Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tak mempermasalahkan anggota DPR yang
meragukan program kerjanya. Dia menjadikan kritik dan pertanyaan
tersebut sebagai penguat proyek, bukan malahan menjadikannya ragu-ragu
dalam memutuskan proyek itu.
Jokowi mengatakan, rapat kerja dengan Komisi IV DPR tentang giant sea wall (GSW) tak akan mengubah rancangan awal yang telah dikonsep pihaknya. Lantaran saat ini Pemprov DKI tengah fokus ke pengkajian feasibility studies (FS), masukan dari anggota DPR itu dapat dimasukkan ke dalam kajian itu, salah satunya masukan memperkuat perangkat hukum.
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Kamis, 12 Desember 2013
Jokowi Stop Izin Reklamasi, Agung Podomoro Jalan Terus....
Seperti pepatah anjing menggonggong, kafilah terus berlalu, begitulah persoalan reklamasi pantai utara Jakarta. Kendati Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dengan tegas tidak akan memperpanjang lagi izin reklamasi pantai utara Jakarta, PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) menyatakan keyakinannya dapat membangun Pluit City.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan APLN, Justini Omas, kepada Kompas.com, Kamis (12/12/2013). Menurut Omas, Agung Podomoro Land tetap yakin dapat membangun Pluit City karena saat ini izin reklamasi sedang diproses. Adapun izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) sudah terbit sejak 31 Juli 2013.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Perusahaan APLN, Justini Omas, kepada Kompas.com, Kamis (12/12/2013). Menurut Omas, Agung Podomoro Land tetap yakin dapat membangun Pluit City karena saat ini izin reklamasi sedang diproses. Adapun izin analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) sudah terbit sejak 31 Juli 2013.
Jokowi: Jangan Semua Pembangunan di Jakarta Bergantung pada Saya
Anggota Komisi IV DPR RI Jazilul Fawaid menyatakan pembangunan reklamasi dan tanggul raksasa atau Giant Sea Wall bergantung kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Selain itu berbagai proyek di Jakarta pun seakan mengandalkan Jokowi. Ditakutkan banyak progra DKI Jakarta yang tak akan selesai kalau tiba-tiba Jokowi mencalonkan diri sebagai Presiden tahun 2014.
Jokowi menegaskan pembangunan sebuah kota jangan hanya bergantung pada seorang gubernur semata. Menurut Jokowi, sistem harus berjalan dengan baik sehingga pembangunan kota tetap berjalan walaupun berganti-ganti gubernur.
"Jangan sampai pembangunan sebuah kota hanya bergantung pada gubernur, sistem harus berjalan," kata Jokowi di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/12/2013).
Jokowi menegaskan pembangunan sebuah kota jangan hanya bergantung pada seorang gubernur semata. Menurut Jokowi, sistem harus berjalan dengan baik sehingga pembangunan kota tetap berjalan walaupun berganti-ganti gubernur.
"Jangan sampai pembangunan sebuah kota hanya bergantung pada gubernur, sistem harus berjalan," kata Jokowi di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/12/2013).
Jokowi: Pembeli Kavling di tanah Reklamasi Orang Bodoh
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menegur keras para pengembang yang
menjual kavlingnya di wilayah reklamasi pulau yang akan dikerjakan
Pemprov DKI Jakarta. Pasalnya, reklamasi pulau tersebut belum ada
tetapi, para pengembang sudah menjual kavlingnya.
"Kami sudah tegur keras kepada pengembang secara tertulis untuk tidak dilakukan," ujar Jokowi di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/12/2013).
Jokowi menilai para pembeli kavling yang dijual pengembang tersebut bisa dikatakan bodoh. Alasannya, reklamasi belum terealisasi tetapi sudah menjual kavling miliknya.
"Kami sudah tegur keras kepada pengembang secara tertulis untuk tidak dilakukan," ujar Jokowi di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/12/2013).
Jokowi menilai para pembeli kavling yang dijual pengembang tersebut bisa dikatakan bodoh. Alasannya, reklamasi belum terealisasi tetapi sudah menjual kavling miliknya.
Apa Alasan Megawati Kembali Diajukan Jadi Capres?
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menyiapkan tiga skenario politik
untuk menyambut pemilihan presiden. Salah satunya adalah menduetkan
Megawati Soekarnoputri dengan Joko Widodo (Jokowi). Megawati dicalonkan kembali
karena masih banyak internal PDI Perjuangan yang mendukung
pencalonannya.
"Banyak kader yang meminta Ibu Mega maju karena (beliau) ideologisnya Bung Karno," ujar Bendahara Umum PDI Perjuangan Olly Dondokambey di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/12/2013).
"Banyak kader yang meminta Ibu Mega maju karena (beliau) ideologisnya Bung Karno," ujar Bendahara Umum PDI Perjuangan Olly Dondokambey di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (12/12/2013).
Jokowi diminta buat Perda anti kantong plastik
Ketua Yayasan
Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi meminta Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo (Jokowi) untuk membuat Peraturan daerah (Perda)
mengenai larangan penggunaan plastik di DKI Jakarta.
"Saya dorong kepada Pak Gubernur untuk mengeluarkan Perda melarang supermarket menggunakan tas kresek sebagai bungkus atau konsumen dikenakan biaya untuk pembungkusnya," kata Tulus usai Rembuk Provinsi DKI, Kamis (12/12/2013).
"Saya dorong kepada Pak Gubernur untuk mengeluarkan Perda melarang supermarket menggunakan tas kresek sebagai bungkus atau konsumen dikenakan biaya untuk pembungkusnya," kata Tulus usai Rembuk Provinsi DKI, Kamis (12/12/2013).
Jokowi Dicecar Pertanyaan Seputar GSW oleh Komisi IV DPR
Rapat Kerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dengan Komisi IV DPR banyak
membahas tentang reklamasi di pantai utara Jakarta. Bahkan, Jokowi
dicecar oleh 13 anggota komisi yang hadir dengan pertanyaan seputar
megaproyek giant sea wall (GSW) atau tanggul raksasa.
Sudin, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, menanyakan soal keberpihakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada kaum nelayan jika GSW dibuat. "Apakah ada akses untuk nelayan di area GSW dan apakah permukiman mereka juga turut ditata?"
Sudin, anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, menanyakan soal keberpihakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kepada kaum nelayan jika GSW dibuat. "Apakah ada akses untuk nelayan di area GSW dan apakah permukiman mereka juga turut ditata?"
Tanpa Iklan, Jokowi Sudah Populer
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menampik anggapan bahwa iklan
layanan masyarakat yang menampilkan sosok Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo (Jokowi) adalah iklan politik. Wakil
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Eriko Sotarduga menilai, iklan tak
diperlukan untuk menaikkan elektabilitas Jokowi yang sudah tinggi.
"Menurut saya, bukan karena ada iklan atau membuat iklan untuk menaikkan citra (Jokowi)," ujar Eriko, di Jakarta, Kamis (12/12/2013).
"Menurut saya, bukan karena ada iklan atau membuat iklan untuk menaikkan citra (Jokowi)," ujar Eriko, di Jakarta, Kamis (12/12/2013).
Jokowi Menjawab Keraguan DPR RI
DPR RI meragukan megaproyek tanggul raksasa atau Giant Sea Wall yang ingin dibuat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Hal tersebut diutarakan sejumlah anggota dewan dalam rapat dengar pendapat antara Komisi E dengan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/12/213).
"Dua masalah utama di Jakarta, macet dan banjir saja belum teratasi, kok sudah berpikir Giant Sea Wall," ujar anggota DPR dari fraksi PKB, Jazilul Fawaid.
Hal tersebut diutarakan sejumlah anggota dewan dalam rapat dengar pendapat antara Komisi E dengan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/12/213).
"Dua masalah utama di Jakarta, macet dan banjir saja belum teratasi, kok sudah berpikir Giant Sea Wall," ujar anggota DPR dari fraksi PKB, Jazilul Fawaid.
Kepulauan Seribu Minta Perhatian Jokowi
Meski menjadi bagian dari Provinsi DKI Jakarta, wilayah Kepulauan Seribu
iri dengan DKI Jakarta. Khususnya, masalah transportasi.
"Kami iri dengan DKI, DKI punya busway, kami hanya punya ojek untuk berkunjung antarpulau. Itu pun hanya jam tertentu. Kalau Jakarta ada busway kami ingin ada boardway," ucap Camat Kepulauan Seribu Heliyanti dalam Rembuk Provinsi 2013 di Balai Agung, Balaikota, Jakarta, Kamis (12/12/2013).
"Kami iri dengan DKI, DKI punya busway, kami hanya punya ojek untuk berkunjung antarpulau. Itu pun hanya jam tertentu. Kalau Jakarta ada busway kami ingin ada boardway," ucap Camat Kepulauan Seribu Heliyanti dalam Rembuk Provinsi 2013 di Balai Agung, Balaikota, Jakarta, Kamis (12/12/2013).
Alasan BPAD DKI Jadikan Jokowi Bintang Iklan
Dalam dua hari terakhir ini, wajah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
(Jokowi) tampil di layar kaca untuk menyosialisasikan pentingnya menjaga arsip
daerah. Iklan ini disponsori oleh Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah
DKI Jakarta.
Kepala BPAD DKI Anas Effendi, mantan Wali Kota Jakarta Selalan yang dicopot Jokowi, membenarkan kalau iklan promosi itu menampilkan Jokowi untuk menyosialisasikan pentingnya arsip daerah. "Iya, saya sudah surati beliau (Jokowi) sebelumnya, disetujui, dan sudah di-shooting di Balaikota beberapa waktu lalu," kata Anas kepada Kompas.com, di Jakarta, Kamis (12/12/2013).
Kepala BPAD DKI Anas Effendi, mantan Wali Kota Jakarta Selalan yang dicopot Jokowi, membenarkan kalau iklan promosi itu menampilkan Jokowi untuk menyosialisasikan pentingnya arsip daerah. "Iya, saya sudah surati beliau (Jokowi) sebelumnya, disetujui, dan sudah di-shooting di Balaikota beberapa waktu lalu," kata Anas kepada Kompas.com, di Jakarta, Kamis (12/12/2013).
Kasudin Tata Ruang DKI Korupsi, Jokowi Tak Ikut-ikut
Kasudin Tata Ruang DKI Jakarta berinisial MS ditahan polisi. Dia diduga mengorupsi anggaran pembuatan peta topografi skala 1:1000 dengan pagu anggaran 15M. Menurut Jokowi, proses penahanan tersebut sudah masuk ke ranah hukum. Jadi, Mantan Walikota Solo ini tidak mau ikut campur.
"Itu sudah masuk ke wilayah hukum. Saya tidak mau ikut-ikutan," ujar Jokowi di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/12/2013).
Kasus tersebut terjadi pada tahun 2010 lalu, sebelum Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Jokowi serahkan sepenuhnya kepada proses hukum.
"Jadi serahkan ke wilayah hukum," kata Jokowi.
"Itu sudah masuk ke wilayah hukum. Saya tidak mau ikut-ikutan," ujar Jokowi di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/12/2013).
Kasus tersebut terjadi pada tahun 2010 lalu, sebelum Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Jokowi serahkan sepenuhnya kepada proses hukum.
"Jadi serahkan ke wilayah hukum," kata Jokowi.
Kesimpulan Rapat Jokowi dengan Komisi IV DPR
Komisi IV DPR RI mengundang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk memberikan
penjelasan soal rencana reklamasi pantai utara Jakarta. Rapat ini
mengambil sejumlah kesimpulan.
"Kalau jadi direklamasi, kemudian jadi dibuat Giant Sea Wall, lalu bagaimana nelayan bisa masuk ke pelabuhan Muara Angke? Jangan sampai wilayah reklamasi menjadi eksklusif," tanya anggota Komisi IV DPR Jazilul.
"Kita nanti akan buat saluran khusus, kemudian radius 100 meter di tiap-tiap pulau yang direklamasi itu akan dijadikan pantai publik. (Reklamasi) Ini akan menjadi kota yang efisien sehingga akan mengefisienkan sebuah kota.
"Kalau jadi direklamasi, kemudian jadi dibuat Giant Sea Wall, lalu bagaimana nelayan bisa masuk ke pelabuhan Muara Angke? Jangan sampai wilayah reklamasi menjadi eksklusif," tanya anggota Komisi IV DPR Jazilul.
"Kita nanti akan buat saluran khusus, kemudian radius 100 meter di tiap-tiap pulau yang direklamasi itu akan dijadikan pantai publik. (Reklamasi) Ini akan menjadi kota yang efisien sehingga akan mengefisienkan sebuah kota.
Jadi Capres Pilihan Pemuda, Jokowi: Mungkin Karena Saya Ganteng
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali memuncaki survei elektabilitas di
kalangan pemilih pemuda, kali ini versi Indo Barometer. Jokowi
menanggapi hasil survei tersebut dengan santai.
"Ya ndak tahu, mungkin karena saya ganteng," jawabnya sembari tersenyum, usai rapat dengan Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2013).
Indo Barometer merilis hasil survei mengenai elektabilitas capres pilihan pemuda. Jokowi memeroleh 25,8% sementara tepat di bawahnya adalah Prabowo Subianto memeroleh 10,7%.
"Ya ndak tahu, mungkin karena saya ganteng," jawabnya sembari tersenyum, usai rapat dengan Komisi IV DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2013).
Indo Barometer merilis hasil survei mengenai elektabilitas capres pilihan pemuda. Jokowi memeroleh 25,8% sementara tepat di bawahnya adalah Prabowo Subianto memeroleh 10,7%.
PDIP Harap Elektabilitas Jokowi Semakin Jauh Tinggalkan Prabowo
Indo Barometer merilis survei elektabilitas calon presiden 2014,
hasilnya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) masih memuncaki survei itu. PDIP berharap tren itu terus
menaik hingga Pileg mendatang.
"Saya bersyukurlah. Saya berharap naik terus yang lain turun terus," kata Wakil Ketua Bappilu PDIP Tb Hasanuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2013).
Tb Hasanuddin menuturkan, mungkin faktor paling besar yang mempengaruhi elektabilitas Jokowi adalah integritas. Namun lagi-lagi PDIP tak ingin buru-buru menentukan capres meski sudah banyak hasil survei sebagai acuan.
"Saya bersyukurlah. Saya berharap naik terus yang lain turun terus," kata Wakil Ketua Bappilu PDIP Tb Hasanuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/12/2013).
Tb Hasanuddin menuturkan, mungkin faktor paling besar yang mempengaruhi elektabilitas Jokowi adalah integritas. Namun lagi-lagi PDIP tak ingin buru-buru menentukan capres meski sudah banyak hasil survei sebagai acuan.
Jokowi Tak Perpanjang Izin Reklamasi Pantai Utara Jakarta
Batas izin reklamasi satu pulau pantai di utara Jakarta habis pada
pertengahan 2013 yang lalu. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menegaskan
tidak akan memperpanjang izin reklamasi di pantai utara Jakarta
tersebut.
"Izin satu pulau reklamasi sudah habis. Saya enggak perpanjang izinnya," ujar Jokowi di sela-sela rapat kerja bersama dengan Komisi IV DPR RI di kompleks parlemen, Kamis (12/12/2013).
"Izin satu pulau reklamasi sudah habis. Saya enggak perpanjang izinnya," ujar Jokowi di sela-sela rapat kerja bersama dengan Komisi IV DPR RI di kompleks parlemen, Kamis (12/12/2013).
Anggota DPR Tanya ke Jokowi: Gimana Kalau Anda Jadi Presiden?
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menghadiri rapat dengan Komisi IV DPR RI
untuk membahas reklamasi Pantai Utara Jakarta. Anggota Komisi IV dari
FPKB Jazilul Fawaid kemudian melontarkan pertanyaan bilamana Jokowi jadi
RI-1.
"Pak Gubernur, rencana reklamasi ini kan anda rencanakan saat anda jadi gubernur. Nah gimana nanti kalau anda sudah jadi Presiden?" tanya Jazilul di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2013).
"Pak Gubernur, rencana reklamasi ini kan anda rencanakan saat anda jadi gubernur. Nah gimana nanti kalau anda sudah jadi Presiden?" tanya Jazilul di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2013).
SSS: Jokowi Tembus 23%, 6 Partai Tak Lolos ke Senayan dan Peluang Capres Konvensi Demokrat
Kader terbaik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Joko Widodo (Jokowi) kembali merajai survei. Sebagai calon presiden, elektabilitas Gubernur DKI Jakarta itu mencapai 22.97 persen, mengalahkan kandidat lain.
Di urutan kedua calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto dengan 19.01 persen, disusul calon presiden Partai Golkar Aburizal Bakrie 12.09 persen.
Di urutan kedua calon presiden dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto dengan 19.01 persen, disusul calon presiden Partai Golkar Aburizal Bakrie 12.09 persen.
Jokowi Rapat dengan Komisi IV Soal Reklamasi Pantai
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menghadiri rapat dengan Komisi IV DPR RI
untuk membahas reklamasi pantai utara Jakarta. Rapat ini dipimpin oleh
Ketua Komisi IV Romahurmuziy.
"Kami dari Komisi IV memanggil saudara Gubernur untuk meminta penjelasan reklamasi pantai utara Jakarta, kami mendapat komplain dari para nelayan karena mereka takut pencaharian mereka hilang," ujar Romahurmuziy di Ruang Rapat Komisi IV DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2013).
"Kami dari Komisi IV memanggil saudara Gubernur untuk meminta penjelasan reklamasi pantai utara Jakarta, kami mendapat komplain dari para nelayan karena mereka takut pencaharian mereka hilang," ujar Romahurmuziy di Ruang Rapat Komisi IV DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2013).
Jokowi Akan Cabut Iklan Yang Menampilkan Dirinya Nampang di TV
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tiba-tiba muncul sebagai bintang iklan di berbagai tayangan televisi. Dalam tayangan itu Jokowi menjelaskan pentingnya penyimpanan arsip di tengah kesulitan warga dalam mencari data penting ketika menghadapi ancaman banjir dan kebakaran.
Ketika dikonfirmasi, Jokowi terkejut saat melihatnya secara langsung melalui tayangan televisi. Dia pun mengaku tidak tahu menahu terkait penayangan tersebut, sebab ia pikir hanya digunakan secara internal pemerintahan.
Ketika dikonfirmasi, Jokowi terkejut saat melihatnya secara langsung melalui tayangan televisi. Dia pun mengaku tidak tahu menahu terkait penayangan tersebut, sebab ia pikir hanya digunakan secara internal pemerintahan.
Bikin Survei Internal, PDIP duetkan Mega-Jokowi
PDI Perjuangan (PDIP) hingga kini belum memiliki capres untuk Pemilu 2014. Namun, partai banteng sudah melakukan sejumlah survei internal untuk mengetahui siapa yang pantas diusung sebagai capres.
Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan tiga lembaga survei untuk mengetahui tokoh mana yang punya elektabilitas paling tinggi jelang pemilu. Namun, ia menegaskan hasil survei tidak akan dipublikasikan.
Bendahara Umum PDIP Olly Dondokambey mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan tiga lembaga survei untuk mengetahui tokoh mana yang punya elektabilitas paling tinggi jelang pemilu. Namun, ia menegaskan hasil survei tidak akan dipublikasikan.
Disejajarkan dengan Presiden Rusia Putin, Jokowi: Ah, Biasa Saja
Menjadi tokoh populer versi majalah yang berbasis di Amerika Serikat, Foreign Policy, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tampak biasa saja. Jokowi mengaku tak tahu kalau dirinya menjadi salah satu pemimpin global yang paling berpengaruh.
Majalah itu menyebut Jokowi setara dengan pemimpin dunia seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Kanselir Jerman Angela Merkel, apa tanggapan Jokowi?
Majalah itu menyebut Jokowi setara dengan pemimpin dunia seperti Presiden Rusia Vladimir Putin, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Kanselir Jerman Angela Merkel, apa tanggapan Jokowi?
Golkar Bilang Sebaiknya Jokowi Jangan Nyapres
Seiring lonjakan elektabilitas, sinyal pencapresan Joko Widodo (Jokowi) juga semakin
kuat. Namun kalangan DPRD DKI dari partai Golkar menyarankan Jokowi jangan nyapres, ada
apa? Apakah pencapresan Jokowi akan menjadi badai buat Golkar yang capresnya tak kunjung naik elektabilitasnya? Tentu saja bukan politisi jika tak punya argumentasi "tipu-tipu remang-remang".
Rabu, 11 Desember 2013
RDTR, Kala Sang Gubernur Melucuti Kewenangan Diri Sendiri
Penetapan Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Detail Tata Ruang
(RDTR), diprediksi memberi dampak positif untuk penataan tata ruang di
Jakarta yang telanjur semrawut. Melalui Perda itu, kewenang Gubernur dilucuti, peruntukan lahan yang
pada era sebelumnya dapat diubah melalui tanda tangan sang gubernurnya,
asalkan membayar retribusi kepada Pemprov DKI, sekarang tidak boleh.
Pembangunan Jakarta berkiblat ke RDTR.
"Kalau dulu kan melalui retribusi, bayar berapa, gubernur dapat menandatangani perubahan. Kalau sekarang tidak boleh," ujar Kepala Dinas Tata Ruang Gamal Sinurat seusai rapat paripurna Perda RDTR yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Gedung DPRD DKI, Rabu (11/12/2013).
"Kalau dulu kan melalui retribusi, bayar berapa, gubernur dapat menandatangani perubahan. Kalau sekarang tidak boleh," ujar Kepala Dinas Tata Ruang Gamal Sinurat seusai rapat paripurna Perda RDTR yang dihadiri Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Gedung DPRD DKI, Rabu (11/12/2013).
Jokowi: Tak Ada yang Berubah dari Saya
Menjadi Gubernur DKI Jakarta, selalu memuncaki survei soal popularitas,
selalu menjadi pusat perhatian masyarakat banyak, bahkan sering kali
masuk ke dalam pemberitaan sejumlah media internasional, itulah Joko
Widodo yang berjuluk Jokowi. Namun, segala hal yang diimpi-impikan para politisi di negeri
ini tersebut tidak membuat Jokowi tinggi hati dan berubah dalam
perilakunya sehari-hari.
Suami dari Iriana itu mengaku tetap apa adanya, tetap kurus dan tetap memiliki wajah 'ndeso' tentunya. "Ndak ada yang beda. Dulu, tahun lalu, tahun ini, sama saja. Ndak ada yang berubah di saya. Badan ya gini-gini saja, wajah ya juga gini-gini saja," ujarnya saat berbincang dengan wartawan saat hendak pulang ke kediaman dari Balaikota, Rabu (11/12/2013).
Suami dari Iriana itu mengaku tetap apa adanya, tetap kurus dan tetap memiliki wajah 'ndeso' tentunya. "Ndak ada yang beda. Dulu, tahun lalu, tahun ini, sama saja. Ndak ada yang berubah di saya. Badan ya gini-gini saja, wajah ya juga gini-gini saja," ujarnya saat berbincang dengan wartawan saat hendak pulang ke kediaman dari Balaikota, Rabu (11/12/2013).
Jokowi Ikhlas KPK Tak Jadi Lelang Gitar Bass Metallica
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ternyata tidak melelang gitar bass merek Ibanez Artcore AGB 140, yang disebut pemberian personel band Metallica Robert Trujillo kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Barang tersebut hanya menjadi pajangan saat KPK melelang barang hasil gratifikasi di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2013).
Jokowi mengaku pasrah dengan keputusan KPK untuk tidak melelang barang pemberian dari band idolanya tersebut. Jokowi mengaku senang apabila KPK memuseumkan gitar bass itu.
"Ya itu terserah KPK, kalau dilelang seneng-senang saja, saya kan bisa ikut. Tapi kalau KPK memutuskan untuk dimuseumkan saya senang-senang saja. Saya itu kan apapun keputusannya tetap senang.
Jokowi mengaku pasrah dengan keputusan KPK untuk tidak melelang barang pemberian dari band idolanya tersebut. Jokowi mengaku senang apabila KPK memuseumkan gitar bass itu.
"Ya itu terserah KPK, kalau dilelang seneng-senang saja, saya kan bisa ikut. Tapi kalau KPK memutuskan untuk dimuseumkan saya senang-senang saja. Saya itu kan apapun keputusannya tetap senang.
Kandidat DKI 2 Bermunculan, Jokowi: Kita Berdua Jumpalitan Urus Jakarta
Pasca jamuan makan siang di rumah Megawati, Minggu (8/12/2013) mencuat isu
mengenai sosok yang akan mendampingi Ahok jika Jokowi nyapres 2014.
Jokowi justru merasa itu tidak penting.
"Hah?? Kita ini sekarang sibuk ngurusin banjir dan benahin Jakarta. Pendamping apa lagi, kita kerja berdua aja jumpalitan sekarang," ungkap Jokowi di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2013).
Ia enggan berbicara panjang mengenai isu siapa yang akan menduduki kursi DKI 2 jika ia dicalonkan PDIP dalam Pilpres 2013. Ia tak mau ambil pusing mengenai beberapa nama yang digadang-gadang akan duduk bersanding bersama Ahok di Balaikota nanti.
"Hah?? Kita ini sekarang sibuk ngurusin banjir dan benahin Jakarta. Pendamping apa lagi, kita kerja berdua aja jumpalitan sekarang," ungkap Jokowi di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2013).
Ia enggan berbicara panjang mengenai isu siapa yang akan menduduki kursi DKI 2 jika ia dicalonkan PDIP dalam Pilpres 2013. Ia tak mau ambil pusing mengenai beberapa nama yang digadang-gadang akan duduk bersanding bersama Ahok di Balaikota nanti.
Langganan:
Postingan (Atom)


























