Rabu, 10 April 2013

Jokowi Ingin ke Kampung Ambon, Mau Apa?

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berencana mengunjungi Kampung Ambon, julukan untuk sebuah kompleks permukiman Perumahan Permata di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Kunjungan itu dilakukan agar Jokowi mengenal wilayah itu lebih dekat karena selama ini ia hanya mendengar nama daerah tersebut dari media.
"Kampung Ambon kita ingin lihat, Kampung Bali saya ingin lihat, ingin tahu seperti apa," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Rabu (10/4/2013).
Saat ditanya rencananya untuk menekan peredaran narkoba di kawasan itu, Jokowi menolak menjawabnya. Sampai saat ini Jokowi belum mengerti kondisi sebenarnya di kampung itu sehingga ia belum memiliki solusi untuk merelokasi atau merevitalisasi permukiman tersebut. "Saya enggak mau banyak komentar dulu, saya ingin tahu. Besok-besok saya ke sana, kita lihat," ujarnya.
Kampung Ambon dikenal sebagai salah satu kawasan hitam Ibu Kota, terutama dikaitkan dengan peredaran narkoba. Label "surga belanja" pemakai narkoba yang disematkan ke kawasan ini bahkan termasyhur sampai ke luar kota. Masuk keluar para pengedar dan pemakai narkoba mendatangi kawasan tersebut. Warga di sana berasal dari berbagai kalangan. Meski sudah berkali-kali digerebek polisi, tempat ini terus kembali subur dalam hal praktik transaksi narkoba.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Jokowi Mulai Sosialisasi Sertifikasi Halal Restoran

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memulai sosialisasi sertifikasi halal restoran bagi industri restoran di Provinsi DKI Jakarta. Sosialisasi itu dilakukan untuk menampung sekaligus melayani keinginan masyarakat Jakarta dan dari luar Jakarta.

Pria yang biasa disapa Jokowi itu menjelaskan, dirinya secara resmi memulai sosialisasi sertifikasi ini berdasarkan keinginan warga. Banyak warga yang ingin memeroleh keyakinan bahwa suatu restoran benar-benar halal dan dibuktikan melalui sertifikat atau stiker halal.

"Ini masalah kepariwisataan, meyakinkan wisatawan yang datang ke Jakarta, sekaligus memberi alternatif," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Rabu (10/4/2013).

Selama ini, kata Jokowi, belum ada pihak yang rutin melakukan kontrol terkait jaminan halal di restoran. Untuk itu, kali ini pihaknya menggandeng Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) untuk terlibat dalam sertifikasi halal tersebut. Pada praktiknya, LPPOM akan terjun langsung ke sejumlah restoran besar maupun kecil untuk memeriksa secara rutin. Semua restoran itu nantinya akan diberi label halal melalui sebuah stiker yang ditempelkan.

"Ini keinginan yang kami tangkap dari masyarakat, maka harus cepat direspons, melayani sekaligus memberikan pilihan," ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budiman menjelaskan, sosialisasi mengenai sertifikasi halal akan dilakukan dengan berbagai cara. Untuk tahap awal, pihaknya akan mengambil contoh di 300 restoran.

"Kami jadikan Pak Gubernur sebagai endorser, kami sudah punya Perda, dan tinggal mendorong mereka mengambil alternatif," ujarnya.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Cegah tawuran, Jokowi akan sering berkunjung ke sekolah

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akan sering melakukan road show dari sekolah SMP, SMA hingga SMK. Hal itu dilakukan sebagai upaya mencegah tawuran.

"Kegiatan ini akan saya lakukan rutin nanti gak tahu apakah ada "Meet Mr Gubernur" misalnya setiap sebulan dua kali atau sebulan sekali rutin akan kita lakukan," ujar Jokowi di SMKN 27 Jakarta, Rabu (10/4).

Menurut Jokowi, siswa membutuhkan dialog dengan yang berkompeten untuk menyampaikan sesuatu hal dengan Pemprov DKI. "Butuh menyampaikan sesuatu kepada sekolahnya dan itu harus ditangkap aspirasi anak-anak kita di Jakarta," katanya.

Sebagai bentuk penghargaan, Jokowi akan senantiasa memberikan fasilitas untuk kegiatan yang positif. Tapi ada syaratnya, fasilitas itu akan diberikan jika siswa mampu memberikan keyakinan bahwa mereka dapat mengelola, mengatur dan menjaga keamanan setiap kegiatan. "Acara apapun saya dukung. Datang ke saya dukung,"ucapnya.

Jokowi mengatakan, bukan soal mewahnya kegiatan tetapi yang terpenting menyakinkan dirinya.


Sumber :
merdeka.com

Jokowi: Berapa saja nilai UN siswa buat saya tak masalah

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku tidak memberi target apa-apa kepada siswa SMA yang akan mengikuti Ujian Nasional (UN) pada 15-18 April mendatang. Menurutnya, berapapun nilai yang diperoleh bukanlah hal terpenting. Dia hanya berharap UN berjalan dengan jujur.

"Hasilnya mau berapa saya tidak pernah memberi target yang penting anak diberi semangat mengenai kejujuran. Mereka harus belajar tapi jangan diajak untuk melakukan sesuatu yang tidak jujur, nilainya berapa saja buat saya tidak ada masalah, tapi itu hasil dari sebuah proses yang jujur," ujar Jokowi usai berdialog dengan para pelajar di SMKN 27 Jakarta, Rabu (10/4).

Jokowi mengatakan, jika nanti ada siswa yang tak lulus UN, maka pihak sekolah memiliki tugas untuk memacu siswa tersebut agar bisa lulus pada UN selanjutnya.

"Jangan disuntik-suntik dengan sesuatu jika anak merasa ketidakjujuran di situ. Berikan contoh kejujuran pada anak-anak," jelasnya.

Sementara, mengenai persoalan pencabutan Biaya Operasional Pendidikan (BOP), Jokowi menilai harus ada kriteria dan kategori yang jelas. Menurutnya, jika pihak sekolah tidak mau menerima BOP karena sudah merasa mampu, pihaknya tidak akan mempersoalkan.

"Tapi BOP ini yang diperlukan oleh sekolah hanya yang paling penting ada sistem kontroling pengawasan yang baik terhadap penggunaan BOP. Paling penting itu saja. Sistem itu baik memang harus ada sistem kontroling dan sistem pengawasan yang baik," terangnya.


Sumber :
merdeka.com

Jokowi Siap Bantu Ekstra Kurikuler Siswa Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan akan memberikan bantuan kepada siswa-siswi yang memiliki kegiatan ekstra kurikuler atau dil uar jam belajar sekolah dalam rangka mempererat pesatuan sesama pelajar untuk menghilangkan tradisi tawuran.

"Saya akan bantu beri kegiatan apa pun," ujar Joko Widodo usai menghadiri dialog bersama ratusan siswa dari setiap perwakilan sekolah se-DKI Jakarta yang digelar di Aula SMK Negeri 27, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2013).

Menurut Joko Widodo, siswa perlu menyadari rasa persaudaraan antarsesama siswa dari berbagai sekolah.

Selain itu, pria yang akrab disapa Jokowi ini menambahkan bahwa energi siswa yang pada umurnya sangat besar, perlu disalurkan ke dalam suatu wadah yang positif, sehingga energi tersebut tidak menyimpang dari kegiatan negatif.

"Iya misalnya kegiatannya mau adakan pentas seni bareng-bareng, mau lomba basket atau sepakbola, bisa," kata Jokowi.

Namun, Jokowi meminta kepada para siswa untuk merancang perencanaan sematang mungkin dan tujuan acara yang jelas. Hal ini dilakukan guna melatih siswa bagaimana manajemen perencanaan yang baik.

"Sekali lagi mereka harus menujukkan bagaimana merencanakan kegiatan itu. Bagaimana mengorganisai kegiatan itu dan bagaimana mengamankan jalannya kegiatan itu. Memberikan keyakinan yang paling penting," ucap Jokowi.


Sumber :
jakarta.tribunnews.com

Keliling Sekolah SMP-SMK, Jokowi Ingin Siswa Gabung Bikin Acara Kreatif

Untuk mencegah tawuran, Gubernur DKI Jokowi ingin merangkul SMP-SMA-SMK di DKI bergabung membuat acara kreatif bersama. Sebagai sosialisasi, Jokowi pun melakukan roadshow ke sekolah-sekolah.

"Saya ingin road show dari sekolah ke sekolah, terutama SMP, SMA dan SMK mau muter untuk mengajak anak-anak agar mereka merasa bahwa kita ini satu saudara. Satu kota satu bangsa, satu negara. Mereka harus mempunyai rasa itu, kalau tidak akan seperti ini terus," kata Jokowi.

Hal itu dikatakan Jokowi usai hadir di acara diskusi di SMKN 27, Jalan Dr Soetomo, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2013).

Kegiatan ini, imbuhnya, akan dilakukannya rutin, apakah bulanan atau dua mingguan. Alasannya, sebagai pelajar, remaja, tentu mereka perlu didengarkan keinginannya agar bisa disalurkan pada jalur yang tepat.

"Karena anak-anak memang butuh. Butuh menyampaikan sesuatu kepada kita. Butuh menyampaikan sesuatu kepada dinas. Butuh menyampaikan sesuatu kepada sekolahnya dan itu harus ditangkap aspirasi anak-anak kita di Jakarta," imbuhnya.

Setelah itu ia ingin sekolah-sekolah di DKI ini bergabung membuat acara kreatif apakah itu di bidang seni atau olah raga. Syaratnya, para pelajar ini bisa mengatur dan menjamin keamanannya.

"Saya beri kegiatan apapun, kegiatan apapun. Asal anak-anak memberikan keyakinan bahwa mereka bisa mengelola, bisa me-manage. Bisa menjaga keamanannya. Acara apapun saya dukung. Datang saya, dukung," tegas Jokowi.

"Iya mau pensi bareng-bareng, mau lomba basket. Tapi sekali lagi mereka harus menujukkan bagaimana merencanakan kegiatan itu. Bagaimana mengorganisai kegiatan itu dan bagaimana mengamankan jalannya kegiatan itu. Memberikan keyakinan yang paling penting," tutur mantan Wali Kota Solo ini.


Sumber :
news.detik.com

Berita Serupa :
- jakarta.tribunnews.com : "Tularkan Persaudaraan, Jokowi akan Road Show ke Sekolah di Jakarta"

Jokowi: Kalau Ada Tawuran Pelajar, Kepala Sekolah Diganti

Meski mengecam aksi tawuran pelajar, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tidak setuju bila pelakunya dikeluarkan dari sekolah. Sanksi keras justru harus dikenakan kepada Kepala Sekolah karena telah lalai melakukan pembinaan kepada peserta didik di sekolahnya yang dipimpinnya.

"Kalau saya dengar ada tawuran, kepala sekolahnya diganti! Karena itu tanggung jawabnya," tegas Jokowi dalam dialognya dengan pelajar SMA dan SMK DKI Jakarta di SMKN 27, Jl Dr. Sutomo, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (10/4/2013).

Menurutnya, pelajar pelaku tawuran harus tetap dibina. Bila dikenai sanksi dikeluarkan dari sekolah, proses dialog untuk pembinaan justru tidak dapat berjalan.

"Anak yang berkelahi seharusnya jangan dikeluarkan. Kalau dikeluarkan, itu tambah hancur anaknya karena akan dicap di sekolah-sekolah lain," jelas Jokowi.

"Diajak bicara, berdialog dan dibina. Komunikasi itu dilakukan dengan sepenuh hati, keikhlasan, bukan dibentak. Dan masalah itu akan selesai. Percayalah!" sambungnya.


Sumber :
news.detik.com

Berita Serupa :
- megapolitan.kompas.com : "Jokowi: Siswa Tawuran, Ganti Kepala Sekolah!"

Jokowi: Sekarang Bukan Jaman Jahiliyah, Jangan Tawuran

Gubernur DKI, Joko Widodo, sangat mengecam aksi tawuran pelajar. Penanganannya bukan cuma tanggung jawab pemerintah, guru dan orang tua, justru para siswa yang paling mampu melakukan pencegahan.

"Tawuran itu sudah nggak zamannya. Ini bukan zaman jahiliyah lagi, tapi berkompetisi di bidang ilmu. Jadi jangan tawuran-tawuran lagi," wanti Jokowi dalam dialognya dengan pelajar SMA dan SMK DKI Jakarta di SMKN 27, Jl Dr. Sutomo, Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (10/4/2013)

Di dalam lingkup sekolah penanganan aksi tawuran pelajar, ditegaskan bukan cuma tanggung jawab guru. Para siswa juga punya andil penting dalam melakukan pencegahan.

"Anak-anak kan juga harus ikut bertanggung jawab. Kalau ada temannya yang berkelahi, jangan hanya guru orang tua dan pemerintah saja. Jadi harus aktif memberitahu teman-temannya tentang dampak dari perkelahian tersebut," kata Jokowi.

Seperti diketahui, aksi tawuran pelajar di Jakarta sangat sering terjadi. Cukup banyak pelajar tewas mengenaskan dalam aksi anarkis demikian.


Sumber :
news.detik.com

Dialog Antisipasi Tawuran Bareng Siswa, Jokowi Bagi-bagi Sepeda

Setelah main gendong-gendongan, Gubernur DKI Joko Widodo memberi kuis berhadiah 5 sepeda kepada para siswa SMA yang sering tawuran. Beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan Jakarta pun dilontarkan Jokowi kepada para siswa.

"Sekarang saya memberi pertanyaan. Yang bisa jawab, tunjuk jari nanti saya beri sepeda," kata Jokowi di SMKN 27 di Jalan Dr Sutomo No 1, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2013).

Kuis ini dibawakan Jokowi usai memberi wejangan kepada sekitar seratus siswa dari sekolah-sekolah yang sering tawuran di Jakarta. Jokowi juga sempat mengajak sejumlah siswa untuk main gendong-gendongan.

"Coba sebutkan 5 budaya di Betawi!" seru Jokowi.

"Lenong, tari topeng betawi, silat betawi, ondel-ondel, gambang kromong," jawab seorang siswa.

"Ya sudah, ambil satu," kata Jokowi.

"Sebutkan 5 tempat yang kamu kagumi di Jakarta. Yang gede-gede," tanya Jokowi lagi.

"Monas, Ragunan, Kota Tua, Ancol, Taman Mini," jawab seorang siswa.

"Ya sudah, ambil satu," kata Jokowi.

Suasana santai terasa saat itu. Tepuk tangan siswa-siswa sering kali terdengar.

Dalam acara dialog itu seniman dan pemerhati anak, Dik Doank, menjadi moderator. Dialog tersebut mengusung tema 'Upaya Penanggulangan Perkelahian Pelajar'.

Sumber :
news.detik.com

Berita Serupa :
- merdeka.com : "Main tebak-tebakkan, Jokowi rogoh hadiah 3 sepeda"

Jokowi: Guru Perlu Ajak Siswa Belajar di Luar Kelas

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan ada saatnya siswa tidak belajar di dalam ruang kelas. Demi meningkatkan kreativitas siswa, sekolah perlu membiarkan siswa untuk belajar di luar ruang kelas.

"Guru-guru perlu membawa muridnya keluar, misalnya belajar industri, coba ke KBN (Kawasan Berikat Nasional), Industri Pulo Gadung. Lihat bagaimana cara produksi kertas," ujar Jokowi saat berdialog dengan siswa SMA-SMK se-DKI Jakarta yang digelar di Aula SMK Negeri 27, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2013).

Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi ini mengatakan, siswa akan bosan ketika harus belajar tentang teori, namun minim praktik. Dengan adanya kegiatan di luar, tentu siswa akan terangsang kreativitasnya.

"Jangan hanya diberi teori terus. Praktik perlu. Ingin belajar keuangan dibawalah ke bank misalnya. Biologi itu bawa saja ke taman suropati. Jangan sampai ada yang sebut pohon toge. Belajar tidak harus di kelas. Apalagi yang namanya seni dan olahraga," tutur Jokowi.

Karena itu, mantan Walikota Surakarta ini mengimbau kepada segenap sekolah se-Jakarta untuk memberikan materi pelajaran di luar ruang kelas secara intensif.

"Sebaiknya murid satu minggu dua minggu belajar di luar lah," kata Jokowi.

Sumber :
jakarta.tribunnews.com

Kumpulkan Pelajar Hobi Tawuran, Jokowi Ajak Main Gendong-gendongan

Ada-ada saja cara Gubernur DKI Joko Widodo untuk menumbuhkan rasa persaudaraan di antara pelajar SMA di Jakarta yang sering tawuran. Tak hanya memberi wejangan, Jokowi mengajak siswa-siswa itu untuk main gendong-gendongan.

"Saudara sebangsa dan setanah air Indonesia dan saudara sekota Jakarta. Jangan ada yang berantem. Untuk menunjukkan itu, yang di depan, saya minta untuk menggendong yang di belakangnya," ujar Jokowi di SMKN 27, Jalan Dr. Sutomo No. 1, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2013).

Jokowi sebelumnya sudah meminta 6 siswa dari sekolah yang sering tawuran untuk maju dan berbaris. Masing-masing barisan ada 3 orang. Mereka adalah siswa SMAN 6, SMK 36, SMK 55. Awalnya mereka tampak malu-malu dan segan. Saat siswa naik di punggung temannya, suasana menjadi riuh dengan tepuk tangan sekitar seratus siswa yang hadir.

Siswa yang berdiri di barisan paling depan menggendong siswa lain dari sekolah lain, kemudian bergantian. Jokowi tampak tersenyum melihat adegan itu. "Jadi sesama saudara ya seperti itu. Saling berangkulan, menggendong. Jadi memang harus seperti itu," kata Jokowi.

Jokowi bercerita tentang persaudaraan pelajar-pelajar di Korea dan Jepang yang bisa membangkitkan negara itu dari keterpurukan akibat perang. Kedua negara itu berhasil menjadi super dan makmur karena warganya merasa menjadi satu kesatuan.

"Saya dengar juga tawuran nggak ada di sana. Karena mereka sudah merasa satu, saling gendong menggendong di sekolah," tuturnya.

Setelah itu, Jokowi meminta para siswa tersebut untuk berjongkok dan saling bergandengan tangan. Keenamnya tampak tersenyum malu-malu.

"Senang nggak bisa gandengan antar sekolah seperti itu? Senang gendong atau gandengan? Kalau jawab tawuran, awas!" canda Jokowi yang disambut tawa para hadirin.

"Seperti itulah kekompakan," imbuhnya.

Sebelum permainan gendong-gendongan, Jokowi sempat berdialog pendek dengan siswa-siswa tersebut.

"Apakah saudara merasa satu kota satu saudara?" tanya Jokowi kepada keenam siswa.

"Merasa," jawab mereka kompak.

"Bener? Jujur?" tanya Jokowi lagi.

"Ndak," jawab beberapa siswa lain sambil tertawa.

"Jadi mestinya merasa sabagai saudara, apalagi sekota. Berani ndak kelahi sama yamg di sebelahnya?"

"Nggak berani, Pak," jawab mereka.

"SMK Mercusuar, SMA 70, mau jadi saudara?" tanya Jokowi.

"Mau," jawab siswa.

"Serius?" Jokowi memastikan.

"Pemikiran orang berbeda kalau di luar, Pak. Kalau di sini bisa, tapi kalau di luar pelaksanaannya bisa beda," jawab salah seorang siswa.


Sumber :
news.detik.com

Berita Serupa :
- megapolitan.kompas.com : "Cara Unik Jokowi Minta Siswa Stop Tawuran"
- merdeka.com : "Jokowi: Jangan tawuran, kita ini satu saudara!" 
- www.tempo.co : "Kala Jokowi Menjadi Senior Siswa Anti-Tawuran"

Jokowi Unjuk Kemampuan Membatik

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berkunjung ke SMK Negeri 27 Jakarta, Rabu (10/4/2013). Dia sengaja datang untuk memenuhi undangan dalam dialog interaktif bersama para pelajar di aula sekolah itu. Tema dialog,  Penanggulangan Perkelahian Pelajar.
Dengan mengenakan setelan jas lengkap dengan dasinya, pria yang akrab disapa Jokowi itu tiba di lokasi sekitar pukul 09.40 WIB. Setibanya di sana, dia langsung disambut oleh Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto, dan Kepala SMK Negeri 27 Sudiyono.
Sebelum memasuki ruang acara, Jokowi menyempatkan diri menilik beberapa stan hasil kreativitas siswa dari sejumlah sekolah yang dipajang berjajar di halaman SMK Negeri 27. Beberapa stan yang menjadi perhatiaannya adalah kerajinan batik milik SMK Negeri 58 Jakarta. Tanpa sungkan, Jokowi langsung mencoba memberi warna pada salah satu motif bunga di sehelai kain setelah ditawari.
Awalnya, Jokowi diminta membubuhkan tanda tangan di sehelai kain yang telah disediakan. Namun karena sulit, akhirnya dia hanya memberi warna pada sebuah motif bergambar bunga. "Ini Pak, tolong ditandatangani," kata seorang guru SMK Negeri 58 yang menjaga stan.
Acara itu digelar sebagai wujud semangat siswa menghindari perkelahian pelajar serta memerangi narkoba. Peserta dialog berasal dari beberapa sekolah di Jakarta. Hadir juga presenter kondang, Dik Doank yang membantu jalannya kegiatan dialog.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Jokowi & Dik Doank Dialog Bareng Siswa Jakarta Antisipasi Tawuran

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi SMKN 27 Jakarta. Kunjungan Jokowi untuk berdialog dengan perwakilan siswa siswi se-DKI Jakarta membahas penanggulangan perkelahian pelajar.

Jokowi yang mengenakan kemeja putih dibalut jas hitam tiba di SMKN 27, Jalan Dr. Sutomo No. 1, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/4/2013) pukul 09.30 WIB.

Jokowi langsung disambut oleh Kepala Sekolah SMKN 27 Sudiono dan Kepala Dinas Pendidikan DKI, Taufik Yudi Mulyanto. Jokowi lalu bersalaman dengan para siswa SMKN 27 dan perwakilan siswa dari SMA dan SMK se DKI Jakarta.

Sebelum berdialog, Jokowi diajak meninjau langsung pameran hasil karya siswa SMKN 27 Jakarta seperti desain pakaian dan pernak pernik dari jurusan Busana Butik, sajian makanan kecil dari jurusan Jasa Boda, seni make-up dari jurusan kecantikan rambut dan kulit serta pengenalan fasilitas pendukung sekolah seperti restoran dan hotel dengan kelas bintang 5.

Begitu tiba di aula SMKN 27, Jokowi kemudian disambut oleh seniman dan pemerhati anak, Dik Doank. Dik Doank menjadi moderator dalam dialog antar siswa siswi se DKI Jakarta tersebut dengan tema 'Upaya Penanggulangan Perkelahian Pelajar'.

"Saya ingin dialognya bukan antar gubernur dengan siswa, tetapi antara seorang bapak dengan anak, yang merupakan teman bermain, bersahabat," ujar Dik Doank.

Melihat penampilan Dik Doank yang tampil santai dam enerjik, mengenakan jaket warna hitam, celana jins hitam dan kupluk, Jokowi langsung mengganti pakaiannya dengan kemeja putih lengan panjang.

"Tadi saya tergesa-gesa usai ketemua Dubes Jepang, sehingga saya kesini pakai jas," kata Jokowi.


Sumber :
news.detik.com

Berita Serupa :
- jakarta.tribunnews.com : "Jokowi Ditemani Dik Doank Dialog dengan Siswa"

Bahas tawuran pelajar, Jokowi datangi SMKN 27

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mendatangi SMKN 27 di Jl Dr Sutomo No 1 Jakarta Pusat. Kedatangan Jokowi guna melakukan dialog tentang antisipasi tawuran antarpelajar di Ibu Kota dengan perwakilan pelajar dari SMA, SMK, dan MA se-Jakarta.

Pantauan merdeka.com di lokasi, Rabu (10/4), Jokowi tiba di SMKN 27 sekitar pukul 09.40 WIB. Dia langsung disambut oleh Wali Kota Jakarta Pusat Syaifulloh, Kepala Dinas Pendidikan Taufik Yudi Mulyanto dan Kepala Sekolah SMKN 27 Sudiono.

Jokowi kemudian ditunjukkan berbagai karya siswa SMKN 27, mulai dari rancangan busana, kerajinan tangan sampai hasil masakan. Setelah itu, Jokowi langsung menuju ke aula utama untuk melakukan dialog dengan para pelajar dan guru.

Selain Jokowi, acara tersebut juga dihadiri oleh seniman Dik Doank. Sebelum acara dimulai, Jokowi terlebih dahulu disajikan kesenian adat Betawi berupa tarian yang ditampilkan oleh para siswa SMKN 27.


Sumber :
merdeka.com

Berita Serupa :
- jakarta.tribunnews.com : "Jokowi Hadiri Dialog Interaktif Pelajar di SMK 27"

Jokowi Ingkar Janji

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta getol sekali untuk memulai pembangunan mass rapid transit (MRT) di tahun ini. Keputusan pemenang tender rencananya bakal keluar dalam waktu dekat, meski masih banyak warga yang menolak, khususnya bila pembangunan moda transportasi massal berbasis rel ini dibangun dengan konsep jalan layang.

Sebagai Gubernur, Joko Widodo berada di baris terdepan untuk menentukan nasib MRT yang telah molor bertahun-tahun. Saat ini dia fokus menggodok kesepakatan di level elite dan kontraktor yang bakal terlibat dalam pembangunan MRT. Setelah itu, barulah dia berencana 'turun gunung', mendekati warga untuk mencairkan kerasnya penolakan.
Alasan mantan Wali Kota Surakarta itu menomorduakan penolakan warga adalah agar langkah penentuan pembangunannya dapat lebih cepat. Dia khawatir realisasi MRT akan terus molor bila terlalu sibuk mengurusi gelombang penolakan.

Penolakan warga, kata Jokowi, didasari rencana pemerintah yang akan merealisasikan MRT dengan jalur layang karena dianggap mengganggu dan khawatir kumuh. Pasalnya, warga Lebak Bulus dan Fatmawati meminta MRT dibangun di bawah tanah. Namun permintaan itu belum bisa dipenuhi karena pembangunan bawah tanah memerlukan biaya yang jauh lebih mahal.

"Kalau kami hanya mikir gitu terus, MRT enggak akan kami putuskan dan enggak akan jalan. Nanti mengenai problem seperti itu (penolakan warga) akan kami lakukan pendekatan," kata Jokowi, Selasa (9/4/2013).

Namun, langkah Jokowi kali ini dianggap mengecewakan. Bahkan, sejumlah pihak menilainya ingkar dengan apa yang telah dijanjikan sebelumnya. Mengapa?
Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta, Azas Tigor Nainggolan menyayangkan sikap Jokowi yang menomorduakan penolakan warga. Menurut dia, proses penentuan pemenang tender dan menyelesaikan gejolak penolakan harus dilakukan secara bersamaan. Tigor bersikukuh dengan pendapatnya lantaran tuntutan warga ke depannya akan berkaitan dengan perjanjian bersama pemenang tender. Bila tak melibatkan warga, Tigor khawatir gelombang penolakan bakal memengaruhi pembangunan MRT di kemudian hari.

Di luar itu, warga juga harus dilibatkan lebih dalam dengan alasan sebagai pengawas rencana pembangunan. Warga yang akan bersentuhan langsung, kata Tigor, berhak mengetahui hasil analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) pembangunan MRT.
"Warga Jakarta ini memang menunggu MRT, tapi pastikan dulu semuanya harus clear. Ini penting, Gubernur harus menyelesaikan semuanya bersamaan," kata Tigor kepada Kompas.com, Selasa malam.
Secara terpisah, Alex Tarore, perwakilan warga Fatmawati yang menolak MRT dibangun dalam bentuk jalan layang, mengaku kecewa dengan sikap Jokowi. Kekecewan itu dilandasi karena merasa dinomorduakan setelah Jokowi lebih memilih fokus bernegosiasi di level elite dan kontraktor. Bahkan, Alex menuding Jokowi mengingkari janjinya untuk melibatkan warga dalam tim kajian pembangunan MRT.
Selain menuntut MRT dibangun di bawah tanah, warga Fatmawati dan Lebak Bulus juga meminta hasil Amdal yang terbaru. Pasalnya, Amdal terakhir dikeluarkan pada 2005 (hanya berlaku tiga tahun), sebagai syarat saat Kementerian Keuangan akan mengajukan pinjaman mega proyek MRT ke Japan International Cooperation Agency (JICA).

"Kalau (tidak melibatkan warga) begini namanya Pak Jokowi ingkar janji. Sebenarnya kami mendukung MRT, asalkan dibangun subway (bawah tanah) dan tunjukkan hasil Amdal terbarunya. Amdal sebelumnya itu cuma sampai 2008," ujar Alex.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta akan segera mengumumkan pemenang tender MRT. Rencananta, pemenang tender proyek senilai Rp 15 triliun itu akan diumumkan bulan ini. Saat ini, semua persiapan administrasi masih dalam proses, termasuk administrasi bersama Kementerian Keuangan dan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Peserta lelang dalam megaproyek MRT ini adalah PT Wijaya Karya (Wika) dan Jaya Konstruksi yang menjadi bagian dari konsorsium pengerjaan paket bawah tanah dari Jalan Sisingamangaraja hingga Bundaran Hotel Indonesia. Kedua perusahaan akan membangun MRT bersama perusahaan asal Jepang, yakni Shimizu dan Obayashi.

Pembagian kerja di antara empat perusahaan dalam satu konsorsium tersebut adalah 70 persen dikerjakan oleh Shimizu dan Obayashi, yang dibagi dua, masing-masing menanggung 35 persen. Sementara PT Wika dan Jaya Konstruksi mendapat bagian pekerjaan masing-masing 15 persen. PT Wika juga mengikuti proses tender untuk pengerjaan MRT paket layang (Lebak Bulus sampai Al Azhar) 101, 102, dan 103. Namun, dalam paket layang, Wika akan bekerja sama dengan perusahaan Jepang, Tokyu.
Selain konsorsium itu, peserta lelang lainnya ialah konsorsium Hutama Karya (HK) bersama dengan perusahaan Jepang, Sumitomo Mitsui Construction Company. Total tender pengerjaan MRT untuk tiga paket bawah tanah adalah Rp 4 triliun hingga Rp 4,5 triliun.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Selasa, 09 April 2013

Jokowi akan Ajari Warga Atasi Kebakaran

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pihaknya akan memberdayakan masyarakat, khususnya warga di wilayah rentan kebakaran, untuk sigap ketika si jago merah datang.
"Ini harus pemberdayaan masyarakat. Karena, tempat-tempat seperti ini (Tambora) tidak mungkin bisa mendapatkan layanan (maksimal) dari pemadam kebakaran," ujar Jokowi saat menyambangi kawasan kebakaran Tambora, Jakarta Barat, Selasa (9/4/2013).
Jokowi menjelaskan, pemberdayaan masyarakat, yakni diajari bagaimana bereaksi cepat bila kebakaran masih kecil, dengan alat yang ada. Jokowi menuturkan, penyebab tidak maksimalnya mobil pemadam kebakaran memadamkan api, lantaran kondisi pemukiman yang cukup padat, sehingga mobil pemadam terhambat masuk.
"Karena, kalau seperti di tempat ini kan problemnya adalah mobil kebakaran besar tidak mungkin bisa masuk. Sehingga, api semakin besar," papar Jokowi.
Belum lagi, lanjut Jokowi, solusi yang diwarisi Gubernur DKI Sebelumnya, Fauzi Bowo, yakni motor damkar, belum berhasil menghadang api. Apalagi, pawang geni ide Jokowi ukurannya terlalu besar, sehingga sulit dioperasikan.
"Kemarin kan sudah dicoba yang pakai sepeda motor, ternyata juga tidak bisa. Karena lebarnya dua meter, tidak cukup efektif, tidak bisa masuk ke gang-gang setengah meter. Pawang geni juga minta dikecilkan," jelas Jokowi.


Sumber :
jakarta.tribunnews.com

Berita Lanjutan :
- jakarta.tribunnews.com : "Warga DKI akan Dilatih Menggunakan Pawang Geni"

Jokowi: Kalau (Sekda) Mau Mundur, Ya Mundur

Pengunduran diri Fadjar Panjaitan dari posisinya sebagai Sekretaris Daerah tak diambil pusing Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Menurutnya, Fadjar memiliki hak untuk mengundurkan diri, termasuk menanggalkan status pegawai negerinya.
Jokowi mengaku telah mengetahui pengunduran diri Fadjar langsung dari yang bersangkutan. Untuk itu, ia segera menyerahkan posisi sekretaris daerah (sekda) kepada pelaksana tugas Wiryatmoko yang saat ini menjabat sebagai asisten bidang pembangunan.
"Kalau mau mundur ya mundur, nanti disiapkan penggantinya karena ini mendadak. Tapi saya sudah minta Pak Moko (Wiryatmoko) untuk jadi pelaksana tugasnya," kata Jokowi dijumpai di sela-sela kesibukannya mengunjungi korban kebakaran di Tambora, Jakarta Barat, Selasa (9/4/2013) sore.
Fadjar yang dalam waktu dekat akan memasuki masa pensiun dikabarkan mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2014 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Sebelumnya ia bergabung bersama Partai Golkar.
"Soal dia nyaleg lewat PDI Perjuangan, itu urusan pribadilah, pokoknya nanti kita siapin penggantinya," ujar Jokowi.
Masa pensiun Fadjar seharusnya jatuh pada September mendatang. Namun, dengan mencalonkan diri sebagai caleg, Fadjar memutuskan untuk mengundurkan diri dari kursi jabatannya. Surat pengunduran diri Fadjar telah masuk ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI pada 8 April kemarin.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Berita Serupa :
- news.detik.com : "Sekda DKI Mundur Demi Nyaleg, Jokowi: Ya Sudah"
- metro.news.viva.co.id : "Jokowi Tunjuk Wiriyatmoko Jadi Plh Sekda DKI Jakarta"
 

Jokowi Kunjungi Pengungsian Korban Kebakaran di Tambora

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) sore ini berkunjung ke lokasi kebakaran di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Dalam kunjungannya, Jokowi melihat langsung rumah yang terbakar dan memberikan bantuan uang tunai dan peralatan sekolah bagi anak-anak korban kebakaran.

Pantauan detikcom, Selasa (9/4/2013) Jokowi tiba pukul 16.50 WIB di Kelurahan Krendeng, Tambora, Jakarta Barat. Jokowi yang tampak mengenakan kemeja lengan panjang warna putih tersebut mendatangi korban kebakaran, terutama ibu-ibu dan anak-anak.

"Jokowi! Jokowi! Jokowi datang," ujar warga secara bersamaan.

Warga pun lantas berebut untuk bersalaman. Tak lama setelah itu, Jokowi pun langsung meninjau lokasi rumah yang terbakar. Jokowi pun terlihat sempat menunjuk-nunjuk sisa-sisa bangunan yang terbakar.

Tak lama setelah itu, Jokowi beserta ajudannya langsung meninjau lokasi pengungsian warga di Jalan Krendang Timur, Kecamatan Tambora RT 6 RW 2. Begitu tiba, warga pun berebutan untuk menyapa dan bersalaman dengan orang nomor satu di DKI ini.

Jokowi pun tak lupa memberi bantuan uang tunai yang diterima langsung oleh ketua RT 6 untuk keperluan warga korban kebakaran. Selain itu Jokowi menyumbangkan beras sebanyak 2 ton, 8 dus buku dan 200 setelan sepatu, seragan dan tas sekolah.

Jokowi juga membagikan langsung seragam sekolah SD, tas sekolah, buku dan alat tulis ke anak-anak korban kebakaran.


Sumber :
news.detik.com

Jokowi sediakan 23 tempat untuk relokasi PKL

Pemerintah DKI Jakarta sudah menyediakan 23 lokasi untuk merelokasi pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di tempat yang tidak semestinya.

Menurut Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, lokasi-lokasi yang sedang disiapkan itu antara lain berbentuk pasar, kawasan, dan kantung-kantung PKL.

Hal ini bertujuan untuk menertibkan pedagang yang berperan dalam menggerakkan roda ekonomi Jakarta. "Kalau supermarket dan swalayan diberi ruang, kenapa PKL tidak," katanya di Jakarta, Selasa.

Dia menyebutkan bahwa, visi Jakarta sebagai kota jasa dan perdagangan haruslah didukung dengan penataan yang teratur. "Karena di Jakarta itu konsentrasi untuk jadi kota jasa perdagangan," katanya.

Sebelumnya, untuk penataan PKL, Jokowi sudah melakukan beberapa langkah seperti memberikan tempat serta alat berjualan. Lokasi yang sudah ditata seperti di kawasan Masjid Sunda Kelapa.

Gubernur Joko Widodo juga sudah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) mengenai relokasi PKL ke pasar-pasar.

"Itu sudah mulai jalan," kata Jokowi.



Sumber :
antaranews.com

Jokowi akan jadi jurkam Hero

Kendati tahapan kampanye masih satu bulan lagi, namun tim pasangan Herliansyah - Ariestoteles (Hero) sudah memiliki agenda untuk mendatangkan Gubernur DKI Jakarta, Jokowi sebagai salah satu juru kampanye (jurkam) mendatang.

Salah satu kandidat bakal calon (balon) Bupati Lahat, Herliansyah mengaku saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan salah satu kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tersebut.

"Sosok beliau kita anggap sebagai figur yang merakyat. Apalagi dikenal dengan aktivitas blusuk'annya. Ia jugalah yang memiliki ide untuk itu," tegas Herliansyah, Selasa (9/4/2013).

Menurut Herliansyah, kepastian datangnya mantan Wali Kota Solo tersebut saat ini hanya tinggal masalah waktu, mengingat tingkat kesibukannya. Meski demikian, Herliansyah optimistis Jokowi bakal hadir dalam kampanye tersebut.

"Insyallah, beliau (Jokowi) bisa hadir. Kita juga siap mengundang Dina Idol. Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat Indonesian Idol itu memiliki darah Kikim," jelas dia.

Mengenai persiapan jelang Pilkada Lahat, Herliansyah juga optimistis mampu meraup suara. Kendati pasangan Hero tidak membentuk Tim Sukses (timses) namun ia menjamin seluruh kader disemua lapisan partai berjalan maksimal.

"Kita tekankan, kita tidak ada posko. Semuanya milik rakyat," katanya.
 
Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Lahat, Darsi Elyanto mengaku keputusan masing masing pasangan calon untuk mengusung jurkam merupakan sepenuhnya tanggung jawab pasangan calon itu sendiri.

"Kita tetap melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tahapan kampanye," pungkasnya.


Sumber :
sindonews.com

Jokowi : Stadion Lebak Bulus Tak Dibongkar, Kalau...

Rencana pembangunan mass rapid transit (MRT) di Ibu Kota terus digodok di level elit. Di balik itu semua, ada satu masalah yang eksekusinya belum dipastikan, yakni pembongkaran Stadion Lebak Bulus guna dialih fungsi menjadi depo transportasi massal berbasis rel tersebut.

Dalam beberapa kesempatan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo belum memastikan nasib stadion yang sempat menjadi arena berlatih tim sepak bola Persija itu. Menurut dia, nasib stadion itu akan disesuaikan dengan keperluan pembangunan MRT.

"Tergantung keperluan, kalau diperlukan (untuk depo) ya kami bongkar, kalau enggak perlu, ya enggak (dibongkar)," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Selasa (9/4/2013).

Perlu diketahui, mega proyek yang menelan biaya sebesar 15 triliun ini akan membentang dari depo MRT di Lebak Bulus sampai Sisingamangaraja dengan konsep jalan layang (luas 9,8 kilometer persegi), dan ruas Senayan sampai Bundaran Hotel Indonesia (HI) dibangun di bawah tanah dengan luas 5,9 kilometer persegi.

Untuk ruas berikutnya, MRT akan melintas dari Bundaran HI ke Kampung Bandan (8,1 kilometer). Mantan Wali Kota Surakarta ini memberikan jaminan untuk mempertahankan keberadaan stadion itu. Dengan catatan PT KAI bersedia membangun depo MRT di Kampung Bandan. Di luar itu, kalaupun Stadion Lebak Bulus benar-benar dipugar, maka Jokowi telah menyiapkan dua stadion baru di Ulujami, Jakarta Selatan, dan di Taman BMW, Jakarta Utara.

"Kalau PT KAI bersedia, stadion itu enggak akan dibongkar," ujarnya.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Jokowi: Bangun 300 rusun hanya Rp 5 triliun saja kok

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) ngebet ingin menyelesaikan masalah tempat tinggal untuk warganya. Dia menilai, program pembangunan empat rumah susun (rusun) pertahun, tidak akan efektif menyelesaikan masalah.

"Kita sekarang mau konsentrasi ke sisi perumahan. Saya enggak mau hanya membangun empat rusun, enggak akan ngefek apa-apa. Bangun itu langsung 200 sampai 300 rusun di dua tempat, cukup," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta, Selasa (9/4).

Terkait biaya proyeknya, Jokowi tidak memusingkannya. Menurut mantan wali kota Solo ini, Pemprov Jakarta memiliki tabungan banyak. Sehingga wacana membangun 300 rusun dalam setahun, adalah persoalan yang gampang.

Namun, Jokowi memberi catatan. Dia menghendaki proyek besar itu harus juga disertai rencana dan konsep yang harus dilaksanakan matang dan pengawasan. Sehingga hasil akhirnya akan benar terlihat bermanfaat untuk warga Jakarta.

"Kan kita inginnya yang gede sekalian. Kalikan saja, kira-kira kalau satu rusun Rp 18 miliar, berapa sih Rp 18 miliar kali 300? Kira-kira hanya Rp 5 triliun saja kok," cetusnya enteng.


Sumber :
merdeka.com

Berita Serupa :
- property.okezone.com : "Jokowi: Bangun Rusun Jangan Berceceran"
- www.tempo.co : "Jokowi: Empat Rusun Enggak 'Ngefek'" 

Ahmad Husein Alaydrus: Jokowi Lecehkan Alumni IPDN

Proses seleksi dan promosi jabatan terbuka atau yang biasa disebut lelang jabatan yang dilakukan oleh Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi), mendapat kritikan keras dari anggota DPRD DKI Komisi C, Ahmad Husein Alaydrus. Menurutnya program tersebut tidak efektif dan cenderung tidak menghargai para Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang berasal dari sekolah pencetak Lurah dan Camat, Institut Pendidikan Dalam Negeri (IPDN).
"Saya tidak sepakat dengan adanya sistem lelang jabatan. Itu tidak efektif," ujar Ahmad Husein usai rapat paripurna bersama Jokowi di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (9/3/2013).
Anggota Komisi C DPRD DKI ini pun berpendapat, lebih baik IPDN dibubarkan saja jika sistem lelang jabatan diadakan. Sebab para lulusan IPDN, yang biasanya menjabat sebagai lurah maupun camat, nantinya harus bersaing dengan para PNS lainnya.
"Ngapain ada IPDN kalau ada lelang jabatan camat dan lurah. Bubarin saja. Itu kan sekolah untuk lurah dan camat," tegas Husein.
Husein juga mengatakan sistem tersebut bisa memutus jenjang karir PNS di DKI yang sudah lama bekerja di Kelurahan maupun Kecamatan.
"Jadi intinya itu harus berjenjang, jangan langsung dilelang seperti yang dilakukan Jokowi. Misalnya ada orang yang sebelumnya dia pernah jadi sekretaris lurah, sekretaris camat, itu lebih pantas untuk didahulukan. Jadi lebih memahami. Misalkan dia tidak cocok, ya diganti saja," katanya.
"Jadi lelang jabatan itu menurut saya belum tentu bagus, bisa saja terpuruk. Jadi harus dievaluasi. Meskipun yang ikut PNS juga, tapi belum tentu dia berpengalaman juga," tambah Husein.


Sumber :
news.detik.com

Ulasan terkait :
- kompasiana.com : "Jokowi Dikecam Karena Lelang Jabatan Lurah Dan Camat"
Berita Serupa :
- merdeka.com : "Alaydrus: Jokowi aneh pakai lelang jabatan, bubarin saja IPDN!"
- jakarta.tribunnews.com : "Lelang Jabatan Ala Jokowi Dikritik Politisi Demokrat"
- merdeka.com : "Kritik lelang jabatan ala Jokowi bermunculan" 

Jokowi Siapkan Solusi Permanen untuk Korban Kebakaran

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo merasa prihatin dengan maraknya peristiwa kebakaran di wilayah Ibu Kota. Sebagai solusi awalnya, dia meminta warga yang menjadi korban diberi bantuan sebagai upaya pertama mengurangi bebannya.

Pria yang akrab disapa Jokowi itu menyampaikan, selama ini bantuan untuk korban kebakaran sering kali terganjal prosedur yang rumit. Untuk itu, dia meminta semua pihak terkait agar menghapus kerumitan proses penyaluran bantuan mengingat situasi yang mendesak.
Menurut Jokowi, kerumitan penyampaian bantuan terjadi karena peristiwa seperti kebakaran tak dapat diantisipasi. Di luar itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tidak memiliki anggaran khusus untuk korban kebakaran mendapatkan solusi yang permanen.
"Prosesnya repot, padahal ini peristiwa mendadak. Anggaran enggak ada, jadi kami enggak bisa berikan bantuan yang permanen," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Selasa (9/4/2013).
Selama ini, warga DKI yang menjadi korban kebakaran selalu diberi bantuan yang sifatnya untuk sesaat, yakni pemberian bahan kebutuhan pokok, perlengkapan tidur, pakaian, perlengkapan sekolah, dan penyediaan air bersih.
Ke depan, mantan Wali Kota Surakarta ini berniat merancang solusi permanen untuk korban kebakaran. Solusi itu bisa disiapkan melalui penyiapan anggaran di APBD Perubahan. "Mungkin nanti di (APBD) Perubahan kami cari solusinya, entah langsung dibangun rusunnya atau kampung deret atau apapun harus dilakukan," ujarnya.


Sumber :
megapolitan.kompas.com

Jokowi Getol Rayu Warga Penolak MRT

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) belum memutuskan kapan pembangunan proyek transportasi massal atau Mass Rapid Transit (MRT) akan dimulai. Namun, gelombang protes terhadap proyek itu mulai bermunculan. Salah satunya dari warga Lebak Bulus dan Fatmawati yang wilayahnya akan dilintasi proyek itu.

Menanggapi hal itu, Jokowi menegaskan akan tetap menjalankan proyek MRT. Jokowi mengaku akan terus melakukan pendekatan dan merayu warga Lebak Bulus dan Fatmawati.

"Nanti dibicarainlah. Kalau kita hanya mikir gitu terus MRT enggak akan kita putuskan dan enggak akan jalan-jalan. Ini nanti kita putuskan, jalan, pemenang tender siapa, jalan," tegas Jokowi di Kantor Balai Kota, Jakarta, Selasa (9/4).

Jokowi menjelaskan, pembangunan MRT sudah direncanakan sejak 24 tahun lalu. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada eksekusi kapan proyek transportasi berbasis massal itu dilaksanakan.

Menurut Jokowi, pembangunan MRT akan segera dilakukan pada tahun ini. Dirinya pun sudah berkunjung ke Singapura untuk melihat MRT.

"Di sana kita minta salah tiga atau salah empat MRT Singapura untuk jadi advisor kita. Soalnya bulan ini sudah mau kita putuskan atau dimulai," jelas Jokowi.

Mantan wali kota Solo itu menambahkan, dokumen MRT pekan ini sudah selesai dan lengkap. "Kalau sudah rampung (dokumennya), saya juga tahu MRT ini kan pertama di Indonesia. Belum punya pengalaman di situ, sehingga perlu didampingi. Yang mengerjakan kan rencana dan pelaksanaannya dari Jepang," jelas Jokowi.


Sumber :
merdeka.com

Berita Serupa :
- www.tempo.co : "Jokowi Memastikan MRT Dibangun"
- megapolitan.kompas.com : "Jokowi "Pedekate" dengan Warga yang Tolak MRT" 
- metronews.com : "Sebelum Bangun MRT, Jokowi PDKT ke Warga"

Jokowi: Contra Flow Cawang Gagal Nggak Apa-apa, Diganti Cara Lain

Bagi Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi), penghentian contra flow Cawang-Rawamangun bukan masalah. Ia bertekad terus mencari solusi lain untuk mengurai kemacetan Ibu Kota.

"Semua hal yang kasih solusi kemacetan itu harus dicoba. Tapi harus dikalkulasi dan dihitung. Memang kalau dianggap gagal nggak apa-apa. Nanti diganti dengan cara lain. Namanya juga upaya," kata Jokowi.

Hal ini disampaikan Jokowi di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (9/4/2013).

Jokowi sebenarnya ingin kemacetan di Jakarta berkurang. "Kita ingin memproses semuanya dalam sebuah ritme yang cepat. Tapi memang MRT dan monorel sampe detik ini juga kita belum rampung. Tapi insya Allah dalam bulan ini sudah rampung," ujar Jokowi.

Setelah diuji coba 3 hari, PT CMNP akhirnya menghentikan contra flow Cawang-Rawamangun. Ada sejumlah kendala yang menghambat contra flow tersebut.

"Tidak ada jalur darurat atau bahu jalan tol dan volume lalu lintas melebihi kapasitas jalan," kata Manager Pemeliharaan dan Pelayanan PT CMNP Bagus Medy Suarso di kantornya, Jalan Yos Sudarso Kav 28, Sunter, Jakarta Utara, pada Senin 8 April kemarin.

Bagus memberikan data lebar jalur ruas tol contra flow hanya 3,25 meter, lebar jalur outer 1,25 meter, lebar jalur inner 0,5 meter, dan jumlah jalur 2 x 3 lajur. Volume kendaraan yang melintasi ruas tol milik PT CMNP mencapai kira-kira 250.000 kendaraan per hari.


Sumber :
news.detik.com

Berita Serupa :
- merdeka.com : "Jokowi: Kalau contra flow dianggap gagal nggak apa-apa"

Kebakaran Masih Marak, Jokowi Bingung Temukan Solusi

Kebakaran masih marak terjadi di pemukiman padat penduduk di Jakarta. Gubernur Joko Widodo (Jokowi) hingga kini masih terus mencari solusi penanganan dan bantuan permanen untuk para korban.

Yang terbaru, kebakaran terjadi di wilayah Tambora, Jakarta Barat. Sedikitnya 70 rumah atau 140 Kepala Keluarga (KPK) harus kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran di pemukiman padat penduduk Jalan Krendang Tengah, Tambora, Jakarta Barat, kemarin sore.

"Memang anggarannya enggak ada. Jadi kita enggak bisa memberikan bantuan atau solusi yang permanen. Itu yang baru kita carikan solusinya," ujar Jokowi di Balai Kota, Selasa (9/3/2013).

Menurut mantan Wali Kota Solo itu, cukup sulit mencari solusi lantaran kebakaran merupakan peristiwa yang tak bisa diprediksi. Selain itu, solusi kebakaran belum tercantum dalam alokasi APBD.

"Entah tiba-tiba dibangun rusun, atau dibangun kampung deret, atau dibangun apapun. Tapi memang di mata anggaran kita enggak ada," keluh Jokowi.


Sumber :
okezone.com