Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP). Tatkala mendengar nama ini
yang terbayang selalu kekerasan. Wajar memang. Sebab Satpol PP, selama
ini kala beraksi selalu identik dengan kekerasan. Seolah 'tindakan
kasar' tersebut menjadi andalan dalam melakukan tugasnya.
Tidak jarang, aksi penertiban yang dilakukan satuan sipil yang
dibentuk Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan turunannya ini kerap beradu
fisik dengan masyarakat sipil lainnya. Salah satunya adalah para
pedagang kaki lima (PKL).
Nah, di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil
Gubernur Basuki Tjahaja Purnama, Satpol PP mengalami sejumlah
perubahan, atau lebih tepatnya paradigma.
Tema sentral dari perubahan itu adalah perilaku humanis.
Pendekatan-pendekatan yang halus, tidak mengandalkan main gebuk.
Makanya, senjata utama Satpol PP berupa pentungan dan pisau ditanggalkan
Jokowi.
Bahkan, mantan Wali Kota Solo itu ingin mengubah 'kelamin-kekerasan'
yang sudah kadung lama tersematkan di Satpol PP, yakni dengan
menggantikannya dengan perempuan. Memang, dari 5 ribu personel Satpol PP
didominasi laki-laki, sementara perempuan hanya sekian persen. Walaupun
ia menegaskan masih membutuhkan personel laki-laki.
Satpol PP yang Humanis. Jargon itulah yang saat ini coba ditularkan
Jokowi ke dalam benak para anggota Satpol PP ibu kota. "Yang pasti
Satpol PP di Jakarta akan berbeda dengan yang di Solo. Saya ingin Satpol
PP bekerja dengan cara-cara persuasif namun tetap tegas. Tegas itu
bukan berarti kasar," katanya menegaskan.
"Tegas bukan berarti kasar. Yang paling penting memberikan solusi.
Saya optimistis Satpol PP akan mengedepankan sisi humanis dan tidak ada
lagi tindakan brutal. Kalau bisa jangan menggunakan tameng, pentungan
dan pisau belati," jelasnya.
Jokowi menuturkan Satpol PP yang berada di bawah naungan
masing-masing Pemerintah Daerah merupakan gambaran dari kinerja Pemda.
"Kalau Satpol PP tukang gebuk di mana-mana, pasti pemerintah daerah
juga. Jadi hobinya Satpol PP nggak bak buk seperti itu. Makanya saya harapkan Satpol PP bisa santun dan ramah tapi tetap tegas," pintanya.
Guna memantau agar perilaku humanis di Satpol PP dapat berjalan
efektif dan maksimal, Jokowi pun tak lupa menyiapkan sanksi bagi mereka
yang tidak menuruti perintahnya. Ancaman sanksinya tidak
tanggung-tanggung yakni berupakan pencopotan.
Puncaknya, dari sentuhan Jokowi itu adalah dengan ditunjuknya Asisten
Pemerintahan DKI Jakarta, Sylviana Murni, menjadi kepala Satuan Polisi
Pamong Praja (Kasatpol PP). Meski bersifat sementara, yakni hanya
pelaksana tugas (Plt), dengan ditunjuknya mantan wali kota Jakarta Pusat
itu menggantikan Effendi Anas yang memasuki pensiun, merupakan
penjabaran dari paradigma Satpol PP yang humanis tadi.
Jokowi mengatakan pemilihan Sylviana, karena Effendi Anas jabatannya
sudah diperpanjang dua kali. Pengemar musik rock ini membantah jika
jabatan kasatpol PP akan terus dijabat Sylviana Murni.
Ia mengaku, Silviana Murni menjadi Kasatpol PP hanya merupakan sebuah
kebetulan. Mungkin bisa jadi itu sebuah kebetulan. Sebab, jika menilik
'sejarah' Sylviana, saat ini ia adalah Asisten Pemerintahan DKI Jakarta
di mana di antara tugasnya adalah membawahi Satpol PP.
Jokowi mengatakan kandidat kepala Satpol PP adalah yang bisa
mengorganisasi atau mengkoordinir Satpol PP sehingga Jakarta tertib.
Selain itu, Satpol PP diharapkan membantu polisi dalam hal keamanan
kota.
Menurut dia, siapapun kepala Satpol PP nantinya, adalah membangun
persepsi baru. Di mana Satpol PP memiliki pola baru, paradigma baru, dan
tradisi baru. "Tegas tapi tidak kasar," kata dia menegaskan.
Terlepas itu sebuah kebetulan, namun yang pasti paradigma Satpol PP
Humanis telah berproses. Dari pendekatan yang tidak lagi mengandalkan
pentungan dan pisau, dari menjauhkan aksi main gebuk dan saling kejar,
hingga penempatan sosok perempuan dalam kemepimpinan Satpol PP.
Seperti yang disinggung sebelumnya, Jokowi ingin memberikan solusi
tidak hanya pada perilaku Satpol PP, tapi juga menata kota yang lebih
elok tanpa menimbulkan gesekan sosial.
Sumber :
http://www.republika.co.id
Arsip terlengkap seputar kegiatan Jokowi mulai tahun 2013 hingga Jokowi Terindikasi Melindungi Koruptor.
Selasa, 05 Maret 2013
Senin, 04 Maret 2013
Menurut Jokowi Pembagian Unit Rusun Marunda Telah Selesai
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengklaim bahwa proses verifikasi
warga dan pembagian unit rumah susun sederhana sewa di Marunda, Jakarta
Utara, telah selesai dilakukan. Meski demikian, rusun tersebut belum
seratus persen selesai direnovasi.
"Rabu (27/2/2013) lalu sudah saya terima laporannya, ini sudah diberi. Sudah dibagi semuanya, yang belum rampung tinggal listrik sama airnya, sama pengecatan, karena masih dalam proses lelang," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (4/3/2013). Jokowi mengatakan, unit kamar di rusun itu memang belum layak huni, tetapi ia mempersilakan warga untuk menempatinya dalam waktu dekat.
Pernyataan Jokowi ini sekaligus menjawab janji yang pernah ia berikan kepada warga yang antre untuk menghuni rusun tersebut. Pada 12 Februari lalu, ia berjanji bahwa dalam tempo dua minggu, semua warga yang mengantre telah dapat mengetahui di mana unit rusun yang kelak akan ditinggalinya.
"Masa mereka (warga) menempati dengan keadaan seperti itu. Dua minggu itu rampung, bisa ditempati, tapi renovasinya menyusul," ujarnya.
Menurut Jokowi, kondisi rusun yang masih dalam tahap renovasi diperkirakan baru layak dihuni sekitar tiga bulan ke depan. Mantan Wali Kota Surakarta ini meminta warga calon penghuni untuk lebih bersabar sebab proses perbaikan rusun masih terus dilakukan seiring dengan upaya melengkapi fasilitas penunjangnya.
Di Rusun Marunda terdapat ribuan unit rusun yang berada dalam 26 blok atau menara rusun. Hingga saat ini, baru sekitar 500 unit yang siap dan telah dihuni. Pemberian rusun ini diprioritaskan untuk warga yang terkena dampak banjir, seperti warga di sekitar Waduk Pluit dan Penjaringan.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
"Rabu (27/2/2013) lalu sudah saya terima laporannya, ini sudah diberi. Sudah dibagi semuanya, yang belum rampung tinggal listrik sama airnya, sama pengecatan, karena masih dalam proses lelang," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (4/3/2013). Jokowi mengatakan, unit kamar di rusun itu memang belum layak huni, tetapi ia mempersilakan warga untuk menempatinya dalam waktu dekat.
Pernyataan Jokowi ini sekaligus menjawab janji yang pernah ia berikan kepada warga yang antre untuk menghuni rusun tersebut. Pada 12 Februari lalu, ia berjanji bahwa dalam tempo dua minggu, semua warga yang mengantre telah dapat mengetahui di mana unit rusun yang kelak akan ditinggalinya.
"Masa mereka (warga) menempati dengan keadaan seperti itu. Dua minggu itu rampung, bisa ditempati, tapi renovasinya menyusul," ujarnya.
Menurut Jokowi, kondisi rusun yang masih dalam tahap renovasi diperkirakan baru layak dihuni sekitar tiga bulan ke depan. Mantan Wali Kota Surakarta ini meminta warga calon penghuni untuk lebih bersabar sebab proses perbaikan rusun masih terus dilakukan seiring dengan upaya melengkapi fasilitas penunjangnya.
Di Rusun Marunda terdapat ribuan unit rusun yang berada dalam 26 blok atau menara rusun. Hingga saat ini, baru sekitar 500 unit yang siap dan telah dihuni. Pemberian rusun ini diprioritaskan untuk warga yang terkena dampak banjir, seperti warga di sekitar Waduk Pluit dan Penjaringan.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Diundang ke Kopenhagen, Jokowi pilih blusukan
Menteri Perdagangan dan Investasi Denmark Pia Olsen Dyhr mengajak
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk berkunjung ke Kopenhagen. Namun,
Jokowi lebih memilih blusukan ke Marunda.
"Saya ke Marunda saja, atau ke Cilincing, atau ke Muara Baru. Saya pernah ke sana, dulu waktu jualan mebel," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (4/3/2013).
Ajakan Pia itu sebenarnya dimaksudkan untuk menilik cara penanganan banjir yang kerap merendam Kopenhagen, sejalan dengan rencana kerjasama menanggulangi masalah serupa di Jakarta.
Menurut Pia, usai bertemu Jokowi, Pemerintah Denmark telah mengembangkan berbagai cara untuk menanggulangi dan mencegah banjir. Misalnya memperbanyak ruang terbuka hijau, sistem pompa, dan terowongan air. Semua cara itu dilakukan pemerintah Denmark bekerjasama dengan perusahaan swasta dan telah disampaikan kepada Jokowi.
"Kita berbicara tentang kerjasama, apa saja yang bisa kita lakukan bersama. Sudah kita paparkan, dan kita mengajak Pak Gubernur ke Kopenhagen," kata Pia.
Sehari sebelumnya, Pia juga telah meninjau Waduk Pluit didampingi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ia menyatakan bahwa pihaknya cukup mumpuni untuk ikut terlibat dalam proses normalisasi waduk tersebut.
"Sejujurnya, banjir di Jakarta lebih besar dari Denmark. Tapi kita senang bisa membantu Indonesia dalam menghadapi masalah yang besar ini," ujarnya.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
"Saya ke Marunda saja, atau ke Cilincing, atau ke Muara Baru. Saya pernah ke sana, dulu waktu jualan mebel," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (4/3/2013).
Ajakan Pia itu sebenarnya dimaksudkan untuk menilik cara penanganan banjir yang kerap merendam Kopenhagen, sejalan dengan rencana kerjasama menanggulangi masalah serupa di Jakarta.
Menurut Pia, usai bertemu Jokowi, Pemerintah Denmark telah mengembangkan berbagai cara untuk menanggulangi dan mencegah banjir. Misalnya memperbanyak ruang terbuka hijau, sistem pompa, dan terowongan air. Semua cara itu dilakukan pemerintah Denmark bekerjasama dengan perusahaan swasta dan telah disampaikan kepada Jokowi.
"Kita berbicara tentang kerjasama, apa saja yang bisa kita lakukan bersama. Sudah kita paparkan, dan kita mengajak Pak Gubernur ke Kopenhagen," kata Pia.
Sehari sebelumnya, Pia juga telah meninjau Waduk Pluit didampingi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ia menyatakan bahwa pihaknya cukup mumpuni untuk ikut terlibat dalam proses normalisasi waduk tersebut.
"Sejujurnya, banjir di Jakarta lebih besar dari Denmark. Tapi kita senang bisa membantu Indonesia dalam menghadapi masalah yang besar ini," ujarnya.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Jokowi akan tinjau ulang anggaran Pidato Gubernur
APBD DKI Jakarta mengalokasikan anggaran untuk pidato gubernur DKI
sebesar Rp 500 juta. Gubernur DKI Joko Widodo mengaku tidak tahu menahu
soal alokasi anggaran pidato sebesar itu. Dia pun berjanji akan meninjau
ulang alokasi anggaran tersebut.
"Iya lah nanti ditinjau. Itu kan ada 57 ribu item, tidak mungkin saya mengerti semuanya. Tapi karena ini transparan, kita pasang pengumuman dibuat poster. Nanti terperinci semua dan masyarakat bisa melihat. Ini keterbukaan. Jangan, masa dikejar urusan kayak gitu," ujar Jokowi.
Hal ini disampaikan Jokowi saat dimintai konfirmasi seputar anggaran naskah pidato gubernur Rp 500 juta usai rapat dengan jajaran Kemenhub di kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2013).
Jokowi mengatakan tidak pernah menganggarkan alokasi pidato sebesar itu. Bahkan Jokowi mengaku heran dengan informasi tersebut, karena dia tidak pernah memberi pidato.
"Tadi tanya lagi pidato Pak Gubernur Rp 500 juta. Ada yang ngomong kayak gitu. Saya nggak ngomong yang kayak gitu. Bahkan saya nggak pernah pidato apalagi sampai nganggarin, artinya memang yang lalu-lalu seperti itu. Kalau itu dianggap tidak efisien itukan masih dalam anggaran realisasinya nanti bisa saya potong bisa saya efisiensikan," tuturnya.
Lalu bagaimana dengan alokasi anggaran uang makan ajudan yang disebutkan mencapai Rp 1,5 miliar?
"Ini juga kan terbuka. Mengulang, saya nggak mungkin detail seperti itu biaya makan ajudan. Jangan-jangan nanti makan Pamdal. Nggak mungkin saya ngurus-ngurus kayak gitu, paling penting tolong dicermati jangan ngurus yang kecil-kecil. Kita pikirkan APBD yang gede-gede," cetusnya.
Dana naskah pidato gubernur dialokasikan dalam APBD DKI Jakarta sebesar Rp 500 juta. Satu naskah pidato memakan dana Rp 1,3 juta.
Selain itu, ada dana untuk pengembangan tim sambutan sebesar Rp 120 juta, dan anggaran penyediaan cetakan buku himpunan sambutan, pidato, makalah pimpinan daerah sebesar Rp 50 juta.
Saat era Fauzi Bowo, anggaran pidato gubernur mencapai Rp 1,2 miliar.
Sumber :
http://news.detik.com
"Iya lah nanti ditinjau. Itu kan ada 57 ribu item, tidak mungkin saya mengerti semuanya. Tapi karena ini transparan, kita pasang pengumuman dibuat poster. Nanti terperinci semua dan masyarakat bisa melihat. Ini keterbukaan. Jangan, masa dikejar urusan kayak gitu," ujar Jokowi.
Hal ini disampaikan Jokowi saat dimintai konfirmasi seputar anggaran naskah pidato gubernur Rp 500 juta usai rapat dengan jajaran Kemenhub di kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2013).
Jokowi mengatakan tidak pernah menganggarkan alokasi pidato sebesar itu. Bahkan Jokowi mengaku heran dengan informasi tersebut, karena dia tidak pernah memberi pidato.
"Tadi tanya lagi pidato Pak Gubernur Rp 500 juta. Ada yang ngomong kayak gitu. Saya nggak ngomong yang kayak gitu. Bahkan saya nggak pernah pidato apalagi sampai nganggarin, artinya memang yang lalu-lalu seperti itu. Kalau itu dianggap tidak efisien itukan masih dalam anggaran realisasinya nanti bisa saya potong bisa saya efisiensikan," tuturnya.
Lalu bagaimana dengan alokasi anggaran uang makan ajudan yang disebutkan mencapai Rp 1,5 miliar?
"Ini juga kan terbuka. Mengulang, saya nggak mungkin detail seperti itu biaya makan ajudan. Jangan-jangan nanti makan Pamdal. Nggak mungkin saya ngurus-ngurus kayak gitu, paling penting tolong dicermati jangan ngurus yang kecil-kecil. Kita pikirkan APBD yang gede-gede," cetusnya.
Dana naskah pidato gubernur dialokasikan dalam APBD DKI Jakarta sebesar Rp 500 juta. Satu naskah pidato memakan dana Rp 1,3 juta.
Selain itu, ada dana untuk pengembangan tim sambutan sebesar Rp 120 juta, dan anggaran penyediaan cetakan buku himpunan sambutan, pidato, makalah pimpinan daerah sebesar Rp 50 juta.
Saat era Fauzi Bowo, anggaran pidato gubernur mencapai Rp 1,2 miliar.
Sumber :
http://news.detik.com
Jokowi minta pembangunan transportasi massal segera dimulai
Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi) meminta pembangunan transportasi massal
segera dimulai untuk mengurai kemacetan lalu lintas Ibu Kota.
"Studi-studi mengenai transportasi di Jakarta menurut saya sudah cukup banyak, tidak perlu ditambah lagi. Jadi, yang paling penting sekarang langsung mulai dikerjakan," kata Jokowi dalam rapat koordinasi di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin.
Pemerintah DKI Jakarta, kata dia, siap mengeluarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung pembangunan sistem transportasi massal. "Yang paling penting pembangunan segera berjalan," kata Jokowi.
Ia menambahkan, pembangunan sistem transportasi massal di Ibu Kota sebaiknya tidak menyimpang dari rencana induk pembangunan transportasi Jakarta.
Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya dalam membangun sistem transportasi massal.
"Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan seluruh sistem jaringan transportasi, termasuk perkeretaapian akan terkoneksi dengan baik. Semuanya harus bekerja secara terpadu," kata Bambang.
Bambang menambahkan, pemerintah memberikan waktu selama satu minggu kepada pihak-pihak yang ingin menyampaikan masukan soal rencana pelaksanaan pembangunan transportasi di Jakarta dan daerah sekitarnya.
"Seluruh sanggahan atau masukan yang substansial akan menjadi bahan untuk kita dalam pelaksanaan proyek ini. Kalau tidak ada, maka proyek ini akan segera kita jalankan," katanya.
Sumber :
http://www.antaranews.com
"Studi-studi mengenai transportasi di Jakarta menurut saya sudah cukup banyak, tidak perlu ditambah lagi. Jadi, yang paling penting sekarang langsung mulai dikerjakan," kata Jokowi dalam rapat koordinasi di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin.
Pemerintah DKI Jakarta, kata dia, siap mengeluarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mendukung pembangunan sistem transportasi massal. "Yang paling penting pembangunan segera berjalan," kata Jokowi.
Ia menambahkan, pembangunan sistem transportasi massal di Ibu Kota sebaiknya tidak menyimpang dari rencana induk pembangunan transportasi Jakarta.
Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan, pemerintah pusat akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan sekitarnya dalam membangun sistem transportasi massal.
"Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan seluruh sistem jaringan transportasi, termasuk perkeretaapian akan terkoneksi dengan baik. Semuanya harus bekerja secara terpadu," kata Bambang.
Bambang menambahkan, pemerintah memberikan waktu selama satu minggu kepada pihak-pihak yang ingin menyampaikan masukan soal rencana pelaksanaan pembangunan transportasi di Jakarta dan daerah sekitarnya.
"Seluruh sanggahan atau masukan yang substansial akan menjadi bahan untuk kita dalam pelaksanaan proyek ini. Kalau tidak ada, maka proyek ini akan segera kita jalankan," katanya.
Sumber :
http://www.antaranews.com
Jokowi Tak Tahu Uang Makan Ajudannya Rp 1,5 Miliar
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku tak hafal detail anggaran
yang tercantum dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI
2013. Dengan jumlah mata anggaran sebanyak 57.000 item, Jokowi meminta
masyarakat memerhatikan anggaran besar dan tak meributkan anggaran yang
nilainya kecil.Pernyataan Jokowi itu dilontarkan guna menjawab besarnya anggaran yang digelontorkan untuk biaya makan
ajudan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI. Anggaran tersebut mencapai Rp
1,5 miliar dan tertera dalam APBD 2013 dengan nama Konsumsi Harian
Pegawai Kebutuhan Pimpinan Daerah. Alokasi anggaran ini berada dalam pos
anggaran Biro Kepala Daerah dan Kerja Sama Luar Negeri.
"Enggak tahu saya, dibukain saja. Tolong dicermati (anggaran) yang gede-gede, jangan yang kecil-kecil, saya enggak hafal semuanya," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (4/3/2013).
Dalam kesempatan itu, mantan Wali Kota Surakarta ini juga membantah dirinya menghabiskan biaya sebesar Rp 500 juta untuk keperluan pidato gubernur. Ke depan, ia berjanji akan meninjau kembali mata anggaran dalam APBD. Bila hasil kajian atau masyarakat menilai itu merupakan hal yang tak efisien, maka ia akan memotongnya.
"Pidato Rp 500 juta, saya enggak ngurusi. Pidato saja enggak pernah, paling cuma semenit-semenit. Ini keterbukaan, kita bisa lihat realisasinya," ujar Jokowi.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Legislatif dan Eksekutif (Majelis) Sugiyanto mempertanyakan besarnya nilai anggaran untuk keperluan makan ajudan Gubernur DKI Jakarta. "Kita tidak tahu berapa jumlah ajudan, pengawal, dan lainnya, tapi jumlah itu sangat besar karena karyawan yang pegawai negeri sipil (PNS) sudah menerima gaji," kata Sugiyanto.
Sugiyanto juga memberikan contoh, apabila dibagi 12 bulan, artinya uang makan harian para ajudan itu dapat mencapai Rp 4 juta per hari. Ia berharap Jokowi dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama bisa menjelaskan kepada masyarakat mengenai alokasi uang makan tersebut. "Mengingat masih banyaknya program DKI yang lebih bersentuhan dengan masyarakat," katanya.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
"Enggak tahu saya, dibukain saja. Tolong dicermati (anggaran) yang gede-gede, jangan yang kecil-kecil, saya enggak hafal semuanya," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Senin (4/3/2013).
Dalam kesempatan itu, mantan Wali Kota Surakarta ini juga membantah dirinya menghabiskan biaya sebesar Rp 500 juta untuk keperluan pidato gubernur. Ke depan, ia berjanji akan meninjau kembali mata anggaran dalam APBD. Bila hasil kajian atau masyarakat menilai itu merupakan hal yang tak efisien, maka ia akan memotongnya.
"Pidato Rp 500 juta, saya enggak ngurusi. Pidato saja enggak pernah, paling cuma semenit-semenit. Ini keterbukaan, kita bisa lihat realisasinya," ujar Jokowi.
Sebelumnya, Direktur Eksekutif Masyarakat Pemantau Kebijakan Legislatif dan Eksekutif (Majelis) Sugiyanto mempertanyakan besarnya nilai anggaran untuk keperluan makan ajudan Gubernur DKI Jakarta. "Kita tidak tahu berapa jumlah ajudan, pengawal, dan lainnya, tapi jumlah itu sangat besar karena karyawan yang pegawai negeri sipil (PNS) sudah menerima gaji," kata Sugiyanto.
Sugiyanto juga memberikan contoh, apabila dibagi 12 bulan, artinya uang makan harian para ajudan itu dapat mencapai Rp 4 juta per hari. Ia berharap Jokowi dan Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama bisa menjelaskan kepada masyarakat mengenai alokasi uang makan tersebut. "Mengingat masih banyaknya program DKI yang lebih bersentuhan dengan masyarakat," katanya.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Ketika Jokowi Bingung Menjawab dari Pelecehan ke Bajaj
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) terbiasa dicecar beragam
masalah pelik Ibukota. Namun rupanya Jokowi terkadang bingung ketika
harus menjawab pertanyaan yang melompat-lompat.
Jokowi awalnya dimintai komentar lagi seputar kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh guru SMA di Jakarta Timur terhadap siswinya. Masalah pencabulan itu telah berulang kali ditanyakan kepada Jokowi.
Seperti biasa, Jokowi menjawab dengan lugas. Ia untuk sekian kali berjanji mencopot guru tersebut jika terbukti bersalah.
"Ya kan sudah dicopot. Selanjutnya urusan Kepolisian, yang jelas sudah kita lepas dari jabatannya. Copot, (terjadi) di dunia pendidikan kok," kata Jokowi rapat di Kantor Kementerian Perhubungan, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (4/3/2013).
Jokowi kemudian ditanya soal peremajaan bajaj. Pertanyaan seputar bajaj sontak membuat Jokowi terkejut dan sedikit bingung.
"Loh dari pelecehan kok ke bajaj," ujar Jokowi sambil tertawa.
Jokowi meminta tidak semua pertanyaan diajukan kepadanya. "Jangan tanyakan semua lho, bingung saya nanti," kata Jokowi sambil tertawa kecil. Hehehe...!
"Nanti akhirnya kesimpulannya 'pelecehan bajaj' nanti," seloroh Jokowi yang disambut tawa awak pers. Suasana menjadi penuh tawa.
Pria kelahiran Surakarta 21 Juni 1961 ini khawatir berita-berita yang ditulis nantinya keliru.
""Sering nulisnya pada kleru (keliru-red). Soalnya bingung dulu tanyanya. Karena sini ruwet, ngomongnya pelecehan bajaj," kata Jokowi yang terus tersenyum khas.
Sumber :
http://news.detik.com
Jokowi awalnya dimintai komentar lagi seputar kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh guru SMA di Jakarta Timur terhadap siswinya. Masalah pencabulan itu telah berulang kali ditanyakan kepada Jokowi.
Seperti biasa, Jokowi menjawab dengan lugas. Ia untuk sekian kali berjanji mencopot guru tersebut jika terbukti bersalah.
"Ya kan sudah dicopot. Selanjutnya urusan Kepolisian, yang jelas sudah kita lepas dari jabatannya. Copot, (terjadi) di dunia pendidikan kok," kata Jokowi rapat di Kantor Kementerian Perhubungan, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (4/3/2013).
Jokowi kemudian ditanya soal peremajaan bajaj. Pertanyaan seputar bajaj sontak membuat Jokowi terkejut dan sedikit bingung.
"Loh dari pelecehan kok ke bajaj," ujar Jokowi sambil tertawa.
Jokowi meminta tidak semua pertanyaan diajukan kepadanya. "Jangan tanyakan semua lho, bingung saya nanti," kata Jokowi sambil tertawa kecil. Hehehe...!
"Nanti akhirnya kesimpulannya 'pelecehan bajaj' nanti," seloroh Jokowi yang disambut tawa awak pers. Suasana menjadi penuh tawa.
Pria kelahiran Surakarta 21 Juni 1961 ini khawatir berita-berita yang ditulis nantinya keliru.
""Sering nulisnya pada kleru (keliru-red). Soalnya bingung dulu tanyanya. Karena sini ruwet, ngomongnya pelecehan bajaj," kata Jokowi yang terus tersenyum khas.
Sumber :
http://news.detik.com
Jokowi Minta Revitalisasi, TIM Segera Berbenah
Setelah Jokowi menyatakan akan merevitalisasi, Kepala Dinas
Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta Arie Budhiman menyatakan
siap berbenah. Revitalisasi itu akan difokuskan pada penguatan zona
pendidikan dan mengembangkan zona pertunjukkannya.
Arie menjelaskan, rencana revitalisasi ini akan menyedot APBD sebesar Rp 469 miliar. Untuk tahap awal akan dikucurkan dana sebesar Rp 157 miliar.
"Nanti ditambah di APBD Perubahan. Konsepnya akan hijau dan terbuka, dimulai dari belakang, dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ)," kata Arie saat dihubungi wartawan, Senin (4/3/2013), di Jakarta.
Fasilitas parkir di sekitar TIM, termasuk IKJ, kata dia, akan ditata sedemikian rupa dengan membuat parkir bawah tanah. Hal itu dilakukan untuk menggeser kendaraan yang biasa parkir di halaman TIM, sehingga akan tercipta ruang terbuka yang lebih luas untuk sarana pertunjukan.
"Pusat dokumentasi sastra HB Jassin tidak dipindahkan, tapi kita akan buat gedung perpustakaan baru. Koleksi buku dipindahkan, ditambah sistem digitalisasi," ujarnya.
Rencana revitalisasi kawasan TIM ini digaungkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Jokowi mengatakan telah menyiapkan masterplan kawasan itu sejak dua bulan lalu. Rencananya, revitalisasi tersebut pun akan dilakukan mulai tahun ini.
Menurut Jokowi, faktor paling penting untuk membangun kawasan pendidikan adalah memperhatikan tata ruang. Tata ruang itu harus dapat mendukung kegiatan pendidikan demi menciptakan kaum terdidik.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Arie menjelaskan, rencana revitalisasi ini akan menyedot APBD sebesar Rp 469 miliar. Untuk tahap awal akan dikucurkan dana sebesar Rp 157 miliar.
"Nanti ditambah di APBD Perubahan. Konsepnya akan hijau dan terbuka, dimulai dari belakang, dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ)," kata Arie saat dihubungi wartawan, Senin (4/3/2013), di Jakarta.
Fasilitas parkir di sekitar TIM, termasuk IKJ, kata dia, akan ditata sedemikian rupa dengan membuat parkir bawah tanah. Hal itu dilakukan untuk menggeser kendaraan yang biasa parkir di halaman TIM, sehingga akan tercipta ruang terbuka yang lebih luas untuk sarana pertunjukan.
"Pusat dokumentasi sastra HB Jassin tidak dipindahkan, tapi kita akan buat gedung perpustakaan baru. Koleksi buku dipindahkan, ditambah sistem digitalisasi," ujarnya.
Rencana revitalisasi kawasan TIM ini digaungkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Jokowi mengatakan telah menyiapkan masterplan kawasan itu sejak dua bulan lalu. Rencananya, revitalisasi tersebut pun akan dilakukan mulai tahun ini.
Menurut Jokowi, faktor paling penting untuk membangun kawasan pendidikan adalah memperhatikan tata ruang. Tata ruang itu harus dapat mendukung kegiatan pendidikan demi menciptakan kaum terdidik.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Jokowi Pastikan Genap-Ganjil Berlaku dalam Hitungan Bulan
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo memastikan bahwa penerapan sistem
pelat nomor genap-ganjil akan berlaku dalam beberapa bulan ke depan.
Saat ini proses kalkulasi sosial, politik, dan ekonomi masih terus
dikaji agar kebijakan ini berjalan efektif.
"Iya pasti tahun ini. Hitungan bulan, jangan hitungan tahun. Tergantung kalkulasinya," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Senin (4/3/2013) malam.
Mantan Wali Kota Surakarta ini menjelaskan, proses kalkulasi harus dilakukan sedetail mungkin. Misalnya mengenai jumlah bus yang diperlukan untuk mengangkut warga yang beralih dari kendaraan pribadi, perhitungan ekonomi dari sisi distribusi logistik, efektivitas penggunaan stiker, dan lain sebagainya. Dengan semua itu, Jokowi berharap Juni mendatang sistem ini bisa mulai berlaku.
"Pokoknya saya minta dihitung detail, jangan asal mutusin, nanti keliru kan repot. Harus hati-hati, masalah stiker juga masih ragu efektif atau nggak. Kalau nggak efektif ya nggak perlu pakai stiker," ujarnya.
Kebijakan nomor polisi ganjil-genap ini dibuat untuk menekan volume kendaraan di Ibu Kota, khususnya di pusat kota, dan sekaligus menggiring masyarakat untuk beralih ke transportasi massal. Adapun lokasi yang diusulkan untuk pemberlakuannya adalah jalan raya eks 3 in 1, Sudirman, Thamrin, Gatot Subroto, dan Rasuna Said.
Ganjil-genap akan diberlakukan mulai pukul 06.00-20.00, setiap hari, kecuali Sabtu, Minggu dan hari libur nasional. Peraturan ini berlaku pada mobil pribadi dan selanjutnya menyasar ke sepeda motor.
Genap-ganjil ditandai dengan angka terakhir di pelat nomor. Angka 1,3,5,7,9 masuk dalam ganjil (stiker hijau), dan 0,2,4,6,8 masuk dalam genap (stiker merah). Untuk memudahkan masyarakat, penentuan genap-ganjil akan dilakukan mengikuti tanggal di setiap harinya. Genap-ganjil tak berlaku untuk kendaraan umum dan angkutan barang.
Sumber :
http://lipsus.kompas.com
"Iya pasti tahun ini. Hitungan bulan, jangan hitungan tahun. Tergantung kalkulasinya," kata Jokowi, di Balaikota Jakarta, Senin (4/3/2013) malam.
Mantan Wali Kota Surakarta ini menjelaskan, proses kalkulasi harus dilakukan sedetail mungkin. Misalnya mengenai jumlah bus yang diperlukan untuk mengangkut warga yang beralih dari kendaraan pribadi, perhitungan ekonomi dari sisi distribusi logistik, efektivitas penggunaan stiker, dan lain sebagainya. Dengan semua itu, Jokowi berharap Juni mendatang sistem ini bisa mulai berlaku.
"Pokoknya saya minta dihitung detail, jangan asal mutusin, nanti keliru kan repot. Harus hati-hati, masalah stiker juga masih ragu efektif atau nggak. Kalau nggak efektif ya nggak perlu pakai stiker," ujarnya.
Kebijakan nomor polisi ganjil-genap ini dibuat untuk menekan volume kendaraan di Ibu Kota, khususnya di pusat kota, dan sekaligus menggiring masyarakat untuk beralih ke transportasi massal. Adapun lokasi yang diusulkan untuk pemberlakuannya adalah jalan raya eks 3 in 1, Sudirman, Thamrin, Gatot Subroto, dan Rasuna Said.
Ganjil-genap akan diberlakukan mulai pukul 06.00-20.00, setiap hari, kecuali Sabtu, Minggu dan hari libur nasional. Peraturan ini berlaku pada mobil pribadi dan selanjutnya menyasar ke sepeda motor.
Genap-ganjil ditandai dengan angka terakhir di pelat nomor. Angka 1,3,5,7,9 masuk dalam ganjil (stiker hijau), dan 0,2,4,6,8 masuk dalam genap (stiker merah). Untuk memudahkan masyarakat, penentuan genap-ganjil akan dilakukan mengikuti tanggal di setiap harinya. Genap-ganjil tak berlaku untuk kendaraan umum dan angkutan barang.
Sumber :
http://lipsus.kompas.com
Jokowi Ingin Ganjil Genap Diputus Tahun Ini
Sistem nomor polisi kendaraan ganjil genap masih memerlukan pembahasan secara menyeluruh.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) belum berani memutuskan pemberlakukan sistem pembatasan nomor kendaraan guna mengatasi kemacetan di ibu kota tersebut.
"Ini masih agak panjang. Saya lihat memang perlu ada kesiapan yang lebih mateng. Sehingga nanti muncul sebagai produk kebijakan, itu betul-betul sudah diterima. Sosialisasinya harus matang. Semuanya siap," ujar Jokowi usai pembahasan masterplan transportasi massa Jabodetabek, di Kemenhub, Senin (4/3).
Dia tak ingin ketidaksiapan masyarakat menjadi pembenaran untuk 'permainan' sejumlah pihak. "Jangan sampai karena massa tidak siap, kemudian ngakali. Lah inilah yang biasanya menyebabkan kegagalan karena ada akal mengakal," kata dia.
Menurut Jokowi, kalkulasi yang dilakukan Dinas Perhubungan DKI Jakarta belum sampai disampaikan ke dirinya. Kalkulasi yang dimaksudnya antara lain tentang kebutuhan bus untuk mengangkut pengguna mobil kendaraan pribadi yang beralih ke transportasi massa setelah kebijakan itu diterapkan. Dia juga ingin mengetahui jumlah orang yang pindah dari transportasi pribadi ke transportasi massa.
"Kalau saya tidak diberi hitungan detil kemudian suruh eksekusi kebijkan, ya gak mau saya," tukas mantan Walikota Surakarta itu.
Lalu, apakah kebijakan itu bisa terlaksana tahun 2013? Jokowi menginginkan agar kebijakan tersebut dapat terlaksana dalam hitungan bulan.
"Iya, hitungan bulan, jangan tahun," kata Jokowi.
Sumber :
http://www.metrotvnews.com
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) belum berani memutuskan pemberlakukan sistem pembatasan nomor kendaraan guna mengatasi kemacetan di ibu kota tersebut.
"Ini masih agak panjang. Saya lihat memang perlu ada kesiapan yang lebih mateng. Sehingga nanti muncul sebagai produk kebijakan, itu betul-betul sudah diterima. Sosialisasinya harus matang. Semuanya siap," ujar Jokowi usai pembahasan masterplan transportasi massa Jabodetabek, di Kemenhub, Senin (4/3).
Dia tak ingin ketidaksiapan masyarakat menjadi pembenaran untuk 'permainan' sejumlah pihak. "Jangan sampai karena massa tidak siap, kemudian ngakali. Lah inilah yang biasanya menyebabkan kegagalan karena ada akal mengakal," kata dia.
Menurut Jokowi, kalkulasi yang dilakukan Dinas Perhubungan DKI Jakarta belum sampai disampaikan ke dirinya. Kalkulasi yang dimaksudnya antara lain tentang kebutuhan bus untuk mengangkut pengguna mobil kendaraan pribadi yang beralih ke transportasi massa setelah kebijakan itu diterapkan. Dia juga ingin mengetahui jumlah orang yang pindah dari transportasi pribadi ke transportasi massa.
"Kalau saya tidak diberi hitungan detil kemudian suruh eksekusi kebijkan, ya gak mau saya," tukas mantan Walikota Surakarta itu.
Lalu, apakah kebijakan itu bisa terlaksana tahun 2013? Jokowi menginginkan agar kebijakan tersebut dapat terlaksana dalam hitungan bulan.
"Iya, hitungan bulan, jangan tahun," kata Jokowi.
Sumber :
http://www.metrotvnews.com
"Wanti-wanti" Jokowi soal transportasi
Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo atau biasa disebut Jokowi punya komentar soal
rencana integrasi transportasi umum di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang
dan Bekasi yang dibahas di Kementerian Perhubungan
"Jangan hanya jadi rencana tapi tidak tahu kapan mau diwujudkan," katanya saat acara paparan "Masterplan Transportasi Jabodetabek" di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin.
Jokowi ingin agar rencana tersebut segera dilaksanakan. "Mau pakai APBN silakan, mau pakai APBD silakan, atau mau pakai sistem investasi atau swasta juga boleh," katanya.
Dia mengatakan bahwa pertemuan yang menghadirkan perwakilan dari setiap kota tersebut bisa memperjelas acuan rencana.
"Kalau sering ketemu seperti ini acuan jadi jelas," katanya.
Jokowi mengemukakan untuk integrasi transportasi umum ini, Jakarta akan mengambil porsi sesuai dengan wilayahnya dan disesuaikan dengan rencana besar Kementerian Perhubungan.
"Kalau tidak dihubungkan ya enggak akan nyambung," katanya.
Jokowi tidak merinci bagian yang akan diintegrasikan sesuai dengan rencana tersebut. Gubernur mengatakan anggaran untuk integrasi sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
"Sudah ada, tapi kan memang harus terkoneksi," katanya.
Sumber :
http://www.antaranews.com
"Jangan hanya jadi rencana tapi tidak tahu kapan mau diwujudkan," katanya saat acara paparan "Masterplan Transportasi Jabodetabek" di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin.
Jokowi ingin agar rencana tersebut segera dilaksanakan. "Mau pakai APBN silakan, mau pakai APBD silakan, atau mau pakai sistem investasi atau swasta juga boleh," katanya.
Dia mengatakan bahwa pertemuan yang menghadirkan perwakilan dari setiap kota tersebut bisa memperjelas acuan rencana.
"Kalau sering ketemu seperti ini acuan jadi jelas," katanya.
Jokowi mengemukakan untuk integrasi transportasi umum ini, Jakarta akan mengambil porsi sesuai dengan wilayahnya dan disesuaikan dengan rencana besar Kementerian Perhubungan.
"Kalau tidak dihubungkan ya enggak akan nyambung," katanya.
Jokowi tidak merinci bagian yang akan diintegrasikan sesuai dengan rencana tersebut. Gubernur mengatakan anggaran untuk integrasi sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
"Sudah ada, tapi kan memang harus terkoneksi," katanya.
Sumber :
http://www.antaranews.com
Jokowi: Kalau Perlu yang Ganteng, Hubungi Saya
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mendapat tawaran memerankan seorang tokoh dalam film berjudul Finding Srimulat. Bukan menjawab berminat atau tidak, ia justru malah melontarkan guyonan.
"Lah itu perlu yang ganteng enggak? Kalau perlu yang ganteng, baru hubungi saya," kata Jokowi di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2013).
Film berjudul Finding Srimulat rencananya akan dirilis pada 11 April 2013 nanti. Film ini akan dibintangi komedian Srimulat, seperti Gogon, Kadir, Tessy, dan Nunung.
Selain itu, Reza Rahardian, Rianty Cartwright, dan Nadila Ernesta juga akan ikut bermain dalam film yang disutradarai oleh Charlez Gozali ini.
Film ini sebenarnya bukan menceritakan tentang sejarah berdirinya kelompok lawak yang dibangun oleh seniman Teguh Slamet Rahardjo di Solo, pada 1950-an. Namun, kisahnya lebih menitikberatkan pada menghidupkan kembali kejayaan Srimulat.
Para komedian Srimulat itu tampil sebagai cameo, alias diri mereka sendiri. Jokowi mengaku menerima tawaran bermain di film itu sekitar tiga atau empat tahun lalu, tepatnya ketika ia masih menjabat sebagai Wali Kota Surakarta. Namun, sampai saat ini, Jokowi belum menjawab tawaran tersebut.
"Saya sudah lupa, itu kan sekitar empat, tiga tahun lalu. Enggak ganteng gini disuruh main, ada-ada saja," ujarnya.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
"Lah itu perlu yang ganteng enggak? Kalau perlu yang ganteng, baru hubungi saya," kata Jokowi di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Senin (4/3/2013).
Film berjudul Finding Srimulat rencananya akan dirilis pada 11 April 2013 nanti. Film ini akan dibintangi komedian Srimulat, seperti Gogon, Kadir, Tessy, dan Nunung.
Selain itu, Reza Rahardian, Rianty Cartwright, dan Nadila Ernesta juga akan ikut bermain dalam film yang disutradarai oleh Charlez Gozali ini.
Film ini sebenarnya bukan menceritakan tentang sejarah berdirinya kelompok lawak yang dibangun oleh seniman Teguh Slamet Rahardjo di Solo, pada 1950-an. Namun, kisahnya lebih menitikberatkan pada menghidupkan kembali kejayaan Srimulat.
Para komedian Srimulat itu tampil sebagai cameo, alias diri mereka sendiri. Jokowi mengaku menerima tawaran bermain di film itu sekitar tiga atau empat tahun lalu, tepatnya ketika ia masih menjabat sebagai Wali Kota Surakarta. Namun, sampai saat ini, Jokowi belum menjawab tawaran tersebut.
"Saya sudah lupa, itu kan sekitar empat, tiga tahun lalu. Enggak ganteng gini disuruh main, ada-ada saja," ujarnya.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Jokowi: Jangan Studi Lagi, Langsung Kerjakan!
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo meminta semua pihak terkait tidak
lagi menyibukkan diri dengan melakukan studi soal pembangunan dan
pengembangan transportasi angkutan massal di Jakarta serta wilayah
penopang. Ia menegaskan, saat ini langkah yang harus ditempuh adalah
mengeksekusi proses pembangunan transportasi tersebut sesuai masterplan
di Jabodetabek.
"Studinya sudah banyak, dan enggak perlu studi-studi lagi. Yang paling penting langsung dikerjakan, dilaksanakan, tetapi tetap mengacu pada masterplan transportasi massal Jabodetabek," kata Jokowi, menanggapi paparan yang dilakukan Kementerian Perhubungan, Senin (4/3/2013), di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memberikan paparan tentang masterplan transportasi massal di Jabodetabek. Paparan itu disampaikan di depan Jokowi dan kepala dinas terkait, serta pihak yang mewakili daerah-daerah penyangga.
Dalam masterplan Kemenhub, angkutan massal di Jabodetabek akan terintegrasi pada 2020. Untuk jalur darat, Kemenhub akan membangun 30 trayek busway dan 15 trayek bus pengumpan dengan prediksi jumlah penumpang mencapai 2,7 juta setiap hari. Guna menopang jumlah penumpang itu, akan disediakan 738 bus gandeng dan 169 bus tunggal.
Selain itu, infrastruktur penopang lain juga masuk dalam masterplan Kemenhub, yakni pembangunan koridor busway, fasilitas park and ride, fasilitas integrasi antar-moda, dan fasilitas pejalan kaki serta pengendara sepeda. Fasilitas terintegrasi itu akan ada di 17 lokasi, dan park and ride yang ada saat ini akan ditambah lagi di sembilan lokasi baru.
Sementara itu, untuk yang berbasis rel, total jaringan kereta api di Jabodetabek saat ini membentang sepanjang 170,2 kilometer dan dalam masterplan akan diperpanjang menjadi 585 kilometer untuk diintegrasikan dengan busway, kereta bandara, dan juga mass rapid transit (MRT). Anggaran pembangunannya berasal dari Pemerintah Pusat sekitar Rp 109 triliun, dan investasi swasta sekitar Rp 191 triliun.
Menanggapi itu, Jokowi enggan mengambil pusing. Ia memilih untuk mendorong semua pihak melakukan percepatan dalam mewujudkan pengembangan dan pembangunan transportasi massal seperti yang direncanakan. Ditargetkan, semua masterplan Kemenhub, baik darat maupun yang berbasis rel, akan mulai dikerjakan pada tahun ini dan akan rampung pada 2020.
"Apa yang kita rencanakan, kita lakukan percepatan. Mau pakai APBN, APBD, atau investor swasta silakan. Yang penting sisi pelayanan harus segera diwujudkan, jangan hanya bicara rencana-rencana terus, harus segera diwujudkan," ujarnya.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
"Studinya sudah banyak, dan enggak perlu studi-studi lagi. Yang paling penting langsung dikerjakan, dilaksanakan, tetapi tetap mengacu pada masterplan transportasi massal Jabodetabek," kata Jokowi, menanggapi paparan yang dilakukan Kementerian Perhubungan, Senin (4/3/2013), di Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, Kementerian Perhubungan memberikan paparan tentang masterplan transportasi massal di Jabodetabek. Paparan itu disampaikan di depan Jokowi dan kepala dinas terkait, serta pihak yang mewakili daerah-daerah penyangga.
Dalam masterplan Kemenhub, angkutan massal di Jabodetabek akan terintegrasi pada 2020. Untuk jalur darat, Kemenhub akan membangun 30 trayek busway dan 15 trayek bus pengumpan dengan prediksi jumlah penumpang mencapai 2,7 juta setiap hari. Guna menopang jumlah penumpang itu, akan disediakan 738 bus gandeng dan 169 bus tunggal.
Selain itu, infrastruktur penopang lain juga masuk dalam masterplan Kemenhub, yakni pembangunan koridor busway, fasilitas park and ride, fasilitas integrasi antar-moda, dan fasilitas pejalan kaki serta pengendara sepeda. Fasilitas terintegrasi itu akan ada di 17 lokasi, dan park and ride yang ada saat ini akan ditambah lagi di sembilan lokasi baru.
Sementara itu, untuk yang berbasis rel, total jaringan kereta api di Jabodetabek saat ini membentang sepanjang 170,2 kilometer dan dalam masterplan akan diperpanjang menjadi 585 kilometer untuk diintegrasikan dengan busway, kereta bandara, dan juga mass rapid transit (MRT). Anggaran pembangunannya berasal dari Pemerintah Pusat sekitar Rp 109 triliun, dan investasi swasta sekitar Rp 191 triliun.
Menanggapi itu, Jokowi enggan mengambil pusing. Ia memilih untuk mendorong semua pihak melakukan percepatan dalam mewujudkan pengembangan dan pembangunan transportasi massal seperti yang direncanakan. Ditargetkan, semua masterplan Kemenhub, baik darat maupun yang berbasis rel, akan mulai dikerjakan pada tahun ini dan akan rampung pada 2020.
"Apa yang kita rencanakan, kita lakukan percepatan. Mau pakai APBN, APBD, atau investor swasta silakan. Yang penting sisi pelayanan harus segera diwujudkan, jangan hanya bicara rencana-rencana terus, harus segera diwujudkan," ujarnya.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Jokowi: Liburan saya kan kampanye
Setelah menjadi juru kampanye di Jawa Barat beberapa waktu lalu,
Gubernur DKI Joko Widodo kembali melakukan hal yang sama di Sumatera
Utara. Kali ini, Jokowi menjadi jurkam cagub dari PDIP Effendi Simbolon.
Kegiatan Jokowi itu ternyata menuai kritik dari sejumlah kalangan. Namun bagi Jokowi, kegiatan itu tak mengganggu tanggung jawabnya sebagai gubernur karena dilakukan di hari libur.
"Apa, cuma hari Minggu saja kok. Kalau yang lain kan libur, kalau saya kan kampanye, liburan di sana. Liburan saya kan kampanye," kata Jokowi di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (4/3).
Jokowi enggan dibilang dirinya mengutamakan partai daripada kepentingan warga Jakarta. Menurutnya, dirinya kampanye disaat hari libur.
"Kalau Senin sampai Jumat baru itu mengutamakan. Cuma setengah hari aja kok dipermasalahkan. Ini kan masalah pertemanan, dulu saya juga kan dibantu," katanya.
Seperti diketahui, Jokowi pergi ke Medan pada Sabtu sore (2/3). Pada hari Minggunya, Jokowi didaulat menjadi juru kampanye untuk pemenangan Effendi Simbolon sebagai calon gubernur Sumatera Utara.
Sumber :
http://www.merdeka.com
Kegiatan Jokowi itu ternyata menuai kritik dari sejumlah kalangan. Namun bagi Jokowi, kegiatan itu tak mengganggu tanggung jawabnya sebagai gubernur karena dilakukan di hari libur.
"Apa, cuma hari Minggu saja kok. Kalau yang lain kan libur, kalau saya kan kampanye, liburan di sana. Liburan saya kan kampanye," kata Jokowi di Kantor Kemenhub, Jakarta, Senin (4/3).
Jokowi enggan dibilang dirinya mengutamakan partai daripada kepentingan warga Jakarta. Menurutnya, dirinya kampanye disaat hari libur.
"Kalau Senin sampai Jumat baru itu mengutamakan. Cuma setengah hari aja kok dipermasalahkan. Ini kan masalah pertemanan, dulu saya juga kan dibantu," katanya.
Seperti diketahui, Jokowi pergi ke Medan pada Sabtu sore (2/3). Pada hari Minggunya, Jokowi didaulat menjadi juru kampanye untuk pemenangan Effendi Simbolon sebagai calon gubernur Sumatera Utara.
Sumber :
http://www.merdeka.com
Jokowi Hadiri Pemaparan Masterplan Transportasi Massal Jabodetabek
Sepulang dari Medan dalam rangka kampanye untuk Cagub nomor urut 2, Effendi Simbolon - Jumiran Abdi, pagi ini pukul 11:00 WIB, gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), hadiri Pemaparan Masterplan Tansportasi Massal Jabodetabek di Aula Kemenhub. Dari
Kemenhub hadir Wakil Menteri Pehubungan, Dirjen Perkeretapian, Dirjen
Pehubungan Darat, selain itu, hadir pula pejabat Bappenas.
Minggu, 03 Maret 2013
Jokowi: Pemimpin Itu Tak Perlu Pintar, yang Penting Jujur & Bersih
Kehadiran Jokowi di Sumatera Utara (Sumut) dimanfaatkan partainya untuk
mengikuti serangkaian kegiatan. Dia pun didaulat menjadi orator utama
dalam peringatan HUT PDI Perjuangan ke-40 di Kabupaten Deli Serdang.
Di hadapan ribuan warga yang memenuhi Wisma Tiberias di Lubuk Pakam, Jokowi menyatakan untuk menjadi pemimpin seseorang itu harus mampu mengutamakan rakyat. Pemimpin harus mendatangi rakyat setiap hari, mencari tahu apa masalahnya dan memberikan solusi atas persoalan yang tengah dihadapi mereka.
"Pemimpin itu gak perlu pintar, nanti malah minterin rakyatnya, yang penting jujur dan bersih. Rakyat adalah nomor satu. Setiap hari datangi mereka. Keluhannya apa, kesulitannya apa. Carikan kebijakan agar mereka bisa keluar dari problem persoalan yang ada. Jangan sampai rakyat gak makan, pemimpinnya diam saja. Tidak benar pemimpin seperti itu," tukas Jokowi, Minggu (3/3/2013).
Pemimpin, kata Jokowi, haruslah mengerti persoalan yang dialami rakyat. Jika tidak bisa ke rumah sakit, buat kebijakan sehingga mereka bisa ke rumah sakit. Jika tidak bisa sekolah, harus membuat kebijakan sehingga mereka bisa sekolah. APBD bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat.
"Yang pentingnya APBD-nya, jangan... ?" tukas Jokowi.
"Dikorupsi...,“ sambung ribuan peserta pertemuan dengan kompak.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menceritakan tentang apa yang dia lakukan ketika mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Situasinya dia dan Ahok sama-sama tidak punya uang.
"Awalnya saya kira Ahok itu Cina kaya, ternyata juga gak punya duit," tukas Jokowi yang disambut tawa para peserta.
Karena sama-sama tidak punya uang, maka kedua membekali diri dengan semangat. Dengan bekal itu kemudian mendatangi pasar demi pasar, dari kampung ke kampung, dari rumah ke rumah. Membeberkan kepada rakyat apa yang menjadi tawaran programnya.
"Ternyata rakyat senang. Putaran pertama menang, ngalahin yang punya uang triliunan. Ya sudah putaran kedua tak tinggal tidur," tukas Jokowi yang disambut tawa hadirin.
Sebab itu kepada pasangan yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilgub Sumut, Jokowi berpesan untuk selalu mengedepankan rakyat. Menjadikan solusi untuk mengatasi masalah rakyat sebagai bagian dari kebijakan yang diambilnya jika terpilih kelak.
Sumber :
http://news.detik.com
Di hadapan ribuan warga yang memenuhi Wisma Tiberias di Lubuk Pakam, Jokowi menyatakan untuk menjadi pemimpin seseorang itu harus mampu mengutamakan rakyat. Pemimpin harus mendatangi rakyat setiap hari, mencari tahu apa masalahnya dan memberikan solusi atas persoalan yang tengah dihadapi mereka.
"Pemimpin itu gak perlu pintar, nanti malah minterin rakyatnya, yang penting jujur dan bersih. Rakyat adalah nomor satu. Setiap hari datangi mereka. Keluhannya apa, kesulitannya apa. Carikan kebijakan agar mereka bisa keluar dari problem persoalan yang ada. Jangan sampai rakyat gak makan, pemimpinnya diam saja. Tidak benar pemimpin seperti itu," tukas Jokowi, Minggu (3/3/2013).
Pemimpin, kata Jokowi, haruslah mengerti persoalan yang dialami rakyat. Jika tidak bisa ke rumah sakit, buat kebijakan sehingga mereka bisa ke rumah sakit. Jika tidak bisa sekolah, harus membuat kebijakan sehingga mereka bisa sekolah. APBD bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat.
"Yang pentingnya APBD-nya, jangan... ?" tukas Jokowi.
"Dikorupsi...,“ sambung ribuan peserta pertemuan dengan kompak.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menceritakan tentang apa yang dia lakukan ketika mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Situasinya dia dan Ahok sama-sama tidak punya uang.
"Awalnya saya kira Ahok itu Cina kaya, ternyata juga gak punya duit," tukas Jokowi yang disambut tawa para peserta.
Karena sama-sama tidak punya uang, maka kedua membekali diri dengan semangat. Dengan bekal itu kemudian mendatangi pasar demi pasar, dari kampung ke kampung, dari rumah ke rumah. Membeberkan kepada rakyat apa yang menjadi tawaran programnya.
"Ternyata rakyat senang. Putaran pertama menang, ngalahin yang punya uang triliunan. Ya sudah putaran kedua tak tinggal tidur," tukas Jokowi yang disambut tawa hadirin.
Sebab itu kepada pasangan yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilgub Sumut, Jokowi berpesan untuk selalu mengedepankan rakyat. Menjadikan solusi untuk mengatasi masalah rakyat sebagai bagian dari kebijakan yang diambilnya jika terpilih kelak.
Sumber :
http://news.detik.com
Usai Lari Pagi, Jokowi Blusukan di Pasar Medan
Gubernur
DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi), tampaknya tidak mengenal kata lelah.
Meski baru mengakhiri aktivitas hingga tengah malam, Minggu pagi Jokowi
kembali sibuk menyapa warga kota Medan, Sumatera Utara.
Mengawali aktivitas pagi, Jokowi mengikuti olahraga bersama di lapangan Gaperta, Medan. Mantan Wali Kota Solo itu, dikerumuni warga yang ingin berfoto atau sekedar bersalaman.
Tak lama berolahraga, Jokowi yang didampingi pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) Effendi MS Simbolon-Jumiran Abdi (ESJA), menyambangi warga yang berolahraga di taman Teladan. Di tempat itu, Jokowi kembali dieluk-elukkan ratusan warga yang tidak menyangka bisa berolahraga bersama pria kalem tersebut.
Usai lari pagi, Jokowi bersama pasangan ESJA sarapan lontong sayur di Jalan dr Mansyur dan melanjutkan kebiasaannya, blusukan ke Pasar Setiabudi.
Para pedagang dan pembeli pun kaget melihat kedatangan orang nomor 1 di DKI Jakarta itu. Salah seorang pedagang bahkan sempat berceletuk melihat kerumunan warga.
"Macam Jokowi aja yang datang, sampai ramai sekali kayak gini," celetuk pedagang tanpa menyadari kalau Jokowi memang betul hadir, Minggu (3/3/2013).
Saat mengetahui yang sosok di depannya benar Jokowi, sang pedagang pun dengan semangat menyalami Jokowi yang tersenyum-senyum.
Setelah berkeliling di Pasar Setiabudi, Jokowi juga menyempatkan blusukan di Pasar Simpang Limun. Jokowi melanjutkan kegiatan ke Lubuk Pakam untuk akan mengikuti acara temu kader dan menjadi juru kampanye pasangan ESJA di Lapangan Merdeka, Medan.
Sumber : http://news.okezone.com
Mengawali aktivitas pagi, Jokowi mengikuti olahraga bersama di lapangan Gaperta, Medan. Mantan Wali Kota Solo itu, dikerumuni warga yang ingin berfoto atau sekedar bersalaman.
Tak lama berolahraga, Jokowi yang didampingi pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara (Cagubsu) Effendi MS Simbolon-Jumiran Abdi (ESJA), menyambangi warga yang berolahraga di taman Teladan. Di tempat itu, Jokowi kembali dieluk-elukkan ratusan warga yang tidak menyangka bisa berolahraga bersama pria kalem tersebut.
Usai lari pagi, Jokowi bersama pasangan ESJA sarapan lontong sayur di Jalan dr Mansyur dan melanjutkan kebiasaannya, blusukan ke Pasar Setiabudi.
Para pedagang dan pembeli pun kaget melihat kedatangan orang nomor 1 di DKI Jakarta itu. Salah seorang pedagang bahkan sempat berceletuk melihat kerumunan warga.
"Macam Jokowi aja yang datang, sampai ramai sekali kayak gini," celetuk pedagang tanpa menyadari kalau Jokowi memang betul hadir, Minggu (3/3/2013).
Saat mengetahui yang sosok di depannya benar Jokowi, sang pedagang pun dengan semangat menyalami Jokowi yang tersenyum-senyum.
Setelah berkeliling di Pasar Setiabudi, Jokowi juga menyempatkan blusukan di Pasar Simpang Limun. Jokowi melanjutkan kegiatan ke Lubuk Pakam untuk akan mengikuti acara temu kader dan menjadi juru kampanye pasangan ESJA di Lapangan Merdeka, Medan.
Sumber : http://news.okezone.com
Senam di Stadion Teladan Medan, Jokowi Disambut Antusias Warga
Fenomena ketenaran Jokowi rupanya terpancar hingga ke pulau Sumatera.
Hari kedua di Medan, Minggu (3/3/2013), dia mendatangi konsentrasi
massa, dimulai dari tempat senam pagi, hingga ke tempat kuliner di Ibu
Kota Sumatera Utara. Warga pun menyerbunya dengan antusias.
Sekitar Pukul 06.00 WIB , Jokowi sudah ke Lapangan Makesdam I/BB di Jalan Abdul Manaf Lubis. Bersama calon Wakil Gubernur Sumut Jumiran Abdi ikut senam bersama warga. Tak sampai satu jam, Jokowi digeser timnya untuk ikut senam di Stadion Teladan, Jalan Stadion.
Di kedua tempat ini, seperti biasa ratusan warga mengerumuni. Bersalaman dan mengajak berfoto. Keriuhan yang memang dimaksudkan untuk begitu. Warga pun bersemangat memanggil Gubernur DKI Jakarta.
"Pak, Jokowi.. Pak Jokowi..!!!" ujar para warga yang didominasi ibu-ibu.
Seterusnya Jokowi sarapan lontong di Jalan Dokter Mansyur. Dari sini dia lalu mengunjungi pasar di Jalan Setia Budi. Bertanya-tanya kepada pedagang. Aksi blusukan model yang sama juga dilakukan di Pasar Simpang Limun, Jalan Sisingamangaraja.
Jokowi berada di Medan sejak, Sabtu (2/3/2013). Kedatangannya dimaksudkan untuk mendongkrak pasangan yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilgub Sumut 7 Maret mendatang. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sejak kemarin juga berada di Medan. Bagi Mega, ini adalah kedatangannya yang ketiga untuk mendongkrak popularitas calon yang mereka usung.
Sumber :
http://news.detik.com
Sekitar Pukul 06.00 WIB , Jokowi sudah ke Lapangan Makesdam I/BB di Jalan Abdul Manaf Lubis. Bersama calon Wakil Gubernur Sumut Jumiran Abdi ikut senam bersama warga. Tak sampai satu jam, Jokowi digeser timnya untuk ikut senam di Stadion Teladan, Jalan Stadion.
Di kedua tempat ini, seperti biasa ratusan warga mengerumuni. Bersalaman dan mengajak berfoto. Keriuhan yang memang dimaksudkan untuk begitu. Warga pun bersemangat memanggil Gubernur DKI Jakarta.
"Pak, Jokowi.. Pak Jokowi..!!!" ujar para warga yang didominasi ibu-ibu.
Seterusnya Jokowi sarapan lontong di Jalan Dokter Mansyur. Dari sini dia lalu mengunjungi pasar di Jalan Setia Budi. Bertanya-tanya kepada pedagang. Aksi blusukan model yang sama juga dilakukan di Pasar Simpang Limun, Jalan Sisingamangaraja.
Jokowi berada di Medan sejak, Sabtu (2/3/2013). Kedatangannya dimaksudkan untuk mendongkrak pasangan yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilgub Sumut 7 Maret mendatang. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sejak kemarin juga berada di Medan. Bagi Mega, ini adalah kedatangannya yang ketiga untuk mendongkrak popularitas calon yang mereka usung.
Sumber :
http://news.detik.com
Sabtu, 02 Maret 2013
Jokowi makan malam menu Medan
Dalam safari kampanye, Jokowi memanfaatkan kedatangannya ke Medan, Sumatera Utara (Sumut) untuk
menyoba kuliner di kota tersebut. Dia mencoba berbagai makanan mulai
dari sate, nasi goreng hingga durian.
Seusai menggelar salat Maghrib di Masjid Raya Almashun, Jalan Sisingamangaraja, Sabtu (2/3/2013) Jokowi berjalan kaki sekitar 100 meter menuju ke Amaliun Foodcourt di Jalan Amaliun. Di sini dia mencoba makanan standar, nasi goreng spesial dan sate kacang.
Dia tak berkomentar banyak soal kualitas makanan. Hanya saja dia tak bisa menutupi ekspresi risih karena mejanya dikelilingi puluhan orang yang ingin tahu dia makan apa. Apalagi menu pesanannya relatif lama datang.
Setelah itu Jokowi dan rombongan bergerak ke lokasi jajanan durian Ucok Durian di Jalan Iskandar Muda. Di sini dia mencoba berbagai rasa durian.
"Habis tujuh batu. Saya suka yang manis rasanya," kata Jokowi yang didampingi calon Wakil Gubernur Sumut Jumiran Abdi.
Setelah itu, Jokowi dan rombongan bergerak ke pusat jajanan malam Merdeka Walk di Lapangan Merdeka, Jalan Balai Kota. Dia tiba sekitar pukul 21.30 WIB, dan masih belum memesan makanan karena masih dikerubungi warga.
Jokowi datang ke Medan untuk menjadi juru kampanye pasangan cagub yang diusung PDI Perjuangan. Ada serangkaian kegiatan yang akan diikuti Jokowi termasuk menjadi orator utama kampanye pada Minggu (3/3/2013) bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Sumber :
http://news.detik.com
Seusai menggelar salat Maghrib di Masjid Raya Almashun, Jalan Sisingamangaraja, Sabtu (2/3/2013) Jokowi berjalan kaki sekitar 100 meter menuju ke Amaliun Foodcourt di Jalan Amaliun. Di sini dia mencoba makanan standar, nasi goreng spesial dan sate kacang.
Dia tak berkomentar banyak soal kualitas makanan. Hanya saja dia tak bisa menutupi ekspresi risih karena mejanya dikelilingi puluhan orang yang ingin tahu dia makan apa. Apalagi menu pesanannya relatif lama datang.
Setelah itu Jokowi dan rombongan bergerak ke lokasi jajanan durian Ucok Durian di Jalan Iskandar Muda. Di sini dia mencoba berbagai rasa durian.
"Habis tujuh batu. Saya suka yang manis rasanya," kata Jokowi yang didampingi calon Wakil Gubernur Sumut Jumiran Abdi.
Setelah itu, Jokowi dan rombongan bergerak ke pusat jajanan malam Merdeka Walk di Lapangan Merdeka, Jalan Balai Kota. Dia tiba sekitar pukul 21.30 WIB, dan masih belum memesan makanan karena masih dikerubungi warga.
Jokowi datang ke Medan untuk menjadi juru kampanye pasangan cagub yang diusung PDI Perjuangan. Ada serangkaian kegiatan yang akan diikuti Jokowi termasuk menjadi orator utama kampanye pada Minggu (3/3/2013) bersama Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Sumber :
http://news.detik.com
Jokowi tiba di Polonia
Gubernur DKI
Jakarta Joko Widodo (Jokowi) akhirnya tiba di Medan, Sabtu (2/3/2013)
sekitar pukul 18:00 WIB. Jokowi datang ke Medan untuk menghadiri dua acara, yakni pelantikan
pengurus Laskar Joko Tingkir Sumut yang digelar malam ini, serta
Kampanye akbar pasangan calon gubernur sumut Effendi Simbolon - Djumiran
Abdi yang akan digelar Minggu (3/3) besok di Lapangan Merdeka Medan.
Kedatangan Jokowi pun mencuri perhatian warga yang tengah berada di bandara. Ramainya, kader dan partisipan PDIP serta masyarakat yang cukup antusias untuk bertemu, membuat terminal kedatangan penumpang domestik Bandara Polonia menjadi penuh.
Setelah turun dari pesawat, Jokowi langsung menuju terminal VIP Bandara Polonia Medan, untuk menemui Ketua Umum PDIP Megawati, yang sudah lebih dulu tiba.
Jokowi selanjutnya bergerak menuju Mesjid Raya Medan untuk menggelar solat magrib, sembari berziarah ke makan Mantan Gubernur Tengku Rizal Nurdin.
Usai ziarah, Jokowi pun melanjutkan perjalanannya ke pusat jajanan di Amaliun Foodcourt dan Pagaruyung untuk menikmati makan malam. Sembari menyapa dan mengajak warga memilih pasangan ESJA pada 7 Maret mendatang.
Kedatangan Jokowi pun mencuri perhatian warga yang tengah berada di bandara. Ramainya, kader dan partisipan PDIP serta masyarakat yang cukup antusias untuk bertemu, membuat terminal kedatangan penumpang domestik Bandara Polonia menjadi penuh.
Setelah turun dari pesawat, Jokowi langsung menuju terminal VIP Bandara Polonia Medan, untuk menemui Ketua Umum PDIP Megawati, yang sudah lebih dulu tiba.
Jokowi selanjutnya bergerak menuju Mesjid Raya Medan untuk menggelar solat magrib, sembari berziarah ke makan Mantan Gubernur Tengku Rizal Nurdin.
Usai ziarah, Jokowi pun melanjutkan perjalanannya ke pusat jajanan di Amaliun Foodcourt dan Pagaruyung untuk menikmati makan malam. Sembari menyapa dan mengajak warga memilih pasangan ESJA pada 7 Maret mendatang.
Kampanye Jokowi berlisensi Mendagri
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo telah mengantongi izin dari Kementerian
Dalam Negeri (Kemendagri) terkait aktivitasnya sebagai juru kampanye
pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sumatera Utara yang diusung
PDI Perjuangan, Effendi Simbolon dan Djumari Abdi. Hal itu diungkapkan
Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Reydonnyzar Moenek, Sabtu
(2/2/3/2013) petang.
"Sudah ada surat cutinya, diajukan Senin atau Selasa (lalu)," ujar Reydonnyzar.
Menurut Rey, Jokowi mengajukan cuti selama dua hari, yakni 2 dan 3 Maret 2013. Ia mengungkapkan, Jokowi mendapat mandat khusus dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk membantu kampanye Effendi-Djumari di Sumatera Utara.
Sesuai Pasal 79 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah, permohonan cuti diberikan dua minggu sebelum hari H. Meski demikian, lanjut Rey, surat permohonan Jokowi telah lengkap secara administratif.
"Tapi selama Kemendagri cukup waktu merespons ya direspons. Administrasinya lengkap," ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi terlambat mengirimkan surat permohonan izin cuti untuk menjadi juru kampanye salah satu pemilihan kepala daerah sehingga Kementerian Dalam Negeri tidak cukup waktu untuk mengeluarkan izin. Jokowi sendiri telah bertolak dari Jakarta menuju Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu sore kemarin.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
"Sudah ada surat cutinya, diajukan Senin atau Selasa (lalu)," ujar Reydonnyzar.
Menurut Rey, Jokowi mengajukan cuti selama dua hari, yakni 2 dan 3 Maret 2013. Ia mengungkapkan, Jokowi mendapat mandat khusus dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) untuk membantu kampanye Effendi-Djumari di Sumatera Utara.
Sesuai Pasal 79 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah, permohonan cuti diberikan dua minggu sebelum hari H. Meski demikian, lanjut Rey, surat permohonan Jokowi telah lengkap secara administratif.
"Tapi selama Kemendagri cukup waktu merespons ya direspons. Administrasinya lengkap," ujarnya.
Sebelumnya, Jokowi terlambat mengirimkan surat permohonan izin cuti untuk menjadi juru kampanye salah satu pemilihan kepala daerah sehingga Kementerian Dalam Negeri tidak cukup waktu untuk mengeluarkan izin. Jokowi sendiri telah bertolak dari Jakarta menuju Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu sore kemarin.
Sumber :
http://megapolitan.kompas.com
Jokowi berangkat ke Medan
Memenuhi tugas dari partainya, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) berangkat ke Medan untuk kampanye Cagub nomor urut 2, Effendi Simbolon. Jokowi bersama rombongan berangkat seusai acara Bamus Betawi ke Bandara Soekarno-Hatta. Jokowi
diketahui pergi ke Sumatera Utara tidak didampingi oleh sang istri,
Iriana. Pria yang suka blusukan itu pergi seorang diri ke Medan untuk
membantu rekan separtainya memenangkan pesta demokrasi di Sumatra Utara.
Sehari sebelumnya, Jumat (1/3/2013), Jokowi sempat mengatakan bahwa dirinya akan bertolak ke Sumatera Utara. "Mungkin saya ke Medan, kan cuma sehari, Minggu sore sudah pulang," ujarnya.
Meski demikian, Jokowi hanya tertawa ketika ditanya wartawan terkait apakah dirinya sudah mengajukan izin untuk cuti atau belum ke Kementrian Dalam Negri.
Sehari sebelumnya, Jumat (1/3/2013), Jokowi sempat mengatakan bahwa dirinya akan bertolak ke Sumatera Utara. "Mungkin saya ke Medan, kan cuma sehari, Minggu sore sudah pulang," ujarnya.
Meski demikian, Jokowi hanya tertawa ketika ditanya wartawan terkait apakah dirinya sudah mengajukan izin untuk cuti atau belum ke Kementrian Dalam Negri.
Jokowi hadiri Pembukaan Musyawarah Besar ke-6 Bamus Betawi
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) siang ini menghadiri Pembukaan
Musyawarah Besar ke VI, Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi yang
digelar di Pondok Gede, Jakarta Timur.
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz. Disamping itu juga tampak hadir sejumlah tokoh Bamus Betawi, serta organisasi Betawi dan tentunya Ketua Bamus Betawi Nachrowi Ramli.
Yang menarik adalah bertemunya pertemuan antara Jokowi dengan Nachrowi. Pantauan Okezone, Sabtu (2/3/2013), kedua tokoh kondang di DKI Jakarta itu tampak akrab. Bahkan sesekali kerap hadir tawa kecil, saat kedua tokoh tersebut berdiskusi.
Hal ini tentu sangat mengejutkan, mengingat Nachrowi adalah salah satu pesaing Jokowi dalam Pilkada DKI Jakarta lalu.
Nachrowi yang kala itu berpasangan dengan Fauzi Bowo (Foke) mampu meluncur ke putaran kedua, sebelum akhirnya dikalahkan Jokowi-Ahok.
Dalam Pembukaan Musyawarah Besar ke VI Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi, Ketua Bamus Masyarakat Betawi Nachrowi Ramli (Nara) menyinggung Pilkada DKI Jakarta lalu.
Dia menghimbau kepada seluruh simpatisan Bamus Betawi untuk mengucapkan selamat, dan mendukung kinerja pasangan Jokowi-Ahok, selama menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Kita beberapa saat lalu menjalani Pemilihan Gubernur. Bamus Betawi ikut dalam politik itu. Maka kita kita ucapkan selamat pada Bapak Joko Widodo dan Bapak Basuki, dan mudah-mudahan beliau diberi kesehatan, kesuksesan, dan masyarakat diberi kesejahteraan," kata Nara.
Nara mengucapkan terima kasih kepada Jokowi, yang telah membuat kebijakan melestarikan kebudayaan masyarakat Betawi. Diantaranya adalah peraturan pemakaian pakaian adat Betawi, untuk seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta seluruh bangunan yang diwajibkan menggunakan ornamen Betawi.
"Ke depan bahwa Betawi mampu bersaing dan mengawali propinsi Jakarta. Keempat adalah adanya masjid. Pak Gubernur pengen di Jakarta ada masjid yang bentuknya ornamen Betawi. Kelima adalah pembangunan perkampungan budaya Betawi," terang Nara.
Pada kesempatan yang sama, politikus Partai Demokrat ini juga menginformasikan kepada Jokowi, bahwa seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) Betawi telah sepenuhnya mendukung program-program Pemerintah DKI Jakarta, terutama yang terkait dengan pelestarian budaya Betawi.
"Kita juga terima kasih pada Pak Gubernur ditengah kesibukanya bisa menyempatkan hadir. Bahkan kita sampaikan pada seluruh organisasi kemasyarakatan Betawi, bahwa Pak Gubernur telah mengambil langkah untuk kemajuan masyarakat Betawi," tegasnya.
Sumber :
http://jakarta.okezone.com
Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz. Disamping itu juga tampak hadir sejumlah tokoh Bamus Betawi, serta organisasi Betawi dan tentunya Ketua Bamus Betawi Nachrowi Ramli.
Yang menarik adalah bertemunya pertemuan antara Jokowi dengan Nachrowi. Pantauan Okezone, Sabtu (2/3/2013), kedua tokoh kondang di DKI Jakarta itu tampak akrab. Bahkan sesekali kerap hadir tawa kecil, saat kedua tokoh tersebut berdiskusi.
Hal ini tentu sangat mengejutkan, mengingat Nachrowi adalah salah satu pesaing Jokowi dalam Pilkada DKI Jakarta lalu.
Nachrowi yang kala itu berpasangan dengan Fauzi Bowo (Foke) mampu meluncur ke putaran kedua, sebelum akhirnya dikalahkan Jokowi-Ahok.
Dalam Pembukaan Musyawarah Besar ke VI Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi, Ketua Bamus Masyarakat Betawi Nachrowi Ramli (Nara) menyinggung Pilkada DKI Jakarta lalu.
Dia menghimbau kepada seluruh simpatisan Bamus Betawi untuk mengucapkan selamat, dan mendukung kinerja pasangan Jokowi-Ahok, selama menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
"Kita beberapa saat lalu menjalani Pemilihan Gubernur. Bamus Betawi ikut dalam politik itu. Maka kita kita ucapkan selamat pada Bapak Joko Widodo dan Bapak Basuki, dan mudah-mudahan beliau diberi kesehatan, kesuksesan, dan masyarakat diberi kesejahteraan," kata Nara.
Nara mengucapkan terima kasih kepada Jokowi, yang telah membuat kebijakan melestarikan kebudayaan masyarakat Betawi. Diantaranya adalah peraturan pemakaian pakaian adat Betawi, untuk seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta seluruh bangunan yang diwajibkan menggunakan ornamen Betawi.
"Ke depan bahwa Betawi mampu bersaing dan mengawali propinsi Jakarta. Keempat adalah adanya masjid. Pak Gubernur pengen di Jakarta ada masjid yang bentuknya ornamen Betawi. Kelima adalah pembangunan perkampungan budaya Betawi," terang Nara.
Pada kesempatan yang sama, politikus Partai Demokrat ini juga menginformasikan kepada Jokowi, bahwa seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) Betawi telah sepenuhnya mendukung program-program Pemerintah DKI Jakarta, terutama yang terkait dengan pelestarian budaya Betawi.
"Kita juga terima kasih pada Pak Gubernur ditengah kesibukanya bisa menyempatkan hadir. Bahkan kita sampaikan pada seluruh organisasi kemasyarakatan Betawi, bahwa Pak Gubernur telah mengambil langkah untuk kemajuan masyarakat Betawi," tegasnya.
Sumber :
http://jakarta.okezone.com
Jokowi Akan Renovasi IKJ dan TIM
Setelah mengunjungi kantor arsip HB Jassin di komplek Taman Ismail
Marzuki (TIM), Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) langsung
melihat pembangunan gedung Institut Kesenian Jakarta (IKJ).
Saat memantau kondisi gedung, Jokowi terlihat prihatin karena sampai saat ini keinginan pihak pengelola untuk melakukan renovasi belum terealisasi. Jokowi sendiri berjanji akan segera merealisasikan proses renovasi TIM dan IKJ.
"Ini sudah berapa tahun enggak disentuh sama sekali. Ini akan kita bangun total. Rp469 miliar, tahun ini Rp157 miliar, tahun depan Insya Allah sudah rampung," kata Jokowi di lokasi, Sabtu (2/3/2013).
Jokowi menegaskan, renovasi kampus IKJ akan difokuskan pada pembangunan lahan parkir di lantai bawah, sebagaimana rancangan pihak IKJ sendiri.
"Ya dua tahun harus selesai secara keseluruhan. Karena memang baik IKJ maupun TIM baik sekali. Yang paling penting tata ruangnya diatur. Parkir di bawah, dan ini sudah ada masterplan-nya," tutup Jokowi.
Sumber :
jakarta.okezone.com
Saat memantau kondisi gedung, Jokowi terlihat prihatin karena sampai saat ini keinginan pihak pengelola untuk melakukan renovasi belum terealisasi. Jokowi sendiri berjanji akan segera merealisasikan proses renovasi TIM dan IKJ.
"Ini sudah berapa tahun enggak disentuh sama sekali. Ini akan kita bangun total. Rp469 miliar, tahun ini Rp157 miliar, tahun depan Insya Allah sudah rampung," kata Jokowi di lokasi, Sabtu (2/3/2013).
Jokowi menegaskan, renovasi kampus IKJ akan difokuskan pada pembangunan lahan parkir di lantai bawah, sebagaimana rancangan pihak IKJ sendiri.
"Ya dua tahun harus selesai secara keseluruhan. Karena memang baik IKJ maupun TIM baik sekali. Yang paling penting tata ruangnya diatur. Parkir di bawah, dan ini sudah ada masterplan-nya," tutup Jokowi.
Sumber :
jakarta.okezone.com
Jokowi akan bangun Pantai Impian di Marunda
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) bermimpi menambah pantai publik di Jakarta. Berbeda dengan Ancol, warga tidak akan dipungut biaya jika berkunjung.
Jokowi masih merahasiakan lokasi pantai itu. Tapi Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan sedikit bocoran.
"Kemungkinan Marunda lah," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta.
Ahok menjelaskan, konsep pengerjaan proyek pantai ini tidak ada bedanya dengan pulau impiannya. Dia menegaskan, pembangunan ini bukan proyek dadakan karena sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi (RPJMD).
"Oh pastinya sudah dong, jadi bukan ide saya. Itu udah tanda tangan Pak Foke kok. Malah ada yang dihibah," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ahok berharap semua pembangunan yang dilakukannya bersama Jokowi akan memperbaiki kondisi tata ruang di Jakarta. Baik jumlah penduduk, infrastruktur, ruang terbuka hijau dan moda transportasi yang tersedia tumbuh merata.
"Kita banyak minta pendapat ini substansinya apa. Kita harus menyesuaikan jumlah penduduk dengan infrastruktur jalan dengan transportasi, ruang terbuka hijau jelas. Kita sampaikan tadi, itu yang harus kita hitung," ungkap mantan anggota DPR ini.
Dia mencontohkan seperti di wilayah selatan Jakarta. Menurutnya, kondisi jalan di daerah itu terlalu sempit untuk jumlah penduduk yang cukup padat ditambah lagi banyaknya gedung bertingkat.
"Kayak di Jl Antasari, itu kan daerah serapan," ujarnya.
Sumber :
http://www.merdeka.com
Jokowi masih merahasiakan lokasi pantai itu. Tapi Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan sedikit bocoran.
"Kemungkinan Marunda lah," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta.
Ahok menjelaskan, konsep pengerjaan proyek pantai ini tidak ada bedanya dengan pulau impiannya. Dia menegaskan, pembangunan ini bukan proyek dadakan karena sudah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Provinsi (RPJMD).
"Oh pastinya sudah dong, jadi bukan ide saya. Itu udah tanda tangan Pak Foke kok. Malah ada yang dihibah," jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ahok berharap semua pembangunan yang dilakukannya bersama Jokowi akan memperbaiki kondisi tata ruang di Jakarta. Baik jumlah penduduk, infrastruktur, ruang terbuka hijau dan moda transportasi yang tersedia tumbuh merata.
"Kita banyak minta pendapat ini substansinya apa. Kita harus menyesuaikan jumlah penduduk dengan infrastruktur jalan dengan transportasi, ruang terbuka hijau jelas. Kita sampaikan tadi, itu yang harus kita hitung," ungkap mantan anggota DPR ini.
Dia mencontohkan seperti di wilayah selatan Jakarta. Menurutnya, kondisi jalan di daerah itu terlalu sempit untuk jumlah penduduk yang cukup padat ditambah lagi banyaknya gedung bertingkat.
"Kayak di Jl Antasari, itu kan daerah serapan," ujarnya.
Sumber :
http://www.merdeka.com
Jokowi Akan Pindahkan Kantor Arsip HB Jassin
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pagi ini, Sabtu (2/3/2013) melakukan
kunjungan ke Taman Ismail Marzuki (TIM). Jokowi yang mengenakan pakaian
khas Betawi ini tiba di lokasi pada pukul 09.00 WIB. Begitu tiba
di lokasi, Jokowi yang ditemani Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
DKI Jakarta langsung mengunjungi Gedung Kearsipan HB Jassin.
Di lokasi tersebut, orang nomor satu di ibu kota itu langsung melihat-lihat foto dan dokumen-dokumen yang ada di tempat tersebut. Rencananya, kantor kearsipan HB. Jassin akan dipindahkan ke dekat Gedung Arsip Nasional.
Jokowi tampak antusias menengok foto-foto, koleksi buku dan kliping. Namun, Jokowi terkejut karena buku-buku yang bertumpuk itu tampak menguning tak terawat
"Waduh!" kata Jokowi saat melihat buku-buku dan kliping yang tampak kuning di Pusat Dokumen Sasta HB Jassin, TIM, Jakarta Pusat
"Anggaran tahun ini telah kita siapkan kira-kira Rp1,2 miliar. Saya targetkan dua tahun selesai," kata Jokowi kepada wartawan di lokasi, Sabtu (2/3/2013).
Selain itu, Jokowi juga berjanji akan segera melakukan digitalisasi terhadap dokumen-dokumen yang tersimpan di tempat tersebut.
Sumber :
http://jakarta.okezone.com
Di lokasi tersebut, orang nomor satu di ibu kota itu langsung melihat-lihat foto dan dokumen-dokumen yang ada di tempat tersebut. Rencananya, kantor kearsipan HB. Jassin akan dipindahkan ke dekat Gedung Arsip Nasional.
Jokowi tampak antusias menengok foto-foto, koleksi buku dan kliping. Namun, Jokowi terkejut karena buku-buku yang bertumpuk itu tampak menguning tak terawat
"Waduh!" kata Jokowi saat melihat buku-buku dan kliping yang tampak kuning di Pusat Dokumen Sasta HB Jassin, TIM, Jakarta Pusat
"Anggaran tahun ini telah kita siapkan kira-kira Rp1,2 miliar. Saya targetkan dua tahun selesai," kata Jokowi kepada wartawan di lokasi, Sabtu (2/3/2013).
Selain itu, Jokowi juga berjanji akan segera melakukan digitalisasi terhadap dokumen-dokumen yang tersimpan di tempat tersebut.
Sumber :
http://jakarta.okezone.com
Jumat, 01 Maret 2013
Jokowi: Cakupan Call Centre 119 diperluas
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menginginkan agar sistem penanganan gawat darurat terpadu (SPGDT) melalui call centre 119 dapat berkembang pada sistem informasi lain. Salah satu contohnya adalah laporan serta informasi kebakaran dan lainnya.
"Itu konsepnya sama, akan menjadi sebuah sistem yang akan menginformasikan tidak hanya bidang kesehatan, tapi lainnya," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Jumat (1/3/2013).
Mantan Wali Kota Surakarta ini menegaskan, sistem tersebut baru mulai digulirkan hari ini dan akan dikembangkan setelah sistemnya dianggap berjalan dengan baik. Sistem bebas pulsa ini berjalan dengan topangan dana APBD dan dibantu oleh pemerintah pusat. Ke depan, SPGDT akan dicoba dan merambah provinsi lain di Indonesia.
"Ini nyoba dulu di kesehatan seperti apa. Nanti kita coba ke bidang lain, kira-kira meluncurnya akan seperti itulah. Misalnya, kamar kosong di mana itu kita bisa tahu, bisa mengarahkan, kemudian butuh ambulans bisa diinfo, bisa cepat dijemput," ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan PT Askes. Penandatanganan itu dibarengi dengan peluncuran SPGDT yang mengintegrasikan sumber daya manusia serta fasilitas medis di Jakarta.
Sistem call centre itu berada di bawah koordinasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Pengguna dari warga DKI sudah sebanyak 3.611 panggilan hingga hari ini. Kegiatan SPGDT itu juga merupakan program Kementerian Kesehatan yang bekerja sama dengan asosiasi rumah sakit vertikal dan Dinas Kesehatan DKI.
Saat ini, sistem tersebut baru terintegrasi dengan sembilan rumah sakit, yaitu RSUD Cengkareng, RSUD Koja, RSUD Tarakan, RSJP Harapan Kita, RSAP Harapan Kita, Ambulans Gawat Darurat DKI, RSUP Fatmawati, RS Cipto Mangunkusumo, dan RS Persahabatan. Dalam satu bulan ke depan, SPGDT Dinas Kesehatan DKI akan segera terkoneksi dengan 92 rumah sakit yang bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta.
Saat ini, ada empat operator yang bekerja 24 jam menerima panggilan telepon dari warga. SPGDT juga melayani informasi nomor-nomor telepon suku dinas, rumah sakit, dan layanan ambulans.
Integrasi data di tahap awal adalah informasi rekapitulasi data kapasitas ruang rawat yang tersedia di semua rumah sakit yang tergabung dalam sistem SPGDT secara real time. Pada tahap selanjutnya, data yang diintegrasikan akan lebih mendalam dan kompleks dengan tujuan untuk menanggulangi situasi gawat darurat korban secepat mungkin. "Jumlah line yang ada di call centre Dinkes pada tahap awal adalah 4 seat. Namun, akan diperbanyak secara bertahap," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
"Itu konsepnya sama, akan menjadi sebuah sistem yang akan menginformasikan tidak hanya bidang kesehatan, tapi lainnya," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Jumat (1/3/2013).
Mantan Wali Kota Surakarta ini menegaskan, sistem tersebut baru mulai digulirkan hari ini dan akan dikembangkan setelah sistemnya dianggap berjalan dengan baik. Sistem bebas pulsa ini berjalan dengan topangan dana APBD dan dibantu oleh pemerintah pusat. Ke depan, SPGDT akan dicoba dan merambah provinsi lain di Indonesia.
"Ini nyoba dulu di kesehatan seperti apa. Nanti kita coba ke bidang lain, kira-kira meluncurnya akan seperti itulah. Misalnya, kamar kosong di mana itu kita bisa tahu, bisa mengarahkan, kemudian butuh ambulans bisa diinfo, bisa cepat dijemput," ujarnya.
Sebelumnya, Pemprov DKI menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan PT Askes. Penandatanganan itu dibarengi dengan peluncuran SPGDT yang mengintegrasikan sumber daya manusia serta fasilitas medis di Jakarta.
Sistem call centre itu berada di bawah koordinasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Pengguna dari warga DKI sudah sebanyak 3.611 panggilan hingga hari ini. Kegiatan SPGDT itu juga merupakan program Kementerian Kesehatan yang bekerja sama dengan asosiasi rumah sakit vertikal dan Dinas Kesehatan DKI.
Saat ini, sistem tersebut baru terintegrasi dengan sembilan rumah sakit, yaitu RSUD Cengkareng, RSUD Koja, RSUD Tarakan, RSJP Harapan Kita, RSAP Harapan Kita, Ambulans Gawat Darurat DKI, RSUP Fatmawati, RS Cipto Mangunkusumo, dan RS Persahabatan. Dalam satu bulan ke depan, SPGDT Dinas Kesehatan DKI akan segera terkoneksi dengan 92 rumah sakit yang bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta.
Saat ini, ada empat operator yang bekerja 24 jam menerima panggilan telepon dari warga. SPGDT juga melayani informasi nomor-nomor telepon suku dinas, rumah sakit, dan layanan ambulans.
Integrasi data di tahap awal adalah informasi rekapitulasi data kapasitas ruang rawat yang tersedia di semua rumah sakit yang tergabung dalam sistem SPGDT secara real time. Pada tahap selanjutnya, data yang diintegrasikan akan lebih mendalam dan kompleks dengan tujuan untuk menanggulangi situasi gawat darurat korban secepat mungkin. "Jumlah line yang ada di call centre Dinkes pada tahap awal adalah 4 seat. Namun, akan diperbanyak secara bertahap," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emawati.
Sumber :
megapolitan.kompas.com
Langganan:
Postingan (Atom)






















