Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo menampik bahwa pertemuannya dengan Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Paloh siang ini membahas mengenai wacana Jokowi-JK sebagai capres dan cawapres.
"Oh kami belum sampai ke orang lah," ujar Tjahjo saat ditemui di DPP Partai Nasdem, Menteng, Jakarta, Sabtu (12/4/2014).
Tjahjo mengungkapkan, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan komunikasi dengan semua partai politik peserta pemilu, salah satunya dengan Partai Nasdem.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Sabtu, 12 April 2014
Surya Paloh Klaim Jokowi Juga Capres Partai Nasdem
Ketua Umum DPP Partai Nasdem, Surya Paloh mengutarakan pihaknya kini telah resmi merapat ke PDI Perjuangan untuk berkoalisi.
"Kami sepakat untuk merapatkan barisan, untuk persiapan mendukung, capres dari PDI Perjuangan," ujar Surya Paloh saat menggelar jumpa pers di kantor DPP Partai Nasdem, Menteng, Jakarta, Sabtu (12/4/2014).
Surya Paloh mengungkapkan, sepakatnya merapat ke PDI Perjuangan lantaran Partai Nasdem dengan PDI Perjuangan memiliki visi yang sama dalam mewujudkan sistem pemerintahan presidensiil yang sebenarnya.
"Perbincangan kami, perbincangan yang lebih banyak pada keinginan untuk memahami kesamaan visi dan misi dari peran yang bisa dijalankan, dari dua institusi parpol, PDIP dan Nasdem," kata Surya Paloh.
"Kami sepakat untuk merapatkan barisan, untuk persiapan mendukung, capres dari PDI Perjuangan," ujar Surya Paloh saat menggelar jumpa pers di kantor DPP Partai Nasdem, Menteng, Jakarta, Sabtu (12/4/2014).
Surya Paloh mengungkapkan, sepakatnya merapat ke PDI Perjuangan lantaran Partai Nasdem dengan PDI Perjuangan memiliki visi yang sama dalam mewujudkan sistem pemerintahan presidensiil yang sebenarnya.
"Perbincangan kami, perbincangan yang lebih banyak pada keinginan untuk memahami kesamaan visi dan misi dari peran yang bisa dijalankan, dari dua institusi parpol, PDIP dan Nasdem," kata Surya Paloh.
Resmi Dukung Jokowi, Surya Paloh Akan Bahas Cawapres dengan Mega
NasDem Surya Paloh telah resmi memberikan dukungannya kepada capres PDIP
Jokowi. Langkah selanjutnya, Surya akan membahas soal cawapres dengan
Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Apakah NasDem akan berupaya mengendorse posisi sebagai wakil? Ini masih tahapan diskusi pemikiran. Nanti dalam 2-3 hari ini akan dibicarakan dengan Megawati," kata Surya dalam jumpa pers di kantor DPP NasDem di Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/4/2014).
"Apakah NasDem akan berupaya mengendorse posisi sebagai wakil? Ini masih tahapan diskusi pemikiran. Nanti dalam 2-3 hari ini akan dibicarakan dengan Megawati," kata Surya dalam jumpa pers di kantor DPP NasDem di Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/4/2014).
Dukungan Surya Paloh untuk Jokowi
Ketum NasDem Surya Paloh dan Capres PDIP Jokowi menggelar pertemuan tertutup selama sekitar satu jam. Usai pertemuan, mereka menggelar konpers.
Pertemuan di lantai 5 kantor DPP NasDem di Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/4/2014) itu berakhir sekitar pukul 12.30 WIB. Usai pertemuan, ditemani Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo dan Sekjen NasDem Patrice Rio Capella, Jokowi dan Surya Paloh menemui wartawan di media center NasDem.
Pertemuan di lantai 5 kantor DPP NasDem di Gondangdia, Jakarta Pusat, Sabtu (12/4/2014) itu berakhir sekitar pukul 12.30 WIB. Usai pertemuan, ditemani Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo dan Sekjen NasDem Patrice Rio Capella, Jokowi dan Surya Paloh menemui wartawan di media center NasDem.
Jokowi Jangan dengan Tokoh Lama yang Lu Lagi...Lu Lagi
Nama cawapres pendamping Capres PDIP Joko Widodo (Jokowi) telah mengerucut dan segera diumumkan. Masukan tentang kriteria cawapres Jokowi juga dilontarkan dari Partai Demokrat yang berharap cawapres Jokowi harus wajah baru dan revolusioner.
"Jokowi sebaiknya dengan tokoh baru. Jangan dengan tokoh lama yang lu lagi, lu lagi," kata anggota Dewan Pembina Ahmad Mubarok
di Q-Smoke House, Jl Suryo, Jakarta Selatan, sabtu (12/4/2014).
Menurut dia, tokoh baru yang bakal bersanding dengan Jokowi harus figur yang bersih.
"Jokowi sebaiknya dengan tokoh baru. Jangan dengan tokoh lama yang lu lagi, lu lagi," kata anggota Dewan Pembina Ahmad Mubarok
di Q-Smoke House, Jl Suryo, Jakarta Selatan, sabtu (12/4/2014).
Menurut dia, tokoh baru yang bakal bersanding dengan Jokowi harus figur yang bersih.
Suasana Pertemuan di Markas NasDem
Capres PDIP Jokowi dan Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo menyambangi kantor DPP
NasDem di Gondangdia, Jakarta Pusat, untuk bertemu dengan Surya Paloh.
Pertemuan itu digelar tertutup.
Jokowi tiba di kantor DPP NasDem pukul 11.20 WIB. Tjahjo telah lebih dulu tiba di markas parpol nomor urut 1 itu. Tiba di DPP NasDem Jokowi disambut Ketua Bapilu NasDem Ferry Mursyidan Baldan.
"Mau ketemu Ketua Umum NasDem, Pak Surya Paloh," kata Jokowi saat ditanya maksud kedatangannya.
Jokowi tiba di kantor DPP NasDem pukul 11.20 WIB. Tjahjo telah lebih dulu tiba di markas parpol nomor urut 1 itu. Tiba di DPP NasDem Jokowi disambut Ketua Bapilu NasDem Ferry Mursyidan Baldan.
"Mau ketemu Ketua Umum NasDem, Pak Surya Paloh," kata Jokowi saat ditanya maksud kedatangannya.
Prabowo-Jokowi Cukup 1 Putaran
Duet Prabowo-Jokowi dinilai bakal sangat kuat jika terjadi. Duet tersebut diprediksi bakal menang satu putaran dalam pemilu Presiden 2014.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Agung Suprio, mengatakan sangat mungkin PDIP berkoalisi dengan Gerindra karena keduanya mempunyai basis ideologi yang sama. Namun menurutnya untuk menciptakan koalisi tersebut, harus ada salah satu pihak yang mengalah menjadi cawapres.
Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Agung Suprio, mengatakan sangat mungkin PDIP berkoalisi dengan Gerindra karena keduanya mempunyai basis ideologi yang sama. Namun menurutnya untuk menciptakan koalisi tersebut, harus ada salah satu pihak yang mengalah menjadi cawapres.
Jokowi-JK Cukup 1 Putaran
Ketua DPD I PDI Perjuangan Provinsi Bangka Belitung (Babel) Rustam Effendi mengatakan, Jusuf Kalla (JK) merupakan sosok yang ideal mendampingi calon presiden PDIP Joko Widodo.
"Di antara calon yang bermunculan, saya menilai Jusuf Kalla paling ideal sebagai cawapres mendampingi capres Joko Widodo," kata Rustam Effendi, Sabtu (12/4/2014).
"Di antara calon yang bermunculan, saya menilai Jusuf Kalla paling ideal sebagai cawapres mendampingi capres Joko Widodo," kata Rustam Effendi, Sabtu (12/4/2014).
Jokowi Temui Surya Paloh di Markas NasDem
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) nampaknya serius menjajaki koalisi dengan Partai Nasional Demokrat (NasDem). Hari ini calon presiden dari PDIP Joko Widodo (Jokowi) menemui Ketua Umum NasDem Surya Paloh.
Pertemuan digelar di kantor DPP Partai NasDem, Jl RP Soeroso, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/4/2014) siang ini.
"Pak Paloh dengan Jokowi memang sering berkomunikasi. Sebelum adanya pertemuan ini pada pemilihan gubernur tahun lalu Jokowi juga pernah mengunjingi kantor NasDem lama," ujar Ketua Bapilu Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan di kanfor DPP Nasdem, Sabtu (12/4/2014).
Pertemuan digelar di kantor DPP Partai NasDem, Jl RP Soeroso, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (12/4/2014) siang ini.
"Pak Paloh dengan Jokowi memang sering berkomunikasi. Sebelum adanya pertemuan ini pada pemilihan gubernur tahun lalu Jokowi juga pernah mengunjingi kantor NasDem lama," ujar Ketua Bapilu Partai NasDem Ferry Mursyidan Baldan di kanfor DPP Nasdem, Sabtu (12/4/2014).
PDIP Ingin Pendamping Jokowi Bisa Saling Melengkapi
Hingga saat ini PDIP belum memutuskan siapa sosok yang akan mendampingi Joko Widodo dalam pemilihan presiden nanti. Ada sejumlah nama yang dikait-kaitkan untuk mendampingi Jokowi, tapi nama itu belum diumumkan secara resmi oleh DPP PDIP.
Wakil Sekjen PDIP, Eriko Sotarduga mengatakan, PDI Perjuangan hingga saat ini masih menyaring nama-nama yang dinilai cocok untuk dampingi Jokowi. PDIP, kata Eriko sangat selektif memilih sosok yang dapat dipasangkan bersama Jokowi.
"Saat ini kami masih menginventarisir calon-calon karena kita mengharapkan Cawapres nanti bisa memperkuat dan saling melengkapi," kata Eriko dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (12/4/2014).
Wakil Sekjen PDIP, Eriko Sotarduga mengatakan, PDI Perjuangan hingga saat ini masih menyaring nama-nama yang dinilai cocok untuk dampingi Jokowi. PDIP, kata Eriko sangat selektif memilih sosok yang dapat dipasangkan bersama Jokowi.
"Saat ini kami masih menginventarisir calon-calon karena kita mengharapkan Cawapres nanti bisa memperkuat dan saling melengkapi," kata Eriko dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu (12/4/2014).
Jokowi Akan Segera Temui Muhaimin dan Hamzah Haz
Jokowi tak hanya menemui Ketum NasDem Surya Paloh dan Ketum Golkar
Aburizal Bakrie saja dalam rangka penjajakan koalisi Pilpres. Sejumlah
tokoh lainnya juga akan disambangi antara lain Ketum PKB Muhaimin
Iskandar dan Tokoh PPP Hamzah Haz.
"Ya nanti ketemu sama tokoh-tokoh lagi seperti Pak Muhaimin, PKB, Hamzah Haz PPP dan masih banyak lagi," kata Wasekjen PDIP Hasto Kristianto di kediaman Mega di Kebagusan, Jaksel, Sabtu (12/4/2014).
"Ya nanti ketemu sama tokoh-tokoh lagi seperti Pak Muhaimin, PKB, Hamzah Haz PPP dan masih banyak lagi," kata Wasekjen PDIP Hasto Kristianto di kediaman Mega di Kebagusan, Jaksel, Sabtu (12/4/2014).
Jokowi ke Markas NasDem
Capres PDIP Joko Widodo atau yang berjuluk Jokowi rencananya akan bertemu dengan Ketum NasDem Surya Paloh. Pertemuan akan digelar di markas DPP NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat.
"Iya, pertemuannya jam 11.00 WIB ini," kata Sekjen NasDem Patrice Rio Capella saat dikonfirmasi, Sabtu (12/4/2014).
Rio mengonfirmasi pertemuan pertemuan membahas Pilpres 2014.
"Iya, pertemuannya jam 11.00 WIB ini," kata Sekjen NasDem Patrice Rio Capella saat dikonfirmasi, Sabtu (12/4/2014).
Rio mengonfirmasi pertemuan pertemuan membahas Pilpres 2014.
Pelajaran Bagi PDIP
PEMILU legislatif Indonesia dilaksanakan pada 9 April 2014. Sebagian besar hasil penghitungan cepat atau quick counts tidak resmi menunjukkan bahwa perolehan suara PDIP di bawah 20% untuk Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Hasil tersebut mendekati ambang batas 25% yang dibutuhkan untuk mengajukan calon presiden Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Simpatisan partai sangat kecewa setelah berharap banyak untuk bisa memenangkan 30% suara.
Namun demikian, hasil ini masih lebih baik dibandingkan pemilu tahun 2004 dan 2009 saat PDIP hanya meraup 18,53% dan 14,03% suara.
Hasil tersebut mendekati ambang batas 25% yang dibutuhkan untuk mengajukan calon presiden Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Simpatisan partai sangat kecewa setelah berharap banyak untuk bisa memenangkan 30% suara.
Namun demikian, hasil ini masih lebih baik dibandingkan pemilu tahun 2004 dan 2009 saat PDIP hanya meraup 18,53% dan 14,03% suara.
Hadapi Pilpres 2014, Jokowi Jadi 'Panglima Pemenangan'
Seknas Jokowi menyatakan capres dari PDIP itu memimpin langsung upaya
pemenangan dalam menghadapi Pilpres 2014. Kelompok yang mendukung Jokowi
ini untuk jadi presiden pun menyambut gembira.
"Keputusan Jokowi untuk menjadi 'panglima pemenangan' merupakan suatu keputusan yang tepat," kata Presidium Seknas Jokowi, Dadang Juliantara, melalui surat elektronik, Sabtu (12/4/2014).
Dadang menyatakan model kepemimpinan Jokowi mampu memenuhi harapan Seknas Jokowi dan sejumlah pendukung lainnya. Ia pun menilai posisi RI 1 akan semakin mudah diraih jika Jokowi yang turun langsung memimpin perebutan presiden RI ke tujuh pada 9 Juli 2014 nanti.
"Keputusan Jokowi untuk menjadi 'panglima pemenangan' merupakan suatu keputusan yang tepat," kata Presidium Seknas Jokowi, Dadang Juliantara, melalui surat elektronik, Sabtu (12/4/2014).
Dadang menyatakan model kepemimpinan Jokowi mampu memenuhi harapan Seknas Jokowi dan sejumlah pendukung lainnya. Ia pun menilai posisi RI 1 akan semakin mudah diraih jika Jokowi yang turun langsung memimpin perebutan presiden RI ke tujuh pada 9 Juli 2014 nanti.
Promo: Hatta Rajasa Dianggap Cocok Dampingi Jokowi
Joko Widodo atau biasa disapa dengan Jokowi sudah dipastikan menjadi
bakal capres PDI Perjuangan. Hal ini juga didukung oleh perolehan suara
PDIP secara nasional pada Pemilihan Legislatif (Pileg) mencapai 20
persen.
Banyak pihak yang mulai berspekulasi mengenai siapa Cawapres yang dianggap tepat untuk untuk mendampinginya dalam Pilpres 2014. Pihak PDIP belum memberikan jawaban mengenai siapa calon Cawapres yang mereka tunjuk untuk mendampingi Jokowi. Alasan dari PDIP bahwa mereka menunggu hasil pengumuman resmi dari KPU mengenai rekapitulasi akhir perolehan suara secara nasional.
Banyak pihak yang mulai berspekulasi mengenai siapa Cawapres yang dianggap tepat untuk untuk mendampinginya dalam Pilpres 2014. Pihak PDIP belum memberikan jawaban mengenai siapa calon Cawapres yang mereka tunjuk untuk mendampingi Jokowi. Alasan dari PDIP bahwa mereka menunggu hasil pengumuman resmi dari KPU mengenai rekapitulasi akhir perolehan suara secara nasional.
Jumat, 11 April 2014
Permadi: Ryamizard Adalah Jenderal Pemberani
Indonesia membutuhkan pemimpin yang tegas, bersih dan tidak pandang bulu. Model kepemimpinan ini yang dianggap bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik setelah masa bhakti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berakhir.
Saat ini muncul beberapa nama yang digadang-gadang layak menggantikan SBY. Termasuk nama mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Ryamizard Ryacudu. Sosok ini dinilai bisa membawa perubahan bagi bangsa Indonesia, karena disegani oleh dunia luar.
"Dia sosok militer yang mempunyai kualitas yang tinggi. Kepemimpinannya sangat menonjol. Sehingga, Amerika takut sama dia," kata Dewan Pembina Partai Gerindra, Permadi saat dihubungi wartawan, Jumat (11/4/2014).
Saat ini muncul beberapa nama yang digadang-gadang layak menggantikan SBY. Termasuk nama mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Ryamizard Ryacudu. Sosok ini dinilai bisa membawa perubahan bagi bangsa Indonesia, karena disegani oleh dunia luar.
"Dia sosok militer yang mempunyai kualitas yang tinggi. Kepemimpinannya sangat menonjol. Sehingga, Amerika takut sama dia," kata Dewan Pembina Partai Gerindra, Permadi saat dihubungi wartawan, Jumat (11/4/2014).
Pertemuan dengan Pemred Ditunda Minggu Depan
Batal datang ke acara Forum Pemimpin Redaksi (Pemred) malam tadi,
bakal calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo mengatakan pihaknya akan
mengajak bertemu pada pekan depan.
Pekan Depan PDIP Umumkan Kandidat Cawapres Jokowi
Calon presiden yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (Jokowi) terlihat baru tiba di rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, sekitar pukul 22.40 WIB, Jumat malam (11/4/2014). Dia baru saja melakukan pertemuan di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri di Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Kepada wartawan, Jokowi mengaku pertemuannya dengan Mega untuk membahas masalah calon wakil presiden (cawapres) dan koalisi partai.
Kepada wartawan, Jokowi mengaku pertemuannya dengan Mega untuk membahas masalah calon wakil presiden (cawapres) dan koalisi partai.
Bahas Cawapres dengan Mega, Jokowi: Minggu Depan Keluar Nama
Capres PDIP Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan serius dengan Ketua
Umum Megawati Soekarnoputri di Kebagusan, Jakarta Selatan. Salah satu
yang dibahas adalah kandidat cawapres yang akan mendampingi Jokowi dalam
Pilpres 2014.
Selama dua jam pertemuan tersebut dilakukan, Jokowi langsung kembali ke rumah dinasnya di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/4/2014) malam. Ia tiba di rumah dinasnya pada pukul 22.30 WIB, menggunakan mobil Innova putih.
Selama dua jam pertemuan tersebut dilakukan, Jokowi langsung kembali ke rumah dinasnya di Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (11/4/2014) malam. Ia tiba di rumah dinasnya pada pukul 22.30 WIB, menggunakan mobil Innova putih.
Jokowi Puji Puan: Kinerja Bapilu Bagus, PDIP Ranking Satu
Joko Widodo (Jokowi) memuji kinerja Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDIP yang
dipimpin Puan Maharani. Menurut Jokowi, kemenangan PDIP berkat kerja
keras Bapilu PDIP.
"Kinerja Bapilu bagus, ranking satu, urutan satu," kata Jokowi kepada wartawan saat meninggalkan rumah Megawati di Jl Kebagusan IV, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (11/4/2014).
Meski demikian, untuk memperkuat pasukan di Pilpres 2014, PDIP akan melengkapi tim yang ada. Bahkan, PDIP akan menyiapkan tim wapres.
"Kinerja Bapilu bagus, ranking satu, urutan satu," kata Jokowi kepada wartawan saat meninggalkan rumah Megawati di Jl Kebagusan IV, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (11/4/2014).
Meski demikian, untuk memperkuat pasukan di Pilpres 2014, PDIP akan melengkapi tim yang ada. Bahkan, PDIP akan menyiapkan tim wapres.
Haji Lulung Ingin Jadi Menteri Jika Jokowi Jadi Presiden
Joko Widodo yang berjuluk Jokowi, dinilai hanya memiliki keunggulan dalam popularitas dan elektabilitas sebagai bakal calon presiden. Namun, ia diyakini tak terlalu cakap dalam mengurus pemerintahan.
Karenanya, Jokowi diminta memiliki anggota kabinet yang cakap jika terpilih menjadi presiden periode 2014-2019. Hal tersebut, diutarakan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham "Haji Lulung" Lunggana.
Karenanya, Jokowi diminta memiliki anggota kabinet yang cakap jika terpilih menjadi presiden periode 2014-2019. Hal tersebut, diutarakan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham "Haji Lulung" Lunggana.
Jokowi Yakin Tidak Timbul Friksi Antara Ormas Pendukungnya dengan PDIP
Selain Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko "Jokowi" Widodo, turut didukung banyak organisasi untuk maju sebagai calon presiden.
Barisan Relawan Jokowi for Presiden (Bara JP) dan Pro Jokowi (Projo), menjadi salah dua dari sekian organisasi massa yang mendukungnya maju dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014.
Banyaknya ormas pendukung seperti itu, dikhawatirkan sejumlah pihak justru merugikan Jokowi. Sebab, tidak tertutup kemungkinan timbul friksi atau perseteruan dan persaingan tidak sehat antarorganisasi tersebut.
Barisan Relawan Jokowi for Presiden (Bara JP) dan Pro Jokowi (Projo), menjadi salah dua dari sekian organisasi massa yang mendukungnya maju dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 9 Juli 2014.
Banyaknya ormas pendukung seperti itu, dikhawatirkan sejumlah pihak justru merugikan Jokowi. Sebab, tidak tertutup kemungkinan timbul friksi atau perseteruan dan persaingan tidak sehat antarorganisasi tersebut.
Usai Bertemu Mega, Jokowi: Tadi Bicara Cawapres dan Kerja Sama Partai Lain
Pembicaraan koalisi menuju pemilihan presiden (pilpres) di internal
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) semakin intensif.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melaksanakan pertemuan tertutup dengan capres Joko Widodo (Jokowi), bersama sejumlah elite DPP PDIP.
Pertemuan itu dilakukan di kediaman Megawati di Kebagusan, Jakarta Selatan, sejak Jumat (11/4/2014) malam.
Sebelum tengah malam, Jokowi keluar dari kediaman Megawati dengan menumpang mobil Toyota Innova.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri melaksanakan pertemuan tertutup dengan capres Joko Widodo (Jokowi), bersama sejumlah elite DPP PDIP.
Pertemuan itu dilakukan di kediaman Megawati di Kebagusan, Jakarta Selatan, sejak Jumat (11/4/2014) malam.
Sebelum tengah malam, Jokowi keluar dari kediaman Megawati dengan menumpang mobil Toyota Innova.
PDIP Dinilai Belum Solid Dukung Jokowi
Peneliti dari lembaga Poltracking Agung Baskoro mengemukakan secara
internal, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) belum solid
mendukung pencapresan Joko Widodo (Jokowi).
Masih ada faksi setengah hati sehingga mempengaruhi mesin partai. Hal ini bisa dilihat dari iklan-iklan yang muncul, di mana lebih banyak menampilkan sosok Puan Maharani dalam tagline "Indonesia Hebat".
"Mesin partai juga lambat mengoptimalisasi sosok Jokowi karena terjerat popularitas dan elektabilitas Jokowi yang tinggi versi survei. Akibatnya kerja-kerja politik dari kader PDIP menjadi minimalis," kata Agung di Jakarta, Jumat (11/4/2014).
Masih ada faksi setengah hati sehingga mempengaruhi mesin partai. Hal ini bisa dilihat dari iklan-iklan yang muncul, di mana lebih banyak menampilkan sosok Puan Maharani dalam tagline "Indonesia Hebat".
"Mesin partai juga lambat mengoptimalisasi sosok Jokowi karena terjerat popularitas dan elektabilitas Jokowi yang tinggi versi survei. Akibatnya kerja-kerja politik dari kader PDIP menjadi minimalis," kata Agung di Jakarta, Jumat (11/4/2014).
Warga Klaten Percayai Jokowi Sebagai Satrio Piningit
Warga Klaten, Jawa Tengah, memercayai Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
(Jokowi) sebagai sosok Satrio Piningit, yang akan memimpin Indonesia di
masa mendatang. Bahkan mereka sangat yakin Jokowi akan menjadi presiden
pada 2014 ini.
Pantauan merdeka.com selama masa kampanye memang muncul ratusan poster Jokowi, yang mengenakan setelan jas hitam dengan peci. Gambar bertuliskan "Saatnya Satrio Piningit Memimpin, Presiden RI 2014-2019" tersebut tersebar di berbagai sudut kota.
Pantauan merdeka.com selama masa kampanye memang muncul ratusan poster Jokowi, yang mengenakan setelan jas hitam dengan peci. Gambar bertuliskan "Saatnya Satrio Piningit Memimpin, Presiden RI 2014-2019" tersebut tersebar di berbagai sudut kota.
"Jokowi Effect" Diyakini Tingkatkan Jumlah Suara PDI-P di DIY
Majunya Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo diprediksi menjadi salah satu efek positif dalam perolehan suara PDI-P di DIY.
Partai berlambang banteng moncong putih itu menargetkan mendapat 30 persen suara dalam Pemilu 9 April 2014 kemarin.
"PDI-P DIY menargetkan memperoleh suara sebanyak 30 persen di Pemilu 9 April. Kami yakin target itu tercapai," jelas Sekretaris DPD PDI-P DIY, Bambang Prastowo, Jumat (11/04/2014).
Partai berlambang banteng moncong putih itu menargetkan mendapat 30 persen suara dalam Pemilu 9 April 2014 kemarin.
"PDI-P DIY menargetkan memperoleh suara sebanyak 30 persen di Pemilu 9 April. Kami yakin target itu tercapai," jelas Sekretaris DPD PDI-P DIY, Bambang Prastowo, Jumat (11/04/2014).
Personal Branding Prabowo Lebih Terasah Dibanding Jokowi
Dosen Psikologi Universitas Indonesia (UI) Dewi Haroen mengatakan kehebatan Jokowi Effect seperti yang digembar-gemborkan lembaga survei hanya pepesan kosong belaka. Pasalnya, perolehan suara PDI Perjuangan hanya 19 persen atau sama dengan perkiraan hasil survei sebelum Jokowi resmi dideklarasikan menjadi capres PDIP.
Langganan:
Postingan (Atom)
















.jpeg)








