Seperti biasanya, kedatangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dalam suatu acara selalu menyedot perhatian warga. Tak berbeda dengan yang terjadi saat dia menghadiri acara "Kaki Lima Night Market Festival" di Jalan Medan Merdeka Selatan, Sabtu (19/10/2013) malam.
Banyak warga yang memadati acara itu langsung mengerumuni Jokowi yang tiba sekitar pukul 20.00 WIB. Mereka umumnya ingin sekadar bersalaman dan berfoto bersama.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Sabtu, 19 Oktober 2013
Tidak Ada Skenario Jokowi-Prananda
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Tjahjo Kumolo menegaskan tidak ada skenario soal bakal pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prananda Prabowo (putra Megawati Soekarnoputri) menyusul munculnya website www.jokowiprananda.com.
"Meluruskan pemberitaan di media online, khususnya terkait dengan adanya website Jokowi-Prananda, kemudian muncul berbagai spekulasi politik, sebenarnya tidak ada skenario apa-apa soal Jokowi-Prananda," katanya melalui pesan singkatnya di Semarang, Sabtu (19/10/2013) petang.
"Meluruskan pemberitaan di media online, khususnya terkait dengan adanya website Jokowi-Prananda, kemudian muncul berbagai spekulasi politik, sebenarnya tidak ada skenario apa-apa soal Jokowi-Prananda," katanya melalui pesan singkatnya di Semarang, Sabtu (19/10/2013) petang.
Effendi Ghazali: Jokowi Memang Ingin Jadi Presiden
Akhir-akhir ini, lembaga survei kian ramai membuat survei terkait siapa tokoh yang populer untuk menjadi presiden pada pemilihan presiden (Pilpres) 2014. Nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) pun diunggulkan menjadi calon presiden. Ia mengalahkan tokoh lain yang sudah atau belum mendeklarasikan diri sebagai calon presiden (Capres) 2014.
Jokowi maupun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sebagai partai yang menaungi karier politiknya sampai detik ini belum mendeklarasikan atau mengumumkan pencapresannya pada Pemilu 2014. Elektabilitas Jokowi pun kian melejit. Namanya pun ramai diperbincangkan masyarakat.
Jokowi maupun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) sebagai partai yang menaungi karier politiknya sampai detik ini belum mendeklarasikan atau mengumumkan pencapresannya pada Pemilu 2014. Elektabilitas Jokowi pun kian melejit. Namanya pun ramai diperbincangkan masyarakat.
Effendi Gazali: Jokowi itu 'Tulus' dan Hahaha
Bagaimana menggambarkan sosok Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), dengan segala sepak terjangnya selama ini, hanya dengan dua kata. Jawabannya pun bisa beragam dan orang mungkin bisa berbeda pendapat, termasuk Anda.
"Kata pertama 'tulus.' Boleh dong seorang untuk menjadi Presiden harus tulus," ujar pakar komunikasi politik, Effendi Gazali dalam peluncuran buku terbitan Elexmedia Komputindo, 'Jokowi (Bukan) untuk Presiden,' di Gramedia Matraman, Jakarta, Sabtu (19/10/2013).
"Kata pertama 'tulus.' Boleh dong seorang untuk menjadi Presiden harus tulus," ujar pakar komunikasi politik, Effendi Gazali dalam peluncuran buku terbitan Elexmedia Komputindo, 'Jokowi (Bukan) untuk Presiden,' di Gramedia Matraman, Jakarta, Sabtu (19/10/2013).
Pegang Ular di Taman Cattleya, Jokowi: Hiii..Besarnya!
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Ferstival Taman di Taman Cattleya, Palmerah, Jakarta Barat, yang diikuti sejumlah komunitas. Jokowi menyinggahi setiap stand di Festival Taman tersebut. Saat di stand komunitas pecinta ular, Jokowi memegang seekor ular piton.
"Hiiii...ini ularnya besar ini lho," seru Jokowi sambil menunjukkan ular piton sepanjang 3 meter yang dipegangnya kepada warga, Sabtu (19/10/2013).
"Hiiii...ini ularnya besar ini lho," seru Jokowi sambil menunjukkan ular piton sepanjang 3 meter yang dipegangnya kepada warga, Sabtu (19/10/2013).
Jokowi: Jakarta Banyak Taman, Tapi Minim Kreativitas Publik
Jakarta memiliki banyak taman yang menjadi ruang terbuka hijau. Namun sayang, menurut Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi), taman-taman itu minim dari kegiatan publik untuk berkreasi dan berinteraksi.
"Banyak taman, tetapi aktivitas kegiatan di taman itu dapat dikatakan tidak ada. Artinya hanya sebatas taman dihijaukan dan ada pohonnya. Tak ada aktivitas, itu yang harus diisi, taman ini kan milik kita bersama," kata Jokowi saat menghadiri pembukaan Festival Taman di Taman Cattleya, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (19/10/2013).
"Banyak taman, tetapi aktivitas kegiatan di taman itu dapat dikatakan tidak ada. Artinya hanya sebatas taman dihijaukan dan ada pohonnya. Tak ada aktivitas, itu yang harus diisi, taman ini kan milik kita bersama," kata Jokowi saat menghadiri pembukaan Festival Taman di Taman Cattleya, Palmerah, Jakarta Barat, Sabtu (19/10/2013).
Jokowi Tak Suka Bangku Taman di Jakarta Dipakai Pacaran
"Saya kalau keluar malam-malam itu, taman digunakannya banyak untuk pacaran. Nah salah satu antisipasinya bangku taman kita rubah tidak double, jadi single. Jadi bentuk-bentuknya kecil-kecil dan ada jaraknya. Biar tidak untuk tidur dan pacaran," kata Jokowi.
Jokowi: Di Waduk Pluit Memang Banyak Ularnya
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hari ini, Sabtu (19/10/2013) menghadiri
pembukaan festival taman di taman Cattleya, Tanjung Duren, Jakarta
Barat.
Jokowi ini tiba pada pukul 11.00 siang. Dirinya telah berganti kostum, yang tadinya mengenakan setelan jas hitam dengan dasi merah, kini mengenakan kemeja putih dan sepatu kets nya lagi.
Jokowi disambut oleh Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Yoga dan Sejarawan JJ Rizal. Keduanya yang mengenakan kaos berwarna hijau mengajak Jokowi untuk duduk di deretan paling depan.
Jokowi ini tiba pada pukul 11.00 siang. Dirinya telah berganti kostum, yang tadinya mengenakan setelan jas hitam dengan dasi merah, kini mengenakan kemeja putih dan sepatu kets nya lagi.
Jokowi disambut oleh Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Yoga dan Sejarawan JJ Rizal. Keduanya yang mengenakan kaos berwarna hijau mengajak Jokowi untuk duduk di deretan paling depan.
Jokowi Berharap Jakarta Jadi Pusat Mode Asia
Walaupun tidak dapat menhhadiri ajang fesyen Jakarta Fashion Week 2014, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tetap menyampaikan harapannya agar Jakarta bisa menjadi kota pusat mode tidak hanya untuk kawasan Asia Tenggara tapi juga Asia.
Melalui perwakilannya, Deputi Gubernur Bidang Pariwisata Sylviana Murni, Jokowi memberikan sambutan melalui pesan di iPhone.
"Seiring dengan kemajuan jaman, Pak Jokowi pun bisa mengutarakan pesannya melalui iphone. Beliau minta maaf tidak dapat hadir karena harus menghadiri peresmian taman di Jakarta Barat," kata Sylviana dalam Opening Ceremony JFW 2014 di Fashion Tent, Senayan City, Jakarta, Sabtu (19/10/2013).
Melalui perwakilannya, Deputi Gubernur Bidang Pariwisata Sylviana Murni, Jokowi memberikan sambutan melalui pesan di iPhone.
"Seiring dengan kemajuan jaman, Pak Jokowi pun bisa mengutarakan pesannya melalui iphone. Beliau minta maaf tidak dapat hadir karena harus menghadiri peresmian taman di Jakarta Barat," kata Sylviana dalam Opening Ceremony JFW 2014 di Fashion Tent, Senayan City, Jakarta, Sabtu (19/10/2013).
Nurhayati: Setahun Jokowi 1.000 Rumah Terbakar, Foke Belum Pernah
Duet Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah satu tahun memimpin DKI Jakarta. Menanggapai kepemimpinan duet Jokowi-Ahok, Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menilai
kepemimpinan Jokowi di Ibu kota belum menghasilkan banyak prestasi.
Seperti soal kebakaran, pada kepemimpinan Jokowi-Ahok telah terjadi 1000 kali kebakar. Hal ini sangat memalukan jika dibandingkan dengan kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, yaitu era Fauzi Bowo (Foke).
Jokowi Tak Buru-buru Ganti Nama Jalan Medan Merdeka
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan wewenang perubahan nama jalan di kawasan Medan Merdeka berada di tangannya. Namun, Jokowi hingga saat ini belum memutuskan perubahan nama tersebut karena masih dikaji terlebih dahulu.
"Ya, kelihatannya ada di saya," ujar Jokowi di Masjid Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (19/10/2013).
"Ya, kelihatannya ada di saya," ujar Jokowi di Masjid Pondok Indah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (19/10/2013).
Jokowi: Banyak Sudin Yang Nggak Bener
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kecewa dan marah atas kinerja Kasudin UMKM Jakarta Timur yang tidak ada di tempat saat Jokowi sidak. Jokowi sempat menyatakan akan mencopot Kasudin tersebut.
"Sebenarnya banyak sudin-sudin yang nggak bener, yang belum sesuai sama yang diharapkan," tutur Jokowi di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (19/10/2013).
"Sebenarnya banyak sudin-sudin yang nggak bener, yang belum sesuai sama yang diharapkan," tutur Jokowi di Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (19/10/2013).
Jokowi dan Istri Hadiri Pernikahan Pejabat Partai Demokrat
Jokowi yang mengenakan kemeja putih yang dibalut jas hitam dan dasi merah tersebut didampingi istri Jokowi, Iriana Widodo yang juga mengenakan kebaya merah.
Jokowi tampak akrab dengan para pejabat di PD seperti Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan, yang juga ketua harian PD.
Kemarahan Jokowi Masih Wajar
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sempat marah ketika kecewa dengan layanan pengurusan berkas di Sudin UMKM Jakarta Timur. Kemarahan tersebut dinilai wajar.
"Itu hal yang wajar. Dengan fasilitas yang cukup untuk pegawai di lingkungan Pemprov DKI, tunjangan besar mereka besar, kinerja juga harus ditingkatkan. Arahan sudah berulang-ulang," ujar pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia Andrinof Chaniago, Sabtu (19/10/2013).
"Itu hal yang wajar. Dengan fasilitas yang cukup untuk pegawai di lingkungan Pemprov DKI, tunjangan besar mereka besar, kinerja juga harus ditingkatkan. Arahan sudah berulang-ulang," ujar pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia Andrinof Chaniago, Sabtu (19/10/2013).
Jumat, 18 Oktober 2013
Jokowi-Ahok Menjawab
Jokowi: Saya Marah Tadi Siang, Tertular Pak Ahok
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku tertular virus marah-marahnya Wakil Gubernur, Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Jokowi mengaku, virus marah tersebut ia lampiaskan pada Jumat (18/10/2013) siang saat sidak ke kantor Wali Kota Jakarta Timur.
Meski mengaku tertular virus marah-marah, Jokowi tetap tersenyum dalam acara Setahun Jokowi-Ahok yang digelar di Monas, Jakarta, yang disiarkan secara Live oleh Metro TV, Jumat (18/10/2013) mulai pukul 19:10 WIB.
Meski mengaku tertular virus marah-marah, Jokowi tetap tersenyum dalam acara Setahun Jokowi-Ahok yang digelar di Monas, Jakarta, yang disiarkan secara Live oleh Metro TV, Jumat (18/10/2013) mulai pukul 19:10 WIB.
Lelang Jabatan Kepsek Akhir 2013
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) menargetkan akhir tahun ini akan dimulai proses lelang jabatan untuk kepala sekolah. Menurutnya, kebijakan tersebut hingga saat ini masih menunggu mekanisme lelang dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI dan administrasi yang masih diproses di Dinas Pendidikan DKI.
"Belum sampai ke saya aturan mainnya. Targetnya akhir tahun ini," ujar Jokowi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (18/10/2013).
"Belum sampai ke saya aturan mainnya. Targetnya akhir tahun ini," ujar Jokowi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (18/10/2013).
Jokowi Akan Beli Semua Monyet untuk Ragunan
Banyaknya monyet yang dipakai untuk pertunjukan topeng monyet di Jakarta membuat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan menghilangkan dari daerah kepemimpinannya. Sebab, Monyet harusnya tidak boleh dijadikan sebagai alat untuk mendapatkan uang.
"Itu sudah menjadi isu internasional. Kasihan monyetnya," ujar Jokowi di Monas Jakarta, Jumat (18/10/2013).
Menurutnya, saat ini pihaknya tengah mendata seluruh topeng monyet yang kerap beroperasi di Jakarta. Seluruh monyet-monyet tersebut telah dibeli oleh Pemprov DKI untuk dilepaskan di Taman Margasatwa Ragunan (TMR).
"Itu sudah menjadi isu internasional. Kasihan monyetnya," ujar Jokowi di Monas Jakarta, Jumat (18/10/2013).
Menurutnya, saat ini pihaknya tengah mendata seluruh topeng monyet yang kerap beroperasi di Jakarta. Seluruh monyet-monyet tersebut telah dibeli oleh Pemprov DKI untuk dilepaskan di Taman Margasatwa Ragunan (TMR).
Jokowi-Ahok Unjuk Prestasi di Monas
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar dialog warga dengan tema
"Setahun Jokowi-Ahok" di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2013). Acara itu dihadiri sekitar 5.000 warga dari lima kotamadya
dan kabupaten di Jakarta dan disiarkan langsung oleh salah satu stasiun
televisi swasta nasional.
Di sekitar area dialog yang terletak di depan Tugu Monas, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), unjuk keberhasilan.
Di sekitar area dialog yang terletak di depan Tugu Monas, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), unjuk keberhasilan.
Jokowi-Ahok Berdialog dengan 5.000 Warga di Monas
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merayakan satu tahun kepemimpinannya di lapangan Monumen Nasional, malam ini, Jumat (18/10/2013).
Jokowi-Ahok dilantik pada 15 Oktober 2012 setelah memenangkan pemilihan kepala derah melalui dua putaran. Acara yang digelar di silang Monas ini tampak dipenuhi sekitar 5.000 warga.
Jokowi-Ahok dilantik pada 15 Oktober 2012 setelah memenangkan pemilihan kepala derah melalui dua putaran. Acara yang digelar di silang Monas ini tampak dipenuhi sekitar 5.000 warga.
Jokowi Mau Tak Urus Air Bersih
Selama setahun menjadi Gubernur DKI Jakarta, berbagai terobosan telah dilakukan Joko Widodo (Jokowi) mulai dari Kartu Jakarta Sehat sampai Night Festival. Namun, menurut pengamat kebijakan publik Agus Pambagio, masih ada hal yang dilupakan Jokowi selama menjabat.
Hal yang dilupakan itu adalah ketersediaan dan kebersihan air bersih. Agus tak melihat Jokowi menangani hal ini selain upaya buyback (pembelian saham kembali) Palyja via BUMD.
Hal yang dilupakan itu adalah ketersediaan dan kebersihan air bersih. Agus tak melihat Jokowi menangani hal ini selain upaya buyback (pembelian saham kembali) Palyja via BUMD.
Siswa SMP Dicabuli, Jokowi Koordinasi dengan Polda Metro
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) belum mengetahui pelecehan seks yang terjadi kepada AE (16) siswi SMPN 4 Sawah Besar, Jakarta Pusat oleh adik kelasnya di dalam ruang sekolah. Jokowi menyerahkan masalah tersebut ke Polda Metro Jaya.
"Ya nanti kita bicara dengan Polda mengenai hal-hal yang bersifat keamanan. Agar kejadian seperti itu tidak berulang," ujar Jokowi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (18/10/2013).
"Ya nanti kita bicara dengan Polda mengenai hal-hal yang bersifat keamanan. Agar kejadian seperti itu tidak berulang," ujar Jokowi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (18/10/2013).
Jokowi Sangkal Penyumbang Bangku Taman Adalah Temannya
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) mengaku pengusaha yang memberikan dana Corporate Social Responsibility (CSR) berupa bangku taman berasal dari Ceper, Klaten, Jawa Tengah. Menurutnya, pengusaha tersebut bukan kerabat maupun orang yang dikenalnya.
"Kerabat siapa lagi, tanya ke dinas taman. Masa saya ngapalin CSR. Itu dari Ceper dari Klaten, itu pengusaha dari Klaten. Masak semua orang saya kenal," ucap Jokowi di Balai Kota Jakarta, Jumat (18/10/2013).
"Kerabat siapa lagi, tanya ke dinas taman. Masa saya ngapalin CSR. Itu dari Ceper dari Klaten, itu pengusaha dari Klaten. Masak semua orang saya kenal," ucap Jokowi di Balai Kota Jakarta, Jumat (18/10/2013).
Jokowi Jamin Tak Relokasi Warga Petogogan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjamin tidak akan merelokasi warga RW 03 dan 05 Kelurahan Petogogan Jakarta Selatan saat dilaksanakannya program kampung deret yang telah sukses dilakukan Pemprov DKI di Tanah Tinggi, Jakarta Pusat.
"Yang di Tanah Tinggi tidak ada relokasi tuh, artinya sambil program kampung deret dikerjakan warga juga tinggal disitu dan nyatanya bisa kan," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Jumat (18/10/2013).
"Yang di Tanah Tinggi tidak ada relokasi tuh, artinya sambil program kampung deret dikerjakan warga juga tinggal disitu dan nyatanya bisa kan," ujar Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Jumat (18/10/2013).
Jokowi: Pelayan Warga Jangan Terlalu Kaku Jalankan SOP
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) murka ketika melakukan inspeksi
mendadak ke kantor Wali Kota Jakarta Timur. Jokowi kecewa karena tidak ada
perubahan yang berarti.
"Kecepatan pelayanan masih perlu digenjot lagi. Masa buat SIUP, TDP gitu aja 3 hari. Hanya ngetik-ngetik gitu aja berapa menit sih? Masa jawabannya harus ngikutin SOP (standard operational procedure) aja," kata Jokowi di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2013).
"Kecepatan pelayanan masih perlu digenjot lagi. Masa buat SIUP, TDP gitu aja 3 hari. Hanya ngetik-ngetik gitu aja berapa menit sih? Masa jawabannya harus ngikutin SOP (standard operational procedure) aja," kata Jokowi di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2013).
Wali Kota Jaktim: Jokowi Tidak Marah, Hanya Kecewa
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) membanting bundel berkas Tanda Daftar Perusahaan (TDP) saat sidak ke kantor Wali Kota Jakarta Timur dan tidak beramah tamah seperti biasanya. Bagi Wali Kota Krisdianto, Jokowi tidak marah, hanya kecewa.
"Penangkapan saya beliau memang kecewa, karena tadi ada salah ruangan, harusnya di lantai 3. Beliau kecewa," kata Krisdianto di kantornya, Jalan Sentra Timur Primer, Jumat (18/10/2013).
"Penangkapan saya beliau memang kecewa, karena tadi ada salah ruangan, harusnya di lantai 3. Beliau kecewa," kata Krisdianto di kantornya, Jalan Sentra Timur Primer, Jumat (18/10/2013).
Alasan Mangkir Kasudin KUMKM Jaktim
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) murka (lihat video) ketika inspeksi mendadak ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Jakarta Timur, Jumat (18/10/2013).
Orang nomor satu di Ibukota itu masih mendapati lambannya pelayanan pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
Kekecewaan Jokowi semakin bertambah lantaran Kepala Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Kasudin KUMKMP) Jakarta Timur, Johan Effendi dan beberapa staf Sudin KUMKMP tidak berada di ruangannya saat Jokowi bersimulasi menjadi warga yang hendak mengurus Tanda Daftar Perusahaan (TDP) sebagai kelanjutan dari pengurusan SIUP.
Orang nomor satu di Ibukota itu masih mendapati lambannya pelayanan pengurusan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).
Kekecewaan Jokowi semakin bertambah lantaran Kepala Suku Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Kasudin KUMKMP) Jakarta Timur, Johan Effendi dan beberapa staf Sudin KUMKMP tidak berada di ruangannya saat Jokowi bersimulasi menjadi warga yang hendak mengurus Tanda Daftar Perusahaan (TDP) sebagai kelanjutan dari pengurusan SIUP.
Langganan:
Postingan (Atom)

























