Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menilai, porsi pendidikan budi pekerti yang diberikan pada siswa Sekolah Dasar (SD) harus diperbanyak.
Menurut dia, komposisi yang tepat adalah 70 persen pelajaran budi pekerti dan 30 persen ilmu pengetahuan. Hal itu dia katakan untuk menyikapi kasus kekerasan yang dilakukan siswa SD di Kecamatan Makasar hingga menyebabkan temannya tewas beberapa waktu lalu.
"Di SD itu budi pekerti harus 70 persen. Karena dasarnya di situ," ucap Jokowi, Jumat (9/5/2014).
Barulah ketika si anak masuk ke jenjang SMP dan SMA, ujar Jokowi, komposisi pelajarannya dirubah.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Jumat, 09 Mei 2014
Gerindra Mengaku "Dipojokkan" Gara-gara Kampanye "Jokowi Wafat"
Gerindra merasa dipojokkan setiap kali ada kampanye hitam soal Joko Widodo (Jokowi). Menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon, partainya yang tak tahu apa-apa malah dimaki-maki.
"Saya dari pagi ngetwit banyak yang kampanye hitam maki-maki dari akun nggak jelas. Kami sebenarnya yang paling banyak dihantam kampanye hitam," kata Fadli di kantor DPP Gerindra, Jakarta, Jumat (9/5/2014).
"Saya dari pagi ngetwit banyak yang kampanye hitam maki-maki dari akun nggak jelas. Kami sebenarnya yang paling banyak dihantam kampanye hitam," kata Fadli di kantor DPP Gerindra, Jakarta, Jumat (9/5/2014).
PDIP Prihatian Masih Masifnya Kampanye Hitam Bernuansa SARA
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyesalkan adanya
kampanye hitam yang berlangsung masif dan derajat irasionalitasnya
semakin mengkhawatirkan.
Isu yang diangkat bukan saja penyerangan pribadi, terkait SARA, tetapi juga reklame kematian yang merendahkan martabat karena akal sehat ditinggalkan.
Kampanye hitam yang sudah diinventarisir itu adalah penyebaran informasi bohong via SMS (short messaging service) soal rencana penghapusan tunjangan guru dan dosen.
Itupun ternyata disusul dengan SMS soal kebohongan dan fitnah terkait etnisitas, agama, dan asal-usul Joko Widodo (Jokowi) yang muslim dan Jawa. PDIP mendapat laporan langsung dari masyarakat soal itu.
Isu yang diangkat bukan saja penyerangan pribadi, terkait SARA, tetapi juga reklame kematian yang merendahkan martabat karena akal sehat ditinggalkan.
Kampanye hitam yang sudah diinventarisir itu adalah penyebaran informasi bohong via SMS (short messaging service) soal rencana penghapusan tunjangan guru dan dosen.
Itupun ternyata disusul dengan SMS soal kebohongan dan fitnah terkait etnisitas, agama, dan asal-usul Joko Widodo (Jokowi) yang muslim dan Jawa. PDIP mendapat laporan langsung dari masyarakat soal itu.
PDIP Yogyakarta Yakin Jokowi Menang Satu Putaran
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Eko Suwanto bersyukur lantaran
masyarakat Yogyakarta memberikan kepercayaan pada Pemilu Legislatif 9
April 2014 yang lalu. PDI Perjuangan berhasil menang di seluruh
kabupaten kota se Yogyakarta.
"Dari rekapitulasi KPU yang lalu, kita sekurang-kurangnya menempatkan kader dilegislatif di DPRD Bantul 12 kursi, DPRD Sleman 12 kursi, DPRD Gunungkidul 11 kursi, DPRD Kulonprogo 8 kursi, DPRD Kota Yogyakarta 15 kursi, dan DPRD DIY 14 kursi. Bisa dipastikan, PDI Perjuangan akan menempatkan kader terbaiknya menjadi ketua DPRD di 5 kabupaten kota se DIY dan DPRD DIY," Eko mengungkapkan, Jumat (9/5/2014).
Kemenangan ini, lanjutnya, memberikan modal awal dalam usaha memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2014.
"Dari rekapitulasi KPU yang lalu, kita sekurang-kurangnya menempatkan kader dilegislatif di DPRD Bantul 12 kursi, DPRD Sleman 12 kursi, DPRD Gunungkidul 11 kursi, DPRD Kulonprogo 8 kursi, DPRD Kota Yogyakarta 15 kursi, dan DPRD DIY 14 kursi. Bisa dipastikan, PDI Perjuangan akan menempatkan kader terbaiknya menjadi ketua DPRD di 5 kabupaten kota se DIY dan DPRD DIY," Eko mengungkapkan, Jumat (9/5/2014).
Kemenangan ini, lanjutnya, memberikan modal awal dalam usaha memenangkan Jokowi dalam Pilpres 2014.
Abraham Samad dan JK Menguat Dampingi Jokowi
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristianto mengatakan pengumuman calon wakil presiden yang mendampingi calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rentang tanggal 10 hingga 18 Mei mendatang.
"Nama Cawapres pendamping Pak Jokowi rentang tanggal 10 hingga 18 Mei mendatang. Nama-nama Cawapres tersebut tidak jauh berbeda dengan nama yang disebutkan media selama ini," katanya di Denpasar, Jumat (9/5/2014).
"Nama Cawapres pendamping Pak Jokowi rentang tanggal 10 hingga 18 Mei mendatang. Nama-nama Cawapres tersebut tidak jauh berbeda dengan nama yang disebutkan media selama ini," katanya di Denpasar, Jumat (9/5/2014).
PKB Tetapkan Koalisi ke Jokowi
Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah menetapkan dukungan kepada Joko Widodo. Keputusan itu diputuskan dalam rapat pleno DPP PKB kemarin malam.
"DPP PKB melalui rapat pleno yang digelar dan berakhir tadi malam telah diputuskan untuk mendukung Joko Widodo," kata Wakil Ketua Umum PKB, Lukman Edy, Jakarta, Jumat (9/8/2014).
"DPP PKB melalui rapat pleno yang digelar dan berakhir tadi malam telah diputuskan untuk mendukung Joko Widodo," kata Wakil Ketua Umum PKB, Lukman Edy, Jakarta, Jumat (9/8/2014).
Iklan Kematian: Jokowi Untung, Prabowo Buntung
Semakin mendekati pemilihan umum presiden (Pilpres) 2014, kampanye
hitam dan kampanye negatif marak beredar di dunia maya. Terakhir, yang
menjadi perbincangan publik adalah beredarnya Iklan Kematian Jokowi di
media sosial.
Kemunculan iklan tersebut langsung mengundang protes publik, akibatnya ada pihak yang diuntungkan dan pihak yang dirugikan.
"Pihak yang diuntungkan adalah Jokowi, karena pendukungnya langsung bereaksi keras merasa didzolimi. Sedangkan pihak Prabowo dirugikan karena stigma negatif selalu dialamatkan kepadanya," kata Dewi Haroen, Psikolog Politik UI dan Pakar Personal Branding dalam keterangan persnya, Jumat (9/5/2014).
Dewi menuturkan, Jokowi mendulang keuntungan besar dari kampanye negatif ini karena, selain langsung dibela oleh rakyat dan juga menjadi pihak yang teraniaya. Dalam sejarah pencapresan di Indonesia, Capres yang terkesan dianiaya biasanya banyak mendapatkan dukungan berpotensi menjadi presiden.
Kemunculan iklan tersebut langsung mengundang protes publik, akibatnya ada pihak yang diuntungkan dan pihak yang dirugikan.
"Pihak yang diuntungkan adalah Jokowi, karena pendukungnya langsung bereaksi keras merasa didzolimi. Sedangkan pihak Prabowo dirugikan karena stigma negatif selalu dialamatkan kepadanya," kata Dewi Haroen, Psikolog Politik UI dan Pakar Personal Branding dalam keterangan persnya, Jumat (9/5/2014).
Dewi menuturkan, Jokowi mendulang keuntungan besar dari kampanye negatif ini karena, selain langsung dibela oleh rakyat dan juga menjadi pihak yang teraniaya. Dalam sejarah pencapresan di Indonesia, Capres yang terkesan dianiaya biasanya banyak mendapatkan dukungan berpotensi menjadi presiden.
Megawati Ambil Alih Kendali Tim Pemenangan Jokowi
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri
dikabarkan akan memimpin langsung tim pemenangan calon presiden Joko
Widodo. Langkah ini diambil setelah perolehan suara partai berlambang
banteng moncong putih itu pada pemilihan anggota legislatif 9 April lalu
meleset dari target.
Pada pileg lalu tim pemenangan partai dipimpin oleh Puan Maharani sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum. "Bu Mega memimpin tim pemenangan di partai, Pak Jokowi memimpin tim pemenangan yang dari unsur relawan," kata seorang sumber detikcom di internal PDI Perjuangan, Jumat (9/5/2014).
Pada pileg lalu tim pemenangan partai dipimpin oleh Puan Maharani sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum. "Bu Mega memimpin tim pemenangan di partai, Pak Jokowi memimpin tim pemenangan yang dari unsur relawan," kata seorang sumber detikcom di internal PDI Perjuangan, Jumat (9/5/2014).
Anggap Jokowi Raja, Warga Papua Menari di HI
Dukungan pada Joko Widodo sebagai calon presiden 2014 terus mengalir. Kini giliran rakyat Papua menyampaikan dukungannya untuk gubernur DKI Jakarta itu.
Mereka yang tergabung dalam komunitas Papua Peduli Bangkit (PPB) akan mendukung Jokowi, sapaan Joko Widodo, dengan cara mempersembahkan tarian Yosin Pancar (Yospan). Ini bukan sembarang tarian sebab biasanya dipersembahkan untuk menyambut raja-raja.
"Kami warga asal Papua akan menarikan Yospan, menyambut raja, khusus untuk Pak Jokowi, sebab Pak Jokowi akan menjadi raja atau presiden baru," ungkap Ketua PPB, Yohanes Warisyu, di Jakarta, Jumat (9/5/2014).
Mereka yang tergabung dalam komunitas Papua Peduli Bangkit (PPB) akan mendukung Jokowi, sapaan Joko Widodo, dengan cara mempersembahkan tarian Yosin Pancar (Yospan). Ini bukan sembarang tarian sebab biasanya dipersembahkan untuk menyambut raja-raja.
"Kami warga asal Papua akan menarikan Yospan, menyambut raja, khusus untuk Pak Jokowi, sebab Pak Jokowi akan menjadi raja atau presiden baru," ungkap Ketua PPB, Yohanes Warisyu, di Jakarta, Jumat (9/5/2014).
PDIP Segera Umumkan Pendamping Jokowi, Siapa?
Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristianto mengatakan pengumuman calon wakil presiden yang mendampingi calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rentang tanggal 10 hingga 18 Mei mendatang.
"Nama Cawapres pendamping Pak Jokowi rentang tanggal 10 hingga 18 Mei mendatang. Nama-nama Cawapres tersebut tidak jauh berbeda dengan nama yang disebutkan media selama ini," katanya di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan ada dua nama Cawapres yang terus menguat yakni Jusuf Kalla dan Abraham Samad. Keduanya memiliki kredibilitas dan kapabilitas yang sama dalam bidangnya masing-masing.
"Nama Cawapres pendamping Pak Jokowi rentang tanggal 10 hingga 18 Mei mendatang. Nama-nama Cawapres tersebut tidak jauh berbeda dengan nama yang disebutkan media selama ini," katanya di Denpasar, Jumat.
Ia mengatakan ada dua nama Cawapres yang terus menguat yakni Jusuf Kalla dan Abraham Samad. Keduanya memiliki kredibilitas dan kapabilitas yang sama dalam bidangnya masing-masing.
Visi dan Misi Jokowi Tercermin dalam Tindakannya
Tuduhan sebagian orang bahwa Jokowi tidak punya misi dan visi adalah
tidak benar, demikian dikatakan Ari G Dwipayana, pemangat politik
Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dalam diskusi yang digelar Seknas
Jokowi di Rumah Gotong Royong Seknas, Jl Brawijaya 35 Kebayoran Jakarta
(Kamis 9/5/2014).
Menurut dosen Fisipol UGM ini, visi dan misi calon Presiden dari PDI Perjuangan ini sudah tercermin dalam tindakannya selama ini. Hal itu dilakukan karena beberapa sebab. Pertama, merosotnya kewibawaan negara. Kedua, negara tidak hadir untuk menyiptakan solusi berbagai persoalan yang terjadi di depan mata rakyat seperti ketidak-adilan, kemandirian, HAM, dan kesejahteraan.
Menurut dosen Fisipol UGM ini, visi dan misi calon Presiden dari PDI Perjuangan ini sudah tercermin dalam tindakannya selama ini. Hal itu dilakukan karena beberapa sebab. Pertama, merosotnya kewibawaan negara. Kedua, negara tidak hadir untuk menyiptakan solusi berbagai persoalan yang terjadi di depan mata rakyat seperti ketidak-adilan, kemandirian, HAM, dan kesejahteraan.
Kandidat Cawapres Jokowi Yang Lahir Pada Hari Jumat
Presiden Indonesia Pertama, Soekarno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan pada hari Jumat, 17 Agustus 1945. Bisa disederhakan bahwa Indonesia “lahir” pada hari Jumat.
Berawal dari situlah, mungkin Megawati Soekarnoputri, putri Soekarno, menjadikan hari Jumat sebagai hari keberuntungnya, yang kemudian dipopulerkan oleh Wasekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah dengan sebutan “Jumat Suci”.
“Saya memberikan indikasi terkait hari Jumat, biasanya dipakai KPK untuk menahan calon tersangka, Jumat keramat. PDIP juga memutuskan capres, Jumat. Rujukannya, Bung Karno yang memutuskan (membacakan) kemerdekaan pada Jumat. Kami menyebutnya sebagai Jumat suci,” kata Basarah, Kamis (24/4/2014).
Berawal dari situlah, mungkin Megawati Soekarnoputri, putri Soekarno, menjadikan hari Jumat sebagai hari keberuntungnya, yang kemudian dipopulerkan oleh Wasekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah dengan sebutan “Jumat Suci”.
“Saya memberikan indikasi terkait hari Jumat, biasanya dipakai KPK untuk menahan calon tersangka, Jumat keramat. PDIP juga memutuskan capres, Jumat. Rujukannya, Bung Karno yang memutuskan (membacakan) kemerdekaan pada Jumat. Kami menyebutnya sebagai Jumat suci,” kata Basarah, Kamis (24/4/2014).
Menanti " Sang Jumat Suci" dan Sang "Pendamping Jokowi"
Bakal calon presiden dari PDI Perjuangan Joko Widodo belum akan mengumumkan bakal calon pendampingnya pada hari ini, Jumat (9/5/2014). Sebelumnya, sempat disebutkan bahwa calon bakal cawapres Jokowi akan diumumkan 9 Mei 2014, yang disebut sebagai "Jumat suci". Namun, bukan hari Jumat ini. PDI-P masih fokus mencermati pengumuman hasil pemilihan legislatif yang dijadwalkan hari ini.
"Prioritas kami sekarang pada hasil rekapitulasi KPU," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI-P, Hasto Kristiyanto, saat dihubungi, Jumat pagi.
"Prioritas kami sekarang pada hasil rekapitulasi KPU," kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI-P, Hasto Kristiyanto, saat dihubungi, Jumat pagi.
Seharusnya Jokowi Mundur Saja
Politisi PDI-P, Pupung Suharis berpendapat, kalau Gubernur DKI Jakarta, Jokowi memecat Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) 09 Makasar, Jakarta Timur, Sri Hartini sebagai bentuk tanggung jawab atas meninggalnya Renggo Kadafi yang dianiaya kakak kelasnya di sekolah itu, maka Jokowi seharusnya mundur juga dari jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban dari pembelian bus karatan dari Tiongkok.
‘’Kalau kepala sekolah dipecat gara-gara muridnya meninggal, maka Jokowi harus mundur juga sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pembelian bus karatan dari Tiongkok. Sebagai pemimpin, Jokowi harus menerapkan sanksi itu terhadap dirinya juga,’’ kata Pupung Suharis kepada wartawan di Jakarta.
‘’Kalau kepala sekolah dipecat gara-gara muridnya meninggal, maka Jokowi harus mundur juga sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pembelian bus karatan dari Tiongkok. Sebagai pemimpin, Jokowi harus menerapkan sanksi itu terhadap dirinya juga,’’ kata Pupung Suharis kepada wartawan di Jakarta.
Kamis, 08 Mei 2014
Siapa Bilang Aburizal Legawa Jadi Cawapres? Kecuali Kecelakaan Saja
Wacana mengusung Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menjadi bakal calon wakil presiden, bukanlah bentuk legawa atau keikhlasan. Justru, wacana itu disebut sebagai pandangan realistis tentang suramnya elektabilitas Aburizal bila tetap maju menjadi bakal calon presiden sebagaimana mandat partai.
"Rumor kencang ARB legawa, ikhlas jadi wakil Prabowo. Siapa bilang?" ujar Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Tantowi Yahya, dalam sebuah diskusi di Universitas Bakrie, Jakarta Selatan, Kamis (8/5/2014). Menurut dia, Aburizal mau tidak mau harus realistis dengan turun target menjadi bakal calon wakil presiden dan bersanding dengan bakal calon presiden dari partai lain.
"Rumor kencang ARB legawa, ikhlas jadi wakil Prabowo. Siapa bilang?" ujar Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Tantowi Yahya, dalam sebuah diskusi di Universitas Bakrie, Jakarta Selatan, Kamis (8/5/2014). Menurut dia, Aburizal mau tidak mau harus realistis dengan turun target menjadi bakal calon wakil presiden dan bersanding dengan bakal calon presiden dari partai lain.
Gerindra Tuduh PDIP Peralat Aktivis 98
Politikus Partai Gerindra berpendapat sebagian aktivis 98 telah diperalat oleh politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Para aktivis ini "dipakai" untuk menolak pencalonan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, untuk Pemilu Presiden 2014.
"Masinton ini kan orang PDIP. Kalau dia memakai kendaraan aktivis 98, itu kan dia partisan," kata Ketua DPP Partai Gerakan Indonesia Raya, Desmond Junaidi Mahesa, di Kantor Formappi, Jakarta, Kamis (8/5/2014). Masinton yang dia maksudkan adalah Masinton Pasaribu, politikus PDIP.
"Masinton ini kan orang PDIP. Kalau dia memakai kendaraan aktivis 98, itu kan dia partisan," kata Ketua DPP Partai Gerakan Indonesia Raya, Desmond Junaidi Mahesa, di Kantor Formappi, Jakarta, Kamis (8/5/2014). Masinton yang dia maksudkan adalah Masinton Pasaribu, politikus PDIP.
Jokowi Minta Relawan Beri Rakyat Perbandingan Bakal Capres
Bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Joko Widodo meminta relawan door to door mengampanyekan dirinya. Jokowi pun ingin relawan memberitahu warga tentang siapa bakal calon presiden selain dirinya.
"Yang paling penting itu serangan daratnya. Door to door. Perlu disampaikan siapa Jokowi, jelaskan. Kemudian disampaikan juga yang lainnya itu siapa," ujar Jokowi saat meresmikan tim pemenangan ke-7 JKW4P di Gedung Joeang 45, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2014) malam.
"Itu penting, rakyat harus punya perbandingan, sehingga rakyat nanti bisa milih. Nanti tanggal 9 Juli milik kita," kata Jokowi.
"Yang paling penting itu serangan daratnya. Door to door. Perlu disampaikan siapa Jokowi, jelaskan. Kemudian disampaikan juga yang lainnya itu siapa," ujar Jokowi saat meresmikan tim pemenangan ke-7 JKW4P di Gedung Joeang 45, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2014) malam.
"Itu penting, rakyat harus punya perbandingan, sehingga rakyat nanti bisa milih. Nanti tanggal 9 Juli milik kita," kata Jokowi.
Jokowi Bisa Dikalahkan dengan Serangan Fajar
Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti, menilai, elektabilitas tinggi yang dikantongi bakal calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo, tak menjamin ia akan memenangkan Pemilihan Presiden 2014. Menurut Ikrar, ada peluang permainan politik uang yang akan membuat calon pemilih Jokowi berpaling.
"Jadi, kita juga jangan menganggap Jokowi pasti menang. Karena kita tahu, dengan kekuatan ekonomi lawan politiknya, itu sangat riskan jika mereka melakukan 'serangan-serangan fajar'," kata Ikrar dalam sebuah diskusi di Media Centre JKW4P, Jakarta, Kamis (8/5/2014).
Ikrar mengatakan, sebagian masyarakat masih tergoda pada politik uang dan mudah mengalihkan dukungan. Masyarakat, menurut Ikrar, cenderung memilih seseorang karena uang dibandingkan kemampuan yang dimiliki.
"Jadi, kita juga jangan menganggap Jokowi pasti menang. Karena kita tahu, dengan kekuatan ekonomi lawan politiknya, itu sangat riskan jika mereka melakukan 'serangan-serangan fajar'," kata Ikrar dalam sebuah diskusi di Media Centre JKW4P, Jakarta, Kamis (8/5/2014).
Ikrar mengatakan, sebagian masyarakat masih tergoda pada politik uang dan mudah mengalihkan dukungan. Masyarakat, menurut Ikrar, cenderung memilih seseorang karena uang dibandingkan kemampuan yang dimiliki.
PDIP Telah Mencoba Dekati Golkar dan Gerindra
Koalisi antara Golkar dan PDIP pada pemilu 2014 sepertinya memang tak
akan terjadi. Dalam pertemuan Jokowi dan ARB yang lalu tak ditemukan
kata sepakat di antara keduanya.
"Kalau PDIP sudah jelas. Dengan Jokowi ke ARB di kantor Golkar kemarin tidak tercapai kesepatakan karena keduanya sama-sama mempertahankan capres. Pak Jokowi langsung bilang kalau mandat dari Bu Mega dia sebagai presiden. Begitu juga dengan ARB," kata jubir Golkar, Tantowi Yahya pada wartawan di Universitas Bakrie, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (8/5/2014).
Hasilnya bisa ditebak, tak ditemukan jalan tengah antara keduanya karena ngotot maju sebagai capres. Akhirnya, koalisi Golkar dan PDIP semakin sulit terealisasi.
"Kalau PDIP sudah jelas. Dengan Jokowi ke ARB di kantor Golkar kemarin tidak tercapai kesepatakan karena keduanya sama-sama mempertahankan capres. Pak Jokowi langsung bilang kalau mandat dari Bu Mega dia sebagai presiden. Begitu juga dengan ARB," kata jubir Golkar, Tantowi Yahya pada wartawan di Universitas Bakrie, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (8/5/2014).
Hasilnya bisa ditebak, tak ditemukan jalan tengah antara keduanya karena ngotot maju sebagai capres. Akhirnya, koalisi Golkar dan PDIP semakin sulit terealisasi.
Pembayaran Lahan Diskum TNI AD di KBT Diajukan ke Jokowi
Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Jakarta Timur, Arifin mengaku
telah menerima amar putusan Mahkamah Agung yang memerintahkan Pemprov
DKI untuk membayar pembebasan lahan seluas total 4.877 meter di Kavling
Dinas Hukum Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Diskum TNI AD),
Cipinang Muara, Jatinegara, yang digunakan untuk proyek Kanal Banjir
Timur (KBT).
Amar putusan itu pun sudah diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi. Nantinya, Jokowi yang akan memutuskan langkah selanjutnya menanggapi amar putusan MA yang mengharuskan Pemprov DKI membayar ganti rugi senilai sekitar Rp 8,5 miliar tersebut.
Amar putusan itu pun sudah diserahkan kepada Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi. Nantinya, Jokowi yang akan memutuskan langkah selanjutnya menanggapi amar putusan MA yang mengharuskan Pemprov DKI membayar ganti rugi senilai sekitar Rp 8,5 miliar tersebut.
Jokowi Janjikan Bangun 1.800 Kampung Deret di Jakarta Utara
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, berjanji membangun seribuan kampung deret di wilayah Jakarta Utara. Janji itu disampaikan Jokowi di hadapan ratusan warga saat meresmikan 40 rumah kampung deret di Cilincing, Jakarta Utara.
"Dari 240 menjadi 1.800 rumah yang akan dijadikan kampung deret, seneng enggak? Seneng enggak? Tahun depan ditambah lagi. Nanti kampungnya berderet-deret," ujarnya di kampung deret RT 12 RW 04 Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/5/2014).
Jokowi tiba di lokasi bersama Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta, Jonathan Pasodung; Kelapa Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Manggas Rudy Siahaan; serta Wali Kota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono. Tidak hanya meresmikan, Jokowi meninjau setiap sudut perumahan berwarna kuning itu.
"Dari 240 menjadi 1.800 rumah yang akan dijadikan kampung deret, seneng enggak? Seneng enggak? Tahun depan ditambah lagi. Nanti kampungnya berderet-deret," ujarnya di kampung deret RT 12 RW 04 Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (8/5/2014).
Jokowi tiba di lokasi bersama Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta, Jonathan Pasodung; Kelapa Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Manggas Rudy Siahaan; serta Wali Kota Jakarta Utara, Heru Budi Hartono. Tidak hanya meresmikan, Jokowi meninjau setiap sudut perumahan berwarna kuning itu.
Ibu Korban 98 Minta Jokowi Tak Pilih Cawapres Pelanggar HAM
Sejumlah keluarga korban tragedi 98 masih rutin menggelar aksi setiap hari Kamis di depan Istana Merdeka. Salah satu di antaranya Sumarsih (61). Dia orang tua Bernardinus Realino Norma Irmawan atau Wawan yang menjadi salah tewas korban tewas tertembak dalam tragedi Semanggi I.
Kini Sunarsih mendukung Jokowi sebagai presiden. Menurut dia, hanya gubernur DKI itu satu-satunya capres yang tidak melakukan pelanggaran HAM.
Namun, apabila Jokowi berpasangan dengan orang yang melakukan pelanggaran HAM, maka dapat dipastikan masa pemerintahannya tidak berjalan dengan mulus.
Kini Sunarsih mendukung Jokowi sebagai presiden. Menurut dia, hanya gubernur DKI itu satu-satunya capres yang tidak melakukan pelanggaran HAM.
Namun, apabila Jokowi berpasangan dengan orang yang melakukan pelanggaran HAM, maka dapat dipastikan masa pemerintahannya tidak berjalan dengan mulus.
Ini Salah Satu Penyebab Mahfud MD Dihapus Sebagai Cawapres Jokowi
Bakal calon wakil presiden untuk Joko Widodo (Jokowi) mengerucut pada
dua nama, yakni Jusuf Kalla dan Mahfud Mahfuddin. Namun awal pekan ini
santer beredar kabar nama Mahfud Md dicoret dari daftar cawapres untuk
Jokowi.
Senin malam lalu, Jokowi juga menyebut bahwa calon pengendara mobil dinas berplat RI 2 berasal dari luar jawa ahli ekonomi dan paham dunia hukum. Pernyataan mantan Wali Kota Surakarta itu jelas tak menunjuk Mahfud Md yang berasal dari Madura, Jawa Timur sebagai calon wakilnya.
Senin malam lalu, Jokowi juga menyebut bahwa calon pengendara mobil dinas berplat RI 2 berasal dari luar jawa ahli ekonomi dan paham dunia hukum. Pernyataan mantan Wali Kota Surakarta itu jelas tak menunjuk Mahfud Md yang berasal dari Madura, Jawa Timur sebagai calon wakilnya.
Jokowi Minta Relawan Lakukan 'Serangan Darat' Door to Door
Calon presiden yang diusung PDIP dan NasDem, Joko Widodo (Jokowi) malam ini kembali mendapat dukungan dari relawan Gerakan Masyarakat Jokowi For President ke-7 (Gema JKW4P7) di Gedung Joang 45, Menteng, Jakarta Pusat. Dalam sambutannya, Jokowi meminta kepada relawan untuk memulai 'serangan darat' secara door to door.
Jokowi mengatakan, dirinya yakin bahwa Indonesia membutuhkan perubahan. Karena itu dia meminta para relawan membantu untuk mewujudkan perubahan itu pada 9 Juli saat Pilpres mendatang.
"Kita berkumpul di sini, kita punya keyakinan yang sama bahwa bangsa ini akan bisa menjadi sebuah bangsa yang besar karena memang kekuatan itu kita punyai. Itulah yang membawa kita untuk berdiri bersama di sini untuk menyatakan tekad bahwa negara ini harus diubah menjadi lebih baik," kata Jokowi di gedung Joang '45, Menteng, Jakpus, Kamis (8/5/2014).
Jokowi mengatakan, dirinya yakin bahwa Indonesia membutuhkan perubahan. Karena itu dia meminta para relawan membantu untuk mewujudkan perubahan itu pada 9 Juli saat Pilpres mendatang.
"Kita berkumpul di sini, kita punya keyakinan yang sama bahwa bangsa ini akan bisa menjadi sebuah bangsa yang besar karena memang kekuatan itu kita punyai. Itulah yang membawa kita untuk berdiri bersama di sini untuk menyatakan tekad bahwa negara ini harus diubah menjadi lebih baik," kata Jokowi di gedung Joang '45, Menteng, Jakpus, Kamis (8/5/2014).
Jokowi Deklarasikan Gema JKW4P7 di Menteng
Calon presiden yang diusung PDIP, Joko Widodo (Jokowi) kembali mendapat dukungan dari relawannya. Kali ini giliran Gerakan Masyarakat Jokowi For President ke-7 (Gema JKW4P7) yang mendeklarasikan dukungan langsung dihadiri oleh Jokowi.
Relawan JKW4P7 mendeklarasikan dukungan di Gedung Joang 45 Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2014). Pendeklarasian ini digagas oleh Faizal Riza Yunus. Acara ini dihadiri langsung oleh Jokowi.
"Ini sebagai wadah berhimpunnya masyarakat Indonesia untuk memenangkan Pilpres 2014 untuk Jokowi," kata Faizal.
Dalam sambutannya, Jokowi meyakinkan para pendukungnya bahwa bangsa Indonesia membutuhkan sebuah perubahan, dan perubahan itu akan terjadi pada 9 Juli mendatang, yakni saat Pilpres.
"Kita berkumpul di sini, kita punya keyakinan yang sama bahwa bangsa ini akan bisa menjadi sebuah bangsa yang besar karena memang kekuatan itu kita punyai. Itulah yang membawa kita untuk berdiri bersama di sini untuk menyatakan tekad bahwa negara ini harus dirubah menjadi ebih baik," kata Jokowi.
Relawan JKW4P7 mendeklarasikan dukungan di Gedung Joang 45 Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/5/2014). Pendeklarasian ini digagas oleh Faizal Riza Yunus. Acara ini dihadiri langsung oleh Jokowi.
"Ini sebagai wadah berhimpunnya masyarakat Indonesia untuk memenangkan Pilpres 2014 untuk Jokowi," kata Faizal.
Dalam sambutannya, Jokowi meyakinkan para pendukungnya bahwa bangsa Indonesia membutuhkan sebuah perubahan, dan perubahan itu akan terjadi pada 9 Juli mendatang, yakni saat Pilpres.
"Kita berkumpul di sini, kita punya keyakinan yang sama bahwa bangsa ini akan bisa menjadi sebuah bangsa yang besar karena memang kekuatan itu kita punyai. Itulah yang membawa kita untuk berdiri bersama di sini untuk menyatakan tekad bahwa negara ini harus dirubah menjadi ebih baik," kata Jokowi.
Jokowi: Kampanye Hitam Tadi Pagi Paling Menyakitkan!
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku kampanye hitam yang menyatakan dirinya meninggal dunia sangat menyakitkan di antara kampanye hitam yang lain. Jelang pemilihan presiden, Jokowi memang selalu mendapatkan kampanye hitam dari para lawan politiknya.
Calon presiden dari PDI Perjuangan ini sering mendapatkan pesan berantai atau blackberry messenger terkait pencapresan dirinya. Jokowi pernah menjadi kambing hitam dalam pesan berantai yang akan menghapus dana sertifikasi guru dan mencabut tunjangan untuk para guru-guru di Indonesia.
Calon presiden dari PDI Perjuangan ini sering mendapatkan pesan berantai atau blackberry messenger terkait pencapresan dirinya. Jokowi pernah menjadi kambing hitam dalam pesan berantai yang akan menghapus dana sertifikasi guru dan mencabut tunjangan untuk para guru-guru di Indonesia.
PDIP Sasar Cawapres yang Komplet dan Sejalan dengan Jokowi
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyasar sosok cawapres
yang memiliki kemampuan dan jaringan yang komplet, serta bisa bekerja
sama dengan Jokowi, capres yang diusung partai berlambang banteng
tersebut.
Tim Pakar Seknas Jokowi, Eva Kusuma Sundari, menyatakan bahwa sejak awal, pihaknya memang mempunyai kualifikasi bakal cawapres yang akan digandengkan dengan Jokowi. Kualifikasi dimaksud adalah mempunyai potensi memenangi pilpres satu putaran, memperkuat pemerintahan dalam jangka panjang, dan memiliki chemistry untuk bekerja sama dengan sang capres.
Tim Pakar Seknas Jokowi, Eva Kusuma Sundari, menyatakan bahwa sejak awal, pihaknya memang mempunyai kualifikasi bakal cawapres yang akan digandengkan dengan Jokowi. Kualifikasi dimaksud adalah mempunyai potensi memenangi pilpres satu putaran, memperkuat pemerintahan dalam jangka panjang, dan memiliki chemistry untuk bekerja sama dengan sang capres.
Langganan:
Postingan (Atom)

























