Anggota Dewan Perwakilan Daerah Dani Anwar telah menyurati Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terkait rencana relokasi Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kebon Jati Tanah Abang oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. |
Terdapat beberapa poin penting yang digarisbawahi Dani Anwar dalam surat tertanggal 31 Juli 2013 itu. Dalam surat itu, Anggota DPD Dapil DKI Jakarta tersebut meminta RPH harus dipertahankan. Kalaupun terpaksa dipindah, Dani meminta Gubernur agar berembug dengan para pedagang dan penjagal di RPH soal lokasi barunya.
Namun kritik Dani paling keras adalah dengan menyatakan rencana relokasi Pemprov akan mematikan penghidupan para penjagal dan penjual daging kambing. "Saya ingin mengingatkan bahwa tindakan seperti itu dapat menjadi tindakan kesewenang-wenangan oleh penyelenggara negara," kata Dani dalam suratnya.
Di akhir suratnya, Dani Anwar berharap Jokowi dan jajarannya bisa mencarikan jalan keluar yang terbaik buat warga asli Tanah Abang yang berketramapilan khusus sebagai pemotong hewan itu.
Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta kukuh ingin merelokasi RPH dari Tanah Abang guna mengembalikan fungsi awalnya sebagai lahan parkir. Langkah itu diperlukan untuk memuluskan upaya mengembalikan para pedagang kaki lima Pasar Tanah Abang yang meluber ke bahu jalan ke gedung pasar.
Kenapa banyak pihak yang menentang keras gagasan bagus Jokowi? Adakah bisnis mereka terganggu oleh ulah Jokowi?
Sumber :
tempo.co
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Selasa, 06 Agustus 2013
Pelecehan: SBY Pidato, Warga Malah Asyik Foto Jokowi
Pesona Joko Widodo (Jokowi) tidak luntur meski ada Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono. Warga lebih tertarik berfoto bersama Gubernur DKI Jakarta
tersebut ketimbang mendengarkan pidato Presiden.
Itulah yang terjadi saat Presiden meninjau sistem pengelolaan zakat yang selama ini dilaksanakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), di halaman Kantor Baznas, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2013).
Awal cerita, sebenarnya Jokowi Widodo yang turut mendampingi SBY, keluar dari ruangan terlebih dahulu beberapa menit sebelum SBY. Setelah itu, dilanjutkan oleh sejumlah menteri kabinet bersatu jilid II, seperti Menko Polhukam Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dan Menko Perekonomian Hatta Radjasa. Mereka pun berkumpul di sisi kiri podium tempat SBY berpidato.
Namun, seketika Presiden SBY bersama Wapres Boediono dan Menteri Agama Suryadharma Ali keluar ruang kantor Baznas, Jokowi seketika melangkahkan kakinya menuju barisan wartawan dan warga yang berdiri di dekat pagar kantor Baznas yang telah dibatasi oleh garis Paspampres. Aksi Jokowi itu mengundang perhatian beberapa wartawan dan warga.
"Eh, Pak Jokowi di deket kita. Ya ampun, saya berdiri di deket orang bijaksana," kata seorang Ibu sambil menatap Jokowi.
Melihat Jokowi ada di dekat mereka, lantas beberapa warga pun mencoba mendekati Jokowi dan mengarahkan kamera handphone mereka kepada Jokowi. Aksi para warga itu pun mengusik personel Paspampres yang berjaga untuk menenangkan warga yang mulai berisik melihat Jokowi. Pasalnya, saat itu SBY sedang berpidato dan situasi memang harus kondusif.
Raut muka Jokowi pun tampak serius memperhatikan pidato dan instruksi Presiden. Senyum tak muncul di wajahnya, dan matanya terus memperhatikan Presiden. Namun, warga tetap bergantian berdiri di sampingnya untuk berfoto.
Hingga Presiden selesai memberikan arahannya, warga masih terus bergantian berdiri di sisi Jokowi untuk mengabadikan momen itu. Ketika Presiden meninggalkan podium, Jokowi langsung berbalik badan dan melangkahkan kakinya dengan cepat menuju sisi kiri mobil yang ditumpangi Presiden.
Bersama Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol, mantan Wali Kota Surakarta itu mengantarkan Presiden dan rombongan hingga masuk ke dalam mobil. Setelah itu, Jokowi kembali dikerubuti warga setempat untuk berfoto.
Bahkan, ia ditarik oleh Kepala Baznas Didin Hafidhuddin yang memintanya untuk berfoto bersama karyawan Baznas yang sudah rapi membentuk barisan di halaman kantor untuk mengabadikan momen bersama tokoh yang disebut-sebut akan mencalonkan diri sebagai Presiden Indonesia tersebut.
Sumber :
kompas.com
Itulah yang terjadi saat Presiden meninjau sistem pengelolaan zakat yang selama ini dilaksanakan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), di halaman Kantor Baznas, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2013).
Awal cerita, sebenarnya Jokowi Widodo yang turut mendampingi SBY, keluar dari ruangan terlebih dahulu beberapa menit sebelum SBY. Setelah itu, dilanjutkan oleh sejumlah menteri kabinet bersatu jilid II, seperti Menko Polhukam Djoko Suyanto, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dan Menko Perekonomian Hatta Radjasa. Mereka pun berkumpul di sisi kiri podium tempat SBY berpidato.
Namun, seketika Presiden SBY bersama Wapres Boediono dan Menteri Agama Suryadharma Ali keluar ruang kantor Baznas, Jokowi seketika melangkahkan kakinya menuju barisan wartawan dan warga yang berdiri di dekat pagar kantor Baznas yang telah dibatasi oleh garis Paspampres. Aksi Jokowi itu mengundang perhatian beberapa wartawan dan warga.
"Eh, Pak Jokowi di deket kita. Ya ampun, saya berdiri di deket orang bijaksana," kata seorang Ibu sambil menatap Jokowi.
Melihat Jokowi ada di dekat mereka, lantas beberapa warga pun mencoba mendekati Jokowi dan mengarahkan kamera handphone mereka kepada Jokowi. Aksi para warga itu pun mengusik personel Paspampres yang berjaga untuk menenangkan warga yang mulai berisik melihat Jokowi. Pasalnya, saat itu SBY sedang berpidato dan situasi memang harus kondusif.
Raut muka Jokowi pun tampak serius memperhatikan pidato dan instruksi Presiden. Senyum tak muncul di wajahnya, dan matanya terus memperhatikan Presiden. Namun, warga tetap bergantian berdiri di sampingnya untuk berfoto.
Hingga Presiden selesai memberikan arahannya, warga masih terus bergantian berdiri di sisi Jokowi untuk mengabadikan momen itu. Ketika Presiden meninggalkan podium, Jokowi langsung berbalik badan dan melangkahkan kakinya dengan cepat menuju sisi kiri mobil yang ditumpangi Presiden.
Bersama Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol, mantan Wali Kota Surakarta itu mengantarkan Presiden dan rombongan hingga masuk ke dalam mobil. Setelah itu, Jokowi kembali dikerubuti warga setempat untuk berfoto.
Bahkan, ia ditarik oleh Kepala Baznas Didin Hafidhuddin yang memintanya untuk berfoto bersama karyawan Baznas yang sudah rapi membentuk barisan di halaman kantor untuk mengabadikan momen bersama tokoh yang disebut-sebut akan mencalonkan diri sebagai Presiden Indonesia tersebut.
Sumber :
kompas.com
Jokowi Oneng Ikut Jual Bambang Said
Sejumlah tokoh PDI Perjuangan dipastikan turun ke Jawa Timur membantu
kampanye pasangan cagub-cawagub Jatim, Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah
(Bambang-Said).
Selain Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi), juga akan hadir Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Ketum PDI-P Megawati, Rike Dyah Pitaloka (Oneng) hingga Teras Narang, Gubernur Kalimantan Tengah.
Menurut Ketua DPD PDI-P Jatim, Sirmadji, para tokoh tersebut dipastikan hadir di Jatim dalam kampanye Bambang-Said di sejumlah daerah.
"Para tokoh tersebut adalah inspirasi bagi Bambang-Said dalam memenangkan Pilkada di daerahnya masing-masing," katanya seusai meresmikan media center Said Abdullah di Surabaya, Minggu (5/8/2013) malam.
Pihaknya optimistis, pasangan yang diusung partai PDI-P itu mampu memenangkan Pilgub Jatim dalam satu kali putaran, menyusul dukungan yang terus meningkat dari berbagai daerah.
Bahkan pasangan yang mengusung ikon jempol itu semakin menunjukkan jati diri sebagai kandidat kuat pemenang Pilgub Jatim.
"Bambang-Said dianggap merepresentasikan elemen besar masyarakat Jatim dalam konteks sosial dan etnis yakni Jawa dan Madura," tambahnya.
Bambang Dwi Hartono adalah tokoh PDI-P yang populer dan besar di kawasan Mataraman, Jatim, sementara Said Abdullah juga tokoh sekaligus pengusaha terkenal di tanah Madura.
Komposisi latar belakang keduanya dinilainya cukup merepresentasikan latar belakang suku di Jatim yang sebagian besar dari kalangan Jawa dan Madura.
Selain Bambang-Said, Pilgub Jatim tahun ini juga diramaikan tiga pasangan lainnya yakni Soekarwo-Saifullah Yusuf yang didukung sebagian besar partai parlemen dan non-parlemen, Khofifah Indar Parawansah-Herman Suryadi Sumawiredja yang diusung PKB, dan lima partai gurem, serta pasangan independen Eggi Sudjana-M Sihat.
Sumber :
kompas.com
Selain Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi), juga akan hadir Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Ketum PDI-P Megawati, Rike Dyah Pitaloka (Oneng) hingga Teras Narang, Gubernur Kalimantan Tengah.
Menurut Ketua DPD PDI-P Jatim, Sirmadji, para tokoh tersebut dipastikan hadir di Jatim dalam kampanye Bambang-Said di sejumlah daerah.
"Para tokoh tersebut adalah inspirasi bagi Bambang-Said dalam memenangkan Pilkada di daerahnya masing-masing," katanya seusai meresmikan media center Said Abdullah di Surabaya, Minggu (5/8/2013) malam.
Pihaknya optimistis, pasangan yang diusung partai PDI-P itu mampu memenangkan Pilgub Jatim dalam satu kali putaran, menyusul dukungan yang terus meningkat dari berbagai daerah.
Bahkan pasangan yang mengusung ikon jempol itu semakin menunjukkan jati diri sebagai kandidat kuat pemenang Pilgub Jatim.
"Bambang-Said dianggap merepresentasikan elemen besar masyarakat Jatim dalam konteks sosial dan etnis yakni Jawa dan Madura," tambahnya.
Bambang Dwi Hartono adalah tokoh PDI-P yang populer dan besar di kawasan Mataraman, Jatim, sementara Said Abdullah juga tokoh sekaligus pengusaha terkenal di tanah Madura.
Komposisi latar belakang keduanya dinilainya cukup merepresentasikan latar belakang suku di Jatim yang sebagian besar dari kalangan Jawa dan Madura.
Selain Bambang-Said, Pilgub Jatim tahun ini juga diramaikan tiga pasangan lainnya yakni Soekarwo-Saifullah Yusuf yang didukung sebagian besar partai parlemen dan non-parlemen, Khofifah Indar Parawansah-Herman Suryadi Sumawiredja yang diusung PKB, dan lima partai gurem, serta pasangan independen Eggi Sudjana-M Sihat.
Sumber :
kompas.com
Senin, 05 Agustus 2013
Jokowi Ogah One Man Show
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku sangat mendukung langkah Wali Kota Jakarta Pusat Saefulloh yang akan mengadakan buka bersama dengan perwakilan PKL Tanah Abang nanti sore. Rencananya buka bersama tersebut akan dilakukan di masjid Al Makmur, Jalan KH Mas Mansyur Jakarta Pusat.
Pasalnya, acara bukber tersebut ditujukan untuk ajang silahturahmi dan mengingatkan pernyataan PKL yang bersedia direlokasi ke blok G, Pasar Tanah Abang. Apabila dilakukan oleh Jokowi, maka wali kota maupun SKPD tidak memiliki tugas.
"Bagus, masa semua urusan gubernur, kan ada juga yang kita delegasikan ke wali kota, ke dinas, nanti one man show kalau saya semua," ujar Jokowi usai mendampingi presiden SBY di Baznas Jakarta, Senin (5/8/2013).
Namun, mantan wali kota Solo ini memastikan relokasi PKL ke Blok G akan selesai setelah lebaran. Apabila, nanti setelah lebaran masih ada PKL yang tidak mau direlokasi, maka dia akan mengundang PKL untuk membahas perelokasian.
"Blok G nanti habis lebaran, saya akan mengundang PKL untuk bicara," ucapnya.
Jika nanti, saat melakukan pengeksekusian di H+4 belum rampung, Jokowi akan turun tangan langsung menyelesaikan. "Kalau belum selesai ya nanti diselesaikan," tandasnya.
Sumber :
merdeka.com
Pasalnya, acara bukber tersebut ditujukan untuk ajang silahturahmi dan mengingatkan pernyataan PKL yang bersedia direlokasi ke blok G, Pasar Tanah Abang. Apabila dilakukan oleh Jokowi, maka wali kota maupun SKPD tidak memiliki tugas.
"Bagus, masa semua urusan gubernur, kan ada juga yang kita delegasikan ke wali kota, ke dinas, nanti one man show kalau saya semua," ujar Jokowi usai mendampingi presiden SBY di Baznas Jakarta, Senin (5/8/2013).
Namun, mantan wali kota Solo ini memastikan relokasi PKL ke Blok G akan selesai setelah lebaran. Apabila, nanti setelah lebaran masih ada PKL yang tidak mau direlokasi, maka dia akan mengundang PKL untuk membahas perelokasian.
"Blok G nanti habis lebaran, saya akan mengundang PKL untuk bicara," ucapnya.
Jika nanti, saat melakukan pengeksekusian di H+4 belum rampung, Jokowi akan turun tangan langsung menyelesaikan. "Kalau belum selesai ya nanti diselesaikan," tandasnya.
Sumber :
merdeka.com
Tak Ada Kata-kata Lain Selain Tunggu Mega
Dorongan masyarakat agar PDI Perjuangan mengusung Joko Widodo (Jokowi) sebagai
calon presiden (capres) mulai mendapat sinyal positif dari kader
internal PDI Perjuangan.
Ketua DPP PDI Perjuangan Maruarar Sirait menilai dorongan masyarakat
terhadap Jokowi sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja Jokowi.
"Masyarakat menilai Jokowi sebagai pemimpin yang berhasil," kata
Maruarar, Senin (5/8/2013).
Maruarar yang akrab disapa Ara ini mengatakan, Jokowi merupakan model kader yang berhasil menjalankan visi misi partai. Buktinya, Jokowi sempat dua kali terpilih sebagai Wali Kota Solo dan menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Menurut Ara, hal-hal tersebut tidak akan terjadi bila kinerja Jokowi tidak memuaskan masyarakat. "Jokowi cermin kader yang berhasil menjalankan amanat partai. Dia kader murni PDI Perjuangan," ujarnya.
Kendati menyambut positif dorongan masyarakat, namun Ara belum menyatakan secara tegas dukungan PDI Perjuangan terhadap Jokowi menjadi capres. Sebab, menurutnya, penetapan capres PDI Perjuangan merupakan hak prerogatif Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri. "Kita tunggu saja keputusan Ibu Mega," katanya.
Sumber :
republika.co.id
Maruarar yang akrab disapa Ara ini mengatakan, Jokowi merupakan model kader yang berhasil menjalankan visi misi partai. Buktinya, Jokowi sempat dua kali terpilih sebagai Wali Kota Solo dan menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Menurut Ara, hal-hal tersebut tidak akan terjadi bila kinerja Jokowi tidak memuaskan masyarakat. "Jokowi cermin kader yang berhasil menjalankan amanat partai. Dia kader murni PDI Perjuangan," ujarnya.
Kendati menyambut positif dorongan masyarakat, namun Ara belum menyatakan secara tegas dukungan PDI Perjuangan terhadap Jokowi menjadi capres. Sebab, menurutnya, penetapan capres PDI Perjuangan merupakan hak prerogatif Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri. "Kita tunggu saja keputusan Ibu Mega," katanya.
Sumber :
republika.co.id
Jokowi Ogah Blusukan Ke Terminal
Di H-3 Lebaran, terminal menjadi salah satu tempat konsentrasi massa
yang akan mudik. Namun Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tak berniat blusukan ke terminal bus di
Jakarta. Kenapa?
"Nanti kalau saya yang lakukan malah lebih macet. Hehe ," kata Jokowi di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Senin (5/8/2013).
Guyonan tersebut dilontarkannya saat ditanya wartawan kapan ia akan blusukan ke terminal atau stasiun KRL di Jakarta. Menurutnya, peninjauan terminal-terminal sudah menjadi domain Dinas Perhubungan, Jakarta. Sehingga tidak perlu ia turun langsung
"Ya nggak lah itu sudah dilakukan oleh Dishub," pungkasnya.
Saat ini kepadatan warga Jakarta beralih ke terminal, stasiun KRL, pelabuhan dan bandara. Kondisi kota Jakarta sendiri cenderung lengang karena kebanyakan di antara warga sudah mulai mudik lebaran.
Sumber :
detik.com
"Nanti kalau saya yang lakukan malah lebih macet. Hehe ," kata Jokowi di Pekojan, Tambora, Jakarta Barat, Senin (5/8/2013).
Guyonan tersebut dilontarkannya saat ditanya wartawan kapan ia akan blusukan ke terminal atau stasiun KRL di Jakarta. Menurutnya, peninjauan terminal-terminal sudah menjadi domain Dinas Perhubungan, Jakarta. Sehingga tidak perlu ia turun langsung
"Ya nggak lah itu sudah dilakukan oleh Dishub," pungkasnya.
Saat ini kepadatan warga Jakarta beralih ke terminal, stasiun KRL, pelabuhan dan bandara. Kondisi kota Jakarta sendiri cenderung lengang karena kebanyakan di antara warga sudah mulai mudik lebaran.
Sumber :
detik.com
Jokowi Nyaris Kecopetan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membagi-bagikan sembako dan uang tunai
di Kampung Janis RT 1 RW 8, Kelurahan Pekojan, Kecamatan Tambora,
Jakarta Barat. Akibat ricuhnya warga yang berdesak-desakkan mendapatkan
sembako, Jokowi hampir kecopetan.
Salah seorang ajudan Jokowi, Untoro menyampaikan kalau dompet yang berada di kantong kanan celana belakang Jokowi akan diambil seorang pria muda. "Tadi dompet bapak hampir dicopet. Tapi, dompet itu enggak jadi berpindah tangan karena sudah saya pergokin dulu," kata Untoro, di Pekojan, Senin (5/8/2013).
Pria setengah baya itu menjelaskan kalau Jokowi tidak mengetahui dompetnya akan dicopet. Sebelum si copet melakukan aksinya, Untoro keburu menegur dan menampik tangan pencopet itu.
"Tadi, Bapak enggak tahu, langsung saja saya tegur, kenapa kamu," kata Untoro.
Di Kampung Janis, Gubernur Jokowi membagikan sembako dan sejumlah uang tunai. Sembako itu terdiri dari 3 kg beras, 2 liter minyak goreng, dan satu botol sirup.
Sumbangan sembako itu, kata Jokowi, merupakan sumbangan dari para donatur dan perseorangan. Dari donatur itu kemudian dikelola oleh Wali Kota setempat untuk kemudian didistribusikan kepada warga yang tinggal di daerah kumuh.
Sementara untuk sejumlah uang yang diberikan kepada warga, Jokowi menyebutnya sebagai zakat maal. Tiap orang mendapatkan Rp 100.000 dari zakat yang diberikan mantan Wali Kota Surakarta itu.
Selain membagikan sembako dan uang di Tambora, Jokowi juga membagikannya di Muara Angke, Marunda, Cengkareng, dan sebagainya. Pembagian sembako dan uang kepada warga itu, kata dia, agar warga turut merasakan Lebaran bersama pemerintah.
Sumber :
kompas.com
Salah seorang ajudan Jokowi, Untoro menyampaikan kalau dompet yang berada di kantong kanan celana belakang Jokowi akan diambil seorang pria muda. "Tadi dompet bapak hampir dicopet. Tapi, dompet itu enggak jadi berpindah tangan karena sudah saya pergokin dulu," kata Untoro, di Pekojan, Senin (5/8/2013).
Pria setengah baya itu menjelaskan kalau Jokowi tidak mengetahui dompetnya akan dicopet. Sebelum si copet melakukan aksinya, Untoro keburu menegur dan menampik tangan pencopet itu.
"Tadi, Bapak enggak tahu, langsung saja saya tegur, kenapa kamu," kata Untoro.
Di Kampung Janis, Gubernur Jokowi membagikan sembako dan sejumlah uang tunai. Sembako itu terdiri dari 3 kg beras, 2 liter minyak goreng, dan satu botol sirup.
Sumbangan sembako itu, kata Jokowi, merupakan sumbangan dari para donatur dan perseorangan. Dari donatur itu kemudian dikelola oleh Wali Kota setempat untuk kemudian didistribusikan kepada warga yang tinggal di daerah kumuh.
Sementara untuk sejumlah uang yang diberikan kepada warga, Jokowi menyebutnya sebagai zakat maal. Tiap orang mendapatkan Rp 100.000 dari zakat yang diberikan mantan Wali Kota Surakarta itu.
Selain membagikan sembako dan uang di Tambora, Jokowi juga membagikannya di Muara Angke, Marunda, Cengkareng, dan sebagainya. Pembagian sembako dan uang kepada warga itu, kata dia, agar warga turut merasakan Lebaran bersama pemerintah.
Sumber :
kompas.com
Jokowi Imbau Takbiran di Masjid Saja
Malam takbiran biasanya dijalani warga Jakarta dengan melaksanakan
takbir keliling. Namun, tahun ini Gubernur DKI, Joko Widodo mengimbau
agar warga menghabiskan malam takbiran di masjid.
"Kita mengimbau masyarakat agar takbirannya di mesjid-mesjid saja," kata Gubernur DKI, Joko Widodo di kantor Baznas jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2013).
Tak hanya itu, ia pun melarang warganya untuk berkonvoi seperti umumnya dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.
"Tidak usah keliling, tidak usah konvoi," imbuhnya.
Jokowi mengatakan jika Pemprov DKI tidak akan mengadakan acara malam takbiran tahun ini.
"Nggak ada," terangnya.
Sumber :
detik.com
"Kita mengimbau masyarakat agar takbirannya di mesjid-mesjid saja," kata Gubernur DKI, Joko Widodo di kantor Baznas jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2013).
Tak hanya itu, ia pun melarang warganya untuk berkonvoi seperti umumnya dilakukan di tahun-tahun sebelumnya.
"Tidak usah keliling, tidak usah konvoi," imbuhnya.
Jokowi mengatakan jika Pemprov DKI tidak akan mengadakan acara malam takbiran tahun ini.
"Nggak ada," terangnya.
Sumber :
detik.com
Giliran Tambora Jadi Sasaran Blusukan Jokowi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali blusukan dengan tujuan membagi-bagi sembako untuk warga Jakarta. Kali ini saran blusukan Jokowi adalah kelurahan Tambora Jakarta.
Pukul 13.50 WIB, Jokowi tiba dikawasan padat penduduk Pekojan, Tambora. Ia pun langsung menuju para warga yang sudah menunggunya.
Seperti biasa, ia langsung disambut dengan anak kecil yang ingin menyalami tangannya.
"Antri yang rapi biar cepat selesai. Saya jamin cukup. Semua kebagian," kata Jokowi di Tambora, Senin (5/8/2013).
Jokowi hanya memberikan secara simbolis 2 paket sembako yang berisi minyak 2 liter, beras 3 kg, 1 botol. Namun tak lama kemudian ia mengeluarkan setumpuk amplop kecil berwarna putih dan langsung dibagi pada warga yang sedang mengantri sembako.
Sontak antrian warga berubah dan mengerumuninya. Beberapa lansia pun menarik-narik tangan Jokowi agar kebagian amplop.
Jokowi mengaku jika sembako yang dibagikannya adalah sumbangan dari pengusaha. Namun, khusus untuk uang Rp 100.000,- dalam amplop tersebut adalah zakat maal Jokowi pribadi.
"Itu (sembako) dari sumbangan pengusaha-pengusaha. Kalau yang amplop itu zakat maal saya," jelasnya pada wartawan.
Sumber :
- kompas.com
- detik.com
Pukul 13.50 WIB, Jokowi tiba dikawasan padat penduduk Pekojan, Tambora. Ia pun langsung menuju para warga yang sudah menunggunya.
Seperti biasa, ia langsung disambut dengan anak kecil yang ingin menyalami tangannya.
"Antri yang rapi biar cepat selesai. Saya jamin cukup. Semua kebagian," kata Jokowi di Tambora, Senin (5/8/2013).
Jokowi hanya memberikan secara simbolis 2 paket sembako yang berisi minyak 2 liter, beras 3 kg, 1 botol. Namun tak lama kemudian ia mengeluarkan setumpuk amplop kecil berwarna putih dan langsung dibagi pada warga yang sedang mengantri sembako.
Sontak antrian warga berubah dan mengerumuninya. Beberapa lansia pun menarik-narik tangan Jokowi agar kebagian amplop.
Jokowi mengaku jika sembako yang dibagikannya adalah sumbangan dari pengusaha. Namun, khusus untuk uang Rp 100.000,- dalam amplop tersebut adalah zakat maal Jokowi pribadi.
"Itu (sembako) dari sumbangan pengusaha-pengusaha. Kalau yang amplop itu zakat maal saya," jelasnya pada wartawan.
Sumber :
- kompas.com
- detik.com
JK Akan Pertimbangkan Sebagai Pasangan Capres Jokowi
Wakil Presiden periode 2004-2009 M Jusuf Kalla mengakui sudah ada
pembicaraan informal dengan semua partai politik terkait pencalonannya
sebagai presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 mendatang.
Namun, JK hanya berkomentar singkat ketika ditanyakan apakah Ketua Umum
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Megawati Soekarnoputri,
sudah melakukan pendekatan untuk menyandingkannya dengan Gubernur DKI
Jakarta, Joko Widodo (Jokowi).
“Ya, nanti tentu saya pertimbangkan dengan baik,” katanya di Kantor Dewan Mesjid Indonesia (DMI), Jakarta, Senin (5/8/2013).
Meski tak spesifik menyebutkan dengan partai politik apa saja, JK mengaku sudah berbicara dengan semua partai mengenai rencananya maju dalam pilpres mendatang.
“Pembicaraan informal-informal iya. Semua pihak berbicara,” ujar JK saat ditanya ajakan partai terhadap dirinya untuk menjadi calon presiden (capres) dari partai.
Namun, meski mengklaim bahwa dirinya telah dekat dengan semua partai politik, Ketua DMI ini mengaku, belum ada pembahasan intensif soal capres. Pasalnya, lanjut JK, kebanyakan parpol memutuskan pembahasan soal capres dilakukan usai pemilu legislatif (pileg).
Sumber :
kompas.com
“Ya, nanti tentu saya pertimbangkan dengan baik,” katanya di Kantor Dewan Mesjid Indonesia (DMI), Jakarta, Senin (5/8/2013).
Meski tak spesifik menyebutkan dengan partai politik apa saja, JK mengaku sudah berbicara dengan semua partai mengenai rencananya maju dalam pilpres mendatang.
“Pembicaraan informal-informal iya. Semua pihak berbicara,” ujar JK saat ditanya ajakan partai terhadap dirinya untuk menjadi calon presiden (capres) dari partai.
Namun, meski mengklaim bahwa dirinya telah dekat dengan semua partai politik, Ketua DMI ini mengaku, belum ada pembahasan intensif soal capres. Pasalnya, lanjut JK, kebanyakan parpol memutuskan pembahasan soal capres dilakukan usai pemilu legislatif (pileg).
Sumber :
kompas.com
Jokowi Sudah Bayar Zakat Rp 20 Juta
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) telah melaksanakan kewajiban
membayar zakat. Ia membayarkan zakar sebanyak Rp 20 juta pada 16 Juli
2013.
"Sudah pasti bayar pas awal-awal dulu, waktu di Senayan," kata Jokowi di kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2013).
Awalnya Jokowi enggan menyebutkan banyaknya zakat yang ia bayarkan. Namun, setelah didesak oleh wartawan, Jokowi menyebutkan bahwa ia telah membayar zakat melalui Badan Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (Bazis) DKI sebesar Rp 20 juta. Untuk zakat lainnya, Jokowi enggan menyebutkannya.
"Yang lain, saya enggak mau ngomong. Kan ada zakat mal dan ada zakat yang kita langsung berikan juga," kata Jokowi.
Corporate Secretary Baznas Hermin R Rachim mengatakan, Jokowi telah membayarkan zakat pada pekan lalu. Namun, ia enggan memberitahukan besaran zakat yang telah dibayarkan Jokowi.
Hari ini Jokowi mendampingi Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk meninjau langsung sistem pengelolaan zakat yang selama ini dilaksanakan. Jokowi yang datang lebih awal langsung disambut Ketua Umum Baznas Didin Hafidhuddin dan Ustaz Yusuf Mansyur.
Beberapa saat kemudian, Presiden Yudhoyono datang bersama para menteri Kabinet Bersatu II, yakni Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, dan Menteri Agama Suryadarma Ali. Presiden Yudhoyono melakukan telekonferensi dengan lima Baznas di lima provinsi, yakni Kota Berau (Kalimantan Timur), Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan.
"Jadi, telecoference (telekonferensi) ini untuk membicarakan pelaporan pengelolaan zakat nasional yang terintegrasi melalui sistem pengelolaan berbasis internet, yaitu sistem manajemen informasi Baznas," kata Hermin.
Hermin mengatakan, Presiden Yudhoyono juga telah menunaikan pembayaran zakatnya melalui Baznas senilai Rp 24 juta untuk kewajiban fitrah dan mal. Zakat itu dibayarkan pada 24 Juli 2013.
Sumber :
kompas.com
"Sudah pasti bayar pas awal-awal dulu, waktu di Senayan," kata Jokowi di kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2013).
Awalnya Jokowi enggan menyebutkan banyaknya zakat yang ia bayarkan. Namun, setelah didesak oleh wartawan, Jokowi menyebutkan bahwa ia telah membayar zakat melalui Badan Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (Bazis) DKI sebesar Rp 20 juta. Untuk zakat lainnya, Jokowi enggan menyebutkannya.
"Yang lain, saya enggak mau ngomong. Kan ada zakat mal dan ada zakat yang kita langsung berikan juga," kata Jokowi.
Corporate Secretary Baznas Hermin R Rachim mengatakan, Jokowi telah membayarkan zakat pada pekan lalu. Namun, ia enggan memberitahukan besaran zakat yang telah dibayarkan Jokowi.
Hari ini Jokowi mendampingi Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono untuk meninjau langsung sistem pengelolaan zakat yang selama ini dilaksanakan. Jokowi yang datang lebih awal langsung disambut Ketua Umum Baznas Didin Hafidhuddin dan Ustaz Yusuf Mansyur.
Beberapa saat kemudian, Presiden Yudhoyono datang bersama para menteri Kabinet Bersatu II, yakni Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Menko Kesra Agung Laksono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, dan Menteri Agama Suryadarma Ali. Presiden Yudhoyono melakukan telekonferensi dengan lima Baznas di lima provinsi, yakni Kota Berau (Kalimantan Timur), Jawa Timur, Jawa Barat, dan Sumatera Selatan.
"Jadi, telecoference (telekonferensi) ini untuk membicarakan pelaporan pengelolaan zakat nasional yang terintegrasi melalui sistem pengelolaan berbasis internet, yaitu sistem manajemen informasi Baznas," kata Hermin.
Hermin mengatakan, Presiden Yudhoyono juga telah menunaikan pembayaran zakatnya melalui Baznas senilai Rp 24 juta untuk kewajiban fitrah dan mal. Zakat itu dibayarkan pada 24 Juli 2013.
Sumber :
kompas.com
JK: Jokowi, Tirulah Ahmadinejad...
Wakil Presiden 2004-2009 M Jusuf Kalla (JK) meminta Gubernur DKI Jakarta
Joko Widodo (Jokowi) membuktikan keberhasilan kepemimpinannya dulu di
Jakarta sebelum mencalonkan diri menjadi presiden.
"Pak Jokowi namanya baik karena menjadi Gubernur DKI. Karena itu dia harus membuktikan dengan betul bahwa dia dapat memimpin DKI dengan baik," ujar JK di Kantor Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jakarta, Senin (5/8/2013).
Dia berharap Jokowi mencontoh mantan Presiden Perancis, Francois Hollande, yang merupakan mantan Wali Kota Tulle, Perancis; serta Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak, mantan Wali Kota Seoul. Contoh lainnya, kata dia, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang merupakan mantan Wali Kota Teheran.
Ketiga tokoh itu, menurutnya, berhasil membuktikan kinerjanya sebagai kepala daerah sampai akhirnya terpilih menjadi presiden. Dia membenarkan, banyak hasil survei menunjukkan elektabilitas mantan Wali Kota Solo itu paling tinggi di antara tokoh politik yang lain. Namun, kata dia, pemilihan presiden baru akan berlangsung satu tahun mendatang.
"Survei itu memang bisa menjadi indikasi, tapi pilpres masih setahun lagi," katanya.
Soal peluangnya berduet dengan Jokowi, JK mengatakan, koalisi ditentukan partai pengusung. Namun, dia tidak menuntup adanya kemungkinan itu.
"Tentu dalam politik semua mungkin, tapi yang menentukan koalisi atau tidak adalah partai," lanjutnya.
JK mengaku akan mempertimbangkan dengan baik jika ada tawaran dari PDI Perjuangan untuk memasangkan dirinya dengan Jokowi.
Sumber :
kompas.com
"Pak Jokowi namanya baik karena menjadi Gubernur DKI. Karena itu dia harus membuktikan dengan betul bahwa dia dapat memimpin DKI dengan baik," ujar JK di Kantor Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jakarta, Senin (5/8/2013).
Dia berharap Jokowi mencontoh mantan Presiden Perancis, Francois Hollande, yang merupakan mantan Wali Kota Tulle, Perancis; serta Presiden Korea Selatan Lee Myung Bak, mantan Wali Kota Seoul. Contoh lainnya, kata dia, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad yang merupakan mantan Wali Kota Teheran.
Ketiga tokoh itu, menurutnya, berhasil membuktikan kinerjanya sebagai kepala daerah sampai akhirnya terpilih menjadi presiden. Dia membenarkan, banyak hasil survei menunjukkan elektabilitas mantan Wali Kota Solo itu paling tinggi di antara tokoh politik yang lain. Namun, kata dia, pemilihan presiden baru akan berlangsung satu tahun mendatang.
"Survei itu memang bisa menjadi indikasi, tapi pilpres masih setahun lagi," katanya.
Soal peluangnya berduet dengan Jokowi, JK mengatakan, koalisi ditentukan partai pengusung. Namun, dia tidak menuntup adanya kemungkinan itu.
"Tentu dalam politik semua mungkin, tapi yang menentukan koalisi atau tidak adalah partai," lanjutnya.
JK mengaku akan mempertimbangkan dengan baik jika ada tawaran dari PDI Perjuangan untuk memasangkan dirinya dengan Jokowi.
Sumber :
kompas.com
Pasca Pengeboman Vihara, Jokowi Imbau Warga Lebih Hati-Hati
Minggu malam telah terjadi pengeboman di Vihara Ekayana, Kebon Jeruk,
Jakarta Barat. Jokowi mengimbau warga Jakarta agar lebih berhati-hati.
"Hati-hati semua," imbau Jokowi usai menghadiri acara di kantor Baznas, Jalan Kebon Jeruk, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2013).
Himbauan ini ditujukannya kepada seluruh warga. Termasuk warga beragama Budha.
"Kita semua harus berhati-hati," tambahnya.
Jokowi mempercayakan pihak Kepolisian dalam penindakan dan peningkatan keamanan di Jakarta. Apalagi menjelang hari raya Idul Fitri.
"Saya kira kesiapan Polri dalam mengantisipasi sudah ada," pungkasnya.
Dua bom meledak di Vihara Ekayana pada pukul 19.00 WIB, Minggu (4/8). Pada saat itu, umat sedang melakukan ibadah malam.
Akibat dari bom yang berkekuatan low explosive itu, sebanyak tiga orang mengalami luka ringan.
Sumber :
detik.com
"Hati-hati semua," imbau Jokowi usai menghadiri acara di kantor Baznas, Jalan Kebon Jeruk, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2013).
Himbauan ini ditujukannya kepada seluruh warga. Termasuk warga beragama Budha.
"Kita semua harus berhati-hati," tambahnya.
Jokowi mempercayakan pihak Kepolisian dalam penindakan dan peningkatan keamanan di Jakarta. Apalagi menjelang hari raya Idul Fitri.
"Saya kira kesiapan Polri dalam mengantisipasi sudah ada," pungkasnya.
Dua bom meledak di Vihara Ekayana pada pukul 19.00 WIB, Minggu (4/8). Pada saat itu, umat sedang melakukan ibadah malam.
Akibat dari bom yang berkekuatan low explosive itu, sebanyak tiga orang mengalami luka ringan.
Sumber :
detik.com
Jokowi Harus Tegas!
LBH Jakarta meminta Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) melakukan langkah tegas menyelesaikan perkara perusahaan di wilayah Jakarta yang tidak mau memberikan THR kepada pekerjanya.
Joko Widodo harus membuktikan keberpihakannya kepada rakyat yang tertindas.
"Jokowi-Ahok harus membuktikan keberpihakannya kepada rakyat dengan memanggil pemilik perusahaan yang tak membayar THR," kata Maruli, advokat LBH Jakarta, Senin (5/8/2012).
Menurut Maruli, itu merupakan pekerjaan rumah besar untuk Jokowi-Basuki. Karena itu, Jokowi-Ahok harus mulai selektif memasang pembantunya yang profesional di Disnaker Provinsi DKI .
"Jokowi-Basuki harus merombak total jajaran di dinas. Karena jokowi harus bisa memberikan gambaran Jakarta sebagai contoh daerah baik bagi pekerja," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Penanganan Pengaduan Kasus LBH Jakarta, Muhammad Isnur mengungkapkan bahwa jumlah perusahaan yang bermasalah dalam pembayaran THR terhadap pegawainya terus meningkat.
"Pelanggaran bagi buruh yang tidak dibayar THR naik signifikan dengan jumlah 1.461 buruh tahun ini," kata Isnur.
Sementara tahun lalu, jumlah buruh yang tidak dibayar THR hanya 414 buruh. Artinya naik 300 persen.
Berikut daftar perusahaan yang diadukan karena tidak bayar THR 2013. Di wilayah Jakarta Utara ada PT Usi Apparel di KBN Cakung, PT Asian Collection di KBN Marunda, dan PT Myung Sung di KBN Cakung.
Di wilayah Jakarta Selatan ada Koperasi BM, PT Herba Mandiri di Tebet, PT Nusantara Buana Air, PT Persada di Pasar Minggu dan Yayasan Pendidikan Kaum Ibu Kebayoran di Duren Tiga.
Sumber :
tribunnews.com
Joko Widodo harus membuktikan keberpihakannya kepada rakyat yang tertindas.
"Jokowi-Ahok harus membuktikan keberpihakannya kepada rakyat dengan memanggil pemilik perusahaan yang tak membayar THR," kata Maruli, advokat LBH Jakarta, Senin (5/8/2012).
Menurut Maruli, itu merupakan pekerjaan rumah besar untuk Jokowi-Basuki. Karena itu, Jokowi-Ahok harus mulai selektif memasang pembantunya yang profesional di Disnaker Provinsi DKI .
"Jokowi-Basuki harus merombak total jajaran di dinas. Karena jokowi harus bisa memberikan gambaran Jakarta sebagai contoh daerah baik bagi pekerja," ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Penanganan Pengaduan Kasus LBH Jakarta, Muhammad Isnur mengungkapkan bahwa jumlah perusahaan yang bermasalah dalam pembayaran THR terhadap pegawainya terus meningkat.
"Pelanggaran bagi buruh yang tidak dibayar THR naik signifikan dengan jumlah 1.461 buruh tahun ini," kata Isnur.
Sementara tahun lalu, jumlah buruh yang tidak dibayar THR hanya 414 buruh. Artinya naik 300 persen.
Berikut daftar perusahaan yang diadukan karena tidak bayar THR 2013. Di wilayah Jakarta Utara ada PT Usi Apparel di KBN Cakung, PT Asian Collection di KBN Marunda, dan PT Myung Sung di KBN Cakung.
Di wilayah Jakarta Selatan ada Koperasi BM, PT Herba Mandiri di Tebet, PT Nusantara Buana Air, PT Persada di Pasar Minggu dan Yayasan Pendidikan Kaum Ibu Kebayoran di Duren Tiga.
Sumber :
tribunnews.com
Jokowi Meninjau Pengelolaan Zakat Baznas
Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi) meninjau sistem pengelolaan zakat
yang terintegrasi oleh Baznas. Kehadirannya untuk melihat sistem
pengelolaan zakat di Baznas. Selain Jokowi, presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga hadir dalam acara tersebut
Jokowi tiba pukul 11.18 WIB di kantor Baznas, jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (5/7/2013). Ia pun langsung disambut oleh ketua umum Baznas, Didin Hafinuddin beserta jajarannya. Turut hadir menyambut, rekanan Didin, ust. Yusuf Mansyur.
Sambil berjalan masuk ke gedung, Jokowi pun tampak berbincang-bincang dengan para jajarannya Baznas.
" Ini bagus, kan sistem yang ada di daerah masih sendiri-sendiri," kata Jokowi yang mengenakan batik bernuansa coklat kepada Didin.
Rencananya presiden SBY akan berbincang dengan perwakilan Baznas menggunakan sistem Google Hang Out. Pengintegrasian sistem pengelolaan zakat ini sudah mulai dioperasikan mulai Januari 2013.
Dalam acara ini, hadir bersama Presiden Djoko Suyanto, Menteri Agama Suryadarma Ali, Menko Kesra Agung Laksono, Hatta Rajasa, Agus Suwartono, ketua MUI, KH Amidan , Ketua ESQ, Ary Ginandar.
Jokowi juga sudah terdaftar sebagai muzakki Basnaz.
Sumber :
detik.com
Jokowi tiba pukul 11.18 WIB di kantor Baznas, jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (5/7/2013). Ia pun langsung disambut oleh ketua umum Baznas, Didin Hafinuddin beserta jajarannya. Turut hadir menyambut, rekanan Didin, ust. Yusuf Mansyur.
Sambil berjalan masuk ke gedung, Jokowi pun tampak berbincang-bincang dengan para jajarannya Baznas.
" Ini bagus, kan sistem yang ada di daerah masih sendiri-sendiri," kata Jokowi yang mengenakan batik bernuansa coklat kepada Didin.
Rencananya presiden SBY akan berbincang dengan perwakilan Baznas menggunakan sistem Google Hang Out. Pengintegrasian sistem pengelolaan zakat ini sudah mulai dioperasikan mulai Januari 2013.
Dalam acara ini, hadir bersama Presiden Djoko Suyanto, Menteri Agama Suryadarma Ali, Menko Kesra Agung Laksono, Hatta Rajasa, Agus Suwartono, ketua MUI, KH Amidan , Ketua ESQ, Ary Ginandar.
Jokowi juga sudah terdaftar sebagai muzakki Basnaz.
Sumber :
detik.com
Jokowi dan Setiawan Djody
Seniman dan pengusaha Setiawan Djody menggelar buka puasa bersama di kediamannya, di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh, seperti Ketua PBNU Said Agil Siradj dan Sutan Bhatoegana, anggota DPR periode 2009-2014 dari Partai Demokrat. Juga ada bekas vokalis band Dewa, Once.
Tapi yang paling ditunggu tentu saja Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) yang hadir menjelang azan isya. Kehadiran Jokowi disambung hangat Djody sekeluarga serta sahabat dan kerabat. Mengenakan baju koko putih dan celana hitam, Jokowi menyapa tamu yang hadir.
Tanpa membuang banyak waktu, Djody langsung mengajak Jokowi memasuki sebuah ruangan yang terletak di seberang panggung, yang dipasang di halaman rumahnya.
Pertemuan Djody dengan Jokowi dan beberapa pihak lain berlangsung tertutup sekitar lebih dari 45 menit. Seusai pertemuan, keduanya menyempatkan sedikit waktu untuk kembali berfoto dengan keluarga Djody yang antusias melihat kedatangan Jokowi.
Personel band Kantata Takwa ini menolak memberitahukan obrolan khusus dengan Jokowi. Menurut dia, pertemuan saat itu hanya pertemuan biasa. Pada saat pertemuan tertutup itu, terlihat ada tamu yang berasal dari luar Indonesia. Kebetulan ada tamu Djody yang berasal dari Singapura. Tamu ini ingin mengetahui seperti apa sosok pemimpin Jakarta yang berasal dari Solo tersebut.
Saat ditanyai apakah ada alasan khusus Jokowi meluangkan waktu untuk hadir dalam acara malam itu, Jokowi hanya menjawab santai seperti biasa. "Ini, kan, senior," sahutnya sambil menunjuk ke arah Djody.
"Lah, ini hanya pertemuan biasa. Kan, silaturahmi. Acara ini adalah acara rutin, ada kumpul buka puasa sama Kantata, gitar blast, ini ngumpul semua, ada Once, semuanya kumpul," Djody menjelaskan seraya bergerak mendampingi Jokowi yang langsung meninggalkan lokasi.
Sumber :
tempo.co
Tapi yang paling ditunggu tentu saja Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) yang hadir menjelang azan isya. Kehadiran Jokowi disambung hangat Djody sekeluarga serta sahabat dan kerabat. Mengenakan baju koko putih dan celana hitam, Jokowi menyapa tamu yang hadir.
Tanpa membuang banyak waktu, Djody langsung mengajak Jokowi memasuki sebuah ruangan yang terletak di seberang panggung, yang dipasang di halaman rumahnya.
Pertemuan Djody dengan Jokowi dan beberapa pihak lain berlangsung tertutup sekitar lebih dari 45 menit. Seusai pertemuan, keduanya menyempatkan sedikit waktu untuk kembali berfoto dengan keluarga Djody yang antusias melihat kedatangan Jokowi.
Personel band Kantata Takwa ini menolak memberitahukan obrolan khusus dengan Jokowi. Menurut dia, pertemuan saat itu hanya pertemuan biasa. Pada saat pertemuan tertutup itu, terlihat ada tamu yang berasal dari luar Indonesia. Kebetulan ada tamu Djody yang berasal dari Singapura. Tamu ini ingin mengetahui seperti apa sosok pemimpin Jakarta yang berasal dari Solo tersebut.
Saat ditanyai apakah ada alasan khusus Jokowi meluangkan waktu untuk hadir dalam acara malam itu, Jokowi hanya menjawab santai seperti biasa. "Ini, kan, senior," sahutnya sambil menunjuk ke arah Djody.
"Lah, ini hanya pertemuan biasa. Kan, silaturahmi. Acara ini adalah acara rutin, ada kumpul buka puasa sama Kantata, gitar blast, ini ngumpul semua, ada Once, semuanya kumpul," Djody menjelaskan seraya bergerak mendampingi Jokowi yang langsung meninggalkan lokasi.
Sumber :
tempo.co
Strategi Jokowi Menekan Pendatang ke Jakarta
Untuk mengantisispasi melonjaknya jumlah penduduk di Jakarta pasca
mudik, pemprov DKI sudah memiliki startegi baru untuk menekan jumlah
pendatang. Jika pada tahun-tahun sebelumnya berlaku operasi yustisi
kependudukan (OYK), maka pada tahun ini Pemprov DKI akan melakukan bBina
kependudukan.
"Kita sudah siapkan strategi baru, tahun ini tidak ada operasi yustisi kependudukan, tapi akan ada bina kependudukan," kata Jokowi saat ditemui di kawasan Kemanggisan Raya, Minggu 4 Agustus 2013.
Strategi bina kependudukan diadakan karena bercermin dari kondisi tahun-tahun terdahulu. Menurut Jokowi operasi yustisi yang sudah dilakukan bertahun-tahun sama sekali tidak menunjukkan hasil yang signifikan.
"Bertahun-tahun belum kelihatan, penduduk Jakarta malah makin bertambah, harusnya kita ganti dengan strategi lain. Kini ada bina kependudukan tapi kita belum bisa lihat hasilnya, kalau belum berhasil juga kita coba strategi lain,"ujar Jokowi ringkas.
Jokowi sendiri belum mau banyak berkomentar akan munculnya kedatangan pendatang baru karena menurutnya asal semua mengikuti peraturan yang sudah jelas harusnya tidak ada masalah. "Kan ada aturan mainnya, harus bawa KTP dan surat keterangan pindah lainnya, patuhi itu dulu saja," kata Jokowi.
Sumber :
tempo.co
"Kita sudah siapkan strategi baru, tahun ini tidak ada operasi yustisi kependudukan, tapi akan ada bina kependudukan," kata Jokowi saat ditemui di kawasan Kemanggisan Raya, Minggu 4 Agustus 2013.
Strategi bina kependudukan diadakan karena bercermin dari kondisi tahun-tahun terdahulu. Menurut Jokowi operasi yustisi yang sudah dilakukan bertahun-tahun sama sekali tidak menunjukkan hasil yang signifikan.
"Bertahun-tahun belum kelihatan, penduduk Jakarta malah makin bertambah, harusnya kita ganti dengan strategi lain. Kini ada bina kependudukan tapi kita belum bisa lihat hasilnya, kalau belum berhasil juga kita coba strategi lain,"ujar Jokowi ringkas.
Jokowi sendiri belum mau banyak berkomentar akan munculnya kedatangan pendatang baru karena menurutnya asal semua mengikuti peraturan yang sudah jelas harusnya tidak ada masalah. "Kan ada aturan mainnya, harus bawa KTP dan surat keterangan pindah lainnya, patuhi itu dulu saja," kata Jokowi.
Sumber :
tempo.co
Minggu, 04 Agustus 2013
Jokowi Contek Busan Untuk Benahi Rusun Marunda
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah memiliki rencana tata ruang Rumah
Susun Marunda, Jakarta Utara. Untuk konsepnya, Jokowi mengaku mencontoh
Kota Busan (Korea Selatan) dan Toyapayo (Filipina).
"Ada public space areanya. Kita niru negara lain yang bagus-bagus, di Busan, Toyapayo," ujar Jokowi seusai membagi sembako bagi warga Rusun Marunda, Jakarta, Minggu (4/8/2013).
Seperti diketahui, kompleks Rusun Marunda telah memiliki 26 blok rusun yang telah dihuni. Masih 9 blok yang belum bisa dihuni lantaran masih membutuhkan renovasi fasilitas. Lima blok di antaranya telah rampung sehingga tersisa empat blok yang belum direnovasi.
Rencananya, kesembilan blok tersebut diperuntukkan bagi warga Waduk Pluit yang terkena program relokasi akibat normalisasi kawasan waduk.
Jokowi mengatakan, pembenahan empat blok Rusun Marunda itu akan terus dikebut. "Baru dicat, baru diperbaiki, sudah hampir rampung. Saya kira dua bulan lagi rampung," ujarnya.
Sumber :
kompas.com
"Ada public space areanya. Kita niru negara lain yang bagus-bagus, di Busan, Toyapayo," ujar Jokowi seusai membagi sembako bagi warga Rusun Marunda, Jakarta, Minggu (4/8/2013).
Seperti diketahui, kompleks Rusun Marunda telah memiliki 26 blok rusun yang telah dihuni. Masih 9 blok yang belum bisa dihuni lantaran masih membutuhkan renovasi fasilitas. Lima blok di antaranya telah rampung sehingga tersisa empat blok yang belum direnovasi.
Rencananya, kesembilan blok tersebut diperuntukkan bagi warga Waduk Pluit yang terkena program relokasi akibat normalisasi kawasan waduk.
Jokowi mengatakan, pembenahan empat blok Rusun Marunda itu akan terus dikebut. "Baru dicat, baru diperbaiki, sudah hampir rampung. Saya kira dua bulan lagi rampung," ujarnya.
Sumber :
kompas.com
Jokowi : Mohon Maaf, Pendaftaran Blok G Sudah Tutup
"Pendaftaran sudah tutup, sudah penuh,
mohon maaf," ujar Jokowi usai membagikan sembako di Marunda, Jakarta
Utara Minggu (4/8/2013).Jokowi mengatakan, jika masih ada pedagang ka ki lima yang belum masuk Blok G, itu merupakan kesalahan mereka sendiri. Pihaknya telah memberikan batas waktu bagi para pedagang mendaftar.
"Kan saya sudah sampaikan, segera daftar. Kalau sekarang daftar ya sudah penuh," lanjutnya.
Meski pendaftaran sudah ditutup, Jokowi mengaku masih belum selesai. Kini, pihaknya tengah mengebut perbaikan sejumlah fasilitas lapak PKL, yakni dengan mengecat tembok, pintu dan lainya.
Kepala Blok G Pasar Tanah Abang, Warimin membenarkan bahwa pendaftaran lapak Blok G telah ditutup, yakni mulai Sabtu (3/8/2013) kemarin. Sebanyak 961 lapak yang disediakan, seluruhnya terisi.
"Sebenarnya ada 1.067 lapak, tapi 99 belum siap dipakai, yang 968 itu sudah siap," ujarnya.
Sebelumnya, mulai Senin (22/7/2013) Pempr ov DKI Jakarta melakukan penataan Pasar Tanah Abang, yakni memakai sistem push and pull, menarik PKL dari jalan ke tempat yang tersedia dan mendorong angkutan kota untuk tertib lalu lintas. Jokowi yakin usai Lebaran, penataan rampung.
Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pihaknya telah menutup pendaftaran bagi pedagang kaki lima yang hendak masuk ke BlokG Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Sumber :
- kompas.com
- detik.com
Jokowi Pastikan Akan Menutup BUMD Yang Bermasalah
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan menutup beberapa badan usaha
milik daerah (BUMD) yang tidak menghasilkan keuntungan buat Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta. Namun, Jokowi belum bisa memastikan kapan waktu
yang tepat untuk melakukan hal itu.
"Masih dalam proses semuanya, kayak Dharmajaya itu, ya baru dihitung semua," ujarnya kepada wartawan saat membagikan paket sembako di Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu (4/8/2013).
Jokowi mengungkapkan, selain ditutup, pihaknya memberikan opsi lain, yakni memberikan suntikan dana agar roda badan usaha berjalan dengan baik sehingga memberikan keuntungan ke Pemprov atau digabungkan dengan BUMD lain.
Ia punya kategori soal BUMD yang layak disuntik atau ditutup. Jokowi menilai, tak produktifnya beberapa BUMD itu karena buruknya kinerja manajemen.
Seharusnya, kata Jokowi, manajemen BUMD itu dapat melihat peluang perputaran uang yang besar di Jakarta.
Jokowi belum bisa memastikan, kapan ia melaksanakan kebijakan tersebut, apakah tahun ini atau tahun yang akan datang. Pasalnya, ada sejumlah kendala peraturan yang ditemuinya sehingga membutuhkan waktu lama.
"Banyak (kendalanya), ada pergub, perda, yang harus kita lalui, belum lagi itu perlu disetujui dewan. Jadi, saya belum berani ngomong kapan," ujarnya.
Jokowi mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan tak lain untuk memberikan pemasukan kepada Pemprov DKI Jakarta. Jangan sampai, Pemprov DKI Jakarta terus menyuntikkan dana kepada BUMD, tetapi BUMD itu tidak memberikan kontribusi.
Sumber :
kompas.com
"Masih dalam proses semuanya, kayak Dharmajaya itu, ya baru dihitung semua," ujarnya kepada wartawan saat membagikan paket sembako di Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu (4/8/2013).
Jokowi mengungkapkan, selain ditutup, pihaknya memberikan opsi lain, yakni memberikan suntikan dana agar roda badan usaha berjalan dengan baik sehingga memberikan keuntungan ke Pemprov atau digabungkan dengan BUMD lain.
Ia punya kategori soal BUMD yang layak disuntik atau ditutup. Jokowi menilai, tak produktifnya beberapa BUMD itu karena buruknya kinerja manajemen.
Seharusnya, kata Jokowi, manajemen BUMD itu dapat melihat peluang perputaran uang yang besar di Jakarta.
Jokowi belum bisa memastikan, kapan ia melaksanakan kebijakan tersebut, apakah tahun ini atau tahun yang akan datang. Pasalnya, ada sejumlah kendala peraturan yang ditemuinya sehingga membutuhkan waktu lama.
"Banyak (kendalanya), ada pergub, perda, yang harus kita lalui, belum lagi itu perlu disetujui dewan. Jadi, saya belum berani ngomong kapan," ujarnya.
Jokowi mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan tak lain untuk memberikan pemasukan kepada Pemprov DKI Jakarta. Jangan sampai, Pemprov DKI Jakarta terus menyuntikkan dana kepada BUMD, tetapi BUMD itu tidak memberikan kontribusi.
Sumber :
kompas.com
Jokowi Sertakan Caleg PDIP Pada Blusukan Kali Ini
Siapa yang tak mengenal Jokowi? Dialah Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta, kader paling penting dan penuh potensi di Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Saat blusukan, ia selalu menjadi magnet
bagi warga Jakarta. Pada blusukan kali ini, salah satu caleg DPR dari PDIP diikutsertakan ke berbagai lokasi blusukan Jokowi.
Adalah Charles Honoris, caleg DPR dari partai PDI Perjuangan yang mengikuti Jokowi blusukan di hari Minggu, (4/8/2013).
Ia mendampingi Jokowi di perkampungan nelayan di Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara. Dengan mengenakan kemeja putih seperti Jokowi, ia ikut membagikan sembako untuk warga.
Sambil membagikan sembako, sesekali ia nampak berbincang dengan Jokowi. Termasuk saat putri Jokowi membagikan uang Rp. 10.000,- pada anak kecil di kawasan padat penduduk tersebut.
Saat ditanya wartawan di Muara Angke, ia pun enggan menyebutkan identitasnya. Begitupun saat ditanyai asal sumbangan tersebut. Ia hanya mau menjelaskan jumlah sumbangan yang diberikan.
"Ini (sembako) dari bapak dan teman-teman pengusahanya," kilahnya.
Tak berhenti sampai disitu, dengan menggunakan mobil Fortuner putihnya, bernopol B 9 TMP, ia kembali ikut dalam rombongan Jokowi menuju rusun Marunda di Jakarta Utara.
Di kalangan warga Rusun Marunda, ia nampak bercengkrama dengan beberapa pemuda. Dari pemuda tersebutlah diketahui jika ia caleg PDIP untuk DPR RI.
"Namanya Charles, caleg PDIP," kata pemuda tersebut.
Ia pun akhirnya menjelaskan identitas dan keikutsertaannya. Ketua Taruna Merah Putih Jakarta ini pun beralasan jika ia hanya mendampingi dan tidak ada tujuan untuk berkampanye.
"Iya, saya caleg DPR. Tapi ini hanya mendampingi. Jangan sampai dibilang kampanye loh," jelasnya sambil tertawa.
Ditahun 2014, ia bertarung di Dapil DKI 3 untuk duduk di kursi dewan senayan.
Saat ditanya tujuan dari pembagian sembako ini, ia hanya menjawab, "Ya hanya ingin berbagi kebahagian pada warga Jakarta," jawabnya diplomatis.
Sumber :
detik.com
Adalah Charles Honoris, caleg DPR dari partai PDI Perjuangan yang mengikuti Jokowi blusukan di hari Minggu, (4/8/2013).
Ia mendampingi Jokowi di perkampungan nelayan di Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara. Dengan mengenakan kemeja putih seperti Jokowi, ia ikut membagikan sembako untuk warga.
Sambil membagikan sembako, sesekali ia nampak berbincang dengan Jokowi. Termasuk saat putri Jokowi membagikan uang Rp. 10.000,- pada anak kecil di kawasan padat penduduk tersebut.
Saat ditanya wartawan di Muara Angke, ia pun enggan menyebutkan identitasnya. Begitupun saat ditanyai asal sumbangan tersebut. Ia hanya mau menjelaskan jumlah sumbangan yang diberikan.
"Ini (sembako) dari bapak dan teman-teman pengusahanya," kilahnya.
Tak berhenti sampai disitu, dengan menggunakan mobil Fortuner putihnya, bernopol B 9 TMP, ia kembali ikut dalam rombongan Jokowi menuju rusun Marunda di Jakarta Utara.
Di kalangan warga Rusun Marunda, ia nampak bercengkrama dengan beberapa pemuda. Dari pemuda tersebutlah diketahui jika ia caleg PDIP untuk DPR RI.
"Namanya Charles, caleg PDIP," kata pemuda tersebut.
Ia pun akhirnya menjelaskan identitas dan keikutsertaannya. Ketua Taruna Merah Putih Jakarta ini pun beralasan jika ia hanya mendampingi dan tidak ada tujuan untuk berkampanye.
"Iya, saya caleg DPR. Tapi ini hanya mendampingi. Jangan sampai dibilang kampanye loh," jelasnya sambil tertawa.
Ditahun 2014, ia bertarung di Dapil DKI 3 untuk duduk di kursi dewan senayan.
Saat ditanya tujuan dari pembagian sembako ini, ia hanya menjawab, "Ya hanya ingin berbagi kebahagian pada warga Jakarta," jawabnya diplomatis.
Sumber :
detik.com
Lebaran Jokowi akan Open House Blusukan
Pada hari Raya Idul Fitri tahun ini, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dipastikan ada di Jakarta. Ia
akan mengadakan open house. Bukan menunggu di rumah, tapi mendatangi
warga. Tidak mudik?
"Mudiknya nanti hari kedua, " kata Jokowi di Rusun Marunda, Jakarta Utara, Minggu (4/8/2013).
Jokowi masih memiliki rumah di Solo. Sebagian keluarga juga di Solo. Karena itu, meski istri dan anak-anaknya berada di Jakarta, sekali waktu mantan wali kota Solo ini masih 'mudik'.
Jokowi dijadwalkan salat Ied bersama Presiden SBY. Kemudian ia akan menuju balai kota Jakarta dan bersilaturhim dengan PNS. "Terus ke masyarakat," kata Jokowi, Senin (29/7) lalu.
"Saya yang ke masyarakat loh ya, bukan saya nunggu di sini, ndak. Saya yang datang ke masyarakat. Open house-nya di masyarakat," jelas Jokowi.
Jokowi akan mudik pada kedua Lebaran usai open house. "Mudiknya malam," katanya tanpa merinci menggunakan moda transportasinya.
Ini adalah Lebaran pertama bagi Jokowi sebagai gubernur DKI.
Sumber :
detik.com
"Mudiknya nanti hari kedua, " kata Jokowi di Rusun Marunda, Jakarta Utara, Minggu (4/8/2013).
Jokowi masih memiliki rumah di Solo. Sebagian keluarga juga di Solo. Karena itu, meski istri dan anak-anaknya berada di Jakarta, sekali waktu mantan wali kota Solo ini masih 'mudik'.
Jokowi dijadwalkan salat Ied bersama Presiden SBY. Kemudian ia akan menuju balai kota Jakarta dan bersilaturhim dengan PNS. "Terus ke masyarakat," kata Jokowi, Senin (29/7) lalu.
"Saya yang ke masyarakat loh ya, bukan saya nunggu di sini, ndak. Saya yang datang ke masyarakat. Open house-nya di masyarakat," jelas Jokowi.
Jokowi akan mudik pada kedua Lebaran usai open house. "Mudiknya malam," katanya tanpa merinci menggunakan moda transportasinya.
Ini adalah Lebaran pertama bagi Jokowi sebagai gubernur DKI.
Sumber :
detik.com
Jokowi, Dari Muara Angke Lanjut Ke Marunda
Dari Muara Angke, Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta
Utara, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan blusukan ke Marunda,
Jakarta Utara. Sama dengan yang di Muara Angke, di Marunda Jokowi juga bagi-bagi sembako dan uang. Warga berebutan dan sempat terjadi kericuhan khususnya pada saat pembagian uang.
Saat Jokowi datang, situasi kondusif, Minggu (4/8/2013). Warga dibarikade dengan tali rafia. Jokowi yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam itu kemudian membagikan sembako berisi 2 kg beras, 2 liter minyak goreng, dan sebotol sirup.
Situasi berubah saat Jokowi memberikan uang ke anak kecil dan lansia. Warga mengerubunginya. Sebagian desak-desakan. Satu dua anak menangis karena terdorong massa.
"Sabar, tunggu. Tenang. Antre Pak, Bu. Baris lagi," kata Jokowi di tengah kerumunan.
Warga tak langsung menurut. Tapi beberapa saat kemudian, warga mengatur barisan dengan dibantu sejumlah personel Satpol PP. Belum diketahui berapa 'THR' yang dibagikan Jokowi ke warga. Tiap warga mendapatkan 1 lembar uang Rp 50 ribu.
Putri Jokowi, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep, masih tetap medampingi Jokowi pada blusukan di Marunda ini.
Sumber :
detik.com
Saat Jokowi datang, situasi kondusif, Minggu (4/8/2013). Warga dibarikade dengan tali rafia. Jokowi yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam itu kemudian membagikan sembako berisi 2 kg beras, 2 liter minyak goreng, dan sebotol sirup.
Situasi berubah saat Jokowi memberikan uang ke anak kecil dan lansia. Warga mengerubunginya. Sebagian desak-desakan. Satu dua anak menangis karena terdorong massa.
"Sabar, tunggu. Tenang. Antre Pak, Bu. Baris lagi," kata Jokowi di tengah kerumunan.
Warga tak langsung menurut. Tapi beberapa saat kemudian, warga mengatur barisan dengan dibantu sejumlah personel Satpol PP. Belum diketahui berapa 'THR' yang dibagikan Jokowi ke warga. Tiap warga mendapatkan 1 lembar uang Rp 50 ribu.
Putri Jokowi, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep, masih tetap medampingi Jokowi pada blusukan di Marunda ini.
Sumber :
detik.com
Jokowi Kembali Bagi-bagi Sembako
Meskipun Lebaran sudah semakin dekat, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tetap blusukan. Kali ini sasaran blusukannya adalah Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta
Utara. Blusukan kali ini cukup istimewa karena ditemani 2 anak Jokowi, Kahiyang Ayu (22) dan Kaesang Pangarep (17).
Jokowi yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam itu menuju kampung nelayan Muara Angke dengan menggunakan mobil Kijang Innova, Minggu (4/8/2013) sekitar pukul 11.25 WIB. Di tenda sederhana, Jokowi membagikan sebagian dari 4 ribu paket sembako. Untuk mengantisipasi keributan, sebelum mengantre warga diberi kupon. Mereka kemudian menunggu jatah.
Paket sembako itu berisi 2 kg beras, 2 liter minyak goreng, dan sebotol sirup. Di sela pembagian, Jokowi memberikan sebuah amplop kepada seorang perempuan. Isinya 5 lembar uang Rp 10 ribuan.
Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep juga ikut terlibat dalam acara itu. Mereka memberikan amplop kepada beberapa anak kecil. Sekitar pukul 11.45 WIB, Jokowi meninggalkan lokasi acara yang berupa tenda sederhana.
Sumber :
detik.com
Jokowi yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam itu menuju kampung nelayan Muara Angke dengan menggunakan mobil Kijang Innova, Minggu (4/8/2013) sekitar pukul 11.25 WIB. Di tenda sederhana, Jokowi membagikan sebagian dari 4 ribu paket sembako. Untuk mengantisipasi keributan, sebelum mengantre warga diberi kupon. Mereka kemudian menunggu jatah.
Paket sembako itu berisi 2 kg beras, 2 liter minyak goreng, dan sebotol sirup. Di sela pembagian, Jokowi memberikan sebuah amplop kepada seorang perempuan. Isinya 5 lembar uang Rp 10 ribuan.
Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep juga ikut terlibat dalam acara itu. Mereka memberikan amplop kepada beberapa anak kecil. Sekitar pukul 11.45 WIB, Jokowi meninggalkan lokasi acara yang berupa tenda sederhana.
Sumber :
detik.com
Bila Banyak Pemimpin Seperti Jokowi, Indonesia Kalahkan Malaysia
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) selalu merajai hasil survei terkait
calon presiden pada Pemilu 2014. Di tengah tingkat elektabilitas Jokowi
yang kian melesat ini, muncul sejumlah isu yang mempertanyakan apakah Jokowi merupakan kader PDI Perjuangan. Sebab karir Jokowi
sangat cepat dari menjabat sebagai Walikota Solo lalu memimpin Ibukota.
Politisi senior PDI Perjuangan Sabam Sirait menegaskan Jokowi bukanlah kader yang muncul tiba-tiba. Jokowi sudah sejak lama terlibat dalam proses kaderisasi partai dan bukan tanpa alasan dimajukan dalam Pilkada Solo hingga dua periode. Kini Jokowi menjabat di struktur PDI Perjuangan Jawa Tengah.
"Jokowi itu kader murni PDI Perjuangan," kata Sabam, Minggu (4/8/2013).
Jokowi, lanjut Sabam, pun akhirnya ditugaskan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati, untuk memperbaiki kondisi Ibukota. Menurut Sabam, hal itu juga bukan tanpa alasan. Selama memimpin Solo, Jokowi berhasil menata kota budaya itu dengan baik, dan di saat yang sama Jokowi menampilkan figur yang bersih, jujur dan merakyat.
"Bila saja ada setengahnya kepala daerah seperti Jokowi di Indonesia, maka Indonesia akan maju dan akan mengalahkan kemajuan Malasyia, Singapura dan Thailand," puji Sabam, yang merupakan deklarator sekaligus juga ideolog PDI Perjuangan.
Setelah terpilih menjadi Gubernur Jakarta, Sabam melihat langkah-langkah perubahan yang dijalankan Jokowi terlihat sukses. Namun, ia mengakui adanya beberapa perubahan yang membutuhkan proses dan jangka panjang. Tetapi, secara umum Jokowi sudah membuat garis kebijakan yang jelas, dan itu bisa dikatakan sudah berhasil.
Demikian penegasan Sabam menjawab asumsi kekaderan Jokowi di partai berlambang banteng moncong ini. Sabam juga menegaskan bahwa hubungan Jokowi dengan Megawati sangat baik sekali. Hubungan ini adalah hubungan ideologi partai, hubungan struktural antara kader dan pimpinan, serta hubungan yang sama-sama berjuang untuk Indonesia yang lebih baik.
"Jadi, tidak ada masalah antara Mega dengan Jokowi. Mereka baik-baik saja, terutama menanggapi pembicaraan-pembicaraan soal pilpres," ungkap Sabam, yang merupakan mantan Sekjen PDI, sebelum berubah jadi PDI Perjuangan.
Karena hubungan Megawati dengan Jokowi sangat bagus, lanjut Sabam, maka persepsi akar rumput PDI Perjuangan di berbagai daerah terhadap sosok Jokowi juga sangat positif. Akar rumput di bawah menilai Jokowi adalah sosok kader yang sangat potensial dan menjadi aset bangsa.
Soal wacana capres atau cawapres, Sabam mengatakan bahwa Pilpres masih jauh dan masih lama. Karena itu sosok yang mengajak Megawati dan almarhum Taufiq Kiemas untuk bergabung di PDI ini juga menyarankan kepada semua kader untuk sabar dalan menanggapi wacana ini. Semua kader akan lebih baik bekerja keras dengan posisi masing-masing.
"Jokowi bekerja keras untuk memperbaiki Jakarta, Ganjar bekerja keras untuk memperbaiki Jateng, semua kader PDI Perjuangan yang menjabat di eksekutif dan di legislatif di semua tingkatan dan daerah juga bekerja keras. Semua kerja keras sehingga rakyat menilai. Soal capres dan cawapres biarkan berjalan alami saja," tuturnya.
Sumber :
tribunnews.com
Politisi senior PDI Perjuangan Sabam Sirait menegaskan Jokowi bukanlah kader yang muncul tiba-tiba. Jokowi sudah sejak lama terlibat dalam proses kaderisasi partai dan bukan tanpa alasan dimajukan dalam Pilkada Solo hingga dua periode. Kini Jokowi menjabat di struktur PDI Perjuangan Jawa Tengah.
"Jokowi itu kader murni PDI Perjuangan," kata Sabam, Minggu (4/8/2013).
Jokowi, lanjut Sabam, pun akhirnya ditugaskan oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati, untuk memperbaiki kondisi Ibukota. Menurut Sabam, hal itu juga bukan tanpa alasan. Selama memimpin Solo, Jokowi berhasil menata kota budaya itu dengan baik, dan di saat yang sama Jokowi menampilkan figur yang bersih, jujur dan merakyat.
"Bila saja ada setengahnya kepala daerah seperti Jokowi di Indonesia, maka Indonesia akan maju dan akan mengalahkan kemajuan Malasyia, Singapura dan Thailand," puji Sabam, yang merupakan deklarator sekaligus juga ideolog PDI Perjuangan.
Setelah terpilih menjadi Gubernur Jakarta, Sabam melihat langkah-langkah perubahan yang dijalankan Jokowi terlihat sukses. Namun, ia mengakui adanya beberapa perubahan yang membutuhkan proses dan jangka panjang. Tetapi, secara umum Jokowi sudah membuat garis kebijakan yang jelas, dan itu bisa dikatakan sudah berhasil.
Demikian penegasan Sabam menjawab asumsi kekaderan Jokowi di partai berlambang banteng moncong ini. Sabam juga menegaskan bahwa hubungan Jokowi dengan Megawati sangat baik sekali. Hubungan ini adalah hubungan ideologi partai, hubungan struktural antara kader dan pimpinan, serta hubungan yang sama-sama berjuang untuk Indonesia yang lebih baik.
"Jadi, tidak ada masalah antara Mega dengan Jokowi. Mereka baik-baik saja, terutama menanggapi pembicaraan-pembicaraan soal pilpres," ungkap Sabam, yang merupakan mantan Sekjen PDI, sebelum berubah jadi PDI Perjuangan.
Karena hubungan Megawati dengan Jokowi sangat bagus, lanjut Sabam, maka persepsi akar rumput PDI Perjuangan di berbagai daerah terhadap sosok Jokowi juga sangat positif. Akar rumput di bawah menilai Jokowi adalah sosok kader yang sangat potensial dan menjadi aset bangsa.
Soal wacana capres atau cawapres, Sabam mengatakan bahwa Pilpres masih jauh dan masih lama. Karena itu sosok yang mengajak Megawati dan almarhum Taufiq Kiemas untuk bergabung di PDI ini juga menyarankan kepada semua kader untuk sabar dalan menanggapi wacana ini. Semua kader akan lebih baik bekerja keras dengan posisi masing-masing.
"Jokowi bekerja keras untuk memperbaiki Jakarta, Ganjar bekerja keras untuk memperbaiki Jateng, semua kader PDI Perjuangan yang menjabat di eksekutif dan di legislatif di semua tingkatan dan daerah juga bekerja keras. Semua kerja keras sehingga rakyat menilai. Soal capres dan cawapres biarkan berjalan alami saja," tuturnya.
Sumber :
tribunnews.com
Kepastian Jokowi Sebagai Capres PDIP Hanya Menunggu Waktu
Pengamat politik AS Hikam yakin Joko Widodo (Jokowi) akan maju sebagai
calon presiden (capres) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
(PDIP). Menurutnya, Ketua Umum PDIP, Megawati Sukarnoputri tak akan bisa
menolak kehendak rakyat.
"PDIP harus berpikir serius jika ingin menang pada Pemilu 2014. Siapa lagi yang akan ditunjuk jadi capres selain Jokowi," kata Hikam, Sabtu (3/8/2013).
Menurutnya, PDIP belum mendeklarasikan Jokowi sebagai capres karena masih menunggu sosok cawapres yang tepat untuk mendampingi Jokowi. "Mereka masih berpikir siapa yang pas untuk posisi wapres," terangnya.
Hikam mengatakan, mendeklarasikan Jokowi sebagai capres lebih cepat itu akan lebih baik. "Sekarang sudah telat tapi karena Jokowi fenomenal maka sampai akhir Maret mungkin tidak masalah," terangnya.
Meskipun Mahfud MD sudah berkali-kali mengatakan tak mau jadi Wapres, tetapi Hikam masih menjagokan Mahfud MD mendampingi Jokowi pada Pilpres 2014. Mahfud, kata dia, bisa menjaring dukungan dari kelompok Islam moderat. Sedangkan Jokowi, akan mendapat dukungan dari kelompok nasionalis.
"Mungkin ada yang tidak rela Jokowi maju karena masih baru langsung muncul. Tapi sekarang siapa yang mau diusung selain Jokowi?. Apa Puan Maharani atau Pramono Anung?" kata Hikam.Saat ini PDIP cenderung menjadi kader, hal ini berkebalikan dengan Partai Demokrat yang saat ini justru cenderung menjadi partai dinasti.
Sumber :
okezone.com
"PDIP harus berpikir serius jika ingin menang pada Pemilu 2014. Siapa lagi yang akan ditunjuk jadi capres selain Jokowi," kata Hikam, Sabtu (3/8/2013).
Menurutnya, PDIP belum mendeklarasikan Jokowi sebagai capres karena masih menunggu sosok cawapres yang tepat untuk mendampingi Jokowi. "Mereka masih berpikir siapa yang pas untuk posisi wapres," terangnya.
Hikam mengatakan, mendeklarasikan Jokowi sebagai capres lebih cepat itu akan lebih baik. "Sekarang sudah telat tapi karena Jokowi fenomenal maka sampai akhir Maret mungkin tidak masalah," terangnya.
Meskipun Mahfud MD sudah berkali-kali mengatakan tak mau jadi Wapres, tetapi Hikam masih menjagokan Mahfud MD mendampingi Jokowi pada Pilpres 2014. Mahfud, kata dia, bisa menjaring dukungan dari kelompok Islam moderat. Sedangkan Jokowi, akan mendapat dukungan dari kelompok nasionalis.
"Mungkin ada yang tidak rela Jokowi maju karena masih baru langsung muncul. Tapi sekarang siapa yang mau diusung selain Jokowi?. Apa Puan Maharani atau Pramono Anung?" kata Hikam.Saat ini PDIP cenderung menjadi kader, hal ini berkebalikan dengan Partai Demokrat yang saat ini justru cenderung menjadi partai dinasti.
Sumber :
okezone.com
Saatnya Roy Marten Berjibaku Untuk Jokowi
Roy Marten mengaku masih terus mengumpulkan dukungan agar Jokowi mau maju menjadi presiden. Ia menargetkan sudah bisa mengumpulkan 10 juta tanda tangan dukungan dalam waktu 3 bulan. Caranya dengan mendatangi wilayah-wilayah yang ada di Indonesia.
"Kami sudah melakukan deklarasi di Kendal, Jakarta, Kalimantan, setelah lebaran ini akan keliling lagi, rencananya dari Sabang sampai Merauke," ujar suami dari artis Eva Maria ini di sela-sela peresmian Roy Marten Production di Planet Hollywood, Jakarta Selatan, tadi malam.
Roy dan kawan-kawannya menginisiasi pembentukan Barisan Relawan Jokowi for Presiden (Bara JP) 2014 bulan lalu. Gerakan relawan ini dimaksudkan untuk mendorong Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang.
Roy tidak peduli Jokowi belum genap setahun menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. "Kalaupun Jokowi harus pergi, Jakarta (memang) kehilangan Jokowi. Tapi kita harus lihat Indonesia akan dapat apa, dapat siapa," kata Roy. "Anggap saja bagaimana kita bisa tempatkan Jokowi sebagai gubernur seluruh Indonesia."
"Jokowi pergi, Ahok biar pegang Jakarta," tambah Roy.
Roy Marten mengaku, selama menggalang dukungan di berbagai daerah, dirinya hampir tidak pernah menemukan penolakan diri masyarakat. "Saya nggak yakinkan masyarakat, mereka sudah yakin (pada Jokowi)," kara Roy Marten. "Saya sudah dapat sambutan luar biasa dari lintas partai, agama, semuanya banyak yang dukung kok."
Sumber :
tempo.co
"Kami sudah melakukan deklarasi di Kendal, Jakarta, Kalimantan, setelah lebaran ini akan keliling lagi, rencananya dari Sabang sampai Merauke," ujar suami dari artis Eva Maria ini di sela-sela peresmian Roy Marten Production di Planet Hollywood, Jakarta Selatan, tadi malam.
Roy dan kawan-kawannya menginisiasi pembentukan Barisan Relawan Jokowi for Presiden (Bara JP) 2014 bulan lalu. Gerakan relawan ini dimaksudkan untuk mendorong Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo sebagai calon presiden pada Pemilu 2014 mendatang.
Roy tidak peduli Jokowi belum genap setahun menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. "Kalaupun Jokowi harus pergi, Jakarta (memang) kehilangan Jokowi. Tapi kita harus lihat Indonesia akan dapat apa, dapat siapa," kata Roy. "Anggap saja bagaimana kita bisa tempatkan Jokowi sebagai gubernur seluruh Indonesia."
"Jokowi pergi, Ahok biar pegang Jakarta," tambah Roy.
Roy Marten mengaku, selama menggalang dukungan di berbagai daerah, dirinya hampir tidak pernah menemukan penolakan diri masyarakat. "Saya nggak yakinkan masyarakat, mereka sudah yakin (pada Jokowi)," kara Roy Marten. "Saya sudah dapat sambutan luar biasa dari lintas partai, agama, semuanya banyak yang dukung kok."
Sumber :
tempo.co
Langganan:
Postingan (Atom)



























