Kamis, 09 Mei 2013

Pasar Minggu Memprihatinkan, Jokowi Tanya Maunya Pedagang

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berencana melakukan mediasi dengan pihak PD Pasar Jaya dan pedagang Pasar Minggu. Sebab, melihat kondisi Pasar Minggu Blok D yang memprihatinkan, Jokowi menurut rencana ingin merevitalisasi pasar tersebut.
"Iya, ini pasarnya juga sudah tua sekali bangunannya," kata Jokowi di Pasar Minggu Blok D, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2013).
Namun, sebelum Pemprov DKI melakukan revitalisasi, Jokowi akan memastikan terlebih dahulu apa saja keinginan pedagang Pasar Minggu. Problem-problem kecil, seperti keluhan para pedagang yang pendapatannya semakin menurun setelah berdagang di dalam pasar dan keluhan pasar yang tidak layak, akan menjadi fokus Jokowi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Saya mau bicara dulu sama pedagang, keinginan mereka seperti apa. Semuanya saya panggil ke kantor, baik pedagang maupun pihak PD Pasar Jaya. Kalau enggak besok Jumat atau Senin sudah saya putuskan," kata mantan Wali Kota Surakarta itu.
Selain itu, ia juga mengimbau aparatnya, seperti personel Satpol PP, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) DKI atau PD Pasar Jaya, untuk melakukan penataan pedagang kaki lima (PKL) tidak menggunakan kekerasan. Sebelum melakukan penataan PKL, sebaiknya para aparat menempuh jalur komunikasi sehingga kedua belah pihak mendapatkan jalan keluar win-win solution.
Sebelumnya, Jokowi melakukan tinjauan ke Pasar Minggu Blok D untuk menindaklanjuti laporan para pedagang beberapa waktu lalu. Di pasar tersebut, Jokowi juga meninjau kondisi pasar yang dalam keadaan becek dan tidak tertata rapi.
Kehadiran Jokowi itu disambut para pedagang dengan histeria. Mereka berebut ingin bersalaman dengan Gubernur DKI Jakarta itu. Para pedagang juga meminta Jokowi tidak melupakan janji-janjinya saat kampanye.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Hari Libur, Jokowi Dengarkan Curhat Pedagang Pasar Minggu

Di hari libur nasional ini, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) meluangkan waktunya untuk mengunjungi Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Jokowi ingin menemui pedagang yang sebelumnya sempat mengadu ke Balaikota DKI terkait dengan penataan pasar.
Pantauan detikcom, Kamis (9/5/2013), Jokowi yang tampak mengenakan kemeja warna putih tersebut tiba di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pukul 11.30 WIB. Awalnya tak banyak yang tahu kedatangan orang nomor 1 di DKI ini, sebab memang mendadak.
"Siapa tuh? Ada acara apa ini," kata salah seorang warga yang mencoba mencari tahu siapa yang turun dari mobil Toyota Land Cruiser warna hitam B 1961 RFR.
Begitu tahu yang datang Jokowi, warga pun kemudian langsung berkerumun untuk menyapa dan berfoto bersama Jokowi.
"Saya ke sini mau ketemu sama pedagang. Kemarin ada yang mengadu ke Balaikota, terkait dengan relokasi pedagang," terang Jokowi.
Jokowi pun kemudian melangkahkan kaki menuju lorong pasar. Suami Iriana ini kemudian langsung naik ke atas, tempat berjualan daging, ikan dan sayuran. Jokowi pun mendapat sambutan yang meriah. Kesempatan tersebut langsung dimanfaatkan warga untuk mencurahkan keluh kesahnya.
"Pak Jokowi, tolong perhatikan kami. Kami dulu dagang di luar, kemudian digusur ke dalam, alasannya bikin macet dan mau dibikin taman. Tapi kenyataannya ketika kami di dalam sekarang di luar malah diisi pedagang lain Pak. Sekarang semenjak kami di dalam pendapatan kami berkurang drastis Pak. Orang maunya belanja di luar, bukan di dalam," jelas salah seorang pedagang, Muslimah kepada Jokowi.
Jokowi pun mendengarkan dengan serius curahan hati Muslimah sembari menyuruh ajudannya untuk mencatat aduan Muslimah.


Sumber :
news.dedtik.com

Jokowi: Penataan Pedagang Jangan Asal Gerebek-gerebek

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengimbau kepada aparatnya untuk melakukan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) tidak menggunakan kekerasan.
"Intinya, penataan pedagang tidak sesuai dengan keinginan mereka, tidak langsung digerebek-gerebek," kata Jokowi seusai ia mendengarkan keluhan para pedagang Pasar Minggu Blok D, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2013).
Sebelum melakukan penataan PKL, kata dia, sebaiknya para aparat, baik dari personel Satpol PP, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM) DKI atau PD Pasar Jaya menempuh jalur komunikasi. Sehingga, kedua belah pihak mendapatkan jalan keluar win-win solution.
"Mestinya kan alangkah baiknya kalau mereka diajak bicara dahulu, diajak musyawarah dan dirembuk bareng-bareng begitu," kata Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi melakukan tinjauan ke Pasar Minggu Blok D untuk menindaklanjuti laporan para pedagang beberapa waktu lalu. Di pasar tersebut, Jokowi juga meninjau kondisi pasar yang dalam keadaan becek dan tidak tertata rapi.
Kehadiran Jokowi itu disambut para pedagang dengan histeria. Mereka berebut ingin bersalaman dengan Gubernur DKI Jakarta itu. Para pedagang juga meminta Jokowi tidak melupakan janji-janjinya saat kampanye.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

"Pak Jokowi, Jangan Lupa Janji-janjinya"

Joko Widodo diminta tidak melupakan janji-janjinya kepada para pedagang saat kampanye Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012. Hal itu dikatakan pedagang Pasar Minggu saat mendapat kunjungan dari Gubernur DKI Jakarta itu.
"Semoga sukses Pak Jokowi, saya tempo hari nyoblos Bapak. Jadi, jangan lupa sama janji-janji Bapak untuk kami," kata salah seorang pedagang di Pasar Minggu Blok D, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2013).
Kedatangan Jokowi ke pasar itu memang disambut histeria para pedagang. Mereka menyerukan kalimat penyemangat untuk Jokowi, seperti "Hidup Pak Jokowi".
Jokowi yang mengenakan kemeja putih tampak tersenyum menanggapi histeria para pedagang. Dia mengaku, kedatangannya memang untuk menindaklanjuti laporan pedagang yang beberapa pekan lalu mengadu kepada Jokowi di Balaikota.
"Ke sini untuk mendatangi pedagang yang kemarin tiga atau empat minggu lalu mengadu ke Balaikota," ujar Jokowi.
Meski pasar itu dalam keadaaan becek dan terlihat tak terawat, Jokowi tetap semangat untuk masuk lebih dalam. Di dalam pasar yang minim penerangan itu, Jokowi terus berjalan seraya menyalami dan mendengarkan keluhan para pedagang.
Selama lebih kurang 45 menit, Jokowi menyusuri Pasar Minggu Blok D dengan didampingi oleh dua ajudannya yang sigap dengan telepon seluler dan buku untuk mencatat segala keluhan para pedagang.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

PLN Minta Izin Jokowi Tanam Kabel di Bawah Tanah

Kebutuhan pasokan listrik DKI Jakarta sebagai pusat ibukota negara Indonesia yang diperkirakan mencapai 9.800 megawatt (mw) di 2021. Karenanya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan bahwa DKI Jakarta butuh dukungan pasokan listrik dari PT PLN (Persero) dalam ukuran besar.
"Terus terang butuh dukungan pasokan dari PLN yang luar biasa. Listriknya nanti untuk kereta api listrik, MRT, monorel. Semuanya nanti dengan kawasan ekonomi khusus di Marunda, mau kita mulai semuanya," ujar Jokowi seperti dikutip dalam keterangan tertulis PLN, Jakarta, Kamis (9/5/2013).
"Banyak sekali, karena target kita bukan hanya target yang ratusan, tapi ribuan dalam waktu yang sangat pendek. Untuk itu kami mohon antisipasi," tambah dia.
Sementara itu, Direktur utama PLN Nur Pamudji mengungkapkan, selain penambahan saluran udara 500 kilovolt (kv), PLN juga menanam kabel listrik bawah tanah di Jakarta. Penanaman kabel listrik bawah tanah ini, dilakukan untuk menghubungkan gardu induk yang belum tersambung antara koridor barat dan koridor timur Jakarta.
"Kami akan tambah kabel listrik di bawah jalan, sehingga kalau ada gangguan bisa diambil alih pasokannya. Biasanya dipasok dari koridor timur, bisa dialihkan pasokannya dari koridor barat," jelas dia.
Namun, penguatan pasokan listrik Jakarta ini tidak lepas dari tantangan. Salah satu yang dihadapi PLN adalah peraturan daerah Jakarta tentang pelaksanaan pemberian kompensasi dan pembebasan tanah di bawah jalur saluran udara listrik.
Perda DKI No.8/1999 menyatakan bahwa tanah di sepanjang jalur jaringan utilitas dibebaskan. Begitu pula dengan peraturan gubernur no.149/2000 menyatakan tanah di sepanjang jalur utilitas dibebaskan dengan jarak bebas koridor terdekat minimal 30 meter.
Di sisi lain, PLN berpegang kepada undang-undang 30/2009 tentang kelistrikan yang menyatakan, tanah di bawah jalur tidak dibebaskan tetapi dilakukan pemberian kompensasi sesusai peraturan yang berlaku.
Karenanya, PLN mengajukan permohonan peninjauan atas peraturan daerah dan peraturan gubernur tersebut supaya dapat mendukung pengembangan sistem jaringan listrik di Jakarta. Menanggapi hal tersebut, Jokowi mengatakan akan mendukung upaya PLN dalam penguatan jaringan listrik Jakarta.
“Kalau kami dari sisi tadi saya kira tidak ada masalah, artinya akan kami berikan dukungan tapi ini masalah perda saja yang akan kami bicarakan, kalau kita back up dengan pergub mungkin dengan catatan tadi, dengan menggunakan trase lama yang sudah ada, nanti akan kami buatkan aturannya”, tukas dia.


Sumber :
economy.okezone.com

Soal JEDI, Jokowi Pilih APBD ketimbang World Bank

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memastikan proyek normalisasi 13 sungai di DKI atau Jakarta Emergency Dredging Inisiative (JEDI) tetap dilaksanakan. Setelah sempat mempertimbangkan tentang kemungkinan meminjam dana kepada World Bank, Jokowi pun kini memastikan dana diusahakan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).
"Ya, kalau memang terpaksa harus APBD ya APBD," ujar Jokowi di Gedung Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2013).
Meski demikian, Jokowi mengakui tidak mudah mencairkan dana yang diperkirakan mencapai 190 juta dollar AS tersebut dari APBD. Jokowi pun akan melakukan pendekatan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI terlebih dahulu untuk memuluskan rencana program itu.
"Kita kan harus melakukan budgeting dulu sama dewan, aturannya memang begitu," ujarnya.
Jokowi melanjutkan, tak hanya dengan wakil rakyat di Ibu Kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun harus mengoordinasikan rencana program itu ke Kementerian Pekerjaan Umum. Mantan Wali Kota Surakarta itu mengaku ingin menyampaikan ganjalan rencana program kepada kementerian terlebih dahulu sebelum bekerja.
"Ya, biasalah, masalah administrasi, pelaksanaan lapangan. Itu saja sih masalah intinya," ujarnya.
Proyek JEDI merupakan upaya pengendalian banjir melalui normalisasi sebanyak 13 sungai d DKI Jakarta. Proyek tersebut adalah warisan dari mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo.
Realisasi proyek yang mulai digagas sejak tahun 2008 tersebut dilakukan secara bertahap dan dibagi dalam tujuh paket pengerjaan. Sesuai rencana, dari tujuh paket, tiga paket dikerjakan Pemprov DKI, dua paket dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), dan dua lainnya oleh Cipta Karya melalui bantuan dana World Bank. Setelah sempat terpendam, proyek yang tak kunjung dikerjakan oleh gubernur era Foke itu pun diwacanakan dilanjutkan kembali oleh Gubernur Jokowi dan Wakil Gubernur Basuki.

Sumber :
megapolitan.kompas.com

Wapres Memuji, Mentri Mencibiri Jokowi

Banyak pejabat yang resah gelisah dengan gaya kepemimpinan Joko Widodo sebagai gubernur DKI. Saking usilnya, ada saja yang mereka kritisi karena dianggap terlalu berlebihan.
Pria yang akrab disapa Jokowi itu memang punya ciri khas tersendiri dalam bekerja. Dia lebih senang berada di luar kantor, keluar masuk perkampungan, menyapa warga, melihat berbagai permasalahan di satu lokasi dan mencari solusinya.
Entah karena merasa terlambat, para pejabat itu menilai Jokowi sengaja melakukan pencitraan. Padahal tak bisa dipungkiri, setiap pria kelahiran Solo itu datang ke lokasi, warga seperti terhipnotis untuk membuntutinya.
"Setiap orang kan punya gaya sendiri-sendiri," kata Jokowi kala itu. Dia coba mengesampingkan pandangan negatif soal blusukannya.
Jokowi beranggapan, tak ada gunanya menjadi seorang pejabat jika hanya duduk di balik meja. Selalu memerintahkan anak buah dan tak pernah paham masalah.
Kritikan itu rupanya belum berhenti meski Jokowi sudah enam bulan menjabat sebagai gubernur. Lagi-lagi kritik itu bukan datang dari rakyat melainkan dari pejabat di pemerintahan.
Adalah Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi yang baru-baru ini mengkritik gaya blusukan Jokowi. Meski tak menunjuk spesifik nama Jokowi kala itu, tapi Gamawan tegas mengatakan kepala daerah yang sering blusukan akan mengganggu jalannya pemerintahan.
"Sebenarnya saya mengakui turun ke lapangan bagi seorang memimpin memang diperlukan tapi jika keseringan itu jadi tidak baik. Jika seorang pemimpin, ingin melakukan blusukan harus memerlukan manajemen yang baik agar tidak mengganggu fungsi utamanya. Kalau sejak awal nanti proses fungsi manajemen berjalan baik, maka pemerintah daerah akan berjalan dengan baik pula," kritik Gamawan kala itu.
Gamawan meminta kepala daerah tidak terlalu membuang-buang waktu kerja untuk turun ke lapangan. Dia menyarankan ada baiknya dijadwalkan.
"Harus ditentukan waktu-waktunya untuk ke lapangan melakukan sosialisasi dengan masyarakat," imbaunya.
Ini bukan kali pertama Gamawan mengkritik Jokowi. Sebelumnya dia juga pernah mengkritik soal keterlambatan APBD DKI dan surat izin cuti.
Meski blusukan di mata Gamawan adalah satu kesalahan, tapi tidak untuk Wakil Presiden Boediono. Pria berkacamata itu malah memuji gaya kerja Jokowi termasuk blusukan ke kampung-kampung.
"Daerah harus mengecek di lapangan untuk program-program kompensasi terhadap masyarakat miskin. Gubernur DKI betul, kalau mau melihat ini, kita harus blusukan," ujar Boediono saat membuka rapat koordinasi nasional (rakornas) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (8/5).
Berbeda dengan Gamawan, Boediono malah meminta kepala daerah lainnya mencontek gaya kerja mantan wali kota Solo itu.
Kalau atasan Pak Gamawan, Wapres Boediono malah memuji Jokowi, lalu kenapa mantan gubernur Sumatera Barat itu malah mencibir?


Sumber :
merdeka.com

Jokowi Abaikan Kritik Kementerian PU Soal Deep Tunnel

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tak memersoalkan kritikan pemerintah pusat melalui Kementerian PU, yang menolak rencana pembangunan terowongan multiguna alias deep tunnel.
Sebab, pembangunan deep tunnel tidak menggunakan dana APBN maupun APBD, melainkan dengan dana investor.
"Ini kan investor. Dari sisi investasi, kalau mereka sudah menghitung visible-nya, ya mereka jalan. Tapi, kalau enggak visible, ya enggak dong. Masa nyemplungin modal sebegitu gede hanya untuk rugi, kan enggak mungkin," tutur Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2013).
Jokowi menjelaskan, Kementerian PU menunda proyek Multi Purpose Deep Tunnel (MPDT), karena perbedaan kalkulasi perhitungan saja. Ini disebabkan karena perhitungan pemerintah dan investor berbeda.
"Ya iyalah jelas berbeda, perhitungan pemerintah dengan investor," ucapnya.
Mantan Wali Kota Surakarta menambahkan, program pembangunan deep tunnel sudah masuk dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). DPRD DKI Jakarta juga sudah menyetujui pembangunan deep tunnel.
"Yang jelas sudah kami masukkan dalam RPJMD. Dewan sudah menyetujui, dan itu akan dilakukan dengan pola investasi," jelas Jokowi.
Sementara, Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, penolakan boleh saja dilakukan. Tapi, hingga kini Pemprov DKI masih terus melakukan kajian.
"Boleh saja, kan kaji, kami enggak keluarin uang kok. Enggak masalah," cetusnya.


Sumber :
jakarta.tribunnews.com

Rabu, 08 Mei 2013

Ini Alasan Jokowi Doyan Ngebir Pletok

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku senang dengan minuman Bir Pletok. Apa alasan pria asli Solo ini menggemari minuman asli Betawi tersebut?
"Bir pletok ini pedes dan anget. Di badan dan di perut jadi hangat apalagi kalau diminum malam, anget banget," ujar Jokowi saat menghadiri peringatan HUT Persatuan Wanita Betawi ke-29 di Gelanggang Olah Raga Tanjung Duren Utara, Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (8/5/2013).
Di dala acara tersebut, Jokowi sempat mencicipi bir pletok yang disuguhkan oleh kelompok perempuan Betawi tersebut.
Jokowi menjelaskan, bir Pletok merupakan campuran dari bahan-bahan alami yang untuk tubuh. Apalagi minuman ini tidak memabukkan seperti bir yang sesungguhnya.
"Bir ini tidak memabukkan juga, ini baik karena merupakan campuran yang pas," kata pria asal Solo ini.
Bahkan, Jokowi pun mengatakan akan melestarikan minuman bir pletok tersebut dan menjadikannya sebagai brand khas Jakarta.
"Ini sebuah produk asli Betawi harus diangkat sebagai brand yang punya citra dan brand," kata Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi sudah pernah mencicipi minuman khas Betawi tersebut pada saat berkunjung ke Kampung Betawi, Setu Babakan di Jagakarsa, Jakarta Selatan pada November 2012 lalu. Saat itu Jokowi minum bir pletok sambil berdikusi soal rencana pengembangan wisata di kawasan setu Babakan.
Sedikit tentang bir pletok, minuman ini dibuat dari aneka rempah-rempahan. Meski namanya bir, tetapi tidak mengandung alkohol. Bir pletok punya banyak khasiat, salah satunya sebagai pelancar peredaran darah dan penghangat badan.


Sumber :
news.detik.com

Ditunggu di Panggung, Jokowi Dikerubuti Ibu-ibu

Kejadian lucu menghiasi kedatangan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo di acara HUT ke-29 Persatuan Wanita Betawi di GOR Tanjung Duren Utara, Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (8/5/2013). Jokowi dikerubuti ibu-ibu sehingga ia membutuhkan waktu lama untuk sampai ke panggung acara tersebut.
Pantauan Kompas.com, Jokowi beserta rombongan datang ke lokasi acara tepat pukul 15.45 WIB. Baru turun dari mobilnya, Jokowi sudah diserbu oleh ibu-ibu yang menjadi peserta acara. Dengan heboh, ibu-ibu tersebut berfoto dan bersalaman dengannya.
Situasi tersebut semakin riuh ketika Jokowi mulai memasuki gedung gelanggang olahraga. Kini tak hanya ibu-ibu, bapak-bapak serta anak sekolah pun mengerubuti Sang Gubernur untuk sekadar berfoto besama dan bersalaman. Jokowi meladeninya dengan senyum di wajahnya.
"Ayo ibu-ibu, bapak-bapak, agenda Gubernur sangat padat, mungkin bisa segera memberikan jalan kepada Beliau agar naik panggung," ujar salah seorang pria yang menjadi pembawa acara.
Karena begitu hebohnya, Jokowi perlu waktu 25 menit sejak turun dari mobil hingga sampai ke panggung acara. Padahal, jarak antara pintu masuk ke panggung hanya sekitar 30 meter.
Di atas panggung, Jokowi dipersilakan untuk memotong kue ulang tahun. Tanpa memberikan sepatah dua patah kata, Jokowi langsung berkeliling tempat acara tersebut untuk melihat-lihat stan yang didirikan. Salah satu stan yang menjadi pilihan Jokowi saat itu adalah stan yang menyajikan bir pletok.
HUT ke-29 Persatuan Wanita Betawi tahun ini memiliki tema "Melalui peringatan HUT ke-29 Persatuan Wanita Betawi, mari kita jaga kelestarian budaya agar jati diri dan martabat bangsa tetap terjaga selamanya". Acara yang sesuai jadwal dimulai pukul 14.00 WIB itu pun hingga pukul 16.30 WIB masih berlangsung. Justru tambah meriah dengan kedatangan Jokowi.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Warga Waduk Pluit Minta Dibuatkan Kampung Deret ke Jokowi

Siang ini, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo bertemu dengan warga bantaran Waduk Pluit, Jakarta Utara. Dalam pertemuan itu, warga meminta Jokowi menata kampung mereka dengan konsep kampung deret.
"Ada usulan bikin rusun tiga lantai empat lantai. Biar kaya kampung deret," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/5/2013).
Tapi itu baru permintaan dari sebagian warga. Setelah semua masukan dari warga terkumpul, barulah dia coba membahas lebih lanjut.
"Konsep ini bagus. Dateng dari kelompok yang paham. Kelompok ini punya konsep jelas, bahkan punya gambar kampung yang mereka inginkan," jelasnya.
Saat ini, Pemprov DKI sudah membeli tanah 2,3 hektare. Tapi luas tanah itu hanya mampu menampung 700 kepala keluarga (KK). Sementara di bantaran waduk tinggal ditinggali 1.200 KK.
"Pemprov sudah beli lahan 2,3 Ha. Masih belum cukup. Pemprov masih cari lahan lagi. Dekat dengan lokasi awal," pungkas Jokowi.


Sumber :
merdeka.com

Jokowi Tenggak Bir Pletok

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), menghadiri peringatan HUT ke-29 Persatuan Wanita Betawi. Jokowi menjadi primadona kaum ibu.
Jokowi tiba di GOR Tanjung Duren Utara, Petamburan, Jakarta Barat, Rabu (8/5/2013) pukul 16.00 WIB. Begitu tiba, Jokowi yang sudah ramai diserbu warga ini pun bergegas masuk ke dalam GOR.
Jokowi lalu dipanggil untuk berbicara di atas panggung.
Perjalanan Jokowi menuju panggung yang hanya beberapa meter dihadang permintaan foto dan salaman dari para ibu. Pria asal Solo tersebut dengan sabar melayani permintaan itu.
"Ayo ibu-ibu, bapak-bapak, agenda gubernur sangat padat, mungkin bisa segera memberikan jalan kepada Beliau agar naik panggung," ujar pembawa acara.
Setibanya di panggung, Jokowi pun didaulat untuk untuk memotong kue ulang tahun.
Usai memotong kue, Jokowi kemudian berkeliling melihat stand-stand yang disajikan dalam acara tersebut. Mulai dari hasil kerajinan tangan, hingga makanan dan minuman khas Betawi.
Salah satu yang dicoba oleh Jokowi adalah sajian bir pletok, minuman khas Betawi.
"Maknyuss... Uenak banget. Seger anget," kata Jokowi sambil tersenyum.


Sumber :
news.detik.com

Nachrowi: Harusnya Jokowi Umumkan Maksud di Balik Gitar Metallica

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan gitar pemberian bassis band Metallica Robert Trujillo kepada KPK untuk diperiksa. Seharusnya, saat mendapat gitar itu, Jokowi menjelaskan ke publik maksud pemberian tersebut.
Mantan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Nachrowi Ramli menilai, seharusnya Jokowi mengumumkan maksud pemberian gitar itu sehingga masyarakat mengetahui maksud pemberian tersebut. Mantan Ketua Bamus Betawi ini menilai maksud dari Robert Trujillo memberikan gitarnya ke Gubernur DKI Jakarta tersebut hanyalah sebuah kenang-kenangan saja kepada salah satu fansnya.
"Saya melihat pemberian gitar itu tidak ada maksud buruk dari Metallica ya, jadi tinggal niatnya saja yang diumumkan bahwa gitar itu adalah hanya untuk kenang-kenangan saja sehingga rakyat tahu maksud pemberian gitar itu untuk apa," kata Nachrowi saat ditemui usai pengumuman verifikasi administrasi bacaleg DPRD DKI Jakarta oleh KPU DKI di Hotel Acacia, Jakarta, Selasa (8/5/2013).
Nachrowi yang juga merupakan Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta ini tak menyangka bahwa gitar kenang-kenangan band rock berkelas internasional itu ditahan KPK. Akan tetapi semuanya berpulang kepada ide dan pola pemikiran Jokowi yang menyerahkan gitar tersebut.
"Jadi kita lihat dari sudut mana itu dipandang, kalo dipandangnya Pak Jokowi hati-hati sehingga jangan sampai perjalanan karirnya tercoreng gara-gara itu. Tapi bisa jadi kalau gitar itu diterima maka nanti bisa aja ada yang ngasih gitar emas dan lain-lain," tukas Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta.


Sumber :
liputan6.com

Soal Proyek JEDI, Jokowi Ingin Bertemu Menteri PU

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo menegaskan bahwa dirinya akan bertemu dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membahas program penanganan banjir lewat sistem dredging atau Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI).
"Ya kita mau ketemu dengan pak menteri dulu karena dari kita emang ada ganjelan yang harus kita sampaikn juga," kata pria yang akrab disapa Jokowi kepada wartawan di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2013).
Jokowi menjelaskan proyek pengerukan kali itu rencananya akan menggunakan dana pinjaman dari world bank atau bank dunia sebesar 1,2 triliun. Namun, karena proses administrasi yang berbelit maka, Jokowi mengusulkan memasukkan proyek itu dalam APBD DKI Jakarta.
"Kita ini kan masih bicarakan pelaksanaan. Ya artinya administrasi, pelaksanaan lapangannya, ya jangan semuanya didikte. Lah itu aja lah intinya. Untuk anggaran nanti bisa dimasukkan ke dalam anggaran perubahan," kata Jokowi.
Kemudian, mantan Wali Kota Surakarta itu menambahkan bahwa untuk memasukkan program pengerukan waduk serta sungai tersebut diharuskan mendapat persetujuan dari pihak legislatif, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.
"Budgeting ada di Dewan, ditanya dulu. Saya juga sebenarnya capek dengan aturan yang begini," katanya.


Sumber :
jakarta.tribunnews.com

Lurah Warakas Telah Bersurat Meminta Maaf kepada Jokowi

Lurah Warakas, Mulyadi, telah menyampaikan permintaan maaf secara resmi atas sikapnya yang dinilai menentang kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. Mulyadi juga menyatakan siap untuk mengikuti proses lelang jabatan.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi DKI Jakarta, I Made Karmayoga mengatakan, surat permintaan maaf tersebut diterimanya pada Senin (6/5/2013) kemarin. Dalam surat tersebut Mulyadi menegaskan bahwa dia tidak pernah mengatakan akan menggugat Jokowi terkait kebijakan ellang jabatan.
"Ya, suratnya sudah kita terima. Dalam surat tersebut, beliau mengaku tidak benar disebut menggugat gubernur. Suratnya ditanda tangani dan pakai materai," kata Made di Balaikota DKI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2013).
Namun surat tersebut tidak diantarkan langsung oleh Mulyadi ke Balaikota, melainkan dititip lewat Suku Dinas BKD di Jakarta Utara.
"Pegawai BKD di Jakarta Utara yang membawa suratnya ke sini (Balaikota)," terang Made.
Selain surat permohonan maaf, lanjut Made, Mulyadi juga menyertakan surat keterangan dokter yang menyatakan bahwa dirinya sakit. Surat keterangan dokter tersebut sebagai persyaratan untuk mengikuti tes susulan bidang kompetensi untuk jabatan lurah.
"Beliau juga melampirkan surat keterangan dokter, lengkap sampai ada keterangan grafik jantungnya. Dan beliau menyatakan diri bersedia untuk ikut serta ujian (lelang jabatan)," jelas Made.


Sumber :
news.detik.com

Jokowi Tak Mau Sekda yang Rapat "Melulu"

Pengunduran diri Fadjar Panjaitan dari posisi sebagai Sekretaris Daerah mewajibkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menunjuk pejabat baru untuk menggantikannya. Apa kriteria Sekda yang pas bagi Jokowi?
Ditemui wartawan di sela-sela kesibukannya, Rabu (8/5/2013) siang, pria yang akrab disapa Jokowi itu menyatakan tengah mencermati siapa tokoh yang pas untuk menjabat sebagai Sekda DKI. Jokowi pun ingin memilih orang yang terbaik.
"Maunya yang bisa mengonsolidasikan semua kegiatan dan yang riil. Tidak hanya ropat-rapat, ropat-rapat, tapi tidak terkonsolidasi," ujarnya.
Meski telah mengantongi beberapa nama untuk menjadi Sekda, Jokowi enggan mengungkapkannya terlebih dahulu ke publik. Ia mengatakan masih mendalami nama-nama calon bawahannya tersebut.
"Kan ini masih dipilih dulu, masih proses lagi, kemudian dikirim ke Mendagri, diserahkan ke Presiden, ada urut-urutannya," lanjut Jokowi.
Beberapa nama, seperti Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Arie Budiman dan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Wiriatmoko, digadang-gadang menjadi kandidat kuat pejabat Sekda. Namun, lagi-lagi Jokowi enggan menanggapi soal calon-calon tersebut.
Sebelumnya diberitakan bahwa masa pensiun Fadjar seharusnya jatuh pada September 2013. Namun, lantaran mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif, Fadjar memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya. Surat pengunduran diri Fadjar telah masuk ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta pada 8 April 2013.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Jokowi Tak Didikte Kemen PU Soal JEDI

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bersikukuh mengerjakan normalisasi 13 sungai atau Jakarta Emergency Dreging Initiative (JEDI) sendiri, jika syarat pinjaman dari Bank Dunia (World Bank) tidak diubah. Jokowi mengaku akan membicarakan hal itu dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Kita ini kan masih bicarakan pelaksanaan. Ya artinya administrasi, pelaksanaan lapangannya, ya jangan semuanya didikte. Lah itu saja lah intinya," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/5).
Menurutnya, pertemuannya dengan Kementerian PU untuk menyampaikan hambatan-hambatan yang selama ini dialami Pemprov DKI.
"Ya kita mau tanya dulu Kemen PU," ucapnya.
Jika nantinya tidak menggunakan pinjaman dari Bank Dunia, Jokowi mengaku akan menggunakan APBD untuk mengerjakan proyek tersebut. Namun sebelumnya, dia akan terlebih dahulu membahasnya dengan DPRD DKI Jakarta.
"Ya, bisa saja (APBD). Tapi kan kita harus budgeting sama Dewan dan lain-lain. Kita harus tanya lagi lah. Tapi kalau dari diri kita juga aturan-aturannya seperti itu kita juga aduh capek," terangnya.


Sumber :
merdeka.com

Jokowi: Sekda Koq Ropat Rapat

Posisi sekretaris daerah hingga saat ini masih dijabat oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wiryatmoko yang juga menjabat sebagai asisten Sekda bidang pembangunan. Namun, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hingga kini belum mengajukan calon ke Kemendagri.
"Belum. Lah kita ini memang pengen pilih yang betul-betul, betul," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/5/2013).
Politikus PDIP ini mengaku saat ini sedang proses penggodokan pemilihan calon Sekda yang kemudian akan di kirim ke Mendagri dan selanjutnya ke presiden.
"Kan ini nanti masih dipilih, masih proses lagi. Kirim ke mendagri, presiden, ada urut-urutannya," katanya.
Mantan wali kota Solo ini mengaku Sekda yang baru dapat mengkonsolidasikan dan mengkoordinasikan semua kegiatan dengan real. Bukan hanya sekedar rapat secara terus menerus.
"Tidak hanya ropat-rapat, ropat-rapat, tapi tidak terkonsolidasi ya untuk apa?"katanya.
Menurutnya, saat ini belum ada nama-nama siapa pengganti Sekda Fadjar Panjaitan yang mengundurkan diri dari jabatan karena ingin nyaleg sebagai anggota DPRD DKI Jakarta.
"Belum, belum, belum. Pokoknya lebih dari satu. Bisa cantik bisa ganteng," tandasnya.


Sumber :
merdeka.com

Jokowi: Soal Relokasi Warga Waduk Pluit Selesai

Gubernur Joko Widodo sudah menganggap selesai persoalan relokasi warga yang selama ini tinggal di bantaran Waduk Pluit, Jakarta Utara. Sebab, pihaknya sudah menawarkan warga untuk pindah ke rusun Rusun Buddha Tzu Chi.
"Soal masalah dengan warga itu kami sudah memberikan solusi untuk nanti dipindah ke rusun," ujar Jokowi di Hotel Sahid Jakarta, Rabu (7/5/2013).
Untuk itu, Jokowi mengaku proses pengerukan Waduk Pluit dapat berjalan lancar. Sebab, kemarin sore dia telah memantau pengerjaan normalisasi waduk itu.
"Saya melihat kondisi di lapangan saja, seperti apa, mengerjakan waduknya itu ada beberapa cara, kira-kira ada delapan eskavator yang bergerak terus," jelasnya.
Sebelumnya diketahui sebelumnya, warga Waduk Pluit, Jakarta Utara enggan dipindah ke rumah susun (rusun) dan mereka juga menginginkan ganti rugi atas tanah yang mereka diami selama ini.
Mereka merasa, tanah yang mereka duduki tersebut sudah menjadi hak milik mereka, sehingga Pemprov DKI harus membayar ganti rugi atas tanah tersebut.
Area Waduk Pluit awalnya memiliki luas 80 hektare. Namun, saat ini wilayahnya menyusut hingga tersisa 60 hektare karena diambil alih pemukiman ilegal warga. Kedalaman waduk juga terkena imbas, saat ini dalamnya hanya sekitar dua meter dari kedalaman ideal di atas lima meter.



Sumber :
merdeka.com

Boediono Puji Blusukan Ala Jokowi

Wapres Boediono memuji aksi blusukan yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Ia berharap kepala daerah turun tangan mengawal program-program pemerintah pusat di daerah.
"Benar Gubernur DKI Jakarta untuk cek ini kita harus blusukan ke lapangan," kata Boediono dalam sambutan di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Indlasi Daerah (TIPD) Hotel Sahid, Jakarta Pusat, Rabu (8/5/2013). Jokowi ikut hadir dalam acara itu.
Menurut dia, banyaknya program daerah yang harus dikawal pelaksanaannya. "Penting sebagai input masukan gubernur, bupati, wali kota, untuk lakukan langkah-langkah itu yaitu proteksi sosial," kata Boediono.
"Saya anjurkan program-program pusat yang dilaksanakan di daerah atau program daerah dilaksanakan sendiri benar-benar dikawal pelaksanaannya," lanjut dia.
Boediono berpendapat kadangkala banyak kebijakan yang terlihat bagus di atas kertas. "Tapi kenyataannya di lapangan sebaliknya," ujar Boediono.


Sumber :
news.detik.com

Fenomena Jokowi sampai ke tanah Arab

Media di Arab Saudi ternyata juga memantau sepak terjang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Adalah arabnews.com sering mengulas mantan wali kota Solo tersebut.
Terakhir Arab News memberitakan Jokowi melaporkan gitar bas hadiah dari personel band Metallica kepada KPK. Sama seperti berita yang beredar di Indonesia, dalam berita edisi 7 Mei tersebut disebutkan pengembalian itu dilakukan Jokowi karena khawatir tersangkut gratifikasi.
"Gubernur Jakarta, Joko Widodo yang merupakan penggemar musik metal akhirnya menyerahkan gitar pemberian Metallica kepada lembaga antikorupsi. Padahal sebelumnya, Jokowi dengan muka berseri-seri memamerkan gitar pemberian basis Metallica, Robert Trujillo kepada televisi setempat. Di gitar tersebut terdapat tanda tangan Robert Trujillo berserta tulisan "Giving Back!.. Keep Playin' That Cool Funky Bass!." tulis arabnews.com, Selasa (7/5/2013).
Arab News juga menyoroti soal masih banyaknya korupsi di Indonesia. Media itu menulis, banyak pejabat di Indonesia mudah tergoda melakukan korupsi.
"Korupsi masih merajalela di Indonesia, terutama korupsi yang dilakukan pejabat publik. Bahkan menurut catatan Transparency International's annual graft index negara ini masuk ke dalam 118 negara terkorup dari total 176 negara," tulis situs tersebut.
Arab News adalah salah satu kantor berita yang menerbitkan koran sekaligus portal berita di Arab, khususnya di Jeddah, Riyadh dan Dammam. Sejak berdiri tahun 1975, kantor berita ini dekat dengan keluarga kerajaan. Sehingga tak heran, sasaran dari kantor berita buatan Hisham Hafidz ini adalah para pebisnis, eksekutif dan diplomat.

Berikut cuplikan beritanya :


JAKARTA: The heavy metal-loving governor of Indonesian capital Jakarta has surrendered a guitar that was a gift from US band Metallica to anti-corruption authorities, an official said Tuesday.
A beaming Joko Widodo appeared on TV last week strumming the maroon bass guitar gifted to him by Metallica’s Robert Trujillo, which was autographed and bore the words “Giving Back!.. Keep Playin’ That Cool Funky Bass!.”
But the powerful Corruption Eradication Commission (KPK) said that Widodo, widely considered clean in a notoriously graft-ridden country, had now handed the gift to them.
“We will check if there is any conflict of interest or if there was an exchange of favors,” commission spokesman Johan Budi told AFP
“The screening process takes up to 30 days, and after that we will decide whether to return the guitar to him or confiscate it.”
During the TV appearance Widodo, an anti-establishment figure who was elected in September, said he was a huge fan of Metallica, whose hits include “Enter Sandman” and “Nothing Else Matters.”
He also listed Led Zeppelin, Deep Purple and Napalm Death as among his favorite bands.
His spokesman Eko Hariadi said the guitar was the first gift Widodo had received since becoming governor, he had handed it over voluntarily to be checked and there was no conflict of interest.
“The governor loves rock music. So he was certainly happy to receive it, it’s like getting a tennis racket from Boris Becker,” the spokesman told AFP, referring to the German tennis great.
“To him, it was a souvenir and there was no exchange for favors.”
Corruption remains rampant in Indonesia, particularly among public servants, and the country last year slid to 118th of 176 countries in Transparency International’s annual graft index.

Sumber :
- merdeka.com
- arabnews.com

Jokowi dicuekin Direksi Jakarta Monorail

Rencana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memanggil Direksi Jakarta Monorail (JM) hari ini kemungkinan batal lagi. Pasalnya, pihak JM hingga kini belum ada kabar. Padahal, Jokowi sudah melakukan pemanggilan.
Pria berbintang Libra ini menegaskan, pihaknya sudah mengundang pihak JM. Namun belum ada kabar dari JM untuk memenuhi panggilan orang nomor satu Jakarta ini.
"Hari ini, enggak tahu saya belum dapat kabar. Kita sudah undang," singkat Jokowi, di Balai Kota DKI, Jakarta, Rabu (8/5/2013).
Tujuan Jokowi memanggil direksi JM, untuk mempertanyakan lambannya langkah progresif JM dalam menindaklanjuti monorel yang sampai saat ini belum jelas perkembangannya. "Ya hanya tanya aja. Kalau mereka siap ya langsung saya sampaikan apa saja," terangnya.
Seperti diberitakan, Jokowi mengaku adanya masalah berkaitan dengan dokumen-dokumen monorel yang berhubungan dengan peraturan menteri terkait.


Sumber :
sindonews.com

Jika MRT Beroperasi, Jokowi Tak Mau Listrik Jakarta "Byar Pet"

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menyadari sejumlah program yang akan dijalankan membutuhkan infratsruktrur yang memadai. Salah satunya adalah daya listrik yang mampu menunjang operasional sejumlah program pembangunan.
Usai melakukan pertemuan dengan beberapa petinggi PLN, Jokowi mengaku berinisiatif meminta PLN menambah daya maksimal listrik di DKI Jakarta dari 6.400 megawatt menjadi 10.000 megawatt per hari.
"Kita butuh sangat besar untuk mengantisipasi investasi yang masuk ke DKI, juga sarana dan prasarana yang sekarang kita kerjakan. MRT, monorel, kawasan ekonomi khusus Marunda," ujar Jokowi di gedung Balaikota, Jakarta, Rabu (8/5/2013) pagi.
Jokowi mengatakan, untuk membangun Jakarta Baru seperti slogannya ketika kampanye dahulu, harus mengonsolidasikan semua aspek serta institusi seperti yang sekarang dilakukannya. Hal tersebut dibutuhkan agar program yang telah dijalankan, saling mendukung satu dengan lainnya.
"Jangan nanti semua siap, MRT, Monorel siap, propertinya tumbuh bagus, kawasan ekonomi khususnya ada, eeh.. listriknya enggak siap. Memang perlu konsolidasi total," lanjut Jokowi.
Dihubungi terpisah, Manajer Perusahaan Listrik Negara (PLN) Jakarta-Tangerang, Paranai Suhasfan mengaku pihaknya siap menyambut permintaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Asalkan, pihaknya mendapat izin dari Pemprov DKI untuk membangun gardu trafo listrik di DKI.
"Memang setiap tahun, beban daya listrik di DKI semakin meningkat. Apalagi dengan program gubernur, asal Pemda ada izin kita bangun trafo di wilayah itu, bisa saja dipenuhi," ujarnya.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Pejabat Harus Contoh Jokowi dan Risma

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (Lima), Ray Rangkuti mengapresiasi langkah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) melaporkan hadiah gitar bas dari personel Metallica. Meski harga gitar tidak besar, langkah Jokowi ini patut dicontoh.
Tidak hanya Jokowi, Ray juga mencontohkan langkah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang juga melaporkan puluhan hadiah yang ia terima kepada KPK. Menurutnya, pejabat seperti Jokowi dan Risma sudah langka di negeri ini.
"Apa yang dilakukan oleh keduanya memang tidak umum yang berkembang di kalangan pejabat kita. Mereka mau mengembalikan," kata Ray kepada merdeka.com, Selasa (8/5).
Ray mengatakan, melaporkan suatu hadiah bukan perkara nominalnya. Tapi di sini ada pelajaran soal kejujuran.
"Soal kejujuran kembali ke individu masing-masing. Nah, Jokowi dan Risma ini telah memberikan contoh yang baik," katanya.
Dua hari lalu, Jokowi telah mengembalikan hadiah gitar bas pemberian dari personel Metallica, Robert Trujillo. Khawatir tersangkut gratifikasi, Jokowi melaporkan gitar itu ke KPK.
Gitar itu akan diperiksa oleh tim KPK apakah pemberian itu mengandung sarat kepentingan atau tidak. Sebab, Jokowi adalah sebagai penyelenggara negara.
Sama halnya Jokowi. Risma pekan lalu juga melaporkan barang-barang suvenir pemberian orang lain selama ia menjabat sebagai wali kota. Barang-barang yang dilaporkan adalah Jam mewah, bolpoin bermerek, kotak perhiasan, kain songket dan mesin jahit.


Sumber :
merdeka.com

Jokowi Minta PLN Tambah Daya Jakarta Trekait Monorail

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ( Jokowi ) bertemu dengan perwakilan PLN untuk meminta penambahan beban daya listrik di Jakarta karena akan ada monorail dan MRT. Hal itu dilakukan Jokowi mengingat kebutuhan listrik di Ibu Kota saat ini sekitar 6000 megawatt per hari.
"Ya ini sangat bagus. PLN ingin menambah daya untuk DKI. Sangat besar untuk mengantisipasi investasi-investasi yang masuk ke DKI, juga sarana dan prasarana yang sekarang ini mulai kita sudah kerjakan. Kayak mengantisipasi kebutuhan MRT, kebutuhan untuk monorail, pertumbuhan properti yang sangat melunjak, kawasan ekonomi khusus di Marunda," ujar Jokowi di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/5/2013).
Pihaknya mengaku telah melakukan perhitungan dengan PLN mengenai kebutuhan MRT dan monorail. "Moga-moga ini dalam waktu yang cepat, karena trasenya sudah ada, segera bisa ditingkatkan. Sekarang ini kira-kira 6000 megawatt dan akan dinaikan lagi kira-kira di atas itu," jelasnya.
Jokowi mengatakan, pertemuan tersebut juga untuk mempersiapkan kebutuhan listrik ke depan jika MRT, monorail dan propertinya tumbuh bagus khususnya kawasan ekonomi khusus seperti Marunda. Jokowi mengaku sudah siap membangun travo untuk peningkatan beban puncak listrik.
"Ini ya bekerja itu mengkonsolidasikan semua lembaga dan institusi ya seperti ini. Memang ini perlu sebuah konsolidasi total. Agar sambung nanti semuanya," katanya.
Sementara itu, Manager Distribusi PLN Jakarta-Tangerang, Paranay Suhasfan mengatakan beban puncak listrik Ibu Kota maksimal 6.549 megawatt per hari. Jika Jokowi meminta untuk menaikkan daya listrik, pihaknya mengaku siap melaksanakannya.
"Kita siap untuk menambah daya listrik, tapi kalau maksud Gubernur ingin dipergunakan untuk moda transportasi dan kawasan tertentu ya kita mau enggak mau ya harus membangun travo dengan izin Pemda," ujar Paranay saat dihubungi wartawan.


Sumber :
merdeka.com

Jokowi Tak Masalah Kemen PU Tunda Proyek Deep Tunnel

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tidak mempersoalkan sikap Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang menunda rencana pembangunan terowongan multiguna atau deep tunnel. Pasalnya, pembangunan deep tunnel tidak menggunakan dana APBN maupun APBD.
"Ini kan investor. Lah kan kalau dari sisi investasi, kalau mereka sudah menghitung visiblenya ya mereka jalan. Tapi kalau nggak visible ya nggak dong. Yo masak nyemplungin modal sebegitu gede hanya untuk rugi kan nggak mungkin," ungkap Jokowi di Balai Kota Jakarta, Rabu (8/5/2013).
Menurutnya, Kemen PU menunda proyek Multi Purpose Deep Tunnel (MPDT) karena perbedaan kalkulasi saja. Sebab, perhitungan pemerintah dan investor dinilai Jokowi berbeda.
"Ya iyalah jelas berbeda perhitungan pemerintah dengan investor," ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Menurutnya penolakan itu boleh saja dilakukan. Pasalnya, saat ini Pemprov DKI masih terus melakukan kajian.
"Boleh saja. Kan kaji, kita nggak keluarin uang kok. Nggak masalah," kata Ahok.
Sebelumnya, Kemen PU akan menunda proyek Multi Purpose Deep Tunnel (MPDT) yang akan dibangun di Jakarta untuk mengurangi banjir. Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Mohamad Hasan, menjelaskan, studi yang dilakukan oleh pemerintah menunjukkan pembangunan terowongan multiguna ini tidak efisien.
Hasan mengungkapkan, ada dua alasan kenapa pemerintah menunda pembangunan proyek itu. Membangun terowongan yang bisa menjadi jalan tol itu tidak sesuai dengan nilai investasi yang dibutuhkan.
Selain itu, menurut dia, jika dibandingkan dengan membuat sodetan serta normalisasi sungai, kegunaan terowongan multiguna tidak akan lebih baik. Hasan mengungkapkan, deep tunnel yang digagas oleh Pemda DKI Jakarta ini hanya bisa mengalirkan air sebanyak 117 meter kubik per detik. Sementara itu, normalisasi Sungai Ciliwung bisa mengalirkan air sebanyak 550 meter kubik per detik.


Sumber :
merdeka.com

PDIP Puji Jokowi yang Serahkan Bass dari Metalica

Sikap Gubernur DKI Joko Widodo yang melaporkan langsung bass pemberian dari personel band Metallica kepada KPK dipuji oleh PDIP. Menurut Ketua DPP PDIP, Maruarar Sirait, sikap ini harus dicontoh oleh pejabat lain.
"Diserahkan begitu merupakan hal yang terpuji. KPK kan dipercayai publik sebagai motor penggerak pemberantasan korupsi," ujar Maruara kepada detikcom, Rabu (8/5/2013).
Pria yang akrab disapa Ara ini mengatakan Jokowi sebagai icon pejabat yang jujur, merakyat, dan sederhana menjadi contoh yang baik bagi pejabat lainnya. Menurutnya, KPK juga telah memperlihatkan sikap yang tidak tebang pilih meski Jokowi saat ini adalah tokoh populer.
"Dua-duanya sudah melakukan hal yang benar. Prinsip transparansi sudah dijalankan. Siapapun memang harus melaporkan hadiah yang dia terima," lanjutnya.
Ara menjelaskan hal inilah yang membuat partainya selalu menyertakan Jokowi di setiap kampanye Pilgub. Seperti pada kampanye Pilgub Bali pada Minggu (5/5) kemarin.
"Kemarin Minggu Mas Jokowi sudah datang ke Bali. Seninnya Bu Mega, besok adalah hari kampanye terakhir. Acara puncak di Buleleng," tuturnya.


Sumber :
news.detik.com