Satu lagi rencana Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dalam
bidang pariwisata, menjadikan wilayah Kepulauan Seribu menjadi pusat
pariwisata. Dalam waktu dekat, Jokowi akan meninjau Pulau Seribu.
"Awal
bulan depan kita akan lihat-lihat ke sana. Kita ingin merancang
Kepulauan Seribu sebagai kawasan wisata. Konsep perencanaan harus mateng
supaya bisa jadi panduan," ujar Jokowi di Balai Kota DKI, Jl Medan
Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2013).
Selain Pulau
Seribu, Jokowi juga akan lebih mematangkan kawasan Kota Tua sebagai
tempat wisata. Bahkan nanti Kota Tua akan dijadikan sebagai kawasan
khusus pariwisata di Jakarta.
"Perencanaan Kota Tua menjadi
kawasan khusus di bidang pariwisata juga masih dalam proses. Penataan
ini untuk menjadikan Kota Tua sebagai daya tarik dari Kota Jakarta.
Kalau dikerjakan sekelas UPT (Unit Pelakasana Teknis) nggak bisa, kalau
dari BUMN bisa, harus kuat. Jadi harus ada badan otoritas kuat untuk
pariwisata," jelas Jokowi.
Pria asal Solo ini mengatakan, untuk
merealisasikan program ini harus didukung dengan prencanaan dan
kemampuan finasial yang matang.
"Baru rapat dua kali, jadi belum
tahu. Matangkan dulu, kan pemrakarsa ini harus mempunyai kemampuan
fiansial, harus punya pengalaman dan punya organisasi juga, harus bisa
memback up," kata Jokowi.
Sumber :
news.detik.com
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Rabu, 17 April 2013
Pak Jokowi Jangan Jadi Capres Ya ...
Bahasan peluang Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menjadi capres rupanya
sampai ke telinga Sukedris. Tak ingin gubernurnya maju di Pilpres 2014,
Sukedris datang ke Balai Kota.
Rapi mengenakan kemeja safari berwarna biru, Sukedris memberanikan diri mendekati Jokowi yang tengah "dihadang" wartawan untuk wawancara.
Mulanya Sukedris menyalami mantan Wali Kota Solo itu dan kemudian minta difoto bersama. Tapi Jokowi tak meladeninya. Baru setelah wawancara rampung, Jokowi menghampiri Sukedris.
"Ayo foto," kata Jokowi ke Sukedris di halaman Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2013).
Tapi rupanya sesi foto bareng itu tidak cukup. Sukedris nyerocos minta 'curhat'-nya didengarkan orang nomor 1 di Jakarta itu.
"Saya dengar dari PDIP katanya Jokowi mau dijadikan presiden tapi saya nggak setuju, saya nggak bolehin," kata Sukedris dengan mimik serius.
Sukedris yang mengaku pernah bertemu dengan Jokowi di Solo ini, meminta Jokowi fokus mengurusi Jakarta dengan segudang permasalahannya.
"Untuk sekarang jadi presiden nggak usah. Jangan Bapak mau kalau dicalonin PDIP, Prabowo, Gerindra," tutur Sukedris berusaha meyakinkan suami dari Iriana ini.
Soal pencapresan, Jokowi kembali menegaskan komitmennya menjadi gubernur Jakarta. "Saya mau fokus nggak mau mikir survei, polling, nggak mau mikir konvensi, nggak mikir capres mencapres. Saya mau kerja urus taman, rusun, MRT dan lain-lain," jawab Jokowi ke wartawan.
Jokowi pun mengeluarkan tawa khasnya ketika terus didesak wartawan untuk menjawab kriteria capres versinya. "Hahaha...bisa cantik bisa ganteng hahaha... saya nggak tahu," elak Jokowi.
Sumber :
news.detik.com
Berita Serupa :
- megapolitan.kompas.com : "Pria Ini Memohon Jokowi Tak Jadi Capres 2014"
Rapi mengenakan kemeja safari berwarna biru, Sukedris memberanikan diri mendekati Jokowi yang tengah "dihadang" wartawan untuk wawancara.
Mulanya Sukedris menyalami mantan Wali Kota Solo itu dan kemudian minta difoto bersama. Tapi Jokowi tak meladeninya. Baru setelah wawancara rampung, Jokowi menghampiri Sukedris.
"Ayo foto," kata Jokowi ke Sukedris di halaman Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2013).
Tapi rupanya sesi foto bareng itu tidak cukup. Sukedris nyerocos minta 'curhat'-nya didengarkan orang nomor 1 di Jakarta itu.
"Saya dengar dari PDIP katanya Jokowi mau dijadikan presiden tapi saya nggak setuju, saya nggak bolehin," kata Sukedris dengan mimik serius.
Sukedris yang mengaku pernah bertemu dengan Jokowi di Solo ini, meminta Jokowi fokus mengurusi Jakarta dengan segudang permasalahannya.
"Untuk sekarang jadi presiden nggak usah. Jangan Bapak mau kalau dicalonin PDIP, Prabowo, Gerindra," tutur Sukedris berusaha meyakinkan suami dari Iriana ini.
Soal pencapresan, Jokowi kembali menegaskan komitmennya menjadi gubernur Jakarta. "Saya mau fokus nggak mau mikir survei, polling, nggak mau mikir konvensi, nggak mikir capres mencapres. Saya mau kerja urus taman, rusun, MRT dan lain-lain," jawab Jokowi ke wartawan.
Jokowi pun mengeluarkan tawa khasnya ketika terus didesak wartawan untuk menjawab kriteria capres versinya. "Hahaha...bisa cantik bisa ganteng hahaha... saya nggak tahu," elak Jokowi.
Sumber :
news.detik.com
Berita Serupa :
- megapolitan.kompas.com : "Pria Ini Memohon Jokowi Tak Jadi Capres 2014"
Jika Jokowi Jadi Presiden, Basuki Tak Siap Jadi DKI 1
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bingung saat
ditanyakan wartawan Jika Joko Widodo nantinya mencalonkan diri sebagai
presiden. Dia mengaku tak siap untuk menggantikan posisi Jokowi sebagai
Gubernur DKI.
"Bener bingung aku. Tidak siap aku jadi DKI 1, enggak mudah lho menjadi DKI 1," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (17/4/2013).
Basuki mengaku dalam menjalankan roda pemerintahan di Ibu Kota, tidak akan lancar apabila tanpa arahan dari Jokowi. Apabila Basuki kerap berbicara tentang kebijakan-kebijakan Pemprov DKI, hal itu karena Jokowi yang terlebih dahulu sudah ke lapangan dan memberikan arahan kepadanya.
"Enggak mudah itu tanpa Pak Jokowi. Saya ini kan hanya administrator. Tapi, mungkin beliau mau ajak saya jadi menteri. Hahaha," kata Basuki seraya tertawa.
Saat ditanya kemungkinan Basuki mencalonkan diri sebagai wakil presiden, mantan Bupati Belitung Timur itu merendah. "Enggaklah, enggak laku. Siapa yang mau nyalonin saya. Hahaha," ujar dia.
Dari beberapa hasil survei, nama Jokowi selalu masuk jajaran tiga besar capres favorit bersama tokoh-tokoh nasional. Yang terbaru, Pol-Tracking Institute melakukan media monitoring partai politik dan calon presiden selama 1 Februari-31 Maret 2013, nama Jokowi berada di urutan teratas sebagai tokoh paling banyak diberitakan dalam media untuk Capres 2014.
Jokowi pun berkali-kali menyatakan tidak berniat untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Umum 2014. Namun, ia selalu mengikuti pemberitaan hasil survei dan menyadari bahwa dia merupakan capres primadona.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- merdeka.com : "Ahok: Jika Jokowi nyapres, bingung aku"
- jakarta.tribunnews.com : "Jika Jokowi Presiden, Ahok Tak Mampu Pimpin DKI"
"Bener bingung aku. Tidak siap aku jadi DKI 1, enggak mudah lho menjadi DKI 1," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (17/4/2013).
Basuki mengaku dalam menjalankan roda pemerintahan di Ibu Kota, tidak akan lancar apabila tanpa arahan dari Jokowi. Apabila Basuki kerap berbicara tentang kebijakan-kebijakan Pemprov DKI, hal itu karena Jokowi yang terlebih dahulu sudah ke lapangan dan memberikan arahan kepadanya.
"Enggak mudah itu tanpa Pak Jokowi. Saya ini kan hanya administrator. Tapi, mungkin beliau mau ajak saya jadi menteri. Hahaha," kata Basuki seraya tertawa.
Saat ditanya kemungkinan Basuki mencalonkan diri sebagai wakil presiden, mantan Bupati Belitung Timur itu merendah. "Enggaklah, enggak laku. Siapa yang mau nyalonin saya. Hahaha," ujar dia.
Dari beberapa hasil survei, nama Jokowi selalu masuk jajaran tiga besar capres favorit bersama tokoh-tokoh nasional. Yang terbaru, Pol-Tracking Institute melakukan media monitoring partai politik dan calon presiden selama 1 Februari-31 Maret 2013, nama Jokowi berada di urutan teratas sebagai tokoh paling banyak diberitakan dalam media untuk Capres 2014.
Jokowi pun berkali-kali menyatakan tidak berniat untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Umum 2014. Namun, ia selalu mengikuti pemberitaan hasil survei dan menyadari bahwa dia merupakan capres primadona.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- merdeka.com : "Ahok: Jika Jokowi nyapres, bingung aku"
- jakarta.tribunnews.com : "Jika Jokowi Presiden, Ahok Tak Mampu Pimpin DKI"
Cegah Tawuran, Jokowi Akan Kumpulkan Siswa SMA di GOR Bulungan Usai UN
Dalam Ujian Nasional (UN) tahun 2013 tingkat SMA di DKI kali ini,
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) tidak melakukan kunjungan.
Namun, Jokowi nanti akan mengumpulkan para peserta ujian, terutama SMA 6
dan SMA 70 di GOR Bulungan, Jakarta selatan.
"Gubernur minta, nanti akan ada acara di GOR Bulungan, untuk mempertemukan peserta ujian antara SMA 6 dan SMA 70. Gubernur akan memberikan pengarahan bagi smua peserta ujian," ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto di Balaikota DKI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2013).
Taufik mengatakan, pengarahan tersebut seputar masa transisi pasca ujian, yang rawan dengan aksi tawuran antar pelajar. Sehingga Jokowi ingin memberikan masukan dan motivasi yang positif usai UN.
"Kita juga harus memahami, habis ujian itu mereka butuh masa transisi, masa refresh. Jadi diminta untuk berkumpul dengan Pak Gubernur. Gubernur peduli terhadap peserta ujian. Sudah ada edaran informasi," kata Taufik.
Selain itu, Taufik juga menegaskan, usai UN nanti seluruh peserta dilarang untuk mmelakukan konvoi dan aksi coret-coret yang biasa dilakukan para siswa. Melainkan nanti akan diadakan acara syukuran bersama di sekolahan masing-masing.
"Boleh saja mereka senang karena sudah selesai. Kami minta terus termonitor di sekolahnya. Tidak langsung lepas, tapi adakan syukuran bersama. Kita larang konvoi, dan coret-coret. Di sekolah juga tidak boleh (core-coret)," jelas taufik.
Sumber :
news.detik.com
Berita Serupa :
- megapolitan.kompas.com : "Jokowi Minta Bertemu Siswa SMAN 6 dan SMAN 70"
"Gubernur minta, nanti akan ada acara di GOR Bulungan, untuk mempertemukan peserta ujian antara SMA 6 dan SMA 70. Gubernur akan memberikan pengarahan bagi smua peserta ujian," ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto di Balaikota DKI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2013).
Taufik mengatakan, pengarahan tersebut seputar masa transisi pasca ujian, yang rawan dengan aksi tawuran antar pelajar. Sehingga Jokowi ingin memberikan masukan dan motivasi yang positif usai UN.
"Kita juga harus memahami, habis ujian itu mereka butuh masa transisi, masa refresh. Jadi diminta untuk berkumpul dengan Pak Gubernur. Gubernur peduli terhadap peserta ujian. Sudah ada edaran informasi," kata Taufik.
Selain itu, Taufik juga menegaskan, usai UN nanti seluruh peserta dilarang untuk mmelakukan konvoi dan aksi coret-coret yang biasa dilakukan para siswa. Melainkan nanti akan diadakan acara syukuran bersama di sekolahan masing-masing.
"Boleh saja mereka senang karena sudah selesai. Kami minta terus termonitor di sekolahnya. Tidak langsung lepas, tapi adakan syukuran bersama. Kita larang konvoi, dan coret-coret. Di sekolah juga tidak boleh (core-coret)," jelas taufik.
Sumber :
news.detik.com
Berita Serupa :
- megapolitan.kompas.com : "Jokowi Minta Bertemu Siswa SMAN 6 dan SMAN 70"
Jokowi pertanyakan kinerja gubernur DKI terdahulu
Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta selama enam bulan. Namun, Jokowi membantah jika ia dan Ahok belum melakukan apa-apa selama menjabat.
Jokowi mengklaim program-program yang dibuatnya sudah membuat sejumlah perubahan di Jakarta. Namun, soal masalah banjir dan macet Jakarta, Jokowi mengakui membutuhkan waktu yang panjang untuk mengatasinya.
"Belum ada gimana, KJS, KJP, apa lagi monorail, MRT sebentar lagi mau apa lagi. Macet banjir butuh proses," ujar Jokowi di Kantor Balai Kota, Jakarta, Rabu (17/4).
Jokowi mengatakan, membutuhkan waktu untuk mengatasi segala persoalan yang ada di Jakarta. Jokowi justru menanyakan kinerja gubernur DKI Jakarta sebelum-sebelumnya yang telah menjabat lima hingga 10 tahun tapi tak terlihat kinerjanya.
Namun demikian, Jokowi enggan menjelaskan siapa gubernur DKI Jakarta yang dimaksudnya itu.
"Masa enam bulan ditanya yang aneh-aneh gitu. Perlu waktu, yang lima tahun yang 10 tahun saja nggak kamu tanya," kilahnya.
Sementara, soal jabatan Sekda DKI Jakarta, Jokowi mengaku hingga kini belum mengusulkan nama calon Sekda yang baru.
"Belum, belum-belum, kalau saya ngomong belum yah belum, soalnya banyak persoalan yang harus saya selesaikan konsentrasi untuk MRT dan monorail biar segera masuk penataan," tandasnya.
Sumber :
merdeka.com
Jokowi mengklaim program-program yang dibuatnya sudah membuat sejumlah perubahan di Jakarta. Namun, soal masalah banjir dan macet Jakarta, Jokowi mengakui membutuhkan waktu yang panjang untuk mengatasinya.
"Belum ada gimana, KJS, KJP, apa lagi monorail, MRT sebentar lagi mau apa lagi. Macet banjir butuh proses," ujar Jokowi di Kantor Balai Kota, Jakarta, Rabu (17/4).
Jokowi mengatakan, membutuhkan waktu untuk mengatasi segala persoalan yang ada di Jakarta. Jokowi justru menanyakan kinerja gubernur DKI Jakarta sebelum-sebelumnya yang telah menjabat lima hingga 10 tahun tapi tak terlihat kinerjanya.
Namun demikian, Jokowi enggan menjelaskan siapa gubernur DKI Jakarta yang dimaksudnya itu.
"Masa enam bulan ditanya yang aneh-aneh gitu. Perlu waktu, yang lima tahun yang 10 tahun saja nggak kamu tanya," kilahnya.
Sementara, soal jabatan Sekda DKI Jakarta, Jokowi mengaku hingga kini belum mengusulkan nama calon Sekda yang baru.
"Belum, belum-belum, kalau saya ngomong belum yah belum, soalnya banyak persoalan yang harus saya selesaikan konsentrasi untuk MRT dan monorail biar segera masuk penataan," tandasnya.
Sumber :
merdeka.com
Janji Jokowi Pada Warga Petukangan Selatan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berjanji akan meninjau lokasi
pembangunan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) West 2 di Kelurahan
Petukangan Utara dan Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan,
Jakarta Selatan, pekan depan. Janji itu dia lontarkan setelah ratusan
warga Petukangan Selatan menggeruduk gedung Balaikota Jakarta. Mereka
menuntut Joko Widodo segera menggelar audiensi terkait pembebasan lahan
di lokasi tersebut.
Pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta yang mendampingi warga, Ahmad Baihaqi, membenarkan adanya janji Jokowi tersebut. Pada pekan depan, mantan Wali Kota Surakarta ini berjanji akan mengintervensi dan langsung melihat kondisi di lapangan.
"Kami harap ini bukan sekadar janji atau angin segar. Pak Gubernur harus lebih proaktif, dan berkinerja sesuai dengan janji-janjinya," kata Baihaqi sesaat setelah bertemu dengan Jokowi di ruang kerja gubernur, Rabu (17/4/2013).
Setelah bertemu dengan perwakilan warga, Jokowi menyempatkan diri menyapa langsung ratusan warga yang telah berunjuk rasa sejak pagi tadi. Selain menyapa, dia juga berjanji bakal datang ke lokasi pada pekan depan.
"Ini proyek dari 2010. Saya ndak tahu lapangannya seperti apa. Nanti kami cek dulu," ujar Jokowi.
Koordinator aksi sekaligus warga Petukangan Selatan, Munasik (48) mengungkapkan, pihaknya menginginkan Jokowi mempercepat digelarnya audiensi pembebasan lahan dengan warga pemilik tanah, agar setelahnya dapat tercapai mufakat antara Pemerintah Provinsi DKI dengan warga.
"Kami ingin audiensi untuk menggiring Gubernur bermusyawarah dengan warga petukangan, terkait pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol," kata Munasik.
Untuk diketahui, musyawarah merupakan perintah pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dengan adanya gugatan warga Petukangan Selatan terhadap Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Nomor 1907/2010 tentang perubahan besarnya ganti kerugian tanah dan bangunan dalam pelaksanaan pengadaan tanah untuk jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) West 2 di Kelurahan Petukangan Utara dan Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Pada 28 Maret 2013, Mahkamah Agung telah mengeluarkan salinan resmi yang pokoknya berisi menolak permohonan yang diajukan oleh Gubernur DKI. Oleh karena itu, para warga meminta Joko Widodo mencabut SK tersebut dan bisa merealisasikan harga ganti rugi yang layak.
"Pembangunan JORR bersifat komersial, maka itu harus melibatkaan warga," ujar Munasik.
Jokowi sempat menyatakan bahwa tol JORR West 2 akan selesai pada Desember 2013, dan tahun depan sudah mulai dioperasikan. Namun sampai saat ini warga di lokasi tersebut belum pernah sekalipun diajak bermusyawarah.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Pengacara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta yang mendampingi warga, Ahmad Baihaqi, membenarkan adanya janji Jokowi tersebut. Pada pekan depan, mantan Wali Kota Surakarta ini berjanji akan mengintervensi dan langsung melihat kondisi di lapangan.
"Kami harap ini bukan sekadar janji atau angin segar. Pak Gubernur harus lebih proaktif, dan berkinerja sesuai dengan janji-janjinya," kata Baihaqi sesaat setelah bertemu dengan Jokowi di ruang kerja gubernur, Rabu (17/4/2013).
Setelah bertemu dengan perwakilan warga, Jokowi menyempatkan diri menyapa langsung ratusan warga yang telah berunjuk rasa sejak pagi tadi. Selain menyapa, dia juga berjanji bakal datang ke lokasi pada pekan depan.
"Ini proyek dari 2010. Saya ndak tahu lapangannya seperti apa. Nanti kami cek dulu," ujar Jokowi.
Koordinator aksi sekaligus warga Petukangan Selatan, Munasik (48) mengungkapkan, pihaknya menginginkan Jokowi mempercepat digelarnya audiensi pembebasan lahan dengan warga pemilik tanah, agar setelahnya dapat tercapai mufakat antara Pemerintah Provinsi DKI dengan warga.
"Kami ingin audiensi untuk menggiring Gubernur bermusyawarah dengan warga petukangan, terkait pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol," kata Munasik.
Untuk diketahui, musyawarah merupakan perintah pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dengan adanya gugatan warga Petukangan Selatan terhadap Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Nomor 1907/2010 tentang perubahan besarnya ganti kerugian tanah dan bangunan dalam pelaksanaan pengadaan tanah untuk jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) West 2 di Kelurahan Petukangan Utara dan Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Pada 28 Maret 2013, Mahkamah Agung telah mengeluarkan salinan resmi yang pokoknya berisi menolak permohonan yang diajukan oleh Gubernur DKI. Oleh karena itu, para warga meminta Joko Widodo mencabut SK tersebut dan bisa merealisasikan harga ganti rugi yang layak.
"Pembangunan JORR bersifat komersial, maka itu harus melibatkaan warga," ujar Munasik.
Jokowi sempat menyatakan bahwa tol JORR West 2 akan selesai pada Desember 2013, dan tahun depan sudah mulai dioperasikan. Namun sampai saat ini warga di lokasi tersebut belum pernah sekalipun diajak bermusyawarah.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Jokowi Datang, Demonstran: Ini Baru Gubernur Kita!
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menghampiri ratusan warga Kelurahan
Petukangan Selatan, Kecamatan Pesanggarahan, Jakarta Selatan, yang
berunjuk rasa di depan Balaikota Jakarta, Rabu (17/4/2013) siang.
Kehadiran Jokowi langsung membuat warga semringah. Warga pun melontarkan
pujian mereka.
"Ini baru Gubernur kita," kata salah seorang warga melalui pengeras suara.
Sebelumnya, Jokowi baru saja menyelesaikan beberapa agenda kerja bersama sejumlah tamu, termasuk menerima perwakilan warga Petukangan yang berunjuk rasa itu. Sekitar pukul 12.00, dengan mengenakan pakaian dinas yang dibalut jaket hitam, Jokowi keluar dari ruang kerjanya untuk blusukan.
Sesaat sebelum meninggalkan Balaikota, kendaraan dinasnya berhenti dan mundur persis ke titik unjuk rasa warga. Sesaat kemudian, Jokowi telah berhadap-hadapan dengan warga, bersalaman, dan sedikit mengeluarkan guyonan. "Iya... iya, tadi perwakilannya sudah ketemu, minggu depan saya ke sana. Sudah sekarang pulang ya, minggu depan saya ke sana," ujar Jokowi disambut tepuk riuh warga yang berunjuk rasa.
Sejak pagi hari, ratusan warga Kelurahan Petukangan Selatan mendatangi gedung Balaikota Jakarta. Mereka meminta Jokowi menggelar audiensi terkait pembebasan lahan warga untuk proyek pembangunan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) West 2 di Kelurahan Petukangan Utara dan Petukangan Selatan.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- news.detik.com : "Temui Warga Petukangan yang Demo, Jokowi: Sudah Sana Pulang"
"Ini baru Gubernur kita," kata salah seorang warga melalui pengeras suara.
Sebelumnya, Jokowi baru saja menyelesaikan beberapa agenda kerja bersama sejumlah tamu, termasuk menerima perwakilan warga Petukangan yang berunjuk rasa itu. Sekitar pukul 12.00, dengan mengenakan pakaian dinas yang dibalut jaket hitam, Jokowi keluar dari ruang kerjanya untuk blusukan.
Sesaat sebelum meninggalkan Balaikota, kendaraan dinasnya berhenti dan mundur persis ke titik unjuk rasa warga. Sesaat kemudian, Jokowi telah berhadap-hadapan dengan warga, bersalaman, dan sedikit mengeluarkan guyonan. "Iya... iya, tadi perwakilannya sudah ketemu, minggu depan saya ke sana. Sudah sekarang pulang ya, minggu depan saya ke sana," ujar Jokowi disambut tepuk riuh warga yang berunjuk rasa.
Sejak pagi hari, ratusan warga Kelurahan Petukangan Selatan mendatangi gedung Balaikota Jakarta. Mereka meminta Jokowi menggelar audiensi terkait pembebasan lahan warga untuk proyek pembangunan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) West 2 di Kelurahan Petukangan Utara dan Petukangan Selatan.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- news.detik.com : "Temui Warga Petukangan yang Demo, Jokowi: Sudah Sana Pulang"
Warga minta Jokowi bayar Rp 2 juta per meter lahan JORR
Ratusan warga dari Kelurahan Petukangan Selatan, Jakarta Selatan, yang
terkena proyek pembangunan jalan tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) W 2
mendatangi Balai Kota DKI Jakarta. Unjuk rasa dilakukan adanya persoalan
pembebasan lahan.
Koordinator Warga Petukangan Selatan, Ahmad Baihaqi mengatakan, warga hanya meminta untuk diajak bermusyawarah dalam menetapkan harga lahan yang akan dibebaskan. Sesuai dengan SK Walikota Jakarta Selatan harga yang ditentukan yakni sebesar Rp 920 ribu per meter persegi. Namun warga menolak dengan harga yang ditentukan.
Kemudian terbit kembali SK Gubernur DKI Jakarta dengan harga yang lebih tinggi yakni mencapai Rp 2 juta per meter persegi. "Warga tetap menolak dengan harga yang telah ditetapkan. Karena kami memang tidak diajak musyawarah," kata Ahmad di sela-sela aksi unjuk rasa, Rabu (17/4).
Lahan di Kelurahan Petukangan Selatan, yang terkena proyek jalan tol JORR W2 yakni seluas 2 hektar, yang terbagi menjadi 89 bidang lahan. Warga kemudian telah melayangkan ke gugatan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Warga menang dalam gugatan tersebut. Kemudian Pemprov DKI Jakarta mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Namun MA menolak permohonan kasasi yang diajukan dalam putusan kasasi nomor 283 K/TUN/2012.
Dikatakan Ahmad, dengan tidak diajaknya warga bermusyawarah menyebabkan banyak penulisan dokumen yang tidak benar. "Masih ada penulisan salah, nama penggugat salah, karena itu tidak ada musyawarah. Kami takut laporan yang masuk itu adalah laporan palsu," ujarnya.
Hingga pukul 12.00 WIB, warga masih bertahan di depan Balai Kota. Mereka akan menunggu hingga Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mau menemui. Warga yang melakukan aksi unjuk rasa didominasi oleh ibu-ibu dan anak-anak. Mereka membawa spanduk besar yang dibentangkan.
Sumber :
merdeka.com
Koordinator Warga Petukangan Selatan, Ahmad Baihaqi mengatakan, warga hanya meminta untuk diajak bermusyawarah dalam menetapkan harga lahan yang akan dibebaskan. Sesuai dengan SK Walikota Jakarta Selatan harga yang ditentukan yakni sebesar Rp 920 ribu per meter persegi. Namun warga menolak dengan harga yang ditentukan.
Kemudian terbit kembali SK Gubernur DKI Jakarta dengan harga yang lebih tinggi yakni mencapai Rp 2 juta per meter persegi. "Warga tetap menolak dengan harga yang telah ditetapkan. Karena kami memang tidak diajak musyawarah," kata Ahmad di sela-sela aksi unjuk rasa, Rabu (17/4).
Lahan di Kelurahan Petukangan Selatan, yang terkena proyek jalan tol JORR W2 yakni seluas 2 hektar, yang terbagi menjadi 89 bidang lahan. Warga kemudian telah melayangkan ke gugatan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Warga menang dalam gugatan tersebut. Kemudian Pemprov DKI Jakarta mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Namun MA menolak permohonan kasasi yang diajukan dalam putusan kasasi nomor 283 K/TUN/2012.
Dikatakan Ahmad, dengan tidak diajaknya warga bermusyawarah menyebabkan banyak penulisan dokumen yang tidak benar. "Masih ada penulisan salah, nama penggugat salah, karena itu tidak ada musyawarah. Kami takut laporan yang masuk itu adalah laporan palsu," ujarnya.
Hingga pukul 12.00 WIB, warga masih bertahan di depan Balai Kota. Mereka akan menunggu hingga Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mau menemui. Warga yang melakukan aksi unjuk rasa didominasi oleh ibu-ibu dan anak-anak. Mereka membawa spanduk besar yang dibentangkan.
Sumber :
merdeka.com
Ibu-ibu Warga Petukangan Gruduk Kantor Jokowi
Seratusan ibu-ibu warga Petukangan, Jakarta Selatan, berunjuk rasa
Balaikota DKI Jakarta. Mereka ingin menemui Gubernur Joko Widodo untuk
membicarakan proses pembebasan lahan milihnya yang akan digunakan untuk
pembangunan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road West 2(JORR W2).
Tidak sedikit dari ibu-ibu pengunjuk rasa ini yang membawa serta anak-anaknya. Mereka tiba di kantor Jokowi, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pukul 10.00 WIB, Rabu (17/3/2013). Beberapa di antaranya membawa spanduk bertuliskan 'Tanah Rakyat adalah Kedaulatan UUD 1945'.
"Kami meminta agar Jokowi mau bermusyawarah soal pembebasan lahan untuk Tol JORR W2 ini. Karena kami sebelumnya tidak pernah diajak musyawarah," ujar koordinator aksi, Munasik di gerbang Balaikota DKI Jakarta
"Yang terjadi, warga selalu berpanas-panasan dan berdemo untuk memperjuangkan ini. Meski demikian, kami tetap akan memperjuangkan nasib kami sampai dimenangkan oleh pengadilan," tambahnya.
Munasik mengatakan, permintaan musyawarah tersebut merupakan perintah dari Mahkamah Agung melalui Kasasi Nomor 283K/TUN/2012 tanggal 12 September. Putusan tersebut berisi bahwa menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh Gubernur DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus menghormati putusan MA yang memerintahkan musyawarah.
"Jika Gubernur tidak mau musyawarah, itu namanya Gubernur tidak mentaati hukum. Jika tetap tidak mentaati hukum, maka kami siap untuk menjalankan hukum rimba," tegas Munasik.
Meski berdemo di depan Balaikota DKI, arus lalu lintas dari arah Tugu Tani menuju Patung Kuda, tetap lancar. Aksi ini juga mendapat kawalan dari puluhan petugas kepolisian.
Sumber :
news.detik.com
Tidak sedikit dari ibu-ibu pengunjuk rasa ini yang membawa serta anak-anaknya. Mereka tiba di kantor Jokowi, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pukul 10.00 WIB, Rabu (17/3/2013). Beberapa di antaranya membawa spanduk bertuliskan 'Tanah Rakyat adalah Kedaulatan UUD 1945'.
"Kami meminta agar Jokowi mau bermusyawarah soal pembebasan lahan untuk Tol JORR W2 ini. Karena kami sebelumnya tidak pernah diajak musyawarah," ujar koordinator aksi, Munasik di gerbang Balaikota DKI Jakarta
"Yang terjadi, warga selalu berpanas-panasan dan berdemo untuk memperjuangkan ini. Meski demikian, kami tetap akan memperjuangkan nasib kami sampai dimenangkan oleh pengadilan," tambahnya.
Munasik mengatakan, permintaan musyawarah tersebut merupakan perintah dari Mahkamah Agung melalui Kasasi Nomor 283K/TUN/2012 tanggal 12 September. Putusan tersebut berisi bahwa menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh Gubernur DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta harus menghormati putusan MA yang memerintahkan musyawarah.
"Jika Gubernur tidak mau musyawarah, itu namanya Gubernur tidak mentaati hukum. Jika tetap tidak mentaati hukum, maka kami siap untuk menjalankan hukum rimba," tegas Munasik.
Meski berdemo di depan Balaikota DKI, arus lalu lintas dari arah Tugu Tani menuju Patung Kuda, tetap lancar. Aksi ini juga mendapat kawalan dari puluhan petugas kepolisian.
Sumber :
news.detik.com
Juru Bicara KPK Wawancara Jokowi di Balai Kota
Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi datang ke
Balai Kota untuk menemui Gubernur DKI Joko Widodo. Namun kedatangan
Johan Budi tidak berkaitan dengan perkara korupsi yang tengah diusut
KPK. Johan akan melakukan wawancara dengan Jokowi.
"Jadi di KPK itu ada majalah internal, namanya Integrito. Nah, saya sebagai Pemimpin Redaksi (Pemred) majalah tersebut datang menemui Pak Jokowi untuk melakukan wawancara," ujar Johan Budi di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2013).
Johan mengatakan, salah satu topik yang dibahas dengan Jokowi adalah mengenai masalah transparansi anggaran di DKI. Jokowi akan dijadikan sebagai narasumber dalam artikel di majalah tersebut.
"Jadi kita mau wawancara saja. Tidak ada kaitannya dengan KPK, tapi terkait dengan majalah," jelas Johan.
Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta dalam kepemimpinan Jokowi membuat gebrakan baru dalam hal tranparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2013. Transparansi tersebut berupa penempelan poster-poster anggaran di setiap keluarahan dan kecamatan serta masyarakat juga bisa mengakses informasi APBD tersebut lewat website www.jakarta.go.id
Sumber :
news.detik.com
"Jadi di KPK itu ada majalah internal, namanya Integrito. Nah, saya sebagai Pemimpin Redaksi (Pemred) majalah tersebut datang menemui Pak Jokowi untuk melakukan wawancara," ujar Johan Budi di Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2013).
Johan mengatakan, salah satu topik yang dibahas dengan Jokowi adalah mengenai masalah transparansi anggaran di DKI. Jokowi akan dijadikan sebagai narasumber dalam artikel di majalah tersebut.
"Jadi kita mau wawancara saja. Tidak ada kaitannya dengan KPK, tapi terkait dengan majalah," jelas Johan.
Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta dalam kepemimpinan Jokowi membuat gebrakan baru dalam hal tranparansi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2013. Transparansi tersebut berupa penempelan poster-poster anggaran di setiap keluarahan dan kecamatan serta masyarakat juga bisa mengakses informasi APBD tersebut lewat website www.jakarta.go.id
Sumber :
news.detik.com
Jokowi senang bila bawahannya berkembang
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo senang bila bawahannya berkembang.
Meski di sisi lain perkembangan itu harus ditandai dengan loncat ke
tempat lain, mengundurkan diri, keluar dari roda kepemimpinan Joko
Widodo.
Saat ini, empat jabatan eselon II di DKI Jakarta dalam posisi kosong. Kekosongan itu dikarenakan pejabat semula telah memasuki masa pensiun, mengundurkan diri, dan dipromosikan ke posisi lain. Keempat posisi jabatan yang kosong adalah Wali Kota Jakarta Barat karena Burhanuddin mengundurkan diri setelah mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg) 2014 DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerinda. Kemudian Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Sukarno yang telah memasuki masa pensiun sejak 1 April 2013 lalu.
Selanjutnya adalah Wali Kota Jakarta Selatan yang sebelumnya dijabat oleh Anas Effendi dan dimutasi sebagai Kepala Badan Perpustasaan dan Arsip Daerah. Terakhir adalah posisi Sekretaris Kota Jakarta Timur yang kosong setelah Husein Murad dipromosikan menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Timur.
Di luar itu, Sekretaris Daerah Fadjar Panjaitan juga telah undur diri untuk mencalonkan diri sebagai caleg 2014 DPR RI dari PDI Perjuangan. Bagi Joko Widodo, atau akrab disapa Jokowi, fenomena loncatnya beberapa bawahan menjadi caleg merupakan bentuk lain dari keinginan mengembangkan diri. Karena itu, ia enggan berpolemik setelahnya.
"Ya enggak apa-apa mengundurkan diri, bagus. Itu kan hak pribadi, mau mengundurkan diri silakan, tidak ada yang menghambat roda pemerintahan," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Rabu (17/4/2013) pagi.
Mantan Wali Kota Surakarta ini yakin pengunduran diri sejumlah pejabat itu tak akan berdampak banyak pada jalannya pemerintaahan kota. Pengisian pejabat kosong telah dalam proses. Saat pengunduran diri itu dikaitkan dengan ketidakmampuan pejabat bersangkutan mengikuti ritme kerjanya, Jokowi enggan berpspekulasi. Jokowi mengaku akan tetap bekerja cepat, apapun kondisinya.
"Sekarang kecepatan kerjanya, ritmenya masih 40 kilometer per jam," ujar Jokowi sambil tersenyum.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Saat ini, empat jabatan eselon II di DKI Jakarta dalam posisi kosong. Kekosongan itu dikarenakan pejabat semula telah memasuki masa pensiun, mengundurkan diri, dan dipromosikan ke posisi lain. Keempat posisi jabatan yang kosong adalah Wali Kota Jakarta Barat karena Burhanuddin mengundurkan diri setelah mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg) 2014 DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerinda. Kemudian Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Sukarno yang telah memasuki masa pensiun sejak 1 April 2013 lalu.
Selanjutnya adalah Wali Kota Jakarta Selatan yang sebelumnya dijabat oleh Anas Effendi dan dimutasi sebagai Kepala Badan Perpustasaan dan Arsip Daerah. Terakhir adalah posisi Sekretaris Kota Jakarta Timur yang kosong setelah Husein Murad dipromosikan menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Timur.
Di luar itu, Sekretaris Daerah Fadjar Panjaitan juga telah undur diri untuk mencalonkan diri sebagai caleg 2014 DPR RI dari PDI Perjuangan. Bagi Joko Widodo, atau akrab disapa Jokowi, fenomena loncatnya beberapa bawahan menjadi caleg merupakan bentuk lain dari keinginan mengembangkan diri. Karena itu, ia enggan berpolemik setelahnya.
"Ya enggak apa-apa mengundurkan diri, bagus. Itu kan hak pribadi, mau mengundurkan diri silakan, tidak ada yang menghambat roda pemerintahan," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Rabu (17/4/2013) pagi.
Mantan Wali Kota Surakarta ini yakin pengunduran diri sejumlah pejabat itu tak akan berdampak banyak pada jalannya pemerintaahan kota. Pengisian pejabat kosong telah dalam proses. Saat pengunduran diri itu dikaitkan dengan ketidakmampuan pejabat bersangkutan mengikuti ritme kerjanya, Jokowi enggan berpspekulasi. Jokowi mengaku akan tetap bekerja cepat, apapun kondisinya.
"Sekarang kecepatan kerjanya, ritmenya masih 40 kilometer per jam," ujar Jokowi sambil tersenyum.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Ini Alasan Kopassus Siap Wujudkan Mimpi Jokowi
Korps Komando Pasukan Khusus atau Kopassus, siap untuk mewujudkan
mimpi Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dalam hal kebersihan Sungai
Ciliwung. Salah satu bentuk dukungannya, yakni dengan melaksanakan
program Green, Clean and Healty atau Jumat bersih, Sabtu hijau, Minggu
sehat.
Komandan Jenderal Kopassus, Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo mengungkapkan, program itu adalah bagian dari pembinaan prajurit teritorial korps Kopassus. Salah satu wujud program itu adalah membersihkan sepanjang lima kilometer Sungai Ciliwung yang melintas di area Kopassus, yakni di Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
"Mimpinya Pak Jokowi kan Kali Ciliwung bersih, kami siap mewujudkan itu. Kebetulan Ciliwung itu sangat jorok, sudah dua tahun kami bersihkan," ujar Agus kepada wartawan usai menghadiri HUT ke-61 Kopassus, Selasa (16/4/2013) kemarin.
Bentuk membersihkan Sungai Ciliwung, kata Agus, telah dilakukan melalui dua hal. Pertama, pengangkatan sampah melalui jaring apung. Kedua, melakukan penghijauan di sepanjang sungai yang memiliki hulu di Bogor, Jawa Barat.
Agus mengatakan, sampah-sampah tersebut dipilah dengan melibatkan unsur masyarakat setempat. Sampah yang memiliki nilai ekonomis dipisahkan untuk didaur ulang. Sementara sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis, juga dipisahkan untuk kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir melalui truk angkut sampah bantuan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Agus mengakui, satu-satunya kendala program tersebut adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan yang dilakukan oleh masyarakat. Secara khusus, dia pun meminta sang gubernur untuk mengadakan lebih banyak tempat sampah di area permukiman yang bersinggungan dengan Sungai Ciliwung agar sampah tak berceceran.
"Kalau sudah bersih, bahkan kita bisa membuat area ekowisata di sungai itu. Akan kami buat rest area bagi masyarakat. Nanti jika ada perlombaan air nasional bisa di situ, mudah-mudahan bisa. Maka kita perlu dukungan," kata Agus Sutomo.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- jakarta.tribunnews.com : "Danjen Kopassus Ingin Wujudkan Mimpi Jokowi"
Komandan Jenderal Kopassus, Mayor Jenderal TNI Agus Sutomo mengungkapkan, program itu adalah bagian dari pembinaan prajurit teritorial korps Kopassus. Salah satu wujud program itu adalah membersihkan sepanjang lima kilometer Sungai Ciliwung yang melintas di area Kopassus, yakni di Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
"Mimpinya Pak Jokowi kan Kali Ciliwung bersih, kami siap mewujudkan itu. Kebetulan Ciliwung itu sangat jorok, sudah dua tahun kami bersihkan," ujar Agus kepada wartawan usai menghadiri HUT ke-61 Kopassus, Selasa (16/4/2013) kemarin.
Bentuk membersihkan Sungai Ciliwung, kata Agus, telah dilakukan melalui dua hal. Pertama, pengangkatan sampah melalui jaring apung. Kedua, melakukan penghijauan di sepanjang sungai yang memiliki hulu di Bogor, Jawa Barat.
Agus mengatakan, sampah-sampah tersebut dipilah dengan melibatkan unsur masyarakat setempat. Sampah yang memiliki nilai ekonomis dipisahkan untuk didaur ulang. Sementara sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis, juga dipisahkan untuk kemudian dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir melalui truk angkut sampah bantuan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Agus mengakui, satu-satunya kendala program tersebut adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan yang dilakukan oleh masyarakat. Secara khusus, dia pun meminta sang gubernur untuk mengadakan lebih banyak tempat sampah di area permukiman yang bersinggungan dengan Sungai Ciliwung agar sampah tak berceceran.
"Kalau sudah bersih, bahkan kita bisa membuat area ekowisata di sungai itu. Akan kami buat rest area bagi masyarakat. Nanti jika ada perlombaan air nasional bisa di situ, mudah-mudahan bisa. Maka kita perlu dukungan," kata Agus Sutomo.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- jakarta.tribunnews.com : "Danjen Kopassus Ingin Wujudkan Mimpi Jokowi"
Jokowi Tidak Jalankan Etika Birokrasi
Kosongnya empat kursi pejabat Eselon II di Pemprov DKI Jakarta,
menuai banyak pendapat miring, antara lain dari pensiunan pejabat DKI.
Ketua Paguyuban Pensiunan Pegawai Pemprov Pendukung Jokowi (KP5J) Agusman Badarudin menilai, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tidak menjalankan etika birokrasi dalam memimpin ibu kota.
“Jokowi tidak konsisten dengan ucapannya memilih pejabat muda. Buktinya, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Endang Widjajanti sudah masuk pensiun, juga Kepala Dinas Kebersihan Unu Nurdin. Itu tandanya regenerasi tidak dijalankan,” ujar mantan Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI.
Selain itu, lanjutnya, pemilihan pejabat juga tidak memiliki pola jenjang karier, serta cenderung mengherankan. Agusman mencontohkan, Sekretaris Dinas PU yang menjadi Kepala Biro Umum Kukuh Hadi Santoso yang baru menjabat dua bulan, langsung dipindah menjadi Kepala Satpol PP DKI.
“Kemudian juga pejabat-pejabat yang kurang sesuai latar belakangnya, seperti Kepala Dinas PU DKI Manggas Rudi Siahaan. Dia orang Dinas Pendidikan, kok bisa memimpin PU? Harusnya kan orang yang mengerti teknis," paparnya.
Lalu, papar Agusman, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Made Karmayoga, yang sebelumnya di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Pariwisata.
"Kok bisa pegang kepegawaian? Ini tidak ada jenjang karier yang urut,” ucapnya.
Agusman memaparkan, semua jabatan memang kewenangan Gubernur DKI. Namun, seharusnya Jokowi lebih memerhatikan jenjang karier seseorang di dalam tubuh Pemprov.
Jika benar Jokowi mengecek rekam jejak, maka orang-orang tersebut dinilainya tidak cocok untuk jabatan tersebut.
“Ini malah menimbulkan tanda tanya besar di lingkungan Pemprov DKI. Kami hanya mengingatkan Pak Jokowi, bukan mau mengintervensi. Sebab, keresahan PNS DKI sudah sangat besar, bahkan timbul persepsi transaksional dan intervensi partai. Kalau begini, tidak ada perubahan dong di DKI,” bebernya.
Pria yang juga pernah menjadi Kepala Dinas Perindustrian DKI berharap, Jokowi bisa membuka cara pemilihan kepala dinas dan wali kota. Sehingga, orang yang benar akan berada di tempat yang benar.
“Saya rasa, kalau sistem seleksi pejabat melalui Sekda, tidak akan begini. Pak Fadjar Panjaitan mungkin mundur juga karena alasan tertentu, bukan karena masuk partai, tapi dia sudah tidak dianggap, karena semua keputusan gubernur diambil tanpa pertimbangannya,” cetus Agusman.
Sumber :
jakarta.tribunnews.com
Berita Serupa :
- megapolitan.kompas.com : "Mantan Kadis Pajak: Kebijakan Jokowi Resahkan PNS DKI"
Ketua Paguyuban Pensiunan Pegawai Pemprov Pendukung Jokowi (KP5J) Agusman Badarudin menilai, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tidak menjalankan etika birokrasi dalam memimpin ibu kota.
“Jokowi tidak konsisten dengan ucapannya memilih pejabat muda. Buktinya, Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Endang Widjajanti sudah masuk pensiun, juga Kepala Dinas Kebersihan Unu Nurdin. Itu tandanya regenerasi tidak dijalankan,” ujar mantan Kepala Dinas Pelayanan Pajak DKI.
Selain itu, lanjutnya, pemilihan pejabat juga tidak memiliki pola jenjang karier, serta cenderung mengherankan. Agusman mencontohkan, Sekretaris Dinas PU yang menjadi Kepala Biro Umum Kukuh Hadi Santoso yang baru menjabat dua bulan, langsung dipindah menjadi Kepala Satpol PP DKI.
“Kemudian juga pejabat-pejabat yang kurang sesuai latar belakangnya, seperti Kepala Dinas PU DKI Manggas Rudi Siahaan. Dia orang Dinas Pendidikan, kok bisa memimpin PU? Harusnya kan orang yang mengerti teknis," paparnya.
Lalu, papar Agusman, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Made Karmayoga, yang sebelumnya di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Pariwisata.
"Kok bisa pegang kepegawaian? Ini tidak ada jenjang karier yang urut,” ucapnya.
Agusman memaparkan, semua jabatan memang kewenangan Gubernur DKI. Namun, seharusnya Jokowi lebih memerhatikan jenjang karier seseorang di dalam tubuh Pemprov.
Jika benar Jokowi mengecek rekam jejak, maka orang-orang tersebut dinilainya tidak cocok untuk jabatan tersebut.
“Ini malah menimbulkan tanda tanya besar di lingkungan Pemprov DKI. Kami hanya mengingatkan Pak Jokowi, bukan mau mengintervensi. Sebab, keresahan PNS DKI sudah sangat besar, bahkan timbul persepsi transaksional dan intervensi partai. Kalau begini, tidak ada perubahan dong di DKI,” bebernya.
Pria yang juga pernah menjadi Kepala Dinas Perindustrian DKI berharap, Jokowi bisa membuka cara pemilihan kepala dinas dan wali kota. Sehingga, orang yang benar akan berada di tempat yang benar.
“Saya rasa, kalau sistem seleksi pejabat melalui Sekda, tidak akan begini. Pak Fadjar Panjaitan mungkin mundur juga karena alasan tertentu, bukan karena masuk partai, tapi dia sudah tidak dianggap, karena semua keputusan gubernur diambil tanpa pertimbangannya,” cetus Agusman.
Sumber :
jakarta.tribunnews.com
Berita Serupa :
- megapolitan.kompas.com : "Mantan Kadis Pajak: Kebijakan Jokowi Resahkan PNS DKI"
Selasa, 16 April 2013
Jokowi: Monorel dan MRT Pusing Aturannya
Rencana pembangunan monorel dan mass rapid transit di Jakarta terus bergulir. Namun begitu, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku dibuat pusing oleh dua megaproyek ini.
Dijumpai di Balaikota Jakarta, pria yang akrab disapa Jokowi ini mengaku pusing dengan rencana pembangunan monorel dan MRT karena banyaknya aturan birokrasi yang membuat realisasinya menjadi lambat. Padahal di sisi lain, dirinya ingin segera memulai pembangunan moda transportasi massal modern itu.
"Monorel dan MRT itu tinggal administrasi, itu saja. Aturannya banyak, pusing. Bukan pusing kerjanya tapi pusing aturannya," kata Jokowi, Selasa (16/4/2013).
Mantan Wali Kota Surakarta ini menegaskan, pembangunan dua megaproyek itu bakal langsung dieksekusi setelah masalah administrasinya selesai. Dirinya mengaku enggan gegabah karena khawatir melanggar aturan yang berlaku.
"Kan enggak seperti swasta, punya duit langsung beli monorelnya, langsung cor. Tapi ini kebut-kebutan dua-duanya. Terus setiap hari kita urus," ujarnya.
Untuk diketahui, pembangunan monorel masih terganjal kelengkapan dokumen, khususnya mengenai ganti rugi tiang pancang dari PT Jakarta Monorail ke PT Adhi Karya. Sedangkan untuk MRT, kendalanya terletak pada surat rekomendasi Mendagri untuk pencairan dana pinjaman dari Jepang.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Dijumpai di Balaikota Jakarta, pria yang akrab disapa Jokowi ini mengaku pusing dengan rencana pembangunan monorel dan MRT karena banyaknya aturan birokrasi yang membuat realisasinya menjadi lambat. Padahal di sisi lain, dirinya ingin segera memulai pembangunan moda transportasi massal modern itu.
"Monorel dan MRT itu tinggal administrasi, itu saja. Aturannya banyak, pusing. Bukan pusing kerjanya tapi pusing aturannya," kata Jokowi, Selasa (16/4/2013).
Mantan Wali Kota Surakarta ini menegaskan, pembangunan dua megaproyek itu bakal langsung dieksekusi setelah masalah administrasinya selesai. Dirinya mengaku enggan gegabah karena khawatir melanggar aturan yang berlaku.
"Kan enggak seperti swasta, punya duit langsung beli monorelnya, langsung cor. Tapi ini kebut-kebutan dua-duanya. Terus setiap hari kita urus," ujarnya.
Untuk diketahui, pembangunan monorel masih terganjal kelengkapan dokumen, khususnya mengenai ganti rugi tiang pancang dari PT Jakarta Monorail ke PT Adhi Karya. Sedangkan untuk MRT, kendalanya terletak pada surat rekomendasi Mendagri untuk pencairan dana pinjaman dari Jepang.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Empat Jabatan Penting Kosong, Jokowi Tetap Tenang
Saat ini empat jabatan eselon II di lingkungan pemerintah Provinsi
DKI Jakarta dalam posisi kosong. Meski demikian, Gubernur DKI Jakarta
Joko Widodo tetap tenang dan tak merasa terganggu dengan kondisi
tersebut karena untuk posisi itu sementara telah diisi oleh pelaksana
tugas (Plt).
Keempat posisi yang semula diduduki pejabat eselon II tersebut kosong karena pejabat semula telah memasuki masa pensiun atau dipromosikan ke posisi lain. "Sudah ditunjuk Plt-nya, ya sudah, tidak ada masalah. Tidak akan berpengaruh," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Selasa (16/4/2013).
Posisi jabatan yang kosong itu adalah Wali Kota Jakarta Barat yang ditinggalkan Burhanuddin karena ia mengundurkan diri untuk mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg) 2014 di DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerinda. Posisi Wakil Wali Kota Jakarta Barat dilepas oleh Sukarno yang telah memasuki masa pensiun sejak 1 April 2013. Jabatan Wali Kota Jakarta Selatan sebelumnya dijabat oleh Anas Effendi, tetapi ia dimutasi sebagai Kepala Badan Perpustasaan dan Arsip Daerah. Yang terakhir adalah posisi Sekretaris Kota Jakarta Timur yang kosong setelah Husein Murad dipromosikan menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Timur.
Saat ini keempat jabatan tersebut dipegang oleh pelaksana tugas masing-masing. Jokowi telah menunjuk Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Sylviana Murni sebagai Plt Wali Kota Jakarta Barat. Adapun Sekretaris Kota Jakarta Barat ditunjuk sebagai Plt Wakil Wali Kota Jakarta Barat. Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Syamsudin Noor ditunjuk sebagai Plt Wali Kota Jakarta Selatan dan Wakil Wali Kota Jakarta Timur Husein Murad ditunjuk sebagai Plt Sekretaris Kota di wilayahnya.
Jokowi menyampaikan, nama-nama untuk jabatan wali kota yang lowong telah diserahkan kepada DPRD DKI Jakarta sejak 1,5 bulan yang lalu. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan dari anggota legislatif. "Sudah satu setengah bulan lalu kita ajukan ke Dewan, sampai sekarang belum ada," ujarnya.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- news.detik.com : "Empat Pos Eselon II Kosong, Jokowi: Tidak Masalah"
Keempat posisi yang semula diduduki pejabat eselon II tersebut kosong karena pejabat semula telah memasuki masa pensiun atau dipromosikan ke posisi lain. "Sudah ditunjuk Plt-nya, ya sudah, tidak ada masalah. Tidak akan berpengaruh," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Selasa (16/4/2013).
Posisi jabatan yang kosong itu adalah Wali Kota Jakarta Barat yang ditinggalkan Burhanuddin karena ia mengundurkan diri untuk mencalonkan diri sebagai calon legislatif (caleg) 2014 di DPRD DKI Jakarta dari Partai Gerinda. Posisi Wakil Wali Kota Jakarta Barat dilepas oleh Sukarno yang telah memasuki masa pensiun sejak 1 April 2013. Jabatan Wali Kota Jakarta Selatan sebelumnya dijabat oleh Anas Effendi, tetapi ia dimutasi sebagai Kepala Badan Perpustasaan dan Arsip Daerah. Yang terakhir adalah posisi Sekretaris Kota Jakarta Timur yang kosong setelah Husein Murad dipromosikan menjadi Wakil Wali Kota Jakarta Timur.
Saat ini keempat jabatan tersebut dipegang oleh pelaksana tugas masing-masing. Jokowi telah menunjuk Asisten Sekda Bidang Pemerintahan Sylviana Murni sebagai Plt Wali Kota Jakarta Barat. Adapun Sekretaris Kota Jakarta Barat ditunjuk sebagai Plt Wakil Wali Kota Jakarta Barat. Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Syamsudin Noor ditunjuk sebagai Plt Wali Kota Jakarta Selatan dan Wakil Wali Kota Jakarta Timur Husein Murad ditunjuk sebagai Plt Sekretaris Kota di wilayahnya.
Jokowi menyampaikan, nama-nama untuk jabatan wali kota yang lowong telah diserahkan kepada DPRD DKI Jakarta sejak 1,5 bulan yang lalu. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan dari anggota legislatif. "Sudah satu setengah bulan lalu kita ajukan ke Dewan, sampai sekarang belum ada," ujarnya.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- news.detik.com : "Empat Pos Eselon II Kosong, Jokowi: Tidak Masalah"
Jokowi: Sebuah Kota Tanpa Seni Akan Terasa Hampa
Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), melantik anggota Dewan
Kesenian Jakarta (DKJ) periode 2013-2015. Ia berharap DKJ memberikan
masukan bagi kemajuan kesenian di Jakarta.
"Kita ingin diberi masukan-masukan dan saran bisa mendesain kegiatan yang berkaitan dengan seni budaya yang ada di Jakarta," kata Jokowi di Gedung Balaikota DKI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2013).
Jokowi berpendapat sebuah kota jika tidak dibangun tanpa seni budaya akan menjadi hampa. Oleh karena itu, kata Jokowi, Pemprov DKI Jakarta akan lebih gencar menyemarakkan seni budaya di Jakarta, khususnya di kampung-kampung.
"Ini kita venuenya kan banyak. Ada suasana musik, tari, film dan lain-lainnya. Kalau itu ada semuanya maka kota itu akan menjadi hidup. Jadi tidak hanya ekonomi saja, kalau tak ada seni, kota itu akan hambar, akan hampa," ujar Jokowi.
Jokowi ingin seni budaya Jakarta bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan kesenian nantinya akan lebih banyak digelar di luar gedung agar bisa disaksikan oleh masyarakat luas.
"Jadi nanti tidak hanya di dalam gedung. Saya akan perbanyak yang di outdoor, biar bisa dinikmati rakyat, tidak ekslusif tapi mendatar, horizontal," terang Jokowi.
Jokowi menambahkan program kesenian sudah mulai dibangun di kampung-kampung. Hasilnya bakal bisa dinikmati oleh masyarakat Jakarta pada HUT Jakarta Juni mendatang.
"Ini di kampung-kampung sudah dimulai. Munculnya nanti bulan Juni," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman, mengatakan DKJ akan memberikan strategi pengembanghan seni di Jakarta, terutama pengembangan masyarakat agar menjadi pelaku seni.
"Gubernur DkI kan akan mengembangkan seni di Jakarta. Jadi rakyat tidak hanya menjadi penikmat seni tapi juga pelaku seni. Masyarakat sekarang memiliki alternatif untuk menjadi culture preneur yang punya tempat untuk mementaskan karya mereka," terang Arie.
Sumber :
news.detik.com
"Kita ingin diberi masukan-masukan dan saran bisa mendesain kegiatan yang berkaitan dengan seni budaya yang ada di Jakarta," kata Jokowi di Gedung Balaikota DKI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2013).
Jokowi berpendapat sebuah kota jika tidak dibangun tanpa seni budaya akan menjadi hampa. Oleh karena itu, kata Jokowi, Pemprov DKI Jakarta akan lebih gencar menyemarakkan seni budaya di Jakarta, khususnya di kampung-kampung.
"Ini kita venuenya kan banyak. Ada suasana musik, tari, film dan lain-lainnya. Kalau itu ada semuanya maka kota itu akan menjadi hidup. Jadi tidak hanya ekonomi saja, kalau tak ada seni, kota itu akan hambar, akan hampa," ujar Jokowi.
Jokowi ingin seni budaya Jakarta bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. Kegiatan kesenian nantinya akan lebih banyak digelar di luar gedung agar bisa disaksikan oleh masyarakat luas.
"Jadi nanti tidak hanya di dalam gedung. Saya akan perbanyak yang di outdoor, biar bisa dinikmati rakyat, tidak ekslusif tapi mendatar, horizontal," terang Jokowi.
Jokowi menambahkan program kesenian sudah mulai dibangun di kampung-kampung. Hasilnya bakal bisa dinikmati oleh masyarakat Jakarta pada HUT Jakarta Juni mendatang.
"Ini di kampung-kampung sudah dimulai. Munculnya nanti bulan Juni," katanya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman, mengatakan DKJ akan memberikan strategi pengembanghan seni di Jakarta, terutama pengembangan masyarakat agar menjadi pelaku seni.
"Gubernur DkI kan akan mengembangkan seni di Jakarta. Jadi rakyat tidak hanya menjadi penikmat seni tapi juga pelaku seni. Masyarakat sekarang memiliki alternatif untuk menjadi culture preneur yang punya tempat untuk mementaskan karya mereka," terang Arie.
Sumber :
news.detik.com
Jokowi Kukuhkan Anggota Dewan Kesenian Jakarta Periode 2013-2015
Hari ini Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengukuhkan Anggota Dewan Kesenian Jakarta Periode 2013-2015.
Pelantikan yang diselenggarakan di Balai Agung, Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2013) ini dihadiri seluruh calon Anggota Dewan Kesenian Jakarta yang jumlahnya sebanyak 25 orang.
"Dengan ucapkan Bismillah seraya ridho Allah SWT, pada hari ini, saya kukuhkan saudara-saudara sebagai Anggota Dewan Kesenian Jakarta," ujar Joko Widodo di depan 25 calon anggota yang tengah dilantik.
Tidak hanya itu, Joko Widodo juga berpesan kepada semua anggota Dewan Kesenian Jakarta untuk dapat bekerja sebaik-baiknya dalam melaksanakan tugas di bidang kesenian.
"Saya percaya saudara melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab. Semoga Allah SWT memberi petunjuk dan melindungi kita semua," ucap Joko Widodo.
Sumber :
jakarta.tribunnews.com
Pelantikan yang diselenggarakan di Balai Agung, Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (16/4/2013) ini dihadiri seluruh calon Anggota Dewan Kesenian Jakarta yang jumlahnya sebanyak 25 orang.
"Dengan ucapkan Bismillah seraya ridho Allah SWT, pada hari ini, saya kukuhkan saudara-saudara sebagai Anggota Dewan Kesenian Jakarta," ujar Joko Widodo di depan 25 calon anggota yang tengah dilantik.
Tidak hanya itu, Joko Widodo juga berpesan kepada semua anggota Dewan Kesenian Jakarta untuk dapat bekerja sebaik-baiknya dalam melaksanakan tugas di bidang kesenian.
"Saya percaya saudara melaksanakan tugas dengan baik dan penuh tanggung jawab. Semoga Allah SWT memberi petunjuk dan melindungi kita semua," ucap Joko Widodo.
Sumber :
jakarta.tribunnews.com
Jokowi: Kesadaran Masyarakat Rendah
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melibatkan peran Kopassus untuk
menjaga kebersihan lingkungan di Ibu Kota. Langkah itu dilakukan
sekaligus untuk mendorong kesadaran warga Jakarta menjaga dan memelihara
lingkungan di wilayahnya masing-masing.
Mantan Wali Kota Surakarta itu menyampaikan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan realisasi konkret kerja sama tersebut. Langkah yang dilakukan adalah dengan menginventarisir kondisi di lapangan, serta kemudian masuk ke tahap eksekusi.
"Kalau sudah diputuskan langsung bekerja. Masyarakat harus didorong, karena memang kesadarannya rendah. Terus bagaimana kalau tidak didorong, tidak disuntik," kata Jokowi, seusai menghadiri acara hari ulang tahun (HUT) ke-61 Kopassus di Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (16/4/2013).
Di tempat yang sama, Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayor Jenderal Agus Sutomo menyambut baik usulan Jokowi. Menurutnya, upaya bersama memelihara lingkungan Jakarta, khususnya kebersihan sungai, merupakan hal yang diperlukan saat ini.
Dia berharap, sungai di Jakarta dapat berubah menjadi tempat wisata setelah kondisinya benar-benar bersih dan hijau. "Kita mimpi Sungai Ciliwung bisa menjadi tempat wisata. Nanti bisa kerja sama lintas sektoral," ujarnya.
Pada 5 April 2013, Jokowi dan Kopassus pernah sama-sama terlibat dalam aksi bersih-bersih Sungai Ciliwung. Saat itu Jokowi mengaku bangga dengan Kopassus karena memiliki tingkat peduli lingkungan yang tinggi.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Mantan Wali Kota Surakarta itu menyampaikan, saat ini pihaknya tengah menyiapkan realisasi konkret kerja sama tersebut. Langkah yang dilakukan adalah dengan menginventarisir kondisi di lapangan, serta kemudian masuk ke tahap eksekusi.
"Kalau sudah diputuskan langsung bekerja. Masyarakat harus didorong, karena memang kesadarannya rendah. Terus bagaimana kalau tidak didorong, tidak disuntik," kata Jokowi, seusai menghadiri acara hari ulang tahun (HUT) ke-61 Kopassus di Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (16/4/2013).
Di tempat yang sama, Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayor Jenderal Agus Sutomo menyambut baik usulan Jokowi. Menurutnya, upaya bersama memelihara lingkungan Jakarta, khususnya kebersihan sungai, merupakan hal yang diperlukan saat ini.
Dia berharap, sungai di Jakarta dapat berubah menjadi tempat wisata setelah kondisinya benar-benar bersih dan hijau. "Kita mimpi Sungai Ciliwung bisa menjadi tempat wisata. Nanti bisa kerja sama lintas sektoral," ujarnya.
Pada 5 April 2013, Jokowi dan Kopassus pernah sama-sama terlibat dalam aksi bersih-bersih Sungai Ciliwung. Saat itu Jokowi mengaku bangga dengan Kopassus karena memiliki tingkat peduli lingkungan yang tinggi.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Kekompakan 'Wong Solo' ala Jokowi & Danjen Kopassus
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bersalaman dengan Danjen
Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo pada HUT ke-61 Kopassus. Dua pria asli
Solo ini kompak menjalin kerjasama.
"Pak...salaman dong!" pinta wartawan kepada Jokowi dan Agus usai perayaan HUT ke-61 Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (16/4/2013).
Mereka menyambut permintaan wartawan dengan senyuman ramah. "Pak Jokowi wong Solo, saya wong Solo. Sama-sama orang Solo harus kompak," kata Agus sambil menjabat tangan orang nomor satu di Jakarta itu.
Agus dan Jokowi kemudian berfoto bersama.
Agus mengatakan Kopassus siap bekerjasama dengan Jokowi untuk memerangi sampah di Sungai Ciliwung. Kerjasama itu sudah terjalin selama satu tahun.
"Kita mimpi sampah di Kali Ciliwung bisa menjadi tempat wisata," ujar Agus.
Bukan kerjasama jadi RI 1 dan RI 2, Pak? "Untuk seluruh warga Indonesia mulainya hulunya Cijantung sampai hilir Jakarta. Hingga nanti kerjasama lintas sektoral terkait dalam ini Pemda Bogor dan Tangerang dan semoga ke depannya Kali Ciliwung ini menjadi kali idaman bagi masyarakat Jakarta dan Indonesia," papar Agus yang menyusuri Kali Ciliwung bersama Jokowi pada Jumat lalu.
Jokowi menambahkan kerjasama dengan Kopassus masih dalam tahap inventarisasi di lapangan. "Kalau sudah diputuskan langsung bekerja," kata Jokowi.
Pria kelahiran Surakarta 21 Juni 1961 ini menyayangkan rendahnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
"Iya harus didorong, memang kesadaran rendah. Terus bagaimana kalau tidak didorong. Tidak disuntik (dibantu Kopassus membersihkan kali)," kata dia.
Sumber :
news.detik.com
"Pak...salaman dong!" pinta wartawan kepada Jokowi dan Agus usai perayaan HUT ke-61 Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (16/4/2013).
Mereka menyambut permintaan wartawan dengan senyuman ramah. "Pak Jokowi wong Solo, saya wong Solo. Sama-sama orang Solo harus kompak," kata Agus sambil menjabat tangan orang nomor satu di Jakarta itu.
Agus dan Jokowi kemudian berfoto bersama.
Agus mengatakan Kopassus siap bekerjasama dengan Jokowi untuk memerangi sampah di Sungai Ciliwung. Kerjasama itu sudah terjalin selama satu tahun.
"Kita mimpi sampah di Kali Ciliwung bisa menjadi tempat wisata," ujar Agus.
Bukan kerjasama jadi RI 1 dan RI 2, Pak? "Untuk seluruh warga Indonesia mulainya hulunya Cijantung sampai hilir Jakarta. Hingga nanti kerjasama lintas sektoral terkait dalam ini Pemda Bogor dan Tangerang dan semoga ke depannya Kali Ciliwung ini menjadi kali idaman bagi masyarakat Jakarta dan Indonesia," papar Agus yang menyusuri Kali Ciliwung bersama Jokowi pada Jumat lalu.
Jokowi menambahkan kerjasama dengan Kopassus masih dalam tahap inventarisasi di lapangan. "Kalau sudah diputuskan langsung bekerja," kata Jokowi.
Pria kelahiran Surakarta 21 Juni 1961 ini menyayangkan rendahnya kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
"Iya harus didorong, memang kesadaran rendah. Terus bagaimana kalau tidak didorong. Tidak disuntik (dibantu Kopassus membersihkan kali)," kata dia.
Sumber :
news.detik.com
Jokowi akan Gandeng Kopassus Jika Jakarta 'Panas'
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengimbau segenap pihak agar
tidak memanas-manasi kondisi keamanan Ibu Kota. Jika keamanan Jakarta
'panas', ia tidak segan-segan meminta bantuan Kopassus.
"Siapa yang bilang (kondisi keamanan) panas di Jakarta, masih dingin. Yang panas udaranya saja," kata Jokowi.
Hal ini disampaikan Jokowi usai menghadiri perayaan HUT ke-61 Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (16/4/2013).
Jokowi berencana melibatkan semua aparat keamanan untuk menjaga Jakarta jika kondisi 'memanas', termasuk Kopassus.
"Artinya ada tugas wilayah yang di kepolisian. Tapi kalau ada hal dan itu menurut aturan (Kopassus dilibatkan dalam keamanan) memang ada, kita bisa meminta bantuan ke Kopassus, ke Polda entah ke mana bisa kita lakukan. Sementara ini dingin-dingin saja jangan ada yang manas-manasin," ujar Jokowi.
Sumber :
news.detik.com
"Siapa yang bilang (kondisi keamanan) panas di Jakarta, masih dingin. Yang panas udaranya saja," kata Jokowi.
Hal ini disampaikan Jokowi usai menghadiri perayaan HUT ke-61 Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (16/4/2013).
Jokowi berencana melibatkan semua aparat keamanan untuk menjaga Jakarta jika kondisi 'memanas', termasuk Kopassus.
"Artinya ada tugas wilayah yang di kepolisian. Tapi kalau ada hal dan itu menurut aturan (Kopassus dilibatkan dalam keamanan) memang ada, kita bisa meminta bantuan ke Kopassus, ke Polda entah ke mana bisa kita lakukan. Sementara ini dingin-dingin saja jangan ada yang manas-manasin," ujar Jokowi.
Sumber :
news.detik.com
Jokowi Dukung Foke Jadi Caleg dari Partai Demokrat
Gagal menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta untuk yang kedua kalinya,
Fauzi Bowo dikabarkan mencalonkan diri sebagai calon legislatif DPR RI
dari Partai Demokrat.
Menanggapi hal tersebut, lawan Foke ketika Pilgub DKI Jakarta tahun lalu, Joko Widodo mendukung langkah pesaing kuatnya di Pilkada DKI itu.
"Oh, gitu ya, bagus, bagus. Saya dukung Pak Foke untuk jadi calon anggota legislatif," ujar Jokowi usai mengikuti acara syukuran HUT Kopassus ke- 61 di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (16/4/2013).
Namun ketika ditanya apa alasan Jokowi mendukung Foke sebagai caleg, Jokowi enggan membeberkan. Ia hanya mengatakan mendukung langkah Foke yang akan maju di Dapil DKI Jakarta tersebut. "Apa yah, pokoknya saya dukung saja," kata Jokowi dari dalam mobil dinasnya.
Sebelumnya, mantan anak buah Foke Fadjar Panjaitan juga telah mengundurkan diri dari jabatannya saat ini sebagai Sekertaris Daerah (Sekda). Mundurnya Fadjar sebagai orang nomor tiga di DKI Jakarta dikarenakan dirinya juga telah mendaftar sebagai caleg dari PDIP.
Sumber :
liputan6.com
Menanggapi hal tersebut, lawan Foke ketika Pilgub DKI Jakarta tahun lalu, Joko Widodo mendukung langkah pesaing kuatnya di Pilkada DKI itu.
"Oh, gitu ya, bagus, bagus. Saya dukung Pak Foke untuk jadi calon anggota legislatif," ujar Jokowi usai mengikuti acara syukuran HUT Kopassus ke- 61 di Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (16/4/2013).
Namun ketika ditanya apa alasan Jokowi mendukung Foke sebagai caleg, Jokowi enggan membeberkan. Ia hanya mengatakan mendukung langkah Foke yang akan maju di Dapil DKI Jakarta tersebut. "Apa yah, pokoknya saya dukung saja," kata Jokowi dari dalam mobil dinasnya.
Sebelumnya, mantan anak buah Foke Fadjar Panjaitan juga telah mengundurkan diri dari jabatannya saat ini sebagai Sekertaris Daerah (Sekda). Mundurnya Fadjar sebagai orang nomor tiga di DKI Jakarta dikarenakan dirinya juga telah mendaftar sebagai caleg dari PDIP.
Sumber :
liputan6.com
Hari ini, Jokowi tunjuk wali kota Jakbar sementara
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hari ini berencana akan mengumumkan
pelaksana harian pengganti Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin.
Penetapan pelaksana harian ini terkait dengan pengunduran Burhanuddin
sebagai orang nomor satu di Jakarta Barat.
"Hari ini, pak gubernur akan menunjuk pelaksana harian, karena posisi tersebut sekarang kosong sama sekali," kata Sekretaris Kota (Seko) Kotamadya Jakarta Barat Rustam Effendi saat dihubungi, Selasa (16/4).
Sampai terpilihnya pelaksana harian, lanjut Effendi, maka dirinya bertugas mengambil alih administratif wali kota sementara. Tugas tersebut di antaranya menandatangani surat menyurat yang terkait kebijakan dan anggaran.
Effendi berharap, Gubernur Jokowi dapat menetapkan pelaksana harian hari ini. "Mudah-mudahan hari ini gubernur bisa langsung menunjuk pelaksana harian karena posisi walikota tidak boleh kosong," ujarnya.
Sementara, Kepala Kantor Kepegawaian Pemkot Administrasi Jakarta Barat Sugeng Irianto mengatakan, Burhanuddin pada Senin (15/4) telah mengajukan surat pengunduran diri ke Gubernur Jokowi.
"Artinya dengan adanya surat pernyataan diri tersebut menandakan terhitung, Senin (15/4) Jakarta Barat resmi tidak memiliki walikota," ujar Sugeng.
Sugeng menjelaskan, tugas administratif walikota dipegang oleh Rustam Effendi, dikarenakan, Jakarta Barat tidak memiliki wakil wali kota. Sebelumnya, pada 1 April 2013, Wakil Walikota Sukarno telah memasuki masa pensiun.
Sebelumnya, Burhanuddin mengajukan pengunduran diri sebagai wali kota guna fokus untuk mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif DPRD DKI Jakarta. Burhanuddin maju sebagai caleg DPRD melalui Partai Gerindra.
Sumber :
merdeka.com
"Hari ini, pak gubernur akan menunjuk pelaksana harian, karena posisi tersebut sekarang kosong sama sekali," kata Sekretaris Kota (Seko) Kotamadya Jakarta Barat Rustam Effendi saat dihubungi, Selasa (16/4).
Sampai terpilihnya pelaksana harian, lanjut Effendi, maka dirinya bertugas mengambil alih administratif wali kota sementara. Tugas tersebut di antaranya menandatangani surat menyurat yang terkait kebijakan dan anggaran.
Effendi berharap, Gubernur Jokowi dapat menetapkan pelaksana harian hari ini. "Mudah-mudahan hari ini gubernur bisa langsung menunjuk pelaksana harian karena posisi walikota tidak boleh kosong," ujarnya.
Sementara, Kepala Kantor Kepegawaian Pemkot Administrasi Jakarta Barat Sugeng Irianto mengatakan, Burhanuddin pada Senin (15/4) telah mengajukan surat pengunduran diri ke Gubernur Jokowi.
"Artinya dengan adanya surat pernyataan diri tersebut menandakan terhitung, Senin (15/4) Jakarta Barat resmi tidak memiliki walikota," ujar Sugeng.
Sugeng menjelaskan, tugas administratif walikota dipegang oleh Rustam Effendi, dikarenakan, Jakarta Barat tidak memiliki wakil wali kota. Sebelumnya, pada 1 April 2013, Wakil Walikota Sukarno telah memasuki masa pensiun.
Sebelumnya, Burhanuddin mengajukan pengunduran diri sebagai wali kota guna fokus untuk mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif DPRD DKI Jakarta. Burhanuddin maju sebagai caleg DPRD melalui Partai Gerindra.
Sumber :
merdeka.com
Jokowi: Saya Sangat Bangga Sekali terhadap Kopassus
Aneka atraksi korps baret merah di HUT Kopassus membuat Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi) kepincut. Ia berharap Kopassus yang genap
berumur 61 tahun ini semakin profesional.
"Saya sangat bangga sekali terhadap Kopassus," kata Jokowi bersemangat usai menghadiri perayaan HUT ke-61 Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (16/4/2013).
Jokowi memaparkan kebanggaannya terhadap pasukan khusus tersebut. Pertama, karena Kopassus masuk dalam 3 besar satuan khusus di dunia.
"Yang kedua, setelah melihat antraksi di panggung tadi menambah kebanggaan saya. Bukan sebuah hal yang direka-reka tetapi kalau masuk tiga besar saya tidak kaget, kalau tadi Merpati Putih dengan latihan bisa melakukan hal-hal yang di luar normal kita," papar Jokowi yang didampingi Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo ini.
Pria asli Surakarta ini berharap Kopassus tetap profesional. "Saya nggak meragukan Kopassus sedikit pun," ujar Jokowi.
Dikasih topi baret merah, Pak? "Ndaak," jawab Jokowi singkat.
Sumber :
news.detik.com
"Saya sangat bangga sekali terhadap Kopassus," kata Jokowi bersemangat usai menghadiri perayaan HUT ke-61 Kopassus di Mako Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Selasa (16/4/2013).
Jokowi memaparkan kebanggaannya terhadap pasukan khusus tersebut. Pertama, karena Kopassus masuk dalam 3 besar satuan khusus di dunia.
"Yang kedua, setelah melihat antraksi di panggung tadi menambah kebanggaan saya. Bukan sebuah hal yang direka-reka tetapi kalau masuk tiga besar saya tidak kaget, kalau tadi Merpati Putih dengan latihan bisa melakukan hal-hal yang di luar normal kita," papar Jokowi yang didampingi Danjen Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo ini.
Pria asli Surakarta ini berharap Kopassus tetap profesional. "Saya nggak meragukan Kopassus sedikit pun," ujar Jokowi.
Dikasih topi baret merah, Pak? "Ndaak," jawab Jokowi singkat.
Sumber :
news.detik.com
PD: Dikalahkan Jokowi di Pilgub DKI, Foke Tak Nyaleg DPR RI
Eks Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke) masih memegang posisi anggota
Dewan Pembina PD. Namun Foke dipastikan tak maju sebagai caleg PD di
Pileg 2014.
"Foke nggak nyaleg," kata Wakil Ketua Umum PD Max Sopacua kepada detikcom, Selasa (16/4/2013).
Foke saat ini masuk kandidat kuat Wakil Ketua Umum PD. Namun keputusan akan diambil akhir pekan ini.
"Kita belum putuskan," kata anggota tim formatur DPP PD ini.
Nama Foke menguat menjadi waketum PD setelah Yenny Wahid dipastikan batal masuk PD. Nama Yenny Wahid sempat ditimang-timang diposisikan sebagai Waketum PD.
Namun deal akhirnya batal. Yenny Wahid akan mengumuman batal masuk PD di Kantor DPP PKBIB siang ini.
Sumber :
news.detik.com
"Foke nggak nyaleg," kata Wakil Ketua Umum PD Max Sopacua kepada detikcom, Selasa (16/4/2013).
Foke saat ini masuk kandidat kuat Wakil Ketua Umum PD. Namun keputusan akan diambil akhir pekan ini.
"Kita belum putuskan," kata anggota tim formatur DPP PD ini.
Nama Foke menguat menjadi waketum PD setelah Yenny Wahid dipastikan batal masuk PD. Nama Yenny Wahid sempat ditimang-timang diposisikan sebagai Waketum PD.
Namun deal akhirnya batal. Yenny Wahid akan mengumuman batal masuk PD di Kantor DPP PKBIB siang ini.
Sumber :
news.detik.com
Rustam Effendi: Jokowi Belum Tunjuk Plh Wali Kota
Jabatan Wali Kota Jakarta Barat untuk sementara dipegang alih oleh
Sekertaris Kota Jakarta Barat Rustam Effendi. Jabatan tersebut dipegang
sampai Gubernur DKI Jakarta menunjuk satu orang dari provinsi untuk
menjadi pelaksana harian sementara.
"Jabatan wali kota kan tidak boleh kosong. Karena Pak Gubernur belum tunjuk pelaksana hariannya, jadi untuk sementara, saya yang menggantikan," kata Rustam saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/4/2013).
Rustam mengatakan, ia menggantikan posisi wali kota sampai gubernur menunjuk pelaksana harian (Plh). Pelaksana harian sendiri harus ditunjuk hari ini mengingat jabatan wali kota tidak boleh kosong. Terlebih, Wakil Wali Kota Jakarta Barat Soekarno juga sudah tidak menjabat karena masuk masa pensiun.
Pelaksana harian, kata Rustam, nantinya dipilih dari orang-orang yang bertugas di provinsi. Biasanya mereka merupakan asisten di tingkat provinsi yang sudah pantas menjabat sebagai pelaksana harian menggantikan posisi wali kota untuk sementara.
Rustam mengatakan, sebelum gubernur menunjuk pelaksana harian, semua tugas wali kota dipegang oleh sekertaris kota. Namun, sekertaris kota hanya bisa menjalankan tugas berupa tanda tangan surat-surat undangkan atau menjalankan tugas yang tidak bersinggungan dengan kebijakan. Sementara surat yang bersifat kebijakan ataupun anggaran, ia tidak berhak untuk mengambil alih tugas tersebut.
"Saya enggak boleh mengeluarkan kebijakan atau menandatangani surat-surat mengenai anggaran. Kalau untuk hal tersebut, harus menunggu penunjukan pelaksana harian," katanya.
Jabatan pelaksana harian, kata Rustam, akan selesai sampai gubernur menunjuk wali kota definitif. Untuk proses lelang jabatan wali kota, pihaknya masih menunggu keputusan dari tingkat Provinsi DKI Jakarta. Jabatan Wali Kota Jakarta Barat sudah mulai benar-benar kosong pada hari ini.
Kemarin, mantan Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin masih berkantor di kantor administrasi Wali Kota Jakarta Barat. Namun, saat ini, ruangan Wali Kota Jakarta Barat belum diisi oleh pelaksana harian atau wali kota definitif.
Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Pengumuman pengunduran dirinya itu disampaikan dalam apel upacara yang dihadiri ratusan pegawai negeri sipil setempat, Senin (15/4/2013). Dengan mundurnya Burhanuddin, kini dua jabatan strategis di Jakarta Barat kosong.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jakbar Soekarno mengakhiri masa tugasnya karena pensiun sejak 1 April 2013. Sebagaimana disampaikannya beberapa waktu lalu, Burhanuddin mengatakan bahwa pengunduran dirinya itu dilakukan karena ia akan maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilihan Umum 2014. Ia juga tengah mempersiapkan diri menjelang masa pensiun.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
"Jabatan wali kota kan tidak boleh kosong. Karena Pak Gubernur belum tunjuk pelaksana hariannya, jadi untuk sementara, saya yang menggantikan," kata Rustam saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/4/2013).
Rustam mengatakan, ia menggantikan posisi wali kota sampai gubernur menunjuk pelaksana harian (Plh). Pelaksana harian sendiri harus ditunjuk hari ini mengingat jabatan wali kota tidak boleh kosong. Terlebih, Wakil Wali Kota Jakarta Barat Soekarno juga sudah tidak menjabat karena masuk masa pensiun.
Pelaksana harian, kata Rustam, nantinya dipilih dari orang-orang yang bertugas di provinsi. Biasanya mereka merupakan asisten di tingkat provinsi yang sudah pantas menjabat sebagai pelaksana harian menggantikan posisi wali kota untuk sementara.
Rustam mengatakan, sebelum gubernur menunjuk pelaksana harian, semua tugas wali kota dipegang oleh sekertaris kota. Namun, sekertaris kota hanya bisa menjalankan tugas berupa tanda tangan surat-surat undangkan atau menjalankan tugas yang tidak bersinggungan dengan kebijakan. Sementara surat yang bersifat kebijakan ataupun anggaran, ia tidak berhak untuk mengambil alih tugas tersebut.
"Saya enggak boleh mengeluarkan kebijakan atau menandatangani surat-surat mengenai anggaran. Kalau untuk hal tersebut, harus menunggu penunjukan pelaksana harian," katanya.
Jabatan pelaksana harian, kata Rustam, akan selesai sampai gubernur menunjuk wali kota definitif. Untuk proses lelang jabatan wali kota, pihaknya masih menunggu keputusan dari tingkat Provinsi DKI Jakarta. Jabatan Wali Kota Jakarta Barat sudah mulai benar-benar kosong pada hari ini.
Kemarin, mantan Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin masih berkantor di kantor administrasi Wali Kota Jakarta Barat. Namun, saat ini, ruangan Wali Kota Jakarta Barat belum diisi oleh pelaksana harian atau wali kota definitif.
Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Pengumuman pengunduran dirinya itu disampaikan dalam apel upacara yang dihadiri ratusan pegawai negeri sipil setempat, Senin (15/4/2013). Dengan mundurnya Burhanuddin, kini dua jabatan strategis di Jakarta Barat kosong.
Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jakbar Soekarno mengakhiri masa tugasnya karena pensiun sejak 1 April 2013. Sebagaimana disampaikannya beberapa waktu lalu, Burhanuddin mengatakan bahwa pengunduran dirinya itu dilakukan karena ia akan maju sebagai calon anggota legislatif pada Pemilihan Umum 2014. Ia juga tengah mempersiapkan diri menjelang masa pensiun.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Jokowi hadiri HUT Kopassus di Cijantung
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo hadiri peringatan ulang
tahun Kopassus di Markas Cijantung, Jakarta Timur. Hari ini Korps Baret
Merah itu tepat berusia 61 tahun.
Menurut staf penerangan Kopassus, Ahmad Munir, perayaan HUT Kopassus ke-61 ini akan diadakan secara sederhana di Mako Kopassus Cijantung. Tidak ada upacara atau defile.
"Acaranya hanya syukuran saja," ujar Ahmad Munir.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB yang langsung dibuka oleh Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Mayjen TNI Agus Sutomo. Jokowi pun telah tiba di dalam acara terebut pukul 09.00 WIB.
"Hadir juga dalam acara ini Gubernur DKI, Joko Widodo. Pak Jokowi, kita sama-sama dari Solo, jadi kita harus Kompak sesama wong Solo Pak," ujar Agus disambut tepuk tangan para hadirin dan prajurit Kopassus.
Jokowi yang hadir mengenakan kemeja putih dilapisi jas warna hitam pun langsung berdiri dan menyalami beberapa petinggi Kopassus.
Agus pun kemudian memperkenalkan para sesepuh TNI yang hadir, seperti Letjen (Purn) Prabowo Subianto, Junderal (Purn) Agum Gumelar, Jenderal (Purn) Luhut. Panjaitan, Jenderal (Purn)Hendropriyono, mantan Danjen Kopassus, Sutiyoso dan beberapa lainnya.
Sebelumnya, Jokowi juga pernah menyambangi Mako Kopassus pada Jumat (5/4) lalu. Kedatangan Jokowi tersebut dalam rangka silarurahhmi dan meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) serta aksi bersih-bersih di Kali Ciliwung, pada kunjungan tersebut Jokowi dihadiahi sebuah baret merah.
Berita Serupa :
- megapolitan.kompas.com : "Jokowi Hadiri HUT ke-61 Kopassus"
- merdeka.com : "Jokowi hadiri HUT Kopassus di Cijantung"
- jakarta.tribunnews.com : "Danjen Kopassus: Selamat Datang Pak Jokowi"
- news.detik.com : "Jokowi Kembali ke Markas Kopassus"
Menurut staf penerangan Kopassus, Ahmad Munir, perayaan HUT Kopassus ke-61 ini akan diadakan secara sederhana di Mako Kopassus Cijantung. Tidak ada upacara atau defile.
"Acaranya hanya syukuran saja," ujar Ahmad Munir.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB yang langsung dibuka oleh Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Mayjen TNI Agus Sutomo. Jokowi pun telah tiba di dalam acara terebut pukul 09.00 WIB.
"Hadir juga dalam acara ini Gubernur DKI, Joko Widodo. Pak Jokowi, kita sama-sama dari Solo, jadi kita harus Kompak sesama wong Solo Pak," ujar Agus disambut tepuk tangan para hadirin dan prajurit Kopassus.
Jokowi yang hadir mengenakan kemeja putih dilapisi jas warna hitam pun langsung berdiri dan menyalami beberapa petinggi Kopassus.
Agus pun kemudian memperkenalkan para sesepuh TNI yang hadir, seperti Letjen (Purn) Prabowo Subianto, Junderal (Purn) Agum Gumelar, Jenderal (Purn) Luhut. Panjaitan, Jenderal (Purn)Hendropriyono, mantan Danjen Kopassus, Sutiyoso dan beberapa lainnya.
Sebelumnya, Jokowi juga pernah menyambangi Mako Kopassus pada Jumat (5/4) lalu. Kedatangan Jokowi tersebut dalam rangka silarurahhmi dan meninjau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) serta aksi bersih-bersih di Kali Ciliwung, pada kunjungan tersebut Jokowi dihadiahi sebuah baret merah.
Berita Serupa :
- megapolitan.kompas.com : "Jokowi Hadiri HUT ke-61 Kopassus"
- merdeka.com : "Jokowi hadiri HUT Kopassus di Cijantung"
- jakarta.tribunnews.com : "Danjen Kopassus: Selamat Datang Pak Jokowi"
- news.detik.com : "Jokowi Kembali ke Markas Kopassus"
Jokowi akan Tunjuk Plh Wali Kota Jakarta Barat
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo akan menunjuk pejabat Pelaksana harian
(Plh) untuk mengisi jabatan Walikota Jakarta Barat yang telah sebelumnya
dijabat oleh Burhanuddin.
"Ya nanti ditunjuk pelaksana harian," ujar Joko Widodo di Balai Kota, Jakarta, Selasa (16/4/2013).
Namun, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi ini tidak ingin cepat-cepat mengungkapkan siapa yang akan menggantikan posisi Burhanuddin yang resmi mundur dari jabatannya Senin (15/4/2013)..
"Tetapi, hari ini baru mau dirampungkan. Saya rampungin hari ini," tutur mantan Walikota Surakarta ini.
Pengumuman pengunduran diri Burhanuddin sendiri disampaikan saat apel upacara yang dihadiri ratusan pegawai negeri sipil (PNS) setempat, Senin (15/4).
Tidak hanya kursi Walikota saja, tetapi dua jabatan strategis di Jakarta Barat kini kosong lantaran Sukarno juga tidak lagi menjabat sebagai Wakil Walikota Jakarta Barat, karena telah memasuki masa pensiun sejak 1 April 2013.
Sumber :
- jakarta.tribunnews.com
"Ya nanti ditunjuk pelaksana harian," ujar Joko Widodo di Balai Kota, Jakarta, Selasa (16/4/2013).
Namun, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi ini tidak ingin cepat-cepat mengungkapkan siapa yang akan menggantikan posisi Burhanuddin yang resmi mundur dari jabatannya Senin (15/4/2013)..
"Tetapi, hari ini baru mau dirampungkan. Saya rampungin hari ini," tutur mantan Walikota Surakarta ini.
Pengumuman pengunduran diri Burhanuddin sendiri disampaikan saat apel upacara yang dihadiri ratusan pegawai negeri sipil (PNS) setempat, Senin (15/4).
Tidak hanya kursi Walikota saja, tetapi dua jabatan strategis di Jakarta Barat kini kosong lantaran Sukarno juga tidak lagi menjabat sebagai Wakil Walikota Jakarta Barat, karena telah memasuki masa pensiun sejak 1 April 2013.
Sumber :
- jakarta.tribunnews.com
Langganan:
Postingan (Atom)





















