhkan, bisa saja berjalan beriringan di bawah tanah. Sama di atas tanah," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2014).
"Nanti kalau memang MRT dibutuhkan, bus (TransJakarta) nya dibutuhkan, bisa saja berjalan beriringan di bawah tanah. Sama di atas tanah," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (20/4/2014).
Duet dengan Jokowi, JK: Tunggu Saja
Wacana untuk menduetkan Joko Widodo atau Jokowi dengan Jusuf Kalla (JK) kian kencang. Minggu (20/4) beredar stiker yang memuat gambar Jokowi dan JK.
Tak hanya itu, stiker tersebut disebar ke masyarakat di Taman Suropati Jakart Pusat. Seperti diketahui, Taman Suropati berdekatan dengan rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta.
Tak hanya itu, stiker tersebut disebar ke masyarakat di Taman Suropati Jakart Pusat. Seperti diketahui, Taman Suropati berdekatan dengan rumah Dinas Gubernur DKI Jakarta.
Faisal Basri Akui Kualitas Jokowi
Rival Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta lalu, Faisal Basri, ternyata diam-diam adalah penggemar Jokowi sebagai calon presiden RI.
Faisal Basri secara terbuka membuka kekagumannya kepada Jokowi dalam acara "Sarasehan Menilai Jokowi, Jokowi di Mata Intelektual", yang dilaksanakan Komunitas Bulaksumur untuk Kemenangan (Blusukan) Jokowi, di Jakarta, Minggu (20/4/2014).
Faisal Basri secara terbuka membuka kekagumannya kepada Jokowi dalam acara "Sarasehan Menilai Jokowi, Jokowi di Mata Intelektual", yang dilaksanakan Komunitas Bulaksumur untuk Kemenangan (Blusukan) Jokowi, di Jakarta, Minggu (20/4/2014).
Dua Syarat Utama Pendamping Jokowi Versi PDI Perjuangan
Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan menyebutkan dua syarat utama yang harus dipunyai calon pendamping Joko Widodo. Pertama, cawapres pendamping Jokowi, demikian calon presiden dari partai banteng moncong putih itu disapa, harus bisa memastikan kemenangan pasangan ini.
"Kedua, cawapres Jokowi adalah figur yang mampu melakukan efektivitas pemerintahan jika pasangan ini menang Pilpres," kata Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah usai diskusi Dinamika Internal Partai Jelang Pilpres 2014 di Menteng, Jakarta, Minggu (20/4/2014).
"Kedua, cawapres Jokowi adalah figur yang mampu melakukan efektivitas pemerintahan jika pasangan ini menang Pilpres," kata Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah usai diskusi Dinamika Internal Partai Jelang Pilpres 2014 di Menteng, Jakarta, Minggu (20/4/2014).
Pilihan Cawapres Jokowi Ada 5
Calon Presiden RI (Capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDIP), Joko Widodo (Jokowi) mengakui jika pilihan siapa calon wakil
presiden (cawapres) yang akan mendampinginya sudah mengerucut.
Saat ini, sedikitnya ada lima nama tokoh dari berbagai kalangan yang akan menjadi pilihan Jokowi untuk menjadi cawapresnya. Meskipun tidak mengungkapkan siapa nama-nama tersebut, tetapi Jokowi mengakui dari lima nama itu sudah mengerucut.
Saat ini, sedikitnya ada lima nama tokoh dari berbagai kalangan yang akan menjadi pilihan Jokowi untuk menjadi cawapresnya. Meskipun tidak mengungkapkan siapa nama-nama tersebut, tetapi Jokowi mengakui dari lima nama itu sudah mengerucut.
Tak Benar Jokowi Akan Hentikan TPP Dosen dan Guru
Tim Pakar Sekretariat Nasional (Setnas) Jokowi menyesalkan beredarnya
layanan pesan singkat (SMS) berisi kampanye hitam yang dikirim kepada
anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), terutama di Jawa
Timur.
Eva Kusuma Sundari, anggota Tim Pakar Setnas Jokowi, Minggu (20/4/2014), mengemukakan hal itu terkait dengan isi "short message service" (SMS) yang menyatakan bahwa bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) merencanakan penghentian tunjangan profesi pendidik (TPP) dosen maupun tunjangan sertifikasi untuk para guru.
Eva Kusuma Sundari, anggota Tim Pakar Setnas Jokowi, Minggu (20/4/2014), mengemukakan hal itu terkait dengan isi "short message service" (SMS) yang menyatakan bahwa bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) merencanakan penghentian tunjangan profesi pendidik (TPP) dosen maupun tunjangan sertifikasi untuk para guru.
Langganan:
Postingan (Atom)

























