Partai koalisi pengusung pasangan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla menargetkan perolehan sampai 70 persen suara dari wilayah timur Indonesia.
Tim pemenangan capres/cawapres Jokowi-JK Jendral (Purn) TNI Luhut Binsar Panjaitan di Kendari, Jumat mengatakan wilayah timur Indonesia diproyeksi sebagai lumbung suara pasangan yang diusung PDI-P, NasDem, PKB dan partai Hanura.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Jumat, 23 Mei 2014
Dekati Massa NU, Jokowi-JK Pakai Pendekatan Kultural
Melihat mitra koalisi PDIP yakni PKB yang tidak utuh, di mana ada dukungan suara yang pecah, PDIP mengaku tidak hawatir.
Politisi PDIP Arief Budimanta di Jakarta, Jumat (23/5/2014), PDIP akan melakukan pendekatan secara struktural bahkan kultural untuk menjaga suara yang mengikuti para tokoh yakni Mahfud MD dan Rhoma Irama.
"Kami tahu pendekatan kultural adalah pendekatan ketimuran dan kami yakin dengan pendekatan kultural semua basis massa yang dimiliki PKB ataupun NU tetap dalam satu koridor dan barisan untuk mendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK)," katanya saat ditemui di redaksi Metro TV di Kedoya Jakarta Barat, Jumat (23/5/2014).
Politisi PDIP Arief Budimanta di Jakarta, Jumat (23/5/2014), PDIP akan melakukan pendekatan secara struktural bahkan kultural untuk menjaga suara yang mengikuti para tokoh yakni Mahfud MD dan Rhoma Irama.
"Kami tahu pendekatan kultural adalah pendekatan ketimuran dan kami yakin dengan pendekatan kultural semua basis massa yang dimiliki PKB ataupun NU tetap dalam satu koridor dan barisan untuk mendukung Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK)," katanya saat ditemui di redaksi Metro TV di Kedoya Jakarta Barat, Jumat (23/5/2014).
Visi-misi Jokowi-JK Diberi Judul Nawa Cita
Politikus PDIP Arief Budimanta mengatakan, pasangan
bakal Capres-Cawapres Jokowi-JK punya sembilan tujuan atau disebut
dengan nawa cita, untuk membawa Indonesia kearah lebih baik jika keluar
sebagai pemenang di Pilpres, 9 Juli mendatang.
Nawa cita itu dimaktubkan dalam visi-misi Jokowi-JK yang telah rampung disusun dan sudah diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), dengan mengusung agenda perubahan untuk membangun Indonesia lebih hebat.
Nawa cita itu dimaktubkan dalam visi-misi Jokowi-JK yang telah rampung disusun dan sudah diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), dengan mengusung agenda perubahan untuk membangun Indonesia lebih hebat.
PKB Bentuk Tim Ketok Magic untuk "Luruskan" Kiai Kampung
Jelang pelaksanaan pilpres, sejumlah kiai NU memberikan dukungannya
kepada dua pasang capres-cawapres yang akan bertarung. Sebagai partai
pengusung Jokowi-JK, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merasa perlu
mengambil sikap atas pecahnya suara para kiai tersebut.
PKB telah membentuk tim khusus untuk menjelaskan kepada para kiai NU agar mendukung Jokowi-JK.
PKB telah membentuk tim khusus untuk menjelaskan kepada para kiai NU agar mendukung Jokowi-JK.
Ribuan Pelajar Ikuti Deklarasi 'KITA JOKOWI'
Ribuan pelajar se-DKI Jakarta memadati GOR Pemuda, Jakarta Timur,
untuk mendukung pemenangan Joko Widodo di Pilpres 2014 mendatang. Mereka
mengikuti acara yang digelar Aliansi Masyarakat Sipil Untuk Indonesia
Hebat (ALMISBAT).
Koordinator Kampanye ALMISBAT Indra P Simatupang mengatakan, acara ini mendukung program 'Revolusi Mental Anak Muda' yang digagas oleh Jokowi.
"Pagi ini kami mendeklarasikan gerakan Revolusi Mental anak muda yaitu Menolak Narkoba, Obat Terlarang, Nikotin, SARA, Terorisme, Onar, Porno aksi (NON STOP)," kata Indra dalam acara yang digelar di GOR Pemuda, Jakarta Timur, Jumat (23/5/2014).
Koordinator Kampanye ALMISBAT Indra P Simatupang mengatakan, acara ini mendukung program 'Revolusi Mental Anak Muda' yang digagas oleh Jokowi.
"Pagi ini kami mendeklarasikan gerakan Revolusi Mental anak muda yaitu Menolak Narkoba, Obat Terlarang, Nikotin, SARA, Terorisme, Onar, Porno aksi (NON STOP)," kata Indra dalam acara yang digelar di GOR Pemuda, Jakarta Timur, Jumat (23/5/2014).
Pengurus Golkar dan PPP Jabar dukung Jokowi-JK
PDIP Jabar klaim Jokowi-JK didukung dari Agus Gumiwang dan Rahmat Yasin
Ketua DPD PDIP Jawa Barat TB Hasanuddin mengklaim mendapatkan banyak dukungan dari luar partai koalisi untuk memenangkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Tidak hanya mendapat pecahan suara dari Golkar, PDIP Jabar juga mengaku mendapat dukungan dari PPP.
TB Hasanuddin melihat banyak kader muda Golkar masuk mendukung Jokowi-JK. Termasuk Ketua Bappilu Jabar Golkar, Agus Gumiwang.
Ketua DPD PDIP Jawa Barat TB Hasanuddin mengklaim mendapatkan banyak dukungan dari luar partai koalisi untuk memenangkan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla (JK). Tidak hanya mendapat pecahan suara dari Golkar, PDIP Jabar juga mengaku mendapat dukungan dari PPP.
TB Hasanuddin melihat banyak kader muda Golkar masuk mendukung Jokowi-JK. Termasuk Ketua Bappilu Jabar Golkar, Agus Gumiwang.
Hasyim Muzadi: Jokowi dan JK Pemimpin Visioner dan Kompeten
Calon wakil presiden Jusuf Kalla menyambangi pondok pesantren Al Hikam di Jalan Juragan Sinda, Kelurahan Kukusan, Beji, Depok, Jumat (23/5/2014) siang.
JK melakukan sholat Jumat di masjid ponpes tersebut bersama pimpinan ponpes Hasyim Muzadi yang merupakan mantan Ketua Umum PBNU.
Usai melakukan sholat Jumat, JK dan Hasyim Muzadi memberikan keterangan kepada puluhan wartawan yang menunggunya.
Hasyim mengatakan sosok Jusuf Kalla adalah sosok pemimpin yang visioner.
"Visioner dan berkompetensi serta tidak meragukan.
JK melakukan sholat Jumat di masjid ponpes tersebut bersama pimpinan ponpes Hasyim Muzadi yang merupakan mantan Ketua Umum PBNU.
Usai melakukan sholat Jumat, JK dan Hasyim Muzadi memberikan keterangan kepada puluhan wartawan yang menunggunya.
Hasyim mengatakan sosok Jusuf Kalla adalah sosok pemimpin yang visioner.
"Visioner dan berkompetensi serta tidak meragukan.
Gerindra Laporkan Iklan 'Jokowi Adalah Kita' ke Bawaslu
Selain melaporkan tentang spanduk Prahara dan video Prabowo Subianto memukul orang, Partai Gerindra juga melaporkan iklan 'Jokowi Adalah Kita' ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).
Jokowi Tinjau Situ Babakan
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), meninjau pembangunan kawasan
art zone (zona kesenian) di Setu Babakan, Jakarta Selatan. Kawasan ini
terus dipercantik dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2014.
"Progresnya sudah 50 persen lebih. Masih ada beberapa yang belum selesai. Ya Insya Allah tahun ini rampung," kata Jokowi di lokasi, Jumat (22/5/2014).
Lokasi yang ditinjau Jokowi dinamakan 'Art Zone'. Dalam kawasan seluas 3,2 ha itu terdapat amphiteather, SMK seni dan beberapa rumah khas Betawi.
"Progresnya sudah 50 persen lebih. Masih ada beberapa yang belum selesai. Ya Insya Allah tahun ini rampung," kata Jokowi di lokasi, Jumat (22/5/2014).
Lokasi yang ditinjau Jokowi dinamakan 'Art Zone'. Dalam kawasan seluas 3,2 ha itu terdapat amphiteather, SMK seni dan beberapa rumah khas Betawi.
Relawan Jokowi Desak Capres dan Cawapres Dites 'Kejantanan'
RSPAD Gatot Soebroto menyatakan tidak akan melakukan tes kejantanan atau tes seksualitas kepada capres-cawapres kali ini karena dirasa tidak perlu. Namun, Sekjen Bara JP Utje Gustaaf Patty meminta tim dokter dari RSPAD untuk melakukan tes kejantanan.
"Kalau saya pribadi sih setuju saja dengan tes kejantanan capres-cawapres. Ini untuk memastikan identitas apakah sang calon itu sebenarnya laki-laki atau perempuan," ujar Gustaaf saat dihubungi wartawan, Jumat (23/5/2014).
"Kalau saya pribadi sih setuju saja dengan tes kejantanan capres-cawapres. Ini untuk memastikan identitas apakah sang calon itu sebenarnya laki-laki atau perempuan," ujar Gustaaf saat dihubungi wartawan, Jumat (23/5/2014).
JK: Pak Jokowi Sering Jadi Imam Salat Magrib, Fasih Bacaannya!
Banyak kampanye hitam yang menuding Jokowi bukan beragama Islam. Jokowi pun dituduh tak bisa salat, jadi imam dan membaca Alquran.
Calon wakil presiden Jusuf Kalla (JK) kesal menanggapi kampanye hitam yang mempertanyakan keislaman Jokowi. Jusuf Kalla menegaskan kualitas keimanan Jokowi tidak untuk diperdebatkan.
"Coba lihat mana yang sering ke masjid, mana yang lain? Pak Jokowi Magrib jadi imam. Fasih bacaannya," tegas JK di masjid Al-Hikam, Depok, Jumat (23/5/2014).
Calon wakil presiden Jusuf Kalla (JK) kesal menanggapi kampanye hitam yang mempertanyakan keislaman Jokowi. Jusuf Kalla menegaskan kualitas keimanan Jokowi tidak untuk diperdebatkan.
"Coba lihat mana yang sering ke masjid, mana yang lain? Pak Jokowi Magrib jadi imam. Fasih bacaannya," tegas JK di masjid Al-Hikam, Depok, Jumat (23/5/2014).
Ahok: Kasihan Jokowi, Orangnya Bersih Tapi Terus Difitnah
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menegaskan, dirinya
tak perlu membela bakal calon presiden Prabowo Subianto yang terus
diserang isu negatif. Justru Ahok mengkhawatirkan serangan negatif yang
terus dialamatkan kepada bakal calon presiden Joko Widodo (Jokowi).
Seperti dugaan korupsi pengadaan bus Transjakarta.
Menurut Ahok, Jokowi adalah orang bersih. Dia khawatir masyarakat percaya dengan isu-isu negatif tersebut.
Menurut Ahok, Jokowi adalah orang bersih. Dia khawatir masyarakat percaya dengan isu-isu negatif tersebut.
Jokowi Batal Salat Jumat Bersama JK di Ponpes Hasyim Muzadi
Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo (Jokowi) batal
melakukan salat Jumat bersama cawapresnya Jusuf Kalla (JK). Karena
ternyata waktu perjalanan tidak mencukupi untuk menuju Depok.
Rencananya, selain JK, Jokowi juga akan salat Jumat bersama mantan Ketua
Umum PBNU KH Hasyim Muzadi.
Jokowi memutuskan untuk salat Jumat di Masjid Raya Baitul Ma'mur, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dia tiba di masjid sekitar pukul 11.30 WIB. Tanpa memberikan komentar, Jokowi segera masuk masjid dan mengambil wudhu.
Jokowi memutuskan untuk salat Jumat di Masjid Raya Baitul Ma'mur, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dia tiba di masjid sekitar pukul 11.30 WIB. Tanpa memberikan komentar, Jokowi segera masuk masjid dan mengambil wudhu.
Jokowi di Kasus Bus, Jaksa : Jangan Berandai-andai
Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Widyo Pramono,
menyatakan penyidikan kasus dugaan penggelembungan dana pengadaan bus
untuk Transjakarta dan peremajaan angkutan umum belum sampai menyinggung
nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo."Belum sampai menyinggung Pak
Jokowi," ujarnya di depan Gedung Bundar Kejaksaan Agung RI, Bulungan,
Jumat 23 Mei 2014.
Belum diputuskan ihwal ada atau tidaknya dugaan keterlibatan Joko Widodo dalam kasus kasus ini, kata dia, karena masih ada ada saksi-saksi lain yang belum diperiksa. "Saya jangan dipancing utk berandai-andai " ujar dia.
Belum diputuskan ihwal ada atau tidaknya dugaan keterlibatan Joko Widodo dalam kasus kasus ini, kata dia, karena masih ada ada saksi-saksi lain yang belum diperiksa. "Saya jangan dipancing utk berandai-andai " ujar dia.
Golkar Bali Mendua Demi Jokowi-JK
Sebagaimana yang terjadi secara nasional, dukungan Partai Golkar di
Bali saat ini pun sudah terpecah. Banyak tokoh-tokoh muda Golkar Bali
berbalik arah mendukung pasangan capres/cawapres Jokowi-JK.
Keputusan ini berbeda dari dukungan partai secara nasional yang pada akhirnya memilih mendukung Prabowo-Hatta. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar Bali, Dewa Ayu Putu Sri Wigunawati saat dihubungi Jumat (23/5/2014) menjelaskan, sudah banyak tokoh muda Golkar Bali yang sadar dan tahu akan mendukung Jokowi-JK, bukan pasangan Prabowo-Subianto.
Keputusan ini berbeda dari dukungan partai secara nasional yang pada akhirnya memilih mendukung Prabowo-Hatta. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Golkar Bali, Dewa Ayu Putu Sri Wigunawati saat dihubungi Jumat (23/5/2014) menjelaskan, sudah banyak tokoh muda Golkar Bali yang sadar dan tahu akan mendukung Jokowi-JK, bukan pasangan Prabowo-Subianto.
Jokowi Tak Mau Urus Spanduk Pencapresannya Yang Sudah Bertebaran
Masa kampanye Pilpres 2014 belum juga dimulai, namun spanduk dan poster Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres sudah banyak bertebaran. Jokowi menyerahkan persoalan tersebut ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
"Oh gak ngerti. Spanduk tanya siapa yang ngurusin spanduk. Spanduk itu tugas siapa? Satpol PP. Tanyakan ke sana," jelas Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (23/5/2014).
Ketika ditanyai siapa yang memasang spanduk, Jokowi mengungkapkan, tidak mengetahuinya. Namun dia mempersilakan kepada pihak berwenang untuk mengamankan spanduk jika menyalahi aturan.
"Oh gak ngerti. Spanduk tanya siapa yang ngurusin spanduk. Spanduk itu tugas siapa? Satpol PP. Tanyakan ke sana," jelas Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (23/5/2014).
Ketika ditanyai siapa yang memasang spanduk, Jokowi mengungkapkan, tidak mengetahuinya. Namun dia mempersilakan kepada pihak berwenang untuk mengamankan spanduk jika menyalahi aturan.
Almisbat Galang Dukungan Pemuda untuk Jokowi
Untuk menyukseskan pemilihan Presiden langsung 2014, Aliansi
Masyarakat Sipil Untuk Indonesia Hebat (Almisbat) menggagas program
"Opor Ayam" yang merupakan singkatan dari Obrolan Persatuan Ocehan
Rakyat Akur Yakin Akan Menang. Gagasan tersebut sebagai perhimpunan hak
politik anak bangsa untuk mendukung pemenangan Joko Widodo di Pilpres
2014.
Koordinator Kampanye Almisbat Indra P Simatupang mengungkapkan, apa yang digagasnya itu merupakan program kerja Almisbat mengajak pemilih muda untuk terlibat dalam pilpres yang akan datang.
Koordinator Kampanye Almisbat Indra P Simatupang mengungkapkan, apa yang digagasnya itu merupakan program kerja Almisbat mengajak pemilih muda untuk terlibat dalam pilpres yang akan datang.
Jokowi Soal PKS Monorel: Kita Hati-Hati Jangan Sampai Mangkrak Lagi
Apa kabar proyek monorel Jakarta? Ternyata perjanjian kerjasama (PKS)
proyek ini belum juga selesai. Kini, masalah pembangunannya terkendala
dengan usulan depo dari pihak Jakarta Monorel.
"(PKS) Belum. Masih ramai urusan untuk deponya karena deponya sampai sekarang belum ketemu di mana," ujar Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (23/5/2014).
"(PKS) Belum. Masih ramai urusan untuk deponya karena deponya sampai sekarang belum ketemu di mana," ujar Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (23/5/2014).
Sidak Kantor Kecamatan Pasar Minggu, Jokowi Janji Perpendek Waktu Urus Berkas
Kesibukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kian padat. Setelah
meninjau mesin penyulingan air limbah, Jokowi menyambangi kantor
Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Jokowi tiba di kantor kecamatan Pasar Minggu, Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (23/5/2014) sekitar pukul 11.15 WIB dengan menumpangi Toyota Innova berwarna putih dengan nopol B 1567 PRA. Ia langsung menuju bagian pelayanan masyarakat.
Saat Jokowi tiba, kantor tersebut tak terlalu ramai. Hanya ada 3 orang warga yang sedang menunggu giliran mengurus berkas. Jokowi lantas mengajak seorang warga berbincang sejenak.
Jokowi tiba di kantor kecamatan Pasar Minggu, Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (23/5/2014) sekitar pukul 11.15 WIB dengan menumpangi Toyota Innova berwarna putih dengan nopol B 1567 PRA. Ia langsung menuju bagian pelayanan masyarakat.
Saat Jokowi tiba, kantor tersebut tak terlalu ramai. Hanya ada 3 orang warga yang sedang menunggu giliran mengurus berkas. Jokowi lantas mengajak seorang warga berbincang sejenak.
Jokowi Minta Sungai-sungai di DKI Dimanfaatkan
Sejumlah aliran sungai melintasi wilayah Jakarta. Tapi sayang, airnya
tak bisa dimanfaatkan karena air yang kotor sementara mesin pengolahan
air yang tersedia terbatas.
Saat berkunjung ke tempat pengolahan air di Jl Abdul Muis, Gubernur Joko Widodo (Jokowi) meminta anak buahnya di Dinas Pekerjaan Umum bidang air untuk menghidupkan kembali sungai-sungai yang ada di Jakarta.
Saat berkunjung ke tempat pengolahan air di Jl Abdul Muis, Gubernur Joko Widodo (Jokowi) meminta anak buahnya di Dinas Pekerjaan Umum bidang air untuk menghidupkan kembali sungai-sungai yang ada di Jakarta.
Jokowi Tinjau Mesin Penyulingan Air Limbah
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), meninjau mesin water treatment
milik Pemprov DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat. Mesin ini
berfungsi untuk menyuling air limbah menjadi air layak pakai untuk
rumah tangga.
"Jadi air kotor yang di sungai bawah itu masuk kesini. Ini bisa dipakai untuk mencuci, untuk mandi warga. Tapi bukan untuk diminum loh ya," kata Jokowi di lokasi mesin water treatment, Jumat (23/5/2014).
Mesin ini diletakkan di sebuah rumah kecil di pinggir saluran air perempatan Jalan Abdul Muis-Budi Kemuliaan. Dalam rumah itulah, mesin penyulingan dan pengaturan instalasi air dioperasikan.
"Jadi air kotor yang di sungai bawah itu masuk kesini. Ini bisa dipakai untuk mencuci, untuk mandi warga. Tapi bukan untuk diminum loh ya," kata Jokowi di lokasi mesin water treatment, Jumat (23/5/2014).
Mesin ini diletakkan di sebuah rumah kecil di pinggir saluran air perempatan Jalan Abdul Muis-Budi Kemuliaan. Dalam rumah itulah, mesin penyulingan dan pengaturan instalasi air dioperasikan.
Hari Ini Eks Tim Sukses Jokowi Diperiksa Kejagung
Setelah kemarin memeriksa tersangka kasus pengadaan bus Transjakarta Udar Pristono, kini Kejaksaan Agung (Kejagung) memanggil saksi lain yaitu Michael Bimo. Michael Bimo disebut-sebut punya andil dalam pelelangan bus asal China tersebut.
"Jadwal agenda pemeriksaan di Kejaksaan Agung Hari Jumat, dugaan tindak pidana korupsi Bus Transjakarta TA. 2013, Ir. Michael Bimo Putranto dari swasta," jelas Kapuspen Kejagung Setia Untung Arimuladi dalam rilis yang diterima merdeka.com, Jumat (23/5/2014).
Kejagung memanggil Bimo sebagai saksi dalam kasus pengadaan bus Transjakarta tahun 2013. "Dia sebagai saksi," pungkasnya.
"Jadwal agenda pemeriksaan di Kejaksaan Agung Hari Jumat, dugaan tindak pidana korupsi Bus Transjakarta TA. 2013, Ir. Michael Bimo Putranto dari swasta," jelas Kapuspen Kejagung Setia Untung Arimuladi dalam rilis yang diterima merdeka.com, Jumat (23/5/2014).
Kejagung memanggil Bimo sebagai saksi dalam kasus pengadaan bus Transjakarta tahun 2013. "Dia sebagai saksi," pungkasnya.
Jokowi Bantah Tak Akan Lanjutkan Sertifikasi Guru
Calon Presiden Joko Widodo mengawali kegiatannya dengan menyambangi
Pengurus Pusat Persatuan Guru Republik Indonesia. Sekitar pukul 08.00,
Jokowi datang ke kantor PGRI di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Mengenaan baju koko berwarna putih dipadu selendang kotak-kotak warna merah muda, ia mendengarkan pemaparan tentang dunia pendidikan yang disampaikan pengurus PGRI.
Dalam sambutannya, Jokowi menekankan tentang pentingnya pendidikan. Menurut dia, dalam membangun negara, pendidikan harus tetap nomor satu.
Ia mencontohkan, ketika Jerman dan Jepang jatuh saat kalah perang dunia ke-2, yang mereka cari adalah guru.
Mengenaan baju koko berwarna putih dipadu selendang kotak-kotak warna merah muda, ia mendengarkan pemaparan tentang dunia pendidikan yang disampaikan pengurus PGRI.
Dalam sambutannya, Jokowi menekankan tentang pentingnya pendidikan. Menurut dia, dalam membangun negara, pendidikan harus tetap nomor satu.
Ia mencontohkan, ketika Jerman dan Jepang jatuh saat kalah perang dunia ke-2, yang mereka cari adalah guru.
Jokowi Kaget PGRI Kena Pajak Rp 2 Miliar
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), melakukan dialog singkat
dengan pengurus PGRI. Ia kaget bukan kepalang PGRI harus membayar pajak
bangunan Rp 2 miliar.
Jokowi yang tiba sekitar pukul 08. 00 WIB langsung bertemu dengan sejumlah pengurus PGRI. Dialog ini hanya dihadiri segelintir pengurus karena guru lainnya masih dalam proses belajar mengajar.
Dalam dialog ini, Jokowi diminta bantuan terkait sertifikasi guru dan persoalan Gedung Guru Indonesia. Gedung Guru Indonesia sudah berdiri sejak tahun 1956 dan masih berstatus HGB. Pihak PGRI ingin mengubah status bangunan menjadi Hak Milik untuk PGRI.
Jokowi yang tiba sekitar pukul 08. 00 WIB langsung bertemu dengan sejumlah pengurus PGRI. Dialog ini hanya dihadiri segelintir pengurus karena guru lainnya masih dalam proses belajar mengajar.
Dalam dialog ini, Jokowi diminta bantuan terkait sertifikasi guru dan persoalan Gedung Guru Indonesia. Gedung Guru Indonesia sudah berdiri sejak tahun 1956 dan masih berstatus HGB. Pihak PGRI ingin mengubah status bangunan menjadi Hak Milik untuk PGRI.
Jokowi Kunjungi PGRI
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi kantor Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Jalan
Tanah Abang III, Jakarta Pusat, Jumat (23/5/2014).
Jokowi mengatakan kedatangannya ke kantor PGRI itu sebagai salah satu upaya koordinasi dengan para guru, karena guru adalah salah satu elemen paling dasar dalam pembangunan bangsa.
“Dalam mengurus sebuah negara di manapun, pendidikan harus nomor satu. Jangan sampai ada yang menyampaikan ekonomi nomor satu,” kata Jokowi, Jumat (23/5/2014).
Jokowi mengatakan kedatangannya ke kantor PGRI itu sebagai salah satu upaya koordinasi dengan para guru, karena guru adalah salah satu elemen paling dasar dalam pembangunan bangsa.
“Dalam mengurus sebuah negara di manapun, pendidikan harus nomor satu. Jangan sampai ada yang menyampaikan ekonomi nomor satu,” kata Jokowi, Jumat (23/5/2014).
Belum Ada Komitmen Yang Jelas, Gus Sholah Masih Pikir-pikir Dukung Jokowi
Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Salahuddin Wahid atau biasa dipanggil Gus
Sholah ingin bertemu dengan kedua calon presiden (capres) sebelum
menentukan siapa yang harus didukungnya. Gus Sholah mengaku ingin
melihat seberapa besar perhatian dua pasang capres tersebut terhadap
pesantren.
"Kami ingin ketemu dengan dua calon ini, seberapa besar perhatian mereka terhadap pesantren," kata Gus Sholah dalam acara Bincang Pagi Metro TV, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (23/5/2014).
Gus Sholah mengatakan, rencananya pekan depan dirinya akan bertemu dengan Jokowi dan Prabowo bersama dengan para ulama.
"Kami ingin ketemu dengan dua calon ini, seberapa besar perhatian mereka terhadap pesantren," kata Gus Sholah dalam acara Bincang Pagi Metro TV, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (23/5/2014).
Gus Sholah mengatakan, rencananya pekan depan dirinya akan bertemu dengan Jokowi dan Prabowo bersama dengan para ulama.
Mahfud Akui Sakit Hati pada Jokowi
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, memutuskan untuk
mendukung pasangan capres-cawapres, Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa.
Mahfud mengaku sakit hati dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
dan Joko Widodo.
Namun, dia menilai hal itu sudah biasa dalam perpolitikan.
"Saya kira kekecewaan di dalam kegagalan hanya terjadi sesaat, itu sudah biasa," kata Mahfud dalam acara Bincang Pagi Metro TV, di Jalan Pilar Mas Raya, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (23/5/2014).
Namun, dia menilai hal itu sudah biasa dalam perpolitikan.
"Saya kira kekecewaan di dalam kegagalan hanya terjadi sesaat, itu sudah biasa," kata Mahfud dalam acara Bincang Pagi Metro TV, di Jalan Pilar Mas Raya, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Jumat (23/5/2014).
Langganan:
Postingan (Atom)













+vs+Prabowo+Hatta+(Prahara)+5.jpg)










