Lurah Warakas, Jakarta Utara, Mulyadi, belum mengetahui adanya dukungan warga yang diberikan kepadanya melalui spanduk berisikan tanda tangan. Namun, dia berharap antusiasme warga itu bisa jadi bahan pertimbangan Pemprov DKI Jakarta dalam memutuskan kebijakan.
"Itu kan masyarakat semua yang bicara, bukan lurahnya, semoga pemerintah bisa melihat mereka (warga), bukan saya. Saya harap pemerintah bisa lihat, kalau masyarakat yang lihat saya, jadi tolong lihatlah masyarakat," ujar Mulyadi saat dihubungi wartawan, Jakarta, Kamis (2/5/2013).
Mulyadi menambahkan pihaknya tidak pernah menduga bentuk dukungan warga hingga seperti ini. Mulyadi sebagai lurah pun belum pernah melihat spanduk berisi tanda tangan warga yang dibentangkan di dekat pintu masuk kantor Kelurahan Warakas itu.
"Saya sendiri belum lihat, saya baru dengar karena Anda kasih tahu saya, demi Allah. Saya memang dekat dengan warga, tapi saya gak nyangka kalau warga mendukung saya seperti itu," ujar Mulyadi.
Menurut Mulyadi, dukungan tersebut bisa jadi diberikan karena sikapnya yang dekat dan sering mengunjungi warga. Apalagi kunjungan yang dilakukan dalam rangka melayani warga untuk kebersihan dan ketertiban administrasi.
"Ya mungkin karena RT itu juara 1 dan dapat penghargaan Jakarta Clean and Clear dan ketertiban administrasi tingkat Provinsi dari Bank Mandiri tahun lalu," bebernya.
Sebelumnya, sejumlah warga membuat dukungan moril dalam bentuk spanduk kain berwarna putih dengan ukuran 10 meter X 50 sentimeter, yang dibentangkan di pintu masuk kantor Kelurahan. Berbagai macam tulisan salah satunya, 'Jangan macam-macam dengan Warakas', hingga 'Mulyadi Lurah Wong Cilik'.
Sumber :
merdeka.com
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Kamis, 02 Mei 2013
4 Lirikan Capres Jokowi
Katakan tidak maju capres 2014! Mungkin itu prinsip yang masih dipegang
teguh Joko Widodo (Jokowi). Lirikan para capres top yang berminat
meminang ini rupanya belum mampu melelehkan hati Jokowi.
Prabowo, Aburizal Bakrie, Gita Wiryawan hingga Hatta Rajasa mulai kesemsem dengan figur Jokowi yang low profile. Tokoh-tokoh partai dan birokrat itu digadang-gadang untuk bersanding dengan orang nomor satu di Jakarta itu.
Jokowi dianggap sebagai figur potensial yang dapat mereguk kemenangan di Pilpres mendatang.
Namun, tawaran menarik itu belum menjadi fokus perhatian bagi sarjana Kehutanan UGM ini. Ayah 3 anak itu masih tetap pada pendiriannya ingin mengurus segudang permasalahan Ibukota.
Berikut 4 lirikan capres top yang belum menaklukkan hati Jokowi:
Prabowo
Kandidat capres mulai mencari pasangan cawapres untuk Pilpres 2014. Kabarnya, Prabowo sedang mengincar gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjadi kandidat cawapresnya.
"Bisa saja Pak Prabowo melihat Jokowi, Pak Prabowo kagum dengan apa yang dikerjakan Pak Jokowi hari ini, maka harapan kita lebih bagus dalam membangun Indonesia ini Pak Prabowo berpasangan dengan Pak Jokowi," kata Ketua DPP Gerindra Desmon J Mahesa, kepada detikcom, Rabu (1/5/2013).
Menurut Desmon, Prabowo-Jokowi adalah pasangan serasi. Kombinasi ketegasan militer didampingi birokrat yang rajin blusukan.
"Jokowi ini kan karakter baru kepemimpinan, tinggal kita combine dengan ketegasan Pak Prabowo. Tentu Pak Prabowo presidennya karena Indonesia ini luas, Jokowi lebih kepada operasional dan blusukan," katanya.
Namun rupanya Jokowi menolak halus peluang pinangan Prabowo.
"Oh ndak, ndak," kilah Jokowi sembari tersenyum, di sela-sela kunjungan ke SMKN 13 Rawa Belong, Jakarta Barat, Rabu (1/5/2013)
Hal ini disampaikan Jokowi saat ditanya apakah dirinya diminta secara langsung untuk mendampingi Prabowo di Pilpres 2014. Isu beredar Jokowi menampik tawaran Prabowo sehingga hubungan keduanya memanas.
Jokowi juga menampik pernah bertemu secara khusus dengan Prabowo menyangkut hal ini. "Ndak ada tuh," katanya masih sembari tersenyum.
Para petinggi Partai Gerindra membocorkan Ketua Dewan Pembina partainye mengincar Jokowi menjadi cawapres. Namun rencana Prabowo meminang Jokowi bisa terhalang kisruh PDIP-Gerindra yang belum reda.
Saat ditanya apakah isu seputar Pilpres membuat komunikasinya dengan Prabowo memanas, Jokowi pun hanya menggelengkan kepala, tentu saja sembari tersenyum.
Hatta Rajasa
Spanduk dukungan Jokowi-Hatta di Pilpres 2014 bertebaran di Solo. PAN pun kaget danmengaku tak memasang spanduk tersebut untuk mendongkrak popularitas Hatta Rajasa.
"Yang masang siapa itu? Yang jelas sih bukan kita, PAN tidak memasang spanduk apapun apalagi memasangkan dengan Hatta dengan Jokowi," kata Wakil Ketua Umum PAN Dradjad Wibowo, kepada detikcom, Jumat (26/4/2013).
PAN menganggap spanduk tersebut sebagai aspirasi masyarakat Solo yang mendukung Hatta Rajasa. "Itu aspirasi masyarakat tentu akan kita perhatikan," kata Dradjad.
Hatta Rajasa juga pernah mengutarakan belum memikirkan ikhwal seputar capres. Ia merasa belum waktunya untuk bahas pencapresan.
"Masih banyak agenda-agenda lain yang saya belum selesaikan," tutur Hatta singkat jelang Konsolidasi Internal Pejabat Publik Asal PAN di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (3/3/2013).
Sementara Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi memastikan Hatta tidak akan menjadi cawapres Jokowi seperti di spanduk tersebut. Karena sampai saat ini status Hatta masih sebagai capres yang akan diusung PAN.
"Kalau berdasarkan Rakernas PAN November 2011 diputuskan bahwa ketua umum PAN Hatta Rajasa sebagai capres 2014-2019, dan yang kedua tidak ada calon alternatif lain atau memakai konvensi," tegas Viva.
Spanduk heboh itu membuat Jokowi bertanya-tanya. Ia menegaskan belum memikirkan tentang capres 2014.
"Saya itu nggak mikir. Kemarin itu kan sudah ada polling, disandingkan dengan yang ini, terus sekarang dengan Pak Hatta, nggak ngerti saya. Saya juga nggak minta, dan nggak ada yang memberi tahu saya," kata Jokowi kepada wartawan di Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jumat (26/4/2013) petang.
Jokowi masih bertanya-tanya, siapa yang memasang spanduk yang membuatnya kaget itu.
"Tapi saya mau nanya loh, itu kok bisa di Solo ya? Ya sudah nanti kita cek," tanya Jokowi sembari tersenyum.
Menurut Jokowi, pemasangan spanduk seperti itu harusnya memberi tahu dulu. "Untuk etikanya harusnya ada pemberitahuan dululah biar nggak kaget," lanjutnya masih sembari tersenyum.
"Yang mestinya kan ada pemberitahuan ke saya, paling nanti saya tinggal ngomong, jangan," tutup Jokowi sembari tertawa.
Aburizal Bakrie
Nama Jokowi menjadi salah satu cawapres yang menjadi incaran Partai Golkar untuk mendampingi Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.
"Semuanya kita catat, ada Pak Mahfud, Jokowi, macam-macam," ujar Waketum Golkar, Sharif Cicip Sutarjo, kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2013).
Namun, Cicip mengatakan, hingga kini belum ada keputusan yang pasti. Golkar masih mengkaji nama-nama yang ada untuk nantinya dipilih."Tapi cawapresnya belum putus," katanya.
Ketua DPP Partai Golkar Ade Komaruddin juga mengatakan Golkar masih menginventarisir sejumlah nama yang populer, termasuk menjajaki Jokowi.
"Golkar posisinya semua diidentifikasi, ya (Jokowi) termasuk diidentifikasi. Pokoknya semuanya," kata ketua DPP Partai Golkar Ade Komaruddin, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/3/2013).
Menurutnya, meski masih dalam tahap penjajakan, namun Golkar memiliki mekanisme survei untuk akhirnya menetapkan siapa yang lebih pantas sebagai Cawapres.
"Mekanisme survei tetap berjalan, politik itu sangat cepat berubah. Jadi lihat aja dulu nanti," ucapnya.
Jokowi kali ini menjawab sambil bercanda saat ditanya kesediaannya bersanding dengan Ical.
"Saya ranking berapa disurvei itu?" kata Jokowi saat dimintai komentar hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang memasang-masangkan Joko Widodo sebagai cawapres pendamping Aburizal.
Pertanyaan itu dilontarkan balik oleh Jokowi usai berpidato di hadapan jajaran Dinas Kesehatan DKI dan seluruh direktur rumah sakit yang bekerjasama dengan Pemprov DKI di di ruang Balai Agung, Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2013).
"Ranking satu, Pak," jawab wartawan serempak.
"Masa ranking satu jadi cawapres?" ujar Jokowi sambil tertawa. Hahaha...!
Jokowi langsung meluruskannya. "Ini guyonan," tegasnya sambil lagi-lagi tertawa hahahah...!
Jokowi yang mengenakan seragam Linmas warna hijau itu kemudian menegaskan tidak memikirkan Pilpres mendatang. Ia ingin fokus mengatasi masalah Ibukota.
"Gini loh kan sudah saya sampaikan, saya ini mau ngurus rusun, macet, banjir, itu saja. Tapi saya juga sampaikan, masa ratingnya tinggi jadi cawapres? Ini guyonan loh. Hahhaa...." kata Jokowi sambil tertawa.
Gita Wirjawan
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (47) semakin percaya diri. Dia siap menjadi Capres di Pilpres 2014. Tentu saja asalkan ada yang melamarnya bertarung di hajatan politik akbar tersebut.
"Pokoknya kalau diperkenankan dan dipertimbangkan, saya siap ikut prosesnya," kata Gita saat menjadi pembicara pada kuliah umum yang mengusung tema 'Teknologi, Demokrasi dan Perlindungan Konsumen' yang diadakan di Aula Barat ITB, Jalan Ganesha, Bandung, Senin (29/4/2013).
Gita tak menentukan harus maju lewat partai mana. Yang terpenting partai tersebut sesuai dengan semangat perjuangannya.
"Dari siapa pun, yang bijaksana," katanya sembari tersenyum.
Menyinggung konvensi capres PD yang akan segera digulirkan, Gita siap ambil bagian. Apalagi dia sudah mendapatkan undangan dari Presiden SBY yang juga ketua umum PD.
"Saya rasa akan dipertimbangkan. Saya akan pertimbangkan kalau mereka mempertimbangkan saya. Insya Allah siap," tegas lulusan Harvard ini.
Ketua DPP PD Kastorius Sinaga menilai pasangan Gita Wirjawan-Jokowi sebagai pasangan yang saling melengkapi.
"Saya kira kombinasi cukup baik, Gita Wirjawan dan Jokowi saling mengisi. Gita memiliki leadership yang sangat handal dan Jokowi dikenal merakyat," kata Kastorius Sinaga, kepada detikcom, Kamis (18/4/2013).
Kastirous melihat Gita sebagai ekonom muda yang cukup andal. Sementara Jokowi dikenal dengan hobi blusukan dan dekat dengan masyarakat, karakter pemimpin yang dicintai rakyat.
Dipasangkan dengan siapapun, termasuk Gita Wirjawan, Jokowi memilih mengurus macet dan banjir.
"Saya mikir macet dan banjir, nggak mikir yang itu-itu (capres-red)," kata Jokowi di balai kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (26/2/2013).
Menurut Jokowi, tugas sudah di depan mata. Apalagi sekarang APBD DKI sudah keluar. "Kita mau ngebut ngurus macet, banjir, ngeruk sungai, ngeruk sampah," jelasnya.
Prabowo, Aburizal Bakrie, Gita Wiryawan hingga Hatta Rajasa mulai kesemsem dengan figur Jokowi yang low profile. Tokoh-tokoh partai dan birokrat itu digadang-gadang untuk bersanding dengan orang nomor satu di Jakarta itu.
Jokowi dianggap sebagai figur potensial yang dapat mereguk kemenangan di Pilpres mendatang.
Namun, tawaran menarik itu belum menjadi fokus perhatian bagi sarjana Kehutanan UGM ini. Ayah 3 anak itu masih tetap pada pendiriannya ingin mengurus segudang permasalahan Ibukota.
Berikut 4 lirikan capres top yang belum menaklukkan hati Jokowi:
Prabowo
Kandidat capres mulai mencari pasangan cawapres untuk Pilpres 2014. Kabarnya, Prabowo sedang mengincar gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjadi kandidat cawapresnya.
"Bisa saja Pak Prabowo melihat Jokowi, Pak Prabowo kagum dengan apa yang dikerjakan Pak Jokowi hari ini, maka harapan kita lebih bagus dalam membangun Indonesia ini Pak Prabowo berpasangan dengan Pak Jokowi," kata Ketua DPP Gerindra Desmon J Mahesa, kepada detikcom, Rabu (1/5/2013).
Menurut Desmon, Prabowo-Jokowi adalah pasangan serasi. Kombinasi ketegasan militer didampingi birokrat yang rajin blusukan.
"Jokowi ini kan karakter baru kepemimpinan, tinggal kita combine dengan ketegasan Pak Prabowo. Tentu Pak Prabowo presidennya karena Indonesia ini luas, Jokowi lebih kepada operasional dan blusukan," katanya.
Namun rupanya Jokowi menolak halus peluang pinangan Prabowo.
"Oh ndak, ndak," kilah Jokowi sembari tersenyum, di sela-sela kunjungan ke SMKN 13 Rawa Belong, Jakarta Barat, Rabu (1/5/2013)
Hal ini disampaikan Jokowi saat ditanya apakah dirinya diminta secara langsung untuk mendampingi Prabowo di Pilpres 2014. Isu beredar Jokowi menampik tawaran Prabowo sehingga hubungan keduanya memanas.
Jokowi juga menampik pernah bertemu secara khusus dengan Prabowo menyangkut hal ini. "Ndak ada tuh," katanya masih sembari tersenyum.
Para petinggi Partai Gerindra membocorkan Ketua Dewan Pembina partainye mengincar Jokowi menjadi cawapres. Namun rencana Prabowo meminang Jokowi bisa terhalang kisruh PDIP-Gerindra yang belum reda.
Saat ditanya apakah isu seputar Pilpres membuat komunikasinya dengan Prabowo memanas, Jokowi pun hanya menggelengkan kepala, tentu saja sembari tersenyum.
Hatta Rajasa
Spanduk dukungan Jokowi-Hatta di Pilpres 2014 bertebaran di Solo. PAN pun kaget danmengaku tak memasang spanduk tersebut untuk mendongkrak popularitas Hatta Rajasa.
"Yang masang siapa itu? Yang jelas sih bukan kita, PAN tidak memasang spanduk apapun apalagi memasangkan dengan Hatta dengan Jokowi," kata Wakil Ketua Umum PAN Dradjad Wibowo, kepada detikcom, Jumat (26/4/2013).
PAN menganggap spanduk tersebut sebagai aspirasi masyarakat Solo yang mendukung Hatta Rajasa. "Itu aspirasi masyarakat tentu akan kita perhatikan," kata Dradjad.
Hatta Rajasa juga pernah mengutarakan belum memikirkan ikhwal seputar capres. Ia merasa belum waktunya untuk bahas pencapresan.
"Masih banyak agenda-agenda lain yang saya belum selesaikan," tutur Hatta singkat jelang Konsolidasi Internal Pejabat Publik Asal PAN di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (3/3/2013).
Sementara Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi memastikan Hatta tidak akan menjadi cawapres Jokowi seperti di spanduk tersebut. Karena sampai saat ini status Hatta masih sebagai capres yang akan diusung PAN.
"Kalau berdasarkan Rakernas PAN November 2011 diputuskan bahwa ketua umum PAN Hatta Rajasa sebagai capres 2014-2019, dan yang kedua tidak ada calon alternatif lain atau memakai konvensi," tegas Viva.
Spanduk heboh itu membuat Jokowi bertanya-tanya. Ia menegaskan belum memikirkan tentang capres 2014.
"Saya itu nggak mikir. Kemarin itu kan sudah ada polling, disandingkan dengan yang ini, terus sekarang dengan Pak Hatta, nggak ngerti saya. Saya juga nggak minta, dan nggak ada yang memberi tahu saya," kata Jokowi kepada wartawan di Balaikota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jumat (26/4/2013) petang.
Jokowi masih bertanya-tanya, siapa yang memasang spanduk yang membuatnya kaget itu.
"Tapi saya mau nanya loh, itu kok bisa di Solo ya? Ya sudah nanti kita cek," tanya Jokowi sembari tersenyum.
Menurut Jokowi, pemasangan spanduk seperti itu harusnya memberi tahu dulu. "Untuk etikanya harusnya ada pemberitahuan dululah biar nggak kaget," lanjutnya masih sembari tersenyum.
"Yang mestinya kan ada pemberitahuan ke saya, paling nanti saya tinggal ngomong, jangan," tutup Jokowi sembari tertawa.
Aburizal Bakrie
Nama Jokowi menjadi salah satu cawapres yang menjadi incaran Partai Golkar untuk mendampingi Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.
"Semuanya kita catat, ada Pak Mahfud, Jokowi, macam-macam," ujar Waketum Golkar, Sharif Cicip Sutarjo, kepada wartawan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (12/4/2013).
Namun, Cicip mengatakan, hingga kini belum ada keputusan yang pasti. Golkar masih mengkaji nama-nama yang ada untuk nantinya dipilih."Tapi cawapresnya belum putus," katanya.
Ketua DPP Partai Golkar Ade Komaruddin juga mengatakan Golkar masih menginventarisir sejumlah nama yang populer, termasuk menjajaki Jokowi.
"Golkar posisinya semua diidentifikasi, ya (Jokowi) termasuk diidentifikasi. Pokoknya semuanya," kata ketua DPP Partai Golkar Ade Komaruddin, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/3/2013).
Menurutnya, meski masih dalam tahap penjajakan, namun Golkar memiliki mekanisme survei untuk akhirnya menetapkan siapa yang lebih pantas sebagai Cawapres.
"Mekanisme survei tetap berjalan, politik itu sangat cepat berubah. Jadi lihat aja dulu nanti," ucapnya.
Jokowi kali ini menjawab sambil bercanda saat ditanya kesediaannya bersanding dengan Ical.
"Saya ranking berapa disurvei itu?" kata Jokowi saat dimintai komentar hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang memasang-masangkan Joko Widodo sebagai cawapres pendamping Aburizal.
Pertanyaan itu dilontarkan balik oleh Jokowi usai berpidato di hadapan jajaran Dinas Kesehatan DKI dan seluruh direktur rumah sakit yang bekerjasama dengan Pemprov DKI di di ruang Balai Agung, Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2013).
"Ranking satu, Pak," jawab wartawan serempak.
"Masa ranking satu jadi cawapres?" ujar Jokowi sambil tertawa. Hahaha...!
Jokowi langsung meluruskannya. "Ini guyonan," tegasnya sambil lagi-lagi tertawa hahahah...!
Jokowi yang mengenakan seragam Linmas warna hijau itu kemudian menegaskan tidak memikirkan Pilpres mendatang. Ia ingin fokus mengatasi masalah Ibukota.
"Gini loh kan sudah saya sampaikan, saya ini mau ngurus rusun, macet, banjir, itu saja. Tapi saya juga sampaikan, masa ratingnya tinggi jadi cawapres? Ini guyonan loh. Hahhaa...." kata Jokowi sambil tertawa.
Gita Wirjawan
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan (47) semakin percaya diri. Dia siap menjadi Capres di Pilpres 2014. Tentu saja asalkan ada yang melamarnya bertarung di hajatan politik akbar tersebut.
"Pokoknya kalau diperkenankan dan dipertimbangkan, saya siap ikut prosesnya," kata Gita saat menjadi pembicara pada kuliah umum yang mengusung tema 'Teknologi, Demokrasi dan Perlindungan Konsumen' yang diadakan di Aula Barat ITB, Jalan Ganesha, Bandung, Senin (29/4/2013).
Gita tak menentukan harus maju lewat partai mana. Yang terpenting partai tersebut sesuai dengan semangat perjuangannya.
"Dari siapa pun, yang bijaksana," katanya sembari tersenyum.
Menyinggung konvensi capres PD yang akan segera digulirkan, Gita siap ambil bagian. Apalagi dia sudah mendapatkan undangan dari Presiden SBY yang juga ketua umum PD.
"Saya rasa akan dipertimbangkan. Saya akan pertimbangkan kalau mereka mempertimbangkan saya. Insya Allah siap," tegas lulusan Harvard ini.
Ketua DPP PD Kastorius Sinaga menilai pasangan Gita Wirjawan-Jokowi sebagai pasangan yang saling melengkapi.
"Saya kira kombinasi cukup baik, Gita Wirjawan dan Jokowi saling mengisi. Gita memiliki leadership yang sangat handal dan Jokowi dikenal merakyat," kata Kastorius Sinaga, kepada detikcom, Kamis (18/4/2013).
Kastirous melihat Gita sebagai ekonom muda yang cukup andal. Sementara Jokowi dikenal dengan hobi blusukan dan dekat dengan masyarakat, karakter pemimpin yang dicintai rakyat.
Dipasangkan dengan siapapun, termasuk Gita Wirjawan, Jokowi memilih mengurus macet dan banjir.
"Saya mikir macet dan banjir, nggak mikir yang itu-itu (capres-red)," kata Jokowi di balai kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (26/2/2013).
Menurut Jokowi, tugas sudah di depan mata. Apalagi sekarang APBD DKI sudah keluar. "Kita mau ngebut ngurus macet, banjir, ngeruk sungai, ngeruk sampah," jelasnya.
DPRD Siap Fasilitasi Keluhan Lurah Warakas ke Jokowi
Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta Triwisaksana meminta Lurah Warakas
Moelyadi menyampaikan keluhannya terkait lelang jabatan ke DPRD. Ia
juga menilai keluhan lurah tersebut tak perlu disampaikan secara
terbuka.
"Saya menyarankan Lurah Warakas menyampaikannya ke lembaga sesuai dengan mekanisme yang sudah diatur, yaitu ke DPRD, khususnya komisi A. Tidak perlu disampaikan terbuka, jadi semua keberatan keluhan dan sebagainya terkait mekanisme bisa disampaikan," kata Triwisaksana kepada detikcom, Kamis (2/5/2013).
Menanggapi reaksi yang cukup keras dari Jokowi-Ahok, atas keluhan Moelyadi, Triwisaksana meminta agar dua pemimpin di Jakarta tersebut lebih bersikap bijaksana.
"Itu juga sebaiknya Gubernur dan Wakil Gubernur menanggapi persoalan ini dengan bijaksana, karena kebijakan lelang jabatan juga toh muaranya jabatan lurah dan camat yang berkualitas dan disukai oleh warga," ujar pria yang akrab disapa Bang Sani ini.
"Kita harus mendengar dukungan warga tersebut dan juga masukannya. Barangkali warga juga sudah suka dengan Pak Lurah ini, tapi kita harus cari jalan yang sebaik-baiknya," tambah politikus dari PKS ini.
Bang Sani menyatakan DPRD siap memfasilitasi kedua belah pihak untuk bertemu. Pertemuan ini tentu untuk mencari solusi terbaik, karena mungkin saja ada ratusan lurah yang juga tidak setuju dengan lelang jabatan namun tak berani seperti Moelyadi.
"DPRD siap jadi fasilitator agar persoalan semacam ini, yang mungkin juga terjadi tidak hanya di Warakas tapi di kelurahan lainnya, bisa dikomunikasikan," tutup Bang Sani.
Sumber :
news.detik.com
"Saya menyarankan Lurah Warakas menyampaikannya ke lembaga sesuai dengan mekanisme yang sudah diatur, yaitu ke DPRD, khususnya komisi A. Tidak perlu disampaikan terbuka, jadi semua keberatan keluhan dan sebagainya terkait mekanisme bisa disampaikan," kata Triwisaksana kepada detikcom, Kamis (2/5/2013).
Menanggapi reaksi yang cukup keras dari Jokowi-Ahok, atas keluhan Moelyadi, Triwisaksana meminta agar dua pemimpin di Jakarta tersebut lebih bersikap bijaksana.
"Itu juga sebaiknya Gubernur dan Wakil Gubernur menanggapi persoalan ini dengan bijaksana, karena kebijakan lelang jabatan juga toh muaranya jabatan lurah dan camat yang berkualitas dan disukai oleh warga," ujar pria yang akrab disapa Bang Sani ini.
"Kita harus mendengar dukungan warga tersebut dan juga masukannya. Barangkali warga juga sudah suka dengan Pak Lurah ini, tapi kita harus cari jalan yang sebaik-baiknya," tambah politikus dari PKS ini.
Bang Sani menyatakan DPRD siap memfasilitasi kedua belah pihak untuk bertemu. Pertemuan ini tentu untuk mencari solusi terbaik, karena mungkin saja ada ratusan lurah yang juga tidak setuju dengan lelang jabatan namun tak berani seperti Moelyadi.
"DPRD siap jadi fasilitator agar persoalan semacam ini, yang mungkin juga terjadi tidak hanya di Warakas tapi di kelurahan lainnya, bisa dikomunikasikan," tutup Bang Sani.
Sumber :
news.detik.com
Warga Warakas: Menyesal Saya Pilih Jokowi
Warga Warakas mendukung langkah lurahnya, Mulyadi, menentang
kebijakan seleksi dan promosi jabatan terbuka atau yang biasa disebut
dengan lelang jabatan lurah dan camat. Bahkan, ada yang sampai menyesal
memilih Jokowi karena hal ini.
"Setelah ada lelang jabatan, menyesal saya pilih Jokowi. Kemarin, pas Pak Mulyadi dirawat di rumah sakit, beliau tetap mau melayani tanda tangan untuk kita semua. Mana ada pejabat sakit masih mau melayani warganya? Pak Mulyadi juga yang membimbing kita dari warga wilayah kumuh menjadi warga yang maju," kata Teli, warga Warakas, kepada Kompas.com, di Warakas, Jakarta Utara, Rabu (1/5/2013).
Teli mengatakan bahwa Mulyadi bukanlah sebuah "barang bekas". Jadi, ia tak sepantasnya untuk dilelang. Menurut dia, jabatan camat dan lurah yang kosong seharusnya yang menjadi prioritas Jokowi untuk menyelenggarakan program tersebut.
Mulyadi, menurutnya, tidak pantas untuk diganti karena Mulyadi telah tujuh tahun mengabdikan hidupnya untuk warga Warakas.
"Pak Mulyadi sudah terbukti kinerjanya di Warakas. Jokowi jangan asal ganti-ganti saja. Kami senang dengan kinerja beliau," cetus Teli.
Bahkan, ia meyakini kalau pasti banyak pegawai negeri sipil (PNS), lurah, atau camat yang tidak setuju dengan program unggulan Jokowi tersebut. Menurutnya, hanya Mulyadi yang berani melawan Jokowi dan menuding lurah dan camat definitif lainnya hanya sebatas asal bapak senang (ABS).
Teli pun menjabarkan berbagai penghargaan yang pernah diraih wilayahnya saat dipimpin oleh Mulyadi, antara lain, Juara II Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Jakarta Utara tahun 2008, Juara I Bulu Tangkis Ganda Putra Jakarta Utara tahun 2009, Juara I Lomba Keterampilan Menyuluh Posyandu tahun 2010, dan Juara I Lomba Rumah Sehat dan Pemanfaatan Tanah Pekarangan 2010.
Untuk diketahui, Lurah Warakas Mulyadi menolak untuk mengikuti proses seleksi promosi terbuka jabatan lurah. Saat proses tes online uji kompetensi bidang pun, ia tak mengikuti ujian tersebut.
Ia akan mengajukan uji materi ke MK karena menurutnya ada yang tidak sesuai dengan peraturan dan perundangan yang ada. Menurut Mulyadi, terdapat 80 peserta uji kompetensi dari staf lurah sampai camat yang tidak ikut ujian tersebut pada Sabtu dan Minggu kemarin. Ia pun sudah berkoordinasi untuk menolak proses uji kompetensi tersebut.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
"Setelah ada lelang jabatan, menyesal saya pilih Jokowi. Kemarin, pas Pak Mulyadi dirawat di rumah sakit, beliau tetap mau melayani tanda tangan untuk kita semua. Mana ada pejabat sakit masih mau melayani warganya? Pak Mulyadi juga yang membimbing kita dari warga wilayah kumuh menjadi warga yang maju," kata Teli, warga Warakas, kepada Kompas.com, di Warakas, Jakarta Utara, Rabu (1/5/2013).
Teli mengatakan bahwa Mulyadi bukanlah sebuah "barang bekas". Jadi, ia tak sepantasnya untuk dilelang. Menurut dia, jabatan camat dan lurah yang kosong seharusnya yang menjadi prioritas Jokowi untuk menyelenggarakan program tersebut.
Mulyadi, menurutnya, tidak pantas untuk diganti karena Mulyadi telah tujuh tahun mengabdikan hidupnya untuk warga Warakas.
"Pak Mulyadi sudah terbukti kinerjanya di Warakas. Jokowi jangan asal ganti-ganti saja. Kami senang dengan kinerja beliau," cetus Teli.
Bahkan, ia meyakini kalau pasti banyak pegawai negeri sipil (PNS), lurah, atau camat yang tidak setuju dengan program unggulan Jokowi tersebut. Menurutnya, hanya Mulyadi yang berani melawan Jokowi dan menuding lurah dan camat definitif lainnya hanya sebatas asal bapak senang (ABS).
Teli pun menjabarkan berbagai penghargaan yang pernah diraih wilayahnya saat dipimpin oleh Mulyadi, antara lain, Juara II Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Jakarta Utara tahun 2008, Juara I Bulu Tangkis Ganda Putra Jakarta Utara tahun 2009, Juara I Lomba Keterampilan Menyuluh Posyandu tahun 2010, dan Juara I Lomba Rumah Sehat dan Pemanfaatan Tanah Pekarangan 2010.
Untuk diketahui, Lurah Warakas Mulyadi menolak untuk mengikuti proses seleksi promosi terbuka jabatan lurah. Saat proses tes online uji kompetensi bidang pun, ia tak mengikuti ujian tersebut.
Ia akan mengajukan uji materi ke MK karena menurutnya ada yang tidak sesuai dengan peraturan dan perundangan yang ada. Menurut Mulyadi, terdapat 80 peserta uji kompetensi dari staf lurah sampai camat yang tidak ikut ujian tersebut pada Sabtu dan Minggu kemarin. Ia pun sudah berkoordinasi untuk menolak proses uji kompetensi tersebut.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Gerakan Tantang Jokowi Dari Lurah Melebar ke Warga
Lurah Warakas, Jakarta Utara, Mulyadi tegas menolak kebijakan Gubernur
DKI Jakarta Joko Widodo soal lelang jabatan lurah dan camat. Langkah
Mulyadi ini ternyata mengundang banyak reaksi.
Warga Warakas menunjukkan bentuk dukungan dengan mengumpulkan tanda tangan di atas kain putih. Warga memberikan tanda tangan di atas kain putih sepanjang 10x50 cm. Spanduk berisi dukungan tersebut terpampang di kantor kelurahan Warakas.
Sebagian tulisannya warga mengkomentari polemik yang terus berkembang seperti, 'Jangan macam-macam dengan Warakas', 'Kebijaksanaan yang tidak bijaksana', 'Dukung Pak Mulyadi', 'Lurah bukan barang rongsokan yang bisa dijual bebas', 'Saya dukung Pak Mulyadi Lurah Warakas', hingga bertuliskan 'Mulyadi Lurah wong cilik'.
Teli (43), warga yang memprakarsai gerakan itu mengatakan, dukungan itu muncul tanpa ada paksaan dan intimidasi dari pihak manapun. Teli menambahkan salah satu pengalaman yang membekas terhadap Lurah Mulyadi ketika dirinya meminta tanda tangan untuk melengkapi berkas.
"Sekarang mana ada lurah yang lagi sakit mau melayani warganya, kayanya cuma Pak Lurah Warakas saja yang mau," ujar perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua RT 03/09 Warakas.
Perlawanan ini karena Mulyadi menganggap lelang jabatan mencederai Surat Keputusan (SK) pelantikan lurah dan camat yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri). Dia pun siap pasang badan jika Jokowi memecatnya.
"Itu harus divisionerkan dulu, yang namanya lelang jabatan itu buat inventaris barang kantor, buat fisik. Ini maksudnya enggak jelas lelang seperti apa?" tegas pria asal Solo itu kepada wartawan, Jakarta, Senin (29/4/2013).
Jokowi menanggapi santai hal ini dengan mempersilakan Mulyadi mengajukan gugatan. Dia justru menilai Lurah Warakas itu takut berkompetisi. "Kalau ada lurah seperti itu pertama dia sudah takut bersaing, tidak siap berkompetisi, artinya lagi dia sudah enggak siap kerja," ujar Jokowi.
"Itu melanggar apa, melanggar SK lah, melanggar apa lah, itu ga perlu. Mau gugat ya gugat, kita ga takut, silakan," tegasnya.
Meski Mulyadi melawan, Jokowi enggan memanggil bawahannya itu. Ia juga belum memutuskan apakan akan mencopot lurah kelahiran Solo itu atau tidak.
"Ya itu kewenangan saya (mencopot). Kalau memang siap kerja melayani, kalau dia siap untuk bekerja ya dilakukan apapun ya berani-berani saja," ujarnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bahkan mengancam akan mengganti Lurah Warakas Jakarta Utara, Mulyadi. Ahok menjelaskan akan mengganti lurah dan camat jika tak sesuai visi misi mereka dalam membangun Jakarta Baru.
"Sekarang saja kalau mau kita bisa ganti dia kok. Urusannya apa itu, enggak ada urusan itu," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (1/5/2013).
Terkait gugatan Mulyadi yang akan disampaikan ke Mahkamah Konstitusi, Ahok menanggapi dengan santai. "Ya enggak apa-apa, dasar gugatnya apa, ya kan. Kan kalau mau copot lurah camat kan hak-haknya kita saja kalau mau ganti," katanya.
Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) se-DKI Jakarta, Mochamad Yusuf mengingatkan Jokowi agar mendengar kritikan dari anak buahnya. Apalagi jabatan lurah dan camat merupakan ujung tombak di elemen masyarakat.
"Pak Jokowi harus lebih mendengar aspirasi dari warganya langsung. Karena mengusung keterbukaan sekarang ini, warga melihat lelang jabatan camat dan lurah menjadi lebih baik," imbuh Yusuf.
Sumber :
merdeka.com
Warga Warakas menunjukkan bentuk dukungan dengan mengumpulkan tanda tangan di atas kain putih. Warga memberikan tanda tangan di atas kain putih sepanjang 10x50 cm. Spanduk berisi dukungan tersebut terpampang di kantor kelurahan Warakas.
Sebagian tulisannya warga mengkomentari polemik yang terus berkembang seperti, 'Jangan macam-macam dengan Warakas', 'Kebijaksanaan yang tidak bijaksana', 'Dukung Pak Mulyadi', 'Lurah bukan barang rongsokan yang bisa dijual bebas', 'Saya dukung Pak Mulyadi Lurah Warakas', hingga bertuliskan 'Mulyadi Lurah wong cilik'.
Teli (43), warga yang memprakarsai gerakan itu mengatakan, dukungan itu muncul tanpa ada paksaan dan intimidasi dari pihak manapun. Teli menambahkan salah satu pengalaman yang membekas terhadap Lurah Mulyadi ketika dirinya meminta tanda tangan untuk melengkapi berkas.
"Sekarang mana ada lurah yang lagi sakit mau melayani warganya, kayanya cuma Pak Lurah Warakas saja yang mau," ujar perempuan yang juga menjabat sebagai Ketua RT 03/09 Warakas.
Perlawanan ini karena Mulyadi menganggap lelang jabatan mencederai Surat Keputusan (SK) pelantikan lurah dan camat yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri). Dia pun siap pasang badan jika Jokowi memecatnya.
"Itu harus divisionerkan dulu, yang namanya lelang jabatan itu buat inventaris barang kantor, buat fisik. Ini maksudnya enggak jelas lelang seperti apa?" tegas pria asal Solo itu kepada wartawan, Jakarta, Senin (29/4/2013).
Jokowi menanggapi santai hal ini dengan mempersilakan Mulyadi mengajukan gugatan. Dia justru menilai Lurah Warakas itu takut berkompetisi. "Kalau ada lurah seperti itu pertama dia sudah takut bersaing, tidak siap berkompetisi, artinya lagi dia sudah enggak siap kerja," ujar Jokowi.
"Itu melanggar apa, melanggar SK lah, melanggar apa lah, itu ga perlu. Mau gugat ya gugat, kita ga takut, silakan," tegasnya.
Meski Mulyadi melawan, Jokowi enggan memanggil bawahannya itu. Ia juga belum memutuskan apakan akan mencopot lurah kelahiran Solo itu atau tidak.
"Ya itu kewenangan saya (mencopot). Kalau memang siap kerja melayani, kalau dia siap untuk bekerja ya dilakukan apapun ya berani-berani saja," ujarnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bahkan mengancam akan mengganti Lurah Warakas Jakarta Utara, Mulyadi. Ahok menjelaskan akan mengganti lurah dan camat jika tak sesuai visi misi mereka dalam membangun Jakarta Baru.
"Sekarang saja kalau mau kita bisa ganti dia kok. Urusannya apa itu, enggak ada urusan itu," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Rabu (1/5/2013).
Terkait gugatan Mulyadi yang akan disampaikan ke Mahkamah Konstitusi, Ahok menanggapi dengan santai. "Ya enggak apa-apa, dasar gugatnya apa, ya kan. Kan kalau mau copot lurah camat kan hak-haknya kita saja kalau mau ganti," katanya.
Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) se-DKI Jakarta, Mochamad Yusuf mengingatkan Jokowi agar mendengar kritikan dari anak buahnya. Apalagi jabatan lurah dan camat merupakan ujung tombak di elemen masyarakat.
"Pak Jokowi harus lebih mendengar aspirasi dari warganya langsung. Karena mengusung keterbukaan sekarang ini, warga melihat lelang jabatan camat dan lurah menjadi lebih baik," imbuh Yusuf.
Sumber :
merdeka.com
Jakarta Diteror Macet Gara-gara Banjir, Apa Kabar Program Jokowi?
Banjir dan macet masih jadi penyakit klasik di Ibu Kota Jakarta. Sistem
drainase yang buruk membuat genangan air mudah muncul dan membuat
kemacetan.
Apa kabar program pembenahan drainase di yang diimpikan Joko Widodo? Pengamat perkotaan Yayat Supriatna mengatakan pembenahan drainase di Jakarta belum dilakukan menyeluruh.
"Banyak fungsi lahan berubah. Harus ada terobosan baru untuk mengatasi masalah genangan yang semakin parah," kata Yayat Kamis (2/5/2013).
Menurut dia, pemeliharaan draniase masih buruk. Selain itu drainase yang ada sudah tidak sesuai dengan perkembangan kota. "Tingkat kesadaran membuang sampah pada tempatnya juga minim," ujarnya.
Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air Sudin Pekerjaan Umum Fakhrurrazi mengatakan pemeliharaan drainase dilakukan secara berkala. Sementara sejumlah program terkait drainase seperti crossing di Casablanca, Jaksel, masih menunggu tender.
"Termasuk untuk pengerukan Kali Cideng untuk menampung air, juga masih tender," katanya terpisah.
Genangan air dengan ketinggian 20-50 centimeter terjadi di sejumlah ruas jalan tadi malam. Hingga pagi ini genangan masih ada di titik tertentu.
Genangan setinggi 20 cm terjadi di Jalan Kiai Tapa depan Universitas Trisakti. Kepadatan kendaraan terjadi dari titik genangan hingga Jalan KH Hasyim Ashari, atau di depan Mall Taman Anggrek.
Genangan setinggi 30 cm menggenangi Jalan Daan Mogot di depan Kantor Samsat Jakarta Barat. Alhasil, arus lalu lintas dari arah Cengkareng menuju Grogol berjalan padat merayap.
Genangan air setinggi 15 cm juga masih menyelimuti ruas jalan di depan WTC Mangga Dua, Jakarta Pusat.
Sumber :
news.detik.com
Apa kabar program pembenahan drainase di yang diimpikan Joko Widodo? Pengamat perkotaan Yayat Supriatna mengatakan pembenahan drainase di Jakarta belum dilakukan menyeluruh.
"Banyak fungsi lahan berubah. Harus ada terobosan baru untuk mengatasi masalah genangan yang semakin parah," kata Yayat Kamis (2/5/2013).
Menurut dia, pemeliharaan draniase masih buruk. Selain itu drainase yang ada sudah tidak sesuai dengan perkembangan kota. "Tingkat kesadaran membuang sampah pada tempatnya juga minim," ujarnya.
Kabid Pengelolaan Sumber Daya Air Sudin Pekerjaan Umum Fakhrurrazi mengatakan pemeliharaan drainase dilakukan secara berkala. Sementara sejumlah program terkait drainase seperti crossing di Casablanca, Jaksel, masih menunggu tender.
"Termasuk untuk pengerukan Kali Cideng untuk menampung air, juga masih tender," katanya terpisah.
Genangan air dengan ketinggian 20-50 centimeter terjadi di sejumlah ruas jalan tadi malam. Hingga pagi ini genangan masih ada di titik tertentu.
Genangan setinggi 20 cm terjadi di Jalan Kiai Tapa depan Universitas Trisakti. Kepadatan kendaraan terjadi dari titik genangan hingga Jalan KH Hasyim Ashari, atau di depan Mall Taman Anggrek.
Genangan setinggi 30 cm menggenangi Jalan Daan Mogot di depan Kantor Samsat Jakarta Barat. Alhasil, arus lalu lintas dari arah Cengkareng menuju Grogol berjalan padat merayap.
Genangan air setinggi 15 cm juga masih menyelimuti ruas jalan di depan WTC Mangga Dua, Jakarta Pusat.
Sumber :
news.detik.com
Jokowi Akan Luncurkan MRT di Bundaran HI
Pemprov DKI Jakarta memastikan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan melakukan soft launching atau peluncuran
pembangunan fisik Mass Rapid Transit (MRT) Kamis
(2/5/2013).
Soft launching ditandai dengan pengumuman konsorsium pemenang lelang konstruksi sipil sebanyak tiga paket konstruksi, yakni tiga paket bawah tanah dan tiga konstruksi layang. Soft launching akan diselenggarakan di Bundaran HI.
Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) membenarkan soft launching MRT dilaksanakan, Kamis (2/5/2013) di Bundaran Hotel Indonesa (HI).
“Iya, soft launching MRT di Bundaran HI. Saya tidak ikut, kan mubazir dua orang ke satu tempat seremonial. Saya lebih baik pimpin rapat,” ujar Basuki. Dikatakan Basuki, pihaknya sudah mengantongi surat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.
"Ya intinya begitu. Dewan sudah menyetujui," tambah Ahok.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta, Dono Boestami, mengungkapkan, pihaknya mengikuti ketentuan Pemprov DKI.
"Kami masih menunggu keputusan Pemprov DKI Jakarta mengenai jadi atau tidaknya soft launching," ucapnya.
Soft launching ditandai dengan pengumuman konsorsium pemenang lelang konstruksi sipil sebanyak tiga paket konstruksi, yakni tiga paket bawah tanah dan tiga konstruksi layang. Soft launching akan diselenggarakan di Bundaran HI.
Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) membenarkan soft launching MRT dilaksanakan, Kamis (2/5/2013) di Bundaran Hotel Indonesa (HI).
“Iya, soft launching MRT di Bundaran HI. Saya tidak ikut, kan mubazir dua orang ke satu tempat seremonial. Saya lebih baik pimpin rapat,” ujar Basuki. Dikatakan Basuki, pihaknya sudah mengantongi surat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta.
"Ya intinya begitu. Dewan sudah menyetujui," tambah Ahok.
Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) PT MRT Jakarta, Dono Boestami, mengungkapkan, pihaknya mengikuti ketentuan Pemprov DKI.
"Kami masih menunggu keputusan Pemprov DKI Jakarta mengenai jadi atau tidaknya soft launching," ucapnya.
Jokowi Umumkan Pemenang Tender MRT Hari Ini Kamis 2 Mei 2013
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan mengumumkan pemenang
tender pembangunan sistem kereta bawah tanah Mass Rapid Transit (MRT),
pada hari ini, Kamis 2 Mei 2013. Masa sanggah untuk penentuan pemenang
tender berakhir kemarin sore. "Jika sudah jelas, baru saya bisa
ngomong," kata Jokowi, Rabu 1 Mei 2013.
Pengumuman pemenang tender pelaksanaan MRT jalur utara-selatan tahap pertama (Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia) sudah lama tertunda. Seharusnya pemenang tender jalur sepanjang 15, 7 kilometer ini diumumkan pada September 2012 lalu. Sebelum diganti, Gubernur Jakarta sebelumnya Fauzi Bowo, sempat mengumumkan bahwa nominasi pemenang proyek Rp 4,5 triliun ini adalah konsorsium Shimitzu yang beranggotakan Obayashi, Wijaya Karya dan Jaya Konstruksi, serta konsorsium Sumitomo Mitsui bersama Hutama Karya.
Jokowi menjelaskan masa sanggah pengumuman pemenang tender MRT berakhir pukul 17.00 kemarin. Ketika berbicara pada wartawan, dia mengaku belum mendapat laporan soal adanya sanggahan. Kalau ada sanggahan, maka pengumuman pemenang tender harus ditunda untuk memverifikasi laporan keberatan tersebut.
Menurut Jokowi, begitu pemenang tender diumumkan, konstruksi proyek MRT bisa langsung dimulai. "Kalau menang, besok pagi mau mulai silahkan," katanya tegas. Dia sendiri mengaku tidak begitu ambil pusing kapan proyek raksasa ini akan dimulai. “Yang penting buat saya, MRT selesai 2017,” katanya.
Penyelesaian masalah administrasi dan pembayaran uang muka biaya proyek, menurut Jokowi, akan segera diurus PT MRT Jakarta. Pencairan dana hibah dari Pemerintah Jepang untuk proyek ini juga sempat tertunda karena Jokowi menolak memenuhi permintaan Kementerian Keuangan untuk menandatangani surat kesediaan bertanggungjawab mutlak. Belakangan, pemerintah pusat mengalah dan membiarkan surat itu ditandangani pejabat lain yang diberi kuasa oleh gubernur.
Sumber :
tempo.co
Pengumuman pemenang tender pelaksanaan MRT jalur utara-selatan tahap pertama (Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia) sudah lama tertunda. Seharusnya pemenang tender jalur sepanjang 15, 7 kilometer ini diumumkan pada September 2012 lalu. Sebelum diganti, Gubernur Jakarta sebelumnya Fauzi Bowo, sempat mengumumkan bahwa nominasi pemenang proyek Rp 4,5 triliun ini adalah konsorsium Shimitzu yang beranggotakan Obayashi, Wijaya Karya dan Jaya Konstruksi, serta konsorsium Sumitomo Mitsui bersama Hutama Karya.
Jokowi menjelaskan masa sanggah pengumuman pemenang tender MRT berakhir pukul 17.00 kemarin. Ketika berbicara pada wartawan, dia mengaku belum mendapat laporan soal adanya sanggahan. Kalau ada sanggahan, maka pengumuman pemenang tender harus ditunda untuk memverifikasi laporan keberatan tersebut.
Menurut Jokowi, begitu pemenang tender diumumkan, konstruksi proyek MRT bisa langsung dimulai. "Kalau menang, besok pagi mau mulai silahkan," katanya tegas. Dia sendiri mengaku tidak begitu ambil pusing kapan proyek raksasa ini akan dimulai. “Yang penting buat saya, MRT selesai 2017,” katanya.
Penyelesaian masalah administrasi dan pembayaran uang muka biaya proyek, menurut Jokowi, akan segera diurus PT MRT Jakarta. Pencairan dana hibah dari Pemerintah Jepang untuk proyek ini juga sempat tertunda karena Jokowi menolak memenuhi permintaan Kementerian Keuangan untuk menandatangani surat kesediaan bertanggungjawab mutlak. Belakangan, pemerintah pusat mengalah dan membiarkan surat itu ditandangani pejabat lain yang diberi kuasa oleh gubernur.
Sumber :
tempo.co
Rabu, 01 Mei 2013
Balas Budi, Jokowi Jadi Jurkam PAS di Pilgub Bali
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi bakal diterjunkan ke Bali untuk memompa semangat simpatisan pasangan kandidat gubernur Anak Agung Ngurah Puspayoga-Dewa Nyoman Sukrawan. Dua kader tulen PDI Perjuangan yang bertarung di Pilgub Bali 15 Mei 2013.
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristianto, beberapa juru kampanye tingkat nasional juga dipastikan hadir untuk pasangan Puspayoga-Sukrawan.
Bahkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan mengawal langsung berorasi dalam kampanye terbuka.
"Ibu Megawati akan datang tanggal 6 Mei dan berkampanye pada 7 Mei sampai tanggal 9 Mei," jelas Hasto usai menghadiri kampanye PAS di Kota Klungkung, Bali, Rabu 1 Mei 2013.
Jokowi akan lebih dahulu datang pada tangal 4 Mei dan bakal memompa semangat kader dan simpatisan PDIP pada 5 Mei di Denpasar.
Kehadiran dua elit PDIP itu, kata Hasto, sebagai bukti bahwa partainya memberi perhatian serius terhadap Pilgub Bali karena menjadi baromoter politik nasional.
Sejak awal, kata dia, semangat partainya adalah gotong royong. Sehingga saat kampanye juga akan mengerahkan tokoh-tokoh PDIP sendiri di tingkat pusat.
Jokowi, kata Hasto, selain memiliki alasan tanggung jawab partai untuk menjadi jurkam di Bali, juga punya 'utang budi' saat pilkada DKI Jakarta.
Menurutnya, Puspayoga dan Ketua DPD PDIP Bali Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi alias Tjok Rat, turut berperan dalam pemenangan Jokowi.
"Waktu itu Pak Tjok Rat dan Puspayoga hadir dengan mengumpulkan warga asal Bali di Jakarta untuk mendukung pemenangan Jokowi. Sehingga untuk alasan itu juga Pak Jokowi datang memberikan dukungan ke paket PAS," jelas Hato.
Selain itu, keberhasilan pilkada DKI yang berlangsung aman dan damai bisa menjadi inspirasi bagi Bali yang akan menggelar hajatan serupa. Puspayoga sendiri juga dinilai telah mempraktikkan berpolitik secara santun dan keteladanan saat kampanye.
"Bali dilihat dari sejarah, aspek sosial dan kulturalnya sangat menghargai kesantunan dan kedamaian. Dan, itu sejak awal telah ditunjukkan Puspayoga dan Sukrawan," ucapnya.
Jurkam nasional yang siap berkampanye untuk pasangan Puspayoga dan Sukrawan antara lain, Sekjen Tjahjo Kumolo, Wakil Ketua DPR Pramono Anung, Puan Maharani, Rieke Dyah Pitaloka dan Rano Karno.
Sumber :
nasional.viva.news.co.id
Menurut Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristianto, beberapa juru kampanye tingkat nasional juga dipastikan hadir untuk pasangan Puspayoga-Sukrawan.
Bahkan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri akan mengawal langsung berorasi dalam kampanye terbuka.
"Ibu Megawati akan datang tanggal 6 Mei dan berkampanye pada 7 Mei sampai tanggal 9 Mei," jelas Hasto usai menghadiri kampanye PAS di Kota Klungkung, Bali, Rabu 1 Mei 2013.
Jokowi akan lebih dahulu datang pada tangal 4 Mei dan bakal memompa semangat kader dan simpatisan PDIP pada 5 Mei di Denpasar.
Kehadiran dua elit PDIP itu, kata Hasto, sebagai bukti bahwa partainya memberi perhatian serius terhadap Pilgub Bali karena menjadi baromoter politik nasional.
Sejak awal, kata dia, semangat partainya adalah gotong royong. Sehingga saat kampanye juga akan mengerahkan tokoh-tokoh PDIP sendiri di tingkat pusat.
Jokowi, kata Hasto, selain memiliki alasan tanggung jawab partai untuk menjadi jurkam di Bali, juga punya 'utang budi' saat pilkada DKI Jakarta.
Menurutnya, Puspayoga dan Ketua DPD PDIP Bali Anak Agung Ngurah Oka Ratmadi alias Tjok Rat, turut berperan dalam pemenangan Jokowi.
"Waktu itu Pak Tjok Rat dan Puspayoga hadir dengan mengumpulkan warga asal Bali di Jakarta untuk mendukung pemenangan Jokowi. Sehingga untuk alasan itu juga Pak Jokowi datang memberikan dukungan ke paket PAS," jelas Hato.
Selain itu, keberhasilan pilkada DKI yang berlangsung aman dan damai bisa menjadi inspirasi bagi Bali yang akan menggelar hajatan serupa. Puspayoga sendiri juga dinilai telah mempraktikkan berpolitik secara santun dan keteladanan saat kampanye.
"Bali dilihat dari sejarah, aspek sosial dan kulturalnya sangat menghargai kesantunan dan kedamaian. Dan, itu sejak awal telah ditunjukkan Puspayoga dan Sukrawan," ucapnya.
Jurkam nasional yang siap berkampanye untuk pasangan Puspayoga dan Sukrawan antara lain, Sekjen Tjahjo Kumolo, Wakil Ketua DPR Pramono Anung, Puan Maharani, Rieke Dyah Pitaloka dan Rano Karno.
Sumber :
nasional.viva.news.co.id
Jokowi Diterbangkan ke Bali Oleh PDIP, Ada Apa?
Politisi PDI Perjuangan (PDIP) yang juga Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo bakal diterbangkan ke Bali untuk memenangkan pasangan
Puspayoga-Sukrawan (PAS) dalam Pemilihan Gubernur Bali. Kehadiran Jokowi
-panggilan akrab Joko Widodo- diharapkan bisa memompa semangat kader
dan simpatisan PAS.
"Beberapa jurkam nasional dipastikan hadir selama kampanye pasangan Puspayoga dan Sukrawan (PAS) di sejumlah daerah di Bali," kata Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristianto di Klungkung, Bali, Rabu (1/5).
Selain Jokowi, Hasto mengungkapkan juru kampanye (jurkam) nasional PDI Perjuangan yang akan turun ke Bali, termasuk Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Putri mendiang Soekarno itu bakal mengawal langsung kampanye pasangan PAS.
Tidak hanya Jokowi dan Megawati, jurkam nasional pasangan PAS lainnya yaitu Sekretaris Jenderal PDIP Tjahyo Kumolo, Pramono Anung, Puan Maharani, Rieke Diah Pitaloka, Rano Karno dan sejumlah elite partai berlambang Banteng itu.
Menurut Hasto, sejak awal semangat PDIP adalah gotong royong sehingga saat kampanye tokoh-tokoh PDIP dari tingkat pusat turut dikerahkan.
"Ibu Megawati akan datang tanggal 6 Mei dan berkampanye pada 7 Mei sampai tanggal 9 Mei. Sedangkan, Jokowi akan lebih dahulu datang pada tangal 4 Mei dan bakal memompa semangat kader dan simpatisan PDIP pada 5 Mei di Denpasar," jelas Hasto.
Sumber :
republika.co.id
"Beberapa jurkam nasional dipastikan hadir selama kampanye pasangan Puspayoga dan Sukrawan (PAS) di sejumlah daerah di Bali," kata Wakil Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristianto di Klungkung, Bali, Rabu (1/5).
Selain Jokowi, Hasto mengungkapkan juru kampanye (jurkam) nasional PDI Perjuangan yang akan turun ke Bali, termasuk Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Putri mendiang Soekarno itu bakal mengawal langsung kampanye pasangan PAS.
Tidak hanya Jokowi dan Megawati, jurkam nasional pasangan PAS lainnya yaitu Sekretaris Jenderal PDIP Tjahyo Kumolo, Pramono Anung, Puan Maharani, Rieke Diah Pitaloka, Rano Karno dan sejumlah elite partai berlambang Banteng itu.
Menurut Hasto, sejak awal semangat PDIP adalah gotong royong sehingga saat kampanye tokoh-tokoh PDIP dari tingkat pusat turut dikerahkan.
"Ibu Megawati akan datang tanggal 6 Mei dan berkampanye pada 7 Mei sampai tanggal 9 Mei. Sedangkan, Jokowi akan lebih dahulu datang pada tangal 4 Mei dan bakal memompa semangat kader dan simpatisan PDIP pada 5 Mei di Denpasar," jelas Hasto.
republika.co.id
Tanggapi Eks PNS DKI Terjerat Korupsi, Jokowi: Terus Mau Diapakan?
Dua mantan pegawai Dinas Kebersihan DKI Jakarta menjadi tersangka dugaan
kasus korupsi pengadaan mobil toilet. Bagaimana respon Jokowi?
"Terus mau diapakan?" kata Jokowi sambil membenarkan benang yang menjuntai dari kemejanya, di Balai Kota DKI Jakarta Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/5/2013).
Jokowi menyerahkan semua itu pada proses hukum dan berjanji mencegah korupsi tidak terulang kembali di bawah kepemimpinannya.
"Ya kalau sudah masuk wilayah hukum, ya sudah. Antisipasinya management controling, pengawasan, dan keterbukaan seperti sekarang," ujar Jokowi sekenanya.
Para wartawan yang meminta tanggapannya merasa tidak puas. "Ya bagaimana? Harus jawab apa? Ini lho nyabut ini (benang)," ujar Jokowi.
Jokowi mengaku tidak mengerti masalah yang menjerat dua mantan pegawai negeri sipil berinisial LL dan A tersebut. Ia pun mengingatkan jajarannya untuk berhati-hati agar tak terjadi kasus serupa.
"Saya nggak mengerti masalahnya bagaimana, saya nggak ngerti. Oleh sebab itu, semua hati-hatilah untuk mengerjakan apapun. Hati-hati, hati-hati," tutup Jokowi.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan LL dan A menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kendaraan mobil toilet VVIP besar, dan toilet kecil pada Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta. Pengadaan toilet tersebut berasal dari tahun anggaran 2009 diduga telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 5,3 miliar.
Sumber :
news.detik.com
"Terus mau diapakan?" kata Jokowi sambil membenarkan benang yang menjuntai dari kemejanya, di Balai Kota DKI Jakarta Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/5/2013).
Jokowi menyerahkan semua itu pada proses hukum dan berjanji mencegah korupsi tidak terulang kembali di bawah kepemimpinannya.
"Ya kalau sudah masuk wilayah hukum, ya sudah. Antisipasinya management controling, pengawasan, dan keterbukaan seperti sekarang," ujar Jokowi sekenanya.
Para wartawan yang meminta tanggapannya merasa tidak puas. "Ya bagaimana? Harus jawab apa? Ini lho nyabut ini (benang)," ujar Jokowi.
Jokowi mengaku tidak mengerti masalah yang menjerat dua mantan pegawai negeri sipil berinisial LL dan A tersebut. Ia pun mengingatkan jajarannya untuk berhati-hati agar tak terjadi kasus serupa.
"Saya nggak mengerti masalahnya bagaimana, saya nggak ngerti. Oleh sebab itu, semua hati-hatilah untuk mengerjakan apapun. Hati-hati, hati-hati," tutup Jokowi.
Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan LL dan A menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan kendaraan mobil toilet VVIP besar, dan toilet kecil pada Dinas Kebersihan Pemprov DKI Jakarta. Pengadaan toilet tersebut berasal dari tahun anggaran 2009 diduga telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 5,3 miliar.
Sumber :
news.detik.com
Massa Buruh Tinggalkan Sampah, Jokowi: Mestinya yang Demo Nyapu Jalan
Unjuk rasa massa buruh di Jakarta yang menyisakan rusaknya taman dan
ceceran sampah sisa makanan membuat Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi),
gusar. Dia pun mengingatkan pengunjuk untuk membantu menjaga kebersihan
kota, bahka ikut menyapu jalan dan menanam kembali tanaman yang rusak.
"Ya mestinya yang demo itu nyapu jalan-jalan yang kotor itu dan menanam tanaman yang rusak. Ya harus gitu!" ujar Jokowi di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (1/5/2013).
"Mosok saya yang bagian nyapu," sambungnya dalam nada canda.
Jokowi mengakui dirinya tidak menemui massa buruh pengunjuk rasa hari ini. Dia berharap Hari Buruh tahun mendatang tidak lagi diperingati dengan unjuk rasa sebab menggangu aktifitas masyarakat lainnya juga.
"Hari Buruh itu sebaiknya nggak usah demo, ya kan? Karena memacetkan lalu-lintas, mengganggu masyarakat yang lain. Menyampaikan aspirasinya tidak harus lewat demo," kata Jokowi.
Sumber :
news.detik.com
"Ya mestinya yang demo itu nyapu jalan-jalan yang kotor itu dan menanam tanaman yang rusak. Ya harus gitu!" ujar Jokowi di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (1/5/2013).
"Mosok saya yang bagian nyapu," sambungnya dalam nada canda.
Jokowi mengakui dirinya tidak menemui massa buruh pengunjuk rasa hari ini. Dia berharap Hari Buruh tahun mendatang tidak lagi diperingati dengan unjuk rasa sebab menggangu aktifitas masyarakat lainnya juga.
"Hari Buruh itu sebaiknya nggak usah demo, ya kan? Karena memacetkan lalu-lintas, mengganggu masyarakat yang lain. Menyampaikan aspirasinya tidak harus lewat demo," kata Jokowi.
Sumber :
news.detik.com
Jokowi Tanggapi Usulan Warga Soal Pemagaran Makam Uje
Banyak warga DKI mengusulkan agar makam Ustad Jeffry Al Buchori (Uje)
dipagari untuk menghormati almarhum ustad gaul tersebut. Apa respons
Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) ?
"Ya ini kan masih dalam proses, karena memang banyak ide-idenya, diambil dari masyarakat untuk melakukan itu. Kalau saya memang masyarakat ini menghendaki, masyarakat meminta, ya saya kira tidak ada masalah untuk dilaksanakan," jawab Jokowi ketika ditanya mengenai usulan pemakaman makam Uje.
Hal itu disampaikan Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/5/2013).
Ketika wartawan menanyakan apakah makam Uje akan menjadi cagar budaya, Jokowi menjawab, "Kalau menjadi cagar budaya kan ada tahapan-tahapannya itu kan, masih panjanglah. Yang paling penting permintaan dari masyarakat bisa kita penuhi," imbuhnya.
Jokowi selama ini mengaku bahwa belum pernah bertemu ustad yang meninggal di usia 40 tahun itu kendati sudah pernah mendengar kiprah Uje. Jokowi belum bisa memastikan kapan akan membangun pagar di makam Uje.
"Belum, saya masih mengumpulkan total (masukan) semua yang berkaitan dengan itu, jadi belum, belum," jelas Jokowi.
Hingga hari ini masih banyak warga yang mendatangi makam Uje di TPU Karet Tengsin.
Sumber :
news.detik.com
"Ya ini kan masih dalam proses, karena memang banyak ide-idenya, diambil dari masyarakat untuk melakukan itu. Kalau saya memang masyarakat ini menghendaki, masyarakat meminta, ya saya kira tidak ada masalah untuk dilaksanakan," jawab Jokowi ketika ditanya mengenai usulan pemakaman makam Uje.
Hal itu disampaikan Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/5/2013).
Ketika wartawan menanyakan apakah makam Uje akan menjadi cagar budaya, Jokowi menjawab, "Kalau menjadi cagar budaya kan ada tahapan-tahapannya itu kan, masih panjanglah. Yang paling penting permintaan dari masyarakat bisa kita penuhi," imbuhnya.
Jokowi selama ini mengaku bahwa belum pernah bertemu ustad yang meninggal di usia 40 tahun itu kendati sudah pernah mendengar kiprah Uje. Jokowi belum bisa memastikan kapan akan membangun pagar di makam Uje.
"Belum, saya masih mengumpulkan total (masukan) semua yang berkaitan dengan itu, jadi belum, belum," jelas Jokowi.
Hingga hari ini masih banyak warga yang mendatangi makam Uje di TPU Karet Tengsin.
Sumber :
news.detik.com
PDIP: Prabowo Hanya Boleh Melirik Jokowi
Prabowo mengincar Jokowi sebagai cawapresnya. Namun PDIP tak
mengindahkan ketertarikan Prabowo terhadap salah satu kadernya yang
sangat populer itu.
"Siapapun berusaha untuk sekadar melirik saja kan tidak masalah, hak setiap orang," kata Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo, saat dihubungi detikcom, Rabu (1/5/2013).
Tjahjo mengatakan hingga saat ini masih berkonsentrasi persiapan Pemilu 2014. Belum ada agenda pembahasan soal pilpres di dapur partai berlambang banteng moncong putih itu.
"Belum ada agenda DPP PDI Perjuangan membicarakan soal persiapan koalisi atau pilpres," ujar pria yang juga anggota Komisi I DPR ini.
Para petinggi Partai Gerindra membocorkan Ketua Dewan Pembina partainye mengincar Jokowi menjadi cawapres. Namun ada masalah dari rencana itu, yaitu kisruh PDIP dan Gerindra yang belum reda.
Sumber :
news.detik.com
"Siapapun berusaha untuk sekadar melirik saja kan tidak masalah, hak setiap orang," kata Sekjen PDIP, Tjahjo Kumolo, saat dihubungi detikcom, Rabu (1/5/2013).
Tjahjo mengatakan hingga saat ini masih berkonsentrasi persiapan Pemilu 2014. Belum ada agenda pembahasan soal pilpres di dapur partai berlambang banteng moncong putih itu.
"Belum ada agenda DPP PDI Perjuangan membicarakan soal persiapan koalisi atau pilpres," ujar pria yang juga anggota Komisi I DPR ini.
Para petinggi Partai Gerindra membocorkan Ketua Dewan Pembina partainye mengincar Jokowi menjadi cawapres. Namun ada masalah dari rencana itu, yaitu kisruh PDIP dan Gerindra yang belum reda.
Sumber :
news.detik.com
Jika Tak Disanggah, Jokowi Putuskan Tender MRT Malam Ini
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan memutuskan pemenang tender pembangunan transportasi cepat massal (MRT)
pada malam ini, Rabu (1/5/2013). Kepastian pengumuman pemenang lelang
akan dilakukan jika tak ada sanggahan dari para peserta tender
megaproyek tersebut.
"Waktu sanggah sampai pukul 17.00 nanti. Kalau clear (tak ada sanggahan), malamnya saya putuskan dan besok saya sampaikan," kata Jokowi di Sunter, Jakarta Utara, Rabu siang.
Mantan Wali Kota Surakarta ini menyampaikan, hingga hari ini, belum ada peserta tender yang mengajukan keberatan. Dengan begitu, soft launching angkutan massal berbasis rel ini bisa segera dilakukan. Namun, bila ternyata ada peserta tender yang mengajukan sanggahan pada detik-detik akhir, proses penentuan pemenang tender akan tertunda selama lima hari ke depan.
"Saya kira tidak akan ada (sanggahan). Segera diluncurkan, dimulai pembangunan, dan 2017 harus selesai," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami belum mau berkomentar tentang pemenang tender. Ia juga memilih tutup mulut terkait waktu peluncuran MRT. Baginya yang terpenting adalah memastikan waktu sanggah berlangsung baik supaya proses selanjutnya bisa segera dilaksanakan.
"Tunggu nanti malam saja bagaimana keputusannya," ujarnya.
Hingga saat ini, yang baru diketahui adalah pemenang lelang tiga paket underground senilai Rp 4,5 triliun. Paket itu dimenangkan oleh dua konsorsium yang dipilih dari gabungan 10 perusahaan Jepang dan badan usaha milik negara, yaitu Shimizu-Obayashi-Wijaya Karya-Jaya Construction Joint Venture untuk dua paket, sementara Sumitomo Mitsui Construction Company (SMCC)-Hutama Karya Joint Operation dipilih untuk satu paket.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
"Waktu sanggah sampai pukul 17.00 nanti. Kalau clear (tak ada sanggahan), malamnya saya putuskan dan besok saya sampaikan," kata Jokowi di Sunter, Jakarta Utara, Rabu siang.
Mantan Wali Kota Surakarta ini menyampaikan, hingga hari ini, belum ada peserta tender yang mengajukan keberatan. Dengan begitu, soft launching angkutan massal berbasis rel ini bisa segera dilakukan. Namun, bila ternyata ada peserta tender yang mengajukan sanggahan pada detik-detik akhir, proses penentuan pemenang tender akan tertunda selama lima hari ke depan.
"Saya kira tidak akan ada (sanggahan). Segera diluncurkan, dimulai pembangunan, dan 2017 harus selesai," ujarnya.
Sebelumnya, Direktur Utama PT MRT Jakarta Dono Boestami belum mau berkomentar tentang pemenang tender. Ia juga memilih tutup mulut terkait waktu peluncuran MRT. Baginya yang terpenting adalah memastikan waktu sanggah berlangsung baik supaya proses selanjutnya bisa segera dilaksanakan.
"Tunggu nanti malam saja bagaimana keputusannya," ujarnya.
Hingga saat ini, yang baru diketahui adalah pemenang lelang tiga paket underground senilai Rp 4,5 triliun. Paket itu dimenangkan oleh dua konsorsium yang dipilih dari gabungan 10 perusahaan Jepang dan badan usaha milik negara, yaitu Shimizu-Obayashi-Wijaya Karya-Jaya Construction Joint Venture untuk dua paket, sementara Sumitomo Mitsui Construction Company (SMCC)-Hutama Karya Joint Operation dipilih untuk satu paket.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Jokowi: Tidak Ada yang Meminang Saya Jadi Cawapres
Nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan telah dipinang
oleh Prabowo Subianto sebagai Cawapres. Jokowo pun membantah kabar
tersebut.
"Tidak ada pinangan," kata Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/5/2013).
Bahkan Jokowi pun tidak berniat untuk masuk dalam bursa capres dan cawapres 2014.
"Saya tidak pernah berpikir ke sana. Apalagi soal pinangan," ucapnya.
Jokowi memilih menuntaskan persoalan di DKI Jakarta. Karena Jokowi pernah menjanjikan akan menuntaskan macet dan banjir di DKI Jakarta.
"Saya mau fokus mengatasi banjir, macet," imbuhnya.
Sumber :
news.detik.com
"Tidak ada pinangan," kata Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (1/5/2013).
Bahkan Jokowi pun tidak berniat untuk masuk dalam bursa capres dan cawapres 2014.
"Saya tidak pernah berpikir ke sana. Apalagi soal pinangan," ucapnya.
Jokowi memilih menuntaskan persoalan di DKI Jakarta. Karena Jokowi pernah menjanjikan akan menuntaskan macet dan banjir di DKI Jakarta.
"Saya mau fokus mengatasi banjir, macet," imbuhnya.
Sumber :
news.detik.com
Jokowi Undang Metallica, Siapkan Monas, TMII, dan Kota Tua
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengatakan telah mengundang band Metallica untuk tampil di Jakarta. Band rock asal Amerika Serikat ini rencananya akan tampil menghibur warga Jakarta, dan akan berkolaborasi dengan tarian Kecak khas Bali.
Jokowi menceritakan, rencana itu berawal dari seorang promotor, Jonathan Liu, yang berkunjung ke Amerika Serikat dan bertemu bassis Metallica, Robert Trujillo. Kemudian, Jonathan meminta dan mengundang Metallica untuk tampil di Jakarta.
"Kemudian Pak Jonathan pulang ke Indonesia dan menyampaikan ke saya. Saya setuju sekali. Dan langsung saya tawarkan untuk mainnya di Jakarta," kata Jokowi di Sunter, Jakarta Utara, Rabu (1/4/).
Menurut Jokowi, dirinya menawarkan tiga tempat untuk digelarnya konser kolaborasi musik tersebut. Yakni di Monumen Nasional (Monas), Fatahillah dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
"Jadi nanti tinggal pilih antara tiga tempat itu. Mudah-mudahan mereka (Metallica) mau," kata Jokowi.
"Saya dikirimin gitar bassnya Trujillo, lengkap dengan tanda tangan dan ada CDnya (compact disk). Gitarnya bagus banget. Agak berat, warnanya cokelat. Saya senang sekali," kata Jokowi.
Sumber :
merdeka.com
Jokowi menceritakan, rencana itu berawal dari seorang promotor, Jonathan Liu, yang berkunjung ke Amerika Serikat dan bertemu bassis Metallica, Robert Trujillo. Kemudian, Jonathan meminta dan mengundang Metallica untuk tampil di Jakarta.
"Kemudian Pak Jonathan pulang ke Indonesia dan menyampaikan ke saya. Saya setuju sekali. Dan langsung saya tawarkan untuk mainnya di Jakarta," kata Jokowi di Sunter, Jakarta Utara, Rabu (1/4/).
Menurut Jokowi, dirinya menawarkan tiga tempat untuk digelarnya konser kolaborasi musik tersebut. Yakni di Monumen Nasional (Monas), Fatahillah dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
"Jadi nanti tinggal pilih antara tiga tempat itu. Mudah-mudahan mereka (Metallica) mau," kata Jokowi.
"Saya dikirimin gitar bassnya Trujillo, lengkap dengan tanda tangan dan ada CDnya (compact disk). Gitarnya bagus banget. Agak berat, warnanya cokelat. Saya senang sekali," kata Jokowi.
Sumber :
merdeka.com
Jokowi Yakin Gol Messi Akan Hancurkan Muenchen
Semi final Liga Champions antara Barcelona dengan Bayern Muenchen
menyedot perhatian banyak pihak. Duel hidup mati antara kedua tim
tersebut bakal ditentukan malam nanti di Stadion Camp Nou.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara tatkala tim kesayangannya bakal main. Dirinya mengaku ngefans dengan pemain nomor punggung 10 tim sepakbola Barcelona, Lionel Messi.
"Salah satunya yang ngegolin Messi," ujar Jokowi di Balai Kota, Rabu (1/5/2013).
Pria yang terbiasa berkata-kata 'anu' ini enggan memprediksi berapa hasil akhir dalam laga nanti malam. Dirinya kawatir jika tebakan yang ia prediksikan bakal meleset.
Akan tetapi, Jokowi merasa tim yang identik dengan Messi ini mampu mengalahkan Muenchen dengan skor tipis. "Mepet-mepet lah, kira-kira ya 2-1, menang Barca," tebak Jokowi.
Sebelum menjadi pejabat pemerintahan, diakui Jokowi, dirinya sering kali menyambangi Barcelona saat masih fokus menjadi pengusaha mebel.
"Ya, kebetulan saya sering ke sana (Barcelona), tapi bukan nonton bola, tapi jualan mebel. Ya betul itu, pameran-pameran setahun berapa kali kita," terangnya.
Kedua tim bakal saling berhadapan, pada pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions, dini hari nanti. Bagi Blaugrana sebutan Barcelona laga ini tentu bakal terasa berat, karena mereka harus menyusul defisit empat gol dari The Bavarians pada pertandingan sebelumnya.
Sumber :
merdeka.com
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara tatkala tim kesayangannya bakal main. Dirinya mengaku ngefans dengan pemain nomor punggung 10 tim sepakbola Barcelona, Lionel Messi.
"Salah satunya yang ngegolin Messi," ujar Jokowi di Balai Kota, Rabu (1/5/2013).
Pria yang terbiasa berkata-kata 'anu' ini enggan memprediksi berapa hasil akhir dalam laga nanti malam. Dirinya kawatir jika tebakan yang ia prediksikan bakal meleset.
Akan tetapi, Jokowi merasa tim yang identik dengan Messi ini mampu mengalahkan Muenchen dengan skor tipis. "Mepet-mepet lah, kira-kira ya 2-1, menang Barca," tebak Jokowi.
Sebelum menjadi pejabat pemerintahan, diakui Jokowi, dirinya sering kali menyambangi Barcelona saat masih fokus menjadi pengusaha mebel.
"Ya, kebetulan saya sering ke sana (Barcelona), tapi bukan nonton bola, tapi jualan mebel. Ya betul itu, pameran-pameran setahun berapa kali kita," terangnya.
Kedua tim bakal saling berhadapan, pada pertandingan leg kedua semifinal Liga Champions, dini hari nanti. Bagi Blaugrana sebutan Barcelona laga ini tentu bakal terasa berat, karena mereka harus menyusul defisit empat gol dari The Bavarians pada pertandingan sebelumnya.
Sumber :
merdeka.com
PDIP Tak Mau Capreskan Jokowi di 2014
PDI Perjuangan menginginkan Joko Widodo (Jokowi) menuntaskan tugasnya
sebagai Gubernur DKI Jakarta selama satu periode. PDIP tak akan
menarik-narik Jokowi di Pilpres 2014.
"Dia kan dipilih rakyat, jadi kita akan kawal mendat itu untuk dia laksanakan tugas kampanye sampai tuntas, kan Jakarta butuh Jokowi," kata Ketua DPP PDIP Effendi Simbolon kepada detikcom, Rabu (1/5/2013).
Effendi meminta semua pihak tidak mendorong-dorong Jokowi untuk tidak menyelesaikan tugasnya di DKI Jakarta. Termasuk mendorong Jokowi maju di Pilpres 2014.
"Saya kira jangan ditarik-tarik ke kolam politik yang menyesatkan," kata Effendi.
Nantinya capres PDIP akan diputuskan oleh ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Keputusan tersebut akan diambil pada saat yang tepat.
"Kita nggak tahu nanti keputusan di Ibu Mega, kepada siapa ditunjuk, itu hak prerogatif beliau," tandasnya.
Sumber :
news.detik.com
"Dia kan dipilih rakyat, jadi kita akan kawal mendat itu untuk dia laksanakan tugas kampanye sampai tuntas, kan Jakarta butuh Jokowi," kata Ketua DPP PDIP Effendi Simbolon kepada detikcom, Rabu (1/5/2013).
Effendi meminta semua pihak tidak mendorong-dorong Jokowi untuk tidak menyelesaikan tugasnya di DKI Jakarta. Termasuk mendorong Jokowi maju di Pilpres 2014.
"Saya kira jangan ditarik-tarik ke kolam politik yang menyesatkan," kata Effendi.
Nantinya capres PDIP akan diputuskan oleh ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Keputusan tersebut akan diambil pada saat yang tepat.
"Kita nggak tahu nanti keputusan di Ibu Mega, kepada siapa ditunjuk, itu hak prerogatif beliau," tandasnya.
Sumber :
news.detik.com
PDIP Tak Rela Jokowi Jadi Cawapres Prabowo
Prabowo Subianto melirik Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjadi cawapres. Namun PDIP tak akan menyerahkan Jokowi.
"Setiap pihak berpendapat itu ya sah-sah saja, hanya kan ada realitasnya bahwa Jokowi itu kan kader PDIP dan Jokowi sekarang sedang menjadi gubernur DKI Jakarta," kata ketua DPP PDIP Effendi Simbolon kepada detikcom, Rabu (1/5/2013).
Effendi menuturkan, di PDIP juga ada aturan mainnya. Tidak mungkin seorang tokoh bisa langsung menerima tawaran cawapres pasangan partai lain.
"PDIP ada ketua umumnya Ibu Mega. Kami di internal tidak ada wacana seperti itu," kata Effendi.
Namun Effendi menghormati keinginan Prabowo. Karena memang elektabiltias Jokowi saat ini sedang cukup tinggi.
"Kami memandang itu hak setiap orang termasuk Pak Prabowo, sebagaimana demokrasi orang berhak bicara apa saja," tandasnya.
Sumber :
news.detik.com
"Setiap pihak berpendapat itu ya sah-sah saja, hanya kan ada realitasnya bahwa Jokowi itu kan kader PDIP dan Jokowi sekarang sedang menjadi gubernur DKI Jakarta," kata ketua DPP PDIP Effendi Simbolon kepada detikcom, Rabu (1/5/2013).
Effendi menuturkan, di PDIP juga ada aturan mainnya. Tidak mungkin seorang tokoh bisa langsung menerima tawaran cawapres pasangan partai lain.
"PDIP ada ketua umumnya Ibu Mega. Kami di internal tidak ada wacana seperti itu," kata Effendi.
Namun Effendi menghormati keinginan Prabowo. Karena memang elektabiltias Jokowi saat ini sedang cukup tinggi.
"Kami memandang itu hak setiap orang termasuk Pak Prabowo, sebagaimana demokrasi orang berhak bicara apa saja," tandasnya.
Sumber :
news.detik.com
Jokowi Bangga Peminat SMK di Jakarta Tinggi
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), menyambangi Sekolah Menengah
Kejuruan (SMK) Negeri 13, Palmerah, Jakarta Barat. Acara tersebut juga
dihadiri oleh perwakilan siswa dari 46 SMK yang ada di Jakarta.
Jokowi tiba di SMKN 13, Rabu (1/5/2013) pukul 12.00 WIB. Jokowi yang mengenakan kemeja putih tersebut langsung disambut riuh oleh ratusan pelajar sambil menerikkan yel-yel.
"Jokowi siapa yang punya. Jokowi siapa yang punya. Jokowi siapa yang punya. Jokowi siapa yang punya. Yang punya kita semua," ujar ratusan pelajar serempak.
Saat meberikan sambutan, Jokowi pun mengaku senang. Terlebih saat dia melihat antusias pelajar SMK yang hadir di sekolah tersebut. Tercatat dari 580 SMK yang ada di Jakarta, hadir sekitar 46 perwakilan SMK.
"Yang tercatat dalam laporan kepala dinas, siang ini hadir dari 46 SMK dari 580 SMK di Jakarta. Ini sebuah jumlah yang besar sekali," ujar Jokowi.
Jokowi yang mengaku kaget peminat sekolah kejuruan tersebut ternyata tinggi sekali. Dia menegaskan SMK merupakan salah satu faktor penting pendukung industri negara.
"Saya sangat bangga bahwa banyak anak-anak kita yang masuk di SMK. Karena apa? Yang saya tahu keterampilan kejuruan itu adanya di SMK dan itu sangat bagus sekali untuk mendukung industri di negara yang kita cintai ini," jelas Jokowi.
Sumber :
news.detik.com
Jokowi tiba di SMKN 13, Rabu (1/5/2013) pukul 12.00 WIB. Jokowi yang mengenakan kemeja putih tersebut langsung disambut riuh oleh ratusan pelajar sambil menerikkan yel-yel.
"Jokowi siapa yang punya. Jokowi siapa yang punya. Jokowi siapa yang punya. Jokowi siapa yang punya. Yang punya kita semua," ujar ratusan pelajar serempak.
Saat meberikan sambutan, Jokowi pun mengaku senang. Terlebih saat dia melihat antusias pelajar SMK yang hadir di sekolah tersebut. Tercatat dari 580 SMK yang ada di Jakarta, hadir sekitar 46 perwakilan SMK.
"Yang tercatat dalam laporan kepala dinas, siang ini hadir dari 46 SMK dari 580 SMK di Jakarta. Ini sebuah jumlah yang besar sekali," ujar Jokowi.
Jokowi yang mengaku kaget peminat sekolah kejuruan tersebut ternyata tinggi sekali. Dia menegaskan SMK merupakan salah satu faktor penting pendukung industri negara.
"Saya sangat bangga bahwa banyak anak-anak kita yang masuk di SMK. Karena apa? Yang saya tahu keterampilan kejuruan itu adanya di SMK dan itu sangat bagus sekali untuk mendukung industri di negara yang kita cintai ini," jelas Jokowi.
Sumber :
news.detik.com
Ketua Gerindra: Prabowo Incar Jokowi Jadi Cawapres
Kandidat capres mulai mencari pasangan cawapres untuk Pilpres 2014.
Kabarnya, Prabowo sedang mengincar gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
(Jokowi) menjadi kandidat cawapresnya.
"Bisa saja Pak Prabowo melihat Jokowi, Pak Prabowo kagum dengan apa yang dikerjakan Pak Jokowi hari ini, maka harapan kita lebih bagus dalam membangun Indonesia ini Pak Prabowo berpasangan dengan Pak Jokowi," kata Ketua DPP Gerindra Desmon J Mahesa, kepada detikcom, Rabu (1/5/2013).
Menurut Desmon pasangan Prabowo-Jokowi adalah pasangan serasi. Kombinasi ketegasan militer didampingi birokrat yang rajin blusukan.
"Jokowi ini kan karakter baru kepemimpinan, tinggal kita combine dengan ketegasan Pak Prabowo. Tentu Pak Prabowo presidennya karena Indonesia ini luas, Jokowi lebih kepada operasional dan blusukan," katanya.
Isu santer Prabowo mendesak Jokowi mendampinginya di Pilpres 2014. Bahkan diisukan hal ini membuat hubungan Prabowo dan Jokowi kurang harmonis. Namun isu ini ditampik Desmon.
"Hubungan Pak Prabowo dan Jokowi nggak ada masalah, baik-baik saja," kilah Desmon.
Namun persoalannya jika Prabowo ingin meminang Jokowi tentu harus mendapat restu PDIP. Sedangkan hubungan ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo merenggang pasca Pilgub DKI.
"Hubungan kita dengan PDIP kurang baik, PDIP ini arogan, kita punya pengalaman buruk sama PDIP. Tapi kita nggak tahu apa nanti situasi politik dan pilihan Pak Prabowo," tandasnya.
"Kalau sama PDIP kemungkinan kita tidak mau, kelihatan sekali PDIP ini arogan banget, kita punya pengalaman buruk sama cara berpolitik PDIP," kata Ketua DPP Partai Gerindra, Desmon J Mahesa, kepada detikcom, Rabu (1/5/2013).
Pengalaman buruk yang dimaksud adalah saat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan suaminya Taufiq Kiemas menyebut Prabowo menunggangi popularitas Jokowi. Memang popularitas Prabowo sebagai capres ikut melonjak bersamaan terpilihnya Jokowi menjadi gubernur DKI Jakarta.
"Ini masalah kita dengan cara berpolitik PDIP. Cara berpolitik PDIP yang menurut kita penuh intrik dan trik politik. Mungkin PDIP paranoid takut kita saingi jadi seolah-olah kita menunggangi," kata Desmon.
Namun perseteruan PDIP-Gerindra tak dihiraukan Prabowo. Kabarnya Prabowo telah berkomunikasi meminta Jokowi menjadi cawapresnya. Isu ini terkonfirmasi.
Menurut Desmon, Jokowi bukanlah kader PDIP tulen, dan mungkin saja bisa diajak menjadi cawapres Prabowo, tanpa harus diusung PDIP.
"Pak Jokowi itu dari dulu bukan orang partai, dia hadir di acara PDIP kan hanya menghormati PDIP saja. Seharusnya kalau Gerindra punya kegiatan, Jokowi juga berlaku sama karena terpilih menjadi Gubernur DKI kan karena dukungan Gerindra juga," jelas Desmon.
Namun duet Prabowo-Jokowi belumlah final. Konstelasi politik masih terus berlanjut. "Koalisi itu penting, kita terus menjalin komunikasi dengan semua partai. Nggak nomor satu pun kita bekerjasama dengan banyak partai dalam rangka membangun Indonesia ke depan," tandasnya.
"Oh ndak, ndak," kilah Jokowi sembari tersenyum, di sela-sela kunjungan ke SMKN 13 Rawa Belong, Jakarta Barat, Rabu (1/5/2013)
Hal ini disampaikan Jokowi saat ditanya apakah dirinya diminta secara langsung untuk mendampingi Prabowo di Pilpres 2014. Isu beredar Jokowi menampik tawaran Prabowo sehingga hubungan keduanya memanas.
Jokowi juga menampik pernah bertemu secara khusus dengan Prabowo menyangkut hal ini. "Ndak ada tuh," katanya masih sembari tersenyum.
Para petinggi Partai Gerindra membocorkan Ketua Dewan Pembina partainye mengincar Jokowi menjadi cawapres. Namun rencana Prabowo meminang Jokowi bisa terhalang kisruh PDIP-Gerindra yang belum reda.
Saat ditanya apakah isu seputar Pilpres membuat komunikasinya dengan Prabowo memanas, Jokowi pun hanya menggelengkan kepala, tentu saja sembari tersenyum.
Sumber :
news.detik.com
"Bisa saja Pak Prabowo melihat Jokowi, Pak Prabowo kagum dengan apa yang dikerjakan Pak Jokowi hari ini, maka harapan kita lebih bagus dalam membangun Indonesia ini Pak Prabowo berpasangan dengan Pak Jokowi," kata Ketua DPP Gerindra Desmon J Mahesa, kepada detikcom, Rabu (1/5/2013).
Menurut Desmon pasangan Prabowo-Jokowi adalah pasangan serasi. Kombinasi ketegasan militer didampingi birokrat yang rajin blusukan.
"Jokowi ini kan karakter baru kepemimpinan, tinggal kita combine dengan ketegasan Pak Prabowo. Tentu Pak Prabowo presidennya karena Indonesia ini luas, Jokowi lebih kepada operasional dan blusukan," katanya.
Isu santer Prabowo mendesak Jokowi mendampinginya di Pilpres 2014. Bahkan diisukan hal ini membuat hubungan Prabowo dan Jokowi kurang harmonis. Namun isu ini ditampik Desmon.
"Hubungan Pak Prabowo dan Jokowi nggak ada masalah, baik-baik saja," kilah Desmon.
Namun persoalannya jika Prabowo ingin meminang Jokowi tentu harus mendapat restu PDIP. Sedangkan hubungan ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo merenggang pasca Pilgub DKI.
"Hubungan kita dengan PDIP kurang baik, PDIP ini arogan, kita punya pengalaman buruk sama PDIP. Tapi kita nggak tahu apa nanti situasi politik dan pilihan Pak Prabowo," tandasnya.
Terhalang Kisruh Gerindra - PDIP
Elite Partai Gerindra tak menampik Prabowo Subianto sedang mengincar Joko Widodo (Jokowi) menjadi kandidat cawapresnya. Namun apa daya, duet Prabowo-Jokowi sulit terealisasi jika tak ada rekonsiliasi PDIP-Gerindra.
"Kalau sama PDIP kemungkinan kita tidak mau, kelihatan sekali PDIP ini arogan banget, kita punya pengalaman buruk sama cara berpolitik PDIP," kata Ketua DPP Partai Gerindra, Desmon J Mahesa, kepada detikcom, Rabu (1/5/2013).
Pengalaman buruk yang dimaksud adalah saat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan suaminya Taufiq Kiemas menyebut Prabowo menunggangi popularitas Jokowi. Memang popularitas Prabowo sebagai capres ikut melonjak bersamaan terpilihnya Jokowi menjadi gubernur DKI Jakarta.
"Ini masalah kita dengan cara berpolitik PDIP. Cara berpolitik PDIP yang menurut kita penuh intrik dan trik politik. Mungkin PDIP paranoid takut kita saingi jadi seolah-olah kita menunggangi," kata Desmon.
Namun perseteruan PDIP-Gerindra tak dihiraukan Prabowo. Kabarnya Prabowo telah berkomunikasi meminta Jokowi menjadi cawapresnya. Isu ini terkonfirmasi.
Menurut Desmon, Jokowi bukanlah kader PDIP tulen, dan mungkin saja bisa diajak menjadi cawapres Prabowo, tanpa harus diusung PDIP.
"Pak Jokowi itu dari dulu bukan orang partai, dia hadir di acara PDIP kan hanya menghormati PDIP saja. Seharusnya kalau Gerindra punya kegiatan, Jokowi juga berlaku sama karena terpilih menjadi Gubernur DKI kan karena dukungan Gerindra juga," jelas Desmon.
Namun duet Prabowo-Jokowi belumlah final. Konstelasi politik masih terus berlanjut. "Koalisi itu penting, kita terus menjalin komunikasi dengan semua partai. Nggak nomor satu pun kita bekerjasama dengan banyak partai dalam rangka membangun Indonesia ke depan," tandasnya.
Komentar Jokowi
Capres Partai Gerindra Prabowo Subianto mengincara gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjadi cawapresnya. Apakah Jokowi sudah diminta secara khusus menjadi cawapres pendamping Prabowo?
"Oh ndak, ndak," kilah Jokowi sembari tersenyum, di sela-sela kunjungan ke SMKN 13 Rawa Belong, Jakarta Barat, Rabu (1/5/2013)
Hal ini disampaikan Jokowi saat ditanya apakah dirinya diminta secara langsung untuk mendampingi Prabowo di Pilpres 2014. Isu beredar Jokowi menampik tawaran Prabowo sehingga hubungan keduanya memanas.
Jokowi juga menampik pernah bertemu secara khusus dengan Prabowo menyangkut hal ini. "Ndak ada tuh," katanya masih sembari tersenyum.
Para petinggi Partai Gerindra membocorkan Ketua Dewan Pembina partainye mengincar Jokowi menjadi cawapres. Namun rencana Prabowo meminang Jokowi bisa terhalang kisruh PDIP-Gerindra yang belum reda.
Saat ditanya apakah isu seputar Pilpres membuat komunikasinya dengan Prabowo memanas, Jokowi pun hanya menggelengkan kepala, tentu saja sembari tersenyum.
Sekjen Gerindra: Duet Prabowo-Jokowi Belum Final
Sejumlah elite Gerindra menyebutkan Prabowo Subianto sedang melamar
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) menjadi capres. Namun menurut
Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Prabowo-Jokowi belum final.
"Jokowi ya, belum, Pak Prabowo belum memutuskan," kata Muzani kepada detikcom, Rabu (1/5/2013).
Belum final karena belum ada pembicaraan yang lebih jauh. Jokowi bahkan menyampaikan belum dikontak secara khusus ataupun ditemui oleh Prabowo. Meski isu santer, Prabowo dengan terang-terangan mendesak Jokowi menjadi pendampingnya.
Namun Ketua DPP Gerindra Desmon J Mahesa mengungkap kebenaran Prabowo menghendaki Jokowi menjadi pendampingnya di Pilpres 2014. Menurut Desmon, Prabowo mengagumi kepemimpinan Jokowi.
Meskipun tak dipungkuri duet Prabowo-Jokowi sulit terealisasi, karena ada faktor ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang juga disebut-sebut masih ingin nyapres di 2014.
Lalu apakah Prabowo benar-benar akan memaksa Jokowi ke Pilpres 2014? Akankah Jokowi meninggalkan PDIP dan kursi DKI 1 demi Pilpres 2014? Ataukah ada angin segar dari Megawati dengan memberikan tiket Pilpres 2014 ke Jokowi?
"Semua kemungkinan masih terbuka, kita tidak tahu seperti apa pilihan akhir Pak Prabowo," kata Desmon.
Prabowo Subianto sedang melirik Joko Widodo (Jokowi) menjadi cawapresnya. Jokowi diyakini menolak tawaran menjadi RI 2, karena punya potensi menjadi RI 1 alias capres.
"Dibandingkan kandidat capres lain memang Pak Jokowi lebih unggul. Jadi saya yakin nggak bakalan Pak Jokowi mau, masih unggul Pak Jokowi dari Pak Pak Prabowo," kata pengamat politik UIN Jakarta, Gun Gun Heryanto, kepada detikcom, Rabu (1/5/2013).
Wajar saja Prabowo melirik-lirik Jokowi, karena saat ini Jokowi sedang menjadi pusat perhatian karena rajin blusukan. Menurut Gun, Jokowi jauh lebih pas jadi capres, ketimbang hanya jadi cawapres Prabowo.
"Pertama ini tentu ada satu momen di mana Pak Jokowi sendiri kalau diibaratkan brand sedang menjadi brand yang sangat kuat dalam konteks kepemimpinan transformatif dan populis. Ini yang menjadi modal Pak Jokowi di survei-survei itu menjadi yang pertama," kata Gun.
Jelas Prabowo tak akan sukses memaksa Jokowi menjadi cawapresnya. Apalagi ada perseteruan PDIP-Gerindra di Pilgub DKI yang hingga kini belum reda.
"Saya nggak yakin Pak Prabowo bisa memaksa karena dia kan berbeda partai dan belum tentu secara psikopolitik PDIP nyaman dengan itu. Bu Mega tak ingin mengulang peristiwa Pilgub DKI yang mendapatkan keuntungan elektoral Gerindra dan Pak Prabowo," katanya.
Tentu PDIP tak akan merelakan begitu saja Jokowi menjadi cawapres Prabowo. "Apalagi tentu sangat riskan kalau Jokowi menerima pinangan Prabowo, ini penurunan simbol, kemubaziran, simbol yang dibangun Jokowi selama ini adalah populis, transformatif, dan akan menyelesaikan tugas di DKI satu periode," tandasnya.
"Jokowi ya, belum, Pak Prabowo belum memutuskan," kata Muzani kepada detikcom, Rabu (1/5/2013).
Belum final karena belum ada pembicaraan yang lebih jauh. Jokowi bahkan menyampaikan belum dikontak secara khusus ataupun ditemui oleh Prabowo. Meski isu santer, Prabowo dengan terang-terangan mendesak Jokowi menjadi pendampingnya.
Namun Ketua DPP Gerindra Desmon J Mahesa mengungkap kebenaran Prabowo menghendaki Jokowi menjadi pendampingnya di Pilpres 2014. Menurut Desmon, Prabowo mengagumi kepemimpinan Jokowi.
Meskipun tak dipungkuri duet Prabowo-Jokowi sulit terealisasi, karena ada faktor ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang juga disebut-sebut masih ingin nyapres di 2014.
Lalu apakah Prabowo benar-benar akan memaksa Jokowi ke Pilpres 2014? Akankah Jokowi meninggalkan PDIP dan kursi DKI 1 demi Pilpres 2014? Ataukah ada angin segar dari Megawati dengan memberikan tiket Pilpres 2014 ke Jokowi?
"Semua kemungkinan masih terbuka, kita tidak tahu seperti apa pilihan akhir Pak Prabowo," kata Desmon.
Pengamat politik UIN:Jokowi Dipastikan Tolak Pinangan Prabowo
Prabowo Subianto sedang melirik Joko Widodo (Jokowi) menjadi cawapresnya. Jokowi diyakini menolak tawaran menjadi RI 2, karena punya potensi menjadi RI 1 alias capres.
"Dibandingkan kandidat capres lain memang Pak Jokowi lebih unggul. Jadi saya yakin nggak bakalan Pak Jokowi mau, masih unggul Pak Jokowi dari Pak Pak Prabowo," kata pengamat politik UIN Jakarta, Gun Gun Heryanto, kepada detikcom, Rabu (1/5/2013).
Wajar saja Prabowo melirik-lirik Jokowi, karena saat ini Jokowi sedang menjadi pusat perhatian karena rajin blusukan. Menurut Gun, Jokowi jauh lebih pas jadi capres, ketimbang hanya jadi cawapres Prabowo.
"Pertama ini tentu ada satu momen di mana Pak Jokowi sendiri kalau diibaratkan brand sedang menjadi brand yang sangat kuat dalam konteks kepemimpinan transformatif dan populis. Ini yang menjadi modal Pak Jokowi di survei-survei itu menjadi yang pertama," kata Gun.
Jelas Prabowo tak akan sukses memaksa Jokowi menjadi cawapresnya. Apalagi ada perseteruan PDIP-Gerindra di Pilgub DKI yang hingga kini belum reda.
"Saya nggak yakin Pak Prabowo bisa memaksa karena dia kan berbeda partai dan belum tentu secara psikopolitik PDIP nyaman dengan itu. Bu Mega tak ingin mengulang peristiwa Pilgub DKI yang mendapatkan keuntungan elektoral Gerindra dan Pak Prabowo," katanya.
Tentu PDIP tak akan merelakan begitu saja Jokowi menjadi cawapres Prabowo. "Apalagi tentu sangat riskan kalau Jokowi menerima pinangan Prabowo, ini penurunan simbol, kemubaziran, simbol yang dibangun Jokowi selama ini adalah populis, transformatif, dan akan menyelesaikan tugas di DKI satu periode," tandasnya.
Sumber :
news.detik.com
Ribuan Buruh Berunjuk Rasa, Jokowi Temui Pelajar
Ribuan buruh orang menggelar aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh di
Monas dan Istana Merdeka yang tak jauh dari Balaikota. Apa saja agenda
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo hari ini?
Agenda pertamanya pagi ini, Rabu (1/5/2015), adalah menghadiri pelantikan Ketua Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Kemudian rapat tentang promosi wisata Jakarta dan laporan dari Dinas Pekerjaan Umum.
Selepas siang hari, Jokowi dijadwalkan berkunjung ke SMKNi 13, Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat. Di sana dia akan memberikan pengarahan kepada para siswa soal tawuran antar pelajar.
Sebelumnya, Jokowi memang tidak ingin 'banyak bicara' terkait dengan aski para buruh dalam peringatan May Day. Lulusan Sarjana Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini pun membiarkan saja para buruh merayakan peringatan May Day tersebut dengan menyampaikan aspirasinya.
"Ndak ada himbauan. Udah gede kok dihimbau-himbau? Ya silahkan sampaikan aspirasi. Demo mau diapain? Soal keamanan itu urusan Pak Kapolda lah," kata Jokowi di Balaikota, Selasa (30/4/2013).
Sumber :
news.detik.com
Agenda pertamanya pagi ini, Rabu (1/5/2015), adalah menghadiri pelantikan Ketua Yayasan Kanker Indonesia DKI Jakarta di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Kemudian rapat tentang promosi wisata Jakarta dan laporan dari Dinas Pekerjaan Umum.
Selepas siang hari, Jokowi dijadwalkan berkunjung ke SMKNi 13, Rawa Belong, Palmerah, Jakarta Barat. Di sana dia akan memberikan pengarahan kepada para siswa soal tawuran antar pelajar.
Sebelumnya, Jokowi memang tidak ingin 'banyak bicara' terkait dengan aski para buruh dalam peringatan May Day. Lulusan Sarjana Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini pun membiarkan saja para buruh merayakan peringatan May Day tersebut dengan menyampaikan aspirasinya.
"Ndak ada himbauan. Udah gede kok dihimbau-himbau? Ya silahkan sampaikan aspirasi. Demo mau diapain? Soal keamanan itu urusan Pak Kapolda lah," kata Jokowi di Balaikota, Selasa (30/4/2013).
news.detik.com
Alasan Lurah Warakas Tolak Lelang: Jokowi Hancurkan Jenjang Karier
Sebanyak 139 calon lurah dan camat tidak mengikuti seleksi jabatan.
Salah satu lurah yang mangkir dari proses lelang jabatan ini adalah
Lurah Warakas Mulyadi. Apakah alasan Mulyadi tidak mengikuti lelang
jabatan?
"Ini menghina saya sebagai lurah yang masih definitif," ujar Mulyadi dengan nada agak tinggi, saat dihubungi detikcom, Selasa (30/4/2013) malam.
Menurut Mulyadi, kebijakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggelar lelang jabatan lurah dan camat sangat melecehkan SK Gubernur DKI Jakarta sebelumnya. Proses lelang jabatan ini sama dengan menghancurkan sistem jenjang karir yang sudah berjalan selama ini.
"Kalau yang begini ini menghancurkan senior yang di bawah. Lelang jabatan ini merusak jenjang karir. Gugurkan Pergub lama dulu, ini manusia yang perlu dihargai. Yang bisa dilelang ya barang, inventaris, mobil," ujar Mulyadi.
"Kok hanya yang dilelang lurah dan camat saja, maksudnya apa, kalau mau lelang ya lelang semua PNS," cetusnya.
Mulyadi mengaku ada sekitar 80-an lurah dan camat yang sejalan dengannya tidak mengikuti proses lelang jabatan.
Sementara keterangan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, dari 139 PNS yang tidak ikut uji kompetensi calon lurah dan camat, hanya 6 PNS yang tidak memberikan alasan. Selebihnya absen dengan memberikan alasan kepada Gubernur DKI.
Sumber :
news.detik.com
"Ini menghina saya sebagai lurah yang masih definitif," ujar Mulyadi dengan nada agak tinggi, saat dihubungi detikcom, Selasa (30/4/2013) malam.
Menurut Mulyadi, kebijakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggelar lelang jabatan lurah dan camat sangat melecehkan SK Gubernur DKI Jakarta sebelumnya. Proses lelang jabatan ini sama dengan menghancurkan sistem jenjang karir yang sudah berjalan selama ini.
"Kalau yang begini ini menghancurkan senior yang di bawah. Lelang jabatan ini merusak jenjang karir. Gugurkan Pergub lama dulu, ini manusia yang perlu dihargai. Yang bisa dilelang ya barang, inventaris, mobil," ujar Mulyadi.
"Kok hanya yang dilelang lurah dan camat saja, maksudnya apa, kalau mau lelang ya lelang semua PNS," cetusnya.
Mulyadi mengaku ada sekitar 80-an lurah dan camat yang sejalan dengannya tidak mengikuti proses lelang jabatan.
Sementara keterangan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta, dari 139 PNS yang tidak ikut uji kompetensi calon lurah dan camat, hanya 6 PNS yang tidak memberikan alasan. Selebihnya absen dengan memberikan alasan kepada Gubernur DKI.
Sumber :
news.detik.com
May Day, Puluhan Buruh Demo di Balai Kota Minta Jokowi Realiasikan UMP
Puluhan buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN)
menggelar demonstrasi di depan Balai Kota DKI Jakarta. Mereka menuntut
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) merealisasikan Upah Minimum
Provinsi (UMP) yang telah diketok.
Para buruh melakukan orasi di depan Balai Kota DKI Jakarta di Jl Medan Merdeka Selatan, sekitar pukul 09.30 WIB, Rabu (1/5/2013). Sekitar 50 buruh telah berdatangan dipimpin orator yang menggunakan pengeras suara.
Mereka menuntut Jokowi menindak tegas pengusaha yang tidak memberikan gaji sesuai UMP yang disepakati sebesar Rp 2,2 juta per bulan. Mereka juga menolak outsourcing, skoring jam kerja, intervensi kapitalis, dan menuntut penghapusan premanisme di bidang ketenagakerjaan. Para demonstran membawa atribut bendera putih-biru berlambang SPN.
Sang orator menyampaikan tuntutan para buruh. Mereka meminta Jokowi memperingatkan pengusaha yang nakal.
"Wajar kalau kami meminta hal ini karena anda pimpinan kami dan anda tinggal bagaimana mensejahterakan rakyat. Pak Jokowi banyak tenaga kerja tidak maksimal di bawah, banyak yang nyeleneh di bawah," teriak sang orator lewat pengeras suaranya.
Demonstran terus berdatangan, namun tidak terjadi kemacetan di badan jalan. Sementara puluhan aparat polisi berjaga-jaga di depan Balai Kota. Ada sekitar 5 truk TNI diparkir di depan Balai Kota.
Sumber :
news.detik.com
Para buruh melakukan orasi di depan Balai Kota DKI Jakarta di Jl Medan Merdeka Selatan, sekitar pukul 09.30 WIB, Rabu (1/5/2013). Sekitar 50 buruh telah berdatangan dipimpin orator yang menggunakan pengeras suara.
Mereka menuntut Jokowi menindak tegas pengusaha yang tidak memberikan gaji sesuai UMP yang disepakati sebesar Rp 2,2 juta per bulan. Mereka juga menolak outsourcing, skoring jam kerja, intervensi kapitalis, dan menuntut penghapusan premanisme di bidang ketenagakerjaan. Para demonstran membawa atribut bendera putih-biru berlambang SPN.
Sang orator menyampaikan tuntutan para buruh. Mereka meminta Jokowi memperingatkan pengusaha yang nakal.
"Wajar kalau kami meminta hal ini karena anda pimpinan kami dan anda tinggal bagaimana mensejahterakan rakyat. Pak Jokowi banyak tenaga kerja tidak maksimal di bawah, banyak yang nyeleneh di bawah," teriak sang orator lewat pengeras suaranya.
Demonstran terus berdatangan, namun tidak terjadi kemacetan di badan jalan. Sementara puluhan aparat polisi berjaga-jaga di depan Balai Kota. Ada sekitar 5 truk TNI diparkir di depan Balai Kota.
Sumber :
news.detik.com
Mendagri Tegur Jokowi Tiga Kali, Ada Apa?
Untuk kesekian kalinya, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi menyentil
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi). Mulai dari kesalahan
prosedural hingga kesalahan sepele, Jokowi kerap disentil oleh Mendagri.
Pertama, Gamawan melayangkan surat teguran kepada Jokowi dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Mendagri menegur keduanya karena hingga 28 Desember mereka belum merampungkan pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD 2013 beberapa waktu lalu.
"Ada tiga gubernur kita ingatkan, PP 58 itu kan November harus dilakukan. Selambat-lambatnya Desember soal APBD, jadi ada 3 provinsi yang belum selesai, DKI, Papua Barat dan Aceh, itu saya surati," ungkap Gamawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/1/2013) lalu.
Selain mengirimkan surat teguran, Gamawan juga mendesak agar ketiga gubernur itu segera menyelesaikan pembahasan APBD. "Kita mendesak lah, mudah-mudahan Februari ini bisa selesai lah, tiga-tiganya," katanya. Pasca surat teguran ini, langsung saja pasangan duet Jokowi-Ahok langsung menyetorkan surat tersebut untuk mendukung program unggulan mereka.
Teguran kedua terjadi saat Jokowi hendak menjadi jurkam kampanye pasangan Rieke-Teten. Saat itu Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengaku tidak bisa memproses izin cuti Jokowi untuk menjadi juru kampanye pasangan cagub Jawa Barat Rieke-Teten. Alasannya, dalam surat pengajuan cuti tersebut tidak dilengkapi alasan Jokowi berkampanye untuk siapa.
"Kenapa kami tidak bisa memproses itu karena di surat Pak Jokowi itu hari Jumat kami terima jam 14.00 WIB tidak menyebutkan kampanye untuk siapa dan di mana," kata Gamawan di Istana Negara, Rabu (20/2/2013) lalu.
Dia menjelaskan, sesuai aturan jika kepala daerah ingin melakukan kampanye untuk orang lain maka surat tersebut harus diajukan beberapa hari sebelum hari kampanye dan dijelaskan orang itu berkampanye untuk siapa.
"Untuk berkampanye itu harus ada izin karena tidak menyebutkan di situ hari minggu boleh kampanye bebas seperti itu," ujarnya. Ketika dikonfirmasi Jokowi mengaku sudah mengajukan surat cuti karena dalam peraturan seorang kepala daerah dilarang menjadi juru kampanye orang lain kecuali dirinya sedang bebas tugas.
Tak berhenti di situ, terakhir Mendagri menyindir kepala daerah yang sering blusukan. Bagi Gamawan Fauzi, cara blusukan itu malah tidak maksimal jika menjadi hobi. Entah siapa yang dimaksud Gamawan, namun sindiran ini nampaknya ditujukan pada Jokowi yang memang gemar blusukan.
"Kepala daerah memang harus turun ke lapangan, tapi jangan tiap hari juga. Harus ditentukan waktu-waktunya untuk ke lapangan," kata Mendagri dalam sambutannya saat membuka acara seminar 'Orientasi Kepemimpinan dan Penyelenggaraan Pemerintah' di Gedung Badan Diklat Kemendagri, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2013).
Tiga teguran dan sindiran ini kesemuanya ditanggapi santai oleh Jokowi. Termasuk soal blusukan yang menurutnya hanya merupakan satu gaya kepemimpinan. "Kalau saya seperti itu. Kan setiap orang mempunyai cara sendiri-sendiri," tandasnya.
Sumber :
merdeka.com
Pertama, Gamawan melayangkan surat teguran kepada Jokowi dan Gubernur Aceh Zaini Abdullah. Mendagri menegur keduanya karena hingga 28 Desember mereka belum merampungkan pembahasan Peraturan Daerah (Perda) tentang APBD 2013 beberapa waktu lalu.
"Ada tiga gubernur kita ingatkan, PP 58 itu kan November harus dilakukan. Selambat-lambatnya Desember soal APBD, jadi ada 3 provinsi yang belum selesai, DKI, Papua Barat dan Aceh, itu saya surati," ungkap Gamawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (3/1/2013) lalu.
Selain mengirimkan surat teguran, Gamawan juga mendesak agar ketiga gubernur itu segera menyelesaikan pembahasan APBD. "Kita mendesak lah, mudah-mudahan Februari ini bisa selesai lah, tiga-tiganya," katanya. Pasca surat teguran ini, langsung saja pasangan duet Jokowi-Ahok langsung menyetorkan surat tersebut untuk mendukung program unggulan mereka.
Teguran kedua terjadi saat Jokowi hendak menjadi jurkam kampanye pasangan Rieke-Teten. Saat itu Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengaku tidak bisa memproses izin cuti Jokowi untuk menjadi juru kampanye pasangan cagub Jawa Barat Rieke-Teten. Alasannya, dalam surat pengajuan cuti tersebut tidak dilengkapi alasan Jokowi berkampanye untuk siapa.
"Kenapa kami tidak bisa memproses itu karena di surat Pak Jokowi itu hari Jumat kami terima jam 14.00 WIB tidak menyebutkan kampanye untuk siapa dan di mana," kata Gamawan di Istana Negara, Rabu (20/2/2013) lalu.
Dia menjelaskan, sesuai aturan jika kepala daerah ingin melakukan kampanye untuk orang lain maka surat tersebut harus diajukan beberapa hari sebelum hari kampanye dan dijelaskan orang itu berkampanye untuk siapa.
"Untuk berkampanye itu harus ada izin karena tidak menyebutkan di situ hari minggu boleh kampanye bebas seperti itu," ujarnya. Ketika dikonfirmasi Jokowi mengaku sudah mengajukan surat cuti karena dalam peraturan seorang kepala daerah dilarang menjadi juru kampanye orang lain kecuali dirinya sedang bebas tugas.
Tak berhenti di situ, terakhir Mendagri menyindir kepala daerah yang sering blusukan. Bagi Gamawan Fauzi, cara blusukan itu malah tidak maksimal jika menjadi hobi. Entah siapa yang dimaksud Gamawan, namun sindiran ini nampaknya ditujukan pada Jokowi yang memang gemar blusukan.
"Kepala daerah memang harus turun ke lapangan, tapi jangan tiap hari juga. Harus ditentukan waktu-waktunya untuk ke lapangan," kata Mendagri dalam sambutannya saat membuka acara seminar 'Orientasi Kepemimpinan dan Penyelenggaraan Pemerintah' di Gedung Badan Diklat Kemendagri, Jakarta Selatan, Senin (29/4/2013).
Tiga teguran dan sindiran ini kesemuanya ditanggapi santai oleh Jokowi. Termasuk soal blusukan yang menurutnya hanya merupakan satu gaya kepemimpinan. "Kalau saya seperti itu. Kan setiap orang mempunyai cara sendiri-sendiri," tandasnya.
Sumber :
merdeka.com
Langganan:
Postingan (Atom)


























