PDI Perjuangan (PDIP) resmi mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden. Pencalonan Jokowi menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan.
Menurut Pengamat Komunikasi Politik Universitas Paramadina (asal peserta konvensi Partai Demokrat Anies Baswedan), Hendry Satrio, pencalonan Jokowi terlalu terburu-buru.
"Pendeklarasian Jokowi sebagai capres PDIP semacam menjadi sebuah pertaruhan beresiko untuk PDIP dan Megawati sebagai pemberi mandat. Karena bila Jokowi kalah, akan membawa dampak negatif terhadap PDIP dan Jokowi sendiri baik dari segi tren dan popularitas.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Senin, 17 Maret 2014
Abraham Samad Tak Berminat Dampingi Jokowi Sebagai Cawapres
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad sama sekali
tidak berminat untuk terjun ke dunia politik. Dengan tegas, Abraham akan
menolak jika ada tawaran untuk menjadi calon wakil presiden dalam
pemilu tahun ini.
Hal itu dikatakan olehnya ketika ditanya apakah dirinya bersedia jika Prabowo Subianto, calon presiden yang diusung Partai Gerindra meminangnya menjadi calon wakil presiden.
"Saya cuma mau menjadi ketua KPK sampai selesai," kata Abraham, Jakarta, Senin (17/3/2014).
Abraham menjelaskan ia akan merampungkan jabatan yang diamanatkan padanya sejak akhir 2012.
Hal itu dikatakan olehnya ketika ditanya apakah dirinya bersedia jika Prabowo Subianto, calon presiden yang diusung Partai Gerindra meminangnya menjadi calon wakil presiden.
"Saya cuma mau menjadi ketua KPK sampai selesai," kata Abraham, Jakarta, Senin (17/3/2014).
Abraham menjelaskan ia akan merampungkan jabatan yang diamanatkan padanya sejak akhir 2012.
Petinggi Demokrat Puji Pencapresan Jokowi
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Darwin Zahedy Saleh mengakui dia mengirimkan pesan berantai ihwal pencalonan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Menurut dia, apa yang dia lakukan bukanlah dukungan tetapi apresiasi sebagai anggota partai politik lain.
"Pernyataan Megawati memberi konotasi, Jokowi bukan hanya calon presiden partai tersebut semata," kata Darwin saat dikonfirmasi, Senin (17/3/2014).
Dia mengatakan, berita penetapan calon presiden sesuatu yang penting bagi masyarakat Indonesia. Pencalonan Aburizal dan Prabowo, kata dia, sudah diketahui sejak lama. "Jokowi baru muncul."
"Pernyataan Megawati memberi konotasi, Jokowi bukan hanya calon presiden partai tersebut semata," kata Darwin saat dikonfirmasi, Senin (17/3/2014).
Dia mengatakan, berita penetapan calon presiden sesuatu yang penting bagi masyarakat Indonesia. Pencalonan Aburizal dan Prabowo, kata dia, sudah diketahui sejak lama. "Jokowi baru muncul."
Bukti Belum cukup, Anak Buah Prabowo Gagal Gugat Jokowi
Para Advokat yang tergabung dalam Tim Advokasi Jakarta Baru, yang merupakan anak buah Prabowo, urung melayangkan gugatan Class Action terkait pencapresan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Informasinya gagalnya gugatan tersebut karena belum memiliki bukti yang cukup.
"Iya masih kumpulin bukti seperti administrasi dan bukti video," kata Koordinator Jakarta Baru Habiburokhman, saat dihubungi wartawan, Senin (17/3/2014).
"Iya masih kumpulin bukti seperti administrasi dan bukti video," kata Koordinator Jakarta Baru Habiburokhman, saat dihubungi wartawan, Senin (17/3/2014).
Jokowi Akan Kejar Pengemplang Pajak
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menegaskan pihaknya akan terus mengejar wajib pajak yang tidak menunaikan kewajibannya membayar pajak di Jakarta.
"Siapa yang belum kan banyak tuh apartemen-apartemen yang sampai 3 miliar, 12 Miliar yang tidak berkontribusi sama pajak," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin (17/3/2014).
Selain pemilik apartemen dengan harga yang tinggi, Jokowi mengatakan banyak juga pemilik kendaraan pribadi yang tidak menunaikan kewajibannya membayar pajak.
"Mobil, yang beli mobil setiap hari, masa kecil banget pajaknya," kata Jokowi.
"Siapa yang belum kan banyak tuh apartemen-apartemen yang sampai 3 miliar, 12 Miliar yang tidak berkontribusi sama pajak," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin (17/3/2014).
Selain pemilik apartemen dengan harga yang tinggi, Jokowi mengatakan banyak juga pemilik kendaraan pribadi yang tidak menunaikan kewajibannya membayar pajak.
"Mobil, yang beli mobil setiap hari, masa kecil banget pajaknya," kata Jokowi.
Prabowo Kalab, PDIP Tutup Telinga
Calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mengingatkan
rakyat Indonesia agar berhati-hati dalam memilih pemimpin. Dia
menyatakan, pemimpin Indonesia itu harus konsisten dengan ucapannya.
Kalau syarat itu tidak dimiliki seorang calon pemimpin, hal itu bisa berbahaya bagi kelangsungan bangsa Indonesia. "Sabda pandhita ratu, tan kena wola wali. Berbudi bawa laksana. Berbahaya, jika pemimpin Indonesia mencla-mencle. Gunakan hak pilih saudara," kata Prabowo melalui akun Twitter, @Prabowo08 pada Senin (17/3/2014).
Kalau syarat itu tidak dimiliki seorang calon pemimpin, hal itu bisa berbahaya bagi kelangsungan bangsa Indonesia. "Sabda pandhita ratu, tan kena wola wali. Berbudi bawa laksana. Berbahaya, jika pemimpin Indonesia mencla-mencle. Gunakan hak pilih saudara," kata Prabowo melalui akun Twitter, @Prabowo08 pada Senin (17/3/2014).
Ahok Tetap Kendalikan Rapim Meski Ada Jokowi
Seperti biasanya, setiap hari Senin, digelar rapat pimpinan (rapim)
untuk koordinasi pelaksanaan pembangunan di Jakarta selama satu pekan ke
depan. Namun yang tidak biasa, terlihat Wakil Gubernur DKI Jakarta
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memimpin rapim, meskipun Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ada dalam rapat tersebut.
Apakah ini pertanda Jokowi sedang mempersiapkan Ahok sebagai penggantinya ketika dia melangkah maju menjadi calon presiden (capres)?
Apakah ini pertanda Jokowi sedang mempersiapkan Ahok sebagai penggantinya ketika dia melangkah maju menjadi calon presiden (capres)?
Jokowi Enggan Bicarakan Pencapresannya di Dalam Pagar Balai Kota
Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) hari ini masuk kerja untuk pertama
kalinya setelah ditetapkan menjadi capres PDIP. Namun dia menegaskan
dirinya tak mau membicarakan pencapresannya selama dia berada di Balai
Kota DKI.
"Saya tidak mau bicarakan pencapresan selama ada di dalam pagar. Di ruangan ini tidak ada yang tanya itu," kata Jokowi di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (17/3/2014).
"Saya tidak mau bicarakan pencapresan selama ada di dalam pagar. Di ruangan ini tidak ada yang tanya itu," kata Jokowi di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (17/3/2014).
Jokowi Segera Bayar Gaji Petugas Kebersihan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sudah mendapatkan kabar mengenai belum dibayarnya honor petugas kebersihan selama tiga bulan. Menurut Jokowi, itu bukan tanggung jawab dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
"Sudah saya cek tapi itu swasta, jangan dilihat itu kita. Tapi nanti tetep kita urus," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/3/2014).
Walaupun begitu, dia akan mencoba memecahkan masalah ini. Sebab Pemprov DKI Jakarta masih memiliki banyak anggaran untuk membayar mereka.
"Sudah saya cek tapi itu swasta, jangan dilihat itu kita. Tapi nanti tetep kita urus," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/3/2014).
Walaupun begitu, dia akan mencoba memecahkan masalah ini. Sebab Pemprov DKI Jakarta masih memiliki banyak anggaran untuk membayar mereka.
Wanda Hamidah Pilih Jokowi
Meski berharap Joko Widodo (Jokowi) menyelesaikan tugasnya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Wanda Hamidah mendukung pencapresan politisi PDIP itu. Jika dibandingkan dengan Aburizal Bakrie atau Prabowo Subianto, dia lebih memilih Jokowi.
"Kita lihat dulu siapa (pesaing) capres lainnya. Kalau Prabowo, enggak deh. Apalagi Ical, enggak banget, deh. Kalau disandingkan dengan mereka, ya saya pilih Jokowi dong," kata Wanda.
Bagaimana jika Jokowi bersaing dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa?
"Kita lihat dulu siapa (pesaing) capres lainnya. Kalau Prabowo, enggak deh. Apalagi Ical, enggak banget, deh. Kalau disandingkan dengan mereka, ya saya pilih Jokowi dong," kata Wanda.
Bagaimana jika Jokowi bersaing dengan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa?
Jokowi Mengakar di Pelosok Sultra
Joko Widodo (Jokowi), calon presiden dari PDI Perjuangan, dinilai bisa menyelesaikan berbagai persoalan bangsa jika mendapat amanah menjadi Presiden Indonesia.
Penilaian terhadap lelaki yang akrab disapa Jokowi tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Sulawesi Tenggara, Hugua, di Kendari, Senin (17/3/2014).
"Pengalaman Jokowi sebagai Wali Kota Solo dua periode dan saat ini menjabat Gubernur DKI Jakarta cukup meyakinkan untuk membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik," katanya sembari menambahkan bahwa Jokowi sangat memahami kearifan budaya lokal masyarakat.
Penilaian terhadap lelaki yang akrab disapa Jokowi tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Sulawesi Tenggara, Hugua, di Kendari, Senin (17/3/2014).
"Pengalaman Jokowi sebagai Wali Kota Solo dua periode dan saat ini menjabat Gubernur DKI Jakarta cukup meyakinkan untuk membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik," katanya sembari menambahkan bahwa Jokowi sangat memahami kearifan budaya lokal masyarakat.
Jokowi Laporkan Bendera PDIP ke Bawaslu
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah mengetahui bahwa di depan rumah dinasnya terpasang bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Dia menyatakan akan segera minta pihak terkait menurunkannya. "Nanti saya telepon Bawaslu dan Satpol PP," kata Jokowi di Balai Kota, Senin, 17 Maret 2014. "Pagi ini langsung (saya telepon)."
Menurut Jokowi, memang masih banyak masyarakat dan kader-kader partai yang belum mengetahui mengenai area-area yang dilarang dipasangi atribut kampanye. "Banyak yang belum tahu dimana yang boleh dan tidak boleh," kata dia.
Menurut Jokowi, memang masih banyak masyarakat dan kader-kader partai yang belum mengetahui mengenai area-area yang dilarang dipasangi atribut kampanye. "Banyak yang belum tahu dimana yang boleh dan tidak boleh," kata dia.
Setelah Deklarasi, Jokowi 'Masih' Gubernur DKI
Joko Widodo (Jokowi) menyatakan dirinya maju sebagai capres pada hari Jumat
(14/3) kemarin. Dalam dua hari, pencapresannya menambahkan euforia
pemilu 2014. Namun hari ini, pria yang akrab disapa Jokowi itu kembali
jadi Gubernur DKI.
Seperti yang terlihat di Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (17/3/2014), Jokowi diagendakan bertemu Menteri Keuangan Chatib Basri. Pertemuan ini untuk penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dirjen Pajak Kemenkeu dengan Pemprov DKI.
Seperti yang terlihat di Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (17/3/2014), Jokowi diagendakan bertemu Menteri Keuangan Chatib Basri. Pertemuan ini untuk penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dirjen Pajak Kemenkeu dengan Pemprov DKI.
Menkeu: Faktor Utama Membaiknya Bursa Adalah Kesediaan Jokowi Nyapres
Menteri Keuangan Chatib Basri menegaskan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar Rupiah akhir pekan lalu murni digerakkan pelaku pasar lokal. Di sisi lain, dia tidak menampik ada sentimen positif lain yakni pernyataan Joko Widodo (Jokowi) yang bersedia menjadi calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Dia menduga, faktor utamanya memang kesediaan Jokowi itu mengikuti pemilihan presiden. "Apakah itu karena pencapresan Pak Jokowi? Bisa saja," ujar Chatib sebelummengikuti MoU perpajakan dengan Pemprov DKI, di Balai Kota, Jakarta, Senin (17/2/2014).
Dia menduga, faktor utamanya memang kesediaan Jokowi itu mengikuti pemilihan presiden. "Apakah itu karena pencapresan Pak Jokowi? Bisa saja," ujar Chatib sebelummengikuti MoU perpajakan dengan Pemprov DKI, di Balai Kota, Jakarta, Senin (17/2/2014).
Permintaan Terakhir Ahok pada Jokowi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) resmi diajukan sebagai calon
presiden 2014-2019 oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Kursi
gubernur DKI akan dia tinggalkan jika mantan Wali Kota Surakarta itu
terpilih sebagai presiden.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku akan merasa kehilangan sosok Jokowi jika sang gubernur itu pindah ke Istana Negara. Pria yang akrab disapa Ahok itu pun memiliki satu permintaan kepada Jokowi, yakni tidak melepas jabatannya sebagai gubernur selama masa kampanye berlangsung.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku akan merasa kehilangan sosok Jokowi jika sang gubernur itu pindah ke Istana Negara. Pria yang akrab disapa Ahok itu pun memiliki satu permintaan kepada Jokowi, yakni tidak melepas jabatannya sebagai gubernur selama masa kampanye berlangsung.
Tanggapan Jokowi Tentang Adanya Kampung Deret Berantakan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) geram dengan tudingan miring mengenai program Kampung Deret. Jokowi menyebut, pembangunan Kampung Deret dilakukan di tempat, sehingga wajar jika pengerjaannya tidak 100 persen sempurna.
"Jumlahnya ribuan loh, kalau ada satu dua yang gak bener jangan yang lain juga dicap tidak bener," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/3/2014).
"Jumlahnya ribuan loh, kalau ada satu dua yang gak bener jangan yang lain juga dicap tidak bener," ujar Jokowi di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (17/3/2014).
Dirut KAI Selamatkan Muka Jokowi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dinilai belum berbuat apa-apa untuk pembenahan transportasi di Jakarta. Sekarang, Jokowi malah maju sebagai capres. Beruntung, citra Jokowi diselamatkan oleh PT KAI selaku pengelola Kereta Rel Listrik (KRL) yang membantu mengurangi kemacetan di ibu kota.
Menurut Direktur Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas, jika KRL tidak memperbaiki diri beberapa tahun belakangan, maka saat ini Jakarta sudah gridlock atau kemacetan parah.
Menurut Direktur Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas, jika KRL tidak memperbaiki diri beberapa tahun belakangan, maka saat ini Jakarta sudah gridlock atau kemacetan parah.
Ahok Gantikan Jokowi Pimpin Rapat
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan dirinya berkomunikasi dengan Joko Widodo pada Minggu (16/3/2014). Ini merupakan komunikasi pertama keduanya sejak Jokowi, mendeklarasikan diri sebagai calon presiden dari PDI Perjuangan.
"Kemarin sore, saya tanya bagaimana hari Senin ini, mimpin rapim atau tidak," kata Ahok di Balai Kota, Senin (17/3/2014). "Katanya masih akan tetap pimpin rapim."
"Kemarin sore, saya tanya bagaimana hari Senin ini, mimpin rapim atau tidak," kata Ahok di Balai Kota, Senin (17/3/2014). "Katanya masih akan tetap pimpin rapim."
Jokowi Segera Bangun Kampung Deret Kapuk Muara
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan segera membangun kampung deret di Kampung Apung, Kapuk Muara, Jakarta Barat. Pasalnya, kawasan itu telah menjadi langganan banjir dan genangan.
"Kampung udah terendam air bertahun-tahun. Masak mau dibiarkan terus," jelas Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Senin (17/3/2014).
Menurut Jokowi, kawasan yang selalu tergenang air tersebut akan dibangunkan selokan terlebih dahulu. Karena dengan begitu, maka air yang biasa menggenang akan segera dipompa keluar.
"Kampung udah terendam air bertahun-tahun. Masak mau dibiarkan terus," jelas Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Senin (17/3/2014).
Menurut Jokowi, kawasan yang selalu tergenang air tersebut akan dibangunkan selokan terlebih dahulu. Karena dengan begitu, maka air yang biasa menggenang akan segera dipompa keluar.
Cara-cara Ini yang Menggerus Efek Jokowi
Indeks harga saham Gabungan (IHSG) berpeluang untuk melanjutkan kenaikan. Namun hal ini bisa teganjal potensi profit taking (aksi ambil untung). “Jika kondisi ini dimanfaatkan untuk profit taking masif, maka Jokowi Effect akan berkurang dan dapat kembali terkoreksi.,” kata analis dari Trust Securities, Reza Priyambada, Senin (17/3/2014).
Menurut reza, pada perdagangan hari ini, indeks diperkirakan akan berada pada rentang support 4.650-4.756 dan resisten 4.885-4.912.
Menurut reza, pada perdagangan hari ini, indeks diperkirakan akan berada pada rentang support 4.650-4.756 dan resisten 4.885-4.912.
Efek Jokowi, Indeks Saham Menguat di Senin Pagi
Efek pencalonan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi, sebagai presiden masih terasa di lantai bursa. Pada pembukaan perdagangan Senin, 17 Maret 2o14, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia menguat.
IHSG menguat 8,716 poin menjadi 4.887,359. Namun, beberapa saat kemudian indeks anjlok hingga 4.845,780 sebelum kemudian kembali menanjak ke level 4.885. Hingga pukul 10.00 WIB, indeks sempat berada di posisi tertinggi, yakni 4.903,497.
IHSG menguat 8,716 poin menjadi 4.887,359. Namun, beberapa saat kemudian indeks anjlok hingga 4.845,780 sebelum kemudian kembali menanjak ke level 4.885. Hingga pukul 10.00 WIB, indeks sempat berada di posisi tertinggi, yakni 4.903,497.
Jokowi Diyakini Akan Bawa Dollar ke Kisaran 10.500
Kepala Ekonom Samuel Asset Management, Lana Soelistianingsih, mengatakan pencalonan Joko Widodo atau Jokowi sebagai presiden membawa dampak positif bagi nilai tukar rupiah. Lana memperkirakan efek Jokowi akan membawa rupiah ke level 10.500 per dolar pada saat Pemilihan Umum dan Pemilihan Presiden 2014. "Rupiah bakal mengalami penguatan tertinggi di antara mata uang negara berkembang," kata Lana kepada Tempo, Senin (17/3/2014).
Lana mengatakan pada saat ini rupiah mampu berada di kisaran 11.250-11.300 per dolar. Selain efek Jokowi, sentimen positif lain yang diperkirakan memperkuat rupiah saat Pemilu adalah pencalonan wakil presiden.
Lana mengatakan pada saat ini rupiah mampu berada di kisaran 11.250-11.300 per dolar. Selain efek Jokowi, sentimen positif lain yang diperkirakan memperkuat rupiah saat Pemilu adalah pencalonan wakil presiden.
Jokowi RI-1 Masalah Banjir & Kesehatan Bisa Dituntaskan
Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta Boy Bernadi Sadikin mengatakan, siap mengamankan pencapresan Joko Widodo (Jokowi). Meski ada pro dan kontra, menurut Boy, pencalonan Jokowi adalah keputusan bijaksana dari Megawati.
"Kami ingin sampaikan bahwa ketua umum Megawati Soekarnoputri negarawan sejati. Tinggal mereka bisakah menjadi negarawan yang mau mendengar suara rakyat. Ayo satukan barisan rakyat. Jangan pecah belah rakyat. PDI Perjuangan nomor 4 mohon bantuan rakyat, agar pemilu legislatif bisa menjadi parlemen kuat," ujarnya di DPRD DKI Jakarta, Senin (17/3/2014).
"Kami ingin sampaikan bahwa ketua umum Megawati Soekarnoputri negarawan sejati. Tinggal mereka bisakah menjadi negarawan yang mau mendengar suara rakyat. Ayo satukan barisan rakyat. Jangan pecah belah rakyat. PDI Perjuangan nomor 4 mohon bantuan rakyat, agar pemilu legislatif bisa menjadi parlemen kuat," ujarnya di DPRD DKI Jakarta, Senin (17/3/2014).
Buruh Migran di Macau, Hongkong, Malaysia Deklrasi Dukung Jokowi
Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) mendukung penuh pencalonan Joko Widodo menjadi presiden RI. Bahkan, buruh migran yang ada di Hongkong, Macau, dan Malaysia akan menggelar dekarasi dukung Jokowi.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyatakan, deklarasi kesiapan Jokowi menjadi calon presiden merupakan titik terang bagi buruh. Internal KSPSI langsung merespon cepat deklarasi itu. Sejak Jokowi menyatakan siap, hingga Senin ini, KSPSI yang tersebar dari Aceh hingga Papua mendeklarasikan dukungannya.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyatakan, deklarasi kesiapan Jokowi menjadi calon presiden merupakan titik terang bagi buruh. Internal KSPSI langsung merespon cepat deklarasi itu. Sejak Jokowi menyatakan siap, hingga Senin ini, KSPSI yang tersebar dari Aceh hingga Papua mendeklarasikan dukungannya.
Ribuan Relawan Jokowi Presiden Hadir di Bekasi
Pencalonan diri Jokowi selaku capres pada Jumat (14/3) menghadirkan banyak simpatisan. Mereka diantaranya hadir di Kota Bekasi. Sebanyak 1.300 orang bergabung dalam Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP).
Bara JP Kota Bekasi mulai melakukan pendekatan kepada masyarakat pada Minggu (16/3/2014). Hal ini sebagai bentuk upaya untuk memperkenalkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo sebagai Calon Presiden yang diusung oleh PDIP. Pendekatan melalui sosialisasi Jokowi sebagai capres akan dilakukan dengan mendatangi masyarakat Kota Bekasi secara door to door.
Bara JP Kota Bekasi mulai melakukan pendekatan kepada masyarakat pada Minggu (16/3/2014). Hal ini sebagai bentuk upaya untuk memperkenalkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo sebagai Calon Presiden yang diusung oleh PDIP. Pendekatan melalui sosialisasi Jokowi sebagai capres akan dilakukan dengan mendatangi masyarakat Kota Bekasi secara door to door.
Jokowi Nyapres, Investasi Asing Masuk ke Indonesia
Kepala Ekonom Samuel Asset Management, Lana Soelistianingsih, mengatakan pencalonan Joko Widodo atau Jokowi sebagai calon presiden bakal memancing dana asing masuk ke Indonesia. "Hal ini akan membawa dampak positif pada pasar modal dan nilai tukar rupiah," kata Lana kepada Tempo, Senin (17/3/2014).
Saat ini rupiah berada di interval 11.250-11.400 per dolar Amerika. Lana mengatakan kurs rupiah pada hari ini masih akan menguat akibat dorongan isu pencalonan Jokowi sebagai presiden. Lana optimistis isu ini akan menjadikan rupiah sebagai mata uang yang mengalami penguatan tertinggi dibandingkan valuta negara berkembang lainnya.
Saat ini rupiah berada di interval 11.250-11.400 per dolar Amerika. Lana mengatakan kurs rupiah pada hari ini masih akan menguat akibat dorongan isu pencalonan Jokowi sebagai presiden. Lana optimistis isu ini akan menjadikan rupiah sebagai mata uang yang mengalami penguatan tertinggi dibandingkan valuta negara berkembang lainnya.
Asiong Dianggap Pas Dampingi Jokowi
Perbincangan seputar penetapan Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, Jumat (14/3/2014) lalu belum berhenti. Board of Advisor Center for Strategic and International Studies (CSIS), Jeffrie Geovanie mengatakan, yang menarik saat ini adalah pembahasan tentang sosok calon wakil presiden yang akan mendampingi pria yang karib disapa Jokowi itu.
"Kalau menurut intuisi saya, pasangan Jokowi untuk cawapres seharusnya mirip Ahok (Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta). Kalau di DKI Jokowi-Ahok, intuisi saya mengatakan di nasional Jokowi-Asiong. Siapa Asiong tentu figur yang mirip-mirip Ahok plus.
"Kalau menurut intuisi saya, pasangan Jokowi untuk cawapres seharusnya mirip Ahok (Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta). Kalau di DKI Jokowi-Ahok, intuisi saya mengatakan di nasional Jokowi-Asiong. Siapa Asiong tentu figur yang mirip-mirip Ahok plus.
Langganan:
Postingan (Atom)


























.jpg)