Kebiasaan blusukan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dikenal bukan hanya di Indonesia,
melainkan juga di luar negeri, termasuk di Brunei Darussalam. Seorang
warga Brunei, Mohamad Fazreen Shah, mengaku, ia dan keluarganya sengaja
berlibur ke Jakarta karena tertarik gaya blusukan Jokowi.
Cerita
itu berawal saat Jokowi berjalan santai di Taman Suropati, Minggu
(26/1/2014) sore ini.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Minggu, 26 Januari 2014
Kata PKS, Percuma Populer Kalau Tak Dicalonin
Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Taufik Ridho mengatakan pihaknya tidak khawatir akan popularitas Joko Widodo (Jokowi) dapat mempengaruhi perolehan suara partainya. "Kalau populer tapi gak dicalonin, ngapain juga ?" ujar Taufik ketika dihubungi, Minggu (26/1/2014).
Menurutnya, PKS tidak pernah merisaukan hasil survei karena bisa saja terjadi margin error atau kesalahan-kesalahan lain. "Lagipula kan belum terjadi, semuanya masih 'kalau'," ujar dia.
Lebih lanjut Taufik mengatakan, pada 1 Februari nanti, PKS akan menggelar majelis syuro dan menentukan calon presiden.
Menurutnya, PKS tidak pernah merisaukan hasil survei karena bisa saja terjadi margin error atau kesalahan-kesalahan lain. "Lagipula kan belum terjadi, semuanya masih 'kalau'," ujar dia.
Lebih lanjut Taufik mengatakan, pada 1 Februari nanti, PKS akan menggelar majelis syuro dan menentukan calon presiden.
Jokowi Diuntungkan Pemberitaan Positif Media
Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby mengatakan elektabilitas Jokowi yang tinggi karena Jokowi memiliki daya tarik tersendiri yang memiliki nilai positif. Serta pemberitaan media terhadap Jokowi, terlebih lagi sejak menjadi Gubernur Jakarta, selalu positif.
"Pemberitaan media, baik dari segi pribadi maupun pemerintahan Jokowi memang memiliki sentimen positif," kata Adjie ketika dihubungi, Minggu (26/1/2014).
Sehingga masyarakat melihat nilai positif Jokowi yang ditampilkan media. “Elektabilitasnya jadi cepat naik,” kata Adjie.
"Pemberitaan media, baik dari segi pribadi maupun pemerintahan Jokowi memang memiliki sentimen positif," kata Adjie ketika dihubungi, Minggu (26/1/2014).
Sehingga masyarakat melihat nilai positif Jokowi yang ditampilkan media. “Elektabilitasnya jadi cepat naik,” kata Adjie.
Sodetan Batal, Jokowi Konsentrasi ke Ciawi dan Sembilan "Baskom"
Setelah mengethaui
kondisi Cisadane tidak mungkin menerima air dari Ciliwung, Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo kini fokus dalam dua proyek besar. Proyek-proyek
pembangunan tersebut diharapkannya dapat menanggulangi banjir yang
selalu merendam di hampir seluruh wilayah Ibu Kota. Kemudian, apa saja
dua megaproyek Pemprov DKI dalam mengurangi titik banjir?
Pemprov DKI Jakarta bersama pemerintah pusat, yakni Kementerian Pekerjaan Umum, memastikan untuk membangun Waduk Ciawi dan Sukamahi.
Pemprov DKI Jakarta bersama pemerintah pusat, yakni Kementerian Pekerjaan Umum, memastikan untuk membangun Waduk Ciawi dan Sukamahi.
Jokowi Terkejut Dengar Hibah DKI Capai Rp 5 Triliun
Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo (Jokowi) tampak terkejut begitu mengetahui dana hibah yang tercantum
dalam APBD DKI 2014 mencapai Rp 5 triliun. Jumlah ini meningkat Rp 1,3
triliun dari APBD DKI 2013 sebesar Rp 3,7 triliun.
"Hah... Masak? Tolong saya diingati ya, nanti tak cek. Eh, bener loh ingati saya, entar tak cek," kata Jokowi, Minggu (26/1/2014).
"Hah... Masak? Tolong saya diingati ya, nanti tak cek. Eh, bener loh ingati saya, entar tak cek," kata Jokowi, Minggu (26/1/2014).
Surva-surve PTI: Pencapresan Jokowi Pengaruhi Elektabilitas Semua Parpol
Maju atau
tidaknya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden 2014
memengaruhi elektabilitas partai politik peserta Pemilu 2014. Hal itu
diketahui berdasarkan hasil survei terakhir Pol-Tracking Institute.
Menurut hasil survei, Jokowi menjadi magnet untuk menarik dukungan PDI Perjuangan. Jika Jokowi nyapres, maka elektabilitas PDI-P berdasarkan versi Pol-Tracking Institute (PTI) mencapai 30,78 persen. Di bawah PDI-P ada Partai Golkar (12,34 persen), Partai Gerindra (6,51 persen), dan Partai Demokrat (4,67 persen).
Menurut hasil survei, Jokowi menjadi magnet untuk menarik dukungan PDI Perjuangan. Jika Jokowi nyapres, maka elektabilitas PDI-P berdasarkan versi Pol-Tracking Institute (PTI) mencapai 30,78 persen. Di bawah PDI-P ada Partai Golkar (12,34 persen), Partai Gerindra (6,51 persen), dan Partai Demokrat (4,67 persen).
Surva-surve PTI: 32% Publik Setuju Ahok Cawapres
Nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mungkin tidak mentereng jika dikaitkan dengan wancana
pencapresan. Namun hasil survei yang dilakukan oleh Pol-Tracking
menunjukkan tetap ada yang setuju pendamping Jokowi ini maju dalam bursa
capres/cawapres.
Dalam rilis yang digelar di Hotel Ibis Tamarin, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (26/1/2014), potongan kue responden yang setuju Ahok maju sebagai capres/cawapres mencapai 32 persen. Potongan kue 43,29 persen tidak setuju, sedangkan potongan sisanya tidak tahu/tidak menjawab.
Dalam rilis yang digelar di Hotel Ibis Tamarin, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (26/1/2014), potongan kue responden yang setuju Ahok maju sebagai capres/cawapres mencapai 32 persen. Potongan kue 43,29 persen tidak setuju, sedangkan potongan sisanya tidak tahu/tidak menjawab.
Surva-surve PTI: 52% Publik Setuju Jokowi Nyapres
Nama Joko Widodo (Jokowi) mendapat dukungan kuat dari masyarakat jika ingin menjadi calon presiden pada Pemilu 2014. Dalam survei yang dilakukan oleh Pol-Tracking Institute, 52,96 persen publik setuju Jokowi menjadi capres pada Pilpres tahun ini.
"52,96 Persen publik setuju Jokowi menjadi capres, 20,35 persen publik tidak tahu dan 26,69 persen tidak setuju Jokowi menjadi capres," kata Direktur Eksekutif Pol Tracking Institute (PTI), Hanta Yudha di Hotel Ibis, Jakarta Pusat, Minggu (26/1/2014).
"52,96 Persen publik setuju Jokowi menjadi capres, 20,35 persen publik tidak tahu dan 26,69 persen tidak setuju Jokowi menjadi capres," kata Direktur Eksekutif Pol Tracking Institute (PTI), Hanta Yudha di Hotel Ibis, Jakarta Pusat, Minggu (26/1/2014).
Surva-surve PTI: Jokowi Tak Maju Nyapres, Golkar Unggul
Sebuah hasil survei yang baru-baru ini diadakan menyebut bahwa Joko
Widodo (Jokowi) menjadi sumber suara bagi PDIP dalam pemilihan umum 2014. PDIP
tercatat akan mendulang hasil suara 30,78 persen apabila mengusung
Gubernur DKI Jakarta itu menjadi calon presiden tahun ini.
Hasil survei itu diungkapkan oleh Pol Tracking Institute yang dipaparkan pada Minggu, 26 Januari 2014 di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat. Direktur Ekskutif Pol Tracking, Hanta Yuda AR, memaparkan hasil survei yang dilakukan pada 16-23 Desember 2013 lalu di 33 provinsi itu.
Hasil survei itu diungkapkan oleh Pol Tracking Institute yang dipaparkan pada Minggu, 26 Januari 2014 di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat. Direktur Ekskutif Pol Tracking, Hanta Yuda AR, memaparkan hasil survei yang dilakukan pada 16-23 Desember 2013 lalu di 33 provinsi itu.
Surva-surve PTI: Jokowi Masih Tertinggi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) masih memiliki elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Umum 2014. Berdasarkan survei yang dilakukan Pol-Tracking Institute, Jokowi memiliki elektabilitas 37 persen.
"Dalam elektabilitas capres, Jokowi jauh memimpin elektabilitas 37 persen dalam pertanyaan terbuka, disusul oleh Prabowo Subianto (Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra) 10,3 persen, Aburizal Bakrie (Ketua Umum Partai Golkar) 5,9 persen dan Wiranto (Ketua Umum Partai Hanura) 5,42 persen," kata Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda saat pemaparan hasil survei di Menteng, Jakarta, Minggu (26/1/2014).
"Dalam elektabilitas capres, Jokowi jauh memimpin elektabilitas 37 persen dalam pertanyaan terbuka, disusul oleh Prabowo Subianto (Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra) 10,3 persen, Aburizal Bakrie (Ketua Umum Partai Golkar) 5,9 persen dan Wiranto (Ketua Umum Partai Hanura) 5,42 persen," kata Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda saat pemaparan hasil survei di Menteng, Jakarta, Minggu (26/1/2014).
Surva-surve PTI: Elektabilitas PDI Perjuangan Masih Tinggi Meski Tanpa Jokowi
Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan diprediksi masih jadi
pilihan pada Pemilu 2014, meski tanpa Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon
presiden (capres). Tingkat elektabilitas PDI Perjuangan masih tinggi.
Hasil survei Pol-Tracking Institute (PTI) yang dirilis, Minggu (26/1/2014), meski tanpa Jokowi sebagai capres, tingkat keterpilihan PDI Perjuangan masih 18,8 persen suara. Angka ini tak bisa disaingin partai lain.
Partai Golkar membuntuti di posisi kedua dengan raihan 15,85 persen suara. Disusul kemudian Gerindra (7,59%), Partai Demokrat (5,59%), PPP (4%), PKB (4%), Hanura (3,92%), Nasdem (2,84%), PKS (2,75%), PAN (2,67%), PBB (0,17%).
Hasil survei Pol-Tracking Institute (PTI) yang dirilis, Minggu (26/1/2014), meski tanpa Jokowi sebagai capres, tingkat keterpilihan PDI Perjuangan masih 18,8 persen suara. Angka ini tak bisa disaingin partai lain.
Partai Golkar membuntuti di posisi kedua dengan raihan 15,85 persen suara. Disusul kemudian Gerindra (7,59%), Partai Demokrat (5,59%), PPP (4%), PKB (4%), Hanura (3,92%), Nasdem (2,84%), PKS (2,75%), PAN (2,67%), PBB (0,17%).
Jokowi Tingkatkan Elektabilitas PDI Perjuangan
Ketokohan Joko
Widodo (Jokowi) mampu meningkatkan tingkat keterpilihan (elektabilitas)
Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan pimpinan Megawati
Soekarnoputri, kata politisi kader PDI perjuangan Charles Honoris.
"Kita bersyukur memiliki figur seperti Jokowi," ujarnya dalam diskusi "Menakar Peta Politik 2014: Pengaruh Figur Terhadap Konfigurasi Politik 2014" di Jakarta, Minggu (26/1/2014).
"Kita bersyukur memiliki figur seperti Jokowi," ujarnya dalam diskusi "Menakar Peta Politik 2014: Pengaruh Figur Terhadap Konfigurasi Politik 2014" di Jakarta, Minggu (26/1/2014).
Deklarasi "For Jokowi"
Mencermati situasi dan kondisi bangsa saat ini yang terpuruk dan sangat
sulit untuk keluar dari krisis multi dimensi, karena pemerintahan yang
hanya mengandalkan pencitraan dan tidak dekat dengan masyarakat, maka
sangat diperlukan kepemimpinan baru yang dapat menjadi nahkoda dalam
mengatur dan membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik.
Untuk itu kata Juru Bicara ForJokowi Dave Revano, masyarakat Indonesia menginginkan Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta untuk maju sebagai Calon Presiden RI dalam Pemilu Presiden 2014.
Untuk itu kata Juru Bicara ForJokowi Dave Revano, masyarakat Indonesia menginginkan Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta untuk maju sebagai Calon Presiden RI dalam Pemilu Presiden 2014.
Surva-surve ISC: Jokowi Keok
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menempati posisi teratas sebagai calon presiden pertama yang paling mampu memberantas korupsi berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indonesia Survey Center (ISC).
Menurut Manager Communication ISC Andry Kurniawan, Prabowo menempati urutan pertama disusul Mahfud MD dan Joko Widodo (Jokowi).
"Prabowo Subianto oleh publik dinilai sebagai figur terdepan yang paling mempunyai kompetensi (21,2%) dan paling berani dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia (23,4%)," kata Andry Kurniawan, Direktur Komunikasi ISC di Hotel Balairung Jakarta, Minggu (26/1).
Menurut Manager Communication ISC Andry Kurniawan, Prabowo menempati urutan pertama disusul Mahfud MD dan Joko Widodo (Jokowi).
"Prabowo Subianto oleh publik dinilai sebagai figur terdepan yang paling mempunyai kompetensi (21,2%) dan paling berani dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia (23,4%)," kata Andry Kurniawan, Direktur Komunikasi ISC di Hotel Balairung Jakarta, Minggu (26/1).
The New York Times: Jokowi "Man In Action"
Tak salah jika ada yang menyebut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai “Man in Action”, orang yang bertindak. Kali ini giliran The New York Times yang mengulas khusus tentang Jokowi "yang berumah di jalan”. Sejumlah diplomat dan peneliti asing juga sudah banyak yang mendampingi Jokowi melakukan blusukan.
Kini, di saat banjir tahunan mendera Jakarta, Jokowi makin rajin blusukan. Foto Jokowi yang sedang memanjat pembatas jembatan penyeberangan dipasang menjadi status facebook para pendukungnya. Spontanitas, kegesitan, dan kesungguhannya untuk segera berada di tengah-tengah situasi di lapangan membuat Jokowi tetap melekat di hati rakyat.
Kini, di saat banjir tahunan mendera Jakarta, Jokowi makin rajin blusukan. Foto Jokowi yang sedang memanjat pembatas jembatan penyeberangan dipasang menjadi status facebook para pendukungnya. Spontanitas, kegesitan, dan kesungguhannya untuk segera berada di tengah-tengah situasi di lapangan membuat Jokowi tetap melekat di hati rakyat.
Sabtu, 25 Januari 2014
Jokowi Tidak Ngotot Buat Sodetan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) membantah pihaknya memaksa rencana pembuatan sodetan Kali Ciliwung ke Kali Cisadane untuk mengatasi banjir Jakarta.
"Yang ngotot siapa? Kami tidak ngotot. Kami tanya dulu. Ada rencana sodetan Ciliwung ke Cisadane," kata Jokowi saat jumpa pers di Kantor Inspektorat Pemerintah Kota Tangerang, Banten, Sabtu (25/1/2014).
Jokowi meluruskan, ide pembuatan sodetan Kali Ciliwung-Cisadane telah digulirkan sejak tahun 2000 lalu. Ide tersebut dimunculkan kembali olehnya namun ia belum melihat langsung kondisi di lapangan.
"Yang ngotot siapa? Kami tidak ngotot. Kami tanya dulu. Ada rencana sodetan Ciliwung ke Cisadane," kata Jokowi saat jumpa pers di Kantor Inspektorat Pemerintah Kota Tangerang, Banten, Sabtu (25/1/2014).
Jokowi meluruskan, ide pembuatan sodetan Kali Ciliwung-Cisadane telah digulirkan sejak tahun 2000 lalu. Ide tersebut dimunculkan kembali olehnya namun ia belum melihat langsung kondisi di lapangan.
Pesona Jokowi Jangkau Pemuda Kolaka
Pesona Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kini telah menjangkau masyarakat di luar Jawa.
Daerah tersebut tak terkecuali Kolaka, Sulawesi Tenggara. Puluhan pemuda
yang berasal dari berbagai latar belakang membentuk komunitas bernama
Jokowi Community Kolaka.
Saat ini, anggota komunitas tersebut berjumlah 30 orang, mulai dari dosen hingga pengamen. Pembentukan komunitas ini, kata Abdul Sabaruddin, salah satu dosen, tak direncanakan. Ia mengatakan, pendirian ini tercetus ketika mereka membicarakan soal kaos oblong.
Saat ini, anggota komunitas tersebut berjumlah 30 orang, mulai dari dosen hingga pengamen. Pembentukan komunitas ini, kata Abdul Sabaruddin, salah satu dosen, tak direncanakan. Ia mengatakan, pendirian ini tercetus ketika mereka membicarakan soal kaos oblong.
Tanggapan Tjahjo Tentang Voucher Bergambar Jokowi
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sama sekali tidak mentolerir tindakan para calon legislatif (caleg) yang melakukan politik uang dalam penggalangan suara di masyarakat.
Sekjen DPP PDIP, Tjahjo Kumolo menegaskan bahwa partainya sudah mengingatkan kepada para caleg untuk menghindari politik uang. Caleg PDIP disarankan melakukan pendekatan yang baik kepada rakyat.
"Salah satunya dengan menggerakkan masyarakat yang mempunyai hak pilih dalam pemilu legislatif," kata Tjahjo, Sabtu (25/1/2014).
Sekjen DPP PDIP, Tjahjo Kumolo menegaskan bahwa partainya sudah mengingatkan kepada para caleg untuk menghindari politik uang. Caleg PDIP disarankan melakukan pendekatan yang baik kepada rakyat.
"Salah satunya dengan menggerakkan masyarakat yang mempunyai hak pilih dalam pemilu legislatif," kata Tjahjo, Sabtu (25/1/2014).
Jokowi Capres Paling Pas untuk Warga Tionghoa
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memuncaki berbagai survei capres saat
ini. Namanya kembali disinggung-singgung dalam seminar "Memilih Presiden
yang Peduli Terhadap Pluralisme" meski topik utama seminar bukan
tentang Jokowi.
Seminar ini diselenggarakan oleh Forum Masyarakat Tionghoa dan Alumni FISIP'87 di Gedung Candra Naya, Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat.
Seminar ini diselenggarakan oleh Forum Masyarakat Tionghoa dan Alumni FISIP'87 di Gedung Candra Naya, Jl. Gajah Mada, Jakarta Pusat.
Rano: Mesin Pintu Air Mirip Engkol Oplet si Doel, Jokowi Tertawa
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mendatangi Bendung Pasar Baru di
Sungai Cisadane, Tangerang, Banten. Jokowi disambut Wakil Gubernur
Banten, Rano Karno, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar dan Walikota
Tangerang Arief Wismansyah.
Ketiganya terpantau berbicara santai sembari melihat kondisi sungai di pintu air Cisadane yang mengalami pendangkalan.
Ketiganya terpantau berbicara santai sembari melihat kondisi sungai di pintu air Cisadane yang mengalami pendangkalan.
Jokowi Mengerti Keresahan Warga Tangerang Tapi Sodetan Bukan Wewenangnya
Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo (Jokowi) menyatakan upaya normalisasi Sungai Cisadane menjadi lebih utama
dibandingkan dengan pembuatan sodetan. Pria yang akrab disapa Jokowi
itu mengakui setelah dirinya menengok keadaan sungai dan permukaan air
di sana sudah mendekati pinggiran yang berbatasan dengan pemukiman
warga.
Jokowi: Saya Sudah Tidak Berpikiran Sodetan...
Setelah menengok Pintu
Air 10 Cisadane, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tidak lagi memikirkan
proyek sodetan Ciliwung-Cisadane. Dia kembali fokus mengurus normalisasi
sungai.
Jokowi yang mendapatkan penjelasan dari Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengerti bahwa Cisadane sudah tidak bisa tidak lagi menampung bila dialiri air Ciliwung. Sebab, dampak banjir kemarin saja sudah masuk ke jembatan dan bibir Cisadane.
Jokowi yang mendapatkan penjelasan dari Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengerti bahwa Cisadane sudah tidak bisa tidak lagi menampung bila dialiri air Ciliwung. Sebab, dampak banjir kemarin saja sudah masuk ke jembatan dan bibir Cisadane.
Jokowi Bisiki Rano Karno: Kalau Enggak Gini, Enggak Rame...
Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo (Jokowi) tiba dan bertemu dengan Wakil Gubernur Banten Rano Karno di
daerah Karawaci, Kelurahan Kowang, Kecamatan Negla Sari, Tangerang,
Sabtu (25/1/2014). Keduanya langsung menyusuri jalan setapak di pinggir
Sungai Cisadane menuju Pintu Air 10.
Kata Anies, Jokowi Pemimpin yang Bisa Diteladani
Rektor Universitas Paramadina Anies Baswedan
menilai, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berhasil meredam
amarah warga Ibu Kota terkait persoalan yang selalu terjadi setiap
tahunnya, seperti banjir.
Menurut dia, keberhasilan Jokowi itu karena kinerjanya membuat warga Jakarta memiliki teladan dari seorang pemimpin. Hal itu disampaikan Anies saat hadir sebagai pembicara pada HUT ke-155 Sekolah Santa Ursula, Jakarta Pusat, Sabtu (25/1/2014). Ia mencontohkan bahwa integritas dapat ditularkan melalui keteladanan.
Menurut dia, keberhasilan Jokowi itu karena kinerjanya membuat warga Jakarta memiliki teladan dari seorang pemimpin. Hal itu disampaikan Anies saat hadir sebagai pembicara pada HUT ke-155 Sekolah Santa Ursula, Jakarta Pusat, Sabtu (25/1/2014). Ia mencontohkan bahwa integritas dapat ditularkan melalui keteladanan.
Jokowi: Cisadane Perlu Normalisasi, Bukan Sodetan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, setelah dirinya melihat langsung dan mendengar penjelasan dari Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, serta Wakil Gubernur Banten Rano Karno, dan anggota DPD Achmad Subadri bahwa Cisadane tidak memerlukan sodetan.
"Setelah kita datang ke lapangan jelas sekali banjir itu sudah sampai meluap ke sisi sungai. Kalau ada sodetan akan menjadi masalah. Sehingga yang diperlukan untuk Cisadane ya normalisasi, bukan sodetan," ujarnya di Pintu Air 10 Kali Cisadane, Tangerang, Banten, Sabtu (25/1/2014).
"Setelah kita datang ke lapangan jelas sekali banjir itu sudah sampai meluap ke sisi sungai. Kalau ada sodetan akan menjadi masalah. Sehingga yang diperlukan untuk Cisadane ya normalisasi, bukan sodetan," ujarnya di Pintu Air 10 Kali Cisadane, Tangerang, Banten, Sabtu (25/1/2014).
Jokowi Dimaki-maki Warga Tangerang
Kedatangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) guna membahas Sodetan Ciliwung -
Cisadane dengan jajaran kepala daerah Banten dan Tangerang sempat
dihadang oleh warga yang menolak pembangunan sudet itu.
Penghadangan warga terjadi di jalan setapak menuju Bendung Pasar Baru Irigasi Cisadane (Pintu Air 10), Kota Tangerang. Kala itu, Wakil Gubernur Banten Rano Karno mengajak orang nomor satu di Jakarta itu memantau dari tepian pintu air, Sabtu (25/1/2014).
Penghadangan warga terjadi di jalan setapak menuju Bendung Pasar Baru Irigasi Cisadane (Pintu Air 10), Kota Tangerang. Kala itu, Wakil Gubernur Banten Rano Karno mengajak orang nomor satu di Jakarta itu memantau dari tepian pintu air, Sabtu (25/1/2014).
Keajaiban Demo Tolak Sodetan: Pendemo Bubar Rebutan Salami Jokowi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tiba di Bendung Pasar Baru Cisadane, Karawaci, Tangerang. Mengenakan kemeja putih lengan panjang, Jokowi disambut Wakil Gubernur Banten Rano Karno, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, dan Wali Kota Tangerang Arief R. Wismansyah.
Tiba di kantor Inspektorat Kota Tangerang sekitar pukul 11.15 WIB, Jokowi dan rombongan langsung menyeberang jalan menuju pintu air. "Saya ingin lihat dulu seperti apa kondisi di lapangan," kata Jokowi pada Sabtu (25/1/2014). Jokowi, Rano, Ahmed, dan Arief tampak kompak dengan setelan senada.
Tiba di kantor Inspektorat Kota Tangerang sekitar pukul 11.15 WIB, Jokowi dan rombongan langsung menyeberang jalan menuju pintu air. "Saya ingin lihat dulu seperti apa kondisi di lapangan," kata Jokowi pada Sabtu (25/1/2014). Jokowi, Rano, Ahmed, dan Arief tampak kompak dengan setelan senada.
Langganan:
Postingan (Atom)
























