Rabu, 04 Juni 2014

Jokowi Hanya Menang Tipis Saja

Lembaga riset Populi Center menemukan bahwa elektabilitas calon presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla lebih unggul ketimbang pasangan Prabowo-Hatta Rajasa. Angka keterpilihan Jokowi tercatat sebesar 47,5 persen, sedangkan Prabowo sebesar 36,9 persen.
"Sehingga selisihnya amat tipis," kata Ketua Populi Center Nico Harjanto di Kebayoran Baru, Rabu, 4 Juni 2014. Maka, kata dia, peluang kedua kandidat relatif seimbang lantaran masih banyak orang yang belum menentukan pilihan sekitar 15,6 persen. Padahal, selisih keduanya 10,6 persen. "Pilpres akan begitu kompetitif," dia memprediksikan.

KontraS: Masa Lalu Prabowo Hitam Pekat

Sosok Jokowi-JK relatif bebas dari beban kasus pelanggaran HAM di masa lalu. Maka kepada pasangan capres-cawapres ini penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM dapat diselesaikan bila kelak memenangkan Pilpres 2014.

JK Tidak Akan ke Kantor Bawaslu Hari Ini

Calon Wakil Presiden (Cawapres), Jusuf Kalla mengatakan dirinya tidak akan menyambangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jakarta Pusat hari ini, Rabu (4/6/2014).

LSI: Jokowi-JK Kuasai Hampir Semua Provinsi yang disurvei

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei pertarungan dua pasang capres-cawapres. Menurut LSI ada tujuh provinsi strategis yang akan menjadi lokasi pertarungan sesungguhnya bagi Prabowo-Hatta dan Jokowi-Jusuf Kalla (JK).
Salah satunya adalah provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Berdasarkan survei LSI, jika Pilpres dilaksanakan hari ini maka pasangan Jokowi-JK dapat mengungguli Prabowo-Hatta di provinsi tersebut dengan 43,75 persen.

Ormas Sayap PKB DUkung Jokowi

Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) sebagai organisasi sayap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang menangani mahasiswa bertekad untuk mendukung seluruh kebijakan partai untuk agenda pemenangan Jokowi-JK pada Pilpres 9 Juli mendatang.
Tekad itu ditegaskan Ketua Umum DPN Gemasaba, Ghozali Munir, di Jakarta, Rabu (4/6/2014), terkait adanya berbagai isu yang mengarah pada upaya delegitimasi terhadap PKB oleh pihak-pihak tertentu.

Bawaslu Minta Jokowi Datang Sekarang Juga

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dijadwalkan melakukan pemanggilan terhadap Capres Joko Widodo (Jokowi) hari ini. Pemanggilan ini terkait pidato yang disampaikan Jokowi pada saat pengundian nomor urut di KPU beberapa waktu lalu yang dinilai mencuri start kampanye.
"Ya hari ini sedang berlangsung," ujar Ketua Bawaslu Muhammad di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Capres-capres Galau Minta Bantuan Ki Kusomo

Produser yang juga dikenal sebagai penasihat spiritual, Ki Kusumo, mengatakan sedang "dirayu" oleh kedua tim calon presiden dan calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.Meski tengah didekati, Ki Kusumo mengaku belum memutuskan dukungannya terhadap capres tertentu.

Mahfud: Jokowi Itu Bersih, Jujur, Sederhana, dan Merakyat

Ketua Nasional Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Mahfud MD memuji sosok capres PDIP, Joko Widodo (Jokowi).
"Saya nggak pernah bilang Pak Jokowi itu jelek. Hal-hal tertentu, Jokowi itu bersih, jujur, sederhana dan merakyat. Ia muncul dari kekuatan rakyat, hal ini tidak dapat dipungkiri," ujar Mahfud di Jakarta, Rabu (3/6/2014).

Jokowi Awali Kampanye dengan Tumpengan

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri melakukan prosesi pemotongan tumpeng di kantor pusat PDIP di Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (4/6/2014) siang.
Mengenakan kemeja kotak-kotak khas calon presiden Joko Widodo, Mega menyerahkan potongan tumpeng kepada Jokowi, Gubernur Kalimantan Tengah Teras Narang, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Ketua DPP PDIP Bidang Energi dan Pertambangan Bambang Wuryanto, Bupati Kudus Musthofa, Wakil Ketua DPR dari PDIP Pramono Anung dan Ketua MPR Sidarto Danusubroto.

Masyarakat Maluku Dukung Duet Jokowi-JK

Forum Masyarakat Maluku (FORMAMA) mendeklarasikan dukungannya terhadap pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam pemilihan presiden tahun ini.
Acara deklarasi dukungan ini dihadiri oleh mahasiswa, mantan aktivis 98 dan penggemar politik di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (4/6/2014).
Boni Hargens dan Karyono Wibowo membuka pandangan politiknya tentang calon presiden Joko Widodo. Acara ini juga mengikutsertakan beberapa mahasiswa Maluku untuk menyuarakan aspirasinya mendukung Jokowi-JK.

Jokowi Rayu Twitter untuk Investasi di Indonesia

Capres Indonesia periode 2014-2019 nomor urut 2, Joko Widodo (Jokowi), bertemu dengan Direktur Strategi Politik Global Twitter, Peter Greenberger, di Jakarta, Senin (3/6/2014). Pada pertemuan itu, Jokowi membuka wacana agar raksasa di bidang sosial media itu mau berinvestasi di Indonesia.
“Kita sudah menyediakan pasar yang besar untuk Twiitter dengan 20 juta pengguna. Sudah seharusnya Twitter juga berinvestasi secara riil di Indonesia”, tegas Jokowi tertulis dalam rilis pers yang diterima Metrotvnews.com.

Donasi ke Rekening Pemenangan Jokowi-JK Hari Ini Nyaris Rp 4 M

Tim Pemenangan Jokowi-JK rutin melaporkan donasi yang masuk ke rekening sumbangan rakyat untuk pemenangan keduanya. Hari ini, Rabu (4/6/2014), hingga pukul 10.00 WIB total donasi yang masuk ke tiga rekening atas nama Joko Widodo/Jusuf Kalla nyaris Rp 4 miliar.

Jokowi ke Rumah Mega

Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini memulai kampanyenya. Dia memulai aktifitas dengan menyambangi ruma Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri terlebih dahulu.Jokowi tiba di rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, no 27 A, Menteng, Jakarta Pusat, pukul 10.30 WIB, Rabu (4/6/2014). Jokowi datang menggunakan mobil Toyota Innova warna putih nopol 1567 PRA.
Belum diketahui rincian agenda pertemuan antara Jokowi dan Mega. Pertemuan tersebut berlangsung tertutup.

Dukung Jokowi-JK, Anggota Dewan 'Ngantor' Pakai Baju Kotak-kotak

Sejumlah Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, pengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo dan Jusuf Kalla, memakai baju kotak- kotak, saat berkantor di Gedung DPRD setempat, Rabu (4/6/2014).
“Inilah adalah bentuk dukungan kami untuk menyosialisasikan calon presiden Bapak Jokowi kepada masyarakat. Kita semua tahu beliau selalu identik dengan menggunakan baju kotak- kotak,” ucap Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ayub Junaidi.

Forum Masyarakat Maluku Dukung Jokowi - Jusuf Kalla

Sejumlah organisasi masyarakat yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Maluku (FORMAMA) mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan no urut 2 Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden periode 2014-2019, Rabu (4/6/2014).
Acara deklarasi ini dilaksanakan di Galery Cafe TIM CIKINI Jakarta Pusat.

Perkumpulan Janda-janda di Bandung Dukung Jokowi-JK

Dukungan untuk capres cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla terus mengalir. Sejumlah komunitas yang jarang terdengar pun memberikan suara mereka untuk pasangan nomor urut dua itu.
Seperti yang terjadi di Bandung, Jawa Barat. Beberapa janda mendukung Jokowi-JK di Pilpres 9 Juli mendatang. Mereka yang mengatasnamakan Komunitas Janda Indonesia (KOJAINDO) ini menilai Jokowi dan JK sukses di masa kepemimpinan keduanya.

Cak Imin Juga Ogah Mundur Bro!

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengaku tetap memilih menjabat sebagai menteri dibanding kampanye. Bahkan, pria yang akrab disapa Cak Imin ini enggan mundur dan tetap ingin menjalani tugasnya di pemerintahan.
"Saya tetap konsentrasi sebagai menteri. Menteri ini kan tugas, politik itu kan hobi. Jadi konsentrasi tetap menteri," ujar Cak Imin di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Gerindra Ibaratkan Prabowo Kelas Berat dan Jokowi Kelas Bulu

Pasangan capres dan cawapres tadi malam telah melakukan deklarasi pemilu damai dan berintegritas. Baik Prabowo ataupun Jokowi, masing-masing diberikan waktu 5 menit untuk menyampaikan pidatonya. Prabowo menyampaikan dengan tenang dan Jokowi tampak tegang.
Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat menganalogikan, apa yang disampaikan dalam pidato Prabowo dan Jokowi ibarat pertarungan tinju. Prabowo dinilainya masuk dalam kategori kelas berat dan Jokowi kelas bulu.
"Itu seperti kelas berat dan kelas bulu," kata Martin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Menangkan Jokowi-JK, Gema JKW4P Solo Siap Jalin Kerjasama

Demi memenangkan pasangan Joko Widodo-JK, relawan yang juga organisasi sayap Partai NasDem, Gema JKW4P mengaku siap bekerja sama dengan relawan lain. Bahkan mereka juga membuka kesempatan masyarakat atau partai lain yang ingin bergabung.
Ketua Dewan Pembina Gema JKW4P, Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno mengatakan hal tersebut dilakukan agar jalan untuk mengantarkan pasangan Jokowi-JK menuju ke istana lebih terbuka.

Dukung Jokowi, Dahlan Ogah Mundur dari Posisi Menteri

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menolak mundur dari jabatannya meski telah mendeklarasikan diri mendukung pasangan Jokowi-Jusuf Kalla. Dahlan mengaku, keputusan itu dilakukannya karena belum menerima atau mendapat tawaran menjadi bagian dari tim pemenangan pasangan yang diusung PDIP, NasDem, PKB dan Hanura itu.
"Saya belum menjadi timses saat ini, karena timses Jokowi-JK sudah terbentuk saat saya sampaikan dukungan itu. Jadi saya sampai sekarang belum menjadi timses itu, dan saya tidak tahu apakah akan menjadi atau tidak, karena belum mengadakan pembicaraan apapun dengan timses," ujar Dahlan di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (4/6/2014).

Tim Jokowi Laporkan @Triomacan2000 ke Bawaslu

Tim sosial media pendukung calon presiden Joko Widodo, Jokowi Advanced Social Media Volunteers (Jasmev), melaporkan akun twitter @triomacan2000 ke Badan Pengawas Pemilu karena sering menyebarkan kampanye hitam soal Jokowi.
Laporan ini terkait penyebaran foto berita media online berjudul 'Din: Muhmammadiyah Tidak Pilih Jokowi' yang diduga hasil manipulasi berita situs berita gatra.com. "Ini termasuk kampanye hitam, fitnah. Gatra tidak pernah menulis itu," kata Koordinator Jasmev Kartika Djoemadi pada saat dihubungi Tempo pada Rabu (4/6/2014).

Rencana Awal Kampanye Jokowi-JK

Memulai dengan langkah sederhana. Itulah agenda kampanye hari pertama pasangan calon presiden dan wakil presiden bernomor urut dua, Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK).
Pertama, Jokowi-JK melalui tim kampanye mengeluarkan instruksi kepada seluruh tim kampanye, seluruh pergerakan relawan, dan pergerakan mesin Partai, serta simpatisan dan pendukung untuk mengedepankan kampanye yg menjunjung tinggi etika politik, ketertiban dan ketaatan pada aturan main serta tidak melakukan kampanye hitam.

Jokowi tak Bakal Banyak Pidato dalam Kampanye

Tim Pemenangan calon presiden dan calon wakil presiden Jokowi-JK sudah menyiapkan strategi khusus selama masa kampanye satu bulan ke depan. Menurut Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK Tjahyo Kumolo, Jokowi-JK tidak akan terlalu banyak berpidato karena ia adalah sosok presiden kerja, bukan presiden pidato.

Dahlan: Indonesia Harus Dipimpin Jokowi

Dahlan Iskan menegaskan Indonesia harus dipimpin sosok seperti Joko Widodo (Jokowi) dalam lima tahun mendatang. Gaya memimpin dengan hati, berjiwa ngemong dan sederhana Jokowi dinilai mampu merangsang kreatifitas ekonomi masyarakat.
Atas alasan itu Dahlan Iskan memberikan pembekalan sekaligus semangat untuk memenangkan pasangan Jokowi-JK dalam bursa Pemilu Presiden 2014.

Beritanya Dimanipulasi Sudutkan Jokowi,Gatra Geram

Pemimpin Redaksi Gatra, Hendy Lugito mengecam munculnya berita foto berjudul 'Din: Muhmammadiyah Tidak Pilih Jokowi' yang mirip dengan berita yang diunggah pada situs berita gatra.com, Kamis, 20 Maret 2014 pukul 23.20 WIB. Berita ini disebarkan di media sosial oleh pemilik akun twitter @triomacan2000."Ngapain ditanggapi, akun gombal itu," kata dia saat dihubungi Tempo, Rabu  (4/6/2014).

Apa Isi Tabloid Obor Rakyat yang Jelekkan Jokowi?

Tim hukum pasangan Joko Widodo dan Jusuf Kalla akan melaporkan Tabloid Obor Rakyat ke Badan Pengawas Pemilu dan Markas Besar Polri. “Hari ini kami laporkan ke Bawaslu dulu,” kata anggota tim kuasa hukum Trimedya Panjaitan, Rabu, 4 Juni 2014. Trimedya mengatakan, isi tabloid ini semuanya menjelekkan pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla.
Apa saja isi tabloid Obor Rakyat?
Pada salah satu edisi yang diterima Tempo yakni edisi I 5-11 Mei 2014 terlihat halaman muka menampilkan judul “Capres Boneka” dengan karikatur Jokowi sedang mencium tangan Megawati Soekarnoputri.

Dari Joko Tingkir Hingga Jokowi

Pada suatu masa tersebutlah pemuda yang populer bernama Jaka Tarub, salah satu tokoh utama dalam cerita rakyat yang diabadikan dalam naskah populer Sastra Jawa. Ada juga Mas Karebet alias Joko Tingkir. Jaka dan Joko telah menorehkan sejarahnya masing-masing.
Kini, Indonesia akan memilih presiden-wakil presiden masa bakti 2014-2019 untuk menggantikan SBY-Boediono. Satu calon presiden di antaranya adalah Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi berpasangan dengan JK. Akankah Joko Widodo melenggang menjadi Presiden RI ke-7 ?
Nama Joko, diprediksi bakal terus diperbincangkan dalam beberapa waktu ke depan.