Calon presiden yang diusung Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, ia memiliki kewenangan untuk menentukan siapa tokoh yang akan menjadi calon wakil presidennya. Saat ini, ujar dia, partai masih dalam proses menggodok kriteria yang harus dimiliki cawapres PDIP.
Jokowi menjelaskan, proses memilih cawapres didahului dengan menentukan kriteria-kriteria. Setelah itu, barulah keluar sejumlah nama yang memenuhi persyaratan. Nama-nama itu kemudian dikerucutkan menjadi tiga nama bakal cawapres.
"Terakhir baru diberikan pada capres. Jadi saya yang menentukan," ujar dia dalam konferensi pers di Media Center Jokowi for President, Rabu (9/4/2014).
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Rabu, 09 April 2014
Mesti Menang Pas-pasan, Puan: "Alhamdulillah"
Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) PDI Perjuangan, Puan Maharani terlihat berseri-seri saat menunggui proses hitung cepat (quick count) pemilu legislatif (pileg) di rumah Megawati Soekarnoputri, Kebagusan Jakarta Selatan, Rabu (9/4/2014) sore. Meski belum ada hasil akhir pileg, namun posisi PDIP yang sementara unggul versi hitung cepat membuat Puan merasa percaya diri.
"Satu atau dua jam akan final di semua provinsi. Saya bisa ucapkan alhamdulillah dari hasil saat ini. Taget kami di atas 20 persen," kata Puan.
"Satu atau dua jam akan final di semua provinsi. Saya bisa ucapkan alhamdulillah dari hasil saat ini. Taget kami di atas 20 persen," kata Puan.
Efek Jokowi Tak Kuasa Hadapi Serangan Lawan
Hitung cepat sejumlah lembaga survei di pemilu legislatif menyatakan bahwa Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menjadi jawara di 2014. Namun prediksi PDIP menang besar meleset karena partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu hanya memperoleh suara di bawah 20 persen.
Pengamat Politik UI Andrinof Chaniago menilai efek Jokowi yang tak mampu membawa PDIP menang besar karena banyaknya serangan politik ke gubernur DKI Jakarta itu. Karena itu dia melihat wajar jika efek Jokowi tidak berpengaruh di pemilu legislatif.
Pengamat Politik UI Andrinof Chaniago menilai efek Jokowi yang tak mampu membawa PDIP menang besar karena banyaknya serangan politik ke gubernur DKI Jakarta itu. Karena itu dia melihat wajar jika efek Jokowi tidak berpengaruh di pemilu legislatif.
Jokowi: Terima Kasih Indonesia
Calon presiden PDI Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (Jokowi)
menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh rakyat
Indonesia, karena telah menggunakan hak pilihnya dalam pemilu legislatif
hari ini.
"Terima kasih kepada rakyat, yang pada hari ini telah memberikan kepercayaan mereka kapada PDIP," kata Jokowi saat memantau hitung cepat hasil pemilu legislatif 2014 di Jakarta, Rabu (9/4/2014).
"Terima kasih kepada rakyat, yang pada hari ini telah memberikan kepercayaan mereka kapada PDIP," kata Jokowi saat memantau hitung cepat hasil pemilu legislatif 2014 di Jakarta, Rabu (9/4/2014).
PDIP Unggul, Jokowi: Mesin Politik di Akar Rumput Berjalan
Calon Presiden RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)
Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pertarungan di akar rumput untuk menarik
simpati pemilih dilakukan dengan cara yang bermacam-macam. Hal
tersebutlah yang menyebabkan PDI-P bisa unggul sementara di perhitungan
cepat dalam berbagai lembaga survei.
"Bertarung di akar rumput dilakukan dengan cara macam-macam. Mesinnya bergerak semuanya dibawah, hasilnya yang kita lihat sekarang ini," kata Jokowi saat konferensi pers di posko pemenangan JKW4P, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2014).
"Bertarung di akar rumput dilakukan dengan cara macam-macam. Mesinnya bergerak semuanya dibawah, hasilnya yang kita lihat sekarang ini," kata Jokowi saat konferensi pers di posko pemenangan JKW4P, Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2014).
LSI Prediksi Tiga Pasangan Capres
Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memprediksi hanya tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden bertarung di pemilihan presiden 9 Juli 2014 nanti.
Denny menyebut, ketiganya adalah Joko Widodo bersama PDI Perjuangan dan koalisinya, Aburizal Bakrie dengan koalisinya serta satu lainnya masih diperebutkan.
"Sisanya diperebutkan. Mungkin Prabowo, Wiranto, pemenang konvensi Partai Demokrat atau koalisi partai islam,” kata Denny kepada wartawan di Kantor LSI, Rawamangun, Rabu (9/4/2014).
Denny menyebut, ketiganya adalah Joko Widodo bersama PDI Perjuangan dan koalisinya, Aburizal Bakrie dengan koalisinya serta satu lainnya masih diperebutkan.
"Sisanya diperebutkan. Mungkin Prabowo, Wiranto, pemenang konvensi Partai Demokrat atau koalisi partai islam,” kata Denny kepada wartawan di Kantor LSI, Rawamangun, Rabu (9/4/2014).
Apapun Yang Terjadi, PDIP Tetap Usung Jokowi Capres
PDIP menegaskan tetap mengusung Joko Widodo sebagai calon presiden apapun hasil yang didapat pada pemilihan legislatif 2014. Partai berlambang banteng itu tetap optimis mendapat perolehan suara diatas 20 persen.
"Tetap, kan dari yang kita lihat dari berbagai macam analisis sekurang-kurangnya PDIP akan mendapatkan 21 persen, ya itu yang diberikan rakyat dan kami harus bersyukur dengan angka-angka itu," kata Hasto di kediaman Megawati Soekarnoputri, Kebagusan, Jakarta, Rabu (9/4/2014).
"Tetap, kan dari yang kita lihat dari berbagai macam analisis sekurang-kurangnya PDIP akan mendapatkan 21 persen, ya itu yang diberikan rakyat dan kami harus bersyukur dengan angka-angka itu," kata Hasto di kediaman Megawati Soekarnoputri, Kebagusan, Jakarta, Rabu (9/4/2014).
Analis Asing Sebut Popularitas Jokowi Menyamai Obama
Bakal calon Presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo
dinilai mempunyai kesamaan dengan Presiden Amerika Serikat, Barack
Obama. Pernyataan itu ditulis, Douglas Ramage, analis Bower Group Asia
kepada media Amerika Serikat, CNN.
Douglas Ramage, menyebut semakin meningkatnya popularitas Jokowi memiliki kesamaan dengan popularitas Obama pada pemilu 2008.
Douglas Ramage, menyebut semakin meningkatnya popularitas Jokowi memiliki kesamaan dengan popularitas Obama pada pemilu 2008.
Reaksi PDIP Ketika Tragis Memble di Bawah 20%
Di berbagai quick count, PDIP yang mengusung Jokowi sebagai capres, perolehan suaranya masih belum tembus 20%. Padahal mereka butuh minimal 25% suara nasional untuk mengusung PDIP. Dengan fakta ini, apa reaksi PDIP?
"Kan belum selesai, masih jauh, suara quick count juga baru 50%," kata Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga kepada detikcom, Rabu (9/4/2014).
Eriko masih optimis PDIP bisa meraih target sebesar 27%. PDIP masih berharap perkembangan perhitungan suara membaik untuk PDIP.
"Ini masih kita cermati," ujarnya.
"Kan belum selesai, masih jauh, suara quick count juga baru 50%," kata Wasekjen PDIP Eriko Sotarduga kepada detikcom, Rabu (9/4/2014).
Eriko masih optimis PDIP bisa meraih target sebesar 27%. PDIP masih berharap perkembangan perhitungan suara membaik untuk PDIP.
"Ini masih kita cermati," ujarnya.
Hatta Tak Pungkiri Akan Dampingi Jokowi di Pilpres
Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa, sudah
berkomunikasi intens dengan PDIP. Hatta pun tak memungkiri dirinya akan
mendampingi Joko Widodo dalam Pilpres 2014.
"Kita masih melihat ke depan, dan membuka semua peluang," kata Hatta di Desa Jejawi, OKI, Lampung, Rabu (9/4/2014).
Hatta menegaskan bahwa sejak awal PAN tidak menutup kemungkinan akan koalisi dengan partai mana pun. Koalisi menurut Hatta, adalah keniscayaan dalam sistem parlemen multi partai seperti ini.
"Kita memikirkan bagaimana ke depan ini untuk menyukseskan apa yang sudah dicapai," ujarnya.
"Kita masih melihat ke depan, dan membuka semua peluang," kata Hatta di Desa Jejawi, OKI, Lampung, Rabu (9/4/2014).
Hatta menegaskan bahwa sejak awal PAN tidak menutup kemungkinan akan koalisi dengan partai mana pun. Koalisi menurut Hatta, adalah keniscayaan dalam sistem parlemen multi partai seperti ini.
"Kita memikirkan bagaimana ke depan ini untuk menyukseskan apa yang sudah dicapai," ujarnya.
Pemimpin Nonmiliter Belum Cocok Pimpin Indonesia
Dalam Pemilihan Umum (Pemilu) yang digelar untuk memilih wakil rakyat Indonesia pada 9 April 2014 ini, banyak wacana masyarakat terhadap sosok pemimpin Tanah Air. Beragam wacana itu merupakan aspirasi masyarakat yang haus akan kesejahteraan dari bangsa Indonesia.
Berbagai Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu banyak mencalonkan calon Presiden dari berbagai elemen. Baik dari kalangan militer, dan masyarakat sipil. Salah satunya adalah Bambang (60) warga Menteng, Jakarta Pusat, itu menuturkan kriteria calon pemimpin yang cocok memimpin Indonesia. Menurutnya, Indonesia masih butuh sosok pemimpin dari kalangan militer.
Berbagai Partai Politik (Parpol) peserta Pemilu banyak mencalonkan calon Presiden dari berbagai elemen. Baik dari kalangan militer, dan masyarakat sipil. Salah satunya adalah Bambang (60) warga Menteng, Jakarta Pusat, itu menuturkan kriteria calon pemimpin yang cocok memimpin Indonesia. Menurutnya, Indonesia masih butuh sosok pemimpin dari kalangan militer.
Terbukti Benar: PDIP Kartu Mati, Sangat Sulit Pilpres Satu Putaran
Pencalonan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), tidak memberikan banyak efek terhadap perolehan suara partainya di pemilihan legislatif.
Sebelumnya banyak yang menduga dengan pencalonan Jokowi, bisa membuat PDIP bisa menembus raihan 30 persen suara pileg.
Sebelumnya banyak yang menduga dengan pencalonan Jokowi, bisa membuat PDIP bisa menembus raihan 30 persen suara pileg.
Analisis Bower Group Asia Cermati Gerak-gerik Jokowi
Bakal calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI)
Perjuangan, Joko Widodo, dinilai mempunyai kesamaan dengan Presiden
Amerika Serikat, Barack Obama.
Pernyataan itu ditulis, Douglas Ramage, analis Bower Group Asia kepada media Amerika Serikat, CNN. Douglas Ramage, menyebut semakin meningkatnya popularitas Jokowi memiliki kesamaan dengan popularitas Obama pada pemilu 2008.
Pernyataan itu ditulis, Douglas Ramage, analis Bower Group Asia kepada media Amerika Serikat, CNN. Douglas Ramage, menyebut semakin meningkatnya popularitas Jokowi memiliki kesamaan dengan popularitas Obama pada pemilu 2008.
Jalan 'Pak Lurah' Jokowi ke Istana Masih Panjang dan Curam
Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) selalu menjuarai survei capres saat
ini. Namun hasil survei exit poll menunjukkan perolehan suara PDIP
kurang signifikan. Tentu ini belum hasil akhir Pemilu 2014 namun cukup
menggambarkan jalan pencapresan Jokowi masih panjang.
Adalah mantan wapres Try Sutrisno yang menyebut Jokowi sebagai 'Pak Lurah'. Hal tersebut disampaikan Try saat bertemu Jokowi di TPS 27 Menteng di Taman Suropati, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2014).
Adalah mantan wapres Try Sutrisno yang menyebut Jokowi sebagai 'Pak Lurah'. Hal tersebut disampaikan Try saat bertemu Jokowi di TPS 27 Menteng di Taman Suropati, Jakarta Pusat, Rabu (9/4/2014).
Iriana, Istri Capres Jokowi yang Makin Eksis
Nama Jokowi (52) semakin santer digaung-gaungkan, apalagi setelah
diusung menjadi capres PDIP. Status politik baru itu menyebabkan istri
Jokowi, Iriana (50), mau tak mau juga makin eksis. Maklum, jika Jokowi
gol sebagai RI-1, maka Iriana adalah Ibu Negara.
Kiprah Iriana mulai disorot saat Jokowi menjadi Gubernur DKI. Iriana saat itu juga dilantik menjadi Ketua PKK DKI. Sebagai istri pejabat, penampilan Iriana tampak bersahaja, seperti halnya penampilan istri Wagub DKI Ahok, Veronica Tan.
Kiprah Iriana mulai disorot saat Jokowi menjadi Gubernur DKI. Iriana saat itu juga dilantik menjadi Ketua PKK DKI. Sebagai istri pejabat, penampilan Iriana tampak bersahaja, seperti halnya penampilan istri Wagub DKI Ahok, Veronica Tan.
Pendamping Jokowi Harus Sesai Dengan Kriteria Mega
Di antara terpidana korupsi dan suap yang ikut mencoblos di TPS 49 Lapas Sukamiskin Bandung, yakni mantan Wali Kota Bekasi, Mochtar Muhammad.
Dalam kesempatan itu, Mochtar pun menyampaikan harapannya ke depan. "Saya berharap bahwa Pemilu kali ini dapat meluruskan konstitusi yang sudah kacau tersebut, kembali kepada UUD 45," pintanya kepada wartawan usai mencoblos, Rabu (9/4/2014).
Dan, menurut dia, pemimpin yang bisa meluruskan konstitusi NKRI amburadul hanya Joko Widodo dari PDI Perjuangan.
Dalam kesempatan itu, Mochtar pun menyampaikan harapannya ke depan. "Saya berharap bahwa Pemilu kali ini dapat meluruskan konstitusi yang sudah kacau tersebut, kembali kepada UUD 45," pintanya kepada wartawan usai mencoblos, Rabu (9/4/2014).
Dan, menurut dia, pemimpin yang bisa meluruskan konstitusi NKRI amburadul hanya Joko Widodo dari PDI Perjuangan.
Rhoma Irama Belum Berpikir Jadi Cawapres Jokowi
Raja dangdut Rhoma Irama mengaku belum memikirkan kemungkinannya menjadi cawapres dari Jokowi yang diusung PDI Perjuangan.
Rhoma mengatakan baru akan membicarakan hal tersebut setelah melihat perkembangan poltik, yakni setelah diketahuinya hasil pemilu legislatif.
Rhoma mengatakan baru akan membicarakan hal tersebut setelah melihat perkembangan poltik, yakni setelah diketahuinya hasil pemilu legislatif.
CSIS: Jokowi Effect Memble, PDIP Takmungkin Bisa Tembus 30%
Center for Strategic and Internasional Studies dan lembaga survei Cyrus Network memperkirakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mustahil bisa meraup 30 persen suara pada Pemilu Umum Legislatif 2014 digelar hari ini. Menurut peneliti CSIS, Philip J. Vermonte, dari jajak pendapat pemilih (exit poll), hanya didapat angka 19,26 persen suara.
Philip meyakini, hasil exit poll itu tidak bakal jauh beda dengan hitung cepat. Dia beranggapan pengaruh dari deklarasi pencalonan Joko Widodo menjadi bakal calon presiden tidak berpengaruh banyak.
Philip meyakini, hasil exit poll itu tidak bakal jauh beda dengan hitung cepat. Dia beranggapan pengaruh dari deklarasi pencalonan Joko Widodo menjadi bakal calon presiden tidak berpengaruh banyak.
Ini Kriteria Partai yang Akan Diajak Koalisi oleh PDIP
Calon Presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Joko
Widodo, menuturkan partainya akan membicarakan masalah koalisi dengan
partai lain setelah hasil perolehan suara Pemilu Legislatif resmi
keluar.
"Koalisi semua sudah dibicarakan. Hanya setelah pileg akan lebih intens. Akan lebih banyak ketemu partai yang lain," kata Jokowi di Taman Suropati, Rabu (9/4/2014).
"Koalisi semua sudah dibicarakan. Hanya setelah pileg akan lebih intens. Akan lebih banyak ketemu partai yang lain," kata Jokowi di Taman Suropati, Rabu (9/4/2014).
Asal Direstui Prabowo, Ahok Siap Jadi Cawapresnya Jokowi
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku siap seandainya dirinya diminta menjadi calon wakil presiden, dipasangkan dengan Calon presiden Joko Widodo.
"Mendampingi Pak Jokowi sebagai cawapres itu mukjizat. Tapi semuanya tergantung Pak Prabowo," kata Ahok ditemui saat memberikan hak suara dalam pemilu legislatif di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 67, Kelurahan Pluit, Jakarta Utara, Rabu (9/4) siang.
Ahok mengatakan, saat ini banyak tokoh yang dekat dengan Jokowi untuk melakukan penjajakan terkait pencalonan presiden Jokowi.
"Mendampingi Pak Jokowi sebagai cawapres itu mukjizat. Tapi semuanya tergantung Pak Prabowo," kata Ahok ditemui saat memberikan hak suara dalam pemilu legislatif di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 67, Kelurahan Pluit, Jakarta Utara, Rabu (9/4) siang.
Ahok mengatakan, saat ini banyak tokoh yang dekat dengan Jokowi untuk melakukan penjajakan terkait pencalonan presiden Jokowi.
Hercules: Rakyat Pilih Jokowi
Terdakwa kasus dugaan tindak pemerasan Hercules Rozario Marshall mencoblos di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang, Jakarta Timur.
Mengenakan kemeja putih, Hercules menuju bilik suara. "Sudah ada pilihan, sebagai warga negara yang baik, kita punya hak pilih. Partai mana, partai mana yang di pilih, saya sendiri yang tahu," katanya sebelum mencoblos di TPS Lapas Cipinang, Rabu (9/4/2014).
Mengenakan kemeja putih, Hercules menuju bilik suara. "Sudah ada pilihan, sebagai warga negara yang baik, kita punya hak pilih. Partai mana, partai mana yang di pilih, saya sendiri yang tahu," katanya sebelum mencoblos di TPS Lapas Cipinang, Rabu (9/4/2014).
Jokowi Tiba-tiba Pulang ke Solo & Ajak Ibunda Ziarah Makam Bapaknya
Gubernur DKI Jakarta yang juga bakal calon presiden (capres) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (Jokowi) berziarah ke makam ayahnya, 3 hari menjelang pemilu. Ziarah dilakukan Jokowi bersama ibundanya, Sujiatmi Notomihardjo,di pemakaman kawasan Sumber, atau hanya berjarak ratusan meter dari rumahnya.
"Minggu malam kemarin tiba-tiba pulang dan ngajak nyekar (ziarah), kami hanya berdua," ujar Sujiatmi, saat ditemui wartawan usai mendatangi TPS Tirtoyoso, Manahan, Solo, Rabu (9/4/2014).
"Minggu malam kemarin tiba-tiba pulang dan ngajak nyekar (ziarah), kami hanya berdua," ujar Sujiatmi, saat ditemui wartawan usai mendatangi TPS Tirtoyoso, Manahan, Solo, Rabu (9/4/2014).
Ibunda Jokowi: Semoga Joko Lancar Nyapres
Keluarga Jokowi, ibu dan anaknya, menggunakan hak pilih di Solo. Ibunda
Jokowi berharap agar partai yang mendukung anaknya, PDI Perjuangan,
memperoleh dukungan di atas 20 persen sehingga rencana pencapresan anak
sulungnya lancar dan berlanjut.
Ibunda Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo, menggunakan hak pilihnya TPS 22 Manahan, yang berada di Jalan Ahmad Yani No 331, Tirtoyoso, Manahan, Solo, Rabu (9/4/2014).
Sebelum Sujiatmi datang, terlebih dulu anak perempuan Jokowi, Kahiyang Ayu, tiba di TPS sekitar pukul 10.15 WIB, dengan berjalan kaki.
Ibunda Jokowi, Sujiatmi Notomiharjo, menggunakan hak pilihnya TPS 22 Manahan, yang berada di Jalan Ahmad Yani No 331, Tirtoyoso, Manahan, Solo, Rabu (9/4/2014).
Sebelum Sujiatmi datang, terlebih dulu anak perempuan Jokowi, Kahiyang Ayu, tiba di TPS sekitar pukul 10.15 WIB, dengan berjalan kaki.
Para Kandidat Presiden Indonesia di Mata Media Asing
Pemilihan umum yang tengah berlangsung di Indonesia -- negara demokrasi
terbesar setelah AS dan India -- juga menjadi sorotan media asing.
Kandidat-kandidat yang mengajukan diri sebagai calon presiden juga tak
lepas dari sorotan, meski pemilihan presiden masih lama digelarnya.
Nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi merupakan salah satu kandidat yang cukup sering disorot oleh media asing. Media AS, CNN menyebut Jokowi sebagai sosok karismatik yang bahkan bisa dibandingkan dengan Barack Obama pada pemilu 2008 lalu.
Nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi merupakan salah satu kandidat yang cukup sering disorot oleh media asing. Media AS, CNN menyebut Jokowi sebagai sosok karismatik yang bahkan bisa dibandingkan dengan Barack Obama pada pemilu 2008 lalu.
Jokowi Anggap Pileg Satu Tahapan Menuju Kemenangan
Calon presiden dari PDI Perjuangan, Joko Widodo alias Jokowi mengingatkan pemilu legislatif (pileg) hari ini baru satu tahapan untuk merebut kemenangan. Menurutnya, masih ada tahapan-tahapan pemilu yang harus dikawal.
“Ini (pileg, red) satu etape yang akan kita teruskan di etape berikutnya,” kata Jokowi dalam jumpa pers usai mendampingi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri usai menggunakan hak pilih di TPS 035 Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
“Ini (pileg, red) satu etape yang akan kita teruskan di etape berikutnya,” kata Jokowi dalam jumpa pers usai mendampingi Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri usai menggunakan hak pilih di TPS 035 Kelurahan Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Usai Nyoblos, Jokowi Ceramah di Rumah Megawati
Usai mendampingi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri mencoblos, kandidat calon presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan imbauan kepada kader partainya. Kepada seluruh kader PDIP yang hadir di rumah Megawati, Kebagusan, Jakarta Selatan, Jokowi meminta untuk bahu membahu memenangkan partai.
Imbauan itu tidak hanya berlaku untuk kader yang berada di pusat, tetapi bagi seluruh anggota partai banteng yang ada di daerah.
Imbauan itu tidak hanya berlaku untuk kader yang berada di pusat, tetapi bagi seluruh anggota partai banteng yang ada di daerah.
Usai Coblosan, Megawati Harapkan Bantuan
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menggunakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara (TPS) 035, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Megawati usai menggunakan hak pilih di TPS yang persis berada di depan rumah Megawati itu mengaku butuh bantuan kader PDIP dan masyarakat untuk mengawal suara hasil pencoblosan.
“Saya harap pemilu ini jujur dan adil. Kami konsolidsikan kekuatan PDI Perjuangan. Saya berharap warga yang bersimpati ke PDIP membantu kami dan mengawal sampai selesainya penghitungan akhir untuk menghindari proses manipulasi perhitungan suara,” katanya dalam jumpa pers usai pencoblosan.
“Saya harap pemilu ini jujur dan adil. Kami konsolidsikan kekuatan PDI Perjuangan. Saya berharap warga yang bersimpati ke PDIP membantu kami dan mengawal sampai selesainya penghitungan akhir untuk menghindari proses manipulasi perhitungan suara,” katanya dalam jumpa pers usai pencoblosan.
Langganan:
Postingan (Atom)



.jpg)





















