Kampanye negatif dan kampanye hitam menjadi alat saling serang antara
kubu Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK dalam Pilpres 2014 ini. Menurut
pemantauan PoliticaWave, Jokowi-JK adalah pasangan yang paling banyak
diserang kampanye hitam.
Dikutip merdeka.com dari akun Twitter
Politicawave, Kamis (5/6), Jokowi-JK mendapat kampanye hitam sebanyak
94,9 persen dan kampanye negatif sebanyak 5,1 persen. Sementara
Prabowo-Hatta menerima kampanye hitam sebanyak 13,5 persen dan kampanye
negatif sebanyak 86,5 persen.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Kamis, 05 Juni 2014
Barisan Pejuang Kebersihan Jakarta Dukung Jokowi-JK
Ratusan petugas kebersihan yang menamakan diri Barisan Pejuang Kebersihan Jakarta, Kamis (5/6/2014) menyatakan dukungan mereka pada pasangan Jokowi-JK.
Pantauan Tribunnews.com, dengan menggunakan seragam lengkap berwarna orange dan membawa serta alat kebersihan seperti sapu lidi dan lainnya mereka tampak bersemangat mendukung Jokowi-JK.
"Kami Barisan Pejuang Kebersihan Jakarta, khususnya di Tanjung Priok sekitar 400 orang mendukung Jokowi-JK," teriak seorang petugas kebersihan, Kamis (5/6/2014) di Posko Relawan Merah Putih di Jakarta Pusat.
Pantauan Tribunnews.com, dengan menggunakan seragam lengkap berwarna orange dan membawa serta alat kebersihan seperti sapu lidi dan lainnya mereka tampak bersemangat mendukung Jokowi-JK.
"Kami Barisan Pejuang Kebersihan Jakarta, khususnya di Tanjung Priok sekitar 400 orang mendukung Jokowi-JK," teriak seorang petugas kebersihan, Kamis (5/6/2014) di Posko Relawan Merah Putih di Jakarta Pusat.
Ramadhan Pohan Ngambek Dicuekin Kubu Jokowi-JK
Survei LSI pada 20 Mei lalu mendapati elektabilitas pasangan Jokowi-JK sebesar 35,42 persen, sedangkan elektabilitas pasangan Prabowo-Hatta sebesar 22,75 persen. Dengan demikian selisih elektabilitas kedua pasangan capres sebesar 12,67 persen.
Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan menanggapi selisih elektabilitas dari kedua pasangan capres dan cawapres tersebut sangat mudah untuk diisi suara dari Partai Demokrat.
Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan menanggapi selisih elektabilitas dari kedua pasangan capres dan cawapres tersebut sangat mudah untuk diisi suara dari Partai Demokrat.
Survei SSS di 10 kota: Jokowi-JK 42,65%, Prabowo-Hatta 28,35%
Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) telah melakukan survei menjelang
pemilihan presiden. Hasil surveinya, Jokowi-JK memiliki tingkat
elektabilitas mencapai 42,65%, sedangkan Prabowo-Hatta 28,35%. Sementara
sebanyak 29 persen menjawab tidak tahu.
Dalam keterangan persnya hari ini, Kamis (5/6/2014), survei yang dilakukan oleh SSS dilakukan pada 26 Mei - 4 Juni 2014.
Dalam keterangan persnya hari ini, Kamis (5/6/2014), survei yang dilakukan oleh SSS dilakukan pada 26 Mei - 4 Juni 2014.
Megawati dan Jokowi Makan Siang di Tepi Danau Sentani
Calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo atau yang akrab disapa
Jokowi makan siang di salah satu rumah makan di kawasan kampung Yoka,
Jayapura, Papua, Kamis (5/6/2014).
Jokowi Janjikan Papua Bebas Pengangguran
Calon presiden Joko Widodo prihatin sumber daya alam di Papua tak
dikelola dengan baik bahkan dikelola asing. Alhasil, banyak rakyatnya
yang belum bisa menikmati kesejahteraan.
"Di Papua, yang namanya sumber daya alam itu melimpah ruah dan banyak sekali," kata Jokowi, sapaan akrabnya di sela kunjungannya ke Kampung Yoka, Sentani, Jayapura, Kamis (5/6/2014).
"Di Papua, yang namanya sumber daya alam itu melimpah ruah dan banyak sekali," kata Jokowi, sapaan akrabnya di sela kunjungannya ke Kampung Yoka, Sentani, Jayapura, Kamis (5/6/2014).
"Babinsa" Datangi Rumah ke Rumah Arahkan Pilih Prabowo-Hatta
Menjelang pemilu presiden, warga di kawasan Jakarta Pusat diresahkan oleh pendataan siapa calon presiden dan calon wakil presiden yang akan dipilih. Pendataan itu dilakukan oleh orang yang mengaku bintara pembina desa (babinsa).
Masalahnya, dalam pendataan itu, warga diarahkan untuk memilih pasangan yang diusung Partai Gerindra, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Masalahnya, dalam pendataan itu, warga diarahkan untuk memilih pasangan yang diusung Partai Gerindra, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.
Prabowo-Hatta 44,9 Persen, Jokowi-JK 40,1 Persen
Elektabilitas pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto - Hatta Rajasa, terus meningkat pasca-Deklarasi Damai 3 Juni 2014 lalu yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Hal itu diketahui dari hasil survei kubu Prabowo melalui Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) yang dipublikasikan, Kamis (5/6/2014).
"Berdasarkan hasil Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) yang melakukan jejak pendapat via telepon pada 1 – 4 Juni 2014, Prabowo-Hatta mendapat perolehan suara 44,9 persen," kata Direktur Eksekutif SPIN, Igor Dirgantara dalam Public Expose di Jakarta, Kamis (5/6/2014).
Hal itu diketahui dari hasil survei kubu Prabowo melalui Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) yang dipublikasikan, Kamis (5/6/2014).
"Berdasarkan hasil Lembaga Survei dan Polling Indonesia (SPIN) yang melakukan jejak pendapat via telepon pada 1 – 4 Juni 2014, Prabowo-Hatta mendapat perolehan suara 44,9 persen," kata Direktur Eksekutif SPIN, Igor Dirgantara dalam Public Expose di Jakarta, Kamis (5/6/2014).
Kampung Yoka, Jokowi yang Punya
Warga Kampung Yoka, Jayapura tak bisa menyembunyikan kegembiraan atas
kunjungan calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo. Mereka menyambut
pria yang akrab disapa Jokowi dengan meriah melalui lagu dan tarian khas
Yoka.
Bahkan, dalam lagu yang mereka dendangkan, terselip nama Jokowi.
"Kampungku, kampungku yoka. Kampung yang indah. Indah letaknya di timur, Danau Sentani. Kali-kali manuai airnya jernih lagi pohon nyiur melambai-lambai. Ini bukan kau punya? Ini bukan kau punya? Ini Jokowi yang punya, Jokowi yang punya. Baru, baru kau bilang kau punya," itulah sepotong lirik lagu yang didendangkan ibu-ibu setempat, Kamis (5/6/2014).
Bahkan, dalam lagu yang mereka dendangkan, terselip nama Jokowi.
"Kampungku, kampungku yoka. Kampung yang indah. Indah letaknya di timur, Danau Sentani. Kali-kali manuai airnya jernih lagi pohon nyiur melambai-lambai. Ini bukan kau punya? Ini bukan kau punya? Ini Jokowi yang punya, Jokowi yang punya. Baru, baru kau bilang kau punya," itulah sepotong lirik lagu yang didendangkan ibu-ibu setempat, Kamis (5/6/2014).
Tak Mau Pakai Koteka, Jokowi Dipasangkan Rok Rumbai

Calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo mendapat sambutan luar biasa warga Kampung Habeabulu Yoko, jayapura, Kamis (5/6/2014). Pria kelahiran Solo ini tiba di Kampung Yoka sekitar pukul 11.00 WIT.
Turun dari Kijang Innova hitam, pria yang akrab disapa Jokowi ini langsung dipasangkan topi Cendrawasih sebagai lambang pemimpin atau raja. Sayangnya, kondisi tak memungkinkan bagi Jokowi untuk dipasangkan koteka. Sebagai gantinya, Jokowi dipasangkan rok rumbai yang terbuat dari tali plastik.
Jokowi Beli Ubi dan Mangga di Pasar Papua
Calon presiden dari poros koalisi PDI Perjuangan, Joko Widodo, menerima
topi Cenderawasih khas Papua atau Hiare saat mengunjungi Kalkote atau
Kampung Harapan yang terletak di Jalan Kalkote, Jayapura, Papua, Kamis, 5
Juni 2014. Ini merupakan kampanye pertama Jokowi, setelah pada hari
pertama kampanye, Rabu, ia hanya mendatangi acara slametan yang digelar
di Jakarta.
Saat turun dari mobil, Jokowi disambut oleh tarian penjemputan, tari tradisional khas Papua.
Saat turun dari mobil, Jokowi disambut oleh tarian penjemputan, tari tradisional khas Papua.
Jokowi Dipesan Tanam Biji Matoa di Istana
Warga adat di Kampung Yoka, Jayapura, Papua, menghadiahi calon presiden
Joko Widodo setangkai penuh buah matoa. Buah tersebut diberikan oleh
perwakilan ketua adat Yoka usai Jokowi menyampaikan sambutannya di rumah
adat Kampung Yoka, Papua.
"Sebelum Pak Jokowi beranjak dari Kampung Yoka, kami hadiahkan buah matoa untuk Pak Jokowi," ujarnya, Kamis (5/6/2014) siang.
"Bapak makan buahnya, tapi tanam bijinya di pelataran Istana Negara, nanti," sambungnya.
"Sebelum Pak Jokowi beranjak dari Kampung Yoka, kami hadiahkan buah matoa untuk Pak Jokowi," ujarnya, Kamis (5/6/2014) siang.
"Bapak makan buahnya, tapi tanam bijinya di pelataran Istana Negara, nanti," sambungnya.
Rieke Targetkan Raup Suara Buruh dan TKI untuk Jokowi-JK
Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Rieke Diah Pitaloka
menargetkan mayoritas suara buruh dan tenaga kerja Indonesia (TKI) di
luar negeri, untuk pemenangan pasangan Capres-Cawapres Jokowi-JK.
"Di pemenangan nasional itu saya sebagai koordinator penggalangan buruh dalam dan luar negeri, dan kita tidak mau buruh hanya sekadar mendukung Jokowi-JK, tapi dukung juga program Jokowi-JK terutama soal perburuhan," ujar Rieke saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Kamis (5/6/2014).
"Di pemenangan nasional itu saya sebagai koordinator penggalangan buruh dalam dan luar negeri, dan kita tidak mau buruh hanya sekadar mendukung Jokowi-JK, tapi dukung juga program Jokowi-JK terutama soal perburuhan," ujar Rieke saat berbincang dengan Metrotvnews.com, Kamis (5/6/2014).
Jokowi Diarak di Kampung Yoka
Kedatangan calon presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kampung Yoka,
Jayapura disambut meriah oleh warga. Saat Jokowi tiba di kampung yang
terletak di pinggir danau Sentani tersebut, capres yang mendapat nomor
urut dua itu langsung disambut puluhan ibu-ibu yang bernyanyi.
Para ibu menyanyikan lagu yang mereka buat sendiri demi menyambut
Jokowi. Sambil bernyanyi, mereka juga melambai-lambaikan dedaunan
sebagai aksesoris pelengkap bernyanyi.
Jokowi, yang mengenakan mahkota ala raja Papua, kemudian diarak dari jalan utama kampung menuju balai pertemuan adat. Sambil mengarak Jokowi, ibu-ibu dan anak-anak terus bernyanyi riang sambil berjoget bersama.
Jokowi, yang mengenakan mahkota ala raja Papua, kemudian diarak dari jalan utama kampung menuju balai pertemuan adat. Sambil mengarak Jokowi, ibu-ibu dan anak-anak terus bernyanyi riang sambil berjoget bersama.
Ini Alasan Jokowi Pilih Papua Jadi Lokasi Kampanye
Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini kampanye di Pasar Baru
Prahara, Sentani, Jayapura. Namun, Jokowi beralasan kampanyenya di bumi
cenderawasih bukan semata-mata untuk meraih dukungan di Pilpres
mendatang.
"Kenapa kita kampanye pertama kali di Jayapura karena betapa sangat pentingnya Indonesia. Ini bukan masalah suara. Ini adalah masalah perhatian. Simbol bahwa Papua sangat penting bagi Indonesia," katanya di Pasar Baru Prahara, Sentani, Jayapura, Kamis (5/6/2014).
"Kenapa kita kampanye pertama kali di Jayapura karena betapa sangat pentingnya Indonesia. Ini bukan masalah suara. Ini adalah masalah perhatian. Simbol bahwa Papua sangat penting bagi Indonesia," katanya di Pasar Baru Prahara, Sentani, Jayapura, Kamis (5/6/2014).
Sponsor Kakap Tak Lagi Sponsori HUT DKI, Jokowi Akan Bantu Urus
Sponsor kakap yang biasa memberikan bantuan untuk acara di DKI Jakarta
'kabur' menyusul Jokowi yang non aktif. Alhasil, perayaan HUT DKI pun
terancam kurang meriah. Namun, Jokowi memastikan dirinya akan mencoba
membantu soal urusan sponsor itu.
"Nanti saya urus, saya urus. Tapi itu Pak Ahok lah ya, karena saya kan non aktif. Tapi itu nanti saya urus," jelas Jokowi di sela-sela kampanye Capres di Papua, Kamis (5/6/2014).
"Saya akan bantu urus. Nanti saya akan bantu," tambah Jokowi.
"Nanti saya urus, saya urus. Tapi itu Pak Ahok lah ya, karena saya kan non aktif. Tapi itu nanti saya urus," jelas Jokowi di sela-sela kampanye Capres di Papua, Kamis (5/6/2014).
"Saya akan bantu urus. Nanti saya akan bantu," tambah Jokowi.
Di Papua, Jokowi Ungkap Asal Mula Nama Sang Istri
Kampanye awal calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo benar-benar
memiliki makna khusus. Banyak cerita menarik yang ia akhirnya ia
sampaikan sebagai alasan mengapa Papua menjadi wilayah pertama dirinya
memulai kampanye.
Di Balai Pertemuan Adat Meblobe, Kampung Hebeabulu Yoka, Jayapura, Kamis (5/6/2014), pria yang akrab disapa Jokowi ini memperkenalkan istrinya Iriana. Tak hanya itu, Jokowi juga mengungkap asal mula nama sang istri.
"Istri saya namanya Iriana, Irian. Karena kakeknya dulu adalah guru di sini. Berapa puluh tahun di sini, pulang-pulang cucunya diberi nama Iriana. Masa istri saya saja Iriana, orang Irian tidak pilih saya. Kalau ibu-ibunya tidak 100 persen pilih saya, hati-hati," kelakar mantan Wali Kota Solo yang langsung disambut tawa warga yang hadir di lokasi.
Di Balai Pertemuan Adat Meblobe, Kampung Hebeabulu Yoka, Jayapura, Kamis (5/6/2014), pria yang akrab disapa Jokowi ini memperkenalkan istrinya Iriana. Tak hanya itu, Jokowi juga mengungkap asal mula nama sang istri.
"Istri saya namanya Iriana, Irian. Karena kakeknya dulu adalah guru di sini. Berapa puluh tahun di sini, pulang-pulang cucunya diberi nama Iriana. Masa istri saya saja Iriana, orang Irian tidak pilih saya. Kalau ibu-ibunya tidak 100 persen pilih saya, hati-hati," kelakar mantan Wali Kota Solo yang langsung disambut tawa warga yang hadir di lokasi.
Jokowi: Prajurit Perbatasan Harus Diberi Insentif Khusus
Calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo mengunjungi taman makan
pahlawan (TMP) Waena, Jayapura, Kamis (5/6/2014). Pada saat berziarah
inilah pria yang akrab disapa Jokowi ini berjanji akan mensejahterakan
kehidupan prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan Indonesia
seandainya ia terpilih sebagai Presiden Indonesia mendatang.
"Untuk prajurit yang ada di wilayah perbatasan Papua , Kalimantan, NTT seharusnya diberikan insentif khusus, kesejahteraan khusus, jangan bandingkan dengan kota," ujar Jokowi usai menabur bunga di sejumlah makam.
"Untuk prajurit yang ada di wilayah perbatasan Papua , Kalimantan, NTT seharusnya diberikan insentif khusus, kesejahteraan khusus, jangan bandingkan dengan kota," ujar Jokowi usai menabur bunga di sejumlah makam.
Jokowi ingin Kembangkan Ekonomi Rakyat Papua
Mengunjungi Pasar Sentani di Jayapura membuat calon presiden nomor
urut 2 Joko Widodo semakin bertekad memajukan ekonomi rakyatan wilayah
ini. Pasar harus dijadikan pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Ekonomi rakyat akan berkembang kalau pasar menyediakan semua kebutuhan mulai dari sayuran, ikan, bahan pokok rumah tangga dan lain-lain. "Semua dijual di sini (pasar). Harus diberi tempat paling baik, jangan kalah (sama) mall," ujar Gubernur DKI Jakarta non-aktif itu di Pasar Sentani, Jayapura, Kamis (5/6/2014).
Apa yang akan dilakukan Jokowi di masa depan, menurutnya sudah tercermin melalui tindakannya saat ini.
Ekonomi rakyat akan berkembang kalau pasar menyediakan semua kebutuhan mulai dari sayuran, ikan, bahan pokok rumah tangga dan lain-lain. "Semua dijual di sini (pasar). Harus diberi tempat paling baik, jangan kalah (sama) mall," ujar Gubernur DKI Jakarta non-aktif itu di Pasar Sentani, Jayapura, Kamis (5/6/2014).
Apa yang akan dilakukan Jokowi di masa depan, menurutnya sudah tercermin melalui tindakannya saat ini.
Jokowi: Papua Harus jadi Prioritas
Kunjungan calon presiden nomor urut 2 Joko Widodo ke
Papua memiliki tujuan besar. Melalui kampanye awal, pria yang akrab
disapa Jokowi ini ingin menunjukkan betapa pentingnya Papua bagi
Indonesia.
Jokowi Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan
Calon presiden dari poros koalisi PDI Perjuangan, Joko Widodo, hari ini,
Kamis, 5 Juni 2014, mengadakan prosesi tabur bunga di Taman Makam
Pahlawan Waena, Jayapura. Jokowi tiba sekitar 08:30 Waktu Indonesia
Timur, disambut oleh ratusan relawan yang sudah menunggu di TMP Waena.
Warga Jayapura : Jokowi-JK Harga Mati
Blusukan bagi seorang Joko Widodo menjadi ujung tombak dalam kampanye
terbuka pilpres 2014. Bisa dipastikan, capres lima partai ini selalu
menyematkan kunjungan ke pasar tradisional dalam jadwal kampanyenya.
Pagi ini Jokowi beraksi ke Pasar Sentani, Jayapura. Tepat pukul 8.40 WIT, tanpa didampingi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Jokowi disambut heboh oleh warga Papua. Wajah mereka tampak berbinar saat melihat capres nomor urut 2 tersebut.
Kepada Metrotvnews.com, mereka memastikan Jokowi akan menjadi presiden periode 2014-2019.
Pagi ini Jokowi beraksi ke Pasar Sentani, Jayapura. Tepat pukul 8.40 WIT, tanpa didampingi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Jokowi disambut heboh oleh warga Papua. Wajah mereka tampak berbinar saat melihat capres nomor urut 2 tersebut.
Kepada Metrotvnews.com, mereka memastikan Jokowi akan menjadi presiden periode 2014-2019.
Jokowi Dikalungi Noken oleh Mama Penjual Sayuran
Calon presiden yang diusung oleh poros PDI Perjuangan Joko Widodo pagi
ini, Kamis (5/6/2014) mengunjungi Pasar Baru, Jayapura sebagai langkah
awal kampanyenya di Papua.
Pantauan Tribunnews.com, pria yang akrab disapa Jokowi ini tiba di Pasar Baru Prahara, Sentani, Jayapura pada pukul 08.45 WIT. Jokowi yang mengenakan kemeja kotak-kotak ini langsung disambut warga yang sudah menunggu sejak pagi.
Pantauan Tribunnews.com, pria yang akrab disapa Jokowi ini tiba di Pasar Baru Prahara, Sentani, Jayapura pada pukul 08.45 WIT. Jokowi yang mengenakan kemeja kotak-kotak ini langsung disambut warga yang sudah menunggu sejak pagi.
Kunjungi Pasar Prahara, Jokowi disambut Tari Koteka
Dalam kampanye terbuka di Papua, calon presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menyempatkan blusukan ke Pasar Baru Prahara, Sentani, Jayapura. Pada kesempatan ini, Jokowi bersama rombongan disambut tarian koteka oleh empat pria asal Wamena.
Pantauan merdeka.com, Kamis (5/6/2014), rombongan penari membawa baju lengkap dengan anak panahnya. Wajah mereka merah oleh pewarna, menggunakan celana pendek dan telanjang dada.
Empat penari koteka, yakni Igong, Lucky, Cuki dan Miko sengaja diundang untuk menyambut kehadiran Jokowi di Jayapura. Tarian Koteka ini mengawal rombongan mobil dari pintu masuk pasar menuju area parkir.
Pantauan merdeka.com, Kamis (5/6/2014), rombongan penari membawa baju lengkap dengan anak panahnya. Wajah mereka merah oleh pewarna, menggunakan celana pendek dan telanjang dada.
Empat penari koteka, yakni Igong, Lucky, Cuki dan Miko sengaja diundang untuk menyambut kehadiran Jokowi di Jayapura. Tarian Koteka ini mengawal rombongan mobil dari pintu masuk pasar menuju area parkir.
Jokowi Janjikan "Kartu Indonesia Pintar" untuk Papua
Kampanye Hitam terhadap Jokowi Membodohi
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Syamsudin
Haris, mengkritik maraknya penggunaan sentimen suku, agama, ras, dan
antargolongan (SARA) untuk kampanye hitam guna menjatuhkan lawan
politik. Menurut dia, tindakan itu hanya membuat bangsa ini jalan di
tempat.
“Sangat disayangkan bahwa kompetisi pilpres bukannya mengadu gagasan tapi mengadu asal usul,” katanya kepada Tempo pada Kamis (5/6/2014).
“Sangat disayangkan bahwa kompetisi pilpres bukannya mengadu gagasan tapi mengadu asal usul,” katanya kepada Tempo pada Kamis (5/6/2014).
Tiba di Tanah Papua
Calon Presiden Joko Widodo akan mengawali kampanye terbuka di Jayapura, Papua, Kamis (5/6/2014). Jokowi pun sudah tiba di Bandara Sentani sekitar pukul 07.40 WIT, dengan menumpangi pesawat komersil.
Langganan:
Postingan (Atom)




















