Pembongkaran bangunan liar di bantaran Waduk Pluit hari ini berjalan tanpa halangan. Bahkan warga ikut membantu pembongkaran.
"Kita
ini yang mau bongkar ini, yang bantu kan warga semua," kata Jokowi saat
meninjau pembongkaran lapangan futsal di Waduk Pluit, Jakarta Utara,
Senin (20/5/2013).
Meski bantaran Waduk Pluit dibelit berbagai
kepentingan, tapi Jokowi memastikan pembongkaran di sisi barat waduk
tidak mendapat tekanan dari pihak manapun.
"Memang disininya banyak macem-macem, banyak kepentingan-kepentingan. Kita ngerti, tapi nggak perlu kita ini kan-lah," imbuhnya.
Bagi
Pemprov DKI, solusi bagi warga yang sudah belasan atau puluhan tahun
tinggal di bantaran waduk harus diutamakan. "Yang penting solusi bagi
warga itu yang penting," ujarnya.
Jokowi datang ke bantaran Waduk
Pluit untuk melihat langsung pembongkaran arena futsal. Pembongkaran
bangunan di bantaran waduk menjadi polemik antara sejumlah warga yang
mengklaim warga Pluit dengan Pemprov DKI.
Sumber :
detik.com
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Senin, 20 Mei 2013
Jokowi Blusukan ke Waduk Pluit
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengecek pembongkaran lapangan futsal di
atas Waduk Pluit. Di waduk ini, Jokowi dikerubuti dan disalami warga.
Bahkan ada yang meminta direlokasi. Tidak ada ketegangan yang tampak.
Jokowi ke Waduk Pluit, Jakarta Utara, dengan menaiki Toyota Innova, Senin (20/5/2013) pukul 14.45 WIB. Dia langsung mengecek pembongkaran lapangan futsal. Di lokasi pembongkaran tampak 4 ekskavator dan beberapa kuli menghancurkan lapangan futsal di pinggiran waduk yang akan dinormalisasi itu. 4 Ekskavator terlihat mengeruk enceng gondok di waduk, 2 lainnya terlihat di bantaran waduk.
"Cuma ngecek pembongkaran ini," kata Jokowi.
Tak lama meninjau pembongkaran, Jokowi kemudian kembali lagi. Dalam perjalanan kembali dari lokasi pembongkaran, Jokowi dikerubungi warga untuk salaman. Dia malah sempat dicurhati warga.
"Pak ini kalau yang ngontrak gimana?" tanya warga itu.
"Emang maunya gimana?" tanya balik Jokowi.
"Maunya dipindahin juga Pak," sahut warga itu.
"Iya ini nanti dipikir, ada KTP-nya kan?" cecar Jokowi.
"Ada Pak," tutur warga itu.
"Oke, nanti dipikir yaa," janji Jokowi.
Setelah itu Jokowi membagikan buku tulis kepada anak-anak. Sekitar pukul 15.00 WIB, Jokowi menaiki Innova pergi dari Waduk Pluit.
Pembongkaran Waduk Pluit belakangan ini menjadi polemik antara Komnas HAM dan Pemprov DKI Jakarta.
Sumber :
kompas.com
Jokowi ke Waduk Pluit, Jakarta Utara, dengan menaiki Toyota Innova, Senin (20/5/2013) pukul 14.45 WIB. Dia langsung mengecek pembongkaran lapangan futsal. Di lokasi pembongkaran tampak 4 ekskavator dan beberapa kuli menghancurkan lapangan futsal di pinggiran waduk yang akan dinormalisasi itu. 4 Ekskavator terlihat mengeruk enceng gondok di waduk, 2 lainnya terlihat di bantaran waduk.
"Cuma ngecek pembongkaran ini," kata Jokowi.
Tak lama meninjau pembongkaran, Jokowi kemudian kembali lagi. Dalam perjalanan kembali dari lokasi pembongkaran, Jokowi dikerubungi warga untuk salaman. Dia malah sempat dicurhati warga.
"Pak ini kalau yang ngontrak gimana?" tanya warga itu.
"Emang maunya gimana?" tanya balik Jokowi.
"Maunya dipindahin juga Pak," sahut warga itu.
"Iya ini nanti dipikir, ada KTP-nya kan?" cecar Jokowi.
"Ada Pak," tutur warga itu.
"Oke, nanti dipikir yaa," janji Jokowi.
Setelah itu Jokowi membagikan buku tulis kepada anak-anak. Sekitar pukul 15.00 WIB, Jokowi menaiki Innova pergi dari Waduk Pluit.
Pembongkaran Waduk Pluit belakangan ini menjadi polemik antara Komnas HAM dan Pemprov DKI Jakarta.
Sumber :
kompas.com
Masalah KJS Menurut Jokowi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyebut ada 3 masalah seputar
Kartu Jakarta Sehat (KJS). Masalah-masalah itu harus segera dibenahi.
"Pertama, RS yang terlalu profit oriented. Terlalu orientasinya keuntungan," kata Jokowi sambil tertawa ha...ha...ha.
Hal ini disampaikan Jokowi di Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2013).
Jokowi mengatakan masalah kedua yakni banyaknya biaya-biaya yang tidak dikendalikan dengan manajemen kontrol yang baik.
"Biaya-biaya yang tidak efisien sehingga angka Rp 23.000 itu masih dirasa tidak cukup. Baru direkalkulasi lagi," ujar Jokowi yang terbalut seragam Korpri ini.
Ketiga, lanjut dia, penerapan program pembayaran klaim kesehatan melalui KJS ini menggunakan sistem INA-CBGs.
"Kalau dulu, nggak ada itu kan orang mau pakai obat apapun kan bisa diputuskan sendiri. Sekarang kan semuanya diatur dengan sistem," kata dia.
Jokowi mengaku masih menggodok sanksi-sanksi terhadap RS yang mencabut pelayanan KJS. Ia juga masih menimbang-nimbang rencana kenaikan premi KJS.
"Baru hitung-hitungan. Kalau premi dinaikkan, berarti kan kita harus menambah APBD. Belum (terima). Masih kita rekalkulasi lagi baru kita bicara," kata dia.
Pria asli Solo ini menolak untuk mengajukan usulan kenaikan APBD setiap terbentur masalah, termasuk KJS.
"Ya dinaikkan gimana? Kalau dinaikkan ngomong ke dewan dong. Kita juga tidak mau setiap masalah naikin anggaran. Kita juga mau memperbaiki sistem-sistem yang sudah lama dan memang sudah dibenahi," papar Jokowi.
Jadi keputusannya di Dewan? "Kalau budgeting di dewan. Kalau premi juga bisa di kita tapi kalau premi naik kan budget juga akan naik," jawab Jokowi.
Menurut dia, diperlukan pembenahan sistem KJS. "Untuk sistem yang berjalan itu biasa, koreksi perlu diperbaiki, perlu dibenahi itu biasa. Ini bukan pada sistemnya tapi pada 1, 2, 3 tadi itu," kata Jokowi.
Sumber :
detik.com
"Pertama, RS yang terlalu profit oriented. Terlalu orientasinya keuntungan," kata Jokowi sambil tertawa ha...ha...ha.
Hal ini disampaikan Jokowi di Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2013).
Jokowi mengatakan masalah kedua yakni banyaknya biaya-biaya yang tidak dikendalikan dengan manajemen kontrol yang baik.
"Biaya-biaya yang tidak efisien sehingga angka Rp 23.000 itu masih dirasa tidak cukup. Baru direkalkulasi lagi," ujar Jokowi yang terbalut seragam Korpri ini.
Ketiga, lanjut dia, penerapan program pembayaran klaim kesehatan melalui KJS ini menggunakan sistem INA-CBGs.
"Kalau dulu, nggak ada itu kan orang mau pakai obat apapun kan bisa diputuskan sendiri. Sekarang kan semuanya diatur dengan sistem," kata dia.
Jokowi mengaku masih menggodok sanksi-sanksi terhadap RS yang mencabut pelayanan KJS. Ia juga masih menimbang-nimbang rencana kenaikan premi KJS.
"Baru hitung-hitungan. Kalau premi dinaikkan, berarti kan kita harus menambah APBD. Belum (terima). Masih kita rekalkulasi lagi baru kita bicara," kata dia.
Pria asli Solo ini menolak untuk mengajukan usulan kenaikan APBD setiap terbentur masalah, termasuk KJS.
"Ya dinaikkan gimana? Kalau dinaikkan ngomong ke dewan dong. Kita juga tidak mau setiap masalah naikin anggaran. Kita juga mau memperbaiki sistem-sistem yang sudah lama dan memang sudah dibenahi," papar Jokowi.
Jadi keputusannya di Dewan? "Kalau budgeting di dewan. Kalau premi juga bisa di kita tapi kalau premi naik kan budget juga akan naik," jawab Jokowi.
Menurut dia, diperlukan pembenahan sistem KJS. "Untuk sistem yang berjalan itu biasa, koreksi perlu diperbaiki, perlu dibenahi itu biasa. Ini bukan pada sistemnya tapi pada 1, 2, 3 tadi itu," kata Jokowi.
Sumber :
detik.com
Gerindra: Elektabilitas Jokowi Tinggi Karena Kinerjanya Bagus
Partai Gerindra angkat bicara terkait melonjaknya elektabilitas gubernur
DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Gerindra melihat lonjakan
elektabilitas Jokowi sangat terkait dengan kinerjanya.
"Wajar saja kalau survei Jokowi tinggi karena sedang menjabat dan aktif menjalankan tugasnya. Sejauh ini kinerjanya bagus dan selalu diliput media," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, Senin (20/5/2013).
Fenomena Jokowi memang belum berakhir. Elektabilitas Jokowi terus meroket. Di survei terakhir bahkan Jokowi mengungguli elektabilitas capres Gerindra Prabowo Subianto.
Namun Gerindra yakin Prabowo akan memenangi Pilpres 2014. Sejauh ini serangan udara yang digencarkan Prabowo dirasa cukup efektif dan menempatkan Prabowo sebagai capres paling top versi internal Gerindra.
'Serangan udara' di berbagai media ini akan digulirkan sampai Pilpres 2014. Diharapkan Gerindra sukses mengantar Prabowo ke kursi RI 1 yang dicita-citakan sejak Pilpres 2009 lalu.
"'Serangan udara' sampai Pemilu, kita harapkan bisa menyampaikan pesan dan sikap Gerindra dan Pak Prabowo di berbagai hal," tegas Fadli.
Sumber :
detik.com
"Wajar saja kalau survei Jokowi tinggi karena sedang menjabat dan aktif menjalankan tugasnya. Sejauh ini kinerjanya bagus dan selalu diliput media," kata Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon, Senin (20/5/2013).
Fenomena Jokowi memang belum berakhir. Elektabilitas Jokowi terus meroket. Di survei terakhir bahkan Jokowi mengungguli elektabilitas capres Gerindra Prabowo Subianto.
Namun Gerindra yakin Prabowo akan memenangi Pilpres 2014. Sejauh ini serangan udara yang digencarkan Prabowo dirasa cukup efektif dan menempatkan Prabowo sebagai capres paling top versi internal Gerindra.
'Serangan udara' di berbagai media ini akan digulirkan sampai Pilpres 2014. Diharapkan Gerindra sukses mengantar Prabowo ke kursi RI 1 yang dicita-citakan sejak Pilpres 2009 lalu.
"'Serangan udara' sampai Pemilu, kita harapkan bisa menyampaikan pesan dan sikap Gerindra dan Pak Prabowo di berbagai hal," tegas Fadli.
Sumber :
detik.com
Demokrat: KJS Jokowi Belum Siap
Sebanyak 16 rumah sakit swasta di DKI Jakarta akhirnya memutuskan untuk
keluar dari sistem pelayanan program Kartu Jakarta Sehat (KJS).
Mundurnya RS swasta ini sudah diprediksi karena memang profit oriented.
"Ini hak mereka. Rumah sakit swasta pun jelas profit oriented. Sejak kapan mereka punya kewajiban moril kepada siapa pun?" tutur dr Nova Riyanti Yusuf, anggota Komisi Kesehatan DPR dari PD yang juga seorang dokter jiwa ini.
Hal itu disampaikan dokter cantik yang akrab disapa Noriyu itu dalam acara peluncuran unit mobil Mental Health Service di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2013),
Menurutnya, reaksi ke-16 RS swasta tersebut wajar adanya. Ia berpendapat bahwa KJS yang disosialissasikan dan diimplementasikan terlalu dini.
"Segala sesuatu yang tidak disosialisasikan tapi segera diimplementasikan akan membuat shock nantinya. Jadi saya pikir ini reaksi wajar. Awalnya rumah sakit itu kan sudah menyetujui. Tapi setelah menjalankan, ternyata mereka menemukan kesulitan," ujarnya.
Lebih lanjut lagi, Noriyu mengatakan bahwa ke-16 rumah sakit tersebut pasti sudah berani mengambil langkah karena tidak ada pilihan lain. Sebab pihak rumah sakit pasti memperhitungkan bahwa tidak mungkin tetap bisa beroperasi dengan memangkas prosedur operasional atau gaji dokter.
"Saya sudah prediksi akan jadi seperti ini, saya tidak sangka rumah sakit ini berani untuk mundur. Saya sudah bilang ini pasti kacau, ternyata benar kan? 16 rumah sakit mundur," ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai penanggung jawab dan penggagas program KJS seharusnya berlapang dada mengakui bahwa program ini belum siap.
"Kalau memang KJS belum siap, ya Pak Jokowi harus legowo mengatakan bahwa itu memang belum siap. Karena kalau kita lihat pada BPJS, itu berapa lama disiapkan PP-nya, kemudian berapa lama sosialisasinya di masyarakat dilakukan. Jadi tidak bisa kalau suatu program seperti KJS ini ujug-ujug diluncurkan tanpa MoU dari rumah sakit yang bersangkutan apa saja," tutur Noriyu yang saat Pilkada DKI menjadi juru bicara tim kampanye Foke-Nara.
Sumber :
detik.com
"Ini hak mereka. Rumah sakit swasta pun jelas profit oriented. Sejak kapan mereka punya kewajiban moril kepada siapa pun?" tutur dr Nova Riyanti Yusuf, anggota Komisi Kesehatan DPR dari PD yang juga seorang dokter jiwa ini.
Hal itu disampaikan dokter cantik yang akrab disapa Noriyu itu dalam acara peluncuran unit mobil Mental Health Service di GOR Bulungan, Jakarta Selatan, Senin (20/5/2013),
Menurutnya, reaksi ke-16 RS swasta tersebut wajar adanya. Ia berpendapat bahwa KJS yang disosialissasikan dan diimplementasikan terlalu dini.
"Segala sesuatu yang tidak disosialisasikan tapi segera diimplementasikan akan membuat shock nantinya. Jadi saya pikir ini reaksi wajar. Awalnya rumah sakit itu kan sudah menyetujui. Tapi setelah menjalankan, ternyata mereka menemukan kesulitan," ujarnya.
Lebih lanjut lagi, Noriyu mengatakan bahwa ke-16 rumah sakit tersebut pasti sudah berani mengambil langkah karena tidak ada pilihan lain. Sebab pihak rumah sakit pasti memperhitungkan bahwa tidak mungkin tetap bisa beroperasi dengan memangkas prosedur operasional atau gaji dokter.
"Saya sudah prediksi akan jadi seperti ini, saya tidak sangka rumah sakit ini berani untuk mundur. Saya sudah bilang ini pasti kacau, ternyata benar kan? 16 rumah sakit mundur," ujarnya.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai penanggung jawab dan penggagas program KJS seharusnya berlapang dada mengakui bahwa program ini belum siap.
"Kalau memang KJS belum siap, ya Pak Jokowi harus legowo mengatakan bahwa itu memang belum siap. Karena kalau kita lihat pada BPJS, itu berapa lama disiapkan PP-nya, kemudian berapa lama sosialisasinya di masyarakat dilakukan. Jadi tidak bisa kalau suatu program seperti KJS ini ujug-ujug diluncurkan tanpa MoU dari rumah sakit yang bersangkutan apa saja," tutur Noriyu yang saat Pilkada DKI menjadi juru bicara tim kampanye Foke-Nara.
Sumber :
detik.com
Pengamat: Jokowi Berbeda Dengan Pejabat Lain
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dinilai pengamat Komunikasi Publik
dari Universitas Indonesia (UI), Devie Rahmawati, berbeda dari pejabat
lainnya.
Penilaian itu tak lepas dari sosok Jokowi yang disebut Devie tak banyak berkomentar layaknya pengamat. Devie mencontohkan, untuk kasus relokasi warga bantaran waduk Pluit. Paling tidak, Devie melihat jokowi sudah cukup berani mengambil keputusan dengan merelokasi warga dengan berbagai risiko.
"Terkecuali Jokowi, dia tidak jadi pengamat seperti yang lainnya," kata Devie ketika dihubungi ROL, Senin (20/5/2013)
Justru Devie menyayangkan, sikap pejabat lain yang bisanya hanya melempar polemik publik dengan bersikap sebagai pengamat. Jika ada masalah konstalasi dialog publik, menurutnya adalah hal yang wajar dalam iklim demokrasi di Indonesia. "Kalau tidak ingin ada rakyat protes, mending kita kembali ke masa tirani yang lalu," tuturnya.
Sebenarnya dalam iklim demokrasi sangat sulit membungkam aspirasi publik yang ada. Publik terbagi atas tiga kelompok, yaitu setuju, tidak setuju dan netral. Ini tergantung derajat kepentingan masing-masing. Yang netral masuk ke dalam golongan yang tidak memiliki kepentingan apa-apa, dan bahkan tidak peduli.
Mereka yang netral, tutur Devie, biasanya tidak memiliki persinggungan langsung dengan pemerintah. Berbeda dengan publik yang setuju atau tidak setuju, mereka punya persinggungan langsung dengan kebijakan tersebut
Sementara Jokowi, dalam berbagai kebijakan sudah berani mengambil keputusan. Jokowi dinilai Devie dapat mengentaskan kebijakan tersebut dengan menjalankannya. Selain itu, dalam pengamatannya, Jokowi juga memberikan alasan dan sudah menyiapkan berbagai keperluan untuk kebijakan tersebut.
Jokowi tidak menjadi seorang pengamat seperti yang dilakukan pejabat publik yang lainnya yang justru sangat menyesatkan ketika menjadi pengamat. "Yang seharusnya penjabat tersebut menjalankan kebijakan itu," katanya mengakhiri.
Sumber :
republika.co.id
Penilaian itu tak lepas dari sosok Jokowi yang disebut Devie tak banyak berkomentar layaknya pengamat. Devie mencontohkan, untuk kasus relokasi warga bantaran waduk Pluit. Paling tidak, Devie melihat jokowi sudah cukup berani mengambil keputusan dengan merelokasi warga dengan berbagai risiko.
"Terkecuali Jokowi, dia tidak jadi pengamat seperti yang lainnya," kata Devie ketika dihubungi ROL, Senin (20/5/2013)
Justru Devie menyayangkan, sikap pejabat lain yang bisanya hanya melempar polemik publik dengan bersikap sebagai pengamat. Jika ada masalah konstalasi dialog publik, menurutnya adalah hal yang wajar dalam iklim demokrasi di Indonesia. "Kalau tidak ingin ada rakyat protes, mending kita kembali ke masa tirani yang lalu," tuturnya.
Sebenarnya dalam iklim demokrasi sangat sulit membungkam aspirasi publik yang ada. Publik terbagi atas tiga kelompok, yaitu setuju, tidak setuju dan netral. Ini tergantung derajat kepentingan masing-masing. Yang netral masuk ke dalam golongan yang tidak memiliki kepentingan apa-apa, dan bahkan tidak peduli.
Mereka yang netral, tutur Devie, biasanya tidak memiliki persinggungan langsung dengan pemerintah. Berbeda dengan publik yang setuju atau tidak setuju, mereka punya persinggungan langsung dengan kebijakan tersebut
Sementara Jokowi, dalam berbagai kebijakan sudah berani mengambil keputusan. Jokowi dinilai Devie dapat mengentaskan kebijakan tersebut dengan menjalankannya. Selain itu, dalam pengamatannya, Jokowi juga memberikan alasan dan sudah menyiapkan berbagai keperluan untuk kebijakan tersebut.
Jokowi tidak menjadi seorang pengamat seperti yang dilakukan pejabat publik yang lainnya yang justru sangat menyesatkan ketika menjadi pengamat. "Yang seharusnya penjabat tersebut menjalankan kebijakan itu," katanya mengakhiri.
Sumber :
republika.co.id
Kalah Top dari Jokowi, Ical Terus Gencarkan 'Serangan Udara'
Hampir setiap hari Ketua Umum Partai Golkar Aburial (Ical) menebar
'serangan udara' sebagai salah satu kandidat capres. Namun elektabilitas
Ical belum juga meroket, bahkan masih tertinggal dari gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Namun Ical belum menyerah.
"Serangan udara tidak akan berhenti sampai tujuan tercapai," kata Wasekjen Partai Golkar Nurul Arifin, Senin (20/5/2013).
Di sejumlah survei capres, Ical hanya menempati jajaran 5 besar capres. Sementara Golkar memuncaki survei parpol jika Pemilu digelar saat ini. Golkar berupaya elektabilitas Ical ikut terdongkrak.
"Kita bekerja terus, survei masih di kisaran tiga besar terus. Itu kan peluang," kata Nurul.
Golkar sendiri memprediksi hanya akan ada maksimal 5 pasang capres di Pilpres 2014. "Toh capresnya kami prediksikan tidak akan lebih dari lima pasang. Kami percaya kerja keras pasti membuahkan hasil yang bagus," tegasnya.
Selain Ical, sejumlah kandidat capres lain juga terus melancarkan 'serangan udara'. Seperti capres Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Hanura Wiranto, Mahfud MD, Dahlan Iskan, Gita Wirjawan, hingga Marzuki Alie. Sementara Jokowi yang terus memuncaki survei capres belum ingin memikirkan peluangnya di Pilpres 2014.
Sumber :
detik.com
"Serangan udara tidak akan berhenti sampai tujuan tercapai," kata Wasekjen Partai Golkar Nurul Arifin, Senin (20/5/2013).
Di sejumlah survei capres, Ical hanya menempati jajaran 5 besar capres. Sementara Golkar memuncaki survei parpol jika Pemilu digelar saat ini. Golkar berupaya elektabilitas Ical ikut terdongkrak.
"Kita bekerja terus, survei masih di kisaran tiga besar terus. Itu kan peluang," kata Nurul.
Golkar sendiri memprediksi hanya akan ada maksimal 5 pasang capres di Pilpres 2014. "Toh capresnya kami prediksikan tidak akan lebih dari lima pasang. Kami percaya kerja keras pasti membuahkan hasil yang bagus," tegasnya.
Selain Ical, sejumlah kandidat capres lain juga terus melancarkan 'serangan udara'. Seperti capres Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Hanura Wiranto, Mahfud MD, Dahlan Iskan, Gita Wirjawan, hingga Marzuki Alie. Sementara Jokowi yang terus memuncaki survei capres belum ingin memikirkan peluangnya di Pilpres 2014.
Sumber :
detik.com
Jokowi, Tegurlah Ahok...
Pernyataan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama selama
terkait penolakan warga Muara Baru untuk direlokasi dinilai malah
memperkeruh suasana proses penataan Waduk Pluit. Gubernur DKI Jakarta
Joko Widodo diminta untuk menegur wakilnya itu.
"Pak Wagub mestinya bisa menahan diri dulu untuk memberi komentar dan reaksi negatif masyarakat di sana. Yang terjadi sekarang, kita malah terjebak perseteruan tersebut," kata pengamat perkotaan Nirwono Joga saat dihubungi wartawan, Senin (20/5/2013).
Dia mendorong Jokowi lebih rutin memberikan teguran kepada Basuki agar lebih arif dalam memberikan pernyataan kepada publik. Dalam hal ini, perlu ketegasan Jokowi sebagai Gubernur DKI untuk menegur bawahannya, sehingga upaya relokasi dan normalisasi cepat terwujud.
"Gubernur harus memberikan teguran, minimal teguran halus kepada Wagub agar tidak memperkeruh suasana dengan pernyataan beliau yang kontraproduktif dengan Komnas HAM atau dengan kelompok warga," kata Akademisi Universitas Trisakti itu.
Ia juga berharap Jokowi membagi tugas yang jelas antara dirinya dengan Basuki. Hal tersebut dilakukan agar keduanya dapat fokus menyelesaikan permasalah Ibu Kota.
Urusan penyelesaian eksternal seperti memenuhi panggilan Komnas HAM, kata dia, lebih baik ditangani oleh Gubernur. Sedangkan urusan internal birokrasi ke dalam dipegang oleh Wagub. Contohnya, dengan mengefektifkan peran lurah-camat di daerah Waduk Pluit untuk melakukan sosialisasi warga.
Nirwono melanjutkan, lurah dan camat sebagai penguasa wilayah sebagai pihak yang paling banyak memberikan masukan dalam penyelesaian permasalahan tersebut. "Itu tugas Wagub, kalau enggak kerja baik, dengan adanya lelang jabatan, Wagub bisa langsung ganti dan tunjuk lurah-camat baru yang bisa kerja dengan baik," ujar Nirwono.
Sumber :
kompas.com
"Pak Wagub mestinya bisa menahan diri dulu untuk memberi komentar dan reaksi negatif masyarakat di sana. Yang terjadi sekarang, kita malah terjebak perseteruan tersebut," kata pengamat perkotaan Nirwono Joga saat dihubungi wartawan, Senin (20/5/2013).
Dia mendorong Jokowi lebih rutin memberikan teguran kepada Basuki agar lebih arif dalam memberikan pernyataan kepada publik. Dalam hal ini, perlu ketegasan Jokowi sebagai Gubernur DKI untuk menegur bawahannya, sehingga upaya relokasi dan normalisasi cepat terwujud.
"Gubernur harus memberikan teguran, minimal teguran halus kepada Wagub agar tidak memperkeruh suasana dengan pernyataan beliau yang kontraproduktif dengan Komnas HAM atau dengan kelompok warga," kata Akademisi Universitas Trisakti itu.
Ia juga berharap Jokowi membagi tugas yang jelas antara dirinya dengan Basuki. Hal tersebut dilakukan agar keduanya dapat fokus menyelesaikan permasalah Ibu Kota.
Urusan penyelesaian eksternal seperti memenuhi panggilan Komnas HAM, kata dia, lebih baik ditangani oleh Gubernur. Sedangkan urusan internal birokrasi ke dalam dipegang oleh Wagub. Contohnya, dengan mengefektifkan peran lurah-camat di daerah Waduk Pluit untuk melakukan sosialisasi warga.
Nirwono melanjutkan, lurah dan camat sebagai penguasa wilayah sebagai pihak yang paling banyak memberikan masukan dalam penyelesaian permasalahan tersebut. "Itu tugas Wagub, kalau enggak kerja baik, dengan adanya lelang jabatan, Wagub bisa langsung ganti dan tunjuk lurah-camat baru yang bisa kerja dengan baik," ujar Nirwono.
Sumber :
kompas.com
Jokowi-Ahok Rapat Bahas Penggusuran
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan akan
membahas lebih lanjut terkait rencana penggusuran rumah warga Kampung
Sumur, Buaran, Jakarta Timur, atau dikenal juga dengan Kampung Madura.
"Ini mau dirapatkan dengan Pak Gubernur," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (20/5/2013).
Lebih lanjut, Basuki menjelaskan kalau warga tidak boleh asal menduduki tanah milik orang lain. Terlebih apabila bangunan itu tidak mendapatkan izin, maka akan digusur oleh pihak Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI.
"Bangunlah di tanah negara, nanti anda dapat uang ganti rugi. Itu pelajaran yang salah," tegas mantan Bupati Belitung Timur itu.
Untuk diketahui sebelumnya, warga Kampung Madura, yang terancam digusur melakukan aksi memblokade Koridor XI rute Kampung Melayu-Pulo Gebang agar suara mereka didengar. Pemblokadean dilakukan warga sejak pukul 07.30 WIB, Sabtu (18/5/2013) lalu, dengan memaksa kendaraan roda empat berhenti, tepat di depan kantor PMI Jakarta Timur, Jalan I Gusti Ngurah Rai.
Kendaraan roda empat, termasuk bus transjakarta, bannya mereka kempeskan. Sehingga membuat kemacetan cukup panjang. Setelah dijanjikan akan berdialog dengan Wali Kota Jakarta Timur dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, warga membubarkan diri.
Menurut perwakilan warga Kampung Sumur, H Mukhlis, aksi berawal karena PT Graha Cipta Karisma tiba-tiba meminta warga untuk segera meninggalkan tanah yang selama ini mereka tinggali. Namun, warga tidak pernah diajak berdialog. Tanah yang mereka tempati tersebut, menurut Mukhlis, statusnya berdasarkan putusan PK dari MA kembali ke nol, tidak ada putusan milik pihak tertentu.
Sumber :
kompas.com
"Ini mau dirapatkan dengan Pak Gubernur," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (20/5/2013).
Lebih lanjut, Basuki menjelaskan kalau warga tidak boleh asal menduduki tanah milik orang lain. Terlebih apabila bangunan itu tidak mendapatkan izin, maka akan digusur oleh pihak Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI.
"Bangunlah di tanah negara, nanti anda dapat uang ganti rugi. Itu pelajaran yang salah," tegas mantan Bupati Belitung Timur itu.
Untuk diketahui sebelumnya, warga Kampung Madura, yang terancam digusur melakukan aksi memblokade Koridor XI rute Kampung Melayu-Pulo Gebang agar suara mereka didengar. Pemblokadean dilakukan warga sejak pukul 07.30 WIB, Sabtu (18/5/2013) lalu, dengan memaksa kendaraan roda empat berhenti, tepat di depan kantor PMI Jakarta Timur, Jalan I Gusti Ngurah Rai.
Kendaraan roda empat, termasuk bus transjakarta, bannya mereka kempeskan. Sehingga membuat kemacetan cukup panjang. Setelah dijanjikan akan berdialog dengan Wali Kota Jakarta Timur dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, warga membubarkan diri.
Menurut perwakilan warga Kampung Sumur, H Mukhlis, aksi berawal karena PT Graha Cipta Karisma tiba-tiba meminta warga untuk segera meninggalkan tanah yang selama ini mereka tinggali. Namun, warga tidak pernah diajak berdialog. Tanah yang mereka tempati tersebut, menurut Mukhlis, statusnya berdasarkan putusan PK dari MA kembali ke nol, tidak ada putusan milik pihak tertentu.
Sumber :
kompas.com
Tiba-tiba, Sutiyoso Datangi Jokowi
Mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso tiba-tiba datang ke Balai Kota.
Dia menyarankan Gubernur Joko Widodo (Jokowi) membentuk sebuah yayasan
yang bergerak di bidang penyaluran beasiswa.
Saran ini diberikan mengingat pelaksanaan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang selama ini tidak menyentuh jenjang pendidikan tinggi.
"Sekarang sudah ada KJP. Kita sarankan ke gubernur lebih baik membentuk yayasan beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa yang berprestasi tetapi dari keluarga miskin. Sementara yang SMA ke bawah supaya dicover ke KJP," ujar Sutiyoso usai bertemu Jokowi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (20/5/2013).
Sutiyoso mengatakan, saran pembentukan yayasan beasiswa ini didasarkan pada kemungkinan adanya tumpang tindih dalam pelaksanaan KJP. Selain itu, juga dimaksudkan agar KJP dapat berjalan dengan lebih tepat sasaran.
"Supaya tidak ada overlap. Nanti bisa double, makanya kita sarankan dipisah-pisah saja," kata Sutiyoso.
Selanjutnya, terang Sutiyoso, pembentukan yayasan beasiswa itu dapat membantu banyak mahasiswa. Selain itu, program ini juga akan dapat meningkatkan citra Jakarta.
"Ada 11 ribu mahasiswa,tapi itu perlu seleksi. Program itu juga membawa nama baik bagi DKI di forum internasional maupun nasional," ujar dia.
Selama Pilgub lalu, Sutiyoso dikenal sebagai pendukung Fauzi Bowo, rival Jokowi. Sutiyoso juga kerap mengritik Jokowi.
Sumber :
merdeka.com
Saran ini diberikan mengingat pelaksanaan program Kartu Jakarta Pintar (KJP) yang selama ini tidak menyentuh jenjang pendidikan tinggi.
"Sekarang sudah ada KJP. Kita sarankan ke gubernur lebih baik membentuk yayasan beasiswa ini ditujukan bagi mahasiswa yang berprestasi tetapi dari keluarga miskin. Sementara yang SMA ke bawah supaya dicover ke KJP," ujar Sutiyoso usai bertemu Jokowi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (20/5/2013).
Sutiyoso mengatakan, saran pembentukan yayasan beasiswa ini didasarkan pada kemungkinan adanya tumpang tindih dalam pelaksanaan KJP. Selain itu, juga dimaksudkan agar KJP dapat berjalan dengan lebih tepat sasaran.
"Supaya tidak ada overlap. Nanti bisa double, makanya kita sarankan dipisah-pisah saja," kata Sutiyoso.
Selanjutnya, terang Sutiyoso, pembentukan yayasan beasiswa itu dapat membantu banyak mahasiswa. Selain itu, program ini juga akan dapat meningkatkan citra Jakarta.
"Ada 11 ribu mahasiswa,tapi itu perlu seleksi. Program itu juga membawa nama baik bagi DKI di forum internasional maupun nasional," ujar dia.
Selama Pilgub lalu, Sutiyoso dikenal sebagai pendukung Fauzi Bowo, rival Jokowi. Sutiyoso juga kerap mengritik Jokowi.
Sumber :
merdeka.com
Minggu, 19 Mei 2013
Jokowi Capres Gerindra 2019
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dalam berbagai hasil survei
menjadi kandidat calon presiden dengan popularitas dan elektabilitas
tertinggi. Hal ini pun membuat Partai Gerindra melirik sosok mantan Wali
Kota Solo itu. Tak tanggung-tanggung, Partai Gerindra pun siap
mengusung Jokowi menjadi capres pada Pemilihan Presiden 2019.
"Gerindra berencana akan mencalonkan Jokowi pada Pilpres 2019, menggantikan Prabowo Subianto yang akan jadi capres Gerindra pada tahun 2014 nanti," ujar anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat saat dihubungi Minggu (19/5/2013).
Martin mengungkapkan, Pemilu 2014 bukanlah momentum yang tepat bagi Jokowi untuk maju sebagai capres. Saat ini, Jokowi, kata Martin, lebih baik melakukan kerjanya sebagai gubernur di Ibu Kota. Jika berhasil, Jokowi bisa menjadikannya sebagai modal pencalonan sebagai Presiden 2019.
"Keberhasilan Jokowi menjadi presiden yang akan datang sangat ditentukan waktu yang tepat kapan Jokowi akan dicalonkan sebagai capres. Kalau waktunya dicalonkan tidak tepat, akan merugikan Jokowi sendiri," ucap Martin.
Anggota Komisi III DPR itu berpendapat Jokowi masih perlu belajar mengenal karakteristik masyarakat Indonesia. PIlkada DKI Jakarta, lanjut Martin, masih tidak serumit perhelatan Pilpres.
"Jadi, Jokowi manfaatkan saja waktu 4,5 tahun ini untuk lebih banyak belajar kemajemukan Indonesia," katanya.
Sumber :
kompas.com
"Gerindra berencana akan mencalonkan Jokowi pada Pilpres 2019, menggantikan Prabowo Subianto yang akan jadi capres Gerindra pada tahun 2014 nanti," ujar anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat saat dihubungi Minggu (19/5/2013).
Martin mengungkapkan, Pemilu 2014 bukanlah momentum yang tepat bagi Jokowi untuk maju sebagai capres. Saat ini, Jokowi, kata Martin, lebih baik melakukan kerjanya sebagai gubernur di Ibu Kota. Jika berhasil, Jokowi bisa menjadikannya sebagai modal pencalonan sebagai Presiden 2019.
"Keberhasilan Jokowi menjadi presiden yang akan datang sangat ditentukan waktu yang tepat kapan Jokowi akan dicalonkan sebagai capres. Kalau waktunya dicalonkan tidak tepat, akan merugikan Jokowi sendiri," ucap Martin.
Anggota Komisi III DPR itu berpendapat Jokowi masih perlu belajar mengenal karakteristik masyarakat Indonesia. PIlkada DKI Jakarta, lanjut Martin, masih tidak serumit perhelatan Pilpres.
"Jadi, Jokowi manfaatkan saja waktu 4,5 tahun ini untuk lebih banyak belajar kemajemukan Indonesia," katanya.
Sumber :
kompas.com
Makin Diserang, Jokowi Makin Mantap
Banyaknya kampanye negatif dan serangkaian upaya menjatuhkan
kredibilitas Joko Widodo di mata publik justru akan semakin meningkatkan
elektabilitas Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Jokowi tersebut. Terlebih lagi saat ini sudah mendekati agenda pemilihan umum.
"Kampanye negatif ke Jokowi akan berdampak pada makin tingginya elektabilitas Jokowi," kata Eva Kusuma Sundari, Politisi PDI Perjuangan, kepada Tribunnews.com, Minggu (19/5/2013).
Eva mengatakan, kini rakyat sudah tidak mudah lagi terperdaya akan adanya isu-isu negatif mengenai Jokowi. Rakyat sudah bisa melihat mana yang tulus dan mana yang palsu. "Rakyat sudah pintar dan makin suka yang sederhana, tidak banyak bicara dan menjatuhkan lawan," katanya.
Eva menuturkan, PDI Perjuangan sangat bangga rakyat secara beruntun menentukan kader PDIP, Jokowi dan ketua umum sebagai capres yang rankingnya tinggi potensial terpilih pada kondisi apa adanya tanpa rekayasa.
Meski meyakini akan adanya harapan cerah di pundak Jokowi, namun PDI Perjuangan hingga saat ini sama sekali belum memikirkan soal pemilihan presiden. Mereka lebih memilih berkonsentrasi meraup suara sebanyak mungkin pada pemilihan legislatif.
"Tapi posisi PDIP tetap, fokus ke pemenangan pileg dulu, karena strategi yang demikian akan berdampak ke penguatan pilpres juga," ujarnya.
Sebelumnya, Partai Demokrat menilai Jokowi secara etika tidak pantas maju menjadi calon presiden pada 2014 mendatang. Alasannya, tugas yang diemban sebagai Gubernur DKI Jakarta belum tuntas.
Ditambah lagi, banyaknya persoalan ibukota seperti banjir, kemacetan yang hingga kini masih belum teratasi dengan baik.
Pernyataan serupa juga dilontarkan Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul. Bahkan, ia secara gamblang menyebut bahwa Wali Kota tukang mebel tidak pantas jadi presiden.
"Masih ada yang jagoin? hancur begitu. Itu survei dulu, sekarang lihat jalan makin macet, banjir dimana-mana, sudah enggak pantas dia jadi Presiden. Gimana jadi Wali Kota Solo saja gagal, tukang mebel mau jadi capres," kata Ruhut.
Sumber :
tribunnews.com
"Kampanye negatif ke Jokowi akan berdampak pada makin tingginya elektabilitas Jokowi," kata Eva Kusuma Sundari, Politisi PDI Perjuangan, kepada Tribunnews.com, Minggu (19/5/2013).
Eva mengatakan, kini rakyat sudah tidak mudah lagi terperdaya akan adanya isu-isu negatif mengenai Jokowi. Rakyat sudah bisa melihat mana yang tulus dan mana yang palsu. "Rakyat sudah pintar dan makin suka yang sederhana, tidak banyak bicara dan menjatuhkan lawan," katanya.
Eva menuturkan, PDI Perjuangan sangat bangga rakyat secara beruntun menentukan kader PDIP, Jokowi dan ketua umum sebagai capres yang rankingnya tinggi potensial terpilih pada kondisi apa adanya tanpa rekayasa.
Meski meyakini akan adanya harapan cerah di pundak Jokowi, namun PDI Perjuangan hingga saat ini sama sekali belum memikirkan soal pemilihan presiden. Mereka lebih memilih berkonsentrasi meraup suara sebanyak mungkin pada pemilihan legislatif.
"Tapi posisi PDIP tetap, fokus ke pemenangan pileg dulu, karena strategi yang demikian akan berdampak ke penguatan pilpres juga," ujarnya.
Sebelumnya, Partai Demokrat menilai Jokowi secara etika tidak pantas maju menjadi calon presiden pada 2014 mendatang. Alasannya, tugas yang diemban sebagai Gubernur DKI Jakarta belum tuntas.
Ditambah lagi, banyaknya persoalan ibukota seperti banjir, kemacetan yang hingga kini masih belum teratasi dengan baik.
Pernyataan serupa juga dilontarkan Politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul. Bahkan, ia secara gamblang menyebut bahwa Wali Kota tukang mebel tidak pantas jadi presiden.
"Masih ada yang jagoin? hancur begitu. Itu survei dulu, sekarang lihat jalan makin macet, banjir dimana-mana, sudah enggak pantas dia jadi Presiden. Gimana jadi Wali Kota Solo saja gagal, tukang mebel mau jadi capres," kata Ruhut.
Sumber :
tribunnews.com
Golkar Pandang Sebelah Mata Capres Jokowi
Partai Golkar sama sekali tidak memperhitungkan sosok Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo meski popularitas dan elektabilitasnya sebagai
kandidat calon presiden melesak. Jokowi dianggap bukan lawan, apalagi
kandidat pasangan duet dengan calon presiden dari Partai Golkar Aburizal
Bakrie.
"Jokowi itu tidak masuk dalam hitungan kami," ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Ade Komarudin di sela-sela acara Rapimnas SOKSI di Hotel Grand Sahid Jaya, Minggu (19/5/2013).
Ade menuturkan bahwa sosok Jokowi belum menjadi perhitungan partainya lantaran Jokowi belum pasti akan maju sebagai capres. "Pencalonan Jokowi kan tergantung partainya. Kita lihat keputusan Mbak Mega (Ketum PDI-Perjuangan) apa," ujarnya.
Ade mengaku partai Golkar pun tidak pernah membahas rencana menduetkan calon presiden dari partainya Aburizal "Ical" Bakrie dengan Jokowi. Penunjukkan calon wakil presiden, kata Ade, akan menjadi wewenang Ical.
"Kami juga tidak melihat dia Jawa atau bukan. Sudah seharusnya unsur-unsur primordialisme ditinggalkan. Buktinya, Amerika Serikat presidennya kulit hitam, jadi tidak relevan lagi bicara suku," ungkap ketua umum SOKSI ini.
Di dalam sejumlah survei, nama Jokowi terus menyodok di peringkat teratas sebagai kandidat calon presiden yang dikehendaki rakyat. Popularitas Jokowi dinilai sebagai faktor utama membuat masyarakat memilih mantan Wali Kota Solo itu. Terakhir, survei yang dilakukan Media Survei Nasional (Median) pada 28 April sampai 6 Mei. Dalam survei tersebut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo masih menjadi capres paling populer.
Survei ini mengambil 1600 responden berusia di atas 17 tahun. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin eror sebesar 2,5 persen.
Sumber :
kompas.com
"Jokowi itu tidak masuk dalam hitungan kami," ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Ade Komarudin di sela-sela acara Rapimnas SOKSI di Hotel Grand Sahid Jaya, Minggu (19/5/2013).
Ade menuturkan bahwa sosok Jokowi belum menjadi perhitungan partainya lantaran Jokowi belum pasti akan maju sebagai capres. "Pencalonan Jokowi kan tergantung partainya. Kita lihat keputusan Mbak Mega (Ketum PDI-Perjuangan) apa," ujarnya.
Ade mengaku partai Golkar pun tidak pernah membahas rencana menduetkan calon presiden dari partainya Aburizal "Ical" Bakrie dengan Jokowi. Penunjukkan calon wakil presiden, kata Ade, akan menjadi wewenang Ical.
"Kami juga tidak melihat dia Jawa atau bukan. Sudah seharusnya unsur-unsur primordialisme ditinggalkan. Buktinya, Amerika Serikat presidennya kulit hitam, jadi tidak relevan lagi bicara suku," ungkap ketua umum SOKSI ini.
Di dalam sejumlah survei, nama Jokowi terus menyodok di peringkat teratas sebagai kandidat calon presiden yang dikehendaki rakyat. Popularitas Jokowi dinilai sebagai faktor utama membuat masyarakat memilih mantan Wali Kota Solo itu. Terakhir, survei yang dilakukan Media Survei Nasional (Median) pada 28 April sampai 6 Mei. Dalam survei tersebut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo masih menjadi capres paling populer.
Survei ini mengambil 1600 responden berusia di atas 17 tahun. Survei dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan margin eror sebesar 2,5 persen.
Sumber :
kompas.com
Sebut Jokowi Tak Pantas, Ucapan Ruhut Cuma "Psywar"
Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, Gun Gun Heryanto
menilai pernyataan politisi Partai Demokrat Ruhut Sitompul tentang
nilai jual Joko Widodo sebagai calon Presiden (capres) tidak sesuai
dengan fakta politik yang ada.
Menurutnya, Gubernur DKI Jakarta itu tetap mampu bersaing dengan kandidat capres lainnya.
"Komentar seperti itu sudah biasa dilakukan oleh Ruhut. Saya kira publik tidak kaget, dan saya kira Jokowi tetap memiliki nilai jual lebih dibanding kandidat (capres) yang ada saat ini. Ucapan Ruhut cuma sekadar psywar," kata Gun Gun saat dihubungi pada Minggu (19/5/2013).
Untuk diketahui, Ruhut Sitompul menilai sosok Joko Widodo tak pantas menjadi capres. Alasannya, selain dianggap hanya sebagai tukang mebel, Ruhut juga menganggap Jokowi gagal membenahi Jakarta. Ruhut menuding mantan Wali Kota Surakarta itu hanya sibuk melakukan pencitraan di media massa.
Menurut Gun Gun, pendapat Ruhut itu keliru. Salah satu indikator ilmiahnya adalah sejumlah hasil survei yang memosisikan Jokowi sebagai kandidat capres paling favorit. Bahkan melebihi tokoh-tokoh nasional seperti Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri.
Baginya, saat ini Jokowi merupakan magnet politik nasional. Baik dari faktor kesukaan, tingkat kesukaan, penerimaan, popularitas, dan keterpilihan dia sebagai seorang pemimpin. Jokowi dianggap Gun Gun sukses menjadi pemimpin berbeda dengan segala kebersahajaannya.
"Wajar kalau akan banyak partai yang menarik Jokowi untuk maju ke gelanggang pencapresan 2014. Tapi sebaiknya Jokowi fokus dulu mengelola Jakarta karena ekspektasi publik sangat tinggi. Jakarta akan jadi barometer kepemimpinan Jokowi, sekaligus menjadi semacam ujian apakah dia konsisten," ujarnya.
Sumber :
kompas.com
Menurutnya, Gubernur DKI Jakarta itu tetap mampu bersaing dengan kandidat capres lainnya.
"Komentar seperti itu sudah biasa dilakukan oleh Ruhut. Saya kira publik tidak kaget, dan saya kira Jokowi tetap memiliki nilai jual lebih dibanding kandidat (capres) yang ada saat ini. Ucapan Ruhut cuma sekadar psywar," kata Gun Gun saat dihubungi pada Minggu (19/5/2013).
Untuk diketahui, Ruhut Sitompul menilai sosok Joko Widodo tak pantas menjadi capres. Alasannya, selain dianggap hanya sebagai tukang mebel, Ruhut juga menganggap Jokowi gagal membenahi Jakarta. Ruhut menuding mantan Wali Kota Surakarta itu hanya sibuk melakukan pencitraan di media massa.
Menurut Gun Gun, pendapat Ruhut itu keliru. Salah satu indikator ilmiahnya adalah sejumlah hasil survei yang memosisikan Jokowi sebagai kandidat capres paling favorit. Bahkan melebihi tokoh-tokoh nasional seperti Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri.
Baginya, saat ini Jokowi merupakan magnet politik nasional. Baik dari faktor kesukaan, tingkat kesukaan, penerimaan, popularitas, dan keterpilihan dia sebagai seorang pemimpin. Jokowi dianggap Gun Gun sukses menjadi pemimpin berbeda dengan segala kebersahajaannya.
"Wajar kalau akan banyak partai yang menarik Jokowi untuk maju ke gelanggang pencapresan 2014. Tapi sebaiknya Jokowi fokus dulu mengelola Jakarta karena ekspektasi publik sangat tinggi. Jakarta akan jadi barometer kepemimpinan Jokowi, sekaligus menjadi semacam ujian apakah dia konsisten," ujarnya.
Sumber :
kompas.com
Jokowi Akan Solonisasi Jakarta
Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku sudah menyiapkan rencana menata pedagang
kaki lima di Jakarta seperti konsep yang dia lakukan di Solo saat masih
menjadi Walikota Surakarta.
Lima tahun lalu
Jokowi membuat konsep Festival Pasar Malam atau Night Market di Jalan
Diponegoro, Solo, di mana pedagang yang terseleksi mendapat tempat untuk
menjual barang dagangannya setiap malam Sabtu dan hari libur.
"Harus ada seleksinya," kata Jokowi di Surakarta, Minggu.
Seleksi
itu adalah memastikan pedagang yang akan masuk Festival Pasar Malam
bisa menyediakan air bersih untuk menjaga kebersihan lokasi dan buang
sampah pada tempatnya.
"Yang berhak untuk masuk ke dalam pasar itu juga yang memang punya KTP dan barangnya memang berkualitas," katanya.
Khusus untuk penjual makanan, Jokowi menyebutkan peserta harus bersedia diuji makanannya setiap enam bulan sekali.
"Jadi keamanan pembeli terjamin. Baik dari kesehatan makanan yang bebas dari bahan kimia," katanya.
Dia mengakui konsepnya ini mencontek negara tetangga. "Jujur. Saya nyontek dari Taiwan," katanya.
Sumber :
anataranews.com
anataranews.com
Kereta Uap Wisata DKI, Jokowi Segera Cek Rel di Kawasan Kota Tua
Kota Solo, Jawa Tengah, memiliki satu keunikan, yaitu sebuah kereta uap
yang masih beroperasi. Dikenal dengan nama Kereta Uap Sepur Kluthuk
Jaladara. Penghidupan kembali kereta yang digunakan untuk kunjungan
wisata itu dilaksanakan pada September 2009 lalu, saat Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjabat sebagai Walikota Solo.
Namun untuk menempatkan kereta uap di DKI Jakarta, masih diragukan oleh Jokowi. Salah satu alasannya yaitu tidak ada jalur rel kereta di tengah kota Jakarta. "Arahnya darimana? Relnya dari mana? Kan harus dipasang dulu. Ya tidak ada rel. Gimana?" ujar Jokowi di Solo, Minggu (19/5/2013).
Tetapi Jokowi mendapat kabar masih terdapat rel kereta di kawasan Kota Tua. Rencananya, Jokowi akan memeriksa kebenaran informasi keberadaan rel kereta di Kota Tua. "Itu mau saya lihat. Sesuai kondisi Kota Jakarta apa tidak? Karena (jalan Jakarta) padat, susah kereta wisata begitu," lanjur Jokowi lagi.
Kereta uap wisata di Solo, jelasnya, hanya beroperasi 4 kali dalam seminggu. Untuk setiap perjalanan, harga sewa kereta sebesar Rp 3,5 juta per kelompok. Bagi warga yang ingin naik dikenakan Rp 50 ribu per penumpang.
"Ini memang mahal. Sekali gerak Rp 7 juta. Kalau kita, Rp 3,5 juta, diskon hehehe. Tapi yang paling penting itu jadi icon kota," ujar Jokowi.
Ia juga bercerita, Pemkot Solo dulu mengambil lokomotif kereta dari Ambarawa, sedangkan gerbongnya dari Magelang dan Jakarta. Jokowi menambahkan biaya revitalisasi kereta uap yang berangkat dari Stasiun Purwasari mencapai sekitar Rp 1,2 juta. Kereta itu memiliki 2 gerbong dan dapat menampung 72 orang.
"Memang dulu di Solo, 300 tahun lalu ada kereta api, hilang lama, terus kita hidupkan lagi karena relnya masih ada. Kereta uapnya rusak, lalu diperbaiki oleh PT KAI. Waktu itu kita kerjasama. Itu sejak 5 tahun lalu. Memperbaiki lokomotif dan gerbong. Di solo sini gabung modern dan kuno," kata Jokowi.
Sumber :
liputan6.com
Namun untuk menempatkan kereta uap di DKI Jakarta, masih diragukan oleh Jokowi. Salah satu alasannya yaitu tidak ada jalur rel kereta di tengah kota Jakarta. "Arahnya darimana? Relnya dari mana? Kan harus dipasang dulu. Ya tidak ada rel. Gimana?" ujar Jokowi di Solo, Minggu (19/5/2013).
Tetapi Jokowi mendapat kabar masih terdapat rel kereta di kawasan Kota Tua. Rencananya, Jokowi akan memeriksa kebenaran informasi keberadaan rel kereta di Kota Tua. "Itu mau saya lihat. Sesuai kondisi Kota Jakarta apa tidak? Karena (jalan Jakarta) padat, susah kereta wisata begitu," lanjur Jokowi lagi.
Kereta uap wisata di Solo, jelasnya, hanya beroperasi 4 kali dalam seminggu. Untuk setiap perjalanan, harga sewa kereta sebesar Rp 3,5 juta per kelompok. Bagi warga yang ingin naik dikenakan Rp 50 ribu per penumpang.
"Ini memang mahal. Sekali gerak Rp 7 juta. Kalau kita, Rp 3,5 juta, diskon hehehe. Tapi yang paling penting itu jadi icon kota," ujar Jokowi.
Ia juga bercerita, Pemkot Solo dulu mengambil lokomotif kereta dari Ambarawa, sedangkan gerbongnya dari Magelang dan Jakarta. Jokowi menambahkan biaya revitalisasi kereta uap yang berangkat dari Stasiun Purwasari mencapai sekitar Rp 1,2 juta. Kereta itu memiliki 2 gerbong dan dapat menampung 72 orang.
"Memang dulu di Solo, 300 tahun lalu ada kereta api, hilang lama, terus kita hidupkan lagi karena relnya masih ada. Kereta uapnya rusak, lalu diperbaiki oleh PT KAI. Waktu itu kita kerjasama. Itu sejak 5 tahun lalu. Memperbaiki lokomotif dan gerbong. Di solo sini gabung modern dan kuno," kata Jokowi.
Sumber :
liputan6.com
Massa 'Jokowi Presidenku 2014' Aksi di Bundaran HI
Puluhan pendukung Jokowi melakukan aksi di Bundaran HI. Mereka mendesak
Jokowi untuk menjadi presiden pada 2014 nanti. Mereka mengaku berasal
dari grup akun Facebook Jokowi Presidenku. Grup tersebut berdiri sejak
Desember 2012 dan beranggotakan 50 ribu akun.
Pendukung sebanyak 75 orang ini mengenakan kaos putih bertuliskan '2014 Jokowi Presidenku'. Mereka juga menggelar spanduk bertuliskan Jokowi Presidenku 2014, Gerakan Penyelamat Bangsa Menuju Indonesia Baru.
"Kami mendesak Jokowi sebagai Presiden 2014. Kami sangat yakin dengan kinerja beliau," ujar salah seorang anggota, Sihol Manulang, di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (19/5/2013).
Meskipun hingga saat ini belum ada pernyataan kesediaan dari Jokowi, mereka akan terus melakukan aksi untuk mendesak Jokowi. Sihol yakin, pada saatnya nanti Jokowi akan bersedia.
"Jokowi sayang rakyat. Jika rakyat datang minta dia, dia tidak akan tolak," ujarnya.
Menurutnya, selama ini belum ada pemimpin yang totalitasnya seperti Jokowi. Mereka bahkan akan menuntut Jokowi jika pada pemilu 2014 Jokowi tidak bersedia menjadi presiden.
"Jika Jokowi menolak jadi presiden dan orang lain yang menjadi presiden lalu negeri ini hancur, kami akan tuntut Jokowi," ucapnya.
Sihol mengatakan, sebagai petinggi PDIP, Megawati tidak perlu ragu untuk mengusung Jokowi sebagai presiden pada Pilpres 2014. Sebab menurutnya jika menunggu Pilpres 2019 terlalu lama.
"Jokowi anak ideologis Soekarno. Mega tidak perlu takut. Dia akan lebih besar kalau memilih Jokowi," terang Sihol.
Ia mengaku belum pernah bertemu langsung dengan Jokowi. Namun ia yakin jika Jokowi menjadi presiden, clean and good governance di Indonesia akan terwujud.
"Sekarang kan banyak yang menuntut revolusi. Revolusi akan segera terjadi jika Jokowi menjadi presiden," tandasnya.
Sumber :
detik.com
Pendukung sebanyak 75 orang ini mengenakan kaos putih bertuliskan '2014 Jokowi Presidenku'. Mereka juga menggelar spanduk bertuliskan Jokowi Presidenku 2014, Gerakan Penyelamat Bangsa Menuju Indonesia Baru.
"Kami mendesak Jokowi sebagai Presiden 2014. Kami sangat yakin dengan kinerja beliau," ujar salah seorang anggota, Sihol Manulang, di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (19/5/2013).
Meskipun hingga saat ini belum ada pernyataan kesediaan dari Jokowi, mereka akan terus melakukan aksi untuk mendesak Jokowi. Sihol yakin, pada saatnya nanti Jokowi akan bersedia.
"Jokowi sayang rakyat. Jika rakyat datang minta dia, dia tidak akan tolak," ujarnya.
Menurutnya, selama ini belum ada pemimpin yang totalitasnya seperti Jokowi. Mereka bahkan akan menuntut Jokowi jika pada pemilu 2014 Jokowi tidak bersedia menjadi presiden.
"Jika Jokowi menolak jadi presiden dan orang lain yang menjadi presiden lalu negeri ini hancur, kami akan tuntut Jokowi," ucapnya.
Sihol mengatakan, sebagai petinggi PDIP, Megawati tidak perlu ragu untuk mengusung Jokowi sebagai presiden pada Pilpres 2014. Sebab menurutnya jika menunggu Pilpres 2019 terlalu lama.
"Jokowi anak ideologis Soekarno. Mega tidak perlu takut. Dia akan lebih besar kalau memilih Jokowi," terang Sihol.
Ia mengaku belum pernah bertemu langsung dengan Jokowi. Namun ia yakin jika Jokowi menjadi presiden, clean and good governance di Indonesia akan terwujud.
"Sekarang kan banyak yang menuntut revolusi. Revolusi akan segera terjadi jika Jokowi menjadi presiden," tandasnya.
Sumber :
detik.com
Jokowi Capres, Ruhut Kebakaran Jenggot
Bukan Ruhut Sitompul jika tidak
mengeluarkan pernyataan kontroversial. Politikus Demokrat yang satu ini
selalu identik dengan “omongan ngawur” tanpa memperhitungkan perasaan
orang lain. Terkait elektabilitas Jokowi yang kian menanjak dijagokan
rakyat menjadi Capres, Ruhut mulai memberikan tanggapan yang intinya
membunuh karakter kepemimpinan Jokowi.
Menurut Ruhut, Jokowi sangat tidak pantas menjadi presiden oleh karena beberapa alasan.
- Jokowi dinggap tidak berhasil memimpin DKI Jakarta. Jakarta hancur berantakan setelah Jokowi memimpin.
- Jokowi hanyalah tukang mebel, sehingga tidak pantas jadi presiden.
- Tidak ada partai politik yang menjagokan Jokowi sebagai Capres, termasuk PDIP dan jalan capres independen pun tertutup bagi Jokowi. Karena itu, Ruhut meminta rakyat untuk tidak tertipu dengan permainan pencitraan Jokowi yang dibangun via media.
Apa yang disampaikan Ruhut ini terkesan
reaksioner dan bisa dibilang ungkapan “sirik” atas popularitas Jokowi
yang kian mencuri hati rakyat Indonesia.
Semakin Ruhut ataupun politikus manapun
mencela pribadi maupun gaya kepemimpinan Jokowi, malah semakin
memperkuat tekad rakyat menjadikan Jokowi sebagai Capres. Daripada pilih
manusia yang kerjanya hanya bicara tidak jelas di media, mendingan
pilih Jokowi yang miskin kata, tapi banyak berbuat. Daripada pilih kader
dari partai yang diguncang kasus korupsi, lebih baik pilih Jokowi yang
bersih dan sederhana. Daripada pilih manusia-manusia oportunis dan
elitis, lebih baik pilih Jokowi yang suka blusukan dan dekat
dengan rakyat jelata. Intinya, semakin Ruhut mencerca Jokowi, rakyat
semakin yakin bahwa hanya Jokowi-lah yang pantas menjadi presiden
Indonesia di masa yang kacau-balau dan penuh kasus korupsi yang
melibatkan banyak kader dari partai politik terkemuka, termasuk Partai
Demokrat.
Terima kasih Ruhut Sitompul, hujatanmu
terhadap Jokowi semakin menunjukkan siapakah engkau dan sejauh mana
kualitas dirimu sebagai seorang politikus. Semakin anda mencerca Jokowi,
rakyat pun semakin diteguhkan bahwa Jokowi-lah yang terbaik untuk saat
ini.
Sumber :
kompasiana.com
Gerindra: Jokowi CaPres 2014 Paling Potensial
Partai Gerindra menyatakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo merupakan calon Presiden RI yang sangat potensial. Partai yang didirikan Prabowo Subianto itu mengaku puas mencalonkan Jokowi dan Ahok pada Pilgub DkI tahun lalu.
"Karena mereka bisa melakukan perubahan di DKI yg akan menginspirasi perubahan di daerah-daerah lain," kata Anggota Dewan Pembina Gerindra Martin Hutabarat kepada Tribunnews.com, Minggu (19/5/2013).
Martin yakin masyarakat akan memilih Jokowi jika Mantan Walikota Solo itu dapat mempertahankan kinerjanya sebagai Gubernur DKI 4 tahun kedepan seperti sekarang ini.
"Tidak ada keraguan bagi rakyat untuk memilihnya menjadi Presiden RI kedepan. Keberhasilan Jokowi menjadi Presiden yang akan datang sangat ditentukan waktu yang tepat kapan Jokowi akan dicalonkan," ujarnya.
Namun, kata Martin, bila waktunya tidak tepat, akan merugikan Jokowi sendiri. Sebab memimpin Indonesia tidak sesederhana memimpin Jakarta. Indonesia sangat besar dan sangat majemuk.
"Diperlukan kepemimpinan yg kuat, arif dan tegas. Negara-negara di Timur Tengah yang luasnya tidak sebesar Indonesia, sudah terdiri 28 negara padahal, budaya, bahasa, makanan dan agamanya hampir sama. Apalagi negara kita yang sangat majemuk ini, harus dipimpin oleh pemimpin yang kuat," ungkapnya.
Untuk itu, kata Anggota Komisi III DPR tiu, Jokowi sebaiknya menggunakan masa jabatannya yang 4,5 tahun kedepan untuk berhasil memimpin Jakarta. Sekaligus belajar untuk lebih memahami Indonesia yang sangat plural ini.
"Gerindra berrencana akan mencalonkan Jokowi pada Pilpres thn 2019 yang akan datang, sesudah berhasil menjadi Gubernur DKI. menggantikan Prabowo Subianto yang akan jadi capres Gerindra pada tahun 2014 nanti," tuturnya.
Sumber :
tribunnews.com
"Karena mereka bisa melakukan perubahan di DKI yg akan menginspirasi perubahan di daerah-daerah lain," kata Anggota Dewan Pembina Gerindra Martin Hutabarat kepada Tribunnews.com, Minggu (19/5/2013).
Martin yakin masyarakat akan memilih Jokowi jika Mantan Walikota Solo itu dapat mempertahankan kinerjanya sebagai Gubernur DKI 4 tahun kedepan seperti sekarang ini.
"Tidak ada keraguan bagi rakyat untuk memilihnya menjadi Presiden RI kedepan. Keberhasilan Jokowi menjadi Presiden yang akan datang sangat ditentukan waktu yang tepat kapan Jokowi akan dicalonkan," ujarnya.
Namun, kata Martin, bila waktunya tidak tepat, akan merugikan Jokowi sendiri. Sebab memimpin Indonesia tidak sesederhana memimpin Jakarta. Indonesia sangat besar dan sangat majemuk.
"Diperlukan kepemimpinan yg kuat, arif dan tegas. Negara-negara di Timur Tengah yang luasnya tidak sebesar Indonesia, sudah terdiri 28 negara padahal, budaya, bahasa, makanan dan agamanya hampir sama. Apalagi negara kita yang sangat majemuk ini, harus dipimpin oleh pemimpin yang kuat," ungkapnya.
Untuk itu, kata Anggota Komisi III DPR tiu, Jokowi sebaiknya menggunakan masa jabatannya yang 4,5 tahun kedepan untuk berhasil memimpin Jakarta. Sekaligus belajar untuk lebih memahami Indonesia yang sangat plural ini.
"Gerindra berrencana akan mencalonkan Jokowi pada Pilpres thn 2019 yang akan datang, sesudah berhasil menjadi Gubernur DKI. menggantikan Prabowo Subianto yang akan jadi capres Gerindra pada tahun 2014 nanti," tuturnya.
Sumber :
tribunnews.com
Gerakan Penyelamat Bangsa Dukung Jokowi sebagai Presiden 2014
Sekitar 100 orang yang menamakan diri Gerakan Penyelamat Bangsa Menuju
Indonesia Baru menggelar gerakan moral mendukung Joko Widodo (Jokowi)
sebagai presiden 2014. Gerakan itu terbentuk dari grup sosial media
Facebook Jokowi Presidenku.
Admin Jokowi Presidenku sekaligus Koordinator Aksi menilai Jokowi merupakan sosok pemimpin yang bersih dan menunjukkan kepemimpinan yang baik.
"Bicara soal Jokowi berarti bicara soal clean and good governance. Ia pemimpin bersih, tidak terkontaminasi dengan style (gaya) kepemimpinan apapun. Selalu merakyat," kata Yanes Yosua Frans saat ditemui dalam aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (19/5/2013).
Menurutnya, negara ini telah mengalami krisis kepemimpinan berkepanjangan. Sehingga dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu mengatasi masalah dengan tindakan konkrit.
"Jokowi, sosok pemimpin rakyat. Pro kemiskinan bukan hanya pro rakyat. Ketegasannya dalam mengambil sikap untuk menyelesaikan masalah, termasuk masalah kemiskinan," lanjutnya.
Dalam waktu sebulan, Jokowi Presidenku mendapat 100 ribu pendukung. Para pendukung terdiri dari akademisi, mantan wartawan, pengusaha, dan masyarakat dari sejumlah daerah. Ia mengatakan grup ini terbentuk karena rakyat miskin di Jakarta sangat merasakan sentuhan Jokowi.
Hal serupa juga disampaikan mantan wartawan Sihol Manulang. Ia mendesak agar Jokowi bersedia untuk maju sebagai calon presiden pada 2014. "Tidak perlu menunggu 2019, karena negara ini telanjur rusak. Megawati (PDIP) akan lebih besar tatkala memilih Jokowi sebagai (calon) presiden. Megawati anak biologis Soekarno, Jokowi anak ideologinya," kata Sihol.
Sumber :
metrotvnews.com
Admin Jokowi Presidenku sekaligus Koordinator Aksi menilai Jokowi merupakan sosok pemimpin yang bersih dan menunjukkan kepemimpinan yang baik.
"Bicara soal Jokowi berarti bicara soal clean and good governance. Ia pemimpin bersih, tidak terkontaminasi dengan style (gaya) kepemimpinan apapun. Selalu merakyat," kata Yanes Yosua Frans saat ditemui dalam aksi di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Minggu (19/5/2013).
Menurutnya, negara ini telah mengalami krisis kepemimpinan berkepanjangan. Sehingga dibutuhkan seorang pemimpin yang mampu mengatasi masalah dengan tindakan konkrit.
"Jokowi, sosok pemimpin rakyat. Pro kemiskinan bukan hanya pro rakyat. Ketegasannya dalam mengambil sikap untuk menyelesaikan masalah, termasuk masalah kemiskinan," lanjutnya.
Dalam waktu sebulan, Jokowi Presidenku mendapat 100 ribu pendukung. Para pendukung terdiri dari akademisi, mantan wartawan, pengusaha, dan masyarakat dari sejumlah daerah. Ia mengatakan grup ini terbentuk karena rakyat miskin di Jakarta sangat merasakan sentuhan Jokowi.
Hal serupa juga disampaikan mantan wartawan Sihol Manulang. Ia mendesak agar Jokowi bersedia untuk maju sebagai calon presiden pada 2014. "Tidak perlu menunggu 2019, karena negara ini telanjur rusak. Megawati (PDIP) akan lebih besar tatkala memilih Jokowi sebagai (calon) presiden. Megawati anak biologis Soekarno, Jokowi anak ideologinya," kata Sihol.
Sumber :
metrotvnews.com
Waduk Pluit: Andai Aku Jokowi
Pemprov DKI dan Komnas HAM belum menemukan kata sepakat dalam penanganan
relokasi di sekitar Waduk Pluit. Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila pun
ditanya seandainya dirinya menjadi Gubernur DKI Jokowi dalam menangani
kisruh Waduk Pluit. Responsnya?
"Saya bukan Gubernur dan saya ada dalam posisi Ketua Komnas HAM. Jadi saya tidak mau berandai-andai," jawab Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila ketika ditanya solusi yang ditawarkan pada warga sekitar Waduk Pluit bila menjadi Gubernur DKI.
Hal itu dikatakan Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila dalam acara 'Peringatan Tragedi Mei 1998' di Komnas Perempuan, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/5/2013).
"Yang pasti, Komnas HAM sangat terbuka jika Pak Ahok akan memberikan kuliah kepada kami. Masyarakat yang mengadu kepada kami memerlukan informasi apa pembangunan apa yang akan dilakukan di Waduk Pluit," imbuh Siti.
Indikasi pelanggaran HAM, lanjut dia, bentuknya tidak selalu kekerasan, melainkan juga informasi yang tak didapatkan.
"Masyarakat mengadukan bahwa mereka tidak mendapatkan informasi rencana pembangunan di atas waduk. Masyarakat punya hak atas kesejahteraan dan perumahan. Komnas HAM berprinsip pada peningkatan kesejahteraan," jelas Siti.
Mengenai Jokowi yang mengatakan sudah 20 kali bertemu dan berdialog dengan warga di Waduk Pluit, Siti mengatakan, "Yang melapor ke kami itu bukan Waduk Pluit, tapi Penjaringan. Dan Pak Jokowi hanya mendatangi warga di Waduk Pluit. Laporan dari warga Penjaringan, belum ada komunikasi apapun dengan pihak Pemprov. Dari 200 orang kepala keluarga yang akan direlokasi, baru 20 kepala keluarga yang baru mendapatkan rusun."
Pemprov DKI Jakarta bermaksud menormalisasi Waduk Pluit dalam rangka mengatasi banjir yang selama ini menjadi masalah Ibukota. Waduk seluas 80 hektar ini sebagian ditempati secara ilegal oleh warga. Pemprov bermaksud merelokasi warga tersebut dengan menyediakan rusun beserta isinya.
Sumber :
detik.com
"Saya bukan Gubernur dan saya ada dalam posisi Ketua Komnas HAM. Jadi saya tidak mau berandai-andai," jawab Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila ketika ditanya solusi yang ditawarkan pada warga sekitar Waduk Pluit bila menjadi Gubernur DKI.
Hal itu dikatakan Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila dalam acara 'Peringatan Tragedi Mei 1998' di Komnas Perempuan, Jalan Latuharhari, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (19/5/2013).
"Yang pasti, Komnas HAM sangat terbuka jika Pak Ahok akan memberikan kuliah kepada kami. Masyarakat yang mengadu kepada kami memerlukan informasi apa pembangunan apa yang akan dilakukan di Waduk Pluit," imbuh Siti.
Indikasi pelanggaran HAM, lanjut dia, bentuknya tidak selalu kekerasan, melainkan juga informasi yang tak didapatkan.
"Masyarakat mengadukan bahwa mereka tidak mendapatkan informasi rencana pembangunan di atas waduk. Masyarakat punya hak atas kesejahteraan dan perumahan. Komnas HAM berprinsip pada peningkatan kesejahteraan," jelas Siti.
Mengenai Jokowi yang mengatakan sudah 20 kali bertemu dan berdialog dengan warga di Waduk Pluit, Siti mengatakan, "Yang melapor ke kami itu bukan Waduk Pluit, tapi Penjaringan. Dan Pak Jokowi hanya mendatangi warga di Waduk Pluit. Laporan dari warga Penjaringan, belum ada komunikasi apapun dengan pihak Pemprov. Dari 200 orang kepala keluarga yang akan direlokasi, baru 20 kepala keluarga yang baru mendapatkan rusun."
Pemprov DKI Jakarta bermaksud menormalisasi Waduk Pluit dalam rangka mengatasi banjir yang selama ini menjadi masalah Ibukota. Waduk seluas 80 hektar ini sebagian ditempati secara ilegal oleh warga. Pemprov bermaksud merelokasi warga tersebut dengan menyediakan rusun beserta isinya.
Sumber :
detik.com
Komunitas Facebook akan paksa Jokowi jadi Presiden 2014
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) merupakan sosok yang diidam-idamkan untuk maju dalam Pemilu 2014. Bahkan komunitas Facebook akan memaksa Jokowi untuk mau dicalonkan sebagai presiden dalam Pemilu 2014.
"Kalau Jokowi tidak mau, tekniknya dipaksa, akan mau. Bung Karno pernah dipaksa pemuda. Asumsi dasar, dia sayang rakyat. Tidak mungkin dia menolak," ujar Yanes Yosua Frans, admin komunitas Facebook ' Jokowi Presidenku 2014' di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (19/5).
Yanes mengatakan pengusungan Jokowi sebagai calon presiden tujuannya untuk mengakhiri krisis kepemimpinan di Indonesia. "Untuk mengakhiri zaman 'The Man Behind The Gun' alias militer. Jika tidak, disintegrasi bangsa di depan mata, karena tidak ada pemimpin yang seperti Jokowi , yang merakyat" ujar dia dalam aksi di car free day Bundaran HI.
Menurut Yanes, komunitas tersebut baru berdiri sebulan lalu dan sudah memiliki 100 ribu peminat. Peminat itu baru berasal dari Jakarta dan Bandung. "Akhir Desember tahun ini targetnya, 500 ribu peminat," jelas dia.
Meski Megawati memiliki kesempatan yang lebih besar maju sebagai presiden, Yanes menegaskan, Jokowi lebih mampu memperbaiki Indonesia dari keterpurukan. "Indonesia perlu diperbaiki, Jokowi mampu. Dari Papua sampai Aceh mendukung Jokowi . Hasil survei Jokowi tinggi terus, kita bukan anggota partai, tapi PDIP harus buka mata," kata dia.
Sumber :
merdeka.com
"Kalau Jokowi tidak mau, tekniknya dipaksa, akan mau. Bung Karno pernah dipaksa pemuda. Asumsi dasar, dia sayang rakyat. Tidak mungkin dia menolak," ujar Yanes Yosua Frans, admin komunitas Facebook ' Jokowi Presidenku 2014' di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (19/5).
Yanes mengatakan pengusungan Jokowi sebagai calon presiden tujuannya untuk mengakhiri krisis kepemimpinan di Indonesia. "Untuk mengakhiri zaman 'The Man Behind The Gun' alias militer. Jika tidak, disintegrasi bangsa di depan mata, karena tidak ada pemimpin yang seperti Jokowi , yang merakyat" ujar dia dalam aksi di car free day Bundaran HI.
Menurut Yanes, komunitas tersebut baru berdiri sebulan lalu dan sudah memiliki 100 ribu peminat. Peminat itu baru berasal dari Jakarta dan Bandung. "Akhir Desember tahun ini targetnya, 500 ribu peminat," jelas dia.
Meski Megawati memiliki kesempatan yang lebih besar maju sebagai presiden, Yanes menegaskan, Jokowi lebih mampu memperbaiki Indonesia dari keterpurukan. "Indonesia perlu diperbaiki, Jokowi mampu. Dari Papua sampai Aceh mendukung Jokowi . Hasil survei Jokowi tinggi terus, kita bukan anggota partai, tapi PDIP harus buka mata," kata dia.
Sumber :
merdeka.com
Demokrat: Jokowi Tak Layak Jadi Capres 2014
Hasil dari banyak lembaga survei mayoritas menempatkan gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjadi kandidat kuat calon presiden tahun 2014 mendatang.
Namun, Jokowi dinilai tidak pantas menjadi Presiden periode 2014-2019, sebab tugasnya menjadi Gubernur DKI Jakarta belum tuntas, terlebih lagi persoalan ibukota seperti macet, banjir dan lain sebagainya belum terselesaikan.
"Persis, itulah letak penilaian etiknya, masak baru jadi gubernur beberapa tahun, langsung maju presiden? Meski hak sebagai warga negara, tetap membolehkan,"kata Sekretaris Departemen Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Partai Demokrat Farhan Effendy kepada wartawan, Minggu (19/5/2013).
Menurut Farhan, ada baiknya Jokowi menyelesaikan tugasnya saja terlebih dahulu menjadi Gubernur DKI Jakarta. Apalagi, persoalan kota metropolitan kini semakin banyak, mulai dari kemacetan, banjir dan lain sebagainya.
"Kasihan sekali rakyat Jakarta, yang sudah mempercayainya sebagai juru selamat persoalan DKI," katanya.
Sumber :
tribunnews.com
Namun, Jokowi dinilai tidak pantas menjadi Presiden periode 2014-2019, sebab tugasnya menjadi Gubernur DKI Jakarta belum tuntas, terlebih lagi persoalan ibukota seperti macet, banjir dan lain sebagainya belum terselesaikan.
"Persis, itulah letak penilaian etiknya, masak baru jadi gubernur beberapa tahun, langsung maju presiden? Meski hak sebagai warga negara, tetap membolehkan,"kata Sekretaris Departemen Pusat Pengembangan Strategi dan Kebijakan Partai Demokrat Farhan Effendy kepada wartawan, Minggu (19/5/2013).
Menurut Farhan, ada baiknya Jokowi menyelesaikan tugasnya saja terlebih dahulu menjadi Gubernur DKI Jakarta. Apalagi, persoalan kota metropolitan kini semakin banyak, mulai dari kemacetan, banjir dan lain sebagainya.
"Kasihan sekali rakyat Jakarta, yang sudah mempercayainya sebagai juru selamat persoalan DKI," katanya.
Sumber :
tribunnews.com
Jokowi: Oktober, 5 Bus Tingkat Wisata `Double-Decker`Hadir di DKI
Salah satu moda transportasi khusus wisata Kota Solo, Jawa Tengah,
adalah bertingkat layaknya bus 'Double-decker' di Inggris, yang disebut
dengan bus tingkat Werkudara. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)
yang juga mantan Walikota Solo pun mengungkapkan, Pemerintah Provinsi
DKI akan menyediakan bus serupa di kota Jakarta.
"Bus tingkat itu sejak 4-5 tahun. Dulu ambilnya dari Magelang. Tapi kan Oktober nanti kita akan punya 5 buah bus tingkat di Jakarta," ujar Jokowi di Solo, Minggu (19/5/2013).
Bus tingkat itu rencananya akan ditempatkan di kawasan-kawasan wisata di DKI Jakarta. Seperti di daerah Kota Tua, Ancol, museum-museum, Taman Mini, dan lain-lain.
Bus itu nantinya khusus dimanfaatkan sebagai kendaraan wisata untuk mengunjungi lokasi-lokasi menarik di Jakarta. Sehingga masyarakat diharapkan tidak salah menafsirkannya sebagai salah satu tambahan transportasi umum layaknya Transjakarta. "Khusus wisata loh, bukan transportasi umum," katanya.
Bus wisata tingkat Werkudara di Kota Solo berwarna merah dengan ketinggian mencapai 4,5 meter dan lebar sekitar 2,5 meter. Bus itu telah beroperasi sejak 20 Februari 2011 lalu saat Jokowi masih menjabat sebagai walikota Surakarta.
Harganya juga cukup terjangkau yaitu Rp 20.000 per orang untuk mengantar wisatawan sesuai keinginannya. Ataupun ke tempat-tempat seperti Keraton Surakarta, Kampung Batik Kauman dan Laweyan, Mangkunegaran, Museum Radya Pustakan.
Sumber :
liputan6.com
"Bus tingkat itu sejak 4-5 tahun. Dulu ambilnya dari Magelang. Tapi kan Oktober nanti kita akan punya 5 buah bus tingkat di Jakarta," ujar Jokowi di Solo, Minggu (19/5/2013).
Bus tingkat itu rencananya akan ditempatkan di kawasan-kawasan wisata di DKI Jakarta. Seperti di daerah Kota Tua, Ancol, museum-museum, Taman Mini, dan lain-lain.
Bus itu nantinya khusus dimanfaatkan sebagai kendaraan wisata untuk mengunjungi lokasi-lokasi menarik di Jakarta. Sehingga masyarakat diharapkan tidak salah menafsirkannya sebagai salah satu tambahan transportasi umum layaknya Transjakarta. "Khusus wisata loh, bukan transportasi umum," katanya.
Bus wisata tingkat Werkudara di Kota Solo berwarna merah dengan ketinggian mencapai 4,5 meter dan lebar sekitar 2,5 meter. Bus itu telah beroperasi sejak 20 Februari 2011 lalu saat Jokowi masih menjabat sebagai walikota Surakarta.
Harganya juga cukup terjangkau yaitu Rp 20.000 per orang untuk mengantar wisatawan sesuai keinginannya. Ataupun ke tempat-tempat seperti Keraton Surakarta, Kampung Batik Kauman dan Laweyan, Mangkunegaran, Museum Radya Pustakan.
Sumber :
liputan6.com
Jokowi: Pak Ganjar Menang Satu Putaran
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) yakin perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada) Jawa Tengah hanya akan berlangsung satu putaran. Jokowi, juga yakin pilkada yang akan digelar pada 26 Mei 2013 itu akan dimenangkan pasangan yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan (PDIP), Ganjar Pranowo- Heru Sudjatmiko.
Hal tersebut diungkapkan Jokowi saat blusukan ke Kota Magelang dalam rangka membantu kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ganjar-Heru, Sabtu (18/5/2013).
Menurutnya, calon gubernur Ganjar Pranowo adalah figur yang cocok untuk memimpin Jawa Tengah dalam lima tahun ke depan, karena mempunyai kemampuan dari pengalamannya sebagai seorang politikus dan daya intelektual yang tinggi.
"Saya sudah kenal baik dengan beliau. Dulu waktu saya ikut Pilkada di Jakarta kan banyak dibantu Pak Ganjar," ucap Jokowi.
Ketika ditanya tentang dukungan dari para pendukung Rustriningsih untuk pasangan Ganjar-Heru, Jokowi mengaku saat ini masih dalam taraf pendekatan. Sepanjang Jokowi blusukan di kawasan Jalan Pemuda atau kawasan pecinan Kota Magelang, dia menyapa para pedagang kaki lima (PKL) dan warga setempat. Dia mengajak mereka untuk memilih pasangan Ganjar-Heru pada saat pencoblosan yang akan digelar tidak lama lagi.
Sumber :
tribunnews.com
Hal tersebut diungkapkan Jokowi saat blusukan ke Kota Magelang dalam rangka membantu kampanye pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ganjar-Heru, Sabtu (18/5/2013).
Menurutnya, calon gubernur Ganjar Pranowo adalah figur yang cocok untuk memimpin Jawa Tengah dalam lima tahun ke depan, karena mempunyai kemampuan dari pengalamannya sebagai seorang politikus dan daya intelektual yang tinggi.
"Saya sudah kenal baik dengan beliau. Dulu waktu saya ikut Pilkada di Jakarta kan banyak dibantu Pak Ganjar," ucap Jokowi.
Ketika ditanya tentang dukungan dari para pendukung Rustriningsih untuk pasangan Ganjar-Heru, Jokowi mengaku saat ini masih dalam taraf pendekatan. Sepanjang Jokowi blusukan di kawasan Jalan Pemuda atau kawasan pecinan Kota Magelang, dia menyapa para pedagang kaki lima (PKL) dan warga setempat. Dia mengajak mereka untuk memilih pasangan Ganjar-Heru pada saat pencoblosan yang akan digelar tidak lama lagi.
Sumber :
tribunnews.com
Gita Wirjawan Dukung Jokowi Normalisasi Waduk Pluit
Pemprov DKI Jakarta mendapat halangan dari warga Waduk Pluit yang
didukung Komnas HAM dalam menormalisasi waduk Pluit. Menteri Perdagangan
Gita Wirjawan mendukung penuh Pemprov DKI dalam normalisasi waduk
tersebut.
"Pokoknya kita dukung langkahnya Pak Gubernur dan Wakil Gubernur," kata Gita, singkat, usai acara bincang santai bersama Rosiana Silalahi di UIN Syarif Hidayatullah, Jl Ir H Juanda, Ciputat, Jakarta, Sabtu (18/5/2013).
Acara tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Basuki T Purnama alias Ahok. Ahok-pun menyatakan tak habis pikir dengan warga Waduk Pluit yang susah direlokasi ke rumah susun.
"Tapi rumah susun katanya jauh. Kalau jauh, saya kasih kapal. Naik kapal mabok. Saya kasih bus. Terus saya kasih kulkas, supaya tidak perlu belanja tiap hari. Kasih TV, supaya belajar pengetahuan. Kasih meja makan, kasih spring bed sampai piring semua lengkap. Yang mau pindah, malah diancam tidak boleh pindah. Jadi banyak penyewa di dalem situ," tutur Ahok dalam acara tersebut.
Seribuan pengunjung tampak antusias mendengarkan Ahok dan Gita. Ditambah lagi, penampilan Rosiana Silalahi yang pandai membuat cair suasana membuat perbincangan makin hangat.
Sumber :
detik.com
"Pokoknya kita dukung langkahnya Pak Gubernur dan Wakil Gubernur," kata Gita, singkat, usai acara bincang santai bersama Rosiana Silalahi di UIN Syarif Hidayatullah, Jl Ir H Juanda, Ciputat, Jakarta, Sabtu (18/5/2013).
Acara tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Basuki T Purnama alias Ahok. Ahok-pun menyatakan tak habis pikir dengan warga Waduk Pluit yang susah direlokasi ke rumah susun.
"Tapi rumah susun katanya jauh. Kalau jauh, saya kasih kapal. Naik kapal mabok. Saya kasih bus. Terus saya kasih kulkas, supaya tidak perlu belanja tiap hari. Kasih TV, supaya belajar pengetahuan. Kasih meja makan, kasih spring bed sampai piring semua lengkap. Yang mau pindah, malah diancam tidak boleh pindah. Jadi banyak penyewa di dalem situ," tutur Ahok dalam acara tersebut.
Seribuan pengunjung tampak antusias mendengarkan Ahok dan Gita. Ditambah lagi, penampilan Rosiana Silalahi yang pandai membuat cair suasana membuat perbincangan makin hangat.
Sumber :
detik.com
Ingin Lomba Paduan Suara di Hongkong, Mahasiswi UNS Minta Dibantu Jokowi
Akhir pekan ini Gubernur DKI Jakarta Jokowi mengunjungi kampung
halamannya, Solo, Jawa Tengah. Jokowi juga mengajak wartawan berkeliling
wisata pasar malam di Ngarsopuro, dalam kesempatan itu Jokowi sempat
'ditodong' oleh Mahasiswi Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS).
Perisitiwa itu terjadi usai menikmati pagelaran ketoprak tentang sosialisasi Pilgub Jateng 2013, Sabtu (19/5/2013). Tak lama, Jokowi pun dihampiri mahasiswa asal UNS, bernama Theresa.
Rupanya Theresa ingin menyerahkan proposal permohonan bantuan dari kelompok paduan suaranya yang bernama Voca Erudita. Grup paduan suara Theresa cs rencananya ingin mengikuti kontes paduan suara ke Hongkong.
"Kita mau nyerahin proposal kompetisi paduan suara, terus kita mau ke Hongkong, kompetisi internasional. Jadi kita minta bantuan Pak Jokowi," ucap Theresa sambil menyerahkan dokumen kepada Jokowi.
Jokowi pun kemudian menerima proposal tersebut. Tidak banyak janji yang diberikan Jokowi, dia akan mempelajari proposal itu terlebih dahulu. "Ya, mana proposalnya. Nanti ya," kata Jokowi.
Selain pagelaran, di pasar malam ini terdapat berbagai jenis barang dagangan mulai kerajinan tangan, suvenir, aksesoris, makanan hingga pakaian. Jokowi pun sempat mengunjungi beberapa stan, diantara penjual topi dan blangkon.
Sumber :
detik.com
Perisitiwa itu terjadi usai menikmati pagelaran ketoprak tentang sosialisasi Pilgub Jateng 2013, Sabtu (19/5/2013). Tak lama, Jokowi pun dihampiri mahasiswa asal UNS, bernama Theresa.
Rupanya Theresa ingin menyerahkan proposal permohonan bantuan dari kelompok paduan suaranya yang bernama Voca Erudita. Grup paduan suara Theresa cs rencananya ingin mengikuti kontes paduan suara ke Hongkong.
"Kita mau nyerahin proposal kompetisi paduan suara, terus kita mau ke Hongkong, kompetisi internasional. Jadi kita minta bantuan Pak Jokowi," ucap Theresa sambil menyerahkan dokumen kepada Jokowi.
Jokowi pun kemudian menerima proposal tersebut. Tidak banyak janji yang diberikan Jokowi, dia akan mempelajari proposal itu terlebih dahulu. "Ya, mana proposalnya. Nanti ya," kata Jokowi.
Selain pagelaran, di pasar malam ini terdapat berbagai jenis barang dagangan mulai kerajinan tangan, suvenir, aksesoris, makanan hingga pakaian. Jokowi pun sempat mengunjungi beberapa stan, diantara penjual topi dan blangkon.
Sumber :
detik.com
Langganan:
Postingan (Atom)

























