Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku hingga saat ini belum mendapatkan tempat relokasi bagi para warga korban kebakaran di Jalan Inspeksi Kali Sunter, Kelapa Gading Barat atau Kampung Pulo Kandang. Jokowi masih bingung warganya mau direlokasi ke mana.
"Relokasi ke mana, tempatnya di mana," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta, Senin (7/10).
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Senin, 07 Oktober 2013
Jokowi "Pending" PKL Night Market di Lima Wilayah DKI
Rencananya, setelah penyelenggaraan PKL Night Market di Jalan Medan
Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, acara yang sama juga digelar di lima
wilayah DKI Jakarta. Namun, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tidak mau
tergesa-gesa. Menurutnya, masih ada yang harus diperbaiki.
"Ini diperbaiki dulu. Nanti saat sudah benar, baru di lima wilayah kita buat lagi," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (7/10/2013).
"Ini diperbaiki dulu. Nanti saat sudah benar, baru di lima wilayah kita buat lagi," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (7/10/2013).
Jokowi Hanya Cari Muka Saja
Meskipun setiap kebijakan yang diambil oleh Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) selalu dengan tujuan untuk melindungi mereka yang kurang beruntung, tetapi ada juga yang mencurigai langkah tersebut sebagai "cari muka" untuk memperoleh simpati jika Jokowi kemudian menjadi Capres pada Pilpres 2014. Padahal tanpa mencari muka dengan cara rendahan seperti itu, Jokowi telah mendapatkan dukungan yang lebih cukup dari seluruh rakyat Indonesia untuk maju sebagai Capres pada Pilpres 2014 yang akan datang.
Adalah pengamat kebijakan publik, Agus Pambagyo, menilai langkah Gubernur Jokowi, yang akan menghapus pajak warteg sebagai cara mendapat popularitas. "Mau populer. Jadi gubernur yang baik, kan, mau jadi presiden," kata Agus, Senin (7/10/2013).
Adalah pengamat kebijakan publik, Agus Pambagyo, menilai langkah Gubernur Jokowi, yang akan menghapus pajak warteg sebagai cara mendapat popularitas. "Mau populer. Jadi gubernur yang baik, kan, mau jadi presiden," kata Agus, Senin (7/10/2013).
Jokowi: Gaji RT dan RW terkendala adiministrasi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengakui menemui kendala dalam
mewujudkan janjinya menggaji dan memberikan asuransi kesehatan bagi
ketua RT dan RW di DKI Jakarta.
"Kendalanya administrasi. Kayak ndak tau saja birokrasi kita kayak gimana," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (7/10/2013).
Jokowi enggan menyebutkan lebih detil di mana kendalanya. Namun, dia memastikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI telah cukup mengakomodir kesejahteraan ketua RT dan RW di Jakarta, yakni dengan menambah biaya operasional sehari-hari RT dan RW.
"Kendalanya administrasi. Kayak ndak tau saja birokrasi kita kayak gimana," kata Jokowi di Balaikota, Jakarta Pusat, Senin (7/10/2013).
Jokowi enggan menyebutkan lebih detil di mana kendalanya. Namun, dia memastikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI telah cukup mengakomodir kesejahteraan ketua RT dan RW di Jakarta, yakni dengan menambah biaya operasional sehari-hari RT dan RW.
Jokowi Segera Revisi Pajak Warteg
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan membicarakan wacana revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2011, dengan DPRD DKI Jakarta. Perda itu dia antaranya mengatur pajak restoran, termasuk Warung Tegal (Warteg).
"Nanti komunikasi politik, dikomunikasikan," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin (7/10/2013).
Ia menjelaskan, hingga kini pihaknya tengah menyiapkan poin-poin dalam perda pajak warteg yang akan direvisi.
"Nanti komunikasi politik, dikomunikasikan," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Senin (7/10/2013).
Ia menjelaskan, hingga kini pihaknya tengah menyiapkan poin-poin dalam perda pajak warteg yang akan direvisi.
Minggu, 06 Oktober 2013
Bara JP Sumut Targetkan 2 Juta Tanda Tangan
Sebagai propinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Pulau Sumatra, Barisan Relawan Jokowi (Bara JP) Sumatra Utara (Sumut) targetkan 2 juta tanda tangan untuk petisi disertai KTP, mendesak Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) agar mendeklarasikan kader terbaik PDI-P, Joko Widodo (Jokowi), sebagai Capres sebelum Pemilihan Legistatif (Pileg) 2014.
Pawang Geni Jokowi Kemana Wae?
Sejumlah kebakaran terjadi di Jakarta belum lama ini. Tidak hanya
melanda kawasan permukiman, tapi juga kawasan usaha atau industri.
Kebakaran ini tidak hanya mengakibatkan kerugian materi, tapi juga
korban jiwa.
Pengurus Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Muhammad Idrus, meminta Pemprov DKI Jakarta serius menangani masalah kebakaran dan korban kebakaran di Jakarta.
"Dulu gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berkampanye untuk mengadakan pawang geni, alat pemadam mobile. Namun belum juga terwujud. Padahal masyarakat bisa bergerak lebih cepat jika ada sarana darurat," kata Idrus di Jakarta, Minggu (6/10/2013).
Pengurus Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, Muhammad Idrus, meminta Pemprov DKI Jakarta serius menangani masalah kebakaran dan korban kebakaran di Jakarta.
"Dulu gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berkampanye untuk mengadakan pawang geni, alat pemadam mobile. Namun belum juga terwujud. Padahal masyarakat bisa bergerak lebih cepat jika ada sarana darurat," kata Idrus di Jakarta, Minggu (6/10/2013).
Jokowi Presiden? Oh .. ho .. Ojo Kesusu ..
Meskipun Gubernur DKI Jakarta Jokowi Widodo (Jokowi) mempunyai segudang prestasi yang tidak perlu diragukan lagi, tetapi ada juga pengamat yang berpendapat mirip Partai Gerindra. Yaitu mengganggap reputasi yang telah dimiliki Jokowi belumlah cukup sebagai tiket untuk maju sebagai capres pada tahun 2014 yang akan datang. Prestasi Jokowi yang mampu mengubah yang dihadapinya dalam waktu yang sangat, rupanya belumlah cukup di mata pengamat sosial Universitas Bengkulu, Cucu Syamsudin. Cucu menilai, rakyat
Indonesia harus bersabar jika menginginkan Jokowi menjadi Presiden
RI. Sebab, Jokowi itu masih perlu melalui ujian dari sisi
waktu agar tidak menjadi pemimpin "karbitan".
Jokowi Tak Perlu Baliho dan Iklan TV
Tokoh yang menduduki jabatan publik lebih berpeluang mendongkrak popularitas dan elektabilitasnya.
Jika kinerjanya baik, dan media tertarik memberitakan, berimbas meningkatkan popularitas dan elektabilitas. Hal ini juga berlaku terhadap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) yang selalu disorot oleh media massa.
Pengamat Politik Universitas Nasional (Unas) M Alfan Alfian mengatakan, pejabat publik seperti kepala daerah bisa menjadikan kinerja sebagai magnet elektoral, seperti yang dilakukan oleh Jokowi.
"Cara konvensional untuk melejitkan popularitas, seperti pasang iklan layanan baliho, spanduk dan TV tak diperlukan lagi. Apa yang dia (Jokowi) lakukan sampai saat ini masih terus disorot wartawan, sehingga ini juga masih membuatnya media darling," kata Alfan Minggu (6/10/ 2013).
Pengamat Politik Universitas Nasional (Unas) M Alfan Alfian mengatakan, pejabat publik seperti kepala daerah bisa menjadikan kinerja sebagai magnet elektoral, seperti yang dilakukan oleh Jokowi.
"Cara konvensional untuk melejitkan popularitas, seperti pasang iklan layanan baliho, spanduk dan TV tak diperlukan lagi. Apa yang dia (Jokowi) lakukan sampai saat ini masih terus disorot wartawan, sehingga ini juga masih membuatnya media darling," kata Alfan Minggu (6/10/ 2013).
PDI-P Berencana Segera Lengserkan Jokowi
Dalam struktur organisasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Joko WIdodo (Jokowi) tercatat menduduki posisi sebagai wakil
ketua DPD PDI-P Jawa Tengah. Mengingat kedudukannya sebagai Gubernur DKI
Jakarta yang sangat sibuk, dari kalangan internal PDI-P muncul wacana pelengseran Jokowi dari posisi tersebut, hal ini dikemukakan oleh DPP PDIP Maruarar Sirait (Ara) pada acara pelantikan Boy Sadikin sebagai Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta, di Lenteng Agung, Jakarta Selatan Minggu (6/10/2013).
"Ya saya rasa, Pak Jokowi kan sudah sibuk urusin Jakarta, tentu partai kan akan memikirkan apa yang bijaksana," kata Ara.
"Ya saya rasa, Pak Jokowi kan sudah sibuk urusin Jakarta, tentu partai kan akan memikirkan apa yang bijaksana," kata Ara.
Jokowi Tidak akan Bubarkan Relawan 'Jokowi For Presiden'
Posko relawan pemenangan Jokowi-Ahok di Jalan Diponegoro kini berubah
bentuk menjadi posko 'Jokowi For Presiden'. Kader terbaik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo (Jokowi) mengaku
tidak mengerti masalah perubahan posko tersebut.
"Saya enggak ngerti. Saya enggak ngurus copras capres. Nggak ngurus, nggak ngurus, nggak ngurus. Itu kan masyarakat. Masa saya mau keberatan?" kata Jokowi di kantor PDI-P, Lenteng Agung Jakarta Selatan, Minggu (6/10/2013).
"Saya enggak ngerti. Saya enggak ngurus copras capres. Nggak ngurus, nggak ngurus, nggak ngurus. Itu kan masyarakat. Masa saya mau keberatan?" kata Jokowi di kantor PDI-P, Lenteng Agung Jakarta Selatan, Minggu (6/10/2013).
Jokowi Akan Terus Sempurnakan Kaki Lima Night Market
Pelaksanaan Kaki Lima Night Market yang digagas kader terbaik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo (Jokowi),
berlangsung meriah. Jokowi berjanji akan menyempurnakan acara tersebut dan jika memungkinkan akan digelar setiap akhir pekan di kawasan Monas tersebut.
"Itu dibutuhkan sebagai sebuah hiburan karena dibutuhkn juga oleh usaha mikro untuk berjualan atau PKL untuk berjualan dan mempromosikan usaha mereka.
"Itu dibutuhkan sebagai sebuah hiburan karena dibutuhkn juga oleh usaha mikro untuk berjualan atau PKL untuk berjualan dan mempromosikan usaha mereka.
Bukan Tanpa Alasan Jokowi Ajak Megawati ke Waduk
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyatakan, Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri adalah pecinta tanaman. Itu sebabnya, ia mengajak Megawati melihat-lihat Waduk Pluit dan waduk Ria Rio.
"Beliau kan pecinta tanaman. Senang hal yang berkaitan dengan pertanian. Saya sampaikan pada beliau, Bu, kalau ada waktu longgar, kita ke Waduk Pluit dan Ria Rio," kata Jokowi di Kantor DPP PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (6/10/2013).
"Beliau kan pecinta tanaman. Senang hal yang berkaitan dengan pertanian. Saya sampaikan pada beliau, Bu, kalau ada waktu longgar, kita ke Waduk Pluit dan Ria Rio," kata Jokowi di Kantor DPP PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (6/10/2013).
Tentang Prananda Tanya Ibu, Tentang Tawuran Akan Temui Warga
Usai menghadiri acara pelantikan Ketua
DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) DKI Jakarta, Boy Sadikin di kantor DPP PDI-P Lenteng Agung,
Jaksel, Minggu (6/10/2013), para pewarta berita menanyakan tentang kemunculan 'satria piningit' pada acara jalan-jalan Jokowi-Mega Sabtu (5/10/2013). Menanggapai pertanyaan tersebut, Joko Widodo (Jokowi) hanya melempar jawaban ke Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.
"Ya tanya Ibu (Mega-red) dong, kok tanya saya," kata Jokowi di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jaksel, Minggu (6/10/2013).
"Ya tanya Ibu (Mega-red) dong, kok tanya saya," kata Jokowi di kantor DPP PDIP Lenteng Agung, Jaksel, Minggu (6/10/2013).
Jokowi Hadiri Pelantikan Boy Sadikin
Siang ini kader terbaik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo (jokowi) menghadiri pelantikan Boy Sadikin sebagai
ketua DPD PDI-P DKI di kantor DPP PDI-P, Lenteng Agung, Jakarta Selatan,
Minggu (6/10/2013). Boy Sadikin dilantik sebagai ketua DPD PDI-P DKI menggantikan ketua sebelumnya, Djarot
Saiful Hidajat. Boy Sadikin adalah anak mantan Gubernur DKI Ali Sadikin. Dia saat ini masih menjabat sebagai anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta.
Boy merupakan kader PDI-P yang menjadi ketua tim pemenangan Jokowi-Ahok dalam Pilkada DKI 2012.
Boy merupakan kader PDI-P yang menjadi ketua tim pemenangan Jokowi-Ahok dalam Pilkada DKI 2012.
Prestasi Jokowi Tak Diragukan Lagi (Bagian IV)
Menjelang pemilu 2014, politisi lawan Joko Widodo (Jokowi) semuanya
sibuk menghajar Jokowi dengan berbagai cara seakan mereka lupa bahwa
meskipun hanya sekejab Jokowi telah menggenggam prestasi yang luar biasa
yang tidak akan pernah hilang dari sejarah negeri ini. Tulisan berikut
ini adalah salah satu contoh upaya yang telah dilakukan oleh kader
terbaik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk
kesejahteraan wong cilik di ibukota negeri ini.
Sabtu, 05 Oktober 2013
Jokowi Jadi "Dagangan" Paling Laku Di Kaki Lima Night Market
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali diserbu warga. Di antara semarak
festival kaki lima yang digelar di Balaikota, Jakarta, diantara semua yang hadir dan dagangan yang dipajang ternyata Jokowi paling banyak menyita perhatian.
Ramai-ramai para pengunjung Kaki Lima Night Market menyerbu Jokowi. Pria, wanita, anak-anak, bercampur-baur saling berebut mendekati kader terbaik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu. Sekadar bersalaman atau berfoto bersama sudah sangat memuaskan hati mereka.
Ramai-ramai para pengunjung Kaki Lima Night Market menyerbu Jokowi. Pria, wanita, anak-anak, bercampur-baur saling berebut mendekati kader terbaik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu. Sekadar bersalaman atau berfoto bersama sudah sangat memuaskan hati mereka.
Copras Capres Muncul Di Kaki Lima Night Market
Walaupun Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berulang kali tak mau
mengurusi kabarnya maju dalam bursa calon presiden 2014, hal itu tak
membuat awak media berhenti penasaran.
Saat ia bersama sang istri, Iriana selesai berkeliling Kaki
Lima Night Market, pertanyaan menggelitik mengenai capres 2014 masih
saja ditanyakan. Kini ada yang bertanya terkait isu tim Ketua DPR
Marzuki Alie yang mulai mendekati Jokowi untuk bersama maju dalam
Pilpres 2014.
Jika Ok, Kaki Lima Night Market Jadi Kegiatan Rutin
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengakui penyelenggaraan Kaki Lima
Night Market untuk kali pertama masih memiliki banyak kekurangan. Oleh
karena itu, Jokowi akan melalukan evaluasi.
Salah satu hal yang menjadi bahan evaluasi, kata Jokowi, adalah hujan mendadak, sehingga banyak lampu-lampu di tenda-tenda para pedagang tidak menyala. Hal itu didengar Jokowi langsung dari para pedagang, saat ia bersama sang istri, Iriana berkeliling dan berbelanja dalam acara tersebut.
"Semua akan kita lihat nanti minggu depan, mulai dari lampunya dan semuanya.
Salah satu hal yang menjadi bahan evaluasi, kata Jokowi, adalah hujan mendadak, sehingga banyak lampu-lampu di tenda-tenda para pedagang tidak menyala. Hal itu didengar Jokowi langsung dari para pedagang, saat ia bersama sang istri, Iriana berkeliling dan berbelanja dalam acara tersebut.
"Semua akan kita lihat nanti minggu depan, mulai dari lampunya dan semuanya.
Jokowi Buka Kaki Lima Night Market
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka pesta pedagang kaki lima (PKL), yaitu Kaki Lima Night Market. Sayangnya, warga yang sudah antusias mengunjungi acara tersebut sempat membubarkan diri karena hujan deras yang menerjang di hampir seluruh wilayah Ibu Kota.
Jokowi Unggul di Survei Capres Karena Kredibilitas dan Kompetensi
"Meskipun berdasarkan pada survei terakhir capres berasal dari Jawa tetap lebih banyak seperti Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo, namun hal itu lebih didasarkan pada sisi kredibilitasnya," kata Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) ini di Yogyakarta, Sabtu (5/10/2013).
Video Jokowi Megawati Kunjungi Waduk
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengunjungi Waduk Pluit, Jakarta Utara, bersama Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Kedekatan keduanya menjadi sorotan karena belakangan Jokowi selalu menempati posisi tertinggi dalam sejumlah survei calon presiden 2014.
Megawati: Jakarta Tidak Punya Ciri Khas
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri menilai kota Jakarta masih belum memiliki ciri khas yang memperlihatkan identitas kota.
"Jakarta ini London bukan, Spanyol bukan. Sekarang kita lihat apa ya tipe arsitektur di Jakarta ini," ujar Megawati saat blusukan bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ke waduk Ria-Rio, Kelurahan Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2013).
Menurut Presiden ke-5 RI ini, suatu kota harus memiliki ciri khas, sehingga mampu memberikan daya tarik bagi wisatawan ataupun turis untuk datang ke Ibukota.
"Jakarta ini London bukan, Spanyol bukan. Sekarang kita lihat apa ya tipe arsitektur di Jakarta ini," ujar Megawati saat blusukan bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ke waduk Ria-Rio, Kelurahan Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2013).
Menurut Presiden ke-5 RI ini, suatu kota harus memiliki ciri khas, sehingga mampu memberikan daya tarik bagi wisatawan ataupun turis untuk datang ke Ibukota.
Saat Dik Jokowi Candai Bu Mega di Depan Warteg
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengajak bercanda Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati
Soekarnoputri di depan Warung Tegal alias warteg. Seperti apa cerita
lengkapnya?
Jokowi dan Mega hari ini banyak menghabiskan waktu bersama. Didampingi anak Mega, Prananda Prabowo, keduanya mengunjungi Waduk Pluit, Waduk Ria Rio, dan menyempatkan makan di warteg sederhana. Usai kenyang menyantap hidangan warteg 21 Mak Djen, dua tokoh PDIP itu saling bergurau.
Jokowi dan Mega hari ini banyak menghabiskan waktu bersama. Didampingi anak Mega, Prananda Prabowo, keduanya mengunjungi Waduk Pluit, Waduk Ria Rio, dan menyempatkan makan di warteg sederhana. Usai kenyang menyantap hidangan warteg 21 Mak Djen, dua tokoh PDIP itu saling bergurau.
Megawati: Kalau Cinta Jokowi-Ahok, Bantu Bersihkan Jakarta
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri menganjurkan kepada warga Jakarta untuk turut serta membantu membersihkan Ibu Kota.
"Katanya cinta pak Jokowi cinta Ahok. Tapi hanya ngomong saja tidak ada
guna. Harus bersih-bersih, dimulai dari tingkat RT," ujar Megawati usai
makan siang di warteg 21 (Ma 'Djen) di Jalan Tanah Mas Raya, Kelurahan
kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2013).
Presiden ke-5 RI ini menilai warga abai dalam memperhatikan kebersihan
di sekelilingnya. Ia sendiri telah menyaksikan timbunan sampah yang
dikeruk dari dasar waduk Pluit yang sudah bertahun-tahun mengendap.
Satria Piningit di Sela-sela Jalan-jalan Megawati Jokowi
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri hari ini mengunjungi waduk dan
makan di warteg bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Ada
tokoh PDI-P yang jarang muncul ke media bersama keduanya, dialah Prananda
Prabowo, anak Megawati yang selama ini mendaat julukan 'satria piningit'.
Sosok Prananda Prabowo memang selama ini jarang muncul ke media. Dibanding adiknya, Puan Maharani, Prananda memang jarang tampil ke publik. Kehadiran Prananda bersama Megawati dan Jokowi barangkali untuk memperkenalkan 'satria piningit' ini ke masyarakat luas.
Prananda dan Puan Maharani adalah dua anak Megawati yang disebut-sebut bakal meneruskan tahta ibunya. Puan yang selama ini dikenal sebagai 'anak emas' Taufiq Kiemas memang punya jabatan lebih kuat di PDI-P, selain menjabat Ketua DPP PDI-P bidang politik, Puan juga sudah menjabat Ketua FPDI-P DPR.
Sosok Prananda Prabowo memang selama ini jarang muncul ke media. Dibanding adiknya, Puan Maharani, Prananda memang jarang tampil ke publik. Kehadiran Prananda bersama Megawati dan Jokowi barangkali untuk memperkenalkan 'satria piningit' ini ke masyarakat luas.
Prananda dan Puan Maharani adalah dua anak Megawati yang disebut-sebut bakal meneruskan tahta ibunya. Puan yang selama ini dikenal sebagai 'anak emas' Taufiq Kiemas memang punya jabatan lebih kuat di PDI-P, selain menjabat Ketua DPP PDI-P bidang politik, Puan juga sudah menjabat Ketua FPDI-P DPR.
Megawati Minta Jokowi Sering Makan di Warteg
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk sering makan di warung tegal (warteg)
"Makanya tadi saya bilang supaya pak Jokowi ini sering-sering makan di warteg supaya cepat gemuk," kata Megawati usai menyantap hidangan di warteg 21 (Ma' Djen) di Jalan Tanah Mas Raya, Kelurahan Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2013).
"Makanya tadi saya bilang supaya pak Jokowi ini sering-sering makan di warteg supaya cepat gemuk," kata Megawati usai menyantap hidangan di warteg 21 (Ma' Djen) di Jalan Tanah Mas Raya, Kelurahan Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2013).
Langganan:
Postingan (Atom)
























