Sejumlah warga korban banjir di Jakarta Barat menggantungkan harapan yang tinggi jika Joko Widodo berhasil menjadi presiden. Salah satunya warga Jalan Adhi Karya di RW 5, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, yang mengharapkan permasalahan banjir teratasi.
"Kalau Jokowi jadi presiden, kita maunya normalisasi kali dilakukan," kata Ketua RW 5, Sumardi Ramelan, saat dihubungi, Kamis (10/4/2014).
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Kamis, 10 April 2014
Mungkinkah Pilpres Hanya Diikuti 1 Pasangan Capres?
Elektabilitas Jokowi dinilai masih cukup kuat dibandingkan kandidat
capres lainnya, meski dalam pileg kemarin Jokowi effect 'gagal'
mendongkrak suara PDIP. Kuatnya elektabilitas Jokowi sebagai capres
menjadi magnet besar bagi parpol lain untuk tetap berkoaliasi dengan
PDIP.
Jika magnet koalisi PDIP masih kuat, mungkinkah Pilpres nanti hanya diikuti satu pasangan capres-cawapres?
Pengamat politik dari Universitas Indonesia Adrinov Chaniago menilai mungkin saja pemilihan presiden nanti hanya satu pasangan capres-cawapres, yakni Jokowi dengan cawapresnya.
Jika magnet koalisi PDIP masih kuat, mungkinkah Pilpres nanti hanya diikuti satu pasangan capres-cawapres?
Pengamat politik dari Universitas Indonesia Adrinov Chaniago menilai mungkin saja pemilihan presiden nanti hanya satu pasangan capres-cawapres, yakni Jokowi dengan cawapresnya.
Fahri Hamzah: Jokowi dan Prabowo Kalah dengan Rhoma Irama Effect
PKS belum juga menentukan arah pasti koalisi hingga hari pertama setelah
Pileg 2014 ini. Namun PKS mulai perolehan suara parpol yang memunculkan
kejutan-kejutan, salah satunya PKB yang terdongkrak Rhoma Irama Effect.
"Sekarang ini Jokowi Effect kalah deengan Prabowo Effect dan Rhoma Irama Effect. Bisa-bisa yang jadi presiden nanti Rhoma Irama nih," ucap Fahri saat dihubungi, Kamis (10/4/2014).
"Sekarang ini Jokowi Effect kalah deengan Prabowo Effect dan Rhoma Irama Effect. Bisa-bisa yang jadi presiden nanti Rhoma Irama nih," ucap Fahri saat dihubungi, Kamis (10/4/2014).
Jokowi Temui Titik Terang Akuisisi Palyja
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akhirnya menemui titik terang dalam upayanya mengambil alih saham PAM Lyonaise Jaya (Palyja). Menurut dia, permasalahan antara Pemprov DKI dan penggugat swastanisasi air, Koalisi Masyarakat Menolak Swastanisasi Air di Lembaga Hukum (LBH) Jakarta telah menyetujui beberapa kesepatan.
"Sekarang sudah ketemu dengan mereka, ini hanya masalah teknis saja, saya kira sudah bagus semuanya," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Kamis (10/4/2014).
"Sekarang sudah ketemu dengan mereka, ini hanya masalah teknis saja, saya kira sudah bagus semuanya," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Kamis (10/4/2014).
Jokowi Beri Apresiasi Dinas dengan Penyerapan Tinggi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memberikan apresiasi kepada
lima dinas yang memiliki penyerapan tinggi. Lima dinas tersebut adalah
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Damkar PB), Dinas
Sosial, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Penduduk dan Catatan
Sipil, serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
"Penyerapan anggaran tidak selalu identik dengan hasil yang baik. Penyerapan anggaran tinggi belum tentu yang dikeluarkan dari serapan itu baik," kata Jokowi saat menyampaikan arahan kepada para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) di Balai Agung, Kamis (10/4/014).
"Penyerapan anggaran tidak selalu identik dengan hasil yang baik. Penyerapan anggaran tinggi belum tentu yang dikeluarkan dari serapan itu baik," kata Jokowi saat menyampaikan arahan kepada para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) di Balai Agung, Kamis (10/4/014).
Pelurusan: Pencapresan Jokowi Sudah Final
Meski keluar sebagai pemenang Pileg versi quick count, perolehan suara
PDIP memang jauh dari target dan belum menembus ambang batas
pencapresan. Meski demikian, PDIP menegaskan pencapresan Jokowi sudah
final.
"Sesuai dengan keputusan Ketum PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri yang telah diberi mandat menentukan capres PDIP dalam Kongres III dan Rakernas II di Bandung, capres PDIP adalah Bapak Joko Widodo," kata Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga kepada detikcom, Kamis (10/4/2014).
"Sesuai dengan keputusan Ketum PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri yang telah diberi mandat menentukan capres PDIP dalam Kongres III dan Rakernas II di Bandung, capres PDIP adalah Bapak Joko Widodo," kata Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga kepada detikcom, Kamis (10/4/2014).
Jokowi: Kalau Tidak Mau Dilindungi ya Sudah
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meminta semua anak buahnya berhati-hati menggunakan anggaran.
Ia meminta proses lelang jangan dilakukan asal-asalan dan berkualitas buruk, dan bermasalah hukum seperti korupsi pengadaan bus Transjakarta.
"Saya memproteksi bapak ibu semuanya, tapi kalau dilindungi nggak mau, ya sudah nggak akan saya lindungi. Kehati-hatian saya ingatkan juga bagi Dinas yang pegang anggaran gede. Saya nggak mau lagi dengar ada yang menyampaikan organisasi Pemprov DKI jadi tersangka, kalau sudah masuk ranah hukum, saya nggak bisa apa-apa, ini saya ngomong apa adanya," ujar Jokowi di hadapan ratusan Kepala SKPD di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (10/4/2014).
Ia meminta proses lelang jangan dilakukan asal-asalan dan berkualitas buruk, dan bermasalah hukum seperti korupsi pengadaan bus Transjakarta.
"Saya memproteksi bapak ibu semuanya, tapi kalau dilindungi nggak mau, ya sudah nggak akan saya lindungi. Kehati-hatian saya ingatkan juga bagi Dinas yang pegang anggaran gede. Saya nggak mau lagi dengar ada yang menyampaikan organisasi Pemprov DKI jadi tersangka, kalau sudah masuk ranah hukum, saya nggak bisa apa-apa, ini saya ngomong apa adanya," ujar Jokowi di hadapan ratusan Kepala SKPD di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (10/4/2014).
Jokowi Terancam?
Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said
Salahudin mengatakan peluang bakal calon presiden PDI Perjuangan (PDIP)
Joko Widodo menuju kursi RI 1 terancam, menilik "Jokowi Effect" tidak
berpengaruh besar dalam mengatrol suara partainya di Pileg 2014.
"Perolehan suara PDIP berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei menunjukan pencapresan Jokowi tidak memberi pengaruh yang cukup signifikan," kata Said melalui surat elektronik yang diterima di Jakarta, Kamis (10/4/2014).
"Perolehan suara PDIP berdasarkan hitung cepat sejumlah lembaga survei menunjukan pencapresan Jokowi tidak memberi pengaruh yang cukup signifikan," kata Said melalui surat elektronik yang diterima di Jakarta, Kamis (10/4/2014).
Danareksa: Figur Cawapres Jokowi Bisa Menjadi Katalis Pasar
Pasar tengah menanti sentimen positif berikutnya dari hasil pemilihan
umum 2014. Kegagalan PDIP meraih 25 persen suara nasional membuat pasar
terkoreksi hingga 3 persen.
Menurut Helmy Kristanto, analis Danareksa Sekuritas, sentimen positif penggerak pasar berikutnya adalah calon wakil presiden yang akan menemani Joko Widodo, calon presiden PDIP, maju.
Menurut Helmy Kristanto, analis Danareksa Sekuritas, sentimen positif penggerak pasar berikutnya adalah calon wakil presiden yang akan menemani Joko Widodo, calon presiden PDIP, maju.
Ditanya Cawapres, Jokowi: Tunggu Penghitungan KPU
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan dalam waktu dekat, PDIP akan menentukan siapa tokoh yang akan diusung menjadi Cawapres untuk mendampinginya.
"Kita (PDI-P) akan menentukan Cawapres setelah hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU selesai," katanya, Kamis (10/4/2014).
Saat ditanya siapa yang akan menjadi Cawapres PDIP, Jokowi enggan mengatakan hal itu. Ia mengungkapkan sebagai pembahasan awal ia mengaku sudah berbicara dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Kita (PDI-P) akan menentukan Cawapres setelah hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU selesai," katanya, Kamis (10/4/2014).
Saat ditanya siapa yang akan menjadi Cawapres PDIP, Jokowi enggan mengatakan hal itu. Ia mengungkapkan sebagai pembahasan awal ia mengaku sudah berbicara dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Jokowi Tegaskan Pencapresannya Final
Hasil hitung cepat Pileg Rabu (9/4/2014) kemarin menunjukkan perolehan suara
PDIP tidak mencapai target di atas 20 persen, meski PDIP menjadi partai
dengan perolehan suara terbanyak, sekitar 19 persen. Lalu, merujuk dari
hasil Pileg ini, apakah pencapresan Jokowi oleh PDIP akan dievaluasi?
Jokowi sendiri menegaskan bahwa pencapresannya sudah final. "Sudah(final). Wong sudah ditetapkan," kata Jokowi di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014).
Jokowi sendiri menegaskan bahwa pencapresannya sudah final. "Sudah(final). Wong sudah ditetapkan," kata Jokowi di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014).
Pengamat: Efek Jokowi Belum Dioptimalkan Oleh PDI Perjuangan
Pengatamat politik dari Universitas Indonesia Ari Junaedi menilai kecilnya "efek Jokowi" terhadap perolehan suara PDI Perjuangan karena partai itu kurang optimal menyosialisasikan figur Jokowi.
"Iklan-iklan PDI Perjuangan hendaknya lebih menonjolkan figur calon presiden, bukan figur ketua umum atau ketua Bappilu," kata Ari Junaedi ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (10/4/2014).
Ia mengibaratkan dalam film, yang ditonjolkan adalah aktor utama.
"Iklan-iklan PDI Perjuangan hendaknya lebih menonjolkan figur calon presiden, bukan figur ketua umum atau ketua Bappilu," kata Ari Junaedi ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (10/4/2014).
Ia mengibaratkan dalam film, yang ditonjolkan adalah aktor utama.
Jokowi Kesal Penyerapan APBD Tetap Rendah
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo geram dengan kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di bawahnya yang tidak bisa melakukan program hingga APBD DKI 2013 terserap.
Jokowi Punya Kriteria Calon Wagub Pendamping Ahok
Gubernur DKI Joko Widodo atau Jokowi memiliki kriteria calon wakil gubernur pendamping Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok jika kelak ia lolos dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
Menurut calon presiden (capres) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, selama ini ritme kerja yang cepat selalu dilakukan dirinya bersama Ahok. Untuk itu wakil gubernur yang akan mendampingi Ahok harus mampu bekerja keras dan cepat.
"Ya yang mampu bekerja keras dan berkecepatan tinggi," tandas Jokowi, Kamis (10/4/2014).
Menurut calon presiden (capres) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu, selama ini ritme kerja yang cepat selalu dilakukan dirinya bersama Ahok. Untuk itu wakil gubernur yang akan mendampingi Ahok harus mampu bekerja keras dan cepat.
"Ya yang mampu bekerja keras dan berkecepatan tinggi," tandas Jokowi, Kamis (10/4/2014).
Banyak Pihak Kecewa Hasil Pemilu, IHSG memerah
Harapan terhadap sosok Jokowi menjadi presiden dalam pilpres 2014. Sentimen tersebut akan memicu indeks saham mengalami penguatan.
"Pasar berharap Jokowi jadi presiden, jadi nanti kalau Jokowi naik menjadi presiden akan membuat sentimen positif ke pasar," kata Direktur Utama Indo Premier Securities, Moleonoto The di Jakarta, Kamis (10/4/2014).
"Pasar berharap Jokowi jadi presiden, jadi nanti kalau Jokowi naik menjadi presiden akan membuat sentimen positif ke pasar," kata Direktur Utama Indo Premier Securities, Moleonoto The di Jakarta, Kamis (10/4/2014).
Sikapi Pileg, Jokowi Ubah Strategi Hadapi Pilpres
Hasil hitung cepat (quick count) pemilihan legislatif menempatkan PDIP
di posisi pertama namun dengan raihan suara yang jauh dari target
pencapresan. Sikap hasil pileg yang mengecewakan, Jokowi akan mengubah
strategi hadapi pilpres.
Presidium Seknas Jokowi Dadang Juliantara mengatakan hasil pileg seperti yang ditunjukan hitung cepat, bagi Jokowi adalah manifestasi keputusan rakyat yang harus diterima sebagai kenyataan politik, kendati tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Presidium Seknas Jokowi Dadang Juliantara mengatakan hasil pileg seperti yang ditunjukan hitung cepat, bagi Jokowi adalah manifestasi keputusan rakyat yang harus diterima sebagai kenyataan politik, kendati tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
Blusukan Soekarno Memberi Harapan, Jokowi Pencitraan
Direktur Eksekutif Media Literacy Circle UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Iswandi Syahputra, mengatakan Jokowi selama ini hanya mengandalkan pencitraan melalui berbagai kegiatan yang diliput media. Bakal capres PDI Perjuangan itu juga dinilai kurang mahir melakukan komunikasi politik, sehingga Jokowi Effect meleset dari target.
Iswandi menilai, blusukan Jokowi hanya jadi ajang pencitraan. Datang hanya untuk salaman, photo-photo, basa-basi sebentar kemudian masuk televisi. Komunikasi yang dilakukan terlihat tulus dan empati tetapi kering karena publik membaca ada motif lain yang tersembunyi. Iswandi pun membandingkan dengan cara blusukan Soekarno.
Iswandi menilai, blusukan Jokowi hanya jadi ajang pencitraan. Datang hanya untuk salaman, photo-photo, basa-basi sebentar kemudian masuk televisi. Komunikasi yang dilakukan terlihat tulus dan empati tetapi kering karena publik membaca ada motif lain yang tersembunyi. Iswandi pun membandingkan dengan cara blusukan Soekarno.
Jokowi BeberkanIsi Pertemuan dengan Mega Dini Hari Tadi
Rabu (9/4/2014) menjelang tengah malam Jokowi bertandang ke rumah Ketum PDIP
Megawati Soekarnoputri.
Pasar Tunggu Hasil Pemilu dan Perkembangan Pencapresan Jokowi
Hasil Pemilihan Umum (Pemilu) legislatif yang digelar kemarin dinilai belum memuaskan pasar keuangan dan pasar saham. Ini terlihat dari tidak mampunya IHSG bergerak keluar dari keterpurukan.
Direktur Indef, Enny Sri Hartati mengatakan saat ini pasar di saham Indonesia masih wait and see menunggu strategi politik berikutnya. Meski demikian, pasar masih berharap Jokowi jadi presiden berikutnya.
Direktur Indef, Enny Sri Hartati mengatakan saat ini pasar di saham Indonesia masih wait and see menunggu strategi politik berikutnya. Meski demikian, pasar masih berharap Jokowi jadi presiden berikutnya.
Melempem, Kemungkinan PDIP Cabut Mandat Capres Jokowi
Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP),
Eriko Sotarduga, mengatakan penentuan bakal calon presiden Joko Widodo
atau sering di sapa Jokowi belum final. Meskipun ketua umum partainya
Megawati Sukarnoputri telah memandatkan Gubernur Daerah Khusus Ibukota
(DKI) Jakarta ini sebagai calon presiden (capres) dari partainya.
"Apapun juga kita harus menunggu hasil real count KPU (Komisi Pemilihan Umum). Ini yang menjadi hasil resmi untuk dapat menentukan capres," katanya kepada VIVAnews, Kamis 10 April 2014.
"Apapun juga kita harus menunggu hasil real count KPU (Komisi Pemilihan Umum). Ini yang menjadi hasil resmi untuk dapat menentukan capres," katanya kepada VIVAnews, Kamis 10 April 2014.
Diprediksi Jokowi Bakal Jadi Mantan Capres
Dalam politik segala kemungkinan, baik kemungkinan baik maupun yang terburuk bisa saja terjadi. Dengan perolehan suara PDIP berdasarkan quick count yang di bawah 20 persen, maka partai berlambang banteng mencereng tersebut bisa mendapatkan kemungkinan terburuk.
Menurut pengamat politik yang Direktur Sigma Indonesia Said Salahudin, kemungkinan yang terburuk adalah PDIP tidak bisa mengusung Jokowi menjadi Capres.
Menurut pengamat politik yang Direktur Sigma Indonesia Said Salahudin, kemungkinan yang terburuk adalah PDIP tidak bisa mengusung Jokowi menjadi Capres.
Dianggap Pencitraan, Blusukan Gagal Dongkrak Jokowi Effect
Jokowi dinilai kurang mahir melakukan komunikasi politik sehingga tidak memberi pengaruh besar pada perolehan suara PDIP pada pemilu 2014. Seperti dijelaskan pengamat media UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Iswandi Syahputra. Menurut Iswandi, Jokowi selama ini hanya mengandalkan pencitraan melalui berbagai kegiatan yang diliput media.
"Jokowi kurang melakukan komunikasi dengan rakyat. Blusukan hanya jadi ajang pencitraan.
"Jokowi kurang melakukan komunikasi dengan rakyat. Blusukan hanya jadi ajang pencitraan.
Jokowi Bertapa di Dalam Ruang Kantornya
Sehari setelah pencoblosan Pileg 2014, calon presiden yang diusung PDIP,
Joko Widodo (Jokowi) kembali bertugas sebagai Gubernur DKI Jakarta.
Jokowi mulai ke Balaikota DKI untuk menyelesaikan tugas kegubernurannya.
Siapapun Presidennya, Golkar Pasti Ikut Koalisi di Parlemen
Ketua Umum yang juga calon presiden Partai Golkar Aburizal Bakrie siap berkoalisi di parlemen, jadi Golkar siap mendukung siapa pun presiden yang nantinya terpilih. ARB percaya, semua calon presiden pasti ingin membangun Indonesia yang lebih baik, oleh karena itu Golkar berkepentingan ikut dalam koalisi parlemen.
"Siapapun presidennya yang terpilih nanti kami mendukung," kata ARB saat wawancara dengan tvOne di Lapangan Tenis Elite Club Rasuna, Jakarta.
"Siapapun presidennya yang terpilih nanti kami mendukung," kata ARB saat wawancara dengan tvOne di Lapangan Tenis Elite Club Rasuna, Jakarta.
Popularitas Jokowi Palsu
Di masa kampanye pemilu legislatif, kata boneka banyak digunakan
untuk menyindir sosok Jokowi. Gubernur Jakarta ini dianggap tidak alami,
baik dalam hal citra maupun sepak terjangnya.
Banyak yang mengatakan citra Jokowi sengaja direkayasa agar terlihat sempurna. Walhasil, apa-apa terkait sosoknya selalu tanpa cela. Sekalipun faktanya baru beberapa bulan lalu banjir di Jakarta menewaskan belasan jiwa.
Tidak sedikit pula yang menilai adanya aktor pengendali di balik Jokowi. Ini yang membuat dia gemar mmeninggalkan tugas sebelum masa jabatannya berakhir.
Banyak yang mengatakan citra Jokowi sengaja direkayasa agar terlihat sempurna. Walhasil, apa-apa terkait sosoknya selalu tanpa cela. Sekalipun faktanya baru beberapa bulan lalu banjir di Jakarta menewaskan belasan jiwa.
Tidak sedikit pula yang menilai adanya aktor pengendali di balik Jokowi. Ini yang membuat dia gemar mmeninggalkan tugas sebelum masa jabatannya berakhir.
Jokowi Effect Rekaan Lembaga Survei Belaka
Sekjen Partai Persatuan Pembangunan M Romahurmuziy menilai perolehan suara Pemilu 2014 mematahkan prediksi semua lembaga survei. Hal itu terkait prediksi bahwa partai politik tidak lagi diminati.
"Meski ini bukan hasil resmi, berdasar hasil pemilu 2009, angka quick count hanya terpaut 0,5-0,7% dari real count. Hasil ini menunjukkan, semua parpol berbasis agama menguat, kecuali PKS," kata pria yang akrab dipanggil Romi ini melalui pesan singkat, Kamis (10/4/2014).
"Meski ini bukan hasil resmi, berdasar hasil pemilu 2009, angka quick count hanya terpaut 0,5-0,7% dari real count. Hasil ini menunjukkan, semua parpol berbasis agama menguat, kecuali PKS," kata pria yang akrab dipanggil Romi ini melalui pesan singkat, Kamis (10/4/2014).
Jokowi Kembali Ngantor
Rabu kemarin, agenda Joko Widodo atau Jokowi disibukkan dengan Pemilu. Usai mencoblos, setumpuk agenda pertemuan menunggu pria berperawakan kurus ini, baik bersama Ketua Umum PDIP Megawati dan beberapa undangan stasiun televisi bersama pimpinan partai lainnya. Namun, hari ini Jokowi kembali dengan agenda pemerintahan Ibu Kota Jakarta.
Sekitar pukul 08.00 WIB, Jokowi sudah meninggalkan kediamanya di Jalan Taman Suropati. Pukul 08.20 WIB rumah Jokowi telah tampak sepi, hanya terlihat satu penjaga keamanan.
Sekitar pukul 08.00 WIB, Jokowi sudah meninggalkan kediamanya di Jalan Taman Suropati. Pukul 08.20 WIB rumah Jokowi telah tampak sepi, hanya terlihat satu penjaga keamanan.
Langganan:
Postingan (Atom)























