Sabtu, 05 Oktober 2013

Pemilik Warteg Kaget Didatangi Jokowi dan Megawati

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri makan bersama di warteg milik Djeni. Wanita berumur 65 tahun itu tidak menyangka wartegnya bakal kedatangan orang nomor satu di Jakarta dan Presiden RI ke-5 itu.
"Saya nggak tahu (akan kedatangan Jokowi dan Mega). Orang saya kan masak. Ini spontan," ujar Djeni, pemilik Warteg 21 Ma' Djen di Jl Tanah Mas Raya, Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2013).

Jokowi: Jangan Sampai Warteg Dipajeki!

Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) meminta agar warteg jangan sampai dikenakan pajak. Warteg milik rakyat kecil.
"Warteg ini logistiknya rakyat. Jangan sampai warteg dipajeki! Berapa sih pajeknya warteg itu," ujar Jokowi dalam jumpa pers bersama Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri, usai makan bersama di Warteg 21 Ma' Djen, Jl Tanah Mas Raya, Pulomas, Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2013).
Jokowi mengaku, sebelum ke warteg, dia mengajak Megawati meninjau Waduk Pluit dan Waduk Ria Rio. Megawati ditemani oleh anaknya Prananda Prabowo. Karena lapar, Jokowi lalu mengajak makan Megawati di warteg.

Pencapresan Jokowi Tunggu Tahun Berganti

Meskipun rumor beredar kencang tentang rencana Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk memajukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai Capres pada Pilpres 2014 yang akan datang, tetapi Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri belum akan mendeklarasikan Capres PDI-P pada tahun 2013 ini. Saat hal itu dikonfirmasikan pada Megawati, Megawati meminta para wartawan sabar menunggu sampai tahun 2014 yang akan datang.

Dari Waduk Pluit Ke Waduk Ria Rio

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri didampingi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini melakukan kunjungan ke waduk-waduk di Jakarta. Dari Waduk Pluit, Megawati dan Jokowi langsung mengunjungi warga sekitar waduk Ria Rio, Jakarta Timur.
"Waduk ini bukannya hasil karya Pak Jokowi, karena dari dulu sudah ada. Harusnya dikasih keterangan mengapa waduk ini banyak di Jakarta, ada Ria Rio, Rawa Badak Sunter, Pluit, Tomang Barat," kata Megawati kepada wartawan di pinggiran waduk Ria Rio, Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2013).

Megawati Minta Jokowi Hijaukan Jakarta

Dalam perjalanan ke Waduk Pluit, Preisden Kelima Megawati Soekarnoputri menceritakan kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tentang konsepsi Bung Karno ketika menata Ibu Kota Jakarta.
Ketika melewati stadiun Bung Karno  yang 50 tahun lalu menggegerkan dunia berkat Games of the new emerging forces (GANEFO).
Megawati menyampaikan sekelumit cerita bagaimana bersama Bung Karno ikut secara langsung menanam berbagai jenis pepohonan di kawasan Bung Karno, termasuk kompleks DPR dan kementrian kehutanan.

Jokowi Megawati Kunjungi Waduk Pluit

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, mengunjungi Waduk Pluit bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Saat para kuli tinta menanyakan maksud dan tujuan Megawati mengunjungi Waduk Pluit, dengan santai Megawati mengatakan sedang ingin berjalan-jalan santai.
"Kok dalam rangka apa, saya jalan-jalan aja kok," kata Megawati sembari tersenyum, Sabtu (5/10/2013).

Oh Ternyata Cuma Ajak Mega ke Waduk Pluit

Setelah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meninggalkan kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri, titik terang dari pembicaraan antara Megawati dan Jokowi pun terkuak.
Adalah Wakil Sekjen DPP PDI-P, Hasto Kristiyanto, mengaku bahwa kedatangan Jokowi tak lain dan tak bukan hanyalah untuk mengajak Megawati meninjau langsung waduk Pluit kebanggaan Jokowi.
"Kunjungan Mas Jokowi bukan kunjungan mendadak ke rumah Ibu Mega dan tidak ada pembicaraan khusus. Kedatangan Mas Jokowi untuk mengajak Ibu Mega mengunjugi, melihat secara langsung waduk Pluit," kata Hasto. [/Pro]

Panggilan Dari Sang Ketua Umum

Ketua Umum Partai Demokrasi Indonsia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri, secara mendadak mengundang kader terbaiknya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), ke kediamannya. Belum diketahui secara pasti masalah yang dibicarakan antara Jokowi dan Megawati. Apakah berkaitan dengan pengumumam pencapresan Jokowi yang menurut rumor akan dilakukan pada minngu-minggu ini atau masalah lainnya.
Jokowi terlihat tiba di kediaman Megawati di Jl Teuku Umar No 27 A pukul 11.00 WIB, Sabtu (5/10/2013).

Jumat, 04 Oktober 2013

Joki, Tantangan Lain Jokowi dan Pemimpin Negeri

Joki, pemandangan yang akan gampang kita temui pada jam-jam pemberlakuan ketentuan 3 in 1 untuk jalanan Jakarta. Minimal, mereka akan menjadi orang ketiga di dalam mobil yang memilih melintas di jalur yang terkena aturan itu.
Bekerja menjadi joki cukup dengan berdiri di lokasi strategis di sekitar "mulut" jalur 3 in 1. Berpakaian "pantas" untuk naik ke mobil yang akan memakai jasa, sedikit usaha yang diperlukan. Lambaikan tangan, pada kendaraan yang terlihat memelankan laju kendaraan, untuk membuka peluang "jasa" terpakai.
Ini adalah pekerjaan tak butuh keterampilan. Cukup memenuhi langkah-langkah di atas, maka kemungkinan mendapatkan uang cukup besar didapatkan. Sekali layanan melengkapi jumlah minimal tiga orang dalam satu kendaraan, paling tidak Rp 20.000 sudah masuk kantong.

Ahok Ingin Pelajar Berpotensi Nakal "Dididik" Jokowi

Untuk mencegah terjadinya perselisihan antarpelajar, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berencana memberikan penyuluhan kepada pelajar melalui tayangan edukatif. Mereka yang disasar adalah para pelajar yang berpotensi berperilaku nakal.
Basuki berencana mendudukkan pelajar-pelajar itu bersama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).

Rhoma Irama Tak Berani Sebut Jokowi Sebagai Capres 2014

Pesona si raja dangdut Rhoma Irama diakui masih menyedot perhatian masyarakat di Indonesia. Di Garut, Jawa Barat, Jumat (4/10/2013) malam, ribuan warga rela berdesak-desakan di Alun-alun untuk mengikuti Tabligh Akbar PKB bersama Rhoma Irama dan Cak Imin.
Rhoma dengan penuh percaya diri kembali melontarkan pencalonan dirinya sebagai presiden dari partai yang didirikan Gus Dur itu. Bahkan, ia berani menyebut, lima dari capres yang mengemuka saat ini adalah dirinya.

Pramono Edhie Dinilai Dompleng Popularitas Jokowi

Pernyataan peserta konvensi Partai Demokrat Pramono Edhie Wibowo yang bersedia menjadi pendamping Joko Widodo (Jokowi) dinilai hanya sebatas wacana. Ketua Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Andreas Hugo Pareira menilai, pernyataan ini bertujuan untuk memenangkan diri dalam konvensi Partai Demokrat (PD).
"Pernyataan ini hanya strategi Pak Pramono," kata Andreas saat dihubungi, Jumat (4/10/2013). Dengan popularitas Jokowi, pernyataan ini dinilai hanya bertujuan untuk mendongkrak popularitas Pramono Edhie. "Pramono Edhie belum pasti memenangi konvensi," kata Andreas.

Gara-gara Akil Mochtar, Popularitas Jokowi Menurun

Gara-gara pemberitaan tentang Akil Mochtar, tangkapan kakap KPK baru-baru ini, pemberitaan mengenainya menguasai hampir semua media. Tidak terkecuali media-media mainstream yang biasanya selalu menuai banyak hits oleh karena berita tentang Jokowi-Ahok. Akibatnya, kolom terpopuler dikuasai pemberitaan tentang Akil Mochtar dan menggeser popularitas pemberitaan tentang Jokowi/Basuki. Sebut saja: kompas.com, tempo.co, detik.com, merdeka.com, dll. Semua kolom terpopuler dikuasai oleh pemberitaan tentang Akil Mochtar. Pantas jika dikatakan bahwa Akil Mochtar langsung terkenal oleh karena pemberitaan negatif tentangnya.

Jokowi Beri Kuliah Umum, Yang Lain Asyik Tawuran

Kedatangan Gubernur  DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) di kompleks Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar disuguhi acara kebanggaan mahasiswa Unhas, yaitu tawuran antar mahasiswa, Jumat (4/10/2013).
Tawuran yang menjadi kebanggaan mahasiswa Unhas itu terjadi ketika Jokowi memberikan kuliah umum di Unhas. Saat Jokowi tampil menyampaikan pidatonya di hadapan civitas akademika Unhas di Gedung Ipteks sekira pukul 15.00 Wita, tiba-tiba ada aksi memalukan yang dilakukan seorang mahasiswa, di areal Gedung Baruga AP Pettarani.

Jokowi Jelaskan, Mengapa Dulu Tolak Undangan Syahrul

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) memberi penjelasan soal ketidakhadirannya pada rapat kerja nasional Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia di Toraja, Desember 2012. Kedatangan Jokowi di Makassar, Jumat (4/10/2013) merupakan kali pertama sejak Jokowi menjadi gubernur DKI Jakarta. Dirinya tak sempat hadir saat itu bahkan tidak sempat pula diwakili Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena sibuk membenahi pemerintahan di Ibu Kota, sesaat setelah terpilih.
Saat ditanya soal sudah berapa kali datang di Makassar saat menjawab gubernur dan ketidak hadiran Jokowi pada rakernas yang dipimpin Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Jokowi mengatakan bahwa dirinya sangat sibuk mengurus Ibu Kota.

Jokowi Senang di Makassar

Kedatangan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) di Makassar disambut bak selebritis. Tak henti-hentinya, suami dari Iriani tersebut diajak berofoto dan bersalamah oleh banyak orang. Mulai dari orang yang berpenampilan seperti eksekutif muda, sosialita, hingga warga kelas bawah. Jokowi hanya bisa tertawa kendati tampak seperti kewalahan melayani mereka.
"Masyarakat ramah-ramah, bagus, seneng (senang)," ujar Jokowi saat diwawancai di mobil ditumpanginya, Toyota Kijang DD 1235 VW usai meresmikan kantor cabang Bank DKI di JL Ratulangi, Makassar, Jumat (4/10/2013).

Di Makassar pun Jokowi Tetap Diiisukan Cari Cawapres

Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo (SYL) menanggapi dengan santai wacana serta dorongan dan dukungan sejumlah politisi dari berbagai partai politik untuk ikut meramaikan bursa Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden RI 2014. Apalagi menyebarnya isu dirinya ada berpasangan dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Kabar tersebut santer muncul menyusul, setelah keduanya menggelar pertemuan khusus di rumah jabatan (rujab) Gubernur sebelum Jokowi meresmikan pembukaan Bank DKI di Jl Sam Ratulangi Nomor 18 Makassar, Jumat (4/10).

JOKOWI Soal Capres 2014, Saya Paling Senang Disandingkan dengan Istri Saya

Rasa penasaran pewarta media Makassar terhadap kemungkinan Joko Widodo (Jokowi) maju dalam pencalonan presiden pada 2014 belum terhenti sekalipun gubernur Jakarta itu selalu menolak berkomentar soal pencalonan dirinya.
Tingginya elektibalitas Jokowi dalam berbagai survei menjadi penyababnya. Namun, Jokowi yang ditanya soal kemungkinan maju menjadi calon presiden tetap bersikukuh tidak mau berkomentar.
“Saya sampai detik ini tidak ngurus survei-survei, nggak ngurus copras capres, saya di sini ngurus Bank DKI,” kata Jokowi di sela-sela acara pembukaan cabang Bank DKI pertama di luar Jawa, yang terletak di Jalan Sam Ratulangi, Makassar, Sulsel, Jumat (4/10/2013).

Gerindra Dukung Jokowi-Ahok Bongkar Pagar

Wakil Sekretaris Jendral DPP Partai Gerindra, Aryo PS Djojohadikusumo, menilai rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membongkar tembok dan pagar gedung perkantoran di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin, sangat baik.
Karena diyakini mampu mengubah wajah kota menjadi lebih ramah lingkungan, menambah ruang hijau dan menjadi kantong-kantong bagi pedagang kaki lima. Pembongkaran tembok juga diyakini akan mampu menghilangkan sekat dan egoisme antarpengelola gedung.

Jokowi Prihatin Atas Penangkapan Ketua MK

Penangkapan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendapat tanggapan dari Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). Menurut Jokowi, penegakan hukum di Indonesia harus lebih diperbaiki.
"Hal itu penting sehingga tidak ada celah untuk melakukan tindakan penyuapan," kata Jokowi, usai menghadiri peresmian Kantor Cabang Bank DKI di Makassar, Jumat, (4/10/2013).

Foto-foto Jokowi di Makassar

Apa Kabar Lokasi "Blusukan" Pertama Jokowi?

Sehari setelah dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) melakukan blusukan pertamanya ke Kelurahan Pademangan Timur, Jakarta Utara, 16 Oktober 2012. Saat itu, dia berjanji melakukan pembangunan dari perkampungan warga.
Lalu, apa kabar Pademangan? Apakah sudah ada pembangunan di kawasan tersebut?
Kondisi RT 14 RW 01, Kelurahan Pademangan Timur, Jumat (4/10/2013), tidak melihat ada perubahan yang signifikan. Di drainase Kali Mati yang ada di lingkungan permukiman warga terlihat masih banyak sampah rumah tangga.

Pramono Edhie Merasa Terhormat Jadi Wakil Jokowi

Peserta konvensi Partai Demokrat, Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo, sempat menulis pernyataan menggelitik di status akun Facebook pribadinya. Pekan lalu, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini menulis bahwa dia merasa terhormat jika bisa menjadi pasangan Gubernur Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dalam pemilihan umum presiden dan wakil presiden 2014.
Ketika ditemui pada Jumat, (4/10/2013), Pramono tersenyum lebar saat ditanya soal status Facebook-nya itu.

Ditemui Jokowi, Yang Tegang Jadi Tenang

Sekitar 500 warga Petukangan, Jakarta Selatan menunggu kehadiran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di sebuah Rumah Makan di jalan Saidi Raya. Rabu pagi pada 24 April 2013 lalu itu suasana begitu tegang.
Sejumlah warga, yang akan digusur akibat proyek Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road West 2 (JORR W2), membentangkan spanduk penolakan ganti rugi yang ditawarkan oleh pengelola proyek.

Di Makasar Jadi Rebutan, Tapi Tak Ngurus Copras Capres


Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) menjadi obyek rebutan antarwarga dan undangan saat meresmikan kantor cabang Bank DKI di Jalan Dr Ratulangi, Kecamatan Mamajang, Makassar, Jumat (4/10/2013) siang.
Seperti halnya kunjungan Jokowi ke beberapa daerah di Nusantara dalam kapasitasnya sebagai fungsionaris PDI Perjuangan terkait Pemilukada, kedatangan Jokowi di Makassar, meski dalam status Gubernur DKI, tetap menyedot perhatian warga.

Jokowi Ingin Kelola Trotoar dan Taman Milik Pemerintah Pusat

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengambil alih penataan trotoar yang selama ini dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Salah satu contohnya trotoar di sepanjang Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. "Maunya Pak Gubernur memang demikian, baik itu tamannya, trotoarnya, di Jakarta semua dikelola Pemprov DKI," ujar Pelaksana Tugas Dinas Perta manan dan Pemakaman Yonathan Pasodung saat ditemui di kantornya, Jumat (4/10/2013) pagi.
Yonathan mengatakan, selama ini terjadi tumpang tindih pengelolaan trotoar di Jakarta. Setidaknya ada tiga instansi yang mengelola trotoar Ibu Kota, yakni Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI, Dinas Pekerjaan Umum DKI, dan Kementerian Pekerjaan Umum RI. Pengelolaan taman di dekat trotoar dikelola penuh oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman.

Jokowi Resmikan Cabang Bank DKI di Makassar

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), Jumat (4/10/2013) bertolak ke Mamajang, Makassar. Di sana, Jokowi akan meresmikan kantor cabang Bank DKI di Jalan Dr Sam Ratulangi Nomor 81, B-C, Mamajang, Makassar, Sulawesi Selatan.
"Besok (hari ini), saya sudah di Makassar. Bank DKI ingin buka cabang di sana, saya diminta meresmikan," ujarnya pada wartawan, Kamis (3/10/2013).