Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini Sabtu (13/04) mudik ke Solo, ibu ibu yang berada satu pesawat dengan Jokowi heboh.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Sabtu, 13 April 2013
Mega Minta Jokowi Percantik Kampung Nelayan di Jakut
Megawati punya permintaan khusus ke Gubernur DKI Jakarta Jokowi. Dia
berharap Jokowi bisa membangun kawasan kampung nelayan di Jakarta Utara.
Juga membangun hutan bakau.
"Saya bilang kepada Pak Gub, tolong ini Jakarta Utara diberi hutan bakau, buatkan program yang bisa membuat kampung nelayan menjadi tempat yang bisa dikunjungi oleh turis," kata Mega dalam pidato di peresmian ormas nelayan dan petani di Muara Angke, Jakut, Sabtu (13/4/2013).
Menurut Mega, upaya untuk membangun lingkungan selain datang dari Pemprov DKI juga berasal dari warga. "Kalau nelayannya sendiri tidak berkendak, ini tidak bisa," jelasnya.
Mega juga merasa miris dengan banyaknya ikan Indonesia yang dicuri nelayan asing. Ikan-ikan itu dijual di negeri-negeri lain.
"Di situ dilelang ikan tuna yang besar sekali, saya tanya itu ikan datang darimana. Terus dijawab itu datang dari Indonesia, lemes saya. Yang harus dilakukan adalah, kecintaan nelayan itu sendiri terhadap lingkungan," jelasnya.
Sumber :
news.detik.com
"Saya bilang kepada Pak Gub, tolong ini Jakarta Utara diberi hutan bakau, buatkan program yang bisa membuat kampung nelayan menjadi tempat yang bisa dikunjungi oleh turis," kata Mega dalam pidato di peresmian ormas nelayan dan petani di Muara Angke, Jakut, Sabtu (13/4/2013).
Menurut Mega, upaya untuk membangun lingkungan selain datang dari Pemprov DKI juga berasal dari warga. "Kalau nelayannya sendiri tidak berkendak, ini tidak bisa," jelasnya.
Mega juga merasa miris dengan banyaknya ikan Indonesia yang dicuri nelayan asing. Ikan-ikan itu dijual di negeri-negeri lain.
"Di situ dilelang ikan tuna yang besar sekali, saya tanya itu ikan datang darimana. Terus dijawab itu datang dari Indonesia, lemes saya. Yang harus dilakukan adalah, kecintaan nelayan itu sendiri terhadap lingkungan," jelasnya.
Sumber :
news.detik.com
Komentar Megawati masalah Pencapresan Jokowi
"Lah kok tanya saya, tanya rakyat lah, nanti kita lihat saja," terang Mega di Muara Angke, Jakut, Sabtu (13/4/2013).
Jokowi bahkan dalam beberapa survei menjadi nomor satu. Dia mengalahkan sejumlah nama yang sudah mendeklarasikan diri sebagai Capres.
Tapi, dalam berbagai kesempatan Jokowi selalu merendah. Dia hanya menjawab diplomatis saat ditanya soal rencananya untuk nyapres. Dia ingin fokus mengurus Jakarta.
Sumber :
news.detik.com
Megawati: Saya Masih Kaku Panggil Jokowi Pak!
Jabatan baru sebagai Gubernur DKI Jakarta yang diemban Jokowi rupanya
membuat Megawati sedikit bingung memanggil kader partainya itu. Dahulu,
Mega biasa menyapa Jokowi dik. Tapi, setelah menjadi gubernur, Jokowi
mulai disapa pak.
"Saya masih kaku sampai saat ini memanggil Jokowi dengan Pak Jokowi," kata Mega di sela-sela peresmian ormas petani dan nelayan PDIP di Muara Angke, Jakut, Sabtu (13/4/2013).
"Saya biasanya panggil dia Dik," tambah Mega lagi.
Mega pun bertutur bagaimana Jokowi akhirnya dipilih menjadi calon gubernur. Dahulu, dia sengaja membujuk Jokowi untuk ke Jakarta.
"Saya katakan kepada Pak Jokowi, saya bujuk ke Jakarta, saya berpikir akan sulit bagi Jakarta kalau punya pemimpin begini-begini saja. Kamu petugas partai, saya tarik ke Jakarta dan kamu harus jadi," jelasnya.
Sumber :
news.detik.com
"Saya masih kaku sampai saat ini memanggil Jokowi dengan Pak Jokowi," kata Mega di sela-sela peresmian ormas petani dan nelayan PDIP di Muara Angke, Jakut, Sabtu (13/4/2013).
"Saya biasanya panggil dia Dik," tambah Mega lagi.
Mega pun bertutur bagaimana Jokowi akhirnya dipilih menjadi calon gubernur. Dahulu, dia sengaja membujuk Jokowi untuk ke Jakarta.
"Saya katakan kepada Pak Jokowi, saya bujuk ke Jakarta, saya berpikir akan sulit bagi Jakarta kalau punya pemimpin begini-begini saja. Kamu petugas partai, saya tarik ke Jakarta dan kamu harus jadi," jelasnya.
Sumber :
news.detik.com
Jokowi Siap-siap Sebar Spanduk Stop Buang Sampah di Kali
Bagi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), program budaya tertib
dan bersih bakal sia-sia jika tidak didukung oleh perilaku warga Ibu
Kota. Ia kini mengandalkan konsep model sosial.
"Sekarang modal sosial yang saya digunakan untuk mengubah (perilaku warga Jakarta) itu. Percuma mengubah budaya tertib, budaya bersih nggak ada artinya. Modal sosial yang saya mau lakukan," kata Jokowi ketika ditanya cara mengatasi perilaku warga yang membuang sampah sembarangan.
Hal ini disampaikan Jokowi kepada detikcom di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Jumat 12 April 2013.
Sekadar diketahui, konsep model sosial adalah bagian-bagian dari organisasi sosial seperti kepercayaan, norma dan jaringan yang dapat meningkatkan efisiensi masyarakat dengan memfasilitasi tindakan-tindakan yang terkoordinasi.
Jokowi akan menyiapkan spanduk-spanduk berisi larangan membuang sampah di kali dan selokan. Spanduk-spanduk itu segera disebar dalam waktu dekat ini.
"Kita ingin mau kuasai medan, selalu di kampung supaya medan dikuasai supaya masyarakat itu selalu diperhatikan. Percuma buat program tapi perilaku nggak mendukung," ujar pria asli Solo ini.
Sumber :
news.detik.com
"Sekarang modal sosial yang saya digunakan untuk mengubah (perilaku warga Jakarta) itu. Percuma mengubah budaya tertib, budaya bersih nggak ada artinya. Modal sosial yang saya mau lakukan," kata Jokowi ketika ditanya cara mengatasi perilaku warga yang membuang sampah sembarangan.
Hal ini disampaikan Jokowi kepada detikcom di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Jumat 12 April 2013.
Sekadar diketahui, konsep model sosial adalah bagian-bagian dari organisasi sosial seperti kepercayaan, norma dan jaringan yang dapat meningkatkan efisiensi masyarakat dengan memfasilitasi tindakan-tindakan yang terkoordinasi.
Jokowi akan menyiapkan spanduk-spanduk berisi larangan membuang sampah di kali dan selokan. Spanduk-spanduk itu segera disebar dalam waktu dekat ini.
"Kita ingin mau kuasai medan, selalu di kampung supaya medan dikuasai supaya masyarakat itu selalu diperhatikan. Percuma buat program tapi perilaku nggak mendukung," ujar pria asli Solo ini.
Sumber :
news.detik.com
Megawati: Jokowi Jangan Terlalu Kurus, Malu Saya
Ketua Umum PDIP Megawati rupanya perhatian juga dengan kondisi fisik
Jokowi. Mega meminta Jokowi agar menggemukkan tubuhnya. Mega menyebut
Gubernur DKI Jakarta itu terlalu kurus.
"Pak Jokowi jangan terlalu kurus, malu saya punya gubernur kok kurus. Pak Jokowi semakin hari semakin kurus," jelas Mega di dalam pidato sambutan pembentukan Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GANTI) di Muara Angke, Jakut, Sabtu (13/4/2013).
Karena alasan kurus itu, Mega pun kerap mengundang Jokowi, bukan untuk berdiskusi tetapi untuk makan bersama. "Jadi saya biasa mengundang Pak Jokowi bukan membicarakan negara tapi hanya makan-makan saja," imbuhnya.
Mega meresmikan GANTI yang merupakan salah satu sayap PDIP. Organisasi itu digagas mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri.
Selain Jokowi, dalam acara ini hadir juga Gubernur Kalimantan Barat Cornelis dan politisi-politisi PDIP lainnya.
Sumber :
news.detik.com
Berita Serupa :
- megapolitan.kompas.com : "Pesan Mega untuk Jokowi, "Jangan Terlalu Kurus, Dek""
- jakarta.tribunnes.com : "Megawati Minta Jokowi Gemukkan Badan"
"Pak Jokowi jangan terlalu kurus, malu saya punya gubernur kok kurus. Pak Jokowi semakin hari semakin kurus," jelas Mega di dalam pidato sambutan pembentukan Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GANTI) di Muara Angke, Jakut, Sabtu (13/4/2013).
Karena alasan kurus itu, Mega pun kerap mengundang Jokowi, bukan untuk berdiskusi tetapi untuk makan bersama. "Jadi saya biasa mengundang Pak Jokowi bukan membicarakan negara tapi hanya makan-makan saja," imbuhnya.
Mega meresmikan GANTI yang merupakan salah satu sayap PDIP. Organisasi itu digagas mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri.
Selain Jokowi, dalam acara ini hadir juga Gubernur Kalimantan Barat Cornelis dan politisi-politisi PDIP lainnya.
Sumber :
news.detik.com
Berita Serupa :
- megapolitan.kompas.com : "Pesan Mega untuk Jokowi, "Jangan Terlalu Kurus, Dek""
- jakarta.tribunnes.com : "Megawati Minta Jokowi Gemukkan Badan"
List Temuan Jokowi Saat Blusukan
Siang malam sampai kapan pun Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)
tetap blusukan ke kantong-kantong permasalahan warga Ibu Kota. Ia tidak
peduli aksinya dituding pencitraan semata.
Lewat blusukan, Jokowi berharap menguasai medan, problematika rakyatnya serta mampu mendesain sebuah kebijakan. Cara ini dianggap Jokowi sangat efektif.
"Ya kalau saya dipandang apa (pencitraan), nggak apa-apa. Saya pandang ini sangat efektif menyelesaikan masalah di lapangan dan dalam membuat policy. Ini sangat efektif. Kalau orang nggak nangkep kita ke sebuah daerah ngapain. Nggak nangkep akan menjadi policy apa. Kalau alurnya nggak diikuti dari awal, policy-nya seperti apa nggak akan tahu," kata Jokowi kepada detikcom di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada Jumat 12 April 2013.
Jokowi menemukan sejumlah permasalahan di lapangan, khususnya di kawasan padat penduduk. "Banyak sekali (temuan permasalahan saat blusukan) contoh di kawasan kumuh. Kita kan jadi tahu bagaimana menyelesaikan mereka," ujar Jokowi yang terbalut baju khas Betawi ini.
Ia mencontohkan tentang program penyediaan rumah susun bagi warga kurang mampu.
"Nggak mungkin ke kawasan sekumuh itu yang penduduknya ratusan ribu, dalam satu kawasan hanya dibuatkan 2 sampai 4 rusun. Itu hanya untuk beberapa orang. Itu nggak selesaikan masalah," kata sarjana kehutanan UGM ini.
Menurut dia, dibutuhkan kebijakan yang tepat sasaran dan berani. "Itu harus dibuat cerita besarnya, mau dibuat apa kalau mau buat rusun untuk mereka. Buat saja langsung 300 rusun, 200 rusun. Nariknya langsung breeek, terus ini dibentuk untuk ruang terbuka hijau. Ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Buat rusun hanya 2,4,5 nggak lebih dari 10. 10 Saja hanya untuk 1.000 orang. 1 rusun hanya isinya untuk 96 dan 150 orang. Mau jadi apa," papar Jokowi.
Jokowi juga banyak belajar dari sejumlah negara tentang penataan kota.
"Saya belajar di Italia, Shanghai, Singapura, Busan. Ya caranya seperti itu. Nggak ada cara lain. Kalau buatnya hanya 4-6, buatnya nggak kelihatan. Programnya saja nggak kelihatan," kata dia.
Demikian pula untuk penataan pasar, lanjut Jokowi, program itu sudah dimulai.
"Tahun kemaren dimulai di Pasar Rumput. Kalau itu benar, baru kita terapkan di tempat yang lain. Kita mau buat sample-sample yang benar dulu. Baru mulai, tidak hanya sebatas ide langsung besar. Kita pengin dulu di 1-2 kawasan, 1-2 pasar," ujar mantan Wali Kota Solo ini.
Jokowi menambahkan akan dibuat konsep terintegrasi seperti pasar dan rusun, apartemen dan pasar dan pasar-poliklinik dan apartemen.
"Kita kan nggak mungkin hanya terus bicara. Kita mau realisasikan secepatnya," kata Jokowi.
Sumber :
news.detik.com
Lewat blusukan, Jokowi berharap menguasai medan, problematika rakyatnya serta mampu mendesain sebuah kebijakan. Cara ini dianggap Jokowi sangat efektif.
"Ya kalau saya dipandang apa (pencitraan), nggak apa-apa. Saya pandang ini sangat efektif menyelesaikan masalah di lapangan dan dalam membuat policy. Ini sangat efektif. Kalau orang nggak nangkep kita ke sebuah daerah ngapain. Nggak nangkep akan menjadi policy apa. Kalau alurnya nggak diikuti dari awal, policy-nya seperti apa nggak akan tahu," kata Jokowi kepada detikcom di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada Jumat 12 April 2013.
Jokowi menemukan sejumlah permasalahan di lapangan, khususnya di kawasan padat penduduk. "Banyak sekali (temuan permasalahan saat blusukan) contoh di kawasan kumuh. Kita kan jadi tahu bagaimana menyelesaikan mereka," ujar Jokowi yang terbalut baju khas Betawi ini.
Ia mencontohkan tentang program penyediaan rumah susun bagi warga kurang mampu.
"Nggak mungkin ke kawasan sekumuh itu yang penduduknya ratusan ribu, dalam satu kawasan hanya dibuatkan 2 sampai 4 rusun. Itu hanya untuk beberapa orang. Itu nggak selesaikan masalah," kata sarjana kehutanan UGM ini.
Menurut dia, dibutuhkan kebijakan yang tepat sasaran dan berani. "Itu harus dibuat cerita besarnya, mau dibuat apa kalau mau buat rusun untuk mereka. Buat saja langsung 300 rusun, 200 rusun. Nariknya langsung breeek, terus ini dibentuk untuk ruang terbuka hijau. Ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Buat rusun hanya 2,4,5 nggak lebih dari 10. 10 Saja hanya untuk 1.000 orang. 1 rusun hanya isinya untuk 96 dan 150 orang. Mau jadi apa," papar Jokowi.
Jokowi juga banyak belajar dari sejumlah negara tentang penataan kota.
"Saya belajar di Italia, Shanghai, Singapura, Busan. Ya caranya seperti itu. Nggak ada cara lain. Kalau buatnya hanya 4-6, buatnya nggak kelihatan. Programnya saja nggak kelihatan," kata dia.
Demikian pula untuk penataan pasar, lanjut Jokowi, program itu sudah dimulai.
"Tahun kemaren dimulai di Pasar Rumput. Kalau itu benar, baru kita terapkan di tempat yang lain. Kita mau buat sample-sample yang benar dulu. Baru mulai, tidak hanya sebatas ide langsung besar. Kita pengin dulu di 1-2 kawasan, 1-2 pasar," ujar mantan Wali Kota Solo ini.
Jokowi menambahkan akan dibuat konsep terintegrasi seperti pasar dan rusun, apartemen dan pasar dan pasar-poliklinik dan apartemen.
"Kita kan nggak mungkin hanya terus bicara. Kita mau realisasikan secepatnya," kata Jokowi.
Sumber :
news.detik.com
Miing Tagih Balas Budi Jokowi
Politisi PDI Perjuangan Dedi Gumelar alias Miing tak menyia-nyiakan
kesempatan. Saat menjadi pembawa acara pada deklarasi Gerakan Nelayan
Tani Indonesia (Ganti) di Lapangan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta
Utara, Sabtu (13/4/2013), ia meminta dukungan Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo yang hadir pada acara itu.
Seperti diketahui, Miing bakal mencalonkan diri sebagai calon wali kota Tangerang.
"Saya sudah diinstruksikan oleh Ibu Ketua Umum (Megawati) untuk menjadi Wali Kota Tangerang," ujarnya.
"Maka dari itu, Pak Jokowi harus bantu saya ya, soalnya waktu Pak Jokowi nyagub dulu, saya bantu mati-matian," kata Miing, yang langsung disambut tepuk tangan oleh warga yang hadir di acara itu.
Menanggapi pernyataan Miing itu, Jokowi dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, yang duduk di bangku barisan paling depan, tampak tertawa. Bahkan, Jokowi menggelengkan kepala saat mendengar celetukan Miing.
"Kan perbatasan Tangerang dan Jakarta itu Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Kalau enggak bantu saya, nanti saya pagar sepanjang itu," katanya sambil tertawa.
Jokowi dan Megawati, Sabtu pagi, mendeklarasikan Gerakan Nelayan Tani Indonesia yang merupakan wadah perkumpulan bagi para petani dan nelayan seluruh Indonesia.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Seperti diketahui, Miing bakal mencalonkan diri sebagai calon wali kota Tangerang.
"Saya sudah diinstruksikan oleh Ibu Ketua Umum (Megawati) untuk menjadi Wali Kota Tangerang," ujarnya.
"Maka dari itu, Pak Jokowi harus bantu saya ya, soalnya waktu Pak Jokowi nyagub dulu, saya bantu mati-matian," kata Miing, yang langsung disambut tepuk tangan oleh warga yang hadir di acara itu.
Menanggapi pernyataan Miing itu, Jokowi dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, yang duduk di bangku barisan paling depan, tampak tertawa. Bahkan, Jokowi menggelengkan kepala saat mendengar celetukan Miing.
"Kan perbatasan Tangerang dan Jakarta itu Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Kalau enggak bantu saya, nanti saya pagar sepanjang itu," katanya sambil tertawa.
Jokowi dan Megawati, Sabtu pagi, mendeklarasikan Gerakan Nelayan Tani Indonesia yang merupakan wadah perkumpulan bagi para petani dan nelayan seluruh Indonesia.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Jokowi Curhat Diprotes Istri - Anak
Segunung kesibukan memimpin Ibu Kota membuat Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo (Jokowi) ruwet mengatur kebersamaan dengan keluarga tercinta.
Jokowi ternyata kena protes sang istri Iriana dan 3 orang buah hatinya.
Sewaktu menjabat Wali Kota Solo, Jokowi menceritakan masih memiliki waktu luang untuk berkumpul bersama keluarganya di akhir pekan.
"Dulu, Sabtu dan Minggu. Sekarang, ruwetnya bukan main," kata Jokowi saat ditanya detikcom seputar waktu bersama keluarga kecilnya pada Jumat 12 April 2013.
Menurut Jokowi, istri dan anak-anaknya juga memprotesnya. Namun, Jokowi dengan sabar memberikan pengertian kepada orang-orang terkasihnya itu.
"Protes semuanya. Saya ngomong apa adanya," ujar Jokowi.
Selain memberi pengertian, pria kelahiran Surakarta 21 Juni 1961 ini mengajak keluarganya saat bertugas blusukan ke kampung-kampung Jakarta.
"Tapi kalau minggu saya ajak kalau ke kampung. Kalau melihat lapangan saya ajak," kata Jokowi.
Sumber :
news.detik.com
Sewaktu menjabat Wali Kota Solo, Jokowi menceritakan masih memiliki waktu luang untuk berkumpul bersama keluarganya di akhir pekan.
"Dulu, Sabtu dan Minggu. Sekarang, ruwetnya bukan main," kata Jokowi saat ditanya detikcom seputar waktu bersama keluarga kecilnya pada Jumat 12 April 2013.
Menurut Jokowi, istri dan anak-anaknya juga memprotesnya. Namun, Jokowi dengan sabar memberikan pengertian kepada orang-orang terkasihnya itu.
"Protes semuanya. Saya ngomong apa adanya," ujar Jokowi.
Selain memberi pengertian, pria kelahiran Surakarta 21 Juni 1961 ini mengajak keluarganya saat bertugas blusukan ke kampung-kampung Jakarta.
"Tapi kalau minggu saya ajak kalau ke kampung. Kalau melihat lapangan saya ajak," kata Jokowi.
Sumber :
news.detik.com
Warga Muara Angke Serbu Jokowi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) turut hadir dalam acara deklarasi
Gerakan Nelayan dan Tani Indonesia (GANTI) di Lapangan Putra Fajar FC,
Kelurahan Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu
(13/4/2013) pagi. Seperti biasanya, kali ini pun pria yang akrab disapa
Jokowi itu menjadi pusat perhatian.
Jokowi dan para ajudan datang ke lokasi tersebut sekitar pukul 09.16 WIB. Dengan mengenakan baju kemeja putih dengan lambang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Jokowi masuk ke lapangan. Kedatangan Jokowi sontak menarik perhatian ratusan warga yang tengah duduk menunggu kedatangan idolanya.
Melihat Jokowi datang, ratusan warga sontak dan langsung berlarian menyerbu ke arah pintu masuk. Bahkan, ada seorang ibu yang tampak kerepotan berlari karena menggendong anaknya. setelah berhasil mendekati Jokowi, warga pun berebut sungkem ke Jokowi. Beberapa warga yang mengabadikan wajah Jokowi melalui ponselnya sambil berjalan menuju tenda raksasa, tempat deklarasi yang diadakan PDIP tersebut.
Agendanya, Jokowi akan mendampingi Megawati, mendeklarasikan gerakan bagi para petani dan nelayan seluruh Indonesia tersebut. Adapun, Mega, juga telah hadir beberapa saat setelah kedatangan Jokowi. Hingga kini, acara masih berlangsung dengan pengawalan penuh Polisi.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- merdeka.com : "Hadiri acara gerakan nelayan tani, Jokowi disambut ibu-ibu"
Jokowi dan para ajudan datang ke lokasi tersebut sekitar pukul 09.16 WIB. Dengan mengenakan baju kemeja putih dengan lambang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Jokowi masuk ke lapangan. Kedatangan Jokowi sontak menarik perhatian ratusan warga yang tengah duduk menunggu kedatangan idolanya.
Melihat Jokowi datang, ratusan warga sontak dan langsung berlarian menyerbu ke arah pintu masuk. Bahkan, ada seorang ibu yang tampak kerepotan berlari karena menggendong anaknya. setelah berhasil mendekati Jokowi, warga pun berebut sungkem ke Jokowi. Beberapa warga yang mengabadikan wajah Jokowi melalui ponselnya sambil berjalan menuju tenda raksasa, tempat deklarasi yang diadakan PDIP tersebut.
Agendanya, Jokowi akan mendampingi Megawati, mendeklarasikan gerakan bagi para petani dan nelayan seluruh Indonesia tersebut. Adapun, Mega, juga telah hadir beberapa saat setelah kedatangan Jokowi. Hingga kini, acara masih berlangsung dengan pengawalan penuh Polisi.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- merdeka.com : "Hadiri acara gerakan nelayan tani, Jokowi disambut ibu-ibu"
Jokowi dan Megawati Hadiri Pelantikan Organisasi Sayap PDIP
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), Sabtu (13/4/2013) pagi menghadiri acara deklarasi pengurus Pusat Gerakan Nelayan Tani di Pelabuhan Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara. Gerakan Nelayan Tani (Ganti) merupakan organisasi sayap PDI Perjuangan.
Selain dihadiri Jokowi, rencananya acara itu turut dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang akan melantik pengurus Pusat Ganti yang diketuai oleh mantan menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri.
"Acara akan dimulai pukul 09.00 WIB pagi ini. Akan hadir fungsionaris PDIP lainnya di DPP juga para gubernur dan walikota atau bupati dari PDI Perjuangan," ujar Antho, petugas bagian Humas acara tersebut, dalam pesan singkatnya kepada Liputan6.com.
Selain diikuti tokoh PDIP, acara tersebut juga akan dihadiri para tokoh ormas seperti Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Umum Nahdhatul Ulama Said Agil Siradj, para duta besar negara sahabat dan mantan menteri Kabinet Gotong Royong pada era Megawati juga akan ikut meramaikan acara," kata Antho.
Sumber :
liputan6.com
Selain dihadiri Jokowi, rencananya acara itu turut dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang akan melantik pengurus Pusat Ganti yang diketuai oleh mantan menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri.
"Acara akan dimulai pukul 09.00 WIB pagi ini. Akan hadir fungsionaris PDIP lainnya di DPP juga para gubernur dan walikota atau bupati dari PDI Perjuangan," ujar Antho, petugas bagian Humas acara tersebut, dalam pesan singkatnya kepada Liputan6.com.
Selain diikuti tokoh PDIP, acara tersebut juga akan dihadiri para tokoh ormas seperti Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Umum Nahdhatul Ulama Said Agil Siradj, para duta besar negara sahabat dan mantan menteri Kabinet Gotong Royong pada era Megawati juga akan ikut meramaikan acara," kata Antho.
Sumber :
liputan6.com
Jumat, 12 April 2013
Jokowi: Tempat Ibadah di Tambora, Jum'at minggu depan selesai
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berjanji akan memberi solusi yang
terbaik terkait penolakan warga Duri Selatan terhadap tempat ibadah di
fasilitas sosial Sekolah Damai di Tambora. Jokowi akan mempelajari 3
buah buku laporan yang baru diberikan warga hari ini. Proses dialog berlangsung di dalam Masjid Jami Al-Ulama
di Jalan Jamblang, Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat, dihadiri sekitar 100 warga dan Jokowi.
"Saya baru mendapatkan bahan-bahan dari RT, para ulama dan berbagai lembaga masyarakat berupa 3 buku tebal ini. Secepatnya saya pelajari, semoga Jumat minggu depan bisa saya selesaikan," ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan, dirinya pernah mendapatkan informasi permasalahan di wilayah Tambora, namun secara detail saya belum mendapatkan data. "Kalau masalah bisa diselesaikan dengan cara santun kenapa tidak. Karena yang kita anut adalah norma yang islami. Karena di Jakarta saat ini sangat dingin. Kalau tidak dibicarakan akan panas karena tidak ada koordinassi antarwarga," ujar Jokowi.
Gubernur DKI Joko Widodo menemui warga Duri Selatan untuk berdialog mencari solusi. Jokowi tiba di Masjid Al Ulama, Jalan Jamblang, Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat sekitar pukul 16.00 WIB, Jumat (12/4/2013).
Seperti biasa, kehadiran orang nomor 1 di DKI Jakarta itu disambut antusias oleh warga. Ratusan warga berebut bersalaman dengan Jokowi yang mengenakan baju muslim putih dan bercelana hitam. Jokowi didampingi Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Suntana dan Wali Kota Jakbar Burhanuddin.
Sumber :
news.detik.com
"Saya baru mendapatkan bahan-bahan dari RT, para ulama dan berbagai lembaga masyarakat berupa 3 buku tebal ini. Secepatnya saya pelajari, semoga Jumat minggu depan bisa saya selesaikan," ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan, dirinya pernah mendapatkan informasi permasalahan di wilayah Tambora, namun secara detail saya belum mendapatkan data. "Kalau masalah bisa diselesaikan dengan cara santun kenapa tidak. Karena yang kita anut adalah norma yang islami. Karena di Jakarta saat ini sangat dingin. Kalau tidak dibicarakan akan panas karena tidak ada koordinassi antarwarga," ujar Jokowi.
Gubernur DKI Joko Widodo menemui warga Duri Selatan untuk berdialog mencari solusi. Jokowi tiba di Masjid Al Ulama, Jalan Jamblang, Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat sekitar pukul 16.00 WIB, Jumat (12/4/2013).
Seperti biasa, kehadiran orang nomor 1 di DKI Jakarta itu disambut antusias oleh warga. Ratusan warga berebut bersalaman dengan Jokowi yang mengenakan baju muslim putih dan bercelana hitam. Jokowi didampingi Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Suntana dan Wali Kota Jakbar Burhanuddin.
Sumber :
news.detik.com
Jokowi berulang kali sebut MRT terkendala masalah administrasi
Proyek pembangunan transportasi berbasis massal atau Mass Rapid Transit
(MRT) diprediksi bakal mundur karena terkendala masalah administrasi.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengakui hal itu jadi kendala
buat merealisasikan proyek bernilai Rp 15 triliun itu.
"Iya itu lah, iya itu lah, ini persoalan administrasi masalah prosedur yang kemarin kelihatan sudah beres tapi muncul lagi permasalahan seperti itu," ujar Jokowi di Tambora, Jakarta Barat, Jumat (12/4).
Politikus PDIP itu terlihat kesal rencana pembangunan MRT belum juga ada titik temu. Di mana pada awalnya, Jokowi berhasil melakukan renegosiasi ulang terkait pembagian beban pengembalian utang ke JICA (Japan International Cooperation Agency).
Awalnya DKI menanggung 58 persen, pemerintah pusat 42 persen, setelah dilakukan renegosiasi pembagian beban menjadi 51 persen DKI sedangkan 49 pemerintah pusat.
"Kemarin kelihatan sudah beres tapi muncul lagi permasalahan seperti itu. Ini yang sudah lima bulan ini kita garap gak selesai-selesai masalah prosedur, masalah administrasi," kata Jokowi.
"Masalah prosedur, masalah administrasi, masalah prosedur, masalah administrasi, masalah prosedur, masalah administrasi, masalah prosedur, masalah administrasi, masalah prosedur, masalah administrasi," katanya dengan nada ketus.
Walaupun demikian, Jokowi menargetkan persoalan dan pembangunan MRT akan dia selesaikan pada bulan ini. Dirinya akan terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak-pihak terkait.
"Ya ini saya beri target agar bulan ini agar segera diumumkan. Ini semuanya kebut pararel. Terus terang kalau seperti ini masalah admistrasi itu capek," kata Jokowi.
"Akan saya dorong terus jangan menyerah hanya karena hal seperti itu, tapi sebetulnya cape," tandasnya.
Seperti diketahui, proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) diperkirakan akan mundur karena terkendala masalah administrasi. Sebab, dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 30 Tahun 2011 tentang loan agreement (pinjaman), harus dilakukan revisi persetujuan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan untuk mendapatkan persetujuan pinjaman dari Bappenas.
Sebelum mendapatkan persetujuan dari kedua kementerian itu, pihak Pemprov DKI juga harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari DPRD DKI. Hal ini diperlukan karena ada perubahan dalam pembagian beban pengembalian utang kepada Japan International Cooperation Agency (JICA).
Sumber :
merdeka.com
Berita Serupa :
- jakarta.tribunnews.com : "Jokowi Keukeuh Realisasikan MRT Bulan Ini"
"Iya itu lah, iya itu lah, ini persoalan administrasi masalah prosedur yang kemarin kelihatan sudah beres tapi muncul lagi permasalahan seperti itu," ujar Jokowi di Tambora, Jakarta Barat, Jumat (12/4).
Politikus PDIP itu terlihat kesal rencana pembangunan MRT belum juga ada titik temu. Di mana pada awalnya, Jokowi berhasil melakukan renegosiasi ulang terkait pembagian beban pengembalian utang ke JICA (Japan International Cooperation Agency).
Awalnya DKI menanggung 58 persen, pemerintah pusat 42 persen, setelah dilakukan renegosiasi pembagian beban menjadi 51 persen DKI sedangkan 49 pemerintah pusat.
"Kemarin kelihatan sudah beres tapi muncul lagi permasalahan seperti itu. Ini yang sudah lima bulan ini kita garap gak selesai-selesai masalah prosedur, masalah administrasi," kata Jokowi.
"Masalah prosedur, masalah administrasi, masalah prosedur, masalah administrasi, masalah prosedur, masalah administrasi, masalah prosedur, masalah administrasi, masalah prosedur, masalah administrasi," katanya dengan nada ketus.
Walaupun demikian, Jokowi menargetkan persoalan dan pembangunan MRT akan dia selesaikan pada bulan ini. Dirinya akan terus berkoordinasi secara intensif dengan pihak-pihak terkait.
"Ya ini saya beri target agar bulan ini agar segera diumumkan. Ini semuanya kebut pararel. Terus terang kalau seperti ini masalah admistrasi itu capek," kata Jokowi.
"Akan saya dorong terus jangan menyerah hanya karena hal seperti itu, tapi sebetulnya cape," tandasnya.
Seperti diketahui, proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) diperkirakan akan mundur karena terkendala masalah administrasi. Sebab, dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 30 Tahun 2011 tentang loan agreement (pinjaman), harus dilakukan revisi persetujuan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan untuk mendapatkan persetujuan pinjaman dari Bappenas.
Sebelum mendapatkan persetujuan dari kedua kementerian itu, pihak Pemprov DKI juga harus terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari DPRD DKI. Hal ini diperlukan karena ada perubahan dalam pembagian beban pengembalian utang kepada Japan International Cooperation Agency (JICA).
Sumber :
merdeka.com
Berita Serupa :
- jakarta.tribunnews.com : "Jokowi Keukeuh Realisasikan MRT Bulan Ini"
Golkar: Mahfud MD & Jokowi Sudah Dicatat untuk Dampingi Ical di 2014
Golkar hingga saat ini tetap mantap mengusung Aburizal Bakrie (Ical)
sebagai capres. Bahkan, Golkar kini sibuk mencarikan pasangan cawapres
buat Ical. Beberapa nama yang masuk radar dan telah dicatat Golkar
adalah Mahfud MD dan Jokowi.
"Semuanya kita catat, ada Pak Mahfud, Jokowi, macam-macam," ujar Waketum Golkar, Sharif Cicip Sutarjo, kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2013).
Namun, Cicip mengatakan, hingga kini belum ada keputusan yang pasti. Golkar masih mengkaji nama-nama yang ada untuk nantinya dipilih.
"Tapi cawapresnya belum putus," katanya.
Sebelumnya beberapa petinggi Golkar tampak datang saat acara syukuran di rumah Mahfud MD. Mereka adalah Sekjen Golkar Idrus Marham dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung.
Saat itu keduanya tidak menampik kemungkinan Mahfud MD mendampingi Ical di bursa Pilpres 2014.
Sumber :
news.detik.com
"Semuanya kita catat, ada Pak Mahfud, Jokowi, macam-macam," ujar Waketum Golkar, Sharif Cicip Sutarjo, kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2013).
Namun, Cicip mengatakan, hingga kini belum ada keputusan yang pasti. Golkar masih mengkaji nama-nama yang ada untuk nantinya dipilih.
"Tapi cawapresnya belum putus," katanya.
Sebelumnya beberapa petinggi Golkar tampak datang saat acara syukuran di rumah Mahfud MD. Mereka adalah Sekjen Golkar Idrus Marham dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung.
Saat itu keduanya tidak menampik kemungkinan Mahfud MD mendampingi Ical di bursa Pilpres 2014.
Sumber :
news.detik.com
Jokowi: Semua Masalah Segera Saya Selesaikan
Joko Widodo berjanji akan menyelesaikan masalah sekolah yang menjadi
tempat ibadah, yang dipermasalahkan oleh warga Jalan Jamblang, Kelurahan
Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Pekan depan, Gubernur
DKI Jakarta itu berjanji akan datang kembali menemui warga.
"Saya sudah dapat bahan-bahan, dari RT, dari ulama dan tokoh, semua sudah menyampaikan. Ada tiga buku tebal (bahan) yang saya pegang, Insya Allah secepatnya saya pelajari," kata Jokowi saat bertemu warga di Masjid Jami Al Ulama, Jakarta Barat, Jumat (12/4/2013).
Mantan Wali Kota Surakarta ini berjanji hasil kajiannya akan ia sampaikan pada pekan depan. Paling telat, sebelum Jumat (19/4/2013). Ia meminta semua pihak untuk saling menjaga kerukunan, dan tidak saling memanasi.
"Tapi mudah-mudahan Senin atau Selasa saya sudah bisa sampaikan ke warga. Saya cuma minta semua menjaga kota ini, aman, nyaman, dan dingin. Semua masalah segera saya selesaikan," ujarnya.
Jokowi mengaku sudah mendengar permasalahan ini sejak Jumat pagi tadi. Dia bersyukur, meski sempat memanas, namun kondisi sudah kondusif kembali.
Jokowi melakukan tatap muka itu dengan warga dan tokoh masyarakat setempat. Pertemuan digelar sekitar 45 menit dan diakhiri dengan bagi-bagi sembako.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Terkait :
- metro.news.viva.co.id : "Cara Jokowi Damaikan Warga Duri Selatan"
"Saya sudah dapat bahan-bahan, dari RT, dari ulama dan tokoh, semua sudah menyampaikan. Ada tiga buku tebal (bahan) yang saya pegang, Insya Allah secepatnya saya pelajari," kata Jokowi saat bertemu warga di Masjid Jami Al Ulama, Jakarta Barat, Jumat (12/4/2013).
Mantan Wali Kota Surakarta ini berjanji hasil kajiannya akan ia sampaikan pada pekan depan. Paling telat, sebelum Jumat (19/4/2013). Ia meminta semua pihak untuk saling menjaga kerukunan, dan tidak saling memanasi.
"Tapi mudah-mudahan Senin atau Selasa saya sudah bisa sampaikan ke warga. Saya cuma minta semua menjaga kota ini, aman, nyaman, dan dingin. Semua masalah segera saya selesaikan," ujarnya.
Jokowi mengaku sudah mendengar permasalahan ini sejak Jumat pagi tadi. Dia bersyukur, meski sempat memanas, namun kondisi sudah kondusif kembali.
Jokowi melakukan tatap muka itu dengan warga dan tokoh masyarakat setempat. Pertemuan digelar sekitar 45 menit dan diakhiri dengan bagi-bagi sembako.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Terkait :
- metro.news.viva.co.id : "Cara Jokowi Damaikan Warga Duri Selatan"
Ditanya Duet Bareng Rustri di Pilpres 2014, Jokowi Senyum-senyum
Joko Widodo (Jokowi) dan Rustriningsih dinilai sebagai kader PDIP yang
fenomenal saat ini. Bagaimana respons Jokowi saat ditanya duet dengan
Rustriningsih di 2014?
"Hahaha..saya nggak bisa jawab," kata Jokowi sembari tersenyum.
Hal ini disampaikan Jokowi kepada detikcom usai berkunjung ke Jl Duri Selatan V, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (12/4/2013).
Jokowi memang berulang kali menyatakan tak berminat maju Pilpres 2014, meskipun sejumlah survei menempatkan Jokowi sebagai capres paling potensial saat ini.
Di pihak Rustriningsih, perempuan 45 tahun ini tak yakin dia akan diusung di Pilpres 2014. Karena tiket ke Pilgub Jateng saja tak diberikan kepadanya oleh PDIP.
Namun Rustri berseloroh bahwa dia sudah mempersiapkan diri dengan baik seperti Rambo. Rustri mengibaratkan dirinya saat ini sebagai single fighter.
"Saya sudah persiapkan diri seperti seorang Rambo lho. Single fighter, saya harus siapkan kondisi terburuk saat elite partai atau mesin partai tidak bisa kerja. Saya sampai mempersiapkan diri seperti Rambo mau dikirim ke Vietnam," canda Rustri di rumah dinasnya hari ini.
"Hahaha..saya nggak bisa jawab," kata Jokowi sembari tersenyum.
Hal ini disampaikan Jokowi kepada detikcom usai berkunjung ke Jl Duri Selatan V, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (12/4/2013).
Jokowi memang berulang kali menyatakan tak berminat maju Pilpres 2014, meskipun sejumlah survei menempatkan Jokowi sebagai capres paling potensial saat ini.
Di pihak Rustriningsih, perempuan 45 tahun ini tak yakin dia akan diusung di Pilpres 2014. Karena tiket ke Pilgub Jateng saja tak diberikan kepadanya oleh PDIP.
Namun Rustri berseloroh bahwa dia sudah mempersiapkan diri dengan baik seperti Rambo. Rustri mengibaratkan dirinya saat ini sebagai single fighter.
"Saya sudah persiapkan diri seperti seorang Rambo lho. Single fighter, saya harus siapkan kondisi terburuk saat elite partai atau mesin partai tidak bisa kerja. Saya sampai mempersiapkan diri seperti Rambo mau dikirim ke Vietnam," canda Rustri di rumah dinasnya hari ini.
Sumber :
news.detik.com
Jokowi Bagi-bagikan Beras & Perlengkapan Sekolah di Tambora
Usai melakukan diskusi dengan warga, Gubernur DKI Jakarta Jokowi
membagi-bagikan beras dan perlengkapan sekolah. Warga pun berebutan.
Jokowi pun mengeluarkan instruksi,"Ayo baris dulu!"
Jokowi mengatakan hal itu sambil tangannya mengatur sekitar 100 warga Duri Selatan yang bergerombol di Jalan Jambang, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (12/4/2013).
Warga pun menuruti perintah Jokowi untuk berbaris. Jokowi dibantu staf menyerahkan beras, seragam sekolah, buku, sepatu dan tas pada warga.
Sebelumnya Jokowi berdiskusi dengan warga di Masjid Jami' Al Ulma mengenai tempat ibadah ilegal yang digelar di salah satu gedung SD di kawasan itu.
Sumber :
news.detik.com
Jokowi mengatakan hal itu sambil tangannya mengatur sekitar 100 warga Duri Selatan yang bergerombol di Jalan Jambang, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (12/4/2013).
Warga pun menuruti perintah Jokowi untuk berbaris. Jokowi dibantu staf menyerahkan beras, seragam sekolah, buku, sepatu dan tas pada warga.
Sebelumnya Jokowi berdiskusi dengan warga di Masjid Jami' Al Ulma mengenai tempat ibadah ilegal yang digelar di salah satu gedung SD di kawasan itu.
Sumber :
news.detik.com
Rustri vs PDIP, Ini Kata Jokowi
Gubernur DKI Jakarta dari PDI Perjuangan Joko Widodo angkat bicara soal
kisruh Rustriningsih dengan PDI Perjuangan. Rustri kecewa karena PDIP
tak memberi rekomendasi di Pilgub Jateng. Jokowi pun urun rembug.
"Ya ini masalah komunikasi yang belum sambung saja. Sebaiknya kalau bisa ketemu antara DPP dengan Mbak Rustri, nanti bisa sambung, karena ideologinya sama," usul Jokowi.
Hal ini disampaikan Jokowi kepada detikcom usai berkunjung ke Jl Duri Selatan V, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (12/4/2013).
Namun Jokowi tak mau banyak bicara. Menurut Jokowi, urusan Rustriningsih sepenuhnya menjadi tanggung jawab DPP PDIP.
"Ya ditanya ke DPP saja," katanya.
Menurut Jokowi, apakah Rustri masih dianggap dan punya masa depan di PDIP? "Ya tanya DPP, saya nggak bisa jawab," pungkasnya pendek.
Rustriningsih telah buka-bukaan menyangkut kekecewaannya terhadap PDIP. Rustri mengaku kecewa sejak tahun 2010 silam saat sejumlah pengurus DPC PDIP dipecat tanpa alasan. Kekecewaan Rustri mencapai puncak saat dirinya tak direkomendasikan menjadi cagub Jateng oleh partainya.
Sumber :
news.detik.com
"Ya ini masalah komunikasi yang belum sambung saja. Sebaiknya kalau bisa ketemu antara DPP dengan Mbak Rustri, nanti bisa sambung, karena ideologinya sama," usul Jokowi.
Hal ini disampaikan Jokowi kepada detikcom usai berkunjung ke Jl Duri Selatan V, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (12/4/2013).
Namun Jokowi tak mau banyak bicara. Menurut Jokowi, urusan Rustriningsih sepenuhnya menjadi tanggung jawab DPP PDIP.
"Ya ditanya ke DPP saja," katanya.
Menurut Jokowi, apakah Rustri masih dianggap dan punya masa depan di PDIP? "Ya tanya DPP, saya nggak bisa jawab," pungkasnya pendek.
Rustriningsih telah buka-bukaan menyangkut kekecewaannya terhadap PDIP. Rustri mengaku kecewa sejak tahun 2010 silam saat sejumlah pengurus DPC PDIP dipecat tanpa alasan. Kekecewaan Rustri mencapai puncak saat dirinya tak direkomendasikan menjadi cagub Jateng oleh partainya.
Sumber :
news.detik.com
Jokowi: Jakarta Panas, Jangan Saling Memanasi
Saat mengunjungi warga Tambora, Jakarta Barat, Gubernur DKI Jakarta
Joko Widodo memberikan sejumlah wejangan untuk warga setempat. Di depan
ratusan warga dan tokoh masyarakat setempat, Jokowi meminta warga untuk
menjaga kerukunan dan tidak saling memanaskan suasana.
"Kalau ada persoalan kecil jangan dibesar-besarkan. Kalau persoalan besar ya harus diselesaikan dengan cepat. Perbedaan itu realitas, di Jakarta hawa panas, jangan sampai kehidupan sehari-hari saling manas-memanasi. Mohon semua membantu menyelesaikan dengan santun,"kata Jokowi.
Hal itu dikatakan dia saat bertatap muka dengan warga Jalan Jamblang, Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat pada Jumat (12/4/2013) sore, di Masjid Jami Al Ulama. Saat berbicara, ia menggunakan pengeras suara di masjid tersebut dan terdengar jelas hingga puluhan meter.
Menurut Jokowi, dia sudah mendengar informasi tentang kondisi kerukunan di Kampung Duri yang kabarnya tengah atau sempat memanas. Informasi tersebut diterima Jokowi pada pagi tadi.
"Dari pagi saya tahu infonya, tapi secara detil saya belum mendapatkan laporan dari lapangan. Sore ini saya ingin mendengarkan masukan sehingga masalah bisa diselesaikan dengan baik,"
Mantan Wali Kota Surakarta ini menegaskan, dia meminta semua warga untuk menjaga kerukunan. Jokowi berjanji akan membuka diri untuk menyelesaikan masalah dan menjaga kerukunan warga.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- jakarta.tribunnews.com : "Jokowi Mediasi Warga Soal Isu Penyegelan Gereja"
- merdeka.com : "Jokowi minta warga tak ribut gara-gara tempat ibadah"
"Kalau ada persoalan kecil jangan dibesar-besarkan. Kalau persoalan besar ya harus diselesaikan dengan cepat. Perbedaan itu realitas, di Jakarta hawa panas, jangan sampai kehidupan sehari-hari saling manas-memanasi. Mohon semua membantu menyelesaikan dengan santun,"kata Jokowi.
Hal itu dikatakan dia saat bertatap muka dengan warga Jalan Jamblang, Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat pada Jumat (12/4/2013) sore, di Masjid Jami Al Ulama. Saat berbicara, ia menggunakan pengeras suara di masjid tersebut dan terdengar jelas hingga puluhan meter.
Menurut Jokowi, dia sudah mendengar informasi tentang kondisi kerukunan di Kampung Duri yang kabarnya tengah atau sempat memanas. Informasi tersebut diterima Jokowi pada pagi tadi.
"Dari pagi saya tahu infonya, tapi secara detil saya belum mendapatkan laporan dari lapangan. Sore ini saya ingin mendengarkan masukan sehingga masalah bisa diselesaikan dengan baik,"
Mantan Wali Kota Surakarta ini menegaskan, dia meminta semua warga untuk menjaga kerukunan. Jokowi berjanji akan membuka diri untuk menyelesaikan masalah dan menjaga kerukunan warga.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- jakarta.tribunnews.com : "Jokowi Mediasi Warga Soal Isu Penyegelan Gereja"
- merdeka.com : "Jokowi minta warga tak ribut gara-gara tempat ibadah"
Temui Warga, Jokowi Bahas Tempat Ibadah Ilegal di Tambora
Keberadaan sebuah ruang fasilitas sosial yang dijadikan tempat ibadah
ilegal di Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat dipersoalkan warga
setempat. Mengatasi persoalan itu, Gubernur DKI Joko Widodo menemui
warga setempat untuk berdialog mencari solusi.
Jokowi tiba di Masjid Al Ulama, Jalan Jamblang, Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat sekitar pukul 16.00 WIB, Jumat (12/4/2013). Seperti biasa, kehadiran orang nomor 1 di DKI Jakarta itu disambut antusias oleh warga. Ratusan warga berebut bersalaman dengan Jokowi yang mengenakan baju muslim putih dan bercelana hitam. Jokowi didampingi Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Suntana dan Walikota Jakbar Burhanuddin.
Proses dialog berlangsung di dalam masjid. Sekitar 80 warga hadir memenuhi ruangan masjid untuk berdialog dengan Jokowi.
"Warga Duri Selatan sejak awal tidak menyetujui tempat ibadah di sekolah tersebut," ujar Ustad Cucu, pimpinan Forum Kerjasama Masjid, Musala, dan Majelis Taklim (FKM3T).
Tempat ibadah dimaksud yang dipersoalkan warga adalah sebuah ruang kelas di Sekolah Damai yang disulap menjadi tempat ibadah pada waktu-waktu tertentu. Praktek ibadah di tempat itu sudah berlangsung lama. Protes warga terhadap penyalahgunaan fasos itu juga sudah lama.
Sebuah spanduk berisi tanda tangan dukungan warga terhadap rekomendasi Pemerintah Kota Jakarta Barat dalam rangka pentutupan tempat ibadah ilegal di ruang fasos Sekolah Damai. Sampai saat ini, dialog masih berlangsung. Jokowi juga belum memberikan pandangan.
Sumber :
news.detik.com
Berita Serupa :
- jakarta.tribunnews.com : "Jokowi: Saya Tidak Senang Masalah Ditahan Bertahun-tahun"
Jokowi tiba di Masjid Al Ulama, Jalan Jamblang, Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat sekitar pukul 16.00 WIB, Jumat (12/4/2013). Seperti biasa, kehadiran orang nomor 1 di DKI Jakarta itu disambut antusias oleh warga. Ratusan warga berebut bersalaman dengan Jokowi yang mengenakan baju muslim putih dan bercelana hitam. Jokowi didampingi Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Suntana dan Walikota Jakbar Burhanuddin.
Proses dialog berlangsung di dalam masjid. Sekitar 80 warga hadir memenuhi ruangan masjid untuk berdialog dengan Jokowi.
"Warga Duri Selatan sejak awal tidak menyetujui tempat ibadah di sekolah tersebut," ujar Ustad Cucu, pimpinan Forum Kerjasama Masjid, Musala, dan Majelis Taklim (FKM3T).
Tempat ibadah dimaksud yang dipersoalkan warga adalah sebuah ruang kelas di Sekolah Damai yang disulap menjadi tempat ibadah pada waktu-waktu tertentu. Praktek ibadah di tempat itu sudah berlangsung lama. Protes warga terhadap penyalahgunaan fasos itu juga sudah lama.
Sebuah spanduk berisi tanda tangan dukungan warga terhadap rekomendasi Pemerintah Kota Jakarta Barat dalam rangka pentutupan tempat ibadah ilegal di ruang fasos Sekolah Damai. Sampai saat ini, dialog masih berlangsung. Jokowi juga belum memberikan pandangan.
Sumber :
news.detik.com
Berita Serupa :
- jakarta.tribunnews.com : "Jokowi: Saya Tidak Senang Masalah Ditahan Bertahun-tahun"
Senyum Sumringah Jokowi Dikerubuti Warga
Joko Widodo terlihat tersenyum lebar saat warga di Jalan Jamblang,
Kelurahan Duri Selatan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, menyambutnya.
Tidak terlihat ada kesan merasa terganggu dari wajah Gubernur DKI
Jakarta itu.
Dengan mengenakan pakaian khas Betawi, Sadharia, Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, Jumat (12/4/2013) sore. Puluhan warga, tua, muda, perempuan, dan laki-laki langsung mengerubunginya. Mereka berebut untuk bersalaman, sambil mencuri-curi untuk memotretnya melalui kamera telepon seluler.
Dengan sabar, Jokowi menyalami satu per satu warga yang mengerubutinya. Penjagaan dari pengawal pribadinya juga tak begitu ketat.
Kedatangan Jokowi ke Jalan Jamblang kabarnya untuk bertatap muka dengan warga dan tokoh masyarakat di wilayah tersebut. Kegiatan tatap muka ini digelar di Masjid Jami Al Ulama.
Dari informasi yang dihimpun, pembicaraan Jokowi dengan tokoh masyarakat setempat terkait kondisi kerukunan warga.
"Saya belum tahu banyak, jadi belum bisa berbicara banyak. Kalau ada masalah, bisa diselesaikan dengan baik-baik," kata Jokowi di lokasi.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Dengan mengenakan pakaian khas Betawi, Sadharia, Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, Jumat (12/4/2013) sore. Puluhan warga, tua, muda, perempuan, dan laki-laki langsung mengerubunginya. Mereka berebut untuk bersalaman, sambil mencuri-curi untuk memotretnya melalui kamera telepon seluler.
Dengan sabar, Jokowi menyalami satu per satu warga yang mengerubutinya. Penjagaan dari pengawal pribadinya juga tak begitu ketat.
Kedatangan Jokowi ke Jalan Jamblang kabarnya untuk bertatap muka dengan warga dan tokoh masyarakat di wilayah tersebut. Kegiatan tatap muka ini digelar di Masjid Jami Al Ulama.
Dari informasi yang dihimpun, pembicaraan Jokowi dengan tokoh masyarakat setempat terkait kondisi kerukunan warga.
"Saya belum tahu banyak, jadi belum bisa berbicara banyak. Kalau ada masalah, bisa diselesaikan dengan baik-baik," kata Jokowi di lokasi.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Jadi Cawapres Jokowi? Rustri: Saya Sudah Siap Seperti Rambo
Wakil Gubernur Jawa Tengah Rustriningsih (45) disebut-sebut sebagai
tokoh wanita potensial di Pilpres 2014. Lalu apakah Rustri tertarik maju
Pilpres 2014, menjadi pendamping Joko Widodo yang sama fenomenalnya?
"Enggak mungkinlah ya, jadi gubernur saja terhalang kok," kata Rustri sembari tersenyum.
Hal ini disampaikan Rustri saat berbincang santai dengan wartawan di ruang tamu rumah dinasnya di Jl Rinjani 1, Semarang, Jumat (12/4/2013).
Rustri memang belum serius memikirkan Pilpres 2014. Namun sarjana Fisip dari Unsoed ini malah berseloroh dia sangat siap secara fisik dan mental setelah didepak dari kancah Pilgub Jateng oleh PDIP yang dibelanya selama ini.
"Saya sudah persiapkan diri seperti seorang Rambo lho. Single fighter, saya harus siapkan kondisi terburuk saat elite partai, mesin partai tidak bisa kerja. Saya sampai mempersiapkan diri seperti Rambo mau dikirim ke Vietnam," selorohnya.
"Otot saya latih, kecerdasan, ketahanan, saya siapkan betul. Calon gubernur saja terhalang apalagi bicara soal wapres," lanjut Rustri sambil tertawa.
Rustri juga tak tertarik mengikuti konvensi capres yang dibuka Partai Demokrat. Rustri masih setia dengan PDIP.
"Pendiri dari partai lain melihat Rustriningsih dengan kondisi sekarang, sebagaian mengatakan Rustri cukup loyal kepada PDIP," tandas.
Sumber :
news.detik.com
"Enggak mungkinlah ya, jadi gubernur saja terhalang kok," kata Rustri sembari tersenyum.
Hal ini disampaikan Rustri saat berbincang santai dengan wartawan di ruang tamu rumah dinasnya di Jl Rinjani 1, Semarang, Jumat (12/4/2013).
Rustri memang belum serius memikirkan Pilpres 2014. Namun sarjana Fisip dari Unsoed ini malah berseloroh dia sangat siap secara fisik dan mental setelah didepak dari kancah Pilgub Jateng oleh PDIP yang dibelanya selama ini.
"Saya sudah persiapkan diri seperti seorang Rambo lho. Single fighter, saya harus siapkan kondisi terburuk saat elite partai, mesin partai tidak bisa kerja. Saya sampai mempersiapkan diri seperti Rambo mau dikirim ke Vietnam," selorohnya.
"Otot saya latih, kecerdasan, ketahanan, saya siapkan betul. Calon gubernur saja terhalang apalagi bicara soal wapres," lanjut Rustri sambil tertawa.
Rustri juga tak tertarik mengikuti konvensi capres yang dibuka Partai Demokrat. Rustri masih setia dengan PDIP.
"Pendiri dari partai lain melihat Rustriningsih dengan kondisi sekarang, sebagaian mengatakan Rustri cukup loyal kepada PDIP," tandas.
Sumber :
news.detik.com
Jokowi Diminta Berantas Kejahatan Jalanan di Jakarta
Kejahatan jalanan masih marak di Ibu Kota. Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo (Jokowi) diminta memberantas kejahatan jalanan yang meresahkan
warga tersebut.
"Gubernur sebagai kepala daerah harus memprioritaskan kerjasama dengan Polda. Karena kalau kejahatan dibiarkan, premanisme nanti punya organisasi yang tentu untuk disalahgunakan," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Al Muzzammil Yusuf saat dihubungi, Jumat (12/4/2013).
Muzzammil menegaskan, ukuran keberhasilan kepemimpinan Jokowi juga ditentukan faktor keamanan. "Ini jadi sangat penting," ujarnya.
Selain itu polisi juga harus sigap membaca keresahan masyarakat atas kejahatan di jalanan. Tuntutan publik untuk pemberantasan preman harus diprioritaskan.
"Ini momentum kepolisian, kalau tidak yang dirugikan masyarakat. Mereka bersenjata, terkelompok, dan meresahkan masyrakat," imbuhnya.
Bila pemberantasan preman tak terealisasi, maka kemarahan publik sebut Muzzammil jadi kewajaran. "Ada preman terbunuh, publik bergembira karena mereka selama ini jadi korban," tuturnya.
Polisi diminta membuat protap untuk pemberantasan preman. Protap ini berlaku untuk semua wilayah di Indonesia. "Polisi harus bertanggungjawab, jangan cuma operasi sesaat," kata dia.
Sumber :
news.detik.com
"Gubernur sebagai kepala daerah harus memprioritaskan kerjasama dengan Polda. Karena kalau kejahatan dibiarkan, premanisme nanti punya organisasi yang tentu untuk disalahgunakan," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Al Muzzammil Yusuf saat dihubungi, Jumat (12/4/2013).
Muzzammil menegaskan, ukuran keberhasilan kepemimpinan Jokowi juga ditentukan faktor keamanan. "Ini jadi sangat penting," ujarnya.
Selain itu polisi juga harus sigap membaca keresahan masyarakat atas kejahatan di jalanan. Tuntutan publik untuk pemberantasan preman harus diprioritaskan.
"Ini momentum kepolisian, kalau tidak yang dirugikan masyarakat. Mereka bersenjata, terkelompok, dan meresahkan masyrakat," imbuhnya.
Bila pemberantasan preman tak terealisasi, maka kemarahan publik sebut Muzzammil jadi kewajaran. "Ada preman terbunuh, publik bergembira karena mereka selama ini jadi korban," tuturnya.
Polisi diminta membuat protap untuk pemberantasan preman. Protap ini berlaku untuk semua wilayah di Indonesia. "Polisi harus bertanggungjawab, jangan cuma operasi sesaat," kata dia.
Sumber :
news.detik.com
Duet Jokowi-Rustri di Pilpres 2014? Ini Kata PDIP
Joko Widodo dan Rustriningsih adalah dua kader PDIP yang tengah naik
daun. Jokowi yang sukses menjadi Gubernur DKI Jakarta bahkan jadi capres
potensial. Mungkinkah Jokowi menduetkan Jokowi-Rustri di 2014?
"Kita belum membicarakan apalagi mengambil keputusan tentang itu (duet Jokowi-Rustri)," ujar ketua DPP PDIP, Maruarar Sirait, kepada wartawan di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2013).
Maruarar mengatakan bahwa Rustriningsih adalah kader yang loyal. Bahkan ketika keinginannya maju ke pilgub Jateng tidak mendapat dukungan dari PDIP.
"Walaupun dia punya keinginan menjadi cagub, dan partai memutuskan lain, itu bagus. Loyalitas itu diuji pada saat kemauan partai A dan dia B," lanjutnya.
Sedangkan popularitas Gubernur DKI, Joko Widodo yang terus menanjak juga menjadi kebanggaan bagi partai.
"Di survei-survei, dari 3 besar ada mas Jokowi, Bu Mega dan Prabowo. Itu membuktikan bahwa konsolidasi berjalan dengan bagus," kata Maruarar.
Namun untuk capres-cawapres di 2014 PDIP belum mengambil keputusan. Maklum, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga disebut-sebut masih ingin nyapres.
"Kami sedang fokus menyusun DCS dan merapatkan itu," imbuhnya.
Sumber :
news.detik.com
"Kita belum membicarakan apalagi mengambil keputusan tentang itu (duet Jokowi-Rustri)," ujar ketua DPP PDIP, Maruarar Sirait, kepada wartawan di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2013).
Maruarar mengatakan bahwa Rustriningsih adalah kader yang loyal. Bahkan ketika keinginannya maju ke pilgub Jateng tidak mendapat dukungan dari PDIP.
"Walaupun dia punya keinginan menjadi cagub, dan partai memutuskan lain, itu bagus. Loyalitas itu diuji pada saat kemauan partai A dan dia B," lanjutnya.
Sedangkan popularitas Gubernur DKI, Joko Widodo yang terus menanjak juga menjadi kebanggaan bagi partai.
"Di survei-survei, dari 3 besar ada mas Jokowi, Bu Mega dan Prabowo. Itu membuktikan bahwa konsolidasi berjalan dengan bagus," kata Maruarar.
Namun untuk capres-cawapres di 2014 PDIP belum mengambil keputusan. Maklum, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga disebut-sebut masih ingin nyapres.
"Kami sedang fokus menyusun DCS dan merapatkan itu," imbuhnya.
Sumber :
news.detik.com
PGN janji penuhi permintaan Jokowi pasok gas buat TransJakarta
Awal Maret lalu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
meminta PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) memasok gas untuk kebutuhan
bahan bakar bagi TransJakarta. Melalui pembangunan Stasiun Pengisian
Bahan Bakar Gas (SPBG) merupakan sarana infrastruktur penunjang utama
lancarnya armada TransJakarta berbahan bakar gas.
Sebab, selama ini salah satu kendala operasional TransJakarta adalah keterbatasan SPBG. PGN menyatakan komitmennya memenuhi permintaan Jokowi.
"Jangan ragukan kami untuk menyuplai itu (gas), karena itu sudah jadi komitmen kami," tegas Direktur PGN Jobi Triananda di kantornya Jakarta, Jumat (12/4).
Saat ini jumlah trans Jakarta yang beroperasi mencapai 524 armada. Rencanaya akan ada tambahan sekitar 450 armada, sehingga total bus yang akan beroperasi sebanyak 974 armada.
Strategic Management Office PT PGN Adi Munandir menambahkan, kebutuhan gas untuk 454 armada sebanyak 81.000 liter setara premium (LSP) per hari, angka tersebut setara dengan 2,5 MMScfd. Dia menyebutkan, kebutuhan untuk 974 armada sebanyak 173.775 liter setara premium (LSP) per hari dan setara dengan 5,35 MMScfd.
Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN) Hendri Prio Santoso segera melakukan koordinasi intens dengan Pemprov DKI Jakarta untuk mengoptimalkan layanan bahan bakar gas. PT PGN juga siap melayani SPBU Pertamina maupun SPBU stasiun pengisian milik swasta yang ingin punya unit pengisian BBG.
"Kami akan melakukan koordinasi khusus dengan para pembina kami di Pemda DKI," ujar Hendri usai bertemu dengan Jokowi di kantor PT PGN, Jakarta, Jumat (22/3).
Hendri menambahkan, pihaknya berupaya menggandeng SPBU milik PT Pertamina atau swasta yang belum memiliki unit pengisian BBG.
"Jadi di mana ada jalur pipa kami, kami siap menyambung dan operator tinggal kontak kami investasi sedikit di dispensernya dan kami akan menyambung pipa ke stasiun-stasiun tersebut," jelas Hendri.
Sumber :
merdeka.com
Sebab, selama ini salah satu kendala operasional TransJakarta adalah keterbatasan SPBG. PGN menyatakan komitmennya memenuhi permintaan Jokowi.
"Jangan ragukan kami untuk menyuplai itu (gas), karena itu sudah jadi komitmen kami," tegas Direktur PGN Jobi Triananda di kantornya Jakarta, Jumat (12/4).
Saat ini jumlah trans Jakarta yang beroperasi mencapai 524 armada. Rencanaya akan ada tambahan sekitar 450 armada, sehingga total bus yang akan beroperasi sebanyak 974 armada.
Strategic Management Office PT PGN Adi Munandir menambahkan, kebutuhan gas untuk 454 armada sebanyak 81.000 liter setara premium (LSP) per hari, angka tersebut setara dengan 2,5 MMScfd. Dia menyebutkan, kebutuhan untuk 974 armada sebanyak 173.775 liter setara premium (LSP) per hari dan setara dengan 5,35 MMScfd.
Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (PT PGN) Hendri Prio Santoso segera melakukan koordinasi intens dengan Pemprov DKI Jakarta untuk mengoptimalkan layanan bahan bakar gas. PT PGN juga siap melayani SPBU Pertamina maupun SPBU stasiun pengisian milik swasta yang ingin punya unit pengisian BBG.
"Kami akan melakukan koordinasi khusus dengan para pembina kami di Pemda DKI," ujar Hendri usai bertemu dengan Jokowi di kantor PT PGN, Jakarta, Jumat (22/3).
Hendri menambahkan, pihaknya berupaya menggandeng SPBU milik PT Pertamina atau swasta yang belum memiliki unit pengisian BBG.
"Jadi di mana ada jalur pipa kami, kami siap menyambung dan operator tinggal kontak kami investasi sedikit di dispensernya dan kami akan menyambung pipa ke stasiun-stasiun tersebut," jelas Hendri.
Sumber :
merdeka.com
Jokowi Panggil Ahli Cagar Budaya
Tak sabar untuk segera mempercantik kawasan Kota Tua, Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo menemui Tim Penasihat Pelestarian Lingkungan dan
Bangunan Cagar Budaya DKI. Bersama timnya, pria yang akrab disapa Jokowi
ini tengah berjibaku menggodok rencana pembangunan Kota Tua.
"Kami bertemu dengan Pak Gubernur membahas konservasi Kota Tua di Jakarta. Beliau akan melakukan percepatan pembangunan Kota Tua dan menjadikannya sebagai ikon Jakarta," kata salah satu tim, Yuke Ardhiati di Balaikota, Jakarta, Jumat (12/4/2013).
Yuke menuturkan, Jokowi akan membentuk tim khusus yang nantinya berisi para ahli tata kota dan tata ruang, serta ahli konservasi. Rencana ini tengah digosok oleh timnya.
"Ada banyak yang disampaikan oleh teman-teman. Kami menyinggung konseptualnya, memberikan masukan ke beliau sebagai pakar untuk lingkungan dan kawasan cagar budaya," tuturnya.
Sementara saat ditemui Kamis 11 April kemarin, Jokowi menyatakan, pembentukan tim penataan Kota Tua ini dilakukan agar pembangunan kawasan ini sebagai daya tarik wisatawan, khususnya mancanegara dapat segera terealisasi.
"Kota Tua ini sesuatu yang dapat menjadi magnet yang enggak kalah dengan kota-kota lainnya di dunia, makanya akan diberi sebuah persiapan khusus yang bisa mendorong percepatan ini," ucapnya.
"Kami sudah usulkan agar pengelolaan Kota Tua itu 1 atap, dikelola oleh Pemprov DKI. Sekarang ini banyak yang berwenang mengurus soal tata kelola Kota Tua, ada swasta, ada BUMN," pungkas Jokowi.
Sumber :
liputan6.com
"Kami bertemu dengan Pak Gubernur membahas konservasi Kota Tua di Jakarta. Beliau akan melakukan percepatan pembangunan Kota Tua dan menjadikannya sebagai ikon Jakarta," kata salah satu tim, Yuke Ardhiati di Balaikota, Jakarta, Jumat (12/4/2013).
Yuke menuturkan, Jokowi akan membentuk tim khusus yang nantinya berisi para ahli tata kota dan tata ruang, serta ahli konservasi. Rencana ini tengah digosok oleh timnya.
"Ada banyak yang disampaikan oleh teman-teman. Kami menyinggung konseptualnya, memberikan masukan ke beliau sebagai pakar untuk lingkungan dan kawasan cagar budaya," tuturnya.
Sementara saat ditemui Kamis 11 April kemarin, Jokowi menyatakan, pembentukan tim penataan Kota Tua ini dilakukan agar pembangunan kawasan ini sebagai daya tarik wisatawan, khususnya mancanegara dapat segera terealisasi.
"Kota Tua ini sesuatu yang dapat menjadi magnet yang enggak kalah dengan kota-kota lainnya di dunia, makanya akan diberi sebuah persiapan khusus yang bisa mendorong percepatan ini," ucapnya.
"Kami sudah usulkan agar pengelolaan Kota Tua itu 1 atap, dikelola oleh Pemprov DKI. Sekarang ini banyak yang berwenang mengurus soal tata kelola Kota Tua, ada swasta, ada BUMN," pungkas Jokowi.
Sumber :
liputan6.com
Jokowi bentuk tim khusus untuk lestarikan Kota Tua
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) serius ingin menata kembali dan melestarikan kawasan Kota Tua, Jakarta Utara. Pagi ini, Jokowi mengadakan rapat dengan tim penasehat pelestarian lingkungan dan bangunan cagar budaya DKI Jakarta guna membahas konservasi bangunan peninggalan Belanda di Jakarta.
Jokowi akan membentuk badan-badan khusus untuk segera merealisasikan keinginannya menjadikan Kota Tua sebagai ikon Jakarta.
"Beliau menegaskan bahwa beliau akan melakukan percepatan kota tua menjadi kota yang menjadi ikon Jakarta dan sesuatu yang menjadi magnet yang enggak kalah dengan kota-kota lainnya di dunia," ujar Yuke Ardhiati, tim penasihat itu usai bertemu Jokowi di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/4).
Untuk memenuhi keinginan Jokowi, Yuke dan timnya sudah menyiapkan konsepnya dan menunggu proses untuk merealisasikannya. Menurut Yuke, Jokowi melakukan ini bertujuan untuk memberi bekal kepada warga Jakarta siap menerima Kota Tua sebagai kota yang bernilai intan, melebihi emas.
"Beliau (Jokowi) mengatakan sesegera mungkin. Dan akan diberi sebuah persiapan khusus yang bisa mendorong percepatan ini. Jadi Jakarta bersiap menerima kota tua sebagai keberkahan," ujarnya.
Dalam merevitalisasi Kota Tua, Yuke mengaku menemui kendala dalam mencari ahli yang paham konservasi. Sedangkan, hambatan kepemilikan Kota Tua adalah BUMN. "Itu adalah tugas pemerintah, beliau yang akan memfasilitasi, arsitek tugasnya berencana," ujarnya.
Sumber :
merdeka.com
Berita Serupa :
www.tempo.co : "Kota Tua Jakarta Segera Dikonservasi"
Jokowi akan membentuk badan-badan khusus untuk segera merealisasikan keinginannya menjadikan Kota Tua sebagai ikon Jakarta.
"Beliau menegaskan bahwa beliau akan melakukan percepatan kota tua menjadi kota yang menjadi ikon Jakarta dan sesuatu yang menjadi magnet yang enggak kalah dengan kota-kota lainnya di dunia," ujar Yuke Ardhiati, tim penasihat itu usai bertemu Jokowi di Balai Kota Jakarta, Jumat (12/4).
Untuk memenuhi keinginan Jokowi, Yuke dan timnya sudah menyiapkan konsepnya dan menunggu proses untuk merealisasikannya. Menurut Yuke, Jokowi melakukan ini bertujuan untuk memberi bekal kepada warga Jakarta siap menerima Kota Tua sebagai kota yang bernilai intan, melebihi emas.
"Beliau (Jokowi) mengatakan sesegera mungkin. Dan akan diberi sebuah persiapan khusus yang bisa mendorong percepatan ini. Jadi Jakarta bersiap menerima kota tua sebagai keberkahan," ujarnya.
Dalam merevitalisasi Kota Tua, Yuke mengaku menemui kendala dalam mencari ahli yang paham konservasi. Sedangkan, hambatan kepemilikan Kota Tua adalah BUMN. "Itu adalah tugas pemerintah, beliau yang akan memfasilitasi, arsitek tugasnya berencana," ujarnya.
Sumber :
merdeka.com
Berita Serupa :
www.tempo.co : "Kota Tua Jakarta Segera Dikonservasi"
Langganan:
Postingan (Atom)





















