Rabu, 22 Januari 2014

Baliho Nasdem dengan Brand Jokowi

Sebuah baliho calon legislatif (caleg) untuk DPR-RI dari Partai Nasdem memasang foto Gubernur DKI Jakarta, Jokowi bersama Surya Paloh, di ruas jalan Duku, Padangpariaman, Sumbar, Rabu (22/1/2014).

Jokowi Kejam!

Terminal Lebak Bulus resmi ditutup sejak 18 Januari 2014 lalu. Hal itu mengejutkan Ketua Kowanbisata Lebak Bulus, Sumardi. Ia mengaku penutupan itu tanpa sepengetahuan perusahaan otobus (PO) Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Tak hanya itu, ia pun menyesalkan keputusan yang diambil pihak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
‪"Saya enggak habis pikir, pemerintah. Pak Gubernur Jokowi kejam. Kami sakit hati di bawah kepemimpinan Jokowi," kata Sumardi saat dihubungi, Jakarta, Rabu (22/1/2014).‬
‪Menurutnya, terminal Lebak Bulus adalah satu-satunya terminal bus di Jakarta Selatan yang strategis serta memadai untuk menampung banyak orang. Seharusnya, sebelum menutup terminal, Jokowi melalui Dinas Perhubungan DKI berkomunikasi dulu dengan para PO bus AKAP.‬

Jokowi Hadapi Persoalan Tata Ruang Kompleks yang Menahun

Pakar Planologi dan Tata Kota, Edward Sihombing, menilai banjir yang terus menghantui DKI Jakarta setiap kali musim hujan akibat kesalahan dalam hal tata ruang dan tata bangunan dan sudah menjadi masalah yang kompleks dan menahun.
Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meskipun berat harus melakukan pembenahan agar ke depan menjadi gubernur yang punya peninggalan fenomenal bisa mengatasi masalah banjir.
“Iya kesalahan masa lalu. Akar persoalannya pelanggaran tata ruang dan tata bangunan yang menyebabkan banjir Jakarta,” kata Edward Sihombing kepada wartawan, Rabu (22/1/2014).

Jokowi: APBD DKI 2014 Diprioritaskan untuk Tangani Banjir dan Macet

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI tahun 2014 akhirnya disahkan oleh DPRD DKI sebesar Rp 72 triliun. Penggunaan anggaran tersebut diprioritaskan untuk penanganan masalah banjir dan macet di Jakarta.
Hal ini dikatakan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi),
"Tetap untuk di banjir dan macet. Cuma nggak hafal berapa nilainya. Itu ada di Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan dan Dinas Perindustrian dan Energi," kata Jokowi di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2014).

APBD DKI 2014 Rp 72 T Disahkan, Jokowi Segera Tebar Poster

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2014 sudah disetujui oleh DPRD DKI. Nantinya, tinggal menunggu persetujuan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk segera menggunakan anggaran ini.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, bila sudah mendapat persetujuan dari Mendagri, pihaknya akan segera menyebar poster anggaran ke setiap kelurahan dan kecamatan di Jakarta agar masyarakat bisa mengetahui nilai dan rincian APBD tersebut.

Gerindra Kembali Serang Jokowi

Blusukan ala Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dinilai tak mampu mengurangi dampak banjir Jakarta. Dampak banjir setiap tahun semakin meluas yang menjadi bukti "blusukan" Jokowi tidak berguna.
"Tak ada dampak signifikan dari blusukan selama ini. Kawasan yang terkena banjir Jakarta terbukti semakin meluas setiap tahunnya," ujar politisi Partai Gerindra, Yudy Syamhudi Suyuti di Jakarta, Rabu (22/1/2014).
Calon anggota DPR RI nomor urut 6, Dapil Jawa Tengah 6 meliputi Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Wonosobo dan Temanggung itu menilai, program antisipasi banjir Jakarta jalan di tempat.

Target Jokowi, Tiap 5 Menit Ada Bus Transjakarta

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menargetkan, waktu antara bus transjakarta satu dan lain sampai ke selter berkurang menjadi 5-7 menit. Selain dapat mengangkut lebih banyak penumpang, kondisi itu secara tak langsung merangsang orang untuk naik transjakarta.
"Headway-nya sekarang itu 10 sampai 15 menit. Target kita ini 5 hingga 7 menit," kata Jokowi setelah peresmian pengoperasian 30 bus baru transjakarta, Rabu (22/1/2014) siang.

KPK Masih Kaji Kacamata Pemberian Pebalap Lorenzo ke Jokowi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan hadiah barang pemberian ke KPK. Kali ini, kacamata merk Hawker pemberian pebalap Moto GP Jorge Lorenzo. Laporan tersebut masih dikaji.
"Masih dianalisa," ujar Direktur Gratifikasi KPK, Giri Supardiono saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (22/1/2014).
Kacamata Jokowi pemberian Jorge Lorenzo bermerk Hawker berwarna putih. Dalam situs resmi hawkerco.com harga kacamata itu 30 euro atau sekitar Rp 483 ribu.
Jokowi menyerahkan kacamata sport itu kemarin.

Naik Transjakarta Baru, Jokowi Terjang Banjir Jalan Gunung Sahari

Transjakarta baru yang ditumpangi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menerjang banjir setinggi sekitar 20 sentimeter di Jalan Gunung Sahari, tepatnya Pademangan, Jakarta Utara, Rabu (23/1/2014) siang.

Semula, Jokowi meresmikan peluncuran 30 transjakarta baru di Selter Ancol. Seusai membunyikan sirene tanda peluncuran 30 bus baru itu, Jokowi mencoba salah satunya.

Jokowi Baru Bisa Selesaikan Banjir Kalau Jadi Presiden

Derasnya kritik kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo karena berlarutnya banjir yang menimpa Jakarta dan sekitarnya direspons oleh para loyalis mantan wali kota Solo itu.
Inisiator PDI Perjuangan Pro Jokowi (Projo) Fahmi Alhabsyi mengatakan, serangan kritik dan tekanan elit politik terhadap Jokowi seperti yang dilakukan oleh Amien Rais, Sekjen PPP Romahurmuziy, ataupun Ruhut Sitompul agar Jokowi meminta maaf atas permasalahan banjir tidaklah tepat.

Jokowi Resmikan 30 Unit Bus TransJ di Ancol

Usia mengunjungi lokasi banjir di Tebet, Jaksel, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) langsung bertolak ke Ancol, Jakarta Utara. Jokowi meresmikan peluncuran 30 unit bus baru TransJ.
Mantan Wali Kota Solo ini tiba di shelter Ancol bus TransJ sekitar pukul 11.00 WIB, Rabu (22/1/2014). Mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana hitam dan sepatu kanvas, Jokowi sempat melihat-lihat kondisi shelter Ancol bus TransJ.

Jokowi: Tanggul Cuma Tergerus, Bukan Jebol

Mendapat informasi adanya tanggul jebol di Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pagi ini, Rabu (22/1/2014) langsung berangkat untuk memastikan informasi tersebut. Jokowi berangkat dari rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat pada sekitar 08.20 WIB.
Setibanya di RW 04 Kebon Baru, Jokowi yang mengenakan kemeja putih ini langsung melihat kondisi tanggul yang dikabarkan jebol tersebut.

Warga Cuma Ingin Lihat Jokowi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi tanggul Tebet yang jebol pada Rabu (22/1/2014). Hadirnya Jokowi membuat warga sekitar menanti berkumpul, sekedar ingin melihatnya.
Jokowi hadir di lokasi di Jalan H, Kelurahan Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan, sekitar pukul 09.00. Datang berkemeja putih, Jokowi langsung menuju ke SD Negeri 11/12 Tebet dengan menaiki perahu karet. Lokasi SD tersebut terendam air akibat tanggul jebol.
Kehadiran Jokowi membuat lokasi sekitar tanggul ramai oleh warga. Mereka ingin melihat Jokowi yang kerap mendapat liputan luas media massa. "Mau lihat Pak Jokowi," kata seorang ibu yang tengah berkumpul di lokasi.

Kata Bang Sani, Jokowi Sisipkan Anggaran 2,5T untuk Proyek Atasi Banjir

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyisipkan anggaran tambahan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2014. Anggaran sisipan 2,5T akan digunakan untuk proyek mengatasi banjir Jakarta.
"Ada sisipan anggaran yang mengantisipasi banjir dalam jangka panjang seperti pembebasan lahan di Waduk Ciawi yang sudah ada kesepakatannya dengan Gubernur Jawa Barat," kata Wakil Ketua DPRD DKI Triwisaksana saat dihubungi, Rabu (22/1/2014).

Jokowi Tinjau Tanggul yang Jebol di Tebet

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pagi ini meninjau tanggul yang jebol di Kebon Baru, Tebet, Jaksel. Menyusuri banjir dengan perahu karet Jokowi langsung menuju lokasi jebolnya tanggul.
Jokowi datang sekitar pukul 09.00 WIB di Jalan Kebon Baru, Tebet, Jaksel, Rabu (22/1/2014). Mengenakan baju putih dan sepatu kanvas, Jokowi hadir disambut warga dan lurah setempat.
Warga tak menyangka Jokowi akan meninjau tanggul yang jebol, karena peristiwa itu baru tadi malam sekitar pukul 22.00 WIB.

Selasa, 21 Januari 2014

Caleg FKPI Dukung Jokowi

Model seksi Destiara Talita punya jagoan sendiri di Pilpres 2014. Alih-alih mendukung pencapresan Ketum PKPI Sutiyoso, Destiara lebih menjagokan Jokowi (Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta) di Pilpres 2014.
"Jokowi kalau nyapres pasti saya lebih ke Jokowi," kata Destiara, menyebut jagoannya di Pilpres 2014.
Hal ini disampaikan Destiara saat berbincang santai dengan detikcom di Kuningan City, Jakarta Selatan, Selasa (21/1/2014) malam.
Sosok Jokowi punya nilai lebih di mata model cantik berusia 25 tahun ini. Destiara yang malang melintang di dunia model sejak tahun 2011 ini menilai Jokowi sosok pekerja keras.
"Orangnya nggak banyak omong, cuma lebih ke pekerjaan nyata," katanya.
Kebetulan saja Jokowi pernah jadi pengusaha.

Jokowi Jangan Ladeni Amien Rais Sebab Kredibilitas Amien Rais Akan Turun

Ketua DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Banten Ribka Tjptaning mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak perlu menanggapi kritik yang beberapa kali dilontarkan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional Amien Rais.
Menurutnya, Jokowi sebaiknya bekerja saja seperti yang dilakukannya selama ini bersama rakyat. "Ya biarin ajalah hobinya gitu. Mau diapain," kata Ribka kepada Kompas.com, Selasa (21/1/2014).

Serang Jokowi, Amien Rais Cari Sensasi

Sikap Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais yang seolah menyerang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dianggap hanya sebagai ajang untuk mencari sensasi semata. Pasalnya, nama Jokowi yang populer menjelang pelaksanaan Pemilu 2014 dianggap sebagai sasaran tembak bagi seluruh partai politik.
"Pernyataan itu sebentuk sinisme politik saja karena bagaimanapun juga Jokowi adalah sasaran tembak pada Pemilu 2014," kata Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate Ari Nurcahyo kepada Kompas.com, Selasa (21/1/2014).

Jokowi Segera Bujuk Wali Kota Tangerang Setujui Sodetan Ciliwung-Cisadan

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan segera menemui Walikota dan Bupati Tangerang untuk "membujuk" mereka menyetujui sodetan Ciliwung-Cisadane.
"Saya mau secepatnya menemui mereka. Butuh waktu, memang," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta, Selasa (21/1/2014). Kepada mereka, Jokowi mengaku ingin menjelaskan bahwa sodetan tersebut sangat berarti untuk penanggulangan banjir Jakarta.
Jokowi pun yakin kekhawatiran warga Tangerang jika sodetan akan "memindahkan" banjir ke Tangerang tidak akan terjadi. "Hitung-hitungan kapasitasnya sudah ada. (Apalagi) sodetan itu kan ada pintunya. Kalau penuh, ditutup. Kalau masih ada (ruang kapasitas), dibuka," kata Jokowi.

Jokowi Serahkan Kacamata Pemberian Jorge Lorenzo Ke KPK

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali menyerahkan hadiah barang sebuah kacamata sport dengan merk Hawker berwarna putih yang diberikan Pembalap Moto GP Jorge Lorenzo, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Benar, kemarin dilaporkan ke KPK melalui stafnya,” kata Juru bicara KPK, Johan Budi saat ditanya wartawan, Selasa (21/1/2014) malam.
KPK akan memeriksa apakah kacamata tersebut termasuk gratifikasi atau tidak. Bila termasuk gratifikasi, maka kacamata tersebut akan disita. Namun bila tidak termasuk dalam gratifikasi maka akan dikembalikan kepada Jokowi.

Hanya Orang Gila Yang Tuntut Jokowi Hentikan Banjir!

Gurbernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dituntut meminta maaf karena Jakarta masih dilanda banjir. Menanggapi tuntutan tersebut, Pengamat politik dan kebijakan publik Adrinof Chaniago mengatakan hanya orang gila yang menuntut Gubernur Jokowi menghilangkan banjir.
“Ini tuntutan aneh, tak masuk akal,” katanya saat dihubungi, Selasa (21/1/2014) malam.
Adrinof menyebutkan, banjir tahun ini disebabkan oleh musim hujan yang ekstrem.

Kemampuan Manajemen Jokowi Kurang Baik

Permasalahan banjir dan kemacetan Jakarta yang tak kunjung bisa diatasi menunjukkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) tidak mampu melakukan manajemen dengan baik, kata politisi PAN yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Laode Ida.
"Jokowi rupanya belum memiliki kehandalan dalam manajemen yang terkait dengan bencana banjir dan kemacetan," kata Laode Ida di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/1/2014).

Permadi: Jokowi Harus Akui Tak Bisa Atasi Banjir

Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Permadi, meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa dirinya tak sanggup menyelesaikan masalah banjir Ibukota. Dia meminta Jokowi tak menyalahkan pemimpin Jakarta sebelumnya. "Yang tidak berhasil dilakukan diakui saja," katanya saat dihubungi, Selasa (21/1/2014).
Menurut Permadi, banjir Jakarta lebih parah dari tahun sebelumnya. Namun, Jokowi dan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengklaim bahwa titik-titik banjir di Jakarta berkurang. "Apa artinya titik banjir berkurang kalau banjirnya semakin menjadi," ujarnya.
Lantaran masalah ini, Permadi menyarankan agar Jokowi jujur pada dirinya bahwa ia belum siap menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Disebut Capres Banjir, Jokowi: Masa Bodoh!

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sempat melihat spanduk putih bertuliskan 'Jokowi Capres Banjir' saat blusukan di kawasan Jalan Abdullah Syafii, kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Spanduk sindiran itu berada di tengah-tengah kepungan banjir.  Ini bukan satu-satunya spanduk sindiran, atau bahkan serangan untuk Jokowi.
Sindiran itu ditanggapi santai oleh Jokowi. Kepada Tempo, Selasa (21/1/2014), mantan Wali Kota Solo itu mengaku berkonsentrasi mengurusi Jakarta dan masalah banjir yang masih menumpuk.

Minum Temulawak, Kalau Ingin Sekuat Jokowi

Beraktivitas dari pagi sampai malam, apalagi dalam cuaca yang tidak bersahabat dalam beberapa pekan belakangan tentu mengganggu kesehatan kebanyakan warga DKI Jakarta.
Namun, hal itu rupanya tidak berlaku bagi seorang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Dari pagi hari hingga malam secara berturut-turut ia lakukan memantau beberapa lokasi banjir. Lalu apa rahasianya?
"Minum ini, temulawak diiris-iris lalu diseduh, direbus," kata Jokowi seusai melaksanakan aktivitasnya di Balai Kota, Jakarta, Selasa (21/1/2014).

Jurus Gerindra Menaklukkan Jokowi

Politisi Partai Gerindra, Mulyadi mengatakan Gubernur DKI Jakarta,Joko Widodo (Jokowi) jangan cuma berupaya menaikan citra, tapi rakyat justru tenggelam karena banjir. Dirinya pun meminta agar Jokowi berkoordinasi dan bukan justru menyalahkan pihak lain untuk mengatasi masalah klasik di Jakarta tersebut.
“Harusnya Jokowi jangan show off sendiri untuk menaikan citranya sehingga kerjanya ditujukan untuk itu saja sementara rakyat tenggelam karena banjir, Jokowi juga seharusnya tidak selalu menyalahkan pihak lain dan justru harus bersifat merendah dan berkoordinasi dengan pihak lain seperti pemerintah pusat dan pemerintah daerah lainnya karena masalah banjir tidak mungkin bisa diatasi sendirian.Jangan malah menyalahkan mereka,” ujar Mulyadi ketika dihubungi wartawan,Selasa (21/1/2014).

Berhentilah Saling Menyalahkan

Permasalahan banjir yang melanda Jakarta tidak mungkin diselesaikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) seorang diri. Perlu adanya keseriusan dari berbagai kalangan untuk mau menangani permasalahan menahun ini, dan bukan malah saling menyalahkan.
"Yang dipertontonkan sekarang ini di layar tv adalah saling menyalahkan. Pemerintah daerah menyalahkan pusat, pemerintah pusat menyalahkan daerah. Keadaan terus berputar-putar, tidak ada upaya penyelesaian," ujar anggota Komisi I DPR RI Tantowi Yahya di Kompleks Parlemen, Selasa (21/1/2014).