Gubernur DKI Joko Widodo memastikan akan melantik Wali Kota Jakarta
Barat akan diisi H Fathahilah dan Wali Kota Jakarta Selatan diisi oleh
Syamsudin Noor. Kedua Wali Kota baru tersebut akan dilantik minggu ini.
"Iya, benar dua-duanya minggu ini akan dilantik," kata Made di Balaikota Jakarta, Senin (13/5/2013).
Made
pun membenarkan kalau Syamsudin Noor akan dilantik Jokowi pada Rabu
(15/5/2013) di Setu Babakan, Jakarta Selatan. Sementara rencananya
Fatahillah akan dilantik menjadi Wali Kota Jakarta Barat pada Kamis
(16/5/2013) di Kampung Apung, Jakarta Barat.
Menurut Made,
masing-masing pemimpin memiliki cara tersendiri untuk melantik pejabat
mereka. Termasuk Jokowi yang mengubah tradisi pelantikan pejabat DKI,
yang biasanya Gubernur melantik Wali Kota di Balaikota, Jokowi melantik
pejabat di tempat wilayah tersebut yang tidak diduga sebelumnya. Seperti
saat ia melantik HR Krisdianto dan Husein Murad menjadi Wali Kota dan
Wakil Wali Kota Jakarta Timur di Kampung Pulo Jahe, Kelurahan
Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
"Sebenarnya tidak
harus ke tempat yang kumuh atau bagaimana, yang penting kan esensinya
dan lokasi itu mungkin bisa menjadi simbol wilayah itu," kata Made.
Made
mengatakan, kedua nama tersebut telah diserahkan ke DPRD (Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah) DKI. Setelah melalui verifikasi di DPRD, dua
nama tersebut pun dipastikan mengisi jabatan.
Wali Kota Jakarta
Selatan, saat ini ditempati pelaksana tugas (Plt) Wakil Wali Kota
Jakarta Selatan Syamsudin Noor. Ia menggantikan Anas Effendi yang
sebelumnya dimutasi menjadi Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah.
Sementara
Wali Kota Jakarta Barat yang sebelumnya dijabat oleh Burhanuddin, diisi
sementara oleh Asisten Sekda DKI Jakarta Bidang Pemerintahan, Sylviana
Murni. Burhanuddin mengundurkan diri karena maju sebagai calon anggota
DPRD DKI dari Partai Gerindra.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Senin, 13 Mei 2013
Pengganti Bupati Kepulauan Seribu Tunggu Rekomendasi DPRD DKI
Bupati Kepulauan Seribu Achmad Ludfi memasuki masa pensiun pada 1 Mei
2013. Jabatan yang ditinggalkannya kini dipegang oleh Wakil Bupati
Kepulauan Seribu, Junaidi yang ditunjuk sebagai Pelaksana tugas (Plt)
sebelum ada pejabat yang baru. Serah terima jabatan dilakukan pada Senin
(13/5), di Gedung Blok G Balaikota DKI Jakarta.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, I Made Karmayoga mengatakan Ludfi memasuki usia 56 tahun pada 16 April 2013. Namun ia memasuki masa pensiun pada 1 Mei kemarin.
"Pensiunnya sejak 1 Mei, karena biasanya dihabiskan hingga akhir bulan, jadi terhitung sejak tanggal baru bulan berikutnya," kata Made di Balaikota DKI Jakarta, Senin (13/5).
Dia menjelaskan jabatan Ludfi tidak diperpanjang karena sesuai dengan komitmen dari Pemprov DKI Jakarta untuk tidak memperpanjang pejabat yang telah memasuki masa pensiun. Meskipun sesuai dengan peraturan, batas pensiun bisa diperpanjang hingga usia mencapai 60 tahun.
"Perpanjangan itu, hak prerogratif gubernur. Masa pensiun jika sudah berusia 56 tahun dan bisa diperpanjang sampai usia 60, setiap perpanjangan yakni selama 2 tahun. Tapi sesuai dengan komitmen Pak Gubernur tidak lagi memperpanjang pejabat yang sudah pensiun," ujarnya.
Untuk pejabat penggantinya belum ditentukan. Sebab berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk jabatan setingkat walikota dan bupati harus meminta rekomendasi dari DPRD DKI Jakarta. "Sesuai dengan mekanisme dan proses, sesegera mungkin kita ajukan ke dewan. Kita minta pertimbangan DPRD," tegasnya.
Kendati demikian dia enggan menyebutkan siapa saja kandidat yang akan diajukan ke pihak legislatif. Menurutnya banyak pejabat yang mampu untuk menduduki jabatan tersebut. Namun untuk jabatan ini, tidak akan menggunakan proses seleksi dan promosi jabatan terbuka atau lelang jabatan seperti posisi lurah dan camat.
"Kandidat banyak, secepat akan kita ajukan ke dewan agar penyelenggaraan pemerintahan bisa berlangsung," tutupnya.
Sumber :
merdeka.com
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, I Made Karmayoga mengatakan Ludfi memasuki usia 56 tahun pada 16 April 2013. Namun ia memasuki masa pensiun pada 1 Mei kemarin.
"Pensiunnya sejak 1 Mei, karena biasanya dihabiskan hingga akhir bulan, jadi terhitung sejak tanggal baru bulan berikutnya," kata Made di Balaikota DKI Jakarta, Senin (13/5).
Dia menjelaskan jabatan Ludfi tidak diperpanjang karena sesuai dengan komitmen dari Pemprov DKI Jakarta untuk tidak memperpanjang pejabat yang telah memasuki masa pensiun. Meskipun sesuai dengan peraturan, batas pensiun bisa diperpanjang hingga usia mencapai 60 tahun.
"Perpanjangan itu, hak prerogratif gubernur. Masa pensiun jika sudah berusia 56 tahun dan bisa diperpanjang sampai usia 60, setiap perpanjangan yakni selama 2 tahun. Tapi sesuai dengan komitmen Pak Gubernur tidak lagi memperpanjang pejabat yang sudah pensiun," ujarnya.
Untuk pejabat penggantinya belum ditentukan. Sebab berdasarkan ketentuan yang berlaku untuk jabatan setingkat walikota dan bupati harus meminta rekomendasi dari DPRD DKI Jakarta. "Sesuai dengan mekanisme dan proses, sesegera mungkin kita ajukan ke dewan. Kita minta pertimbangan DPRD," tegasnya.
Kendati demikian dia enggan menyebutkan siapa saja kandidat yang akan diajukan ke pihak legislatif. Menurutnya banyak pejabat yang mampu untuk menduduki jabatan tersebut. Namun untuk jabatan ini, tidak akan menggunakan proses seleksi dan promosi jabatan terbuka atau lelang jabatan seperti posisi lurah dan camat.
"Kandidat banyak, secepat akan kita ajukan ke dewan agar penyelenggaraan pemerintahan bisa berlangsung," tutupnya.
Sumber :
merdeka.com
Jokowi Cari Pengganti Bupati Kepulauan Seribu
Setelah Jakarta Barat dan Jakarta Selatan, kini wilayah administratif
Kepulauan Seribu juga ditinggalkan pemimpinnya. Bupati Kepulauan Seribu
Achmad Ludfi telah memasuki usia pensiun dan belum ada penggantinya
secara permanen.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membenarkan bahwa Ludfi telah memasuki usia pensiun dan tidak lagi menjabat sebagai Bupati Kepulauan Seribu. Ludfi telah berusia 56 tahun. "Sudah pensiun kok, beliau juga sudah keluarkan surat," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (13/5/2013).
Basuki mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memiliki wewenang penuh atas pengganti Ludfi. Ia menyebutkan bahwa Jokowi biasanya akan menunjuk wakil bupati sebagai pelaksana tugas (Plt) untuk kemudian menjabat sebagai bupati.
Secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaia Daerah (BKD) DKI I Made Karmayoga mengatakan bahwa Ludfi telah memasuki usia pensiun pada 16 April 2013 dan ditetapkan pensiunnya per 1 Mei 2013. "Kalau perpanjangan itu menjadi hak prerogratif Gubernur. Sebenarnya usia pensiun bisa diperpanjang sampai usia 60 tahun," kata Made.
Untuk sementara, yang menjabat sebagai Plt Bupati Kepulauan Seribu adalah Wakil Kepulauan Seribu Djunaidi. Made menjelaskan bahwa Pemprov DKI akan segera mengajukan nama calon pengisi posisi Bupati Kepulauan Seribu. Setelah itu, mereka akan meminta pertimbangan rekomendasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI.
"Kalau untuk kandidat, yang pasti ada banyak. Tapi, kami akan proses secepatnya agar penyelenggaraan pemerintahan bisa berlangsung," kata mantan Sekretaris Bappeda itu.
Hingga kini, Jokowi juga belum menunjuk pejabat permanen untuk mengisi posisi Wali Kota Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Di Jakbar, Burhanuddin yang sebelumnya menjabat sebagai wali kota telah mengundurkan diri karena ingin maju sebagai calon anggota legislatif. Adapun di Jakarta Selatan, Anas Effendi telah digeser dari posisinya sebagai wali kota menjadi Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah. Di kedua wilayah itu, Jokowi menunjuk seorang pelaksana tugas wali kota.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membenarkan bahwa Ludfi telah memasuki usia pensiun dan tidak lagi menjabat sebagai Bupati Kepulauan Seribu. Ludfi telah berusia 56 tahun. "Sudah pensiun kok, beliau juga sudah keluarkan surat," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Senin (13/5/2013).
Basuki mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memiliki wewenang penuh atas pengganti Ludfi. Ia menyebutkan bahwa Jokowi biasanya akan menunjuk wakil bupati sebagai pelaksana tugas (Plt) untuk kemudian menjabat sebagai bupati.
Secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaia Daerah (BKD) DKI I Made Karmayoga mengatakan bahwa Ludfi telah memasuki usia pensiun pada 16 April 2013 dan ditetapkan pensiunnya per 1 Mei 2013. "Kalau perpanjangan itu menjadi hak prerogratif Gubernur. Sebenarnya usia pensiun bisa diperpanjang sampai usia 60 tahun," kata Made.
Untuk sementara, yang menjabat sebagai Plt Bupati Kepulauan Seribu adalah Wakil Kepulauan Seribu Djunaidi. Made menjelaskan bahwa Pemprov DKI akan segera mengajukan nama calon pengisi posisi Bupati Kepulauan Seribu. Setelah itu, mereka akan meminta pertimbangan rekomendasi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI.
"Kalau untuk kandidat, yang pasti ada banyak. Tapi, kami akan proses secepatnya agar penyelenggaraan pemerintahan bisa berlangsung," kata mantan Sekretaris Bappeda itu.
Hingga kini, Jokowi juga belum menunjuk pejabat permanen untuk mengisi posisi Wali Kota Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Di Jakbar, Burhanuddin yang sebelumnya menjabat sebagai wali kota telah mengundurkan diri karena ingin maju sebagai calon anggota legislatif. Adapun di Jakarta Selatan, Anas Effendi telah digeser dari posisinya sebagai wali kota menjadi Kepala Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah. Di kedua wilayah itu, Jokowi menunjuk seorang pelaksana tugas wali kota.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Meski Didemo Warga, Jokowi Pastikan Pengerukan Waduk Pluit Tetap Harus Berjalan
Usai membuka Kejuaran
bulutangkis di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Senin (13/5/2013), Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan "Pengerukan Waduk Pluit tetap berjalan. Kita kejar-kejaran dengan
waktu" Jokowi
pun berjanji akan terus melakukan komunikasi yang lebih intens dengan
warga untuk mencari solusi. Meski banyak warga yang mengajukan
permintaan yang berat-berat kepada Pemprov DKI Jakarta.
"Pengerukan waduknya tetap dilakukan, sambil mencarikan solusi-solusi buat mereka," lanjut Jokowi.
Terkait dengan permintaan warga agar Pemprov DKI mengganti tanah mereka, Jokowi pun merasa keberatan. Pasalnya tanah yang ditempati warga Waduk Pluit tersebut adalah kawasan waduk yang merupakan milik negara.
"Ganti rugi gimana? Itu tanah waduk, tanah waduk itu dulunya air. Karena ada sedimen kemudian menjadi ada tanahnya, kemudian diduduki. Itu harusnya air, bukan buat untuk rumah, jadi itu tanah negara," tegas Jokowi.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
"Pengerukan waduknya tetap dilakukan, sambil mencarikan solusi-solusi buat mereka," lanjut Jokowi.
Terkait dengan permintaan warga agar Pemprov DKI mengganti tanah mereka, Jokowi pun merasa keberatan. Pasalnya tanah yang ditempati warga Waduk Pluit tersebut adalah kawasan waduk yang merupakan milik negara.
"Ganti rugi gimana? Itu tanah waduk, tanah waduk itu dulunya air. Karena ada sedimen kemudian menjadi ada tanahnya, kemudian diduduki. Itu harusnya air, bukan buat untuk rumah, jadi itu tanah negara," tegas Jokowi.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Jokowi: Tak Ada Ganti Rugi untuk Warga Muara Baru
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga kini masih melakukan pendekatan
dengan warga Muara Baru agar mau direlokasi dari bantaran Waduk Pluit.
Namun, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menegaskan, permintaan warga
atas ganti rugi tanah tidak akan dipenuhi.
"Kalau semua orang minta ganti tanah dengan cara yang seperti itu, ya enggak benar dong, menduduki kemudian minta ganti tanah. Ini yang tidak bisa diterima," jelas Jokowi usai membuka acara Kejuaraan Bulutangkis Djarum Sirkuit Nasional di Senayan, Jakarta, Senin (13/5/2013).
Menurut Jokowi, untuk memindahkan warga dari bantaran Waduk Pluit memang tidak mudah. Sebab, warga yang tinggal disana sangat banyak jumlahnya, yaitu ada tujuh ribu kepala keluarga. Karenanya, dibutuhkan pendekatan yang panjang.
"Mengkomunikasikan seperti itu tidak mungkin dalam sehari dua hari. Ini yang kita sambungkan terus. Pendekatannya kasus per kasus," sebut gubernur asal Solo itu.
Mantan wali kota Solo ini mengatakan, meski proses dialog dengan warga masih berlangsung, namun pengerukan Waduk Pluit tetap harus berjalan.
Sumber :
republika.co.id
"Kalau semua orang minta ganti tanah dengan cara yang seperti itu, ya enggak benar dong, menduduki kemudian minta ganti tanah. Ini yang tidak bisa diterima," jelas Jokowi usai membuka acara Kejuaraan Bulutangkis Djarum Sirkuit Nasional di Senayan, Jakarta, Senin (13/5/2013).
Menurut Jokowi, untuk memindahkan warga dari bantaran Waduk Pluit memang tidak mudah. Sebab, warga yang tinggal disana sangat banyak jumlahnya, yaitu ada tujuh ribu kepala keluarga. Karenanya, dibutuhkan pendekatan yang panjang.
"Mengkomunikasikan seperti itu tidak mungkin dalam sehari dua hari. Ini yang kita sambungkan terus. Pendekatannya kasus per kasus," sebut gubernur asal Solo itu.
Mantan wali kota Solo ini mengatakan, meski proses dialog dengan warga masih berlangsung, namun pengerukan Waduk Pluit tetap harus berjalan.
Sumber :
republika.co.id
Jokowi Minta Hadiah Lomba Bulutangkis Dinaikkan Jadi 3 M
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) setelah membuja Jakarta Open, mengungkapkan keinginannya untuk menambah pundi-pundi hadiah menjadi Rp3
miliar, sehingga merangsang peminat dari luar untuk ikut dalam
perhelatan olahraga kebanggaan Indonesia ini.
"Tiga minggu yang lalu saya sudah sampaikan ke pengurus. Memang yang menarik ini hadiahnya, karena ini hadiahnya hingga ratusan juta. Tahun depan akan kita naikkan menjadi Rp3 miliar," terangnya.
Dia melanjutkan, pengurus KONI DKI Jakarta serta Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) bisa menaikkan hadiah menjadi Rp3 miliar, agar kejuaraan ini akan menarik minat negara-negara lain untuk ikut bertanding.
"Kalau hadiahnya menarik, tidak hanya tingkat nasional, tapi ke negara-negara lain juga akan kita promosikan. Sehingga peminatnya akan naik," tambahnya.
Perlu diketahui, kejuaraan bulutangkis Djarum Sirkuit Nasional Jakarta Open XXVII/2013 berlangsung pada 13-18 Mei 2013. Peserta sendiri sebanyak 1.060 orang, dari 19 provinsi di seluruh Indonesia, dan ada 5 negara asing yaitu Guatemala, Filipina, Jepang, Malaysia, dan India.
Kejuaraan ini juga memperebutkan tiga kelas yaitu remaja (18 tahun), taruna (19 tahun) dan dewasa (umur bebas). Pertandingan dalam kejuaraan ini terdiri dari tunggal, ganda, dan ganda campuran.
Sumber :
sindonews.com
"Tiga minggu yang lalu saya sudah sampaikan ke pengurus. Memang yang menarik ini hadiahnya, karena ini hadiahnya hingga ratusan juta. Tahun depan akan kita naikkan menjadi Rp3 miliar," terangnya.
Dia melanjutkan, pengurus KONI DKI Jakarta serta Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) bisa menaikkan hadiah menjadi Rp3 miliar, agar kejuaraan ini akan menarik minat negara-negara lain untuk ikut bertanding.
"Kalau hadiahnya menarik, tidak hanya tingkat nasional, tapi ke negara-negara lain juga akan kita promosikan. Sehingga peminatnya akan naik," tambahnya.
Perlu diketahui, kejuaraan bulutangkis Djarum Sirkuit Nasional Jakarta Open XXVII/2013 berlangsung pada 13-18 Mei 2013. Peserta sendiri sebanyak 1.060 orang, dari 19 provinsi di seluruh Indonesia, dan ada 5 negara asing yaitu Guatemala, Filipina, Jepang, Malaysia, dan India.
Kejuaraan ini juga memperebutkan tiga kelas yaitu remaja (18 tahun), taruna (19 tahun) dan dewasa (umur bebas). Pertandingan dalam kejuaraan ini terdiri dari tunggal, ganda, dan ganda campuran.
Sumber :
sindonews.com
Jokowi Buka Jakarta Open
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) membuka kejuaraan bulutangkis 'Djarum Sirkuit Nasional Jakarta Open XXVII Tahun 2013'. Jokowi meresmikan dengan mengayunkan raket sambil memukul kok sebanyak tiga kali.
"Dengan mengucap Bismillahirahmanirrahim, pertandingan Jakarta Terbuka ini saya nyatakan dibuka," ucap Jokowi sembari memukul kok dengan raket, di GOR Bulu Tangkis, Senayan Jakarta, Senin (13/5/2013).
Dalam Jakarta terbuka tersebut diikuti oleh atlet seluruh daerah di Indonesia. Selain Jokowi, nampak hadir wakil ketua umum KONI Provinsi DKI Jakarta 2013-2017 Icuk Sugiarto, Ketua umum KONI Provinsi DKI Jakarta 2013-2017 Winny Erwinda, dan Wali kota Jakarta Pusat Syaefulloh.
Pertandingan ini diselenggarakan tanggal 13-18 Mei 2013 di Hall Bulu Tangkis Asia Afrika.
Sebanyak 1.060 peserta mengikuti 'Djarum Sirkuit Nasional Jakarta Open XXVII Tahun 2013'. Mereka berasal dari 19 provinsi dan 5 negara asing, seperti Guatemala, Filipina, Jepang, Malaysia, dan India.
Sumber :
merdeka.com
"Dengan mengucap Bismillahirahmanirrahim, pertandingan Jakarta Terbuka ini saya nyatakan dibuka," ucap Jokowi sembari memukul kok dengan raket, di GOR Bulu Tangkis, Senayan Jakarta, Senin (13/5/2013).
Dalam Jakarta terbuka tersebut diikuti oleh atlet seluruh daerah di Indonesia. Selain Jokowi, nampak hadir wakil ketua umum KONI Provinsi DKI Jakarta 2013-2017 Icuk Sugiarto, Ketua umum KONI Provinsi DKI Jakarta 2013-2017 Winny Erwinda, dan Wali kota Jakarta Pusat Syaefulloh.
Pertandingan ini diselenggarakan tanggal 13-18 Mei 2013 di Hall Bulu Tangkis Asia Afrika.
Sebanyak 1.060 peserta mengikuti 'Djarum Sirkuit Nasional Jakarta Open XXVII Tahun 2013'. Mereka berasal dari 19 provinsi dan 5 negara asing, seperti Guatemala, Filipina, Jepang, Malaysia, dan India.
Sumber :
merdeka.com
Minggu, 12 Mei 2013
Menwa Universitas Jayakarta Bantu Jokowi Buat Bio Pori
Resimen Mahasiswa (Menwa) Universitas Jayakarta menawarkan diri untuk membantu Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) membuat lubang resapan bio pori melalui kegiatan sejuta Lubang Resapan Biopori (LRB). Dengan LRB ini diharapkan bisa mengantisipasi dan meminimalisir banjir di Jakarta.
Kegiatan ini sebagai salah satu rangkaian acara menyambut HUT ke-486 Jakarta dan 51 tahun gerakan kepeloporan Menwa Jayakarta.
"Masing-masing anggota ditargetkan membuat 350 LRB atau 20 LRB setiap minggunya. Dari perhitungan ini kami menargetkan 1 juta LRB baru akan ada di Jakarta dalam 4,5 bulan ke depan," ujar Komandan Menwa Jayakarta Lukman Hakim, Jakarta, Minggu (12/5/2013).
Lukman mengungkapkan, pembuatan sejuta LRB tersebut akan dikerjakan oleh 2.861 anggota menwa. Program ini, menurutnya, sebagai wujud kepedulian lingkungan di Jakarta.
"Jutaan LRB ini akan kami jadikan kado kecil untuk Jakarta di hari jadinya," terangnya.
Pembuatan 1 juta LRB akan dimulai pada hari Sabtu (18/5/2013) yang akan datang.
Sumber :
merdeka.com
Kegiatan ini sebagai salah satu rangkaian acara menyambut HUT ke-486 Jakarta dan 51 tahun gerakan kepeloporan Menwa Jayakarta.
"Masing-masing anggota ditargetkan membuat 350 LRB atau 20 LRB setiap minggunya. Dari perhitungan ini kami menargetkan 1 juta LRB baru akan ada di Jakarta dalam 4,5 bulan ke depan," ujar Komandan Menwa Jayakarta Lukman Hakim, Jakarta, Minggu (12/5/2013).
Lukman mengungkapkan, pembuatan sejuta LRB tersebut akan dikerjakan oleh 2.861 anggota menwa. Program ini, menurutnya, sebagai wujud kepedulian lingkungan di Jakarta.
"Jutaan LRB ini akan kami jadikan kado kecil untuk Jakarta di hari jadinya," terangnya.
Pembuatan 1 juta LRB akan dimulai pada hari Sabtu (18/5/2013) yang akan datang.
Sumber :
merdeka.com
Jokowi Blusukan di Pasar Kliwon Temanggung
Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menghadiri kampanye pasangan calon Bupati
Temanggung yang diusung PDI Perjuangan Bambang Sukarno-Irawan Prasetyadi
di Lapangan Sroyo, Temanggung, Minggu.
Jokowi yang mengenakan baju kotak-kotak warna merah ikut naik ke panggung kampanye, namun dia tidak diperkenankan berorasi karena tidak mempunyai izin sebagai juru bicara kampanye.
"Janji saya untuk menghadirkan Jokowi sudah saya penuhi. Namun beliau tidak berorasi karena izin belum turun," kata Bambang Sukarno.
Sebelum mengikuti acara kampanye, Jokowi kepada wartawan berharap pemilihan Bupati Temanggung dan pemilihan Gubernur Jateng dimenangkan oleh pasangan yang diusung PDI Perjuangan.
"Saya kira Mas Bambang mempunyai pribadi yang baik, beliau dekat dengan masyarakat, terutama petani tembakau. Saya tahu Bambang Sukarno bertahun-tahun memperjuangkan petani tembakau di Jakarta," katanya.
Ia mengatakan, setiap ada demo petani tembakau, Bambang selalu menunggui dari pagi hingga malam, baik di Kementerian Kesehatan maupun di DPR RI.
Usai kampanye, Jokowi juga mengikuti pasangan Bambang Sukarno-Irawan Prasetyadi mengunjungi pedagang di Pasar Kliwon Temanggung.
Sumber :
antaranews.com
Jokowi yang mengenakan baju kotak-kotak warna merah ikut naik ke panggung kampanye, namun dia tidak diperkenankan berorasi karena tidak mempunyai izin sebagai juru bicara kampanye.
"Janji saya untuk menghadirkan Jokowi sudah saya penuhi. Namun beliau tidak berorasi karena izin belum turun," kata Bambang Sukarno.
Sebelum mengikuti acara kampanye, Jokowi kepada wartawan berharap pemilihan Bupati Temanggung dan pemilihan Gubernur Jateng dimenangkan oleh pasangan yang diusung PDI Perjuangan.
"Saya kira Mas Bambang mempunyai pribadi yang baik, beliau dekat dengan masyarakat, terutama petani tembakau. Saya tahu Bambang Sukarno bertahun-tahun memperjuangkan petani tembakau di Jakarta," katanya.
Ia mengatakan, setiap ada demo petani tembakau, Bambang selalu menunggui dari pagi hingga malam, baik di Kementerian Kesehatan maupun di DPR RI.
Usai kampanye, Jokowi juga mengikuti pasangan Bambang Sukarno-Irawan Prasetyadi mengunjungi pedagang di Pasar Kliwon Temanggung.
Sumber :
antaranews.com
Tak Kantongi Izin, Jokowi Batal Jadi Jurkam Bambang - Irawan
Joko Widodo (Jokowi) batal jadi juru kampanye pasangan Calon Bupati dan
Wakil Bupati Bambang Sukarno dan Irawan Prasetyadi (BI) pada rapat umum
yang digelar di lapangan Sroyo Temanggung, karena tidak mengantongi
ijin, Minggu (12/05/2013).
Saat para juru kampanye pasangan nomor urut 3 yang diusung PDIP itu berorasi di panggung, dia turut pula berdiri namun tidak turut angkat bicara. Hanya menebar senyum sambil sesekali menyalami massa.
Bambang Sukarno mengatakan Jokowi tidak kantongi ijin untuk menjadi juru kampanye, sehingga tidak bisa berbicara dipanggung. Sebab hal itu akan menyalahi aturan. " Lewat saya, pak Jokowi berpesan agar memenangkan pasangan Bambang - Irawan pada pemilukada Temanggung dan memenangkan pasangan Ganjar - Heru pada pemilukada Jawa Tengah," katanya.
Menurut Bambang, bila kelak menang dalam pemilukada akan berjuang agar regulasi pertembakauan dan perdagangan berpihak pada masyarakat pertembakauan, membangun pasar Legi Parakan, membangun stadion Bhumi Phala dan alokasikan 70 persen dari dana cukai tembakau yang diterima untuk rakyat serta memperbaiki fasilitas RS khususnya yang kelas 3. Usai Jokowi meninggalkan lokasi kampanye, ribuan pendukung Bambang Sukarno-Irawan berkeliling kota menggunakan sepeda motor, mobil bak terbuka, bus dan truk
Sumber :
krjogja.com
Saat para juru kampanye pasangan nomor urut 3 yang diusung PDIP itu berorasi di panggung, dia turut pula berdiri namun tidak turut angkat bicara. Hanya menebar senyum sambil sesekali menyalami massa.
Bambang Sukarno mengatakan Jokowi tidak kantongi ijin untuk menjadi juru kampanye, sehingga tidak bisa berbicara dipanggung. Sebab hal itu akan menyalahi aturan. " Lewat saya, pak Jokowi berpesan agar memenangkan pasangan Bambang - Irawan pada pemilukada Temanggung dan memenangkan pasangan Ganjar - Heru pada pemilukada Jawa Tengah," katanya.
Menurut Bambang, bila kelak menang dalam pemilukada akan berjuang agar regulasi pertembakauan dan perdagangan berpihak pada masyarakat pertembakauan, membangun pasar Legi Parakan, membangun stadion Bhumi Phala dan alokasikan 70 persen dari dana cukai tembakau yang diterima untuk rakyat serta memperbaiki fasilitas RS khususnya yang kelas 3. Usai Jokowi meninggalkan lokasi kampanye, ribuan pendukung Bambang Sukarno-Irawan berkeliling kota menggunakan sepeda motor, mobil bak terbuka, bus dan truk
Sumber :
krjogja.com
PDI-P Yakin Ganjar-Heru Ikuti Jejak Jokowi
PDI Perjuangan diyakini akan segera memetik buah pelaksanaan konsep
regenerasi kepemimpinan muda dalam Pilkada Jawa Tengah dengan kemenangan
calon Ganjar-Heru.
Seperti disampaikan Maruarar Sirait, Ketua Umum Taruna Merah Putih --organisasi sayap kepemudaan PDI Perjuangan-- partainya mendorong tumbuhnya banyak kader muda untuk memimpin pemerintahan.
Komitmen itu terbukti didukung masyarakat di Pilkada DKI Jakarta dengan terpilihnya Joko Widodo, alias Jokowi.
"Di beberapa daerah lain banyak kader partai yang menjadi kepala daerah. Dan di Jateng sebentar lagi ada Ganjar Pranowo," kata Maruarar, saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (12/5).
Wakil Ketua Umum Taruna Merah Putih Restu Hapsari, mengatakan keyakinan itu semakin kuat karena pasangan Ganjar-Heru adalah pasangan yang 'mboten ngapusi dan mboten korupsi', bahasa jawa yang berarti bukan pembohong dan bukan koruptor. Sudah jelas tak ada rekam jejak korupsi calon itu di media massa, berbeda dibanding calon lainnya.
"Jadi bagi kami, tak bohong dan tak korupsi itu tak sekedar jargon," tandas Restu.
Taruna Merah Putih (TMP) sendiri sudah menggelar deklarasi dukungan dan komitmen pemenangan pasangan calon kepala daerah Jawa Tengah nomor urut 3, Ganjar-Heru.
Rangkaian acara deklarasi itu dilaksanakan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (11/5), mulai pagi hingga sore hari.
Sumber :
bersatu.com
Seperti disampaikan Maruarar Sirait, Ketua Umum Taruna Merah Putih --organisasi sayap kepemudaan PDI Perjuangan-- partainya mendorong tumbuhnya banyak kader muda untuk memimpin pemerintahan.
Komitmen itu terbukti didukung masyarakat di Pilkada DKI Jakarta dengan terpilihnya Joko Widodo, alias Jokowi.
"Di beberapa daerah lain banyak kader partai yang menjadi kepala daerah. Dan di Jateng sebentar lagi ada Ganjar Pranowo," kata Maruarar, saat dihubungi dari Jakarta, Minggu (12/5).
Wakil Ketua Umum Taruna Merah Putih Restu Hapsari, mengatakan keyakinan itu semakin kuat karena pasangan Ganjar-Heru adalah pasangan yang 'mboten ngapusi dan mboten korupsi', bahasa jawa yang berarti bukan pembohong dan bukan koruptor. Sudah jelas tak ada rekam jejak korupsi calon itu di media massa, berbeda dibanding calon lainnya.
"Jadi bagi kami, tak bohong dan tak korupsi itu tak sekedar jargon," tandas Restu.
Taruna Merah Putih (TMP) sendiri sudah menggelar deklarasi dukungan dan komitmen pemenangan pasangan calon kepala daerah Jawa Tengah nomor urut 3, Ganjar-Heru.
Rangkaian acara deklarasi itu dilaksanakan di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (11/5), mulai pagi hingga sore hari.
Sumber :
bersatu.com
Gertak Sambal Jak Mania ke Jokowi
Pendukung tim sepak bola Persija Jakarta atau yang dikenal dengan
sebutan "The Jak", mengancam akan mendemo Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo. Ancaman tersebut menyusul keinginan sang gubernur untuk
menjadikan stadion Lebak Bulus, markas Persija berlatih, jadi depo utama
MRT.
"Kita akan gelar demonstrasi secepatnya. Ini masalah besar bagi aktualisasi warga DKI dan para pecinta sepak bola," ujar Ketua The Jak Mania, Larico Ranggamone saat dihubungi wartawan pada Minggu (12/5/2013) pagi.
Larico mengatakan, pihaknya telah mendengar kabar bahwa Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan akan dialihfungsikan menjadi dipo utama MRT oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tidak hanya berencana bberdemonstrasi, The Jak pun akan membuat tim untuk menggelar audiensi dengan gubernur agar penggusuran tersebut urung dilakukan.
"MRT saya paham kita butuh itu. Tapi upayakan (stadion, red) jangan sampai digusurlah. Jadikan penggusuran sebagai alternatif terakhir Jokowi," lanjutnya.
Larico melanjutkan, ada beberapa hal yang jadi dasar pendukung tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut menolak penggusuran Stasion Lebak Bulus. Pertama, meski luasnya tak sebesar GBK (Gelora Bung Karno), Stadion Lebak Bulus memiliki catatan historis yang panjang dan cukup melekat dengan dunia sepak bola di Indonesia.
Kedua, jelas Larico, situasi tim Persija sendiri tengah banyak diterpa masalah, mulai dari nihilnya prestasi yang digadang-gadang disebabkan karena manajemen. Atas dasar itulah, The Jak berharap agar sang gubernur mengakomodasi kemauan stakeholder Persija Jakarta. Terlebih, Larico mengklaim, The Jak adalah salah satu pendukung Jokowi saat pemilihan Gubernur DKI tahun lalu.
"The Jak juga yang melanggengkan Jokowi-Ahok menduduki kursi nomor satu dan dua Jakarta. Jangan ombang-ambingkan Persija. Yang kita mau realisasikan janji demi prestasi Persija," lanjutnya.
Sebelumnya, Jokowi menjelaskan, terdapat dua alternatif titik yang akan dijadikan sebagai dipo utama pemberhentian MRT, yakni di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan atau Kampung Bandan, Jakarta Utara. Kedua lokasi tersebut memiliki pertimbangan masing-masing. Stadion Lebak Bulus, Jokowi mengaku berat pada keberadaan Tim Persija. Sementara di Kampung Bandan, Jokowi belum menerima izin dari pemilik lahan tersebut, yakni PT. KAI.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
"Kita akan gelar demonstrasi secepatnya. Ini masalah besar bagi aktualisasi warga DKI dan para pecinta sepak bola," ujar Ketua The Jak Mania, Larico Ranggamone saat dihubungi wartawan pada Minggu (12/5/2013) pagi.
Larico mengatakan, pihaknya telah mendengar kabar bahwa Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan akan dialihfungsikan menjadi dipo utama MRT oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tidak hanya berencana bberdemonstrasi, The Jak pun akan membuat tim untuk menggelar audiensi dengan gubernur agar penggusuran tersebut urung dilakukan.
"MRT saya paham kita butuh itu. Tapi upayakan (stadion, red) jangan sampai digusurlah. Jadikan penggusuran sebagai alternatif terakhir Jokowi," lanjutnya.
Larico melanjutkan, ada beberapa hal yang jadi dasar pendukung tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut menolak penggusuran Stasion Lebak Bulus. Pertama, meski luasnya tak sebesar GBK (Gelora Bung Karno), Stadion Lebak Bulus memiliki catatan historis yang panjang dan cukup melekat dengan dunia sepak bola di Indonesia.
Kedua, jelas Larico, situasi tim Persija sendiri tengah banyak diterpa masalah, mulai dari nihilnya prestasi yang digadang-gadang disebabkan karena manajemen. Atas dasar itulah, The Jak berharap agar sang gubernur mengakomodasi kemauan stakeholder Persija Jakarta. Terlebih, Larico mengklaim, The Jak adalah salah satu pendukung Jokowi saat pemilihan Gubernur DKI tahun lalu.
"The Jak juga yang melanggengkan Jokowi-Ahok menduduki kursi nomor satu dan dua Jakarta. Jangan ombang-ambingkan Persija. Yang kita mau realisasikan janji demi prestasi Persija," lanjutnya.
Sebelumnya, Jokowi menjelaskan, terdapat dua alternatif titik yang akan dijadikan sebagai dipo utama pemberhentian MRT, yakni di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan atau Kampung Bandan, Jakarta Utara. Kedua lokasi tersebut memiliki pertimbangan masing-masing. Stadion Lebak Bulus, Jokowi mengaku berat pada keberadaan Tim Persija. Sementara di Kampung Bandan, Jokowi belum menerima izin dari pemilik lahan tersebut, yakni PT. KAI.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Jokowi Tiba Di Temanggung
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), menghadiri kampanye Calon
Bupati (Cabup) Temanggung dan Calon Gubernur Jawa Tengah yang diusung
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Saat tiba di Temanggung, Jokowi langsung menuju rumah pribadi Ketua DPRD Temanggung, Bambang Sukarno, di Desa Bendo. Bambang Sukarno merupakan calon bupati dari PDIP bersama pasangannya, Irawan Prasetyadi.
Warga yang sudah memadati halaman sejak pagi, langsung berebut salaman dengan mantan Wali Kota Solo itu saat turun dari mobil. Pria berperawakan kurus itu pun melayani permintaan warga dan simpatisan yang ingin foto bersama.
Jokowi mengaku, mengenal baik Calon Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Cabup Bambang Sukarno. Dia aktif berkampanye untuk kedua calon yang diusung partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Bahkan, untuk menyukseskan dua kolega di PDIP itu, Jokowi kembali mengenakan kemeja kotak-kotak yang menjadi pakaian kebesaran saat merebut kursi DKI Jakarta 1 beberapa waktu lalu. Pakaian tersebut berbeda dengan ciri khas Ganjar yang mengenakan kemeja warna putih polos.
"Mas Ganjar dan Mas Bambang merupakan figur yang bagus untuk mempimpin Jawa Tengah dan Temanggung. Apalagi keduanya sangat dekat dengan rakyat " ujar Jokowi, Minggu (12/5/2013).
Sekira pukul 12.00 WIB, Jokowi meninggalkan kediaman Bambang Sukarno untuk menuju Lapangan Sroyo, Temanggung tempat berlangsungnya kampanye.
Sumber :
okezone.com
Saat tiba di Temanggung, Jokowi langsung menuju rumah pribadi Ketua DPRD Temanggung, Bambang Sukarno, di Desa Bendo. Bambang Sukarno merupakan calon bupati dari PDIP bersama pasangannya, Irawan Prasetyadi.
Warga yang sudah memadati halaman sejak pagi, langsung berebut salaman dengan mantan Wali Kota Solo itu saat turun dari mobil. Pria berperawakan kurus itu pun melayani permintaan warga dan simpatisan yang ingin foto bersama.
Jokowi mengaku, mengenal baik Calon Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo dan Cabup Bambang Sukarno. Dia aktif berkampanye untuk kedua calon yang diusung partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Bahkan, untuk menyukseskan dua kolega di PDIP itu, Jokowi kembali mengenakan kemeja kotak-kotak yang menjadi pakaian kebesaran saat merebut kursi DKI Jakarta 1 beberapa waktu lalu. Pakaian tersebut berbeda dengan ciri khas Ganjar yang mengenakan kemeja warna putih polos.
"Mas Ganjar dan Mas Bambang merupakan figur yang bagus untuk mempimpin Jawa Tengah dan Temanggung. Apalagi keduanya sangat dekat dengan rakyat " ujar Jokowi, Minggu (12/5/2013).
Sekira pukul 12.00 WIB, Jokowi meninggalkan kediaman Bambang Sukarno untuk menuju Lapangan Sroyo, Temanggung tempat berlangsungnya kampanye.
Sumber :
okezone.com
Nirwono Joga: Jokowi Tak Perlu Mimpi Buat Deep Tunnel
Keinginan gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun Terowongan Multi Guna (Deep Tunnel) sebagai salah satu solusi penanganan banjir di ibu kota ini dikritik pengamat perkotaan Nirwono Joga.
"Jokowi harusnya fokus saja pada hal yang mikro dan mudah dikerjakan, katanya enggak mau ngurus yang besar-besar, kok sekarang malah ngomongin mega proyek terus," kata Joga, Minggu (12/5/2013).
Pengamat asal Universitas Trisakti tersebut mengigatkankan bahwa pembangunan deep tunnel belum mendapatkan respon positif dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).
"Deep Tunnel memang dipaksakan, apalagi proyek deep tunnel tidak ada dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2030. Artinya, proyek itu bisa dilewatkan, apalagi anggarannya sangat besar sekitar Rp17 triliun sampai Rp22 triliun," ujarnya.
Menurut Nirwono, normalisasi saluran mikro lebih penting mengingat saluran drainase mikro di DKI sangat buruk dan belum terhubung ke saluran makro dengan baik. Oleh Karena itu, dia juga meminta Jokowi segera normalisasi sungai dan waduk yang sudah ada rencananya, baik bersama Kementrian PU maupun dalam rencana DKI Jakarta.
"Segera kerjakan yang sudah ada dulu, jangan ribut-ribut masalah deep tunnel yang efektivitasnya masih diragukan, segera saja kerjakan program JEDI, Kali Ciliwung, Pesanggrahan, Angke, Sunter, ini sudah empat bulan berhenti, karena direview oleh Ahok," tutup Joga.
"Jokowi harusnya fokus saja pada hal yang mikro dan mudah dikerjakan, katanya enggak mau ngurus yang besar-besar, kok sekarang malah ngomongin mega proyek terus," kata Joga, Minggu (12/5/2013).
Pengamat asal Universitas Trisakti tersebut mengigatkankan bahwa pembangunan deep tunnel belum mendapatkan respon positif dari Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU).
"Deep Tunnel memang dipaksakan, apalagi proyek deep tunnel tidak ada dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2030. Artinya, proyek itu bisa dilewatkan, apalagi anggarannya sangat besar sekitar Rp17 triliun sampai Rp22 triliun," ujarnya.
Menurut Nirwono, normalisasi saluran mikro lebih penting mengingat saluran drainase mikro di DKI sangat buruk dan belum terhubung ke saluran makro dengan baik. Oleh Karena itu, dia juga meminta Jokowi segera normalisasi sungai dan waduk yang sudah ada rencananya, baik bersama Kementrian PU maupun dalam rencana DKI Jakarta.
"Segera kerjakan yang sudah ada dulu, jangan ribut-ribut masalah deep tunnel yang efektivitasnya masih diragukan, segera saja kerjakan program JEDI, Kali Ciliwung, Pesanggrahan, Angke, Sunter, ini sudah empat bulan berhenti, karena direview oleh Ahok," tutup Joga.
Bingkisan Untuk Jokowi Yang Bisa Ditafsirkan Gratifikasi
Menerima bingkisan adalah hal yang menyenangkan hampir semua orang,termasuk pejabat pejabat di negri ini. Apakah hal ini juga berlaku untuk Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ? Dalam debutnya, Jokowi beberapa kali diuji dengan bingkisan-bingkisan yang di masa mendatang dapat dipakai sebagai senjata oleh lawan politik Jokowi untuk memojokkan Jokowi dengan jeratan "Penerimaan Gratifikasi".
Berikut bingkisan-bingkisan yang telah diterima Jokowi :
Gitar Bass Metallica
Jokowi diberi gitar bass bertanda tangan personel band Metallica, Robert Trujillo.
Bass tersebut diterima Jokowi melalui seorang promotor musik Jonatahan Liu yang mengaku juga dekat dengan grup band Metallica.
Jonathan berencana menggelar acara konser musik rock Metallica yang dipadukan dengan musik dan tari tradisional khas Bali, Kecak. Rencana tersebut disambut antusias oleh Jokowi.
Jokowi pun kemudian menyarankan tiga tempat di Jakarta sebagai tempat penyelenggaraan koser tersebut, yaitu di Monumen Nasional (Monas), Museum Fatahillah atau Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Bass tersebut juga telah diperlihatkan Jokowi kepada publik pada Jumat (3/5) lalu di gedung Balaikota DKI. "Nih gitarnya, bagus sekali, ada tanda tangan Trujillo," kata Jokowi.
Ia sudah menyerahkan gitar bass ke KPK karena dianggap gratifikasi. Bagi Jokowi, barang itu bukan gratifikasi namun hanya kenang-kenangan.
"Saya sih seneng-seneng aja diberi gitar sama Trujillo itu dan mosok itu gratifikasi. Menurut saya ndak itu," kata Jokowi di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2013).
"Itu kan kenang-kenangan," sambungnya.
Mantan Wali Kota Solo ini tak habis pikir apa masalah yang bakal timbul dari bass tersebut. Meski kecewa, sebagai pejabat publik yang baik, dia tetap mematuhi aturannya.
"Tapi pasti saya ikuti. Udah saya suruh anter," imbuhnya.
Kaos Nyeleneh
Jokowi diberi kaos gratis oleh 2 mahasiswi ketika asyik melihat pameran Inacraft. Meski banyak kerajinan nan menarik, Jokowi memilih untuk memantau saja.
Jokowi berkeliling di area pameran usai mendampingi Wapres Boediono meresmikan pameran Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2013 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu (24/4/2013).
Jokowi berkeliling sendirian. Sedangkan Boediono didampingi oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisna Murti, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.
Sewaktu berkeliling, Jokowi tak luput dari serbuan pengunjung yang ingin menyalami dan berfoto bersama. Para pemilik stan juga banyak yang menawari Jokowi untuk mampir, namun Jokowi hanya melihat-lihat dari luar tanpa membeli satu pun barang kerajinan yang dipamerkan.
Tiba-tiba Jokowi dihampiri oleh dua mahasiswi Universitas Ciputra, Nicky dan Grace. Kedua mahasiswi ini memberikan Jokowi sebuah kaos produksi mereka sendiri.
"Pak Jokowi, mohon diterima bajunya. Ini buatan kita sendiri Pak. Nama produknya 'Nyeleneh'. Dipakai ya Pak," ujar Grace kepada Jokowi.
Jokowi lalu menerima pemberian tersebut sambil tersenyum. "Iya, terima kasih," ucap Jokowi dan langsung disambung dengan foto bersama.
Jokowi kemudian melewati stan kerajinan perak 'Eka Silver'. Orang nomor satu di Jakarta itu ditawari sebuah cincin, namun Jokowi hanya tersenyum. Tak puas menawari cincin, sang penjaga toko pun kemudian menawari Jokowi sebuah alat kerokan.
"Pak... ini Pak ada alat kerokan," kata pria penjaga stan.
"Hah? Kerokan? Hehehe...," jawab Jokowi sambil tertawa kecil lalu meninggalkan stan tersebut.
Jokowi berjanji akan mengajak sang istri tercinta Iriana Jokowi untuk datang lagi pada Jumat 26 April. "Nanti Jumat datang, khusus untuk belanja. Kalau sekarang tinjau-tinjau dulu," terang Jokowi.
Kaos Aresnal
Balaikota DKI, tempat kerjanya Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang biasanya didatangi rakyat biasa, kini kedatangan tamu kehormatan. Yaitu mantan bintang sepakbola Klub Arsenal Robert Pires.
Secara khusus, Robert Pires memberikan kaos Arsenal bernomor 10 kepada Jokowi dan nomor 7 kepada Ahok. Kedua kaos tersebut ditandatangani langsung Robert Pires dihadapan Jokowi dan Ahok.
Saat bertemu dengan Robert Pires, Ahok mengaku tidak bisa langsung mengenali sosok Robert Pires. Dia hanya merasa pernah mengenal Robert, kemudian saat melihat trofi yang dibawanya, barulah Ahok mengenali siapa Robert Pires.
“Pertama ketemu, kayaknya pernah liat dimana ini orang. Untunglah dia lagi pegang trofinya. Jadi saya langsung bisa mengenalinya. Saya pernah lihat, kan tiap pagi saya nontonnya saluran olahraga di rumah,” kata Ahok usai bertemu dengan Robert Pires di Balaikota DKI, Jakarta, Kamis (28/2).
Dalam pertemuan tersebut, Robert Pires menyatakan kunjungan full team dari Arsenal yang akan datang ke Jakarta antara bulan Juni atau Juli 2013. “Ya terima kasih saja mereka mau datang ke jakarta. trofi yang dibawa itu trofi yang dimenangi Arsenal dalam liga Inggris. Trofinya berat, lapis emas, lumayanlah,” ujarnya sambil tertawa.
Kesempatan istimewa itu tidak disia-siakan oleh Ahok. Dia pun mulai memasang aksinya untuk foto berdua dengan Robert Pires sambil memegangi trofi tersebut. Begitu juga dengan Jokowi. Tidak hanya itu, mereka berdua dihadiahi kaos Arsenal dengan nomor 10 untuk Jokowi dan 7 untuk dirinya.
“Lumayan nanti saya upload fotonya. Fotonya lumayan. Tadi Pak Jokowi dapat kaos nomor 10, saya dapat nomor 7,” tuturnya.
Kenapa nomor 7, karena sebelumnya Robert menanyakan angka kesukaan Ahok apa, lalu dijawabnya angka 7. Ternyata angka kesukaan Ahok sama dengan angka kesukaan Robert.
“Nomor 7 angka kesukaan saya kalau lagi main sepakbola. Kenapa suka angka 7 karena waktu itu PIB kan nomor 7. Terus angka 7 itu adalah angka sempurna. Selalu mentok-mentoknya 7. Hari dalam seminggu, ada 7 hari. Lalu hari ketujuh juga hari minggu, hari santai, tidak kerja. Enakkan angka 7,” ucapnya.
Lukisan Penolak Banjir
Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) didatangi tamu seorang seniman tua bernama Sutanto (76) di Balai Kota DKI. Sutanto datang membawa lukisan Jokowi-Ahok beserta istri yang disebutnya sebagai lukisan penolak banjir Jakarta.
Sutanto, warga Gading Indah 5 nomor 50 RT 12 RW 12, Kelapa Gading, Jakarta Utara, datang ke Balaikota DKI membawa lukisan berukuran 135x75 Cm. Dalam lukisan tersebut, tampak wajah Jokowi didampingi istri Iriana Widodo dan Ahok bersama istri Veronica Tan. Pasangan otoritas DKI tersebut tampak mengenakan pakaian dinas jas warna putih beserta topi, sedangkan Iriana dan Veronica tampak mengenakan kebaya putih.
Selain itu, lukisan tersebut juga diberi tulisan "Selamat Natal dan Tahun Baru. Semoga Gubernur Jokowi-Ahok Sukseskan Jakarta 2013". Lukisan tersebut berlatar belakang bendera Merah Putih, tugu Monas, burung Garuda, pohon cemara dan gedung Balai Kota DKI Jakarta.
"Saya kagum dengan gubernur saya yang baru ini. Saya terkesan, supaya dia bisa menghadapi warga Jakarta dengan sabar, karena warga Jakarta ini macam-macam," ujar Sutanto di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (28/12/2012).
Sutanto mengaku, untuk membuat lukisan tersebut, dirinya harus melewati prosesi ritual khusus, dengan cara bertapa dan berpuasa selama 1 bulan.
"Lukisan ini bisa menolak banjir. Saya buat ini dengan bertapa selama satu bulan, terus puasa," katanya.
Sutanto dan lukisannya pun diterima oleh Ahok di ruang kerjanya di Balai Kota DKI.
Kaos Iwan Fals
Kebiasaan blusukan Jokowi di kampung-kampung mengundang simpati masyarakat. Salah satunya dari Rio, warga kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Saat Jokowi sedang memantau kegiatan Aksi Jakarta Bersih (AJB) di Lagoa, Rio menghampiri Gubernur DKI itu kemudian memberikan kaos bergambar Iwan Fals sebagai suvenir. Rio merasa senang dengan gaya kepemimpinan Jokowi-Ahok yang "nyentrik" atau berbeda dengan pemimpin lain.
"Saya kasih kaos gambar Iwan Fals, buat kenang-kenangan aja, agar banyak yang mencontoh pemimpin kayak dia," ujar Rio di Jalan Lagoa TRS, Minggu (3/2/2013).
Sebelumnya, Jokowi mendatangi dan mengecek langsung kegiatan AJB serta membagikan bantuan buku tulis, seragam sekolah 1000 stel, dan beras 3-5 ton. Itu dilakukan sebagai bentuk apresiasi Pemprov DKI terhadap kesadaran masyarakat akan kebersihan kota.
Mobil B-1-JKW
Sosok Joko Widodo rupanya begitu dicintai para simpatisan dan pendukungnya. Hal ini terlihat dengan diberikannya sebuah mobil dengan merk Kijang Inova produksi tahun 2012, dari hasil sumbangan ratusan pendukungnya kepada Jokowi.
Terkait dipilihnya mobil dengan merek Kijang inova, manurut marcel,
adalah karena mobil tersebut dinilai cukup menyimbolkan kesederhanaan
dan tidak terlalu terkesan mewah. "Kijang Inova itu simbol
kesederhanaan. Makanya kami pilih," tandas Marcel.
Berikut bingkisan-bingkisan yang telah diterima Jokowi :
Gitar Bass Metallica
Jokowi diberi gitar bass bertanda tangan personel band Metallica, Robert Trujillo.
Bass tersebut diterima Jokowi melalui seorang promotor musik Jonatahan Liu yang mengaku juga dekat dengan grup band Metallica.
Jonathan berencana menggelar acara konser musik rock Metallica yang dipadukan dengan musik dan tari tradisional khas Bali, Kecak. Rencana tersebut disambut antusias oleh Jokowi.
Jokowi pun kemudian menyarankan tiga tempat di Jakarta sebagai tempat penyelenggaraan koser tersebut, yaitu di Monumen Nasional (Monas), Museum Fatahillah atau Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Bass tersebut juga telah diperlihatkan Jokowi kepada publik pada Jumat (3/5) lalu di gedung Balaikota DKI. "Nih gitarnya, bagus sekali, ada tanda tangan Trujillo," kata Jokowi.
Ia sudah menyerahkan gitar bass ke KPK karena dianggap gratifikasi. Bagi Jokowi, barang itu bukan gratifikasi namun hanya kenang-kenangan.
"Saya sih seneng-seneng aja diberi gitar sama Trujillo itu dan mosok itu gratifikasi. Menurut saya ndak itu," kata Jokowi di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2013).
"Itu kan kenang-kenangan," sambungnya.
Mantan Wali Kota Solo ini tak habis pikir apa masalah yang bakal timbul dari bass tersebut. Meski kecewa, sebagai pejabat publik yang baik, dia tetap mematuhi aturannya.
"Tapi pasti saya ikuti. Udah saya suruh anter," imbuhnya.
Kaos Nyeleneh
Jokowi diberi kaos gratis oleh 2 mahasiswi ketika asyik melihat pameran Inacraft. Meski banyak kerajinan nan menarik, Jokowi memilih untuk memantau saja.
Jokowi berkeliling di area pameran usai mendampingi Wapres Boediono meresmikan pameran Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2013 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu (24/4/2013).
Jokowi berkeliling sendirian. Sedangkan Boediono didampingi oleh Menteri Perindustrian MS Hidayat, Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisna Murti, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.
Sewaktu berkeliling, Jokowi tak luput dari serbuan pengunjung yang ingin menyalami dan berfoto bersama. Para pemilik stan juga banyak yang menawari Jokowi untuk mampir, namun Jokowi hanya melihat-lihat dari luar tanpa membeli satu pun barang kerajinan yang dipamerkan.
Tiba-tiba Jokowi dihampiri oleh dua mahasiswi Universitas Ciputra, Nicky dan Grace. Kedua mahasiswi ini memberikan Jokowi sebuah kaos produksi mereka sendiri.
"Pak Jokowi, mohon diterima bajunya. Ini buatan kita sendiri Pak. Nama produknya 'Nyeleneh'. Dipakai ya Pak," ujar Grace kepada Jokowi.
Jokowi lalu menerima pemberian tersebut sambil tersenyum. "Iya, terima kasih," ucap Jokowi dan langsung disambung dengan foto bersama.
Jokowi kemudian melewati stan kerajinan perak 'Eka Silver'. Orang nomor satu di Jakarta itu ditawari sebuah cincin, namun Jokowi hanya tersenyum. Tak puas menawari cincin, sang penjaga toko pun kemudian menawari Jokowi sebuah alat kerokan.
"Pak... ini Pak ada alat kerokan," kata pria penjaga stan.
"Hah? Kerokan? Hehehe...," jawab Jokowi sambil tertawa kecil lalu meninggalkan stan tersebut.
Jokowi berjanji akan mengajak sang istri tercinta Iriana Jokowi untuk datang lagi pada Jumat 26 April. "Nanti Jumat datang, khusus untuk belanja. Kalau sekarang tinjau-tinjau dulu," terang Jokowi.
Kaos Aresnal
Balaikota DKI, tempat kerjanya Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang biasanya didatangi rakyat biasa, kini kedatangan tamu kehormatan. Yaitu mantan bintang sepakbola Klub Arsenal Robert Pires.
Secara khusus, Robert Pires memberikan kaos Arsenal bernomor 10 kepada Jokowi dan nomor 7 kepada Ahok. Kedua kaos tersebut ditandatangani langsung Robert Pires dihadapan Jokowi dan Ahok.
Saat bertemu dengan Robert Pires, Ahok mengaku tidak bisa langsung mengenali sosok Robert Pires. Dia hanya merasa pernah mengenal Robert, kemudian saat melihat trofi yang dibawanya, barulah Ahok mengenali siapa Robert Pires.
“Pertama ketemu, kayaknya pernah liat dimana ini orang. Untunglah dia lagi pegang trofinya. Jadi saya langsung bisa mengenalinya. Saya pernah lihat, kan tiap pagi saya nontonnya saluran olahraga di rumah,” kata Ahok usai bertemu dengan Robert Pires di Balaikota DKI, Jakarta, Kamis (28/2).
Dalam pertemuan tersebut, Robert Pires menyatakan kunjungan full team dari Arsenal yang akan datang ke Jakarta antara bulan Juni atau Juli 2013. “Ya terima kasih saja mereka mau datang ke jakarta. trofi yang dibawa itu trofi yang dimenangi Arsenal dalam liga Inggris. Trofinya berat, lapis emas, lumayanlah,” ujarnya sambil tertawa.
Kesempatan istimewa itu tidak disia-siakan oleh Ahok. Dia pun mulai memasang aksinya untuk foto berdua dengan Robert Pires sambil memegangi trofi tersebut. Begitu juga dengan Jokowi. Tidak hanya itu, mereka berdua dihadiahi kaos Arsenal dengan nomor 10 untuk Jokowi dan 7 untuk dirinya.
“Lumayan nanti saya upload fotonya. Fotonya lumayan. Tadi Pak Jokowi dapat kaos nomor 10, saya dapat nomor 7,” tuturnya.
Kenapa nomor 7, karena sebelumnya Robert menanyakan angka kesukaan Ahok apa, lalu dijawabnya angka 7. Ternyata angka kesukaan Ahok sama dengan angka kesukaan Robert.
“Nomor 7 angka kesukaan saya kalau lagi main sepakbola. Kenapa suka angka 7 karena waktu itu PIB kan nomor 7. Terus angka 7 itu adalah angka sempurna. Selalu mentok-mentoknya 7. Hari dalam seminggu, ada 7 hari. Lalu hari ketujuh juga hari minggu, hari santai, tidak kerja. Enakkan angka 7,” ucapnya.
Lukisan Penolak Banjir
Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) didatangi tamu seorang seniman tua bernama Sutanto (76) di Balai Kota DKI. Sutanto datang membawa lukisan Jokowi-Ahok beserta istri yang disebutnya sebagai lukisan penolak banjir Jakarta.
Sutanto, warga Gading Indah 5 nomor 50 RT 12 RW 12, Kelapa Gading, Jakarta Utara, datang ke Balaikota DKI membawa lukisan berukuran 135x75 Cm. Dalam lukisan tersebut, tampak wajah Jokowi didampingi istri Iriana Widodo dan Ahok bersama istri Veronica Tan. Pasangan otoritas DKI tersebut tampak mengenakan pakaian dinas jas warna putih beserta topi, sedangkan Iriana dan Veronica tampak mengenakan kebaya putih.
Selain itu, lukisan tersebut juga diberi tulisan "Selamat Natal dan Tahun Baru. Semoga Gubernur Jokowi-Ahok Sukseskan Jakarta 2013". Lukisan tersebut berlatar belakang bendera Merah Putih, tugu Monas, burung Garuda, pohon cemara dan gedung Balai Kota DKI Jakarta.
"Saya kagum dengan gubernur saya yang baru ini. Saya terkesan, supaya dia bisa menghadapi warga Jakarta dengan sabar, karena warga Jakarta ini macam-macam," ujar Sutanto di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (28/12/2012).
Sutanto mengaku, untuk membuat lukisan tersebut, dirinya harus melewati prosesi ritual khusus, dengan cara bertapa dan berpuasa selama 1 bulan.
"Lukisan ini bisa menolak banjir. Saya buat ini dengan bertapa selama satu bulan, terus puasa," katanya.
Sutanto dan lukisannya pun diterima oleh Ahok di ruang kerjanya di Balai Kota DKI.
Kaos Iwan Fals
Kebiasaan blusukan Jokowi di kampung-kampung mengundang simpati masyarakat. Salah satunya dari Rio, warga kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.
Saat Jokowi sedang memantau kegiatan Aksi Jakarta Bersih (AJB) di Lagoa, Rio menghampiri Gubernur DKI itu kemudian memberikan kaos bergambar Iwan Fals sebagai suvenir. Rio merasa senang dengan gaya kepemimpinan Jokowi-Ahok yang "nyentrik" atau berbeda dengan pemimpin lain.
"Saya kasih kaos gambar Iwan Fals, buat kenang-kenangan aja, agar banyak yang mencontoh pemimpin kayak dia," ujar Rio di Jalan Lagoa TRS, Minggu (3/2/2013).
Sebelumnya, Jokowi mendatangi dan mengecek langsung kegiatan AJB serta membagikan bantuan buku tulis, seragam sekolah 1000 stel, dan beras 3-5 ton. Itu dilakukan sebagai bentuk apresiasi Pemprov DKI terhadap kesadaran masyarakat akan kebersihan kota.
Mobil B-1-JKW
Sosok Joko Widodo rupanya begitu dicintai para simpatisan dan pendukungnya. Hal ini terlihat dengan diberikannya sebuah mobil dengan merk Kijang Inova produksi tahun 2012, dari hasil sumbangan ratusan pendukungnya kepada Jokowi.
"Mobil ini sumbangan
dari relawan dan simpatisan buat pak Jokowi karena kesederhanaannya dan
mobil dinas ini akan diserahkan setelah pengumuman dilakukan," ujar,
salah seorang relawan Jokowi-Ahok, Marcell Muja, di posko pemenangan
Jokowi-Ahok, di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (20/09/2012)
Marcel juga menjelaskan, bahwa biaya pembelian mobil dengan nomor
polisi B 1 JKW, tersebut diperoleh dari sumbangan sukarela yang mulai
dikumpulkan sejak Pilkada DKI putara pertama.
"Nama-nama pemberi sumbangan semuanya dicatat oleh koordinator," jelas Marcel.
Sabtu, 11 Mei 2013
Jokowi Tak Ingin Buru Buru Tetapkan Dirut Pasar Jaya
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tidak akan tergesa-gesa
dalam menunjuk Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Jaya menggantikan pejabat
lama Djangga Lubis, yang masa jabatannya berakhir 4 Mei lalu.
Kendati demikian, menurut Jokowi, sudah ada pengajuan yang dilakukan, tetapi pihaknya belum dapat memutuskan penggantinya karena dirinya tidak ingin tergesa-gesa dalam memberikan penggantian.
"Belum, tapi memang sudah ada pengajuan. Tapi belum saya putuskan. Saya ingin lihat betul. Jangan tergesa-gesa, tapi keliru," ujar Jokowi, Jumat (10/5/2013).
Menurut Jokowi, kemungkinan minggu depan dirinya baru akan memutuskan siapa pengganti dari Dirut PD Pasar Jaya tersebut.
Hal senada disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ia mengatakan, mengenai penggantian ataupun perpanjangan tersebut persetujuannya ada di gubernur. Dengan demikian, dirinya belum bisa berbicara banyak.
"Lagi tunggu persetujuan Pak Gubernur, mau disambung atau tidak," katanya.
Diketahui, masa jabatan Dirut PD Pasar Jaya, Djangga Lubis telah habis pada 4 Mei lalu. Saat ini, Pemprov DKI tengah melakukan proses kajian untuk meneruskan atau mengganti pemimpin dari salah satu BUMD yang sahamnya dimiliki Pemprov hingga 100 persen tersebut.
Pengamat perkotaan Nirwono Joga menyarankan Pemprov DKI memilih calon direktur utama PD Pasar yang profesional. Calon direksi BUMD yang memiliki aset puluhan triliun rupiah itu diharapkan tidak
terkontaminasi kepentingan politik manapun agar maksimal mengelola perusahaan daerah.
"PD Pasar Jaya harus mampu bersaing dengan pasar modern. Untuk itu direksi baru jangan berasal dari partai politik karena akan berpengaruh terhadap kinerjanya nanti. Yang profesionallah," ujar Nirwono kepada
SP di Jakarta, Sabtu (11/5/2013).
Nirwono mengatakan, aset PD Pasar yang begitu besar selayaknya sudah mampu mensejahterahkan masyarakat. Namun, karena selama ini tidak dikelola secara baik PD Pasar semakkin terpuruk.
Di masa mendatang, direksi PD Pasar harus mampu membuat terobosan. Revitalisasi pasar sudah sangat mendesak untuk menaikkan minat masyarakat terhadap pasar tradisional.
Sebelumnya, Koordiantor Forum Warga Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan mengusulkan kepada gubernur agar dirut PD Pasar Jaya diamgil dari orang dalam. Menurutnya, banyak pejabat setingkat manajer di PD Pasar Jaya yang kapabel, dan berkualitas. “Tidak ada aturan yang melarang dirut diambil dari pejabat setingkat manajer,” tegasnya.
Kendati demikian, menurut Jokowi, sudah ada pengajuan yang dilakukan, tetapi pihaknya belum dapat memutuskan penggantinya karena dirinya tidak ingin tergesa-gesa dalam memberikan penggantian.
"Belum, tapi memang sudah ada pengajuan. Tapi belum saya putuskan. Saya ingin lihat betul. Jangan tergesa-gesa, tapi keliru," ujar Jokowi, Jumat (10/5/2013).
Menurut Jokowi, kemungkinan minggu depan dirinya baru akan memutuskan siapa pengganti dari Dirut PD Pasar Jaya tersebut.
Hal senada disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ia mengatakan, mengenai penggantian ataupun perpanjangan tersebut persetujuannya ada di gubernur. Dengan demikian, dirinya belum bisa berbicara banyak.
"Lagi tunggu persetujuan Pak Gubernur, mau disambung atau tidak," katanya.
Diketahui, masa jabatan Dirut PD Pasar Jaya, Djangga Lubis telah habis pada 4 Mei lalu. Saat ini, Pemprov DKI tengah melakukan proses kajian untuk meneruskan atau mengganti pemimpin dari salah satu BUMD yang sahamnya dimiliki Pemprov hingga 100 persen tersebut.
Pengamat perkotaan Nirwono Joga menyarankan Pemprov DKI memilih calon direktur utama PD Pasar yang profesional. Calon direksi BUMD yang memiliki aset puluhan triliun rupiah itu diharapkan tidak
terkontaminasi kepentingan politik manapun agar maksimal mengelola perusahaan daerah.
"PD Pasar Jaya harus mampu bersaing dengan pasar modern. Untuk itu direksi baru jangan berasal dari partai politik karena akan berpengaruh terhadap kinerjanya nanti. Yang profesionallah," ujar Nirwono kepada
SP di Jakarta, Sabtu (11/5/2013).
Nirwono mengatakan, aset PD Pasar yang begitu besar selayaknya sudah mampu mensejahterahkan masyarakat. Namun, karena selama ini tidak dikelola secara baik PD Pasar semakkin terpuruk.
Di masa mendatang, direksi PD Pasar harus mampu membuat terobosan. Revitalisasi pasar sudah sangat mendesak untuk menaikkan minat masyarakat terhadap pasar tradisional.
Sebelumnya, Koordiantor Forum Warga Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan mengusulkan kepada gubernur agar dirut PD Pasar Jaya diamgil dari orang dalam. Menurutnya, banyak pejabat setingkat manajer di PD Pasar Jaya yang kapabel, dan berkualitas. “Tidak ada aturan yang melarang dirut diambil dari pejabat setingkat manajer,” tegasnya.
Soal Gitar Metallica, Jokowi: Kalau Dijual Pasti Mahal
Sempat merasa kegirangan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akhirnya
menyerahkan gitar bass bertanda tangan personel band Metallica, Robert
Trujillo, ke KPK. Ia pun berandai-andai gitar bass tersebut kembali ke
tangannya.
"Kalau dijual pasti mahal. Itu gitar dari Trujillo, ada tanda tangannya, yang punya Jokowi, pasti mahal," kata Jokowi saat berada di kantor DPC PDIP Grobogan, Sabtu (11/5/2013).
Meski demikian, Jokowi menambahkan, jika gitar bass bisa kembali ke tangannya, ia tidak berniat untuk menjualnya dan akan dijadikan kenang-kenangan seumur hidup.
"Tak simpen, tak pajang seumur-umur," katanya.
Menurutnya, dirinya harus bersabar karena memiliki kewajiban melaporkan apapun yang pemberian dari orang lain kepada KPK karena berposisi sebagai pejabat negara.
"Setelah dikasih (gitar bass) saya tunjukin sama media. Sombong dikitlah. Sehari setelah itu ada yang memberi tahu pemberian kepada pejabat negara bisa masuk gratifikasi. Ya bener juga ya. Makanya saya tanyakan ke KPK," pungkas mantan Wali Kota Solo itu.
"Itu bukan disita lho, tapi disimpen," imbuhnya.
Gitar bass tersebut diterima Jokowi melalui seorang promotor musik Jonatahan Liu yang mengaku dekat dengan grup band Metallica. Merek gitar bass adalah Ibanez dengan warna merah marun dan sempat ditunjukkan kepada publik hari Jumat (3/5/2013) lalu di Jakarta.
Sumber :
news.detik.com
"Kalau dijual pasti mahal. Itu gitar dari Trujillo, ada tanda tangannya, yang punya Jokowi, pasti mahal," kata Jokowi saat berada di kantor DPC PDIP Grobogan, Sabtu (11/5/2013).
Meski demikian, Jokowi menambahkan, jika gitar bass bisa kembali ke tangannya, ia tidak berniat untuk menjualnya dan akan dijadikan kenang-kenangan seumur hidup.
"Tak simpen, tak pajang seumur-umur," katanya.
Menurutnya, dirinya harus bersabar karena memiliki kewajiban melaporkan apapun yang pemberian dari orang lain kepada KPK karena berposisi sebagai pejabat negara.
"Setelah dikasih (gitar bass) saya tunjukin sama media. Sombong dikitlah. Sehari setelah itu ada yang memberi tahu pemberian kepada pejabat negara bisa masuk gratifikasi. Ya bener juga ya. Makanya saya tanyakan ke KPK," pungkas mantan Wali Kota Solo itu.
"Itu bukan disita lho, tapi disimpen," imbuhnya.
Gitar bass tersebut diterima Jokowi melalui seorang promotor musik Jonatahan Liu yang mengaku dekat dengan grup band Metallica. Merek gitar bass adalah Ibanez dengan warna merah marun dan sempat ditunjukkan kepada publik hari Jumat (3/5/2013) lalu di Jakarta.
Sumber :
news.detik.com
Kampanye untuk Ganjar-Heru, Jokowi blusukan di Demak & Grobogan
Kampanye perdana calon gubernur dan calon wakil gubernur Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko, yang diusung PDIP, langsung menggebrak dengan mendatangkan juru kampanye Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Jokowi sapaan akrab Joko Widodo, tidak melakukan kampanye secara terbuka, melainkan melakukan blusukan di pasar Mranggen Demak.
Dengan mengunjungi setiap los pasar, mulai dari los kios sayuran, pakaian, ikan, dan kebutuhan pokok, Jokowi bak selebritis bagi para pedagang dan warga. Kehadirannya menyita puluhan pedagang dan warga, yang ingin berfoto dan bersalaman dengan mantan Wali kota Solo itu.
Selain itu, saat di dalam pasar, tidak sedikit dari mereka yang mengambil kesempatan untuk berkeluh kesah soal kemiskinan, yang terjadi selama ini. Di sela-sela blusukan, Jokowi pun menyempatkan diri untuk menyantap soto tradisional bersama warga.
Kesempatan itupun tidak disia-siakan oleh Jokowi yang terus menerus mempromosikan pasangan Ganjar-Heru, yang diusung PDIP, pada ajang Pilgub 2013.
"Jangan lupa, nomor tiga ya, pilih nomor tiga. Pokoknya Ganjar-Heru untuk Jateng Baru. Resik lan apik iki (bersih dan bagus)," ucapnya kepada para pedagang dan warga.
Jokowi menambahkan, bahwa dalam kampanye ini, sudah menjadi kewajiban membantu pasangan Cagub-Cawagub dari PDIP, meski kali ini tidak didampingi oleh pasangan Ganjar-Heru.
Sebelum meninggalkan pasar, Jokowi menyempatkan membeli oleh-oleh bandeng presto di salah satu kios milik pedagang.
Setelah dari pasar Mranggen, Jokowi kemudian mengunjungi pasar Gubug di Kabupaten Grobogan.
Di pasar Gubug, Jokowi juga dikerumuni pengunjung dan pedagang pasar, bahkan siswa-siswa SD yang bersekolah tidak jauh dari pasar, berhamburan memasuki pasar hanya untuk sekadar melihat sosok Jokowi.
Pada kampanye putaran pertama hari Sabtu ini, Jokowi berkeliling ke Demak dan Grobogan. Sementara itu pasangan Cagub dan Cawagub Jateng, Ganjar-Heru berkampanye bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani, di Kudus dan Jepara.
Sumber :
merdeka.com
Dengan mengunjungi setiap los pasar, mulai dari los kios sayuran, pakaian, ikan, dan kebutuhan pokok, Jokowi bak selebritis bagi para pedagang dan warga. Kehadirannya menyita puluhan pedagang dan warga, yang ingin berfoto dan bersalaman dengan mantan Wali kota Solo itu.
Selain itu, saat di dalam pasar, tidak sedikit dari mereka yang mengambil kesempatan untuk berkeluh kesah soal kemiskinan, yang terjadi selama ini. Di sela-sela blusukan, Jokowi pun menyempatkan diri untuk menyantap soto tradisional bersama warga.
Kesempatan itupun tidak disia-siakan oleh Jokowi yang terus menerus mempromosikan pasangan Ganjar-Heru, yang diusung PDIP, pada ajang Pilgub 2013.
"Jangan lupa, nomor tiga ya, pilih nomor tiga. Pokoknya Ganjar-Heru untuk Jateng Baru. Resik lan apik iki (bersih dan bagus)," ucapnya kepada para pedagang dan warga.
Jokowi menambahkan, bahwa dalam kampanye ini, sudah menjadi kewajiban membantu pasangan Cagub-Cawagub dari PDIP, meski kali ini tidak didampingi oleh pasangan Ganjar-Heru.
Sebelum meninggalkan pasar, Jokowi menyempatkan membeli oleh-oleh bandeng presto di salah satu kios milik pedagang.
Setelah dari pasar Mranggen, Jokowi kemudian mengunjungi pasar Gubug di Kabupaten Grobogan.
Di pasar Gubug, Jokowi juga dikerumuni pengunjung dan pedagang pasar, bahkan siswa-siswa SD yang bersekolah tidak jauh dari pasar, berhamburan memasuki pasar hanya untuk sekadar melihat sosok Jokowi.
Pada kampanye putaran pertama hari Sabtu ini, Jokowi berkeliling ke Demak dan Grobogan. Sementara itu pasangan Cagub dan Cawagub Jateng, Ganjar-Heru berkampanye bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Puan Maharani, di Kudus dan Jepara.
Sumber :
merdeka.com
Jangan Berlebihan, Jokowi Sampai Sekarang Masih Pengurus PDIP
Adalah berlebihan bila ada yang menyebut PDI Perjuangan mengeksploitasi
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodjo (Jokowi) dengan menjadikannya juru
kampanye Pilkada di daerah lain.
"Menurut saya terlalu berlebihan. Apakah masyarakat tidak tahu bahwa sampai dengan saat ini Jokowi masih merupakan pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. Dan apabila Jokowi diminta oleh partai untuk menjdi Jurkam, itu merupakan tugas kepartaian," ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Pusat, Cheppy T. Wartono, saat dikonfirmasi wartawan (Sabtu,11/5/2013).
Cheppy mempertanyakan persepsi sementara kalangan yang mengatakan Jokowi kehilangan fokus kerja sebagai Gubernur DKI Jakarta karena jadi jurkam di beberapa Pilkada.
"Di mana meninggalkan tugasnya sebagai Gubernur DKI? Wong tugas partai diterima oleh Jokowi saat hari libur. Masa di saat hari libur Jokowi tidak boleh menjalankan tugas partai?" ungkapnya.
Sambung Cheppy, jabatan Gubernur merupakan jabatan politis dan karenanya seorang gubernur yang sejak awal adalah kader atau pengurus partai politik wajib melaksanakan perintah atau tugas-tugas kepartaian.
"Aneh kalau kegiatan kepartaian seorang Jokowi diributkan. Apalagi dilakukan saat libur. Jabatan Gubernur atau jabatan eksekutif lainnya bukan kerja rodi yang tidak ada hari liburnya. Dimana UU atau aturan yang dilanggar?" pungkasnya.
Sumber :
rmol.co
"Menurut saya terlalu berlebihan. Apakah masyarakat tidak tahu bahwa sampai dengan saat ini Jokowi masih merupakan pengurus DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. Dan apabila Jokowi diminta oleh partai untuk menjdi Jurkam, itu merupakan tugas kepartaian," ungkap Ketua DPC PDI Perjuangan Jakarta Pusat, Cheppy T. Wartono, saat dikonfirmasi wartawan (Sabtu,11/5/2013).
Cheppy mempertanyakan persepsi sementara kalangan yang mengatakan Jokowi kehilangan fokus kerja sebagai Gubernur DKI Jakarta karena jadi jurkam di beberapa Pilkada.
"Di mana meninggalkan tugasnya sebagai Gubernur DKI? Wong tugas partai diterima oleh Jokowi saat hari libur. Masa di saat hari libur Jokowi tidak boleh menjalankan tugas partai?" ungkapnya.
Sambung Cheppy, jabatan Gubernur merupakan jabatan politis dan karenanya seorang gubernur yang sejak awal adalah kader atau pengurus partai politik wajib melaksanakan perintah atau tugas-tugas kepartaian.
"Aneh kalau kegiatan kepartaian seorang Jokowi diributkan. Apalagi dilakukan saat libur. Jabatan Gubernur atau jabatan eksekutif lainnya bukan kerja rodi yang tidak ada hari liburnya. Dimana UU atau aturan yang dilanggar?" pungkasnya.
Sumber :
rmol.co
Blusukan Jokowi ke Pasar-pasar di Jateng Dimanfaatkan Pencopet
Kedatangan gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di sejumlah pasar di Kabupaten Demak dan Grobogan membuat ratusan orang rela berjejal demi bisa menjabat tangan Jokowi. Namun keadaan tersebut ternyata dimanfaatkan oleh pencopet yang mengambil uang milik sejumlah pengunjung pasar dan menyebabkan kerugian hingga jutaan rupiah.
Peristiwa tersebut terjadi di pasar Mranggen Kabupaten Demak dan pasar Godong Kabupaten Grobogan. Salah satu korban pencopetan adalah Endang. Ia hanya bisa bisa menangis setelah uang hasil penjualan emas miliknya sebesar Rp 3 juta lebih raib beserta dompet berisi surat-surat penting.
"Ini habis jual emas. Tadi mbak Endang saya suruh tunggu sini, tiba-tiba banyak kerumunan, terus hilang dompet yang ada di dalam tas. Isinya Rp 3 juta lebih dan STNK, ini masih ada sisa uang yang dipisah," kata adik korban, Tini di pasar Godong, Kabupaten Grobogan, Sabtu (11/5/2013).
Korban lainnya, Wulandari, ia kehilangan uang arisan yang dibawa sebesar Rp 4 juta. Saat itu bermaksud berbelanja, namun mendadak suasana ramai dan saling berdesakkan.
"Mau keluar dulu tapi enggak bisa, banyak sekali orangnya," ujar warga Grobogan itu. Mengetahui uangnya raib, dua korban tersebut mengadu ke Polsek Godong yang letaknya tidak jauh dari pasar.
Diketahui, hari ini, Sabtu (11/5/2013), Jokowi menjadi juru kampanye pasangan calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko dengan nomor urut tiga. Mantan Wali Kota Solo itu blusukan ke pasar di Kabupaten Demak yaitu pasar Mranggen dan di Kabupaten Grobogan yaitu pasar Gubug, Godong dan Purwodadi.
Pada kampanye putaran pertama hari Sabtu ini, Jokowi tidak bersama Cagub dan Cawagub Jateng, Ganjar-Heru karena mereka berkampanye bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Kudus dan Jepara. Rencananya hari Minggu (12/5/2013) besok kampanye akan dilanjutkan ke Sukoharjo dan Klaten.
Sumber :
news.detik.com
Peristiwa tersebut terjadi di pasar Mranggen Kabupaten Demak dan pasar Godong Kabupaten Grobogan. Salah satu korban pencopetan adalah Endang. Ia hanya bisa bisa menangis setelah uang hasil penjualan emas miliknya sebesar Rp 3 juta lebih raib beserta dompet berisi surat-surat penting.
"Ini habis jual emas. Tadi mbak Endang saya suruh tunggu sini, tiba-tiba banyak kerumunan, terus hilang dompet yang ada di dalam tas. Isinya Rp 3 juta lebih dan STNK, ini masih ada sisa uang yang dipisah," kata adik korban, Tini di pasar Godong, Kabupaten Grobogan, Sabtu (11/5/2013).
Korban lainnya, Wulandari, ia kehilangan uang arisan yang dibawa sebesar Rp 4 juta. Saat itu bermaksud berbelanja, namun mendadak suasana ramai dan saling berdesakkan.
"Mau keluar dulu tapi enggak bisa, banyak sekali orangnya," ujar warga Grobogan itu. Mengetahui uangnya raib, dua korban tersebut mengadu ke Polsek Godong yang letaknya tidak jauh dari pasar.
Diketahui, hari ini, Sabtu (11/5/2013), Jokowi menjadi juru kampanye pasangan calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko dengan nomor urut tiga. Mantan Wali Kota Solo itu blusukan ke pasar di Kabupaten Demak yaitu pasar Mranggen dan di Kabupaten Grobogan yaitu pasar Gubug, Godong dan Purwodadi.
Pada kampanye putaran pertama hari Sabtu ini, Jokowi tidak bersama Cagub dan Cawagub Jateng, Ganjar-Heru karena mereka berkampanye bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Kudus dan Jepara. Rencananya hari Minggu (12/5/2013) besok kampanye akan dilanjutkan ke Sukoharjo dan Klaten.
Sumber :
news.detik.com
Jokowi Jadi "Bumbu Penyedap" Partai Moncong Putih
Waktu akhir pekan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, rupanya dimanfaatkan
untuk membantu teman koleganya sesama partai, yang sedang berkompetisi
di pemilihan kepala daerah.
Sebelumnya, Jokowi panggilan akrab Joko Widodo menyempatkan hadir dalam kampanye beberapa calon yang diusung partai PDIP, seperti Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki (Jawa Barat), Effendi Simbolon-Jumiran Abdi (Sumatera Utara), Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (Bali).
Kini Jokowi pun menyempatkan hadir dihari pertama kampanye Pemilukada Jawa Tengah, untuk pasangan Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko. Menurut Jokowi, kehadirannya dalam kampanye pasangan nomor urut 3, Jawa Tengah tersebut, karena Jawa Tengah merupakan daerah Asalnya.
Kemudian, dikatakannya dalam keikutsertaan kampanye itu, dirinya hanya membantu mensukseskan koleganya sesama partai.
"Jawa Tengah itu ya tempat asal saya toh. Nggak, kita mau bantu-bantu aja buat pak Ganjar disana," kata Jokowi, sebelum berangkat ke Jawa Tengah, Jakarta, Jumat (10/5/2013) kemarin.
Namun demikian, ada hal yang menarik dari setiap kampanyenya. Orang nomor 1 di DKI Jakarta tersebut seolah menjadi magnet tersendiri, untuk semua calon pasangan dari partai yang membesarkannya itu.
Tidak jarang, dalam satu paket kampanye yang menghadirkan semua petinggi partai moncong putih tersebut, mantan Wali Kota Solo itu seakan wajib dihadirkan sebagai bumbu penyedap kampanye partai.
Terkesan kurang elok dilihat jika terdapat Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri tanpa didampingi kehadiran Jokowi disebelahnya saat berkampanye pemilukada. Diluar itu, tidak sedikit sebagian kritik dilamatkan kepada pemimpin Jakarta Baru itu saat menghadiri kampanye politik untuk koleganya yang bertarung dalam pemilukda.
Seperti diketahui, hari ini Jokowi menghadiri kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pemilukada Jawa Tengah. Jokowi di daulat untuk menjadi juru kampanye pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko.
Tempat yang menjadi kampanyenya seperti beberapa pasar di Kabupaten Demak dan para pedagang dan masyarakat dikecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Sumber :
sindonews.com
Sebelumnya, Jokowi panggilan akrab Joko Widodo menyempatkan hadir dalam kampanye beberapa calon yang diusung partai PDIP, seperti Rieke Dyah Pitaloka-Teten Masduki (Jawa Barat), Effendi Simbolon-Jumiran Abdi (Sumatera Utara), Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan (Bali).
Kini Jokowi pun menyempatkan hadir dihari pertama kampanye Pemilukada Jawa Tengah, untuk pasangan Ganjar Pranowo dan Heru Sudjatmoko. Menurut Jokowi, kehadirannya dalam kampanye pasangan nomor urut 3, Jawa Tengah tersebut, karena Jawa Tengah merupakan daerah Asalnya.
Kemudian, dikatakannya dalam keikutsertaan kampanye itu, dirinya hanya membantu mensukseskan koleganya sesama partai.
"Jawa Tengah itu ya tempat asal saya toh. Nggak, kita mau bantu-bantu aja buat pak Ganjar disana," kata Jokowi, sebelum berangkat ke Jawa Tengah, Jakarta, Jumat (10/5/2013) kemarin.
Namun demikian, ada hal yang menarik dari setiap kampanyenya. Orang nomor 1 di DKI Jakarta tersebut seolah menjadi magnet tersendiri, untuk semua calon pasangan dari partai yang membesarkannya itu.
Tidak jarang, dalam satu paket kampanye yang menghadirkan semua petinggi partai moncong putih tersebut, mantan Wali Kota Solo itu seakan wajib dihadirkan sebagai bumbu penyedap kampanye partai.
Terkesan kurang elok dilihat jika terdapat Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri tanpa didampingi kehadiran Jokowi disebelahnya saat berkampanye pemilukada. Diluar itu, tidak sedikit sebagian kritik dilamatkan kepada pemimpin Jakarta Baru itu saat menghadiri kampanye politik untuk koleganya yang bertarung dalam pemilukda.
Seperti diketahui, hari ini Jokowi menghadiri kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pemilukada Jawa Tengah. Jokowi di daulat untuk menjadi juru kampanye pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko.
Tempat yang menjadi kampanyenya seperti beberapa pasar di Kabupaten Demak dan para pedagang dan masyarakat dikecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.
Sumber :
sindonews.com
Kampanye Pilgub Jateng, Jokowi Blusukan ke Pasar
Pedagang soto di kawasan pasar Mranggen, Demak, Jawa Tengah, Kasmi (43)
terkejut ketika seorang pria kurus berkemeja putih masuk ke warungnya
dan memesan segelas teh hangat. Ia tidak menyangka warungnya akan
didatangi seorang tokoh populer yang saat ini duduk sebagai Gubernur DKI
Jakarta, Joko Widodo (Jokowi).
"Kaget, enggak menyangka, saya terharu sekali bisa bertemu Pak Jokowi. Pak Jokowi tadi pesan teh hangat sama tempe goreng," kata Kasmi sambil melayani Jokowi di warungnya, Sabtu (11/5/2013).
"Ayo, sarapan-sarapan," ujar Jokowi yang dikerubuti pengunjung pasar.
Kedatangan mantan Wali Kota Solo itu ke Demak adalah sebagai juru kampanye pasangan calon Gubernur jawa Tengah Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko. Ia pun berkali-kali mempromosikan pasangan yang diusung PDIP itu.
"Nomor tiga ya, pilih nomor tiga, titip nomor tiga," kata Jokowi mengkampanyekan Ganjar-Heru.
Jokowi mengatakan kedatangannya membantu pasangan Cagub-Cawagub dari PDIP adalah untuk memenuhi kewajiban sebagai kader partai. "Kedatangan dengan maksud untuk membantu kampanye," tandasnya.
Di dalam pasar Mranggen, meski tak ditemani pasangan Ganjar-Heru, Jokowi menjadi disambut antusias oleh pedagang pasar. Mereka meminta bersalaman, foto bersama dan ada yang mengambil kesempatan untuk berkeluh kesah soal kemiskinan.
Sebelum meninggalkan pasar Mranggen, Jokowi menyempatkan membeli oleh-oleh bandeng presto di salah satu kios milik pedagang yang berebut menyalaminya.
"Tadi muter, beli bandeng, hehehe," tuturnya.
Setelah dari pasar Mranggen, Jokowi mengunjungi pasar lainnya di Kabupaten Grobogan yaitu pasar Gubug. Sama halnya di pasar Mranggen, Jokowi juga dikerumuni pengunjung pasar, bahkan siswa-siswa SD yang bersekolah tidak jauh dari pasar berhamburan memasuki pasar hanya untuk sekedar melihat sosok Jokowi.
Pada kampanye putaran pertama hari Sabtu ini, Jokowi berkeliling ke Demak dan Grobogan. Sementara itu pasangan Cagub dan Cawagub Jateng, Ganjar-Heru berkampanye bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Kudus dan Jepara. Rencananya hari Minggu (12/5) besok kampanye akan dilanjutkan ke Sukoharjo dan Klaten.
Sumber :
news.detik.com
"Kaget, enggak menyangka, saya terharu sekali bisa bertemu Pak Jokowi. Pak Jokowi tadi pesan teh hangat sama tempe goreng," kata Kasmi sambil melayani Jokowi di warungnya, Sabtu (11/5/2013).
"Ayo, sarapan-sarapan," ujar Jokowi yang dikerubuti pengunjung pasar.
Kedatangan mantan Wali Kota Solo itu ke Demak adalah sebagai juru kampanye pasangan calon Gubernur jawa Tengah Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko. Ia pun berkali-kali mempromosikan pasangan yang diusung PDIP itu.
"Nomor tiga ya, pilih nomor tiga, titip nomor tiga," kata Jokowi mengkampanyekan Ganjar-Heru.
Jokowi mengatakan kedatangannya membantu pasangan Cagub-Cawagub dari PDIP adalah untuk memenuhi kewajiban sebagai kader partai. "Kedatangan dengan maksud untuk membantu kampanye," tandasnya.
Di dalam pasar Mranggen, meski tak ditemani pasangan Ganjar-Heru, Jokowi menjadi disambut antusias oleh pedagang pasar. Mereka meminta bersalaman, foto bersama dan ada yang mengambil kesempatan untuk berkeluh kesah soal kemiskinan.
Sebelum meninggalkan pasar Mranggen, Jokowi menyempatkan membeli oleh-oleh bandeng presto di salah satu kios milik pedagang yang berebut menyalaminya.
"Tadi muter, beli bandeng, hehehe," tuturnya.
Setelah dari pasar Mranggen, Jokowi mengunjungi pasar lainnya di Kabupaten Grobogan yaitu pasar Gubug. Sama halnya di pasar Mranggen, Jokowi juga dikerumuni pengunjung pasar, bahkan siswa-siswa SD yang bersekolah tidak jauh dari pasar berhamburan memasuki pasar hanya untuk sekedar melihat sosok Jokowi.
Pada kampanye putaran pertama hari Sabtu ini, Jokowi berkeliling ke Demak dan Grobogan. Sementara itu pasangan Cagub dan Cawagub Jateng, Ganjar-Heru berkampanye bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri di Kudus dan Jepara. Rencananya hari Minggu (12/5) besok kampanye akan dilanjutkan ke Sukoharjo dan Klaten.
Sumber :
news.detik.com
POINT Indonesia: PDI-P Obral Murah Jokowi
Menurut pengamat politik dari POINT Indonesia, Karel Susatyo, seharusnya gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengurus segala problematika yang ada di Jakarta seperti kemacetan, banjir serta pembangunan dibidang infrastruktur dan pembenahan dibidang moda transportasi massal.
"Menurut saya, lebih baik Jokowi konsen membangun Jakarta ketimbang diobral murah oleh PDI-P," kata Karel, Sabtu.11/5/2013.
Karel menjelaskan bahwa kalau Jokowi mampu menyelesaikan masalah yang ada di Jakarta, itu sangat baik bagi citra PDI-P sendiri. Pasalnya, Jokowi bisa menjadi iklan gratis bagi PDI-P untuk pencalonan bagi di eksekutif maupun legislatif.
"Hasilnya pun juga jauh dari yang dapat ditangguk apabila Jokowi diobral murah ke daerah-daerah lewat sejumlah Pilgub," katanya.
Karel menambahkan bahwa Jokowi kini memang sudah menjadi second brand bagi PDI-P. Sehingga setiap pencalonan Kepala Daerah, Jokowi selalu diikut sertakan. Meski demikian, kehadiran Jokowi tidak secara signifikan mendongkrak suara dan kemenangan bagi sang cagub tersebut.
"Ya kenapa demikian, karena pemilih melihat kalau Jokowi hanya sekedar pemanis kampanye, vote getter belaka," lanjut Karel.
Karel mengharapkan kepada Jokowi agar bisa menepati janjinya ketika kampanye Pilgub Jakarta 2012 lalu. sebab hingga kini program-program yang baru berjalan hanya beberapa saja dan belum ada kemajuan yang berarti selama 7 bulan dia menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta.
"Menurut saya, lebih baik Jokowi konsen membangun Jakarta ketimbang diobral murah oleh PDI-P," kata Karel, Sabtu.11/5/2013.
Karel menjelaskan bahwa kalau Jokowi mampu menyelesaikan masalah yang ada di Jakarta, itu sangat baik bagi citra PDI-P sendiri. Pasalnya, Jokowi bisa menjadi iklan gratis bagi PDI-P untuk pencalonan bagi di eksekutif maupun legislatif.
"Hasilnya pun juga jauh dari yang dapat ditangguk apabila Jokowi diobral murah ke daerah-daerah lewat sejumlah Pilgub," katanya.
Karel menambahkan bahwa Jokowi kini memang sudah menjadi second brand bagi PDI-P. Sehingga setiap pencalonan Kepala Daerah, Jokowi selalu diikut sertakan. Meski demikian, kehadiran Jokowi tidak secara signifikan mendongkrak suara dan kemenangan bagi sang cagub tersebut.
"Ya kenapa demikian, karena pemilih melihat kalau Jokowi hanya sekedar pemanis kampanye, vote getter belaka," lanjut Karel.
Karel mengharapkan kepada Jokowi agar bisa menepati janjinya ketika kampanye Pilgub Jakarta 2012 lalu. sebab hingga kini program-program yang baru berjalan hanya beberapa saja dan belum ada kemajuan yang berarti selama 7 bulan dia menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta.
Jokowi Tiba di Pasar Mranggen Demak Jawa Tengah
Hari pertama kampanye pemilihan kepala daerah Jateng dimulai dengan kehadiran Gunernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) di Pasar Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, Sabtu (11/5/2013).
Jokowi menyambangi pasar dan menyapa pedagang untuk mengajak memilih pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
Kehadiran Jokowi yang mantan Wali Kota Solo itu menarik ratusan pedagang untuk berebut agar bisa sekadar bersalaman.
Setelah dari Pasar Mranggen, Jokowi juga berkunjung ke lokasi kerusuhan suporter di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
Selain Jokowi, hari ini Ketua Umum PDI-P yang juga mantan Presiden Megawati Soekarno Putri juga dijadwalkan hadir dalam kampanye di Kabupaten Kudus dan Jepara.
Jokowi menyambangi pasar dan menyapa pedagang untuk mengajak memilih pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).
Kehadiran Jokowi yang mantan Wali Kota Solo itu menarik ratusan pedagang untuk berebut agar bisa sekadar bersalaman.
Setelah dari Pasar Mranggen, Jokowi juga berkunjung ke lokasi kerusuhan suporter di Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.
Selain Jokowi, hari ini Ketua Umum PDI-P yang juga mantan Presiden Megawati Soekarno Putri juga dijadwalkan hadir dalam kampanye di Kabupaten Kudus dan Jepara.
Aksi Jokowi di Demak
Jelang kedatangan gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ke pasar Mranggen, Demak, tampak puluhan anggota kepolisian bersiaga di depan pasar, Sabtu (11/5/2013). Dari
depan pintu masuk pasar dan di sisi barat pasar tampak sejumlah anggota
kepolisian dari Polsek Mranggen dan Polres Demak sedang berjaga.
Jokowi diterjunkan di Demak oleh PDIP sebagai juru kampanye Ganjar-Heru,
dijadwalkan Jokowi akan berkampanye di pasar Mranggen, Demak pukul 08.00
Hari ini Jokowi Akan Mengorbit Ke Jateng Untuk Kampanye Ganjar-Heru
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)
akan turun ke lapangan sebagai juru kampanye Ganjar Pranowo-Heru
Sudjatmoko dalam Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2013.
Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani mengatakan pada putaran pertama kampanye yaitu hari Sabtu (11/5/2013) Megawati akan turun ke Kabupaten Jepara dan Kabupaten Kudus.
"Karena dibatasi dengan zona wilayah, maka akan mulai kampanye ke Kabupaten Jepara dan Kabupaten Kudus," kata Puan di ruang VIP Bandara Ahmad Yani Semarang, Jumat (10/5/2013).
Sedang Jokowi dijadwalkan akan menelusuri Jawa Tengah mulai hari Sabtu (11/5/2013) di Grobogan dan Demak. "Mas Jokowi akan ke Demak dan Grobogan. Hari Minggu akan bersama sama ketua umum ke Sukoharjo dan Klaten. Kami semua full speed dan power," tandasnya.
Putri Megawati itu menegaskan, pihaknya akan "mengepung" Jawa Tengah baik di daerah yang sudah menjadi basis maupun belum.
"Pada putaran kedua yaitu tanggal 17-22 Mei akan masuk ke Pantura, Cilacap, Banyumas dan daerah yang sudah menjadi basis atau tidak.
Kami berusaha mengepung dan turun langsung ke 35 Kabupaten/Kota," pungkas Puan.
Sementara itu Megawati menambahkan, pihaknya sudah menerima laporan kader dari tingkat anak ranting ke atas di 35 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah sudah menyatakan siap tempur.
"Indikator kesolidannya yaitu sudah melaporkan dan keadaannya siap tempur," tegas Megawati.
Ia juga menyampaikan pihaknya tidak khawatir jika ada kadernya yang akan loncat mendukung cagub lain karena menurutnya sudah ada kriteria kader di PDIP.
"Di PDIP ada kriteria kader yaitu Pratama, Madya dan Utama. Yang menyatakan kader tidak akan loncat-loncat," ujarnya.
Masa kampanye Pilgub Jateng dimulai sejak 8 Mei lalu hingga 22 Mei. Sedangkan pengambilan suara akan dilaksanakan 26 Mei 2013 mendatang.
Sumber :
news.detik.com
Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani mengatakan pada putaran pertama kampanye yaitu hari Sabtu (11/5/2013) Megawati akan turun ke Kabupaten Jepara dan Kabupaten Kudus.
"Karena dibatasi dengan zona wilayah, maka akan mulai kampanye ke Kabupaten Jepara dan Kabupaten Kudus," kata Puan di ruang VIP Bandara Ahmad Yani Semarang, Jumat (10/5/2013).
Sedang Jokowi dijadwalkan akan menelusuri Jawa Tengah mulai hari Sabtu (11/5/2013) di Grobogan dan Demak. "Mas Jokowi akan ke Demak dan Grobogan. Hari Minggu akan bersama sama ketua umum ke Sukoharjo dan Klaten. Kami semua full speed dan power," tandasnya.
Putri Megawati itu menegaskan, pihaknya akan "mengepung" Jawa Tengah baik di daerah yang sudah menjadi basis maupun belum.
"Pada putaran kedua yaitu tanggal 17-22 Mei akan masuk ke Pantura, Cilacap, Banyumas dan daerah yang sudah menjadi basis atau tidak.
Kami berusaha mengepung dan turun langsung ke 35 Kabupaten/Kota," pungkas Puan.
Sementara itu Megawati menambahkan, pihaknya sudah menerima laporan kader dari tingkat anak ranting ke atas di 35 Kabupaten/Kota se Jawa Tengah sudah menyatakan siap tempur.
"Indikator kesolidannya yaitu sudah melaporkan dan keadaannya siap tempur," tegas Megawati.
Ia juga menyampaikan pihaknya tidak khawatir jika ada kadernya yang akan loncat mendukung cagub lain karena menurutnya sudah ada kriteria kader di PDIP.
"Di PDIP ada kriteria kader yaitu Pratama, Madya dan Utama. Yang menyatakan kader tidak akan loncat-loncat," ujarnya.
Masa kampanye Pilgub Jateng dimulai sejak 8 Mei lalu hingga 22 Mei. Sedangkan pengambilan suara akan dilaksanakan 26 Mei 2013 mendatang.
Sumber :
news.detik.com
Kesewenang-wenangan Warga Pulit terhadap Jokowi
Relokasi warga Waduk Pluit masih alot. Warga yang ogah dipindahkan dari
tanah negara itu malah menghujani Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)
dengan beragam tuntutan dan membuat Jokowi pusing. Padahal,
pemerintah tidak akan memberi ganti rugi terkait normalisasi waduk Pluit karena itu tanah negara. Warga juga sempat demo dan memblokir jalan.
Dengan sabar Jokowi berusaha melakukan dialog dengan warga yang menolak direlokasi. Dialog demi dialog dilakukan secara terus menerus tanpa kenal lelah untuk menemukan kata sepakat.
Berikut ini kesewenang-wenangan Warga Pluit untuk terhadap Jokowi :
Kelompok Warga Berbeda Beda
Relokasi warga Waduk Pluit masih dalam tahap dialog. Diskusi dengan warga bolak-balik dilakukan Jokowi.
"Tiap hari dialog, kemarin 1.200 orang dialog. Ini dialog, tiap hari dialog. Tapi kelompoknya beda-beda terus. Yang pusing kita dong. Yang ini minta di utara, yang ini minta ke selatan, ke timur, atas ke bawah," kata Jokowi.
Hal ini disampaikan Jokowi usai menerima kunjungan pejabat Belanda di Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2013).
Menurut Jokowi, belum ada titik terang dalam relokasi Waduk Pluit. "Ini memang faksinya banyak. Kemarin sore baru 1.200 setuju rusun. Mereka setuju, minta 'Pak tapi nanti rusunnya dapat ini'. Ini sedang kita olah lagi," ujar Jokowi.
Jokowi sebelumnya berencana membeli lahan seluas 2,3 hektare di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, untuk menampung warga Pluit tersebut.
Kehadiran Pihak Ketiga
Jokowi pantang menyerah merayu warga Waduk Pluit untuk direlokasi ke rusun. Ia mencium ada kepentingan bisnis pihak ketiga yang bermain di balik penolakan penggusuran warga.
"Masalahnya ada pihak ketiga yang ikut masuk, karena di situ ada pertarungan usaha besar," kata Jokowi di Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2013) .
Pria asli Solo itu terus menyosialisasikan normalisasi Waduk Pluit yang memiliki lahan 80 hektar guna mencegah banjir tahun ini.
"Tiap hari saya ketemu, saya sampaikan bahwa itu waduk yang akan kita perdalam, kita kerjakan, dan warga disiapkan, mau pindah ke Muara Baru atau Marunda. Kalau ke Marunda, kita kasih dengan isinya," ujar Jokowi.
Menurut dia, rusun menjadi salah satu solusi yang ditawarkan untuk warga Waduk Pluit. "Yang ribut-ribut itu bukan masyarakat. Ini kan ada kepentingan bisnis, sudah diklaim oleh pengusaha, kita ngertilah," kata sarjana Kehutanan UGM ini.
Rusun Yang Diinginkan Warga
Jokowi mengatakan warga waduk Pluit yang awalnya menolak untuk direlokasi, kini sudah mau untuk dipindahkan. Oleh karena itu, Jokowi berencana untuk membeli lahan seluas 2,3 hektare di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, untuk menampung warga Pluit tersebut.
"Kemarin sudah ketemu dengan mereka (warga Pluit), dan mereka sudah mau untuk dipindahkan," ujar Jokowi kepada wartawan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2013).
Jokowi mengatakan, nantinya lahan tersebut akan dibangun rumah susun untuk menampung sekitar 7.000 Kepala Keluarga. Warga Pluit pun telah menyerahkan konsep rumah susun yang mereka inginkan. Namun Jokowi mengaku konsep tersebut berbeda dengan konsep yang ingin ditawarkan oleh Pemprov DKI. Sehingga harus dirundingkan kembali.
"Mereka sudah membawa konsep untuk mau dipindah ke rusun, tetapi mereka punya gambaran sendiri untuk rusunnya. Nah, rusun yang kita punya kayak begini, jadi terus ketemu biar ada kesepakatan dan mau pindah," kata Jokowi.
Tak tanggung-tanggung, Jokowi pun berencana akan menambahkan luas lahan tersebut menjadi 6 hektare.
"Letaknya di dekat Muara Baru, kita beli tanah 2,3 hektare, tapi mau tambah lagi kira-kira 6 hektare. Jadi nanti ada 7.000 KK, yang sudah mau kemarin ada sekitar 1.200 KK. Mereka harus pindah itu nggak bisa ditawar," jelas Jokowi.
Ganti Rugi
Jokowi siap turun tangan berkomunikasi dengan warga di bantaran Waduk Pluit. Ia menawarkan solusi agar warga bersedia direlokasi ke rumah susun.
"Nanti komunikasi, dalam proses seperti itu memang harus ada dialog," kata Jokowi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (27/4/213).
Pria berusia 51 tahun ini menegaskan normalisasi waduk tetap dilanjutkan. "Nggak bisa ditawar. Itu waduk terbesar di Jakarta ya di sana. Dulu 80 hektar dan 60 hektar sekarang. Kedalaman tinggal 2 meter," ujar Jokowi.
Ketika ditanya tentang tuntutan ganti rugi, Jokowi mengatakan Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan rumah susun di Marunda dan Muara Baru.
"Kalau ganti rugi, mereka harus pindah dengan solusi di rusun. Udah lebih dari 7 kali ketemu per kelompok. Kalau perlu saya turun, nanti saya turun," kata Jokowi.
Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono menemui warga di bantaran Waduk Pluit. Warga lalu menyampaikan keluh kesah mereka terkait normalisasi waduk Pluit kepada Wali Kota dan menolak direlokasi ke rusun. Bambang menjelaskan pemerintah tidak akan memberi ganti rugi terkait normalisasi waduk dan membujuk warga agar mau pindah ke rusun.
Tak Mau Rusun, Minta Lahan
Jokowi angkat bicara seputar aksi warga yang memprotes normalisasi Waduk Pluit. Ia mengaku terus mencarikan solusi terbaik, tapi menolak memberi ganti rugi untuk penyewa.
"Sudah ketemu sama saya ya nggak sekali, dua kali, itu udah. Yang penting beri solusi," kata Jokowi di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2013).
Jokowi mengatakan warga menolak rusun yang ditawarkan. Padahal, rusun tersebut dibangun di dekat dengan rusun lama di Muara Baru.
"Kalau mintanya yang seperti ini (lahan) ya kita yang sulit. Lahan di mana, tunjukkan. Kalau urusannya itu (lahan), kita udah beli lahan untuk rusun lagi," ujar Jokowi yang terbalut baju batik warna biru dan ungu ini.
Jokowi menolak memberikan ganti rugi kepada para penyewa. Mayoritas penyewa memiliki rumah sewa hingga 20 unit yang dibangun di tanah negara.
"Hampir 70% sewa menyewa di situ, mendirikan bangunan disewain, ada satu orang yang 20 rumah, ada yang 15 rumah, ada yang 10 rumah. Itu yang kita nggak mau. Kalau itu nggak kita hentikan di mana-mana akan terjadi seperti itu ya kan. Tanah negara didirikan bangunan," papar Jokowi.
Sarjana Kehutanan UGM ini menegaskan normalisasi Waduk Pluit dibutuhkan guna mengantisipasi bencana banjir.
"Itu waduk utama kita untuk mengatasi banjir di Jakarta, waduk 80 hektar, sekarang ada di bawah 60 hektar, juga dangkal hanya 2 meter, 3 meter, harusnya 10 meter. Kalau kita terus-terusan nggak berani memutuskan seperti itu ya nggak akan rampung-rampung," kata dia.
Dengan sabar Jokowi berusaha melakukan dialog dengan warga yang menolak direlokasi. Dialog demi dialog dilakukan secara terus menerus tanpa kenal lelah untuk menemukan kata sepakat.
Berikut ini kesewenang-wenangan Warga Pluit untuk terhadap Jokowi :
Kelompok Warga Berbeda Beda
Relokasi warga Waduk Pluit masih dalam tahap dialog. Diskusi dengan warga bolak-balik dilakukan Jokowi.
"Tiap hari dialog, kemarin 1.200 orang dialog. Ini dialog, tiap hari dialog. Tapi kelompoknya beda-beda terus. Yang pusing kita dong. Yang ini minta di utara, yang ini minta ke selatan, ke timur, atas ke bawah," kata Jokowi.
Hal ini disampaikan Jokowi usai menerima kunjungan pejabat Belanda di Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (10/5/2013).
Menurut Jokowi, belum ada titik terang dalam relokasi Waduk Pluit. "Ini memang faksinya banyak. Kemarin sore baru 1.200 setuju rusun. Mereka setuju, minta 'Pak tapi nanti rusunnya dapat ini'. Ini sedang kita olah lagi," ujar Jokowi.
Jokowi sebelumnya berencana membeli lahan seluas 2,3 hektare di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, untuk menampung warga Pluit tersebut.
Kehadiran Pihak Ketiga
Jokowi pantang menyerah merayu warga Waduk Pluit untuk direlokasi ke rusun. Ia mencium ada kepentingan bisnis pihak ketiga yang bermain di balik penolakan penggusuran warga.
"Masalahnya ada pihak ketiga yang ikut masuk, karena di situ ada pertarungan usaha besar," kata Jokowi di Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2013) .
Pria asli Solo itu terus menyosialisasikan normalisasi Waduk Pluit yang memiliki lahan 80 hektar guna mencegah banjir tahun ini.
"Tiap hari saya ketemu, saya sampaikan bahwa itu waduk yang akan kita perdalam, kita kerjakan, dan warga disiapkan, mau pindah ke Muara Baru atau Marunda. Kalau ke Marunda, kita kasih dengan isinya," ujar Jokowi.
Menurut dia, rusun menjadi salah satu solusi yang ditawarkan untuk warga Waduk Pluit. "Yang ribut-ribut itu bukan masyarakat. Ini kan ada kepentingan bisnis, sudah diklaim oleh pengusaha, kita ngertilah," kata sarjana Kehutanan UGM ini.
Rusun Yang Diinginkan Warga
Jokowi mengatakan warga waduk Pluit yang awalnya menolak untuk direlokasi, kini sudah mau untuk dipindahkan. Oleh karena itu, Jokowi berencana untuk membeli lahan seluas 2,3 hektare di kawasan Muara Baru, Jakarta Utara, untuk menampung warga Pluit tersebut.
"Kemarin sudah ketemu dengan mereka (warga Pluit), dan mereka sudah mau untuk dipindahkan," ujar Jokowi kepada wartawan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2013).
Jokowi mengatakan, nantinya lahan tersebut akan dibangun rumah susun untuk menampung sekitar 7.000 Kepala Keluarga. Warga Pluit pun telah menyerahkan konsep rumah susun yang mereka inginkan. Namun Jokowi mengaku konsep tersebut berbeda dengan konsep yang ingin ditawarkan oleh Pemprov DKI. Sehingga harus dirundingkan kembali.
"Mereka sudah membawa konsep untuk mau dipindah ke rusun, tetapi mereka punya gambaran sendiri untuk rusunnya. Nah, rusun yang kita punya kayak begini, jadi terus ketemu biar ada kesepakatan dan mau pindah," kata Jokowi.
Tak tanggung-tanggung, Jokowi pun berencana akan menambahkan luas lahan tersebut menjadi 6 hektare.
"Letaknya di dekat Muara Baru, kita beli tanah 2,3 hektare, tapi mau tambah lagi kira-kira 6 hektare. Jadi nanti ada 7.000 KK, yang sudah mau kemarin ada sekitar 1.200 KK. Mereka harus pindah itu nggak bisa ditawar," jelas Jokowi.
Ganti Rugi
Jokowi siap turun tangan berkomunikasi dengan warga di bantaran Waduk Pluit. Ia menawarkan solusi agar warga bersedia direlokasi ke rumah susun.
"Nanti komunikasi, dalam proses seperti itu memang harus ada dialog," kata Jokowi di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (27/4/213).
Pria berusia 51 tahun ini menegaskan normalisasi waduk tetap dilanjutkan. "Nggak bisa ditawar. Itu waduk terbesar di Jakarta ya di sana. Dulu 80 hektar dan 60 hektar sekarang. Kedalaman tinggal 2 meter," ujar Jokowi.
Ketika ditanya tentang tuntutan ganti rugi, Jokowi mengatakan Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan rumah susun di Marunda dan Muara Baru.
"Kalau ganti rugi, mereka harus pindah dengan solusi di rusun. Udah lebih dari 7 kali ketemu per kelompok. Kalau perlu saya turun, nanti saya turun," kata Jokowi.
Wali Kota Jakarta Utara Bambang Sugiyono menemui warga di bantaran Waduk Pluit. Warga lalu menyampaikan keluh kesah mereka terkait normalisasi waduk Pluit kepada Wali Kota dan menolak direlokasi ke rusun. Bambang menjelaskan pemerintah tidak akan memberi ganti rugi terkait normalisasi waduk dan membujuk warga agar mau pindah ke rusun.
Tak Mau Rusun, Minta Lahan
Jokowi angkat bicara seputar aksi warga yang memprotes normalisasi Waduk Pluit. Ia mengaku terus mencarikan solusi terbaik, tapi menolak memberi ganti rugi untuk penyewa.
"Sudah ketemu sama saya ya nggak sekali, dua kali, itu udah. Yang penting beri solusi," kata Jokowi di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (24/4/2013).
Jokowi mengatakan warga menolak rusun yang ditawarkan. Padahal, rusun tersebut dibangun di dekat dengan rusun lama di Muara Baru.
"Kalau mintanya yang seperti ini (lahan) ya kita yang sulit. Lahan di mana, tunjukkan. Kalau urusannya itu (lahan), kita udah beli lahan untuk rusun lagi," ujar Jokowi yang terbalut baju batik warna biru dan ungu ini.
Jokowi menolak memberikan ganti rugi kepada para penyewa. Mayoritas penyewa memiliki rumah sewa hingga 20 unit yang dibangun di tanah negara.
"Hampir 70% sewa menyewa di situ, mendirikan bangunan disewain, ada satu orang yang 20 rumah, ada yang 15 rumah, ada yang 10 rumah. Itu yang kita nggak mau. Kalau itu nggak kita hentikan di mana-mana akan terjadi seperti itu ya kan. Tanah negara didirikan bangunan," papar Jokowi.
Sarjana Kehutanan UGM ini menegaskan normalisasi Waduk Pluit dibutuhkan guna mengantisipasi bencana banjir.
"Itu waduk utama kita untuk mengatasi banjir di Jakarta, waduk 80 hektar, sekarang ada di bawah 60 hektar, juga dangkal hanya 2 meter, 3 meter, harusnya 10 meter. Kalau kita terus-terusan nggak berani memutuskan seperti itu ya nggak akan rampung-rampung," kata dia.
Langganan:
Postingan (Atom)






























