Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dalam berbagai hasil survei
menjadi kandidat calon presiden dengan popularitas dan elektabilitas
tertinggi. Hal ini pun membuat Partai Gerindra melirik sosok mantan Wali
Kota Solo itu. Tak tanggung-tanggung, Partai Gerindra pun siap
mengusung Jokowi menjadi capres pada Pemilihan Presiden 2019.
"Gerindra
berencana akan mencalonkan Jokowi pada Pilpres 2019, menggantikan
Prabowo Subianto yang akan jadi capres Gerindra pada tahun 2014 nanti,"
ujar anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat saat
dihubungi Minggu (19/5/2013).
Martin mengungkapkan, Pemilu 2014
bukanlah momentum yang tepat bagi Jokowi untuk maju sebagai capres. Saat
ini, Jokowi, kata Martin, lebih baik melakukan kerjanya sebagai
gubernur di Ibu Kota. Jika berhasil, Jokowi bisa menjadikannya sebagai
modal pencalonan sebagai Presiden 2019.
"Keberhasilan Jokowi
menjadi presiden yang akan datang sangat ditentukan waktu yang tepat
kapan Jokowi akan dicalonkan sebagai capres. Kalau waktunya dicalonkan
tidak tepat, akan merugikan Jokowi sendiri," ucap Martin.
Anggota
Komisi III DPR itu berpendapat Jokowi masih perlu belajar mengenal
karakteristik masyarakat Indonesia. PIlkada DKI Jakarta, lanjut Martin,
masih tidak serumit perhelatan Pilpres.
"Jadi, Jokowi manfaatkan saja waktu 4,5 tahun ini untuk lebih banyak belajar kemajemukan Indonesia," katanya.
Sumber :
kompas.com
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Minggu, 19 Mei 2013
Makin Diserang, Jokowi Makin Mantap
Banyaknya kampanye negatif dan serangkaian upaya menjatuhkan
kredibilitas Joko Widodo di mata publik justru akan semakin meningkatkan
elektabilitas Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Jokowi tersebut. Terlebih lagi saat ini sudah mendekati agenda pemilihan umum.
"Kampanye negatif ke Jokowi akan berdampak pada makin tingginya elektabilitas Jokowi," kata Eva Kusuma Sundari, Politisi PDI Perjuangan, kepada Tribunnews.com, Minggu (19/5/2013).
Eva mengatakan, kini rakyat sudah tidak mudah lagi terperdaya akan adanya isu-isu negatif mengenai Jokowi. Rakyat sudah bisa melihat mana yang tulus dan mana yang palsu. "Rakyat sudah pintar dan makin suka yang sederhana, tidak banyak bicara dan menjatuhkan lawan," katanya.
Eva menuturkan, PDI Perjuangan sangat bangga rakyat secara beruntun menentukan kader PDIP, Jokowi dan ketua umum sebagai capres yang rankingnya tinggi potensial terpilih pada kondisi apa adanya tanpa rekayasa.
Meski meyakini akan adanya harapan cerah di pundak Jokowi, namun PDI Perjuangan hingga saat ini sama sekali belum memikirkan soal pemilihan presiden. Mereka lebih memilih berkonsentrasi meraup suara sebanyak mungkin pada pemilihan legislatif.
"Tapi posisi PDIP tetap, fokus ke pemenangan pileg dulu, karena strategi yang demikian akan berdampak ke penguatan pilpres juga," ujarnya.
Sebelumnya, Partai Demokrat menilai Jokowi secara etika tidak pantas maju menjadi calon presiden pada 2014 mendatang. Alasannya, tugas yang diemban sebagai Gubernur DKI Jakarta belum tuntas.
Ditambah lagi, banyaknya persoalan ibukota seperti banjir, kemacetan yang hingga kini masih belum teratasi dengan baik.
Pernyataan serupa juga dilontarkan Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul. Bahkan, ia secara gamblang menyebut bahwa Wali Kota tukang mebel tidak pantas jadi presiden.
"Masih ada yang jagoin? hancur begitu. Itu survei dulu, sekarang lihat jalan makin macet, banjir dimana-mana, sudah enggak pantas dia jadi Presiden. Gimana jadi Wali Kota Solo saja gagal, tukang mebel mau jadi capres," kata Ruhut.
Sumber :
tribunnews.com
"Kampanye negatif ke Jokowi akan berdampak pada makin tingginya elektabilitas Jokowi," kata Eva Kusuma Sundari, Politisi PDI Perjuangan, kepada Tribunnews.com, Minggu (19/5/2013).
Eva mengatakan, kini rakyat sudah tidak mudah lagi terperdaya akan adanya isu-isu negatif mengenai Jokowi. Rakyat sudah bisa melihat mana yang tulus dan mana yang palsu. "Rakyat sudah pintar dan makin suka yang sederhana, tidak banyak bicara dan menjatuhkan lawan," katanya.
Eva menuturkan, PDI Perjuangan sangat bangga rakyat secara beruntun menentukan kader PDIP, Jokowi dan ketua umum sebagai capres yang rankingnya tinggi potensial terpilih pada kondisi apa adanya tanpa rekayasa.
Meski meyakini akan adanya harapan cerah di pundak Jokowi, namun PDI Perjuangan hingga saat ini sama sekali belum memikirkan soal pemilihan presiden. Mereka lebih memilih berkonsentrasi meraup suara sebanyak mungkin pada pemilihan legislatif.
"Tapi posisi PDIP tetap, fokus ke pemenangan pileg dulu, karena strategi yang demikian akan berdampak ke penguatan pilpres juga," ujarnya.
Sebelumnya, Partai Demokrat menilai Jokowi secara etika tidak pantas maju menjadi calon presiden pada 2014 mendatang. Alasannya, tugas yang diemban sebagai Gubernur DKI Jakarta belum tuntas.
Ditambah lagi, banyaknya persoalan ibukota seperti banjir, kemacetan yang hingga kini masih belum teratasi dengan baik.
Pernyataan serupa juga dilontarkan Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul. Bahkan, ia secara gamblang menyebut bahwa Wali Kota tukang mebel tidak pantas jadi presiden.
"Masih ada yang jagoin? hancur begitu. Itu survei dulu, sekarang lihat jalan makin macet, banjir dimana-mana, sudah enggak pantas dia jadi Presiden. Gimana jadi Wali Kota Solo saja gagal, tukang mebel mau jadi capres," kata Ruhut.
Sumber :
tribunnews.com
Golkar Pandang Sebelah Mata Capres Jokowi
Partai Golkar sama sekali tidak memperhitungkan sosok Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo meski popularitas dan elektabilitasnya sebagai
kandidat calon presiden melesak. Jokowi dianggap bukan lawan, apalagi
kandidat pasangan duet dengan calon presiden dari Partai Golkar Aburizal
Bakrie.
"Jokowi itu tidak masuk dalam hitungan kami," ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Ade Komarudin di sela-sela acara Rapimnas SOKSI di Hotel Grand Sahid Jaya, Minggu (19/5/2013).
Ade menuturkan bahwa sosok Jokowi belum menjadi perhitungan partainya lantaran Jokowi belum pasti akan maju sebagai capres. "Pencalonan Jokowi kan tergantung partainya. Kita lihat keputusan Mbak Mega (Ketum PDI-Perjuangan) apa," ujarnya.
Ade mengaku partai Golkar pun tidak pernah membahas rencana menduetkan calon presiden dari partainya Aburizal "Ical" Bakrie dengan Jokowi. Penunjukkan calon wakil presiden, kata Ade, akan menjadi wewenang Ical.
"Kami juga tidak melihat dia Jawa atau bukan. Sudah seharusnya unsur-unsur primordialisme ditinggalkan. Buktinya, Amerika Serikat presidennya kulit hitam, jadi tidak relevan lagi bicara suku," ungkap ketua umum SOKSI ini.
Di dalam sejumlah survei, nama Jokowi terus menyodok di peringkat teratas sebagai kandidat calon presiden yang dikehendaki rakyat. Popularitas Jokowi dinilai sebagai faktor utama membuat masyarakat memilih mantan Wali Kota Solo itu. Terakhir, survei yang dilakukan Media Survei Nasional (Median) pada 28 April sampai 6 Mei. Dalam survei tersebut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo masih menjadi capres paling populer.
Survei ini mengambil 1600 responden berusia di atas 17 tahun. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin eror sebesar 2,5 persen.
Sumber :
kompas.com
"Jokowi itu tidak masuk dalam hitungan kami," ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Ade Komarudin di sela-sela acara Rapimnas SOKSI di Hotel Grand Sahid Jaya, Minggu (19/5/2013).
Ade menuturkan bahwa sosok Jokowi belum menjadi perhitungan partainya lantaran Jokowi belum pasti akan maju sebagai capres. "Pencalonan Jokowi kan tergantung partainya. Kita lihat keputusan Mbak Mega (Ketum PDI-Perjuangan) apa," ujarnya.
Ade mengaku partai Golkar pun tidak pernah membahas rencana menduetkan calon presiden dari partainya Aburizal "Ical" Bakrie dengan Jokowi. Penunjukkan calon wakil presiden, kata Ade, akan menjadi wewenang Ical.
"Kami juga tidak melihat dia Jawa atau bukan. Sudah seharusnya unsur-unsur primordialisme ditinggalkan. Buktinya, Amerika Serikat presidennya kulit hitam, jadi tidak relevan lagi bicara suku," ungkap ketua umum SOKSI ini.
Di dalam sejumlah survei, nama Jokowi terus menyodok di peringkat teratas sebagai kandidat calon presiden yang dikehendaki rakyat. Popularitas Jokowi dinilai sebagai faktor utama membuat masyarakat memilih mantan Wali Kota Solo itu. Terakhir, survei yang dilakukan Media Survei Nasional (Median) pada 28 April sampai 6 Mei. Dalam survei tersebut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo masih menjadi capres paling populer.
Survei ini mengambil 1600 responden berusia di atas 17 tahun. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin eror sebesar 2,5 persen.
Sumber :
kompas.com
Sebut Jokowi Tak Pantas, Ucapan Ruhut Cuma "Psywar"
Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto
menilai pernyataan politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul tentang
nilai jual Joko Widodo sebagai calon Presiden (capres) tidak sesuai
dengan fakta politik yang ada.
Menurutnya, Gubernur DKI Jakarta itu tetap mampu bersaing dengan kandidat capres lainnya.
"Komentar seperti itu sudah biasa dilakukan oleh Ruhut. Saya kira publik tidak kaget, dan saya kira Jokowi tetap memiliki nilai jual lebih dibanding kandidat (capres) yang ada saat ini. Ucapan Ruhut cuma sekadar psywar," kata Gun Gun saat dihubungi pada Minggu (19/5/2013).
Untuk diketahui, Ruhut Sitompul menilai sosok Joko Widodo tak pantas menjadi capres. Alasannya, selain dianggap hanya sebagai tukang mebel, Ruhut juga menganggap Jokowi gagal membenahi Jakarta. Ruhut menuding mantan Wali Kota Surakarta itu hanya sibuk melakukan pencitraan di media massa.
Menurut Gun Gun, pendapat Ruhut itu keliru. Salah satu indikator ilmiahnya adalah sejumlah hasil survei yang memosisikan Jokowi sebagai kandidat capres paling favorit. Bahkan melebihi tokoh-tokoh nasional seperti Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri.
Baginya, saat ini Jokowi merupakan magnet politik nasional. Baik dari faktor kesukaan, tingkat kesukaan, penerimaan, popularitas, dan keterpilihan dia sebagai seorang pemimpin. Jokowi dianggap Gun Gun sukses menjadi pemimpin berbeda dengan segala kebersahajaannya.
"Wajar kalau akan banyak partai yang menarik Jokowi untuk maju ke gelanggang pencapresan 2014. Tapi sebaiknya Jokowi fokus dulu mengelola Jakarta karena ekspektasi publik sangat tinggi. Jakarta akan jadi barometer kepemimpinan Jokowi, sekaligus menjadi semacam ujian apakah dia konsisten," ujarnya.
Sumber :
kompas.com
Menurutnya, Gubernur DKI Jakarta itu tetap mampu bersaing dengan kandidat capres lainnya.
"Komentar seperti itu sudah biasa dilakukan oleh Ruhut. Saya kira publik tidak kaget, dan saya kira Jokowi tetap memiliki nilai jual lebih dibanding kandidat (capres) yang ada saat ini. Ucapan Ruhut cuma sekadar psywar," kata Gun Gun saat dihubungi pada Minggu (19/5/2013).
Untuk diketahui, Ruhut Sitompul menilai sosok Joko Widodo tak pantas menjadi capres. Alasannya, selain dianggap hanya sebagai tukang mebel, Ruhut juga menganggap Jokowi gagal membenahi Jakarta. Ruhut menuding mantan Wali Kota Surakarta itu hanya sibuk melakukan pencitraan di media massa.
Menurut Gun Gun, pendapat Ruhut itu keliru. Salah satu indikator ilmiahnya adalah sejumlah hasil survei yang memosisikan Jokowi sebagai kandidat capres paling favorit. Bahkan melebihi tokoh-tokoh nasional seperti Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri.
Baginya, saat ini Jokowi merupakan magnet politik nasional. Baik dari faktor kesukaan, tingkat kesukaan, penerimaan, popularitas, dan keterpilihan dia sebagai seorang pemimpin. Jokowi dianggap Gun Gun sukses menjadi pemimpin berbeda dengan segala kebersahajaannya.
"Wajar kalau akan banyak partai yang menarik Jokowi untuk maju ke gelanggang pencapresan 2014. Tapi sebaiknya Jokowi fokus dulu mengelola Jakarta karena ekspektasi publik sangat tinggi. Jakarta akan jadi barometer kepemimpinan Jokowi, sekaligus menjadi semacam ujian apakah dia konsisten," ujarnya.
Sumber :
kompas.com
Jokowi Akan Solonisasi Jakarta
Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah menyiapkan rencana menata pedagang
kaki lima di Jakarta seperti konsep yang dia lakukan di Solo saat masih
menjadi Walikota Surakarta.
Lima tahun lalu
Jokowi membuat konsep Festival Pasar Malam atau Night Market di Jalan
Diponegoro, Solo, di mana pedagang yang terseleksi mendapat tempat untuk
menjual barang dagangannya setiap malam Sabtu dan hari libur.
"Harus ada seleksinya," kata Jokowi di Surakarta, Minggu.
Seleksi
itu adalah memastikan pedagang yang akan masuk Festival Pasar Malam
bisa menyediakan air bersih untuk menjaga kebersihan lokasi dan buang
sampah pada tempatnya.
"Yang berhak untuk masuk ke dalam pasar itu juga yang memang punya KTP dan barangnya memang berkualitas," katanya.
Khusus untuk penjual makanan, Jokowi menyebutkan peserta harus bersedia diuji makanannya setiap enam bulan sekali.
"Jadi keamanan pembeli terjamin. Baik dari kesehatan makanan yang bebas dari bahan kimia," katanya.
Dia mengakui konsepnya ini mencontek negara tetangga. "Jujur. Saya nyontek dari Taiwan," katanya.
Sumber :
anataranews.com
anataranews.com
Kereta Uap Wisata DKI, Jokowi Segera Cek Rel di Kawasan Kota Tua
Kota Solo, Jawa Tengah, memiliki satu keunikan, yaitu sebuah kereta uap
yang masih beroperasi. Dikenal dengan nama Kereta Uap Sepur Kluthuk
Jaladara. Penghidupan kembali kereta yang digunakan untuk kunjungan
wisata itu dilaksanakan pada September 2009 lalu, saat Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Walikota Solo.
Namun untuk menempatkan kereta uap di DKI Jakarta, masih diragukan oleh Jokowi. Salah satu alasannya yaitu tidak ada jalur rel kereta di tengah kota Jakarta. "Arahnya darimana? Relnya dari mana? Kan harus dipasang dulu. Ya tidak ada rel. Gimana?" ujar Jokowi di Solo, Minggu (19/5/2013).
Tetapi Jokowi mendapat kabar masih terdapat rel kereta di kawasan Kota Tua. Rencananya, Jokowi akan memeriksa kebenaran informasi keberadaan rel kereta di Kota Tua. "Itu mau saya lihat. Sesuai kondisi Kota Jakarta apa tidak? Karena (jalan Jakarta) padat, susah kereta wisata begitu," lanjur Jokowi lagi.
Kereta uap wisata di Solo, jelasnya, hanya beroperasi 4 kali dalam seminggu. Untuk setiap perjalanan, harga sewa kereta sebesar Rp 3,5 juta per kelompok. Bagi warga yang ingin naik dikenakan Rp 50 ribu per penumpang.
"Ini memang mahal. Sekali gerak Rp 7 juta. Kalau kita, Rp 3,5 juta, diskon hehehe. Tapi yang paling penting itu jadi icon kota," ujar Jokowi.
Ia juga bercerita, Pemkot Solo dulu mengambil lokomotif kereta dari Ambarawa, sedangkan gerbongnya dari Magelang dan Jakarta. Jokowi menambahkan biaya revitalisasi kereta uap yang berangkat dari Stasiun Purwasari mencapai sekitar Rp 1,2 juta. Kereta itu memiliki 2 gerbong dan dapat menampung 72 orang.
"Memang dulu di Solo, 300 tahun lalu ada kereta api, hilang lama, terus kita hidupkan lagi karena relnya masih ada. Kereta uapnya rusak, lalu diperbaiki oleh PT KAI. Waktu itu kita kerjasama. Itu sejak 5 tahun lalu. Memperbaiki lokomotif dan gerbong. Di solo sini gabung modern dan kuno," kata Jokowi.
Sumber :
liputan6.com
Namun untuk menempatkan kereta uap di DKI Jakarta, masih diragukan oleh Jokowi. Salah satu alasannya yaitu tidak ada jalur rel kereta di tengah kota Jakarta. "Arahnya darimana? Relnya dari mana? Kan harus dipasang dulu. Ya tidak ada rel. Gimana?" ujar Jokowi di Solo, Minggu (19/5/2013).
Tetapi Jokowi mendapat kabar masih terdapat rel kereta di kawasan Kota Tua. Rencananya, Jokowi akan memeriksa kebenaran informasi keberadaan rel kereta di Kota Tua. "Itu mau saya lihat. Sesuai kondisi Kota Jakarta apa tidak? Karena (jalan Jakarta) padat, susah kereta wisata begitu," lanjur Jokowi lagi.
Kereta uap wisata di Solo, jelasnya, hanya beroperasi 4 kali dalam seminggu. Untuk setiap perjalanan, harga sewa kereta sebesar Rp 3,5 juta per kelompok. Bagi warga yang ingin naik dikenakan Rp 50 ribu per penumpang.
"Ini memang mahal. Sekali gerak Rp 7 juta. Kalau kita, Rp 3,5 juta, diskon hehehe. Tapi yang paling penting itu jadi icon kota," ujar Jokowi.
Ia juga bercerita, Pemkot Solo dulu mengambil lokomotif kereta dari Ambarawa, sedangkan gerbongnya dari Magelang dan Jakarta. Jokowi menambahkan biaya revitalisasi kereta uap yang berangkat dari Stasiun Purwasari mencapai sekitar Rp 1,2 juta. Kereta itu memiliki 2 gerbong dan dapat menampung 72 orang.
"Memang dulu di Solo, 300 tahun lalu ada kereta api, hilang lama, terus kita hidupkan lagi karena relnya masih ada. Kereta uapnya rusak, lalu diperbaiki oleh PT KAI. Waktu itu kita kerjasama. Itu sejak 5 tahun lalu. Memperbaiki lokomotif dan gerbong. Di solo sini gabung modern dan kuno," kata Jokowi.
Sumber :
liputan6.com
Massa 'Jokowi Presidenku 2014' Aksi di Bundaran HI
Puluhan pendukung Jokowi melakukan aksi di Bundaran HI. Mereka mendesak
Jokowi untuk menjadi presiden pada 2014 nanti. Mereka mengaku berasal
dari grup akun Facebook Jokowi Presidenku. Grup tersebut berdiri sejak
Desember 2012 dan beranggotakan 50 ribu akun.
Pendukung sebanyak 75 orang ini mengenakan kaos putih bertuliskan '2014 Jokowi Presidenku'. Mereka juga menggelar spanduk bertuliskan Jokowi Presidenku 2014, Gerakan Penyelamat Bangsa Menuju Indonesia Baru.
"Kami mendesak Jokowi sebagai Presiden 2014. Kami sangat yakin dengan kinerja beliau," ujar salah seorang anggota, Sihol Manulang, di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (19/5/2013).
Meskipun hingga saat ini belum ada pernyataan kesediaan dari Jokowi, mereka akan terus melakukan aksi untuk mendesak Jokowi. Sihol yakin, pada saatnya nanti Jokowi akan bersedia.
"Jokowi sayang rakyat. Jika rakyat datang minta dia, dia tidak akan tolak," ujarnya.
Menurutnya, selama ini belum ada pemimpin yang totalitasnya seperti Jokowi. Mereka bahkan akan menuntut Jokowi jika pada pemilu 2014 Jokowi tidak bersedia menjadi presiden.
"Jika Jokowi menolak jadi presiden dan orang lain yang menjadi presiden lalu negeri ini hancur, kami akan tuntut Jokowi," ucapnya.
Sihol mengatakan, sebagai petinggi PDIP, Megawati tidak perlu ragu untuk mengusung Jokowi sebagai presiden pada Pilpres 2014. Sebab menurutnya jika menunggu Pilpres 2019 terlalu lama.
"Jokowi anak ideologis Soekarno. Mega tidak perlu takut. Dia akan lebih besar kalau memilih Jokowi," terang Sihol.
Ia mengaku belum pernah bertemu langsung dengan Jokowi. Namun ia yakin jika Jokowi menjadi presiden, clean and good governance di Indonesia akan terwujud.
"Sekarang kan banyak yang menuntut revolusi. Revolusi akan segera terjadi jika Jokowi menjadi presiden," tandasnya.
Sumber :
detik.com
Pendukung sebanyak 75 orang ini mengenakan kaos putih bertuliskan '2014 Jokowi Presidenku'. Mereka juga menggelar spanduk bertuliskan Jokowi Presidenku 2014, Gerakan Penyelamat Bangsa Menuju Indonesia Baru.
"Kami mendesak Jokowi sebagai Presiden 2014. Kami sangat yakin dengan kinerja beliau," ujar salah seorang anggota, Sihol Manulang, di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (19/5/2013).
Meskipun hingga saat ini belum ada pernyataan kesediaan dari Jokowi, mereka akan terus melakukan aksi untuk mendesak Jokowi. Sihol yakin, pada saatnya nanti Jokowi akan bersedia.
"Jokowi sayang rakyat. Jika rakyat datang minta dia, dia tidak akan tolak," ujarnya.
Menurutnya, selama ini belum ada pemimpin yang totalitasnya seperti Jokowi. Mereka bahkan akan menuntut Jokowi jika pada pemilu 2014 Jokowi tidak bersedia menjadi presiden.
"Jika Jokowi menolak jadi presiden dan orang lain yang menjadi presiden lalu negeri ini hancur, kami akan tuntut Jokowi," ucapnya.
Sihol mengatakan, sebagai petinggi PDIP, Megawati tidak perlu ragu untuk mengusung Jokowi sebagai presiden pada Pilpres 2014. Sebab menurutnya jika menunggu Pilpres 2019 terlalu lama.
"Jokowi anak ideologis Soekarno. Mega tidak perlu takut. Dia akan lebih besar kalau memilih Jokowi," terang Sihol.
Ia mengaku belum pernah bertemu langsung dengan Jokowi. Namun ia yakin jika Jokowi menjadi presiden, clean and good governance di Indonesia akan terwujud.
"Sekarang kan banyak yang menuntut revolusi. Revolusi akan segera terjadi jika Jokowi menjadi presiden," tandasnya.
Sumber :
detik.com
Jokowi Capres, Ruhut Kebakaran Jenggot
Bukan Ruhut Sitompul jika tidak
mengeluarkan pernyataan kontroversial. Politikus Demokrat yang satu ini
selalu identik dengan “omongan ngawur” tanpa memperhitungkan perasaan
orang lain. Terkait elektabilitas Jokowi yang kian menanjak dijagokan
rakyat menjadi Capres, Ruhut mulai memberikan tanggapan yang intinya
membunuh karakter kepemimpinan Jokowi.
Menurut Ruhut, Jokowi sangat tidak pantas menjadi presiden oleh karena beberapa alasan.
- Jokowi dinggap tidak berhasil memimpin DKI Jakarta. Jakarta hancur berantakan setelah Jokowi memimpin.
- Jokowi hanyalah tukang mebel, sehingga tidak pantas jadi presiden.
- Tidak ada partai politik yang menjagokan Jokowi sebagai Capres, termasuk PDIP dan jalan capres independen pun tertutup bagi Jokowi. Karena itu, Ruhut meminta rakyat untuk tidak tertipu dengan permainan pencitraan Jokowi yang dibangun via media.
Apa yang disampaikan Ruhut ini terkesan
reaksioner dan bisa dibilang ungkapan “sirik” atas popularitas Jokowi
yang kian mencuri hati rakyat Indonesia.
Semakin Ruhut ataupun politikus manapun
mencela pribadi maupun gaya kepemimpinan Jokowi, malah semakin
memperkuat tekad rakyat menjadikan Jokowi sebagai Capres. Daripada pilih
manusia yang kerjanya hanya bicara tidak jelas di media, mendingan
pilih Jokowi yang miskin kata, tapi banyak berbuat. Daripada pilih kader
dari partai yang diguncang kasus korupsi, lebih baik pilih Jokowi yang
bersih dan sederhana. Daripada pilih manusia-manusia oportunis dan
elitis, lebih baik pilih Jokowi yang suka blusukan dan dekat
dengan rakyat jelata. Intinya, semakin Ruhut mencerca Jokowi, rakyat
semakin yakin bahwa hanya Jokowi-lah yang pantas menjadi presiden
Indonesia di masa yang kacau-balau dan penuh kasus korupsi yang
melibatkan banyak kader dari partai politik terkemuka, termasuk Partai
Demokrat.
Terima kasih Ruhut Sitompul, hujatanmu
terhadap Jokowi semakin menunjukkan siapakah engkau dan sejauh mana
kualitas dirimu sebagai seorang politikus. Semakin anda mencerca Jokowi,
rakyat pun semakin diteguhkan bahwa Jokowi-lah yang terbaik untuk saat
ini.
Sumber :
kompasiana.com
Gerindra: Jokowi CaPres 2014 Paling Potensial
Partai Gerindra menyatakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo merupakan calon Presiden RI yang sangat potensial. Partai yang didirikan Prabowo Subianto itu mengaku puas mencalonkan Jokowi dan Ahok pada Pilgub DkI tahun lalu.
"Karena mereka bisa melakukan perubahan di DKI yg akan menginspirasi perubahan di daerah-daerah lain," kata Anggota Dewan Pembina Gerindra Martin Hutabarat kepada Tribunnews.com, Minggu (19/5/2013).
Martin yakin masyarakat akan memilih Jokowi jika Mantan Walikota Solo itu dapat mempertahankan kinerjanya sebagai Gubernur DKI 4 tahun kedepan seperti sekarang ini.
"Tidak ada keraguan bagi rakyat untuk memilihnya menjadi Presiden RI kedepan. Keberhasilan Jokowi menjadi Presiden yang akan datang sangat ditentukan waktu yang tepat kapan Jokowi akan dicalonkan," ujarnya.
Namun, kata Martin, bila waktunya tidak tepat, akan merugikan Jokowi sendiri. Sebab memimpin Indonesia tidak sesederhana memimpin Jakarta. Indonesia sangat besar dan sangat majemuk.
"Diperlukan kepemimpinan yg kuat, arif dan tegas. Negara-negara di Timur Tengah yang luasnya tidak sebesar Indonesia, sudah terdiri 28 negara padahal, budaya, bahasa, makanan dan agamanya hampir sama. Apalagi negara kita yang sangat majemuk ini, harus dipimpin oleh pemimpin yang kuat," ungkapnya.
Untuk itu, kata Anggota Komisi III DPR tiu, Jokowi sebaiknya menggunakan masa jabatannya yang 4,5 tahun kedepan untuk berhasil memimpin Jakarta. Sekaligus belajar untuk lebih memahami Indonesia yang sangat plural ini.
"Gerindra berrencana akan mencalonkan Jokowi pada Pilpres thn 2019 yang akan datang, sesudah berhasil menjadi Gubernur DKI. menggantikan Prabowo Subianto yang akan jadi capres Gerindra pada tahun 2014 nanti," tuturnya.
Sumber :
tribunnews.com
"Karena mereka bisa melakukan perubahan di DKI yg akan menginspirasi perubahan di daerah-daerah lain," kata Anggota Dewan Pembina Gerindra Martin Hutabarat kepada Tribunnews.com, Minggu (19/5/2013).
Martin yakin masyarakat akan memilih Jokowi jika Mantan Walikota Solo itu dapat mempertahankan kinerjanya sebagai Gubernur DKI 4 tahun kedepan seperti sekarang ini.
"Tidak ada keraguan bagi rakyat untuk memilihnya menjadi Presiden RI kedepan. Keberhasilan Jokowi menjadi Presiden yang akan datang sangat ditentukan waktu yang tepat kapan Jokowi akan dicalonkan," ujarnya.
Namun, kata Martin, bila waktunya tidak tepat, akan merugikan Jokowi sendiri. Sebab memimpin Indonesia tidak sesederhana memimpin Jakarta. Indonesia sangat besar dan sangat majemuk.
"Diperlukan kepemimpinan yg kuat, arif dan tegas. Negara-negara di Timur Tengah yang luasnya tidak sebesar Indonesia, sudah terdiri 28 negara padahal, budaya, bahasa, makanan dan agamanya hampir sama. Apalagi negara kita yang sangat majemuk ini, harus dipimpin oleh pemimpin yang kuat," ungkapnya.
Untuk itu, kata Anggota Komisi III DPR tiu, Jokowi sebaiknya menggunakan masa jabatannya yang 4,5 tahun kedepan untuk berhasil memimpin Jakarta. Sekaligus belajar untuk lebih memahami Indonesia yang sangat plural ini.
"Gerindra berrencana akan mencalonkan Jokowi pada Pilpres thn 2019 yang akan datang, sesudah berhasil menjadi Gubernur DKI. menggantikan Prabowo Subianto yang akan jadi capres Gerindra pada tahun 2014 nanti," tuturnya.
Sumber :
tribunnews.com
Gerakan Penyelamat Bangsa Dukung Jokowi sebagai Presiden 2014
Sekitar 100 orang yang menamakan diri Gerakan Penyelamat Bangsa Menuju
Indonesia Baru menggelar gerakan moral mendukung Joko Widodo (Jokowi)
sebagai presiden 2014. Gerakan itu terbentuk dari grup sosial media
Facebook Jokowi Presidenku.
Admin Jokowi Presidenku sekaligus Koordinator Aksi menilai Jokowi merupakan sosok pemimpin yang bersih dan menunjukkan kepemimpinan yang baik.
"Bicara soal Jokowi berarti bicara soal clean and good governance. Ia pemimpin bersih, tidak terkontaminasi dengan style (gaya) kepemimpinan apapun. Selalu merakyat," kata Yanes Yosua Frans saat ditemui dalam aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (19/5/2013).
Menurutnya, negara ini telah mengalami krisis kepemimpinan berkepanjangan. Sehingga dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu mengatasi masalah dengan tindakan konkrit.
"Jokowi, sosok pemimpin rakyat. Pro kemiskinan bukan hanya pro rakyat. Ketegasannya dalam mengambil sikap untuk menyelesaikan masalah, termasuk masalah kemiskinan," lanjutnya.
Dalam waktu sebulan, Jokowi Presidenku mendapat 100 ribu pendukung. Para pendukung terdiri dari akademisi, mantan wartawan, pengusaha, dan masyarakat dari sejumlah daerah. Ia mengatakan grup ini terbentuk karena rakyat miskin di Jakarta sangat merasakan sentuhan Jokowi.
Hal serupa juga disampaikan mantan wartawan Sihol Manulang. Ia mendesak agar Jokowi bersedia untuk maju sebagai calon presiden pada 2014. "Tidak perlu menunggu 2019, karena negara ini telanjur rusak. Megawati (PDIP) akan lebih besar tatkala memilih Jokowi sebagai (calon) presiden. Megawati anak biologis Soekarno, Jokowi anak ideologinya," kata Sihol.
Sumber :
metrotvnews.com
Admin Jokowi Presidenku sekaligus Koordinator Aksi menilai Jokowi merupakan sosok pemimpin yang bersih dan menunjukkan kepemimpinan yang baik.
"Bicara soal Jokowi berarti bicara soal clean and good governance. Ia pemimpin bersih, tidak terkontaminasi dengan style (gaya) kepemimpinan apapun. Selalu merakyat," kata Yanes Yosua Frans saat ditemui dalam aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (19/5/2013).
Menurutnya, negara ini telah mengalami krisis kepemimpinan berkepanjangan. Sehingga dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu mengatasi masalah dengan tindakan konkrit.
"Jokowi, sosok pemimpin rakyat. Pro kemiskinan bukan hanya pro rakyat. Ketegasannya dalam mengambil sikap untuk menyelesaikan masalah, termasuk masalah kemiskinan," lanjutnya.
Dalam waktu sebulan, Jokowi Presidenku mendapat 100 ribu pendukung. Para pendukung terdiri dari akademisi, mantan wartawan, pengusaha, dan masyarakat dari sejumlah daerah. Ia mengatakan grup ini terbentuk karena rakyat miskin di Jakarta sangat merasakan sentuhan Jokowi.
Hal serupa juga disampaikan mantan wartawan Sihol Manulang. Ia mendesak agar Jokowi bersedia untuk maju sebagai calon presiden pada 2014. "Tidak perlu menunggu 2019, karena negara ini telanjur rusak. Megawati (PDIP) akan lebih besar tatkala memilih Jokowi sebagai (calon) presiden. Megawati anak biologis Soekarno, Jokowi anak ideologinya," kata Sihol.
Sumber :
metrotvnews.com
Waduk Pluit: Andai Aku Jokowi
Pemprov DKI dan Komnas HAM belum menemukan kata sepakat dalam penanganan
relokasi di sekitar Waduk Pluit. Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila pun
ditanya seandainya dirinya menjadi Gubernur DKI Jokowi dalam menangani
kisruh Waduk Pluit. Responsnya?
"Saya bukan Gubernur dan saya ada dalam posisi Ketua Komnas HAM. Jadi saya tidak mau berandai-andai," jawab Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila ketika ditanya solusi yang ditawarkan pada warga sekitar Waduk Pluit bila menjadi Gubernur DKI.
Hal itu dikatakan Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila dalam acara 'Peringatan Tragedi Mei 1998' di Komnas Perempuan, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/5/2013).
"Yang pasti, Komnas HAM sangat terbuka jika Pak Ahok akan memberikan kuliah kepada kami. Masyarakat yang mengadu kepada kami memerlukan informasi apa pembangunan apa yang akan dilakukan di Waduk Pluit," imbuh Siti.
Indikasi pelanggaran HAM, lanjut dia, bentuknya tidak selalu kekerasan, melainkan juga informasi yang tak didapatkan.
"Masyarakat mengadukan bahwa mereka tidak mendapatkan informasi rencana pembangunan di atas waduk. Masyarakat punya hak atas kesejahteraan dan perumahan. Komnas HAM berprinsip pada peningkatan kesejahteraan," jelas Siti.
Mengenai Jokowi yang mengatakan sudah 20 kali bertemu dan berdialog dengan warga di Waduk Pluit, Siti mengatakan, "Yang melapor ke kami itu bukan Waduk Pluit, tapi Penjaringan. Dan Pak Jokowi hanya mendatangi warga di Waduk Pluit. Laporan dari warga Penjaringan, belum ada komunikasi apapun dengan pihak Pemprov. Dari 200 orang kepala keluarga yang akan direlokasi, baru 20 kepala keluarga yang baru mendapatkan rusun."
Pemprov DKI Jakarta bermaksud menormalisasi Waduk Pluit dalam rangka mengatasi banjir yang selama ini menjadi masalah Ibukota. Waduk seluas 80 hektar ini sebagian ditempati secara ilegal oleh warga. Pemprov bermaksud merelokasi warga tersebut dengan menyediakan rusun beserta isinya.
Sumber :
detik.com
"Saya bukan Gubernur dan saya ada dalam posisi Ketua Komnas HAM. Jadi saya tidak mau berandai-andai," jawab Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila ketika ditanya solusi yang ditawarkan pada warga sekitar Waduk Pluit bila menjadi Gubernur DKI.
Hal itu dikatakan Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila dalam acara 'Peringatan Tragedi Mei 1998' di Komnas Perempuan, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/5/2013).
"Yang pasti, Komnas HAM sangat terbuka jika Pak Ahok akan memberikan kuliah kepada kami. Masyarakat yang mengadu kepada kami memerlukan informasi apa pembangunan apa yang akan dilakukan di Waduk Pluit," imbuh Siti.
Indikasi pelanggaran HAM, lanjut dia, bentuknya tidak selalu kekerasan, melainkan juga informasi yang tak didapatkan.
"Masyarakat mengadukan bahwa mereka tidak mendapatkan informasi rencana pembangunan di atas waduk. Masyarakat punya hak atas kesejahteraan dan perumahan. Komnas HAM berprinsip pada peningkatan kesejahteraan," jelas Siti.
Mengenai Jokowi yang mengatakan sudah 20 kali bertemu dan berdialog dengan warga di Waduk Pluit, Siti mengatakan, "Yang melapor ke kami itu bukan Waduk Pluit, tapi Penjaringan. Dan Pak Jokowi hanya mendatangi warga di Waduk Pluit. Laporan dari warga Penjaringan, belum ada komunikasi apapun dengan pihak Pemprov. Dari 200 orang kepala keluarga yang akan direlokasi, baru 20 kepala keluarga yang baru mendapatkan rusun."
Pemprov DKI Jakarta bermaksud menormalisasi Waduk Pluit dalam rangka mengatasi banjir yang selama ini menjadi masalah Ibukota. Waduk seluas 80 hektar ini sebagian ditempati secara ilegal oleh warga. Pemprov bermaksud merelokasi warga tersebut dengan menyediakan rusun beserta isinya.
Sumber :
detik.com
Komunitas Facebook akan paksa Jokowi jadi Presiden 2014
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) merupakan sosok yang diidam-idamkan untuk maju dalam Pemilu 2014. Bahkan komunitas Facebook akan memaksa Jokowi untuk mau dicalonkan sebagai presiden dalam Pemilu 2014.
"Kalau Jokowi tidak mau, tekniknya dipaksa, akan mau. Bung Karno pernah dipaksa pemuda. Asumsi dasar, dia sayang rakyat. Tidak mungkin dia menolak," ujar Yanes Yosua Frans, admin komunitas Facebook ' Jokowi Presidenku 2014' di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (19/5).
Yanes mengatakan pengusungan Jokowi sebagai calon presiden tujuannya untuk mengakhiri krisis kepemimpinan di Indonesia. "Untuk mengakhiri zaman 'The Man Behind The Gun' alias militer. Jika tidak, disintegrasi bangsa di depan mata, karena tidak ada pemimpin yang seperti Jokowi , yang merakyat" ujar dia dalam aksi di car free day Bundaran HI.
Menurut Yanes, komunitas tersebut baru berdiri sebulan lalu dan sudah memiliki 100 ribu peminat. Peminat itu baru berasal dari Jakarta dan Bandung. "Akhir Desember tahun ini targetnya, 500 ribu peminat," jelas dia.
Meski Megawati memiliki kesempatan yang lebih besar maju sebagai presiden, Yanes menegaskan, Jokowi lebih mampu memperbaiki Indonesia dari keterpurukan. "Indonesia perlu diperbaiki, Jokowi mampu. Dari Papua sampai Aceh mendukung Jokowi . Hasil survei Jokowi tinggi terus, kita bukan anggota partai, tapi PDIP harus buka mata," kata dia.
Sumber :
merdeka.com
"Kalau Jokowi tidak mau, tekniknya dipaksa, akan mau. Bung Karno pernah dipaksa pemuda. Asumsi dasar, dia sayang rakyat. Tidak mungkin dia menolak," ujar Yanes Yosua Frans, admin komunitas Facebook ' Jokowi Presidenku 2014' di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (19/5).
Yanes mengatakan pengusungan Jokowi sebagai calon presiden tujuannya untuk mengakhiri krisis kepemimpinan di Indonesia. "Untuk mengakhiri zaman 'The Man Behind The Gun' alias militer. Jika tidak, disintegrasi bangsa di depan mata, karena tidak ada pemimpin yang seperti Jokowi , yang merakyat" ujar dia dalam aksi di car free day Bundaran HI.
Menurut Yanes, komunitas tersebut baru berdiri sebulan lalu dan sudah memiliki 100 ribu peminat. Peminat itu baru berasal dari Jakarta dan Bandung. "Akhir Desember tahun ini targetnya, 500 ribu peminat," jelas dia.
Meski Megawati memiliki kesempatan yang lebih besar maju sebagai presiden, Yanes menegaskan, Jokowi lebih mampu memperbaiki Indonesia dari keterpurukan. "Indonesia perlu diperbaiki, Jokowi mampu. Dari Papua sampai Aceh mendukung Jokowi . Hasil survei Jokowi tinggi terus, kita bukan anggota partai, tapi PDIP harus buka mata," kata dia.
Sumber :
merdeka.com
Demokrat: Jokowi Tak Layak Jadi Capres 2014
Hasil dari banyak lembaga survei mayoritas menempatkan gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjadi kandidat kuat calon presiden tahun 2014 mendatang.
Namun, Jokowi dinilai tidak pantas menjadi Presiden periode 2014-2019, sebab tugasnya menjadi Gubernur DKI Jakarta belum tuntas, terlebih lagi persoalan ibukota seperti macet, banjir dan lain sebagainya belum terselesaikan.
"Persis, itulah letak penilaian etiknya, masak baru jadi gubernur beberapa tahun, langsung maju presiden? Meski hak sebagai warga negara, tetap membolehkan,"kata Sekretaris Departemen Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Partai Demokrat Farhan Effendy kepada wartawan, Minggu (19/5/2013).
Menurut Farhan, ada baiknya Jokowi menyelesaikan tugasnya saja terlebih dahulu menjadi Gubernur DKI Jakarta. Apalagi, persoalan kota metropolitan kini semakin banyak, mulai dari kemacetan, banjir dan lain sebagainya.
"Kasihan sekali rakyat Jakarta, yang sudah mempercayainya sebagai juru selamat persoalan DKI," katanya.
Sumber :
tribunnews.com
Namun, Jokowi dinilai tidak pantas menjadi Presiden periode 2014-2019, sebab tugasnya menjadi Gubernur DKI Jakarta belum tuntas, terlebih lagi persoalan ibukota seperti macet, banjir dan lain sebagainya belum terselesaikan.
"Persis, itulah letak penilaian etiknya, masak baru jadi gubernur beberapa tahun, langsung maju presiden? Meski hak sebagai warga negara, tetap membolehkan,"kata Sekretaris Departemen Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Partai Demokrat Farhan Effendy kepada wartawan, Minggu (19/5/2013).
Menurut Farhan, ada baiknya Jokowi menyelesaikan tugasnya saja terlebih dahulu menjadi Gubernur DKI Jakarta. Apalagi, persoalan kota metropolitan kini semakin banyak, mulai dari kemacetan, banjir dan lain sebagainya.
"Kasihan sekali rakyat Jakarta, yang sudah mempercayainya sebagai juru selamat persoalan DKI," katanya.
Sumber :
tribunnews.com
Jokowi: Oktober, 5 Bus Tingkat Wisata `Double-Decker`Hadir di DKI
Salah satu moda transportasi khusus wisata Kota Solo, Jawa Tengah,
adalah bertingkat layaknya bus 'Double-decker' di Inggris, yang disebut
dengan bus tingkat Werkudara. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)
yang juga mantan Walikota Solo pun mengungkapkan, Pemerintah Provinsi
DKI akan menyediakan bus serupa di kota Jakarta.
"Bus tingkat itu sejak 4-5 tahun. Dulu ambilnya dari Magelang. Tapi kan Oktober nanti kita akan punya 5 buah bus tingkat di Jakarta," ujar Jokowi di Solo, Minggu (19/5/2013).
Bus tingkat itu rencananya akan ditempatkan di kawasan-kawasan wisata di DKI Jakarta. Seperti di daerah Kota Tua, Ancol, museum-museum, Taman Mini, dan lain-lain.
Bus itu nantinya khusus dimanfaatkan sebagai kendaraan wisata untuk mengunjungi lokasi-lokasi menarik di Jakarta. Sehingga masyarakat diharapkan tidak salah menafsirkannya sebagai salah satu tambahan transportasi umum layaknya Transjakarta. "Khusus wisata loh, bukan transportasi umum," katanya.
Bus wisata tingkat Werkudara di Kota Solo berwarna merah dengan ketinggian mencapai 4,5 meter dan lebar sekitar 2,5 meter. Bus itu telah beroperasi sejak 20 Februari 2011 lalu saat Jokowi masih menjabat sebagai walikota Surakarta.
Harganya juga cukup terjangkau yaitu Rp 20.000 per orang untuk mengantar wisatawan sesuai keinginannya. Ataupun ke tempat-tempat seperti Keraton Surakarta, Kampung Batik Kauman dan Laweyan, Mangkunegaran, Museum Radya Pustakan.
Sumber :
liputan6.com
"Bus tingkat itu sejak 4-5 tahun. Dulu ambilnya dari Magelang. Tapi kan Oktober nanti kita akan punya 5 buah bus tingkat di Jakarta," ujar Jokowi di Solo, Minggu (19/5/2013).
Bus tingkat itu rencananya akan ditempatkan di kawasan-kawasan wisata di DKI Jakarta. Seperti di daerah Kota Tua, Ancol, museum-museum, Taman Mini, dan lain-lain.
Bus itu nantinya khusus dimanfaatkan sebagai kendaraan wisata untuk mengunjungi lokasi-lokasi menarik di Jakarta. Sehingga masyarakat diharapkan tidak salah menafsirkannya sebagai salah satu tambahan transportasi umum layaknya Transjakarta. "Khusus wisata loh, bukan transportasi umum," katanya.
Bus wisata tingkat Werkudara di Kota Solo berwarna merah dengan ketinggian mencapai 4,5 meter dan lebar sekitar 2,5 meter. Bus itu telah beroperasi sejak 20 Februari 2011 lalu saat Jokowi masih menjabat sebagai walikota Surakarta.
Harganya juga cukup terjangkau yaitu Rp 20.000 per orang untuk mengantar wisatawan sesuai keinginannya. Ataupun ke tempat-tempat seperti Keraton Surakarta, Kampung Batik Kauman dan Laweyan, Mangkunegaran, Museum Radya Pustakan.
Sumber :
liputan6.com
Jokowi: Pak Ganjar Menang Satu Putaran
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) yakin perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) Jawa Tengah hanya akan berlangsung satu putaran. Jokowi, juga yakin pilkada yang akan digelar pada 26 Mei 2013 itu akan dimenangkan pasangan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDIP), Ganjar Pranowo- Heru Sudjatmiko.
Hal tersebut diungkapkan Jokowi saat blusukan ke Kota Magelang dalam rangka membantu kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ganjar-Heru, Sabtu (18/5/2013).
Menurutnya, calon gubernur Ganjar Pranowo adalah figur yang cocok untuk memimpin Jawa Tengah dalam lima tahun ke depan, karena mempunyai kemampuan dari pengalamannya sebagai seorang politikus dan daya intelektual yang tinggi.
"Saya sudah kenal baik dengan beliau. Dulu waktu saya ikut Pilkada di Jakarta kan banyak dibantu Pak Ganjar," ucap Jokowi.
Ketika ditanya tentang dukungan dari para pendukung Rustriningsih untuk pasangan Ganjar-Heru, Jokowi mengaku saat ini masih dalam taraf pendekatan. Sepanjang Jokowi blusukan di kawasan Jalan Pemuda atau kawasan pecinan Kota Magelang, dia menyapa para pedagang kaki lima (PKL) dan warga setempat. Dia mengajak mereka untuk memilih pasangan Ganjar-Heru pada saat pencoblosan yang akan digelar tidak lama lagi.
Sumber :
tribunnews.com
Hal tersebut diungkapkan Jokowi saat blusukan ke Kota Magelang dalam rangka membantu kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ganjar-Heru, Sabtu (18/5/2013).
Menurutnya, calon gubernur Ganjar Pranowo adalah figur yang cocok untuk memimpin Jawa Tengah dalam lima tahun ke depan, karena mempunyai kemampuan dari pengalamannya sebagai seorang politikus dan daya intelektual yang tinggi.
"Saya sudah kenal baik dengan beliau. Dulu waktu saya ikut Pilkada di Jakarta kan banyak dibantu Pak Ganjar," ucap Jokowi.
Ketika ditanya tentang dukungan dari para pendukung Rustriningsih untuk pasangan Ganjar-Heru, Jokowi mengaku saat ini masih dalam taraf pendekatan. Sepanjang Jokowi blusukan di kawasan Jalan Pemuda atau kawasan pecinan Kota Magelang, dia menyapa para pedagang kaki lima (PKL) dan warga setempat. Dia mengajak mereka untuk memilih pasangan Ganjar-Heru pada saat pencoblosan yang akan digelar tidak lama lagi.
Sumber :
tribunnews.com
Gita Wirjawan Dukung Jokowi Normalisasi Waduk Pluit
Pemprov DKI Jakarta mendapat halangan dari warga Waduk Pluit yang
didukung Komnas HAM dalam menormalisasi waduk Pluit. Menteri Perdagangan
Gita Wirjawan mendukung penuh Pemprov DKI dalam normalisasi waduk
tersebut.
"Pokoknya kita dukung langkahnya Pak Gubernur dan Wakil Gubernur," kata Gita, singkat, usai acara bincang santai bersama Rosiana Silalahi di UIN Syarif Hidayatullah, Jl Ir H Juanda, Ciputat, Jakarta, Sabtu (18/5/2013).
Acara tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Basuki T Purnama alias Ahok. Ahok-pun menyatakan tak habis pikir dengan warga Waduk Pluit yang susah direlokasi ke rumah susun.
"Tapi rumah susun katanya jauh. Kalau jauh, saya kasih kapal. Naik kapal mabok. Saya kasih bus. Terus saya kasih kulkas, supaya tidak perlu belanja tiap hari. Kasih TV, supaya belajar pengetahuan. Kasih meja makan, kasih spring bed sampai piring semua lengkap. Yang mau pindah, malah diancam tidak boleh pindah. Jadi banyak penyewa di dalem situ," tutur Ahok dalam acara tersebut.
Seribuan pengunjung tampak antusias mendengarkan Ahok dan Gita. Ditambah lagi, penampilan Rosiana Silalahi yang pandai membuat cair suasana membuat perbincangan makin hangat.
Sumber :
detik.com
"Pokoknya kita dukung langkahnya Pak Gubernur dan Wakil Gubernur," kata Gita, singkat, usai acara bincang santai bersama Rosiana Silalahi di UIN Syarif Hidayatullah, Jl Ir H Juanda, Ciputat, Jakarta, Sabtu (18/5/2013).
Acara tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Basuki T Purnama alias Ahok. Ahok-pun menyatakan tak habis pikir dengan warga Waduk Pluit yang susah direlokasi ke rumah susun.
"Tapi rumah susun katanya jauh. Kalau jauh, saya kasih kapal. Naik kapal mabok. Saya kasih bus. Terus saya kasih kulkas, supaya tidak perlu belanja tiap hari. Kasih TV, supaya belajar pengetahuan. Kasih meja makan, kasih spring bed sampai piring semua lengkap. Yang mau pindah, malah diancam tidak boleh pindah. Jadi banyak penyewa di dalem situ," tutur Ahok dalam acara tersebut.
Seribuan pengunjung tampak antusias mendengarkan Ahok dan Gita. Ditambah lagi, penampilan Rosiana Silalahi yang pandai membuat cair suasana membuat perbincangan makin hangat.
Sumber :
detik.com
Ingin Lomba Paduan Suara di Hongkong, Mahasiswi UNS Minta Dibantu Jokowi
Akhir pekan ini Gubernur DKI Jakarta Jokowi mengunjungi kampung
halamannya, Solo, Jawa Tengah. Jokowi juga mengajak wartawan berkeliling
wisata pasar malam di Ngarsopuro, dalam kesempatan itu Jokowi sempat
'ditodong' oleh Mahasiswi Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).
Perisitiwa itu terjadi usai menikmati pagelaran ketoprak tentang sosialisasi Pilgub Jateng 2013, Sabtu (19/5/2013). Tak lama, Jokowi pun dihampiri mahasiswa asal UNS, bernama Theresa.
Rupanya Theresa ingin menyerahkan proposal permohonan bantuan dari kelompok paduan suaranya yang bernama Voca Erudita. Grup paduan suara Theresa cs rencananya ingin mengikuti kontes paduan suara ke Hongkong.
"Kita mau nyerahin proposal kompetisi paduan suara, terus kita mau ke Hongkong, kompetisi internasional. Jadi kita minta bantuan Pak Jokowi," ucap Theresa sambil menyerahkan dokumen kepada Jokowi.
Jokowi pun kemudian menerima proposal tersebut. Tidak banyak janji yang diberikan Jokowi, dia akan mempelajari proposal itu terlebih dahulu. "Ya, mana proposalnya. Nanti ya," kata Jokowi.
Selain pagelaran, di pasar malam ini terdapat berbagai jenis barang dagangan mulai kerajinan tangan, suvenir, aksesoris, makanan hingga pakaian. Jokowi pun sempat mengunjungi beberapa stan, diantara penjual topi dan blangkon.
Sumber :
detik.com
Perisitiwa itu terjadi usai menikmati pagelaran ketoprak tentang sosialisasi Pilgub Jateng 2013, Sabtu (19/5/2013). Tak lama, Jokowi pun dihampiri mahasiswa asal UNS, bernama Theresa.
Rupanya Theresa ingin menyerahkan proposal permohonan bantuan dari kelompok paduan suaranya yang bernama Voca Erudita. Grup paduan suara Theresa cs rencananya ingin mengikuti kontes paduan suara ke Hongkong.
"Kita mau nyerahin proposal kompetisi paduan suara, terus kita mau ke Hongkong, kompetisi internasional. Jadi kita minta bantuan Pak Jokowi," ucap Theresa sambil menyerahkan dokumen kepada Jokowi.
Jokowi pun kemudian menerima proposal tersebut. Tidak banyak janji yang diberikan Jokowi, dia akan mempelajari proposal itu terlebih dahulu. "Ya, mana proposalnya. Nanti ya," kata Jokowi.
Selain pagelaran, di pasar malam ini terdapat berbagai jenis barang dagangan mulai kerajinan tangan, suvenir, aksesoris, makanan hingga pakaian. Jokowi pun sempat mengunjungi beberapa stan, diantara penjual topi dan blangkon.
Sumber :
detik.com
Sabtu, 18 Mei 2013
Jokowi Bakal Bikin Jalan Sabang Jadi Pasar Malam
Pulang kampung, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menghabiskan malam
minggu dengan mengunjungi Night Market atau Pasar Malam Ngarsopuro,
Solo, Jawa Tengah.
"Pasar Malam Ngarsopuro, Night market, untuk usaha mikro agar diberi ruang, diatur, dan mereka harus ikut aturan itu," ujar Jokowi, Sabtu (18/5/2013).
Sekedar informasi, sebelum menjadi pasar malam Ngarsopuro, yang terletak di Jalan Diponegoro, hanyalah jalan raya pada umumnya yang digunakan warga Solo sebagai lalu lintas kota. Namun, di tahun 2008, saat Jokowi menjabat sebagai Wali Kota, dirinya menyulap jalan tersebut menjadi pasar malam di tiap malam minggu yang mengharuskan menutup Jalan Diponegoro.
"Saya meniru di Taiwan, manajemennya dan melakukan penutupan jalan. Harus ada air bersih, rutin setiap enam bulan cek Dinkes, bahan kimia," terangnya.
Saat ditanya, apakah dirinya akan melakukan hal yang sama di Jakarta, Jokowi melihat Jalan Sabang, Jakarta Pusat, memiliki potensi untuk hal tersebut. "Jalan Sabang itu menarik, akan menjadi seperti apa saya masih memetakan. Perlu waktu, yang lama adalah pembangunan manusianya," tandasnya.
Pantauan Okezone di lokasi, Jokowi menyempatkan diri untuk melihat pentas seni Ketoprak yang diselenggarakan KPU Solo sebagai sosialisasi Pilkada Jawa Tengah yang akan digelar pada 26 Mei mendatang. Setelah itu, Jokowi juga melihat-lihat barang dagangan yang dijajakan PKL di pasar malam tersebut.
Sumber :
okezone.com
"Pasar Malam Ngarsopuro, Night market, untuk usaha mikro agar diberi ruang, diatur, dan mereka harus ikut aturan itu," ujar Jokowi, Sabtu (18/5/2013).
Sekedar informasi, sebelum menjadi pasar malam Ngarsopuro, yang terletak di Jalan Diponegoro, hanyalah jalan raya pada umumnya yang digunakan warga Solo sebagai lalu lintas kota. Namun, di tahun 2008, saat Jokowi menjabat sebagai Wali Kota, dirinya menyulap jalan tersebut menjadi pasar malam di tiap malam minggu yang mengharuskan menutup Jalan Diponegoro.
"Saya meniru di Taiwan, manajemennya dan melakukan penutupan jalan. Harus ada air bersih, rutin setiap enam bulan cek Dinkes, bahan kimia," terangnya.
Saat ditanya, apakah dirinya akan melakukan hal yang sama di Jakarta, Jokowi melihat Jalan Sabang, Jakarta Pusat, memiliki potensi untuk hal tersebut. "Jalan Sabang itu menarik, akan menjadi seperti apa saya masih memetakan. Perlu waktu, yang lama adalah pembangunan manusianya," tandasnya.
Pantauan Okezone di lokasi, Jokowi menyempatkan diri untuk melihat pentas seni Ketoprak yang diselenggarakan KPU Solo sebagai sosialisasi Pilkada Jawa Tengah yang akan digelar pada 26 Mei mendatang. Setelah itu, Jokowi juga melihat-lihat barang dagangan yang dijajakan PKL di pasar malam tersebut.
Sumber :
okezone.com
Jokowi Sambangi Pagelaran Sosialisasi Pilgub Jateng di Solo
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) akhir pekan ini, pulang ke
kampung halamannya di Solo, Jawa Tengah. Jokowi pun menyempatkan diri
untuk berkunjung ke Night Market Ngarsodipuro, Solo.
Pantauan detikcom, Jokowi beserta rombongan wartawan dari Jakarta tiba di Pasar Malam Ngarsopuro Jalan Slamet Riadi, Solo, Jawa Tengah pukul 20.45 WIB. Begitu tiba Jokowi pun disambut meriah warga Solo yang ingin bersalaman dan foto bersama.
Jokowi pun kemudian berkeliling lokasi pasar. Ternyata, di tengah-tengah lokasi sedang berlangsung 'Pagelaran Kethoprak Ngampung' dalam rangka sosilisasi pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2013.
Kehadiran Jokowi pun sontak menyita perhatian penonton.
"Wah bapakku. Alhamdulillah kami ketiban wahyu. Terima kasih Pak Jokowi telah datang. Ternyata meskipun jadi Gubernur DKI, alhamdulillah tidak lupa dengan Solo," ujar pembawa acara yang secara spontan menghentikan pertunjukkanya.
Jokowi pun hanya tersenyum sambil melihat pagelaran. "Pokoknya doa orang Solo Pak Jokowi tetap sukses jadi Gubernur DKI Jakarta," lanjut pembawa acara tersebut.
Selain pagelaran, di pasar malam ini terdapat berbagai jenis barang dagangan Mulai kerajinan tangan, souvenir, aksesoris, makanan hibgga pakaian. Jokowi pun sempat mengunjungi beberapa stan, diantara penjual topi dan blankon.
"Ini yang mana cocok sama kepala saya?," tanya Jokowi saat mencoba blankon.
Sumber :
detik.com
Pantauan detikcom, Jokowi beserta rombongan wartawan dari Jakarta tiba di Pasar Malam Ngarsopuro Jalan Slamet Riadi, Solo, Jawa Tengah pukul 20.45 WIB. Begitu tiba Jokowi pun disambut meriah warga Solo yang ingin bersalaman dan foto bersama.
Jokowi pun kemudian berkeliling lokasi pasar. Ternyata, di tengah-tengah lokasi sedang berlangsung 'Pagelaran Kethoprak Ngampung' dalam rangka sosilisasi pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2013.
Kehadiran Jokowi pun sontak menyita perhatian penonton.
"Wah bapakku. Alhamdulillah kami ketiban wahyu. Terima kasih Pak Jokowi telah datang. Ternyata meskipun jadi Gubernur DKI, alhamdulillah tidak lupa dengan Solo," ujar pembawa acara yang secara spontan menghentikan pertunjukkanya.
Jokowi pun hanya tersenyum sambil melihat pagelaran. "Pokoknya doa orang Solo Pak Jokowi tetap sukses jadi Gubernur DKI Jakarta," lanjut pembawa acara tersebut.
Selain pagelaran, di pasar malam ini terdapat berbagai jenis barang dagangan Mulai kerajinan tangan, souvenir, aksesoris, makanan hibgga pakaian. Jokowi pun sempat mengunjungi beberapa stan, diantara penjual topi dan blankon.
"Ini yang mana cocok sama kepala saya?," tanya Jokowi saat mencoba blankon.
Sumber :
detik.com
Malam Mingguan Jokowi
Akhir pekan ini, Gubernur DKI Jakarta meluangkan waktu untuk pulang ke
kampung halamannya, Solo, Jawa Tengah. Jokowi pun menyempatkan diri
untuk berkunjung ke Pasar Malam Ngarsopuro di Jalan Slamet Riadi.
Para wartawan berkesempatan untuk 'malam mingguan' bersama Jokowi, Sabtu (18/5/2013). Dengan semangat Jokowi pun mengajak untuk melihat-lihat suasana kota Solo di malam hari.
"Ayo, kita ke Night Markaet Ngarsopuro. Kita lihat-lihat di sana," ujar Jokowi.
Perjalanan dimulai dari Warung Wedangan Pendopo, Turisari Yosodipuro, titik dimana wartawan dari Jakarta bertemu dengan Jokowi. Jokowi pun bersama wartawan pergi bersama menuju Pasar Malam Ngarsopuro menaiki bus pariwisata.
"Dekat kok, cuma lima menit nyampe," kata Jokowi.
Begitu tiba di lokasi pasar malam, awalnya banyak warga yang tak mengira ada Jokowi, setelah beberapa saat barulah warga mulai mendekat dan bersalaman, sama halnya jika Jokowi blusukan di Jakarta.
"Pak Jokowi, piye (bagaimana) Jakarta Pak? Sukses buat Pak Jokowi," ujar salah seorang warga.
"Senang Pak Jokowi datang ke sini," tambahnya.
Jokowi mengatakan, pasar malam Ngarsopuro ini hanya ada pada Sabtu malam. Semua PKL yang ada di Kota Solo dikumpulkan di sini.
"Pasar malam ini sejak empat tahun lalau. PKL semuanya dikumpulkan di situ, Jadi rapi. Mereka bisa berjualan dengan tertib di sini. Ini jadi tempat wisata warga di malam hari," terang suami Iriana ini.
Pantauan detikcom, di pasar malam ini terdapat berbagai jenis barang dagangan Mulai kerajinan tangan, souvenir, aksesoris, makanan hibgga pakaian. Jokowi pun sempat mengunjungi beberapa stan, diantara penjual topi dan blankon.
"Ini yang mana cocok sama kepala saya?," tanya Jokowi saat mencoba blankon.
Jokowi pun kemudian melanjutkan wisata malam harinya berkeliling pasar malam Ngarsopuro meskipun disesaski oleh kerumuman warga Solo.
Sumber :
detik.com
Para wartawan berkesempatan untuk 'malam mingguan' bersama Jokowi, Sabtu (18/5/2013). Dengan semangat Jokowi pun mengajak untuk melihat-lihat suasana kota Solo di malam hari.
"Ayo, kita ke Night Markaet Ngarsopuro. Kita lihat-lihat di sana," ujar Jokowi.
Perjalanan dimulai dari Warung Wedangan Pendopo, Turisari Yosodipuro, titik dimana wartawan dari Jakarta bertemu dengan Jokowi. Jokowi pun bersama wartawan pergi bersama menuju Pasar Malam Ngarsopuro menaiki bus pariwisata.
"Dekat kok, cuma lima menit nyampe," kata Jokowi.
Begitu tiba di lokasi pasar malam, awalnya banyak warga yang tak mengira ada Jokowi, setelah beberapa saat barulah warga mulai mendekat dan bersalaman, sama halnya jika Jokowi blusukan di Jakarta.
"Pak Jokowi, piye (bagaimana) Jakarta Pak? Sukses buat Pak Jokowi," ujar salah seorang warga.
"Senang Pak Jokowi datang ke sini," tambahnya.
Jokowi mengatakan, pasar malam Ngarsopuro ini hanya ada pada Sabtu malam. Semua PKL yang ada di Kota Solo dikumpulkan di sini.
"Pasar malam ini sejak empat tahun lalau. PKL semuanya dikumpulkan di situ, Jadi rapi. Mereka bisa berjualan dengan tertib di sini. Ini jadi tempat wisata warga di malam hari," terang suami Iriana ini.
Pantauan detikcom, di pasar malam ini terdapat berbagai jenis barang dagangan Mulai kerajinan tangan, souvenir, aksesoris, makanan hibgga pakaian. Jokowi pun sempat mengunjungi beberapa stan, diantara penjual topi dan blankon.
"Ini yang mana cocok sama kepala saya?," tanya Jokowi saat mencoba blankon.
Jokowi pun kemudian melanjutkan wisata malam harinya berkeliling pasar malam Ngarsopuro meskipun disesaski oleh kerumuman warga Solo.
Sumber :
detik.com
Jokowi Sudah Berkali-kali Dialog dengan Warga Pluit
Walaupun Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan sudah beberapa
kali berdialog dengan warga sekitar Waduk Pluit Jakarta Utara, namun
perwakilan warga merasa belum pernah diajak komunikasi.
Kedatangan Jokowi ke area Waduk Pluit beberapa kali belum sempat membuka dialog panjang soal rencana relolasi warga.
"Saya mendengar di media, Pak Jokowi sudah dialog dengan warga, warga yang mana ya ? Mungkin warga yang lain, atau ada ada orang yang mengaku sebagai warga Muara Baru," tutur Syahroni, Ketua RT 19 RW 17, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (18/5/2013) di Jakarta.
Syahroni mengatakan dialog dengan Jokowi sangat penting untuk mencari solusil jalan tengah.
Warga ingin menyampaikan segala hal terkait dengan rencana pemerintah merelokasi warga. Syaroni yang tinggal di sisi timur Waduk Pluit belum pernah berdialog soal rencana tersebut.
"Tidak ada yang sulit, yang penting dialog dahulu. Kami ingin gubernur mendengar kami dan kami bisa mendengar rencana gubernur. Saya tidak akan menyampaikan rencana wara ke pihak ketiga, saya khawatir informasi yang masuk nanti akan salah," kata Syahroni.
Sejauh ini, relokasi baru berjalan di sisi barat waduk. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merelokasi warga di sisi timur waduk setelah ada kepastian pembangunan rumah susun untuk warga.
"Mereka (warga di sisi timur waduk) akan direlokasi setelah ada rusun," kata Jokowi.
Terkait dialog dengan warga, Jokowi berkali-kali mengatakan hampir setiap hari berkunjung ke Pluit.
Dia mengaku banyak kelompok yang ada di kawasan Waduk Pluit. Masing-masing kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda.
Jokowi mengaku sudah mengetahui persis siapa yang memanfaatkan tanah negara, dan siapa yang warga yang menyewa dari orang lain.
Sumber :
kompas.com
Kedatangan Jokowi ke area Waduk Pluit beberapa kali belum sempat membuka dialog panjang soal rencana relolasi warga.
"Saya mendengar di media, Pak Jokowi sudah dialog dengan warga, warga yang mana ya ? Mungkin warga yang lain, atau ada ada orang yang mengaku sebagai warga Muara Baru," tutur Syahroni, Ketua RT 19 RW 17, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (18/5/2013) di Jakarta.
Syahroni mengatakan dialog dengan Jokowi sangat penting untuk mencari solusil jalan tengah.
Warga ingin menyampaikan segala hal terkait dengan rencana pemerintah merelokasi warga. Syaroni yang tinggal di sisi timur Waduk Pluit belum pernah berdialog soal rencana tersebut.
"Tidak ada yang sulit, yang penting dialog dahulu. Kami ingin gubernur mendengar kami dan kami bisa mendengar rencana gubernur. Saya tidak akan menyampaikan rencana wara ke pihak ketiga, saya khawatir informasi yang masuk nanti akan salah," kata Syahroni.
Sejauh ini, relokasi baru berjalan di sisi barat waduk. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merelokasi warga di sisi timur waduk setelah ada kepastian pembangunan rumah susun untuk warga.
"Mereka (warga di sisi timur waduk) akan direlokasi setelah ada rusun," kata Jokowi.
Terkait dialog dengan warga, Jokowi berkali-kali mengatakan hampir setiap hari berkunjung ke Pluit.
Dia mengaku banyak kelompok yang ada di kawasan Waduk Pluit. Masing-masing kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda.
Jokowi mengaku sudah mengetahui persis siapa yang memanfaatkan tanah negara, dan siapa yang warga yang menyewa dari orang lain.
Sumber :
kompas.com
Jokowi kampanyekan Ganjar-Heru di Wonosobo
Joko Widodo, selaku
kader PDI Perjuangan, mengunjungi Pasar Wonosobo, Sabtu, untuk
mengampanyekan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah,
Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko.
Gubernur DKI Jakarta itu blusukan di Pasar Wonosobo bersama tim sukses Ganjar-Heru, tanpa disertai Ganjar dan Heru.
Dia menanyakan harga kebutuhan pokok dan membeli beberapa makanan, sementara pedagang dan masyarakat memanfaatkan kesempatan itu untuk foto bersama Jokowi.
Jokowi mengatakan syarat pemimpin yang baik itu ada dua, yakni jujur dan dekat dengan rakyat.
"Saya ke sini memberi jaminan bahwa Ganjar pemimpin yang jujur dan merakyat," katanya.
Selain itu, katanya, Ganjar akan memberikan sistem yang jelas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yakni kartu petani untuk mendapatkan subsidi pupuk dan kartu nelayan agar nelayan mudah mendapatkan solar.
Sebelum Ganjar dan Heru datang di lokasi kampanye, Jokowi telah meninggalkan Wonosobo untuk berkampanye di Magelang.
Sumber :
antaranews.com
Gubernur DKI Jakarta itu blusukan di Pasar Wonosobo bersama tim sukses Ganjar-Heru, tanpa disertai Ganjar dan Heru.
Dia menanyakan harga kebutuhan pokok dan membeli beberapa makanan, sementara pedagang dan masyarakat memanfaatkan kesempatan itu untuk foto bersama Jokowi.
Jokowi mengatakan syarat pemimpin yang baik itu ada dua, yakni jujur dan dekat dengan rakyat.
"Saya ke sini memberi jaminan bahwa Ganjar pemimpin yang jujur dan merakyat," katanya.
Selain itu, katanya, Ganjar akan memberikan sistem yang jelas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yakni kartu petani untuk mendapatkan subsidi pupuk dan kartu nelayan agar nelayan mudah mendapatkan solar.
Sebelum Ganjar dan Heru datang di lokasi kampanye, Jokowi telah meninggalkan Wonosobo untuk berkampanye di Magelang.
Sumber :
antaranews.com
Jokowi Blusukan di Pecinan Magelang
Warga sekitar kawasan Jalan Pemuda (Pecinan) Kota Magelang mendadak heboh. Rupanya, Joko Widodo dan rombongan jalan-jalan di kawasan tersebut sekitar pukul 12.30 WIB, Sabtu (18/5/2013).
Kedatangan gubernur DKI Jakarta di Kota Magelang sontak membuat para pedagang kaki lima dan warga setempat antusias. Mereka berdesakan ingin berfoto bersama atau hanya sekadar bersalaman.
Jokowi yang setia mengenakan kemeja kotak-kotak pun blusukan keluar-masuk toko di sepanjang Jalan Pemuda hingga Jalan Ikhlas yang jaraknya mencapai sekitar 1,5 km.
Meski diguyur hujan cukup deras, Jokowi tetap ramah dan melayani permintaan warga yang saling berebut ingin melihat sosoknya. Ia pun sempat berbincang dengan beberapa pedagang kaki lima dan menyempatkan membeli berbagai macam makanan kecil saat masuk ke salah satu toko roti di Jalan Pemuda.
"Dalam rangka beli roti," kelakarnya ketika ditanya awak media tujuan kedatangannya di Kota Magelang.
Namun, Jokowi lantas menjelaskan bahwa kedatanganya tersebut untuk membantu kampanye calon gubernur Jawa Tengah yang diusung PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo-Heru. Perhelatan Pemilihan Gubernur Jateng ini akan digelar pada 26 Mei 2013 mendatang.
"Sabtu-Minggu kan libur, jadi saya manfaatkan untuk keliling," ucapnya.
Jokowi tidak terlihat lelah, malah terus tersenyum, meski beberapa waktu terakhir dia rela keliling ke beberapa daerah untuk membantu kampanye calon gubernur Jateng, Ganjar-Heru.
"Enggak, enggak capek, di Jakarta kan saya sudah biasa jalan-jalan seperti ini," katanya.
Watie, salah satu warga, mengaku senang bisa melihat sosok Jokowi yang biasanya hanya dia lihat di televisi. Dia dan teman-temannya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama. "Kapan lagi bisa ketemu Pak Jokowi langsung," ujarnya semringah.
Sumber :
kompas.com
Kedatangan gubernur DKI Jakarta di Kota Magelang sontak membuat para pedagang kaki lima dan warga setempat antusias. Mereka berdesakan ingin berfoto bersama atau hanya sekadar bersalaman.
Jokowi yang setia mengenakan kemeja kotak-kotak pun blusukan keluar-masuk toko di sepanjang Jalan Pemuda hingga Jalan Ikhlas yang jaraknya mencapai sekitar 1,5 km.
Meski diguyur hujan cukup deras, Jokowi tetap ramah dan melayani permintaan warga yang saling berebut ingin melihat sosoknya. Ia pun sempat berbincang dengan beberapa pedagang kaki lima dan menyempatkan membeli berbagai macam makanan kecil saat masuk ke salah satu toko roti di Jalan Pemuda.
"Dalam rangka beli roti," kelakarnya ketika ditanya awak media tujuan kedatangannya di Kota Magelang.
Namun, Jokowi lantas menjelaskan bahwa kedatanganya tersebut untuk membantu kampanye calon gubernur Jawa Tengah yang diusung PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo-Heru. Perhelatan Pemilihan Gubernur Jateng ini akan digelar pada 26 Mei 2013 mendatang.
"Sabtu-Minggu kan libur, jadi saya manfaatkan untuk keliling," ucapnya.
Jokowi tidak terlihat lelah, malah terus tersenyum, meski beberapa waktu terakhir dia rela keliling ke beberapa daerah untuk membantu kampanye calon gubernur Jateng, Ganjar-Heru.
"Enggak, enggak capek, di Jakarta kan saya sudah biasa jalan-jalan seperti ini," katanya.
Watie, salah satu warga, mengaku senang bisa melihat sosok Jokowi yang biasanya hanya dia lihat di televisi. Dia dan teman-temannya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama. "Kapan lagi bisa ketemu Pak Jokowi langsung," ujarnya semringah.
Sumber :
kompas.com
Gita Kagumi Jokowi
Ketua DPP Partai Demokrat, Kastorius Sinaga sempat bicara mengenai duet
Gita Wirjawan dan Joko Widodo untuk pilpres 2014. Ditanya hal ini,
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengungkapkan kekagumannya pada sosok
Jokowi.
"Saya sangat kagum dengan Pak Jokowi. Kita sudah ketemu beberapa kali," kata Gita, Sabtu (18/5/2013)
Hal ini disampaikan Gita pada wartawan usai berbicara pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) DPP Barisan Indonesia (Barindo) di Hotel Atlet Century, Jalan Pintu Satu, Jakarta Pusat. Gita mengaku hanya membicarakan hal-hal yang ringan saja.
"Kita bicara tentang tanaman, bicara mengenai Jakarta, olahraga, saya mengagumi Beliau lah," lanjutnya.
"Lalu apakah tidak membahas rencana duet Pilpres 2014?" tanya wartawan.
"Gak ada sama sekali," ujarnya sambil tersenyum.
Ditanyai tentang isu yang sempat merebak tentang duetnya dengan Jokowi, ia mengaku kalau itu hanya wacana. Ia justru tak tahu apa-apa.
"Itu hanya wacana, saya sendiri belum tahu apa-apa," jawabnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PD Kastorius Sinaga angkat bicara mengenai pasangan Gita Wirjawan-Joko Widodo (Jokowi) sebagai pasangan yang saling melengkapi.
"Saya kira kombinasi cukup baik, Gita Wirjawan dan Jokowi saling mengisi. Gita memiliki leadership yang sangat handal dan Jokowi dikenal merakyat," kata Kastorius Sinaga, Kamis (18/4/2013).
Sumber :
news.detik.com
"Saya sangat kagum dengan Pak Jokowi. Kita sudah ketemu beberapa kali," kata Gita, Sabtu (18/5/2013)
Hal ini disampaikan Gita pada wartawan usai berbicara pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) DPP Barisan Indonesia (Barindo) di Hotel Atlet Century, Jalan Pintu Satu, Jakarta Pusat. Gita mengaku hanya membicarakan hal-hal yang ringan saja.
"Kita bicara tentang tanaman, bicara mengenai Jakarta, olahraga, saya mengagumi Beliau lah," lanjutnya.
"Lalu apakah tidak membahas rencana duet Pilpres 2014?" tanya wartawan.
"Gak ada sama sekali," ujarnya sambil tersenyum.
Ditanyai tentang isu yang sempat merebak tentang duetnya dengan Jokowi, ia mengaku kalau itu hanya wacana. Ia justru tak tahu apa-apa.
"Itu hanya wacana, saya sendiri belum tahu apa-apa," jawabnya.
Sebelumnya, Ketua DPP PD Kastorius Sinaga angkat bicara mengenai pasangan Gita Wirjawan-Joko Widodo (Jokowi) sebagai pasangan yang saling melengkapi.
"Saya kira kombinasi cukup baik, Gita Wirjawan dan Jokowi saling mengisi. Gita memiliki leadership yang sangat handal dan Jokowi dikenal merakyat," kata Kastorius Sinaga, Kamis (18/4/2013).
Sumber :
news.detik.com
Warga Waduk: Enggak Ada Kita, Jokowi-Ahok Tak Terpilih
Warga Muara Baru yang menghuni bantaran Waduk Pluit mengungkit
jasa-jasa mereka saat Pilgub DKI Jakarta. Menurut mereka, Jokowi-Basuki
ibarat kacang lupa kulit.
"Perlu diingat, Jokowi-Ahok bisa jadi pejabat juga berkat jasa kita. Kalau enggak ada kita, enggak akan mereka terpilih. Di sini mereka dipilih seratus persen. Udah naik lupa dengan kita, ibarat kacang lupa kulit," ungkap salah seorang warga Rosita pada Sabtu (18/5/2013).
Menurut Rosita, warga tidak ingin permukiman mereka digusur sebelum diadakan dialog. Mereka merasa memiliki hak untuk meminta dialog karena mereka ikut memilih Jokowi-Basuki.
Sementara warga yang lain, Alwi menyatakan, mereka meminta kejelasan nasib jika nantinya permukiman mereka digusur. Warga ragu apakah rumah susun yang telah disediakan oleh pemerintah dapat menampung seluruh warga.
"Seluruh warga yang ada di sini ada sekitar 17 ribu. Kita ragu apa rusun bisa nampung. Rusun udah banyak yang daftar. Jangan-jangan nanti begitu digusur, tempat tinggal udah enggak ada," jelas Alwi.
Warga juga menuding Jokowi-Basuki melanggar kontrak politik. Pasalnya, saat kampanye pada pemilihan gubernur lalu, mereka mengatakan tidak akan menyengsarakan rakyat. Saat itu Jokowi-Basuki meminta dukungan kepada warga bantaran waduk dan mereka menjamin tidak akan ada penggusuran tanpa ada dialog terlebih dahulu.
Sumber :
kompas.com
"Perlu diingat, Jokowi-Ahok bisa jadi pejabat juga berkat jasa kita. Kalau enggak ada kita, enggak akan mereka terpilih. Di sini mereka dipilih seratus persen. Udah naik lupa dengan kita, ibarat kacang lupa kulit," ungkap salah seorang warga Rosita pada Sabtu (18/5/2013).
Menurut Rosita, warga tidak ingin permukiman mereka digusur sebelum diadakan dialog. Mereka merasa memiliki hak untuk meminta dialog karena mereka ikut memilih Jokowi-Basuki.
Sementara warga yang lain, Alwi menyatakan, mereka meminta kejelasan nasib jika nantinya permukiman mereka digusur. Warga ragu apakah rumah susun yang telah disediakan oleh pemerintah dapat menampung seluruh warga.
"Seluruh warga yang ada di sini ada sekitar 17 ribu. Kita ragu apa rusun bisa nampung. Rusun udah banyak yang daftar. Jangan-jangan nanti begitu digusur, tempat tinggal udah enggak ada," jelas Alwi.
Warga juga menuding Jokowi-Basuki melanggar kontrak politik. Pasalnya, saat kampanye pada pemilihan gubernur lalu, mereka mengatakan tidak akan menyengsarakan rakyat. Saat itu Jokowi-Basuki meminta dukungan kepada warga bantaran waduk dan mereka menjamin tidak akan ada penggusuran tanpa ada dialog terlebih dahulu.
Sumber :
kompas.com
Inilah Tantangan Jokowi Sesungguhnya
Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurangi kemacetan dengan
membangun Mass Rapid Transit dan banjir dengan merelokasi warga Waduk
Pluit, tak berjalan mulus. Tak sedikit warga Jakarta yang menentang kebijakan ini.
Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna menilai jika inilah tantangan sesungguhnya bagi Jokowi. "Itulah ujian yang sebenarnya. Bahwa masyarakat di Jakarta berbeda dengan Solo," kata Yayat, Jumat (17/5/2013).
Jokowi pernah berhasil menaklukkan hati pedagang kaki lima di Solo agar bisa direlokasi. Namun, itu juga bukan perkara mudah. Dia harus puluhan kali mengundang pedagang untuk dialog sambil makan-makan.
Tapi, menurut Yayat, apa yang dihadapi Jokowi di Jakarta berbeda dengan di Solo. Jika di Solo dia berhadapan dengan pedagang kaki lima, sedangkan dengan dua masalah di atas, Jokowi menghadapi karakteristik warga yang berbeda-beda.
"Kalau di sini yang dihadapi adalah bukan PKL, tapi masyarakat menengah ke atas, contonya di Fatmawati. Mereka yang sudah mapan secara ekonomi, sudah cerdas dalam berfikir dan mereka tahu mana yang menurut mereka paling benar," terangnya.
Sedangkan di Waduk Pluit, Jokowi harus berhadapan dengan masyarakat bawah. Menurut Yayat, sangat menentukan bagaimana Jokowi menghadapi realitas itu.
"Dim manapun seorang gubernur akan menghadapi relaitas yang sama, ada yang pro ada yang kontra," ungkapnya.
Sebenarnya, lannjut Yayat, apa yang dihadapi Jokowi saat ini adalah warisan pemimpin Ibu Kota sebelumnya. Di mana, saat itu pemerintah tanpa melibatkan masyarakat dalam merumuskan kebijakan. "Tiba-tiba Jokowi dapat imbasnya," tegasnya.
Buktinya, Waduk Pluit yang disebut sebagai aset Pemda DKI tapi bisa diduduki oleh warga. Ketika banjir mengancam Jakarta, baru tersadar jika butuh waduk untuk menampung air hujan. Padahal, lajutnya, di masa lalu anggaran untuk pemeliharaan Waduk Pluit pun tak ada.
"Jadi apa yang terjadi hari ini, karena adanya krisis kebijakan masa lalu yang pola, gaya dan sistem waktu itu memang tidak se demokratis sekarang," ungkapnya.
Dia menyarankan, Jokowi turun langsung menangani penolakan dari warga Fatmawati dan Waduk Puit. Pasalnya, Yayat menilai, warga sudah tak percaya lagi dengan pejabat-pejabat lainnya. Dia yakin, jika Jokowi bisa berdialog secara rutin, masalah itu bisa selesai.
"Karena mereka inginnya dengan Pak Jokowi, mereka enggak percaya dengan bawahannya bisa mengambil keputusan sebagaimana yang mereka inginkan," pungkasnya.
Sumber :
okezone.com
Pengamat Tata Kota, Yayat Supriatna menilai jika inilah tantangan sesungguhnya bagi Jokowi. "Itulah ujian yang sebenarnya. Bahwa masyarakat di Jakarta berbeda dengan Solo," kata Yayat, Jumat (17/5/2013).
Jokowi pernah berhasil menaklukkan hati pedagang kaki lima di Solo agar bisa direlokasi. Namun, itu juga bukan perkara mudah. Dia harus puluhan kali mengundang pedagang untuk dialog sambil makan-makan.
Tapi, menurut Yayat, apa yang dihadapi Jokowi di Jakarta berbeda dengan di Solo. Jika di Solo dia berhadapan dengan pedagang kaki lima, sedangkan dengan dua masalah di atas, Jokowi menghadapi karakteristik warga yang berbeda-beda.
"Kalau di sini yang dihadapi adalah bukan PKL, tapi masyarakat menengah ke atas, contonya di Fatmawati. Mereka yang sudah mapan secara ekonomi, sudah cerdas dalam berfikir dan mereka tahu mana yang menurut mereka paling benar," terangnya.
Sedangkan di Waduk Pluit, Jokowi harus berhadapan dengan masyarakat bawah. Menurut Yayat, sangat menentukan bagaimana Jokowi menghadapi realitas itu.
"Dim manapun seorang gubernur akan menghadapi relaitas yang sama, ada yang pro ada yang kontra," ungkapnya.
Sebenarnya, lannjut Yayat, apa yang dihadapi Jokowi saat ini adalah warisan pemimpin Ibu Kota sebelumnya. Di mana, saat itu pemerintah tanpa melibatkan masyarakat dalam merumuskan kebijakan. "Tiba-tiba Jokowi dapat imbasnya," tegasnya.
Buktinya, Waduk Pluit yang disebut sebagai aset Pemda DKI tapi bisa diduduki oleh warga. Ketika banjir mengancam Jakarta, baru tersadar jika butuh waduk untuk menampung air hujan. Padahal, lajutnya, di masa lalu anggaran untuk pemeliharaan Waduk Pluit pun tak ada.
"Jadi apa yang terjadi hari ini, karena adanya krisis kebijakan masa lalu yang pola, gaya dan sistem waktu itu memang tidak se demokratis sekarang," ungkapnya.
Dia menyarankan, Jokowi turun langsung menangani penolakan dari warga Fatmawati dan Waduk Puit. Pasalnya, Yayat menilai, warga sudah tak percaya lagi dengan pejabat-pejabat lainnya. Dia yakin, jika Jokowi bisa berdialog secara rutin, masalah itu bisa selesai.
"Karena mereka inginnya dengan Pak Jokowi, mereka enggak percaya dengan bawahannya bisa mengambil keputusan sebagaimana yang mereka inginkan," pungkasnya.
Sumber :
okezone.com
Jumat, 17 Mei 2013
Jokowi Kalahkan Ical Lagi di Survei Capres, Ini Kata Golkar
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali memuncaki survei
capres. Jokowi bahkan mengalahkan capres potensial sekelas Ketum Golkar
Aburizal Bakrie. Apa kata Golkar?
"Pokoknya masih ada waktu untuk meningkatkan elektabilitas," kata Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (17/5/2013).
Namun Golkar boleh sedikit berbangga karena dalam survei yang dirilis oleh Media Survei Nasional (Median), Golkar mendapat suara terbesar jika Pemilu digelar hari ini. Ini juga dianggap sebagai prestasi yang harus dipertahankan di Pemilu 2014 mendatang.
"Sekali lagi itu penghormatan publik dan masyarakat luas yang diberikan kepada Golkar dan akan kami jaga sampai menjelang Pemilu," katanya.
Sumber :
news.detik.com
"Pokoknya masih ada waktu untuk meningkatkan elektabilitas," kata Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (17/5/2013).
Namun Golkar boleh sedikit berbangga karena dalam survei yang dirilis oleh Media Survei Nasional (Median), Golkar mendapat suara terbesar jika Pemilu digelar hari ini. Ini juga dianggap sebagai prestasi yang harus dipertahankan di Pemilu 2014 mendatang.
"Sekali lagi itu penghormatan publik dan masyarakat luas yang diberikan kepada Golkar dan akan kami jaga sampai menjelang Pemilu," katanya.
Sumber :
news.detik.com
Langganan:
Postingan (Atom)

























