Sabtu, 14 Juni 2014

Jokowi Dielu-elukan Warga Solo

Kunjungan Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) ke kota kelahirannya, Solo, Jawa Tengah, dielu-elukan warga. Usai keluar dari kediaman Habib Syeh Bin Abdul Qadir Assegaf, Jokowi yang mengendarai mobil Toyota Kijang Avansa warna putih mendapat sambutan meriah warga.

Jokowi Optimis Menang Telak di Jawa Tengah

Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tahun 2014 adalah tahun penentuan bagi warga Solo, Jawa Tengah, bahwa Solo memiliki warga yang menjadi presiden atau tidak.
Karena itu, tegas Jokowi, di Solo Raya dan Jawa Tengah, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) harus menang telak pada Pemilu Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang.

Timses Jokowi-JK Tolak Tawaran Hak Jawab Obor Rakyat

Tim sukses (timses) pasangan calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) dan calon wakil presiden (cawapres) Jusuf Kalla (JK),
Firman Jaya tak mau manfaatkan hak jawab yang ditawarkan pemimpin redaksi (pemred) Obor Rakyat Setiyardi Budiono dalam untuk mengklarifikasi pemberitaan miring yang dimuat tabloid tersebut.

Jokowi Datangkan 20 Tim Ahli untuk Telanjangi Prabowo

Calon presiden Joko Widodo siap menghadapi calon presiden Prabowo Subianto dalam debat presiden yang akan diadakan Minggu (15/6/2014). Dia mengatakan, hari ini dirinya telah melakukan persiapan debat dengan tim yang didatangkan dari Jakarta.
"Itu tim kita yang di Jakarta dikumpulkan semuanya di Solo. Semuanya tim persiapan untuk debat tadi bertemu," kata Jokowi usai melakukan kunjungan ke kediaman Habib Syeh bin Abdul Qodir Assegaf, Solo, Sabtu (14/6/2014).

Wiranto Janji Segera Bicara Soal Surat 'Pemecatan' Prabowo

Mantan Menhankam/Pangab Jenderal (Purn) Wiranto enggan berbicara banyak soal beredarnya dokumen Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang berisi pemberhentian Letjen Prabowo Subianto dari dinas militer pada 1998. Namun, Wiranto berjanji akan berbicara terkait hal itu dalam waktu dekat.

Jokowi Temui Habib Syech

Calon Presiden (Capres) Joko Widodo (Jokowi) berkunjung ke kediaman salah satu tokoh Islam Solo, Habib Syeh Bin Abdul Qodir Assegaf di Semanggi Pasar Kliwon, Sabtu (14/6). Kunjungan mantan wali kota Solo itu dilakukan dalam rangka memohon restu kepada tokoh muslim tersebut.
Berdasar pantauan merdeka.com, Jokowi tiba di kediaman Habib Syeh didampingi KH Abdul Karim (Gus Karim pimpinan Ponpes Al Qurany Laweyan), sekitar pukul 14.30 WIB. Selama sekitar 30 menit mereka terlibat pembicaraan serta ramah tamah.

Terhadap Parpol Pendukung: Prabowo Oke, Jokowi Memble

Peneliti politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Firman Noor menilai Calon Presiden Prabowo Subianto akan lebih powerful (kuat), sebaliknya Calon Presiden Joko Widodo akan menghadapi dilema (memble) ketika keduanya berhadapan dengan partai-partai pendukungnya.
Menurut dia kedua calon presiden memang dipastikan akan memimpin secara demokratis, tetapi bergantung pada para figur pendukungnya di belakang layar.

Jokowi adalah Jawaban Doa Kita

Penulis sekaligus wartawan Arswendo Atmowiloto turut memberikan dukungannya kepada calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Joko widodo dan Jusuf Kalla.
Arswendo pun menjelaskan alasan di balik keputusannya mendukung pasangan yang didukung empat partai politik tersebut. "Saya merasa terwakili dengan beliau dan kenal dari awal. Dia jawaban dari doa kita untuk pemimpin ideal selama ini," ujar Arswendo dalam acara dukungan Komunitas Alumni Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta (UNS) terhadap Jokowi-JK di rumah Ir Soedibjo JL Mangun Sarkoro no 69, Menteng, Jakarta Pusat (14/6/2014).

Obor Rakyat Sarankan Megawati Gunakan Hak Jawab

Pemimpin Redaksi Tabloid "Obor Rakyat" Setiyardi Budiono menegaskan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memiliki hak jawab untuk mengklarifikasi segala pemberitaan yang diangkat tabloidnya jika dianggap tidak benar.
"Megawati bisa klarifikasi bicara ke saya jika apa yang kami tulis dalam judul yakni Jokowi Capres Boneka tidak benar," kata Setiyardi dalam diskusi Sindo Trijaya di Cikini, Jakarta, Sabtu (14/6/2014).

Setiyardi Sebut Obor Rakyat adalah Wakaf untuk Jokowi

Pemimpin Redaksi tabloid Obor Rakyat Setiyardi Budiono angkat bicara soal alasannya membangun media tersebut. Menurutnya, inisiatif ini muncul karena melihat teman-temannya banyak yang menyumbangkan dana kepada pasangan capres dan cawapres Jokowi-JK.
"Saya tak sumbang uang ke Pak Jokowi. Saya berinisiatif mewakafkan rejeki saya melalui tabloid," ujarnya dalam diskusi Polemik di Restoran Warung Daun Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (14/6/2014).

Prabowo-Hatta Sering Kritik dan Caci-maki Jokowi-JK, Tapi Ujung-ujungnya Ngekor Juga

Pengamat politik dari Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti menilai dalam beberapa hal, pasangan nomor urut 1 yakni Prabowo-Hatta banyak mengekor ke pasangan nomor urut 2 meskipun awalnya mereka justru mengkritisinya.
"Senang mengkritik gaya 'blusukan', tapi sekarang gaya kampanye HR (Hatta Rajasa) terlihat banyak memakai 'blusukan'. Tak terkecuali soal penggalangan dana kampanye. Awalnya mereka kritik dengan keras tapi sekarang tanpa argumen yang jelas mereka mengikutinya," kata Ray, di Jakarta, Sabtu (14/6/2014).

Leyeh-leyeh di Solo Sebelum Hadapi Prabowo

Setelah melakukan kampanye empat hari dengan agenda yang padat, hari ini, Sabtu (14/6/2014) Calon Presiden Joko Widodo memilih waktu untuk bersama keluarganya di kediamannya di Solo, Jawa Tengah.
Selain juga mantan Wali Kota Solo ini juga mempersiapkan dirinya untuk menghadapi debat Capres kedua, yang akan mengangkat topik "pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial."

Obor Rakyat Serang Jokowi Tapi Tak Dukung Prabowo

Pemimpin Redaksi Tabloid Obor Rakyat Setiyardi Budiono menyatakan, pihaknya hanya berusaha mengkritik pasangan calon presiden Jokowi-Jusuf Kalla. Meski demikian, Setyardi menekankan bahwa tabloid Obor Rakyat bukan diterbitkan untuk mendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Obor Rakyat Untungkan Jokowi, Bukan Sebaliknya


Serangan kampanye hitam justru menguntungkan yang diserang. Oleh karena itu pemberitaan di tabloid "Obor Rakyat" justru bisa mendongkrak simpati massa kepada yang diserang. Demikian dikatakan Pengamat Komunikasi Politik Heri Budianto sesuai dengan teori Psikologi Massa.

Pemred Obor Rakyat: Tabloid Ini Karya Jurnalistik Biasa

Pemimpin Redaksi (Pemred) Tabloid Obor Rakyat, Setiyardi Budiono membantah bahwa berita yang disajikan oleh Obor Rakyat sarat dengan kampanye hitam.
"Saya bawa sampel. Ini sampel tabloid yang sempat dibicarakan. Kalau teman-teman lihat. Ini adalah karya jurnalistik biasa. Sebuah tabloid yang biasa saja, yang sebagai jurnalis saya pertaruhkan reputasi saya," ujar Setiyardi dalam dialog Polemik yang digelar di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (14/6/2014).

Jumat, 13 Juni 2014

Jokowi: Orang Desa Juga Bisa Jadi Jenderal

Calon presiden (capres) Joko Widodo menyempatkan diri berkunjung ke Museum Jenderal TNI Soesilo Soedarman di Cilacap, Jawa Tengah. Menurut Jokowi, Museum Soesilo Soedarman memiliki nilai lebih karena dibangun di tengah-tengah desa. "Museum ini punya nilai lebih karena dibangun di desa," kata Jokowi kepada wartawan, Jum'at (13/6/2014).

Persiapan Jokowi untuk Debat Capres

Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan melaksanakan debat Capres pada hari Minggu (15/6/2014) besok. Tema yang diajukan berkaitan dengan ekonomi.
"Ya biasalah, yang namanya apa pun mesti harus disiapkan. Harus ada perencanaan dan ada organisasi kecil yang menyiapkan, mesti ada seperti itu dong," ujar Jokowi di desa Gentasari, Keroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah pada Jumat (13/6/2014).

Jokowi: Saya juga Punya Rahasia

Meski di tengah kesibukan melakukan kegiatan kampanye sejak Rabu (11/6/2014) hingga Jumat (13/6/2014) malam, tidak membuat Calon Presiden Joko Widodo lupa untuk mempersiapkan diri menghadapi debat Minggu (15/6/2014) mendatang.
Di tengah padatnya kegiatannya mulai dari Bandung, Jawa Barat hingga Kebumen, Jawa Tengah, Jokowi tetap mempersiapkan diri menghadapi debat yang akan mengangkat topik "pembangunan ekonomi dan kesejahteraan sosial."

Jokowi Tahu Ada keterlibatan Istana Dalam Tabloid Obor Rakyat

Calon presiden (capres) dari kubu PDI Perjuangan-Nasdem-PKB-Hanura-PKPI, Joko Widodo (Jokowi) merasa lega dengan mulai terungkapnya pembuat Tabloid Obor Rakyat. Jokowi menyatakan pihaknya telah melaporkan mereka ke pihak Bareskrim Mabes Polri.
"Hari ini juga kita laporkan ke kepolisian," kata Jokowi di sela kunjungan ke Cilacap, Jawa Tengah, Jum'at (13/6/2014).

Nyali Fahri Tak Sebesar Bualannya

Saah satu tokoh aliansi pembenci Jokowi, politisi PKS Fahri Hamzah, langsung ciut nyalinya ketika mendapat ancaman dipolisikan masalah tuduhannya pada Jenderal (Purn) Subagyo HS sebagai pembocor dokumen Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang berisi pemberhentian Letjen Prabowo Subianto dari dinas militer. Dengan keahlian berkelit yang dimilikinya, buru-buru Fahri membantah hal tersebut.

Jokowi: Nelayan dan Petani Perlu Bank Khusus

Kesulitan akses modal dan pasar menjadi hambatan utama nelayan dan petani untuk meningkatkan produktifitas. Perlu bank yang khusus memecahkan masalah petani dan nelayan dengan peraturan kredit lebih longgar dibanding bank umum.
"Yang pertama mesin mereka sudah tua, tapi mereka tidak mempunyai kemampuan untuk membeli yang baru," ujar Jokowi di desa Gentasari, Keroya, Kabupaten Cilacap, Jumat (13/6/2014).

Foto Jokowi-JK Latihan Debat Beredar Luas di Media Sosial

Pasangan Jokowi-JK banyak disebut-sebut sebagai pemenang dalam debat capres-cawapres pertama yang berlangsung Senin malam lalu. Hal ini dinilai tak lepas dari persiapan yang dilakukan oleh pasangan nomor urut dua tersebut.
"Persiapannya bukan hanya Minggu dan Senin, tapi sudah berjalan beberapa pekan, khususnya sejak visi dan misi dibentuk. Selalu ada diskusi rutin dengan tim ahli," kata Jokowi di Media Center Jokowi-JK, Jl Cemara, Sabtu (6/6/2014) atau tiga hari sebelum debat.

Jokowi: Seneng Dong Kampanye Ada Istri, Kayak Nggak Ngerti Aja...

Selama tur kampanye nasional Jawa Barat dan Jawa Tengah, calon presiden Joko Widodo (Jokowi) selalu didampingi sang istri, Iriana Jokowi. Kegembiraan itu dilontarkan oleh mantan Walikota Solo ini.
"Ya seneng dong. Kayak nggak ngerti aja," ujar Jokowi di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (13/6/2014).

Diduga Istana Berperan dalam Tabloid "Obor Rakyat"

Juru Bicara Tim Pemenangan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK), Poempida Hidayatulloh, mengkritisi klaim netralitas Istana Kepresidenan yang selama ini berusaha dipersepsikan ke publik dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2014.
"Ternyata hanya isapan jempol belaka. Sudah mulai terkuak keterlibatan elite-elite di sekitar Istana dalam konteks penyebaran tabloid Obor Rakyat yang banyak mengandung fitnah," tegas Poempida di Jakarta, Jumat (13/6/2014).

Jokowi Lega Pembuat Tabloid "Obor Rakyat" Terlacak

Calon presiden nomor urut 1 Joko Widodo merasa lega pembuat tabloid Obor Rakyat telah diketahui. Ia berharap kepolisian segera bertindak cepat setelah ada laporan resmi terkait peredaran tabloid tersebut.
"Sudah lega, nanti tinggal kepolisian ngambil siapa. Nanti dijelaskan kepolisian, jangan dari saya," kata Jokowi, di Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (13/6/2014). Dia memastikan timnya sudah melaporkan pembuat tabloid ini ke kepolisian. Menurut mereka, tabloid itu meresahkan dan melanggar pidana.

Kampanye di Cilacap, Jokowi Blusukan ke Sawah

Capres Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan perjalanan kampanyenya di Desa Gentasari, Cilacap Jawa Tengah. Di kesempatan ini Jokowi berbicang dengan beberapa petani yang sedang menggarap sawahnya.
Jokowi tiba di lokasi tepatnya terletak di dusun Tinggarjati, Desa Gentasari, Kecamatan Kroya pada sekitar pukul 16.00 WIB, Jumat (13/6/2014).
Mengetahui Jokowi datang, ratusan warga berkumpul. Mereka berdesakan untuk melihat Jokowi dari dekat.

Prabowo-Hatta Akan Bekerja, Jokowi-JK Sudah Bekerja

Menanggapi debat capres-cawapres yang akan diselenggarakan Ahad nanti, Fadjroel Rachman dengan tegas mengatakan perbedaan antara kedua capres-cawapres. "Prabowo-Hatta akan bekerja, Jokowi-JK telah bekerja," katanya.
Menurut Fadjroel kekuatan Jokowi ada pada ketenangan saat menyampaikan pikiran dan bisa menjelaskan apa yang telah dikerjakan.