Forum Janda Indonesia pada Rabu besok, 4 Juni 2014, akan mendeklarasikan
dukungan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden yang diusung
koalisi pimpinan PDI Perjuangan, Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Selain
deklarasi, Forum Janda Indonesia juga akan menyerahkan sumbangan
sukarela untuk pasangan ini.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Selasa, 03 Juni 2014
Tukang Bakso Dukung Jokowi-JK
Dukungan terhadap pasangan Capres dan Cawapres Joko Widodo (Jokowi)- Jusuf Kalla kembali hadir jelang Pilpres 9 Juli mendatang. Kali ini dukungan datang dari Paguyuban Tukang Bakso Seluruh Indonesia (PTBI).
Koordinator Paguyuban Tukang Bakso Seluruh Indonesia (PTBI) Suryadi mengatakan, sebagian para pedagang bakso yang hadir dalam acara deklarasi tukang bakso seluruh Indonesia dukung Jokowi menjadi presiden ke tujuh Indonesia, karena sosok Jokowi dianggap dekat dengan rakyat.
Koordinator Paguyuban Tukang Bakso Seluruh Indonesia (PTBI) Suryadi mengatakan, sebagian para pedagang bakso yang hadir dalam acara deklarasi tukang bakso seluruh Indonesia dukung Jokowi menjadi presiden ke tujuh Indonesia, karena sosok Jokowi dianggap dekat dengan rakyat.
Dukung Jokowi-JK, Petani Harapkan Kemajuan Agraria
Sejumlah petani yang tergabung dalam Serikat Petani Indonesia (SPI)
wilayah Bogor Jawa Barat menyatakan dukungannya kepada calon presiden
Joko Widodo dan Yusuf Kalla dengan harapan adanya kemajuan agraria.
Puluhan petani dari perwakilan 12 kelompok tani di wilayah Bogor mendeklarasikan diri untuk mendukung dan memenangkan Jokowi-JK dilangsungkan di salah satu restoran di wilayah Kota Bogor, Selasa 93/6/2014).
Puluhan petani dari perwakilan 12 kelompok tani di wilayah Bogor mendeklarasikan diri untuk mendukung dan memenangkan Jokowi-JK dilangsungkan di salah satu restoran di wilayah Kota Bogor, Selasa 93/6/2014).
Mimpi Jadi Menteri, Mahfud Prediksi Elektabilitas Prabowo Segera Lampaui Jokowi
Ketua tim kampanye Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Mahfud MD mengklaim bahwa elektabilitas pasangan tersebut terus menanjak. Ia bahkan memprediksi dalam waktu dekat elektabilitas Prabowo-Hatta akan melampaui pesaingnya Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK).
Menurut Mahfud, hasil survei terbaru menunjukkan bahwa elektabilitas Prabowo-Hatta tinggal terpaut sekitar 3 persen dari Jokowi-JK. Namun, sayang Mahfud tidak mendukung klaimnya ini dengan menyebutkan sumber survei yang dimaksud.
"Kalau kami lihat hasil survei semakin dekat. Dua bulan lalu (selisihnya) 17 persen, sekarang sekitar 3-4 persen, sehingga kami harapkan dua minggu ke depan bisa melampaui," kata Mahfud kepada wartawan di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (3/6/2014).
Menurut Mahfud, kenaikan ini menandakan simpati masyarakat semakin besar.
Menurut Mahfud, hasil survei terbaru menunjukkan bahwa elektabilitas Prabowo-Hatta tinggal terpaut sekitar 3 persen dari Jokowi-JK. Namun, sayang Mahfud tidak mendukung klaimnya ini dengan menyebutkan sumber survei yang dimaksud.
"Kalau kami lihat hasil survei semakin dekat. Dua bulan lalu (selisihnya) 17 persen, sekarang sekitar 3-4 persen, sehingga kami harapkan dua minggu ke depan bisa melampaui," kata Mahfud kepada wartawan di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (3/6/2014).
Menurut Mahfud, kenaikan ini menandakan simpati masyarakat semakin besar.
Surat Palsu Jokowi, Pengamat: Ada yang Lempar Batu Sembunyi Tangan
Pengamat politik Boni Hargens mengatakan ada pihak yang selama ini mencoba melempar batu sembunyi tangan. Pihak tersebut bertindak seolah-olah dirinya korban kampanye hitam, padahal pelaku sebenarnya.
Boni mengatakan itu menanggapi dilaporkannya Edgar Jonathan S, yang merupakan anggota organisasi Tunas Indonesia Raya (Tidar), sayap Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ke Bareskrim Mabes Polri dengan nomor laporan TBL/293/VI/2014/Bareskrim. Edgar diduga mengedarkan surat palsu berisi permohonan penangguhan pemanggilan Kejagung kepada Gubernur nonaktif Joko Widodo terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bus Transjakarta dan bus kota terintegrasi busway (BKTB) pada APBD 2013.
Boni mengatakan itu menanggapi dilaporkannya Edgar Jonathan S, yang merupakan anggota organisasi Tunas Indonesia Raya (Tidar), sayap Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ke Bareskrim Mabes Polri dengan nomor laporan TBL/293/VI/2014/Bareskrim. Edgar diduga mengedarkan surat palsu berisi permohonan penangguhan pemanggilan Kejagung kepada Gubernur nonaktif Joko Widodo terkait dugaan tindak pidana korupsi pengadaan bus Transjakarta dan bus kota terintegrasi busway (BKTB) pada APBD 2013.
Jokowi: Sabar ya Sabar, Tapi di Suatu Titik Harus Tegas
Calon presiden yang diusung oleh poros PDI Perjuangan Joko Widodo
mengatakan dirinya memang memiliki tingkat kesabaran yang tinggi. Namun
pada suatu titik ia mengaku bisa saja kesabarannya habis dan bisa
bersikap tegas.
"Kita ini sabar ya sabar. Tapi pada suatu titik kita bisa tegas," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di hadapan ratusan Kyai dalam acara Silaturahmi Nasional Alim Ulama PKB untuk pemenangan Jokowi-JK di Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (3/6/2014).
"Kita ini sabar ya sabar. Tapi pada suatu titik kita bisa tegas," ujar Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi di hadapan ratusan Kyai dalam acara Silaturahmi Nasional Alim Ulama PKB untuk pemenangan Jokowi-JK di Kartika Chandra, Jakarta, Selasa (3/6/2014).
Hasil Tes IQ Prabowo Diduga Di-Mark Up
Pernyataan Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah tentang hasil tes Intellgence Quotien (IQ) capres Prabowo Subianto yang mencapai 152 menuai kritikan. Beberapa pihak menuding Fahri sudah me-mark up IQ Prabowo dan menyebutnya sebagai pemimpin yang jenius.
"Angka IQ saja di-mark up. Informasi yang kami peroleh, IQ Prabowo cuma 110. Tak percaya kan? Coba minta KPU publikasi hasil tes kejiwaan dan kesehatan kemarin," kata Fahmi Habcy, salah satu anggota Tim Sukses Jokowi-JK di Jakarta, Selasa (3/6/2014).
"Angka IQ saja di-mark up. Informasi yang kami peroleh, IQ Prabowo cuma 110. Tak percaya kan? Coba minta KPU publikasi hasil tes kejiwaan dan kesehatan kemarin," kata Fahmi Habcy, salah satu anggota Tim Sukses Jokowi-JK di Jakarta, Selasa (3/6/2014).
Jokowi Difitnah Karena Susah Cari "Dosanya"
Calon Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan rangkaian fitnah kepada Joko Widodo terjadi karena calon presiden pasangannya itu susah dicari "dosanya".
"Orang susah cari dosa sosial Pak Jokowi, kalau dosa pribadi tentu ada," kata Jusuf Kalla saat menghadiri Silaturrahim Nasional Alim Ulama PKB untuk Pemenangan Jokowi-JK di Jakarta, Selasa.
Hadir dalam acara itu petinggi PKB antara lain Ketua Dewan Syuro KH Azis Mansyur, Ketua Umum DPP Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua Umum Rusdi Kirana, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi dan Awan PBNU Ahmad Bagdja, serta ratusan kiai dari berbagai daerah.
"Orang susah cari dosa sosial Pak Jokowi, kalau dosa pribadi tentu ada," kata Jusuf Kalla saat menghadiri Silaturrahim Nasional Alim Ulama PKB untuk Pemenangan Jokowi-JK di Jakarta, Selasa.
Hadir dalam acara itu petinggi PKB antara lain Ketua Dewan Syuro KH Azis Mansyur, Ketua Umum DPP Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua Umum Rusdi Kirana, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi dan Awan PBNU Ahmad Bagdja, serta ratusan kiai dari berbagai daerah.
Jokowi: Purnawirawan Dibutuhkan Pengaruhnya
Efektifitas dukungan para purnawirawan TNI/Polri kepada
capres-cawapres dipertanyakan karena mereka dianggap tidak lagi
memiliki pengaruh. Namun bagi Joko Widodo tidak demikian, dukungan dari
purnawirawan TNI/Polri sangat dia butuhkan.
"Sekarang hampir semua (purnawirawan) menjadi tokoh di lingkungan masyarakat masing-masing," jelas Jokowi usai menghadiri Silaturahmi Keluarga besar Purnawirawan TNI dan Polri di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014).
"Sekarang hampir semua (purnawirawan) menjadi tokoh di lingkungan masyarakat masing-masing," jelas Jokowi usai menghadiri Silaturahmi Keluarga besar Purnawirawan TNI dan Polri di Balai Kartini, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014).
Lewat Pembangunan Desa, Jokowi-JK Atasi Kesenjangan dengan Kota
Berbagai keunggulan calon presiden dari dua kubu saling memberikan konsep soal membangun desa yang lebih realistis.
Untuk pasangan capres dan cawapres dengan nomor urut dua, Joko Widodo dan Mohammad Jusuf Kalla akan memajukan ekonomi masyarakat desa untuk mengatasi kesenjangan pembangunan dengan kota.
Untuk pasangan capres dan cawapres dengan nomor urut dua, Joko Widodo dan Mohammad Jusuf Kalla akan memajukan ekonomi masyarakat desa untuk mengatasi kesenjangan pembangunan dengan kota.
Jokowi: Tolong Bedakan Tegas dan Kejam
Calon presiden yang diusung PDIP, Nasdem, PKB, Hanura dan PKPI, Joko Widodo dinilai oleh lawan politiknya sebagai sosok yang tidak tegas. Nah, baru kali ini pria asal Solo, Jawa Tengah, itu memberikan klarifikasi atas serangan tersebut.
Berbicara di Silaturahmi Nasional Alim Ulama Partai Kebangkitan Bangsa untuk Pemenangan Jokowi - JK, di Jakarta, Selasa (3/6), Joko Widodo awalnya menyatakan bisa sabar ketika dihajar dengan berbagai fitnah dan kampanye hitam.
"Kita sabar, sabar, tapi di satu titik kita bisa tegas. Saya bisa tegas," kata pria yang karib disapa Jokowi ini.
Berbicara di Silaturahmi Nasional Alim Ulama Partai Kebangkitan Bangsa untuk Pemenangan Jokowi - JK, di Jakarta, Selasa (3/6), Joko Widodo awalnya menyatakan bisa sabar ketika dihajar dengan berbagai fitnah dan kampanye hitam.
"Kita sabar, sabar, tapi di satu titik kita bisa tegas. Saya bisa tegas," kata pria yang karib disapa Jokowi ini.
Capres Tua Pasti Telmi
AM Hendropriyono dari Tim Sukses Jokowi-JK menganggap seseorang yang mencalonkan diri menjadi presiden ketika orang itu seusia dengan dia sebagai orang yang telat berpikir.
"Yang setua saya dan kawan-kawan itu orang kemarin, kalau sekarang mau maju (menjadi capres) itu namanya telat mikir, telmi. Alhamdulillah di rumah saya banyak cermin (untuk berkaca)," ujar Hendropriyono saat menemui pimpinan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta, Selasa (3/6/2014).
"Yang setua saya dan kawan-kawan itu orang kemarin, kalau sekarang mau maju (menjadi capres) itu namanya telat mikir, telmi. Alhamdulillah di rumah saya banyak cermin (untuk berkaca)," ujar Hendropriyono saat menemui pimpinan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Jakarta, Selasa (3/6/2014).
Jokowi: Ayah Saya Bukan Dari Singapura Tapi Dari Karanganyar
Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri acara silaturahim dengan ratusan alim ulama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Hotel Kartika Chandra, Jakarta Selatan, Selasa (3/6). Di hadapan ratusan ulama dari berbagai daerah di Indonesia tersebut, mantan wali kota Solo ini mengklarifikasi isu yang menyebut ayah kandungnya berasal dari Singapura.
''Ayah saya berasal dari Karanganyar, Solo. Sementara ibu kandung saya adalah warga asli Kecamatan Ngemplak, Boyolali.
''Ayah saya berasal dari Karanganyar, Solo. Sementara ibu kandung saya adalah warga asli Kecamatan Ngemplak, Boyolali.
Jokowi-JK Hadiri Silaturahmi Nasional PKB
Pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla menghadiri acara
Silaturahmi Nasional Partai Kebangkitan Bangsa di Hotel Kartika Chandra,
Jl Jend Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014).
Ingin Bertemu Jokowi, Penyandang Difabel Ini Naik Vespa dari Solo
Muhammad Rusmin (45), penyandang difabel, warga Jebres, Solo
Jawa Tengah ingin bertemu capres Joko Widodo (Jokowi) di Jakarta. Bukan
naik pesawat atau angkutan umum lainnya, Rusmin ke Jakarta menggunakan Vespa butut yang sudah dimodifikasi.
"Saya tidak bermodal apa-apa, hanya tekad yang besar, saya ingin sampaikan aspirasi para pedagang, PKL dan petani yang ada di Karanganyar, Solo dan sekitarnya," ujar Rusmi kepada merdeka.com, Selasa (3/5/2014).
"Saya tidak bermodal apa-apa, hanya tekad yang besar, saya ingin sampaikan aspirasi para pedagang, PKL dan petani yang ada di Karanganyar, Solo dan sekitarnya," ujar Rusmi kepada merdeka.com, Selasa (3/5/2014).
Jokowi-JK Habiskan Rp 42 Miliar untuk Iklan di Media
Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Jusuf Kalla atau Jokowi-JK hari ini
melaporkan dana kampanye tahap awal sebesar Rp 42 miliar. Uang tersebut
bersumber dari partai pengusung untuk iklan di media massa.
"Totalnya kalau enggak salah Rp 42 miliar. Donaturnya ada semua tertulis di sana tapi saya lupa," ujar Sekretaris I Tim Kampanye Jokowi-JK, Akbar Faisal, di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (3/6/2014).
"Totalnya kalau enggak salah Rp 42 miliar. Donaturnya ada semua tertulis di sana tapi saya lupa," ujar Sekretaris I Tim Kampanye Jokowi-JK, Akbar Faisal, di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Selasa (3/6/2014).
Jokowi Roso!
Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat Suaidi Marasabessy mengaku
salut dengan kekuatan fisik Joko Widodo, calon presiden yang diusung
PDIP, PKB, Nasdem, Hanura dan PKPI.
Menurut Suadi, Jokowi merupakan sosok pekerja keras. Buktinya, pria kelahiran Surakarta 52 tahun lalu itu sanggup melakukan padatnya kegiatan politik dengan tubuh bugar.
"Jokowi ini memiliki kekuatan fisik yang luar biasa. Semalam saya bertemu dan berpisah sekitar pukul 23.45 WIB. Saya dengar beliau masih akan melanjutkan kegiatan di dua agenda lain dan sekarang dapat hadir di tengah-tengah kita," kata Saudi dalam sambutannya dalam Silaturahmi Keluarga Besar Purnawirawan TNI dan Polri di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014).
Menurut Suadi, Jokowi merupakan sosok pekerja keras. Buktinya, pria kelahiran Surakarta 52 tahun lalu itu sanggup melakukan padatnya kegiatan politik dengan tubuh bugar.
"Jokowi ini memiliki kekuatan fisik yang luar biasa. Semalam saya bertemu dan berpisah sekitar pukul 23.45 WIB. Saya dengar beliau masih akan melanjutkan kegiatan di dua agenda lain dan sekarang dapat hadir di tengah-tengah kita," kata Saudi dalam sambutannya dalam Silaturahmi Keluarga Besar Purnawirawan TNI dan Polri di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Selasa (3/6/2014).
Putih-Putih Dominasi Deklarasi Jokowi-JK
Para peserta Deklarasi Joko Widodo dan Jusuf Kalla di Begawan Sari,
Kota Bogor tampak hadir mengenakan setelan baju putih, Selasa (3/6/2014). Mereka
datang dari berbagai wilayah di kota serta kabupateb Bogor, Seperti
Bogor Utara, Bogor Selatan, Ciawi, dan lainnya.
Acara bertema "Memilih Pemimpin Indonesia yang Amanah" ini memang dianjurkan mengenakan kostum putih. Meski begitu, ada pula yang memakai pakaian selain warna putih.
Acara bertema "Memilih Pemimpin Indonesia yang Amanah" ini memang dianjurkan mengenakan kostum putih. Meski begitu, ada pula yang memakai pakaian selain warna putih.
Jokowi, Gubernur Jakarta Paling Rajin Shalat Jumat
Relawan pendukung Joko Widodo dan Jusuf Kalla di kota Bogor,
mengadakan silaturahim umat Muslim di Puri Begawan, Bogor, Selasa, (3/6/2014). Acara
tersebut juga sekaligus mendeklarasikan Jokowi-JK sebagai capres serta
cawapres yang harus dipilih orang Islam di Bogor.
Kordinator Relawan umat Islam kota Bogor, Sutrisno menyatakan, Jokowi adalah pemimpin sederhana serta bersahaja.
Kordinator Relawan umat Islam kota Bogor, Sutrisno menyatakan, Jokowi adalah pemimpin sederhana serta bersahaja.
Tak Percaya Prabowo, Gerbang Dukung Jokowi-JK
Pasangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK) terus mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Gerakan Kebangsaan (Gerbang) Indonesia, salah satu komunitas yang mendukung pasangan Jokowi-JK.
Ketua Umum Gerbang, Ananda Musadjab Latip mengatakan, Gerbang mendukung Jokowi-JK karena merasa satu visi dan misi yakni menjadikan Indonesia yang berdaulat dalam politik, ekonomi, sosial dan budaya.
Ketua Umum Gerbang, Ananda Musadjab Latip mengatakan, Gerbang mendukung Jokowi-JK karena merasa satu visi dan misi yakni menjadikan Indonesia yang berdaulat dalam politik, ekonomi, sosial dan budaya.
Agar Tak Ada Cicak vs Buaya Lagi, Jokowi Akan Evaluasi Kapolri
Pasangan Jokowi-Jusuf Kalla berjanji akan serius memberantas korupsi di tanah air. Untuk itu, semua jajaran pemerintahan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan dievaluasi kembali.
"Kapolri dan Jaksa Agung akan dievaluasi kembali dan mengikuti tes kembali. Jika tak sejalan, maka akan diganti," ujar Tim Hukum Pemenangan Jokowi-JK, Taufik Basari di Media Center Jokowi-JK, Jl Cemara no 19, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2014).
"Kapolri dan Jaksa Agung akan dievaluasi kembali dan mengikuti tes kembali. Jika tak sejalan, maka akan diganti," ujar Tim Hukum Pemenangan Jokowi-JK, Taufik Basari di Media Center Jokowi-JK, Jl Cemara no 19, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/6/2014).
Gus Solah Bantah Berikan Dukungan ke Jokowi-JK
Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur, KH Salahuddin Wahid
membantah telah mempengaruhi para santri, alumni dan masyarakat sekitar
Pesantren yang dipimpinnya untuk mendukung atau memilih salah satu
pasangan Capres-Cawapres.
"Sampai saat ini, saya tidak ingin mempengaruhi siapapun di lingkungan pesantren ini untuk mendukung salah satu calon. Mereka bebas pilih siapa saja," ujar Kiai yang akrab disapa Gus Solah tersebut dalam pernyataannya, Selasa (3/6/2014).
"Sampai saat ini, saya tidak ingin mempengaruhi siapapun di lingkungan pesantren ini untuk mendukung salah satu calon. Mereka bebas pilih siapa saja," ujar Kiai yang akrab disapa Gus Solah tersebut dalam pernyataannya, Selasa (3/6/2014).
Kumpulkan Kiai, PKB Tepis Isu Miring tentang Jokowi
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terus berupaya mengkonsolidasikan diri untuk menggalang suara bagi pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla di pemilu presiden (pilpres) 9 Juli nanti. PKB pun tak henti-hentinya membujuk para kiai dan alim ulama agar memilih duet yang dikenal dengan sebutan Jokowi-JK itu.
Hari ini, partai pimpinan Muhaimin itu menggelar Silaturahmi Nasional Alim Ulama PKB untuk Pemenangan Jokowi-JK.
Hari ini, partai pimpinan Muhaimin itu menggelar Silaturahmi Nasional Alim Ulama PKB untuk Pemenangan Jokowi-JK.
Di Hadapan Ratusan Kiai, Politisi PKB Sebut Jokowi Umrah 6 Kali
Silaturahmi Nasional Alim Ulama Partai Kebangkitan Bangsa untuk Pemenangan Jokowi - JK dihadiri langsung calon presiden Joko Widodo - Jusuf Kalla. Ratusan kiai tampak menghadiri acara tersebut.
Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia Marwan Jafar menegaskan bahwa capres Jokowi mewakili kultur Nadhlatul Ulama. Sedangkan JK adalah struktur NU. Perpaduan ini diyakini dapat memenangkan pemilihan presiden 2014 mendatang.
Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia Marwan Jafar menegaskan bahwa capres Jokowi mewakili kultur Nadhlatul Ulama. Sedangkan JK adalah struktur NU. Perpaduan ini diyakini dapat memenangkan pemilihan presiden 2014 mendatang.
Polri: Pernyataan Jokowi di KPU Bukan Kampanye
Calon presiden dan calon wakil presiden, Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) bisa bernapas lega. Laporan tim advokasi Prabowo Subianto-Hatta Rajasa yang diwakili Habiburokhman soal dugaan curi start kampanye dipastikan mentah.
"Apa yang dilakukan Jokowi tidak memenuhi unsur kampanye sebagaimana diatur dalam UU 42/2008 tentang Pemilu Presiden dan Wakil Presiden khususnya pasal 1 butir 22,” kata seorang sumber di Mabes Polri yang mengikuti kasus yang ditangani Sentra Gakumdu ini.
Butir 22 berbunyi, "kampanye pemilu Presiden dan Wakil Presiden, selanjutnya disebut kampanye, adalah kegiatan untuk meyakinkan para pemilih dengan menawarkan visi, misi, dan program pasangan calon.”
Jokowi: Itu Terserah Pak Presiden
Calon presiden (capres) dari PDIP, Hanura, NasDem dan PKB, Joko Widodo alias menanggapi santai pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar menteri-menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II yang lebih sibuk mengurus politik menjelang pemilu presiden lebih baik mundur. Capres yang dikenal dengan sapaan Jokowi itu mengatakan, mengangkat dan memberhentikan menteri merupakan kewenangan presiden.
Jokowi-JK Hadiri Pertemuan Alim Ulama PKB
Pasangan capres dan cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla (JK) menghadiri
Silaturahmi Nasional Alim Ulama Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Pertemuan tersebut rencananya akan mengonsolidasikan struktur mesin PKB
untuk memenangkan Pilpres 2014.
Juru bicara tim pemenangan Jokowi-JK Abdul Kadir Karding mengatakan, pihaknya ingin mengonsolidasikan struktur partai. Para alim ulama yang diundang merupakan pihak yang dianggap dapat bergerak secara sistematis memenangkan pasangan calon tersebut.
Juru bicara tim pemenangan Jokowi-JK Abdul Kadir Karding mengatakan, pihaknya ingin mengonsolidasikan struktur partai. Para alim ulama yang diundang merupakan pihak yang dianggap dapat bergerak secara sistematis memenangkan pasangan calon tersebut.
Langganan:
Postingan (Atom)
























