Senin, 24 Juni 2013

Jokowi: Anak di kampung kumuh harus bisa mengakses komputer

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengakui kota layak anak harus ada forum bagi anak. Sehingga, ruang-ruang publik untuk anak seperti perpustakaan, ruang IT harus dipenuhi di setiap kota.
"Kota yang ada forum anaknya, kota yang ada ruang-ruang publik untuk anak, kampung-kampung ada perpustakaan, ada ruang IT dan yang lain-lainnya," ujar Jokowi usai meluncurkan kota layak anak di Sekolah Cinta kasih Tzu Chi Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Senin (24/6/2013).
Jokowi mengatakan anak-anak di kawasan kumuh harus dapat mengakses komputer, mengerti mengoperasikan komputer, dan mengakses buku. Forum anak, kemudian fasilitas-fasilitas seperti itu harus ada di sebuah kota, baik Jakarta Barat, Utara, Timur, Selatan dan pusat.
"Semuanya harus ramah terhadap anak. Apa itu, banyak sekali, saya enggak bisa sebut," ucapnya.
Untuk itu, dia akan mempersiapkan fasilitas terlebih dahulu di setiap kota. Seperti perpustakaan kampung, IT kampung, forum anak di tingkat kota dan kemudian menyusul di tingkat kecamatan, kelurahan, RT/RW.
"Nanti di tingkat wali kota dulu, baru turun-turun sehingga ruang-ruang interaktif antara anak itu semakin banyak. Kita juga ingin memperbanyak ruang-ruang publik untuk anak, taman-taman kota yang dilengkapi dengan fasilitas bermain anak seperti itu," jelasnya.
Menurut Jokowi, pelaksanaan kota layak anak terdapat di wali kota. Tetapi untuk kesiapan, dia hanya menunggu kesiapan dari setiap wilayah yang kemudian akan segera dia realisasikan.
"Ya pelaksanaannya di wali kota, tapi untuk mempersiapkan yang sudah merasa siap," tandasnya.


Sumber :
merdeka.com
versi kompas.com : "Jokowi Ingin Pendidikan IT Masuk Kampung di Jakarta"

Jokowi: Jakmania, Hormati Tamu!

Sabtu (22/6/2013) siang, sekelompok orang melakukan aksi anarkis terhadap bus yang mengangkut pemain Persib. Mereka melempari bus yang ditumpangi pemain Persib hingga rusak parah. Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan memanggil The Jakmania perihal kericuhan tersebut.
"Nah, dalam waktu dekat akan memanggil lagi mereka," ujar Jokowi usai launching kota layak anak di Sekolah Cinta kasih Tzu Chi Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Senin (24/6/2013).
Padahal, berkali-kali Jokowi sudah menyampaikan kepada The Jakmania untuk menciptakan budaya santun. Sebab, suporter sepakbola dimana pun setiap ada pertandingan harus bersikap santun.
"Teriak-teriak boleh, memberikan dukungan boleh, yang penting santun. Untuk Jakmania, saya kira kita harus menghargai tamu yang datang, hormati tamu yang datang, jangan sampai tamu yang datang malah dilemparin," jelasnya.
Namun, politisi PDI Perjuangan tersebut mengakui ada pihak yang memicu untuk membuat kericuhan. Sekali lagi, ia mengimbau agar perlu membangun lagi sebuah budaya yang santun dan yang baik.
"Sudah sepakat, tapi kadang-kadang di lapangan ada yang memicu memang, kadang-kadang gara-gara hal kecil bisa jadi besar," tandasnya.


Sumber :
merdeka.com

Versi detik.com : "Ini Wejangan Jokowi Buat The Jakmania"

Demokrat Ejek Jokowi: Katanya Jokowi Hebat, Kenapa Tarif Angkot Naik Tinggi?

Anggota Komisi B DPRD Aliman Aat menyatakan angkutan umum dan bus yang sudah menaikkan tarif sebelum Pergub keluar adalah pelanggaran. Pihaknya akan mendesak Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk segera bertindak cepat.
"Ya melanggar. Mengingat urgen, Gubernur Jokowi harus segera mengambil inisiatif dan lebih cepat. Bersama dinas terkait untuk segera melakukan kajian," ujar Aliman saat dihubungi, Jakarta, Senin (24/6/2013).
Menurut Aliman, penentuan kenaikan tarif adalah wilayah kebijakan Gubernur Jokowi. Jadi kalau perda kelamaan, Jokowi harus segera mengeluarkan Pergub dan disetujui oleh DPRD, khususnya Komisi B yang membidangi perhubungan.
Organda mengusulkan kenaikan tarif sebesar 30 persen, padahal Kementerian Perhubungan hanya menyetujui kenaikan tarif sebesar 15 persen.
"Memang Kementerian Perhubungan 15 persen, kenaikan 15 persen itu batas bawah dan atas. Pemerintah pusat hanya menentukan tarif bawah dan atas yang kurang lebih 20 persen. Untuk organda daerah merupakan kebijakan antara gubernur dan DPRD," jelas politisi Demokrat ini.
Dengan kenaikan tarif angkot dan bus secara sepihak, politisi Demokrat ini menilai jika situasi sudah tidak terkendali. Jokowi diminta bertindak cepat untuk segera menyelesaikan persoalan ini.
"Katanya gubernur hebat. Masalah tarif itu artinya tak terkendali, pemprov harus siap menyelamatkan masyarakat dengan mengacu tarif bawah dan atas. Ada kewenangan pusat dan daerah," terang Aliman dengan nada menyindir.
Untuk diketahui, sampai saat ini Gubernur DKI Joko Widodo memang belum memutuskan besaran tarif angkutan umum di Jakarta seiring dengan kenaikan harga bahan bakar minyak. Alasannya, masih menunggu rincian usulan kenaikan tarif angkutan yang diusulkan Organda. Organda sendiri mengusulkan kenaikan tarif 30 persen atau sekitar Rp 2.600 dari yang berlaku saat ini Rp 2.000.


Sumber :
merdeka.com

DPRD DKI Minta Jokowi Segera Putuskan Tarif Angkutan

Sebagian besar angkutan umum di Jakarta sudah menaikkan tarif penumpang secara sepihak meski belum ada aturan resmi dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Keputusan itu terpaksa dilakukan karena Jokowi hingga saat ini belum menentukan tarif baru pasca naiknya BBM.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Aliman Aat meminta Gubernur Joko Widodo (Jokowi) untuk segera mengeluarkan Pergub baru soal tarif transportasi di Ibu Kota. Menurutnya, Jokowi harus bertindak dan memiliki inisiatif dengan cepat.
"Penentuan tarif adalah kebijakan gubernur. Jadi kalau perda nanti kelamaan. Mestinya Organda langsung bertemu gubernur untuk persetujuan tarif menyesuaikan tarif. Baru kemudian pergub disetujui dewan terutama di Komisi B," jelas Aliman saat dihubungi, Jakarta, Senin (24/6/2013).
Anggota komisi yang membidangi perhubungan ini menegaskan, seharusnya Jokowi bertindak cepat untuk mengatasi tarif-tarif angkutan umum. Hal ini agar para sopir dan pengusaha angkutan umum tidak sembarangan menaikkan tarif sehingga merugikan warga ibu kota.
"Mengingat urgen, gubernur harus mengambil inisiatif dan lebih cepat. Bersama dinas terkait untuk segera lakukan kajian dan membuat Pergub," tegasnya.
Diketahui sebelumnya, sebagian masyarakat protes karena tarif angkutan di Jakarta sudah naik sepihak. Namun menurut Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI, Sudirman, sikap pengusaha yang menaikkan tarif secara sepihak adalah hal yang wajar.
"Saya rasa kalau sopir minta penambahannya Rp 500-Rp 1.000, rasanya manusiawi saja. Kalau penumpang keberatan yang nggak usah naik aja," kata Sudirman kepada merdeka.com, Senin (24/6/2013).
Sudirman menjelaskan, secara logika, mobil angkutan yang berjalan membutuhkan bensin. Nah, karena harga bahan bakar sudah naik, mau tidak mau pengusaha angkot harus menaikkan biaya operasional mereka, dengan cara menaikkan tarif penumpang.
"Saat kenaikan BBM diumumkan, mobilkan sudah jalan, sudah mengisi bensin yang harganya Rp 6.500, lalu kalau kita nggak naikkan tarif, siapa yang menomboki itu," jelasnya.
"Sore ini kita ketemu lagi, kalau belum final ya besok ketemu lagi. Kita pengen keputusan secepatnya, secepatnya. Kalau sore nanti ketemu sudah sambung ya sudah putuskan nanti sore," tandasnya.


Sumber :
merdeka.com

Jokowi Putuskan Tarif Baru Angkutan Umum DKI Sore Ini

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan memutuskan besaran tarif angkutan umum di Jakarta. Rencana mantan Wali Kota Solo itu akan memutuskannya sore ini.
"Hitung-hitungannya ada. Sore moga-moga sudah bisa kita putuskan," ujar Jokowi usai menghadiri launching 'Jakarta Menjadi Kota Layak Anak' di Kompleks Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, Jl Lingkar Luar Kamal Raya, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Senin (24/6/2013).
Hari ini Jokowi berencana akan bertemu Organda, Dewan Transportasi dan Dishub sore ini. Jokowi akan meminta penjelasan Organda yang meminta angkutan umum dinaikkan menyusul kenaikan BBM sebesar hampir 40 persen ini.
"Saya nggak mau hanya persen-persen. Rinciannya harus seperti apa. Kenapa bisa timbul angka itu," tuturnya.
Karena belum diputuskan, Jokowi meminta sopir-sopir angkutan umum tidak menaikkan tarif secara sepihak. Hal ini akan merugikan masyarakat.
"Kasihan masyarakat. Yang terbebani masyarakat," tutup Jokowi.


Sumber :
detik.com

Jokowi Minta Rincian Kenaikan Tarif dari Organda

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) masih belum memutuskan kenaikan tarif angkutan umum pasca kenaikan BBM. Jokowi mengaku sudah bertemu dengan pihak Organda untuk disebutkan secara detail komponen yang menjadi unsur kenaikan tarif angkutan umum.
"Sudah saya sampaikan, saya sudah bertemu Organda ya kan, kemudian, kita memberi persentase berapa tapi saya enggak mau," ujar Jokowi usai launching kota layak anak di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Senin (24/6/2013).
Mantan wali kota Solo ini malah meminta detail rincian angka dari Organda, Masyarakat Transportasi, Dewan Transportasi Kota Jakarta dan pengguna angkutan umum, sehingga diperoleh angka yang tidak memberatkan semua pihak.
"Sehingga dari apa yang kita putuskan sebuah angka yang tidak terlalu membebani masyarakat," ucapnya.
Jokowi mengaku tidak keberatan berapa angka yang diputuskan Organda, namun tarif tersebut harus terdapat rincian yang dimintanya. Ia meminta seperti angka kenaikan solar, bensin, spare part, ongkos sopir dan sebagainya.
"Bukan keberatan, saya minta detailnya seperti apa, kenaikan solar berapa, kenaikan bensin berapa, kenaikan sopir berapa, kenaikan untuk spare part berapa harus tahu dong," ucapnya.
Sore ini, Jokowi mengaku akan bertemu kembali dengan pihak Organda. Apabila belum ada titik temu maka akan melakukan pertemuan kembali hingga terdapat angka kesepakatan.


Sumber :
merdeka.com

Jokowi Bagi Bagi Buku Untuk Anak

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) membagi-bagikan tas sekolah dan buku tulis di Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi, Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Namun, antusias para wali murid dan siswa di sana membuat politisi PDIP ini hampir jatuh, Senin (24/6/2013).
Karena animo warga yang begitu besar, berdesak-desakan, Jokowi hampir jatuh dibuatnya, beruntung ada karung tumpukan tas dan buku di depannya sehingga badan Jokowi tersangga.
Melihat kejadian itu, panitia langsung meminta warga untuk antre dan tidak main dorong-dorongan. Acara bagi-bagi yang juga didampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar, serta Iriana Widodo dan Veronica Tan berlangsung selama 30 menit.
Sebelum membagikan 300 tas dan buku tulis, Jokowi melakukan launching kota layak anak.


Sumber :
merdeka.com

Main Tebak-tebakan dengan Jokowi, 5 Siswa Dapat Hadiah Sepeda

Ada Jokowi, ada bagi-bagi hadiah. Hal itu juga terlihat saat Gubernur DKI Jakarta itu menggeber kampanye 'Jakarta Ramah untuk Anak' di sekolah Cinta Kasih Tzu Chi. Jokowi bermain tebak-tebakan dengan siswa berhadiah sepeda.
Sebelum bermain tebak-tebakan, Jokowi menandatangani petisi bertuliskan 'Katakan Ya untuk Stop Kekerasan, Diskriminasi dan Penelantaran pada Anak Sekarang Juga'. Sekolah Cinta Kasih Tzu Chi terletak di Jalan Lingkar Luar Jakarta, Cengkareng Timur, Jakarta Barat. Senin (24/6/2013).
Setelah itu, Jokowi mengajak 5 siswa untuk bermain tebak-tebakan. "Biasanya kalau di acara seperti ini saya bawa sepeda, tapi kali ini enggak. Saya hanya bawa kartu nama tapi bisa ditukar sepeda," kata Jokowi sebelum memulai tebak-tebakannya.
Lima orang anak naik ke atas panggung. Kelimanya lalu berdiri berjejer di dekat Jokowi. Pertanyaan pertama yang bertemakan bunga dikeluarkan Jokowi.
"Sebutkan lima nama bunga," perintah Jokowi.
Dengan sigap, siswa itu menjawab lancar. "Melati, mawar, anggrek, kamboja, dahlia," sebut siswa itu sambil tersenyum.
Kepada siswa kedua, Jokowi menanyakan pengetahuannya soal DKI Jakarta. "Sebutkan dua nama gubernur Jakarta!"
Dengan buru-buru, siswa itu menyebut "Jokowi dan Basuki!" jawab siswa itu. Mendengar jawaban itu, Jokowi tertawa. "Loh.. loh," kata Jokowi.
"Eh salah. Jokowi dan Fauzi Bowo," ralat siswa itu tiba-tiba yang disambut tawa para hadirin.
Jokowi lali beralih kepada salah seorang siswi. Jokowi meminta anak tersebut menyebutkan empat museum yang ada di Jakarta.
"Museum Gajah, Monas, Batik, dan museum Fatahillah," jawab siswi itu lancar.
Pertanyaan selanjutnya terkait geografi. "Sebutkan 3 nama ibukota negara," tanya Jokowi.
"Jakarta, Kuala Lumpur dan Beijing," kata siswi berambut pendek itu. Jokowi pun membenarkan jawaban siswa itu dengan mengangguk.
Pertanyaan terakhir diberikan kepada siswa yang berada di sebelah kanan Jokowi. "Sebutkan lima nama pohon!"
"Pohon pisang, palem, kelapa, apel, dan mangga," kata siswa itu.
Setelah melakukan tebak-tebakan dan memberikan kartu namanya sebagai tanda tukar untuk mengambil sepeda, Jokowi kembali ke tempat duduknya.
Jokowi datang bersama istrinya, Iriana, dan istri Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tahja Purnama (Ahok), Veronica. Ketiganya kompak mengenakan kemeja berwarna putih.


Sumber :
detik.com
versi kompas.com : "Siswa SD Sebut Jokowi dan Ahok Mantan Gubernur DKI"

Jokowi Kampanyekan 'Jakarta Kota Ramah untuk Anak'

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berkampanye untuk menghentikan kekerasan terhadap anak. Jakarta harus menjadi kota yang ramah terhadap kepentingan anak-anak.
Jokowi menandai kampanye itu dengan menandatangani sebuah petisi di sekolah Cinta Kasih Tzu Chi pada acara Jakarta Menuju Kota Layak Anak. Sekolah itu terletak di Jalan Lingkar Luar Jakarta, Cengkareng Timur, Jakarta Barat, Senin (24/6/2013).
Petisi tersebut dibentangkan pada sebuah kain putin selebar 1 X 3 meter dan di atasnya bertuliskan 'Katakan Ya untuk Stop Kekerasan, Diskriminasi dan Penelantaran pada Anak Sekarang Juga'.
Hadir pula Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar. "Kami akan berusaha membuat Jakarta menjadi kota layak untuk anak. Kami percaya pada Pak Gubernur untuk bisa mewujudkannya. Beliau sudah cukup berpengalaman di Surakarta," kata Linda.
Jokowi hadir di tempat itu sekitar pukul 09.00 WIB. Saat duduk di kursi paling depan, enam orang anak terlihat pelan-pelan maju mendekati Jokowi itu untuk meminta tanda tangan pemimpin Jakarta itu. Dengan ramah, Jokowi melayani permintaan anak-anak yang duduk di sekolah dasar itu.
Jokowi datang bersama istrinya, Iriana, dan istri Wakil Gubernur Jakarta Basuki Tahja Purnama (Ahok), Veronica. Ketiganya kompak mengenakan kemeja berwarna putih.


Sumber :
detik.com

Lagi, Yayat Minta Jokowi Pilih Sekda Muda dan Tak Malas

Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna menyarankan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk memilih Sekretaris Daerah yang telah memiliki pengalaman. Menurutnya, Sekda sebaiknya berasal dari genarasi muda yang sudah memiliki pangkat senior di birokrasi.
"Harus yang muda, energik dan mau turun ke lapangan. Karena Sekda ini harus bisa mengimbangi gaya gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta," ujar Yayat saat dihubungi, Senin (24/6/2013).
Dalam kepemimpinan Jokowi, Yayat menambahkan, sosok Sekda ibarat menjadi CEO dalam sebuah perusahaan. Yaitu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Nantinya kan yang mengatur camat dan lurah hasil seleksi tentunya Sekda. Karena itu, Sekda yang tidak punya pengalaman teknis akan kesulitan untuk itu," jelas Yayat.
Selain itu, Yayat juga menilai faktor usia harus dipertimbangkan dalam pemilihan Sekretaris Daerah. Calon-calon Sekda yang menjelang pensiun dikhawatirkan tidak mampu mengikuti ritme dan gaya kerja Jokowi-Ahok.
Secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta I Made Karmayoga mengatakan 9 calon sekda yang masuk masa pensiun di antaranya Sekda PLT Wyriatmoko dan Kepala BPLHD Tauchid.


Sumber :
merdeka.com

Prediksi: PDIP Akan Berkoalisi dengan Golkar Usung Jokowi

Bila PDI Perjuangan memutuskan tidak berkoalisi dengan Partai Demokrat dan Partai Gerindra setelah Pemilu 2014, maka yang akan menjadi pilihan mau tak mau adalah Partai Golkar.
Namun, tentu bukan Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie, tapi Golkar pasca-Munas 2015.
"Jadi, kalau pertanyaannya adalah siapa yang berpeluang kuat menjadi cawapres untuk capres Jokowi, jawabannya adalah mutlak harus tokoh Golkar, agar memiliki dasar untuk mengambil-alih Golkar pada Munas 2015, dan kemudian Golkar pasca-Munas akan berkoalisi dengan PDIP," kata Board of Advisor CSIS Jeffrie Geovanie dalam pernyataannya, Senin (24/6/2013).
Jeffrie menuturkan, Jokowi sebagai capres dari generasi baru, tentu harus mencari cawapres yang punya senioritas dalam politik Indonesia, seperti halnya Obama dengan Joe Biden.
Tokoh Golkar senior, lanjutnya, sebaiknya juga punya kemampuan diplomasi luar negeri yang baik, mengingat Jokowi akan fokus mengurus dalam negeri. Sang cawapres juga harus punya latar belakang militer yang baik.
"Kalau sipil, ya sipil yang tegas dan berani.
Lebih baik lagi bila berbeda sukunya dengan Jokowi. Semakin sempurna kalau juga memiliki basis dukungan dari masyarakat yang sudah terbukti," papar Jeffrie.
Kalau itu terjadi, menurut Jeffrie, maka partai penguasa pasca-2014 adalah PDIP didukung Golkar, dengan partai penyeimbang pemerintahan yang dipimpin Demokrat.
"Kita lihat saja, tidak lama lagi, satu tahun lagi," ucapnya.
Sementara, peneliti Maarif Institute Endang Tirtana mengatakan, untuk masa datang, ada baiknya koalisi dibentuk dengan lebih sedikit partai, sehingga memudahkan dalam melakukan kebijakan dan kontrol.
Namun, pemilihan partai koalisi harus memertimbangkan derajat kemenangan dalam pileg. Karena, jika partai-partai oposisi yang berkoalisi adalah partai besar, maka besar juga kemungkinannya hal ini dapat menghambat partai berkuasa untuk melakukan kebijakan-kebijakan yang sifatnya baik untuk kepentingan masyarakat.
Tapi, tutur Endang, tetap ada positifnya, yakni kontrol yang besar oleh oposisi terhadap partai yang berkuasa.
"Koalisi akan mulai terbaca pasca-pileg," cetus Endang.
Sejauh ini, menurut Endang, PDI Perjuangan punya peluang besar menjadi partai pemenang. Untuk itu, jika PDIP menjadi pemenang dalam pileg dan Pilpres 2014 atau pasca-2014, maka bisa jadi akan ada model koalisi yang berbeda.
"Karena PDIP selama ini sudah menjadi spesialis oposisi, akan seperti apa koalisinya, kita tunggu," bebernya.
Lebih jauh Endang menjelaskan, pada era kepemimpinan SBY, koalisi yang terbangun adalah model multi-partai. Sehingga, kerap membuat ketidakefisienan dalam membuat kebijakan bersama.
"Koalisi sekarang yang tergabung dalam setgab, kental dengan kepentingan-kepentingan politis, sehingga membuat keputusan-keputusan yang memerlukan tindakan cepat sulit dilakukan," jelasnya.


Sumber :
tribunnews.com
Versi republika.co.id : "Jokowi Berpeluang Gandeng Cawapres dari Golkar"

Ulasan: 4 Sebab Popularitas Jokowi Melebihi Prabowo & Mega

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Dodi Ambardi menilai Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memiliki kelebihan sebagai calon presiden 2014 ketimbang pemain lama di kancah politik. Menurut dia, kelebihan itu merupakan kelebihan dalam atribut personal dibanding Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri, nama-nama yang disebut sebagai capres potensial 2014. "Ada empat atribut, dua atribut sangat menonjol dari Jokowi," katanya kepada Tempo.

Atribut personal yang paling menonjol adalah Jokowi dinilai sebagai sosok yang bersih dari korupsi.

Publik menilai gaya Jokowi yang apa adanya dan terkesan tidak menjaga jarak membuat dia dianggap bersih dari korupsi. Selain itu, di sekitar rumah dinasnya di kawasan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, amat jarang terlihat mobil mewah yang keluar-masuk. Hal itu berbeda dengan masa kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo yang sering kali terlihat mobil mewah berada di kawasan tersebut. Sikap kaku yang ditunjukkan saat menjadi pembawa acara di stasiun televisi swasta juga dianggap sebagai bukti bahwa Jokowi tidak berusaha mengubah penampilannya.

Penampilan Jokowi dinilai tidak banyak berubah ketimbang politikus Senayan setelah terpilih sebagai anggota dewan.

Jokowi tidak memermak sedikit pun penampilannya meski sudah menjadi gubernur.

Atribut personal lainnya yang menonjol adalah peduli kepada rakyat.
Gayanya yang terkesan apa adanya juga menimbulkan persepsi bahwa Jokowi tidak suka bergaya mewah-mewahan. "Semua citra pejabat yang ada seperti berwibawa itu diterabas semua oleh Jokowi," kata Dodi.
Salah satu hal yang paling diingat adalah saat meninjau lokasi jebolnya tanggul Latuharhari di Menteng, Jakarta Pusat, 17 Januari 2013 lalu. Saat itu Jokowi mengeluarkan gestur bahwa dirinya pusing melihat jebolnya tanggul tersebut. Sambil jongkok di tengah rel, Jokowi juga tampak melipat tangannya di kepala.
Jokowi pun terkesan cuek meski kamera wartawan yang melakukan liputan sibuk mengabadikan posisi tubuhnya. Ini makin menciptakan persepsi publik bahwa Jokowi merupakan sosok yang jujur dan apa adanya. "Dia tidak begitu peduli dengan satu gambaran citra bahwa dia harus berwibawa, harus menjaga jarak dengan publik, dan itu kan diterabas semua sama Jokowi," ujar Dodi.
 
Atribut personal lainnya adalah dalam hal ketegasan.
Menurut Dodi, persepsi publik menilai bahwa Jokowi adalah sosok yang tegas dalam menghadapi masalah. Bahkan, ketegasan Jokowi dinilai melebihi Prabowo yang berlatar belakang militer. Contohnya pada saat Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. Saat itu, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo memintanya untuk merobohkan sebuah bangunan pabrik tua yang ada di Solo. Tapi Jokowi menolak permintaan itu hingga akhirnya dinilai bodoh.

Prinsip itu juga yang kerap menjadi kekuatan atribut pesonal bagi Jokowi untuk menjadi calon presiden. Sebagai politikus, dia sadar bahwa keinginan rakyat harus diikuti agar pemerintahannya bisa berjalan dengan baik. Tapi tidak semua keinginan rakyat dipenuhi Jokowi saat menjadi gubernur. Contohnya adalah penanganan Waduk Pluit. Dengan tegas Jokowi menyatakan warga yang tinggal di bantaran waduk harus pindah. Meski warga meminta ganti rugi, dia menegaskan tidak ada ganti rugi karena itu merupakan tanah pemerintah.
"Karena itu, secara atribut, personal jokowi memenuhi harapan publik dan bisa diterima publik, dan yang kedua dia punya prinsip," kata Dodi.
"Jokowi 80 persen respondennya, berikutnya baru Prabowo dengan 60 persen dan Megawati 55 persen," ujar Dodi.
Ingin tahu apa saja yang sudah dilakukan Jokowi-Ahok selama delapan bulan kepemimpinan mereka di Jakarta?


Sumber :
tempo.co

Jokowi Bercita-cita Jadikan Jakarta Kota Ramah Anak

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengawali pekan ini dengan menggelar rapat pimpinan di Balaikota DKI Jakarta. Selanjutnya, Jokowi akan mencanangkan Jakarta sebagai kota yang layak anak.
"Pak Gubernur akan menghadiri sekaligus mencanangkan Kota Layak Anak dalam rangka Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2013 di Rusun Cinta Kasih, Jalan Puter Ring Road Kelurahan Kamal, Jakarta Barat, pukul 09.30 WIB," demikian informasi dari Humas dan Protokoler DKI Jakarta, Senin (24/6/2013).
Jokowi memang dekat dengan anak-anak. Jokowi telah membuat program Kartu Jakarta Pintar agar anak-anak bisa bersekolah. Setiap blusukan, Jokowi biasanya selalu membawa buku tulis untuk dibagikan pada anak-anak. Jokowi juga kerap menggelar kuis dadakan. Sebuah sepeda menjadi hadiahnya.
Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait menilai Jokowi lebih pantas jadi ikon untuk anak-anak Indonesia dibanding Ibu Negara Ani Yudhoyono. Alasannya, Jokowi lebih dekat dengan anak-anak.
"Jokowi lebih cocok jadi ikon buat anak-anak Indonesia. Kita lihat saja jokowi sering kita lihat bagi-bagi seragam sekolah, buku, dan sepatu. Sedangkan Ibu Ani saya pikir inisiatif nya kurang," kata Arist di kantor Komnas PA, Jalan TB Simatupang, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Selasa (2/4/2013).
Aris mengatakan, peranan Ani Yudhoyono sebagai pengayom dan ibu bagi anak-anak Indonesia tidak berjalan dengan semestinya. Dari adanya beberapa kasus tindak kejahatan maupun kekerasan seksual yang dialami anak-anak di Indonesia, Ibu Negara ini tidak pernah terlihat turun ke bawah untuk memberikan dorongan atau semangat.
Tapi sejumlah masalah juga masih menghantui anak-anak di Jakarta. Banyaknya pencabulan pada anak di bawah umur hingga ABG menjadi momok menakutkan. Begitu pula dengan kekerasan di sekolah, keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Masalah lain untuk anak-anak Jakarta adalah soal kekurangan lahan bermain. Banyak lapangan bermain anak yang kini berubah menjadi mal atau pemukiman.
Maka semoga Jokowi bisa menjadikan Jakarta sebuah surga untuk para penerus bangsa ini.


Sumber :
merdeka.com

Minggu, 23 Juni 2013

Kriteria Sekda Jokowi

Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) Jakarta saat ini tengah 'mengaudisi' calon Sekda Provinsi DKI Jakarta. Diharapkan Jokowi memilih sekda yang telah berpengalaman dan mampu mengimbangi gaya kerjanya yang selalu turun ke lapangan.
"Harus yang muda, enerjik dan mau turun ke lapangan. Karena Sekda ini harus bisa mengimbangi gaya gubernur dan wakil gubenrur DKI Jakarta," ujar pengamat perkotaan, Yayat Supriyatna saat dihubungi, Minggu (23/6).
Yayat mengatakan, Sekda Pemprov DKI ini nantinya akan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Oleh karenanya dibtuhkan orang yang mampu mengenali wilayah dan karakter warga DKI. Sekda juga harus mampu menguasai masalah teknis di lapangan untuk memberi masukan kepada gubernur dan wakil gubernur DKI.
"Nantinnya kan juga yang mengatur camat dan lurah hasil seleksi tentunya Sekda. Karena itu, Sekda yang tidak punya pengalaman teknis akan kesulitan untuk itu," ujarnya.
Yayat juga menilai faktor usia menjadi hal yang harus dipertimbangkan Jokowi dalam memilih sekda. Sebaiknya Jokowi tidak memilih sekda yang sudah masuk masa pensiun.
"Carilah yang muda, enerjik dan tidak punya kepentingan untuk mencari kekayaan," katanya.
Saat ini Jokowi tengah mengaudisi sembilan pejabat DKI untuk menjadi pengganti Fadjar Panjaitan, Sekda DKI sebelumnya. Fadjar mengundurkan diri dari jabatannya karena menjadi caleg untuk DPRD DKI 2014-2019 dari PDIP.

Berikut nama-nama calon Sekda DKI yang ikut seleksi:
  1. Asisten Sekda Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup, Wiriyatmoko.
  2. Asisten Sekda Bidang Pemerintahan, Sylviana Murni.
  3. Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Administrasi, Hasan Basri Saleh.
  4. Inspektur Provinsi, Franky Mangatas Panjaitan.
  5. Kepala Badan Penanaman Modal dan Promosi, Catur Laswanto.
  6. Kepala Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD), DKI Mochammad Tauchid Tjakraamidjaja.
  7. Kepala Dinas Pendidikan, Taufik Yudi Mulyanto.
  8. Wali Kota Jakarta Pusat, Saefullah.
  9. Wali Kota Jakarta Utara, Bambang Sugiyono.

Sumber :
detik.com

Pembangun Proyek Monorel Masih Harapkan Restu dari Jokowi

Proyek pembangunan moda transportasi massal monorel saat ini sedang berproses. Ortus Holdings Ltd, sebagai pemilik PT Jakarta Monorel, pemenang proyek tersebut meminta restu dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk menjalankan proyek tersebut dengan baik.
"Tentunya atas restu dan kepemimpinan Bapak Gubernur DKI dan pimpinan lain dilingkungan DKI, serta dukungan Bapak Menteri BUMN dan pemimpin nasional lainnya, kami yakin akan mampu melaksanakan tugas sesuai fungsi kami sebagai pengembang dan pengelola jasa transportasi massal," ujar pemilik perusahaan Ortus Holdings Ltd, Edward Soeryadjaya melalui siaran pers yang diterima detikcom, Minggu (23/6/2013).
Edward mengatakan, penunjukan PT Jakarta Monorel untuk membangun proyek monorel merupakan sebuah tanggung jawab untuk menghadirkan sistem moda trasnportasi massal modern di Jakarta. Terlebih monorel dianggap sebagai moda trasnportasi massal yang teruji dan efisien.
"Untuk itu tanggung jawab dan kewajiban untuk ikut menghadirkan solusi atas masalah transportasi umum di Jakarta ini, kami terima dengan penuh rasa hormat dan pasti akan kami laksanakan dengan penuh tanggung jawab," kata Edward.
Edward yakin perusahaannya mampu menjalankan dan menghadirkan moda transportasi monorel di Jakarta. Saat ini tiang-tiang pancang yang sudah didirikan oleh PT Adhi Karya, kini sudah dilunasi PT Jakarta Monorel.
"Semua ini dalam rangka pemenuhan komitmen yang telah dicanangkan pemimpin DKI Jakarta untuk pengembangan dan pembangunan Jakarta yang lebih maju dan lebih layak huni sebagai ibukota negara yang dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa," jelasnya.


Sumber :
detik.com

Jokowi Butuh 4 Tahun untuk Buat Jakarta Night Festival Jadi Sempurna

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berencana akan membuat gelaran Jakarta Night Festival di tahun depan. Tentunya, Jokowi akan membuat pesta muda-mudi itu lebih meriah dibanding tahun ini.
"Mungkin tahun depan akan digabung-gabungkan dengan tenda-tenda kuliner dan industri kreatif," ujar Jokowi usai acara pameran Forever Green Indonesia di Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta, Minggu (23/6/2013).
Selain itu, Jokowi juga akan membuat gelaran Jakarta Night Festival menjadi acara yang peduli lingkungan. "Termasuk gaya hidup hijau," sambungnya.
Jokowi mengaku acara Jakarta Night Festival tadi malam memang banyak kekurangan. Namun, dia cukup puas terhadap pelaksanaan pesta muda-mudi tersebut.
"Tapi dalam sisi kegembiraan masyarakat sudah kena," jelasnya.
Untuk menjadikan acara Jakarta Night Festival lebih meriah dan tertata rapi, Jokowi membutuhkan waktu panjang. Dia menuturkan, perlu 3 sampai 4 tahun untuk membuat acara ini sempurna.
"Ini harus dievaluasi diperbaiki, tapi ini butuh 3 sampai 4 tahun baru bisa. Lama itu waktunya, tidak sebentar," ungkapnya.


Sumber :
detik.com

Bondan Prakoso: Jokowi itu Gubernur Rock 'n Roll

Puncak perayaan HUT DKI ke-486 dirayakan serentak oleh artis-artis ternama ibu kota. Acara ini digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. Salah satu band yang didaulat untuk memeriahkan acara tersebut adalah Bondan Fade 2 Black.
Band beraliran Rap Rock ini mengaku sangat berterima kasih dan puas bisa tampil di panggung megah dan spektakuler itu. Hal tersebut disampaikan langsung oleh vokalis dan pemain bass dari band tersebut, Bondan Prakoso.
"Tentang ulang tahun Jakarta, memang ini yang termeriah menurut saya, panggung hiburan semua untuk rakyat. Alhamdulillah saya mendapat kehormatan untuk mengisi acara ini, dan luar biasa ini emang meriah, Jakarta rame banget," kata Bondan saat ditemui merdeka.com di tenda artis panggung utama, Monas, Jakarta, Sabtu (22/6/2013).
Dalam kesempatan tersebut, Bondan mengaku sangat kagum dengan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi). Bondan juga tak henti-hentinya memuji Jokowi. Menurut Bondan Jokowi adalah orang yang peduli dan membumi.
"Orangnya luwes dan welcome banget kepada siapa saja. Bisa mendengar langsung keluhan dari masyarakat Jakarta. Orang yang bagi saya tegas juga cerdas dan pintar, lalu pro rakyat. Itu menurut saya berarti beliau peduli dan membumi," ujar Bondan.
Mantan penyanyi cilik ini mengaku pertama kali bertemu dengan mantan wali kota Solo tersebut saat konser band alternative rock asal Inggris, Arkarna yang beberapa waktu lalu tampil juga di Jakarta bersama Jokowi.
Selain itu, Bondan menganggap Jokowi adalah sosok Gubernur yang Rock 'n Roll. Anggapan tersebut ia dapat dari pandangannya melalui kaca mata musisi.
"Gini, kalau istilahnya Rock 'n Roll itu attitude ya, tingkah laku dan tentang sikap. Istilah gampangnya cuek. Cuek bukan dalam artian tidak berpikir apa-apa, ini dalam artian semuanya penuh dengan persiapan, persiapan yang dilakukan Pak Jokowi dalam memimpin ibukota dengan gaya khasnya," ujar pelantun lagu anak-anak 'Lumba-lumba' ini.
Kekaguman Bondan pada Jokowi juga disampaikannya melalui istilah dalam permainan musik. Bondan menganggap Jokowi adalah sosok yang berani bermain musik dengan lepas tanpa ada tekanan dari penonton. Dalam hal ini Jokowi dianggap berani memimpin Jakarta tanpa ada ketakutan dari masyarakat.
"Pak Jokowi tetap Rock 'n Roll dalam bahasa saya, kalau di musik itu istilah kerennya plug and play. Colok ke alat musik, dan elo langsung maen. Udah elo maenin musik, elo sendiri aja, enggak usah peduli sama musik lain, jalankan aja. Just do it!" imbuh Bondan.


Sumber :
merdeka.com

Ulasan Tempo: Plus-Minus Jokowi Jadi Capres 2014

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indonesia Dodi Ambardi mengatakan, Gubernur Joko Widodo cukup berpeluang untuk maju sebagai calon presiden 2014. Sejumlah hasil survei capres 2014 menunjukkan Jokowi berpeluang menang Pemilu. "Momentum besar buat dia," katanya kepada Tempo.
Menurut Dodi, posisi Jokowi sebagai terpopuler dalam sejumlah lembaga survei memberikan keuntungan. Popularitas Jokowi makin melejit setelah berhasil menjadi Gubernur DKI Jakarta September 2012. Bagi kalangan politisi, kata dia, ini adalah momentum yang tepat bagi Jokowi untuk menjadi presiden. (Baca:Jokowi Calon Presiden Alternatif Paling Potensial)
"Belum tentu tahun 2019 dia bakal tetap populer dan memiliki momentum seperti ini," kata Dodi.
Sesuai survei BPS tahun 2010, jumlah masyarakat perkotaan di Indonesia mengalami peningkatan sebesar 10 angka menjadi 50 persen. Kondisi itu membuat peluang Jokowi untuk menjadi presiden terbuka lebar. Namun, Jokowi bisa terganjal dengan janjinya untuk menuntaskan lima tahun masa jabatan gubernur DKI Jakarta. Lawan politik akan menuding Jokowi melanggar janjinya. Publik juga kemungkinan menilai Jokowi tidak konsisten dengan ucapannya.
Selain itu, publik yang berpendidikan--basis utama pendukung Jokowi--cenderung menyukai pemimpin yang benar-benar merintis karir politiknya. Karir politikus yang ideal, kata Dodi, adalah orang yang benar-benar memulai karirnya dari tingkatan terkecil. Ini mirip dengan perjalanan politik Presiden Amerika Serikat Barrack Obama. (Baca: Kongres Dukung Jokowi Presiden 2014 di Bandung)
Dodi menjelaskan, Obama memulai karir politiknya dengan menjadi aktivis lingkungan. Setelah itu, dia menjadi aktivis tingkat kota hingga akhirnya menjadi senator negara bagian. Di mata publik, politikus itu sudah terbukti pada tingkatan yang lebih kecil sebelum menjadi presiden.
Jokowi hingga saat ini dinilai belum menghasilkan perubahan yang berarti di Jakarta. Program kerjanya sebagai gubernur masih belum bisa dinilai karena masa jabatannya masih terlalu singkat. Saat ini, masih terdapat keraguan apakah Jokowi mampu membenahi masalah banjir dan macet yang sudah akut di ibukota.
"Dia saat ini adalah unproven leader, pemimpin yang belum terbukti kerjanya," katanya. Begitu pun saat menjadi Wali Kota Solo. Banyak pihak yang menilai bahwa keberhasilan Jokowi sebagai wali kota tidak lepas dari peran wakilnya, FX Rudi Hadyatmo.
Karena itu, Jokowi diminta untuk membuktikan dulu keberhasilan sebagai pemimpin sebelum memutuskan menjadi presiden. "Memang harus mengambil risiko. Kalau berhasil di Jakarta prospeknya sangat kuat, tapi kalau gagal momentum yang sangat bagus akan lewat," ujarnya.


Sumber :
tempo.co

Ulasan Okezone: Jokowi Tampil Beda yang Lain Jangan Nyinyir

Gaya kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo sukses menyedot perhatian warga Ibu Kota. Berbagai acara yang merakyat digelar pria asal Solo itu. Pengamat Politik menilai, Jokowi ingin tampil beda dibandingkan pemimpin lainnya.
"Kalau menurut saya dia ingin tampil beda, itu sah-sah saja," kata Pengamat Politik Unpad, Dedy Mulyana kepada Okezone, Sabtu (22/6/2013).
Dia tak melihat gaya Jokowi meniru tokoh lainnya termasuk mantan Presiden Soekarno. Dedy yakin, kedekatan dengan warga murni gaya Jokowi tanpa dibuat-buat. "Ini khas Jokowi," singkatnya.
Dampak dari kedekatan Jokowi dengan warga tentu positif. Namun, akan sulit menembak apakah ada agenda tersembunyi atau tidak dibalik kegiatan Jokowi. Soal isu pencapresan Jokowi, Dedy menyarankan tidak pada Pemilu 2014.
"Mendingan tuntaskan dulu Jakarta, peluang Capres akan lebih terbuka," ungkapnya.
Sebaliknya, jika Jokowi gagal memimpin Ibu Kota, maka dampak buruknya juga akan besar. "Lebih baik dia (Jokowi) sabar. Jangan sampai dianggap oportunis," cetusnya.
Sementara, Pengamat Politik AS Hikam berharap tidak ada yang cerewet dengan banyaknya pesta rakyat yang digelar Jokowi. Dia menilai, hingga saat ini tidak ada yang salah jika Jokowi membuat acara yang menghibur warga.
"Jokowi itu memang disukai rakyat dan dia tahu cara membuat rakyat dekat dengan pemerintah. Jokowi apa adanya, pestanya dengan banyak orang, jadi jangan ada yang nyinyir (cerewet)," kata dia.
Menurutnya, beragam acara yang melibatkan warga Ibu Kota merupakan bagian dari Jokowi bersosialisasi. Selama ini, pemerintah dikenal jauh dengan rakyatnya. "Dia punya strategi pendekatan komunikasi dengan rakyat begitu, bukan hanya memerintah sana sini," tegasnya.
Kalau pemimpin dekat dengan rakyat, kemungkinan besar program pemerintah juga akan mendapat dukungan. Rakyat akan menuruti keinginan Jokowi karena percaya jika mantan wali kota Solo itu sudah dekat.
"Kalau pemimpin tidak dekat, rakyat juga tidak akan mau menuruti," pungkasnya.


Sumber :
okezone.com

Jokowi: Yang Lempari Bus Persib Tidak Menghargai Tamu

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kembali berkomentar tentang insiden pelemparan bus Persib Bandung oleh sejumlah suporter kemarin. Ia kecewa karena suporter melanggar janjinya.
Seperti diketahui, kemarin sore bus Persib yang hendak menuju Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, untuk bertanding melawan Persija Jakarta, dilempari dan dirusak oleh sejumlah orang beratribut klub Persija.
Akibatnya, selain bus hancur, Persib memutuskan tidak ke stadion dan urung bertanding.
"Dan yang semalam (maksudnya sore –-red) jadi catatan jelek kita," ujar Jokowi usai meninjau Pameran Forever Green Indonesia, di Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta, Minggu (23/6/2013), siang.
"Pertama, kita tidak menghargai tamu, dan kedua pertandingan dibatalkan. Sanksinya kita tunggu dari Polda," sambungnya.
Ia juga merasa heran kenapa insiden anarkis seperti itu masih saja terjadi. Padahal ia pernah bertemu dengan kelompok suporter Persija dan mereka bersepakat untuk lebih tertib.
"Dulu 'kan sudah saya kumpulkan. Ada kesepakatan tidak ini, tidak ini. Tapi kenyataanya," tukasnya.
Salah satu efek besar dari insiden tersebut adalah, ribuan bobotoh di Bandung sempat "menutup" kawasan Jln. Pasteur. Mereka sempat melakukan sweeping pada mobil-mobil berplat 'B' sambil menunggu kepulangan rombongan Persib, yang ternyata tidak kembali ke kota mereka itu.
Hingga kini juga belum ada keputusan dari pihak Liga maupun PSSI terkait insiden tersebut, termasuk konsekuensi dari batalnya pertandingan. Pelatih Persija Benny Dollo berharap timnya dinyatakan menang WO karena tim lawan tidak hadir ke lapangan, sedangkan kubu Persib meminta penjadwalan ulang.


Sumber :
detik.com

Tiang Monorail Akan Dipercantik Dengan Hamparan Bunga

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) seusai menghadiri peluncuran Green Forever Indonesia, menyatakan akan Hijaukan tiang-tiang monorail dengan bunga dan mengharapkan dukungan dari Asosiasi Bunga Indonesia, Minggu (23/6/2013).

Jokowi Ingin Semua Mal di Jakarta Adopsi Taman Indoor

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku senang dengan adanya konsep taman yang berada di dalam mal. Ke depannya, Jokowi berharap agar bangunan-bangunan di Jakarta dihiasi tumbuhan hijau agar udara di ibu kota terasa segar.
"Saya menghargai pameran ini, masa kita sih melihat ke kanan, ke kiri tembok-tembok semua," kata Jokowi usai meninjau pameran Forever Green Indonesia, di Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta, Minggu (23/6/2013).
Pameran Forever Green Indonesia adalah pameran dengan konsep ruang terbuka hijau yang berada di dalam mall atau gedung. Konsep ini diprakasai oleh Asosiasi Bunga Indonesia.
Jokowi berharap agar seluruh mal di Jakarta meniru konsep ini. Bahkan, pojok-pojok mal yang hanya ditumbuhi 'hutan beton' harus dihiasi tumbuhan hijau.
"Ini kan baru 1 mal, nanti pojok-pojok mal semuanya lunak, tembok juga harus lunak," terangnya.


Sumber :
detik.com

Ketika Jokowi Kejutkan Pengunjung Mal

Aktivitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), Minggu (23/6/2013) siang, tampak sedikit berbeda. Jika biasanya blusukan ke kampung-kampung kumuh, kali ini Jokowi tampak di antara gemerlap pusat perbelanjaan, Grand Indonesia, Jakarta.
Sedang apa Pak Gubernur di sana?
Rupanya, Jokowi dijadwalkan menghadiri acara Forever Green Indonesia 2013 yang diselenggarakan Asbindo (Asosiasi Bunga Indonesia). Jokowi hadir dengan mengenakan kemeja putih berlengan panjang. Dia disambut beberapa anggota panitia di lobi mal.
Menaiki eskalator lantai demi lantai, Jokowi yang dikawal tiga ajudannya menjadi pusat perhatian para pengunjung pusat perbelanjaan.
"Eh, ada Jokowi, Jokowi," ujar salah seorang ibu sambil mengeluarkan ponselnya dan langsung mengabadikan sang Gubernur.
Jokowi tersenyum. Beberapa pengunjung pun tampak mengikutinya.
Syailendra, seorang pengunjung Grand Indonesia, mengaku terkejut dengan kehadiran Jokowi di mal. Pasalnya, kata Syailendra, menurut pemberitaan di media massa, Jokowi lebih sering muncul di kampung kumuh, bantaran kali, dan di permukiman warga, bukan di mal seperti hari ini.
"Tapi enggak apa-apa lah, biar Jokowi tahu juga kehidupan middle class di Jakarta itu gimana. Kan jumlahnya paling banyak tuh," ujar pemuda 23 tahun itu.
Saat dimintai komentarnya seusai acara, Jokowi mengaku jarang bepergian ke pusat perbelanjaan. Namun, kali ini dia tertarik pada acara yang dihadirinya itu. "Saya lihat acaranya bagus, menarik, makanya ke sini," ujarnya.


Sumber :
kompas.com

Jokowi Hadiri Peluncuran "Ruang Terbuka Hijau Dalam Mal"

Hari ini Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menghadiri peluncuran Green Forever Indonesia. Konsep program ini adalah ruang terbuka hijau di dalam mal.
Dikawal ajudan, Jokowi tiba di Mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, sekitar pukul 11.30 WIB, Minggu (23/6/2013). Jokowi disambut panitia dan dikalungi bunga serta diajak berkeliling melihat tanaman-tanaman di tempat acara.
Ketua Umum Asosiasi Bunga Indonesia Glen Pardede menyatakan ruang terbuka hijau di mal, mempunyai banyak fungsi. Selain untuk keasrian lingkungan, tanaman-tanaman di dalam mal bisa mengurangi "sick bionic syndrome".
"Tentu saja, juga meningkatkan produktifitas," kata Glen.


Pertama kali Terjadi di Indonesia, Gubernur Ikut Lari

Untuk pertama kalinya sejak event Jakarta 10K dihelat, baru kali ini seorang gubernurnya, Joko Widodo, turun ke trek dan ikut berlari bersama masyarakat.
Seakan tak kehabisan tenaga, Jokowi yang seharian kemarin sibuk di berbagai acara HUT ke-486 ibukota Jakarta, awalnya hanya dijadwalkan melepas lomba Jakarta International 10K 2013, Minggu (23/6) pagi, di kawasan Silang Monas Barat Daya.
Menjelang start pukul 06.30 WIB, Jokowi muncul di podium dengan penampilan yang "mengejutkan". Ia mengenakan t-shirt warna hijau yang memang telah disiapkan panitia, tapi celana pendek dan sepatu kets yang ia pakai membuatnya tampak tidak formal.
Tanpa pidato panjang lebar, Jokowi hanya mengucapkan dua kalimat dengan alat pengeras suara dari atas podium. Sambil mengibarkan bendera start, ia berseru: "Selamat pagi warga Jakarta. Dengan kata Bismillah, Jakarta International 10K dibuka."
Lomba pun dimulai. Puluhan pelari elite internasional dan nasional pun mulai mengayuh kakinya. Di belakang mereka adalah pelari buffer, lalu peserta umum dan pelajar.
Jokowi sempat terlihat berbincang-bincang dengan para undangan lain di atas podium, dan meladeni permintaan sejumlah ibu-ibu untuk berfoto bersama.
Sejurus kemudian, tidak disangka-sangka ia meloncat turun dari atas podium. Rupaya ia ingin ikut berlari. Maka, tentu saja dengan didampingi sejumlah pengawal, ia dengan ekspresi wajah riang gembira berlari dari Silang Monas Barat Daya, tempat start. Aksinya itu tak pelak mendapat tepuk tangan meriah dari hadiri.
Menurut keterangan panitia kepada detik.com, baru kali ini seorang gubernur ikut terlibat di event lari 10K di Jakarta itu, yang tahun ini memasuki edisi ke-10.
"Sebelumnya Beliau tidak mengatakan apa-apa soal ini. Yang kami tahu, Pak Jokowi memang akan membuka dan melepas secara resmi acara ini. Bahwa dia kemudian ikut lomba, kami merasa surprise sekali," tutur Dennis Harisvianto dari D & D Production selaku event organizer acara yang digagas oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta itu.
Berapa waktu yang diperlukan Jokowi untuk menyelesaikan lomba lari sejauh 10 km itu? Tidak juga. Ia hanya berlari sampai Bundaran Hotel Indonesia, sekitar dua km dari titik start. Setelah itu ia meninggalkan arena lomba untuk melakukan aktivitasnya yang lain.
Jakarta International 10K tahun ini, yang disponsori oleh produsen minuman Milo, diklaim pihak penyelenggara diikuti sampai 35 ribu orang.


Sumber :
detik.com

Jokowi Lepas Peserta Jakarta International 10K

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi),pagi ini melepas puluhan ribu peserta Jakarta International 10K dari lapangan Monas, Jakarta, Minggu (23/6/2013).
"Selamat pagi warga Jakarta. Dengan kata Bismillah. Jakarta International 10K dibuka," kata Jokowi di garis start.
Segera setelah melepas para peserta lomba, Jokowi yang mengenakan celana pendek timnas Jerman dan bersepatu kets coklat itu terlihat langsung turun dari podium dan kemudian mengikuti lomba.
Di barisan pertama rombongan pelari itu sendiri tampak pelari elit internasional dan pelari nasional. Berturut-turut kemudian ada peserta dari golongan umum dan pelajar.
Para pelari ini akan menempuh rute Silang Monas Barat Daya-Jalan MH Thamrin-Jalan Jenderal Sudirman-Semanggi-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin-Silang Monas Barat Daya.


Pekik "Hidup Jokowi! Jokowi Jadi Presiden!" Terdengar Nyaring di HUT DKI Jakarta ke-486

Sambutan warga terhadap Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sangat antusias ketika kedua tokoh fenomenal itu tiba di Bundaran Hotel Indonesia Sabtu (22/6/2013) sekitar pukul 22.00 WIB. Jokowi dan Basuki yang berjalan kaki dari Tugu Monumen Nasional itu tak ayal langsung "diserbu" warga Jakarta.
Warga sebelumnya tak mengira akan kedatangan Jokowi dan Basuki memasuki Bundaran HI. Warga yang berkumpul di Bundaran HI masih menikmati suasana malam puncak perayaan HUT ke-486 DKI Jakarta dengan menyaksikan pertunjukan musik dari beberapa panggung di lokasi.
Namun, ketika rombongan Jokowi dan Basuki yang dikawal petugas pengawal, anggota kepolisian, TNI, Satpol PP, dan petugas Dishub memecah kerumunan dan melintasi lokasi, warga menjadi penasaran. Setelah warga mengetahui kedatangan dua pemimpin Jakarta itu barulah mereka datang mengerubuti untuk sekadar melihat atau bersalaman dengan Jokowi dan Basuki.
"Ada Pak Jokowi, hidup Pak Jokowi!," teriak beberapa warga, Sabtu malam. Warga lalu berlari mendekati Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. Sembari berjalan, Jokowi bersama Basuki terus mendapat pengawalan dari petugas.
Jokowi sempat berhenti dan bertemu Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono. Setelah itu rombongan kembali berjalan tanpa berhenti. Suasana warga yang berdesakkan pun tidak dapat dihindari. Pasalnya, sejumlah warga ada yang nekat menerobos kerumunan petugas jaga untuk bersalaman dengan Gubernur dan Wakilnya. Tak ayal hal ini membuat para pengawal sempat kewalahan mengatasi "serbuan" warga.
Petugas berusaha agar Jokowi dan Basuki tidak tertahan dengan memecah kerumunan warga. Meski tampak lelah, baik Jokowi atau Basuki tetap menebar senyum kepada warga. Keduanya terlihat bermandi keringat. Beberapa orang terlihat menembus pengawalan petugas untuk masuk bersalaman dengan Jokowi ataupun Basuki. Keduanya pun menyambut antusias warga dengan menyalami balik sembari melempar senyum.
Tidak hanya petugas pengawal yang berdesak-desakan dengan warga, awak media yang setia "menempel" Jokowi dan Basuki pun tak luput dari desak-desakan. Jokowi dan Basuki tidak sempat "mampir" berlama-lama atau memberikan sambutan di Bundaran HI. Keduanya langsung menuju mobil Toyota Innova berwarna hitam dengan nomor polisi B 1124 BH yang telah menanti untuk menjemput.
Beberapa orang terus meneriaki nama Jokowi sebagai presiden Republik Indonesia sebelum Jokowi masuk ke mobil. "Hidup Jokowi! Jokowi jadi presiden!" teriak warga itu.
Sebelum memasuki mobil yang telah menunggu, Jokowi sempat berdiri lebih tinggi dari posisinya dan melihat ke arah warga dan memberikan lambaian. Setelahnya, ia bersama Basuki memasuki mobil, dan mobil pun langsung berangkat meninggalkan kerumunan orang. Banyak warga dengan gumamannya terkesan dengan kehadiran Jokowi-Basuki.


Sumber :
kompas.com