Sabtu, 23 Februari 2013

Kunjungi wilayah banjir di Pengadengan Kalibata

Jokowi mendatangi warga RW 01 Pengadengan, Kalibata, Jakarta Selatan. Wilayah tersebut merupakan salah satu wilayah yang terkena dampak banjir besar yang melanda ibu kota pada pertengahan bulan lalu.
Tiba di lokasi sekitar pukul 17.50 WIB, kedatangan Jokowi yang mendadak mengejutkan warga Pengadengan.
"Wah Pak Jokowi datang kok nggak bilang-bilang? Tahu gitu saya dandan dulu," ujar seorang ibu yang rumahnya dilewati Jokowi.
Kepada wartawan, Jokowi mengaku tidak sempat menyambangi wilayah Pangadengan saat banjir besar pertengahan Januari lalu. Oleh karenanya, hari ini ia menyempatkan diri untuk berkunjung.
"Waktu banjir ada yang ketinggalan katanya. Banjir sampai dua meter tapi nggak saya tengok. Sehingga waktu dari kantor saya langsung ke sini," ungkap mantan Wali Kota Surakarta tersebut.
Jokowi berjanji akan mencari solusi untuk mengatasi banjir di wilayah Pengadengan. Ia berniat untuk membuat semacam waduk sebagai solusi banjir.
"Insya Allah akan kita cari solusi, dengan buat  tampungan air mungkin," ujar gubernur berbadan ceking itu.
Dalam kunjungannya, Jokowi melihat-melihat kondisi perkampungan padat yang terletak di bantaran Kali Ciliwung itu. Jokowi juga membagikan bantuan berupa peralatan sekolah dan beras pada warga.

Sumber :
http://megapolitan.kompas.com

Jumat, 22 Februari 2013

Jokowi temui Din Syamsuddin

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berkunjung ke Kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah Menteng, Jakarta Pusat. Dalam kunjungannya itu, pria yang akrab disapa Jokowi ini bertemu dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin.

"Kami tadi hanya silaturahim yang pertama. Yang kedua, kami mohon ke Muhammadiyah yang umatnya kan juga banyak sekali untuk bareng-bareng dengan kami mensosialisasikan mengenai normaliasi sungai. Kemudian juga mengenai penataan PKL untuk bersama-sama," ujar Jokowi didampingi Din di Kantor Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/2/2013).

Untuk menangani permasalahan yang ada di Jakarta, Jokowi mengakui bahwa dirinya menggandeng seluruh ormas yang ada, salah satunya Muhammadiyah.

"Semua ormas saya gandeng. Kita karena yang terdekat dengan Balai Kota, Muhammadiyah ya ke Muhammadiyah. Dan saya dengan beliau (Din) sudah kenal lama sekali," jelas Jokowi seraya tertawa khas.

"Ya mulai Maret kami akan sosialisasi. Yang punya ormas di bawah-bawah kan kami harus menunggu," sambungnya.

Orang nomor satu di Jakarta ini, memang kerap kali mengadakan pertemuan dengan beberapa ormas untuk dapat melancarkan program kerjanya. Seperti dalam hal pemakaian baju khas betawi, dimana Jokowi mengundang Badan Musyawarah (Bamus) Betawi untuk menyampaikan gagasannya.

Sumber :
http://news.detik.com

Jokowi tinjau waduk di Kampung Bangau

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo heran melihat kondisi sebuah waduk di Kampung Bangau, Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. Melihat kondisi waduk yang mungil dan terbengkalai, Jokowi menyindir, waduk tersebut lebih mirip dengan kolam arena pemancingan.
"Masak kayak gini namanya waduk. Ini empang tempat pemancingan," kata Jokowi dengan nada menyindir, di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (21/2/2013).
Geram dengan kondisi yang dilihatnya, Jokowi berjanji akan melanjutkan proyek pembangunan waduk secara tuntas dan di bawah pengawasannya langsung. Ia ingin memastikan proses pembangunan sesuai ketentuan dan membawa manfaat untuk masyarakat sekitar.
"Artinya, kalau ada proyek, tidak dicek, tidak ada manajemen kontrol, ya jadinya seperti ini. Saya sudah cek, tahun ini ada kegiatan lagi, mau saya awasi," ujarnya.
Jokowi datang meninjau waduk di Pondok Labu tersebut karena adanya laporan masyarakat. Masyarakat terus mengeluh karena waduk tak beroperasi optimal dan berulang kali permukiman di sekitar tergenang banjir.
Waduk itu adalah proyek yang dijalankan Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta yang dimulai sekitar tahun 2011. Waduk tersebut dibangun di atas lahan yang sebelumnya adalah tanah lapang.
Luas waduk tak begitu besar, diameternya hanya sekitar 15-20 meter. Pembangunan waduk merupakan alternatif untuk menyiasati luapan Kali Krukut. Lebar Kali Krukut di wilayah itu awalnya 8 meter dengan kedalaman mencapai 10 meter.
Namun, kondisi kali saat ini menyusut hanya tersisa lebar sekitar 3 meter dan kedalamannya juga ikut berkurang. Penyempitan Kali Krukut dipicu pembangunan kompleks latihan Marinir yang dilakukan pada awal 2011. Lebih dari setengah lebar sungai diuruk dan sebuah jembatan yang biasa digunakan warga untuk beraktivitas dibongkar.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com

Kamis, 21 Februari 2013

Jokowi Tinjau Waduk Kali Krukut

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meninjau Waduk Kali Krukut yang terletak di Kelurahan Pondok Labu, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Jokowi tiba di lokasi pada pukul 11.30 WIB. Kunjungan tersebut berlangsung selama kurang lebih satu jam.
Sebagai informasi, pembangunan waduk tersebut baru berlangsung setengah jalan dan masih terbengkalai sampai sekarang. Waduk itu akhirnya dimanfaatkan warga sebagai empang dan tempat memancing.
"Oleh karena itu, ketika pembangunan waduk ini diteruskan, saya sendiri yang akan memantaunya, sehingga benar-benar bermanfaat sebagai penghalau banjir," kata Jokowi disela-sela tinjauannya di waduk kali Krukut, Jakarta Selatan.
Langkah selanjutnya, Jokowi berencana melanjutkan pembangunan waduk tersebut dengan melakukan pelebaran. Menurut dia, lahan untuk pelebarannya telah tersedia.
"Lahannya sudah dibebaskan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sejak tahun lalu. Jadi, setelah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2013 cair, pembangunan waduk itu akan dilanjutkan," ujar Jokowi.
Rencananya, Jokowi mengungkapkan waduk tersebut akan dilebarkan hingga seluas 20.000 meter persegi, dari ukuran sebelumnya, yakni 9.000 meter persegi.
Selain meninjau waduk, Jokowi juga menyempatkan diri untuk melakukan pengecekan terhadap rumah pompa dan tanggul yang terletak di samping waduk kali Krukut, serta berbincang dengan warga sekitar.



Sumber :
http://www.republika.co.id

Jokowi ditegur Mendagri

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi menyatakan kehadiran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjadi juru kampanye pasangan Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki di Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 16 Februari 2013 adalah langkah yang keliru. Hal tersebut dinilai telah menyalahi aturan.

"Pertama dia salah ngasih surat cuti, sebelumnya harusnya dia minta 12 hari sebelum ngajuin surat cuti itu," kata Mendagri Gamawan Fauzi ditemui di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (21/2/2013).

Dikatakan Gamawan, Jokowi juga tidak memberitahukan keperluan kampanye untuk siapa Jokowi datang. "Ada saja waktu untuk Jokowi, tetapi dia kampanye untuk siapa tidak jelas dan tidak ada di surat itu. Padahal di dalam undang-undang sudah jelas diatur," imbuhnya.

Meski demikian, kata dia, mengenai sanksi bukan domainnya. Pihaknya hanya sebatas memberi teguran tertulis kepada Jokowi. "Itu bukan (urusan) Mendagri tapi urusan KPU dan Bawaslu. Kita terbitkan surat (teguran) saja," pungkasnya.

Sebelumnya, kehadiran Jokowi menjadi juru kampanye pasangan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki di Kabupaten Bandung, pada Sabtu, 16 Februari lalu, tanpa disertai surat izin cuti dari Mendagri, dinilai menyalahi aturan. Panwaslu Provinsi Jawa Barat pun rekomendasi pemberikan sanksi terhadap pasangan nomor urut 5 itu ke KPU provinsi.

Ketua Panwaslu Jabar, Ihat Subihat, menjelaskan, hasil rapat pleno Panwaslu memutuskan bahwa Jokowi bersalah berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum No 14/2010, Pasal 11 ayat 1 dan 2, yang menyebutkan bahwa pejabat publik yang mengikuti kampanye harus mengajukan cuti terlebih dahulu.

Sumber : www.okezone.com

Rabu, 20 Februari 2013

Jokowi tegur Dirut MRT

GUBERNUR DKI Jakarta Joko Widodo menegur Direktur Utama PT Mass Rapid Transit (MRT), Tribudi Rahardjo. Kejadian ini terlihat saat Tribudi asyik memaparkan panjang lebar mengenai skema pembiayaan mengenai MRT, dalam kegiatan public hearing soal MRT di Balaikota DKI, Rabu (20/2).

Mantan Wali Kota Solo itu menyampaikan teguran lantaran Tribudi menggunakan istilah-istilah ekonomi yang tak mudah dipahami masyarakat. "Tolong diulang lagi mengenai tiket dengan istilah-istilah yang masyarakat semua tahu. Jangan pake TOD dan lain-lain. Saya saja enggak ngerti apalagi orang lain. Tiket, subsidi, jumlah penumpang, jangan pakai istilah sulit,"  ujar Jokowi saat public hearing berlangsung di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, kemarin (20/2).

Tribudi hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian mengulang lagi rincian skema pembiayaan. Dia menjelaskan, harga tiket subsidi diperkirakan antara Rp 8.500, Rp 9.500, Rp 10.350 atau Rp 15 ribu. Harga itu dihitung dengan proyeksi penumpang 17.400 hingga 261.800 per harinya. "Proyeksi penumpang tahun pertama, per hari 17.400 hingga 261.800," jelasnya.

Sementara itu, beban biaya operator rata-rata biaya tiket yakni Rp 10.786, Rp 14.667, Rp 22.648 dan Rp 34.940. Namun, dalam minggu ini tim dari Jepang akan hadir untuk membahas kelanjutan komitmen proyek MRT.

Dalam acara public hearing tentang MRT yang digagas oleh Jokowi tersebut, belum sepenuhnya sepakat mengenai kelanjutan megaproyek itu. Sebab, masih ada kekurangan dan suara protes dari masyarakat tentang kelanjutan proyek MRT.

Adanya perubahan skema pendanaan proyek pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) dinilai menguntungkan Pemprov DKI Jakarta. Pasalnya, meski berkurang hingga 7 persen, namun hal itu akan mengurangi beban pengeluaran Pemprov DKI Jakarta hingga sebesar Rp 1 triliun. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengaku masih akan melakukan pendekatan kembali terkait skema pendanaan MRT tersebut.

Tribudi menuturkan, skema pendanaan MRT semula 58 persen ditanggung Pemprov DKI dan 42 persen oleh pemerintah pusat. Namun, kini skema pendanaan angkutan massal berbasis rel itu berubah menjadi 51:49. "Dengan kesepakatan saat ini yang menurunkan beban pendanaan oleh Pemprov DKI hingga 51 persen juga meringankan beban kami. Karena penurunan itu setara dengan Rp 1 triliun," ujar Tribudi.

Dengan perubahan komposisi pendanaan itu, dikatakan Tribudi, pihakya tengah meninjau kembali perhitungan tarif yang akan dibebankan kepada penumpang. Hasil kajian sementara, dengan skema pendanaan seperti yang disepakati saat ini, tarif MRT diperkirakan mencapai Rp 8.500-Rp 15 ribu per penumpang.

Meski begitu, kata Tribudi, jumlah itu belum final. Sebab, pihaknya juga masih akan melakukan evaluasi mengenai sejauh mana kemampuan yang dimiliki masyarakat. Terlebih, kemungkinan masih ada beberapa kemungkinan yang dikurangi atau ditambah

Protes datang dari warga Fatmawati, Rully Daniel. Menurutnya, jika MRT dipaksakan maka tidak akan mengurangi kemacetan dan hanya merugikan masyarakat. "Satu perekonomian hancur. Ekonomi tutup. Orang enggak mau datang, kotor, debu dan sebagainya. Bayangkan ekonomi kami hancur," ujar Rully.

Sementara itu, protes juga datang dari Faisal Rusdi. Dia meminta agar para penyandang disabilitas diperhatikan. Dengan demikian, MRT nanti tidak terkesan sia-sia dan dapat dipergunakan oleh seluruh warga.

"Penyandang disabilitas tidak mendapat info ini, kami menyayangkan, saya mengharapkan bisa dilibatkan. Saya memohon bisa kami dari penyandang disabilitas beraudiensi dengan bapak," keluhnya.

Sumber : http://www.jpnn.com

Selasa, 19 Februari 2013

Jokowi Janji Proyek MRT dan Monorel Mulai Dibangun

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyatakan bakal segera merealisasikan pembangunan mega proyek Mass Rapid Transit dan monorel. Dia berjanji proyek itu akan segera dimulai pada akhir bulan ini. "Semua sudah jelas, dan tinggal jalan saja," katanya di Balaikota, Jakarta, Senin, 19 Maret 2013.

Jokowi mengatakan, proyek MRT bakal segera diputuskan lantaran semua kesiapannya sudah selesai. Dia juga mengaku tidak ada masalah soal komposisi utang antara pemerintah pusat dengan pemprov DKI sebesar 51 persen dan 49 persen. "Sudah selesai, sudah disetujui surat-suratnya semua," kata dia.

Meski terjadi pergantian direktur utama di tubuh PT MRT Jakarta, Jokowi yakin proyek itu bakal segera direalisasikan. Pergantian direksi itu juga disebutnya tidak akan terpengaruh oleh kekosongan jabatan saat ini.

Untuk monorel, Jokowi mengaku juga sudah mengantongi kelengkapan dokumen yang menyatakan Ortus Group bersedia menjadi penyandang dana proyek tersebut. Menurutnya, tinggal beberapa dokumen tambahan saja yang diperlukan untuk menjalankan proyek senilai Rp 6,9 triliun tersebut. "Sudah selesai, tinggal beberapa dokumen tambahan saja," katanya.

Jokowi pun meminta kepada PT Jakarta Monorail sebagai konsorsium pelaksana proyek untuk segera merealisasikan dokumen tersebut. "Silakan kejar PT JM, jangan tanya ke saya. Kalau lengkap langsung saya tanda tangan," katanya.

Proyek MRT sendiri bakal digarap oleh PT MRT Jakarta dengan nilai proyek Rp 17 triliun. Proyek dengan rute Lebak Bulus-Kampung Bandan itu rencananya bakal dibangun dengan bantuan JICA yang akan dibayar secara bertahap oleh pemerintah pusat dan pemprov DKI. Adapun komposi utang 51 persen akan dibayar pemerintah pusat, sisanya ditanggung pemerintah DKI Jakarta.

Sedangkan untuk proyek monorel, PT JM bakal merealisasikan pembangunan dengan rute blue line dan green line. Proyek itu sendiri bakal sepenuhnya ditanggung oleh swasta dengan konsorsium PT JM.


Sumber :
www.tempo.co

Jokowi Pusing dengar penjelasan MRT

Pemprov DKI Jakarta kembali menggelar rapat dengar pendapat terbuka terkait proyek mass rapid transit (MRT) di Balai Kota DKI Jakarta. Dalam kesempatan itu, PT MRT Jakarta sebagai kontraktor memaparkan rincian proyek.
Direktur Utama (Dirut) PT MRT, Tribudi  menjelaskan satu per satu aspek proyek MRT. Saat ia menjelaskan mengenai skema pembiayaan, tiba-tiba Gubernur DKI Jakarta Joko widodo melakukan interupsi.
"Tolong diulang lagi mengenai tiket," kata Jokowi memotong pemaparan proyek MRT, Rabu (20/2).
Jokowi menilai penjelasan Tribudi terlalu rumit untuk dipahami masyarakat. Ia meminta Tribudi memberi penjelasan dengan istilah-istilah yang lebih sederhana.
"Saya saja enggak ngerti apalagi orang lain. Cukup harga tiket, subsidi, jumlah penumpang, jangan pakai istilah-istilah sulit," lanjut Jokowi.
Tribudi pun menuruti kemauan Jokowi dan mengulangi penjelasannya. Dalam presentasinya, Tribudi menjelaskan bahwa harga tiket setelah di subsidi berkisar antara Rp8.500, Rp9.500, Rp10.350 atau Rp15.000.
Harga itu mempertimbangkan jumlah penumpang sebanyak 17.400 hingga 261.800 per harinya. Sedangkan beban biaya operator rata-rata yakni Rp10.786, Rp14.667, Rp22.648 dan Rp34.940.
Rencananya, minggu ini akan kembali dilakukan rapat lanjutan proyek MRT. Dalam rapat berikutnya, tim dari Jepang menyampaikan komitmen untuk proyek MRT.

Sumber :
http://www.jpnn.com

Senin, 18 Februari 2013

Tinjau pengerukan kali Pakin

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), meninjau langsung pengerukan kali Pakin, Penjaringan, Jakarta utara.

Pantauan okezone di lokasi, Jokowi mengenakan kemeja putih dan celana bahan hitam, Jokowi turun ke sisi sungai yang dipenuhi sampah dan lumpur. "Tolong ini dicontoh, normalisasi yang benar kayak gini. Tadinya itu di sini ada banyak rumah di pinggiran kali," ujar Jokowi di sisi kali Pakin, Senin (18/2/2013).

Sebagian warga yang tinggal di bantaran kali itu, kata Jokowi, saat ini sudah direlokasi ke rumah susun Marunda. "Agar tidak ada lagi rumah-rumah bedeng di bantaran kali, itu tugasnya Satpol PP untuk terus melakukan pengawasan," terangnya.

Mantan Wali Kota Solo ini menjelaskan, pengerukan akan dilakukan sedalam lima meter. “Yang normal seperti itu. Ini sudah puluhan tahun enggak diapa-apain. Harusnya kan tiap tahun dipelihara," kata Jokowi.

Selain meninjau pengerukan kali, Jokowi juga membagikan perlengkapan sekolah berupa tas dan buku tulis kepada ratusan siswa sekolah dasar yang tinggal di sekitar Kali Pakin.


Sumber :
http://jakarta.okezone.com

Jokowi tinjau Pasar Tebet

Pascabanjir yang menerjang Jakarta di beberapa wilayah beberapa hari lalu, diprediksi akan berdampak pada lonjakan harga barang. Alasannya, pengiriman terhambat sehingga membuat pasokan makanan seperti sayur dan daging membusuk.Karena itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang ditemani Kepala Dinas UKM DKI Ratnaningsih meninjau langsung Pasar Tebet, Jakarta Selatan pagi tadi.
"Memang harus diantisipasi soal kenaikan harga di bawah. Saya harus tanya dan yang ada di bawah. Ini soal kemungkinan kenaikan masalah bawang merah dan daging," ujar Jokowi, Selasa (19/2/2013).
Saat ini, kata Jokowi, harga barang pokok yang ada di pasar telah mengalami pelonjakan sekira 10 persen. Untuk permasalahan itu, mantan Wali Kota Solo ini mengaku akan mencarikan solusi bagi pedagang pasar tradisional.
"Saya kan mau melihat masalah dulu, baru mencarikan jurus. Tadi kan keluhannya daging sapi omzetnya hancur sampai separuh," tegasnya.



Sumber :
http://jakarta.okezone.com

Minggu, 17 Februari 2013

Kunjungi warga Cipinang Melayu, Makassar, Jakarta Timur

Kerisauan yang dirasakan warga bantaran Sungai Ciliwung atas relokasi tempat tinggal mereka terjawab sudah. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan mulai melakukan sosialisasi relokasi terhadap warga bantaran bulan Maret 2013 yang akan datang.
"Pelan-pelan ya. Kita sedang olah. Awal Maret baru kita masuk," ujar Jokowi saat mengunjungi warga Cipinang Melayu, Makassar, Jakarta Timur, Minggu (17/2/2013) siang.
Pria yang telah menjabat sebagai gubernur lebih dari empat bulan itu melanjutkan, hal-hal yang dipersiapkan adalah materi sosialisasi, sistem relokasi warga dan sebagainya. Menurutnya, kebijakannya perlu diformulasikan lebih baik agar tidak menimbulkan persepsi buruk bagi warga.
"Nanti lurah, camat, wali kota, gubernur yang sosialisasi, turun semua agar bahasanya sama. Sedang kami rumuskan," lanjut Jokowi.



Sumber :
http://megapolitan.kompas.com

Jokowi ambruk setelah Futsal

Penonton pertandingan futsal yang diikuti Joko Widodo sempat panik saat Gubernur Jakarta itu tampak kelelahan lalu terlentang di sisi lapangan di Rawamangun, Jakarta Timur, Minggu (17/2).
Peristiwa terkulainya Joko Widodo atau Jokowi itu berawal dari keikutsertaannya dalam pertandingan persahabatan di sela turnamen dengan rekan-rekan wartawan. Berbaju putih berkerah, celana pendek dan sepatu olahraga layaknya atlet, Jokowi tampak mahir mengolah si kulit bundar. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri bagi pemain di lapangan serta para penonton.
Para penonton tampak antusias menyaksikan Sang Gubernur bertanding bola. Pemain satu tim dengan dia kerap menjadikan Jokowi sebagai sasaran operan bola. Suasana pun meledak ketika Jokowi berhasil mencetak gol dengan memanfaatkan umpan tarik dari sisi kanan gawang.
Setelah melakukan selebrasi kecil-kecilan dengan beberapa pemain, Jokowi yang tampak kelelahan langsung menepi ke pinggir lapangan dan tidur terlentang.
"Aduh, nggak sanggup lagi saya," kata Jokowi sambil terengah-engah.
Tentu saja peristiwa itu membuat panik panitia, pemain dan ajudannya. Beberapa orang langsung berlari ke arah Jokowi, hendak memberi dia minuman.
Namun, Jokowi ternyata langsung bangkit dan memutuskan untuk menyudahi permainan. "Dari dulu sebenarnya saya suka main futsal, tapi saya kecapekan, tadi muter- muter dari pagi," ujar Jokowi usai berganti pakaian.
Sejak Minggu pagi, agenda Jokowi memang padat. Pukul 07.00 WIB, Jokowi menemani rekan separtainya, Rieke Diah Pitaloka dan Teten Masduki menggelar kampanye pemilihan gubernur Jawa Barat di Depok. Usai menjadi juru kampanye, Jokowi menyempatkan diri blusukan dan memberikan bantuan kepada para korban banjir akibat tanggul jebol di Cipinang Melayu. Setelah itu, ia hadir pada turnamen futsal di GOR Rawamangun, Pulogadung, itu. Di sanalah, Jokowi tumbang.



Sumber :
http://megapolitan.kompas.com

Kunjungi Tanggul Cipinang, Jokowi Bagikan Peralatan Sekolah

Walau masih menjalani masa cuti menjadi Juru kampanye Cagub-Cawagub Jawa Barat, Rieke Diah Pitaloka-Teten Maduki, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengunjungi salah tanggul di Cipinang Melayu yang jebol ketika banjir beberapa minggu lalu.
Berdasarkan pantauan liputan6.com, setibanya di sana, Jokowi langsung menyusuri gang sempit menuju tanggul jebol yang telah diperbaiki tersebut.
Jokowi didampingi oleh Wali Kota Jakarta Timur Krisdiyanto. Kedatangan mantan Wali Kota Solo ini pun kemudian mendapatkan sambutan yang cukup meriah dari warga.
Untuk mendapatkan informasi tersebut, ia pun mendengar penjelasan dari Camat Makasar Makmum Ghozali terkait jebolnya tanggul tersebut, yang menyebabkan banjir di sebagian kawasan Cipinang Melayu hingga ketinggiannya mencapai 1,5 meter beberapa minggu lalu.
Usai memantau tanggul, Jokowi kemudian langsung blusukan ke pemukiman sekitar, ia membagikan peralatan sekolah berupa lima buah buku tulis kepada anak- anak, satu stel seragam sekolah SD, tas sekolah, dan beras.
Per anak, Jokowi membagikan satu buah tas dan lima buah buku tulis bertuliskan KJP (Kartu Jakarta Pintar). Warga yang melihat Jokowi dengan dibantu beberapa Petugas kelurahan dan Satpol PP membagikan peralatan sekolah, kemudian berbondong- bondong menghampiri Jokowi. Kontan saja, Mobil truk tersebut dikerumuni warga.
Buku dan tas pun ludes, Jokowi kemudian membagikan beras seberat 5 kilogram kepada warga. Dengan semangat, warga kembali mengantri, antrianpun semakin panjang. Sempat terjadi aksi saling dorong antar warga yang mengantri, namun suasana kembali tertib ketika Jokowi meminta langsung kepada warga untuk antri dengan tertib.
"Sabar ya, antre yang baik, semua pasti kebagian," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan, blusukan dengan membagi peralatan sekolah dan beras kepada masyarakat merupakan salah satu upaya yang dilakukan olehnya untuk leboh dekat dengan masyarakat. "Ini pendekatan ke masyarakat agar kalau ada program mereka sudah pada posisi deket dengan kita," kata Jokowi.



Sumber :
http://news.liputan6.com

Sabtu, 16 Februari 2013

Jumat, 15 Februari 2013

Ijin Cuti untuk Kampanye Rieke-Teten

15 Februari 2013, pukul 11:30
Jokowi mengajukan ijin cuti di hari libur selama 2 hari, tanggal 16 Februari 2013 (hari Sabtu) dan 17 Februari 2013 (hari Minggu), dengan tujuan mengikuti kampanye pilgub Jawa Barat pasangan Rieke-Teten.

Temui Anas Effendi

15 Februari 2013 pukul 11:00
Anas Effendi, mantan Wali Kota Jakarta Selatan, menghadap Jokowi.

Kamis, 14 Februari 2013

Jokowi Resmikan Jalur Busway Koridor 12

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akhirnya meresmikan jalur busway di Koridor XII. Meski sedikit telat akibat hujan yang mengguyur deras, acara peresmian di selter busway Museum Fatahillah, Jakarta Barat, tetap berjalan lancar, Kamis (14/2/2013).
"Dengan mengucap Bismillah, saya resmikan koridor baru ini," kata Jokowi, sambil menekan tombol sirine pertanda peresmian telah dilakukan.
Jokowi rencananya akan meluncurkan dua moda transportasi baru bagi warga Jakarta. Dua moda transportasi itu adalah transjakarta Koridor XII, Pluit-Tanjung Priok dan waterway, yang menghubungkan Marunda ke Muara Baru, Jakarta Utara.
Awalnya, peluncuran transjakarta Koridor XII akan dilaksanakan pada 22 Januari lalu saat 100 hari kepemimpinan Joko Widodo dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. Namun, peluncuran itu urung dilaksanakan karena banjir merendam kawasan Pluit dan sekitarnya sehingga belum dapat dilintasi.
Koridor XII memiliki 13 halte dan terhubung dengan koridor IX (Pinang Ranti-Pluit), I (Blok M-Kota), V (Kampung Melayu-Ancol), dan X (Tanjung Priok-Cililitan). Halte di koridor ini antara lain Pluit Selatan, Pakin, Fatahillah, Jayakarta, SMPN 140, Simpang Boulevard Kelapa Gading, Mall Sunter, Danau Agung, Landas Pacu Timur, Mangga Dua ITC, Kalibesar Selatan, Gedong Panjang, dan Pekojan. Koridor XII ini juga akan melintang sepanjang 23,7 kilometer.
PT Biang Lala Metropolitan (BMP) yang menjadi pemenang tender operator Koridor XII akan mengoperasikan 36 bus gandeng di koridor terbaru ini. Selain peluncuran transjakarta koridor XII, Jokowi juga akan meluncurkan moda transportasi laut, yaitu waterway, yang menghubungkan Muara Baru-Marunda. Moda transportasi itu sekaligus untuk memudahkan warga Muara Baru yang mengalami kesulitan akses transportasi menuju Rusun Marunda.
Jokowi yakin waterway ini dapat menjadi transportasi alternatif warga Ibu Kota yang selalu bergantung pada moda transportasi darat. Menurutnya, upayanya menghidupkan kembali waterway adalah untuk memberikan variasi dan mengembangkan transportasi massal Ibu Kota.
"Karena menurut saya itu sesuatu yang harus dikembangkan. Untuk memberikan sebuah alternatif kepada masyarakat, bisa lewat air, jalan. Pokoknya mengembangkan transportasi massal," kata Jokowi.
Waterway ini melayani warga secara gratis di tahap awal operasinya. Kapal yang digunakan adalah sejenis kapal kerapu milik Dinas Perhubungan DKI.
Untuk sementara waktu, baru ada dua kapal yang disiapkan untuk melayani rute Marunda ke Muara Baru. Nantinya, Pemprov DKI akan menyiapkan empat kapal lagi.



Sumber :
http://megapolitan.kompas.com

Jokowi Lantik 20 Pejabat Eselon II

14 Februari 2013 :
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, rotasi jabatan yang dilakukan Kamis (14/2) merupakan hal biasa. Gubernur yang biasa dipanggil Jokowi itu mengaku hanya ingin melakukan penyegaran di lingkungan Pemprov DKI.

"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).

Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target. 

Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah

Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.

"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya. (dil/jpnn)

Berikut nama 20 pejabat yang dilantik, Kamis (14/2).

1. Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta
2. Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
3. Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD
5, Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
6. Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD
7. Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan
8. Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang
9. Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU
10. Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah
11. Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri
12. Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum
13. Herry Supardan sebagai Wakil BPKD
14. Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan
15. Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara
16. Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu
17. Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara
18. Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu
19. Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi
20. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit. - See more at: http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158448/Jokowi-Lantik-20-Pejabat-Pemprov-DKI-#sthash.FLbkUE4X.dpuf
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, rotasi jabatan yang dilakukan Kamis (14/2) merupakan hal biasa. Gubernur yang biasa dipanggil Jokowi itu mengaku hanya ingin melakukan penyegaran di lingkungan Pemprov DKI.

"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).

Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target. 

Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah

Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.

"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya. (dil/jpnn)

Berikut nama 20 pejabat yang dilantik, Kamis (14/2).

1. Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta
2. Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
3. Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD
5, Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
6. Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD
7. Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan
8. Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang
9. Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU
10. Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah
11. Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri
12. Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum
13. Herry Supardan sebagai Wakil BPKD
14. Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan
15. Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara
16. Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu
17. Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara
18. Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu
19. Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi
20. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit. - See more at: http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158448/Jokowi-Lantik-20-Pejabat-Pemprov-DKI-#sthash.FLbkUE4X.dpuf

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, rotasi jabatan yang dilakukan Kamis (14/2) merupakan hal biasa. Gubernur yang biasa dipanggil Jokowi itu mengaku hanya ingin melakukan penyegaran di lingkungan Pemprov DKI.

"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).

Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target. 

Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah

Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.

"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya. (dil/jpnn)

Berikut nama 20 pejabat yang dilantik, Kamis (14/2).

1. Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta
2. Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
3. Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD
5, Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
6. Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD
7. Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan
8. Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang
9. Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU
10. Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah
11. Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri
12. Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum
13. Herry Supardan sebagai Wakil BPKD
14. Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan
15. Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara
16. Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu
17. Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara
18. Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu
19. Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi
20. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit. - See more at: http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158448/Jokowi-Lantik-20-Pejabat-Pemprov-DKI-#sthash.FLbkUE4X.dpuf
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, rotasi jabatan yang dilakukan Kamis (14/2) merupakan hal biasa. Gubernur yang biasa dipanggil Jokowi itu mengaku hanya ingin melakukan penyegaran di lingkungan Pemprov DKI.

"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).

Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target. 

Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah

Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.

"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya. (dil/jpnn)

Berikut nama 20 pejabat yang dilantik, Kamis (14/2).

1. Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta
2. Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
3. Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD
5, Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
6. Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD
7. Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan
8. Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang
9. Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU
10. Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah
11. Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri
12. Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum
13. Herry Supardan sebagai Wakil BPKD
14. Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan
15. Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara
16. Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu
17. Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara
18. Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu
19. Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi
20. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit. - See more at: http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158448/Jokowi-Lantik-20-Pejabat-Pemprov-DKI-#sthash.FLbkUE4X.dpuf
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, rotasi jabatan yang dilakukan Kamis (14/2) merupakan hal biasa. Gubernur yang biasa dipanggil Jokowi itu mengaku hanya ingin melakukan penyegaran di lingkungan Pemprov DKI.

"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).

Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target. 

Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah

Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.

"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya. (dil/jpnn)

Berikut nama 20 pejabat yang dilantik, Kamis (14/2).

1. Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta
2. Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
3. Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD
5, Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
6. Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD
7. Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan
8. Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang
9. Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU
10. Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah
11. Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri
12. Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum
13. Herry Supardan sebagai Wakil BPKD
14. Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan
15. Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara
16. Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu
17. Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara
18. Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu
19. Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi
20. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit. - See more at: http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158448/Jokowi-Lantik-20-Pejabat-Pemprov-DKI-#sthash.FLbkUE4X.dpuf
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, rotasi jabatan yang dilakukan Kamis (14/2) merupakan hal biasa. Gubernur yang biasa dipanggil Jokowi itu mengaku hanya ingin melakukan penyegaran di lingkungan Pemprov DKI.

"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).

Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target. 

Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah

Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.

"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya. (dil/jpnn)

Berikut nama 20 pejabat yang dilantik, Kamis (14/2).

1. Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta
2. Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan
3. Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD
5, Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
6. Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD
7. Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan
8. Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang
9. Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU
10. Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah
11. Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri
12. Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum
13. Herry Supardan sebagai Wakil BPKD
14. Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan
15. Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara
16. Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu
17. Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara
18. Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu
19. Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi
20. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit. - See more at: http://www.jpnn.com/read/2013/02/14/158448/Jokowi-Lantik-20-Pejabat-Pemprov-DKI-#sthash.FLbkUE4X.dpuf
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, rotasi jabatan yang dilakukan Kamis (14/2) merupakan hal biasa. Gubernur yang biasa dipanggil Jokowi itu mengaku hanya ingin melakukan penyegaran di lingkungan Pemprov DKI.
"Dan yang kedua, ya kita ini ingin membangun sebuah tradisi baru, sebuah pola kerja baru, sebuah ritme kerja baru. Nah itu golnya ingin ke sana kita," kata Jokowi usai acara pelantikan pejabat di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (14/2).
Menurut Jokowi, penetapan pejabat baru telah melalui fit and proper test. Mereka juga telah menyampaikan target kinerjanya. Para pejabat baru ini juga telah mengaku siap mundur jika gagal memenuhi target.
Salah satu dari 20 nama yang dimutasi adalah Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi, yang dilantik menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
Mutasi pejabat ini diperkirakan bukan yang terakhir di masa pemerintahan Jokowi. Mantan Wali Kota Surakarta itu tidak menutup kemungkinan adanya pergantian pejabat lagi di lingkungan Pemprov DKI.
"Ya bisa saja. Tapi kan ini melihat kebutuhan, kalau memang kebutuhan menginginkan ya kita lakukan," ujarnya.  

  1. Berikut nama 20 pejabat yang dilantik : Kepala Badan Diklat Catur Laswanto menjadi Kepala Badan Penanaman Modal dan promosi DKI Jakarta. 
  2. Kepala BKD Budhiastuti menjadi Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan. 
  3. Sekretaris Bappeda I made Karmayoga menjadi Kepala BKD. 
  4. Walikota Jakarta Selatan Anas Effendi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah. 
  5. Kepala PU Ery Basworo menjadi Kepala BPBD. 
  6. Yonatan Pasodung sebagai Kepala Dinas Perumahan. 
  7. Gamal Sinurat sebagai Kepala Dinas Tata Ruang. 
  8. Manggas Rudi Siahaan sebagai Kadis PU. 
  9. Irmansyah sebagai Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekretaris Daerah. 
  10. Heru Budi Hartono sebagai Kepala Daerah dan Kerjasama Luar Negeri. 
  11. Kukuh Hadisantoso sebagai Kepala Biro Umum. 
  12. Herry Supardan sebagai Wakil BPKD. 
  13. Saptastri Edningtyas menjadi Wakadis Kebersihan. 
  14. Tri kurniadi menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Utara. 
  15. Junaedi sebagai Wakil Bupati Kepulauan Seribu. 
  16. Muhamad Yuliadi Sebagai Sekretaris Kota Jakarta Utara. 
  17. Yusuf Rianto sebagai Sekretaris Kepulauan Seribu. 
  18. Sulistyo Prabowo sebagai Asisten Gubernur Bidang Transportasi. 
  19. Ida Bagus Nyoman Banjar sebagai Direktur RSUD Duren Sawit.

Selasa, 12 Februari 2013

Kunjungi Rusun Marunda

12 Februari 2013 :

Setelah Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Rumah Susun Wilayah I Jakarta Utara Kusnindar dicopot dan Novizal mundur sebagai Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan DKI, pengelolaan Rusun Marunda tidak jelas. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pun langsung meng-handle pengelolaan rusun tersebut.
"Ya kan yang di sini enggak ada petugasnya, ya saya handle," kata Jokowi di Rusun Marunda, Jakarta Utara, Selasa (12/2/2013).
Kepada calon penghuni Rusun Marunda, Jokowi meminta waktu dua pekan untuk memberikan kepastian bahwa mereka mendapat tempat tinggal di rusun tersebut. Setelah itu, mereka dapat mengetahui unit mana yang menjadi miliknya.
"Mereka ini kan banyak yang belum dapat kamar, ada yang dapat nomor antrean tapi belum dapat kunci," ujarnya.
Namun begitu, mantan Wali Kota Surakarta ini meminta warga calon penghuni untuk lebih bersabar. Pasalnya, proses perbaikan rusun masih terus dilakukan, seiring dengan melengkapi dengan fasilitaas seperti air dan aliran listrik.
"Beresin ini (rusun) butuh waktu dua-tiga bulan. Ngecat, perbaiki air, listriknya, kan ini sudah dua tahun mangkrak. Tapi sudah ada kepastian dapat. Hanya nunggu diperbaiki sama airnya. Masa enggak sabar," kata Jokowi.
Di Rusun Marunda terdapat ribuan unit rusun yang berasal lebih dari 20 blok. Hingga saat ini, baru sekitar 500 unit yang siap dan telah dihuni. Pemberian rusun ini diprioritaskan untu warga yang terkena dampak banjir, seperti warga di sekitar Waduk Pluit dan Penjaringan.

Gelar Public Hearing Proyek Monorel

12 Februari 2013 :

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggelar public hearing terkait keberlanjutan proyek monorel di Balai Kota, Jakarta, Selasa (12/2/2013). Public hearing tersebut juga dihadiri pihak PT Jakarta Monorel dan Wakil Menteri Pekerjaan Umum (PU) Hermanto Dardak.

Para finalis miss Indonesia temui Jokowi

12 Februari 2013

Para peserta miss Indonesia menemui Jokowi di Balai Kota, tujuan kedatangan finalis Miss Indonesia ini untuk mendapat pembekalan dari Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo.



Senin, 11 Februari 2013

Jokowi terima aduan Sewa Rusun Marunda

Sedang asik meninjau taman di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dicegat Slamet beserta istrinya. Mereka mengeluhkan pelayanan sewa rumah susun Marunda.
"Saya dari Kamis nginep disana pak, masih disuruh nunggu harus senin, tapi enggak buka-buka. Tadi rombongan mau ke sini. Saudara-saudara saya ada banyak yang nginep di situ," kata Slamet kepada Jokowi, Senin (11/2/2013).
Mendengar keluhan itu, Jokowi pun terkejut. "Lho, ngapain nginep?," tanya Jokowi. Mendapat pertanyaan sang gubernur, Slamet pun menjelaskan bahwa dirinya menginap untuk mendapatkan unit rusun Marunda yang memang disediakan untuk warga tidak mampu.
"Yang jaga satpam pak, katanya enggak bisa sekarang, besok-besok lagi. Tadi ada sekitar 100 orang," kata Slamet melanjutkan ceritanya.
Lagi-lagi Jokowi terkejut mengetahui banyak warganya mengalami kerepotan dalam menyewa rusun Marunda. "Ya udah besok pagi ke sini lah ya, ke kantor saya itu. Pagi ya," kata Jokowi yang disambut bahagia oleh Slamet dan juga istrinya.

Sumber :
http://jakarta.okezone.com

Jokowi Periksa Sumur Resapan di Balai Kota

Menjelang sore hari, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengecek pengerjaan sumur resapan di halaman kantornya, Gedung Balai Kota, Jakarta. Ia puas melihat sumur resapan itu sudah benar penggarapannya.
Jokowi yang terbalut kemeja warna putih itu keluar dari ruang kerjanya di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013) sekitar pukul 16.45 WIB.
Ia jalan kaki tanpa didampingi sang ajudan yang biasanya sigap mengawalnya 3 hingga 4 orang. Suami Iriana ini bergegas menuju lokasi sumur resapan yang dibangun tepat di depan halaman Gedung Balai Agung, yang terletak di sebelah sisi kiri Gedung Balai Kota.
Jokowi langsung mengecek sumur resapan. Ada satu lubang sumur resapan. Jokowi jongkok di tepi sumur resapan dan melongokkan kepalanya ke dalam sumur yang sudah digenangi air. Alat-alat pembuatan sumur resapan dan gundukan tanah juga masih menghiasi lokasi
"Tadi saya cuma ngecek, modelnya sudah benar kok. Kalau yang dulu ada ijuk-ijuknya kayak septic tank zaman kuno, kalau yang sekarang sudah ada saringannya, sudah benar," kata Jokowi.
Menurut dia, ada dua macam sumur resapan yakni sumur resapan dalam sedalam 120 meter dan sumur resapan dangkal sedalam 4 meter.
"Pokoknya yang Jakarta Utara harus sumur resapan dalam. Kalau yang di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, sumur resapan dangkal. Nanti ada peraturan gubernur yang mengatur per berapa meter persegi harus ada berapa sumur resapan," ujar Jokowi.
Ia mengatakan biaya sumur resapan untuk perkampungan dan fasilitas umum diambil dari APBD.
"Kalau untuk rumah tangga, ruang publik, kampung-kampung trotoar di jalan-jalan itu nanti dari APBD. Nanti ada anggaran untuk 20 ribu sumur senilai rp 200 miliar," kata dia.
Ayah 3 anak ini selanjutnya berjalan menusuri trotoar dan menyeberang menuju taman di depan Monas. Di lokasi itu, ada pekerjaan penggalian tanah untuk menamam pohon hias.
Jokowi menyempatkan diri bercakap-cakap dengan 5 orang kuli penggali tanah yang tengah beristirahat.
"Kapan mulai menamam?" kata Jokowi.
Seorang tukang gali menjawab pertanyaan Jokowi. "Ini masih nyari tanamannya," ujar si tukang gali.
"Heh.... masih nyari?" ujar Jokowi dengan wajah terkejut.
"Mungkin besok sudah mulai tanam, Pak," sahut si tukang gali lagi.
Mendengar jawaban itu, Jokowi pun puas. "Ya...ya...ya," ujar Jokowi yang lalu menyeberang lagi ke arah Gedung Balai Kota dan langsung naik ke dalam mobil Kijang Innova warna hitam.


Sumber :
http://news.detik.com

Jokowi Akan Cek Tunjangan Sekda DKI Rp 50 Juta

APBD DKI Jakarta masih dievaluasi. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bertekad memperkuat manajemen pengawasan di jajarannya.
Jokowi mengaku tidak hafal besarnya tunjangan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta yang disebut-sebut sebesar Rp 50 juta.
"Nggak tahu, nggak ngapalin. Cek saja nanti," kata Jokowi di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013).
Menurut dia, kelemahan di pemerintahan terletak pada management controlling. Ia akan memperkuatnya. "Kalau management checking pemerintah bagus akan memperbaiki kekuatan organisasi kita," ujar Jokowi yang terbalut setelan jas warna hitam itu.
Penguatan manajemen kayak gimana, Pak? "Semua orang yang ada di manajemen organaisasi itu bergerak dengan irama dan visi yang sama. Dengan responsif yang sama. Kalau mau unggul ya harus begitu," jawab Jokowi.


Sumber :
http://news.detik.com

Jokowi kunjungi Rizal Ramli

Siang ini, tokoh perubahan Rizal Ramli kedatangan tamu istimewa. Sosok tersebut adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Gubernur yang dikenal gemar blusukan itu bermaksud bertukar pikiran dengan Rizal Ramli soal permasalahan yang ada di Jakarta.
“Saya senang bisa ketemu dengan teman-teman yang tergabung dalam Rumah Perubahan 2.0. Saya datang ke sini untuk bertemu Pak Rizal Ramli guna bertukar pikiran untuk mengatasi berbagai masalah di Ibukota termasuk masalah banjir dan pembangunan,” ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, di kantor Rizal Ramli, di bilangan Jakarta Selatan, Senin (12/2/2013).
Jokowi sendiri mengenakan mengenakan kemeja putih lengan panjang digulung dipadu padan celana hitam. Sedangkan RizaL Ramli menerima tamunya dengan batik merah marun lengan pendek dan celana biru gelap. Kedua tokoh tersebut berbicara dengan santai dalam suasana penuh persahabatan. Kadang-kadang obrolan diselingi dengan tawa lepas dari keduanya.
“Satu hal yang mengesankan dari Pak Jokowi adalah, beliau pemimpin yang jujur dan sederhana. Blusukan yang jadi aktivitas rutinnya dilakukan dengan tulus, bukan dalam rangka pencitraan. Saya senang bisa bertukar pikiran dan membantu memberi masukan kepada Gubernur bagaimana mencari solusi jangka panjang mengatasi banjir yang kerap melanda Jakarta. Mudah-mudahan ini bisa menjadi jalan keluar seperti yang kita semua harapkan,” ujar Rizal Ramli yang juga mantan Menteri Koordinator Perekonomian.
Soal banjir, Rizal menilai hal ini merupakan masalah serius bagi Jakarta. Strategi pembangunan yang tidak ramah lingkungan, sistem drainase yang tidak bagus serta perilaku warga yang buruk seputar sampah, sering dianggap sebagai penyebab utama terjadinya banjir. Ditambah dengan curah hujan yang tinggi, banjir benar-benar menjadi momok yang menghantui warga.
Selain membahas soal banjir, kedua tokoh juga saling berbagi pengalaman dalam hal melakukan reformasi birokrasi. Rizal banyak memberi masukan bagaimana sebaiknya menata dan membenahi birokrasi. Pengalamannya sebagai Kepala Bulog, Menko Perekonomian, dan Menteri Keuangan menjadi masukan yang berharga buat Gubenur.
“Saya melihat salah satu persoalan utama di DKI memang masalah birokrasi. Bukan karena pejabatnya tidak kapabel, tapi lebih disebabkan soal kemauan yang tulus untuk melayani masyarakat. Saya percaya, di bawah kepemimpinan Pak Jokowi, birokrasi di DKI akan bisa lebih baik lagi,” ungkap Rizal Ramli yang juga mantan Menteri Keuangan tersebut.
Jokowi sendiri menilai Rizal Ramli sebagai pemimpin yang punya karakter dan berintegritas. Sederet jabatan penting di pusat kekuasaan yang disandangnya tidak membuat tokoh yang di kalangan nahdiyin kerap disapa Gus Romli itu melenceng dari amanat yang diembannya. Selama menjadi pejabat publik, Ketua Aliansi Rakyat Untuk Perubahan (ARUP) itu bersih dari cacat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).


Sumber :
http://www.lensaindonesia.com

Angkot Langgar Trayek, Jokowi: Tangkep yang Kayak Gitu

Dengan dalih menghindari macet, banyak sopir angkutan umum nekat melanggar jalur trayek. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berpendapat tindakan sopir nakal itu salah dan bisa ditangkap.

Pelanggaran trayek salah satunya dilakukan oleh Jamal (40), sopir angkot U-10 jalur Jakarta Kota-Pademangan yang membawa penumpang mahasiswi UI Annisa Azward (20).

Jamal mengaku terpaksa menyalahi jalur untuk menghindari kemacetan. Annisa yang sendirian di angkot itu menjadi ketakutan dan akhirnya tewas setelah melompat dari angkot.

"Ya nggak bisa dong. Trayek (berubah) alasan macet, nggak bisa. Tangkep yang kayak gitu," kata Jokowi saat dimintai komentar soal angkot yang menyalahi trayek itu di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013).

Menurut dia, pengambilalihan Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) salah satu cara mengatasi kasus kriminalitas di angkot.

"Kenapa mau ambil PPD karena itu juga (kasus angkot maut), tidak hanya Metro Mini, Kopaja, angkot harus satu manajemen biar gampang pembinaan, kontrolingnya, ngecek macem-macem, ngecek sopir, ID, gampang. Kontrol rem mudah," kata suami Iriana ini yang mengenakan setelan jas hitam ini.


Sumber :
http://news.detik.com

Jokowi: Nangis-nangis, Ternyata Calo Rusun

Maraknya praktik percaloan dalam pemberian rumah susun (rusun) merupakan fenomena yang terus tumbuh subur. Sadar akan kondisi itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku terus mempelajari modus operandi para calo untuk kemudian memberantasnya.
Ditemui di Balaikota Jakarta, Jokowi menyatakan belum bisa mengambil tindakan terkait praktik para calo tersebut. Namun, seiring waktu ia mulai mengantongi nama dan modus yang biasa digunakan para calo untuk mengelabui warga yang berniat menghuni rusun, misalnya di Rusun Marunda.
"Perlu dipastikan dulu, siapa dan modusnya. Kadang-kadang mereka (para calo) juga ikut datang, minta rusun, lalu disewakan," kata Jokowi, Selasa (12/2/2013).
Mantan Wali Kota Surakarta ini menyampaikan, berdasarkan penelusurannya, para calo memiliki berbagai trik untuk memikat warga yang ingin menghuni rusun. Umumnya, yakni mengiming-imingi warga mendapat "jalur khusus" dengan cara menyetorkan sejumlah uang.
"Ada juga yang datang sambil nangis-nangis, ternyata calo juga. Ada yang ngumpulin uang masyarakat sampai terkumpul Rp 56 juta, ternyata masyarakat enggak dapat rumahnya," ujar Jokowi.
Rusun Marunda dikhususkan kepada warga yang terkena dampak banjir. Sejatinya, semua warga tersebut harus direlokasi ke Rusun Marunda. Namun, ada saja oknum dari dalam dan luar Pemerintah Provinsi DKI yang menjegal proses relokasi tersebut. Modusnya beragam, misalnya menyetorkan uang atau alasan lainnya.
Pemprov DKI pun mengambil tindakan tegas, salah satunya dengan memecat Kusnindar sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Susun Daerah I Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah DKI Jakarta.


Sumber :
http://megapolitan.kompas.com