Minggu, 21 April 2013

Hari ke-2 Tanpa Jokowi

Hari ini merupakan hari ke-2 hilangnya berita-berita seputar Jokowi dari berbagai media masa dan media sosial. Ketidakaktifan Jokowi ditengarai dengan diwakilkannya peresmian Sekretariat Satuan Tugas (Satgas) Nasional PDIP yang berada di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (21/4/2013).
Pada peresmian tersebut, Jokowi diwakili oleh Walikota Jakarta Pusat, Saefullah. Menurut  Saefullah, Jokowi berhalangan dalam acara peresmian dikarenakan Jokowi sedang berada di luar kota. (Menurut informasi yang berhasil redaksi himpun,  Jokowi berada di Solo, Jawa Tengah, untuk menengok kampung halamannya). 

"Pertama saya mau meminta maaf, karena Pak Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, tidak bisa hadir. Saya menggantikan beliau sebagai perwakilan dari pemprov DKI. Semoga satgas bisa bekerja sama dengan TNI dan polisi di Jakarta Pusat, saya kira semua ingin damai, agar kesejahteraan masyarakat bisa terus meningkat," kata Saefullah dalam sambutannya, Minggu (21/4/2013).

Upacara peresmian dilakukan di jalan di depan Sekretariat Satgas, Jalan Cideng Barat no 3, Gambir, Jakarta Pusat. Gedung berlantai 3 itu telah dicat merah, warna khas partai berlambang moncong putih itu.

Upacara dimulai pukul 10.45 WIB. Hadir sekitar 300 anggota Satgas yang mengenakan seragam hitam-hitam.

Selama upacara berlangsung, sebagian Jalan Cideng Barat ditutup sementara. Namun, lalu lintas di sekitar lokasi terpantau ramai lancar karena volume kendaraan tidak terlalu tinggi.

 



Sabtu, 20 April 2013

Suatu Hari Tanpa Jokowi

Ketersinggungan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, yang akrab dipanggil Jokowi, bermula ketika Jokowi diisukan sakit gara-gara tidak hadir di acara kunjungan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi di Pasar Cibubur, Jakarta Timur, hingga hari ini, Sabtu (20/4/13) masih jadi ‘buah bibir’ di berbagai media sosial.
Saat menanggapi berita tersebut, Jokowi langsung menepis.  “Saya sehat wal’afiat, tidak sakit !” kata Jokowi, di Balaikota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (19/4/2013), seusai kunjungannya ke Petukangan dan Makam Mbak Priok.
Jokowi menengaskan dirinya tidak perlu hadir, karena tidak efektif menghadiri sebuah acara yang sudah dihadiri dua menteri dan Wali kota Jakarta Timur.
“Saya tidak suka diatur-atur, itu kurang efektif. Di sana (Cibubur) kan sudah ada Bu Menteri, Pak Menteri, Wali Kota dan BPOM. Jadi, saya lebih baik urusin masalah Jakarta,” tegasnya.
Seperti ramai diberitakan, Jumat (19/4/2013), Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dan Nafsiah Mboi melakukan kunjungan ke Pasar Cibubur, Jalan Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur. Sedianya, acara kunjungan ini juga dihadirkan Gubernur Jokowi.
Tetapi Jokowi dalam waktu bersamaan lebih memilih melakukan peninjauan ke Jalan Petukangan Selatan, Jakarta Selatan.
Di Petukangan, Jokowi mengajak warga berdialog terkait  masalah pembebasan lahan yang dipakai proyek pembangunan jalan tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2). Kemudian, Jokowi melanjutkan kunjungannya ke Makam Mbah Priok, Koja, Jakarta.

Sampai berita ini diturunkan, Sabtu (20/4/2013), belum satupun media masa menurunkan berita berita tentang aksi/kegiatan Jokowi. Barangkali ini waktu yang paling baik buat Jokowi untuk menenangkan diri dan mengobati luka ketersingungan di hari Jumat kemarin.

Selamat beristirahat pak Jokowi ...


Jumat, 19 April 2013

Jokowi Tetapkan Sylviana Murni Menjadi Plt Walikota Jakarta Barat

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Sylviana Murni sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Jakarta Barat. Penunjukan tersebut berlaku hingga DPRD DKI Jakarta memutuskan siapa pejabat yang akan menjadi Walikota Jakarta Barat.

"Iya Plt Walikota Jakarta Barat, iya benar,"ucap Sylviana melalui pesan singkatnya, Jumat (19/4/2013).

Penunjukan ini pun dibenarkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). "Iya, Bu Sylvi (Plt)," ujar Ahok saat dikonfirmasi di Balai Kota DKI.

Untuk diketahui, saat ini ada 4 posisi pejabat eselon II di jajaran Pemprov DKI yang sedang kosong. Keempat jabatan yang kosong yaitu Walikota Jakarta Selatan, Anas Effendi yang dipindahkan menjadi Kepala Badan Perpustasaan dan Arsip Daerah. Kemudian Sekretaris Kota Jakarta Timur, yang dijabat oleh Husein Murad, dipromosikan menjadi Wakil Walikota Jakarta Timur.

Selain itu, Walikota Jakarta Barat, Burhanuddin dan Wakil Walikota Jakarta Barat, Sukarno, juga sudah tidak menjabat. Burhanudin tidak menjabat karena mengundurkan diri karena mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg) 2014 DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerinda. Sedangkan Sukarno telah memasuki masa pensiun pada 1 April lalu.

Sementara itu, Jokowi pun mengaku sudah mengajukan nama calon pengisi jabatan tersebut ke DPRD DKI. Namun hingga saat ini masih belum diputuskan.
"Sudah satu setengah bulan lalu kita ajukan ke dewan, yang Selatan dan Barat. Sampai sekarang belum ada (jawaban)," terang Jokowi beberapa waktu lalu.


Sumber :
news.detik.com

Berita Serupa :
- merdeka.com : "Jokowi tunjuk Sylviana Murni jadi Plt wali kota Jakbar"

Saran Jokowi Soal Ujian Nasional

Polemik pelaksanaan ujian nasional (UN) mengundang komentar banyak pihak. Tak hanya siswa peserta dan praktisi pendidikan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo juga ikut memberikan komentar dan sarannya.
Dijumpai di Balaikota Jakarta, pria yang akrab disapa Jokowi itu mengimbau agar pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mempertimbangkan agar nantinya proses pencetakan naskah UN dapat diserahkan ke percetakan di daerah. Usulan itu dilontarkan dengan pertimbangan kemudahan proses distribusi dan dapat mencegah peluang terjadinya penundaan UN akibat keterlambatan cetak dan pengiriman naskah soal. Di luar itu, proses pencetakan menjadi lebih ringan karena dibagi di seluruh provinsi.
"Lebih baik kalau (pencetakan) itu didelegasikan ke daerah, jadi distribusinya lebih mudah," kata Jokowi, Jumat (19/4/2013).
Mengenai teknisnya, mantan Wali Kota Surakarta ini menjelaskan, Kemdikbud dapat memberikan bahan naskah (soft copy) ke tiap-tiap provinsi. Ia percaya cara seperti itu akan lebih efektif ketimbang pemusatan lokasi percetakan yang seluruhnya berada di Pulau Jawa.
"Artinya, jauh-jauh hari sudah didistribusikan soft copy-nya ke daerah. Kalau ada bocor, tentu harus diberi sanksi, tapi percayalah, masak enggak percaya sama daerah. Kalau saya percaya, distribusi jadi lebih mudah," ujarnya.
Pelaksanaan UN tingkat SMA/SMK/MA atau sederajat tahun ini tidak dapat dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Pelaksanaan UN di 11 provinsi di Indonesia tengah terpaksa diundur karena naskah soal ujian terlambat dikirimkan. Sebelas provinsi itu terpaksa memulai UN pada Kamis (18/4/2013), sementara 22 provinsi lain tetap sesuai jadwal, yakni mulai Senin (15/4/2013).
Setelah UN di 11 provinsi ditunda, masalah kedua muncul. Pada UN "gelombang kedua" itu, sejumlah gangguan juga masih ditemukan, salah satunya karena buruknya distribusi naskah soal UN. Pencetakan naskah UN dilakukan oleh enam perusahaan yang seluruhnya beroperasi di Pulau Jawa, yakni Kudus, Sidoarjo, Semarang, Surabaya, Tangerang, dan dua perusahaan percetakan asal Bogor.
Secara pribadi, Jokowi tidak sepakat dengan penggunaan UN sebagai satu-satunya alat ukur kelulusan siswa. Ia setuju adanya UN apabila ujian digelar untuk memetakan kualitas pendidikan nasional.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Jokowi: Penanganan Banjir Masih Proses Lelang

Di musim pancaroba, banjir masih menyambangi Jakarta. Proses penanggulangan banjir bencana tahunan itu terus dikebut dan masih dalam tahap proses lelang.

"Ya semua, ada untuk pengerukan ada untuk alat-alat berat, ada untuk pembebasan tanah. Mulai proses pematokan tapi belum pada tahap proses pembayaran semuanya, rusunnya juga sama," kata papar Jokowi saat santap siang di kawasan Jakarta Utara, Jumat (19/4/2013).

Proses lelang juga dilakukan untuk pembangunan di Ciliwung, Sunter Angke, Pesanggrahan. "Masih pada proses-proses berjalan semuanya. Semua harus pakai proses lelang, kalau duitnya ada tapi tidak pakai proses lelang kan bisa masalah," papar Jokowi.

Jokowi bersyukur tidak ada kendala dalam normalisasi sungai. Selain itu, menurut dia, beberapa sungai yang mengarah ke Waduk Pluit terus dikeruk.

"Pluit-nya tiap hari terus dikeruk. Tapi memang itu bukan dari APBD karena kalau dari APBD memerlukan proses administrasi, proses lelang, itu kan memakan waktu. Yang kita dahulukan yang di Pluit itu," ujar Jokowi.

Ia menambahkan pompa-pompa penyedot banjir juga masih dilelang. "Ini juga proses lelang ini juga paling nongol November. Bus yang 1.000 Kopaja, Metro Mini maupun yang 600 busway itu proses lelang semuanya," kata dia.

Sampai kapan bisa dilakukan? "Kira-kira 40 hari dari dua minggu yang lalu. Kira-kira sebulan lagi," kata Jokowi.


Sumber :
news.detik.com

Dibalik "Sakit Jokowi": Tidak Temani Dua Menteri Karena Tak Mau Diatur Atur

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengungkapkan alasan dia tidak menemani Menteri Perdagangan RI, Gita Wirjawan dan Menteri Kesehatan,  Nafsiah Mboi dalam acara pencanangan pasar bebas bahan berbahaya, di Pasar Cibubur, Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (19/4/2013).
"Saya ga suka diatur-atur. Itu juga kurang efektif karena sudah ada Bu Menteri dan Pak Menteri, Walikota juga ada" kata pria yang akrab disapa Jokowi kepada wartawan di Rumah Makan Medan Baru, Sunter, Jakarta Utara, Jumat.
Jokowi menjelaskan bahwa dirinya hanya ingin menyelesaikan masalah-masalah yang ada di Jakarta. Pasalnya, masalah tersebut sudah cukup lama tidak terselesaikan.
"Saya hanya ingin menyelesaikan masalah-masalah pemerintah yang sudah lama tidak terselesaikan sebagai contoh proyek pembangunan jalan tol JORR W2, trus ke makam Mbah Priok juga," imbuhnya.
Kemudian, mantan Walikota Surakarta itu menjelaskan bahwa dia memiliki firasat bahwa setelah dia datang ke lapangan masalah dapat terselesaikan.
"Kalau persoalan-persoalan seperti ini perlu adanya pendekatan-pendekatan yang lunak. Bukan soal pendekatan secara keuangan atau represif," tuntasnya.


Sumber :
jakarta.tribunnews.com

Berita Serupa :
- megapolitan.kompas.com : "Jokowi Batal ke Acara Menteri Karena Tak Suka Diatur"
- news.detik.com : "Absen Temani Gita & Nafsiah, Jokowi: Saya Nggak Sakit, Sehat Wal'afiat" 

Jokowi: Siswa Wajib Berpakaian Adat Saat Pengumuman UN

Pengumuman ujian nasional (UN) tahun ini bakal tampil beda. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meminta siswa-siswi di Jakarta mengenakan baju adat Nusantara di hari nan mendebarkan itu.

"Kita mulai dari Jakarta. Pas pengumuman sudah diwajibkan pakai baju adat Nusantara. Ada lomba," kata Jokowi saat santap siang di kawasan Jakarta Utara, Jumat (19/4/2013).

Jokowi mengimbau siswa-siswi peserta UN tidak melakukan aksi corat-coret dan mengisi waktu dengan kegiatan yang positif. "Bisa naik gunung, bersih-bersih lingkungan sekolah dan yang paling penting setelah ada kelulusan jangan ada corat-coret baju," wanti-wantinya.

Pria 51 tahun itu mengaku tidak mengantongi laporan yang memberitahukan aksi corat-coret para pelajar di Ibu Kota. "Semuanya baik-baik saja karena di Jakarta dekat dengan sumber semuanya," kata dia.

Jokowi berpendapat UN ke depan sebaiknya didelegasikan ke daerah. Dengan begitu, distribusinya lebih dekat dan daerah lebih menguasai daerahnya.

"Jangan disentralisir didistribusikan daerah lalu dikirim ke sekolah-sekolah. Jadi artinya yang dikirim dari pusat itu hanya soft copy saja. Kirim lalu cetak, bisa selesai," saran Jokowi.


Sumber :
news.detik.com

Pintu Dikunci, Jokowi Tak Bisa Masuk Makam Mbah Priok

Usai mengunjungi warga Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo berkunjung ke makam kramat Mbah Priok di TPU Dobo, Koja, Jakarta Utara. Namun Jokowi tidak bisa masuk ke makam karena Habib Ali, yang bertugas menjaga makam tidak ada.

Jokowi yang tampak mengenakan baju khas betawi sadariah, tiba di Makam Mbah Priok pukul 11.15 WIB. Namun sayangnya, orang nomor 1 di DKI tersebut tidak bisa masuk ke areal makam.

"Maaf Pak, makam Mbah Priok dari pagi sudah dikunci. Habib Ali juga sedang berada di Pekojan," kata salah satu petugas penjaga makam Mbah Priok, Jumat (19/4/2013).

Jokowi mengatakan, kunjungannya tersebut hanya ingin menjalin tali silaturahmi saja, tidak ada kaitannya dengan rencana pembangunan jalan tol yang bersinggungan langsung dengan areal makam.

"Enggak ada apa-apa. Cuma silahturahmi saja. Satu kali, dua kali, tiga kali, lima kali, kan silaturahmi bagus. Enggak ada apa-apa," ujar Jokowi

Jokowi juga mengatakan, kunjungannya ke Makam Mbah Priok memang sengaja dilakukkanya tanpa perencanaan. Sebab, pria asal Solo ini ingin melihat sendiri kondisi riil di lapangan.


Sumber :
news.detik.com

Berita Serupa :
- jakarta.tribunnews.com : "Kunjungan Dadakan Jokowi, Makam Mbah Priok Dikunci"

Jokowi Ajak Warga Petukangan Makan-makan Sambil Negosiasi Harga Lahan

Dialog Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan warga Petukangan yang memprotes pembangunan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2) berlangsung cair. Jokowi akan mentraktir warga makan makan sambil negosiasi ganti rugi lahan.

"Sebenarnya warga mau harganya berapa?" kata Jokowi kepada warga setempat yang diwakili Ketua RW 6, Ahmad, di Kelurahan Petukangan Selatan, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (19/4/2013).

"Kami tidak bicara angka dulu. Kami mengajak Bapak musyawarah dengan kami," jawab Ahmad.

"Ya ini kan musyawarah. Saya datang untuk musyawarah," kata Jokowi dengan penuh kesabaran.

Ahmad malah meminta Jokowi melihat dengan seksama wilayahnya untuk menentukan harga lahan. Warga Petukangan merupakan penduduk asli setempat dan telah menetap bertahun-tahun di wilayah tersebut.

"Artinya kami biasa kerja, dan akan kehilangan kerjaan. Anak kami sekolah harus pindah. Di daerah kami saja untuk sekolah dari TK sampai S3 saja sudah ada. Wilayah kami tidak pernah banjir. Tidak akan pernah banjir. artinya kalau banjir itu tanda-tanda sudah kiamat, Pak," papar Ahmad panjang lebar.

Dengan kondisi itu, menurut Ahmad, wilayah di Petukangan bisa dibilang strategis dan ekonomis. "Tentunya Bapak bisa menilai, bisa memperkirakan," ujar dia.

Jokowi kemudian menanggapi keluh kesah warganya itu. "Kalau gitu, minggu depan. Nanti warga bicara dulu dengan warga yang kena terus nanti kita ketemu tanggal 24 April hari Rabu, jam terserah pagi siang terserah. Nanti kita makan ajalah di mana, di rumah makan saja, makan-makan," kata Jokowi.

"Apalagi yang mau disampaikan?" kata Jokowi lagi.

Warga Petukangan sepertinya sedikit bisa berlega hati. Mereka tidak mengajukan pertanyaan lagi dan seolah puas dan setuju dengan solusi Jokowi tersebut.

"Kalau harga ini kan rembukan dulu dengan perwakilan yang ada. Nanti Rabu kalau sudah sambung tentukan ya. Oke... sudah ya Rabu. Sebelum ketemu ngomong dulu antar warga, nanti kita ketemu sudah matang," kata Jokowi yang berseragam Betawi itu.

"Iyaaaa....Pak. Kami warga Petukangan mendukung Bapak sepenuhnya!" teriak warga kompak.

Jokowi menilai protes warga Petukangan terhadap rencana pembangunan tol sebatas masalah komunikasi. Ia berharap warga Petukangan tidak merasa dirugikan dan tetap senang.

Sumber :
news.detik.com

Berita Serupa :
- megapolitan.kompas.com : "Tepati Janji, Jokowi Datangi Warga Petukangan Selatan"
- merdeka.com : "Jokowi belum putuskan ganti rugi buat warga Petukangan"

Jokowi Mendadak Sakit

Sedianya pagi ini Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, mendampingi Mendag Gita Wirjawan dan Menkes Nafsiah Mboi di Pasar Cibubur, Jakarta Timur, untuk pencanangan pasar bebas dari bahan berbahaya. Namun akibat sakit, dirinya batal mengikuti agenda kerja tersebut.

Alasan tidak hadirnya Jokowi ini diungkapkan oleh Menkes Nafsiah Mboi. Dirinya dicegat wartawan di lokasi acara setelah berkeliling pasar, Jumat (19/4/2013).

"Sayang sekali Pak Gubernur sedang tidak sehat. Katanya mendadak nggak enak badan," ujar Nafsiah.

"Kita doakan Pak Jokowi lekas sembuh. Saya tahu dia sangat peduli dengan hal ini (program pasar bebas bahan berbahaya -red)," sambungnya.

Program pasar bebas bahan berbahaya adalah upaya sertifikasi terhadap pedagang bahan pangan dan jamu di pasar-pasar tradisional oleh Pemprov DKI Jakarta. Selanjutnya program sertifikasi ini mencakup hingga kios kaki lima di seluruh wilayah DKI Jakarta.

"Kita mau buat label. Di tokonya ditempel stiker yang menandakan sudah dicek oleh BPOM dan pemda. Di toko jamu, di penjual ikan, tahu dan lainnya. Kita ingin memulai semua yang dijual di pasar itu aman dari bahan-bahan berbahaya. Jadi nanti yang belanja itu benar-benar aman," kata Jokowi di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Rabu (20/3/2013).


Sumber :
news.detik.com

Tanpa Didampingi Jokowi, Menkes dan Mendag Tinjau Pasar Cibubur

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dijadwalkan menghadiri acara acara pencanangan pasar bebas bahan berbahaya, di Pasar Cibubur, Jalan Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (19/4/2013).
Dalam acara yang dihadiri Menteri Perdagangan Gita ita Wirjawan dan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi ini, Jokowi malah tak hadir tanpa alasan. Padahal, masyarakat dan dua menteri telah menunggunya sejak pukul 07.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB.
Tanpa didampingi Jokowi, Gita dan Nafsiah langsung masuk ke pasar meninjau kondisi pasar dan dagangannya. Jokowi diwakili oleh Walikota Jakarta Timur Krisdianto, Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emmawati, Kepala PD Pasar Jaya, Djangga Lubis dan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lucky Slamet.
Sebelumnya, agenda Jokowi ke pasar Cibubur sudah dirilis secara resmi oleh Pusat Humas dan Komunikasi dan Informasi Pemprov DKI Jakarta. Dalam agenda tersebut disebutkan Jokowi pada pukul 08.30 WIB mengunjungi Pasar Cibubur untuk menyerahkan secara simbolis rompi pengawas bahan berbahaya kepada petugas pasar.
Sejumlah pedagang dan pengunjung Pasar Cibubur pun antusias menunggu orang nomor satu di Jakarta tersebut. Namun sayang, Jokowi batal datang.

Sumber :
jakarta.tribunnews.com

Jokowi Batal Hadir, Ini Jawaban Gita Wirjawan

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo batal hadir ke acara pencanangan pasar bebas bahan berbahaya, di Pasar Cibubur, Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (19/4/2013). Jokowi memilih kegemarannya, blusukan meski dua menteri dan masyarakat telah menunggu kehadirannya di acara tersebut.

Menteri Perdagangan Gita Wirjawan yang ditanya wartawan terkait batalnya Jokowi hadir di acara tersebut, mengaku tidak kecewa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 09.30, Jokowi berada di Kelurahan Petukangan Selatan untuk meninjau lokasi proyek pembangunan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W2. Jokowi datang ke lokasi itu untuk menepati janjinya kepada warga sekitar yang lahannya digusur untuk pembangunan jalan tol itu.
Di Pasar Cibubur, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi telah menunggunya lebih dari satu jam. Sampai pukul 09.50 Jokowi tak juga muncul dan Mendag Gita Wirjawan tampak meninggalkan jalannya acara. Saat dimintai komentarnya, Gita tak menjawab banyak dan langsung masuk ke dalam mobil.
"Insya Allah di kesempatan lain bisa bertemu (Jokowi). Enggak, enggak kecewa," kata Gita.
Selain dua menteri itu, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati dan Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis tampak hadir di acara itu. Puluhan warga telah menunggu sejak pagi. Informasi mengenai kedatangan Jokowi cepat menyebar dari mulut ke mulut.

Sumber :
megapolitan.kompas.com

Jokowi Paksa Dua Menteri Menunggu

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hari ini dijadwalkan menghadiri acara pencanangan pasar bebas bahan berbahaya, di Pasar Cibubur, Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur, Jumat (19/4/2013). Namun, Jokowi malah telat hadir tanpa alasan. Padahal, masyarakat dan dua menteri telah menunggunya berjam-jam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Jokowi akan berangkat ke Pasar Cibubur pukul 08.00 dari rumah dinasnya di Jalan Taman Suropati Nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat. Karena sesuai agenda gubernur yang dirilis Humas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Jokowi akan hadir di Pasar Cibubur pada pukul 08.30. Namun, sekitar pukul 07.40, Jokowi keluar dari rumah dinasnya dan meluncur ke Balaikota Jakarta. Sampai pukul 08.50, Jokowi belum juga berangkat sehingga acara terpaksa ditunda, menunggu kabar dari Jokowi.
Acara pencanangan pasar bebas bahan berbahaya dihadiri Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, dan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi yang akhirnya terpaksa menunggu di kantor Pasar Cibubur. Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Dien Emmawati dan Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis tampak mendampingi kedua menteri tersebut.
Sebelumnya, Jokowi sempat menyatakan antusiasmenya untuk mewujudkan pasar di Jakarta terbebas dari bahan berbahaya dengan menggandeng Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. Di lokasi, puluhan masyarakat telah menunggu sejak pagi. Informasi mengenai kedatangan Jokowi cepat menyebar dari mulut ke mulut.

Sumber :
megapolitan.kompas.com

Jokowi Batal Temani Gita Wirjawan dan Nafsiah Mboi ke Pasar

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo sedianya menemani Menteri Perdagangan, Gita wirjawan dan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, di Pasar Cibubur, Jakarta Timur dalam acara pencanangan pasar bebas dari bahan berbahaya. Tapi entah kenapa, orang nomor 1 DKI tersebut batal datang.

Pantauan detikcom, Jumat (19/4/2013) di Pasar Cibubur, Jalan Lapangan Tembak, Ciracas, Jakarta Timur, Gita Wirjawan yang menaiki Toyota Innova B 1893 RFO tiba pukul 08.25 WIB. Sedangkan Nafsiah Mboi tiba menggunakan mobil Toyota Crown Royal Saloon RI 30 tiba pukul 08.35 WIB.

Akhirnya, tanpa didampingi Jokowi, Gita dan Nafsiah langsung masuk ke pasar meninjau kondisi pasar dan dagangannya. Dua orang menteri ini didampingi oleh oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Dien Emmawati dan Kepala PD Pasar Jaya, Djangga Lubis. Kunjungan ini juga diikuti oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Sebelumnya, agenda Jokowi ke pasar Cibubur sudah dirilis secara resmi oleh Pusat Humas dan Komunikasi dan Informasi Pemprov DKI Jakarta. Dalam agenda tersebut disebutkan Jokowi pada pukul 08.30 mengunjungi Pasar Cibubur untuk menyerahkan secara simbolis rompi pengawas bahan berbahaya kepada petugas pasar.

Namun hingga pukul 09.30 WIB Jokowi tak kunjung tiba.


Sumber :
news.detik.com

Kamis, 18 April 2013

Jokowi Yakin Stok Rusun Lebih dari Seribu Unit

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yakin bahwa jumlah rumah susun (rusun) milik pemerintah Provinsi DKI masih mampu menampung jumlah warga yang akan direlokasi. Ia mengatakan, ada lebih dari seribu unit rusun yang akan diberikan untuk warga yang masuk prioritas.
"Yang mau pindah berapa, saya masih siap, saya masih punya stok. Tapi yang prioritas untuk yang kita pindahin (relokasi) dulu, kan yang mengajukan banyak sekali," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Kamis (18/4/2013).
Mantan Wali Kota Surakarta itu mengambil contoh warga prioritas yang selama ini menempati lahan Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Waduk tersebut akan dinormalisasi dan seluruh warga di sana yang ber-KTP DKI dan belum memiliki rumah akan direlokasi ke Rusun Marunda, Jakarta Utara.
Contoh lainnya adalah saat warga yang tinggal di Jalan Gembira, Kelurahan Guntur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, digusur untuk keperluan pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi. Pada awal pekan lalu, Jokowi memberikan unit rusun Pinus Elok di Penggilingan, Jakarta Timur, untuk 47 kepala keluarga eks warga Guntur.
"Saya masih ada stok lebih dari seribu unit. Polanya memang harus seperti itu, kita beri solusi. Yang penting prosesnya dibicarakan ke warga, supaya proses sosialnya lebih murah," ujarnya.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Jakarta Dikepung Banjir dan Macet, Jokowi Minta Warga Bersabar

Detik (news.detik.com, 18 April 2013 pukul 15:23) :

Horor Macet Jakarta Semalam, Jokowi: Kita Ini Belajar Sabar

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berpendapat mengurai kemacetan di Ibu Kota membutuhkan waktu. Warga diminta belajar sabar.

"Ya beberapa yang saya sampaikan, itu kan butuh waktu. Kita ini belajar sabar, perlu proses, perlu waktu," kata Jokowi singkat di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2013).

Kemacetan parah melanda kawasan Jakarta Selatan pada Rabu malam. Macet parah ini diakibatkan genangan air dan banjir yang melanda sejumlah kawasan.


Merdeka (merdeka.com,18 April 2013 pukul 18:06) : 

Jakarta dikepung banjir & macet, Jokowi ajak warga sabar

Sejumlah titik di wilayah Jakarta kembali tergenang air, karena guyuran hujan berintensitas tinggi. Kondisi itu menyebabkan kemacetan cukup parah. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meminta warga Jakarta sabar.

"Memang semuanya butuh proses, perlu waktu. Kita belajar sabar sambil menunggu proses itu selesai, dan banjir macet itu bisa diselesaikan," kata Jokowi di Bulungan, Jakarta Selatan, Kamis (18/4).

Diketahui, TMC Polda Metro Jaya dalam akun twitternya merilis sejumlah tempat saat ini digenangi air. Di beberapa titik, banjir bahkan mencapai ketinggian 30 Cm lebih.

Akibat banjir, banyak pengendara motor tidak bisa melanjutkan perjalanan. Sebagian mereka terpaksa menuntun motor, karena genangan air cukup tinggi.

"Imbas banjir, Cawang arah ke Prumpung atau sebaliknya lalin padat," tulis TMC pada akun twitternya.

"Imbas antrian kendaraan menuju Sekolah Al Azhar Jl Kemang Raya, Prapanca arah ke Antasari lalin padat."

Kemacetan juga terjadi di Jalan Sudirman arah Semanggi. Jalur TransJakarta diserobot mobil pribadi untuk hindari banjir. Sejumlah pegawai perkantoran pun memilih pulang lebih awal, untuk menghindari kemacetan yang semakin menggila.


Kompas (megapolitan.kompas.com, 19 April 2013 Pukul 06:19 WIB) : 

Jokowi: Kita Belajar Sabarlah... 

Hujan deras yang turun di Jakarta, Rabu (17/4/2013) dan Kamis (18/4/2013), kembali membuat repot warga Ibu Kota. Kondisi lalu lintas di beberapa ruas jalan bertambah kusut akibat tergenang air, dan enam kelurahan di tiga wilayah Ibu Kota terendam banjir dengan ketinggian 10-100 sentimeter. Apa tanggapan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo?
"Kan butuh waktu. Kita belajar sabarlah, belajar proses. Dulu puluhan tahun enggak bisa, ini baru berapa bulan," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Kamis (18/4/2013) malam. Namun, ujar dia, penuntasan masalah klasik ini terus diprosesnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta Ery Basworo mengatakan, banjir pada dua hari ini dikarenakan curah hujan lokal yang tinggi. "Jadi, ada peningkatan muka air di beberapa sungai," kata dia.
BPBD DKI Jakarta berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait untuk melakukan penanggulangan bencana banjir di Jakarta. Salah satunya adalah Dinas Sosial, yang memberikan bantuan berupa nasi bungkus kepada warga yang mengungsi.
Ery mengatakan, warga yang mengungsi karena banjir hanya dari RT 03/RW 19, Kelurahan Ulujami, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Ketinggian air di kawasan itu mencapai 100 sentimeter. Tercatat 371 warga Ulujami mengungsi di Gedung Sasana Krida.
Sementara itu, wilayah yang terendam banjir di Jakarta Timur berada di empat kelurahan. Keempat kelurahan itu adalah Kelurahan Kampung Melayu dengan ketinggian air 30 cm, Kelurahan Kramat Jati dengan ketinggian air 30-50 cm, Kelurahan Cawang dengan ketinggian air 10-20 cm, dan Kelurahan Cijantung dengan tinggi genangan 30-50 cm.
Di Jakarta Barat, genangan air terjadi di Kelurahan Kedoya Selatan setinggi 20-50 sentimeter. Sebanyak 3.097 warga terkena dampak banjir, yang berasal dari 952 kepala keluarga (KK), 55 RT, dan 17 RW.
Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan di Jakarta masih akan terjadi hingga Jumat (19/4/2013). BMKG telah mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat, petir, dan angin kencang berdurasi singkat.

Penggusuran PKL, Jokowi Tawarkan Solusi Permanen

Pedagang kaki lima (PKL) di Jakarta mulai ditertibkan. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menawarkan solusi permanen bagi pedagang.

"Solusi permanen itu berarti saya ajak bicara. Solusinya apa, Pak? Misalnya mereka minta dipindahkan, kemudian ada lahan kosong, saya siapin kiosnya di situ. Itu permanen," kata Jokowi di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2013).

Menurut dia, PKL ditata dan dikelompokkan. Ada 20 lokasi kantong-kantong PKL yang segera disiapkan. "Nanti baru proses lelang," ujar Jokowi.

Penertiban PKL tidak jarang menimbulkan perlawanan dan kericuhan, seperti di Stasiun Kalideres. Lapak-lapak PKL di kawasan Pasar Minggu juga ditertibkan petugas Satpol PP untuk disulap menjadi lahan parkir dan ruang tunggu penumpang kereta api.


Sumber :
news.detik.com

Kagumi Jokowi, Siswa SMAN 6 Pakai Baju Kotak-kotak

Andhita (17) tampil beda di antara teman-temannya yang berseragam batik. Siswa SMAN 6 ini terbalut baju kotak-kotak mirip kostum andalan sang idola, Joko Widodo (Jokowi), saat kampanye Pilgub lalu.

Andhita yang aktif dalam kegiatan 'polisi siswa' ini mengaku kagum dengan sosok Jokowi. "Saya tahu ada acara dengan Pak Jokowi, makanya saya pakai baju kotak-kotak," ujar Andhita sumringah di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2013).

Menurut dia, gaya kepemimpinan Jokowi berbeda dengan pemimpin lainnya. Jokowi lebih bisa bersahabat dengan masyarakat, khususnya para siswa dan tegas dalam menentukan sebuah kebijakan.

"Gaya kepemimpinanya itu friendly tapi tegas dan cekatan," puji dia.

Andhita berharap Jokowi bisa membuat Jakarta lebih baik lagi, terutama dalam pelayanan transportasi umum. "Semoga program-program Pak Jokowi berhasil dan dapat membangun Jakarta lebih baik," kata Andhita.

Sumber :
news.detik.com

Di Depan Jokowi, Pelajar Janji Bersihkan Coretan Dinding se-Jaksel

Dua kelompok pelajar perwakilan dari OSIS SMA Negeri 6 dan SMA Negeri 70 Jakarta Selatan berjanji akan membersihkan coretan liar di dinding di wilayah Jakarta Selatan. Janji itu diungkapkan di hadapan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam sebuah acara dialog di Gelanggang Olahraga (GOR) Bulungan, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2013).
Perwakilan dua kelompok pelajar itu, Alif Jabaaral, mengatakan bahwa kegiatan bersih-bersih dinding itu akan dilakukan dalam waktu dekat. Tak hanya melibatkan kedua sekolah itu, tetapi juga pelajar dari seluruh sekolah (tingkat SMA) se-Jakarta Selatan.
"Kita akan bersih-bersih tembok dari coretan yang bisa memicu tawuran atau memprovokasi," kata Alif.
Setelah itu, seluruh pelajar ini juga berencana mengadakan pendakian massal ke Gunung Semeru, Jawa Timur. Pendakian massal itu akan diikuti sekitar 350 pelajar tingkat SMA se-Jakarta Selatan dan diisi dengan aksi bersih-bersih gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.
"Untuk itu, kami meminta Pak Gubernur mendukung kegiatan yang akan segera dilakukan ini," ujar Alif.
Kegiatan bersama ini merupakan jawaban para siswa atas tantangan Jokowi, yang berjanji akan mendukung penuh semua kegiatan positif yang digelar siswa antarsekolah. Jokowi meminta itu untuk meningkatkan rasa persaudaraan di antara pelajar sekaligus menekan terjadinya perkelahian antarpelajar. Sebagai simbolnya, Jokowi diberi sebuah syal dan dipasang di lehernya untuk menandakan persatuan siswa.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Berita Serupa :
- jakarta.tribunnews.com : "Jokowi: Awas! Ada Sanksi Pidana Akibat Corat-coret Tembok"

Jokowi Minta Siswa Bertindak Positif Karena Dilihat Daerah Lain

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memberikan sejumlah pesan untuk seluruh pelajar di Jakarta. Semua pesan itu disampaikan saat dirinya menggelar dialog dengan pelajar SMA Negeri 6 dan SMA Negeri 70 di Gelanggang Olahraga (GOR) Bulungan, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2013).
Pesan Jokowi itu terkait euforia siswa setelah menghadapi ujian nasional (UN). Jokowi meminta semua siswa tak lagi menggelar aksi coret-coret seragam sekolah atau fasilitas umum. Hal itu akan memberi contoh positif untuk daerah lainnya.
"Habis ujian, jangan senang-senang dulu. Saya titip berdoalah setiap hari supaya semua lulus seratus persen," kata Jokowi.
Menurutnya, aksi coret-coret setelah UN dapat ditangkal dengan menggelar kegiatan menarik untuk menyalurkan energi siswa ke hal-hal positif. Untuk itu, Jokowi meminta Dinas Pendidikan DKI membuat lomba peragaan pakaian adat di hari pengumuman kelulusan.
"Kita ini Jakarta, selalu dilihat daerah lain. Pas pengumuman, ajak lomba pakaian adat Nusantara supaya enggak konvoi. Baju dikumpulkan, jangan dicoret-coret, enggak ada value-nya," ujar Jokowi.
Hari ini merupakan hari terakhir pelaksanaan UN tingkat SMA/SMK/MA atau sederajat di Provinsi Jakarta dan sejumlah provinsi lain di Indonesia. Di 11 provinsi di Indonesia tengah, ujian nasional mengalami penundaan karena terlambat menerima soal ujian dan baru dimulai pada hari ini.

Sumber :
megapolitan.kompas.com

Jokowi: Dari Awal Saya Tak Setuju UN

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menilai ujian nasional (UN) tak efektif jika hasilnya dijadikan standar kelulusan siswa sekolah. Ia prihatin karena banyak siswa yang mengeluh dan terpaksa mengikuti UN demi kelulusan.
"UN itu dari pemerintah pusat. Kalau saya dari awal memang enggak setuju ada UN," kata Jokowi dalam dialog bersama pelajar SMA Negeri 6 dan SMA Negeri 70 di Gelanggang Olahraga (GOR) Bulungan, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2013).
Pernyataan Jokowi itu dilontarkan saat menjawab pertanyaan seorang siswi SMAN 70 terkait pelaksanaan UN. Ratusan siswa yang hadir di GOR Bulungan sontak menyambut riuh seakan puas dengan jawaban Jokowi.
Mantan Wali Kota Surakarta itu menyampaikan, pelaksanaan UN akan lebih baik jika ditujukan untuk memetakan pendidikan nasional. Hasil UN di suatu wilayah bisa diolah dan dijadikan data pokok untuk pemetaan pendidikan itu.
Jokowi merasa prihatin karena banyak siswa mengeluh dan mengikuti UN dengan terpaksa. Ia menilai tidak seimbang bila siswa menempuh pendidikan bertahun-tahun, tetapi kelulusannya ditentukan melalui ujian yang digelar selama beberapa hari.
"Kelulusan hanya ditentukan selama tiga atau empat hari, sangat riskan sekali. Tapi sekali lagi, itu kebijakan pemerintah pusat dan saya enggak bisa membuat kebijakan sendiri," ujarnya.
Pertemuan antara Jokowi dan para pelajar SMAN 6 dan SMAN 70 itu dilakukan setelah para siswa selesai mengikuti UN. Selain berdialog, Jokowi juga memberikan 20 sepeda untuk pelajar dari kedua sekolah itu.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Berita Serupa :
- news.detik.com : "Jokowi: Saya Sejak Dulu Tidak Setuju UN"

Tak Mau Terlibat, Pedagang Kecewa Pada Jokowi

Pedagang pemilik kios di Stasiun Pasar Minggu menyayangkan tidak ikut campur tangannya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam mencegah pembongkaran kios yang dilakukan PT KAI terhadap kios mereka. Hal tersebut disampaikan Pengacara Publik dari LBH Jakarta Tommy Albert yang mewakili para pedagang. Menurut dia, sikap tersebut menunjukkan Jokowi sangat tidak peduli dengan nasib para pedagang.
"Seharusnya Pak Jokowi turun ke sini. Ini kan perlintasan kereta dan pedagang berada di wilayah Jakarta," kata Albert seusai aksi penertiban pada Kamis (18/4/2013) siang.
Pihak pedagang, kata Albert, berencana akan melaporkan PT KAI ke pihak kepolisian terkait kasus pemukulan dan pengrusakan yang dilakukan PT KAI dalam aksi penertiban di Stasiun Pasar Minggu. Albert menerangkan, beberapa orang pedagang mengalami luka-luka dan patah tulang akibat keberingasan aparat keamanan yang melakukan penertiban.
"Ini ada aksi pemukulan oleh petugas yang dipukuli. Ada yang patah lengan kanannya, namanya Ucok Silalahi. Kami mau lapor ke Polda dengan apa yang terjadi hari ini. Selain itu, kata Albert, pihaknya menyayangkan PT KAI yang bertindak di luar kewenangannya dalam mengurus transportasi, yaitu dengan melakukan penertiban paksa.
Menurut Albert, yang seharusnya memiliki kewenangan dalam melakukan penertiban adalah Pemerintah Daerah setempat. Untuk penertiban di stasiun-stasiun di Jabodetabek, kata Albert, seharusnya merupakan kewenangan dari Kepala Daerah yang wilayahnya dilalui KRL Jabodetabek.
"Harusnya Pemda setempat dan Kepala Daerah lah yang terlibat. Harusnya Jokowi maupun Gubernur Jawa Barat dan Banten turun karena lalu lintas KA melewati daerah mereka," kata Albert.
Humas PT KAI Daops I Agus Sutijono mengatakan, penertiban merupakan kewenangan pihak PT KAI selaku pemilik lahan. "Ini rumah kami kok, ya hak kami untuk menata. Masa rumah mau ditata dilarang-larang," kata Agus.
Proses penertiban kios milik pedagang di Stasiun Pasar Minggu sempat diwarnai sedikit kericuhan akhirnya dapat berjalan dengan lancar. Penertiban dimulai pukul 09.00 WIB, selesai pukul 11.00 WIB. Untuk pengamanan, pihak PT KAI menyiapkan sekitar 200 personel gabungan yang terdiri dari Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), Satpol PP dan unsur-unsur dari Polri dan TNI.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Selesai UN, Jokowi Bagi-bagi Sepeda di Bulungan

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo datang ke Gelanggang Olahraga (GOR) Bulungan, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2013). Kedatangan pria yang akrab disapa Jokowi ini sengaja untuk menggelar dialog dengan siswa SMA Negeri 6 dan SMA Negeri 70 Jakarta Selatan setelah usai menghadapi Ujian Nasional (UN).
Setelah menembus hujan dan macet, Jokowi tiba di GOR Bulungan sekitar pukul 13.40. Nampak mendampinginya Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto, dan dua kepala sekolah tersebut. Setibanya di lokasi, sorak sorai ratusan siswa terdengar membahana menembus sampai ke luar gedung tersebut.
Tanpa segan, Jokowi meluangkan waktu untuk menyapa dan berjabat tangan sesaat sebelum acara dialog dimulai. Tampak juga di lokasi, perwakilan Musyawarah Pimpinan Daerah, salah satunya Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Sudjarno. Acara dialog dipandu oleh presenter  Dik Doank.

Suasana dialog Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dengan pelajar SMA Negeri 6 dan SMA Negeri 70 di Jakarta Selatan berjalan seru. Dalam acara itu, Jokowi memancing antusiasme siswa dengan cara membagikan puluhan sepeda.
Sedikitnya 20 sepeda gunung berjajar di dalam ruang dialog di gelanggang olahraga (GOR) Bulungan, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2013). Sepeda-sepeda itu merupakan hadiah bagi pelajar yang mampu menjawab atau memberikan pertanyaan untuk Jokowi.
Pertanyaan yang diberikan Jokowi meliputi nama-nama jalan protokol di Jakarta, nama kesenian, nama lima Gubernur DKI, dan lainnya. Adapun para siswa melontarkan pertanyaan seputar solusi banjir, kemacetan, transportasi, dan lainnya.
Jokowi berkunjung ke GOR Bulungan untuk menggelar dialog dengan siswa SMAN 6 dan SMAN 70 Jakarta setelah para siswa menghadapi ujian nasional tingkat SMA/SMK/MA. Tampak hadir dalam acara itu Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto, dua kepala sekolah tersebut, serta perwakilan musyawarah pimpinan daerah, salah satunya Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigjen (Pol) Sudjarno.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Berita Serupa :
- megapolitan.kompas.com : "Tembus Hujan dan Macet, Jokowi Temui Siswa di Bulungan"

Ketua PD: Gita Wirjawan-Jokowi Pasangan Saling Melengkapi

Konvensi Capres Partai Demokrat (PD) baru digelar Juni 2013, namun sejumlah petinggi PD sudah memasang-masangkan nama sejumlah tokoh. Ketua DPP PD Kastorius Sinaga, misalnya, menilai pasangan Gita Wirjawan-Joko Widodo (Jokowi) sebagai pasangan yang saling melengkapi.

"Saya kira kombinasi cukup baik, Gita Wirjawan dan Jokowi saling mengisi. Gita memiliki leadership yang sangat handal dan Jokowi dikenal merakyat," kata Kastorius Sinaga, kepada detikcom, Kamis (18/4/2013).

Kastirous melihat Gita sebagai ekonom muda yang cukup andal. Sementara Jokowi dikenal dengan hobi blusukan dan dekat dengan masyarakat, karakter pemimpin yang dicintai rakyat.

"Jokowi menarik, dia memang memiliki semacam leadership yang humanis dan kerja keras tinggi. Untuk Jakarta, Jokowi bagus tapi untuk nasional saya kira masih harus perlu diuji kredibilitasnya," tegasnya.

Pada akhirnya siapa capres PD akan diputuskan lewat konvensi capres PD. Konvensi capres PD sendiri akan disiapkan mulai Juni 2013 nanti.

"Tetapi pada prinsipnya kita buka konvensi bagi tokoh-tokoh yang dekat dengan Demokrat. Tentu kalau Jokowi ikut konvensi harus atas persetujuan partainya," tandasnya.

Gita Wirjawan memang menyatakan minat mengikuti konvensi capres PD. Namun Jokowi yang mulai bangga memuncaki survei capres belum mau memikirkan Pilpres 2014.


Sumber :
news.detik.com

Jokowi: Normalisasi Waduk Pluit Butuh Energi Lebih

Normalisasi Waduk Pluit di Jakarta Utara pelan-pelan terus dijalankan. Bagi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), pemindahan, penataan dan penertiban di kawasan waduk itu membutuhkan energi ekstra.

Jokowi mengatakan permasalahan penggusuran warga di Waduk Pluit yang memiliki lahan 80 hektar sudah diselesaikan.

"Yang paling penting bagi saya proses-proses pemindahan, penataan, penertiban, itu dengan proses-proses dialog, proses bicara dengan mereka. Memang perlu waktu, perlu energi lebih. Tapi proses sosialnya menurut saya lebih murah," kata Jokowi di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2013).

Jokowi mengaku jumlah rusun yang ada masih mencukupi untuk dihuni warga korban penggusuran di waduk tersebut. Stoknya sekitar 1.000 unit.

"Yang mau pindah berapa, saya masih siap. Saya masih punya stock. Tapi yang prioritas yang kita pindahkan dulu toh kan yang mengajukan banyak sekali. Pak kita belum punya rumah, minta rusun. Kita mau untuk memindahkan yang itu," kata Jokowi.


Sumber :
news.detik.com

Jokowi: Calon Wali Kota Jakarta Barat Lebih Muda

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sudah mengantongi nama calon Wali Kota Jakarta Barat pengganti Burhanuddin. Namun, ia menyimpan rapat-rapat identitas si calon yang sedang digodok DPRD DKI Jakarta itu.

"Sudah (ada nama calon)," kata Jokowi di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (18/4/2013).

"Siapa, Pak?" tanya wartawan.

"Nggak tahu, sudah di Dewan 2,5 bulan yang lalu," jawab Jokowi.

Jokowi tidak mempersoalkan keputusan Burhanuddin yang mengundurkan diri demi maju menjadi caleg.

"Itu hak pribadi beliau-beliau. Siapa pun yang mau mundur nggak ada masalah. Dulu ada yang mundur, sekarang ada yang mundur nggak ada masalah. Ganti yang lebih muda," ujar Jokowi.

Burhanudin mundur karena sudah masuk masa pensiun dan ingin mencalonkan diri sebagai anggota legislatif pada pemilu 2014 mendatang lewat Partai Gerindra.


Sumber :
news.detik.com

Jokowi: Atasi Macet dan Banjir Butuh Proses

Hujan yang mengguyur Jakarta beberapa hari ini cukup membuat warga resah. Pasalnya, hujan yang turun sore hari membuat beberapa ruas jalan macet total.

Menanggapi itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan bahwa mengatasi banjir dan kemacetan membutuhkan proses yang tidak sebentar.

"Ini baru beberapa bulan. kan butuh waktu. Kan butuh proses, perlu waktu," ujar Joko Widodo di Balai Kota, Jakarta, Kamis (18/4/2013).

Pria yang akrab disapa Jokowi ini menyindir sudah berpuluh-puluh tahun, baru kali ini dirinya dicecar pertanyaan terkait penyelesaian kemacetan dan banjir.

"Dulu yang puluhan tahun enggak ditulis," ucap Jokowi menyindir.

Sebelumnya, Rabu kemarin hujan turun pada pukul 18.30 WIB. Hujan yang turun bersamaan dengan jam warga pulang kantor ini menimbulkan kemacetan yang luar biasa di beberapa ruas jalan. Bahkan banjir pun tak terelakkan.


Sumber :
jakarta.tribunnews.com

Berita Serupa :
- news.detik.com : "Horor Macet Jakarta Semalam, Jokowi: Kita Ini Belajar Sabar"