Sedang asik meninjau taman di Jalan Medan Merdeka Selatan, Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dicegat Slamet beserta istrinya. Mereka
mengeluhkan pelayanan sewa rumah susun Marunda.
"Saya dari Kamis nginep disana pak, masih disuruh nunggu harus senin,
tapi enggak buka-buka. Tadi rombongan mau ke sini. Saudara-saudara saya
ada banyak yang nginep di situ," kata Slamet kepada Jokowi, Senin
(11/2/2013).
Mendengar keluhan itu, Jokowi pun terkejut. "Lho, ngapain nginep?,"
tanya Jokowi. Mendapat pertanyaan sang gubernur, Slamet pun menjelaskan
bahwa dirinya menginap untuk mendapatkan unit rusun Marunda yang memang
disediakan untuk warga tidak mampu.
"Yang jaga satpam pak, katanya enggak bisa sekarang, besok-besok lagi.
Tadi ada sekitar 100 orang," kata Slamet melanjutkan ceritanya.
Lagi-lagi Jokowi terkejut mengetahui banyak warganya mengalami kerepotan
dalam menyewa rusun Marunda. "Ya udah besok pagi ke sini lah ya, ke
kantor saya itu. Pagi ya," kata Jokowi yang disambut bahagia oleh Slamet
dan juga istrinya.
Sumber :
http://jakarta.okezone.com
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Senin, 11 Februari 2013
Jokowi Periksa Sumur Resapan di Balai Kota
Menjelang sore hari, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengecek
pengerjaan sumur resapan di halaman kantornya, Gedung Balai Kota,
Jakarta. Ia puas melihat sumur resapan itu sudah benar penggarapannya.
Jokowi yang terbalut kemeja warna putih itu keluar dari ruang kerjanya di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013) sekitar pukul 16.45 WIB.
Ia jalan kaki tanpa didampingi sang ajudan yang biasanya sigap mengawalnya 3 hingga 4 orang. Suami Iriana ini bergegas menuju lokasi sumur resapan yang dibangun tepat di depan halaman Gedung Balai Agung, yang terletak di sebelah sisi kiri Gedung Balai Kota.
Jokowi langsung mengecek sumur resapan. Ada satu lubang sumur resapan. Jokowi jongkok di tepi sumur resapan dan melongokkan kepalanya ke dalam sumur yang sudah digenangi air. Alat-alat pembuatan sumur resapan dan gundukan tanah juga masih menghiasi lokasi
"Tadi saya cuma ngecek, modelnya sudah benar kok. Kalau yang dulu ada ijuk-ijuknya kayak septic tank zaman kuno, kalau yang sekarang sudah ada saringannya, sudah benar," kata Jokowi.
Menurut dia, ada dua macam sumur resapan yakni sumur resapan dalam sedalam 120 meter dan sumur resapan dangkal sedalam 4 meter.
"Pokoknya yang Jakarta Utara harus sumur resapan dalam. Kalau yang di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, sumur resapan dangkal. Nanti ada peraturan gubernur yang mengatur per berapa meter persegi harus ada berapa sumur resapan," ujar Jokowi.
Ia mengatakan biaya sumur resapan untuk perkampungan dan fasilitas umum diambil dari APBD.
"Kalau untuk rumah tangga, ruang publik, kampung-kampung trotoar di jalan-jalan itu nanti dari APBD. Nanti ada anggaran untuk 20 ribu sumur senilai rp 200 miliar," kata dia.
Ayah 3 anak ini selanjutnya berjalan menusuri trotoar dan menyeberang menuju taman di depan Monas. Di lokasi itu, ada pekerjaan penggalian tanah untuk menamam pohon hias.
Jokowi menyempatkan diri bercakap-cakap dengan 5 orang kuli penggali tanah yang tengah beristirahat.
"Kapan mulai menamam?" kata Jokowi.
Seorang tukang gali menjawab pertanyaan Jokowi. "Ini masih nyari tanamannya," ujar si tukang gali.
"Heh.... masih nyari?" ujar Jokowi dengan wajah terkejut.
"Mungkin besok sudah mulai tanam, Pak," sahut si tukang gali lagi.
Mendengar jawaban itu, Jokowi pun puas. "Ya...ya...ya," ujar Jokowi yang lalu menyeberang lagi ke arah Gedung Balai Kota dan langsung naik ke dalam mobil Kijang Innova warna hitam.
Sumber :
http://news.detik.com
Jokowi yang terbalut kemeja warna putih itu keluar dari ruang kerjanya di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013) sekitar pukul 16.45 WIB.
Ia jalan kaki tanpa didampingi sang ajudan yang biasanya sigap mengawalnya 3 hingga 4 orang. Suami Iriana ini bergegas menuju lokasi sumur resapan yang dibangun tepat di depan halaman Gedung Balai Agung, yang terletak di sebelah sisi kiri Gedung Balai Kota.
Jokowi langsung mengecek sumur resapan. Ada satu lubang sumur resapan. Jokowi jongkok di tepi sumur resapan dan melongokkan kepalanya ke dalam sumur yang sudah digenangi air. Alat-alat pembuatan sumur resapan dan gundukan tanah juga masih menghiasi lokasi
"Tadi saya cuma ngecek, modelnya sudah benar kok. Kalau yang dulu ada ijuk-ijuknya kayak septic tank zaman kuno, kalau yang sekarang sudah ada saringannya, sudah benar," kata Jokowi.
Menurut dia, ada dua macam sumur resapan yakni sumur resapan dalam sedalam 120 meter dan sumur resapan dangkal sedalam 4 meter.
"Pokoknya yang Jakarta Utara harus sumur resapan dalam. Kalau yang di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, sumur resapan dangkal. Nanti ada peraturan gubernur yang mengatur per berapa meter persegi harus ada berapa sumur resapan," ujar Jokowi.
Ia mengatakan biaya sumur resapan untuk perkampungan dan fasilitas umum diambil dari APBD.
"Kalau untuk rumah tangga, ruang publik, kampung-kampung trotoar di jalan-jalan itu nanti dari APBD. Nanti ada anggaran untuk 20 ribu sumur senilai rp 200 miliar," kata dia.
Ayah 3 anak ini selanjutnya berjalan menusuri trotoar dan menyeberang menuju taman di depan Monas. Di lokasi itu, ada pekerjaan penggalian tanah untuk menamam pohon hias.
Jokowi menyempatkan diri bercakap-cakap dengan 5 orang kuli penggali tanah yang tengah beristirahat.
"Kapan mulai menamam?" kata Jokowi.
Seorang tukang gali menjawab pertanyaan Jokowi. "Ini masih nyari tanamannya," ujar si tukang gali.
"Heh.... masih nyari?" ujar Jokowi dengan wajah terkejut.
"Mungkin besok sudah mulai tanam, Pak," sahut si tukang gali lagi.
Mendengar jawaban itu, Jokowi pun puas. "Ya...ya...ya," ujar Jokowi yang lalu menyeberang lagi ke arah Gedung Balai Kota dan langsung naik ke dalam mobil Kijang Innova warna hitam.
Sumber :
http://news.detik.com
Jokowi Akan Cek Tunjangan Sekda DKI Rp 50 Juta
APBD DKI Jakarta masih dievaluasi. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
(Jokowi) bertekad memperkuat manajemen pengawasan di jajarannya.
Jokowi mengaku tidak hafal besarnya tunjangan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta yang disebut-sebut sebesar Rp 50 juta.
"Nggak tahu, nggak ngapalin. Cek saja nanti," kata Jokowi di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013).
Menurut dia, kelemahan di pemerintahan terletak pada management controlling. Ia akan memperkuatnya. "Kalau management checking pemerintah bagus akan memperbaiki kekuatan organisasi kita," ujar Jokowi yang terbalut setelan jas warna hitam itu.
Penguatan manajemen kayak gimana, Pak? "Semua orang yang ada di manajemen organaisasi itu bergerak dengan irama dan visi yang sama. Dengan responsif yang sama. Kalau mau unggul ya harus begitu," jawab Jokowi.
Sumber :
http://news.detik.com
Jokowi mengaku tidak hafal besarnya tunjangan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta yang disebut-sebut sebesar Rp 50 juta.
"Nggak tahu, nggak ngapalin. Cek saja nanti," kata Jokowi di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013).
Menurut dia, kelemahan di pemerintahan terletak pada management controlling. Ia akan memperkuatnya. "Kalau management checking pemerintah bagus akan memperbaiki kekuatan organisasi kita," ujar Jokowi yang terbalut setelan jas warna hitam itu.
Penguatan manajemen kayak gimana, Pak? "Semua orang yang ada di manajemen organaisasi itu bergerak dengan irama dan visi yang sama. Dengan responsif yang sama. Kalau mau unggul ya harus begitu," jawab Jokowi.
Sumber :
http://news.detik.com
Jokowi kunjungi Rizal Ramli
Siang ini, tokoh perubahan Rizal Ramli kedatangan tamu istimewa.
Sosok tersebut adalah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Gubernur yang
dikenal gemar blusukan itu bermaksud bertukar pikiran dengan Rizal Ramli
soal permasalahan yang ada di Jakarta.
“Saya senang bisa ketemu dengan teman-teman yang tergabung dalam Rumah Perubahan 2.0. Saya datang ke sini untuk bertemu Pak Rizal Ramli guna bertukar pikiran untuk mengatasi berbagai masalah di Ibukota termasuk masalah banjir dan pembangunan,” ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, di kantor Rizal Ramli, di bilangan Jakarta Selatan, Senin (12/2/2013).
“Satu hal yang mengesankan dari Pak Jokowi adalah, beliau pemimpin yang jujur dan sederhana. Blusukan yang jadi aktivitas rutinnya dilakukan dengan tulus, bukan dalam rangka pencitraan. Saya senang bisa bertukar pikiran dan membantu memberi masukan kepada Gubernur bagaimana mencari solusi jangka panjang mengatasi banjir yang kerap melanda Jakarta. Mudah-mudahan ini bisa menjadi jalan keluar seperti yang kita semua harapkan,” ujar Rizal Ramli yang juga mantan Menteri Koordinator Perekonomian.
Soal banjir, Rizal menilai hal ini merupakan masalah serius bagi Jakarta. Strategi pembangunan yang tidak ramah lingkungan, sistem drainase yang tidak bagus serta perilaku warga yang buruk seputar sampah, sering dianggap sebagai penyebab utama terjadinya banjir. Ditambah dengan curah hujan yang tinggi, banjir benar-benar menjadi momok yang menghantui warga.
Selain membahas soal banjir, kedua tokoh juga saling berbagi pengalaman dalam hal melakukan reformasi birokrasi. Rizal banyak memberi masukan bagaimana sebaiknya menata dan membenahi birokrasi. Pengalamannya sebagai Kepala Bulog, Menko Perekonomian, dan Menteri Keuangan menjadi masukan yang berharga buat Gubenur.
“Saya melihat salah satu persoalan utama di DKI memang masalah birokrasi. Bukan karena pejabatnya tidak kapabel, tapi lebih disebabkan soal kemauan yang tulus untuk melayani masyarakat. Saya percaya, di bawah kepemimpinan Pak Jokowi, birokrasi di DKI akan bisa lebih baik lagi,” ungkap Rizal Ramli yang juga mantan Menteri Keuangan tersebut.
Jokowi sendiri menilai Rizal Ramli sebagai pemimpin yang punya karakter dan berintegritas. Sederet jabatan penting di pusat kekuasaan yang disandangnya tidak membuat tokoh yang di kalangan nahdiyin kerap disapa Gus Romli itu melenceng dari amanat yang diembannya. Selama menjadi pejabat publik, Ketua Aliansi Rakyat Untuk Perubahan (ARUP) itu bersih dari cacat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Sumber :
http://www.lensaindonesia.com
“Saya senang bisa ketemu dengan teman-teman yang tergabung dalam Rumah Perubahan 2.0. Saya datang ke sini untuk bertemu Pak Rizal Ramli guna bertukar pikiran untuk mengatasi berbagai masalah di Ibukota termasuk masalah banjir dan pembangunan,” ujar Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, di kantor Rizal Ramli, di bilangan Jakarta Selatan, Senin (12/2/2013).
Baca juga: Jokowi Siapkan Sistem Pelayanan Rumah Sakit Online dan Dua Ormas Bentrok di Gandaria, Satu Orang Terluka
Jokowi
sendiri mengenakan mengenakan kemeja putih lengan panjang digulung
dipadu padan celana hitam. Sedangkan RizaL Ramli menerima tamunya dengan
batik merah marun lengan pendek dan celana biru gelap. Kedua tokoh
tersebut berbicara dengan santai dalam suasana penuh persahabatan.
Kadang-kadang obrolan diselingi dengan tawa lepas dari keduanya.“Satu hal yang mengesankan dari Pak Jokowi adalah, beliau pemimpin yang jujur dan sederhana. Blusukan yang jadi aktivitas rutinnya dilakukan dengan tulus, bukan dalam rangka pencitraan. Saya senang bisa bertukar pikiran dan membantu memberi masukan kepada Gubernur bagaimana mencari solusi jangka panjang mengatasi banjir yang kerap melanda Jakarta. Mudah-mudahan ini bisa menjadi jalan keluar seperti yang kita semua harapkan,” ujar Rizal Ramli yang juga mantan Menteri Koordinator Perekonomian.
Soal banjir, Rizal menilai hal ini merupakan masalah serius bagi Jakarta. Strategi pembangunan yang tidak ramah lingkungan, sistem drainase yang tidak bagus serta perilaku warga yang buruk seputar sampah, sering dianggap sebagai penyebab utama terjadinya banjir. Ditambah dengan curah hujan yang tinggi, banjir benar-benar menjadi momok yang menghantui warga.
Selain membahas soal banjir, kedua tokoh juga saling berbagi pengalaman dalam hal melakukan reformasi birokrasi. Rizal banyak memberi masukan bagaimana sebaiknya menata dan membenahi birokrasi. Pengalamannya sebagai Kepala Bulog, Menko Perekonomian, dan Menteri Keuangan menjadi masukan yang berharga buat Gubenur.
“Saya melihat salah satu persoalan utama di DKI memang masalah birokrasi. Bukan karena pejabatnya tidak kapabel, tapi lebih disebabkan soal kemauan yang tulus untuk melayani masyarakat. Saya percaya, di bawah kepemimpinan Pak Jokowi, birokrasi di DKI akan bisa lebih baik lagi,” ungkap Rizal Ramli yang juga mantan Menteri Keuangan tersebut.
Jokowi sendiri menilai Rizal Ramli sebagai pemimpin yang punya karakter dan berintegritas. Sederet jabatan penting di pusat kekuasaan yang disandangnya tidak membuat tokoh yang di kalangan nahdiyin kerap disapa Gus Romli itu melenceng dari amanat yang diembannya. Selama menjadi pejabat publik, Ketua Aliansi Rakyat Untuk Perubahan (ARUP) itu bersih dari cacat korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Sumber :
http://www.lensaindonesia.com
Angkot Langgar Trayek, Jokowi: Tangkep yang Kayak Gitu
Dengan dalih menghindari macet, banyak sopir angkutan umum nekat
melanggar jalur trayek. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)
berpendapat tindakan sopir nakal itu salah dan bisa ditangkap.
Pelanggaran trayek salah satunya dilakukan oleh Jamal (40), sopir angkot U-10 jalur Jakarta Kota-Pademangan yang membawa penumpang mahasiswi UI Annisa Azward (20).
Jamal mengaku terpaksa menyalahi jalur untuk menghindari kemacetan. Annisa yang sendirian di angkot itu menjadi ketakutan dan akhirnya tewas setelah melompat dari angkot.
"Ya nggak bisa dong. Trayek (berubah) alasan macet, nggak bisa. Tangkep yang kayak gitu," kata Jokowi saat dimintai komentar soal angkot yang menyalahi trayek itu di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013).
Menurut dia, pengambilalihan Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) salah satu cara mengatasi kasus kriminalitas di angkot.
"Kenapa mau ambil PPD karena itu juga (kasus angkot maut), tidak hanya Metro Mini, Kopaja, angkot harus satu manajemen biar gampang pembinaan, kontrolingnya, ngecek macem-macem, ngecek sopir, ID, gampang. Kontrol rem mudah," kata suami Iriana ini yang mengenakan setelan jas hitam ini.
Sumber :
http://news.detik.com
Pelanggaran trayek salah satunya dilakukan oleh Jamal (40), sopir angkot U-10 jalur Jakarta Kota-Pademangan yang membawa penumpang mahasiswi UI Annisa Azward (20).
Jamal mengaku terpaksa menyalahi jalur untuk menghindari kemacetan. Annisa yang sendirian di angkot itu menjadi ketakutan dan akhirnya tewas setelah melompat dari angkot.
"Ya nggak bisa dong. Trayek (berubah) alasan macet, nggak bisa. Tangkep yang kayak gitu," kata Jokowi saat dimintai komentar soal angkot yang menyalahi trayek itu di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013).
Menurut dia, pengambilalihan Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) salah satu cara mengatasi kasus kriminalitas di angkot.
"Kenapa mau ambil PPD karena itu juga (kasus angkot maut), tidak hanya Metro Mini, Kopaja, angkot harus satu manajemen biar gampang pembinaan, kontrolingnya, ngecek macem-macem, ngecek sopir, ID, gampang. Kontrol rem mudah," kata suami Iriana ini yang mengenakan setelan jas hitam ini.
Sumber :
http://news.detik.com
Jokowi: Nangis-nangis, Ternyata Calo Rusun
Maraknya praktik percaloan dalam pemberian rumah susun (rusun)
merupakan fenomena yang terus tumbuh subur. Sadar akan kondisi itu,
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku terus mempelajari modus
operandi para calo untuk kemudian memberantasnya.
Ditemui di Balaikota Jakarta, Jokowi menyatakan belum bisa mengambil tindakan terkait praktik para calo tersebut. Namun, seiring waktu ia mulai mengantongi nama dan modus yang biasa digunakan para calo untuk mengelabui warga yang berniat menghuni rusun, misalnya di Rusun Marunda.
"Perlu dipastikan dulu, siapa dan modusnya. Kadang-kadang mereka (para calo) juga ikut datang, minta rusun, lalu disewakan," kata Jokowi, Selasa (12/2/2013).
Mantan Wali Kota Surakarta ini menyampaikan, berdasarkan penelusurannya, para calo memiliki berbagai trik untuk memikat warga yang ingin menghuni rusun. Umumnya, yakni mengiming-imingi warga mendapat "jalur khusus" dengan cara menyetorkan sejumlah uang.
"Ada juga yang datang sambil nangis-nangis, ternyata calo juga. Ada yang ngumpulin uang masyarakat sampai terkumpul Rp 56 juta, ternyata masyarakat enggak dapat rumahnya," ujar Jokowi.
Rusun Marunda dikhususkan kepada warga yang terkena dampak banjir. Sejatinya, semua warga tersebut harus direlokasi ke Rusun Marunda. Namun, ada saja oknum dari dalam dan luar Pemerintah Provinsi DKI yang menjegal proses relokasi tersebut. Modusnya beragam, misalnya menyetorkan uang atau alasan lainnya.
Pemprov DKI pun mengambil tindakan tegas, salah satunya dengan memecat Kusnindar sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Susun Daerah I Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah DKI Jakarta.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Ditemui di Balaikota Jakarta, Jokowi menyatakan belum bisa mengambil tindakan terkait praktik para calo tersebut. Namun, seiring waktu ia mulai mengantongi nama dan modus yang biasa digunakan para calo untuk mengelabui warga yang berniat menghuni rusun, misalnya di Rusun Marunda.
"Perlu dipastikan dulu, siapa dan modusnya. Kadang-kadang mereka (para calo) juga ikut datang, minta rusun, lalu disewakan," kata Jokowi, Selasa (12/2/2013).
Mantan Wali Kota Surakarta ini menyampaikan, berdasarkan penelusurannya, para calo memiliki berbagai trik untuk memikat warga yang ingin menghuni rusun. Umumnya, yakni mengiming-imingi warga mendapat "jalur khusus" dengan cara menyetorkan sejumlah uang.
"Ada juga yang datang sambil nangis-nangis, ternyata calo juga. Ada yang ngumpulin uang masyarakat sampai terkumpul Rp 56 juta, ternyata masyarakat enggak dapat rumahnya," ujar Jokowi.
Rusun Marunda dikhususkan kepada warga yang terkena dampak banjir. Sejatinya, semua warga tersebut harus direlokasi ke Rusun Marunda. Namun, ada saja oknum dari dalam dan luar Pemerintah Provinsi DKI yang menjegal proses relokasi tersebut. Modusnya beragam, misalnya menyetorkan uang atau alasan lainnya.
Pemprov DKI pun mengambil tindakan tegas, salah satunya dengan memecat Kusnindar sebagai Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Rumah Susun Daerah I Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintahan Daerah DKI Jakarta.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Jokowi Akan Satukan PPD, Metromini, Kopaja, dan Bajaj
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan menyatukan Perusahaan
Pengangkutan Djakarta (PPD) bersama Kopaja, Metromini, dan Bajaj. Hal
itu akan ia upayakan setelah PPD resmi menjadi kepemilikan Pemprov DKI
dengan berstatus badan usaha milik daerah (BUMD).
"Setelah PPD jadi milik Pemprov DKI, akan menjadi satu payung hukum Kopaja, Metromini, dan Bajaj," kata pria yang akrab disapa Jokowi itu di Balaikota Jakarta, Senin (11/2/2013).
Upaya perubahan PPD menjadi BUMD dan upaya penyatuan payung hukum itu, kata Jokowi, sudah disetujui oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dan tinggal menunggu persetujuan dari Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Menurut dia, selama belum ada manajemen yang membawahi angkutan-angkutan tersebut, maka sistem regulasinya tak akan terstruktur.
"Bagaimana membina sopir, cek seragam dan ID-nya. Kalau enggak satu manajemen bagaimana. Itu makane, ingin kami ambil alih karena berpuluh tahun tidak selesai-selesai," kata Jokowi.
Menurut Jokowi, ia juga sudah melayangkan surat ke Kementerian BUMN untuk meminta PPD dialihkan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Iya, suratnya sudah kami layangkan ke Kementerian BUMN," kata dia.
Meski sudah melayangkan surat ke Dahlan, Jokowi belum mendapat tanggapan khusus terkait hal tersebut. Sekadar catatan, Kementerian BUMN menginginkan PPD dilikuidasi.
Aset milik PPD akan diambil alih oleh Perum Damri dan aset berupa tanah akan dilelang. Proses likuidasi diharapkan bisa terjadi pada akhir tahun.
Pemprov DKI Jakarta pun berkeinginan mengakuisisi Perum PPD. Pertimbangannya, PPD memiliki aset yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan perhubungan transportasi dan pengadaan jalur-jalur transportasi yang dilalui bus transjakarta. PPD tercatat mempunyai aset berupa tanah seluas 4,1 hektar di Ciputat dengan nilai jual obyek pajak (NJOP) mencapai Rp 6,15 triliun. Aset lain berupa tanah di kawasan Halim Perdanakusuma seluas 6 hektar seharga Rp 10,2 triliun.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
"Setelah PPD jadi milik Pemprov DKI, akan menjadi satu payung hukum Kopaja, Metromini, dan Bajaj," kata pria yang akrab disapa Jokowi itu di Balaikota Jakarta, Senin (11/2/2013).
Upaya perubahan PPD menjadi BUMD dan upaya penyatuan payung hukum itu, kata Jokowi, sudah disetujui oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dan tinggal menunggu persetujuan dari Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Menurut dia, selama belum ada manajemen yang membawahi angkutan-angkutan tersebut, maka sistem regulasinya tak akan terstruktur.
"Bagaimana membina sopir, cek seragam dan ID-nya. Kalau enggak satu manajemen bagaimana. Itu makane, ingin kami ambil alih karena berpuluh tahun tidak selesai-selesai," kata Jokowi.
Menurut Jokowi, ia juga sudah melayangkan surat ke Kementerian BUMN untuk meminta PPD dialihkan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Iya, suratnya sudah kami layangkan ke Kementerian BUMN," kata dia.
Meski sudah melayangkan surat ke Dahlan, Jokowi belum mendapat tanggapan khusus terkait hal tersebut. Sekadar catatan, Kementerian BUMN menginginkan PPD dilikuidasi.
Aset milik PPD akan diambil alih oleh Perum Damri dan aset berupa tanah akan dilelang. Proses likuidasi diharapkan bisa terjadi pada akhir tahun.
Pemprov DKI Jakarta pun berkeinginan mengakuisisi Perum PPD. Pertimbangannya, PPD memiliki aset yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan perhubungan transportasi dan pengadaan jalur-jalur transportasi yang dilalui bus transjakarta. PPD tercatat mempunyai aset berupa tanah seluas 4,1 hektar di Ciputat dengan nilai jual obyek pajak (NJOP) mencapai Rp 6,15 triliun. Aset lain berupa tanah di kawasan Halim Perdanakusuma seluas 6 hektar seharga Rp 10,2 triliun.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Soal Hibah PPD Jokowi Masih Tunggu Agus Marto, Dahlan Sudah Oke
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), mengaku Menteri Badan Usaha
Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan telah setuju dengan rencana pemprov DKI
mengambil alih Perum Perusahaan Pengangkutan Jakarta (PPD). Namun,
Jokowi masih menunggu keputusan Menteri Keuangan Agus Martowardojo.
"Pak Menteri BUMN sudah oke. Tinggal tunggu Pak Menkeunya saja," ujar Jokowi di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013).
Jokowi menjelaskan bahwa setelah PPD menjadi milik Pemprov DKI, dia akan menjadi payung bagi Kopaja, Metromini hingga Bajaj.
"Selama belum ada manajemen yang membawahi. Bagaimana membina sopir, seragamnya, ID-nya. Kalau enggak satu manajemen gimana. Itu makanya, ingin kami ambil alih. Berpuluh tahun masalah tidak selesai-selesai," lanjutnya.
Pada kesempatan sebelumnya, Jokowi memang mengakui dirinya ingin mengambil pangkalan (depo) atau pool PPD untuk digunakan Kopaja dan Metromini.
"Yang pool itu mau kita pakai untuk Kopaja dan Metromini. Karena kita nggak punya fasilitas itu, bengkelnya juga. Yah kayak sekarang terus Kopaja dan Metromininya nggak ada speedometer, pembinaannya kayak apa nggak jelas," tegas Jokowi.
Sementara untuk bajaj, Jokowi menilai harus ada pool juga untuk kendaraan ini.
"Kedua, harus ada uang jaminan dan ini memberatkan. Ketiga, memang harga bajaj yang mahal sehingga cicilannya tadi saya lihat 1 sopir itu harus Rp 115 ribu per hari. Ini juga saya kira memberatkan," kata Jokowi usai bertemu dengan perwakilan sopir bajaj di Koperasi Usaha Bersatu, Jalan Balap Sepeda IV, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (8/2).
Sumber :
http://finance.detik.com
"Pak Menteri BUMN sudah oke. Tinggal tunggu Pak Menkeunya saja," ujar Jokowi di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (11/2/2013).
Jokowi menjelaskan bahwa setelah PPD menjadi milik Pemprov DKI, dia akan menjadi payung bagi Kopaja, Metromini hingga Bajaj.
"Selama belum ada manajemen yang membawahi. Bagaimana membina sopir, seragamnya, ID-nya. Kalau enggak satu manajemen gimana. Itu makanya, ingin kami ambil alih. Berpuluh tahun masalah tidak selesai-selesai," lanjutnya.
Pada kesempatan sebelumnya, Jokowi memang mengakui dirinya ingin mengambil pangkalan (depo) atau pool PPD untuk digunakan Kopaja dan Metromini.
"Yang pool itu mau kita pakai untuk Kopaja dan Metromini. Karena kita nggak punya fasilitas itu, bengkelnya juga. Yah kayak sekarang terus Kopaja dan Metromininya nggak ada speedometer, pembinaannya kayak apa nggak jelas," tegas Jokowi.
Sementara untuk bajaj, Jokowi menilai harus ada pool juga untuk kendaraan ini.
"Kedua, harus ada uang jaminan dan ini memberatkan. Ketiga, memang harga bajaj yang mahal sehingga cicilannya tadi saya lihat 1 sopir itu harus Rp 115 ribu per hari. Ini juga saya kira memberatkan," kata Jokowi usai bertemu dengan perwakilan sopir bajaj di Koperasi Usaha Bersatu, Jalan Balap Sepeda IV, Rawamangun, Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (8/2).
Sumber :
http://finance.detik.com
Minggu, 10 Februari 2013
Jokowi koordinasi dengan Polda Metro untuk cegah kejahatan di Angkot
Gubernur DKI
Jakarta, Joko Widodo mengatakan akan berkoordinasi dengan Kepolisian
Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya) untuk mencegah terjadinya kejahatan
di angkutan umum atau angkutan kota.
"Kalau soal keamanan nanti tanya Polda... Nanti saya akan telepon Polda," ujarnya, di Jakarta, Minggu.
Menurut Jokowi, menjaga keamanan dalam angkutan umum sulit dilakukan selama sistem satu manajemen atau satu perusahaan belum dilaksanakan.
Pengawasan serta pembinaan sopir angkutan umum akan sulit dilakukan bila sistem tersebut belum diterapkan.
"Selama itu tidak dalam pembinaan satu manajemen, sulit," katanya.
Pembinaan satu manajemen, lanjutnya, akan memudahkan pengawasan serta pembinaan supir. Hal ini juga bisa meminimalisir penggunaan supir 'tembak'. "Tapi kalau belum satu manajemen, lupakan," katanya.
Jokowi mengatakan sistem penggunaan seragam serta kartu identitas supir pun tidak akan bisa berjalan jika belum ada manajemen satu atap.
"Ya itu kan belum jalan. Sulit kalau belum diubah," katanya.
Sumber :
http://www.antaranews.com
"Kalau soal keamanan nanti tanya Polda... Nanti saya akan telepon Polda," ujarnya, di Jakarta, Minggu.
Menurut Jokowi, menjaga keamanan dalam angkutan umum sulit dilakukan selama sistem satu manajemen atau satu perusahaan belum dilaksanakan.
Pengawasan serta pembinaan sopir angkutan umum akan sulit dilakukan bila sistem tersebut belum diterapkan.
"Selama itu tidak dalam pembinaan satu manajemen, sulit," katanya.
Pembinaan satu manajemen, lanjutnya, akan memudahkan pengawasan serta pembinaan supir. Hal ini juga bisa meminimalisir penggunaan supir 'tembak'. "Tapi kalau belum satu manajemen, lupakan," katanya.
Jokowi mengatakan sistem penggunaan seragam serta kartu identitas supir pun tidak akan bisa berjalan jika belum ada manajemen satu atap.
"Ya itu kan belum jalan. Sulit kalau belum diubah," katanya.
Sumber :
http://www.antaranews.com
Mahasiswi UI Tewas Loncat dari Angkot, Jokowi Telepon Kapolda
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, belum mengetahui ada mahasiswi Universitas Indonesia yang melompat dari angkutan umum karena takut diculik oleh sopir angkot. Annisa Azward (20), meninggal karena kepalanya terbentur pembatas jalan.
"Saya belum tahu masalah itu, kenapa itu?" tanya Jokowi ketika ditemui di Jakarta, Minggu, 10 Februari 2013.
Jokowi mengaku usahanya mewajibkan seragam dan berbagai aturan lainnya kepada para sopir angkot saat ini tidak berjalan efektif. Hal ini disebabkan banyaknya angkutan umum di Jakarta.
Petugas Dishub DKI Jakarta kesulitan mengecek setiap sopir angkutan umum. Ia mencontohkan Bajaj di Jakarta yang jumlahnya mencapai 14 ribu unit, sedangkan Kopaja dan Metro Mini jumlahnya mencapai 4.400 unit.
Banyaknya angkutan umum di Jakarta membuat pemerintah daerah tidak mungkin mengontrol setiap unit kendaraan. Untuk itu, Jokowi menginginkan BUMN transportasi, PPD, untuk segera diambil alih Pemda DKI Jakarta agar dapat menjadi wadah pengaturan manajemen angkutan umum Jakarta.
Mengenai permasalahan keamanan, mantan walikota Solo ini mengatakan akan berkonsultasi dengan Kapolda. Pasalnya, Polda DKI Jakarta yang mempunyai wewenang menindak masalah kriminal.
"Intinya itu perlu manajemen, mengenai permasalahan keamanan besok saya akan telepon Pak Kapolda," ujarnya.
Sumber :
http://metro.news.viva.co.id
"Saya belum tahu masalah itu, kenapa itu?" tanya Jokowi ketika ditemui di Jakarta, Minggu, 10 Februari 2013.
Jokowi mengaku usahanya mewajibkan seragam dan berbagai aturan lainnya kepada para sopir angkot saat ini tidak berjalan efektif. Hal ini disebabkan banyaknya angkutan umum di Jakarta.
Petugas Dishub DKI Jakarta kesulitan mengecek setiap sopir angkutan umum. Ia mencontohkan Bajaj di Jakarta yang jumlahnya mencapai 14 ribu unit, sedangkan Kopaja dan Metro Mini jumlahnya mencapai 4.400 unit.
Banyaknya angkutan umum di Jakarta membuat pemerintah daerah tidak mungkin mengontrol setiap unit kendaraan. Untuk itu, Jokowi menginginkan BUMN transportasi, PPD, untuk segera diambil alih Pemda DKI Jakarta agar dapat menjadi wadah pengaturan manajemen angkutan umum Jakarta.
Mengenai permasalahan keamanan, mantan walikota Solo ini mengatakan akan berkonsultasi dengan Kapolda. Pasalnya, Polda DKI Jakarta yang mempunyai wewenang menindak masalah kriminal.
"Intinya itu perlu manajemen, mengenai permasalahan keamanan besok saya akan telepon Pak Kapolda," ujarnya.
Sumber :
http://metro.news.viva.co.id
Jokowi akan bongkar manajemen angkot
Kisah tragis Annisa mendapat perhatian juga dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Annisa Azward (20), mahasiswi Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia semester IV terluka parah usai loncat dari angkot yang diduga supirnya akan melakukan tindak perkosaan kepada Annisa.
Jokowi mengaku akan berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Putut Bagus Eko Bayuseno soal keamanan di angkutan umum.
"Nanti saya sampaikan (kasus Annisa) ke Kapolda Metro Jaya," ujar Jokowi di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Minggu (10/2).
Sementara itu Jokowi sedang berupaya melakukan pembenahan manajemen yang mengatur angkutan umum tersebut. Menurut dia, pembenahan itu harus segera dilakukan untuk kenyamanan para pengguna angkutan umum. "Kopaja, Metromini dan angkutan lainnya memang harus ada manajemen dan payung hukumnya. Harus ada sistem yang mengatur. Tahun ini lah bisa direalisasikan," ujar Jokowi.
Jokowi mengatakan, upaya mengambil alih manajemen Perusahaan Umum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) agar bisa mengontrol dan beri pengarahan terhadap para sopir. "Kenapa harus diambil alih, biar gampang kontrolnya, lalu beri pengarahan sopir karena kalau sudah ada manajemen nya nanti kan ada pool nya," tutur Jokowi dengan kemeja putih dan celana bahan hitam andalannya saat 'blusukan'
Jokowi mengkritisi pengelolaan angkutan umum yang dikelola oleh perorangan maupun koperasi. "Memang enggak mungkin dikelola pribadi atau koperasi. Karena itu kan nggak ada naungannya, enggak ada PT-nya jadi manajemen pengendaliannya sulit," ujar Jokowi.
Sebelumnya, Kejadian itu terjadi pada Rabu (6/2) lalu. Saat itu, mahasiswi Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia semester IV ingin pergi ke rumah tantenya yang berada di wilayah Pademangan Timur, Jakarta Utara. Annisa waktu itu naik angkutan KWKU 10 jurusan Sunter-Muara Angke. Ia naik mobil angkutan itu seorang diri.
"Sebelum loncat, ia sempat telepon tantenya. Katanya jalannya kok tidak biasanya. Dia minta turun tapi tetep ga diberhentiin," ujar Azward, orang tua Annisa.
Karena mengalami luka parah, Annisa kemudian dibawa ke Rumah Sakit Atmajaya Pluit. Di sana sempat dirawat. Karena di rumah sakit tersebut tidak ada ct scan kepala, Annisa kemudian pindah ke RSUD Koja, Jakarta Utara. Beberapa hari setelah dirawat, Annisa mengembuskan napas terakhirnya.
Sumber :
http://www.merdeka.com
Jokowi Tinjau Kelurahan Pekojan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali blusukan. Kali ini Jokowi meninjau daerah Kalimati Gang Langgar, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Minggu (10/2).
Jokowi berangkat dari rumah dinasnya yang terletak di kawasan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat pukul 09.00 WIB dan tiba di Pekojan sekitar pukul 09.30 WIB. Dalam perjalanan menuju lokasi peninjauan Jokowi menggunakan Toyota Innova bernopol 1969 PQP dan diikuti iring-ringan mobil Dinas Perhubungan, dan dua mobil Satpol PP.
Saat meninjau, Jokowi juga membawa sejumlah bantuan antara lain, beras 2 ton, 1.440 pieces buku tulis, seragam sekolah SD dan SMP, 1000 sarung tangan karet, 300 sapu lidi, 1.500 buah kantong sampah. Bantuan tersebut diangkut dengan menggunakan dua unit mobil Satpol PP.
"Ya tadi setelah saya lihat ada kali dan tempat yang sudah bersih tapi ada beberapa yang masih kotor. Ini dilakukan untuk identifikasi lebih detail lagi," ujar Jokowi kepada merdeka.com.
Setelah itu, Jokowi menuju ke sebuah lapangan kosong yang terletak di dalam permukiman Pekojan, kemudian pria penyuka musik metal itu pun langsung menghentikan langkahnya dan seraya memanggil pihak terkait untuk menanyakan pengadaan lapangan tersebut.
Dengan sigap, Agus Yusuf selaku lurah dari Pekojan langsung menjelaskan perihal kebutuhan dari tanah lapang tersebut. "Ini rencananya akan dibuat gelanggang olahraga pak. Rencananya tahun ini. Luas tanah kurang lebih 6.000 m2," jelas Agus kepada Jokowi.
Mendapat penjelasan Agus, Jokowi pun langsung melanjutkan 'blusukannya' yang diiringi teriakan warga menyebut namanya. "Jokowi, Jokowi, Pak Jokowi," teriak warga.
Sumber :
http://www.merdeka.com
Jokowi berangkat dari rumah dinasnya yang terletak di kawasan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat pukul 09.00 WIB dan tiba di Pekojan sekitar pukul 09.30 WIB. Dalam perjalanan menuju lokasi peninjauan Jokowi menggunakan Toyota Innova bernopol 1969 PQP dan diikuti iring-ringan mobil Dinas Perhubungan, dan dua mobil Satpol PP.
Saat meninjau, Jokowi juga membawa sejumlah bantuan antara lain, beras 2 ton, 1.440 pieces buku tulis, seragam sekolah SD dan SMP, 1000 sarung tangan karet, 300 sapu lidi, 1.500 buah kantong sampah. Bantuan tersebut diangkut dengan menggunakan dua unit mobil Satpol PP.
"Ya tadi setelah saya lihat ada kali dan tempat yang sudah bersih tapi ada beberapa yang masih kotor. Ini dilakukan untuk identifikasi lebih detail lagi," ujar Jokowi kepada merdeka.com.
Setelah itu, Jokowi menuju ke sebuah lapangan kosong yang terletak di dalam permukiman Pekojan, kemudian pria penyuka musik metal itu pun langsung menghentikan langkahnya dan seraya memanggil pihak terkait untuk menanyakan pengadaan lapangan tersebut.
Dengan sigap, Agus Yusuf selaku lurah dari Pekojan langsung menjelaskan perihal kebutuhan dari tanah lapang tersebut. "Ini rencananya akan dibuat gelanggang olahraga pak. Rencananya tahun ini. Luas tanah kurang lebih 6.000 m2," jelas Agus kepada Jokowi.
Mendapat penjelasan Agus, Jokowi pun langsung melanjutkan 'blusukannya' yang diiringi teriakan warga menyebut namanya. "Jokowi, Jokowi, Pak Jokowi," teriak warga.
Sumber :
http://www.merdeka.com
Sabtu, 09 Februari 2013
Jokowi Gelar Kuis di Rumah Menpera
Usai meninjau tanggul Banjir Kanal Barat, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendatangi kediaman Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz di Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat. Di rumah Djan, gubernur yang biasa dipanggil Jokowi itu menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Acara Maulid Nabi di rumah Menteri Djan Faridz juga dihadiri oleh ribuan warga yang kebanyakan ibu rumah tangga. Di acara tersebut Jokowi bagi-bagi sepeda untuk warga yang beruntung.
"Saya bawa kartu nama tiga, jadi dituker sama sepeda buat ibu-ibu yang bisa jawab pertanyaan saya. Saya mau tanya yang gampang-gampang saja lah. Yang mau sepeda saja ya yang tunjuk tangan," kata Jokowi di hadapan warga, Sabtu (9/2).
Ribuan warga yang hadir pun berebut untuk menjawab pertanyaan dari Jokowi. Pertanyaan dari Jokowi pun terhitung mudah dan bisa dijawab oleh seluruh warga.
"Saya nanyanya yang gampang, Gubernur DKI Jakarta siapa namanya?" tanya Jokowi.
Selesai menggelar kuis berhadiah sepeda, Jokowi kemudian memaparkan soal program andalannya yakni Kartu Jakarta Sehat (KJS). Jokowi menjelaskan bahwa bulan Maret mendatang pihaknya akan membagikan KJS bagi warga yang belum mendapatkannya.
"KJS memang yang diberikan kemarin itu belum ada sepuluh persen. Saya usahakan bulan Maret bisa dibagiin semua, mohon informasi ini bisa disebarkan ke warga lainnya," ucap mantan Wali Kota Surakarta itu.
Sumber :
http://www.jpnn.com
Acara Maulid Nabi di rumah Menteri Djan Faridz juga dihadiri oleh ribuan warga yang kebanyakan ibu rumah tangga. Di acara tersebut Jokowi bagi-bagi sepeda untuk warga yang beruntung.
"Saya bawa kartu nama tiga, jadi dituker sama sepeda buat ibu-ibu yang bisa jawab pertanyaan saya. Saya mau tanya yang gampang-gampang saja lah. Yang mau sepeda saja ya yang tunjuk tangan," kata Jokowi di hadapan warga, Sabtu (9/2).
Ribuan warga yang hadir pun berebut untuk menjawab pertanyaan dari Jokowi. Pertanyaan dari Jokowi pun terhitung mudah dan bisa dijawab oleh seluruh warga.
"Saya nanyanya yang gampang, Gubernur DKI Jakarta siapa namanya?" tanya Jokowi.
Selesai menggelar kuis berhadiah sepeda, Jokowi kemudian memaparkan soal program andalannya yakni Kartu Jakarta Sehat (KJS). Jokowi menjelaskan bahwa bulan Maret mendatang pihaknya akan membagikan KJS bagi warga yang belum mendapatkannya.
"KJS memang yang diberikan kemarin itu belum ada sepuluh persen. Saya usahakan bulan Maret bisa dibagiin semua, mohon informasi ini bisa disebarkan ke warga lainnya," ucap mantan Wali Kota Surakarta itu.
Sumber :
http://www.jpnn.com
Jokowi Setuju Motor Masuk Jalan Tol
Ide pembuatan jalur khusus motor di jalan tol ternyata sudah pernah diajukan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Jokowi pun menyambut baik ide yang pertama kali dilontarkan oleh Menteri BUMN Dahlan Iskan itu.
"Saya pikir baik ya. Waktu itu ada yang mengajukan," kata Jokowi saat ditemui di tanggul Banjir Kanal Barat, Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2).
Hanya saja, sambung Jokowi, ide pembuatan jalur khusus motor di jalan tol belum bisa direalisasikan di ibu kota dalam waktu dekat ini. Pasalnya, ia ingin berkonsentrasi pada proyek-proyek yang tengah dijalankan Pemprov DKI terlebih dahulu. "Belum kepikiran sekarang," imbuhnya.
Sekedar diketahui, Menteri BUMN Dahlan Iskan beberapa waktu lalu melontarkan ide jalur khusus motor di jalan tol. Dahlan menilai pertumbuhan sepeda motor di Indonesia tidak akan bisa dibendung.
Apalagi, motor merupakan alat mobilitas kelas bawah untuk mengejar kelas menengah. Karena itu Dahlan menilai bahwa para pengendara motor perlu difasilitasi.
"Peraturan membolehkan ini. Saya sedang memikirkan dan akan meminta Jasa Marga melakukan study membuat sayap di jalan tol untuk sepeda motor," ujar Dahlan di Denpasar, Bali, Sabtu (2/2).
Sumber :
http://www.jpnn.com
"Saya pikir baik ya. Waktu itu ada yang mengajukan," kata Jokowi saat ditemui di tanggul Banjir Kanal Barat, Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2).
Hanya saja, sambung Jokowi, ide pembuatan jalur khusus motor di jalan tol belum bisa direalisasikan di ibu kota dalam waktu dekat ini. Pasalnya, ia ingin berkonsentrasi pada proyek-proyek yang tengah dijalankan Pemprov DKI terlebih dahulu. "Belum kepikiran sekarang," imbuhnya.
Sekedar diketahui, Menteri BUMN Dahlan Iskan beberapa waktu lalu melontarkan ide jalur khusus motor di jalan tol. Dahlan menilai pertumbuhan sepeda motor di Indonesia tidak akan bisa dibendung.
Apalagi, motor merupakan alat mobilitas kelas bawah untuk mengejar kelas menengah. Karena itu Dahlan menilai bahwa para pengendara motor perlu difasilitasi.
"Peraturan membolehkan ini. Saya sedang memikirkan dan akan meminta Jasa Marga melakukan study membuat sayap di jalan tol untuk sepeda motor," ujar Dahlan di Denpasar, Bali, Sabtu (2/2).
Sumber :
http://www.jpnn.com
Jokowi Ingatkan Lagi Penghuni Rusun Bermobil untuk Pindah Saja
Gubernur Jakarta Joko Widodo mengkritik penghuni rumah susun bermobil.
Dia mengimbau penghuni tersebut untuk mencari tempat lain karena
dianggap sudah mampu.
"Kalau ada yang tidak mampu menjadi mampu, ya alhamdulillah, senang dong. Masa ya pengen di situ terus. Jadi yang sudah bermobil keluar dari sana karena memang dia sudah kita anggap sudah kaya," kata Jokowi.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat meninjau tanggul Latuharhary yang sempat jebol, Sabtu (9/2/2013).
Dari sederet rumah susun yang ada di Jakarta, menurut Jokowi, tidak seluruhnya disalahgunakan kepemilikannya oleh orang berduit. Rusun, memang dikhususkan untuk mereka yang pas-pasan.
"Dari ribuan rusun ada satu yang disalahgunakan. Ya maksudnya satu dua tiga. Enggak mungkin ribuan juga. Adalah memang, tapi itu kan di tujukan untuk warga-warga tidak mampu," katanya.
Sumber :
http://news.detik.com
"Kalau ada yang tidak mampu menjadi mampu, ya alhamdulillah, senang dong. Masa ya pengen di situ terus. Jadi yang sudah bermobil keluar dari sana karena memang dia sudah kita anggap sudah kaya," kata Jokowi.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat meninjau tanggul Latuharhary yang sempat jebol, Sabtu (9/2/2013).
Dari sederet rumah susun yang ada di Jakarta, menurut Jokowi, tidak seluruhnya disalahgunakan kepemilikannya oleh orang berduit. Rusun, memang dikhususkan untuk mereka yang pas-pasan.
"Dari ribuan rusun ada satu yang disalahgunakan. Ya maksudnya satu dua tiga. Enggak mungkin ribuan juga. Adalah memang, tapi itu kan di tujukan untuk warga-warga tidak mampu," katanya.
Sumber :
http://news.detik.com
Jokowi Bagikan Tiga Sepeda kepada Muslimat NU
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi menghadiri pengajian
dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad, di rumah Menteri Perumahan
Rakyat Djan Faridz di Jalan Talang, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2013).
Acara tersebut dihadiri sekitar 6.000 muslimat pengajian NU dari lima
wilayah di Jakarta.
Pada kesempatan itu Jokowi memberikan tiga sepeda kepada muslimat yang hadir. Jokowi yang datang sekitar pukul 11.15 WIB disambut Djan Faridz tepat di depan pagar rumahnya.
"Saya tadi dari kampung, maaf pakaian saya seperti ini. Ayo cepet, Mas, nanti pada marah semua," ujar Jokowi yang diikuti gelak tawa Faridz.
Pada kesempatan tersebut, Jokowi membagikan tiga kartu nama, yang nantinya dapat ditukarkan dengan sebuah sepeda yang diambil di Balaikota. "Saya bawa tiga kartu nama, bisa ditukarkan dengan sepeda Senin besok, jadi ibu mohon tunjuk jari saya mau tanya," kata Jokowi.
Sebelum memberikan kartu nama, ia terlebih dahulu memberikan pertanyaan-pertanyaan ringan, seperti sepuluh nama sayuran atau buah-buahan. Pertanyaan lain yang diajukan Jokowi kepada seorang ibu yang beruntung itu adalah "Gubernur DKI siapa namanya?" Dengan cepat ibu itu menjawab, "Bapak Jokowi!," seraya memegang lengan sang Gubernur.
Setelah itu, Djan Faridz membagikan 25 tiket umrah kepada hadirin yang datang. Kemudian, ia mengundi siapa yang beruntung dapat umrah gratis.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Pada kesempatan itu Jokowi memberikan tiga sepeda kepada muslimat yang hadir. Jokowi yang datang sekitar pukul 11.15 WIB disambut Djan Faridz tepat di depan pagar rumahnya.
"Saya tadi dari kampung, maaf pakaian saya seperti ini. Ayo cepet, Mas, nanti pada marah semua," ujar Jokowi yang diikuti gelak tawa Faridz.
Pada kesempatan tersebut, Jokowi membagikan tiga kartu nama, yang nantinya dapat ditukarkan dengan sebuah sepeda yang diambil di Balaikota. "Saya bawa tiga kartu nama, bisa ditukarkan dengan sepeda Senin besok, jadi ibu mohon tunjuk jari saya mau tanya," kata Jokowi.
Sebelum memberikan kartu nama, ia terlebih dahulu memberikan pertanyaan-pertanyaan ringan, seperti sepuluh nama sayuran atau buah-buahan. Pertanyaan lain yang diajukan Jokowi kepada seorang ibu yang beruntung itu adalah "Gubernur DKI siapa namanya?" Dengan cepat ibu itu menjawab, "Bapak Jokowi!," seraya memegang lengan sang Gubernur.
Setelah itu, Djan Faridz membagikan 25 tiket umrah kepada hadirin yang datang. Kemudian, ia mengundi siapa yang beruntung dapat umrah gratis.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Jumat, 08 Februari 2013
Kebijakan Jokowi dilawan pengusaha kaya
Tiga sumur resapan di Jalan Lebak Bulus 1 yang sampai sekarang masih
dalam proses pembuatan oleh Suku Dinas Tata Air Jakarta Selatan,
merupakan permintaan langsung dari Gubernur Jokowi.
Sumur resapan yang terletak di perempatan jalan Lebak Bulus 1 arah Fatmawati-Pondok Indah-Cinere dan Pasar Jumat tersebut, sedianya akan dibangun di lahan kosong milik Perumahan Bona Indah, Bona Vista.
Namun, sang empunya tanah berani melawan dan tidak mengijinkan pembuatan sumur tersebut. Sayang pemerintah kota tidak mengambil sikap tegas dan memilih untuk mengalah dengan membangun sumur di bahu jalan.
Saat dihubungi via telpon, Kasudin Tata Air Irfan Anta membenarkan kabar itu. Dia mengatakan, pembangunan tiga sumur resapan di jalan itu adalah permintaan langsung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). "Itu intruksi Pak Gubernur," katanya, kepada Sindonews, Jumat (8/2/2013).
Dia menambahkan, pembangunan tiga sumur resapan itu awalnya memang akan memakai tanah milik Perumahan Bona Indah. Tetapi pemilik perumahan itu tidak mengijinkan. Akhirnya tiga sumur resapan itu dibangun di atas tanah milik negara persis disamping jalan perumahan itu.
Sumur resapan yang dibangun dengan kedalaman tiga meter setengah, dengan panjang tiga meter sebagai upaya Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk mengurangi banjir saat terjadi hujan deras.
Sumber :
http://metro.sindonews.com
Sumur resapan yang terletak di perempatan jalan Lebak Bulus 1 arah Fatmawati-Pondok Indah-Cinere dan Pasar Jumat tersebut, sedianya akan dibangun di lahan kosong milik Perumahan Bona Indah, Bona Vista.
Namun, sang empunya tanah berani melawan dan tidak mengijinkan pembuatan sumur tersebut. Sayang pemerintah kota tidak mengambil sikap tegas dan memilih untuk mengalah dengan membangun sumur di bahu jalan.
Saat dihubungi via telpon, Kasudin Tata Air Irfan Anta membenarkan kabar itu. Dia mengatakan, pembangunan tiga sumur resapan di jalan itu adalah permintaan langsung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). "Itu intruksi Pak Gubernur," katanya, kepada Sindonews, Jumat (8/2/2013).
Dia menambahkan, pembangunan tiga sumur resapan itu awalnya memang akan memakai tanah milik Perumahan Bona Indah. Tetapi pemilik perumahan itu tidak mengijinkan. Akhirnya tiga sumur resapan itu dibangun di atas tanah milik negara persis disamping jalan perumahan itu.
Sumur resapan yang dibangun dengan kedalaman tiga meter setengah, dengan panjang tiga meter sebagai upaya Pemerintah Kota Jakarta Selatan untuk mengurangi banjir saat terjadi hujan deras.
Sumber :
http://metro.sindonews.com
Jokowi Ikuti Rakornas PDIP, Iriana Bagikan Bantuan
Istri menteri BUMN Dahlan Iskan, Nafsiah Sabri memberikan bantuan kepada
warga pemukiman kumuh di Jalan Lodan RW 4 Kelurahan Ancol Pademangan,
Jakarta Utara. Nafsiah tidak ditemani Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi),
melainkan istrinya Iriana Joko Widodo.
Informasi yang dihimpun dari protokoler, mantan Wali Kota Solo itu tengah menghadiri Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) DPP PDI Perjuangan di Hotel Mercure, Jakarta Utara.
Pantauan Okezone di lokasi, bantuan berupa tas sekolah, sepatu dan beras itu, dibagikan langsung Iriana dan Nafsiah. "Ya, ini bantuan dari Ibu Dahlan," singkat Iriana, Jumat (8/2/2013).
Tas sekolah berjumlah 240, sepatu 200 pasang, beras 2 ton, seragam 300 setel dan selimut 240 buah tersebut, diantar dengan dua unit mobil Polisi Pamong Praja.
Datang sekira pukul 16.30 WIB, Iriana dan Nafsiah langsung diserbu warga yang berebut mendapatkan bantuan. Tanah yang becek karena hujan tak menjadi halangan bagi warga untuk mendapatkan bantuan.
Selain tidak mendampingi istrinya dalam memberikan bantuan, Jokowi juga mengurungkan menghadiri pertemuan bersama jajaran Polda Metro Jaya, Dandim, Camat, Kapolsek, Danramil, Lurah, BabinKamtibnas, dan Babinsa tentang Inpres No.2 Th.2013 tentang Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri yang berlangsung siang tadi.
Informasi yang dihimpun dari protokoler, mantan Wali Kota Solo itu tengah menghadiri Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) DPP PDI Perjuangan di Hotel Mercure, Jakarta Utara.
Pantauan Okezone di lokasi, bantuan berupa tas sekolah, sepatu dan beras itu, dibagikan langsung Iriana dan Nafsiah. "Ya, ini bantuan dari Ibu Dahlan," singkat Iriana, Jumat (8/2/2013).
Tas sekolah berjumlah 240, sepatu 200 pasang, beras 2 ton, seragam 300 setel dan selimut 240 buah tersebut, diantar dengan dua unit mobil Polisi Pamong Praja.
Datang sekira pukul 16.30 WIB, Iriana dan Nafsiah langsung diserbu warga yang berebut mendapatkan bantuan. Tanah yang becek karena hujan tak menjadi halangan bagi warga untuk mendapatkan bantuan.
Selain tidak mendampingi istrinya dalam memberikan bantuan, Jokowi juga mengurungkan menghadiri pertemuan bersama jajaran Polda Metro Jaya, Dandim, Camat, Kapolsek, Danramil, Lurah, BabinKamtibnas, dan Babinsa tentang Inpres No.2 Th.2013 tentang Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri yang berlangsung siang tadi.
Sumber :
http://jakarta.okezone.com
Jokowi: Tidak fikirkan capres, hanya ingin lakukan yang terbaik
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo kembali menegaskan tidak pernah
memikirkan untuk mencalonkan diri sebagai presiden Republik Indonesia.
Menurut pria yang akrab disapa Jokowi itu, masih banyak masalah
multikompleks di Ibu Kota yang masih belum dapat terselesaikan, seperti
banjir dan macet.
"Soal survei capres, saya tidak mau mikir, saya hanya mau urus banjir dan macet," kata Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (8/2/2013).
Selain itu, Jokowi juga mengungkapkan ingin memberikan yang terbaik bagi warga Jakarta, khususnya untuk mencari berbagai alternatif dalam meminimalisasi genangan air di jalan protokol dan kembali tidak menyebabkan banjir besar, seperti yang pernah menerjang Ibu Kota beberapa waktu lalu.
"Saya mau melakukan yang terbaik untuk masyarakat, seperti dengan melakukan modifikasi cuaca, perbaikan drainase. Ya tidak apa-apa hujan, yang penting tidak banjir," kata dia.
Seperti diketahui, dalam survei yang dilakukan Pusat Data Bersatu (PDB) itu, nama Jokowi melejit sebagai calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang. PDB adalah lembaga survei baru yang digawangi Didik J Rachbini, pengusaha Peter F Gontha, dan mantan Menteri BUMN Tanri Abeng. Ada pula nama politikus Theo L Sambuaga, mantan Gubernur Lemhanas Muladi, dan beberapa nama lainnya.
Berdasarkan survei PDB, Jokowi berhasil menduduki posisi teratas dari 29 tokoh calon presiden potensial yang dijaring. Elektabilitas Jokowi mencapai 21,2 persen. Posisinya menggeser dominasi Prabowo Subianto (17,2 persen) dan Megawati (11,5 persen) yang selama ini sering mendominasi survei-survei mengenai calon presiden.
Berikut ini 13 besar calon presiden potensial berdasar survei PDB.
1. Joko Widodo (21,2 persen)
2. Prabowo Subianto (18,4 persen)
3. Megawati Soekarnoputri (13,0 persen)
4. Rhoma Irama (10,4 persen)
5. Aburizal Bakrie (9,3 persen)
6. Jusuf Kalla (7,8 persen)
7. Wiranto (3,5 persen)
8. Mahfud MD (2,8 persen)
9. Dahlan Iskan (2,0 persen)
10. Surya Paloh (1,3 persen)
11. Hatta Rajasa (1,2 persen)
12. Chairul Tanjung (0,4 persen)
13. Djoko Suyanto (0,3 persen).
"Soal survei capres, saya tidak mau mikir, saya hanya mau urus banjir dan macet," kata Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (8/2/2013).
Selain itu, Jokowi juga mengungkapkan ingin memberikan yang terbaik bagi warga Jakarta, khususnya untuk mencari berbagai alternatif dalam meminimalisasi genangan air di jalan protokol dan kembali tidak menyebabkan banjir besar, seperti yang pernah menerjang Ibu Kota beberapa waktu lalu.
"Saya mau melakukan yang terbaik untuk masyarakat, seperti dengan melakukan modifikasi cuaca, perbaikan drainase. Ya tidak apa-apa hujan, yang penting tidak banjir," kata dia.
Seperti diketahui, dalam survei yang dilakukan Pusat Data Bersatu (PDB) itu, nama Jokowi melejit sebagai calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang. PDB adalah lembaga survei baru yang digawangi Didik J Rachbini, pengusaha Peter F Gontha, dan mantan Menteri BUMN Tanri Abeng. Ada pula nama politikus Theo L Sambuaga, mantan Gubernur Lemhanas Muladi, dan beberapa nama lainnya.
Berdasarkan survei PDB, Jokowi berhasil menduduki posisi teratas dari 29 tokoh calon presiden potensial yang dijaring. Elektabilitas Jokowi mencapai 21,2 persen. Posisinya menggeser dominasi Prabowo Subianto (17,2 persen) dan Megawati (11,5 persen) yang selama ini sering mendominasi survei-survei mengenai calon presiden.
Berikut ini 13 besar calon presiden potensial berdasar survei PDB.
1. Joko Widodo (21,2 persen)
2. Prabowo Subianto (18,4 persen)
3. Megawati Soekarnoputri (13,0 persen)
4. Rhoma Irama (10,4 persen)
5. Aburizal Bakrie (9,3 persen)
6. Jusuf Kalla (7,8 persen)
7. Wiranto (3,5 persen)
8. Mahfud MD (2,8 persen)
9. Dahlan Iskan (2,0 persen)
10. Surya Paloh (1,3 persen)
11. Hatta Rajasa (1,2 persen)
12. Chairul Tanjung (0,4 persen)
13. Djoko Suyanto (0,3 persen).
Jokowi: Baju Betawi Sekarang Diganti Hari Jumat
Ada yang tidak biasa dengan kostum yang dikenakan Gubernur DKI Jakarta
Joko Widodo (Jokowi) saat blusukan. Ia terbalut baju seragam betawi yang
biasa rutin dipakai setiap hari Rabu. Rupanya, penerapannya baju betawi
diganti menjadi tiap Jumat.
"Oh...sekarang diganti hari Jumat," kata Jokowi saat ditanya wartawan tentang kostum betawi yang dikenakannya di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2013).
Jokowi mengenakan baju koko warna putih, sarung kotak-kotak merah yang dikalungkan di leher dan kopiah warna hitam.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Masyarakat Pemprov DKI Jakarta, Sugianta, mengatakan perubahan penerapan seragam betawi menjadi setiap hari Jumat tersebut sesuai Instruksi Gubernur nomor 6 tahun 2013.
"Jadi minggu ini saya pakai dobel. Rabu kemarin pakai, sekarang pakai lagi," ujar Sugianta.
Pegawai Pemprov DKI Jakarta terlihat mengenakan seragam betawi. Pegawai perempuan mengenakan kebaya encim warna warni, dengan bawahan sesuai selera ada yang memakai kain batik betawi, celana panjang dan rok. Pegawai laki-laki mayoritas terbalut baju koko warna putih dan celana panjang warna hitam.
Sumber :
http://news.detik.com
"Oh...sekarang diganti hari Jumat," kata Jokowi saat ditanya wartawan tentang kostum betawi yang dikenakannya di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (8/2/2013).
Jokowi mengenakan baju koko warna putih, sarung kotak-kotak merah yang dikalungkan di leher dan kopiah warna hitam.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Masyarakat Pemprov DKI Jakarta, Sugianta, mengatakan perubahan penerapan seragam betawi menjadi setiap hari Jumat tersebut sesuai Instruksi Gubernur nomor 6 tahun 2013.
"Jadi minggu ini saya pakai dobel. Rabu kemarin pakai, sekarang pakai lagi," ujar Sugianta.
Pegawai Pemprov DKI Jakarta terlihat mengenakan seragam betawi. Pegawai perempuan mengenakan kebaya encim warna warni, dengan bawahan sesuai selera ada yang memakai kain batik betawi, celana panjang dan rok. Pegawai laki-laki mayoritas terbalut baju koko warna putih dan celana panjang warna hitam.
Sumber :
http://news.detik.com
Kamis, 07 Februari 2013
Jokowi setujui jalur baru monorel lima BUMN
Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan setuju terhadap empat jalur baru
monorel yang diajukan oleh lima Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
"Saya setuju dan terbuka terhadap usulan apapun yang berkaitan dengan monorel. Kami mendukung dan siap membantu jika proyek ini dilaksanakan," kata Jokowi di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis.
Jokowi mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan memberikan kemudahan terkait pelaksanaan proyek monorel, sehingga pembangunannya berlangsung cepat dan lancar.
"Kemudahan yang banyak diajukan itu, diantaranya kemudahan perizinan, penggunaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk halte, serta pergeseran halte busway yang akan dilewati tiang monorel," ujar Jokowi.
Menurut Jokowi, Pemprov DKI akan memasukkan proyek pembangunan monorel tersebut ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah ditetapkan.
Sementara itu, terkait besaran tarif yang akan dikenakan kepada penumpang monorel, Jokowi mengaku tidak akan turut campur.
"Mengenai tarif, saya tidak akan mencampuri. Lagipula, proyek monorel tersebut juga tidak mengajukan subsidi dari Pemprov DKI Jakarta," ungkap Jokowi.
Sebagai informasi, keempat jalur yang diajukan itu, antara lain Bekasi Timur-Cawang sepanjang 18,1 kilometer, Cibubur-Cawang 13,7 kilometer, Cawang-Kuningan 11, 6 kilometer dan Kuningan-Palmerah 8,5 kilometer.
Sedangkan kelima BUMN tersebut, terdiri dari PT Adhi Karya, PT Jasa Marga, PT Inka, PT Telkom, dan Lembaga Elektronik Negara (LEN).
Sumber :
http://www.antaranews.com
"Saya setuju dan terbuka terhadap usulan apapun yang berkaitan dengan monorel. Kami mendukung dan siap membantu jika proyek ini dilaksanakan," kata Jokowi di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis.
Jokowi mengungkapkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan memberikan kemudahan terkait pelaksanaan proyek monorel, sehingga pembangunannya berlangsung cepat dan lancar.
"Kemudahan yang banyak diajukan itu, diantaranya kemudahan perizinan, penggunaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk halte, serta pergeseran halte busway yang akan dilewati tiang monorel," ujar Jokowi.
Menurut Jokowi, Pemprov DKI akan memasukkan proyek pembangunan monorel tersebut ke dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang telah ditetapkan.
Sementara itu, terkait besaran tarif yang akan dikenakan kepada penumpang monorel, Jokowi mengaku tidak akan turut campur.
"Mengenai tarif, saya tidak akan mencampuri. Lagipula, proyek monorel tersebut juga tidak mengajukan subsidi dari Pemprov DKI Jakarta," ungkap Jokowi.
Sebagai informasi, keempat jalur yang diajukan itu, antara lain Bekasi Timur-Cawang sepanjang 18,1 kilometer, Cibubur-Cawang 13,7 kilometer, Cawang-Kuningan 11, 6 kilometer dan Kuningan-Palmerah 8,5 kilometer.
Sedangkan kelima BUMN tersebut, terdiri dari PT Adhi Karya, PT Jasa Marga, PT Inka, PT Telkom, dan Lembaga Elektronik Negara (LEN).
Sumber :
http://www.antaranews.com
Jokowi: Ada Monopoli Pengadaan Bajaj ?
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menerima perwakilan pengusaha bajaj mengatakan bahwa ada suatu hal yang harus diselesaikan. "Intinya saya ngerti, harga bajaj yang mahal. Kelihatannya juga ada monopoli di sini dan keinginan masyarakat bajaj untuk mengelola sendiri di bawah koperasi. Saya harus pelajari dulu secara detail," ujar Jokowi usai menemui para pendemo di ruang tamu gubernur, Balai Kota, Kamis, 7 Februari 2013.
Jokowi mengatakan bahwa usulan para perwakilan bajaj sangat bagus dengan menjadikan tata kelola berupa koperasi. "Mengenai harga bajaj, keinginan dikelola oleh koperasi. Saya kira bagus semua," dia menegaskan. Jokowi mengaku belum mengerti secara detail tentang pengaduan para pengusaha bajaj. "Besok saya rapatin. Jumat ke Kemanggisan, mungkin minggu depan sudah selesai," kata dia.
Puluhan pengemudi dan pemilik bajaj yang tergabung dalam Gabungan Elemen Masyarakat Angkutan Lingkungan Bajaj, Angkutan Lingkungan Toyoko, dan Angkutan Lingkungan Bemo berdemonstrasi di depan Balai Kota Jakarta, Kamis, 7 Februari 2013.
Ada 11 tuntutan yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Salah satu yang mereka minta adalah pemecatan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, terkait peremajaan bajaj.
Pemilik bajaj Jakarta Timur yang ikut berdemo, Wartika, mengatakan bahwa ada permainan antara Dishub DKI Jakarta dan PT Abdi Raharja dalam peremajaan bajaj ke bajaj berbahan bakar gas. "Ini akal-akalan. Jadi, antara PT dan Dishub sudah kerja sama," ujar Wartika usai bertemu dengan Jokowi.
Dari siaran pers para demonstran disebutkan bahwa SK Gubernur No 2912/-1.811.1 Tanggal 4 Oktober Tahun 2007 mengharuskan PT Abdi Raharja menyediakan 4.750 bajaj, tetapi yang terealisasi hanya 505 bajaj saya hingga sekarang.
Wartika menyayangkan keterlambatan pengadaan bajaj hingga berbulan-bulan. "Bahkan, ada temen-teman yang sudah daftar, kurang lebih hingga Rp 70 milyar, dari Agustus sampai sekarang belum keluar bajajnya," ujar Wartika. Di tengah-tengah keterlambatan pengadaan bajaj ber-BBG itu, muncul kabar bahwa SK di atas akan dicabut. Kabar ini membuat pemilik bajaj bertanya-tanya tentang uang yang telah mereka bayarkan. "Makanya saya kaget tadi dengar SK-nya mau dicabut dulu," kata dia. Klik Jakarta dan permasalahannya di sini.
Sumber :
www.tempo.co
Jokowi mengatakan bahwa usulan para perwakilan bajaj sangat bagus dengan menjadikan tata kelola berupa koperasi. "Mengenai harga bajaj, keinginan dikelola oleh koperasi. Saya kira bagus semua," dia menegaskan. Jokowi mengaku belum mengerti secara detail tentang pengaduan para pengusaha bajaj. "Besok saya rapatin. Jumat ke Kemanggisan, mungkin minggu depan sudah selesai," kata dia.
Puluhan pengemudi dan pemilik bajaj yang tergabung dalam Gabungan Elemen Masyarakat Angkutan Lingkungan Bajaj, Angkutan Lingkungan Toyoko, dan Angkutan Lingkungan Bemo berdemonstrasi di depan Balai Kota Jakarta, Kamis, 7 Februari 2013.
Ada 11 tuntutan yang ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Salah satu yang mereka minta adalah pemecatan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, terkait peremajaan bajaj.
Pemilik bajaj Jakarta Timur yang ikut berdemo, Wartika, mengatakan bahwa ada permainan antara Dishub DKI Jakarta dan PT Abdi Raharja dalam peremajaan bajaj ke bajaj berbahan bakar gas. "Ini akal-akalan. Jadi, antara PT dan Dishub sudah kerja sama," ujar Wartika usai bertemu dengan Jokowi.
Dari siaran pers para demonstran disebutkan bahwa SK Gubernur No 2912/-1.811.1 Tanggal 4 Oktober Tahun 2007 mengharuskan PT Abdi Raharja menyediakan 4.750 bajaj, tetapi yang terealisasi hanya 505 bajaj saya hingga sekarang.
Wartika menyayangkan keterlambatan pengadaan bajaj hingga berbulan-bulan. "Bahkan, ada temen-teman yang sudah daftar, kurang lebih hingga Rp 70 milyar, dari Agustus sampai sekarang belum keluar bajajnya," ujar Wartika. Di tengah-tengah keterlambatan pengadaan bajaj ber-BBG itu, muncul kabar bahwa SK di atas akan dicabut. Kabar ini membuat pemilik bajaj bertanya-tanya tentang uang yang telah mereka bayarkan. "Makanya saya kaget tadi dengar SK-nya mau dicabut dulu," kata dia. Klik Jakarta dan permasalahannya di sini.
Sumber :
www.tempo.co
Jokowi menarik "berkah" dari banjir
Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo mengaku banjir besar yang terjadi di Jakarta hingga
dua kali adalah 'hadiah' untuk kedatangannya sebagai orang nomor satu di
DKI sehingga dia melihatnya sebagai berkah.
"Saya datang ke Jakarta langsung dihadiahi banjir besar," kata Jokowi di Jakarta, Kamis.
Dia menilai ada positif dari banjir dan mengaku dari sini bisa belajar banyak mengenai kondisi Jakarta karena langsung melihat kondisi yang buruk.
"Saya jadi tahu sisi mana yang harus diperbaiki, waduk dan sungai mana yang harus dinormalisasi," katanya.
Jokowi tidak mengira jalan-jalan utama seperti Sudirman dan Thamrin hanya memiliki drainase kecil sebesar 60 cm, padahal dulu mengira gorong-gorong di sepanjang jalan ini besar.
"Pikiran saya drainasenya bakal besar. Sekitar 4-5 meter," katanya.
Akibat drainase kecil ini, beberapa saluran sengaja ditutup sehingga jalur utama Jakarta tergenang banjir sampai setinggi satu meter, kata Jokowi.
Jokowi menilai soal banjir harus dilakukan dari hulu ke hilir.
Dia menyatakan percuma saka Jakarta membenahi diri dengan memperbaiki drainase, normalisasi waduk dan sungai, sumur resapan serta beberapa 'jurus' lain, namun tidak didukung dengan penataan serapan air di daerah hulu.
"Tapi kalau di hulu nggak ada perubahan ya sama saja. Banyak villa, banyak hutan dipangkas," katanya.
Jokowi mengaku sudah bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk penanganan terintegrasi masalah banjir.
"Kalau soal vila, kalau berani ya dipangkas kalau ndak ya diwajibkan buat sumur serapan," katanya.
Sumber :
www.antaranews.com
"Saya datang ke Jakarta langsung dihadiahi banjir besar," kata Jokowi di Jakarta, Kamis.
Dia menilai ada positif dari banjir dan mengaku dari sini bisa belajar banyak mengenai kondisi Jakarta karena langsung melihat kondisi yang buruk.
"Saya jadi tahu sisi mana yang harus diperbaiki, waduk dan sungai mana yang harus dinormalisasi," katanya.
Jokowi tidak mengira jalan-jalan utama seperti Sudirman dan Thamrin hanya memiliki drainase kecil sebesar 60 cm, padahal dulu mengira gorong-gorong di sepanjang jalan ini besar.
"Pikiran saya drainasenya bakal besar. Sekitar 4-5 meter," katanya.
Akibat drainase kecil ini, beberapa saluran sengaja ditutup sehingga jalur utama Jakarta tergenang banjir sampai setinggi satu meter, kata Jokowi.
Jokowi menilai soal banjir harus dilakukan dari hulu ke hilir.
Dia menyatakan percuma saka Jakarta membenahi diri dengan memperbaiki drainase, normalisasi waduk dan sungai, sumur resapan serta beberapa 'jurus' lain, namun tidak didukung dengan penataan serapan air di daerah hulu.
"Tapi kalau di hulu nggak ada perubahan ya sama saja. Banyak villa, banyak hutan dipangkas," katanya.
Jokowi mengaku sudah bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan untuk penanganan terintegrasi masalah banjir.
"Kalau soal vila, kalau berani ya dipangkas kalau ndak ya diwajibkan buat sumur serapan," katanya.
Sumber :
www.antaranews.com
Monorel Belum Masuk Perda, Jokowi: Nanti Saya Tanya Pak RT
Mega proyek monorel yang digadang-gadang bisa mengurai kemacetan di
Jakarta ternyata belum dimasukkan dalam Peraturan Daerah Rencana Tata
Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi DKI Jakarta tahun 2010-2030.
Ditanya mengenai hal itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) malah menjawabnya dengan bercanda. Padahal, Perda RTRW tersebut akan sangat menentukan penataan kota Jakarta untuk ke depannya.
"Ya nanti tak tanya pak RT dan pak RW," kata Jokowi usai rapat dengar pendapat di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2013).
Menurut dia, persoalan semacam itu jangan dipersulit. Pasalnya, proyek monorel ini tentunya nanti akan dimasukkan ke dalam RTRW Pemprov DKI. "Itu hal seperti itu jangan mempersulit gitu lho. Mesti tanyanya yang mempersulit. Nanti diuruslah itu kan buatan kita semua," simpulnya.
Seperti diketahui, proyek monorel ini diinginkan Jokowi bisa berjalan pada tahun 2013. Dimana untuk tahap awal, jalur yang beroperasi yakni sepanjang 39,36 Kilometer. Untuk tarif satu tahun awal operasi yakni jurusan Bekasi Timur-Cawang Rp15.000, Cibubur-Cawang Rp15.000, Cawang-Kuningan Rp10. 000.
Sumber :
http://jakarta.okezone.com
Ditanya mengenai hal itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) malah menjawabnya dengan bercanda. Padahal, Perda RTRW tersebut akan sangat menentukan penataan kota Jakarta untuk ke depannya.
"Ya nanti tak tanya pak RT dan pak RW," kata Jokowi usai rapat dengar pendapat di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta Pusat, Kamis (7/2/2013).
Menurut dia, persoalan semacam itu jangan dipersulit. Pasalnya, proyek monorel ini tentunya nanti akan dimasukkan ke dalam RTRW Pemprov DKI. "Itu hal seperti itu jangan mempersulit gitu lho. Mesti tanyanya yang mempersulit. Nanti diuruslah itu kan buatan kita semua," simpulnya.
Seperti diketahui, proyek monorel ini diinginkan Jokowi bisa berjalan pada tahun 2013. Dimana untuk tahap awal, jalur yang beroperasi yakni sepanjang 39,36 Kilometer. Untuk tarif satu tahun awal operasi yakni jurusan Bekasi Timur-Cawang Rp15.000, Cibubur-Cawang Rp15.000, Cawang-Kuningan Rp10. 000.
Sumber :
http://jakarta.okezone.com
Jokowi sambut kedatangan SBY
Setiba di Tanah Air, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menanyakan kondisi cuaca di Ibu Kota kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Jokowi lalu menjawab situasi Jakarta masih 'aman terkendali' dari banjir.
Suami Iriana ini menyambut kedatangan SBY dari kunjungan kerja ke Afrika di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (7/2/2013).
Jokowi menjabat tangan orang nomor satu di Indonesia itu. Mereka berbincang akrab.
Ayah 3 anak ini lalu menceritakan percakapannya dengan sang Presiden.
"Beliau (Presiden SBY) bertanya, 'gimana Mas, hujan nggak?' Saya jawab hujan, tapi nggak banjir," kata Jokowi yang mengenakan stelan jas warna hitam dan dasi merah itu.
Jawaban SBY gimana, Pak? "Oh iya baguuus," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan setiap orang pasti khawatir jika hujan turun. Ia juga mengecek kondisi tanggul agar tidak terulang banjir dahsyat pada 17 Januari lalu.
"Semua orang pasti khawatir kalau hujan. Kalau hujan, pasti saya keluar. Kayak kemarin saya cek ternyata tanggul jebol masih ada bocor. Malam itu juga kita perbaiki," cerita Jokowi.
Jokowi mengajak Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov DKI Jakarta Ery Basworo turun ke lapangan. "Jam 19.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB kita cek lagi," kata Jokowi.
Sumber :
http://news.detik.com
Suami Iriana ini menyambut kedatangan SBY dari kunjungan kerja ke Afrika di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Kamis (7/2/2013).
Jokowi menjabat tangan orang nomor satu di Indonesia itu. Mereka berbincang akrab.
Ayah 3 anak ini lalu menceritakan percakapannya dengan sang Presiden.
"Beliau (Presiden SBY) bertanya, 'gimana Mas, hujan nggak?' Saya jawab hujan, tapi nggak banjir," kata Jokowi yang mengenakan stelan jas warna hitam dan dasi merah itu.
Jawaban SBY gimana, Pak? "Oh iya baguuus," kata Jokowi.
Jokowi mengatakan setiap orang pasti khawatir jika hujan turun. Ia juga mengecek kondisi tanggul agar tidak terulang banjir dahsyat pada 17 Januari lalu.
"Semua orang pasti khawatir kalau hujan. Kalau hujan, pasti saya keluar. Kayak kemarin saya cek ternyata tanggul jebol masih ada bocor. Malam itu juga kita perbaiki," cerita Jokowi.
Jokowi mengajak Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov DKI Jakarta Ery Basworo turun ke lapangan. "Jam 19.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB kita cek lagi," kata Jokowi.
Sumber :
http://news.detik.com
Tak Tahan Macet, Jokowi Gunakan Voorijder
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo selama ini dikenal jarang menggunakan voorijder untuk menerobos kemacetan ibu kota. Menurutnya, sebagai pemimpin ia harus ikut merasakan kemacetan yang tiap hari dialami sebagian besar warganya.
Namun kemacetan akibat banjir yang menggenangi jalan protokol Jakarta kemarin (6/2) membuat pria yang akrab disapa Jokowi itu menyerah. "Semalam saya kejebak macet di dukuh bawah padahal saya harus datang ke sebuah acara. Saya panggil DLLAJ, tolong saya diselamatkan," ujar Jokowi di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Barat, Jakarta Barat, Kamis (8/2).
Upaya itu memang sukses mengeluarkan bekas Wali Kota Surakarta itu dari kemacetan. Namun menurutnya, hal itu seharusnya tidak ia lakukan.
"Saya selamat tapi yang lain nggak selamat. Itu memang mestinya nggak boleh," ucapnya.
Yang pasti Jokowi mengaku belum berhasil mengatasi banjir tahun ini. Namun ia bersyukur musim banjir ini terjadi diawal masa kepemimpinannya.
"Saya lihat jadi berkah. Karena saya jadi tahu betul sisi mana yang harus diperbaiki, waduk mana yang harus dinormaliasi dan gorong-gorong mana yang harus diperlebar," pungkasnya.
Sumber :
http://www.jpnn.com
Namun kemacetan akibat banjir yang menggenangi jalan protokol Jakarta kemarin (6/2) membuat pria yang akrab disapa Jokowi itu menyerah. "Semalam saya kejebak macet di dukuh bawah padahal saya harus datang ke sebuah acara. Saya panggil DLLAJ, tolong saya diselamatkan," ujar Jokowi di Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Barat, Jakarta Barat, Kamis (8/2).
Upaya itu memang sukses mengeluarkan bekas Wali Kota Surakarta itu dari kemacetan. Namun menurutnya, hal itu seharusnya tidak ia lakukan.
"Saya selamat tapi yang lain nggak selamat. Itu memang mestinya nggak boleh," ucapnya.
Yang pasti Jokowi mengaku belum berhasil mengatasi banjir tahun ini. Namun ia bersyukur musim banjir ini terjadi diawal masa kepemimpinannya.
"Saya lihat jadi berkah. Karena saya jadi tahu betul sisi mana yang harus diperbaiki, waduk mana yang harus dinormaliasi dan gorong-gorong mana yang harus diperlebar," pungkasnya.
Sumber :
http://www.jpnn.com
Jokowi menyusupi demo sopir bajaj
Puluhan sopir bajaj yang bergabung dalam Serikat Pengemudi Angkutan
Bermotor Seluruh Indonesia (SPABSI) hari ini mendatangi Gedung Balai
Kota DKI Jakarta. Mereka menggelar aksi unjuk rasa meminta pemerintah
daerah lebih memperhatikan nasib mereka.
Disaat para sopir sedang aksi, dan melakukan orasi menuntut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), mereka tidak sadar telah disusupi. Penyusup itu adalah Jokowi sendiri. Tanpa diduga, dia sudah ada di sela-sela deretan bajaj yang terparkir di depan balai kota.
Aksi spontanitas Jokowi itu kontan menimbulkan perhatian di kalangan para sopir bajaj. Mereka tidak pernah menyangka jika orang yang mereka kira ada di dalam gedung megah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu, ada di tengah mereka.
"Ayo masuk kita. Ngomong di dalam," kata Jokowi sambil mengajak pendemo di depan Balai Kota DKI Jakarta untuk masuk ke dalam dan membicarakan tuntutan mereka, Kamis (7/2/2013).
Dalam orasinya, sopir bajaj meminta pemerintah daerah agar membereskan masalah di dinas perhubungan yang keputusannya sering tidak berpihak pada sopir bajaj.
"Saya harap Udar Pristono dicopot, karena peraturan soal bajaj tidak transparan dan diduga ada permainan di dalam pelelangan, karena prosesnya tidak melalui tender tetapi penunjukan oleh Dishub," terang Jack Sofyan, Koordinator Aksi Sopir Bajaj.
Sumber :
http://metro.sindonews.com
Disaat para sopir sedang aksi, dan melakukan orasi menuntut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), mereka tidak sadar telah disusupi. Penyusup itu adalah Jokowi sendiri. Tanpa diduga, dia sudah ada di sela-sela deretan bajaj yang terparkir di depan balai kota.
Aksi spontanitas Jokowi itu kontan menimbulkan perhatian di kalangan para sopir bajaj. Mereka tidak pernah menyangka jika orang yang mereka kira ada di dalam gedung megah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu, ada di tengah mereka.
"Ayo masuk kita. Ngomong di dalam," kata Jokowi sambil mengajak pendemo di depan Balai Kota DKI Jakarta untuk masuk ke dalam dan membicarakan tuntutan mereka, Kamis (7/2/2013).
Dalam orasinya, sopir bajaj meminta pemerintah daerah agar membereskan masalah di dinas perhubungan yang keputusannya sering tidak berpihak pada sopir bajaj.
"Saya harap Udar Pristono dicopot, karena peraturan soal bajaj tidak transparan dan diduga ada permainan di dalam pelelangan, karena prosesnya tidak melalui tender tetapi penunjukan oleh Dishub," terang Jack Sofyan, Koordinator Aksi Sopir Bajaj.
Sumber :
http://metro.sindonews.com
Langganan:
Postingan (Atom)






















