Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
meradang dengan maraknya serangan kepada calon presiden Joko Widodo.
Terakhir, pria yang akrab disapa Jokowi tersebut dikabarkan telah
meninggal dunia yang beredar di media sosial Facebook dan Twitter.
"Tren kampanye hitam makin tidak masuk akal, berikutnya juga SARA,
ini keturunan Tiongkok, Yahudi dan Syiah, makin keterlaluan," kata
Politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari, di Posko JKW4P, Kamis (8/5/2014).
PDIP, kata Eva, tetap berpengang kepada ucapan Jokowi agar tidak
membalas serangan tersebut. "Jangan ikut-ikutan gila," kata Anggota
Komisi III itu.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Kamis, 08 Mei 2014
Para Supranatural Doakan Jokowi-Ryamizard
Demi mendorong kepemimpinan nasional bagi masa depan bangsa yang
lebih baik, ratusan orang melakukan doa bersama di pantai Parangtritis,
Yogyakarta. Doa bersama itu dipimpin organisasi supranatural Jawa
yang kebanyakan tinggal di sekitar Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Secara khusus, para peserta acara doa bersama itu mendoakan agar kepemimpinan nasional berikutnya bisa dipegang Jokowi sebagai presiden, dan Ryamizard Ryacudu sebagai wapresnya.
Secara khusus, para peserta acara doa bersama itu mendoakan agar kepemimpinan nasional berikutnya bisa dipegang Jokowi sebagai presiden, dan Ryamizard Ryacudu sebagai wapresnya.
Jalan Terjal dan Berliku Mencari Cawapres Bermutu
Calon presiden (capres) PDI Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo,
tampaknya harus terus menghadapi jalan terjal dalam menghadapi pemilihan
presiden (pilpres), Juli mendatang. Jalan terjal yang dimaksud terkait
dengan pemilihan bakal cawapres yang akan digandengnya.
Menurut pengamat politik Universitas Gajah Mada (UGM), Mada Sukmajati, untuk cawapres Jokowi, isu terakhir menyebutkan tiga calon terkuat adalah Jusuf Kalla, Mahfud MD, dan Abraham Samad.
Peluang Kalla (JK) dan Mahfud MD berada di atas Abraham Samad. Sebabnya, JK dan Mahfud MD dinilai memiliki potensi menjadi 'pengikat' kerjas ama politik PDI-P dengan Nasdem dan PKB. "Saya kira, prosentasenya 60-40 untuk JK sebagai cawapres Jokowi dibanding Mahfud," kata Mada sat dihubungi dari Jakarta, Kamis (8/5/2014).
Menurut pengamat politik Universitas Gajah Mada (UGM), Mada Sukmajati, untuk cawapres Jokowi, isu terakhir menyebutkan tiga calon terkuat adalah Jusuf Kalla, Mahfud MD, dan Abraham Samad.
Peluang Kalla (JK) dan Mahfud MD berada di atas Abraham Samad. Sebabnya, JK dan Mahfud MD dinilai memiliki potensi menjadi 'pengikat' kerjas ama politik PDI-P dengan Nasdem dan PKB. "Saya kira, prosentasenya 60-40 untuk JK sebagai cawapres Jokowi dibanding Mahfud," kata Mada sat dihubungi dari Jakarta, Kamis (8/5/2014).
Jadi Capres, Pengamat Sebut Jokowi Tetap Benahi Jakarta
PDI Perjuangan dinilai tepat mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden. Meskipun, tugas Jokowi di DKI Jakarta sebagai gubernur belum selesai.
"Jokowi jadi presiden tidak hanya membenahi Indonesia tapi juga ikut membenahi Jakarta, bukan dia tidak amanah," kata Sosiolog UI Thamrin Amal Thomagola dalam diskusi 'Capres Boneka' di Posko JKW4P, Jakarta, Kamis (8/5/2014).
Thamrin mengatakan Jokowi akan melajutkan pembenahan Jakarta dengan cara lain. Ia yakin Jokowi tidak akan meninggalkan Jakarta sepenuhnya.
"Jokowi jadi presiden tidak hanya membenahi Indonesia tapi juga ikut membenahi Jakarta, bukan dia tidak amanah," kata Sosiolog UI Thamrin Amal Thomagola dalam diskusi 'Capres Boneka' di Posko JKW4P, Jakarta, Kamis (8/5/2014).
Thamrin mengatakan Jokowi akan melajutkan pembenahan Jakarta dengan cara lain. Ia yakin Jokowi tidak akan meninggalkan Jakarta sepenuhnya.
LDII Siap Pertemukan Jokowi dan Prabowo
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) siap mengundang tiga bakal calon presiden yakni Joko Widodo (Jokowi), Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie pada Rapat Kerja Nasional LDII di Bogor Jawa Barat pada 13-15 Mei mendatang. Selain itu, sejumlah tokoh lainnya juga diundang dalam acara yang sama.
"Kalau Prabowo dan Jokowi sudah konfirmasi hadir, sedangkan Aburizal Bakrie belum," kata Wakil Ketua Panitia Pengarah Rakernas sekaligus Ketua DPP LDII Jatim Chriswanto Santoso saat menggelar jumpa pers di Surabaya, seperti dikutip dari Antara, Kamis (8/5/2014).
"Kalau Prabowo dan Jokowi sudah konfirmasi hadir, sedangkan Aburizal Bakrie belum," kata Wakil Ketua Panitia Pengarah Rakernas sekaligus Ketua DPP LDII Jatim Chriswanto Santoso saat menggelar jumpa pers di Surabaya, seperti dikutip dari Antara, Kamis (8/5/2014).
PDIP Berharap Jokowi Menang Satu Putaran
Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sumatera Utara merasa yakin jika Jokowi akan menang dalam satu putaran dalam pemilihan presiden pada Pemilihan umum tahun 2014.
Jokowi Pasrahkan Soal Kampanye Hitam ke Masyarakat
Calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo, pasrahkan soal kampanye hitam tentangnya kepada masyarakat. Dia menganggap masyarakat sudah melek politik, sehingga mampu menilai tentang hal seperti ini.
"Masyarakat sudah pinter," ujar Jokowi di sela-sela blusukannya, Jakarta, Kamis (8/5/2014).
Walaupun, lanjutnya, kampanye hitam seperti itu sudah mengganggunya. Terlebih, kali ini, mencatut nama istrinya, Iriana Widodo, dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
"Masyarakat sudah pinter," ujar Jokowi di sela-sela blusukannya, Jakarta, Kamis (8/5/2014).
Walaupun, lanjutnya, kampanye hitam seperti itu sudah mengganggunya. Terlebih, kali ini, mencatut nama istrinya, Iriana Widodo, dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.
8 Tahun Menanti, Pensiunan ini Berharap pada Jokowi untuk Ganti Rugi Tanah
Sudah hampir delapan tahun Warga Diskum AD menuntut ganti rugi
pembebasan proyek KBT. Namun hingga keputusan pengadilan telah inkrah
ganti rugi mereka belum dibayar.
Jokowi Bersih dari Racun Orde Baru
Sosiolog UI Thamrin Amal Tomagola menilai pesaing calon presiden Joko Widodo mulai panik. Hal itu terlihat adanya upaya menyerang Jokowi dengan menyebut calon presiden boneka.
Thamrin melihat dari seluruh calon presiden yang muncul, hanya Jokowi yang tidak memiliki dosa warisan orde baru (orba).
"Bangsa ini dalam proses terus menerus detoksifikasi orba. Jokowi bebas dari racun-racun orba, bersih dari orba," kata Thamrin dalam diskusi "Capres Boneka" di Posko JKW4P, Jakarta, Kamis (8/5/2014).
Menurutnya, calon presiden lain ada yang memiliki dosa orde baru. Namun, Thamrin enggan menyebut nama capres tersebut.
Thamrin melihat dari seluruh calon presiden yang muncul, hanya Jokowi yang tidak memiliki dosa warisan orde baru (orba).
"Bangsa ini dalam proses terus menerus detoksifikasi orba. Jokowi bebas dari racun-racun orba, bersih dari orba," kata Thamrin dalam diskusi "Capres Boneka" di Posko JKW4P, Jakarta, Kamis (8/5/2014).
Menurutnya, calon presiden lain ada yang memiliki dosa orde baru. Namun, Thamrin enggan menyebut nama capres tersebut.
Rapimnas Hanya Bahas Cawapres, Ical Tetap Capres
Ketua Umum Satkar Ulama DPP Golkar, Ali Yahya menyatakan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) Partai Golkar yang tengah disiapkan bukan untuk menurunkan grade Aburizal Bakrie (ARB) alias Ical sebagai calon presiden menjadi calon wakil presiden.
"Tidak ada wacana ARB turun grade dari capres jadi cawapres. Tidak bisa seenaknya menurunkan ARB dan itu tidak mudah," katanya di sela diskusi bertajuk "Dilema Capres Jelang Pilpres" yang diadakan Forlima di Jakarta, Kamis (8/5/2014).
"Tidak ada wacana ARB turun grade dari capres jadi cawapres. Tidak bisa seenaknya menurunkan ARB dan itu tidak mudah," katanya di sela diskusi bertajuk "Dilema Capres Jelang Pilpres" yang diadakan Forlima di Jakarta, Kamis (8/5/2014).
JK Dinilai Lebih Unggul Ketimbang Mahfud MD
Wakil Presiden 2004-2009 Muhamad Jusuf Kalla (JK) dinilai lebih unggul ketimbang Mahfud MD untuk mendampingi capres dari PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi.
Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Firdaus Syam mengatakan, meskipun data riset SMRC menyatakan elektabilitas Jokowi akan meningkat jika dipasangkan dengan Mahfud MD dan akan menurun saat berpasangan dengan JK, tapi ada faktor yang membuat JK unggul dibanding Mahfud MD.
Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Firdaus Syam mengatakan, meskipun data riset SMRC menyatakan elektabilitas Jokowi akan meningkat jika dipasangkan dengan Mahfud MD dan akan menurun saat berpasangan dengan JK, tapi ada faktor yang membuat JK unggul dibanding Mahfud MD.
Penangkapan Bupati Bogor Tak Akan Hentikan Proyek Waduk Ciawi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan kerja sama pembangunan waduk Ciawi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, tidak akan terganggu dengan tertangkapnya Bupati Bogor Rahmat Yasin oleh KPK lantaran dugaan kasus suap alih fungsi lahan di Puncak, Bogor.
Menurut Jokowi, saat ini Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan anggaran pembebasan lahan dalam proyek pembangunan tersebut. Namun, anggaran tersebut belum diserahkan ke Pemkab Bogor lantaran tim pembebasan tanah belum terbentuk.
Menurut Jokowi, saat ini Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan anggaran pembebasan lahan dalam proyek pembangunan tersebut. Namun, anggaran tersebut belum diserahkan ke Pemkab Bogor lantaran tim pembebasan tanah belum terbentuk.
Puluhan Komunitas Masyarakat Bentuk GK Forbes Jokowi
Puluhan komunitas maupun kelompok relawan pendukung Jokowi, Kamis
(8/5/2014) sore, berkumpul di di Pasar minggu Jakarta selatan.
Mereka akan bergabung dalam satu wadah besar bernama Galang Kemenangan Forum Besar Pendukung Jokowi untuk Presiden 2014 (GK Forbes Jokowi).
Mereka yang dimaksud kelompok relawan GK yang tersebar di Jabotabek ini antara lain; Rumpun Masyarakat Betawi (ormas RMB) Bekasi, Asosiasi Retail Jakarta, Komunitas santri tapal Kuda,Probolinggo Jawa Timur, Himpunan Nelayan Seluruh indonesia(HNSI) Probolinggo, Jawa Timur.
Mereka akan bergabung dalam satu wadah besar bernama Galang Kemenangan Forum Besar Pendukung Jokowi untuk Presiden 2014 (GK Forbes Jokowi).
Mereka yang dimaksud kelompok relawan GK yang tersebar di Jabotabek ini antara lain; Rumpun Masyarakat Betawi (ormas RMB) Bekasi, Asosiasi Retail Jakarta, Komunitas santri tapal Kuda,Probolinggo Jawa Timur, Himpunan Nelayan Seluruh indonesia(HNSI) Probolinggo, Jawa Timur.
Jokowiku Sayang, Jokowiku Malang
Kampanye hitam bukan hal baru bagi calon presiden asal PDI Perjuangan, Joko Widodo. Pria asal Solo itu sudah kerap menerima kampanye hitam, bahkan ketika ia masih menjadi calon Gubernur DKI Jakarta. Kampanye hitam terakhir yang ia terima adalah berita duka yang menyebut Jokowi meninggal. Berita itu membuat gempar media sosial hari ini, Kamis, 8 Mei 2014.
Kampanye hitam yang telah diterima Jokowi beragam. Ada yang berbentuk gambar seperti yang baru-baru ini, ada juga yang berbentuk puisi sindiran. Berikut adalah beberapa kampanye hitam kepada Jokowi yang berhasil dikumpulkan Tempo.
Kampanye hitam yang telah diterima Jokowi beragam. Ada yang berbentuk gambar seperti yang baru-baru ini, ada juga yang berbentuk puisi sindiran. Berikut adalah beberapa kampanye hitam kepada Jokowi yang berhasil dikumpulkan Tempo.
Semoga di Jakarta Tidak ada Kampung Kumuh Lagi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
mengapresiasi sebagian pembangunan kampung deret yang telah rampung di
Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara.
Jokowi Resmikan Kampung Deret Kelurahan Cilincing
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meresmikan kampung deret yang berlokasi di RW 04 Kelurahan Cilincing, Jakarta Utara.
Jokowi: Hitam Hitam "RIP Jokowi" Brutal dan Keterlaluan
Jelang pemilihan presiden 2014, kampanye hitam akhir-akhir ini marak terjadi. Salah satunya, menyerang bakal calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo yang beredar di sosial media facebook dan twitter.
Jokowi dinyatakan meninggal pada Minggu (4/5) lalu dengan nama Ir. Herbertus Joko Widodo yang mempunyai nama Tiongkok Oey Hong Liong. Menanggapi kampanye tersebut, Jokowi menilai kampanye tersebut sudah sangat brutal dan sudah keterlaluan.
"Kalau seperti itu sudah brutal dan keterlaluan. Apakah tidak ada cara-cara yang lebih santun," ujar Jokowi di Balai Kota, Kamis (8/5/2014).
Jokowi dinyatakan meninggal pada Minggu (4/5) lalu dengan nama Ir. Herbertus Joko Widodo yang mempunyai nama Tiongkok Oey Hong Liong. Menanggapi kampanye tersebut, Jokowi menilai kampanye tersebut sudah sangat brutal dan sudah keterlaluan.
"Kalau seperti itu sudah brutal dan keterlaluan. Apakah tidak ada cara-cara yang lebih santun," ujar Jokowi di Balai Kota, Kamis (8/5/2014).
Partai Demokrat Ada Opsi Merapat ke Jokowi
Partai Demokrat menyatakan tidak menutup opsi apa pun untuk mengambil sikap dalam menentukan arah politik ke depannya. Berbagai pilihan untuk menentukan langkah terus dicermati hingga batas akhir pengajuan pasangan calon presiden dan wakil presiden.
Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan Partai Demokrat terbuka dengan semua opsi yang tersedia saat ini. "Apakah itu nanti akan bergabung ke Jokowi (PDIP) atau dengan Prabowo (Gerindra) atau mendorong terbentuknya poros alternatif," ujar Ramadhan saat dihubungi detikcom, Kamis (8/5/2014).
Wakil Sekjen Partai Demokrat Ramadhan Pohan mengatakan Partai Demokrat terbuka dengan semua opsi yang tersedia saat ini. "Apakah itu nanti akan bergabung ke Jokowi (PDIP) atau dengan Prabowo (Gerindra) atau mendorong terbentuknya poros alternatif," ujar Ramadhan saat dihubungi detikcom, Kamis (8/5/2014).
Mungkinkah Mega-SBY Menyatu Dukung Jokowi?
Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengulurkan tangan untuk berkomunikasi dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Meski Mega masih bergeming, SBY kembali melempar pesan koalisi. Akankah Mega-SBY bersatu mendukung pencapresan Jokowi?
SBY menyampaikan harapannya bisa berkomunikasi dengan Mega melalui pernyataannya di jejaring sosial Youtube akhir April lalu. SBY ingin membangun komunikasi dengan niat yang tulus untuk kepentingan bangsa dan negara.
SBY menyampaikan harapannya bisa berkomunikasi dengan Mega melalui pernyataannya di jejaring sosial Youtube akhir April lalu. SBY ingin membangun komunikasi dengan niat yang tulus untuk kepentingan bangsa dan negara.
Adian Napitupulu: Yang Meneror Jokowi Cukup Dijawab dengan Senyuman
Beredarnya gambar ucapan duka cita untuk Ir. Herbertus Joko Widodo
lengkap dengan foto Jokowi merupakan bentuk teror tidak hanya terhadap
Jokowi tetapi juga terhadap para pendukung Jokowi. Hal ini diungkapkan
oleh Adian Napitupulu, Sekjen PENA 98 dalam pernyataannya kepada
Tribunnews.com, Kamis (8/5/2014).
"Teror selalu kembali memaksa kita untuk membuka kembali ingatan kekejaman Orde Baru yang memberi legitimasi pada negara untuk melakukan teror terhadap rakyatnya. Untuk melindungi kepentingan politik dan ekonomi Orde Baru," tegas Adian.
"Teror selalu kembali memaksa kita untuk membuka kembali ingatan kekejaman Orde Baru yang memberi legitimasi pada negara untuk melakukan teror terhadap rakyatnya. Untuk melindungi kepentingan politik dan ekonomi Orde Baru," tegas Adian.
Kubu Jokowi Tetap Kalem Meski Disodori Peti Mati
Ketua Seknas Jokowi, Dono Prasetyo, mengatakan tidak terpancing dengan berita di jejaring sosial yang menyebarkan isu Jokowi meninggal. Menurutunya, berita itu hanyalah kampanye hitam biasa. "Saya rasa masyarakat juga tak akan terpancing karena sudah bisa berpikir jernih," ujar Dono saat dihubungi Tempo, Kamis, 8 Mei 2014.
Pengguna jejaring sosial Facebook dan Twitter digegerkan dengan sebuah berita duka yang mengatakan Gubernur DKI Jakarta juga calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo meninggal.
Berita duka itu berbentuk iklan seperti yang muncul di surat kabar. Jokowi, dalam berita duku itu, digambarkan sebagai warga Tionghoa beragama Nasrani dengan nama Ir Herbertus Joko Widodo alias Oey Hong Liong.
Pengguna jejaring sosial Facebook dan Twitter digegerkan dengan sebuah berita duka yang mengatakan Gubernur DKI Jakarta juga calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo meninggal.
Berita duka itu berbentuk iklan seperti yang muncul di surat kabar. Jokowi, dalam berita duku itu, digambarkan sebagai warga Tionghoa beragama Nasrani dengan nama Ir Herbertus Joko Widodo alias Oey Hong Liong.
Duet Jokowi-JK Ibarat Matahari dan Bulan
Dosen Politik Unas, Firdaus Syam mengatakan bakal calon presiden PDI
Perjuangan Joko Widodo sudah mendapatkan boarding pass capres dengan
dukungan partai Nasdem dan PKB yang sedang menunggu waktu
mendeklarasikan dukungan.
Menurutnya dengan bergabungnya tiga parpol itu akan mendapatkan dukungan mencapai 35 persen.
Namun menurutnya, yang jadi pertanyaan adalah siapa calon wakil presiden yang akan mendampingi Jokowi.
Menurutnya dengan bergabungnya tiga parpol itu akan mendapatkan dukungan mencapai 35 persen.
Namun menurutnya, yang jadi pertanyaan adalah siapa calon wakil presiden yang akan mendampingi Jokowi.
Kampanye Hitam, PDIP: Angin Kian Kencang ke Jokowi
Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Maruarar Sirait mengatakan serangan kepada Joko Widodo sudah lama terjadi. Serangan ini makin meningkat saat Jokowi dideklarasikan sebagai calon presiden oleh PDI Perjuangan. Menurut Maruarar, Jokowi harus bisa menghadapi serangan negatif yang ditujukan kepadanya.
"Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpa," kata Maruarar saat dihubungi, Kamis, 8 Mei 2014. Menurut Maruarar, seorang pemimpin tidak hanya mengalami ujian mengenai visi misi yang dibawa.
"Semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpa," kata Maruarar saat dihubungi, Kamis, 8 Mei 2014. Menurut Maruarar, seorang pemimpin tidak hanya mengalami ujian mengenai visi misi yang dibawa.
Membaca Strategi Jokowi Dekati Para Kiai
Pengamat politik dari Soegeng Sarjadi Syndicate Ari Nurcahyo menilai, bakal calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo, saat ini tengah memainkan strategi untuk mendulang suara kaum santri. Hal ini terkait kunjungan Jokowi ke sejumlah pesantren dan menemui tokoh-tokoh kunci di sejumlah daerah beberapa waktu lalu. Menurutnya, apa yang dilakukan Jokowi merupakan taktik politik cantik.
Ari menyebutkan, dalam upaya "pedekate" ke kalangan santri, ada dua cara yang dilakukan Jokowi. Pertama, katanya, melakukan sowan politik ke sejumlah kiai di Pulau Jawa. Menurut Ari, para kiai memiliki pengaruh signifikan dalam menentukan kemenangan seorang kepala daerah. Mereka memiliki santri dalam jumlah besar yang dapat digerakkan untuk memilih calon tertentu.
Ari menyebutkan, dalam upaya "pedekate" ke kalangan santri, ada dua cara yang dilakukan Jokowi. Pertama, katanya, melakukan sowan politik ke sejumlah kiai di Pulau Jawa. Menurut Ari, para kiai memiliki pengaruh signifikan dalam menentukan kemenangan seorang kepala daerah. Mereka memiliki santri dalam jumlah besar yang dapat digerakkan untuk memilih calon tertentu.
Dulu Protas-protes Jokowi, Kini Dukung Jokowi
Koordinator masyarakat peduli MRT Fatmawati, Lieus Sungkharisma, dulu termasuk yang getol memprotes Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), terkait kebijakan MRT. Kini, dia mendukung Jokowi menjadi presiden dan menggagas "Surat untuk Jokowi".
Saat ditemui di Posko Forum Rakyat, Jalan HOS Cokroaminoto 100 Jakarta Pusat, Rabu (7/5/2014), Lieus mengaku, dia dulu memang kaget ketika Jokowi meresmikan proyek MRT.
Saat ditemui di Posko Forum Rakyat, Jalan HOS Cokroaminoto 100 Jakarta Pusat, Rabu (7/5/2014), Lieus mengaku, dia dulu memang kaget ketika Jokowi meresmikan proyek MRT.
Mungkinkah "Prahara" Jatuhkan Jokowi?
Kabar santer duet PRAHARA (Prabowo Subianto-Hatta Rajasa)
tinggal teken kontrak koalisi saja. Mampukah duet PRAHARA
menghancurkan impian Joko Widodo (Jokowi) yang sampai saat ini masih memuncaki survei capres saat ini?
Peta kekuatan terakir Prabowo-Hatta masih sedikit di bawah Jokowi. Apalagi jika benar rumor yang beredar Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK). Di atas kertas masih sulit bagi Prabowo melibas Jokowi.
Peta kekuatan terakir Prabowo-Hatta masih sedikit di bawah Jokowi. Apalagi jika benar rumor yang beredar Jokowi berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK). Di atas kertas masih sulit bagi Prabowo melibas Jokowi.
Kampanye Hitam "R.I.P Jokowi" Beredar di Facebook
Jelang Pemilihan Presiden 2014, kampanye hitam menyerang Joko Widodo, bakal calon presiden dari PDI Perjuangan. Di Facebook dan Twitter, beredar gambar ucapan duka cita untuk Ir. Herbertus Joko Widodo (Jokowi).
Langganan:
Postingan (Atom)





















