Sabtu, 15 Maret 2014

Jokowi Harapan Baru

Usai dicapreskan resmi oleh PDI Perjuangan, nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi terus menuai dukungan berbagai kalangan.
Tua muda, kaya miskin, pendukung PDIP atau bukan, semuanya larut dalam euforia kegembiraan. Terakhir, tidak kurang puluhan petinggi TNI dan Polri menyatakan apresiasi positif atas pencapresan Jokowi.
Imbas yang nyata dari efek Jokowi adalah menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan /IHSG sesi sore, setelah sempat loyo di pembukaan sesi pagi. IHSG menguat 3,23 persen sementara rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat.

Jokowi ke Pondok Rangon

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) masih memikirkan persoalan Ibukota meski telah dideklarasikan sebagai bakal calon presiden dari PDI Perjuangan.
Pagi ini, Sabtu (15/3/2014), Jokowi berencana blusukan ke beberapa lokasi di Jakarta, khususnya Pondok Rangon, Cipayung, Jakarta Timur.
"Saya mungkin pagi ke Pondok Rangon ke waduk," ujar Jokowi di rumah dinasnya, Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat.

Tanggapan Muhammadiyah Tentang Cacapres Jokowi

Ditetapkannya Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), sebagai cacapres (bakal calon presiden) Republik Indonesia (RI) oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan semakin menyehatkan kehidupan demokrasi di negeri ini.  
Pendapat ini diungkapkan Bendahara Umum (Bendum) PP Muhammadiyah, KH. Anwar Abbas, saat dihubungi Republika, Sabtu pagi (15/3/2014).

Jokowi: Kok 'Pici Mici', Kami Baru Kaji Pileg

Meski sudah diumumkan sebagai bakal calon presiden (bacapres), Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo masih enggan mengungkapkan apa yang menjadi visi misinya nanti.
"Kok pici mici (visi misi)? Wong kita ini baru mau kaji Pileg (Pemilihan Legislatif)," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/3/2014).
Jokowi mengatakan, pihaknya ingin fokus terlebih dahulu mengawal Pileg yang akan berlangsung pada tanggal 9 April 2014 mendatang. Pihaknya kini tengah menyusun strategi agar ambang batas parlemen mampu diatas 20 persen.

Jokowi Capres, Isyarat yang Telah Lama Dikirim

Pesan politik sering disampaikan lewat isyarat dan tanda. Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri sudah mengisyaratkan akan memberikan mandat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjadi calon presiden, sejak beberapa bulan lalu.
Isyarat Megawati itu terlihat jelas antara lain saat pembukaan Rapat Kerja Nasional III PDI-P, di Jakarta, 6 September 2013. Di acara itu, Jokowi membacakan dedication of life, penggalan surat Bung Karno yang ditulis, 10 September 1966.

Jokowi Masih Pertimbangkan Mundur

Joko Widodo alias Jokowi mengaku belum menentukan langkah selanjutnya terkait jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta setelah ditetapkan sebagai bakal calon presiden oleh PDI Perjuangan. Jokowi mengaku masih melihat aturan apakah dirinya harus mundur dari DKI 1 atau cukup non-aktif.
"Lihat kajian hukum di tata negara dulu. Ada beberapa alternatif, non-aktif atau mengundurkan diri," ujar Jokowi di rumah dinas, Jalan Taman Surapati 7, Jakarta Pusat, Sabtu (15/3/2014).
Mantan Wali Kota Surakarta mengaku akan menempuh jalur sesuai rekomendasi PDI-Perjuangan nantinya. Dia memastikan, rekomendasi tersebut baru akan keluar setelah pemilu legislatif 9 April 2014.
Meski demikian, Jokowi mengaku akan melaksanakan saran dari Kementerian Dalam Negeri untuk mengirimkan surat izin kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait rencananya maju pada Pilpres 2014.
"Surat izin kepada presiden itu nanti yang buat dari tim partai," kata Jokowi.
Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengatakan, Jokowi tidak perlu berhenti dari jabatannya jika maju sebagai calon presiden. Jokowi hanya perlu memberikan surat pemberitahuan kepada Presiden SBY melalui Menteri Dalam Negeri.
Gamawan mengutip Pasal 7 Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pemilihan Presiden. Di dalam pasal itu disebutkan bahwa Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota, dan Wakil Wali Kota yang akan dicalonkan Partai Politik atau Gabungan Partai Politik sebagai calon Presiden atau calon Wakil Presiden harus meminta izin kepada Presiden.
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melalui suratnya yang ditulis tangan, tertanggal 14 Maret 2014, akhirnya memberikan mandat kepada Jokowi untuk menjadi calon presiden dari PDI-P. Jokowi pun menyatakan kesiapannya untuk melaksanakan mandat itu.
Selain dukungan kepada Jokowi untuk menjadi capres, Megawati juga menulis surat edaran kepada seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung pencalonan Jokowi, mengawasi jalannya pemilu supaya bersih, dan tetap menegakkan demokrasi di Indonesia.

Sumber :
kompas.com

Jokowi Didaulat Jadi Duta New9wonderful of Indonesia

Forum Indonesiaku selaku penggagas New9Wonderful of Indonesia akan mendaulat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi menjadi Duta Kampanye New9Wonderful.
Ketua Forum Indonesiaku Daniel Kumendong dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (15/3/2014), mengatakan penetapan Jokowi menjadi duta kampanye tersebut akan dilakukan di Area Taman Suropati bersamaan dengan pengumuman calon peserta New9Wonderful of Indonesia.

Jumat, 14 Maret 2014

Prediksi Time: Jokowi Akan Menang Telak di Pilpres 2014

Pencalonan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres, ternyata tidak cuma menjadi sorotan media domestik. Akan tetapi, pencalonan mantan Wali Kota Surakarta itu, juga ternyata jadi pemberitaan di media manca negara.
Majalah kenamaan asal Amerika Serikat (AS), Time menurunkan pemberitaan tentang majunya Jokowi sebagai capres dalam pemilihan umum (pemilu) 2014 mendatang, dengan judul yang meyakinkan kemenangan dari seorang Jokowi.
Yakni, 'Barely a year in office, and he could win by a landslide'.''Kurang lebih satu tahun berkantor (menjadi Gubernur Ibu Kota Jakarta, dia (Jokowi) akan mampu menang telak,'' demikian Time, menuliskannya, seperti dilansir lewat media online Time, Jumat (14/3/2014).

Organda: Jokowi Harus Pertegas Kebijakan Transportasi Publik

Jika lolos dan terpilih menjadi Presiden kelak, Joko Widodo (Jokowi) diharapkan bisa lebih tegas mengambil kebijakan di bidang transportasi.
Ketua DPP Organda, Eka Sari Lorena pun berharap preseden seperti Transjakarta, tidak terjadi lagi. Kepada Kompas.com, Jumat malam (14/3/2014), Eka memandang selama menjadi Gubernur DKI Jakarta, banyak terobosan yang berhasil dijalankan di bawah kepemimpinan Jokowi. Salah satu yang dia apresiasi adalah normalisasi waduk.

Ruhut: Jokowi Capres, Indonesia Tunggu Kehancuran

Juru bicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, tertawa terbahak-bahak saat ditanya soal majunya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden. "Emangnya dia bisa menang?" ujar Ruhut di tengah tawanya saat dihubungi oleh Tempo, Jumat (14/3/2014).
Meskipun populer, Ruhut menilai mantan Wali Kota Solo ini tak becus bekerja. "Mengurus Jakarta saja berantakan, ini mau maju jadi capres, mau dibawa kemana Indonesia ?" ia menambahkan. "Apabila Jokowi sampai menang Indonesia tinggal menunggu kehancuran."

Jokowi Capres, Caleg PDI Perjuangan Tambah Pede

Pendeeklarasian Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon presiden berdampak langsung pada para calon legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. "Deklarasi pencapresan Jokowi oleh Ketua Umum PDI Perjuangan merupakan berita yang disambut gembira," kata salah satu calon legislator pada Pemilihan Umum 2014, Evita Nursanty, saat dihubungi Tempo, Jumat (14/3/2014) malam. Anggota Komisi Pertahanan yang maju lagi sebagai calon anggota DPR mengatakan dia tengah berada di daerah pemilihannya, Jawa Tengah III, saat pendeklarasian. Waktu mengetahui Jokowi sudah dideklarasikan, Evita mengaku langsung memberi tahu para konstituennya. "Rakyat bersorak-sorai dan memekikkan kata 'merdeka'," ujarnya, menerangkan respons konstituennya.

Jokowi Diminta Berpolitik dengan Etika

Ricky K Margono, Sekretaris Dewan POLHUKAM DPP Perindo, meminta Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi), berpolitik dengan etika.
Hal itu terkait dengan pencapresan dirinya dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), kemarin, Jumat (14/3/2014).
"Bermain aman, yang jauh dari etika berpolitik kemungkinan akan terjadi lagi, bahwa sebelum menjadi Gubernur DKI dirinya meninggalkan kota Solo tanpa didahulukan pengunduran diri. Sehingga apabila tidak terpilih dirinya akan tetap menjabat sebagai Wali Kota Solo," ujarnya.

Jokowi Sebut Video Janji Lima Tahun Pimpin DKI adalah Serangan Politik

Cacapres (Calon Capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sekaligus Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) angkat suara juga soal beredarnya video yang berisi janjinya akan memimpin Jakarta selama lima tahun. Jokowi menyebut video itu sebagai serangan politik.
"Di dunia politik, ada yang senang, ada yang tidak senang, ada yang jelek-jelekin dan nyerang saya," ujar Jokowi di rumah dinas Gubernur DKI Jakarta, Jalan Taman Surapati No 7, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (14/3/2014) malam.

DKI Tanpa Jokowi-Ahok? Ini Komentar Ahok

PDI Perjuangan telah memutuskan bahwa Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi akan menjadi calon presiden di Pilpres 2014. Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok juga masuk dalam daftar calon pendamping bakal capres Partai Gerindra Prabowo Subianto. Lalu, bagaimana jika Gerindra memutuskan Ahok mendampingi Prabowo di Pilpres? Bagaimana dengan kepemimpinan di Jakarta?
Menanggapi pertanyaan tersebut, Ahok mengatakan, Jakarta tidak akan pernah kehilangan figur pemimpin terbaik, walaupun nantinya ia dan Jokowi tak lagi memimpin Ibu Kota.

Ridwan Saidi: Jokowi Jadi Capres Lantaran Tak Tahan Memimpin Jakarta

Budayawan Betawi Ridwan Saidi menilai Joko Widodo telah mengkhianati warga yang memercayakannya menjadi Gubernur DKI Jakarta. Menurut Ridwan, Jokowi sudah terbiasa mengkhianati warga.
"Kalau mengkhianati warga itu sudah bawaan lahir dia (Jokowi). Emang begitu sifatnya. Dulu kan waktu jadi Wali Kota Solo, dia lari ke Jakarta. Sekarang dari Jakarta, dia mau lari lagi," ujar Ridwan kepada Kompas.com, Jumat (14/3/2014).
Dia menilai bahwa Jokowi maju menjadi capres lantaran tidak lagi tahan memimpin Ibu Kota.

Tim Relawan Siap Menangkan Jokowi di Pilpres

Relawan Jokowi for President 2014 di Yogyakarta menyambut gembira amanat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, yang merestui Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden, Jumat 14 Maret 2014. Amanat itu dibacakan langsung oleh Megawati di kantor DPP PDIP, Jakarta.
Pengurus relawan Jokowi for President, Hanung Raharjo, menyatakan amanat pencapresan Jokowi itu menunjukkan bahwa Megawati sama sekali tak ngotot untuk kembali menjadi presiden seperti anggapan sebagian orang.

Rudal Pertama dari Amien Rais untuk Capres Jokowi

Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais anggap kecil penetapan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Menurut Amien, Jokowi hanyalah sosok yang dilambungkan namanya oleh media massa yang sebenarnya tak punya kemampuan apa-apa.
"Kata orang Jokowi akan hebat, buat saya tidak. Maaf," ujar Amien di sela Kenduri PAN menjelang pemilu di Gedung DPP PAN, Jakarta, Jumat (14/3/2014) malam.

Warga Cipinang Datangi Rumah Dinas Jokowi

Gubernur DKI Jakarta dan Capres PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menerima perwakilan dari warga Cipinang Melayu yang protes lantaran hak pilihnya dipindah ke kawasan Halim.
Menurut pantauan, Jokowi yang mengenakan kemeja putih dan celana bahan hitamnya ini menerima delapan perwakilan warga Cipinang Melayu di ruang tamu rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati Nomor 7, Jakarta Pusat, Jumat (14/3/2014) malam.

Semeton Jokowi Bali: Terima Kasih Ibu Megawati

Semeton Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan terimakasih kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait pencalonan Jokowi sebagai Capres 2014.
Koordinator Semeton Jokowi, Gusti Agung Astrid Putri Kartika mengatakan, Megawati telah mendengarkan aspirasi masyarakat khususnya warga Bali.
"Kami ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Mega yang sudah mendengarkan aspirasi masyarakat. Indonesia butuh kepemimpinan baru yang peduli rakyat. Masyarakat hari ini sudah frustasi dipecundangi pemimpin yang ada saat ini," kata Gusti Agung, di Sekretariat Semeton Jokowi di Denpasar, Jumat (14/3/2014) malam.

Bukan Lari, Tapi Ambil Tanggung Jawab Lebih Besar Ketimbang di DKI

Sejumlah kalangan menuding Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) lari dari tanggung jawab karena bersedia menerima mandat dari Ketua Umum PDI Perjuangan untuk maju di pemilu presiden tahun ini. Sebab, pria yang tenar dengan nama Jokowi itu terikat janji untuk memimpin DKI Jakarta selama lima tahun penuh.
Namun, pengamat politik yang juga pakar hukum tata negara, Refly Harun justru memuji keputusan Jokowi untuk diusung sebagai capres oleh PDIP.

Ratusan Posko Pemenangan Jokowi Berdiri di Malang

Aliansi Rakyat Bersatu untuk Jokowi di Malang mewujudkan dukungan pencapresan Joko Widodo dengan mendirikan pos koordinasi (posko) pemenangan Jokowi di 267 desa dan kelurahan. Jumlah posko diyakini terus bertambah dan nantinya dukungan untuk Jokowi dideklarasikan terbuka.
"Sekarang kami intensifkan dulu sosialisasi penetapan Jokowi sebagai calon presiden ke masyarakat," kata Rudianto Hari Istikno, Ketua Aliansi Rakyat Bersatu untuk Jokowi, pada Jumat (14/3/2014).

Dengan Cerdas PDIP Ubah Peta Politik

Peta politik berubah 180 derajat setelah PDI Perjuangan mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai Capres 2014.
Pengamat politik Heri Budianto menilai, peta politik Pemilu 2014 akan berubah. Para kandidat dan partai lain pasti akan berpikir dan mengatur ulang strategi untuk menyaingi Jokowi.
"Ini pencapresan Jokowi akan mengubah 180 derajat peta politik terkait capres," kata Heri, Jumat (14/3/2014).
Direktur Eksekutif Politic Communication (Polcomm) Institute itu menambahkan, ke depan menjelang pileg dan pemilu presiden (pilpres), akan ada skenario yang mengejutkan.

JK: Jokowi Jadi Presiden Bukan Berarti Tinggalkan Jakarta

Diusungnya Joko Widodo menjadi calon presiden dari PDI Perjuangan dianggap bukan sebagai pengkhianatan atas janji-janjinya dalam membangun Jakarta. Jokowi tentu masih bisa mengabdi untuk membangun Jakarta saat menjadi presiden.
"Menjadi presiden tidak berarti meninggalkan DKI, kecuali misalnya memimpin di Jatim (Jawa Timur) itu beda. Justru dengan jadi presiden ia akan tetap ada di Jakarta dan bisa banyak yang diperbuat di Jakarta," kata Jusuf Kalla saat berbincang di kediamannya di Jalan Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (14/3/2014) malam.

Capres PDIP Bukan Urusan Trah Soekarno

Sebelum nama Joko Widodo alias Jokowi melejit di tingkat nasional, nama Puan Maharani sempat digadang-gadang dan santer disebut bakal menjadi calon presiden (capres) maupun calon wakil presiden dari PDI Perjuangan. Terlebih, Puan bukan hanya petinggi di PDIP tetapi juga putri Megawati Soekarnoputri, ketua umum di partai berlambang kepala banteng bermoncong putih itu.

Capres Lain Kesulitan Lawan Jokowi

Capres Joko Widodo (Jokowi) diprediksi bakal menang mudah di Pilpres 2014. Sehingga sulit bagi capres yang lain kalau nanti beradu dengan Jokowi.
Sosok Gubernur DKI Jakarta itu diminati oleh banyak parpol karena elektabilitasnya yang tinggi. Apalagi, kalau nantinya PDIP menang mutlak di Pileg 9 April 2014.
"Jokowi akan sangat diminati oleh semua parpol, bahkan ekstrimnya nanti jika PDIP memenangkan pileg sampai 30%, maka kemungkinan akan sulit mencari partai lain yang akan mengusulkan capres selain PDIP," kata pengamat politik dairi Universitas Mercu Buana, Heri Budianto, Jumat (14/3/2014).

PDIP Kudus Gelar Doa Bersama untuk Jokowi

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Jumat malam, menggelar tasyakuran dan doa bersama atas pencalonan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan.
Tasyakuran dan doa bersama digelar di Kantor DPC PDI Perjuangan Kudus di Jalan Raya Mejobo dengan dihadiri ratusan kader partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Selain itu, Bupati Kudus yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kudus, Musthofa dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan Kudus, Abdul Hamid, juga ikut hadir.

Lika-liku Capres Jokowi

Nama Joko Widodo (Jokowi) santer disebut sebagai calon presiden sejak tahun lalu. Hobi 'blusukan' dan kepiawaiannya memimpin Kota Solo dianggap mampu menarik simpati masyarakat. Namun setiap kali ditanya tentang pencalonannya sebagai presiden, Jokowi mengelak. Berikut rentetan momen yang menyertai wacana Jokowi sebagai calon presiden sejak dia menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.