Sabtu, 12 April 2014

Jokowi Disarankan Gandeng Cawapres yang Lebih Muda

Nama Jusuf Kalla (71) disorongkan oleh NasDem sebagai kandidat cawapres bagi capres PDIP Joko Widodo alias Jokowi (52). Namun Jokowi disarankan mencari cawapres lebih muda.
Pengamat politik dari LIPI Siti Zuhro mengatakan usia Jusuf Kalla yang lebih tua hampir dua puluh tahun dari Jokowi bisa jadi hambatan jika duet Jokowi-JK memimpin pemerintahan. Siti mengatakan ada faktor senioritas yang bisa menghambat Jokowi menjalankan pemerintahan dengan leluasa.

Projo Ingin Cawapres Jokowi Tak Berafiliasi ke Cikeas

Partai NasDem siang tadi telah secara resmi mendukung Pencapresan Jokowi pada Pemilu 2014. Joko  Widodo (Jokowi) pun menjadi satu-satunya calon presiden yang sudah memenuhi syarat pencapresan dengan suara PDI Perjuangan (20 persen), ditambah suara Partai NasDem (6 persen).
Jokowi saat ini tinggal hanya mencari Cawapres yang akan mendampinginya. Isu yang berkembang Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa akan mendampinginya.

Jokowi Ikut Bernyanyi Saat Lagu Bob Marley Dibawakan di Taman Suropati

Taman Suropati mendadak ramai saat Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) ikut bergabung dengan live music yang tengah berlangsung di sana. Tak hanya duduk, Capres dari PDIP itu juga ikut bernyanyi saat lagu Bob Marley didendangkan.
Jokowi berjalan kaki dari rumah dinasnya menuju Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/4/2014) sekitar pukul 22.35 WIB. Jokowi nampak begitu menikmati saat band Suropati Art membawakan lagu Bob Marley berjudul Three Little Bird.
Ia nampak ikut bernyanyi dengan sesekali mengangguk-anggukan kepala. Setelah lagu selesai dibawakan, Jokowi tak lupa memberikan apresiasi dengan bertepuk tangan.
Jokowi sempat menyebutkan beberapa grub band favoritnya semasa masih muda.

PDIP Harus Berkoalisi Dengan Empat Partai Oposisi

Kemenangan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam pemilihan umum legislatif (Pileg) 2014 berdasarkan hasil hitung cepat, menjadikan partai bergambar banteng tersebut sebagai salah satu pimpinan koalisi.
Pengamat politik dari Indobarometer M. Qodari mengatakan bahwa setidaknya PDIP kini harus berkoalisi dengan empat partai yaitu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), dan Partai Golkar.

Koalisi Prabowo-Parpol Islam Diprediksi Bisa Tekan Jokowi Effect

Popularitas Jokowi diyakini masih kuat untuk mendongkrak suara dalam pilpres nanti. Di antara dua capres lainnya, Prabowo dinilai yang paling berpeluang untuk mengimbangi Jokowi di pilpres.
Penilaian itu dilihat dari hasil penghitungan cepat (quick count) pemilihan legislatif lalu, suara Gerindra terkerek signifikan karena pengaruh popularitas Prabowo. Bahkan Prabowo berpeluang dapat mengalahkan Jokowi jika mendapat formula koalisi yang tepat.

Malam Mingguan di Taman Suropati, Jokowi Titip Pesan ke Anak Muda

Seakan tak kenal kata lelah, selesai 'bersafari' politik Capres PDIP Joko Widodo justru malam mingguan bersama musisi jalanan di Taman Suropati. Ia pun menyampaikan beberapa pesan kepada para anak muda di sana.
"Saya titip pesan, Taman Suropati ini tempat interaksi, silahkan saling sapa, saling senyum, tapi jangan mabuk. Silakan ruang ini dipakai sebagai ruang anak muda," ujar Jokowi yang masih mengenakan kemeja putih andalannya, di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/4/2014) malam.

Jokowi Bantah Insiden Pengusiran oleh Puan

Calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo alias Jokowi membantah kabar bahwa dirinya diusir oleh Puan Maharani dari pertemuan untuk evaluasi hasil pemilu legislatif (pileg) di kediaman Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/4) petang lalu. Alasannya, pertemuan itu tidak dihadiri Puan yang dikenal sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDIP.
Bantahan Jokowi itu disampaikan melalui tim kampanye PDIP, Eva Kusuma Sundari. Menurut Eva, dirinya langsung menghubungi Jokowi begitu membaca pemberitaan di sebuah media berbahasa Inggris terbitan Jakarta yang memberitakan insiden pengusiran dan perseteruan antara Puan dengan pengendali Situation Room PDIP, Prananda Prabowo.

Tegaskan Putra-Putri Megawati Satu Suara soal Jokowi

PDI Perjuangan (PDIP) gerah lantaran diberitakan tengah dilanda perpecahan internal pasca-keluarnya hasil pemilu legislatif (pileg) yang menempatkan partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu gagal mencapai target 27 persen suara meski sudah memutuskan untuk mengusung Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon presiden. Pemberitaan yang muncul menyebut terjadi gesekan di antara putra-putri Megawati, yakni Prananda Prabowo dan Puan Maharani saat evaluasi atas hasil pileg.

Soal Cawapres Jokowi dari PKB, Muhaimin: Masih Berproses

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar hanya tertawa lebar ketika ditanya kesediaannya menjadi bakal cawapres Jokowi di Pilpres 2014.
Sebelumnya, Ketua DPP PKB Marwan Jafar mengklaim pihak pengurus daerah partainya telah meminta Muhaimin agar menjadi cawapres Jokowi.
Menjawab itu, Muhaimin mengaku bahwa usulan demikian sah-sah saja. Tapi dia menolak untuk menjawabnya.
"Kita lihat perkembangan dulu," kata Muhaimin di Jakarta, Sabtu (12/4/2014).

Ganti Suasana, Jokowi Malam Mingguan di Taman Suropati Nikmati Musik

Calon presiden (capres) yang diusung PDIP, Joko Widodo (Jokowi) dari pagi hingga malam hari ini berkeliling melakukan komunikasi politik dengan parpol lain. Hanya sekitar tiga jam di rumah, Jokowi kembali keluar rumah untuk menikmati suasana malam Minggu.
Jokowi pulang dari 'safari' politiknya ke rumah Dinas Gubernur DKI, Jalan Taman Suropati no 7, Menteng, Jakarta Pusat, pukul 19.30 WIB, Sabtu (12/4/2014). Lalu sekitar pukul 22.35 WIB, Jokowi secara tiba-tiba keluar rumah dan berjalan kaki menuju Taman Suropati yang hanya berjarak beberapa meter, sambil ditemani dua orang pengawal.
Kehadiran Jokowi sontak menarik perhatian warga yang tengah berkumpul di Taman Suropati.

3 Hal yang akan Mengganjal Duet Jokowi-JK

Politikus Senior Partai Golkar yang juga Wakil Presiden Kesepuluh, Jusuf Kalla ramai disebut-sebut akan menjadi calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo (Jokowi) yang sudah resmi diusung sebagai calon presiden oleh PDI Perjuangan.
Namun, duet Jokowi-JK ini diprediksi bakal sulit terwujud. Pengamat politik dari Universitas Indonesia Boni Hargen mengatakan ada tiga hal yang bisa mengganjal Jokowi-JK sehingga sulit dipasangkan.
"Saya melihat ada tiga hal mengapa jangan JK yang harus dipasangan dengan Jokowi," kata Boni saat dihubungi JPNN, Sabtu (12/4/2014) malam.

Polri Selidiki Akun yang Mengadu Domba Prabowo dan Jokowi

Kapolri Jenderal Sutarman mengaku belum mengetahui beredarnya akun di twitter yang seolah-olah menjadi milik Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad yang isinya cenderung mengadu domba.
Yakni mendukung Jokowi yang maju sebagai calon presiden (capres) dari PDI-P, namun sekaligus menghina Prabowo Subianto yang menjadi capres dari Gerindra. "Terima kasih (info) masukannya," kata Sutarman saat dihubungi Beritasatu.com, Sabtu (12/4/2014) saat diberitahu soal beredarnya akun tersebut.

Jokowi: Koalisi PDIP-PKB Akan Diputuskan Segera

Calon Presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo, mengatakan soal kesepakatan koalisi antara partainya dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akan diputuskan dalam waktu secepatnya. Meski Jokowi sudah tak malu-malu menyatakan kedua parpol sudah memiliki visi dan kebersamaan yang erat.
Hal tersebut diungkap Jokowi saat memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan tertutup dengan Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar, di kantor DPP PKB di Jalan Raden Saleh No 09, Jakarta Pusat pada Sabtu, 12 April 2014.

Cak Imin: Jokowi Boleh Pilih Saya, Mahfud & Rhoma

Capres PDIP Jokowi hari ini sibuk melakukan silaturahmi politik. Setelah mendatangi Partai NasDem dan Partai Golkar, Jokowi juga akan mendatangi kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengakui jika Jokowi akan bertemu dengannya. Namun pria yang juga menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi itu mengaku belum mengetahui, apakah kedatangan tersebut terkait ajakan berkoalisi.
"Enggak tahu, rencananya begitu tapi masih tunggu konfirmasi. Semuanya hari ini masih cair, saling komunikasi saja," katanya, Sabtu (12/4/2014).

Teten: Jokowi Diberi Megawati Kewenangan Penuh Tentukan Koalisi

Sejak pencoblosan Pileg 9 April lalu, calon presiden yang diusung PDIP, Joko Widodo (Jokowi) selau 'bergerilya' menjalin komunikasi politik ke parpol lain. Tim sukses Jokowi, Teten Masduki mengatakan, hal itu dilakukan karena Jokowi diberikan kewenangan penuh oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk menjalin komunikasi politik dengan partai lain.
"Pak Jokowi diberi kewenangan penuh komunikasi dengan semua parpol. Mengambil peran sebagai pemimpin dengan semua elemen parpol.

Koalisi Partai Islam Sudah Kantongi Capres Alternatif Non Jokowi, Prabowo dan Ical

Partai politik (Parpol) berbasis Islam benar-benar serius untuk melakukan koalisi. Bahkan elit partainya tengah menggodok kemungkinan menyodorkan seorang calon presiden (Capres) alternatif diluar kandidat capres yang saat ini beredar seperti Jokowi, Prabowo, dan Aburizal Bakrie alias Ical.
"Yang jelas kami sudah punya nama, kriterianya orang muda usia 40 sampai 60 tahun," kata Wakil Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa di Jakarta, Sabtu (12/4/2014).

PAN Tangkap Sinyal Spesial dari Kunjungan Puan

Partai Amanat Nasional (PAN) kian percaya diri dalam menjalin koalisi untuk pemilu presiden (pilpres) nanti setelah menunjukkan lonjakan suara signifikan pada pemilu legislatif (pileg) Rabu (9/4/2014) lalu. Bahkan, partai pimpinan Hatta Rajasa itu menangkap sinyal positif dari PDI Perjuangan yang telah mengusung Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon presiden.
Menurut Wakil Ketua Umum PAN, Dradjad H Wibowo, sebenarnya partainya bersikap terbuka dengan partai politik manapun. Hanya saja, kayanya, Hatta memang punya kedekatan dengan Megawati Soekarnoputri maupun petinggi PDIP lainnya.

Ketua PKB: Jokowi Ingin Cak Imin Masuk Dalam Bursa Cawapres

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah menawarkan beberapa nama calon wakil presiden kepada PDI Perjuangan guna mendampingi capres Joko Widodo alias Jokowi. Namun, PDI-P meminta agar Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin turut menjadi salah satu nama yang akan didiskusikan antara PDIP dengan PKB.
"Teman-teman koalisi sudah kami tawarkan beberapa nama. Tapi mereka minta satu nama baru yaitu Cak Imin, ketua umum untuk diajukan sebagai calon wakil presiden. Terhadap permintaan itu, kami sedang lakukan exercise," ujar Ketua DPP PKB Helmy Faishal Zaini usai diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (12/4/2014).

Asal PDIP Mengalah Bisa Terwujud Duet Projo

Peluang koalisi antara Partai Gerindra dan PDIP dinilai masih terbuka meski kedua partai politik itu sama-sama sudah punya calon presiden. Koalisi bisa terjadi asalkan salah satu pihak bersedia mengalah untuk mendapat jatah calon wakil presiden.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Agung Suprio menilai kedua partai politik (parpol) hanya melihat dari satu sisi. Agung menilai Prabowo merasa sebagai rising star karena suara Gerindra meroket meski tak mencukupi untuk mengusung pasangan capres tanpa koalisi.
Sedangkan Jokowi diuntungkan posisi PDIP yang menjadi jawara pemilu legislatif meski elektabilitasnya kian surut.

Jokowi Bertanya: Yang Masak Ini Bu Muhaimin ya Pak?

Dalam kunjungan bakal calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko Widodo ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ada suatu hal yang istimewa.
Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar menghidangkan sajian spesial nasi kebuli kepada Jokowi dan petinggi PDI-P lainnya.
Kader PDI-P yang turut hadir seperti Wasekjen Hasto Kristianto dan aktivis anti korupsi Teten Masduki. Pertemuan tertutup antara kader PKB serta PDI-P itu berlangsung selama kurang lebih 90 menit.

Nikmatnya Nasi Kebuli

Bakal calon presiden PDI Perjuangan, Joko Widodo melakukan safari politiknya ke markas DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Di sana dia disambut Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin.
Jokowi, sapaan akrabnya, mengaku puas atas suguhan nasi kebuli khas Timur Tengah dari Cak Imin. Usai menyantap, orang nomor satu DKI Jakarta itu menyatakan makanan itu mampu menggoyang lidahnya.
"Tadi setelah sholat magrib lanjut makan nasi kebuli. Daging kambingnya enak banget dan kenyang," kata Jokowi di Kantor DPP PKB, Jakarta, Sabtu (12/4/2014).

Ical Pecundangi Jokowi

Jika sebelumnya Partai Nasdem memastikan akan mendukung penuh calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P), Joko Widodo, Ketua Umum yang juga calon presiden Partai Golkar Aburizal Bakrie juga mengaku sudah melakukan pendekatan kepada beberapa partai politik untuk mendukung langkahnya maju sebagai presiden RI.
"Secara terbuka saya sudah sampaikan kepada Jokowi bahwa Partai Golkar sudah berbicara dengan beberapa partai," kata Ical sapaanya, saat menggelar jumpa pers usai pertemuannya dengan Jokowi di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (12/4/2014).

PDIP: Selain Cawapres, Figur Menhan dan Panglima TNI pun Penting

Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tengah bekerja keras mencari figur calon wakil presiden (cawapres) yang pas untuk dipasangkan dengan Joko Widodo (Jokowi). Sejumlah petinggi partai politik (parpol) lainnya dikabarkan tengah merapat ke partai berlambang banteng ini guna melamar posisi tersebut.
Terlepas dari itu, anggota DPR asal Fraksi PDIP, Helmy Fauzi menegaskan bahwa siapapun cawapresnya, yang penting adalah siapa yang bakal duduk di kabinet mendatang. 

Diselingi Nasi Kebuli, Jokowi-Muhaimin Awali Kesepakatan Koalisi

Pertemuan antara calon presiden dari PDIP, Joko Widodo dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Sabtu (12/4), sore di belum secara resmi memutuskan kedua partai peserta pemilu legislatif itu bakal berkoalisi untuk pemilu presiden (pilpres) Juli nanti. Meski demikian, kedua partai dari pertemuan di DPP PKB itu sudah menghasilkan kesepakatan awal untuk berkoalisi.

JK Dilarang Pakai Atribut Golkar

Wakil Ketua Umum Cicip Sutardjo mempersilahkan kepada mantan Ketua Umum Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK) jika ingin menjadi calon wakil presiden (cawapres) mendampingi Joko Widodo atau Jokowi.
Namun jika hal itu terjadi, maka JK tidak diperkenankan menggunakan atau membawa nama Partai Golkar. "Silahkan, yang pasti jangan bawa atribut Golkar," ujar Cicip, Sabtu (12/4/2014).

Jokowi - Muhaimin Belum Sepakati Nama Cawapres

Pertemuan calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo dan Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, di Kantor PKB, Jakarta Pusat, Sabtu (12/4/2014) belum menghasilkan kesepakatan mengenai nama calon wakil presiden yang akan mendampingi Jokowi.
Muhaimin mengatakan bahwa kerjasama PDIP dan PKB ini baru tahap awal. Kedua pihak akan terus mematangkan dalam pembicaraan lebih konkrit termasuk mencari cawapres yang tepat untuk Jokowi.

Genggam Tangan Jokowi, Muhaimin Bicara Duet Ini Cocok

Calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko Widodo, pada Sabtu, 12 April 2014 sekitar pukul 17.30 WIB, tiba di kantor DPP Partai Kebangkitan Bangsa di jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat. Begitu tiba di markas PKB, Jokowi langsung disambut Sekjen DPP PKB, Imam Nachrowi.
Kehadiran Jokowi di markas PKB diduga untuk berdiskusi soal kemungkinan PDIP berkoalisi dengan partai yang dipimpin oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.