Sabtu, 22 Juni 2013

Jokowi Buka Pameran Monorail, Dahlan Iskan Yakin Libas Malaysia

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), meresmikan pembukaan pameran monorel di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu. Lokomotif, gerbong, dan rel yang dipamerkan dalam ukuran sebenarnya.
"Saya sangat senang dengan upaya eksibisi yang diprakarsai oleh PT Jakarta Monorail, karena bisa mensosialisasikan kepada rakyat mengenai program Jakarta untuk angkutan masal monorel yang akan segera dibangun di Jakarta," kata Jokowi, dalam peresmian pembukaan pameran monorel di Monas.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Bisnis Ortus Holdings Limited, Banyu Djarot, mengatakan, pameran tersebut bertujuan untuk menginformasikan kepada warga Jakarta mengenai monorel.
"Pameran ini adalah awal dari tujuan kami untuk mewujudkan proyek monorel dan untuk membuat apa yang selalu menjadi mitos, sekarang akan segera menjadi kenyataan," katanya.
Banyu berharap pembangunan monorel akan berjalan dengan lancar dan semua pihak dapat bekerja sama dengan baik, sehingga pembangunan fisik dapat dimulai pada akhir tahun ini dan dapat beroperasi penuh pada 2016.
Selain Jokowi, acara peresmian tersebut turut dihadiri Menteri BUMN, Dahlan Iskan, Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, Direktur Utama PT Adhi Karya, Kiswo Darmawan, Direktur Utama PT Inka, Agus H Purnomo, Chairman Ortus Holdings Limited, Edward Soeryadjaya, dan mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso.
Jokowi dan segenap direksi, menteri dan wakil menteri tersebut kemudian bersama-sama menekan tombol sirine sebagai tanda pameran monorel telah dibuka secara resmi.
Setelah diresmikan, Jokowi beserta menteri, wakil menteri dan segenap direksi melihat-lihat prototype monorel yang dipamerkan dalam pameran tersebut.
Pameran monorel di Monas yang berlangsung mulai 22 Juni-14 Juli 2013 merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun Ke-486 Kota Jakarta. Pameran ini terbuka untuk umum dan gratis. 



Dahlan Iskan Hakul Yakin Akan Melibas Monorail Malaysia
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan dengan percaya diri mengatakan bahwa monorail Jakarta bakal mengalahkan monorail milik Malaysia. Dalam hal kapasitas dan daya angkut, monorail Jakarta akan jauh lebih besar dibanding Malaysia.
"Monorail ini tidak kalah dengan monorail yang ada di Kuala Lumpur, Malaysia dan kapasitasnya pun tiga kali lipat dari yang ada di sana," tegas Dahlan.
Dia mengaku sangat berharap mimpi tersebut bisa terwujud di era kepemimpinan Jokowi. Sebab, di era kepemimpinan gubernur sebelumnya yakni Sutiyoso, rencana ini tak kunjung terealisasi,.
"Ide ini ada sudah sejak lama, waktu zaman Bang Yos (Sutiyoso). Waktu itu dia cerita ingin punya monorail seperti di Kuala Lumpur. Tapi belum kesampaian," jelasnya.
Dengan suara tegas Dahlan mengaku bakal mendukung Jokowi untuk menghadirkan monorail di ibu kota. "Mudah-mudahan dengan adanya monorail ini kebutuhan akan transportasi masa bisa memuaskan masyarakat nantinya," katanya.
PT Adhi Karya sebagai pimpinan konsorsium pembangunan monorail Jakarta membanggakan keunggulan transportasi massal hasil karya perusahaan-perusahaan BUMN di depan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi.
Salah satu keunggulannya adalah daya angkut yang sangat besar. Beberapa waktu lalu, Direktur Utama Adhi Karya Kiswodarmawan menyebutkan, monorail ini bisa mengangkut 30.000 penumpang.
Sejalan dengan itu, pihaknya juga meyakini kehadiran monorail bisa mengurangi penggunaan mobil pribadi. Dengan berkurangnya penggunaan mobil pribadi, otomatis akan mengurangi penggunaan BBM hingga 573.000 liter per hari.
Keunggulan lain adalah dalam hal waktu tempuh. Dengan menggunakan monorail, jarak tempuh dari Bekasi Timur menuju Cawang hanya sekitar 24 menit. Sedangkan dari Cibubur menuju Cawang sekitar 18 menit dan dari Cawang ke Kuningan hanya 15 menit.
Dengan menawarkan waktu perjalanan yang singkat, diharapkan masyarakat memilih monorail ketimbang kendaraan pribadi sebagai alat transportasi.



Tumpeng Raksasa Ala Jokowi Dihiasi Tomat dan Cabai Merah

Dalam puncak acara perayaan HUT ke-486 DKI Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan diarak bersama tumpeng-tumpeng dari jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berjumlah 486. Namun, sebelumnya tumpeng raksasa setinggi 4,86 meter akan dipotong lebih dulu.
Tumpeng raksasa ini terbuat dari rangkaian bambu dihiasi oleh daun pisang, tomat dan cabai merah besar, kacang panjang. Pada bagian atas barulah terbuat dari tumpeng asli alias gunungan nasi. Rencananya tumpeng raksasa akan dipandu oleh beberapa petugas dari Brimob berjumlah puluhan orang.
Pada pukul 19.00 WIB, Jumat (22/6/2013), Jokowi akan memotong tumpeng raksasa. Kemudian potongan pertama akan diberikan kepada istri mantan Gubernur DKI Heng Ngantung dan selanjutnya diberikan kepada mantan wakil gubernur DKI Jakarta Eddie Nalapraya.
Selanjutnya, Jokowi akan diarak bersama 486 tumpeng-tumpeng oleh jajaran SKPD dari Balaikota melewati Jl Thamrin, dan berakhir di Bunderan HI. Saat diarak, Jokowi akan disuguhi beberapa hiburan seni mulai dari musik tradisional hingga reggae.
Kemudian, Jokowi akan makan malam bersama rakyat dengan jalan membagi-bagikan 486 tumpeng kepada warga yang menikmati acara Jakarta Night Festival.


Sumber :
merdeka.com

Jokowi Belum Tahu Mekanisme BLSM

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengaku belum menerima informasi perihal pembagian Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) sebagai kompensasi atas kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
"Enggak tahu saya," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta, Sabtu (22/6/2013).
Jokowi belum menerima informasi terkait dengan mekanisme pemberian BLSM. Namun demikian, Jokowi tetap siap siaga untuk membantu pemerintah pusat dalam mendistribusikan BLSM tersebut.
"Kalau memang diberkan ke pihak kita, kita sosialisasikan. Tapi sampai detik ini saya belum tahu," tegas Jokowi.


 Sumber :
okezone.com

DPRD Ingatkan Jokowi Pintar Gunakan APBD

Banyak pesan yang disampaikan DPRD DKI Jakarta pada Gubernur Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Rapat Paripurna istimewa perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 486 DKI Jakarta. Salah satunya menggunakan anggaran sebaik mungkin dan hasilnya nyata.
"Dewan mencoba memberikan sedikit gambaran akan berbagai hal yang menyangkut penyelenggaraan pemerintahan dan situasi riil yang harus dihadapi warga Jakarta. Gambaran ini menjadi bahan evaluasi yang harus disampaikan kepada masyarakat," ujar Ketua DPRD DKI, Ferrial Sofyan di Gedung DPRD DKI Jakarta, Sabtu (22/6/2013).
Politikus Demokrat ini menambahkan, Pemprov DKI juga perlu meningkatkan sumber-sumber pendapatan dari sektor lain yang tidak membebani rakyat. Sebab peningkatan anggaran setiap tahunnya tak lain bertujuan untuk menyejahterakan rakyat.
Untuk diketahui APBD tahun 2013 yang mencapai 52 triliun setelah dilakukan perubahan. Nilai ini cukup besar mengingat di tahun 2012, APBD DKI hanya Rp 36,02 triliun. Peningkatan sebanyak 72,08 persen.
"Semangat dan determinasi yang mampu ditampilkan eksekutif, diharapkan akan mampu mengangkat harkat dan martabat warga Jakarta pada semua lapisan masyarakat. Terutama bagi kaum yang berada di bawah garis kemiskinan. Karena itu diharapkan kemiskinan absolute akan hilang dengan sendirinya dari wilayah Jakarta," tegas Ferrial.


Sumber :
merdeka.com

DPRD Tuntut Diikut Sertakan (Sinergisitas) Oleh Jokowi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadiri sidang paripurna istimewa DPRD DKI dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-486 DKI Jakarta. Dalam sidang paripurna istimewa pertama yang diikuti oleh keduanya sejak dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, Jokowi-Basuki diingatkan tentang sinergisitas oleh DPRD DKI.
Dalam pidato sambutannya, Ketua DPRD DKI Ferrial Sofyan mengucapkan selamat ulang tahun untuk Jakarta. Selain itu, dia juga menyampaikan harapannya agar sidang paripurna istimewa kali ini dapat mengingatkan sinergisitas antara Pemprov DKI dengan DPRD DKI Jakarta.
"Sinergisitas itu untuk mencapai tujuan kita bersama, yaitu kemakmuran warga Jakarta. Karena sesuai dengan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang pemerintahan daerah disebutkan bahwa penyelenggara pemerintahan daerah adalah Pemprov dan DPRD," kata Ferrial di Gedung DPRD DKI Jakarta, Sabtu (22/6/2013).
Selain itu, Ferrial juga menyinggung terkait peningkatan APBD 2013 yang mencapai Rp 49,9 triliun. Pasalnya, pada tahun 2012, APBD DKI hanya mencapai Rp 36,02 triliun. Dengan adanya peningkatan anggaran itu, Ferrial mengharapkan agar Pemprov DKI selalu menggali lebih banyak sumber-sumber pendapatan dari sektor yang tidak membebani rakyat.
"Peningkatan anggaran setiap tahun ini di satu pihak merupakan dukungan mutlak yang diperlukan untuk membangun Jakarta Baru Jakarta Kita," kata politisi Partai Demokrat tersebut.

Gamawan Absen
Dalam paripurna istimewa itu, turut hadir pula Wakil Ketua MPR RI Melani Leimena Suharli, para pimpinan parpol DKI Jakarta, 45 dari 94 anggota DPRD DKI, anggota DPR RI, dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI. Sebelum menghadiri paripurna, Jokowi-Basuki sempat berfoto bersama SKPD lainnya dan sarapan bersama tokoh Betawi di Balaikota Jakarta.
Seharusnya, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi juga dijadwalkan hadir dalam sidang untuk membacakan pidato sambutan HUT DKI. Namun, berbeda dengan tahun sebelumnya, kini Gamawan absen. Tahun ini, Gamawan diwakili oleh Staf Ahli Mendagri Bidang Hukum, Politik, dan Hubungan Antarlembaga, Reydonnyzar Moenek.
"Sebelum saya menyampaikan pidato, saya ingin mengucapkan permohonan maaf dari Pak Menteri Dalam Negeri yang seyogianya ingin sekali menghadiri HUT DKI. Namun, karena satu dan lain hal, Pak Menteri berhalangan hadir dan diwakili saya," kata Donny, sapaan akrab Reydonnyzar.
Paripurna istimewa dimulai sekitar pukul 10.00 WIB setelah Jokowi-Basuki yang masih mengenakan baju tradisional khas Betawi, ujung serong, berjalan memasuki ruang sidang mendampingi Ferrial dan Reydonnyzar.


Sumber :
kompas.com

Warga Pademangan Rayakan Ulang Tahun Jokowi

Usai menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD DKI, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) langsung menuju ke Jalan Pemandangan 4, Pademangan, Jakarta Utara. Jokowi berpakaian khas Betawi itu terkejut karena warga menghadiahi Jokowi sebuah kue ulang tahun bergambar dirinya tengah mengenakan pakaian dinas Gubernur DKI Jakarta. Disitu pula sudah ada empat meja tersusun rapih dengan susunan piring kertas dan sendok.

"Selamat ulang tahun pak Jokowi!!" teriak beberapa orang warga. Mendengar hal tersebut Jokowi hanya tersenyum sambil memotong 2 kue tart dan membagikannya kepada anak-anak yang penasaran menunggu.
Kue tart persegi 4 tersebut salah satunya bergambar wajah Jokowi yang berfoto bersama para stafnya. Dalam kue tersebut bertuliskan 'Selamat Ulang Tahun Pak Jokowi, semoga sukses'.
Jokowi yang ditanyakan apakah merayakan ulang tahunnya yang jatuh pada 21 Juni lalu, hanya tersenyum dan menjawab "Bukan, ini untuk rayakan ulang tahun Jakarta kok, bukan saya,"
"Tapi kok ada foto bapak di kue nya?" Tanya wartawan.
"Ya nggak tahu saya. Wong ini bukan buat rayakan ulang tahun saya, tapi Jakarta," kilahnya.
Selain itu dia juga memberikan alasan kenapa dia merayakan ulang tahun Jakarta di Pademangan. Menurutnya hal tersebut dilakukan karena beberapa saat yang lalu daerah Pademangan sempat dilanda banjir, sehingga dia merasa perlu membagi kebahagiaan pada momen ulang tahun hari ini.
"Kan kemarin disini kebanjiran, jadi rayakan disini saja," ujarnya sambil memasuki mobil dinasnya dan meninggalkan lokasi dan warga yang masih sibuk mencolek-colek krim kue tart.

"Itu termasuk hadiah ulang tahun. Hehehe," celetuk Jokowisambil tertawa.


Versi detik.com : "HUT DKI, Jokowi Berbagi Kue Tart dengan Warga Korban Banjir Pademangan"
Versi merdeka.com : "Datangi Pademangan, Jokowi malah dikasih kue Ultah"
Versi kompas.com : "HUT DKI, Jokowi Bagi-bagi Kue Tart untuk Warga Pademangan"

Jokowi Segera Putuskan Kenaikan Tarif Angkutan

Naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) dipastikan akan berdampak ke sejumlah sektor seperti tarif angkutan umum. Terkait masalah itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan mengadakan pembahasan lebih lanjut dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) mengenai dampak kenaikan BBM dengan tarif kenaikan angkutan umum di Jakarta.
"Belum, masih nanti berbicara dengan organda, dewan transportasi, orang-orang lapangan, dan masyarakat pengguna," kata pria yang akrab disapa Jokowi itu di Balai Kota, Jakarta, Sabtu (22/6/2013).
Jokowi mengatakan masih menunggu rincian angka-angka yang ditawarkan Organda. Jokowi berharap semua pembahasan ini segera rampung.
"Kita pengennya cepet-cepetan semua. Supaya semuanya ada kepastian dan jelas. Oleh sebab itu, sebelum kenaikan (BBM) kita udah ketemu juga dengan organda kan, kalau nggak Senin, Selasa saya sampaikan rinciannya," tambahnya.
Setelah menerima rincian dari Organda dan dewan transportasi, Jokowi berjanji segera memutuskan langkah yang diambil pemerintah provinsi terkait kenaikan tarif.
"Jadi tinggal dipertemukan antara hitungan kita dengan hitungan Organda, total hitungan dari dewan transportasi kalau nanti juga menghitung. Sehingga kita ketemu betul-betul sebuah angka yang memang tidak membebani masyarakat. Itu aja," imbuhnya.


Sumber :
merdeka.com
Versi detik.com "Jokowi Masih Berunding dengan Organda Soal Kenaikan Tarif Angkutan Umum"

Jokowi Berharap Jakarta Bisa Imbangi Kota-kota Dunia

Dalam pidato peringatan HUT Jakarta ke-486, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berharap Jakarta bebas macet dan banjir.
"Macet dan banjir. Memang konsentrasi ke sana. Saya kira semua sudah dimulai," imbuh Jokowi di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (22/6/2013).
Jokowi ingin Jakarta terus berpacu mengimbangi perkembangan kota-kota dunia. "Terus maju, dan maju terus. Memang itu harapan kita. Tidak mungkin kota sebesar ini statis diam. Ini harus bergerak sehingga terus maju," kata Jokowi.
Banyak hal yang mesti dikerjakan. Jokowi mengakui pekerjaan rumah masih menumpuk dan perlu waktu untuk menyelesaikannya. Semua perlu proses dan waktu.
"Problem-problem, infrastruktur, semuanya memang kita ini pengennya kebut-kebutan. Tapi sekali lagi ada yang bisa dipercepat tapi juga ada lewat tahapan lewat proses dan waktu," tutup Jokowi.

Jokowi Berharap Semua Masyarakat Ikut Gembira di Malam Muda Mudi

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berharap malam muda mudi yang digelar sejak sore hingga malam nanti bisa sukses. Tapi yang utama bagi mantan wali kota Solo ini, warga Jakarta bisa menikmati dengan gembira.
"Semua masyarakat ikut bergembira," terang Jokowi di balai kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (22/6/2013).
Jokowi punya alasan kuat mengapa dia ingin seluruh masyarakat bergembira. "Karena kita adakan ini dari masyarakat untuk masyarakat," tuturnya.
Untuk pengamanan malam muda mudi sudah disiapkan. Jokowi menegaskan keamanan dari berbagai elemen dikerahkan. Mulai dari kepolisian, TNI, hingga Satpol PP.
"Kapolda siap 6000-an. Keamanan Satpol kita keluarkan semunya. Dishub keluar semuanya," tutupnya.
Malam muda mudi digelar di kawasan Monas dan Thamrin. Dua kawasan itu ditutup bagi kendaraan. Sejak pukul 16.00-23.00 WIB akan dibangun panggung dan akan diisi acara musik.


Sumber :
detik.com

Jokowi Jelaskan Alasan Menghilang di Hari Jumat

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), menebar guyon soal pidatonya yang memakai gaya Betawi di HUT DKI ke-486. Jokowi mengaku untuk berpidato dengan kata-kata Betawi, dia mesti latihan. Tak main-main, Jokowi mempersiapkannya selama dua hari.
"Dua hari ! Kemarin saya nyepi satu hari itu karena itu, hehe... Belajar," kata Jokowi di balai kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Sabtu (22/6/2013).
Tapi buru-buru Jokowi menegaskan, soal latihan itu hanya candaan. "Ndak ndak," sambung Jokowi dengan logat Jawa medoknya.
"Karena katanya saya dari dulu sampai sekarang belum pernah pakai bahasa Betawi," tambah Jokowi memberi penegasan soal alasannya berpidato hari ini memakai bahasa Betawi.
Jokowi kemudian bercerita soal Jumat (21/6/2013) lalu. Hari itu dia memang menghilang seharian, Jokowi ternyata pergi ke Kepulauan Seribu.
"Saya kemarin memang sudah janjian semua kantor di Jakarta saya datengin semuanya. Yang belum Kepulauan Seribu sehingga saya briefing 2 jam untuk seluruh staf untuk agar mereka 1 visi dari atas sampai bawah," tutupnya.

Ini Alasan Jokowi Menggunakan Bahasa Betawi Dalam Pidato

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sempat menggunakan bahasa Betawi dalam pidato sambutannya di apel HUT DKI Jakarta pagi tadi di silang Monas. Jokowi mengaku, salah satu alasan dia menggunakan bahasa Betawi karena sejak dilantik menjadi Gubernur DKI, dia belum pernah berpidato dengan bahasa Betawi.
"Alasannya, karena katanya saya dari dulu sampai sekarang belum pernah pakai bahasa Betawi. Dua hari kemarin saya nyepi satu hari itu karena itu (belajar bahasa Betawi). Hehehe," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Sabtu (22/6/2013).
Pada pidato pagi tadi, Jokowi sempat meminta maaf jika bahasa Betawi yang digunakannya kurang pas atau salah. "Maafin ane ya warga Jakarte kalau ada salah-salah kate, kalau dalam menggunakan bahasa ini ada yang salah atau logatnya kurang pas maafin aje," kata Joko Widodo pagi tadi disambut tepuk tangan warga yang mengikuti acara tersebut.
Lebih lanjut Jokowi mengaku masih banyak persoalan Jakarta yang belum bisa terselesaikan. "Iyalah, masih banyak. Kalau pekerjaan diceritakan, tiga minggu gak rampung. Problem-problem, infrastruktur, semuanya memang kita ini pengennya kebut-kebutan. Tapi sekali lagi ada yang bisa dipercepat tapi juga ada lewat tahapan lewat proses dan waktu," katanya.
"Macet dan banjir. Memang konsentrasi ke sana. Saya kira semua sudah dimulai," lanjut Jokowi.
Meski demikian, politikus PDIP ini tetap optimis dan berharap kota yang dipimpinnya sekarang bisa menjadi lebih baik lagi. "Terus maju dan maju terus. Memang itu harapan kita. Tidak mungkin kota sebesar ini statis diam. Ini harus bergerak sehingga terus maju," tutup Jokowi.


Sumber :
merdeka.com

Pantun Betawi Jokowi di DPRD

Usai memimpin upacara perayaan HUT DKI Jakarta di lapangan silang Monas, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bergegas ke Gedung DPRD DKI Jakarta di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Keduanya akan mengikuti Rapat Paripurna Istimewa memperingati HUT ke 486 DKI yang diselenggarakan DPRD.
Dalam pidatonya, Jokowi membuka dengan pantun "Ke Cimanggis beli kopiah, Kota Bogor deket Ciawi, para tamu cantik-cantik dan gagah, Karena semuanya pake baju Betawi," kata Jokowi yang disambut tepuk tangan meriah seluruh hadirin yang datang di Rapat Paripurna tersebut, Sabtu (22/6/2013).
Rapat Paripurna baru dimulai sekitar pukul 10.30 WIB. Jokowi mengenakan peci berwarna hitam dan menggunakan setelan baju beskap yang juga berwarna hitam.
Hingga saat ini, Rapat Paripurna Istimewa DPRD DKI Jakarta masih berlangsung.


Jokowi: "Ijinin aye nyampein ...."

Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) kembali memberi kejutan. Di dalam upacara peringatan hari ulang tahun ke-486 Jakarta, Jokowi memberikan sambutan dengan bahasa Betawi Logat Jawa.
"Ijinin aye nyampein pidato kali ini pake bahasa Betawi. Maafin kalo bahasa aye campur aduk logatnye. Ni hari berkat rohmat rohim kite ngadain hari ulang tahun Jakarta," ujar Jokowi membuka pidatonya di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (22/6/2013).
Sontak ratusan peserta upacara tertawa dan bertepuk tangan. Ekspresi wajah Jokowi pun tampak menahan tawa.
"Sebagai ucapan syukur Provinsi DKI Jakarta kita laksanain acara ini sebagai ibukota negara Jakarta punya peranti sebagai pusat pemerintahan, kebudayaan dan pendidikan," lanjutnya.
"Aye ngimbau dan ngajak warga Jakarta buat meriahin ulang tahun Jakarta dengan ngerayain rupe-rupe kota Jakarta," kata Jokowi dengan logat Jawa ketalnya.
Istri Jokowi, Iriana yang duduk di kursi undangan pun tampak tersenyum lebar mendengar pidato sang suami. Meski berpidato dengan membaca teks, Jokowi masih juga terbata-bata menyampaikannya.


Sumber :
detik.com

Jokowi-Ahok Hadiri Upacara Peringatan HUT DKI ke-486

DKI Jakarta genap berusia 486 tahun pada hari ini. Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) dan Wagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menghadiri upacara peringatan ulang tahun ibukota di Monas.
Jokowi datang sekitar pukul 08.00 WIB, Sabtu (22/6/2013). Tak lama kemudian Ahok, begitu Basuki Akrab disapa, menyusul.
Acara digelar di halaman Monas. Jokowi dan Ahok kompak mengenakan busana sadariyah, baju khas Betawi, warna hitam. Keduanya juga memadukan baju tersebut dengan bawahan warna gelap. Jokowi diagendakan akan memberikan sambutan dalam upacara tersebut.
Tampak di lokasi tersebut hadir pula istri Jokowi, Iriana dan istri Ahok, Veronika yang tampak anggun mengenakan kebaya encim berwarna terang.
Di dalam acara ini ratusan pegawai balakota dan walikota di DKI juga hadir sebagai peserta upacara. Para pegawai juga mengenakan busana khas Betawi.
Nanti sore sekitar pukul 19.30 WIB, Jokowi diagendakan akan memotong tumpeng raksasa di balaikota. Potongan tumpeng akan dibagikan kepada warga yang ada di lokasi.


Sumber :
detik.com

Versi merdeka.com "Pimpin apel HUT DKI, Jokowi-Ahok kompak pakai pakaian Betawi"

Jokowi akan Serahkan Potongan Tumpeng Pada Istri Eks Gubernur DKI

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) diagendakan memotong tumpeng raksasa dalam perayaan HUT DKI Jakarta 486 Sabtu malam nanti (22/6/2013). Potongan pertamanya akan diberikan kepada istri mantan Gubernur DKI, Heng Ngantung.
"Rencananya potongan pertama diberikan pada istri dari bapak almarhum Heng Ngantung, beliau adalah mantan Gubernur DKI," kata ketua panitia harian HUT DKI Jakarta, Sylviana di Jakarta, Sabtu (21/6/2013)
Potongan tumpeng selanjutnya akan diberikan pada mantan Gubernur DKI Jakarta, Mayjen TNI Purn Edi Marzuki Nalapraya. Selain itu juga tokoh-tokoh Betawi akan hadir dalam acara tersebut.
"Acara ini juga akan dihadiri oleh duta besar dan tamu asing lainnya," lanjut mantan Walikota Jakarta Pusat ini.
Tumpeng raksasa tersebut berukuran 4,86 m x 4,86 m. Selain itu, Jokowi dan para pejabat DKI serta tamu-tamu asing akan mengarak 486 tumpeng dalam ukuran yang lebih kecil.
"Nanti tumpeng yang kecil-kecil ada 3 tingkat, yang pertama 6 bungkus, kedua 8 bungkus, yang ketiga 4 bungkus, jadi kalau masyarakat mengambil, nanti di dalamnya itu sudah ada lauk pauk sama sendok," pungkasnya.


Sumber :
detik.com

Jokowi Diimbau Tak Cuma Buat Acara Hura Hura, Harus Ada Religi

Malam ini, Sabtu (22/6/2013), Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan beragam acara menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta ke-486. Mulai dari dangdut sampai disko akan digelar untuk menghibur warga Ibu Kota.
Di tengah pesta meriah itu, Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Igo Ilham menyarankan agar Pemprov juga menggelar acara religi. Tujuannya adalah untuk renungan bagi semua warga Jakarta.
"Ya memang ada hal yang harus menggembirakan masyarakat, tapi juga harus ada acara renungan. Jadi dua-duanya ada," kata politikus PKS ini kepada merdeka.com, Jumat (22/6/2013).
Ia mencontohkan, pemprov bisa menggelar acara tablig akbar. "Ada acara yang sifatnya renungan seperti tablig akbar. Perlu ada agenda yang komprehensif," ujarnya.
Karena itu, Igo menyarankan agar Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), tidak hanya membikin acara yang bisa meninabobokkan warganya. "Ada substansi lain yang juga penting di acara ulang tahun yaitu dengan mensyukuri nikmatNYA," katanya.


Sumber :
merdeka.com

Ulasan Kompas: Jokowi dan Soekarno, Sama-sama Menginspirasi

Sosok Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dianggap sama-sama menginspirasi seperti halnya Soekarno, tokoh proklamator sekaligus Presiden pertama Indonesia. Banyak karakter Soekarno dinilai melekat pula pada Jokowi.
"Dua-duanya sangat menginspirasi rakyat Indonesia," kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Maruarar Sirait, Jumat (21/6/2013).  Selain itu, menurut dia, kedua tokoh tersebut juga punya kesamaan dalam cara mencintai rakyat, tegas, memiliki jiwa kepemimpinan kuat, dan nasionalis.
Anggota Komisi XI DPR ini menyampaikan, semasa hidupnya, Soekarno memiliki sikap politik yang bebas aktif. Tidak condong ke barat atau timur, tetapi memilih berada di antara keduanya, berdaulat di bidang politik, budaya, dan ekonomi.
Sosok Soekarno yang sanggup menginspirasi itulah yang akhirnya menuai kepercayaan untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Terlebih lagi, Soekarno dikenal memiliki pemikiran yang jauh ke depan dengan wawasan kuat, sekaligus merupakan orator andal.
Maruarar melihat sosok pria yang gemar blusukan itu menginspirasi karena memberi keteladanan baru. Kesederhanaan Jokowi seakan mendobrak kultur elitis yang melekat di banyak pejabat saat ini.
Jokowi, menurut Maruarar, punya kemampuan mengubah hal rumit menjadi mudah. Selain itu, Jokowi juga merupakan tokoh potensial karena memiliki visi dan mampu menjalankan misi sebagai eksekutor.
"Tapi, kita harus fair karena ada bedanya juga. Pidato Bung Karno selalu berapi-api, sedangkan Jokowi singkat. Tapi, sama menginspirasi, khususnya untuk anak muda yang apatis pada politik, pesimistis pada perubahan," ujarnya.
Sebagai catatan, Jokowi lahir pada 21 Juni 1961 di Surakarta. Pada tanggal yang sama tetapi tahun berbeda, Soekarno wafat. Bung Karno wafat pada 1970 saat berusia 69 tahun.


Sumber :
kompas.com

Jumat, 21 Juni 2013

HUT DKI, Jokowi Beri Tumpeng Raksasa Untuk Istri Henk Ngantung

Dalam puncak HUT ke-486 Jakarta, Gubernur Joko Widodo (Jokowi) akan memberikan tumpeng raksasa kepada warga kehormatan. Selain tumpeng raksasa, sebanyak 486 tumpeng bakal menambah meriahnya acara.
Ketua HUT ke 486 Jakarta Sylviana Murni mengatakan, Jokowi akan menyerahkan tumpeng raksasa kepada dua orang warga kehormatan. Yang pertama akan diberikan kepada istri mendiang mantan Gubernur DKI Jakarta, Henk Ngantung.
"Akan diberikan pada warga kehormatan. Yang pertama istri dari bapak almarhum Henk Ngantung, beliau adalah mantan Gubernur DKI. Kedua diberikan pada tokoh masyarakat Betawi dan juga mantan Wakil Gubernur DKI, Mayjen TNI Purnawirawan AD HC H. Edi Marzuki Nalapraya," jelas Sylviana, Jakarta, Jumat (21/6/2013).
Sylviana menegaskan, Jokowi bakal menyerahkan secara langsung tumpeng raksasa kepada kedua orang yang menjadi warga kehormatan itu. Selain mantan Wakil Gubernur Jakarta, Edi Marzuki Nalapraya merupakan tokoh Betawi dan jago pencak silat.
Kemudian, sebanyak 486 tumpeng yang menghiasi tumpeng raksasa tersebut, nantinya akan dimakan beramai-ramai oleh warga Jakarta. Menurut Sylviana, 486 tumpeng yang berukuran kecil itu terbagi 3 tingkat.
"Yang pertama 6 bungkus, kedua 8 bungkus, yang ketiga 4 bungkus. Jadi kalau masyarakat itu ngambil, nanti didalamnya itu udah ada lauk pauk, sama sendok," jelas Sylviana.
"Ini ide original gubernur yang akan memberikan pelayanan pada masyarakat. Kitalah yang punya kewajiban mengemas ini dengan sebaik-baiknya," tandasnya.


Sumber :
merdeka.com

Gagal Ucapkan HUT ke Jokowi, Artis Cilik Amel Carla Pulang dengan Kecewa

Artis cilik Amel Carla ingin merayakan hari ulang tahun Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Namun setelah menunggu lama, sosok yang ditunggu-tunggunya ternyata tak jua datang. Amel pun pulang dengan perasaan kecewa.
Amel datang ke Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (21/6/2013) sekitar pukul 08.30 WIB. Amel datang bersama ibundanya. Niatnya hanya ingin mengucapkan 'Selamat Hari Ulang Tahun' kepada Jokowi yang berulang tahun hari ini.
"Ya kecewa sih. Maunya bisa kasih ucapan selamat langsung," kata Amel di Balai Kota.
Amel bercerita dirinya tiba di Balai Kota sejak pagi dan langsung menunggu di selasar gedung Balai Kota bersama ibundanya. Namun sayangnya, hingga pukul 12.30 WIB, Jokowi tidak juga muncul di Balai Kota.
Akhirnya Amel memutuskan memberikan kue ulang tahun yang tadinya dikhususkan untuk Jokowi, kepada para wartawan yang biasa mengikuti Jokowi blusukan.
Jokowi berulang tahun hari ini. Tak tampak perayaan apapun di Balaikota tempat Jokowi berkantor. Hanya ada papan ucapan selamat dari KNPI dan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi.


Sumber :
detik.com

Jokowi: Malam Muda-mudi Bukan untuk Mojok

Untuk memeriahkan HUT DKI Jakarta ke-486, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) membuat acara malam muda-mudi atau 'Jakarta Nite Festival'. Jokowi menegaskan, acara tersebut bukan sebagai ajang mojok pasangan muda, namun sekadar untuk memberi hiburan bagi warga DKI.
"Mojok gimana? Lampu Jakarta begitu terang kok," ujar Jokowi di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2012).
Jokowi meminta masyarakat menyikapi acara yang berlangsung di jalan protokol Sudirman dan Thamrin tersebut secara positif. Meskipun acara serupa pernah diadakan pada masa Gubernur Ali Sadikin di tahun 1970-an, yang kabarnya menjadi ajang pacaran pada waktu itu.
"Kita jangan suudzon dululah, belum dijalanin kan? Jadi jangan bandingin zaman dululah, kan beda," kata pria yang hari ini berulang tahun ke-52.
Jokowi berharap warga Jakarta bisa menikmat acara yang berlangsung pada tanggal 22 Juni 2013 besok. Berbagai panggung musik mulai rock 'n roll hingga keroncong dan aneka hiburan lainnya disajikan dari pukul 20.00 hingga 23.00 WIB. Jokowi akan hadir memeriahkan acara tersebut.
"Pilihlah musik yang kalian suka. Suka dangdut ya nonton dangdut," kata Jokowi.


Sumber :
detik.com

Jokowi Ternyata Blusukan ke Pulau Seribu

Teka-teki hilangnya Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya terkuah juga. Sejak pagi tadi, Jokowi menghabiskan waktu di Kepulauan Seribu. Jokowi tak nampak di Balaikota Jakarta.
"Mohon maaf teman-teman. Pagi-pagi Pak Gubenur kunjungan ke Pulau seribu. Pengarahan Bupati, Kasubdin, Camat, Lurah beserta staf Kabupaten Pulau Seribu," ujar salah satu staf Jokowi, Devid melalui pesan singkatnya, Jakarta, Jumat (21/6/2013).
Diketahui, Jokowi hari ini berulang tahun. Gubernur yang dekat dengan wong cilik ini genap berusia 52 tahun. Tapi tak ada pesta perasaan sama sekali. Jokowi memang mengaku tak pernah merayakan ulang tahun.
Hari ini seharusnya Jokowi menerima pemerintah Federal Australia. Dia juga dijadwalkan menghadiri rapat paripurna DPR. tapi acara tersebut dibatalkan karena Jokowi pilih ke pulau Seribu.


Sumber :
merdeka.com

Jokowi Menghilang Hindari Banjir Karangan Bunga dan Kue Ultah di Rumah Dinas Jokowi

Di hari Ulang tahun ke-52, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menghilang tak ketahuan kemana rimbanya. Sejumlah karangan bunga dikirim ke rumah dinas Jokowi di Jl Taman Suropati, Jakarta. Ada karangan bunga besar, ada juga yang berbentuk jambangan.
Pantauan di rumah dinas itu, Jumat (21/6/2013) hingga pukul 15.00 WIB, karangan bunga besar disimpan di luar, sedangkan karangan bunga kecil dibawa masuk ke dalam.
Beberapa orang juga terlihat datang mengantarkan kue ulang tahun. Kue itu diterima seorang petugas yang berjaga. "Bapak pergi dari rumah sejak pagi," bisik seorang petugas yang enggan disebutkan namanya.
Jokowi sebenarnya tak mau menerima karangan bunga atau kue itu. Tapi karena menghargai pemberian akhirnya diterima. Jokowi sebenarnya sudah mewanti-wanti agar seluruh kiriman terkait ulang tahun diarahkan ke balai kota.
"Bapak ingin kesederhanaan," bisik petugas yang memakai batik itu lagi.
Memang, tak ada pesta dalam perayaan ultah Jokowi. Mantan wali kota Solo ini mengaku dirinya hanya orang desa dan tak biasa merayakan Ultah.


Sumber :
detik.com

Eva PDIP: Jokowi Soekarno Banget

Politisi PDIP Eva Sundari berbagi kisah tentang sosok Joko Widodo. Kisah itu diberikan Eva bertepatan dengan hari lahirnya Gubernur DKI Jakarta yang sering dipanggil Jokowi itu.
Menurut dia, Jokowi seperti sosok yang melahirkan ideologi milik PDIP, Soekarno. "Jokowi itu bukan saja paham soal Soekarno tapi juga menjalani cara Soekarno," kata Eva dalam pesan singkatnya, di Jakarta, Jumat (21/6/2013).
Menurut dia, pria asli Surakarta yang lahir pada 21 Juni 1961 itu memiliki pikiran dan tindakan seperti sang Proklamator. Terutama dalam perihal menyatu dengan wong cilik atau rakyat.
"Berpikir dan bertindak seperti Soekarno. Dari tindakan-tindakan yang menyatu dengan rakyat adalah Soekarno banget," ujar Eva.
Tindak tanduk Jokowi yang menyatu dan cinta warganya, kata Eva, sangat mirip dengan Soekarno. "Bung Karno itu mencintai rakyat begitu meluap sekaligus menjaga martabat," ungkap dia.
Setipe juga dengan penolakan-penolakan Jokowi terhadap intervensi asing, kata Eva, itu sangat mirip dengan sosok Bung Karno. "Nolak bantuan World Bank karena njlimet, bikin kita kayak jongos," ucap anggota Komisi III DPR RI itu.
Jokowi lahir di Surakarta, 21 Juni, 52 tahun lalu. Sementara Bung Karno meninggal dunia pada tanggal yang sama pada 21 Juni 1970.
Jokowi menjabat Gubernur DKI Jakarta terhitung sejak 15 Oktober 2012. Ia merupakan gubernur ke-17 yang memimpin ibu kota Indonesia.
Sebelumnya, Jokowi menjabat Wali Kota Surakarta (Solo) selama dua periode, 2005-2010 dan 2010-2015, namun baru 2 tahun menjalani periode keduanya, ia mendapat amanat dari warga Jakarta untuk memimpin Ibukota. Dalam masa jabatannya di Solo, ia didampingi FX Hadi Rudyatmo sebagai wakil walikota.


Sumber :
liputan6.com

Pada Hari Ulang Tahun ke-52, Jokowi Dikirimi Karangan Bunga dan Tumpeng

Ada yang berbeda dari tampilan selasar depan balai kota hari ini. Karangan bunga berisi ucapan selamat ulang tahun untuk Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi),  ke-52 dan HUT DKI ke-486.
Di sisi kanan teras balai kota terdapat 2 karangan bunga dari Kementerian Dalam Negeri. Yang pertama karangan bunga untuk Ulang Tahun DKI Jakarta dikirim atas nama Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, dan Sekjen Kemendagri, Diah Anggraeni. Keduanya didominasi dengan warna kuning pada tulisan dan latar belakangnya.
Selain itu, di sisi kiri juga terdapat karangan bunga kiriman DPD KNPI DKI Jakarta. Karangan bunga kali ini didominasi warna biru langit khas KNPI pada latar belakang pengirimnya.
Menurut salah satu petugas pamdal, Ngatiyo, SN, karangan bunga dari kementerian tiba pukul 07.00 WIB. Sedangkan kiriman dari KNPI tiba pukul 11.00 WIB.
"Tadi pagi yang Kemendagri datang kurang lebih jam 07.00 WIB. Kalau yang KNPI jam 11.00 WIB," terang Ngatiyo.
Selain karangan bunga tersebut, pihak pamdal juga sempat menerima tumpeng yang dibawa oleh 6 orang perwakilan guru bantu Jakarta. Namun, karena Jokowi tak kunjung datang, akhirnya pada pukul 13.00 WIB mereka memutuskan untuk pulang dan menitipkan tumpeng untuk diserahkan pada gubernur mereka.
"Mereka datang dari jam 06.00 WIB dan pulang jam 13.00 WIB tadi," lanjutnya.
Sejak pagi, orang nomor satu Jakarta ini memang sudah tak tampak di kantornya. Ia yang biasanya datang pagi, hingga siang ini masih belum menampakkan diri.
Di hari ulang tahunnya yang ke-52 ini, saat beberapa orang menunggunya di kantor untuk mengucapkan selamat ulangtahun, ia justru pergi blusukan entah kemana.


Sumber :
detik.com

Sejumlah Warga Jakarta Dukung Jokowi Maju di Pilpres 2014

Sejumlah warga Jakarta mendukung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk maju sebagai bakal calon presiden 2014-2019 pada Pemilu 2014.
Beberapa warga yang ditemui Antara di Jakarta, Jumat menyatakan alasannya, karena mantan wali kota Solo itu terus turun ke bawah untuk menemui warganya untuk menyelesaikan berbagai masalah mereka.

"Saya setuju sekali Pak Jokowi jadi presiden, setahu saya selama saya hidup di Jakarta, belum ada gubernur yang terjun ke got, berarti dia itu turun ke masyarakat," kata pedagang rujak, Wisnu (75) ketika dimintai komentarnya tentang situasi menyambut hari ulang tahun Jakarta ke-486.
Menurut dia, jasa Jokowi sudah diakui dari tingkat wilayah hingga Asia, bahkan dunia. Saat menjabat sebagai wali kota Surakarta, Jokowi terpilih menjadi wali kota terbaik ketiga sedunia dalam pemilihan World Mayor Project 2012 yang di selenggarakan oleh The City Mayors Foundation, yayasan walikota sedunia di Inggris.
Setelah tujuh tahun memimpin Surakarta, Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sejak 15 Oktober 2012.
Menurut survei yang diadakan oleh Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jokowi menjadi kandidat presiden yang paling diminati oleh responden.
Dari 1.635 responden di 31 provinsi, Jokowi mendapatkan 28.6 persen. Angka tersebut melampaui dukungan untuk Prabowo Subianto (15.6 persen) dan Megawati Soekarnoputri (5.4 persen).
Seorang karyawan, Inda (29), menyatakan menyetujui Jokowi mencalonkan diri menjadi presiden karena gubernur DKI Jakarta tersebut mau turun langsung membantu warga menengah kebawah.
"Saya senang gubernurnya Jokowi, untuk menengah ke bawah dia itu mau (merangkul). Kalau (gubernur) yang sebelumnya kan beda, dia menengah ke atas. Saya setuju Jokowi jadi presiden," kata Inda.
Walaupun Jokowi mendapat respon positif dari warga tentang capres 2014, Jokowi sendiri menegaskan ia belum berminat menjadi capres dan lebih tertarik membenahi persoalan kota Jakarta.
"Ngurusin KJS sama rusun saja saya sudah loncat-loncat begini," kata Jokowi.
 



Sumber :
republika.co.id

Takut Dimarahi, Ahok Tak Beri Jokowi Kado Ulang Tahun

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berulang tahun ke-52 hari ini. Namun Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak akan memberi kado ulang tahun karena khawatir justru dimarahi Jokowi.
"Kalau kado nanti dimarahi, beliau tidak suka tuh. Kalau mau kirim kue ke rumah saya saja," kata Ahok sambil tertawa di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2013).
Ahok juga belum memberi selamat pada Jokowi. Rencananya ucapan akan diberikan Ahok saat rapat paripurna di DPRD siang nanti. "Beliau kan tidak pegang HP, nanti saja pas ketemu (beri ucapan), biasanya juga begitu," katanya.
Saat ditanya mengenai doa dan harapan kepada Jokowi, Ahok berharap Jokowi panjang umur, sehat dan bahagia. "Dan tetap harus taat pada konsitusi dari pada konstituen," kata Ahok yang memakai jas hitam ini.
Joko Widodo lahir di Surakarta pada 21 Juni 1961. Dia merupakan anak pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo. Kehidupan yang sulit membuat Jokowi mengenal dunia dagang. Dia juga mewarisi kepintaran bertukang kayu dari ayahnya. Setelah dewasa, Jokowi menjadi pengusaha eksportir hasil kayu, sebelum akhirnya menjadi Walikota Solo lalu Gubernur Jakarta.


Sumber :
detik.com

Komentar dan Harapan Warga Jakarta Pada HUT Jokowi

Hari ini menjadi hari yang spesial untuk Gubernur DKI Joko Widodo. Ucapan selamat ulang tahun pun datang dari berbagai kalangan, mulai dari warga sampai dengan rekan kerja Jokowi di pemerintahan Jakarta, Wagub Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.
"Kita harapkan beliau panjang umur, sehat dan bahagia mengemban tugas ini," kata Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (21/6/2013)
Ahok mengatakan tidak ada hal yang spesial dengan ulangtahun pasangan kerjanya tersebut. Ia hanya meminta agar Jokowi tetap konsentrasi mengurusi warganya keseluruhan.
"Taat sama konstitusi bukan sama konstituen," lanjut Ahok tegas.

Warga Jakarta pun tak mau ketinggalan merayakan ulangtahun pemimpinannya tersebut. Salah satu tukang ojek yang sering mangkal di jalan Jaksa, Aning (50), mengaku tidak mengetahui ulangtahun Gubernurnya tersebut. Namun, dia langsung mengucapkan sejumlah doa dan harapannya.
"Selamat ulangtahun pak Jokowi, semoga sukses menjalankan tugas di DKI. Sukseskan dulu DKI. Nanti kalo dia udah sukses dengan DKI baru saya dukung buat nyapres," kata Aning dengan wajah berseri.
Senada dengan Aning, Wahyu yang sehari-hari membersihkan sepanjang jalan Wahid Hasyim. Sambil tersenyum, ia pun berharap agar Jokowi tidak mencalonkan diri menjadi presiden di 2014.
"Lebih setuju kalo mengurus Jakarta dulu. Jangan nyapres sekarang," kata Wahyu.
Apakah Jokowi akan mendengarkan suara warganya yang ingin agar ia membenahi Jakarta dulu? Atau menerima bisikan-bisikan yang memintanya mencalonkan diri menjadi presiden?


Sumber :
detik.com