Anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring
mengatakan, partainya memiliki bukti-bukti penting terkait pelanggaran
Pilpres 2014. Data-data tersebut didapat dari saksi-saksi PKS dan akan
digunakan untuk beradu argumen di Mahkamah Konstitusi (MK).
"Kita
punya bukti juga kan, saksinya hampir 80 persen PKS ya. Jadi kita bawa
data-data," ujar Tifatul di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (21/7/2014).
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Senin, 21 Juli 2014
Real Count KPU: Data Masuk 96,56%, Jokowi-JK Unggul 53,27%
Data perolehan suara pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil
presiden (cawapres) dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres)
2014 terus diunggah di situs Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Data yang diunggah adalah formulir C1 yang berisi perolehan suara di setiap tempat pemungutan suara (TPS), formulir DA1 yang merupakan rekapitulasi suara tingkat kecamatan, formulir rekapitulasi suara untuk tingkat kabupaten/kota yang disebut DB1, serta rekapitulasi tingkat provinsi dalam formulir DC1.
Berdasarkan pantauan Beritasatu.com hingga Senin (19/7/2014) pukul 12.00 WIB, jumlah data dari rekapitulasi suara tingkat kabupaten/kota (formulir DB1) di seluruh Indonesia mencapai 96,56 persen.
Data yang diunggah adalah formulir C1 yang berisi perolehan suara di setiap tempat pemungutan suara (TPS), formulir DA1 yang merupakan rekapitulasi suara tingkat kecamatan, formulir rekapitulasi suara untuk tingkat kabupaten/kota yang disebut DB1, serta rekapitulasi tingkat provinsi dalam formulir DC1.
Berdasarkan pantauan Beritasatu.com hingga Senin (19/7/2014) pukul 12.00 WIB, jumlah data dari rekapitulasi suara tingkat kabupaten/kota (formulir DB1) di seluruh Indonesia mencapai 96,56 persen.
Antisipasi Sabotase/teror, Jokowi-JK Tak Tanggung Jawab Kelompok Pakai Baju Kotak-kotak
Kubu Joko Widodo-Jusuf Kalla menegaskan pihaknya telah meminta
relawan tidak menggunakan simbol pasangan nomor urut dua. Larangan
penggunaan baju kotak-kotak pada tanggal 22 Juli 2014 untuk
mengantisipasi adanya sabotase berupa pengerahan massa dengan identitas pendukung Jokowi-JK.
Jaga Perasaan Prabowo, Kemenangan Jokowi Tak Akan Dirayakan Berlebihan, Cuma Tumpeng 7 Meter Saja
Komisi Pemilihan Umum (KPU) bakal mengumumkan pemenang Pilpres 2014
besok. Kubu Jokowi-JK mengaku tidak ada persiapan khusus untuk
menghadapi pengumuman tersebut.
Politikus senior PDIP, Pramono Anung menegaskan, pihaknya hanya menginstruksikan agar para relawan tidak turun ke jalan menghadapi pengumuman besok.
Politikus senior PDIP, Pramono Anung menegaskan, pihaknya hanya menginstruksikan agar para relawan tidak turun ke jalan menghadapi pengumuman besok.
Jokowi Diprediksi Menang, Rupiah Unjuk Gigi
Pada transaksi awal pekan (21/7/2014), rupiah mencatatkan penguatan terbesar di antara mata uang Asia lainnya. Berdasarkan data Bloomberg, pada pukul 09.54 WIB, rupiah di pasar spot perkasa 0,4% menjadi 11.570 per dollar AS. Ini merupakan level paling perkasa sejak 10 Juli lalu.
Sebagai perbandingan, berdasarkan data Bloomberg di pasar offshore, nilai kontrak rupiah untuk pengantaran satu bulan ke depan menguat 0,4% menjadi 11.624 atau lebih lemah 0,5% dari posisi spot.
Sebagai perbandingan, berdasarkan data Bloomberg di pasar offshore, nilai kontrak rupiah untuk pengantaran satu bulan ke depan menguat 0,4% menjadi 11.624 atau lebih lemah 0,5% dari posisi spot.
Pohan Setia Sampai Akhir Hayat pada Prabowo, Ibas "Tunggu Dulu!"
Sekretaris Jenderal dan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat,
Edhie Baskoro Yudhoyono dan Ramadhan Pohan, berbeda pendapat ihwal
partai yang didirikan SBY itu merapat ke koalisi kubu Jokowi-JK, jika
calon presiden dan calon wakil presiden itu memenangkan pemilu.
Edhie Baskoro, yang biasa disapa Ibas, mengatakan tak tertutup kemungkinan partainya berkoalisi dengan pemenang pemilihan presiden, meskipun yang menang adalah Jokowi-JK.
Edhie Baskoro, yang biasa disapa Ibas, mengatakan tak tertutup kemungkinan partainya berkoalisi dengan pemenang pemilihan presiden, meskipun yang menang adalah Jokowi-JK.
Setelah Lebaran, Jokowi Jadi Gubernur Lagi
Setelah Idul Fitri, Joko Widodo (Jokowi) akan kembali bertugas di Jakarta sebagai gubernur aktif.
Sekertaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-JK, Andi Widjajanto mengatakan, cuti nyapres Jokowi sebenarnya habis pada tanggal 22 Juli. Namun, Jokowi meminta cuti tambahan tiga hari yang diambil dari cuti regulernya sebagai gubernur.
Sekertaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-JK, Andi Widjajanto mengatakan, cuti nyapres Jokowi sebenarnya habis pada tanggal 22 Juli. Namun, Jokowi meminta cuti tambahan tiga hari yang diambil dari cuti regulernya sebagai gubernur.
Minggu, 20 Juli 2014
SBY Diapit Presiden Jokowi dan Mantan Rival Presiden Jokowi (+)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) sore hari ini memenuhi undangan buka puasa bersama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jakarta. Selain Jokowi-JK juga hadir mantan rival Jokowi-JK pada Pilpres 2014, Prabowo Subianto dan Hatta Radjasa, juga tampak dihadiri sejumlah pejabat negara, Minggu (20/7/2014).
Presiden Jokowi Penuhi Undangan Presiden SBY
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), tampak kompak tiba di Istana Negara, Jakarta, Minggu (20/7/2014) sekitar pukul 16:46 WIB.
JK Segera Undang 33 DPD Golkar Syukuran
Pasca-pengumuman hasil Pilpres 2014, cawapres Jusuf Kalla akan mengundang 33 pimpinan DPD I Golkar Propinsi se-Indonesia.
Ketua Koordinator Eksponen Tri Karya Golkar, Zainal Bintang mengatakan, acaranya nanti syukuran penetapan pasangan nomor urut 2, Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2014-2019, dibarengi buka puasa bersama.
Ketua Koordinator Eksponen Tri Karya Golkar, Zainal Bintang mengatakan, acaranya nanti syukuran penetapan pasangan nomor urut 2, Jokowi-JK sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2014-2019, dibarengi buka puasa bersama.
Putra Amien Rais Akui Kemenangan Jokowi-JK
Putra Amien Rais (tokoh yang dikenal sangat kejam pada Jokowi), Hanafi Rais secara terbuka mengucapkan selamat kepada pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai pememang pemilu presiden (pilpres). Ucapan selamat Hanafi untuk duet yang dikenal dengan jokowi-JK itu disampaikan melalui akunnya di Facebook.
“Sebagai generasi muda Partai Amanat Nasional (PAN), kami mengucapkan SELAMAT kepada Bapak Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang akan memegang tampuk kepemimpinan nasional dalam waktu 5 tahun mendatang,” tulis Hanafi beberapa saat lalu.
“Sebagai generasi muda Partai Amanat Nasional (PAN), kami mengucapkan SELAMAT kepada Bapak Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang akan memegang tampuk kepemimpinan nasional dalam waktu 5 tahun mendatang,” tulis Hanafi beberapa saat lalu.
Meski Prabowo Nangis Gulung-gulung, KPU Tetap Jalan Sesuai Jadwal
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ferry Kurnia Rizkiyansyah tak
ingin menanggapi permintaan tim sukses calon presiden nomor urut 1,
Prabowo Subianto untuk menunda pengumuman hasil pemilihan presiden 2014.
"Sampai saat ini kami tetap menjalankan aktivitas sesuai tahapan KPU," kata Ferry di gedung KPU, Jalan Imam bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (20/7/2014).
"Sampai saat ini kami tetap menjalankan aktivitas sesuai tahapan KPU," kata Ferry di gedung KPU, Jalan Imam bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (20/7/2014).
Ketika Harga Diri Prabowo Diobral Murah, KPU Dikepung sampai Minta Pemilu Diulang
Tim pemenangan pasang Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunda rekapitulasi suara pemilu presiden di tingkat nasional. Permintaan itu tentu menuai protes dari sebagian kalangan masyarakat. Menurut Pengamat Politik Universitas Gajah Mada Ari Dwipayana, wacana itu menunjukkan kepanikan atas hasil real count yg dilakukan oleh KPU secara berjenjang.
Di 33 Provinsi, Jokowi-JK Unggul 53,18% Apa Prabowo Masih Ngotot Menang/Tawuran/PSU?
Mulai hari ini, Minggu 20 Juli 2014, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar
rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Pemilu Presiden dan Wakil
Presiden (Pilpres) 2014. Sebelumnya, 33 KPU tingkat provinsi telah
menyelesaikan rekapitulasi suara dari tingkat kabupaten/kota.
Dari 497 kabupaten/kota di Indonesia, perolehan suara dari 495 kabupaten/kota telah masuk ke KPU provinsi dan KPU.
Dari 497 kabupaten/kota di Indonesia, perolehan suara dari 495 kabupaten/kota telah masuk ke KPU provinsi dan KPU.
KPU Gelar Rekapitulasi Nasional, Inilah Hari Awal Serangan Stroke Mengancam Capres
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar acara rekapitulasi hasil
perhitungan perolehan suara peserta pemilu presiden dan wakil presiden
secara nasional di lantai 2 gedung KPU di Jakarta Pusat, Minggu (20/7/2014)
pagi. Apabila sesuai rencana, rekapitulasi suara nasional ini akan
dimulai pada pukul 10.00 WIB nanti hingga selesai.
Sejak pukul 08.00 WIB pagi, proses pengamanan di sekitar kantor KPU sudah mulai diperketat.
Sejak pukul 08.00 WIB pagi, proses pengamanan di sekitar kantor KPU sudah mulai diperketat.
Rekapitulasi DKI: Jokowi Menang, Prabowo Ngotot Minta Diulang
KPUD DKI Jakarta telah menyelesaikan rekapitulasi perhitungan suara untuk provinsi tersebut. Meski diwarnai aksi walk out dari saksi Prabowo-Hatta, pasangan Jokowi-JK dinyatakan unggul 53,1 % suara.
Rekapitulasi diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, mulai pukul 22.00 WIB, Sabtu (19/7/2014) hingga pukul 01.30 WIB, Minggu (20/7/2014) dini hari. Sebelum dimulai, rekapitulasi diwarnai hujan keberatan dari kubu Prabowo-Hatta.
Rekapitulasi diselenggarakan di Hotel Borobudur, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, mulai pukul 22.00 WIB, Sabtu (19/7/2014) hingga pukul 01.30 WIB, Minggu (20/7/2014) dini hari. Sebelum dimulai, rekapitulasi diwarnai hujan keberatan dari kubu Prabowo-Hatta.
Sabtu, 19 Juli 2014
Ini Pembelaan Sang Pencari Kekuasaan Mahfud MD
Menjelang petang di hari pencoblosan, 9 Juli lalu, kegaduhan muncul.
Sebab kubu pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla mendeklarasikan kemenangan
dalam pemilihan presiden.
Pernyataan sikap itu berdasarkan hasil hitung cepat meski belum selesai. Untuk mengimbangi, duet Prabowo-Subianto-Hatta Rajasa mengambil langkah serupa.
Pernyataan sikap itu berdasarkan hasil hitung cepat meski belum selesai. Untuk mengimbangi, duet Prabowo-Subianto-Hatta Rajasa mengambil langkah serupa.
"Hukuman Mati" Bagi Ical Paling Lambat Oktober 2014
Sejatinya, hampir semua kader Partai Golkar lebih memilih mendukung Jusuf Kalla (JK) sebagai calon wakil presiden yang berpasangan dengan Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2014.
Namun, karena ada ancaman DPP Partai Golkar pimpinan Aburizal Bakrie akan memecat yang mendukung JK secara terbuka, maka dukungan dari 33 DPD I Partai Golkar itu masih tertahan dalam dalam hati sampai penetapan hasil resmi Komisi Pemilihan Umum tanggal 22 Juli 2014.
Namun, karena ada ancaman DPP Partai Golkar pimpinan Aburizal Bakrie akan memecat yang mendukung JK secara terbuka, maka dukungan dari 33 DPD I Partai Golkar itu masih tertahan dalam dalam hati sampai penetapan hasil resmi Komisi Pemilihan Umum tanggal 22 Juli 2014.
Ini Yang Disebut JK "Tiga Gol, Dua Gol Bunuh Diri"
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) terpilih versi Quick Count Lembaga Survei yang kredibel, menilai pekan
terakhir jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 9 Juli lalu menjadi titik
penentuan. Ia menyebutkan, saat itu pihaknya kedapatan banyak keunggulan
(gol).
"Yang menentukan minggu terakhir. Itu ada tiga gol ada dua gol bunuh diri," ujar JK di Posko Jenggala, Jl Jenggala, Kebayotan Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (19/7/2014).
"Yang menentukan minggu terakhir. Itu ada tiga gol ada dua gol bunuh diri," ujar JK di Posko Jenggala, Jl Jenggala, Kebayotan Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (19/7/2014).
Prabowo Minta Rekapitulasi Diundur, Jokowi: Hehehe, Wong Sudah Selesai ...
Rekapitulasi nasional oleh KPU pada 22 Juli nanti diminta diundur oleh
capres Prabowo Subianto. Calon presiden Joko Widodo pun menanggapi
wacana tersebut dengan santai.
"Hehehe, wong sudah selesai, ditunda untuk apa itu?" ujar Jokowi dengan tawa khasnya usai menghadiri acara di Restoran Horata, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/7/2014).
"Hehehe, wong sudah selesai, ditunda untuk apa itu?" ujar Jokowi dengan tawa khasnya usai menghadiri acara di Restoran Horata, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (19/7/2014).
Buka Bersama Relawan
Usai mengunjungi pengurus gereja, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sore ini rupanya
masih memiliki agenda. Dirinya sengaja meluangkan waktu untuk berbuka
bersama dengan relawan pendukungnya.
Pukul 17.30 WIB, Sabtu (19/7/2014), Jokowi berangkat dari kediamannya di Jalan Sawo, Menteng, Jakpus menuju restoran Horapa yang terletak di kawasan Cikini. Disana Jokowi telah ditunggu oleh sejumlah pendukungnya.
Jokowi disambut beberapa orang relawan yang juga merupakan publik figur seperti penyiar kondang Sys NS, dan drummer band Slank, Bimbim.
Pukul 17.30 WIB, Sabtu (19/7/2014), Jokowi berangkat dari kediamannya di Jalan Sawo, Menteng, Jakpus menuju restoran Horapa yang terletak di kawasan Cikini. Disana Jokowi telah ditunggu oleh sejumlah pendukungnya.
Jokowi disambut beberapa orang relawan yang juga merupakan publik figur seperti penyiar kondang Sys NS, dan drummer band Slank, Bimbim.
Presiden Jokowi Siap Hadiri Undangan Presiden RI ke-6
Tinggal hitungan hari, tepatnya 22 Juli, Komisi Pemilihan Umum
(KPU) segera mengumumkan perolehan suara resmi dua pasangan calon
presiden dan wakil presiden 2014. Saat ini, baik Prabowo maupun Jokowi
sedang harap-harap cemas siapa yang akhirnya menang.
Sebelum tanggal pengumuman itu tiba, Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan bertemu dengan mereka.
Sebelum tanggal pengumuman itu tiba, Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan bertemu dengan mereka.
Presiden Jokowi Kunjungi Persekutuan Gereja-gereja Indonesia
Pantauan Tribunnews.com, Joko Widodo turun dari mobilnya, Kijang Innova Putih bernomor polisi B 1538 SHT di kantor PGI pada pukul 15.40 WIB.
Kunjungi Kantor KWI
Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengumumkan hasil rekapitulasi nasional
pada 22 Juli mendatang, sekaligus penetapan pemenang Pemilu Presiden
(Pilpres). Jelang pelaksanaannya, masyarakat diresahkan dengan sejumlah
isu adanya kerusuhan melalui media sosial dan pesan singkat.
Menanggapi itu, Presiden Joko Widodo mengaku telah meminta kader maupun simpatisannya untuk tidak keluar rumah. Dirinya pun menyarankan agar tidak ada pengerahan massa meski dia diumumkan sebagai pemenangnya.
Menanggapi itu, Presiden Joko Widodo mengaku telah meminta kader maupun simpatisannya untuk tidak keluar rumah. Dirinya pun menyarankan agar tidak ada pengerahan massa meski dia diumumkan sebagai pemenangnya.
Takut Kalah, Sabotase dan Penyusupan Dijalankan
Pendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) meminta kader dan
relawan untuk tidak turun ke jalan pada 22 Juli 2014 mendatang. Apalagi,
pasangan nomor urut dua itu juga sudah mengeluarkan imbauan serupa.
Pendukung Jokowi-JK melalui akun Facebook Butet Kartaredjasa malah menyatakan, seorang pentolan Partai Golkar membagikan baju kotak-kotak ke preman tanpa tujuan yang jelas.
Pendukung Jokowi-JK melalui akun Facebook Butet Kartaredjasa malah menyatakan, seorang pentolan Partai Golkar membagikan baju kotak-kotak ke preman tanpa tujuan yang jelas.
Jokowi Presiden, IHSG > 6 ribu, Ngibul?
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bisa mencapai level 6.000
apabila Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Joko Widodo
(Jokowi)-Jusuf Kalla sebagai pemenang pemilu presiden (pilpres).
"Aliran dana asing (inflow) akan masuk ke Indonesia," kata Direktur PT Bahana TWC Investment Management, Budi Hikmat, di Jakarta, Sabtu (19/7/2014).
Ia meminta Jokowi-Jusuf Kalla merealisasikan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
"Aliran dana asing (inflow) akan masuk ke Indonesia," kata Direktur PT Bahana TWC Investment Management, Budi Hikmat, di Jakarta, Sabtu (19/7/2014).
Ia meminta Jokowi-Jusuf Kalla merealisasikan program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Rekapitulasi KPU di 19 Provinsi: Jokowi-JK Unggul 51,92%
Sejak kemarin Jumat (18/7/2014) hingga hari ini Sabtu (19/7/2014), Komisi
Pemilihan Umum (KPU) tingkat provinsi melakukan rekapitulasi perolehan
suara pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden
(cawapres) dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2014.
Berdasarkan data yang dihimpun Beritasatu.com sampai
berita ini diturunkan, baru 19 KPU tingkat provinsi yang menyelesaikan
proses rekapitulasi, sedangkan 14 KPU provinsi lainnya kemungkinan
menyelesaikan tugasnya pada hari ini.
Langganan:
Postingan (Atom)

























