Kamis, 12 Juni 2014

Akhirnya Elektabilitas Jokowi Babak Belur Dihajar Prabowo

Peneliti Utama Lembaga Survei Nasional (LSN) Gema Nusantara mengatakan elektabilitas pasangan Jokowi-JK terkejar oleh Prabowo-Hatta kurang dari sebulan jelang pelaksanaan Pilpres 9 Juli mendatang.
"Kurang dari sebulan jelang pelaksanaan Pilpres elektabilitas Jokowi-JK malah tersendat. Dari sembilan daerah battle ground (provinsi dengan jumlah pemilih besar yaitu Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Banten, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Sumsel dan Lampung), hanya di Jawa Tengah pasangan yang diusung PDI Perjuangan tersebut unggul. Di lain pihak elektabilitas Prabowo-Hatta justru kian menanjak dan mengejar pasangan Jokowi-JK," ujar Gema Nusantara dalam konferensi pers rilis hasil survei nasional LSN di Jakarta, Kamis (12/6/2014).

Jokowi di Ponpes Cipasung Tasikmalaya

Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiba di Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (12/6/2014). Kedatangan Jokowi disambut Salawat Nabi yang dikumandangkan ribuan santri.
Pimpinan Ponpes, Bunyamin Ruhiyat terlihat menyambut kehadiran Capres Jokowi.
Tiba di Ponpes, Jokowi mengenakan peci hitam dan sorban berwarna merah. Jokowi juga didampingi istri tercinta Iriana dan putrinya Kahiyang Ayu yang kompak mengenakan hijab merah.

Soal Surat DKP, Jokowi Minta Adik Prabowo Jangan Asal Umbar Tuduhan

Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat tertawa ketika dikonfirmasi tudingan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo. Adik Prabowo Subianto itu menuduh kubu Jokowi-JK sebagai penyebar surat rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang berisi pemberhentian Letjen Prabowo Subianto dari dinas militer pada 1998.

Soal Surat Pemecatan Prabowo, Jokowi Ogah Komentar

Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) enggan menanggapi tudingan adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, soal beredarnya dokumen pemecatan calon presiden nomor urut satu itu. Jokowi menyesalkan ucapan Hashim yang gampang sekali menuduh.
"Siapa yang menyebarkan? kalau yang bikin (tabloid) Obor Rakyat itu siapa?," kata Jokowi ketika ditemui seusai berkunjung ke Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Tasikmalaya, Kamis, 12 Juni 2014.

Jokowi: Saya Percaya Warga Tak Terpengaruh Tabloid yang Isinya Fitnah

Calon presiden nomor urut dua, Joko Widodo (Jokowi), menyatakan tidak merasa khawatir dengan beredarnya tabloid dan selebaran yang dinilai menyebarkan fitnah kepadanya. Jokowi mengaku yakin bahwa warga tak akan terpengaruh dengan isi dari tabloid tersebut.
"Saya percaya warga tak akan terpengaruh oleh tabloid itu. Soalnya itu isinya adalah fitnah," kata Jokowi seusai bertemu ribuan ulama kampung di Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Tasikmalaya, Kamis (12/6/2014).

Di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Jokowi Paparkan KIP dan KIS

Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan ada dua permasalahan utama bagi rakyat Indonesia: pendidikan dan kesehatan. Menyadari hal ini, Jokowi menyiapkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS), mirip programnya yang pernah dibuat waktu memimpin Solo dan Jakarta.

Di Pondok Pesantren Bustanul Ulum Jokowi Klarifikasi Isu SARA

Setelah meninjau pasar Cikurubuk, Calon Presiden nomor urut 2 Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Pondok Pesantren Bustanul Ulum. Kedatangan Jokowi disambut dengan gema shalawat para santri dan jamaah.
Jokowi tiba di pondok pesantren yang terletak di Kampung Sindangsari, Desa Sumelang, Kecamatan Tamansari, Tasikmalaya pada sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (12/6/2014).

Saiful Mujani Benarkan Bagi-bagi Uang Usai Kampanye untuk Jokowi

Pemilik Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, membenarkan memberikan uang sebesar Rp 20.000 kepada masyarakat di Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, Minggu (8/6/2014), seusai pertemuan yang di dalamnya ada imbauan untuk memilih pasangan calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Jokowi di Ponpes Bustanul Ulum Tasikmalaya

Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Bustanul Ulum, Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (12/6/2014) sekitar pukul 09.55 WIB.
Ditemani Politisi Partai Nasdem Akbar Faisal dan Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Ja'far, dan tim sukses Jokowi-JK Teten Masduki, Jokowi langsung disambut Pemimpin Pesantren Ponpes Bustanul Ulum, Tasikmalaya, Jabar, KH Didi Hudaya Buchori.

Meski Kampanye Selalu Ramai Dihadiri Warga, Jokowi Tetap Tak Mau "Ge-Er"

Calon presiden Joko Widodo terpaksa mengurungkan rencana blusukan ke Pasar Cigurubug di Tasikmalaya, Jawa Barat. Kunjungan yang termasuk dalam jadwal kampanye Jokowi, sapaan akrabnya, dibatalkan karena banyaknya warga yang menyemut di pintu masuk pasar.
Dari pantauan, saat akan memasuki pasar, langkah Jokowi sempat terhenti. Di depan pintu pasar, capres nomor urut dua ini hanya tersenyum dan melambaikan tangan ke arah warga.

Telur Mata Sapi untuk Sarapan Jokowi

Para santri Pondok Pesantren Bustanul Ulum Tasikmalaya, Jawa Barat, menyiapkan lauk telur mata sapi untuk sarapan pagi bagi calon presiden bernomor urut 2 Joko Widodo, Kamis (12/6/2014).
"Kalau sarapan besok pagi untuk dihidangkan hanya telur ceplok ditambah capcay dan mi goreng. Kami hanya menyediakan masakan kampung seadanya," ujar istri pimpinan Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Hj Neni Zakiah, kepada Kompas.com di rumahnya, Rabu (11/6/2014) malam.

Jokowi Tiba di Pasar Cikurubuk

Calon presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (12/6/2014) pagi, berkujung ke Pasar Cikurubuk, Tasikmalaya, Jawa Barat. Jokowi yang semula akan blusukan ke dalam pasar akhirnya batal dan beralih menyapa warga yang berkumpul di depan dan area luar pasar.
Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB.

Kunci Jokowi Ungguli Prabowo dalam Debat Capres

Debat pertama kandidat capres dan cawapres yang digelar pada Senin (9/6/2014) lalu masih hangat diperbincangkan. Sejumlah kalangan menilai, pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla menampilkan performa yang lebih baik dibandingkan rivalnya, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Lalu, apa catatan dari tim sukses Jokowi-JK? Apa yang menyebabkan "jagoannya" mendapatkan apresiasi positif?

Agenda Jokowi Hari Ini

Setelah kemarin melakukan kampanye ke Bandung, hari ini, Kamis (12/6/2014) Calon Presiden nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan kampanye di beberapa kabupaten kota di Jawa Barat.
Berdasarkan jadwal yang diberikan oleh media center Jokowi-JK, Jokowi bakal blusukan ke Pasar Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, pagi ini.

Rabu, 11 Juni 2014

Pimpinan DKP Benarkan Surat Rekomendasi Pemberhentian Prabowo dari ABRI

Mantan Wakil Panglima ABRI Letnan Jenderal (Purn) Fachrul Razi membenarkan substansi surat keputusan Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang beredar luas di media sosial. Surat itu berisi pertimbangan pemberhentian Prabowo Subianto dari ABRI.
Fachrul menjelaskan, awalnya, stafnya menunjukkan salinan surat yang beredar tersebut. Ia mengaku sempat membaca seluruh isi surat itu.

Ingatkan Jasa Prabowo pada Jokowi

Koordinator Relawan Matahari Indonesia (RMI), Izzul Muslimin mengatakan, andil Prabowo Subianto dalam mengorbitkan Joko Widodo (Jokowi) sebagai figur calon pemimpin baru saat ini patut diakui.
"Harus diakui, Jokowi bisa seperti sekarang karena andil Prabowo dan Hasjim juga. Jika Jokowi berhasil, maka itu akan menjadi keberhasilan Prabowo juga, karena telah mengorbitkan sebagai pemimpin," kata Izzul dalam Dialog Kenegaraan di Gedung DPD RI Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (11/6/2014).
Koordinator salah satu sayap pendukung Jokowi-JK ini mengungkapkan, peran Prabowo tersebut diketahui ketika mantan Danjen Kopassus itu gigih membujuk Megawati agar mengusung Jokowi (yang kala itu masih menjabat sebagai wali kota Solo) menjadi gubernur DKI Jakarta.

Ahok: "Aman Bos"

Sebelas hari ditinggal oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) yang sibuk dalam Pemilu Presiden (Pilpres) pada 9 Juli 2014 mendatang, kesibukan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama semakin meningkat. Namun, ketika ditanya oleh Jokowi, dia mengaku tidak ada masalah yang terjadi di Jakarta.
Pria yang akrab disapa Ahok itu menceritakan ketika Jokowi menelpon dirinya, Selasa (10/6/2014). Lalu, dia mencontohkannya pembicaraan dengan Jokowi kepada wartawan di kantornya Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/6/2014).

Jokowi Diundang Anggota Timses Prabowo untuk Paparkan Visi Misi

Calon Presiden Joko Widodo berkampanye di Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/6/2014). Pada kempatan itu, Joko Widodo (Jokowi), menyempatkan diri menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Peringatan World Oceans Day, di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung.
Diketahui, penyelenggara seminar adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Syarief Cicip Sutardjo, yang juga anggota Dewan Penasihat Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Dukungan Slank dan Para Artis untuk Jokowi-JK Membuat Bergidik

Direktur Intrans, Saiful Haq, mengaku dirinya bergidik usai menonton konser Revolusi Harmoni yang dilaksanakan oleh grup band Slank dan puluhan artis ternama di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Rabu (11/6).
"Saya bergidik, belum pernah sejak Pemilu 1955, budayawan dan seniman ikut turun tangan secara tulus mendukung politik. Jokowi berhasil membuat seniman dan budayawan turun tangan. Jadi jangan ragu pilih Nomor 2," kata Saiful di Jakarta, Rabu (11/6/2014) malam.

Megawati: Saya harus Tegaskan Hari Ini Nganter pak Jokowi

Presiden Kelima Indonesia, Megawati Soekarnoputri merasa malu karena disanjung Calon Presiden Joko Widodo (Jokowi) di akhir paparan visi dan misinya "Restorasi Maritim" di peluncuran Hari Nusantara 2014, di Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/6/2014).
Pada akhir paparannya, Jokowi mengungkapkan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu adalah pendiri Dewan Kelautan.

Jokowi: Lakukan Kampanye dengan Cara Kreatif

Calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) meresmikan gerakan kampanye kreatif yang dibentuk oleh sekelompok anak muda dari berbagai kota di Indonesia yang tergabung dalam Generasi Optimis (GO) Indonesia.
"Inilah gerakan kampanye yang betul. Kampanye itu harus dilakukan dengan cara-cara yang positif dan kreatif. Bukan malah dilakukan dengan negatif, seperti menyebar fitnah atau kampanye hitam," kata Jokowi dalam rangkaian kampanye di Bandung, Jawa Barat, Rabu (12/6/2014).

Anies Baswedan: Jokowi-JK Jamin Atasi Pembajakan Musik

Calon presiden Joko Widodo tidak akan menutup ruang berkesenian jika ia terpilih jadi presiden pada pemilihan presiden 9 Juli mendatang.
Demikian dikemukakan Anies Baswedan, Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Jusuf Kalla, usai memimpin deklarasi "Revolusi Harmoni" yang dihadiri para musisi dan seniman di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Rabu (11/6/2014).

Ditanya Solusi Konflik China-Vietnam, Jokowi Utamakan Dialog

Capres Joko Widodo (Jokowi) berbicara soal hubungan internasional, khususnya konflik kawasan regional antara China dengan Vietnam dalam kasus sengketa wilayah laut China Selatan. Menurut Jokowi, salah satu solusi penyelesaian masalahnya adalah dengan dialog.
"Gak ada masalah, konflik di Laut China Selatan, kalau konflik ya bisa terjadi dialog, sehingga tidak memanaskan di kawasan kita. Tapi konflik semoga bisa segera diselesaikan," kata Jokowi di sela kampanye di Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/6/2014).

Jokowi Diprediksi Akan Kuasai Debat Kedua

Calon presiden (Capres) Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi diyakini bisa menguasai forum debat kedua.
Gagasannya yang implementatif dinilai akan lebih mudah disampaikan dan bisa meyakinkan publik daripada gagasan besar yang masing mengawang-awang dari capres Prabowo Subianto.

Mega Ingatkan Jokowi Tak Cuma Jual Janji

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri ingin Indonesia memiliki pemimpin yang berkarakter dan konsisten.
Dengan harapan tersebut itulah, Mega memberi mandat kepada Joko Widodo untuk menjadi calon presiden (capres).
Presiden RI ke-5 ini mencontohkan kegagalan pemerintah untuk memajukan sektor maritim.

Anies: Surat Pemberhentian Prabowo Bukan Urusan Kami

Anggota tim pemenangan pasangan capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK), Anies Baswedan menegaskan pihaknya tidak memiliki urusan untuk mempertanyakan surat pemberhentian Prabowo Subianto dari instansi militer tahun 1998 silam.
"Itu sebetulnya fakta saja, saya melihatnya itu dalam institusi TNI sudah ada keputusannya. Kalau dari sisi Jokowi-JK tidak ada urusan untuk menanyakan atau membesarkan," kata Anies di Jakarta, Rabu (11/6/2014).

Anies Baswedan: Musisi Dukung Jokowi-JK Bukan Karena Uang

Juru Bicara Tim Kampanye Jokowi-JK menilai dukungan yang diberikan musisi papan atas dan beberapa pemain film Indonesia kepada Jokowi-JK sebagai pembeda pasangan nomor urut dua ini dengan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
"Mereka melakukan hal ini bukan karena rupiah atau dibayar, melainkan karena panggilan hati. Itu yang membuat kami percaya pendukung Jokowi-JK adalah sebuah gerakan yang positif," ujar Anies di Senayan, Jakarta, Rabu (11/6/2014), usai memimpin deklarasi Revolusi Harmoni.