Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) punya alasan tersendiri tidak
meninjau langsung pelaksanaan Ujian Nasional tingkat SMA di Jakarta.
Jokowi rupanya tidak ingin membuyarkan konsentrasi para pelajar.
"Ya,
tadi saya nggak ke lapangan lah, nanti ganggu yang ujian. Tapi
Alhamdulillah nggak ada masalah," kata Jokowi di Balaikota DKI, Jl.
Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (15/4/2013).
Jokowi berharap para siswa siswi mengerjakan soal-soal ujian dengan jujur. Ia juga tidak memasang target kelulusan UN.
"Yang penting UN itu dikerjakan dengan jujur. Saya nggak punya target UN lulus sekian persen, yang penting jujur," ujar Jokowi.
"Jadi
biar mereka (peserta UN) kerjakanlah. Kalau saya datang malah ganggu.
Jadi biar mereka konsentrasi mengerjakan ujiannya," lanjut dia.
Menurut Jokowi, UN tidak bisa dijadikan patokan tingkat kecerdasan seorang siswa.
"Mungkin
menurut saya, UN untuk melihat secara nasional kualifikasi tapi kalau
dipakai untuk tujuan menentukan kecerdasan, kepintaran, menurut saya
tidak. Saya beda. Tapi kalau dipakai untuk yang lain, klasifikasi daerah
atau dengan yang lain, itu iya," papar Jokowi.
Sumber :
news.detik.com
Berita Serupa :
- megapolitan.kompas.com : "Jokowi Khawatir jika Dia Sidak UN"
- jakarta.tribunnews.com : "Jokowi Tidak Sidak Khawatir Ganggu Konsentrasi Siswa"
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Senin, 15 April 2013
Pesan Jokowi Untuk Para Siswa Peserta UN
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi tidak memantau pelaksanaan
Ujian Nasional bagi siswa SMA/SMK/sederajat di Ibukota. Sebab, menurut
Jokowi, kedatangan dirinya dikhawatirkan bakal mengganggu jalannya UN
pada hari pertama.
"Ya, tadi saya enggak kelapangan. Nanti malah ganggu yang ujian kalau saya datang," ujar Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Senin, (15/4/2013).
Meski demikian, Jokowi mengaku tetap memantau jalannya UN. "Tapi tetap, walau saya enggak kelapangan, saya monitor terus. Alhamdulillah sampai sekarang enggak ada masalah," ujar mantan Walikota Solo itu.
Jokowi pun berharap, UN kali ini dapat berjalan lancar. Ia pun berharap para siswa di Jakarta dapat menjawab soal- soal dalam UN dengan baik dan teliti. 1 Pesan dari Jokowi untuk para siswa: kerjakan soal dengan jujur.
"Semoga lancar. Dan yang paling penting 1 saja: UN dikerjakan dengan jujur," imbau Jokowi.
Sumber :
liputan6.com
"Ya, tadi saya enggak kelapangan. Nanti malah ganggu yang ujian kalau saya datang," ujar Jokowi di Balaikota DKI Jakarta, Senin, (15/4/2013).
Meski demikian, Jokowi mengaku tetap memantau jalannya UN. "Tapi tetap, walau saya enggak kelapangan, saya monitor terus. Alhamdulillah sampai sekarang enggak ada masalah," ujar mantan Walikota Solo itu.
Jokowi pun berharap, UN kali ini dapat berjalan lancar. Ia pun berharap para siswa di Jakarta dapat menjawab soal- soal dalam UN dengan baik dan teliti. 1 Pesan dari Jokowi untuk para siswa: kerjakan soal dengan jujur.
"Semoga lancar. Dan yang paling penting 1 saja: UN dikerjakan dengan jujur," imbau Jokowi.
Sumber :
liputan6.com
Jokowi: Buatlah Partai Indonesia Raya
Expektasi untuk meminta dan menjadikan Jokowi sebagai
calon presiden menjelang Pilpres 2014 nampaknya cenderung wajar. Dimana
saat ini Jokowi sedang menemukan jalan dan rakyat banyak yang
mendukungnya. Tetapi untuk menjadi seorang calon presiden di Indonesia
membutuhkan kendaraan yang namanya partai. Di sinilah kemudian yang
menjadi ganjalan. Partai PDIP tempat Jokowi digembleng dan diajukan
menjadi Gubernur DKI Jakarta itu pada saat ini untuk masa pilpres 2014
belum mengeluarkan surat ijin bagi Jokowi. Pun Jokowi sendiri ogah untuk
maju menjadi capres 2014 karena menurutnya baru saja diberikan amanah
untuk mengurusi Jakarta.
Ada cara untuk seorang tokoh sekaliber Jokowi agar berhasil dengan cita-cita untuk menjadikannya sebagai seorang presiden seperti yang rakyat inginkan : yaitu membentuk Partai Indonesia Raya. Karena dengan itu rakyat dapat mendukung bulat mencalonkan Jokowi untuk menjadi presiden. Maka silahkan para kompasioner, pendukung lintas partai bisa menjadi penggagas dan untuk di kemudian hari menjadi pengurus Partai Indonesia Raya dibawah nakhoda Jokowi. Ayo para swing voters, floating mass, pendukung partai apapun, tidak mengatasnamakan lagi partai tertentu tapi dukunglah pendirian Partai Indonesia Raya. Verifikasi partai yang katanya swusah bukan main itu pasti bisa diatasi, dan di kompasioner ini tak boleh ada lagi yang mengaku-aku pendukung partai tapi sepintas bukan.
www.tempo.co
Ada cara untuk seorang tokoh sekaliber Jokowi agar berhasil dengan cita-cita untuk menjadikannya sebagai seorang presiden seperti yang rakyat inginkan : yaitu membentuk Partai Indonesia Raya. Karena dengan itu rakyat dapat mendukung bulat mencalonkan Jokowi untuk menjadi presiden. Maka silahkan para kompasioner, pendukung lintas partai bisa menjadi penggagas dan untuk di kemudian hari menjadi pengurus Partai Indonesia Raya dibawah nakhoda Jokowi. Ayo para swing voters, floating mass, pendukung partai apapun, tidak mengatasnamakan lagi partai tertentu tapi dukunglah pendirian Partai Indonesia Raya. Verifikasi partai yang katanya swusah bukan main itu pasti bisa diatasi, dan di kompasioner ini tak boleh ada lagi yang mengaku-aku pendukung partai tapi sepintas bukan.
www.tempo.co
Tanahnya dijadikan makam, Kosasih mengadu ke Jokowi
Masalah kepemilikan tanah di Jakarta adalah persoalan yang sering kali
terjadi. Tanpa sepengetahuan pemiliknya, tanah bisa jadi berpindah
tangan.
Hal ini seperti dialami oleh warga Kemayoran Jakarta Pusat, Achmad Kosasih. Dia mengaku, tanah miliknya kini telah dikuasai oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI tanpa mendapat ganti rugi.
Kosasih mengatakan, tahun 1973 dirinya membeli sebidang tanah dari Kho Tjoen Hay seluas 46.560 m2. Tanah itu terletak di Cilincing, Semper Timur, Jakarta Utara.
"Tanah tersebut kini dikuasai Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI yang mengaku telah melakukan pembebasan terhadap lahan milik saya," ujar Kosasih di Balai Kota, Jakarta, Senin (15/4).
Karena itu, ia ingin mengadu ke Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tentang persoalan yang dihadapi. "Tanah saya telah dijadikan pemakaman umum oleh Dinas Pemakaman DKI tanpa seizin saya. Dinas Pemakaman DKI beralasan bahwa telah membebaskan dan memberikan ganti rugi kepada pemilik tanah. Padahal sepeserpun saya tidak menerimanya," jelas Kosasih.
"Saya berencana mengadu ke pak Gubernur DKI Jokowi. Saya berharap beliau yang dikenal sangat dekat rakyat bisa memberikan keadilan kepada saya," tandasnya.
Kosasih datang ke Balai Kota dengan membawa sejumlah dokumen bukti jual beli tanahnya. Dokumen-dokumen itu ia taruh di dalam tasnya dan akan ditunjukkan ke Jokowi.
Sumber :
merdeka.com
Hal ini seperti dialami oleh warga Kemayoran Jakarta Pusat, Achmad Kosasih. Dia mengaku, tanah miliknya kini telah dikuasai oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI tanpa mendapat ganti rugi.
Kosasih mengatakan, tahun 1973 dirinya membeli sebidang tanah dari Kho Tjoen Hay seluas 46.560 m2. Tanah itu terletak di Cilincing, Semper Timur, Jakarta Utara.
"Tanah tersebut kini dikuasai Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI yang mengaku telah melakukan pembebasan terhadap lahan milik saya," ujar Kosasih di Balai Kota, Jakarta, Senin (15/4).
Karena itu, ia ingin mengadu ke Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) tentang persoalan yang dihadapi. "Tanah saya telah dijadikan pemakaman umum oleh Dinas Pemakaman DKI tanpa seizin saya. Dinas Pemakaman DKI beralasan bahwa telah membebaskan dan memberikan ganti rugi kepada pemilik tanah. Padahal sepeserpun saya tidak menerimanya," jelas Kosasih.
"Saya berencana mengadu ke pak Gubernur DKI Jokowi. Saya berharap beliau yang dikenal sangat dekat rakyat bisa memberikan keadilan kepada saya," tandasnya.
Kosasih datang ke Balai Kota dengan membawa sejumlah dokumen bukti jual beli tanahnya. Dokumen-dokumen itu ia taruh di dalam tasnya dan akan ditunjukkan ke Jokowi.
Sumber :
merdeka.com
Minggu, 14 April 2013
Sampai di rumah dinas, Jokowi langsung temui korban penggusuran
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akhirnya menemui para korban penggusuran gedung baru KPK yang sempat menunggu di depan rumah dinasnya. Jokowi yang tiba di rumah dinasnya sepulang dari Solo sekitar pukul 23.10 WIB langsung menemui perwakilan korban.
Setelah 20 menit bertemu, akhirnya Jokowi yang mengenakan kemeja putih dan celana bahan hitam keluar untuk bersalaman dengan para warga yang sempat tidur di depan rumahnya.
"Ya, sudah ya pulang, malam-malam juga," kata Jokowi sembari bersalam dengan para warga di depan rumahnya, Minggu (14/4).
Warga pun nampak antusias ditemui oleh Jokowi. Mereka bersalaman dan mencium tangan Jokowi.
Koordinator korban penggusuran, John, mengaku senang diterima Jokowi. "Dia minta segera dalam satu hari warga segera dipindahkan (dari kantor karang taruna Kecamatan Guntur ke Rusun), anak yang enggak ikut ujian segera diikut sertakan. Dia akan mantau langsung," katanya.
Dalam pertemuan tersebut Jokowi meminta warga segera pulang dan menunggu untuk dipindahkan ke Rusun Pinus. Sementara, soal warga tak memiliki KT DKI, menurutnya hal itu bukanlah masalah.
"Enggak ada masalah, selagi masih punya KTP, mau di Jakarta atau luar Jakarta," kata John.
Usai berbincang dengan Jokowi, warga akhirnya pulang dan membubarkan diri.
Sumber :
merdeka.com
Setelah 20 menit bertemu, akhirnya Jokowi yang mengenakan kemeja putih dan celana bahan hitam keluar untuk bersalaman dengan para warga yang sempat tidur di depan rumahnya.
"Ya, sudah ya pulang, malam-malam juga," kata Jokowi sembari bersalam dengan para warga di depan rumahnya, Minggu (14/4).
Warga pun nampak antusias ditemui oleh Jokowi. Mereka bersalaman dan mencium tangan Jokowi.
Koordinator korban penggusuran, John, mengaku senang diterima Jokowi. "Dia minta segera dalam satu hari warga segera dipindahkan (dari kantor karang taruna Kecamatan Guntur ke Rusun), anak yang enggak ikut ujian segera diikut sertakan. Dia akan mantau langsung," katanya.
Dalam pertemuan tersebut Jokowi meminta warga segera pulang dan menunggu untuk dipindahkan ke Rusun Pinus. Sementara, soal warga tak memiliki KT DKI, menurutnya hal itu bukanlah masalah.
"Enggak ada masalah, selagi masih punya KTP, mau di Jakarta atau luar Jakarta," kata John.
Usai berbincang dengan Jokowi, warga akhirnya pulang dan membubarkan diri.
Sumber :
merdeka.com
Jokowi Langganan Kelas Ekonomi
"He is Jokowi (Joko Widodo)?," tanya salah satu warga negara
asing yang menumpang pesawat Garuda Indonesia rute Solo-Jakarta, Minggu
(14/4/2013) malam. Penumpang itu bertanya kepada rekannya ketika
suasana kelas ekonomi sedikit riuh setelah Jokowi melintas bersama
ibundanya, Sujiatmi Notomiharjo.
Orang asing lain yang duduk di barisan tengah lalu berdiri untuk melihat Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, Jokowi duduk di bangku nomor 28 atau di deretan belakang. "I can't see. Where is he?," kata penumpang lain sambil celingak-celinguk mencari celah.
Malam itu, Jokowi usai menghadiri rangkaian acara deklarasi pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko yang diusung PDI Perjuangan sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah, di Solo, Jawa Tengah, Minggu (14/4/2013). Jokowi datang ke kampung halamannya pada Sabtu (13/4/2013) sore.
Ketika tiba di Bandara Adi Sumarmo, mantan Walikota Surakarta itu sudah disambut masyarakat Solo. Begitu pula selama acara deklarasi di Stadion Manahan. Masyarakat berebut berjabat tangan atau foto bersama.
Ketika berbincang-bincang di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jokowi mengaku masih suka kembali ke Solo. Biasanya, ia kembali untuk menghadiri acara nikahan kerabat di akhir pekan. "Anak-anak kan juga di sana (Solo)," kata Jokowi.
Lalu, mengapa Anda duduk di kelas ekonomi? Jokowi bercerita, jika berpergian ke luar kota ketika masih menjadi pengusaha dulu, ia memang biasa duduk di kelas bisnis Garuda. Namun, ia memilih turun kelas setelah menjadi orang nomor satu di Surakarta. Kebiasaan itu diteruskannya ketika menjadi DKI 1. "Kalau dulu beli tiket bisnis kan pakai duit saya. Kalau sekarang kan duitnya masyarakat (dari gaji). Enggak berani saya (duduk di kelas bisnis)," kata Jokowi sambil menarik satu kopernya.
Rupanya, Jokowi mempunyai tempat duduk favorit di dalam pesawat. "Dari dulu saya di (nomor) 28 atau 29. Kalau enggak di situ enggak mau naik," kata Jokowi terkekeh-kekeh. Tanpa memberi jawaban, ia kembali tertawa ketika ditanya mengapa memilih dua nomor itu.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- jakarta.tribunnews.com : "Jokowi tak Berani Beli Tiket Kelas Bisnis"
Orang asing lain yang duduk di barisan tengah lalu berdiri untuk melihat Gubernur DKI Jakarta. Saat itu, Jokowi duduk di bangku nomor 28 atau di deretan belakang. "I can't see. Where is he?," kata penumpang lain sambil celingak-celinguk mencari celah.
Malam itu, Jokowi usai menghadiri rangkaian acara deklarasi pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko yang diusung PDI Perjuangan sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah, di Solo, Jawa Tengah, Minggu (14/4/2013). Jokowi datang ke kampung halamannya pada Sabtu (13/4/2013) sore.
Ketika tiba di Bandara Adi Sumarmo, mantan Walikota Surakarta itu sudah disambut masyarakat Solo. Begitu pula selama acara deklarasi di Stadion Manahan. Masyarakat berebut berjabat tangan atau foto bersama.
Ketika berbincang-bincang di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jokowi mengaku masih suka kembali ke Solo. Biasanya, ia kembali untuk menghadiri acara nikahan kerabat di akhir pekan. "Anak-anak kan juga di sana (Solo)," kata Jokowi.
Lalu, mengapa Anda duduk di kelas ekonomi? Jokowi bercerita, jika berpergian ke luar kota ketika masih menjadi pengusaha dulu, ia memang biasa duduk di kelas bisnis Garuda. Namun, ia memilih turun kelas setelah menjadi orang nomor satu di Surakarta. Kebiasaan itu diteruskannya ketika menjadi DKI 1. "Kalau dulu beli tiket bisnis kan pakai duit saya. Kalau sekarang kan duitnya masyarakat (dari gaji). Enggak berani saya (duduk di kelas bisnis)," kata Jokowi sambil menarik satu kopernya.
Rupanya, Jokowi mempunyai tempat duduk favorit di dalam pesawat. "Dari dulu saya di (nomor) 28 atau 29. Kalau enggak di situ enggak mau naik," kata Jokowi terkekeh-kekeh. Tanpa memberi jawaban, ia kembali tertawa ketika ditanya mengapa memilih dua nomor itu.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- jakarta.tribunnews.com : "Jokowi tak Berani Beli Tiket Kelas Bisnis"
Hanta Yuda: Jokowi Pantas Gantikan Megawati
Direktur Eksekutif Pol Tracking Institute, Hanta Yuda AR mengatakan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tak perlu ragu menetapkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo sebagai calon presiden.
Mantan Walikota Solo itu dinilai sudah pantas menempati posisi calon presiden PDIP yang selama ini hanya diisi oleh Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri. “Saya kira Jokowi punya kemungkinan itu, dia pantas menjadi capres,” kata Hanta saat dihubungi, Ahad, 14 April 2013.
Menurut Hanta, kepantasan seseorang untuk dipilih sebagai calon presiden salah satunya ditentukan oleh dukungan publik. Saat ini dari berbagai survei, Jokowi konsisten berada di papan atas capres terpopuler. Hanta menilai tingginya popularitas dan elektabilitas Jokowi merupakan modal awal untuk maju menjadi capres pada pemilihan presiden 2014 nanti.
Tak hanya perkara elektabilitas, Jokowi, kata Hanta juga punya kemampuan dan jiwa kepemimpinan yang kuat untuk menjadi calon presiden. Hal ini sudah ditunjukkan selama menjabat wali kota Solo.
Pengakuan terhadap kepemimpinan Jokowi ini sudah diakui sejumlah lembaga. Belum berapa lama menjabat Gubernur DKI, kepemimpinan dan kemampuan Jokowi pun semakin terlihat. “Publik pun mengakui kemampuannya dan menghargainya.”
Meski begitu, Hanta mengakui jadi atau tidaknya PDIP mengusung Jokowi sebagai capres sangat bergantung pada sikap Megawati. “Mau tidak Bu Mega memberi peluang pada Jokowi.”
Hanta menduga, saat ini Mega pasti mempertimbangkan pertumbuhan elektabilitas Jokowi yang masih tinggi. Di satu sisi, elektabilitas Mega tak beranjak signifikan. Mega pun menurut Hanta terkenal sangat hati-hati dalam menetapkan calon kepala daerah dan presiden. Misalnya untuk memilih calon gubernur dan wakil gubernur.
Trend saat ini, Mega dan PDIP sangat mempertimbangkan arah dukungan publik. Hanta mengatakan tak tertutup kemungkinan untuk penetapan Capres, Mega akan melakukan hal sama. “Sangat tak mustahil Bu Mega memberi ruang pada Jokowi.”
Sumber :
www.tempo.co
Mantan Walikota Solo itu dinilai sudah pantas menempati posisi calon presiden PDIP yang selama ini hanya diisi oleh Ketua Umum, Megawati Soekarnoputri. “Saya kira Jokowi punya kemungkinan itu, dia pantas menjadi capres,” kata Hanta saat dihubungi, Ahad, 14 April 2013.
Menurut Hanta, kepantasan seseorang untuk dipilih sebagai calon presiden salah satunya ditentukan oleh dukungan publik. Saat ini dari berbagai survei, Jokowi konsisten berada di papan atas capres terpopuler. Hanta menilai tingginya popularitas dan elektabilitas Jokowi merupakan modal awal untuk maju menjadi capres pada pemilihan presiden 2014 nanti.
Tak hanya perkara elektabilitas, Jokowi, kata Hanta juga punya kemampuan dan jiwa kepemimpinan yang kuat untuk menjadi calon presiden. Hal ini sudah ditunjukkan selama menjabat wali kota Solo.
Pengakuan terhadap kepemimpinan Jokowi ini sudah diakui sejumlah lembaga. Belum berapa lama menjabat Gubernur DKI, kepemimpinan dan kemampuan Jokowi pun semakin terlihat. “Publik pun mengakui kemampuannya dan menghargainya.”
Meski begitu, Hanta mengakui jadi atau tidaknya PDIP mengusung Jokowi sebagai capres sangat bergantung pada sikap Megawati. “Mau tidak Bu Mega memberi peluang pada Jokowi.”
Hanta menduga, saat ini Mega pasti mempertimbangkan pertumbuhan elektabilitas Jokowi yang masih tinggi. Di satu sisi, elektabilitas Mega tak beranjak signifikan. Mega pun menurut Hanta terkenal sangat hati-hati dalam menetapkan calon kepala daerah dan presiden. Misalnya untuk memilih calon gubernur dan wakil gubernur.
Trend saat ini, Mega dan PDIP sangat mempertimbangkan arah dukungan publik. Hanta mengatakan tak tertutup kemungkinan untuk penetapan Capres, Mega akan melakukan hal sama. “Sangat tak mustahil Bu Mega memberi ruang pada Jokowi.”
Sumber :
www.tempo.co
Suprimasi: Jokowi Keok, Mahfud Unggul
Tidak seperti pada kebanyakan survei, di Jawa Timur Jokowi keok .Berdasarkan survei yang digelar
Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) bekerjasama dengan lembaga survei
Suprimasi, Mahfud MD menempati urutan teratas.
Ketua Litbang ISNU Jatim Faza Dhora Nailufar mengatakan, survei ini dilakukan untuk menjaring opini warga NU terhadap figur yang layak menjadi capres di 2014 mendatang. Survei tersebut dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di Jatim dengan jumlah responden 1238 orang.
"Banyak nama yang dianggap oleh responden layak untuk memimpin negeri ini. Ada 26 tokoh yang dipilih sebagai capres," ujarnya, Minggu (14/4/2013).
Dari 26 tokoh, yang masuk dalam posisi lima besar yakni Mahfud MD menempati urutan pertama dengan memperoleh prosentase 21,08 persen. Kemudian disusul Gubernur DKI Jakarta Jokowi dengan prosentase 12,76 persen. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto memperoleh 11,15 persen. Menteri BUMN Dahlan Iskan 6,7 persen dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) memperoleh 5,33 persen.
"Bila dilihat dari lokasi tinggal responden, dari keseluruhan pemilih Mahfud MD, sebagian besar menyebar di beberapa kabupaten. Tetapi mayoritas responden di Kabupaten Banyuwangi," tuturnya.
Sedangkan pemilih Jokowi juga tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Namun, mayoritas berada di Lumajang, Pasuruan dan Pamekasan. Prabowo juga tersebar di beberapa daerah, tapi paling banyak di Kota Batu, Lumajang dan Banyuwangi. Dahlan Iskan juga banyak dipilih di Kota Batu, Kota Blitar, Malang dan Madiun. Sedangkan Ical, mayoritas pemilihnya banyak dari Pasuruan dan Jember.
"Pertimbangan memilik Pak Mahfud MD, karena figur yang tegas. Dapat menyelesaikan permasalahan di MK dengan baik dan tegas, walaupun masalah tersebut menimbulkan pro dan kontra. Kemudian, sosoknya selama ini juga relatif bersih dari skandal korupsi," terangnya.
Ical Tak Disukai Warga NU di Sidoarjo
Ketua Umum Partai Golkar mendapatkan tempat di hati warga nahdiyin di Pasuruan dan Jember. Namun, berbeda dengan di Sidoarjo. Tak ada satu pun warga NU di Sidoarjo memilih Aburizal Bakrie itu.
"Di sini dari hasil survei kami tentang capres pilhan warga NU, ternyata Aburizal Bakrie tidak ada pemilihnya di Sidoarjo. Mungkin ini terkait dengan namanya dengan lumpur Lapindo Sidoarjo yang sampai sekarang belum tuntas," ujar Dhora.
Korban semburan lumpur Lapindo bukan semuanya warga NU. Namun, warga nahdiyin cukup sensitif menyikapi permasalahan semburan lumpur. Termasuk memilih sosok capres pilihannya.
"Artinya kalau capres itu bermasalah dengan teman-temannya di lokasinya, maka tidak akan memilih. Mereka lebih memilih capres lain yang relatif bersih dan tidak pernah terlibat skandal di Sidoarjo," jelasnya.
Sumber :
news.detik.com
Ketua Litbang ISNU Jatim Faza Dhora Nailufar mengatakan, survei ini dilakukan untuk menjaring opini warga NU terhadap figur yang layak menjadi capres di 2014 mendatang. Survei tersebut dilakukan di seluruh kabupaten dan kota di Jatim dengan jumlah responden 1238 orang.
"Banyak nama yang dianggap oleh responden layak untuk memimpin negeri ini. Ada 26 tokoh yang dipilih sebagai capres," ujarnya, Minggu (14/4/2013).
Dari 26 tokoh, yang masuk dalam posisi lima besar yakni Mahfud MD menempati urutan pertama dengan memperoleh prosentase 21,08 persen. Kemudian disusul Gubernur DKI Jakarta Jokowi dengan prosentase 12,76 persen. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto memperoleh 11,15 persen. Menteri BUMN Dahlan Iskan 6,7 persen dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) memperoleh 5,33 persen.
"Bila dilihat dari lokasi tinggal responden, dari keseluruhan pemilih Mahfud MD, sebagian besar menyebar di beberapa kabupaten. Tetapi mayoritas responden di Kabupaten Banyuwangi," tuturnya.
Sedangkan pemilih Jokowi juga tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Namun, mayoritas berada di Lumajang, Pasuruan dan Pamekasan. Prabowo juga tersebar di beberapa daerah, tapi paling banyak di Kota Batu, Lumajang dan Banyuwangi. Dahlan Iskan juga banyak dipilih di Kota Batu, Kota Blitar, Malang dan Madiun. Sedangkan Ical, mayoritas pemilihnya banyak dari Pasuruan dan Jember.
"Pertimbangan memilik Pak Mahfud MD, karena figur yang tegas. Dapat menyelesaikan permasalahan di MK dengan baik dan tegas, walaupun masalah tersebut menimbulkan pro dan kontra. Kemudian, sosoknya selama ini juga relatif bersih dari skandal korupsi," terangnya.
Ical Tak Disukai Warga NU di Sidoarjo
Ketua Umum Partai Golkar mendapatkan tempat di hati warga nahdiyin di Pasuruan dan Jember. Namun, berbeda dengan di Sidoarjo. Tak ada satu pun warga NU di Sidoarjo memilih Aburizal Bakrie itu.
"Di sini dari hasil survei kami tentang capres pilhan warga NU, ternyata Aburizal Bakrie tidak ada pemilihnya di Sidoarjo. Mungkin ini terkait dengan namanya dengan lumpur Lapindo Sidoarjo yang sampai sekarang belum tuntas," ujar Dhora.
Korban semburan lumpur Lapindo bukan semuanya warga NU. Namun, warga nahdiyin cukup sensitif menyikapi permasalahan semburan lumpur. Termasuk memilih sosok capres pilihannya.
"Artinya kalau capres itu bermasalah dengan teman-temannya di lokasinya, maka tidak akan memilih. Mereka lebih memilih capres lain yang relatif bersih dan tidak pernah terlibat skandal di Sidoarjo," jelasnya.
Sumber :
news.detik.com
Warga Guntur Todong Jokowi Minta Tempat Tinggal
Sore ini, puluhan warga Jalan Gembira, Kelurahan Guntur, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, bertahan di depan rumah dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Para warga bersikukuh bertahan sampai mereka bertemu Jokowi untuk mengungkapkan keluh kesahnya.Warga Guntur itu mengaku datang ke rumah dinas Jokowi di Taman Suropati No. 7, Menteng, Jakarta Pusat, untuk bersilaturahim sekaligus meminta jaminan tempat tinggal pasca penggusuran tempat tinggal mereka untuk pembangunan gedung baru KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi).
"Belum tahu nginap atau enggak, tapi kami coba bertahan sampai ketemu Pak Jokowi," kata Jayadi, perwakilan warga Guntur, Minggu (14/4/2013).
Warga Guntur itu sebenarnya telah diminta beberapa penjaga rumah dinas Jokowi untuk tidak menunggu di depan rumah dinas Jokowi. Hal itu karena Jokowi sedang tak berada di rumah dan segala bentuk aduan warga bisa dilakukan di Balaikota Jakarta pada jam kerja. Meski demikian, hingga pukul 15.50, warga tetap bertahan sambil dudukduduk persis di depan rumah Jokowi lengkap dengan spanduk yang mereka bawa.
Pengosongan lahan untuk proyek pembangunan gedung baru KPK di Jalan Gembira, Setiabudi, Jakarta Selatan dilakukan pada Selasa (9/4/2013). Penggusuran itu merupakan upaya terakhir setelah sebelumnya pemerintah melakukan dialog dengan warga setempat. Sebanyak 81 kepala keluarga di lokasi ini diberi ganti rugi Rp 300.000 per KK.
Lokasi penggusuran adalah lahan milik negara. Sejak 1997, lahan itu dihuni oleh warga yang tidak semuanya mempunyai KTP DKI dan mendirikan bangunan tanpa izin. Saat dilakukan penggusuran, sempat terjadi aksi protes dari warga. Namun, warga akhirnya pasrah tempat tinggal mereka diratakan oleh petugas.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Terkait :
- megapolitan.kompas.com : "Kena Gusur, Puluhan Warga Guntur Datangi Rumah Jokowi"
- megapolitan.kompas.com : "Warga Guntur Minta Jaminan Tempat Tinggal kepada Jokowi"
Berita Serupa :
- merdeka.com : "Warga Guntur korban penggusuran 'gerebek' rumah Jokowi"
- merdeka.com : "Warga korban gusuran ngotot mau nginap di depan rumah Jokowi"
- jakartabagus.com : "Meski Gerimis, Warga Guntur Milih Bertahan di Depan Rumah Jokowi"
Jokowi Top Hit Capres
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) masih menjadi top of the top Capres 2014. Nama Jokowi
jauh lebih unggul dibandingkan beberada nama lainnya, seperti Prabowo, Aburizal Bakrie, Mahfud MD, Dahlan Iskan bahkan Megawati sekalipun.
"Jokowi masih unggul jauh dari nama-nama lain seperti, Prabowo, Aburizal Barkrie, Hatta Rajasa, dan Mahfud MD," terang Arya Budi, Manajer Riset Pol-Tracking Institute, saat memberikan keterangan pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (14/4/2013).
Kesimpulan tersebut diperoleh dari hasil riset media yang dijalankan Pol-Tracking pada periode 1 Februari - 31 Maret 2013. Riset tersebut menganalisa pemberitaan 15 media massa, masing-masing 5 media cetak, 5 media online, dan 5 media televisi. Hasilnya, sepanjang periode tersebut, nama Jokowi disebutkan sebanyak 86 kali dalam pemberitaan terkait isu capres.
Penyebutan Jokowi dalam berita jauh melampaui Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subiyanto di posisi kedua. Prabowo mendapatkan 55 kali penyebutan. Pada posisi ketiga terdapat nama Aburizal Bakrie dengan 52 kali penyebutan. Urutan ke empat dan kelima, masing-masing Hatta Rajasa (27), dan Mahfud MD. Dalam mayoritas pemberitaan, kelima nama di atas mendapat sentimen positif.
"Yang kami monitoring khusus pemberitaan yang terkait isu capres-cawapres. Jadi, misalnya isu Jokowi dan MRT tidak kami masukkan," ujar Arya.
Direktur Eksekutif Pol-Tracking Hanta Yuda menjelaskan, fenomena Jokowi melejit di tengah sentimen negatif dalam pemberitaan terkait partai politik. Karena itu, ia menilai kondisi saat ini merupakan momentum bagi para kepala daerah lain untuk menjadi alternatif dalam suksesi kepemimpinan negara.
"Momentum Jokowi ini bisa dimanfaatkan kepala-kepala daerah lain mencari saluran untuk suksesi 2014," ucap Hanta Yuda.
Hasil lain dari media monitoring yang dilakukan Pol-Tracking menunjukkan terdapat beberapa isu utama yang menjadi pemberitaan media sepanjang periode Februari - Maret.
Konflik internal partai menjadi isu terhangat dengan mendapat porsi 25 persen isu politik yang diangkat media. Porsi kedua ditempati pemberitaan seputar kasus hukum kader partai, yakni sebesar 22 persen. Isu ketiga sampai kelima, yang mendominasi berita politik, masing-masing, kebijakan politik (19 persen), kegiatan partai (12 persen), dan kinerja partai (4 persen).
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- news.detik.com : "Survei: Jokowi Paling Sering Muncul Sebagai Capres Terpopuler"
"Jokowi masih unggul jauh dari nama-nama lain seperti, Prabowo, Aburizal Barkrie, Hatta Rajasa, dan Mahfud MD," terang Arya Budi, Manajer Riset Pol-Tracking Institute, saat memberikan keterangan pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (14/4/2013).
Kesimpulan tersebut diperoleh dari hasil riset media yang dijalankan Pol-Tracking pada periode 1 Februari - 31 Maret 2013. Riset tersebut menganalisa pemberitaan 15 media massa, masing-masing 5 media cetak, 5 media online, dan 5 media televisi. Hasilnya, sepanjang periode tersebut, nama Jokowi disebutkan sebanyak 86 kali dalam pemberitaan terkait isu capres.
Penyebutan Jokowi dalam berita jauh melampaui Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subiyanto di posisi kedua. Prabowo mendapatkan 55 kali penyebutan. Pada posisi ketiga terdapat nama Aburizal Bakrie dengan 52 kali penyebutan. Urutan ke empat dan kelima, masing-masing Hatta Rajasa (27), dan Mahfud MD. Dalam mayoritas pemberitaan, kelima nama di atas mendapat sentimen positif.
"Yang kami monitoring khusus pemberitaan yang terkait isu capres-cawapres. Jadi, misalnya isu Jokowi dan MRT tidak kami masukkan," ujar Arya.
Direktur Eksekutif Pol-Tracking Hanta Yuda menjelaskan, fenomena Jokowi melejit di tengah sentimen negatif dalam pemberitaan terkait partai politik. Karena itu, ia menilai kondisi saat ini merupakan momentum bagi para kepala daerah lain untuk menjadi alternatif dalam suksesi kepemimpinan negara.
"Momentum Jokowi ini bisa dimanfaatkan kepala-kepala daerah lain mencari saluran untuk suksesi 2014," ucap Hanta Yuda.
Hasil lain dari media monitoring yang dilakukan Pol-Tracking menunjukkan terdapat beberapa isu utama yang menjadi pemberitaan media sepanjang periode Februari - Maret.
Konflik internal partai menjadi isu terhangat dengan mendapat porsi 25 persen isu politik yang diangkat media. Porsi kedua ditempati pemberitaan seputar kasus hukum kader partai, yakni sebesar 22 persen. Isu ketiga sampai kelima, yang mendominasi berita politik, masing-masing, kebijakan politik (19 persen), kegiatan partai (12 persen), dan kinerja partai (4 persen).
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- news.detik.com : "Survei: Jokowi Paling Sering Muncul Sebagai Capres Terpopuler"
Jokowi Siap Berjuang Untuk Ganjar
Ratusan kader partai PDIP Perjuangan menghadiri acara apel siaga dan
deklarasi pemenangan Pilgub Jawa Tengah di Stadion Manahan, Solo, Minggu
(14/4/2013).
Di bawah panas yang menyengat, ratusan kader antusias untuk menunggu pidato politik dari sang Ketua Umum Megawati Sukarnoputri.
Di antara ratusan kader yang datang, terlihat sosok Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. "Semua sudah disiapkan, tinggal pelaksanaanya saja, kita dukung," kata Jokowi usai acara.
Jokowi juga menyatakan kesiapannya mendukung Ganjar-Heru sebagai juru kampanye.
"Ya kalo diminta saja jadi jurkam," jawab Jokowi.
Pasangan Ganjar-Heru diusung PDIP untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah, sempat memberikan pidato singkat di hadapan ader PDIP.
Sumber :
regional.kompas.com
Di bawah panas yang menyengat, ratusan kader antusias untuk menunggu pidato politik dari sang Ketua Umum Megawati Sukarnoputri.
Di antara ratusan kader yang datang, terlihat sosok Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo. "Semua sudah disiapkan, tinggal pelaksanaanya saja, kita dukung," kata Jokowi usai acara.
Jokowi juga menyatakan kesiapannya mendukung Ganjar-Heru sebagai juru kampanye.
"Ya kalo diminta saja jadi jurkam," jawab Jokowi.
Pasangan Ganjar-Heru diusung PDIP untuk menjadi gubernur dan wakil gubernur Jawa Tengah, sempat memberikan pidato singkat di hadapan ader PDIP.
Sumber :
regional.kompas.com
Jokowi Nongol Rustri Absen
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memimpin deklarasi Ganjar
Pranowo-Heru Sudjatmoko sebagai pasangan cagub Jateng di Solo. Mantan
Wali Kota Solo Joko Widodo yang kini jadi Gubernur DKI hadir, namun
Wagub Jateng dari PDIP Rustriningsih tak hadir.
Rustri tak ada di antara jajaran elite PDIP yang hadir dalam acara deklarasi yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Minggu (14/4/2013). Padahal semua elite di lingkaran terdekat Mega hadir dalam acara ini seperti Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, Ketua DPP PDIP Puan Maharani, Plt Ketua DPD PDIP Jateng M Prakosa, Joko Widodo, dan 2 kepala daerah dan wakil kepala daerah di Jateng yang berasal dari PDIP juga datang.
Tak menghadiri acara deklarasi tersebut, Rustri tak memberikan keterangan apapun. Padahal Rustri masih menjadi kader PDI Perjuangan. Rustri sendiri telah menerima undangan deklarasi cagub-cawagub Jateng tersebut.
Memang penetapan pasangan cagub Jateng dari PDIP masih belum bisa diterima Rustri. Dalam penjelasan secara terbuka Rustri mengaku kecewa Mega dan siap menjadi Rambo, di pihak lain PDIP belum memberikan penjelasan soal pencoretan namanya dari kandidat cagub Jateng.
Namun tanpa kehadiran Rustri deklarasi tetap digelar. Dalam sambutannya, Mega menegaskan basis nasionalis di Jawa Tengah harus diselamatkan dengan memenangkan pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko. Dia bertekad akan memantau langsung Pilkada Jateng karena sudah ada yang sesumbar untuk menumbangkan dominasi PDIP d Jateng.
"Jateng ini tarung beneran. Karena ada yang sudah sesumbar, katanya 'Tidak bisa sebuah partai hanya bisa berbasis di sebuah daerah. Suatu saat bisa dikalahkan'. Saya tegaskan, boleh saja kita pernah dikalahkan suatu partai di daerah lain, tapi tidak untuk Jawa Tengah ini. PDIP di Jawa Tengah harus langgeng dan abadi," ujar Mega dengan nada tinggi.
Megawati kemudian menceritakan bahwa ada pesan khusus dari Bung Karno kepadanya. Bung Karno mengatakan kekuatan nasionalis yang harus selalu diperhitungkan dan selamatkan adalah Jateng.
"Tadi kalian sudah deklarasi untuk memenangkan Ganjar - Heru. Tak titeni saka kadohan (saya pantau langsung dari kejauhan). Kalau sampai berbohong, saya tagih kalian nanti," lanjutnya.
Sumber :
news.detik.com
Rustri tak ada di antara jajaran elite PDIP yang hadir dalam acara deklarasi yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Minggu (14/4/2013). Padahal semua elite di lingkaran terdekat Mega hadir dalam acara ini seperti Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo, Ketua DPP PDIP Puan Maharani, Plt Ketua DPD PDIP Jateng M Prakosa, Joko Widodo, dan 2 kepala daerah dan wakil kepala daerah di Jateng yang berasal dari PDIP juga datang.
Tak menghadiri acara deklarasi tersebut, Rustri tak memberikan keterangan apapun. Padahal Rustri masih menjadi kader PDI Perjuangan. Rustri sendiri telah menerima undangan deklarasi cagub-cawagub Jateng tersebut.
Memang penetapan pasangan cagub Jateng dari PDIP masih belum bisa diterima Rustri. Dalam penjelasan secara terbuka Rustri mengaku kecewa Mega dan siap menjadi Rambo, di pihak lain PDIP belum memberikan penjelasan soal pencoretan namanya dari kandidat cagub Jateng.
Namun tanpa kehadiran Rustri deklarasi tetap digelar. Dalam sambutannya, Mega menegaskan basis nasionalis di Jawa Tengah harus diselamatkan dengan memenangkan pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko. Dia bertekad akan memantau langsung Pilkada Jateng karena sudah ada yang sesumbar untuk menumbangkan dominasi PDIP d Jateng.
"Jateng ini tarung beneran. Karena ada yang sudah sesumbar, katanya 'Tidak bisa sebuah partai hanya bisa berbasis di sebuah daerah. Suatu saat bisa dikalahkan'. Saya tegaskan, boleh saja kita pernah dikalahkan suatu partai di daerah lain, tapi tidak untuk Jawa Tengah ini. PDIP di Jawa Tengah harus langgeng dan abadi," ujar Mega dengan nada tinggi.
Megawati kemudian menceritakan bahwa ada pesan khusus dari Bung Karno kepadanya. Bung Karno mengatakan kekuatan nasionalis yang harus selalu diperhitungkan dan selamatkan adalah Jateng.
"Tadi kalian sudah deklarasi untuk memenangkan Ganjar - Heru. Tak titeni saka kadohan (saya pantau langsung dari kejauhan). Kalau sampai berbohong, saya tagih kalian nanti," lanjutnya.
Sumber :
news.detik.com
Rumah Dinas Jokowi Jadi Sasaran Warga
Kecewa karena ketidak hadiran Jokowi dalam Rembug Warga Jakarta, puluhan warga mendatangi rumah
dinas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, di Taman Suropati No 7, Menteng,
Jakarta, Minggu (14/4/2013). Kedatangan mereka untuk memberikan sepucuk
surat hasil rembug (agenda kerja DKI Jakarta 2013-2014) kepada pemimpin
Jakarta itu.
Dengan menggunakan berbagai kendaraan, puluhan warga yang didominasi oleh perempuan itu tiba di Taman Suropati, depan rumah dinas Jokowi, sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah berkoordinasi, massa langsung bergerak tertib persis di gerbang utama rumah dinas tersebut.
"Kami cuma mau datang dan memberikan surat ini hasil Rembug Warga Jakarta, mudah-mudahan pak Jokowi mau membacanya nanti," kata Sidik, Koordinator Rembug Warga Jakarta, di lokasi.
Puluhan warga itu datang dengan membawa serta sepasang ondel-ondel, alat musik khas Betawi, dan perangkat aksi lainnya. Warga tersebut berada di depan rumah dinas Jokowi sekitar 20 menit, lalu tertib membubarkan diri setelah surat untuk Jokowi diterima oleh seorang staf keamanan di rumah dinas.
Sebelumnya, peserta Rembug Jakarta mengaku kecewa karena Jokowi batal hadir ke acara puncak rembug tersebut, di area Monumen Nasional, Jakarta, Minggu pagi. Saat ini, Jokowi tengah berada di Solo guna menghadiri deklarasi pemenangan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah untuk rekan separtainya di PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo.
Jokowi hadir di Solo bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan akan kembali ke Ibu Kota pada Minggu sore. Rembug Warga Jakarta merupakan perkumpulan warga dari berbagai kalangan dan kelompok yang berkonsolidasi mengevaluasi kepemimpinan Jokowi-Basuki.
Adapun beberapa sektor yang menjadi perhatian khusus peserta rembug ini adalah, sektor perburuhan, sektor tata kota, sektor transportasi, sektor pelayanan publik, sektor pendidikan, dan sektor tata kelola air. Kegiatan rembug digelar dalam beberapa forum dengn konsep mimbar bebas, tinjau lapangan, dan workshop.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Sumber :
-jakarta.tribunnews.com : "Mudah-mudahan Pak Jokowi Mau Membaca Ini"
Dengan menggunakan berbagai kendaraan, puluhan warga yang didominasi oleh perempuan itu tiba di Taman Suropati, depan rumah dinas Jokowi, sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah berkoordinasi, massa langsung bergerak tertib persis di gerbang utama rumah dinas tersebut.
"Kami cuma mau datang dan memberikan surat ini hasil Rembug Warga Jakarta, mudah-mudahan pak Jokowi mau membacanya nanti," kata Sidik, Koordinator Rembug Warga Jakarta, di lokasi.
Puluhan warga itu datang dengan membawa serta sepasang ondel-ondel, alat musik khas Betawi, dan perangkat aksi lainnya. Warga tersebut berada di depan rumah dinas Jokowi sekitar 20 menit, lalu tertib membubarkan diri setelah surat untuk Jokowi diterima oleh seorang staf keamanan di rumah dinas.
Sebelumnya, peserta Rembug Jakarta mengaku kecewa karena Jokowi batal hadir ke acara puncak rembug tersebut, di area Monumen Nasional, Jakarta, Minggu pagi. Saat ini, Jokowi tengah berada di Solo guna menghadiri deklarasi pemenangan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah untuk rekan separtainya di PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo.
Jokowi hadir di Solo bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan akan kembali ke Ibu Kota pada Minggu sore. Rembug Warga Jakarta merupakan perkumpulan warga dari berbagai kalangan dan kelompok yang berkonsolidasi mengevaluasi kepemimpinan Jokowi-Basuki.
Adapun beberapa sektor yang menjadi perhatian khusus peserta rembug ini adalah, sektor perburuhan, sektor tata kota, sektor transportasi, sektor pelayanan publik, sektor pendidikan, dan sektor tata kelola air. Kegiatan rembug digelar dalam beberapa forum dengn konsep mimbar bebas, tinjau lapangan, dan workshop.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Sumber :
-jakarta.tribunnews.com : "Mudah-mudahan Pak Jokowi Mau Membaca Ini"
Jokowi paling 'seksi' diberitakan jadi Capres 2014
Pol-tracking institute melakukan Media Monitoring partai politik dan calon presiden selama februari hingga maret 2014. Hasilnya, nama Gubernur DKI Joko Widodo masih diurutan teratas sebagai tokoh paling banyak diberitakan dalam media untuk menjadi Calon Presiden (Capres) 2014.
Manager Riset Pol-Tracking Institute Arya Budi mengatakan, dari hasil temuan riset terkait pemberitaan capres, nama Joko Widodo masih tertinggi ketimbang tokoh partai politik lain. Jokowi berhasil meraup pemberitaan capres sebanyak 26 persen.
"Terkait pemberitaan capres, Jokowi menjadi objek terbanyak yang diberitakan, sebanyak 26 persen, posisi kedua diikuti oleh Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie 16 persen," jelas Arya saat jumpa pers di Warung Bumbu Desa, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (14/4).
Dia menjelaskan, pemberitaan ketiga nama tersebut memiliki nada (tone) berita positif yang dominan dibandingkan negatif atau netral.
"Hal tersebut dimungkinkan terkait hasil survei yang dikeluarkan oleh sejumlah lembaga survei dalam dua bulan terakhir," tegas dia.
Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling pada 15 media yang terdiri dari 5 media cetak (Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, Seputar Indonesia), 5 media online (Detik.com, Kompas.com, Merdeka.com, Okezone.com, Viva.co.id) dan 5 media televisi (Trans Tv, SCT, RCTI, Metero TV dan Tv One).
Proses penyeleksian media didasarkan pada cakupan wilayah (media nasional), rating online, berita Tv, serta kepemilikan media. Sedangkan pengumpulan data dilakukan pada periode 1 Februari-31 Maret 2013.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mengumpulkan dan menganalisis (content analysis) serta analisis sosiopolitik mengenai pemberitaan (critical discourse analysis) terkait tema berita partai politik dan calon presiden.
Sumber :
merdeka.com
Manager Riset Pol-Tracking Institute Arya Budi mengatakan, dari hasil temuan riset terkait pemberitaan capres, nama Joko Widodo masih tertinggi ketimbang tokoh partai politik lain. Jokowi berhasil meraup pemberitaan capres sebanyak 26 persen.
"Terkait pemberitaan capres, Jokowi menjadi objek terbanyak yang diberitakan, sebanyak 26 persen, posisi kedua diikuti oleh Prabowo Subianto dan Aburizal Bakrie 16 persen," jelas Arya saat jumpa pers di Warung Bumbu Desa, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (14/4).
Dia menjelaskan, pemberitaan ketiga nama tersebut memiliki nada (tone) berita positif yang dominan dibandingkan negatif atau netral.
"Hal tersebut dimungkinkan terkait hasil survei yang dikeluarkan oleh sejumlah lembaga survei dalam dua bulan terakhir," tegas dia.
Penelitian ini menggunakan metode purposive sampling pada 15 media yang terdiri dari 5 media cetak (Kompas, Koran Tempo, Media Indonesia, Republika, Seputar Indonesia), 5 media online (Detik.com, Kompas.com, Merdeka.com, Okezone.com, Viva.co.id) dan 5 media televisi (Trans Tv, SCT, RCTI, Metero TV dan Tv One).
Proses penyeleksian media didasarkan pada cakupan wilayah (media nasional), rating online, berita Tv, serta kepemilikan media. Sedangkan pengumpulan data dilakukan pada periode 1 Februari-31 Maret 2013.
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan mengumpulkan dan menganalisis (content analysis) serta analisis sosiopolitik mengenai pemberitaan (critical discourse analysis) terkait tema berita partai politik dan calon presiden.
Sumber :
merdeka.com
Warga Kecewa, Jokowi Tak Jadi Datang
Peserta Rembug Warga Jakarta kecewa karena Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo batal hadir ke acara puncak rembug tersebut, di area Monumen
Nasional, Jakarta, Minggu (14/4/2013).
Atas dasar itu, para peserta rembug berencana mendatangi rumah dinas Joko Widodo, di Jalan Taman Suropati No 7, Menteng, Jakarta Pusat, untuk menyerahkan agenda kerja DKI Jakarta 2013-2014 setelah acara puncak selesai digelar.
Ditemui di Monas, Koordinator Panitia Rembug Warga Jakarta, Sidik mengatakan, sebelumnya Jokowi menyatakan bakal hadir di puncak rembug tersebut. Namun begitu, beberapa hari sebelum puncak acara digelar, Jokowi memberi kabar dirinya berhalangan hadir dengan alasan sibuk.
"Pas hari Rabu (10/4/2013) asisten Jokowi bilang batal hadir. Enggak tahu kenapa, tapi bilangnya sibuk. Nanti siang kita mau ke rumah dinas (Jokowi) untuk menyerahkan hasil rembug," kata Sidik, Minggu (14/4/2013).
Untuk diketahui saja, pada hari ini Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tak memiliki agenda kerja terjadwal di Jakarta. Dalam situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, agenda Jokowi nampak kosong.
Dari informasi yang dihimpun, Jokowi sejak Sabtu (13/4/2013) petang berada di Solo guna menghadiri deklarasi pemenangan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah untuk rekan separtainya di PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo.
Jokowi hadir di Solo bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan akan kembali ke Ibu Kota pada Minggu sore. Rembug Warga Jakarta merupakan perkumpulan warga dari berbagai kalangan dan kelompok yang berkonsolidasi mengevaluasi kepemimpinan Jokowi-Basuki.
Acara puncak digelar di Monas dengan berbagai kegiatan seni.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- jakarta.tribunnews.com : "Meski Sudah Pamit, Jokowi Dianggap Kecewakan ...."
Atas dasar itu, para peserta rembug berencana mendatangi rumah dinas Joko Widodo, di Jalan Taman Suropati No 7, Menteng, Jakarta Pusat, untuk menyerahkan agenda kerja DKI Jakarta 2013-2014 setelah acara puncak selesai digelar.
Ditemui di Monas, Koordinator Panitia Rembug Warga Jakarta, Sidik mengatakan, sebelumnya Jokowi menyatakan bakal hadir di puncak rembug tersebut. Namun begitu, beberapa hari sebelum puncak acara digelar, Jokowi memberi kabar dirinya berhalangan hadir dengan alasan sibuk.
"Pas hari Rabu (10/4/2013) asisten Jokowi bilang batal hadir. Enggak tahu kenapa, tapi bilangnya sibuk. Nanti siang kita mau ke rumah dinas (Jokowi) untuk menyerahkan hasil rembug," kata Sidik, Minggu (14/4/2013).
Untuk diketahui saja, pada hari ini Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tak memiliki agenda kerja terjadwal di Jakarta. Dalam situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, agenda Jokowi nampak kosong.
Dari informasi yang dihimpun, Jokowi sejak Sabtu (13/4/2013) petang berada di Solo guna menghadiri deklarasi pemenangan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah untuk rekan separtainya di PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo.
Jokowi hadir di Solo bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan akan kembali ke Ibu Kota pada Minggu sore. Rembug Warga Jakarta merupakan perkumpulan warga dari berbagai kalangan dan kelompok yang berkonsolidasi mengevaluasi kepemimpinan Jokowi-Basuki.
Acara puncak digelar di Monas dengan berbagai kegiatan seni.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- jakarta.tribunnews.com : "Meski Sudah Pamit, Jokowi Dianggap Kecewakan ...."
Maskot PDIP, Jokowi, Akan Hadiri Deklarasi Ganjar - Heru
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan hadir dalam deklarasi pemenangan Ganjar Pranowo - Heru
Sudjatmoko di Stadion Manahan Solo, Minggu (14/4/2013).
Dalam deklarasi tersebut diperkirakan puluhan ribu kader PDI Perjuangan (PDIP) se-Jawa Tengah (Jateng) siap memerahkan kota Solo. Selain kehadiran maskot PDIP, Jokowi, juga dihadiri Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, Sekjen DPP, Tjahtjo Kumolo dan Komandan Pemenangan Ganjar-Heru, Puan Maharani dan 17 kepala daerah dari PDIP se-Jateng. Kehadiran para kepala daerah ini untuk mempertegas soliditas dukungan kepada cagub-cawagub Ganjar-Heru.
Deklarasi ini rencananya akan disiarkan langsung oleh Metro TV dan SCTV pada Minggu 14 April 2013 pukul 11-12.
Berita Serupa :
- www.tempo.co : "Jokowi Ikuti Deklarasi Cagub Ganjar Pranowo"
Dalam deklarasi tersebut diperkirakan puluhan ribu kader PDI Perjuangan (PDIP) se-Jawa Tengah (Jateng) siap memerahkan kota Solo. Selain kehadiran maskot PDIP, Jokowi, juga dihadiri Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, Sekjen DPP, Tjahtjo Kumolo dan Komandan Pemenangan Ganjar-Heru, Puan Maharani dan 17 kepala daerah dari PDIP se-Jateng. Kehadiran para kepala daerah ini untuk mempertegas soliditas dukungan kepada cagub-cawagub Ganjar-Heru.
Deklarasi ini rencananya akan disiarkan langsung oleh Metro TV dan SCTV pada Minggu 14 April 2013 pukul 11-12.
Berita Serupa :
- www.tempo.co : "Jokowi Ikuti Deklarasi Cagub Ganjar Pranowo"
Sabtu, 13 April 2013
Jokowi Pulang Kampung
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini Sabtu (13/04) mudik ke Solo, ibu ibu yang berada satu pesawat dengan Jokowi heboh.
Mega Minta Jokowi Percantik Kampung Nelayan di Jakut
Megawati punya permintaan khusus ke Gubernur DKI Jakarta Jokowi. Dia
berharap Jokowi bisa membangun kawasan kampung nelayan di Jakarta Utara.
Juga membangun hutan bakau.
"Saya bilang kepada Pak Gub, tolong ini Jakarta Utara diberi hutan bakau, buatkan program yang bisa membuat kampung nelayan menjadi tempat yang bisa dikunjungi oleh turis," kata Mega dalam pidato di peresmian ormas nelayan dan petani di Muara Angke, Jakut, Sabtu (13/4/2013).
Menurut Mega, upaya untuk membangun lingkungan selain datang dari Pemprov DKI juga berasal dari warga. "Kalau nelayannya sendiri tidak berkendak, ini tidak bisa," jelasnya.
Mega juga merasa miris dengan banyaknya ikan Indonesia yang dicuri nelayan asing. Ikan-ikan itu dijual di negeri-negeri lain.
"Di situ dilelang ikan tuna yang besar sekali, saya tanya itu ikan datang darimana. Terus dijawab itu datang dari Indonesia, lemes saya. Yang harus dilakukan adalah, kecintaan nelayan itu sendiri terhadap lingkungan," jelasnya.
Sumber :
news.detik.com
"Saya bilang kepada Pak Gub, tolong ini Jakarta Utara diberi hutan bakau, buatkan program yang bisa membuat kampung nelayan menjadi tempat yang bisa dikunjungi oleh turis," kata Mega dalam pidato di peresmian ormas nelayan dan petani di Muara Angke, Jakut, Sabtu (13/4/2013).
Menurut Mega, upaya untuk membangun lingkungan selain datang dari Pemprov DKI juga berasal dari warga. "Kalau nelayannya sendiri tidak berkendak, ini tidak bisa," jelasnya.
Mega juga merasa miris dengan banyaknya ikan Indonesia yang dicuri nelayan asing. Ikan-ikan itu dijual di negeri-negeri lain.
"Di situ dilelang ikan tuna yang besar sekali, saya tanya itu ikan datang darimana. Terus dijawab itu datang dari Indonesia, lemes saya. Yang harus dilakukan adalah, kecintaan nelayan itu sendiri terhadap lingkungan," jelasnya.
Sumber :
news.detik.com
Komentar Megawati masalah Pencapresan Jokowi
"Lah kok tanya saya, tanya rakyat lah, nanti kita lihat saja," terang Mega di Muara Angke, Jakut, Sabtu (13/4/2013).
Jokowi bahkan dalam beberapa survei menjadi nomor satu. Dia mengalahkan sejumlah nama yang sudah mendeklarasikan diri sebagai Capres.
Tapi, dalam berbagai kesempatan Jokowi selalu merendah. Dia hanya menjawab diplomatis saat ditanya soal rencananya untuk nyapres. Dia ingin fokus mengurus Jakarta.
Sumber :
news.detik.com
Megawati: Saya Masih Kaku Panggil Jokowi Pak!
Jabatan baru sebagai Gubernur DKI Jakarta yang diemban Jokowi rupanya
membuat Megawati sedikit bingung memanggil kader partainya itu. Dahulu,
Mega biasa menyapa Jokowi dik. Tapi, setelah menjadi gubernur, Jokowi
mulai disapa pak.
"Saya masih kaku sampai saat ini memanggil Jokowi dengan Pak Jokowi," kata Mega di sela-sela peresmian ormas petani dan nelayan PDIP di Muara Angke, Jakut, Sabtu (13/4/2013).
"Saya biasanya panggil dia Dik," tambah Mega lagi.
Mega pun bertutur bagaimana Jokowi akhirnya dipilih menjadi calon gubernur. Dahulu, dia sengaja membujuk Jokowi untuk ke Jakarta.
"Saya katakan kepada Pak Jokowi, saya bujuk ke Jakarta, saya berpikir akan sulit bagi Jakarta kalau punya pemimpin begini-begini saja. Kamu petugas partai, saya tarik ke Jakarta dan kamu harus jadi," jelasnya.
Sumber :
news.detik.com
"Saya masih kaku sampai saat ini memanggil Jokowi dengan Pak Jokowi," kata Mega di sela-sela peresmian ormas petani dan nelayan PDIP di Muara Angke, Jakut, Sabtu (13/4/2013).
"Saya biasanya panggil dia Dik," tambah Mega lagi.
Mega pun bertutur bagaimana Jokowi akhirnya dipilih menjadi calon gubernur. Dahulu, dia sengaja membujuk Jokowi untuk ke Jakarta.
"Saya katakan kepada Pak Jokowi, saya bujuk ke Jakarta, saya berpikir akan sulit bagi Jakarta kalau punya pemimpin begini-begini saja. Kamu petugas partai, saya tarik ke Jakarta dan kamu harus jadi," jelasnya.
Sumber :
news.detik.com
Jokowi Siap-siap Sebar Spanduk Stop Buang Sampah di Kali
Bagi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), program budaya tertib
dan bersih bakal sia-sia jika tidak didukung oleh perilaku warga Ibu
Kota. Ia kini mengandalkan konsep model sosial.
"Sekarang modal sosial yang saya digunakan untuk mengubah (perilaku warga Jakarta) itu. Percuma mengubah budaya tertib, budaya bersih nggak ada artinya. Modal sosial yang saya mau lakukan," kata Jokowi ketika ditanya cara mengatasi perilaku warga yang membuang sampah sembarangan.
Hal ini disampaikan Jokowi kepada detikcom di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Jumat 12 April 2013.
Sekadar diketahui, konsep model sosial adalah bagian-bagian dari organisasi sosial seperti kepercayaan, norma dan jaringan yang dapat meningkatkan efisiensi masyarakat dengan memfasilitasi tindakan-tindakan yang terkoordinasi.
Jokowi akan menyiapkan spanduk-spanduk berisi larangan membuang sampah di kali dan selokan. Spanduk-spanduk itu segera disebar dalam waktu dekat ini.
"Kita ingin mau kuasai medan, selalu di kampung supaya medan dikuasai supaya masyarakat itu selalu diperhatikan. Percuma buat program tapi perilaku nggak mendukung," ujar pria asli Solo ini.
Sumber :
news.detik.com
"Sekarang modal sosial yang saya digunakan untuk mengubah (perilaku warga Jakarta) itu. Percuma mengubah budaya tertib, budaya bersih nggak ada artinya. Modal sosial yang saya mau lakukan," kata Jokowi ketika ditanya cara mengatasi perilaku warga yang membuang sampah sembarangan.
Hal ini disampaikan Jokowi kepada detikcom di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Jumat 12 April 2013.
Sekadar diketahui, konsep model sosial adalah bagian-bagian dari organisasi sosial seperti kepercayaan, norma dan jaringan yang dapat meningkatkan efisiensi masyarakat dengan memfasilitasi tindakan-tindakan yang terkoordinasi.
Jokowi akan menyiapkan spanduk-spanduk berisi larangan membuang sampah di kali dan selokan. Spanduk-spanduk itu segera disebar dalam waktu dekat ini.
"Kita ingin mau kuasai medan, selalu di kampung supaya medan dikuasai supaya masyarakat itu selalu diperhatikan. Percuma buat program tapi perilaku nggak mendukung," ujar pria asli Solo ini.
Sumber :
news.detik.com
Megawati: Jokowi Jangan Terlalu Kurus, Malu Saya
Ketua Umum PDIP Megawati rupanya perhatian juga dengan kondisi fisik
Jokowi. Mega meminta Jokowi agar menggemukkan tubuhnya. Mega menyebut
Gubernur DKI Jakarta itu terlalu kurus.
"Pak Jokowi jangan terlalu kurus, malu saya punya gubernur kok kurus. Pak Jokowi semakin hari semakin kurus," jelas Mega di dalam pidato sambutan pembentukan Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GANTI) di Muara Angke, Jakut, Sabtu (13/4/2013).
Karena alasan kurus itu, Mega pun kerap mengundang Jokowi, bukan untuk berdiskusi tetapi untuk makan bersama. "Jadi saya biasa mengundang Pak Jokowi bukan membicarakan negara tapi hanya makan-makan saja," imbuhnya.
Mega meresmikan GANTI yang merupakan salah satu sayap PDIP. Organisasi itu digagas mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri.
Selain Jokowi, dalam acara ini hadir juga Gubernur Kalimantan Barat Cornelis dan politisi-politisi PDIP lainnya.
Sumber :
news.detik.com
Berita Serupa :
- megapolitan.kompas.com : "Pesan Mega untuk Jokowi, "Jangan Terlalu Kurus, Dek""
- jakarta.tribunnes.com : "Megawati Minta Jokowi Gemukkan Badan"
"Pak Jokowi jangan terlalu kurus, malu saya punya gubernur kok kurus. Pak Jokowi semakin hari semakin kurus," jelas Mega di dalam pidato sambutan pembentukan Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GANTI) di Muara Angke, Jakut, Sabtu (13/4/2013).
Karena alasan kurus itu, Mega pun kerap mengundang Jokowi, bukan untuk berdiskusi tetapi untuk makan bersama. "Jadi saya biasa mengundang Pak Jokowi bukan membicarakan negara tapi hanya makan-makan saja," imbuhnya.
Mega meresmikan GANTI yang merupakan salah satu sayap PDIP. Organisasi itu digagas mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri.
Selain Jokowi, dalam acara ini hadir juga Gubernur Kalimantan Barat Cornelis dan politisi-politisi PDIP lainnya.
Sumber :
news.detik.com
Berita Serupa :
- megapolitan.kompas.com : "Pesan Mega untuk Jokowi, "Jangan Terlalu Kurus, Dek""
- jakarta.tribunnes.com : "Megawati Minta Jokowi Gemukkan Badan"
List Temuan Jokowi Saat Blusukan
Siang malam sampai kapan pun Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi)
tetap blusukan ke kantong-kantong permasalahan warga Ibu Kota. Ia tidak
peduli aksinya dituding pencitraan semata.
Lewat blusukan, Jokowi berharap menguasai medan, problematika rakyatnya serta mampu mendesain sebuah kebijakan. Cara ini dianggap Jokowi sangat efektif.
"Ya kalau saya dipandang apa (pencitraan), nggak apa-apa. Saya pandang ini sangat efektif menyelesaikan masalah di lapangan dan dalam membuat policy. Ini sangat efektif. Kalau orang nggak nangkep kita ke sebuah daerah ngapain. Nggak nangkep akan menjadi policy apa. Kalau alurnya nggak diikuti dari awal, policy-nya seperti apa nggak akan tahu," kata Jokowi kepada detikcom di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada Jumat 12 April 2013.
Jokowi menemukan sejumlah permasalahan di lapangan, khususnya di kawasan padat penduduk. "Banyak sekali (temuan permasalahan saat blusukan) contoh di kawasan kumuh. Kita kan jadi tahu bagaimana menyelesaikan mereka," ujar Jokowi yang terbalut baju khas Betawi ini.
Ia mencontohkan tentang program penyediaan rumah susun bagi warga kurang mampu.
"Nggak mungkin ke kawasan sekumuh itu yang penduduknya ratusan ribu, dalam satu kawasan hanya dibuatkan 2 sampai 4 rusun. Itu hanya untuk beberapa orang. Itu nggak selesaikan masalah," kata sarjana kehutanan UGM ini.
Menurut dia, dibutuhkan kebijakan yang tepat sasaran dan berani. "Itu harus dibuat cerita besarnya, mau dibuat apa kalau mau buat rusun untuk mereka. Buat saja langsung 300 rusun, 200 rusun. Nariknya langsung breeek, terus ini dibentuk untuk ruang terbuka hijau. Ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Buat rusun hanya 2,4,5 nggak lebih dari 10. 10 Saja hanya untuk 1.000 orang. 1 rusun hanya isinya untuk 96 dan 150 orang. Mau jadi apa," papar Jokowi.
Jokowi juga banyak belajar dari sejumlah negara tentang penataan kota.
"Saya belajar di Italia, Shanghai, Singapura, Busan. Ya caranya seperti itu. Nggak ada cara lain. Kalau buatnya hanya 4-6, buatnya nggak kelihatan. Programnya saja nggak kelihatan," kata dia.
Demikian pula untuk penataan pasar, lanjut Jokowi, program itu sudah dimulai.
"Tahun kemaren dimulai di Pasar Rumput. Kalau itu benar, baru kita terapkan di tempat yang lain. Kita mau buat sample-sample yang benar dulu. Baru mulai, tidak hanya sebatas ide langsung besar. Kita pengin dulu di 1-2 kawasan, 1-2 pasar," ujar mantan Wali Kota Solo ini.
Jokowi menambahkan akan dibuat konsep terintegrasi seperti pasar dan rusun, apartemen dan pasar dan pasar-poliklinik dan apartemen.
"Kita kan nggak mungkin hanya terus bicara. Kita mau realisasikan secepatnya," kata Jokowi.
Sumber :
news.detik.com
Lewat blusukan, Jokowi berharap menguasai medan, problematika rakyatnya serta mampu mendesain sebuah kebijakan. Cara ini dianggap Jokowi sangat efektif.
"Ya kalau saya dipandang apa (pencitraan), nggak apa-apa. Saya pandang ini sangat efektif menyelesaikan masalah di lapangan dan dalam membuat policy. Ini sangat efektif. Kalau orang nggak nangkep kita ke sebuah daerah ngapain. Nggak nangkep akan menjadi policy apa. Kalau alurnya nggak diikuti dari awal, policy-nya seperti apa nggak akan tahu," kata Jokowi kepada detikcom di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat pada Jumat 12 April 2013.
Jokowi menemukan sejumlah permasalahan di lapangan, khususnya di kawasan padat penduduk. "Banyak sekali (temuan permasalahan saat blusukan) contoh di kawasan kumuh. Kita kan jadi tahu bagaimana menyelesaikan mereka," ujar Jokowi yang terbalut baju khas Betawi ini.
Ia mencontohkan tentang program penyediaan rumah susun bagi warga kurang mampu.
"Nggak mungkin ke kawasan sekumuh itu yang penduduknya ratusan ribu, dalam satu kawasan hanya dibuatkan 2 sampai 4 rusun. Itu hanya untuk beberapa orang. Itu nggak selesaikan masalah," kata sarjana kehutanan UGM ini.
Menurut dia, dibutuhkan kebijakan yang tepat sasaran dan berani. "Itu harus dibuat cerita besarnya, mau dibuat apa kalau mau buat rusun untuk mereka. Buat saja langsung 300 rusun, 200 rusun. Nariknya langsung breeek, terus ini dibentuk untuk ruang terbuka hijau. Ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Buat rusun hanya 2,4,5 nggak lebih dari 10. 10 Saja hanya untuk 1.000 orang. 1 rusun hanya isinya untuk 96 dan 150 orang. Mau jadi apa," papar Jokowi.
Jokowi juga banyak belajar dari sejumlah negara tentang penataan kota.
"Saya belajar di Italia, Shanghai, Singapura, Busan. Ya caranya seperti itu. Nggak ada cara lain. Kalau buatnya hanya 4-6, buatnya nggak kelihatan. Programnya saja nggak kelihatan," kata dia.
Demikian pula untuk penataan pasar, lanjut Jokowi, program itu sudah dimulai.
"Tahun kemaren dimulai di Pasar Rumput. Kalau itu benar, baru kita terapkan di tempat yang lain. Kita mau buat sample-sample yang benar dulu. Baru mulai, tidak hanya sebatas ide langsung besar. Kita pengin dulu di 1-2 kawasan, 1-2 pasar," ujar mantan Wali Kota Solo ini.
Jokowi menambahkan akan dibuat konsep terintegrasi seperti pasar dan rusun, apartemen dan pasar dan pasar-poliklinik dan apartemen.
"Kita kan nggak mungkin hanya terus bicara. Kita mau realisasikan secepatnya," kata Jokowi.
Sumber :
news.detik.com
Miing Tagih Balas Budi Jokowi
Politisi PDI Perjuangan Dedi Gumelar alias Miing tak menyia-nyiakan
kesempatan. Saat menjadi pembawa acara pada deklarasi Gerakan Nelayan
Tani Indonesia (Ganti) di Lapangan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta
Utara, Sabtu (13/4/2013), ia meminta dukungan Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo yang hadir pada acara itu.
Seperti diketahui, Miing bakal mencalonkan diri sebagai calon wali kota Tangerang.
"Saya sudah diinstruksikan oleh Ibu Ketua Umum (Megawati) untuk menjadi Wali Kota Tangerang," ujarnya.
"Maka dari itu, Pak Jokowi harus bantu saya ya, soalnya waktu Pak Jokowi nyagub dulu, saya bantu mati-matian," kata Miing, yang langsung disambut tepuk tangan oleh warga yang hadir di acara itu.
Menanggapi pernyataan Miing itu, Jokowi dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, yang duduk di bangku barisan paling depan, tampak tertawa. Bahkan, Jokowi menggelengkan kepala saat mendengar celetukan Miing.
"Kan perbatasan Tangerang dan Jakarta itu Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Kalau enggak bantu saya, nanti saya pagar sepanjang itu," katanya sambil tertawa.
Jokowi dan Megawati, Sabtu pagi, mendeklarasikan Gerakan Nelayan Tani Indonesia yang merupakan wadah perkumpulan bagi para petani dan nelayan seluruh Indonesia.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Seperti diketahui, Miing bakal mencalonkan diri sebagai calon wali kota Tangerang.
"Saya sudah diinstruksikan oleh Ibu Ketua Umum (Megawati) untuk menjadi Wali Kota Tangerang," ujarnya.
"Maka dari itu, Pak Jokowi harus bantu saya ya, soalnya waktu Pak Jokowi nyagub dulu, saya bantu mati-matian," kata Miing, yang langsung disambut tepuk tangan oleh warga yang hadir di acara itu.
Menanggapi pernyataan Miing itu, Jokowi dan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, yang duduk di bangku barisan paling depan, tampak tertawa. Bahkan, Jokowi menggelengkan kepala saat mendengar celetukan Miing.
"Kan perbatasan Tangerang dan Jakarta itu Jakarta Barat dan Jakarta Selatan. Kalau enggak bantu saya, nanti saya pagar sepanjang itu," katanya sambil tertawa.
Jokowi dan Megawati, Sabtu pagi, mendeklarasikan Gerakan Nelayan Tani Indonesia yang merupakan wadah perkumpulan bagi para petani dan nelayan seluruh Indonesia.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Jokowi Curhat Diprotes Istri - Anak
Segunung kesibukan memimpin Ibu Kota membuat Gubernur DKI Jakarta Joko
Widodo (Jokowi) ruwet mengatur kebersamaan dengan keluarga tercinta.
Jokowi ternyata kena protes sang istri Iriana dan 3 orang buah hatinya.
Sewaktu menjabat Wali Kota Solo, Jokowi menceritakan masih memiliki waktu luang untuk berkumpul bersama keluarganya di akhir pekan.
"Dulu, Sabtu dan Minggu. Sekarang, ruwetnya bukan main," kata Jokowi saat ditanya detikcom seputar waktu bersama keluarga kecilnya pada Jumat 12 April 2013.
Menurut Jokowi, istri dan anak-anaknya juga memprotesnya. Namun, Jokowi dengan sabar memberikan pengertian kepada orang-orang terkasihnya itu.
"Protes semuanya. Saya ngomong apa adanya," ujar Jokowi.
Selain memberi pengertian, pria kelahiran Surakarta 21 Juni 1961 ini mengajak keluarganya saat bertugas blusukan ke kampung-kampung Jakarta.
"Tapi kalau minggu saya ajak kalau ke kampung. Kalau melihat lapangan saya ajak," kata Jokowi.
Sumber :
news.detik.com
Sewaktu menjabat Wali Kota Solo, Jokowi menceritakan masih memiliki waktu luang untuk berkumpul bersama keluarganya di akhir pekan.
"Dulu, Sabtu dan Minggu. Sekarang, ruwetnya bukan main," kata Jokowi saat ditanya detikcom seputar waktu bersama keluarga kecilnya pada Jumat 12 April 2013.
Menurut Jokowi, istri dan anak-anaknya juga memprotesnya. Namun, Jokowi dengan sabar memberikan pengertian kepada orang-orang terkasihnya itu.
"Protes semuanya. Saya ngomong apa adanya," ujar Jokowi.
Selain memberi pengertian, pria kelahiran Surakarta 21 Juni 1961 ini mengajak keluarganya saat bertugas blusukan ke kampung-kampung Jakarta.
"Tapi kalau minggu saya ajak kalau ke kampung. Kalau melihat lapangan saya ajak," kata Jokowi.
Sumber :
news.detik.com
Warga Muara Angke Serbu Jokowi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) turut hadir dalam acara deklarasi
Gerakan Nelayan dan Tani Indonesia (GANTI) di Lapangan Putra Fajar FC,
Kelurahan Muara Baru, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu
(13/4/2013) pagi. Seperti biasanya, kali ini pun pria yang akrab disapa
Jokowi itu menjadi pusat perhatian.
Jokowi dan para ajudan datang ke lokasi tersebut sekitar pukul 09.16 WIB. Dengan mengenakan baju kemeja putih dengan lambang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Jokowi masuk ke lapangan. Kedatangan Jokowi sontak menarik perhatian ratusan warga yang tengah duduk menunggu kedatangan idolanya.
Melihat Jokowi datang, ratusan warga sontak dan langsung berlarian menyerbu ke arah pintu masuk. Bahkan, ada seorang ibu yang tampak kerepotan berlari karena menggendong anaknya. setelah berhasil mendekati Jokowi, warga pun berebut sungkem ke Jokowi. Beberapa warga yang mengabadikan wajah Jokowi melalui ponselnya sambil berjalan menuju tenda raksasa, tempat deklarasi yang diadakan PDIP tersebut.
Agendanya, Jokowi akan mendampingi Megawati, mendeklarasikan gerakan bagi para petani dan nelayan seluruh Indonesia tersebut. Adapun, Mega, juga telah hadir beberapa saat setelah kedatangan Jokowi. Hingga kini, acara masih berlangsung dengan pengawalan penuh Polisi.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- merdeka.com : "Hadiri acara gerakan nelayan tani, Jokowi disambut ibu-ibu"
Jokowi dan para ajudan datang ke lokasi tersebut sekitar pukul 09.16 WIB. Dengan mengenakan baju kemeja putih dengan lambang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Jokowi masuk ke lapangan. Kedatangan Jokowi sontak menarik perhatian ratusan warga yang tengah duduk menunggu kedatangan idolanya.
Melihat Jokowi datang, ratusan warga sontak dan langsung berlarian menyerbu ke arah pintu masuk. Bahkan, ada seorang ibu yang tampak kerepotan berlari karena menggendong anaknya. setelah berhasil mendekati Jokowi, warga pun berebut sungkem ke Jokowi. Beberapa warga yang mengabadikan wajah Jokowi melalui ponselnya sambil berjalan menuju tenda raksasa, tempat deklarasi yang diadakan PDIP tersebut.
Agendanya, Jokowi akan mendampingi Megawati, mendeklarasikan gerakan bagi para petani dan nelayan seluruh Indonesia tersebut. Adapun, Mega, juga telah hadir beberapa saat setelah kedatangan Jokowi. Hingga kini, acara masih berlangsung dengan pengawalan penuh Polisi.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Berita Serupa :
- merdeka.com : "Hadiri acara gerakan nelayan tani, Jokowi disambut ibu-ibu"
Jokowi dan Megawati Hadiri Pelantikan Organisasi Sayap PDIP
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), Sabtu (13/4/2013) pagi menghadiri acara deklarasi pengurus Pusat Gerakan Nelayan Tani di Pelabuhan Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara. Gerakan Nelayan Tani (Ganti) merupakan organisasi sayap PDI Perjuangan.
Selain dihadiri Jokowi, rencananya acara itu turut dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang akan melantik pengurus Pusat Ganti yang diketuai oleh mantan menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri.
"Acara akan dimulai pukul 09.00 WIB pagi ini. Akan hadir fungsionaris PDIP lainnya di DPP juga para gubernur dan walikota atau bupati dari PDI Perjuangan," ujar Antho, petugas bagian Humas acara tersebut, dalam pesan singkatnya kepada Liputan6.com.
Selain diikuti tokoh PDIP, acara tersebut juga akan dihadiri para tokoh ormas seperti Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Umum Nahdhatul Ulama Said Agil Siradj, para duta besar negara sahabat dan mantan menteri Kabinet Gotong Royong pada era Megawati juga akan ikut meramaikan acara," kata Antho.
Sumber :
liputan6.com
Selain dihadiri Jokowi, rencananya acara itu turut dihadiri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang akan melantik pengurus Pusat Ganti yang diketuai oleh mantan menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri.
"Acara akan dimulai pukul 09.00 WIB pagi ini. Akan hadir fungsionaris PDIP lainnya di DPP juga para gubernur dan walikota atau bupati dari PDI Perjuangan," ujar Antho, petugas bagian Humas acara tersebut, dalam pesan singkatnya kepada Liputan6.com.
Selain diikuti tokoh PDIP, acara tersebut juga akan dihadiri para tokoh ormas seperti Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ketua Umum Nahdhatul Ulama Said Agil Siradj, para duta besar negara sahabat dan mantan menteri Kabinet Gotong Royong pada era Megawati juga akan ikut meramaikan acara," kata Antho.
Sumber :
liputan6.com
Langganan:
Postingan (Atom)

















