Rabu, 24 Desember 2014

Jokowi: Hukuman Mati WNA Tidak Ganggu Hubungan Diplomatik

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut hukuman mati terhadap terpidana narkoba yang berstatus Warga Negara Asing (WNA) tidak akan mengganggu hubungan diplomatik Indonesia dengan negara terkait.
"Enggak (akan mengganggu hubungan diplomatik)," kata Jokowi di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (24/12/2014).
Menurut Jokowi, perlu dibedakan antara hubungan diplomatik suatu negara dengan pelaksanaan hukum.

Kunjungi Kantor Muhammadiyah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di kantor PP Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat. Sesaat setelah sampai, ia langsung disambut oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Unggung Cahyono dan Kasdam Jaya Brigjen TNI Teddy Lhaksamana.
Menurut pantauan, Rabu (24/12/2014), Jokowi tiba sekitar pukul 9:30 WIB.

Jokowi: Kamu Harus Ngerti, Kenapa Harus Hukuman Mati!

Presiden Jokowi pernah menyatakan bahwa Indonesia dalam kondisi darurat narkoba. Kondisi itu membuat dia tak akan memberikan grasi bagi para pengedar narkoba. Jokowi juga mengungkapkan generasi Indonesia yang tewas karena narkoba setiap hari. Mencengangkan!
"Kamu harus ngerti ya, setiap hari, 40-50 orang generasi kita meninggal karena narkoba, itu harus dicatat! Sehari lho ya, bukan setahun. Sehari," tegas Presiden Jokowi.

Jokowi Kunjungi Kantor PB NU

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi markas Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Maksud kunjungan presiden Jokowi kali ini, ingin meminta dukungan ulama terkait penolakan grasi hukuman mati pengedar narkoba.
"Kami menyampaikan yang pertama tentang hukuman mati, terutama untuk pengedar narkoba. Mohon pandangannya dari NU," kata Jokowi usai menggelar pertemuan tertutup di kantor PBNU Jakarta, rabu (24/12/2014).

Selasa, 23 Desember 2014

Rumah Jokowi Itu Kini Jadi Pasar

Pemerintah Kota Surakarta meresmikan bangunan Pasar Gilingan yang digunakan untuk merelokasi 400 pedagang kaki lima di kawasan Banjarsari, Selasa 23 Desember 2014. Lahan yang digunakan untuk pasar tersebut pernah menjadi tempat tinggal Presiden Joko Widodo (Jokowi) semasa kecil.
"Ya, dulu waktu kecil Pak Jokowi memang tinggal di sini," kata Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo usai meresmikan pasar bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Jokowi Naikkan Remunerasi Prajurit Sampai 50 Persen

Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah mengungkapkan niatnya untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit. Salah satunya dengan menambah tunjangan kinerja atau remunerasi.
Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat memberikan pengarahan di Pangkalan Komando Satuan di Kalimantan. "Peningkatan remunerasi dari 37 persen menjadi kurang lebih 50 persen," kata Moeldoko di Mabes TNI, Jakarta Timur, Selasa (23/12/2014).

Jokowi Bentuk Satgas Agraria Atas Usul Eva Bande

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengabulkan permintaan aktivis HAM Eva Bande yang mendesak pemerintah untuk membuat satgas penyelesaian konflik agraria. Dalam waktu dekat Jokowi akan mengeluarkan Perpres terkait hal ini.
"Sekarang sedang diusulkan itu sudah ada Perpres baru. Minggu ini ditandatangani presiden," ujar Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (23/12/2014).

Jokowi Redam Gejolak Ekonomi Awal Tahun dengan Infrastruktur

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan keinginannya untuk mempercepat pembangunan proyek infrastruktur tahun depan. Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi gejolak ekonomi yang diperkirakan terjadi pada semester I 2015.
“Program-program pembangunan yang terkait dengan infrastruktur seperti jalan tol, kereta api, pelabuhan, waduk-waduk segera cepat dimulai pada awal tahun depan,” kata Jokowi di kantornya, Selasa (23/12/2014).

Jokowi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 7%

Presiden Joko Widodo (Jokowi) selesai melakukan pertemuan dengan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo, Ketua OJK Muliaman Hadad ditemani Menteri Kabinet Kerja bidang perekonomian. Dalam pertemuan itu membahas banyak hal terkait target yang diinginkan pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi ke depannya.

Sudah Dua Kali Presiden Jokowi Gelar Rapat Bahas Pelemahan Rupiah

Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kedua kalinya menggelar rapat kabinet terbatas khusus untuk membahas pelemahan rupiah di Istana Merdeka, Selasa (23/12/2014). Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan juga dilibatkan dalam rapat kali ini.
"Dengan gubernur BI, ini adalah koordinasi formal pertama antara presiden dengan gubernur BI yang antara lain akan dibahas tentang situasi nilai rupiah dan sinkronisasi antara kebijakan moneter dan fiskal kepada pemerintah dan Otoritas Jasa keuangan," kata Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto di istana kepresidenan, Selasa (23/12/2014).

Jokowi Tak Mau Tahu Soal Hamdan Zoelva

Calon hakim Mahkamah Konstitusi incumbent Hamdan Zoelva menolak untuk mengikuti proses seleksi oleh Panitia Seleksi Hakim MK. Kemarin, Hamdan telah mengirimkan surat ke pansel yang menyatakan tidak bersedia mengikuti seleksi. Namun, dia tak mengatakan mundur dari pencalonan itu.
Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyerahkan semua proses seleksi calon hakim MK ke pansel calon hakim MK yang diketuai Saldi Isra.

Para Menteri dan Gubernur BI Menghadap Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memanggil sejumlah menteri kabinet kerja khususnya di bidang ekonomi untuk mengadakan Rapat Terbatas (Ratas) mengenai nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Seperti yang diketahui, Rupiah pada minggu ini terus bergerak naik turun, bahkan pernah hampir menyentuh di level Rp13.000an per USD. Namun pada akhirnya, mata uang Garuda ini bergerak fluktuatif di level Rp12.400an per USD.
Ratas sendiri akan dimulai pukul 13:00 WIB dan dilakukan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (23/12/2014).

Ini Kenapa Jokowi Mesti Hati-hati Talangi Utang Ical

Korban lumpur Lapindo menolak pencairan ganti rugi yang akan ditalangi pemerintah disalurkan oleh PT Minarak Lapindo Jaya. Warga sudah berpengalaman karena banyaknya calo yang berkeliaran.
“Pokoknya jangan sampai lewat Minarak, banyak calonya,” kata Sulastri, salah seorang korban Lapindo di rumahnya, Desa Gempolsari, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Selasa (23/12/2014).

IMF Seputar Kebijakan Subsisi BBM Pemerintahan Jokowi

International Monetary Fund (IMF) berpendapat bahwa langkah pemerintah yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada bulan November untuk mengurangi subsidi BBM telah memberikan ruang bagi anggaran Pemerintah.
Hal ini membuat adanya ruang untuk menyediakan jaring pengaman dalam jangka pendek kepada kelompok masyarakat yang lebih rentan dan mendukung rencana untuk meningkatkan pengeluaran untuk kebutuhan sosial dan belanja modal.

Ini Kenapa Jokowi Genjot Produksi Batubara

Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro membuka alasan mengapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan agar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merevisi naik target produksi batubara Indonesia tahun depan menjadi 460 juta ton dari sebelumnya 425 juta ton meskipun harga sedang rendah.

Ketika Ketua MK Minta Diprioritaskan

Ketua MK Hamdan Zoelva menyatakan untuk tidak akan mau mengikuti proses seleksi hakim konstitusi yang diselenggarakan oleh Pansel bentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Zoelva menuntut agar Jokowi kalau mau mengangkat tak perlu pakai tes macam-macam. "Kalau mau angkat, angkat saja berdasarkan track record selama ini,". Menanggapai hal ini, pansel mengaku telah menerima surat resmi dari Hamdan.

Talangi Utang Ical, Tak Semudah Sulap!

Direktur utama PT Minarak Lapindo Jaya, Andi Darussalam Tabusala mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan presiden yang akan mengatur proses pembayaran bagi korban lumpur Lapindo yang ada di dalam peta area terdampak setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan akan memberikan dana talangan kepada anak perusahaan keluarga Aburizal Bakrie alias ARB alias Ical.

Senin, 22 Desember 2014

Cerita Jokowi di Hari Ibu: Waktu Muda Sering Murung

Momen Hari Ibu membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenang masa remajanya bersama sang ibu, Sudjiatmi, sosok wanita yang kokoh dan kuat menghadapi tantangan hidup.
"Mengenang hari Ibu, membuat saya teringat ketika saya masih remaja dulu, ada satu waktu yang amat membekas dalam batin bagaimana kasih sayang Ibu," kata Jokowi mengawali tulisan di akun Facebook-nya, Senin (22/12/2014).

Cerita Jokowi di Hari Ibu: Megawati Pemenang Pertarungan Politik

Momen Hari Ibu Nasional pada 22 Desember 2014 tidak dilewatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk turut menulis kesan soal kaum ibu. Dalam laman resmi fans page Facebook-nya, Ir H Joko Widodo, Jokowi memuji sosok Megawati sebagai satu contoh wanita yang terlibat dalam gerakan politik dan jadi penentu sejarah republik.

Cerita Jokowi di Hari Ibu: Move On Karena Ibu

Semua manusia pasti memiliki kenangan pahit dalam hidupnya. Hal itu juga dialami oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Jokowi memiliki pengalaman saat masih remaja yang tak bisa dilupakannya. Hal itu kembali diingatnya sembari mengenang hari Ibu yang jatuh 22 Desember 2014.

Wiranto dan Luhut Temui Jokowi di Istana

Dua jenderal purnawirawan TNI, yaitu mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Wiranto dan mantan Komandan Komando Pembina Doktrin, Pendidikan dan Latihan (Kodiklat) TNI Angkatan Darat Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, Senin (22/12/2014) sore, menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta.

Jokowi Cuma Berani ucapkan "Selamat Hari Ibu" ke Istri Orang, Tak Berani ke Istri Sendiri!

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak Ibu Negara Iriana menghadiri upacara peringatan Hari Ibu di GOR Ciracas, Jakarta Timur.
Usai memberikan sambutan, Jokowi keliling ke lantai dasar GOR Ciracas untuk melihat pelayanan kesehatan. Kepada wartawan, Presiden mengaku sudah mengucapkan selamat Hari Ibu ke Iriana.
"Iya sudah," jawab dia singkat, Senin (22/12/2014).

Ketika "Surga Dunia" Berebut Angpao Jokowi

Dalam acara Peringatan Hari Ibu ke-86, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana membagi-bagikan sembako dan amplop berisi uang. Sembako dan amplop itu dibagikan kepada ibu-ibu, yang dalam sambutan Jokowi disebut "Surga yang terlihat di Dunia", di Kelurahan Ciracas Jakarta Timur, Senin (22/12/2014).
Usai berpidato, Jokowi dan Iriana, ditemani istri Ahok, Veronica Tan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana, Menteri PAN RB Yuddy Chrisnandi dan Mendagri Tjahjo Kumolo menuju stand-stand yang ada di bawah GOR.

Jokowi: Ibu, Surga yang Terlihat di Dunia

Sosok ibu bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) layaknya surga yang terlihat di dunia. Begitu bermaknanya sosok ibu dalam kehidupan membuat Jokowi tak lupa mengucapkan selamat Hari Ibu pada sang ibunda, Sujiatmi Notomiharjo.
"Ibu itu surga yang kelihatan di dunia," kata Jokowi usai memberi sambutan pada peringatan Hari Ibu Nasional di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Senin (22/12/2014).

Sambutan Jokowi di Hari Ibu

Peringatan Hari Ibu ke-86 tahun 2014 digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur. Perayaan Hari Ibu yang dihadiri Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana terlihat sangat sederhana. Tidak ada hiasan atau sambutan yang berlebihan. Peserta yang didominasi ibu-ibu duduk rapi di kursi yang disediakan di lapangan ‎basket di dalam GOR Ciracas, Jakarta Timur.

Presiden Jokowi Hadiri Puncak Peringatan Hari Ibu

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara puncak Peringatan Hari Ibu yang digelar di Gelanggang Olahraga Ciracas, Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, Senin (22/12/2014).
Meskipun GOR Ciracas menjadi pusat peringatan Hari Ibu 2014, kegiatan pelayanan masyarakat bukan berarti terhenti. Pada lantai dasar GOR Ciracas pelayanan masyarakat seperti pelayanan pengobatan dan pemeriksaan I VA Tes tetap berlangsung.

Saat-saat Menjelang Jokowi Terjerumus dalam Lapindogate

Rencana pemerintahan Jokowi untuk mengeluarkan dana talangan untuk membayar ganti rugi atau  bail out Lumpur Lapindo memancing sejumlah komentar serta analis dampak yang bakal diterima pemerintah.
Meski kasus semburan lumpur panas Lapindo di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, telah sewindu berlalu, nyatanya masih begitu banyak masyarakat di wilayah peta terdampak yang belum juga mendapatkan kepastian ganti rugi lahan.
Sampai pada akhirnya pemerintahan baru, Jokowi-JK, mengambil keputusan melakukan penalangan ganti rugi kepada warga terdampak lumpur Lapindo yang belum dapat dibayarkan oleh PT Minarak Lapindo Jaya milih Aburizal Bakrie alias ARB alias Ical yang dikenal sebagai pengusaha yang sangat "licin".