Senin, 17 Maret 2014

Relawan "Jokowi untuk Presiden" Bermunculan di Jember

Sejumlah alat peraga bertuliskan dukungan terhadap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden mulai bertebaran di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (17/3/2014).
Alat peraga tersebut dipasang oleh komunitas yang mengatasnamakan relawan pendukung Jokowi Jember (Rape-Jo). Pada gambar tersebut tertulis pesan, "Jokowi Presiden, Indonesia Bejo".
"Saat ini kami sudah memiliki 20 orang relawan pendukung Jokowi yang tersebar di seluruh daerah pemilihan (dapil) yang ada di Jember," kata koordinator Rape-Jo, Lukman Winarno.

Ketika Agus Pambagyo Meradang: Prestasi Jokowi NOL BESAR!

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagyo menilai tidak ada kemajuan berarti dalam bidang transportasi yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Sederet moda transportasi perkotaan dibangun dengan pijakan yang lemah.
Dosen Universitas Paramadina Jakarta ini menambahkan, masyarakat justru bingung dengan kebijakan transportasi yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. Selain itu, biaya transportasi yang harus ditanggung oleh masyarakat di ibukota pun cenderung mahal.

Surva-surve eLSiD: Pencapresan Jokowi Dongkrak Elektabilitas PDIP Jabar

Langkah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi yang mendapat mandat sebagai calon Presiden RI oleh PDI Perjuangan pada Pemilu 2014 berdampak naiknya elektabilitas partai itu.

"Efek pencapresan Pak Jokowi itu ternyata berpengaruh ke suara parpolnya di Jawa Barat. Sebelumnya, elektabilitas PDIP di Jabar di bawah 20 persen, sekarang mencapai 20,8 persen. Ini ada peningkatan signifikan," kata Ketua Lembaga Studi Informasi dan Demokrasi (eLSiD) Deddi Barnadi di Kota Bandung, Senin (17/3/2014).

Ia mengatakan "Jokowi Effect" memang terbukti benar karena PDI Perjuangan yang pada beberapa survei terdahulu oleh lembaga-lembaga survei nasional hanya memperoleh 16 persen sampai 17 persen namun sekarang begitu perkasa berada di angka 20,8 persen.

PDIP Tidak Masalah Semua Diambil Gerindra

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi DKI Jakarta, Boy Bernardi Sadikin mengutarakan tidak masalah, jika nantinya posisi Wakil Gubernur DKI Jakarta diisi oleh kader Partai Gerindra.
"Ya sudah diambil saja semuanya, tidak apa-apa," ujar Boy di Balai Kota, Jakarta, Senin (17/3/2014).
Namun, Boy yang merupakan anak dari mantan Gubernur DKI Ali Sadikin ini mengatakan masalah ini sebaiknya mengacu pada mekanisme perjanjian antara PDI Perjuangan dengan Partai Gerindra.

Jokowi Nyapres, PDIP Belum Bahas Pergantian Pimpinan DKI

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mendeklarasikan diri menjadi calon presiden (Capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Rumah si Pitung, Marunda, Jakarta Utara, Jumat, 14 Maret 2014.
Apabila Jokowi meninggalkan kursi gubernur, otomatis Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) akan naik menggantikannya. Bila demikian, posisi wakil gubernur DKI Jakarta menjadi kosong.

Suryadharma Ali: PPP Siap Dukung Jokowi

Menteri Agama RI yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali, menegaskan siap mendukung Joko "Jokowi" Widodo sebagai calon presiden.
Hal tersebut, ia tegaskan dalam acara silaturahim dan peresmian rusunawa Pondok Pesantren se-Malang Raya di Pondok Pesantren Shirotul Fuqoha, Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Senin (17/3/2014).

Aktivis Sulsel: Nilai Penghargaan Jokowi Jauh Lebih Tinggi

Aktivis Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Sulsel, Juanto, mengakui nilai penghargaan yang diraih Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) jauh lebih tinggi daripada jumlah penghargaan yang diklaim Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Mantan Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Alauddin Makassar ini menanggapi klaim penghargaan SYL, dimuat portal Tribun Timur.com, http://makassar.tribunnews.com/2014/03/17/syahrul-yasin-limpo-tegaskan-pengharaanya-lebih-banyak-daripada-jokowi
"Jokowi bahkan pernah diakui wali kota terbaik dunia sebelum jadi gubernur.

Yayat Kembali Kalab: Jokowi Belum Beri Bukti Ke Warga DKI

Pengamat Perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna menilai Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) belum mencapai taraf pemimpin yang memberikan bukti mengenai perubahan Jakarta.
"Kalau seperti itu, konteks Jokowi hanya pemberi harapan, bukan pembuktian. Apa yang dilakukan Jokowi masih berjalan, belum terbukti belum dan belum teruji," ujar Yayat, Senin (17/3/2014).
Sebab, Yayat melihat program yang disampaikan Jokowi sejak kampanye hingga kurang lebih 1,5 tahun kepemimpinannya belum dirasakan seluruhnya oleh masyarakat.

Meilani: Kalau Takut Jokowi Mending Tak Usah Ada Pemilu

Politikus senior Partai Demokrat, Melani Leimena Suharli menyatakan partainya tidak takut dengan keputusan PDI Perjuangan mencalonkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden 2014.
Menurutnya Partai Demokrat menerima kenyataan bahwa popularitas Jokowi paling tinggi. Namun dia menekankan mesin partainya juga terus merapatkan barisan untuk memenangkan Pemilu. "Kalau takut mending gak usah ada pemilu presiden lagi ya. Tapi semua tetap harus konsolidasi berjuang. Kita tahu Jokowi popularitasnya paling tinggi. Tapi kita gak bisa pesimis," kata Melani di Senayan, Jakarta, Senin (17/3/2014).

Meskipun Sering Mencemooh Jokowi, Irman Gusman Siap Jadi Cawapres Jokowi

Munculnya desakan para pihak agar Partai Demokrat segera menunjuk calon presiden (Capres),  Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman  Gusman yang juga peserta konvensi tetap optimistis terpilih.
Menurutnya, masih ada waktu 45 hari lagi untuk menjalankan strategi pemenanganan. Ia mengatakan tidak keberatan jika ada calon lain dianggap lebih populer.
"Saya tetap bekerja keras, masih ada waktu, berbagai strategi saya siapkan minggu-minggu ini," ujar Irman ketika dihubungi, Senin (17/3/2014).

Upik, Dukun Cilik asal Sumsel Sebut Jokowi Pasti Jadi presiden

Nama Joko Widodo atau kerap dikenal dengan nama Jokowi, memang sudah akrab di telinga masyarakat Indonesia. Apalagi, Jokowi baru saja didaulat PDI Perjuangan sebagai bakal calon presiden (capres) RI) dari partai itu pemilihan presiden mendatang.
Pencapresan Jokowi ini ternyata disambut baik Taufik Hidayat bin Afwandi alias Upik (11), pelajar kelas 5 SD di Desa Petanang, Kecamatan Lembak, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Agum Gumelar: Pendamping Jokowi Harus dari Militer

Resmi maju sebagai Calon Presiden (Capres) dari kubu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mendapat dukungan dari sejumlah kalangan. Salah satunya, Mantan Menkopolhukam Jenderal (Purn) TNI AD, Agum Gumelar.
Ditemui usai menghadiri serah terima jabatan Rektor di Universitas Pancasila (UP) Jakarta Selatan, Agum mengakui Joko Widodo, atau yang akrab disapa Jokowi ini adalah sosok yang layak menjadi seorang pemimpin.

Jokowi Kerempeng Tapi Banteng

Kampanye akbar di Lapangan Gor Pancasila, Surabaya, Jawa Timur, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menantang massa untuk memenangkan Pemilu Legislatif 2014.
"Saya sudah memberikan yang kalian minta. Kalian meminta Jokowi sebagai presiden, sudah saya berikan, maka kalian berkewajiban untuk mengantarkan Jokowi sebagai presiden," kata Megawati dalam pidatonya.
Untuk mengantarkan Jokowi sebagai presiden, kata Megawati, dalam Pemilu Legislatif mendatang, PDIP harus mendapat suara 20 persen.

Ahok Minta Jokowi Jangan Mundur Sebagai Gubernur

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berharap Joko Widodo (Jokowi) tidak mundur sebagai gubernur meski maju sebagai calon presiden. Ia mengaku akan merasa kehilangan jika Jokowi terpilih menjadi presiden.
"Ya, pasti merasa kehilangan lah. Tapi kan kalau beliau jadi presiden pasti ada orang yang membantunya.

Relawan Jakarta Baru Tinggalkan Jokowi

Anak buah Prabowo yang menjabat Ketua Tim Relawan Jakarta Baru pendukung Joko Widodo (Jokowi) saat Pilkada DKI Jakarta, Ade Ardiansyah Utama mengatakan sekitar 180 perwakilan tim relawan, Senin (17/3/2014) hari ini mencabut mandat Jokowi sebagai gubernur.
Mereka mengaku kecewa karena Jokowi lebih mementingkan mandat Ketua Umum PDIP menjadi calon presiden pada pemilu 2014 dan melupakan mandat rakyat Jakarta yang telah memilihnya untuk mengubah wajah ibukota.

ARM NTB Deklarasikan Dukung Jokowi

Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar deklarasi dukungan untuk Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon Presiden pada pemilu 2014.
Deklarasi berlangsung di depan Taman Rinjani dan Taman Makam Pahlawan, di Selong, Kabupaten Lombok Timur, sekitar 60 kilometer dari Kota Mataram, ibukota Provinsi NTB, Senin (17/3/2014).
Koordinator ARM NTB, Adha Suci Makbullah, Senin (17/3/2014), mengatakan elemen ARM selain poros pemuda mahasiswa Indonesia Timur, juga pengurus dan anggota Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo), Serikat Pekerja Nasional (SPN), Serikat Tani Merdeka (STN), Forum Petani Tembakau, Pemuda Tirtanadi, Pemuda Sasak, Pemuda Sangapati, Pedagang Kaki Lima, anak jalanan, dan asosiasi sopir angkutan umum serta pemuda desa.

Warga Surabaya Keewa Jokowi Tak Ikut Kampanye

Sejumlah warga yang tinggal di sekitar rumah kelahiran Bung Karno, kawasan Jalan Pandean Surabaya, Jawa Timur, mengaku kecewa karena bakal calon Presiden Joko Widodo atau Jokowi tak hadir mendampingi Megawati Soekarnoputri, Senin (17/3/2014).
"Kami senang Bu Mega hadir, tapi lebih senang lagi kalau Jokowi datang. Kami penasaran sama dia," ujar Wariyah, warga setempat ketika ditemui.
Beberapa warga lainnya juga kompak mengaku kecewa ketidakhadiran Gubernur DKI Jakarta tersebut. Mereka berharap suatu saat Jokowi bisa mengunjungi kembali kampung tempat kelahiran mantan Presiden Soekarno itu.

Jokowi: Orang Kaya Tapi Pajaknya Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), memperingatkan kalangan menengah ke atas untuk segera membayar wajib pajak sesuai aturan yang ada.
Menurut Jokowi, pihaknya akan berkerja sama dengan Ditjen Pajak dalam memperkuat baseline data base, untuk memperingatkan orang yang mampu membeli apartemen dan mobil agar membayar pajak.
"Yah nanti kita ini kan nanti memperkuat baseline data kita jadi wajib pajak siapa yg sudah dan wajib pajak mana yang belum," ujarnya usai mendatangani perjanjian kerja sama dengan Ditjen Pajak terkait optimalisasi penerimaan pajak di Gedung Balai Kota, Jakarta, Senin (17/3/2014).

Jokowi Bukan Jaminan Perbaikan Ekonomi Indonesia

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah akhir pekan lalu banyak dianggap reaksi pasar akibat euforia pencapresan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Meski begitu sejumlah pengamat menilai belum tentu jika Jokowi terpilih menjadi presiden lantas ekonomi Tanah Air akan membaik meskipun reputasi Jokowi untuk menggenjot PAD DKI menembus 72T dalam waktu tak sampai 2 tahun memerintah DKI.
Analis Mandiri Sekuritas, John Rachmat, mengatakan perlambatan ekonomi akan terus berlanjut jika tidak ada keseimbangan antara segi politik dan ekonomi.

Wacik: Capres PDIP Jangan Banyak Dikomentari

Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat, Jero Wacik meminta agar pencapresan Joko Widodo alias Jokowi oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tak usah banyak dikomentari.
"Itu rumah tangga partai sahabat saya, PDIP. Biarkan itu, jangan banyak dikomentari. Kita berjalan saja. Kita lihat saja," kata Wacik di Denpasar, Bali, Senin (17/3/2014).
Jero berharap agar semua pihak, termasuk PDIP, untuk terus menjalin komunikasi yang baik dengan sesama parpol.

Jokowi Presiden, IHSH Tembus 5.550

PT Mandiri Sekuritas memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mencapai posisi 5.550, jika Jokowi menjadi presiden Indonesia.
Analis Mandiri Sekuritas, John Rachmat mengatakan, kandidat yang baru saja mengumumkan sebagai calon presiden pada Jumat (14/3/2014), terlihat sangat market friendly sehingga dapat membuat IHSG naik.

Mega-Prabowo Kalah 2009, Perjanjian Batu Tulis Batal

Wakil Ketua Fraksi PDIP di DPR RI, Adang Ruchiatna menilai perjanjian Batu Tulis antara PDIP dengan Gerindra telah gugur. Sebabnya Pemilu 2009 lalu, pasangan Mega-Prabowo dikalahkan SBY-Boediono.
Jadi sah saja jika Pemilu 2014 ini, PDIP mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden.

NJOP DKI Setinggi Langit, Diskon Bagi Yang Belum Mampu

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah memutuskan menaikkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah pada 2014. Kenaikan NJOP di Jakarta bervariasi, disesuaikan dengan lokasi wilayah. Rata-rata besaran kenaikan NJOP ini mencapai 20-140 persen.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berjanji bakal memberikan keringanan pada warga yang terbebani. Namun, calon presiden dari PDIP ini, meyakinkan sebelum memberikan keringanan akan mengevaluasinya terlebih dahulu.

Pengusaha Ibu Kota Berat Melepas Jokowi

Kalangan pengusaha di wilayah DKI Jakarta merasa berat untuk merelakan Gubernur Joko Widodo (Jokowi) turun ke gelanggang pemilihan calon presiden tahun ini. Pasalnya selama Jokowi menjadi gubernur Jakarta, pengusaha menilai dia berhasil memperbaiki iklim usaha dan kepercayaan investor di ibu kota.
"Harapan pengusaha kepada Jokowi memang tinggi," ujar Ketua Umum DPD Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia Jakarta, dan Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta, Sarman Simanjorang, Senin (17/3/2014).

Hatta Pastikan Tak Akan Pernah Koalisi dengan PDIP

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa menyambut baik pencalonan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai bakal calon Presiden RI dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Hal itu, dikatakan Hatta Rajasa usai berkampanye di Batam, Kepulauan Riau, Senin (17/3/2014).
Meski begitu, ia memastikan PAN tidak akan berkoalisi dengan PDIP dalam Pemilihan Presiden yang dijadwalkan pada 9 Juli mendatang.

APBD DKI Tembus Rp 72 Triliun, Menkeu Puji Jokowi

Menteri Keuangan Chatib Basri datang ke Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/3/2014) untuk menyaksikan penandatanganan kerjasama Direktorat Jenderal Pajak, dengan Pemprov DKI Jakarta. Di hadapan Jokowi, Chatib memaparkan kinerja Kementerian Keuangan, terutama Dirjen Pajak.
"Pak Gubernur, izinkan saya sedikit menyampaikan, dari sekitar Rp 1.676 triliun target pendapatan negara, sebanyak Rp 1.280 triliun di antaranya dari pajak, karena pajak berperan sentral," jelas Chatib di hadapan Jokowi saat menyampaikan sambutan dalam penandatanganan kerjasama antara Pemprov DKI Jakarta dan Dirjen Pajak di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/3/2014).

Pengusaha Logistik: Jokowi Banyak Bekerja, Tak Banyak Bicara

Pengusaha logistik menilai pencalonan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjadi capres memberi makna positif bagi Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI). Pasalnya, semua program kerja Jokowi dikerjakan dengan cepat tanpa banyak teori dan bicara.
"Jokowi sering punya terobosan baru, Jokowi nggak banyak teori," ujar Ketua ALFI, Iskandar Zulkarnain, Senin (17/3/2014).
Selain itu Iskandar menilai Jokowi bisa memangkas birokrasi yang banyak dan lambat di dalam negeri.