Senin, 10 Juni 2013

Jokowi: Lelang Jabatan Kepala Puskesmas Tunggu Seleksi Lurah Rampung

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) segera menggelar proses seleksi dan promosi jabatan terbuka lagi. Kali ini, Jokowi ingin melelang jabatan kepala puskesmas.
Lelang jabatan kepala puskesmas itu direncanakan usai lelang jabatan lurah dan camat.
"Iya nanti, sekarang lurah dan camat dulu. Lurah dan camat saja belum selesai," kata Jokowi di Gedung Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Senin (10/6/2013).
Jokowi akan melakukan evaluasi terlebih dahulu terhadap sistem tersebut.
"Lihat ini saja dulu. Apakah mendorong memotivasi untuk kerja lebih baik. Paling lurah camat dua minggu lagi juga rampung nanti baru evaluasi," jelasnya.
Lelang jabatan ini mirip dengan proses lelang jabatan lurah dan camat. Tujuannya agar dapat memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.


Sumber :
detik.com

Setelah Lurah dan Camat, Jokowi Lelang Kepala Puskesmas

Setelah melelang jabatan lurah dan camat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melelang jabatan kepala puskesmas. Meski demikian, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku rencana itu masih dalam kajian.
"Ini kita lihat dulu, apa akan positif mendorong dan memotivasi untuk bekerja lebih baik," ujar Joko Widodo di Balaikota, Senin (10/6/2013).
Menurut mantan Wali Kota Surakarta tersebut, pihaknya akan fokus pada lelang jabatan lurah dan camat terlebih dahulu. Jika proses itu dianggap berhasil, lelang jabatan kepala puskesmas pun akan dijalankan dengan sistem prosedur yang sama.
"Ini baru kita lihat, kan. Yang dilelang baru lurah dan camat dulu. Lurah dan camat saja belum selesai, paling dua minggu lagi rampung," ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menilai, pelayanan puskesmas di DKI masih kurang maksimal. Terlebih, Pemprov DKI tengah menggulirkan program Kartu Jakarta Sehat (KJS) yang harus direspons positif oleh tenaga medis maupun pejabat puskesmas di DKI.
Ahok, sapaan akrab Basuki, menginginkan adanya perbaikan dalam sistem pelayanan di puskesmas, misalnya antrean pasien yang tidak terlalu lama dan penanganan medis yang tepat.

Sumber :
kompas.com

DKI Raih Empat Adipura, Jokowi: Kita Enggak Seperti Dululah...

Empat kota di DKI Jakarta berhasil meraih penghargaan Adipura atau apresiasi di bidang kebersihan Tahun 2013. Empat kota itu adalah, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Lalu, apa tanggapan Gubernur DKI Joko Widodo?
"Kita enggak kayak yang dulu-dululah, dua hari sebelum ada Adipura, baru bersih-bersih, PKL (pedagang kaki lima)-nya juga," ujar Jokowi di Balaikota, Jakarta, Senin (10/6/2013) pagi.
Meski demikian, pria lulusan Universitas Gajah Mada, Yogyakarta itu enggan menyebutkan apa maksud kata-kata "yang dulu-dulu" itu, apakah merujuk masa pemerintahan Gubernur DKI Jakarta sebelumnya atau bukan.
Mantan Wali Kota Surakarta itu mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi positif penghargaan itu. Namun, Jokowi mengaku enggan membangga-banggakan raihan tersebut. Menurutnya, ada atau tidaknya penghargaan itu, pihaknya tetap melakukan tugas membersihkan DKI dari sampah.
"Enggak bisa menilai diri kita sendiri. Entar dikira sombong. Kita ada Adipura atau tidak, terus rutin melakukan kebersihan, kok," lanjut Jokowi.
Pemerintah Pusat mengumumkan daftar pemenang piala Adipura Tahun 2013. Dalam kategori Kota Metropolitan, sebanyak enam kota meraih piala tersebut, yaitu Kota Palembang (Sumatera Selatan), Jakarta Selatan (DKI Jakarta), Kota Surabaya (Jawa Timur), Jakarta Utara (DKI Jakarta) dan Jakarta Pusat (DKI Jakarta).


Sumber :
kompas.com

Jokowi Ingin Tahu Penilaian 4 Kota di Jakarta Dapat Adipura

Sekadar mengingatkan, Adipura adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
Dari informasi yang Jokowi dapat, Jakarta Pusat mendapatkan Piala Adipura karena keindahan taman kotanya. Jokowi pribadi tak mau menilai sendiri apakah anak buahnya memang telah bekerja benar atau tidak.
"Masa menilai diri sendiri. Disangkanya sombong nanti. Yang menilai kan sudah ada. Ya tanyakan saja sama yang menilai. Kita itu posisinya dinilai. Jangan suruh menilai lagi," jelasnya.
Penerimaan Piala Adipura yang langsung diserahkan Presiden SBY ini tak membuat Jokowi berhenti membenahi Jakarta. Dia berjanji rutin melakukan kebersihan dan menjaga penghijauan taman dan penataan PKL.
"Kita ini, ada Adipura atau tidak, tetep rutin melakukan kebersihan. Sudah siap tinggal pelaksanaannya," janji Jokowi.




Berikut daftar kota Peraih Adipura 2013:

A. Kategori Kota Metropolitan,
1. Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan
2. Kota Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta
3. Kota Jakarta Barat, Provinsi DKI Jakarta
4. Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur
5. Kota Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta
6. Kota Jakarta Pusat, Provinsi DKI Jakarta

B. Kategori Kota Besar:
1. Kota Pekanbaru, Provinsi Riau
2. Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau
3. Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat

C. Kategori Kota Sedang:
1. Kota Lumajang, Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur
2. Kota Jombang, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur
3. Kota Buting, Provinsi Sulawesi Utara
4. Kota Metro, Provinsi Lampung
5. Kota Gresik, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur
6. Kota Tulungagung, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur
7. Kota Jepara, Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah
8. Kota Madiun, Provinsi Jawa Timur
9. Kota Carup, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu
10. Kota Palopo, Provinsi Sulawesi Selatan
11. Kota Magelang, Provinsi Jawa Tengah
12. Kota Blitar, Provinsi Jawa Timur
13. Kota Probolinggo, Provinsi Jawa Timur
14. Kota Cianjur, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat
15. Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
16. Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara
17. Kota Payakumpuh, Provinsi Sulawesi Sumatera Barat
18. Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur
19. Kota Pematang Siantar, Provinsi Sumatera Utara
20. Kota Kediri, Provinsi Jawa Timur
21. Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Timur
22. Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat
23. Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara
24. Kota Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur
25. Kota Pare-Pare, Provinsi Sulawesi Selatan
26. Kota Bontang Provinsi Kalimantan Timur
27. Kota Watampone, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan
28. Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat

D. Kategori Kota Kecil:
1. Kota Amlapura, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali
2. Kota Bangli, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali
3. Kota Gianyar, Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali
4. Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan
5. Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali
6. Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan
7. Kota Badung, Kabupaten Badung, Provinsi Bali
8. Kota Tanjung Balai, Provinsi Sumatera Utara
9. Kota Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Provinsi Sulawesi Selatan
10. Kota Sibolga, Provinsi Sumatera Utara
11. Kota Kolaka, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara
12. Kota Semarapura, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali
13. Kota Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung
14. Kota Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu
15. Kota Lamongan, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur
16. Kota Tabanan, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali
17. Kota Selong, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat
18. Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat
19. Kota Indramayu, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat
20. Kota Tuban, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur
21. Kota Magetan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur
22. Kota Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah
23. Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali
24. Kota Pati, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah
25. Kota Soe, Kabupaten Timor Timur Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur
26. Kota Sragen, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah
27. Kota Boyolali, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah
28. Kota Batu Sangkat, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat
29. Kota Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah
30. Kota Stabat, Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara
31. Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur
32. Kota Wlingi, Kabupaten Blitar, Provinsi Jawa Timur
33. Kota Bangil, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur
34. Kota Majalengka, Kabupaten Bajalengka, Provinsi Jawa Barat
35. Kota Ngawi, Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur
36. Kota Caruban, Kabupaten Madiun, Provinsi Jawa Timur
37. Kota Kepanjen, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur
38. Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kobar, Provinsi Kalimantan Tengah
39. Kota Ciamis, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat
40. Kota Pacitan, Kabupaten Pacitan, Provinsi Jawa Barat
41. Kota Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat
42. Kota Garut, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat
43. Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatera Barat
44. Kota Sungai Liat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
45. Kota Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur
46. Kota Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi
47. Kota Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur
48. Kota Ponorogo, Pabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur
49. Kota Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur
50. Kota Kuningan, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat
51. Kota Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah
52. Kota Tidore, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara
53. Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur
54. Kota Fak-Fak, Kabupaten Fak-Fak, Provinsi Papua Barat
55. Kota Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur
56. Kota Kepahiang, Kabupaten Kepahian, Provinsi Bengkulu
57. Kota Barru, Kabupaten Barru, Provinsi Sulawesi Selatan

Sumber :
merdeka.com

Jokowi: Ada Adipura atau Tidak, Kita Tetap Jaga Kebersihan

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan menghadiri acara penerimaan penghargaan Adipura di Istana Negara. Adipura diberikan untuk Kotamadya Jakarta Timur dalam kategori Kota Metropolitan.
"Untuk Jakarta Timur, kategori Kota Metropolitan," ujar Kepala bidang informasi publik Pemprov DKI, Eko Haryadi saat dihubungi, Senin (10/6/2013).
Saat akan berangkat dari Balai Kota DKI, Jokowi tak mau menilai pantas atau tidaknya penghargaan tersebut.
"Kita itu posisinya dinilai. Masa menilai diri sendiri. Disangkanya sombong nanti. Yang menilai kan sudah ada. Ya tanyakan saja sama yang menilai," kata Jokowi.
Jokowi mengaku DKI Jakarta saat ini telah melakukan perbaikan setiap hari. Bukan hanya saat akan ada penghargaan Adipura.
"Kita ini ada Adipura atau tidak tetep rutin melakukan kebersihan. Kehijauan taman. Supaya kita tidak semuanya 2 hari 3 sebelum Adipura. PKL-nya juga lain-lainnya juga," ujar Jokowi.


Sumber :
detik.com

Jokowi Akan Terima Adipura Terbaik Tingkat Nasional di Istana

Pagi ini, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan ke Istana Negara untuk menerima penghargaan Adipura dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Acara penghargaan itu akan berlangsung di Istana Negara, Jakarta.
Adipura, adalah sebuah penghargaan bagi kota di Indonesia yang berhasil dalam kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan. Adipura diselenggarakan oleh Kementerian Negara Lingkungan Hidup.
"Pukul 10.00 WIB, Jokowi menerima penghargaan Adipura sebagai peraih terbaik tingkat nasional di Istana Negara," demikian dikutip dari agenda Kehumasan Pemprov DKI Jakarta, Senin (10/6/2013).
Setelah menerima penghargaan Adipura kota Jakarta, mantan wali kota Solo itu akan melanjutkan kerjanya dengan blusukan pada pukul 11.00 WIB hingga sore hari. Kemudian, pada pukul 19.00 WIB, Jokowi pergi ke Kemayoran dalam rangka pembukaan Pekan Raya Jakarta (PRJ).
Sebelum berangkat ke Istana, Jokowi ada agenda rapat di Balai Kota dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Setelah itu, Jokowi ke Istana, sedangkan Ahok bersama DPRD akan menggelar sidang paripurna.
Sementara mulai pukul 13.30 WIB hingga pukul 17.00 WIB, Ahok terjadwal menerima tamu yang sudah antre di ruang kerjanya. Namun, di sela-sela menerima tamu, Suami Veronica Tjan ini juga memimpin rapat koordinasi dalam rangka penanganan kebersihan jembatan penyeberangan orang (JPO) di ruang rapat Balai Kota.


Sumber :
merdeka.com

Hanya Pembunuhan Yang Bisa Menghentikan Pencapresan Jokowi

Pada mulanya, angin perubahan yang ditiupkan masyarakat berhembus spoi-spoi, merambah ke seluruh negeri dari Sabang sampai Merauke, berputar-putar dan kembali lagi berembus dengan skala yang lebih besar, membesar, terus membesar dan melebar hingga hempusannya sampai ke negeri orang. Masyarakat yang sudah muak, kesal dan meradang pada ketidak beresan di negeri ini, bersatu padu ikut mengipas, memperbesar angin perubahan yang pada akhirnya angin perubahan akan menjadi topan perubahan. Sudah bisa dipastikan topan perubahan itu akan melambungkan Jokowi anak Si Tukang Kayu ke pucuk kekuasaan di negeri ini.

Wacana Jokowi Nyapres Membuat PDIP dalam Dilema

Nama Jokowi terus berkibar, khususnya setelah mantan wali kota Solo itu berhasil menjadi orang nomor satu di Ibukota. Jokowi bukan saja menjadi media darling, tapi juga bak public darling. Harapan perubahan dari masyarakat Jakarta tertumpu di pundak Jokowi.
Besarnya espektasi masyarakat terhadap Jokowi tidak berhenti pada level DKI saja. Sebagian besar masyarakat bahkan juga mendorong tokoh penggemar musik aliran rock ini juga maju menjadi calon presiden karena Indonesia memerlukan perubahan. Hal itu tergambar dalam sejumlah survei yang selalu menempatkan Jokowi di posisi teratas, melampaui tokoh-tokoh nasional lainnya.
Beberapa partai politik bahkan melirik Gubernur DKI Jakarta ini untuk diduetkan dengan jago capresnya masing-masing. Sebut saja misalnya Partai Gerindra yang menggadang-gadang duet Prabowo-Jokowi, ataupun Partai Golkar dengan wacana duet Ical-Jokowi. Namun ekspektasi politik yang besar terhadap Jokowi tenyata berdampak kepada internal PDIP. Partai tempat Jokowi bernaung ini terposisikan dalam situasi dilema.
"Iya, inilah dilema bagi PDIP," ujar Direktur Center of Election and Political Party (CEPP) Universitas Indonesia, Reni Suwarso, saat berbincang dengan detikcom, Minggu (9/6/2013).
Menurut Reni, PDIP memang telah memberikan lampu hijau untuk kemungkinan kader mudanya maju bertarung di Pilpres 2014. Kader muda termasuk Jokowi di dalamnya. Sebab, saat ini praktis belum terlihat tokoh yang bakal muncul dari partai besutan Megawati Soekarnoputri itu untuk menjadi calon presiden. Sementara sang ketua umum, Megawati, hampir dipastikan tidak akan maju lagi.
Dilema PDIP, menurut dosen FISIP UI ini, karena saat ini tidak ada tokoh PDIP yang menonjol dengan elektabilitas tinggi kecuali Jokowi. Sementara Jokowi harus menuntaskan kepercayaan warga Jakarta sebagai gubernur DKI.
Di sisi lain, parpo-parpol lain sepertinya tak sabar 'meminang' atau sekadar mendompleng popularitas Jokowi.
"Saya tidak yakin. Saya melihat Jokowi orang yang bertanggung jawab, loyal dan bukan oportunis. Dia bukan tipe 'kutu loncat' dari partainya. Saya yakin dia akan buktikan janjinya dulu di Jakarta," kata Reni.
Wacana koalisi PD menggandeng PDIP dengan membuka pintu bagi Jokowi untuk mengikuti konvensi capres PD, menurut Reni sebagai sesuatu yang sangat sulit dibayangkan. Sebab menurut dia, PD dan PDIP berada di kutub yang saling bertolak belakang baik secara ideologi, maupun pimpinan politik dan sejarah.
"Meskipun dalam politik tidak ada teman dan lawan abadi, tapi agak sulit membayangkan PD dan PDIP berkoalisi. Keduanya partai besar, akan sulit menentukan siapa capres, siapa yang cawapres," imbuhnya.
Reni juga mengatakan meski unggul di banyak survei dengan elektabilitas tertinggi, Jokowi diyakini tidak akan gegabah maju sebagai capres. Dia berargumen, popularitas Jokowi pada kenyataannya tidak cukup mampu memenangkan jago PDIP di Pilgub Jabar, Sumut dan Bali. Kalaupun menang di Jateng, menurut Reni tidak lain karena provinsi tersebut memang dikenal sebagai basis kuat PDIP.
"Memang Jokowi digadang-gadang dan dielu-elukan, tapi waktu Jawa Barat, Sumut dan Bali Jokowi datang, tetap kalah. Jawabannya adalah Indonesia itu dari Aceh sampe Papua, bukan cuma Jateng. Saya rasa Jokowi belum. Belum bisa dipastikan siapa dari PDIP selain Ibu (Megawati). Meski sudah ada lampu hijau untuk kader muda," pungkas Reni.


Sumber :
detik.com

Minggu, 09 Juni 2013

Jokowi: Pak Taufiq Tokoh Pemersatu

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), mengatakan Taifiq Kiemas adalah tokoh dalam berbagai bidang dalam kehidupan bernegara, karena selalu aktif dalam kegiatan lintas agama, lintas etnis, dan lintas partai.
"Semuanya, yang lintas-lintas itu Pak Taufiq paling dekat," ujar Jokowi.
Hal itu disampaikan Jokowi ketika berada di rumah duka almarhum Taufiq Kiemas, di Jalan Teuku Umar 27, Jakarta, Minggu (9/6/2013).
Taufiq Kiemas wafat pada Sabtu (8/6/2013) malam, di Singapura, karena sakit. Ia menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura sejak Senin (3/6/2013). Taufiq menjalani perawatan setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (1/6/2013).
Taufiq meninggal dunia pada usia ke-70 tahun. Taufiq meninggalkan seorang istri, yaitu mantan Presiden RI Megawati Soekarnoputri, dan tiga anak, yaitu Mohammad Rizki Pratama, Mohamad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani Nakshatra Kusyala. Jenazah Taufiq dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (9/6/2013) siang.
"Kita (Jokowi dan Taufiq) sering bicara tapi yang enteng-enteng, tidak yang berat-berat kok," kenang Jokowi.

Sumber :
kompas.com

Jokowi Jadi Tuan Rumah di Kediaman Megawati

Di kediaman mantan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno Putri, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bertindak menjadi tuan rumah dan menerima tamu-tamu yang tak hentinya datang. Anggota staf Humas DPP PDI Perjuangan, Giyanto, mengungkapkan, saat ini Jokowi tengah sibuk menerima para pelayat yang berdatangan untuk melayat mendiang suami Megawati, Taufiq Kiemas.
"Di dalam, Pak Jokowi sekaligus menjadi tuan rumah. Karena banyak orang dari kedutaan juga," kata Giyanto, di Jalan Teuku Umar 27, Minggu (9/6/2013).
Di sisi lain, Megawati Soekarnoputri beserta anaknya, Puan Maharani, tengah beristirahat karena kelelahan setelah menempuh perjalanan dari Singapura. Sesampainya di Tanah Air, Mega dan keluarga mengikuti prosesi pemakaman almarhum Taufiq Kiemas. "Bu Mega dan Bu Puan sedang istirahat. Mereka capek. Tamu-tamu juga beberapa yang balik dulu dan nanti datang lagi untuk tahlilan nanti malam," kata Giyanto.
Rumah duka almarhum Taufiq Kiemas di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, saat ini terpantau cukup ramai. Beberapa pelayat, baik kerabat keluarga maupun kolega di pemerintahan, satu per satu meninggalkan kediaman tersebut.
Taufiq Kiemas wafat pada Sabtu (8/6/2013) malam, di Singapura, karena penyakit komplikasi yang selama ini dideritanya. Ia menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura sejak Senin (3/6/2013). Taufiq menjalani perawatan setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (1/6/2013).
Ia meninggal dunia pada usia ke-70 tahun. Taufiq meninggalkan seorang istri, Dyah Permata Megawati Setyawati atau Megawati Soekarnoputri, dan tiga anak, yaitu Mohammad Rizki Pratama, Mohamad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani Nakshatra Kusyala. Jenazahnya saat ini telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Sumber :
kompas.com

Jika Pilpres Digelar Hari Ini, Jokowi Dipastikan Pemenangnya

Board of Advisor Center for Strategic and International Studies  (CSIS), Jeffrie Geovanie, mengungkapkan jika pemilihan Presiden RI dimajukan hari ini sudah dapat dipastikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan terpilih sebagai pemenangnya.
"Jokowi akan menang dengan suara mutlak di atas 60 persen, siapa pun lawannya," ujar Jeffrie, Ahad (9/6/2013).
Namun, kata Jeffrie,  karena pemilihan Presiden RI  baru akan digelar pada 2014, kepastian Jokowi akan tampil sebagai pemenang terpaksa harus tertunda.
"Waktu satu tahun ke depan ini akan sangat bergantung pada keberhasilan konvensi capres Partai Demokrat," tutur Jeffrie.
Menurut dia,  bila konvensi capres Partai Demokrat berjalan sangat demokratis dan diikuti oleh calon-calon presiden dari generasi baru seperti Gita Wiryawan, Mahfud MD, Marzuki Ali, Irman Guzman, Dino Pati Jalal, Chairul Tanjung, maka lahirnya penantang baru yang bisa mengimbangi jagonya Megawati yaitu Jokowi, masih sangat mungkin.
"Konvensi capres Partai Demokrat akan jadi panggung yang menarik, tempat tampilnya tokoh-tokoh muda dari generasi baru yang secara leluasa bisa memperkenalkan diri dan unjuk gigi secara elegan," ungkap Jeffrie.
Namun, imbuh Jeffrie, bila ternyata konvensi capres Partai Demokrat berjalan tidak seperti yang diharapkan, Jokowi dipastikan tak akan memiliki pesaing yang berat.
"Sehingga, pada 2014 yang akan datang teka-tekinya hanya siapa yang akan menjadi wakil presiden Indonesia berikutnya," papar Jeffrie.
Masyarakat, kata dia, hanya bisa berharap Pemilihan Presiden 2014 akan berwarna jika  Konvensi Capres Demokrat bisa melahirkan capres dari generasi baru.
"Partai-partai lain seperti yang kita ketahui telah memutuskan capresnya masing-masing dan terbukti sampai saat ini penerimaan masyarakat sangat rendah kepada capres-capres tersebut," kata Jeffrie.
Peneliti pada Maarif Institute, Endang Tirtana menambahkan, pemimpin sesungguhnya sebuah negara demokrasi bukan Presiden, DPR ataupun DPD, tapi rakyat  yang menjadi pemilih.
"Akan tetapi, dalam sistem demokrasi kita, ini sepertinya masih menjadi utopia yang hanya jadi pajangan tulisan akademis belaka," ucapnya.
Walaupun perjuangan mengembalikan kuasa rakyat masih berliku jalannya, kata dia, setidaknya ini bisa dilakukan melalui upaya masyarakat pemilih untuk memilih kandidat presiden dan wakilnya, serta anggota  legislatif yang memiliki kapasitas, integritas dan moralitas yang kuat.
"Bukan memilih hanya karena didasari hasrat dan selera yang timbul dari rekayasa pencitraan calon. Tapi pemilih harus mengenal lebih dalam terhadap tokoh yang dipilihnya. Jadi, jangan sampai salah pilih, karena jika tidak, maka pemimpin yang dipilih tidak memberikan harapan perubahan perbaikan."



Sumber :
republika.co.id

Jokowi: Pak Taufiq Sosok Tegas dan Pantang Menyerah

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, sosok mendiang Taufiq Kiemas adalah seorang yang memiliki kepribadian tegas dan pantang menyerah. Hal ini, ia sampaikan seusai ia melayat di kediaman Taufiq Kiemas di Jalan Teuku Umar 27, Menteng, Jakarta Pusat.
"Beliau tegas dan pantang menyerah. Tapi yang paling penting menurut saya, beliau bisa lintas generasi, lintas partai, dan lintas agama. Hal itu yang paling melekat," kata Jokowi, Minggu (9/6/2013).
Jokowi mengatakan, ia kerap bertemu dengan Taufiq Kiemas. Saat bertemu, keduanya jarang membicarakan hal-hal berat dan berbau politis. Menurut mantan Wali Kota Surakarta itu, salah satu peninggalan Taufiq yang berharga adalah empat pilar kebangsaan.
"Mereka yang muda wajib meneruskan amanah beliau," kata Jokowi.
Untuk diketahui, Taufiq Kiemas wafat, Sabtu (8/6/2013) malam, di Singapura, karena penyakit komplikasi yang selama ini dideritanya. Ia menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura sejak Senin (3/6/2013). Taufiq menjalani perawatan setelah mendampingi Wakil Presiden Boediono meresmikan Monumen Bung Karno dan Situs Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (1/6/2013).  Ia meninggal dunia pada usia ke-70 tahun.
Taufiq meninggalkan seorang istri Dyah Permata Megawati Setyawati atau Megawati Soekarnoputri dan tiga anak yakni Mohammad Rizki Pratama, Mohamad Prananda Prabowo, dan Puan Maharani Nakshatra Kusyala. Jenazahnya saat ini telah dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.


Sumber :
kompas.com

Jokowi Mengaku Banyak Diberi Pesan oleh Taufiq Kiemas

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terus menemani Megawati Soekarnoputri sepanjang prosesi pemakaman Tauriq Kiemas. Dia mengaku mendapat banyak pesan dari almarhum ketua MPR tersebut.
Jokowi, sapaan akrabnya, mengenang sosok Taufiq Kiemas sebagai orang yang kerap memberikannya nasihat. Dengan penuh rasa berduka, walau warga yang mengerubutinya tidak menampakkan demikian, Jokowi mengaku menerima banyak pesan dari almarhum.
"Ya banyak sekali, karena sering bertemu, yang enteng ada, yang berat semua ada," kata Jokowi di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (9/6/2013).
Jokowi enggan menyebutkan salah satu pesan yang disampaikan oleh Ketua MPR RI tersebut. Ia juga tak mau mengomentari apakah salah satu pesannya terkait pemilu 2014 nanti.
"Saya tidak bisa menyebutkan satu per satu, pokoknya banyak," ujar Jokowi.
Tak lama kemudian usai memberikan keterangannya, sekitar pukul 13.00 WIB, Jokowi meninggalkan area makam diiringi puluhan warga sambil berdesak-desakan.

Sumber :
detik.com

Pemakaman Taufiq Selesai, Jokowi Dampingi Mega Pulang ke Teuku Umar

Setelah menghadiri upacara pemakaman Taufiq Kiemas, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, langsung mengarah ke kediamannya di Jl Teuku Umar, Menteng. Mega didampingi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi).
Mengendarai Toyota Alphard warna hitam B8016BS, Mega dan rombongan keluarga tiba di kediaman di Jl Teukur Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/6/2013), sekitar pukul 13.30 WIB.
Jokowi yang menemani Mega sejak di Kalibata, menemani Mega selama di perjalanan. Jokowi yang mengenakan kemeja putih lengan panjang duduk di bangku samping sopir. Sementara Mega di tengah bersama Puan Maharani.
Sejumlah kerabat dekat dan pengurus PDI Perjuangan mulai berdatangan ke rumah Mega. Namun pagar rumah kediaman Mega ditutup rapat, kalangan media dilarang masuk.
Karangan bunga belasungkawa terhadap meninggalnya Taufiq Kiemas tertata berjejer di sepanjang Jl Teuku Umar.


Sumber :
detik.com

Usai Pemakaman Taufiq, Puluhan Warga Berebut Foto dengan Jokowi

Di antara puluhan pejabat dan tokoh yang menghadiri pemakaman Ketua MPR Taufiq Kiemas, Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) menjadi tokoh yang jadi 'incaran' warga. Puluhan warga berebut untuk dapat berfoto dengan Jokowi.
Jokowi yang berdiri menunggu Megawati di salah satu sudut di TMP Kalibata, disambangi belasan warga yang memintanya untuk berfoto bersama. Jokowi yang awalnya 'ogah-ogahan' akhirnya tak kuasa menolak karena makin banyak warga yang datang untuk berfoto dengannya.
Pun ketika Jokowi hendak buang air kecil di toilet, puluhan warga yang mengerumuninya terus mengikuti dan secara bergantian berfoto bersama. Ketika Jokowi masuk ke dalam toilet, pun puluhan warga tersebut masih setia menunggu di dalam. Jokowi sempat mendapatkan pengawalan dari satgas PDIP.
Usai keluar dari toilet, Jokowi kembali diajak berfoto oleh warga yang belum mendapatkan kesempatan. Bahkan rombongan mahasiswa GMNI yang ada di lokasi pun tak mau kalah.
"Pak kami dari Aceh pak, foto sebentar bung," ujar seorang pemuda yang mengenakan jas GMNI ini, Minggu (9/5/2013).
Setelah 'digilir' berfoto bersama warga, Jokowi pun tampak kelelahan. Dia sempat duduk di tengah area TMP Kalibata sebelum akhirnya berjalan menuju tempat parkir.


Sumber :
detik.com

Antar Jenazah Taufiq, Mega Semobil dengan Jokowi

Usai upacara pelepasan jenazah almarhum DR HM Taufiq Kiemas oleh pihak keluarga untuk diberangkatkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Sekjen PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo terlihat sangat sibuk.
Tjahjo mewakili keluarga dalam upacara pelepasan, Minggu (8/6/2013) di Skuadron 17, Bandara Lanud TNI AU Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, Tjahjo ikut mengawal jenazah satu mobil.
Politikus senior PDI Perjuangan itu duduk di bangku paling depan tepatnya di samping sopir. Sementara di bagian belakang tempat peti jenazah dibaringkan, ada Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, TB Hasanuddin. Sementara istri dan puteri Taufiq Kiemas, Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani Soekarnoputri, berada satu mobil. Sedangkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) turut menemani Ketua Umum Partai berlambang banteng itu di mobil Toyota Alphard tersebut.

Sumber :
okezone.com

Jokowi: Pak Taufiq Pernah Bilang Saya Jadi Obat Sakitnya

Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi) punya kenangan sendiri terhadap Ketua MPR Taufiq Kiemas. Kemenangan Jokowi dalam Pilgub DKI dianggap Taufiq sebagai obat mujarab untuk sakitnya.
Kenangan itu disampaikan Jokowi saat melayat ke kediaman Megawati Soekarnoputri di Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/6/2013).
Saat pemilihan berlangsung, Taufiq memang sedang tidak enak badan. Namun begitu mendengar kemenangan Jokowi, Taufiq merasa sehat kembali.
"Beliau menyampaikan kepada saya, 'Mas, Saya kemarin sakit, sekarang dapat obat'. Saya tanya obatnya apa? Beliau menyampaikan, 'obatnya kamu itu, kamu kepilih di DKI, sekarang saya sembuh nggak sakit lagi'. Gitu," papar Jokowi.
Jokowi sendiri mengaku sangat kaget mendengar kabar meninggalnya Taufiq. "Saya kira kita semua kaget. Dan kita berdoa semoga arwah beliau diterima dan di tempatkan di tempat yang paling baik," kata Jokowi yang mengenakan kemeja putih ini.


Sumber :
detik.com

Sabtu, 08 Juni 2013

Taufiq Kiemas Wafat, Jokowi Ikut Melayat ke Rumah Megawati

Ketua MPR Taufiq Kiemas berpulang setelah sempat dirawat di Singapore General Hospital. Begitu mendapat kabar meninggal, Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) datang ke kediaman Taufiq di Jl Teuku Umar, Jakarta Pusat.
Jokowi tiba di rumah Megawati Soekarnoputri ini sekitar pukul 22.30 WIB, Sabtu (8/6/2013). Tidak seperti biasanya, Jokowi yang biasanya mudah dimintai komentar kali ini memilih langsung masuk ke dalam rumah.
Tidak berapa lama kemudian, Jokowi kembali keluar dari dalam rumah. Jokowi mengaku sangat sedih dan terkejut dengan kepergian Taufiq.
"Saya kira kita semua kaget. Dan kita berdoa semoga arwah beliau diterima dan di tempatkan di tempat yang paling baik," kata Jokowi yang mengenakan kemeja putih ini.
Taufiq Kiemas wafat di Singapura karena komplikasi kesehatan di usianya yang ke-70 tahun. Rencananya jenazah almarhum akan langsung dimakamkan di TMP kalibata, di samping makam kedua orangtuanya.


Sumber :
detik.com

Kongres Relawan Sedunia Dorong Jokowi Jadi Capres

Sejumlah gerakan mendukung Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi calon presiden 2014 tak hanya merambah dunia maya. Kini muncul gerakan nyata mendukung Jokowi lewat Kongres Relawan Jokowi Sedunia.
Panitia di Jakarta, Sihol Manullang kepada Tribunnews.com di Jakarta, Sabtu (8/6/2013) mengaku, Kongres ini digelar berangkat dari gerakan nurani, berbekal patungan teman-teman untuk mendesak Jokowi dicalonkan sebagai Presiden RI.
"Semua daerah ingin sentuhan Jokowi. Maka Jokowi harus menjadi 'gubernur untuk seluruh Indonesia.' Jabatan gubernur untuk seluruh Indonesia adalah bahasa rakyat yang tidak tahu politik, enggak mengerti apa-apa," kata Sihol.
Sihol mengaku, banyak sekali grup pendukung Jokowi di media sosial seperti facebook. Ia mengaku ikut dalam grup FB Jokowi Presiden RI. Menurutnya, Kongres adalah proses migrasi gerakan di media sosial menjadi gerakan nyata, merujuk pengalaman revolusi Mesir yang digerakkan dari FB.
"Ini tak terkait partai sama sekali. Kami termasuk kelompok yang meragukan partai. Orang tertentu juga tidak. Hanya kami lingkungan kecil saja. Percayalah. Kalau anda tahu bagaimana kami patungan, saya yakin anda akan terharu," katanya.
Sihol menceritakan bagaimana perwujudan Kongres ini diawali dengan meminta peserta membawa makanan sendiri, dan makanan ringan lainnya. Snack yang terkumpul kemudian dibagikan dan dirasakan sesama peserta. Selanjutnya antarpeserta patungan.
Rencananya Kongres Relawan Jokowi Sedunia akan menggelar konferensi pers di Restoran Camoe-camoe, Gedung Blossoms, Lantai 2, Kawasan SCBD Sudirman, Jakarta, pada Senin (10/6/2013), pukul 12.00 WIB,
"Ayo dukung gerakan ini sebelum Indonesia bertambah hancur. Banyak orang bilang, Jokowi maju pada 2019 saja. Tapi, apa risiko kalau tunggu 2019? Indonesia akan keburu hancur lebur. Apa rela?" katanya.


Sumber :
tribunnews.com

Yang Keder Setelah Menghujat Jokowi

Tujuh bulan menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) panen pujian dan kritikan. Bahkan sejak awal maju pada pilkada lalu, keduanya juga beberapa kali dilawan orang yang kebetulan berbeda pendapat.
Beberapa orang yang pernah mengkritik dan melawan Jokowi-Ahok di antaranya Sutiyoso, Mantan Gubernur DKI sebelum Jokowi. Dalam Pilkada DKI lalu, Bang Yos, demikian dia disapa, ikut menjadi pendukung pasangan Fauzi Bowo, seteru Jokowi.
Bang Yos juga kerap mengkritik kebijakan-kebijakan Jokowi setelah dilantik, misalnya soal blusukan ke kampung-kampung. Sutiyoso sempat meminta Jokowi agar berbuat nyata, bukan hanya pencitraan. Dia juga meminta Ahok agar tidak ketus kepada bawahan.
Namun belakangan dia luluh, dan balik mendukung Jokowi. Misalnya dia mendukung program lelang jabatan. Dia juga datang ke Balai Kota memberi saran soal pembentukan yayasan bidang penyaluran beasiswa.
Selain Sutiyoso, Rhoma Irama juga sempat menyerang Jokowi-Ahok. Raja dangdut ini menyerang dalam kasus SARA menjelang masa kampanye Pilkada DKI Agustus 2012 lalu. Akhirnya dia keder juga, dan malah nangis sesenggukan di kantor Panwaslu.
Berikut ini mereka yang keder setelah melawan Jokowi-Ahok, dan malah balik mendukung program dan kebijakan mereka.

Sutiyoso
Mantan Gubernur DKI Jakarta sebelum Jokowi ini sempat melontarkan banyak kritik kepada Gubernur dan Wakil Gubernur sesudahnya (Jokowi-Ahok). Misalnya, Bang Yos, demikian dia di sapa, mengkritik kebiasaan blusukan Jokowi dan sikap ketus Ahok kepada bawahan.
Dia juga sempat mengkritik kebijakan pemberlakuan nopol ganjil dan genap kendaraan roda dua dan empat di jalan Jakarta. Namun belakangan Sutiyoso bersikap sebaliknya. Dia misalnya, mendukung program lelang jabatan dan lainnya.
Beberapa waktu lalu, Sutiyoso terang-terangan mengaku capek mengkritik Jokowi-Ahok. "Enggak ah, sudah capek aku kritisi Jakarta," kata Bang Yos di Kantor PKPI, Jakarta, Rabu (6/2).
Bukan tanpa sebab Bang Yos enggan untuk mengomentari kebijakan-kebijakan yang diambil Jokowi. Dirinya mengaku diserang dan dimaki habis-habisan oleh fans pendukung Jokowi. "Saya diserang habis-habisan sama pendukung Jokowi," ungkap Bang Yos.


Asraf Ali
Asraf Ali, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta ini sebelumnya getol mengajukan hak bertanya (interpelasi) kepada Gubernur DKI Joko Widodo ( Jokowi ) tentang Kartu Jakarta Sehat (KJS). Dia sempat mengatakan bila pengajuan interpelasi itu sudah sampai ke meja pimpinan dewan.
"Saya berpikir, persoalan ini (KJS) tidak akan selesai di tingkat komisi. Maka hak ini akan terus bergulir dan bisa berujung ke paripurna," ujar Asraf kepada merdeka.com, Kamis (23/5/2013) kemarin.
Asraf menilai, program KJS yang dijalankan Jokowi tidak mengandung kejelasan karena konsep yang dipakai belum matang. Sehingga dia merasa perlu meminta pertanggungjawaban Jokowi secara resmi dalam forum mengingat masalah KJS tidak dapat selesai di tingkat komisi.
Namun belakangan, Asraf Ali justru menyangkal pemberitaan yang menyebut dia berinisiatif mengajukan hak interpelasi. Dia mengaku tidak tahu sumber penggalangan itu dari siapa. Bahkan dia belum ikut tanda tangan.
Ketua Fraksi Golkar ini menyebutkan, tidak ada satu pun anggotanya yang turut menandatangani hak interpelasi itu. "Fraksi Golkar tidak setuju karena tidak terlibat," kata dia menyangkal habis-habisan komentar sebelumnya.


Rhoma Irama
Rhoma Irama sempat berurusan dengan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dalam pilkada DKI Jakarta tahun lalu. Dia dipanggil karena diduga terkait dengan kasus SARA dalam ceramahnya.
Ceritanya, sebagai mubaligh, Rhoma sempat mengucapkan sebuah ayat, yang bunyinya 'Bahwa orang beragama Islam dilarang untuk memilih non muslim menjadi pemimpin, dan hukuman bagi yang memilih pemimpin non muslim adalah menjadi musuh Allah'.
Belakangan, Rhoma yang sebelumnya tak sepemahaman dengan Jokowi-Ahok, balik memuji Jokowi ketika Bekas Wali Kota Solo itu dinobatkan sebagai walikota terbaik ke tiga di dunia.
Menurut si Raja Dangdut, Jokowi adalah salah satu putra terbaik bangsa yang tentu pantas mendapatkan gelar itu. Dia juga merasa yakin, Jokowi dapat membawa Jakarta lebih maju dari saat ini.
"Jokowi salah satu putra terbaik bangsa tentu bisa membangun Jakarta lebih baik," jelas Rhoma saat berkunjung ke Gedung MPR dalam rangka kerjasama sosialisasi empat pilar kebangsaan, di Jakarta, Januari lalu.
Dia mengaku mendukung penuh program-program yang telah dilakukan oleh Jokowi, termasuk aksi blusukan yang sering kali menjadi sorotan media. "Bagus dia bisa merasakan denyut kehidupan di bawah".


Lurah Warakas
Terakhir ini kisah Mulyadi, lurah Warakas, Jakarta Utara, yang sebelumnya mengancam akan membawa kebijakan lelang jabatan ke Mahkamah Konstitusi (MK), belakangan mlempem juga. Sebelumnya dia berpendapat lelang jabatan itu kasar sehingga dia tidak ikut.
Alasan lain, seharusnya jabatan lurah dan camat dikosongkan lebih dulu dengan SK Gubernur. Jika tidak, Jokowi dinilai telah melabrak Surat Keputusan (SK) pelantikan lurah dan camat yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri
Namun belakangan, entah karena tak mendapat dukungan atau apa, mendadak dia mengklaim tak mengikuti proses lelang jabatan Lurah dan Camat karena sakit. Padahal sebelumnya dia mengatakan menolak lelang jabatan itu.
Mulyadi coba menegaskan kembali dari awal tak pernah menolak proses lelang jabatan Lurah dan Camat ala Jokowi. Dia berkilah, sikapnya kerasnya justru dilebih-lebihkan oleh surat kabar sehingga mempengaruhi masyarakat.
Karena merasa dirugikan, Mulyadi berpikir untuk mensomasi pihak-pihak yang memperuncing keadaan. Sementara itu khusus kepada keluarga besar Pemprov DKI, Jokowi dan Ahok, dia memilih damai dan memohon maaf.


Sumber :
merdeka.com

Pelantikan Nyleneh Ala Indiana Jones

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) punya tradisi nyleneh untuk melantik anak buah. Pelantikan anak buah dilakukan dengan nuansa bak Indiana Jones, sedangkan tempat pelantikan dipilih tempat-tempat yang diluar Balaikota yang mungkin tidak pernah kita fikirkan sebelumnya.
Tujuan utama pelantikan dengan nuansa Indiana Jones ini agar anak buah Jokowi dekat dengan warga dan tahu kantong-kantong permasalahan yang harus segera dibenahi. Jokowi juga berharap warga melihat langsung anak buah yang dilantik sekaligus sebagi saksi hidup janji-janji anak buah saat pelantikan. Pada acara pelantikan, warga ikut dipestakan dengan sajian dan kesenian khas Betawi tanpa dipungut biaya.


Berikut ini beberapa pelantikan yang dilakukan Jokowi ala Indiana Jones :

Pelantikan Bupati Kepulauan Seribu di pantai pasir Perawan
Jokowi melantik Bupati Kepulauan Seribu, Asep Syarifudin di pinggir Pantai Pasir Perawan, Pulau Pari.
Pantauan detikcom, Rabu (5/6/2013), Jokowi yang datang bersama istrinya, Iriana Widodo tiba di dermaga Pulau Pari sekitar pukul 08.10 WIB. Mereka menggunakan kapal cepat Miss Lee J.8 No. 1395.
Suasana terik tak menyurutkan warga menyambut kedatangan Jokowi. Warga berbaris rapi sepanjang 500 meter untuk bersalaman dengan Jokowi dan Iriana.
Jokowi mengenakan jas berdasi merah. Sedangkan Iriana mengenakan blus berwarna hijau dan kerudung berwarna senada.
Lokasi pelantikan sendiri berada di Pantai Pasir Perawan yang berjarak sekitar 1 km dari dermaga. Rombongan menuju lokasi dengan berjalan kaki dan memasuki gang-gang kecil.
Pantai tersebut tampak rapi dan bersih dengan pasir putihnya. Di lokasi tersebut berdiri panggung berukuran 4x6 meter dengan latar belakang warna merah. Warga pun berkerumun menyaksikan prosesi pelantikan ini.
Sebelumnya, Jokowi sudah menginap selama satu malam di Pulau Gosong Sekati. Dari pulau tersebut Jokowi langsung merapat ke Pulau Pari.
"Pak Gubernur dari semalam sudah menginap di Pulau Gosong Sekati. Seberangnya Pulau Pramuka," ujar Kasudin Kominfo Kepulauan Seribu, Agus Trimutoyo.
"Bulan kemarin Ibu (Iriana) ke sini, acara PKK," imbuhnya.



Pelantikan Wali Kota Jakarta Barat di Rusun Angke
Jokowi melantik Wali Kota Jakarta Barat, Fatahilah, di tengah permukiman warga, Kompleks Rusun Angke, Tambora. Ia berpesan tiga hal kepada sang wali kota baru.
Jokowi dengan mengenakan jas hitam berdiri di atas panggung kecil yang berada di tengah-tengah komplek Rusun Angke, Tambora, Jakarta Barat, Jumat (17/5/2013). Panggung tersebut dikelilingi 5 bangunan rusun dan dikelilingi ratusan warga sekitar.
"Anda bersedia? Perlu diingat, pelantikan ini juga disaksikan Allah SWT," ujar Jokowi sebelum memberi tiga pesannya.
Tiga pesan Jokowi yang disampaikan kepada Fatahilah sarat dengan kebijakan pemerintah provinsi DKI Jakarta, seperti revitalisasi Kota Tua, perbaikan jalan, dan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan di Jakarta Barat.
"Pertama, mengenai revitalisasi Kota Tua, karena kegiatan ini akan segera kita mulai agar ada sebuah sosialisasi kepada masyarakat dan kepada pemilik yang ada di sana," kata Jokowi.
"Kedua, saya minta agar dikoordinasikan dengan dinas yang terkait mengenai perbaikan jalan, terutama yang di kampung-kampung. Masih banyak jalan yang rusak, baik ringan mapun berat. Nah ini agar segera diperbaiki," pesan Jokowi.
"Ketiga, mengenai kebersihan lingkungan, juga berkaitan dengan sampah, selokan, hampir semua selokan di Jakarta Barat penuh dengan sampah, penuh dengan sedimen, agar menggerakkan masyarakat agar nanti jika turun hujan tidak menggenangi," ujar Jokowi.
Jokowi juga meminta Fatahilah segera menagih utang perusahaan developer dan pengembang untuk membangun 680 unit rusun. Jokowi mengatakan total utang perusahan-perusahaan tersebut mencapai Rp 13 triliun.
"Akan kita kejar sampai di mana pun, karena ini untuk kepentingan masyarakat," tutup Jokowi.


Pelantikan Wali Kota Jakarta Selatan di Setu Babakan
Jokowi melantik Wali Kota Jakarta Selatan baru, Syamsuddin Noor, di perkampungan Budaya Betawi, Setu Babakan, Jakarta Selatan.
Jokowi tiba di Setu Babakan, Jagakarsa, Jaksel, sekitar pukul 08.00 WIB, Rabu (15/5/2013). Jokowi mengenakan setelan jas warna hitam ditemani oleh istri, Iriana Widodo yang tampak mengenakan baju kebaya 'encim' warna putih.
Tak lama setelah Jokowi tiba, gerimis sempat membasahi lokasi Setu Babakan. Namun ini hanya sebentar. Setelah reda, Jokowi pun segera keluar dari pendopo dan acara pelantikan pun dilanjutkan.
Syamsudin Noor dilantik persis di pinggir danau Setu Babakan. Tampak sebuah panggung berukuruan 6X3 meter berwarna merah berdiri di pinggir danau. Pelantikan ini disaksikan langsung oleh Ketua DPRD DKI, Ferriyal Sofyan, Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan tentunya warga sekitar.
"Apakah saudara bersedia untuk diangkat sumpah?," tanya Jokowi sebelum melantik.
"Bersedia," tegas Syamsudin Noor.
"Untuk diketahui, pengambilan sumpah ini disaksikan oleh Allah SWT Yang Maha Mengetahui," terang Jokowi.
Ratusan warga di sekitar Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan menikmati berbagai hidangan gratis yang juga disuguhkan dalam acara itu. Dari 9 stand makanan yang disediakan panitia, stand kerak telor dan soto mie yang paling laris manis diserbu masyarakat.
Selain itu, pada stand bir pletok juga nampak antrian yang lebih banyak di dominasi para ibu-ibu. Semuanya berbaris dengan rapi untuk mendapatkan makanan yang diinginkan.
"Mungkin masyarakat banyak yang belum tahu pelantikan itu seperti apa. Jadi inilah, ini jadi hiburan kecil bagi masyarakat," kata Jokowi.


Pelantikan Wali Kota Jakarta Timur di Kampung Kumuh Pulo Jahe
Pelantikan Wali Kota Jaktim di tengah perkampungan kumuh ini baru pertama kali terjadi di Jakarta, mungkin juga di Indonesia. Berpanas-panasan disaksikan warga, mulai dari anak kecil hingga orang tua.
Pelantikan Wali Kota Jaktim Kristiardi merupakan sejarah. Pelantikan digelar di tengah perkampungan di Pulo Jahe, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Kamis (20/12/2012). Tak ada tenda penghalang dari sengatan sang surya, hanya kursi-kursi saja untuk tamu undangan. Para camat duduk dengan seragam kebesaran putih-putih, ikut menikmati terik matahari.
Demikian juga Jokowi, istrinya Iriana dan sejumlah tamu undangan lain ikut berpanas-panasan. Sedang warga berdiri di sekitar area ikut menyimak. Matahari saat pelantikan pukul 08.00 WIB bersinar garang. Bahkan Jokowi yang mengenakan setelan jas hitam, harus memicingkan matanya mencoba berlindung dari sorot matahari.
Lalu mengapa pelantikan dilakukan di kampung itu? "Biar ngerti permasalahan di kampung," kata Jokowi memberi alasan. Sebenarnya ada 3 lokasi yang dinominasikan menjadi lokasi pelantikan, tapi akhirnya Jokowi memilih Pulo Jahe.
Saat berpidato, Jokowi sempat beberapa kali menyebut Pulo Jahe menjadi Kebon Jahe. Ini menjadi hiburan tersendiri bagi para hadirin.
Panggung pelantikan dengan karpet merah dibuat sederhana. Panggung berada di atas tempat pembakaran sampah. Di atas panggung juga ada foto Presiden SBY dan Wapres Boediono yang dipasang dengan penyangga.
Rencana kedatangan Jokowi ke kampung ini cukup membuat heboh. Sejak Rabu (19/12/2013) warga kampung sudah berbenah. Nah, ketika Jokowi datang ke lokasi pelantikan di hari H, seperti biasanya semua warga memberi sambutan dengan meneriakkan nama Jokowi dan juga mengajak foto bersama.
Jokowi juga memberi kepastian, pelantikan seperti ini tak akan terjadi sekali. Ke depan, mungkin saja pejabat-pejabat lain dilantik di lokasi di tengah kampung atau di pinggir kali, agar dekat dengan masalah bidang kerjanya.


Jumat, 07 Juni 2013

Jokowi Pulang, Warga Kali Pasir Ribut Lagi

Warga Kali Pasir Eretan, Menteng, Jakarta Pusat, kembali bersitegang setelah terlibat tawuran. Padahal, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo baru saja meninjau lokasi bekas tawuran tersebut, Jumat (7/6/2013) sore.
Jokowi datang ke lokasi padat penduduk itu sekitar pukul 17.00. Tidak seperti biasanya, kali ini Jokowi datang tanpa senyuman dan nyaris tanpa meninggalkan pesan kepada warga dan media yang mengelilinginya. Ketika hendak meninggalkan tempat itu, Jokowi hanya memberikan sepatah kata dari dalam mobilnya.
"Semua warga di Jakarta adalah saudara saya," ucapnya seraya menutup pintu mobil tersebut.
Tak selang beberapa lama setelah Jokowi meninggalkan lokasi, sekitar sepuluh orang warga dari sebuah kelompok berteriak-teriak dan menunjuk sebuah rumah berwarna hijau di dekat jembatan Kali Pasir. Seorang pria berbadan tegap langsung dihadang oleh petugas kepolisian yang berjaga-jaga di lokasi tersebut sejak siang.
"Tadi dari rumah itu ada yang lihatin saya. Hei, turun kau!" teriak salah seorang dari kelompok warga di jembatan Kali Pasir, Jumat.
"Jangan salahkan kami jika nanti kami bakar itu rumah," kecam warga lainnya.
Ketegangan itu langsung diredakan oleh polisi. Sementara itu, ratusan petugas keamanan gabungan masih berjaga di sejumlah titik di kawasan Kali Pasir. Motor-motor anggota kepolisian antihuru-hara bersiaga di jembatan Kali Pasir. Adapun mobil dan truk polisi ditempatkan di samping Kali Pasir, tepatnya di depan sebuah gereja.
Arus lalu lintas di perempatan jembatan Kali Pasir terlihat lenggang. Saat terjadi keributan antarwarga ataupun ketika Jokowi tiba di lokasi tersebut, arus lalu lintas sempat padat.


Sumber :
kompas.com

Soal Sampah, Jokowi-Slank Siap Kerja Sama

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), mengatakan ia dan grup musik Slank berencana bekerja sama untuk mengajak masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Hal ini disampaikan Jokowi, usai pertemuannya dengan Slank, di markas grup musik itu, Gang Potlot III, Jakarta Selatan, Jumat (7/6/2013) siang.
"Kita (Jokowi dan Slank) bisik-bisik tadi mau bareng-bareng bikin kampanye buang sampah pada tempatnya. Tadi baru disampaikan," ujar Jokowi.
 Jokowi menjelaskan, Jakarta punya masalah serius soal sampah sehingga Pemerintah DKI Jakarta perlu memikirkan bentuk kampanye kebersihan yang inovatif dan interaktif sehingga bisa lebih mengenai ke masyarakat. Menurutnya, itulah yang membuatnya berpikir mengajak Slank bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi masalah sampah.
"Jakarta, problem sampahnya paling berat. Satu hari ada 2.000 ton sampah masuk ke kali. Kalau nggak disampaikan dengan cara kekinian, ya susah," ujar Jokowi.
Slank sendiri mengapresiasi gagasan Jokowi dan mengimbau para penggemar Slank atau biasa disebut Slankers membuang sampah pada tempatnya.
"Tahu sendiri kan konser musik, tiap selesai konser pasti menyisakan sampah. Paling nggak buat Slankers dulu deh, jangan buang sampah sembarangan," ujar Abdi.

kompas.com

Pemukulan Pramugari Sriwijaya, Jokowi: Apa pun Jabatannya, Harus Patuh

Hampir setiap akhir pekan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mudik ke Solo dengan menumpang pesawat terbang. Dirinya sepakat setiap penumpang, tak peduli apa pun status dan jabatannya, wajib mematuhi peraturan keselamatan terbang seperti mematikan perangkat komunikasi selama penerbangan.
"Ya mustinya siapa pun dan apa pun jabatannya, harus patuh. Di pesawat nggak boleh menghidupkan HP, sudah dikasih tahu pramugarinya, ya langsung dimatikan," ujar Jokowi.
Pernyataannya ini menanggapi kasus pemukulan oleh Kadis BKND Bangka Belitung, Zakaria Umar Hadir, terhadap seorang pramugari Sriwijaya Air yang menegurkan gara-gara mengaktifkan telepon selular dalam penerbangan. Jokowi dicegat wartawan usai meresmikan pembukaan bazaar Flora dan Fauna di Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (7/6/2013).
Setiap pejabat publik, menurutnya juga dituntut untuk mampu mengendalikan emosi. "Menajemen pengendalian emosi harus dikedepankan," ujar Jokowi.

Sumber :
detik.com

Tanggapi Bentrokan di Kalipasir, Jokowi: Sudahlah, Kita Semua Bersaudara

Bentrokan antar dua kelompok warga terjadi di Kalipasir, Menteng, Jakarta Pusat. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) prihatin dengan peristiwa betrokan warganya tersebut. Jokowi mengimbau agar warga Jakarta selalu rukun
"Ya kita ini semua saudara, semua harus rukun," ujar Jokowi usai meresmikan pameran Flora dan Fauna 2013 di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/6/2013).
Jokowi menegaskan warga DKI Jakarta adalah satu kesatuan. Jangan melihat berdasarkan etnis atau golongan tertentu.
"Semua warga Jakarta, tidak etnis apa-apa, semuanya rukun, harus rukun, karena kita ini memang saudara," tegasnya.
Lokasi tawuran berada di kawasan padat penduduk di gang Kali Pasir Pisang. Menurut warga, dua kelompok itu saling bentrok dan sudah memanas sejak tiga hari lalu.
Keributan di perumahan padat penduduk ini diduga terjadi akibat adanya kasus pemalakan dan menyebabkan pembacokan di daerah itu. Tiga rumah rusak akibat keributan.
Hingga kini polisi masih terus siaga di Kalipasir. Setiap gang di lokasi ini dijaga oleh lima hingga sepuluh orang petugas. Beberapa petugas terlihat membawa senjata laras panjang di sekitar pemukiman yang dekat dengan kali Ciliwung ini.


Sumber :
detik.com

Datangi Lokasi Tawuran di Kali Pasir, Jokowi Diam Tanpa Senyum

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi secara tiba-tiba mengunjungi lokasi tawuran antarwarga  di Jalan Kali Pasir Eretan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (7/6/2013) sekitar pukul 17.00. Jokowi lebih banyak diam menghindari media.
Kali ini Jokowi datang tanpa adanya mobil-mobil media massa yang biasa mengikutinya. Rombongan Jokowi datang dengan menggunakan tiga mobil pengawalnya. Menggunakan kemeja putih seperti biasa, kali ini Jokowi tampak beda. Jokowi hanya diam dan tak tersenyum sama sekali. Warga yang tak menduga bakal didatangi Jokowi berusaha mendekatinya dan memanggil-manggil nama Jokowi. Namun, tak satu pun warga yang berkesempatan bersalaman dengan Gubernur.
Jokowi kemudian berjalan berjalan ke arah jembatan Kali Pasir, yang memisahkan kedua kubu yang bertikai. Ia juga tidak mau bicara di depan media sebagaimana biasa ia lakukan ketika mengadakan blusukan.
Kedatangan Jokowi itu langsung disambut oleh Wakil Kepala Polsektro Senen Ajun Komisaris Indriani. Ketika awak media yang berada di lokasi kejadian menghampirinya, ia tampak mengajak Indriani membalik badan dari hadapan kamera. Jokowi berusaha memasuki gang sempit tempat terjadinya tawuran antarwarga, tetapi urung dilakukan karena banyak warga di gang tersebut.
Jokowi sebenarnya ingin melihat lokasi kejadian keributan antarwarga yang menewaskan satu orang ini. Namun, karena keadaan yang tidak kondusif dan jauhnya lokasi dari jalan besar, Jokowi akhirnya memutuskan untuk membicarakan permasalahan ini di Kantor Lurah Kwitang, tak jauh dari jembatan.
Kedatangan Jokowi itu berlangsung selama kurang lebih 15 menit. Setelah itu ia meninggalkan lokasi tersebut. Ketika menuju mobil, Jokowi tetap enggan berbicara. Ia sempat menyambut uluran tangan sejumlah warga yang ingin menyalaminya sebelum naik mobil dan pergi meninggalkan lokasi tersebut.
Tawuran antarwarga itu terjadi pada Jumat siang. Bentrok itu diduga merupakan aksi balas dendam akibat tawuran yang terjadi pada Selasa (4/6/2013) malam. Bentrok berlanjut pada Rabu (5/6/2013) dini hari di mana seorang warga bernama Rifqy terkena bacokan. Akibat lukanya, Rizki meninggal dunia pada hari ini.


Sumber :
kompas.com

Bedanya Jokowi dengan Pejabat Pemukul Pramugari di Pesawat

Bila Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Bangka Belitung Zakaria Umar memukul Pramugari Sriwijaya Air Nur Febriani, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) malah bersikap sebaliknya. Seperti apa gaya pria yang karib disapa Jokowi itu saat di pesawat?
Menurut kesaksian Deasy Amrin --seorang blogger yang pernah satu pesawat dengan Jokowi, pria asal Solo itu tidak menunjukkan diri sebagai pejabat saat di pesawat. Deasy mengaku, saat itu ia dan suami sedang bertolak kembali ke Jakarta dari Solo, melalui Bandara Adi Soemarmo pada Minggu 26 Mei lalu.
Saat tengah menunggu giliran masuk pesawat di tengah antrean panjang, tiba-tiba ia dikejutkan oleh suara sedikit gaduh di belakang. Bukan hanya dirinya, hampir semua penumpang menoleh ke arah sumber gaduh itu.
Ternyata, ia melihat sosok Jokowi yang mengenakan celana jeans, kemeja putih bertangan panjang yang digulung. Tanpa diampingi ajudan, Jokowi menyandang sendiri ransel hitamnya di pundak dan ikut antre masuk ke pesawat dengan penumpang lainnya.
"Dia terlihat sedikit lelah, namun secara umum terkesan santai, tenang dan ramah. Pria itu menebar senyuman khasnya. Dia orang nomor satu di DKI, Joko Widodo yang tenar dengan sapaan akrab Jokowi," tulis Deasy di blognya, adesmurf.wordpress.com, yang dikutip Liputan6.com, Jumat (7/6/2013).

Kelas Ekonomi
Keheranan Deasy tak sampai di situ. Ia mengaku menyaksikan sesuatu yang langka di negeri ini, seorang pejabat publik terkemuka ikut di dalam antrean masuk ke pesawat, untuk kemudian duduk di bangku belakang: kelas ekonomi!
"Baru kali ini saya duduk lebih depan daripada seorang pejabat. Bukan tanpa alasan. Sudah terlalu sering saya menyaksikan bagaimana pongahnya perangai para penguasa ketika menggunakan fasilitas publik. Jangankan mereka, para asisten dan lingkaran terdekatnya juga kerap bertingkah berlebihan, selalu minta dilayani, diistimewakan dan dimaklumi setiap kali mereka hadir. Tidak banyak yang lebih memuakkan dari hal tersebut," papar Deasy yang berprofesi sebagai Psikolog itu.
Jokowi, sambung Deasy, saat itu datang seorang diri tanpa kawalan. Sikap tubuhnya begitu alami, tenang dan apa adanya. Ia membaur dengan orang lain tanpa rasa canggung atau kedekatan buatan ala pejabat pada umumnya.
"Sikap yang saya yakini hanya bisa muncul lewat adanya keinginan tulus untuk menghargai orang lain, dari hatinya," lanjut Deasy.
Turun dari pesawat, sambungnya, Jokowi pun mengikuti jalur umum. "Ikut antre, turun tangga, dan menaiki bus bandara yang mengantarkan ke terminal kedatangan; seorang diri," ungkapnya.
"Kepala saya langsung berhitung mengalkulasi taksiran biaya yang bisa dihemat antara perjalanan beliau dibandingkan dengan para pejabat yang memerlukan antek-antek dan tetek bengek yang lebih ke arah tiada manfaat itu," tambah Deasy.
Apa yang diungkapkan Deasy, bertolak belakang dengan yang dilakukan Kepala BKPMD Bangka Belitung Zakaria Umar. Ia tega memukul pramugari Sriwijaya Air Nur Febriani. Zakaria tak terima karena ditegur lantaran menggunakan ponsel dalam pesawat.
Akibat dipukul Zakaria dengan koran, Febri pun mengalami luka lebam di belakang telinganya. Saat ini, Zakaria yang menjadi tersangka penganiayaan sejak kemarin itu masih ditahan di Mapolsek Pangkalan Baru, Bangka Belitung.
Polisi sudah memeriksa saksi korban dan saksi lainnya untuk menelusuri kronologi kasus ini. Zakaria dijerat Pasal 351 ayat 1 KUHP, dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan penjara.


Sumber :
liputan6.com