Usia yang semakin senja tak membuat Jusuf Kalla (JK) berhenti berambisi politik. JK
masih bermanuver menatap Pilpres 2014. Kabarnya JK sedang berusaha
sekuat tenaga mencari tiket ke Pilpres, termasuk opsi menjadi cawapres
Jokowi (meskipun jadi wakil, mungkin JK sadar benar bahwa Jokowi akan memberi kekuasaan sangat besar pada wakilnya), benarkah?
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Senin, 27 Januari 2014
Jokowi Soal Galian Kabel Ilegal: Kontrolnya Lemah
Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI mengungkapkan beberapa titik galian kabel
utilitas di pinggir jalan atau trotoar di DKI tak berizin. Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan adanya galian kabel ilegal itu menunjukkan kontrol di
lapangan lemah.
"Sanksinya ada di aturannnya, tapi kontroling di lapangannya yang lemah. Checking-nya nggak kuat. Nanti pas dicek, orangnya hilang, monitornya yang lemah," kata Jokowi saat ditanya tentang maraknya galian kabel di trotoar dan pinggir jalan Jakarta yang tak rapi penyelesaiannya dan ada yang ilegal.
"Sanksinya ada di aturannnya, tapi kontroling di lapangannya yang lemah. Checking-nya nggak kuat. Nanti pas dicek, orangnya hilang, monitornya yang lemah," kata Jokowi saat ditanya tentang maraknya galian kabel di trotoar dan pinggir jalan Jakarta yang tak rapi penyelesaiannya dan ada yang ilegal.
Jokowi Akui Kondisi Jalan Jakarta Sangat Buruk
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengakui jika jalanan di Jakarta dalam kondisi yang sangat buruk. Ini terbukti banyak warga menjadi korban jiwa akibat menghindari jalan rusak. Kerusakan tersebut akibat terendam banjir selama dua pekan.
"Kondisi jalan Jakarta memang buruk kok. Buktinya satu dua hari dibetulin sudah rusak lagi kok," ujar Jokowi di Balai Kota, Senin (27/1/2014).
Jokowi menjelaskan, pihaknya akan segera memperbaiki jalan tersebut namun memerlukan waktu yang cukup lama mengingat cuaca di Jakarta masih terus diguyur hujan.
"Kondisi jalan Jakarta memang buruk kok. Buktinya satu dua hari dibetulin sudah rusak lagi kok," ujar Jokowi di Balai Kota, Senin (27/1/2014).
Jokowi menjelaskan, pihaknya akan segera memperbaiki jalan tersebut namun memerlukan waktu yang cukup lama mengingat cuaca di Jakarta masih terus diguyur hujan.
Mulai Februari 2014, Jokowi Buat 9 Waduk Baru
Upaya untuk mengurangi banjir di Jakarta terus dilakukan. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) merencanakan membuat 9 waduk baru di Jakarta.
"Di Jakarta sendiri Februari akan dibangun 9 waduk baru," kata Jokowi di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2014).
Ia mengakui, Jakarta sudah memiliki banyak perencanaan untuk mengatasi banjir namun lemah pada pelaksanaannya. Perencanaan membuat sembilan waduk ini pun menurut Jokowi sudah ada sejak kepemimpinan gubernur sebelumnya, namun belum juga dikerjakan hingga saat ini.
"Di Jakarta sendiri Februari akan dibangun 9 waduk baru," kata Jokowi di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2014).
Ia mengakui, Jakarta sudah memiliki banyak perencanaan untuk mengatasi banjir namun lemah pada pelaksanaannya. Perencanaan membuat sembilan waduk ini pun menurut Jokowi sudah ada sejak kepemimpinan gubernur sebelumnya, namun belum juga dikerjakan hingga saat ini.
Komentar JK Seputar Duet Jokowi-JK
Para hadirin sangat antusias ketika Wakil Presiden RI (2004-2009) M
Jusuf Kalla berbicara dalam "Standard Chartered Global Research Briefing
2014" di Hotel JW Marriot bilangan Kuningan Jakarta Selatan, Senin
(27/1/2014) terutama saat moderator yang seorang presenter televisi
menanyakan kans duet Jokowi dan JK pada pemilihan presiden 2014.
Mega Penentu Bukan Golkar Atau Gerindra
Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) tak memungkiri elektabilitas Gubernur DKI
Jokowi di atas angin saat ini. Namun bagi JK, masa depan Jokowi di
Pilpres 2014 sangat tergantung restu Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
"Itu bagian dari hasil survei. Karena itu saya bilang penentu konstelasi politik itu satu orang: Ibu Mega. Ibu Mega penentu konstelasi politik 2014, bukan Golkar bukan Gerindra," kata JK dalam acara Seminar Ekonomi Standard Chartered Bank di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (27/1/2014).
"Itu bagian dari hasil survei. Karena itu saya bilang penentu konstelasi politik itu satu orang: Ibu Mega. Ibu Mega penentu konstelasi politik 2014, bukan Golkar bukan Gerindra," kata JK dalam acara Seminar Ekonomi Standard Chartered Bank di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (27/1/2014).
Sabam Minta Seluruh Cabang PDIP Bikin Dukungan Tertulis untuk Jokowi
Sabam Sirait meminta seluruh cabang PDI Perjuangan membuat dukungan
tertulis untuk Jokowi sebagai calon presiden atau capres. Jangan jangan
hanya bicara, kalau mau dukung, tertulis.
Hal itu dikemukakan pendiri PDIP tersebut, dalam diskusi yang diadakan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), Minggu (26/1/2014). "Kalau tertulis kan jelas, supaya masyarakat tahu," katanya.
Sabam mengatakan, sejumlah cabang di Jawa Timur dan Yogyakarta, sudah membuat surat resmi.
Hal itu dikemukakan pendiri PDIP tersebut, dalam diskusi yang diadakan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI), Minggu (26/1/2014). "Kalau tertulis kan jelas, supaya masyarakat tahu," katanya.
Sabam mengatakan, sejumlah cabang di Jawa Timur dan Yogyakarta, sudah membuat surat resmi.
JK Bicara Dahsyatnya 'Jokowi Factor'
Nama Joko Widodo (Jokowi) terus memuncaki survei capres saat ini. Elektabilitas
Jokowi diakui sangat tinggi, bagi mantan Wapres Jusuf Kalla (JK),
Gubernur DKI itu sudah jadi faktor penting di Pilpres 2014.
"Kalau anda membaca dari hasil poling tiap minggu diumumkan berbagai lembaga survei tentu banyak persamaan, Jokowi factor," kata JK dalam acara Seminar Ekonomi Standard Chartered Bank di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (27/1/2014).
"Kalau anda membaca dari hasil poling tiap minggu diumumkan berbagai lembaga survei tentu banyak persamaan, Jokowi factor," kata JK dalam acara Seminar Ekonomi Standard Chartered Bank di Hotel JW Marriott, Jakarta, Senin (27/1/2014).
Surva-surve PTI: Masyarakat Ingin Jokowi Jadi Presiden, Ahok Tetap di DKI
Masyarakat DKI Jakarta mendukung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) maju di Pilpres 2014.
Sementara Wagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) diharapkan tetap bertahan
di DKI.
"Publik cenderung setuju dalam kandidasi Jokowi (52,96%), namun kurang setuju jika Ahok menjadi capres/cawapres (32,03%). Angka ketidaksetujuan dalam kandidasi Ahok (43,29%) lebih besar dibandingkan angka persetujuan," kata Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute (PTI), Hanta Yuda, dalam siaran pers, Senin (27/1/2014).
"Publik cenderung setuju dalam kandidasi Jokowi (52,96%), namun kurang setuju jika Ahok menjadi capres/cawapres (32,03%). Angka ketidaksetujuan dalam kandidasi Ahok (43,29%) lebih besar dibandingkan angka persetujuan," kata Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute (PTI), Hanta Yuda, dalam siaran pers, Senin (27/1/2014).
Surva-surve PTI: PKB Sangkal Ketergantungannya dengan Jokowi
Survei Pol-Tracking Institute (PTI) pada akhir pekan kemarin menyebut elektabilitas beberapa partai politik dipengaruhi maju atau tidaknya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden pada Pemilu 2014.
Beberapa parpol disebut bisa memenuhi parliamentary threshold jika Jokowi tidak ikut 'nyapres'. Dengan kata lain, nasib beberapa parpol, salah satunya Partai Kebangkitan Bangsa, tergantung Jokowi.
"Survei itu terlalu mengada-ada. Apa korelasinya? PKB punya cara tersendiri untuk membesarkan partai dan untuk memasang target masuk tiga besar pemilu," ujar Ketua fraksi PKB Marwan Jafar ketika dihubungi, Jakarta, Senin (27/1/2014).
Beberapa parpol disebut bisa memenuhi parliamentary threshold jika Jokowi tidak ikut 'nyapres'. Dengan kata lain, nasib beberapa parpol, salah satunya Partai Kebangkitan Bangsa, tergantung Jokowi.
"Survei itu terlalu mengada-ada. Apa korelasinya? PKB punya cara tersendiri untuk membesarkan partai dan untuk memasang target masuk tiga besar pemilu," ujar Ketua fraksi PKB Marwan Jafar ketika dihubungi, Jakarta, Senin (27/1/2014).
PDIP Tak Kaget Jokowi Kalahkan ARB
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak kaget dengan adanya hasil survei internal Partai Golkar yang menempatkan kadernya, Joko Widodo (Jokowi) di urutan pertama. Politisi PDIP TB Hasanuddin mengakui, saat ini dari sejumlah survei yang ada, nama Jokowi merajai kandidat capres 2014. Tak terkecuali dengan survei yang dilakukan oleh internal Partai Golkar.
"Saya ini doktor manajemen, tahu angka-angka statistik, PDIP dari dulu seperti itu. Enggak kaget kita," ujar Hasanuddin kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/1/2014).
"Saya ini doktor manajemen, tahu angka-angka statistik, PDIP dari dulu seperti itu. Enggak kaget kita," ujar Hasanuddin kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/1/2014).
Siang Ini Jokowi Undang Bupati Bogor
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sudah tidak lagi ngotot membangun sodetan Ciliwung-Cisadane untuk mengurangi banjir di Ibukota. Jokowi memilih membangun waduk raksasa di Ciawi dan Sukamahi, Bogor.
Untuk menindaklanjuti rencana itu, Jokowi akan menjamu Bupati Bogor Rahmat Yasin di Balaikota DKI Jakarta, Senin (27/1/2014) siang.
"Saya ketemu lagi dengan Bupati Bogor untuk bicarakan pembangunan waduk Ciawi dan waduk Sukamahi di kantor. Pembicaraannya bukan rencana lagi, tapi sudah masuk ke pelaksanakan," kata Jokowi di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2014).
Untuk menindaklanjuti rencana itu, Jokowi akan menjamu Bupati Bogor Rahmat Yasin di Balaikota DKI Jakarta, Senin (27/1/2014) siang.
"Saya ketemu lagi dengan Bupati Bogor untuk bicarakan pembangunan waduk Ciawi dan waduk Sukamahi di kantor. Pembicaraannya bukan rencana lagi, tapi sudah masuk ke pelaksanakan," kata Jokowi di rumah dinasnya, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/1/2014).
Minggu, 26 Januari 2014
Warga Brunei Berlibur ke Jakarta demi Bertemu Jokowi
Kebiasaan blusukan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dikenal bukan hanya di Indonesia,
melainkan juga di luar negeri, termasuk di Brunei Darussalam. Seorang
warga Brunei, Mohamad Fazreen Shah, mengaku, ia dan keluarganya sengaja
berlibur ke Jakarta karena tertarik gaya blusukan Jokowi.
Cerita itu berawal saat Jokowi berjalan santai di Taman Suropati, Minggu (26/1/2014) sore ini.
Cerita itu berawal saat Jokowi berjalan santai di Taman Suropati, Minggu (26/1/2014) sore ini.
Kata PKS, Percuma Populer Kalau Tak Dicalonin
Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera Taufik Ridho mengatakan pihaknya tidak khawatir akan popularitas Joko Widodo (Jokowi) dapat mempengaruhi perolehan suara partainya. "Kalau populer tapi gak dicalonin, ngapain juga ?" ujar Taufik ketika dihubungi, Minggu (26/1/2014).
Menurutnya, PKS tidak pernah merisaukan hasil survei karena bisa saja terjadi margin error atau kesalahan-kesalahan lain. "Lagipula kan belum terjadi, semuanya masih 'kalau'," ujar dia.
Lebih lanjut Taufik mengatakan, pada 1 Februari nanti, PKS akan menggelar majelis syuro dan menentukan calon presiden.
Menurutnya, PKS tidak pernah merisaukan hasil survei karena bisa saja terjadi margin error atau kesalahan-kesalahan lain. "Lagipula kan belum terjadi, semuanya masih 'kalau'," ujar dia.
Lebih lanjut Taufik mengatakan, pada 1 Februari nanti, PKS akan menggelar majelis syuro dan menentukan calon presiden.
Jokowi Diuntungkan Pemberitaan Positif Media
Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Adjie Alfaraby mengatakan elektabilitas Jokowi yang tinggi karena Jokowi memiliki daya tarik tersendiri yang memiliki nilai positif. Serta pemberitaan media terhadap Jokowi, terlebih lagi sejak menjadi Gubernur Jakarta, selalu positif.
"Pemberitaan media, baik dari segi pribadi maupun pemerintahan Jokowi memang memiliki sentimen positif," kata Adjie ketika dihubungi, Minggu (26/1/2014).
Sehingga masyarakat melihat nilai positif Jokowi yang ditampilkan media. “Elektabilitasnya jadi cepat naik,” kata Adjie.
"Pemberitaan media, baik dari segi pribadi maupun pemerintahan Jokowi memang memiliki sentimen positif," kata Adjie ketika dihubungi, Minggu (26/1/2014).
Sehingga masyarakat melihat nilai positif Jokowi yang ditampilkan media. “Elektabilitasnya jadi cepat naik,” kata Adjie.
Sodetan Batal, Jokowi Konsentrasi ke Ciawi dan Sembilan "Baskom"
Setelah mengethaui
kondisi Cisadane tidak mungkin menerima air dari Ciliwung, Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo kini fokus dalam dua proyek besar. Proyek-proyek
pembangunan tersebut diharapkannya dapat menanggulangi banjir yang
selalu merendam di hampir seluruh wilayah Ibu Kota. Kemudian, apa saja
dua megaproyek Pemprov DKI dalam mengurangi titik banjir?
Pemprov DKI Jakarta bersama pemerintah pusat, yakni Kementerian Pekerjaan Umum, memastikan untuk membangun Waduk Ciawi dan Sukamahi.
Pemprov DKI Jakarta bersama pemerintah pusat, yakni Kementerian Pekerjaan Umum, memastikan untuk membangun Waduk Ciawi dan Sukamahi.
Jokowi Terkejut Dengar Hibah DKI Capai Rp 5 Triliun
Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo (Jokowi) tampak terkejut begitu mengetahui dana hibah yang tercantum
dalam APBD DKI 2014 mencapai Rp 5 triliun. Jumlah ini meningkat Rp 1,3
triliun dari APBD DKI 2013 sebesar Rp 3,7 triliun.
"Hah... Masak? Tolong saya diingati ya, nanti tak cek. Eh, bener loh ingati saya, entar tak cek," kata Jokowi, Minggu (26/1/2014).
"Hah... Masak? Tolong saya diingati ya, nanti tak cek. Eh, bener loh ingati saya, entar tak cek," kata Jokowi, Minggu (26/1/2014).
Surva-surve PTI: Pencapresan Jokowi Pengaruhi Elektabilitas Semua Parpol
Maju atau
tidaknya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden 2014
memengaruhi elektabilitas partai politik peserta Pemilu 2014. Hal itu
diketahui berdasarkan hasil survei terakhir Pol-Tracking Institute.
Menurut hasil survei, Jokowi menjadi magnet untuk menarik dukungan PDI Perjuangan. Jika Jokowi nyapres, maka elektabilitas PDI-P berdasarkan versi Pol-Tracking Institute (PTI) mencapai 30,78 persen. Di bawah PDI-P ada Partai Golkar (12,34 persen), Partai Gerindra (6,51 persen), dan Partai Demokrat (4,67 persen).
Menurut hasil survei, Jokowi menjadi magnet untuk menarik dukungan PDI Perjuangan. Jika Jokowi nyapres, maka elektabilitas PDI-P berdasarkan versi Pol-Tracking Institute (PTI) mencapai 30,78 persen. Di bawah PDI-P ada Partai Golkar (12,34 persen), Partai Gerindra (6,51 persen), dan Partai Demokrat (4,67 persen).
Surva-surve PTI: 32% Publik Setuju Ahok Cawapres
Nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mungkin tidak mentereng jika dikaitkan dengan wancana
pencapresan. Namun hasil survei yang dilakukan oleh Pol-Tracking
menunjukkan tetap ada yang setuju pendamping Jokowi ini maju dalam bursa
capres/cawapres.
Dalam rilis yang digelar di Hotel Ibis Tamarin, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (26/1/2014), potongan kue responden yang setuju Ahok maju sebagai capres/cawapres mencapai 32 persen. Potongan kue 43,29 persen tidak setuju, sedangkan potongan sisanya tidak tahu/tidak menjawab.
Dalam rilis yang digelar di Hotel Ibis Tamarin, Jl KH Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (26/1/2014), potongan kue responden yang setuju Ahok maju sebagai capres/cawapres mencapai 32 persen. Potongan kue 43,29 persen tidak setuju, sedangkan potongan sisanya tidak tahu/tidak menjawab.
Surva-surve PTI: 52% Publik Setuju Jokowi Nyapres
Nama Joko Widodo (Jokowi) mendapat dukungan kuat dari masyarakat jika ingin menjadi calon presiden pada Pemilu 2014. Dalam survei yang dilakukan oleh Pol-Tracking Institute, 52,96 persen publik setuju Jokowi menjadi capres pada Pilpres tahun ini.
"52,96 Persen publik setuju Jokowi menjadi capres, 20,35 persen publik tidak tahu dan 26,69 persen tidak setuju Jokowi menjadi capres," kata Direktur Eksekutif Pol Tracking Institute (PTI), Hanta Yudha di Hotel Ibis, Jakarta Pusat, Minggu (26/1/2014).
"52,96 Persen publik setuju Jokowi menjadi capres, 20,35 persen publik tidak tahu dan 26,69 persen tidak setuju Jokowi menjadi capres," kata Direktur Eksekutif Pol Tracking Institute (PTI), Hanta Yudha di Hotel Ibis, Jakarta Pusat, Minggu (26/1/2014).
Surva-surve PTI: Jokowi Tak Maju Nyapres, Golkar Unggul
Sebuah hasil survei yang baru-baru ini diadakan menyebut bahwa Joko
Widodo (Jokowi) menjadi sumber suara bagi PDIP dalam pemilihan umum 2014. PDIP
tercatat akan mendulang hasil suara 30,78 persen apabila mengusung
Gubernur DKI Jakarta itu menjadi calon presiden tahun ini.
Hasil survei itu diungkapkan oleh Pol Tracking Institute yang dipaparkan pada Minggu, 26 Januari 2014 di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat. Direktur Ekskutif Pol Tracking, Hanta Yuda AR, memaparkan hasil survei yang dilakukan pada 16-23 Desember 2013 lalu di 33 provinsi itu.
Hasil survei itu diungkapkan oleh Pol Tracking Institute yang dipaparkan pada Minggu, 26 Januari 2014 di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat. Direktur Ekskutif Pol Tracking, Hanta Yuda AR, memaparkan hasil survei yang dilakukan pada 16-23 Desember 2013 lalu di 33 provinsi itu.
Surva-surve PTI: Jokowi Masih Tertinggi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) masih memiliki elektabilitas tertinggi sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Umum 2014. Berdasarkan survei yang dilakukan Pol-Tracking Institute, Jokowi memiliki elektabilitas 37 persen.
"Dalam elektabilitas capres, Jokowi jauh memimpin elektabilitas 37 persen dalam pertanyaan terbuka, disusul oleh Prabowo Subianto (Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra) 10,3 persen, Aburizal Bakrie (Ketua Umum Partai Golkar) 5,9 persen dan Wiranto (Ketua Umum Partai Hanura) 5,42 persen," kata Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda saat pemaparan hasil survei di Menteng, Jakarta, Minggu (26/1/2014).
"Dalam elektabilitas capres, Jokowi jauh memimpin elektabilitas 37 persen dalam pertanyaan terbuka, disusul oleh Prabowo Subianto (Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra) 10,3 persen, Aburizal Bakrie (Ketua Umum Partai Golkar) 5,9 persen dan Wiranto (Ketua Umum Partai Hanura) 5,42 persen," kata Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute, Hanta Yuda saat pemaparan hasil survei di Menteng, Jakarta, Minggu (26/1/2014).
Surva-surve PTI: Elektabilitas PDI Perjuangan Masih Tinggi Meski Tanpa Jokowi
Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan diprediksi masih jadi
pilihan pada Pemilu 2014, meski tanpa Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon
presiden (capres). Tingkat elektabilitas PDI Perjuangan masih tinggi.
Hasil survei Pol-Tracking Institute (PTI) yang dirilis, Minggu (26/1/2014), meski tanpa Jokowi sebagai capres, tingkat keterpilihan PDI Perjuangan masih 18,8 persen suara. Angka ini tak bisa disaingin partai lain.
Partai Golkar membuntuti di posisi kedua dengan raihan 15,85 persen suara. Disusul kemudian Gerindra (7,59%), Partai Demokrat (5,59%), PPP (4%), PKB (4%), Hanura (3,92%), Nasdem (2,84%), PKS (2,75%), PAN (2,67%), PBB (0,17%).
Hasil survei Pol-Tracking Institute (PTI) yang dirilis, Minggu (26/1/2014), meski tanpa Jokowi sebagai capres, tingkat keterpilihan PDI Perjuangan masih 18,8 persen suara. Angka ini tak bisa disaingin partai lain.
Partai Golkar membuntuti di posisi kedua dengan raihan 15,85 persen suara. Disusul kemudian Gerindra (7,59%), Partai Demokrat (5,59%), PPP (4%), PKB (4%), Hanura (3,92%), Nasdem (2,84%), PKS (2,75%), PAN (2,67%), PBB (0,17%).
Jokowi Tingkatkan Elektabilitas PDI Perjuangan
Ketokohan Joko
Widodo (Jokowi) mampu meningkatkan tingkat keterpilihan (elektabilitas)
Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan pimpinan Megawati
Soekarnoputri, kata politisi kader PDI perjuangan Charles Honoris.
"Kita bersyukur memiliki figur seperti Jokowi," ujarnya dalam diskusi "Menakar Peta Politik 2014: Pengaruh Figur Terhadap Konfigurasi Politik 2014" di Jakarta, Minggu (26/1/2014).
"Kita bersyukur memiliki figur seperti Jokowi," ujarnya dalam diskusi "Menakar Peta Politik 2014: Pengaruh Figur Terhadap Konfigurasi Politik 2014" di Jakarta, Minggu (26/1/2014).
Deklarasi "For Jokowi"
Mencermati situasi dan kondisi bangsa saat ini yang terpuruk dan sangat
sulit untuk keluar dari krisis multi dimensi, karena pemerintahan yang
hanya mengandalkan pencitraan dan tidak dekat dengan masyarakat, maka
sangat diperlukan kepemimpinan baru yang dapat menjadi nahkoda dalam
mengatur dan membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik.
Untuk itu kata Juru Bicara ForJokowi Dave Revano, masyarakat Indonesia menginginkan Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta untuk maju sebagai Calon Presiden RI dalam Pemilu Presiden 2014.
Untuk itu kata Juru Bicara ForJokowi Dave Revano, masyarakat Indonesia menginginkan Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta untuk maju sebagai Calon Presiden RI dalam Pemilu Presiden 2014.
Surva-surve ISC: Jokowi Keok
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menempati posisi teratas sebagai calon presiden pertama yang paling mampu memberantas korupsi berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indonesia Survey Center (ISC).
Menurut Manager Communication ISC Andry Kurniawan, Prabowo menempati urutan pertama disusul Mahfud MD dan Joko Widodo (Jokowi).
"Prabowo Subianto oleh publik dinilai sebagai figur terdepan yang paling mempunyai kompetensi (21,2%) dan paling berani dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia (23,4%)," kata Andry Kurniawan, Direktur Komunikasi ISC di Hotel Balairung Jakarta, Minggu (26/1).
Menurut Manager Communication ISC Andry Kurniawan, Prabowo menempati urutan pertama disusul Mahfud MD dan Joko Widodo (Jokowi).
"Prabowo Subianto oleh publik dinilai sebagai figur terdepan yang paling mempunyai kompetensi (21,2%) dan paling berani dalam melakukan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia (23,4%)," kata Andry Kurniawan, Direktur Komunikasi ISC di Hotel Balairung Jakarta, Minggu (26/1).
The New York Times: Jokowi "Man In Action"
Tak salah jika ada yang menyebut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai “Man in Action”, orang yang bertindak. Kali ini giliran The New York Times yang mengulas khusus tentang Jokowi "yang berumah di jalan”. Sejumlah diplomat dan peneliti asing juga sudah banyak yang mendampingi Jokowi melakukan blusukan.
Kini, di saat banjir tahunan mendera Jakarta, Jokowi makin rajin blusukan. Foto Jokowi yang sedang memanjat pembatas jembatan penyeberangan dipasang menjadi status facebook para pendukungnya. Spontanitas, kegesitan, dan kesungguhannya untuk segera berada di tengah-tengah situasi di lapangan membuat Jokowi tetap melekat di hati rakyat.
Kini, di saat banjir tahunan mendera Jakarta, Jokowi makin rajin blusukan. Foto Jokowi yang sedang memanjat pembatas jembatan penyeberangan dipasang menjadi status facebook para pendukungnya. Spontanitas, kegesitan, dan kesungguhannya untuk segera berada di tengah-tengah situasi di lapangan membuat Jokowi tetap melekat di hati rakyat.
Langganan:
Postingan (Atom)

























