Selasa, 14 Mei 2013

Dahlan minta Jokowi segera bangun underpass KRL Jabodetabek

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan berharap Gubernur DKI Joko Widodo segera merealisasikan pembangunan underpass untuk KRL Jabodetabek. Sebab, tanpa underpass, KAI akan kesulitan menambah jumlah kereta. KAI khawatir penambahan jumlah kereta akan membuat Jakarta semakin macet.
"Kita doakan saja semoga Pak Jokowi cepat realisasikan ini," ucap Dahlan di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (14/5/2013).
Menurut Dahlan setidaknya ada 24 titik perlintasan KRL di jalan raya yang harus dibangun underpass. Pembangunan satu underpass disebut akan menelan dana sekitar Rp 200 miliar.
Namun demikian Dahlan juga tidak bisa memaksa Jokowi karena pengajuan pembangunan underpass harus melalui birokrasi.
"Ini Lama karena beda dengan BUMN prosedur dan prosesnya. Penganggarannya tidak simple harus dibahas mengundang berbagai dinas, APBD, belum tentu kebagian anggaran," jelas Dahlan.
Harapan Dahlan ini tercetus saat anggota seminar keselamatan perkeretaapian yang meminta frekuensi perjalanan kereta api ditambah. Saat ini frekuensi perjalanan kereta api masih dinilai lama sehingga terjadi penumpukan penumpang.
"Bisa saja 3 menit sekali kereta lewat, tapi pasti akan mengganggu jalan raya. Sekarang saja sudah mengganggu jalan raya," ucap mantan dirut PLN ini.


Sumber :
merdeka.com

Jokowi: Mural Iklan Jangan Lusuh, Nanti Jakarta kaya Bronx

Sudut kota Jakarta di beberapa wilayah dipenuhi mural iklan. Namun sebagian gambar komersil tersebut terlihat kumuh. Pemprov DKI Jakarta menyarankan agar diperbaiki.
"Ya baik, mural itu bagus. Tetapi mestinya kan tematis, jelas, setiap bulan diupdate, diperbaiki. Bukan lusuh," kata Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2013).
Jokowi mengkhatirkan, mural iklan tersebut malah akan merusak wajah kota Jakarta jika tidak segera diperbaiki. Bahkan tidak semua wilayah di Jakarta boleh digambari mural.
"Kalau nggak, entar kita kayak Bronx (kawasan di New York)," kata Jokowi.
Selain itu, pemasangan mural iklan akan dikenakan pajak sesuai dengan peraturan pemerintah DKI Jakarta, apalagi jika tempatnya itu berada dalam wilayah umum.
"Itu ada izinnya. Tidak langsung cat-cat. Kalau corat-coret beda soal, Itu tipiring (tindak pidana ringan)," jelasnya.


Sumber :
news.detik.com

Berantas Pungli, Jokowi Siapkan Pelayanan Satu Pintu

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tak berhenti membuat gebrakan. Kali ini mantan Wali Kota Solo itu tengah menyiapkan sistem pelayanan satu pintu untuk memotong jalur pungutan liar (pungli).
"Jadi orang kalau mau bikin sesuatu, bisa bikin semua di situ. Semua diintegrasikan dalam satu kantor. Tapi ada pembatasan yang sudah ditentukan," kata Jokowi di Balai Kota, Selasa (14/5/2013).
Jokowi mengaku, sistem pelayanan satu pintu ini bertolak dari cara dia membangun sistem pelayanan di Solo yang memakan waktu empat bulan untuk menerapkan sistem ini. Kata Jokowi, Pemprov memiliki Index Governance Service untuk menilai sejauh mana kinerja pemerintah terhadap pelayanan masyarakat.
"Kita cek, kita survei. Misalnya masih jelek di IMB, ya diperbaiki. Kalau masih terlalu lama, copot organnya dan diganti, gimana biar cepat," terang Jokowi.
Jokowi menambahkan, sistem pelayanan ini juga akan bisa cepat menghilangkan pungutan liar atau pungutan lainnya dalam segala macam pelayanan terhadap masyarakat. "Kalau sehari rampung, buat apa diberi waktu sebulan dua bulan. Perizinan lama buat apa," ungkapnya.
Namun, untuk masalah perizinan, Jokowi mengakui belum bisa menyentuh masalah tersebut dan baru akan dibahas pekan depan.
"Saya tahu apa yang harus dilakukan. Nanti ini (sistem pelayanan satu pintu) akan jadi satu lembaga yang jelas. Ini baru diproses ke dewan untuk jadi sebuah badan, bukan hanya Unit Pelayanan Teknis," jelas dia.
Terpisah, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Chatib Basri mendukung langkah Jokowi itu. Chatib menilai sistem itu akan membantu jika orang ingin mengurus sesuatu.
"Ada survei AFC yang menyatakan kota Jakarta kalau dibandingkan dengan Solo, justru lebih baik Solo. Ini bukan soal kenapa daerah lain lebih baik atau enggak, tapi apa yang bisa diperbaiki untuk bisa lebih baik," ungkap Chatib.
Chatib yakin Jokowi mampu menerapkan sistem ini mengingat pengalaman yang dimilikinya. "Ini bukan hal baru bagi Jokowi. Tim kami akan bekerja dengan tim DKI untuk melakukan langkah teknis," ujarnya.


Sumber :
okezone.com

Agenda Jokowi Ahok Hari Ini

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dan wakilnya Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) punya banyak agenda yang harus dibereskan hari ini. Jokowi sibuk mengurusi air bersih, sementara Ahok punya agenda berdiskusi soal kanker.
Jokowi hari ini pukul 10:00 WIB diagendakan menerima Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal RI guna membahas perbaikan indikator bisnis dan modal di Jakarta.
Sementara itu, Ahok pukul 14:00 diagendakan menerima Tan Yu Hok dan Perhimpunan Onkologi di Ruang Tamu Wagub. Setelah itu Ahok akan mengadakan rapat untuk membahas masalah kemacetan di jalan Juanda, Jakarta Pusat dan jalan S Parman, Slipi, Jakarta Barat. Kemacetan di dua ruas jalan ini memang sudah akut pada jam-jam sibuk.


Senin, 13 Mei 2013

Jokowi Bohong

Puluhan warga Kebon Tebu, Muara Baru, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, mengadukan apa yang mereka sebut sebagai kebohongan Gubernur Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kepada Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila.
Mumun, warga RT 19 RW 17, 72 tahun, mengaku pernah mendengar, ketika berkampanye, Jokowi berjanji tidak akan pernah menggusur warga Jakarta.
"Kata Jokowi, warga di sini enggak akan digusur, tapi ditata. Janjinya mau dibikinin sertifikat rumah," ujarnya di Perkampungan Kebon Tebu, Muara Baru, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin, (13/5/2013).
Menurut Mumun, karena janji tersebut, warga Kebon Tebu kompak memilih pasangan Jokowi-Ahok. Namun nenek dari 12 cucu ini kecewa setelah mendengar warga Kebon Tebu akan dipindahkan ke rusunawa. "Saya udah nenek-nenek begini, enggak kuat naik-turun tangga di rusun," katanya.
Jumianti (40), salah satu warga RT 19 RW 17 juga mengaku merasa dibohongi janji kampanye Jokowi. Dia mengaku kecewa telah memilih pasangan Jokowi-Ahok. "Iya, kan warga dijanjiin, tapi kenyataannya malah kami mau digusur," katanya.


Sumber :
tempo.co

Komnas HAM sebut Jokowi bedakan warga waduk Pluit dengan Solo

Komnas HAM menilai penggusuran warga di bantaran Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, berbeda dengan relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) di Solo. Sebab, hingga kini belum ada dialog dengan warga bersama Pemprov DKI Jakarta terkait relokasi.
"Sampai sekarang enggak ada dialog sama sekali. Padahal waktu Jokowi merelokasi PKL di Solo bisa dengan makan malam sampai 60 kali," ujar komisioner Komnas HAM, Siane Indriani di Waduk Pluit, Jakarta Utara, Senin (13/5/2013).
Menurut Siane, dari laporan warga belum pernah ada dialog antara Pemprov DKI Jakarta dengan warga bantaran yang sudah mendiami kawasan waduk Pluit lebih dari 10 tahun.
"Pemerintah tidak boleh melakukan penggusuran sewenang-wenang kepada warga Muara Baru RT 19 RW 17 Pluit, Jakarta Utara," imbuh Siane.
Sementara itu, Ketua Komnas HAM Siti Nurlaela mengatakan, warga waduk Pluit mendatangi Komnas HAM pada 8 Mei 2013. Saat itu mereka memberikan data KTP serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
"Kita sudah memberikan undangan kepada Jokowi untuk berdialog sejak tanggal 29 April 2013 lalu, tetapi Jokowi tidak bisa hadir. Untuk itu, pada 16 Mei mendatang, pihak Komnas HAM akan mengundang kembali Jokowi untuk melakukan dialog," bebernya.


Sumber :
merdeka.com

Siti Noor Laila: Komnas HAM Akan Hadirkan Paksa Jokowi

Rencana Pemprov DKI Jakarta menggusur warga Waduk Pluit, Jakarta Utara, menyita perhatian Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Komnas HAM akan mempertemukan Gubernur DKI, Joko Widodo (Jokowi) dan warga Waduk Pluit untuk mencari jalan keluar soal rencana itu.
Menurut Ketua Komnas HAM, Siti Noor Laila, Jokowi seharusnya melakukan pendekatan persuasif kepada warga Waduk Pluit sebelum merelokasi.
"Kalau Jokowi berhasil melakukan penggusuran pedagang kaki lima di Solo dengan dialog berpuluh-puluh kali, kenapa di sini tidak bisa," kata Siti kepada wartawan di Jakarta, Senin (13/5/2013).
Komnas HAM berharap kepada Pemprov DKI Jakarta tidak mengintimidasi, sebelum atau saat proses relokasi warga. Komnas HAM juga meminta Jokowi memberikan jaminan tempat tinggal yang layak bagi warga pascapenggusuran.
"Maka kami undang lagi Pak Jokowi pada 16 Mei untuk berdialog dengan warga dan semoga dengan bantuan media, tidak ada alasan lagi untuk Pak Jokowi tidak datang," pungkasnya.

Sumber :
Okezone.com

Jokowi: Normalisasi Waduk Pluit butuh waktu dua tahun

Normalisasi Waduk pluit diperkirakan membutuhkan waktu selama dua tahun. Untuk itu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bekerja keras membujuk warga di bantaran waduk untuk mau direlokasi.
"Kira-kira butuh dua tahun, semuanya, kalau tidak begitu enggak akan rampung-rampung," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Senin (13/5/2013).
Menurut Jokowi, relokasi warga dilakukan sedikit demi sedikit untuk ditawarkan ke Rusun Marunda. Sementara itu, sebagian warga masih akan dicarikan tempat yang saat ini baru menyelesaikan pembelian lahan.
"Kalau hanya dikit-dikit yang mau pindah ke Marunda masih. Di Muara Baru juga masih. Itu yang kami tawarkan," terangnya.
Politikus PDIP ini mengatakan untuk tempat relokasi yang dibangun menggunakan APBD. Namun, semua itu masih dalam proses memerlukan waktu karena tidak dapat diselesaikan dalam waktu sehari dua hari maupun sebulan dua bulan.
"Tapi kita ini kan perlu proses. Kita kejar-kejaran dengan waktu. Kalau nanti enggak ada ujan nanti lupa lagi. Kalau ada hujan, banjir lagi. Jadi Waduk Pluit itu menampung seluruh hujan yang masuk ke Jakarta. Hampir semuanya dimasukkan ke sana," jelasnya.
Saat ini, Pemprov telah berhasil membeli lahan 2,3 hektar di Muara Baru yang akan dibuat Rusun dengan lantai 16-20 lantai. Namun, akan ditambah kembali pembelian lahan sekitar 6 hektare.
Adapun, cara Jokowi agar warga tersebut bersedia pindah dengan jalan terus melakukan dialog.
"Kita hanya dialog, ketemu dan komunikasi. Terus jangan pikir kita enggak dialog. Tiap hari datang ke sini. Entah 5-6 orang. Ada yang mewakili 1.200 orang," tandasnya.


Sumber :
merdeka.com

Warga Waduk Pluit Ingatkan Janji Jokowi-Basuki Kala Kampanye

Warga di bantaran Waduk Pluit merasa kalau Jokowi-Basuki melanggar kontrak politik. Pasalnya, saat kampanye pada pemilihan gubernur lalu, mereka mengatakan tidak akan menyengsarakan rakyat.
"Padahal mereka sudah lakukan kontrak politik. Di sini juga Jokowi-Ahok menang telak," kata Muhayati warga RT 19/17 Pluit, Jakarta Utara pada Senin (13/5/2013).
Muhayati mengungkapkan, pada masa kampanye pamilihan gubernur lalu, Jokowi-Basuki meminta dukungan kepada warga bantaran waduk. Mereka juga menjamin tidak akan menyengsarakan warga. Akan tetapi, saat ini, warga malah digusur tanpa ada dialog terlebih dahulu.
Muhayati, secara pribadi menyesal memilih Jokowi dan Basuki sebagai pemimpin Jakarta. Pemindahan warga ke rusun yang jauh dengan tempat mencari nafkah akan menyengsarakan warga. Sedangkan rusun yang berada dekat dengan Waduk Pluit sudah penuh.
Muhayati mengungkapkan, Basuki juga mengumbar janji politik akan memberikan sertifikat tanah jika warga sudah tinggal lebih dari 20 tahun. Akan tetapi, saat ini warga malah dipindahkan ke tempat yang jauh dari tempat asalnya.
"Dulu katanya kalau tanah itu bersengketa, Jokowi akan jadi mediator. Kalau tanah tidak bersengketa, dan kita tinggal lebih dari 20 tahun akan dibuat sertifikat. Makanya dulu kita pilih Jokowi-Ahok," kata Muhayati.
Sebelumnya, warga Waduk Pluit menolak untuk direlokasi jika belum ada dialog antara pemerintah dengan warga. Mereka juga menolak pindah dari bantaran waduk karena tempat tinggal yang dijanjikan jauh dari tempat usaha.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Jokowi: Hak saya hari libur dipakai kampanye

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku menjadi Juru Kampanye (Jurkam) Calon Gubernur (Cagub) PDIP setiap akhir pekan. Jokowi menilai karena hari libur merupakan hak pribadinya untuk digunakan dalam kepentingan apapun.
"Itu hari libur. Hari libur hak saya mau saya gunakan sebagai liburan, mau saya pakai untuk dengan keluarga, mau saya pakai untuk kampanye itu hak saya," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Senin (13/5).
Politikus PDIP ini mengaku ikhlas melakukan perintah partai. Sehingga, dia tidak berpikiran dijadikan sebagai boneka partai.
"Ikhlasss banget," ucapnya sembari tertawa.
Sementara itu, Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo saat dihubungi terpisah mengaku Jokowi merupakan keluarga PDIP sehingga harus melaksanakan tugas partai. Jokowi pun hanya mengikuti kampanye sebulan dua kali.
"Lho manusia kan harus ada waktu santai di hari libur, selama liburan kan boleh saja kemana. Pak jokowi kader partai lho, keluarga besar PDI Perjuangan, tugas partai ya Sabtu Minggu paling sebulan 2 kali," ucap Tjahjo.
Anggota Komisi I DPR ini mengatakan Jokowi senang menjadi jurkam Pilkada Provinsi. Kalau Jokowi tak keberatan, kenapa soal kampanye ini harus diributkan?
"Dia happy happy saja. Apa masih ada yang kurang?" tandasnya.


Sumber :
merdeka.com

Kerap Jadi Jurkam PDIP, Jokowi: Ikhlaaas...

Gubernur DKI Joko Widodo menampik menjadi boneka partai karena kerap ditugasi partainya, PDI Perjuangan, untuk menjadi juru kampanye beberapa calon pimpinan daerah. Jokowi mengaku ikhlas dalam melakukan amanat.
"Ikhlaaaas," ujar Jokowi saat ditemui wartawan di Gedung Balaikota, Senin (13/5/2013) sore.
Mantan Wali Kota Surakarta tersebut mengaku tugas partai menjadi juru kampanye di daerah lain tidak bertentangan dengan jabatan sebagai gubernur. Pasalnya, Jokowi melakukan tugas itu pada setiap akhir pekan atau tanggal merah.
"Libur itu adalah hak saya. Mau saya pakai untuk liburan, untuk keluarga, untuk kampanye, itu kan hak saya," lanjut Jokowi.
Seperti diketahui, partai berlambang banteng bermoncong putih tersebut kerap menugaskan gubernur blusukan tersebut untuk menjadi juru kampanye bagi kader PDI Perjuangan yang maju dalam pesta demokrasi itu di berbagai daerah di Indonesia.
Tercatat, telah empat kali partai pimpinan Megawati Soekarnoputri tersebut menugaskan Jokowi menjadi jurkam, yakni di Jawa Barat, Sumatera Utara, Bali serta di Jawa Tengah. Sekedar informasi, dua dari daerah pemilihan, yakni Jawa Barat serta Sumatera Utara, calon dari PDI Perjuangan kalah.

Sumber :
megapolitan.kompas.com

Walkot Baru Jaksel akan Jokowi Lantik di Kampung Betawi

Warga Jakarta Selatan segera memperoleh walikota yang baru. Lokasi upacara pelantikannya di Setu Babakan yang merupakan cagar budaya Betawi. Apa alasan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, memililih lokasi tersebut?
"Untuk mengingatkan perlunya sebuah kampung asli Betawi. Nantinya sebuah kota harus punya karakter dan identitas yang jelas. Setu Babakan itu identitas yang masih tertinggal dan harus kita rawat. Kita jaga, kita pelihara, terus kita perbaiki," jawab Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (13/5/2013).
Jokowi mengatakan, nama Walikota Jakarta Selatan yang baru yaitu Syamsudin Noor. Sebelumnya menjabat sebagai Wakil Walikota Jakarta Selatan.
"Untuk Jakarta Selatan nanti itu namanya Pak Syamsudin Noor. Sudah dua minggu yang lalu diputuskan, pelantikannya 15 Mei 2013," kata Jokowi.
Sementara itu, Jokowi juga akan melantik Walikota Jakarta Barat yang baru bernama Fatahillah. Fatahillah sebelumnya merupakan Wakil Walikota Jakarta Pusat. Informasi yang diterima detikcom, Fatahillah akan dilantik ditengah-tengah warga di kawasa Kampung Apung, Jakarta Barat pada Kamis, 16 Mei 2013.
"Kalau yang Walikota Jakarta Barat namanya Fatahillah," terang Jokowi.


Sumber :
news.detik.com

Jokowi Lantik Wali Kota di Setu Babakan dan Kampung Apung

Gubernur DKI Joko Widodo memastikan akan melantik Wali Kota Jakarta Barat akan diisi H Fathahilah dan Wali Kota Jakarta Selatan diisi oleh Syamsudin Noor. Kedua Wali Kota baru tersebut akan dilantik minggu ini.
"Iya, benar dua-duanya minggu ini akan dilantik," kata Made di Balaikota Jakarta, Senin (13/5/2013).
Made pun membenarkan kalau Syamsudin Noor akan dilantik Jokowi pada Rabu (15/5/2013) di Setu Babakan, Jakarta Selatan. Sementara rencananya Fatahillah akan dilantik menjadi Wali Kota Jakarta Barat pada Kamis (16/5/2013) di Kampung Apung, Jakarta Barat.
Menurut Made, masing-masing pemimpin memiliki cara tersendiri untuk melantik pejabat mereka. Termasuk Jokowi yang mengubah tradisi pelantikan pejabat DKI, yang biasanya Gubernur melantik Wali Kota di Balaikota, Jokowi melantik pejabat di tempat wilayah tersebut yang tidak diduga sebelumnya. Seperti saat ia melantik HR Krisdianto dan Husein Murad menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jakarta Timur di Kampung Pulo Jahe, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
"Sebenarnya tidak harus ke tempat yang kumuh atau bagaimana, yang penting kan esensinya dan lokasi itu mungkin bisa menjadi simbol wilayah itu," kata Made.
Made mengatakan, kedua nama tersebut telah diserahkan ke DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) DKI. Setelah melalui verifikasi di DPRD, dua nama tersebut pun dipastikan mengisi jabatan.
Wali Kota Jakarta Selatan, saat ini ditempati pelaksana tugas (Plt) Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Syamsudin Noor. Ia menggantikan Anas Effendi yang sebelumnya dimutasi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah.
Sementara Wali Kota Jakarta Barat yang sebelumnya dijabat oleh Burhanuddin, diisi sementara oleh Asisten Sekda DKI Jakarta Bidang Pemerintahan, Sylviana Murni. Burhanuddin mengundurkan diri karena maju sebagai calon anggota DPRD DKI dari Partai Gerindra.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Pengganti Bupati Kepulauan Seribu Tunggu Rekomendasi DPRD DKI

Bupati Kepulauan Seribu Achmad Ludfi memasuki masa pensiun pada 1 Mei 2013. Jabatan yang ditinggalkannya kini dipegang oleh Wakil Bupati Kepulauan Seribu, Junaidi yang ditunjuk sebagai Pelaksana tugas (Plt) sebelum ada pejabat yang baru. Serah terima jabatan dilakukan pada Senin (13/5), di Gedung Blok G Balaikota DKI Jakarta.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, I Made Karmayoga mengatakan Ludfi memasuki usia 56 tahun pada 16 April 2013. Namun ia memasuki masa pensiun pada 1 Mei kemarin.
"Pensiunnya sejak 1 Mei, karena biasanya dihabiskan hingga akhir bulan, jadi terhitung sejak tanggal baru bulan berikutnya," kata Made di Balaikota DKI Jakarta, Senin (13/5).
Dia menjelaskan jabatan Ludfi tidak diperpanjang karena sesuai dengan komitmen dari Pemprov DKI Jakarta untuk tidak memperpanjang pejabat yang telah memasuki masa pensiun. Meskipun sesuai dengan peraturan, batas pensiun bisa diperpanjang hingga usia mencapai 60 tahun.
"Perpanjangan itu, hak prerogratif gubernur. Masa pensiun jika sudah berusia 56 tahun dan bisa diperpanjang sampai usia 60, setiap perpanjangan yakni selama 2 tahun. Tapi sesuai dengan komitmen Pak Gubernur tidak lagi memperpanjang pejabat yang sudah pensiun," ujarnya.
Untuk pejabat penggantinya belum ditentukan. Sebab berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk jabatan setingkat walikota dan bupati harus meminta rekomendasi dari DPRD DKI Jakarta. "Sesuai dengan mekanisme dan proses, sesegera mungkin kita ajukan ke dewan. Kita minta pertimbangan DPRD," tegasnya.
Kendati demikian dia enggan menyebutkan siapa saja kandidat yang akan diajukan ke pihak legislatif. Menurutnya banyak pejabat yang mampu untuk menduduki jabatan tersebut. Namun untuk jabatan ini, tidak akan menggunakan proses seleksi dan promosi jabatan terbuka atau lelang jabatan seperti posisi lurah dan camat.
"Kandidat banyak, secepat akan kita ajukan ke dewan agar penyelenggaraan pemerintahan bisa berlangsung," tutupnya.


Sumber :
merdeka.com

Jokowi Cari Pengganti Bupati Kepulauan Seribu

Setelah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, kini wilayah administratif Kepulauan Seribu juga ditinggalkan pemimpinnya. Bupati Kepulauan Seribu Achmad Ludfi telah memasuki usia pensiun dan belum ada penggantinya secara permanen.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membenarkan bahwa Ludfi telah memasuki usia pensiun dan tidak lagi menjabat sebagai Bupati Kepulauan Seribu. Ludfi telah berusia 56 tahun. "Sudah pensiun kok, beliau juga sudah keluarkan surat," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (13/5/2013).
Basuki mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memiliki wewenang penuh atas pengganti Ludfi. Ia menyebutkan bahwa Jokowi biasanya akan menunjuk wakil bupati sebagai pelaksana tugas (Plt) untuk kemudian menjabat sebagai bupati.
Secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaia Daerah (BKD) DKI I Made Karmayoga mengatakan bahwa Ludfi telah memasuki usia pensiun pada 16 April 2013 dan ditetapkan pensiunnya per 1 Mei 2013. "Kalau perpanjangan itu menjadi hak prerogratif Gubernur. Sebenarnya usia pensiun bisa diperpanjang sampai usia 60 tahun," kata Made.
Untuk sementara, yang menjabat sebagai Plt Bupati Kepulauan Seribu adalah Wakil Kepulauan Seribu Djunaidi. Made menjelaskan bahwa Pemprov DKI akan segera mengajukan nama calon pengisi posisi Bupati Kepulauan Seribu. Setelah itu, mereka akan meminta pertimbangan rekomendasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI.
"Kalau untuk kandidat, yang pasti ada banyak. Tapi, kami akan proses secepatnya agar penyelenggaraan pemerintahan bisa berlangsung," kata mantan Sekretaris Bappeda itu.
Hingga kini, Jokowi juga belum menunjuk pejabat permanen untuk mengisi posisi Wali Kota Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Di Jakbar, Burhanuddin yang sebelumnya menjabat sebagai wali kota telah mengundurkan diri karena ingin maju sebagai calon anggota legislatif. Adapun di Jakarta Selatan, Anas Effendi telah digeser dari posisinya sebagai wali kota menjadi Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah. Di kedua wilayah itu, Jokowi menunjuk seorang pelaksana tugas wali kota.

Sumber :
megapolitan.kompas.com

Meski Didemo Warga, Jokowi Pastikan Pengerukan Waduk Pluit Tetap Harus Berjalan

Usai membuka Kejuaran bulutangkis di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2013), Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan "Pengerukan Waduk Pluit tetap berjalan. Kita kejar-kejaran dengan waktu" Jokowi pun berjanji akan terus melakukan komunikasi yang lebih intens dengan warga untuk mencari solusi. Meski banyak warga yang mengajukan permintaan yang berat-berat kepada Pemprov DKI Jakarta.
"Pengerukan waduknya tetap dilakukan, sambil mencarikan solusi-solusi buat mereka," lanjut Jokowi.
Terkait dengan permintaan warga agar Pemprov DKI mengganti tanah mereka, Jokowi pun merasa keberatan. Pasalnya tanah yang ditempati warga Waduk Pluit tersebut adalah kawasan waduk yang merupakan milik negara.
"Ganti rugi gimana? Itu tanah waduk, tanah waduk itu dulunya air. Karena ada sedimen kemudian menjadi ada tanahnya, kemudian diduduki. Itu harusnya air, bukan buat untuk rumah, jadi itu tanah negara," tegas Jokowi.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Jokowi: Tak Ada Ganti Rugi untuk Warga Muara Baru

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga kini masih melakukan pendekatan dengan warga Muara Baru agar mau direlokasi dari bantaran Waduk Pluit. Namun, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menegaskan, permintaan warga atas ganti rugi tanah tidak akan dipenuhi.
"Kalau semua orang minta ganti tanah dengan cara yang seperti itu, ya enggak benar dong, menduduki kemudian minta ganti tanah. Ini yang tidak bisa diterima," jelas Jokowi usai membuka acara Kejuaraan Bulutangkis Djarum Sirkuit Nasional di Senayan, Jakarta, Senin (13/5/2013).
Menurut Jokowi, untuk memindahkan warga dari bantaran Waduk Pluit memang tidak mudah. Sebab, warga yang tinggal disana sangat banyak jumlahnya, yaitu ada tujuh ribu kepala keluarga. Karenanya, dibutuhkan pendekatan yang panjang.
"Mengkomunikasikan seperti itu tidak mungkin dalam sehari dua hari. Ini yang kita sambungkan terus. Pendekatannya kasus per kasus," sebut gubernur asal Solo itu.
Mantan wali kota Solo ini mengatakan, meski proses dialog dengan warga masih berlangsung, namun pengerukan Waduk Pluit tetap harus berjalan.


Sumber :
republika.co.id

Jokowi Minta Hadiah Lomba Bulutangkis Dinaikkan Jadi 3 M

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) setelah membuja Jakarta Open, mengungkapkan keinginannya untuk menambah pundi-pundi hadiah menjadi Rp3 miliar, sehingga merangsang peminat dari luar untuk ikut dalam perhelatan olahraga kebanggaan Indonesia ini.
"Tiga minggu yang lalu saya sudah sampaikan ke pengurus. Memang yang menarik ini hadiahnya, karena ini hadiahnya hingga ratusan juta. Tahun depan akan kita naikkan menjadi Rp3 miliar," terangnya.
 Dia melanjutkan, pengurus KONI DKI Jakarta serta Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) bisa menaikkan hadiah menjadi Rp3 miliar, agar kejuaraan ini akan menarik minat negara-negara lain untuk ikut bertanding.
"Kalau hadiahnya menarik, tidak hanya tingkat nasional, tapi ke negara-negara lain juga akan kita promosikan. Sehingga peminatnya akan naik," tambahnya.
Perlu diketahui, kejuaraan bulutangkis Djarum Sirkuit Nasional Jakarta Open XXVII/2013 berlangsung pada 13-18 Mei 2013. Peserta sendiri sebanyak 1.060 orang, dari 19 provinsi di seluruh Indonesia, dan ada 5 negara asing yaitu Guatemala, Filipina, Jepang, Malaysia, dan India.
Kejuaraan ini juga memperebutkan tiga kelas yaitu remaja (18 tahun), taruna (19 tahun) dan dewasa (umur bebas). Pertandingan dalam kejuaraan ini terdiri dari tunggal, ganda, dan ganda campuran.


Sumber :
sindonews.com

Jokowi Buka Jakarta Open

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) membuka kejuaraan bulutangkis 'Djarum Sirkuit Nasional Jakarta Open XXVII Tahun 2013'. Jokowi meresmikan dengan mengayunkan raket sambil memukul kok sebanyak tiga kali.
"Dengan mengucap Bismillahirahmanirrahim, pertandingan Jakarta Terbuka ini saya nyatakan dibuka," ucap Jokowi sembari memukul kok dengan raket, di GOR Bulu Tangkis, Senayan Jakarta, Senin (13/5/2013).
Dalam Jakarta terbuka tersebut diikuti oleh atlet seluruh daerah di Indonesia. Selain Jokowi, nampak hadir wakil ketua umum KONI Provinsi DKI Jakarta 2013-2017 Icuk Sugiarto, Ketua umum KONI Provinsi DKI Jakarta 2013-2017 Winny Erwinda, dan Wali kota Jakarta Pusat Syaefulloh.
Pertandingan ini diselenggarakan tanggal 13-18 Mei 2013 di Hall Bulu Tangkis Asia Afrika.
Sebanyak 1.060 peserta mengikuti 'Djarum Sirkuit Nasional Jakarta Open XXVII Tahun 2013'. Mereka berasal dari 19 provinsi dan 5 negara asing, seperti Guatemala, Filipina, Jepang, Malaysia, dan India.



Sumber :
merdeka.com

Minggu, 12 Mei 2013

Menwa Universitas Jayakarta Bantu Jokowi Buat Bio Pori

Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Jayakarta menawarkan diri untuk membantu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) membuat lubang resapan bio pori melalui kegiatan sejuta Lubang Resapan Biopori (LRB). Dengan LRB ini diharapkan bisa mengantisipasi dan meminimalisir banjir di Jakarta.
Kegiatan ini sebagai salah satu rangkaian acara menyambut HUT ke-486 Jakarta dan 51 tahun gerakan kepeloporan Menwa Jayakarta.
"Masing-masing anggota ditargetkan membuat 350 LRB atau 20 LRB setiap minggunya. Dari perhitungan ini kami menargetkan 1 juta LRB baru akan ada di Jakarta dalam 4,5 bulan ke depan," ujar Komandan Menwa Jayakarta Lukman Hakim, Jakarta, Minggu (12/5/2013).
Lukman mengungkapkan, pembuatan sejuta LRB tersebut akan dikerjakan oleh 2.861 anggota menwa. Program ini, menurutnya, sebagai wujud kepedulian lingkungan di Jakarta.
"Jutaan LRB ini akan kami jadikan kado kecil untuk Jakarta di hari jadinya," terangnya.
Pembuatan 1 juta LRB akan dimulai pada hari Sabtu (18/5/2013) yang akan datang.


Sumber :
merdeka.com

Jokowi Blusukan di Pasar Kliwon Temanggung

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menghadiri kampanye pasangan calon Bupati Temanggung yang diusung PDI Perjuangan Bambang Sukarno-Irawan Prasetyadi di Lapangan Sroyo, Temanggung, Minggu.
Jokowi yang mengenakan baju kotak-kotak warna merah ikut naik ke panggung kampanye, namun dia tidak diperkenankan berorasi karena tidak mempunyai izin sebagai juru bicara kampanye.
"Janji saya untuk menghadirkan Jokowi sudah saya penuhi. Namun beliau tidak berorasi karena izin belum turun," kata Bambang Sukarno.
Sebelum mengikuti acara kampanye, Jokowi kepada wartawan berharap pemilihan Bupati Temanggung dan pemilihan Gubernur Jateng dimenangkan oleh pasangan yang diusung PDI Perjuangan.
"Saya kira Mas Bambang mempunyai pribadi yang baik, beliau dekat dengan masyarakat, terutama petani tembakau. Saya tahu Bambang Sukarno bertahun-tahun memperjuangkan petani tembakau di Jakarta," katanya.
Ia mengatakan, setiap ada demo petani tembakau, Bambang selalu menunggui dari pagi hingga malam, baik di Kementerian Kesehatan maupun di DPR RI.
Usai kampanye, Jokowi juga mengikuti pasangan Bambang Sukarno-Irawan Prasetyadi mengunjungi pedagang di Pasar Kliwon Temanggung. 



Sumber :
antaranews.com

Tak Kantongi Izin, Jokowi Batal Jadi Jurkam Bambang - Irawan

Joko Widodo (Jokowi) batal jadi juru kampanye pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Bambang Sukarno dan Irawan Prasetyadi (BI) pada rapat umum yang digelar di lapangan Sroyo Temanggung, karena tidak mengantongi ijin, Minggu (12/05/2013).
Saat para juru kampanye pasangan nomor urut 3 yang diusung PDIP itu berorasi di panggung, dia turut pula berdiri namun tidak turut angkat bicara. Hanya menebar senyum sambil sesekali menyalami massa.
Bambang Sukarno mengatakan Jokowi tidak kantongi ijin untuk menjadi juru kampanye, sehingga tidak bisa berbicara dipanggung. Sebab hal itu akan menyalahi aturan. " Lewat saya, pak Jokowi berpesan agar memenangkan pasangan Bambang - Irawan pada pemilukada Temanggung dan memenangkan pasangan Ganjar - Heru pada pemilukada Jawa Tengah," katanya.
Menurut Bambang, bila kelak menang dalam pemilukada akan berjuang agar regulasi pertembakauan dan perdagangan berpihak pada masyarakat pertembakauan, membangun pasar Legi Parakan, membangun stadion Bhumi Phala dan alokasikan 70 persen dari dana cukai tembakau yang diterima untuk rakyat serta memperbaiki fasilitas RS khususnya yang kelas 3. Usai Jokowi meninggalkan lokasi kampanye, ribuan pendukung Bambang Sukarno-Irawan berkeliling kota menggunakan sepeda motor, mobil bak terbuka, bus dan truk


Sumber :
krjogja.com

PDI-P Yakin Ganjar-Heru Ikuti Jejak Jokowi

PDI Perjuangan diyakini akan segera memetik buah pelaksanaan konsep regenerasi kepemimpinan muda dalam Pilkada Jawa Tengah dengan kemenangan calon Ganjar-Heru.
Seperti disampaikan Maruarar Sirait, Ketua Umum Taruna Merah Putih --organisasi sayap kepemudaan PDI Perjuangan-- partainya mendorong tumbuhnya banyak kader muda untuk memimpin pemerintahan.
Komitmen itu terbukti didukung masyarakat di Pilkada DKI Jakarta dengan terpilihnya Joko Widodo, alias Jokowi.
"Di beberapa daerah lain banyak kader partai yang menjadi kepala daerah. Dan di Jateng sebentar lagi ada Ganjar Pranowo," kata Maruarar, saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (12/5).
Wakil Ketua Umum Taruna Merah Putih Restu Hapsari, mengatakan keyakinan itu semakin kuat karena pasangan Ganjar-Heru adalah pasangan yang 'mboten ngapusi dan mboten korupsi', bahasa jawa yang berarti bukan pembohong dan bukan koruptor. Sudah jelas tak ada rekam jejak korupsi calon itu di media massa, berbeda dibanding calon lainnya.
"Jadi bagi kami, tak bohong dan tak korupsi itu tak sekedar jargon," tandas Restu.
Taruna Merah Putih (TMP) sendiri sudah menggelar deklarasi dukungan dan komitmen pemenangan pasangan calon kepala daerah Jawa Tengah nomor urut 3, Ganjar-Heru.
Rangkaian acara deklarasi itu dilaksanakan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (11/5), mulai pagi hingga sore hari.


Sumber :
bersatu.com

Gertak Sambal Jak Mania ke Jokowi

Pendukung tim sepak bola Persija Jakarta atau yang dikenal dengan sebutan "The Jak", mengancam akan mendemo Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Ancaman tersebut menyusul keinginan sang gubernur untuk menjadikan stadion Lebak Bulus, markas Persija berlatih, jadi depo utama MRT.
"Kita akan gelar demonstrasi secepatnya. Ini masalah besar bagi aktualisasi warga DKI dan para pecinta sepak bola," ujar Ketua The Jak Mania, Larico Ranggamone saat dihubungi wartawan pada Minggu (12/5/2013) pagi.
Larico mengatakan, pihaknya telah mendengar kabar bahwa Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan akan dialihfungsikan menjadi dipo utama MRT oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tidak hanya berencana bberdemonstrasi, The Jak pun akan membuat tim untuk menggelar audiensi dengan gubernur agar penggusuran tersebut urung dilakukan.
"MRT saya paham kita butuh itu. Tapi upayakan (stadion, red) jangan sampai digusurlah. Jadikan penggusuran sebagai alternatif terakhir Jokowi," lanjutnya.
Larico melanjutkan, ada beberapa hal yang jadi dasar pendukung tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut menolak penggusuran Stasion Lebak Bulus. Pertama, meski luasnya tak sebesar GBK (Gelora Bung Karno), Stadion Lebak Bulus memiliki catatan historis yang panjang dan cukup melekat dengan dunia sepak bola di Indonesia.
Kedua, jelas Larico, situasi tim Persija sendiri tengah banyak diterpa masalah, mulai dari nihilnya prestasi yang digadang-gadang disebabkan karena manajemen. Atas dasar itulah, The Jak berharap agar sang gubernur mengakomodasi kemauan stakeholder Persija Jakarta. Terlebih, Larico mengklaim, The Jak adalah salah satu pendukung Jokowi saat pemilihan Gubernur DKI tahun lalu.
"The Jak juga yang melanggengkan Jokowi-Ahok menduduki kursi nomor satu dan dua Jakarta. Jangan ombang-ambingkan Persija. Yang kita mau realisasikan janji demi prestasi Persija," lanjutnya.
Sebelumnya, Jokowi menjelaskan, terdapat dua alternatif titik yang akan dijadikan sebagai dipo utama pemberhentian MRT, yakni di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan atau Kampung Bandan, Jakarta Utara. Kedua lokasi tersebut memiliki pertimbangan masing-masing. Stadion Lebak Bulus, Jokowi mengaku berat pada keberadaan Tim Persija. Sementara di Kampung Bandan, Jokowi belum menerima izin dari pemilik lahan tersebut, yakni PT. KAI.


Sumber :
megapolitan.kompas.com


Jokowi Tiba Di Temanggung

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), menghadiri kampanye Calon Bupati (Cabup) Temanggung dan Calon Gubernur Jawa Tengah yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Saat tiba di Temanggung, Jokowi langsung menuju rumah pribadi Ketua DPRD Temanggung, Bambang Sukarno, di Desa Bendo. Bambang Sukarno merupakan calon bupati dari PDIP bersama pasangannya, Irawan Prasetyadi.
Warga yang sudah memadati halaman sejak pagi, langsung berebut salaman dengan mantan Wali Kota Solo itu saat turun dari mobil. Pria berperawakan kurus itu pun melayani permintaan warga dan simpatisan yang ingin foto bersama.
Jokowi mengaku, mengenal baik Calon Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Cabup Bambang Sukarno. Dia aktif berkampanye untuk kedua calon yang diusung partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Bahkan, untuk menyukseskan dua kolega di PDIP itu, Jokowi kembali mengenakan kemeja kotak-kotak yang menjadi pakaian kebesaran saat merebut kursi DKI Jakarta 1 beberapa waktu lalu. Pakaian tersebut berbeda dengan ciri khas Ganjar yang mengenakan kemeja warna putih polos.
"Mas Ganjar dan Mas Bambang merupakan figur yang bagus untuk mempimpin Jawa Tengah dan Temanggung. Apalagi keduanya sangat dekat dengan rakyat " ujar Jokowi, Minggu (12/5/2013).
Sekira pukul 12.00 WIB, Jokowi meninggalkan kediaman Bambang Sukarno untuk menuju Lapangan Sroyo, Temanggung tempat berlangsungnya kampanye.


Sumber :
okezone.com

Nirwono Joga: Jokowi Tak Perlu Mimpi Buat Deep Tunnel

Keinginan gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun Terowongan Multi Guna (Deep Tunnel) sebagai salah satu solusi penanganan banjir di ibu kota ini dikritik pengamat perkotaan Nirwono Joga.
"Jokowi harusnya fokus saja pada hal yang mikro dan mudah dikerjakan, katanya enggak mau ngurus yang besar-besar, kok sekarang malah ngomongin mega proyek terus," kata Joga, Minggu (12/5/2013).
Pengamat asal Universitas Trisakti tersebut mengigatkankan bahwa pembangunan deep tunnel belum mendapatkan respon positif dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).
"Deep Tunnel memang dipaksakan, apalagi proyek deep tunnel tidak ada dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2030. Artinya, proyek itu bisa dilewatkan, apalagi anggarannya sangat besar sekitar Rp17 triliun sampai Rp22 triliun," ujarnya.
Menurut Nirwono, normalisasi saluran mikro lebih penting mengingat saluran drainase mikro di DKI sangat buruk dan belum terhubung ke saluran makro dengan baik. Oleh Karena itu, dia juga meminta Jokowi segera normalisasi sungai dan waduk yang sudah ada rencananya, baik bersama Kementrian PU maupun dalam rencana DKI Jakarta.
"Segera kerjakan yang sudah ada dulu, jangan ribut-ribut masalah deep tunnel yang efektivitasnya masih diragukan, segera saja kerjakan program JEDI, Kali Ciliwung, Pesanggrahan, Angke, Sunter, ini sudah empat bulan berhenti, karena direview oleh Ahok," tutup Joga.


Bingkisan Untuk Jokowi Yang Bisa Ditafsirkan Gratifikasi

Menerima bingkisan adalah hal yang menyenangkan hampir semua orang,termasuk pejabat pejabat di negri ini. Apakah hal ini juga berlaku untuk Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ? Dalam debutnya, Jokowi beberapa kali diuji dengan bingkisan-bingkisan yang di masa mendatang dapat dipakai sebagai senjata oleh lawan politik Jokowi untuk memojokkan Jokowi dengan jeratan "Penerimaan Gratifikasi".
Berikut bingkisan-bingkisan yang telah diterima Jokowi :

Gitar Bass Metallica
Jokowi diberi gitar bass bertanda tangan personel band Metallica, Robert Trujillo.
Bass tersebut diterima Jokowi melalui seorang promotor musik Jonatahan Liu yang mengaku juga dekat dengan grup band Metallica.
Jonathan berencana menggelar acara konser musik rock Metallica yang dipadukan dengan musik dan tari tradisional khas Bali, Kecak. Rencana tersebut disambut antusias oleh Jokowi.
Jokowi pun kemudian menyarankan tiga tempat di Jakarta sebagai tempat penyelenggaraan koser tersebut, yaitu di Monumen Nasional (Monas), Museum Fatahillah atau Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Bass tersebut juga telah diperlihatkan Jokowi kepada publik pada Jumat (3/5) lalu di gedung Balaikota DKI. "Nih gitarnya, bagus sekali, ada tanda tangan Trujillo," kata Jokowi.
Ia sudah menyerahkan gitar bass ke KPK karena dianggap gratifikasi. Bagi Jokowi, barang itu bukan gratifikasi namun hanya kenang-kenangan.
"Saya sih seneng-seneng aja diberi gitar sama Trujillo itu dan mosok itu gratifikasi. Menurut saya ndak itu," kata Jokowi di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2013).
"Itu kan kenang-kenangan," sambungnya.
Mantan Wali Kota Solo ini tak habis pikir apa masalah yang bakal timbul dari bass tersebut. Meski kecewa, sebagai pejabat publik yang baik, dia tetap mematuhi aturannya.
"Tapi pasti saya ikuti. Udah saya suruh anter," imbuhnya.


Kaos Nyeleneh
Jokowi diberi kaos gratis oleh 2 mahasiswi ketika asyik melihat pameran Inacraft. Meski banyak kerajinan nan menarik, Jokowi memilih untuk memantau saja.
Jokowi berkeliling di area pameran usai mendampingi Wapres Boediono meresmikan pameran Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2013 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu (24/4/2013).
Jokowi berkeliling sendirian. Sedangkan Boediono didampingi oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisna Murti, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.
Sewaktu berkeliling, Jokowi tak luput dari serbuan pengunjung yang ingin menyalami dan berfoto bersama. Para pemilik stan juga banyak yang menawari Jokowi untuk mampir, namun Jokowi hanya melihat-lihat dari luar tanpa membeli satu pun barang kerajinan yang dipamerkan.
Tiba-tiba Jokowi dihampiri oleh dua mahasiswi Universitas Ciputra, Nicky dan Grace. Kedua mahasiswi ini memberikan Jokowi sebuah kaos produksi mereka sendiri.
"Pak Jokowi, mohon diterima bajunya. Ini buatan kita sendiri Pak. Nama produknya 'Nyeleneh'. Dipakai ya Pak," ujar Grace kepada Jokowi.
Jokowi lalu menerima pemberian tersebut sambil tersenyum. "Iya, terima kasih," ucap Jokowi dan langsung disambung dengan foto bersama.
Jokowi kemudian melewati stan kerajinan perak 'Eka Silver'. Orang nomor satu di Jakarta itu ditawari sebuah cincin, namun Jokowi hanya tersenyum. Tak puas menawari cincin, sang penjaga toko pun kemudian menawari Jokowi sebuah alat kerokan.
"Pak... ini Pak ada alat kerokan," kata pria penjaga stan.
"Hah? Kerokan? Hehehe...," jawab Jokowi sambil tertawa kecil lalu meninggalkan stan tersebut.
Jokowi berjanji akan mengajak sang istri tercinta Iriana Jokowi untuk datang lagi pada Jumat 26 April. "Nanti Jumat datang, khusus untuk belanja. Kalau sekarang tinjau-tinjau dulu," terang Jokowi.


Kaos Aresnal
Balaikota DKI, tempat kerjanya Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang biasanya didatangi rakyat biasa, kini kedatangan tamu kehormatan. Yaitu mantan bintang sepakbola Klub Arsenal Robert Pires.
Secara khusus, Robert Pires memberikan kaos Arsenal bernomor 10 kepada Jokowi dan nomor 7 kepada Ahok. Kedua kaos tersebut ditandatangani langsung Robert Pires dihadapan Jokowi dan Ahok.
Saat bertemu dengan Robert Pires, Ahok mengaku tidak bisa langsung mengenali sosok Robert Pires. Dia hanya merasa pernah mengenal Robert, kemudian saat melihat trofi yang dibawanya, barulah Ahok mengenali siapa Robert Pires.
“Pertama ketemu, kayaknya pernah liat dimana ini orang. Untunglah dia lagi pegang trofinya. Jadi saya langsung bisa mengenalinya. Saya pernah lihat, kan tiap pagi saya nontonnya saluran olahraga di rumah,” kata Ahok usai bertemu dengan Robert Pires di Balaikota DKI, Jakarta, Kamis (28/2).
Dalam pertemuan tersebut, Robert Pires menyatakan kunjungan full team dari Arsenal yang akan datang ke Jakarta antara bulan Juni atau Juli 2013. “Ya terima kasih saja mereka mau datang ke jakarta. trofi yang dibawa itu trofi yang dimenangi Arsenal dalam liga Inggris. Trofinya berat, lapis emas, lumayanlah,” ujarnya sambil tertawa.
Kesempatan istimewa itu tidak disia-siakan oleh Ahok. Dia pun mulai memasang aksinya untuk foto berdua dengan Robert Pires sambil memegangi trofi tersebut. Begitu juga dengan Jokowi. Tidak hanya itu, mereka berdua dihadiahi kaos Arsenal dengan nomor 10 untuk Jokowi dan 7 untuk dirinya.
“Lumayan nanti saya upload fotonya. Fotonya lumayan. Tadi Pak Jokowi dapat kaos nomor 10, saya dapat nomor 7,” tuturnya.
Kenapa nomor 7, karena sebelumnya Robert menanyakan angka kesukaan Ahok apa, lalu dijawabnya angka 7. Ternyata angka kesukaan Ahok sama dengan angka kesukaan Robert.
“Nomor 7 angka kesukaan saya kalau lagi main sepakbola. Kenapa suka angka 7 karena waktu itu PIB kan nomor 7. Terus angka 7 itu adalah angka sempurna. Selalu mentok-mentoknya 7. Hari dalam seminggu, ada 7 hari. Lalu hari ketujuh juga hari minggu, hari santai, tidak kerja. Enakkan angka 7,” ucapnya.


Lukisan Penolak Banjir
Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) didatangi tamu seorang seniman tua bernama Sutanto (76) di Balai Kota DKI. Sutanto datang membawa lukisan Jokowi-Ahok beserta istri yang disebutnya sebagai lukisan penolak banjir Jakarta.
Sutanto, warga Gading Indah 5 nomor 50 RT 12 RW 12, Kelapa Gading, Jakarta Utara, datang ke Balaikota DKI membawa lukisan berukuran 135x75 Cm. Dalam lukisan tersebut, tampak wajah Jokowi didampingi istri Iriana Widodo dan Ahok bersama istri Veronica Tan. Pasangan otoritas DKI tersebut tampak mengenakan pakaian dinas jas warna putih beserta topi, sedangkan Iriana dan Veronica tampak mengenakan kebaya putih.
Selain itu, lukisan tersebut juga diberi tulisan "Selamat Natal dan Tahun Baru. Semoga Gubernur Jokowi-Ahok Sukseskan Jakarta 2013". Lukisan tersebut berlatar belakang bendera Merah Putih, tugu Monas, burung Garuda, pohon cemara dan gedung Balai Kota DKI Jakarta.
"Saya kagum dengan gubernur saya yang baru ini. Saya terkesan, supaya dia bisa menghadapi warga Jakarta dengan sabar, karena warga Jakarta ini macam-macam," ujar Sutanto di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (28/12/2012).
Sutanto mengaku, untuk membuat lukisan tersebut, dirinya harus melewati prosesi ritual khusus, dengan cara bertapa dan berpuasa selama 1 bulan.
"Lukisan ini bisa menolak banjir. Saya buat ini dengan bertapa selama satu bulan, terus puasa," katanya.
Sutanto dan lukisannya pun diterima oleh Ahok di ruang kerjanya di Balai Kota DKI.


Kaos Iwan Fals
Kebiasaan blusukan Jokowi di kampung-kampung mengundang simpati masyarakat. Salah satunya dari Rio, warga kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Saat Jokowi sedang memantau kegiatan Aksi Jakarta Bersih (AJB) di Lagoa, Rio menghampiri Gubernur DKI itu kemudian memberikan kaos bergambar Iwan Fals sebagai suvenir. Rio merasa senang dengan gaya kepemimpinan Jokowi-Ahok yang "nyentrik" atau berbeda dengan pemimpin lain.
"Saya kasih kaos gambar Iwan Fals, buat kenang-kenangan aja, agar banyak yang mencontoh pemimpin kayak dia," ujar Rio di Jalan Lagoa TRS, Minggu (3/2/2013).
Sebelumnya, Jokowi mendatangi dan mengecek langsung kegiatan AJB serta membagikan bantuan buku tulis, seragam sekolah 1000 stel, dan beras 3-5 ton. Itu dilakukan sebagai bentuk apresiasi Pemprov DKI terhadap kesadaran masyarakat akan kebersihan kota.

Mobil B-1-JKW
Sosok Joko Widodo rupanya begitu dicintai para simpatisan dan pendukungnya. Hal ini terlihat dengan diberikannya sebuah mobil dengan merk Kijang Inova produksi tahun 2012, dari hasil  sumbangan ratusan pendukungnya kepada Jokowi.
"Mobil ini sumbangan dari relawan dan simpatisan buat pak Jokowi karena kesederhanaannya dan mobil dinas ini akan diserahkan setelah pengumuman dilakukan," ujar, salah seorang relawan Jokowi-Ahok, Marcell Muja, di posko pemenangan Jokowi-Ahok, di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/09/2012)
Marcel juga menjelaskan, bahwa biaya pembelian mobil dengan nomor polisi B 1 JKW, tersebut diperoleh dari sumbangan sukarela yang mulai dikumpulkan sejak Pilkada DKI putara pertama.
"Nama-nama pemberi sumbangan semuanya dicatat oleh koordinator," jelas Marcel.
Terkait dipilihnya mobil dengan merek Kijang inova, manurut marcel, adalah karena mobil tersebut dinilai cukup menyimbolkan kesederhanaan dan tidak terlalu terkesan mewah. "Kijang Inova itu simbol kesederhanaan. Makanya kami pilih," tandas Marcel.